Anatomi Kelenjar Tiroid Makroskopis Tiroid berarti organ berbentuk perisai segi empat.

Kelenjar tiroid merupakan organ yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di sebelah anterior trakea (Gambar 1). Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh kapsula yang berasal dari lamina pretracheal fascia profunda. Kapsula ini melekatkan tiroid ke laring dan trakea. Kelenjar ini terdiri atas dua buah lobus lateral yang dihubungkan oleh suatu jembatan jaringan isthmus tiroid yang tipis dibawah kartilago krikoidea di leher, dan kadangkadang terdapat lobus piramidalis yang muncul dari isthmus di depan laring.6-9 Kelenjar tiroid terletak di leher depan setentang vertebra cervicalis 5 sampai thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus berbentuk seperti buah pear, dengan apeks di atas sejauh linea oblique lamina cartilage thyroidea, dengan basis di bawah cincin trakea 5 atau 6. Kelenjar tiroid mempunyai panjang ± 5 cm, lebar 3 cm, dan dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Aliran darah kedalam tiroid per gram jaringan kelenjar sangat tinggi (± 5 ml/menit/gram tiroid).6,7

Struktur disekitar lobus:     Anterolateral: M. sternothyroideus, Venter superior m. omohyoideus, m. sternohyoideus, tepi anterior m. sternocleidomastoideus Posterolateral: vagina carotica dengan a. carotis communis, v. jugularis interna, n. vagus Medial : larynx, trachea, m. constrictor pharyngis inferior, oesophagus Posterior: Gland. Para thyroidea inferior, superior

Vaskularisasi Arteri: A. thyroidea superior ( cabang dari a. carotis externa ), A. thyroidea inferior ( cabang dari truncus thyrocervicalis ), A. thyroidea media ( cabang a. brachiocephalica atau arcus aorta ) Vena: V. thyroidea superior, V thyroidea media, menuju V. jugularis interna V. thyroidea inferior ( bermuara ke v. brachiocephalica sinistra ) Lymph: cairan lymph di curahkan ke nl. Cervicales profundi. Beberapa pemb. Lymph ke nl. Paratracheales.

iodinasi. Diantara sel-sel folikular terdapat sel parafolikular ( sel C ) yang berfunsi mengsekresi hormon calcitonin. ditengah atau ke arah basal. . menandakan metabolisme tinggi. sel kobid akan merendahkan bentuknya. sebaliknya jika sel hiperaktif. Jika dilihat melalui mikroskop elektron. Inti sel besar. absorbsi dan digesti tiroglobulin. Sel folikular berbentuk beragam. dapat ditemukan mikrovili. Sel parafolikular ini masih terletak dalam membrana basalis. sel kuboid akan meninggi. terutama kuboid. Mikrovili memiliki peran dalam sintesis hormon tiroid. Warna sitoplasma basofil dan memiliki banyak mitokondria. Colloid mengandung glikoprotein tiroglobulin. Intinya eksentris dan pada sitolplasmanya banyak terdapat granula padat ( terbungkus selaput ). vesikular. Jika colloid berwarna basofil. Jika berwarna asidofil.MIKROSKOPIS Kelenjar tiroid terdiri dari ribuan folikel dengan diameter bervariasi. Sitoplasma memiliki granul halus. Sel folikular berdiri diatas membrana basalis. Jika sel hipoaktif. tidak aktif. Lumennya mengandung substansi gelatinosa disebut colloid.

maka organ tubuh akan bekerja lebih cepat.FISIOLOGIS KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh melalui 2 cara : Merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein. dan kira-kira sepertiga hingga setengahnya ditangkap oleh kelenjar tiroid. sedangkan sisanya dikeluarkan lewat air kemih. Meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel. Dua iodotirosin kemudian menyatu untuk membentuk dua jenis hormon tiroid dalam darah yaitu : 1 Tiroksin (T4). Iodium diserap oleh usus halus bagian atas dan lambung. Tiroksin dirubah di dalam hati dan organ lainnya ke dalam bentuk aktif. hanya memiliki efek yang ringan terhadap kecepatan metabolisme tubuh. merupakan bentuk yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. yang mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh. yaitu triiodotironin (T3). kelenjar tiroid memerlukan iodium yaitu elemen yang terdapat di dalam makanan dan air. Untuk menghasilkan hormon tiroid. Kompleks yang mengandung iodium ini disebut iodotirosin. Hormon tiroid dibentuk melalui penyatuan satu atau dua molekul iodium ke sebuah glikoprotein besar yang disebut tiroglobulin yang dibuat di kelenjar tiroid dan mengandung asam amino tirosin. . Jika sel-sel bekerja lebih keras.

Sehingga makin tinggi kadar iodium intrasel maka akan makin banyak pula iodium yang terikat sebaliknya makin sedikit iodium di intra sel.T3 dan T4 berbeda dalam jumlah total molekul iodium yang terkandung (tiga untuk T3 dan empat untuk T4 ). baru akan dikeluarkan apabila ada stimulasi TSH. tetapi T3 secara fisiologis lebih bermakna. Iodinasi tiroglobulin ini dipengaruhi oleh kadar iodium dalam plasma. Daya pemekatan konsentrasi iodida oleh pompa ini dapat mencapai 20-100 kali kadar dalam serum darah. Deiodinasi . Oksidasi Sebelum iodida dapat digunakan dalam sintesis hormon. 2. Tiroglobulin (dimana di dalamnya mengandung T3 dan T4). 3. iodium yang terikat akan berkurang sehingga pembentukan T3 akan lebih banyak daripada T4. Tiroglobulin dibentuk oleh sel-sel tiroid dan dikeluarkan ke dalam koloid melalui proses eksositosis granula. Trapping Proses ini terjadi melalui aktivitas pompa iodida yang terdapat pada bagian basal sel folikel. iodida tersebut harus dioksidasi terlebih dahulu menjadi bentuk aktif oleh suatu enzim peroksidase. Coupling Dalam molekul tiroglobulin. Dimana dalam keadaan basal. Iodium ini kemudian akan bergabung dengan residu tirosin membentuk monoiodotirosin yang telah ada dan terikat pada molekul tiroglobulin (proses iodinasi). monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT) yang terbentuk dari proses iodinasi akan saling bergandengan (coupling) sehingga akan membentuk triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Bentuk aktif ini adalah iodium. Komponen tiroglobulin beserta tirosin dan iodium ini disintesis dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekul tirosin yang terikat pada ikatan di dalam tiroglobulin. sel tetap berhubungan dengan pompa Na/K tetapi belum dalam keadaan aktif. Pembentukan dan Sekresi Hormon Tiroid Ada 7 tahap. 4. 5. Baik T3 maupun T4 dibawa ke sel-sel sasaran mereka oleh suatu protein plasma. yaitu: 1. Pompa iodida ini bersifat energy dependent dan membutuhkan ATP. Penimbunan (storage) Produk yang telah terbentuk melalui proses coupling tersebut kemudian akan disimpan di dalam koloid. Pompa Na/K yang menjadi perantara dalam transport aktif iodida ini dirangsang oleh TSH. Sebagian besar (90%) hormon tiroid yang dilepaskan ke dalam darah adalah T4.

terjadi peningkatan laju metabolisme basal. Sebaliknya pada seorang lansia yang menderita pemyakit ginjal dan hati yang kronik maka kadar protein binding akan berkurang sehingga kadar T3 dan T4 bebas akan meningkat.Proses coupling yang terjadi juga menyisakan ikatan iodotirosin. b) Merangsang kecepatan pompa natrium-kalium di sel sasaran. Deiodinasi ini dimaksudkan untuk lebih menghemat pemakaian iodium. Pada keadaan normal kadar T3 dan T4 total menggambarkan kadar hormon bebas. 6. Hanya 0. c) Meningkatkan responsivitas sel-sel sasaran terhadap katekolamin sehingga meningkatkan frekuensi jantung.35% dari T4 total dan 0. pembakaran kalori. Hormon tiroid ini melewati membran basal dan kemudian ditangkap oleh protein pembawa yang telah tersedia di sirkulasi darah yaitu Thyroid Binding Protein (TBP) dan Thyroid Binding Pre Albumin (TBPA). Ikatan T3 dengan TBP kurang kuat daripada ikatan T4 dengan TBP. Pada seorang lansia yang mendapatkan kortikosteroid untuk terapi suatu penyakit kronik cenderung mengalami penurunan kadar T3 dan T4 bebas karena jumlah protein pembawa yang meningkat. 7. Kedua fungsi bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi oleh sel. Namun dalam keadaan tertentu jumlah protein pengikat bisa berubah. Atas pengaruh TSH. Residu ini kemudian akan mengalami deiodinasi menjadi tiroglobulin dan residu tirosin serta iodida. . Efek primer hormon tiroid adalah: a) Merangsang laju metabolik sel-sel sasaran dengan meningkatkan metabolisme protein. Pengeluaran hormon dari kelenjar tiroid (releasing) Proses ini dipengaruhi TSH. lisosom akan mendekati tetes koloid dan mengaktifkan enzim protease yang menyebabkan pelepasan T3 dan T4 serta deiodinasi MIT dan DIT. Proteolisis TSH yang diproduksi oleh hipofisis anterior akan merangsang pembentukan vesikel yang di dalamnya mengandung tiroglobulin. dan peningkatan produksi panas oleh setiap sel. Gambar 3 : fisiologi hormon tiroid Efek Primer Hormon Tiroid Sel-sel sasaran untuk hormon tiroid adalah hampir semua sel di dalam tubuh. d) meningkatkan responsivitas emosi.25% dari T3 total yang berada dalam keadaan bebas. dan karbohidrat. lemak.

maka kelenjar hipofisa mengeluarkan lebih banyak TSH. . yang menyebabkan kelenjar hipofisa mengeluarkan TSH. Umpan balik sekresi hormon Kedua hormon ini mempunyai efek umpan balik di tingkat hipofisis. coupling. kadang-kadang juga Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). proteolisis sehingga hasilnya adalah produksi hormon meningkat. dan dibuat di hipotalamus. 2. yang telah dapat disintesis. TSH ( Thyroid Stimulating Hormone) TSH yang masuk dalam sirkulasi akan mengikat reseptor di permukaan sel tiroid (TSH-Reseptor-TSH-R) dan terjadilah efek hormonal sebagai kenaikan trapping. yang meningkatkan kecepatan kontraksi otot rangka. TRH (Thyrotrophin Releasing Hormone) Hormon ini merupakan tripeptida. f) Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal semua sel tubuh dan dibutuhkan untuk fungsi hormon pertumbuhan. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipofisis terhadap rangsangan TRH. maka kelenjar hipofisa menghasilkan TSH dalam jumlah yang lebih sedikit. T3 selain berefek pada hipofisis juga pada tingkat hipotalamus. Hipotalamus menghasilkan Thyrotropin-Releasing Hormone. Pengaturan Faal Tiroid Ada 3 macam kontrol terhadap faal kelenjar tiroid : 1. TSH merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid dalam darah mencapai kadar tertentu. Tubuh memiliki mekanisme yang rumit untuk menyesuaikan kadar hormon tiroid. peningkatan iodinasi. jika kadar hormon tiroid dalam darah berkurang. TRH menstimulasi keluarnya prolaktin. 3.e) Meningkatkan kecepatan depolarisasi otot rangka.

pemeriksaan kelenjar sangatlah penting dan dapat ditunjang dengan memilih tes fungsi tiroid yang optimal. seorang ahli bedah harus mengetahui metode yang sistematis untuk melakukan pemeriksaan. konsistensi.EVALUASI KELENJAR TIROID Pada pasien yang mengalami pembesaran kelenjar tiroid (goiter). penampang. perlengketan pada trakea dari kelenjar tiroid. . serta melakukan palpasi pada KGB daerah servikal. yang harus diperhatikan pada pemeriksaan adalah besar.

Gangguan autoimun dengan atau tanpa reaksi radang dapat menyebabkan struma Graves yang bergejala hipertiroid dan struma Hashimoto yang akhirnya mengakibatkan hipotiroid. dan tiroiditis. PENYAKIT KELENJAR TIROID Di luar kelainan bawaan.kelemahan otot . TSH dapat diperiksa secara akurat dengan radioimmunoassay. Pengurangan fungsi atau hipotiroidisme dapat disebabkan oleh penyakit hipotalamus. kerusakan kelenjar hipofisis. jadi nilai tiroid indexnya normal (T4 x T3RU).Serum T3. Tumor ganas kelenjar tiroid dapat dibagi sesuai tingkat keganasannya Hipertiroid (Tirotoksikosis) Diagnosa utama : . Keganasan terutama disebabkan oleh adeniokarsinoma. struma ovarium rang). normal atau bertambah. pengukuran T3 biasanya di barengi dengan pemeriksaan T3RU untuk mengkoreksi pertukaran ikatan protein. T4.nafsu makan menurun – poliuri . yaitu penyakit yang menyebabkan perubahan fungsi. Pengukuran T3RU secara in vitro dapat secara langsung mengetahui konsentrasi dari tiroksin binding globulin di dalam serum. defisiensi yodium. seperti hipertiroidisme dan penyakit yang menyebabkan perubahan jaringan dan bentuk kelenjar. kelainan kelenjar tiroid dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. pengobatan berlebihan dengan tiroksin. struma nodosa toksik. seperti struma noduler. Pengukuran serum T4 dan TSH menggunakan tes sensitive tinggi TSH merupakan cara terbaik dalam menentukan fungsi tiroid. Pengukuran kadar T3 dilakukan pada pasien dengan kecurigaan hipertiroidism. Sebagai contoh pada pasien yang hamil atau sedang mengkonsumsi esterogen yang tinggi terdapat peningkatan T4 tetapi T3Runya menurun. yang terjadi sesudah tiroidektomi atau setelah terapi dengan yodium radioaktif. Fungsi tiroid dapat berkurang. T4 juga dapat diperiksa dengan metode competitive protein binding. Contoh kelainan hiperplasia ialah struma koloid dan struma endemik. obat antitiroid. Dengan tes sensitive TSH dapat digunakan untuk mengetahui keadaan pasien dengan hipertiroid atau hipotiroid. Juga terdapat keadaan yang dikenal dengan hipotiroidisme iatrogenik.BB menurun . dan metastasis luas karsinoma tiroid terdeferensiasi. tiroiditis. Hipertiroid dapat terjadi pada struma toksik difus (penyakit Graves).

berkunang-kunang – TSH tidak ada – goiter Hipertiroid biasanya disebabkan oleh hipersekresi goiter (Graves disease) atau oleh multi nodular toxic goiter (Plummer’s disease). Tirotoksikosis dapat juga dijumpai kadar T4 yang normal sedangkan kadar T3 yang meningkat (T3 toksikosis). Manifestasi klinik dapat ditandai oleh periode eksaserbasi dan remisi.. Kebanyakan pada pasien dengan tirotoksikosis terdapat peningkatan kadar T3 danT4.iodine uptake. Pada pasien dengan hipertiroid yang hebat biasanya dijumpai gejala hiperpireksia. BB menurun. .suhu tubuh meningkat . tirotoksikosis dapat menyebabkan gangguan katabolisme yang progesif. pandangan berkunang-kunang. Amat jarang hipertiroidism disebabkan oleh akut tiroiditis. gagal jantung. Pada grave’s disease dapat ditemukan exophthalmus. kelelahan. delirium dan ikterik. kehamilan. T3RU ↑ . Reflek achiles akan memanjang pada hipotiroid dan memendek pada hipertiroid. kerusakan jantung. pretibial mixedema. berkeringat banyak. dan panurunan kadar TSH.gelisah .berkeringat . Biasanya tanda tersebut tidak terlihat pada single atau multinodular toxic goiter. Pada pasien dapat dijumpai keadaan hipotiroid sebagai hasil dari pengobatan hipertiroid. Gejala dan tanda. struma ovarium. Grave’s disease adalah penyakit autoimmune. mengkonsumsi hormon tiroid. T3. eksitasi neuromuscular. takikardi. kulit terasa hangat. dan kelainan lainnya. tumor hipofisis. pada banyak kasus diagnosa dapat mudah di tegakkan hanya dilihat dari gejala yang timbul.gynecomastia . dan muka yang memerah. vitiligo. Gejala hipertiroid dapat di tegakan dengan peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Pada T4 pseudotoksikosis ditemukan kadar T4 yang tinggi sedangkan kadar T3 yang rendah. hal ini disebabkan gangguan perubahan T4 menjadi T3. Pada penderita hipertiroidism dapat ditemukan gejala-gejala takikardia.T4. suhu tubuh meningkat. gelisah.T3 suppression test abnormal – siklus menstruasi terganggu – infertilitas – murmur – exophthalmus. sehingga dapat menyebabkan kematian karena gagal jantung.

T4. dan biasanya hiperkalsemia. Pemeriksaan laboratorium terdiri dari pemeriksaan biokimia untuk menetapkan fungsi kelenjar tiroid. Kadar T3 total di dalam serum selalu tinggi pada penderita tirotoksikosis. penginderaan visual untuk menetapkan kelainan morfologi kelenjar tiroid.Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan kelenjar tiroid . dan TSH dalam plasma. Tiroglobulin dapat dideteksi di dalam serum orang normal. Penentuan kadar TBG diperlukan untuk interpretasi kadar T4 dan sampai tingkat tertentu berlaku untuk kadar T3. nodul dingin. meskipun karsinoma tiroid dapat juga ditemukan pada nodul yang berfungsi normal. oleh karena kadar ini meningkat sebelum ada pengurangan kadar T4. serum TSH tidak meningkat sebagai respon pemberian TSH pada pasien hipertiroid. TSI) dapat ditemukan pada penderita penyakit Graves. Pemeriksaan biokimia secara radioimunoasay yang dapat memberi gambaran fungsi tiroid. pada keadaan ini ada 2 pemeriksaan yang dapat membantu yaitu T3 suppression test dan TRH test. T3RU dan TSH RIA. Disini dilakukan pengukuran konsentrasi T3. pada T3 suppression test pasien dengan hipertiroid mengalami kegagalan dalam penekanan ambilan tiroid dari radioiodin pada waktu diberikan T3 exogen. atau normal yang umumnya disebut berturut-turut nodul panas. limfositosis. Antibodi mikrosom dan antibodi tiroglobulin umumnya meningkat pada penderita dengan tiroiditis autoimun. Pemeriksaan penunjang Anamnesis yang teliti. Kadar TSH di dalam serum merupakan pemeriksaan penyaring yang peka untuk hipotiroidisme. Sidik radioaktif menggunakan unsur teknetium (Tc99m) atau yodium (I 131) dapat memperlihatkan gambaran jaringan tiroid yang berfungsi. hipofungsi. Pada tes TRH. dan pemeriksaan sitologi atau histologi untuk menetapkan perubahan patologis. Pada pemeriksaan lab penderita hipertiroid ringan terdapat kelainan yang sedikit. TSI juga berperan pada patogenesis penyakit ini. Kadar T4 total di dalam serum adalah refleksi tepat fungsi kelenjar tiroid. TBG. Pada hipertiroidism ditemukan juga keadaan rendahnya colesterol serum. T3. karena itu dapat menyulitkan dalam mendiagnosanya. dan glukosuria. Kadar TBG dapat berubah pada kehamilan atau pengobatan dengan sediaan estrogen. dan penetapan kadarnya dapat digunakan untuk mengetahui kekambuhan karsinoma tiroid sesudah tireoidektomi total. atau nodul normal. Imunoglobulin perangsang tiroid (thyroid stimulating immunoglobulins. Kemungkinan keganasan ternyata lebih besar pada nodul yang menunjukkan hipofungsi. yaitu dengan mengukur kadar T4. pemeriksaan fisik. Cara ini berguna untuk menetapkan apakah nodul dalam kelenjar tiroid bersifat hiperfungsi. Sejarah pengobatan pada pasien sangat penting untuk diketahui karena banyak obat dan campuran bahan organic lainnya yang dapat memberikan efek pada serangkaian tes fungsi tiroid. dan penilaian klinik mempunyai peran yang penting dalam menentukan diagnosis penyakit tiroid.

Pemeriksaan ultrasonografi ini terbatas nilainya dalam menyingkirkan kemungkinan keganasan dan hanya dapat mengenal kelainan di atas penampang setengah sentimeter. pheocromositoma. Ansietas neurosis. myasthenia. gangguan jantung. Pada ansietas biasanya fatique tidak hilang pada istirahat. foto Rontgen Fungsi Uji metabolisme Uji fungsi tiroid. Cara ini cara baik untuk menduga kemungkinan keganasan dalam nodul tiroid. tuberculosis. kelainan muscular. bentuk. sindroma menopause. Pemeriksaan sitologi Pemeriksaan sitologi nodul tiroid diperoleh dengan aspirasi jarum halus. atau limfoma. Ansietas neurosis merupakan gejala yang sulit dibedakan dengan hipertiroid. primary ophthalmophaty sangatlah sulit dibadakan dengan penyakit hipertiroid. penyakit saluran pencernaan. pasien dapat merasakan nyeri pada saat tiroid melepaskan hormon tiroid. Diagnosa banding. pengobatan dengan tindakan bedah dan radio aktif iodine tidaklah diperlukan. dan mulai menggeser kegunaan pemeriksaan radioaktif atau ultrasonografi sebagai pemeriksaan penunjang diagnosis. telapak tangan . tiroiditis. dan berkonsistensi padat atau kistik. hubungan dengan struktur sekitarnya USG. Cara pemeriksaan ini berguna untuk menetapkan diagnosis karsinoma tiroid. kadar hormon Antibodi tiroid Lokasi (dan fungsi) Sidik radioaktif/tes yodium radioaktif Diagnostik patologik Fungsi jarum halus untuk pemeriksaan sitologi Biopsi insisi/eksisi untuk pemeriksaan histologi Teknik ultrasonografi digunakan untuk menentukan apakah nodul tiroid yang teraba pada palpasi adalah nodul tunggal atau multipel.Morfologi Besar. apalagi pada pasien dengan pembesaran kelenjar tiroid yang minimal. anemia. batasnya Konsistensi. Pada kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan obat anti tiroid.

Ada banyak kekacauan-kekacauan yang berakibat pada hipotiroid. Gejala-gejala seperti exophthalmus atau ophthalmoplegia harus diperiksa oleh ophthalmologic. dan Lugol’s solution Kekurangan yodium yang berat Gejala Hipotiroid Gejalagejala hipotiroid seringkali tak kentara. dan pemeriksaan neurologis. harus dibedakan secara garis besar dari kejadian-kejadian yang spesifik pada system organ yang terlibat. Jika pada pendeita hipertiroid fatique dapat hilang pada saat istirahat. Etiologi Hashimoto’s thyroiditis Lymphocytic thyroiditis (yang mungkin terjadi setelah hipertiroid) Penghancuran tiroid (dari yodium ber-radioaktif atau operasi) Penyakit pituitari atau hipothalamus Obat-obatan : methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil (PTU). HIPOTIROID Definisi Hipotiroid Hipertiroid adalah suatu kondisi yang dikarakteristikan oleh produksi hormon tiroid yang abnormal rendahnya. CT scan. Gejala-gejala umumnya menjadi lebih nyata ketika kondisinya memburuk dan mayoritas dari keluhan-keluhan ini berhubungan dengan suatu perlambatan metabolisme tubuh. potassium iodide (SSKI. USG. Karena hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan.berkeringat. dan tidak spesifik (yang berarti mereka dapat meniru gejala-gejala dari banyak kondisi-kondisi lain) dan seringkali dihubungkan pada penuaan. hormon tiroid yang tidak memadai mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang meluas untuk tubuh. takikardia pada waktu tidur. MRI scan. lithium (Eskalith. dan tes fungsi tiroid abnormal. telapak tangan hangat dan berkeringat. Penyakit organic nontiroid juga sulit dibedakan dengan hipertiroidism. dan tes lab fungsi tiroid normal. Gejala-gejala umum didaftar dibawah: Kelelahan Depresi Kenaikkan berat badan yang sedang Ketidaktoleranan dingin Ngantuk yang berlebihan Rambut yang kering dan kasar Sembelit Kulit kering Kejang-kejang otot . perkembangan. dan juga dengan tes fungsi tiroid. amiodarone (Cordarone). Pima). Pasien-pasien dengan hipotiroid ringan mungkin tidak mempunyai tanda atau gejala-gejala. denyut jantung pada waktu tidur normal. Lithobid). Kekacauan-kekacauan ini mungkin langsung atau tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid. dan banyak proses-proses sel.

NODULUS DAN GOITER TIROID Tiroid nodulus. Tiroid yang dikeringkan didapat dari kelenjar tiroid hewan. Untuk hal ini. Pd pasien yang muda dan sehat. dan suatu akumulasi cairan sekitar paru-paru (pleural effusion). Suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. pemakaian hormon pengganti T4 secara penuh dimulai dari awal terapi. Idealnya. Thyroid scan dapat membantu mendiagnosis persoalan yang mendasari tiroid yang lebih jelas. gagal jantung yang memburuk. perawatan hipotiroid memerlukan terapi seumur hidup. Tes ini memerlukan suntikan hormon TRH dan dilakukan oleh seorang endocrinologist (spesialis hormon). karena dapat mengganggu penyerapan. Oleh karenanya. . 30 menit sebelum makan.6 mikrogram per kilogram per hari. hipotiroid yang tidak dirawat dapat menjurus pada suatu pembesaran jantung (cardiomyopathy). dan kulit yang kering dan mengeripik.Tingkat-tingkat kolesterol yang meningkat Konsentrasi menurun Sakit dan nyeri yang samar-samar Udem pada kaki Diagnosis hipotiroid yang dapat dengan mudah dilakukan dan sepenuhnya dirawat dengan penggantian hormon tiroid. Sebelum synthetic levothyroxine (T4) tersedia. Pada pasien dengan penyakit jantung yang sebelumnya. sembelit. Obat-obat yang mengandung zat besi atau antasid harus dihindari. tablettablet tiroid yang dikeringkan dipakai. Ini kira-kira 100 sampai 150 mickograms per hari. Anak-anak memerlukan dosis-dosis yang lebih besar. terapi hormon dimulai dengan 25 mikogram atau kurang. Terapi Hipotiroid Dengan pengecualian dari kondisi-kondisi tertentu. dengan kenaikkan dosis yg berangsur-angsur dalam 6 minggu. Pada sisi lain. suatu sintetik T4 yang murni tersedia secara luas. Sekarang ini. Dengan ketentuan sebagai berikut : Dosis rata-rata T4 pada orang-orang dewasa adalah kira-kira 1. Diagnosis Hipotiroid Suatu diagnosis hipotiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan kelelahan. pasien dengan sejarah penyakit jantung atau mereka yang dicurigai beresiko tinggi. metode pengganti hormon ini mungkin dapat memperburuk kondisi jantung Pada pasien yang lebih tua tanpa penyakit jantung. tidak toleran terhadap dingin. pengganti T4 sintetik hrs dikonsumsi pada pagi hari. memulai dengan dosis penuh pengganti tiroid mungkin berakibat pada nyeri dada atau serangan jantung. Pemeriksaan laboratorium : TSH TRH : dapat membantu membedakan apakah penyakitnya disebabkan oleh suatu kerusakkan di pituitari atau di hipothalamus. tidak ada alasan untuk menggunakan ekstrak tiroid yang dikeringkan.

karena radiasi seringkali menimbulkan tumor yang multifokal. Pada pasien bayi dan anak-anak yang menderita tiroid nodul karena terpapar radiasi pada daerah leher 40% dapat menjadi malignant. Umur. jenis kelamin. Needle biopsy tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai riwayat terkena radiasi pada leher. riwayat terapi radiasi daerah leher juga harus ditanyakan karena pada bayi dan anak-anak kejadian ca tiroid insidennya tinggi yang terjadi sebagai akibat radiasi. intrathyroideal cysts. Pemeriksaan radioiodin dapat digunakan untuk menentukan apakah lesinya single atau multiple. biopsy percutan yang dilakukan oleh ahli endokrin sitologi sangatlah membantu dalam menegakan diagnosa. dan apakah aktif (hot or warm) atau tidak aktif (cold). Tiroid nodul ini lebih menyerupai ca pada pria dari pada wanita. Diagnosis bandingnya adalah goiter jinak. Pada sebagian besar pasien suatu keganasan sulit untuk ditentukan tanpa dilakukan pemeriksaan mikroskopik. tetapi pada cold solitary tiroid nodul 20% dari kejadian yang ada dapat menjadi malignant dan harus diangkat. dan pada usia muda dari pada usia tua. Jika hasil diagnosanya adalah inadekuat maka pemeriksaan harus diulang kembali. soliter nodul lebih cenderung dapat menjadi keganasan dari pada multi noduler. Pemeriksaan perabaan tiroid harus dilakukan secara sistematis. jika ahli sitologi yang berpengalaman tidak ada maka pemeriksaan radio nuklir dan ultra sound sangatlah membantu. False positive jarang sekali dilaporkan. tempat tinggal. Prinsip-prinsip dasar untuk dilakukan pengangkatan nodular tiroid : curiga keganasan gejala yang berat hipertiroidism terjadi substernal ekstensi alasan kosmetik . tiroiditis. riwayat keluarga pasien harus jelas. Jangan terlalu cepat percaya bila hasilnya negatif. Pada hot solitary tiroid nodul dapat menyebabkan hipertiroidsm tetapi jarang terjadi malignant. Ca tiroid terjadi hampir 50% pada anak yang menderita cold tiroid nodul. atau tumor jinak dan ganas. untuk mengetahui apakah terdapat soliter atau multi nodular tiroid. tetapi pada 20% hasil biopsy yang didiagnosa sebagai undetermined dan 5% yang terdiagnosa sebagai benigna ternyata adalah suatu keganasan (malignant).Masalah yang dihadapi jika menemui pasien dengan tiroid nodular adalah apakah lesi tersebut simptomatik ataukah merupakan suatu tumor baik jinak ataupun ganas. dan tiroidektomi di indikasikan pada pasien ini.

Di luar daerah endemik. solid dengan ultrasound atau dicurigai sebagai keganasan maka biopsy sitologi tidak diperlukan lagi.pada solitary nodul tiroid yang terdiagnosa cold pada radioiodin. Struma Nodosa Struma nodosa atau struma adenomatosa. tindakan bedah di indikasikan bila terjadi tekanan yang berlebihan pada daerah sekitar karena pembesaran tiroid. dsypnea. dysphagia. Gejala yang timbul biasanya terdapatnya massa pada leher. pada orang-orang yang sering terekspose dengan goiter food and drug juga dapat terjadi siple goiter. Pengobatan nonoperasi diindikasikan pada pasien dengan multinoduler goiter dan hashimoto tiroiditis kecuali terdapat kecurigaan pada pasien yang rentan terkena radiasi dan pada pasien yang mempunyai riwayat keluarga yang pernah menderita medullary carcinoma. pemeriksaan biopsy sangat dianjurkan untuk mengetahui terjadi atau tidaknya keganasan. dan perubahan yang terdapat pada kelenjar berupa hiperplasia sampai bentuk involusi. Pada diffuse goiter. jika tidak di obati maka dapat berubah menjadi multi nodular goiter dengan atau tidak bersifat racun (toxic) pada beberapa tahun kemudian. T3. permukaannya halus. T4. Struma endemik ini dapat dicegah dengan substitusi yodium. Gambar 6 : Struma . Simple goiter dapat terjadi karena factor psikologis. Goiter dapat terjadi karena congenital defek pada produksi hormon tiroid. hamil. atau gejala yang dapat menghalangi aliran balik vena. Struma multinodosa biasanya terjadi pada wanita berusia lanjut. struma nodosa karena insufisien yodium struma nodosa ditemukan secara insidental atau pada keluarga tertentu. atau pada pasien yang tinggal pada daerah endemic (poor iodine). sedangkan radioiodin uptake meningkat. Etiologinya umumnya multifaktor. T3RU dan TSH biasanya dalam jumlah yang normal. terutama ditemukan di daerah pergunungan karena defisiensi yodium. Biasanya tiroid sudah mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa. Ada beberapa asumsi bahwa nontoxic goiter timbul akibat kompensasi dari produksi hormon tiroid yang inadekuat. Simple atau Nontoxic goiter. Banyak pasien sudah menjadi multinodular gland baru berkeinginan untuk berobat. Kebanyakan struma multinodosa dapat dihambat oleh tiroksin. tiroid membesar simetris. dapat terjadi pada saat pubertas. menstruasi. nontoxic diffuse goiter biasanya merespon administrasi hormon tiroid.

Struma nodosa unilateral dapat menyebabkan pendorongan sampai jauh ke arah kontralateral. lemas. vaskuler. Sewaktu menelan trakea naik untuk menutup laring dan epiglotis sehingga tiroid terasa berat karena terfiksasi pada trakea. coliform. atau esofagus. Tiroid mungkin ditemukan sampai ke mediastinum anterior terutama pada bentuk modulus yang disebut struma retrosternum. Biasanya pengeluaran struma dapat dilakukan melalui bedah leher. dan tanda penyusupan di kulit. Jarang sekali terjadi. Hipertiroidi jarang ditemukan pada struma adenomatosa. malaise. perdarahan lokal. n. Tanda keganasan ialah setiap perubahan bentuk. Degenerasi jaringan menyebabkan kista atau adenoma. Penyempitan yang berarti menyebabkan gangguan pernapasan sampai akhirnya terjadi dispnea dengan stridor inspiratoar. dan biasanya diikuti dengan ISPA yang diterapi dengan drainase. PENYAKIT INFLAMASI TIROID Acute Suppurative thyroiditis. muskuloskeletal. mempunyai gejala sakit leher sebagian dengan onset yang tiba-tiba. sehingga tidak dibutuhkan torakotomi.Biasanya penderita struma nodosa tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipo atau hipertiroidisme. atau karsinoma tiroid. Sekitar 5% dari struma nodosa mengalami keganasan. demam. Merupakan noninfection disorder.subklavia. trakea. Benjolan tunggal dapat berupa nodul koloid. Mungkin ditemukan gejala dan tanda tekanan pada trakea atau esofagus. ditandai dengan pembengkakan tiroid. Walaupun sebagian struma nodosa tidak mengganggu pernapasan karena menonjol ke depan. menggigil. Struma nodosa lama biasanya tidak dapat dipengaruhi dengan supresi hormon tiroid (TH) atau pemberian hormon tiroid. Umumnya struma retrosternum ini tidak turut naik pada gerakan menelan karena apertura toraks terlalu sempit dan mungkin asimtomatik. pneumococcus. staphylococcus. limfoma. Penanganan struma lama yaitu dengan tiroidektomi subtotal. diikuti dengan disfagia. Pendorongan demikian mungkin tidak mengakibatkan gangguan pernapasan. struma dapat menjadi besar tanpa gejala kecuali benjolan di leher. Pendorongan bilateral demikian dapat dicitrakan dengan foto Roentgen polos (trakea pedang). sakit pada kepala dan dada. kista tunggal. Nodul mungkin tunggal tetapi kebanyakan berkembang menjadi multinoduler yang tidak berfungsi. demam. Subacute Thyroiditis. Jika letak di dorsal a. atau menelan karena tekanan atau dorongan. Nodul ganas lebih sering ditemukan pada laki muda. Keluhan yang ada ialah rasa berat di leher. mikro organisme yang sering ditemukan adalah streptococcus. Karena pertumbuhannya sering berangsurangsur. Sebagian penderita dengan struma nodosa dapat hidup dengan strumanya tanpa keluhan. Biasanya struma adenomatosa benigna walaupun besar tidak menyebabkan gangguan neurologik. adenoma tiroid jinak. Diagnosis ditentukan dengan pemeriksaan yodium radioaktif.rekurens. . Diagnosis banding ialah tumor lain di mediastinum anterior seperti timoma. harus dilakukan pendekatan melalui torakotomi. sebagian lain dapat menyebabkan penyempitan trakea jika pembesarannya bilateral. tumor dermoid. dan keganasan paru.

Tiroiditis hashimoto dipercaya sebagai penyakit autoimun. tumor ini timbul pada awal masa remaja sebagai solitary nodul. timbul lebih lebih lama dari papillary form. Follicular adenokarsinoma terjadi 10% dari seluruh Ca tiroid. Hampir semua adenomas adalah type follicular. aspirin dan kortikosteroid diberikan tergantung pada keluhan. Secara . curiga malignancy. Pada subakut tiroiditis LED dan serum gamma globulin meningkat. dan untuk alasan kosmetik. Radioiodin uptake sangat rendah dan bisa tidak ada. Hashimoto’s thyroiditis. Tumor jinak tiroid adalah adenomas. 80% anak-anak dan 20% orang dewasa didapat pembesaran limfonodulus. dan lembut. titer serum antimikrosomal.hilangnya BB. operasi diindikasikan pada keadaan dimana terjadi penekanan organ Karena pembesaran yang terjadi. dan inflamasi yang kronik di dalam dan disekitar kelenjar. psammoma bodies tampak pada 60% kasus. Merupakan jenis tiroiditis yang paling sering terjadi. Nyeri biasanya hilang sendiri. Adenomas biasanya solitary dan encapsulated. needle biopsy dapat juga membantu dalam menegakan diagnosa. terdapat dalam bentuk encapsulated yang mengandung koloid. Tumor jinak tiroid. hipotiroidism biasanya timbul dan tindakan bedah diperlukan untuk mengurangi obstruksi pada trachea atau esophagus. kemudian menyebar melalui kelenjar limfa dari kelenjar tiroid menuju ke subscapular dan periscapular limfonodulus. pada beberapa pasien sensitive terhadap jaringan tiroidnya sendiri dan antibody antitiroidnya. mixed papillary-follicular atau papillary. Untuk pasien dengan choking symptoms pembedahan pada ismus dapat memberikan rasa lega. Tumor ini tumbuh karena stimulasi dari TSH. biasanya ditandai dengan pembesaran tiroid tidak atau dengan nyeri dan nyeri lepas. antitiroglobulin antibody yang tinggi sangat membantu dalam menentukan diagnosa. pada beberapa pasien tidak ada nyeri. Kondisi yang jarang sekali terjadi. Harus dibedakan dengan graves disease. maka tiroidektomi dapat di rekomendasika. Tumor ganas tiroid. cysts atau localized tiroiditis. follicular karsinoma terkadang ditemukan. involutionary nodules. tiroid mengeras seprti kayu dengan fibrosis. Kiedel’s thyroiditis. dengan peningkatan kadar hormon tiroid. Proses inflamasi menginfiltrasi otot dan menyebabkan gejala kompresi pada trachea. Jika tiroid membesar tidak simetris dan gagal untuk mengecil pada pemberian hormon tiroid eksogen. Tumor dapat bermetatase secara mikroskopik ke paru dan tulang. Papillary adenokarsinoma terjadi 85% dari seluruh Ca tiroid. Pada umunya lebih sering terjadi pada wanita dan terkadang menyebabkan disfagia. atau mengandung nodul discrete . Diberikan hormon tiroid dengan dosis yang rendah sebagai terapi. kenyal. Alasan utama dilakukannya pengangkatan jika dicurigai malignancy. Papillary adenokarsinoma. over aktifitas fungsional dari produksi hipertiroid dan alasan kosmetik. pada palpasi teraba masa yang elastik. Follicular adenokarsinoma.

dan tiroidektomi. Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat 3 jenis sel yang khas yaitu. dapat timbul kembali pasca operasi. riwayat medullary karsinoma pada keluarga dengan pheochromocytoma bilateral dan hiperparatiroid dikenal dengan Sipple sindrom atau type II multiple endokrin adenomatosus. dan keras. dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan yang optimal. Lesi ini terjadi dari papillary atau follicular neoplasm. Terapi eksternal radiasi dan kemoterapi bisa dijadikan terapi palliatif pada beberapa pasien. Medullary karsinoma. giant cell. otot. Mempunyai sifat solid. spindle cell. Propylthiouracil (PTU) 300 – 1000mg/hari peroral Methimazol 30 – 100mg/hari peroral Obat ini menginterfensi ikatan iodine dan mencegah penggabungannya dengan iodotirosin di dalam kelenjar tiroid. Salah satu keuntungan dari terapi ini dari pada dengan terapi radio iodine dan tiroidektomi adalah dapat mengobati tanpa harus merusak jaringan. Meskipun dapat menyabar melalui kelenjar limfa. radioiodin tidak effektif untuk dijadikan terapi. dan neurovaskular. Tumor yang dapat cepat tumbuh ini sering terjadi pada wanita dengan usia muda dan angka kejadiannya 3% dari semua Ca tiroid. prognosisnya buruk. dan tulang. solid. PENATALAKSANAAN GANGGUAN KELENJAR TIROID Pada hipertiroid dapat diterapi secara aktif dengan obat anti tiroid. Dapat mensekresi kalsitonin. . hati. besarnya kelenjar. beratnya keadaan patologis. Tumor ini mempunyai prognosis yang buruk sama dengan papillary form.mikroskopik follicular karsinoma susah dibedakan dengan jaringan tiroid. dan small cell. dapat menyebabkan laringeal atau esophageal obstruksi. hiperplasi parafollicular cell dan medullary cancer yang kecil daqpat di diagnosa dengan menemukan serum kalsitonin setelah distimulasi dengan pentagastrin dan kalsium. Medullary karsinoma mempunyai angka kejadian 2-5% dari Ca tiroid. A. Terapi tergantung dari umur. dan jarang terjadi keadaan hipotiroidism setelah terapi. keadaan umum. radioaktif iodine. Kapsul dan vaskularisasi invasi dapat digunakan untuk membedakan follicular adenoma dengan follicular karsinoma. Obat anti tiroid. Mitosis sering terjadi pada metastase di paru-paru dan cervical lymphadenopathy. keras. Mengandung amiloid. Pada sipple sindrom. sepat membesar. masa yang difus irregular melibatkan kelenjar dan menginfasi trachea. Metastase ke tulang dapat timbul 10-20 tahun setelah lesi primer terjadi. Undifferentiated Karsinoma. tetapi cenderung menyebar lebih hebat melalui darah dapat menyebar ke paru.

B. contoh indikasi: kelainan unilteral (adenoma) Tiroidektomi total. dan pada pasien dengan recurrent hipertiroidism.Obat anti tiroid juga dapat digunakan sebagai terapi definitive atau sebagai terapi persiapan menuju operasi atau terapi radio aktif iodine. Dapat digunakan secara aman pada pasien yang sudah diterapi sebelumnya dengan obat anti tiroid dan sudah pada keadaan eutiroid. Indikasi terapi ini adalah untuk orang-orang yang sudah berusia 40 tahun keatas yang mempunyai resiko pembedahan. Pasien dengan kelenjar tiroid yang kecil mempunyai prognosis yang baik. Pembedahan Tiroid Jenis: Biopsi insisi. C. demam dan agranulositosis. contoh indikasi: struma difus pradiagnosis Biopsi eksisi. tetapi dapat disarankan untuk terapi tumor jinak tiroid. kanker tiroid. Anak-anak dan wanita hamil tidak boleh diterapi dengan radio iodine. contoh indikasi: tumor (nodul) terbatas pradiagnosis Tiroidektomi subtotal. Terapi ini lebih murah dibandingkan dengan terapi dengan pembedahan. struma nodosa benigna Hemitiroidektomi (istmolobektomi). contoh indikasi: keganasan tiroid dengan kemungkinan metastasis ke kelenjar limfe regional Subtotal tiroidektomi . Terapi ini tidak boleh dilakukan pada pasien dengan leukemia. Beberapa pasien dapat terjadi hipotiroidism karena terapi ini. Radiologi Iodin (I131). Efek samping yang dapat terjadi adalah rashes. contoh indikasi: hipertiroidi (Graves). Hasil akhir yang diharapkan adalah membuat penderita sampai pada keadaan eutiroid state dan hilangnya gejala remisi. kelainan congenital. gejala remisi yang memanjang sampai 18 bulan dari pengobatan dapat sembuh pada 30% dari pasien yang ada. Pengobatan harus dihentikan jika terjadi sakit tenggorokan dan demam. Pada pasien yang masih muda bahaya radiasi harus diperhatikan dan dapat menjadi keadaan hipotiroid. contoh indikasi: keganasan terbatas tanpa kelainan kelenjar limfe Tiroidektomi radikal.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengkoreksi tanda-tanda vital. atau menurunkan produksi hormon tiroid dan perubahan extratiroid T3 dan T4 dengan memberikan PTU. tergantung dari gejala yang timbul. Bedah diagnostik berupa : – Biopsi insisi – Biopsi eksisi Bedah terapeutik bersifat ablatif berupa : Lobektomi – – . Keganasan. cairan IV. kurang dari 0. 2-5 potassium iodide atau lugol’s iodine dapat diberikan 10-15 hari sebelum pembedahan yang di gabungkan dengan PTU untuk menurunkan vaskularisasi dari kelenjar tiroid. Thyroid Storm atau krisis hipertiroid memerlukan penanganan yang segera pada kasus trauma dan tindakan bedah. cidera pada nervus laryngeal dan kel paratiroid didapatkan kurang dari 2% kasus Persiapan operasi Resiko dari tindakan tiroidektomi untuk toxic goiter menjadi tidak berarti. PTU atau obat anti tiroid lainnya dapat digunakan untuk menekan kadar hormon sehingga dalam keadaan eutiroid keadaan ini dipertahankan sampai dilakukannya operasi. Maka jika terjadi keadaan ini adalah . Terapi untuk anak dan wanita hamil. Dilakukan tindakan subtotal tiroidektomi apa bila : pada kelenjar tiroid yang sudah membesar. Untuk pasien yang tidak dapat melakukan terapi jangka panjang. Berikan juga obat penghambat β adrenergik (propanolol) untuk melawan keadaan yang diakibatkan oleh tirotoksikosis.Keuntungan dilakukan tiroidektomi adalah dapat menghilangkan keluhan. dan menurunkan insiden terjadinya hipotiroidism yang bisa didapat oleh terapi radio iodine. laryngeal. Pembedahan pada struma Pembedahan struma dapat dibagi menjadi bedah diagnostik dan terapeutik. Reserpin dapat diberikan pada pasien yang mengalami kegelisahan yang hebat. Angka kematian dari prosedur ini amatlah rendah. Pada pembedahan yang berhasil dan persiapan preoperasi yang baik. Subtotal tiroidektomi adalah cara teraman dan tercepat dalam mengkoreksi keadaan tirotoksikosis. kortikosteroid. mencegah keluarnya hormon tiroid dengan memberikan lugol iodine. atau ipodate sodium. dengan pemberian oksigen. dan penghilang panas. sedatif. Kelenjar tiroid yang diangkat 3-8 g tanpa mengangkat kelenjar paratiroid dan N.1%. frekuensi timbulnya kembali hipertiroidism dan hipotiroidism tergantung dari jumlah tiroid yang diambil.sejak ditemukan kombinasi praoperasi menggunakan kombinasi dari iodides dan obat anti tiroid.

atau total lobektomi dengan isthmectomy. Total tiroidektomi disarankan pada papillary form (≥ 1.Istmolobektomi Tiroidektomi subtotal atau total. cloramburasil merupakan obat yang efektiv. follicular dan medullary ca. Subtotal tiroidektomi dijadikan kontraindikasi karena dapat rekurent sedangkan angka kehidupan menurun. untuk papillary ca total lobektomy. Pertimbangan dari tindakan ini antara lain 60-85% pasien dengan kanker jenis papilare ditemukan di kedua . ca ginjal. Pembedahan total dilakukan untuk karsinoma terbatas. dan total tiroidektomi dapat dilakukan. tetapi jarang terjadi bentuk solitary nodule. biasanya dapat bermetastase ke tiroid. Untuk mencegah terjadinya residu tumor maka total tiroidektomi pada undifferentiated ca. Indikasi tindak bedah struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodulus tunggal (yang mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laringatau struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi trakea atau struktur lain Pembedahan pada tumor tiroid Terapi pada ca differentiated tiroid adalah pengangkatan melalui tindakan operasi. tindakan tiroidektomi (operasi pengambilan tiroid) total merupakan pilihan untuk mengangkat sebasnyak mungkin jaringan tumor. payudara. dan pembedahan radikal dilakukan bila ada kemungkinan penyebaran ke kelenjar limfe regional. malignant lhympoma. Pada tumor yang sudah bermetastase dapat diterapi dengan iodine 131 setelah dilakukan tiroidektomi atau trioid ablasi dengan radioaktif. Penanganan Kanker Tiroid : Operasi. (istmo-)lobektomi. untuk follow up dapat dilakukan pemeriksaan kadar tiroglobulin. Doxorubin (adriamicin). atau sarcoma tumor harus di eksisi komplit dan diberikan terapi tambahan dengan radioterapi dan kemoterapi. vincristin.5cm). paru. Pada Kanker Tiroid yang masih berdeferensiasi baik. Untuk struma nontoksik dan nonmaligna digunakan enukleasi nodulus yaitu eksisi lokal. atau tiroidektomi subtotal. – Tindak bedah total dilakukan dengan atau tanpa diseksi leher radikal. Hemitiroidektomi atau (istmo-)lobektomi dapat dilakukan pada kelainan unilateral.

cedera pada n. sesudah operasi unilateral. Terapi Ablasi Iodium Radioaktif. Pemeriksaan USG dan pencitraan lain seperti CT scan. 5-10% kekambuhan terjadi pada lobus kontralateral. Didalam folikel. angka bebas kekambuhan dalam 10 tahun sebesar 90%. Penyulit pascabedah adalah hematom di leher. isotop tersebut akan memancarkan radiasi beta yang akan merusak kelenjar tiroid. Radiasi eksternal ini menggunakan Cobalt-60 sebagai terapi paliatif khususnya pada metatasis tulang. Krisis tiroid ditandai dengan takikardia dan gejala serta tanda hipertiroidi lain yang akut dan sangat gawat karena penderita terancam dekompensasi jantung fatal . Evaluasi. Karena pada jangka panjang (7-15 tahun) bisa menyebabkan gangguan metabolisme tulang dan bisa meningkatkan risiko patah tulang. Supresi terhadap TSH pada kanker tiroid pascaoperasi dipertimbangkan. Penyulit pembedahan pada tiroid Tiroid merupakan alat kaya darah yang didarahi oleh empat arteri dan berhubungan anatomi erat dengan alat dan struktur penting di leher. Sensitifitas pemeriksaan tiroglobulin untuk mendeteksi kekambuhan atau penyebaran sebesar 85-95%. pada trakea. Terapi Supresi L-Tiroksin. Harus juga dipertimbangkan segi untung ruginya dengan terapi ini. agar dapat segera diketahui adanya kekambuhan atau penyebaran. Krisis tirotoksikosis adalah hipertiroidi hebat yang berkembang sewaktu atau segera setelah pembedahan pada penderita hiperliroidi. Monitor standar untuk hal ini adalah sintigrafi seluruh tubuh dan pemeriksaan tiroglobulin serum. atau krisis tiroitoksik. Isotop ini diserap oleh usus halus dan masuk ke sirkulasi darah. Radiasi internal yang disebut sebagai radioiodablatio menggunakan I131 yang diberikan peroral. Struma besar dapat mengakibatkan malakia trakea yaitu hilangnya cincin rawan trakea akibat tekanan terlalu lama sehingga terjadi kolaps trakea setelah strumektomi. Sintigrafi seluruh tubuh dilakukan 6-12 bulan setelah terapi ablasi pertama. atau pada esofagus. Terapi ablasi iodium radioaktif menjadi lebih efektif. Terapi ini diberikan pada pasien yang sudah menjalani tiroidektomi total dengan maksud mematikan sisa sel kanker post operasi dan meningkatkan spesifisitas sidik tiroid untuk deteksi kekambuhan atau penyebaran kanker. Penyulit bedah di antaranya perdarahan. Radiasi eksternal diberikan pada karsinoma tiroid dengan residu besar dan tidak mungkin dilakukan operasi lagi. Keberhasilan terapi yang dilakukan memerlukan evaluasi secara berkala. Penyulit yang berbahaya dapat terjadi terutama bila ada hematom di lapangan bedah. rontgen dada dan MRI tidak secara rutin diindikasikan. kemudian sebagian isotop akan terikat pada folikel tiroid dan sisanya akan keluar bersama urin. udem laring. Terapi ablasi tidak dianjurkan pada pasien dengan tumor soliter berdiameter kurang 1mm. Karena adanya reseptor TSH di sel kanker tiroid bila tidak ditekan akan merangsang pertumbuhan sel-sel ganas yang tertinggal. kecuali ditemukan adanya penyebaran.laringeus rekurens uni atau bilateral. Bila tidak ditemukan abnormalitas.lobus.

laringeus superior Hipokalsemia Lama sekali pascabedah Hipotiroidi Hipoparatiroidi / hipokalsemia Paralisis n. esofagus.rekurens uni atau bilateral Cedera pada trakea.rekurens Cedera n.rekurens Cedera n. atau saraf di leher Kolaps trakea karena malakia trakea Terangkatnya seluruh kelenjar paratiroid Terpotongnya duktus torasikus di leher kanan Segera pascabedah Perdarahan di leher Perdarahan di mediastinum Udem laring Kolaps trakea Krisis tirotoksik Beberapa jam sampai Hematom Beberapa hari pascabedah Infeksi luka Udem laring Paralisis n.laringeus superior .Penyulit bedah tiroid : Saat kejadian Penyulit Langsung sewaktu pembedahan Perdarahan Cedera n.

Karena itu setiap penderita struma harus menjalani pemeriksaan yang seksama prabedah untuk menentukan terdapat hipertiroidi yang tidak nyata secara klinik. .Nekrosis kulit Kebocoran duktus torasikus Krisis tirotoksikosis disebabkan pendarahan berlebihan hormon tiroid ke dalam darah karena pembedahan dan manipulasi kelenjar tiroid pada penderita bedah yang tidak diduga hipertiroidi.laringeus inferior juga dapat terjadi. Sebaiknya pembedahan baru dilakukan setelah hipertiroid diobati sehingga penderita sewaktu pembedahan berada dalam keadaan eutiroidi. Cedera n.laringeus superior dan atau n. Penyulit hipoparatiroidi terjadi karena kelenjar paratiroid turut terangkat pada strumektomi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful