AV BLOCK 2.1.

Definisi Hambatan Atrioventrikuler (Atrioventricular block) adalah kelainan pada sistem

koduksi jantung dimana depolarisasi atrium gagal untuk mencapai ventrikel atau depoilarisasi atrial yang terkonduksikan dengan terlambat. Hambatan Atrioventrikuler (Blok AV) kerap menjadi penyebab bradikardia meskipun lebih jarang dibandingkan dengan kelainan fungsi nodus SA yang juga menyebabkan gejala bradikardia. 2.2. Klasifikasi Berdasarkan derajat hambatan, gangguan ini dibagi menjadi blok AV derajat 1, blok AV derajat 2, dan blok AV derajat 3 ( total ). Blok AV Derajat 1 terjadi bila semua impuls dari atrium dapat dihantarkan ke ventrikel dengan waktu hantaran yang lebih lama ( pada EKG interval PR> 0,20 detik ). Kelainannya biasanya pada tingkat nodus AV dan jarang pada sistem His-Purkinje. Karena semua impuls dari atrium dapat dihantarkan ke ventrikel maka biasanya tidak menimbulkan gejala. Blok AV Derajat 2 terjadi pada keadaan dimana tidak semua impuls dari atrium dapat dihantarkan melalui nodus AV dan sistem His-Purkinje ke ventrikel. Berdasarkan rekaman EKG kelainan ini dapat dikelompokkan menjadi tipe Mobizt I ( tipe Wenckebach) dan tipe Mobizt II. Pada tipe Mobizt I terdapat total ( gambar 6). Lokasi kelainan ini biasanya di tingkat nodus AV. Sedangkan pada tipe Mobizt II terdapat hambatan impuls dari atrium yang intermiten dimana impuls dari Atrium tidak dapat dihantarkan ke ventrikel ( gambar 7 ) . Pada tipe ini lokasi hambatan adalah infranodal (pada sistem His-Purkinje) gejala yang muncul sangat bergantung pada besarnya laju ventrikel. Jarak blok AV derajat 2 seringkali menimbulkan gejala.

Blok AV derajat ( complete heart block ). Bila lokasi hambatan berada di AV node maka laju ventrikel biasanya cukup untuk mempertahankan curah jantung. bila hantaran impuls dari atrium sama sekali tidak dapat mencapai ventrikel disebut blok AV derajat 3 ( blok AV total ) pada keadaan laju ventrikel tergantung pada pacemeter cadangan ( subsidiary pace-meter) yang mengambil alih. Namun bila lokasi hambatan berada dibawah nodus AV ( infranodal) kerap menimbulkan gangguan hermodinamik karena lajunya sangat pelan ( < 40 kali per menit ) .

2. Blok AV derajat 2 tipe Mobitz jarang terjadi pada orang sehat. lebih dari 5% dari individu yang sehat memiliki interval PR melebihi 0. pada 1 kasus per 20.20 detik.5-2% dari orang sehat.20 detik di 0. terutama pada mereka yang memiliki penyakit jantung struktural. AV blok lebih sering terjadi pada usia diatas 70 tahun. khususnya selama tidur. Insiden blok AV derajat 3 tertinggi pada orang tua dari 70 tahun (sekitar 5-10% dari pasien dengan penyakit jantung). Pada usia 20 tahun.000 kelahiran. dan ras. 2. Pada usia 60 tahun. sedangkan blok AV derajat 2 tipe Mobitz I (Wenckebach) didapati pada 1-2% orang muda yang sehat. Insiden terjadinya blok AV di dunia secara global dipengaruhi oleh demografi usia.3. Blok AV derajat 1 juga dapat terjadi secara fisiologis pada saat denyut jantung tinggi ( terutama dengan aktivitas yang berat) sebagai akibat dari peningkatan refractoriness dari AVN. Sekitar 5% dari pasien dengan penyakit jantung memiliki blok AV derajat 1. interval PR dapat melebihi 0. Contoh disosiasi AV dapat dilihat pada gambar 7. dan sekitar 2% memiliki blok AV derajat 2. Insiden AV blok meningkat dengan usia. Blok AV derajat 3 jarang didapatkan secara bawaan. Etiologi Penundaan atau kurangnya konduksi melalui AV node memiliki beberapa penyebab. jenis kelamin. Epidemiologi Blok AV derajat 1 dapat ditemukan pada orang dewasa yang sehat. Blok AV derajat 1 dan blok AV derajat 2 (Mobitz I ( Wenckebach ) mungkin terjadi pada orang normal yang sehat sebagai manifestasi fisiologis tonus vagal tinggi.3.Karena pada blok AV total Atrium dan ventrikel dikendalikan oleh pacemeter yang berbeda dan tidak berkaitan maka pada EKG permukaan akan terlihat gambaran disosiasi atriovenkuler ( AV discociation ). Blok AV dapat . dan insidennya meningkat seiring usia.

dan kalsifikasi progresif katup mitral. Penyakit miokard infiltratif mengakibatkan blok AV termasuk sarkoidosis . nodus AV ablasi dan alkohol ablasi septum pada pasien dengan obstruktif kardiomiopati hipertrofik ). Infark miokard anterior biasanya dikaitkan dengan blok AV derajat 3 akibat iskemia atau infark cabang bundel hiss. Prosedur bedah ( misalnya . Perubahan degeneratif di AVN atau cabang bundel hiss ( misalnya . penggantian katup aorta dan perbaikan cacat bawaan ) dapat menyebabkan blok AV . Infark miokard inferior dapat menyebabkan blok derajat 3. biasanya di tingkat AVN. dan agen antiarrhythmic lainnya .blocker .Jarisch refleks . Endokarditis dan infeksi lain dari miokardium . adenosin . seperti ankylosing spondylitis dan sindrom Reiter . kalsifikasi . calcium channel blockers .Penyakit sistemik.disebabkan oleh iskemia miokard akut atau infark. seperti penyakit Lyme dengan infiltrasi aktif dari sistem konduksi AV . Hal ini paling sering terlihat pada orang tua dan sering digambarkan sebagai degenerasi dari sistem konduksi dan dapat menyebabkan blok AV derajat 3 Perubahan degeneratif pada sistem konduksi AV dikaitkan dengan mutasi gen SCN5A natrium channel ( mutasi dari gen yang sama dapat menyebabkan QT panjang secara kongenital ) . Sindrom Lenegre . yang paling umum ini termasuk glikosida digitalis .Lev adalah mengakuisisi blok jantung lengkap karena fibrosis idiopatik dan kalsifikasi dari sistem konduksi listrik jantung . fibrosis . atau infiltrasi ) adalah penyebab paling umum dari nonischemic AV blok . dapat mempengaruhi jaringan konduksi nodus AV. hal ini dapat terjadi melalui mekanisme lain melalui Bezold . dapat mengakibatkan berbagai tingkat blok AV. katup aorta. beta . myxedema . . seperti prosedur terapi lain (misalnya . dan kalsifikasi annulus . Berbagai obat dapat mempengaruhi konduksi AV . hemochromatosis .

Jakarta:Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia.Sumber : Sandesara. Chirag .com. .2006. Yamin dan A. 2012 [cited 2012 Nov 30].medscape.Medscape. Atrioventricular Block [serial online]. Muin Rachman. Medscape Reference.hal 1553-1555. Available from: http://emedicine. Bradikardia dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi IV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful