Anatomi Kelenjar Tiroid Makroskopis Tiroid berarti organ berbentuk perisai segi empat.

Kelenjar tiroid merupakan organ yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak pada leher bagian bawah di sebelah anterior trakea (Gambar 1). Kelenjar ini merupakan kelenjar endokrin yang paling banyak vaskularisasinya, dibungkus oleh kapsula yang berasal dari lamina pretracheal fascia profunda. Kapsula ini melekatkan tiroid ke laring dan trakea. Kelenjar ini terdiri atas dua buah lobus lateral yang dihubungkan oleh suatu jembatan jaringan isthmus tiroid yang tipis dibawah kartilago krikoidea di leher, dan kadangkadang terdapat lobus piramidalis yang muncul dari isthmus di depan laring.6-9 Kelenjar tiroid terletak di leher depan setentang vertebra cervicalis 5 sampai thoracalis 1, terdiri dari lobus kiri dan kanan yang dihubungkan oleh isthmus. Setiap lobus berbentuk seperti buah pear, dengan apeks di atas sejauh linea oblique lamina cartilage thyroidea, dengan basis di bawah cincin trakea 5 atau 6. Kelenjar tiroid mempunyai panjang ± 5 cm, lebar 3 cm, dan dalam keadaan normal kelenjar tiroid pada orang dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Aliran darah kedalam tiroid per gram jaringan kelenjar sangat tinggi (± 5 ml/menit/gram tiroid).6,7

Struktur disekitar lobus:     Anterolateral: M. sternothyroideus, Venter superior m. omohyoideus, m. sternohyoideus, tepi anterior m. sternocleidomastoideus Posterolateral: vagina carotica dengan a. carotis communis, v. jugularis interna, n. vagus Medial : larynx, trachea, m. constrictor pharyngis inferior, oesophagus Posterior: Gland. Para thyroidea inferior, superior

Vaskularisasi Arteri: A. thyroidea superior ( cabang dari a. carotis externa ), A. thyroidea inferior ( cabang dari truncus thyrocervicalis ), A. thyroidea media ( cabang a. brachiocephalica atau arcus aorta ) Vena: V. thyroidea superior, V thyroidea media, menuju V. jugularis interna V. thyroidea inferior ( bermuara ke v. brachiocephalica sinistra ) Lymph: cairan lymph di curahkan ke nl. Cervicales profundi. Beberapa pemb. Lymph ke nl. Paratracheales.

absorbsi dan digesti tiroglobulin. menandakan metabolisme tinggi. vesikular. tidak aktif. Jika dilihat melalui mikroskop elektron. sel kuboid akan meninggi. Sel folikular berdiri diatas membrana basalis. Colloid mengandung glikoprotein tiroglobulin. Sitoplasma memiliki granul halus. iodinasi. Diantara sel-sel folikular terdapat sel parafolikular ( sel C ) yang berfunsi mengsekresi hormon calcitonin. Warna sitoplasma basofil dan memiliki banyak mitokondria.MIKROSKOPIS Kelenjar tiroid terdiri dari ribuan folikel dengan diameter bervariasi. sel kobid akan merendahkan bentuknya. dapat ditemukan mikrovili. Jika colloid berwarna basofil. . ditengah atau ke arah basal. terutama kuboid. sebaliknya jika sel hiperaktif. Jika berwarna asidofil. Intinya eksentris dan pada sitolplasmanya banyak terdapat granula padat ( terbungkus selaput ). Jika sel hipoaktif. Mikrovili memiliki peran dalam sintesis hormon tiroid. Lumennya mengandung substansi gelatinosa disebut colloid. Inti sel besar. Sel parafolikular ini masih terletak dalam membrana basalis. Sel folikular berbentuk beragam.

hanya memiliki efek yang ringan terhadap kecepatan metabolisme tubuh. yaitu triiodotironin (T3). Dua iodotirosin kemudian menyatu untuk membentuk dua jenis hormon tiroid dalam darah yaitu : 1 Tiroksin (T4). sedangkan sisanya dikeluarkan lewat air kemih. Jika sel-sel bekerja lebih keras. Kompleks yang mengandung iodium ini disebut iodotirosin. . Untuk menghasilkan hormon tiroid. Iodium diserap oleh usus halus bagian atas dan lambung. merupakan bentuk yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Tiroksin dirubah di dalam hati dan organ lainnya ke dalam bentuk aktif. maka organ tubuh akan bekerja lebih cepat. Meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel. dan kira-kira sepertiga hingga setengahnya ditangkap oleh kelenjar tiroid. Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh melalui 2 cara : Merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein. kelenjar tiroid memerlukan iodium yaitu elemen yang terdapat di dalam makanan dan air.FISIOLOGIS KELENJAR TIROID Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid dibentuk melalui penyatuan satu atau dua molekul iodium ke sebuah glikoprotein besar yang disebut tiroglobulin yang dibuat di kelenjar tiroid dan mengandung asam amino tirosin. yang mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh.

Trapping Proses ini terjadi melalui aktivitas pompa iodida yang terdapat pada bagian basal sel folikel. sel tetap berhubungan dengan pompa Na/K tetapi belum dalam keadaan aktif. Sebagian besar (90%) hormon tiroid yang dilepaskan ke dalam darah adalah T4. Pembentukan dan Sekresi Hormon Tiroid Ada 7 tahap. Tiroglobulin (dimana di dalamnya mengandung T3 dan T4). iodida tersebut harus dioksidasi terlebih dahulu menjadi bentuk aktif oleh suatu enzim peroksidase.T3 dan T4 berbeda dalam jumlah total molekul iodium yang terkandung (tiga untuk T3 dan empat untuk T4 ). Bentuk aktif ini adalah iodium. Deiodinasi . 2. yaitu: 1. Pompa Na/K yang menjadi perantara dalam transport aktif iodida ini dirangsang oleh TSH. Coupling Dalam molekul tiroglobulin. monoiodotirosin (MIT) dan diiodotirosin (DIT) yang terbentuk dari proses iodinasi akan saling bergandengan (coupling) sehingga akan membentuk triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4). Baik T3 maupun T4 dibawa ke sel-sel sasaran mereka oleh suatu protein plasma. Penimbunan (storage) Produk yang telah terbentuk melalui proses coupling tersebut kemudian akan disimpan di dalam koloid. Iodinasi tiroglobulin ini dipengaruhi oleh kadar iodium dalam plasma. baru akan dikeluarkan apabila ada stimulasi TSH. Daya pemekatan konsentrasi iodida oleh pompa ini dapat mencapai 20-100 kali kadar dalam serum darah. iodium yang terikat akan berkurang sehingga pembentukan T3 akan lebih banyak daripada T4. Pompa iodida ini bersifat energy dependent dan membutuhkan ATP. Tiroglobulin dibentuk oleh sel-sel tiroid dan dikeluarkan ke dalam koloid melalui proses eksositosis granula. Dimana dalam keadaan basal. Oksidasi Sebelum iodida dapat digunakan dalam sintesis hormon. Iodium ini kemudian akan bergabung dengan residu tirosin membentuk monoiodotirosin yang telah ada dan terikat pada molekul tiroglobulin (proses iodinasi). Komponen tiroglobulin beserta tirosin dan iodium ini disintesis dalam koloid melalui iodinasi dan kondensasi molekul tirosin yang terikat pada ikatan di dalam tiroglobulin. 3. Sehingga makin tinggi kadar iodium intrasel maka akan makin banyak pula iodium yang terikat sebaliknya makin sedikit iodium di intra sel. 5. tetapi T3 secara fisiologis lebih bermakna. 4.

c) Meningkatkan responsivitas sel-sel sasaran terhadap katekolamin sehingga meningkatkan frekuensi jantung. Pengeluaran hormon dari kelenjar tiroid (releasing) Proses ini dipengaruhi TSH. Efek primer hormon tiroid adalah: a) Merangsang laju metabolik sel-sel sasaran dengan meningkatkan metabolisme protein.25% dari T3 total yang berada dalam keadaan bebas.Proses coupling yang terjadi juga menyisakan ikatan iodotirosin. Gambar 3 : fisiologi hormon tiroid Efek Primer Hormon Tiroid Sel-sel sasaran untuk hormon tiroid adalah hampir semua sel di dalam tubuh. Sebaliknya pada seorang lansia yang menderita pemyakit ginjal dan hati yang kronik maka kadar protein binding akan berkurang sehingga kadar T3 dan T4 bebas akan meningkat. terjadi peningkatan laju metabolisme basal. Proteolisis TSH yang diproduksi oleh hipofisis anterior akan merangsang pembentukan vesikel yang di dalamnya mengandung tiroglobulin. pembakaran kalori.35% dari T4 total dan 0. . Namun dalam keadaan tertentu jumlah protein pengikat bisa berubah. Pada keadaan normal kadar T3 dan T4 total menggambarkan kadar hormon bebas. Hormon tiroid ini melewati membran basal dan kemudian ditangkap oleh protein pembawa yang telah tersedia di sirkulasi darah yaitu Thyroid Binding Protein (TBP) dan Thyroid Binding Pre Albumin (TBPA). 7. dan peningkatan produksi panas oleh setiap sel. Hanya 0. lemak. Kedua fungsi bertujuan untuk meningkatkan penggunaan energi oleh sel. d) meningkatkan responsivitas emosi. Atas pengaruh TSH. Ikatan T3 dengan TBP kurang kuat daripada ikatan T4 dengan TBP. dan karbohidrat. lisosom akan mendekati tetes koloid dan mengaktifkan enzim protease yang menyebabkan pelepasan T3 dan T4 serta deiodinasi MIT dan DIT. Pada seorang lansia yang mendapatkan kortikosteroid untuk terapi suatu penyakit kronik cenderung mengalami penurunan kadar T3 dan T4 bebas karena jumlah protein pembawa yang meningkat. Deiodinasi ini dimaksudkan untuk lebih menghemat pemakaian iodium. Residu ini kemudian akan mengalami deiodinasi menjadi tiroglobulin dan residu tirosin serta iodida. b) Merangsang kecepatan pompa natrium-kalium di sel sasaran. 6.

yang meningkatkan kecepatan kontraksi otot rangka. yang telah dapat disintesis. TRH menstimulasi keluarnya prolaktin. coupling. kadang-kadang juga Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). peningkatan iodinasi. f) Hormon tiroid penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal semua sel tubuh dan dibutuhkan untuk fungsi hormon pertumbuhan. 2. TSH ( Thyroid Stimulating Hormone) TSH yang masuk dalam sirkulasi akan mengikat reseptor di permukaan sel tiroid (TSH-Reseptor-TSH-R) dan terjadilah efek hormonal sebagai kenaikan trapping. dan dibuat di hipotalamus. yang menyebabkan kelenjar hipofisa mengeluarkan TSH.e) Meningkatkan kecepatan depolarisasi otot rangka. 3. Sedangkan T4 akan mengurangi kepekaan hipofisis terhadap rangsangan TRH. Hipotalamus menghasilkan Thyrotropin-Releasing Hormone. jika kadar hormon tiroid dalam darah berkurang. TSH merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid dalam darah mencapai kadar tertentu. TRH (Thyrotrophin Releasing Hormone) Hormon ini merupakan tripeptida. Tubuh memiliki mekanisme yang rumit untuk menyesuaikan kadar hormon tiroid. . Umpan balik sekresi hormon Kedua hormon ini mempunyai efek umpan balik di tingkat hipofisis. maka kelenjar hipofisa menghasilkan TSH dalam jumlah yang lebih sedikit. Pengaturan Faal Tiroid Ada 3 macam kontrol terhadap faal kelenjar tiroid : 1. maka kelenjar hipofisa mengeluarkan lebih banyak TSH. proteolisis sehingga hasilnya adalah produksi hormon meningkat. T3 selain berefek pada hipofisis juga pada tingkat hipotalamus.

serta melakukan palpasi pada KGB daerah servikal. seorang ahli bedah harus mengetahui metode yang sistematis untuk melakukan pemeriksaan. pemeriksaan kelenjar sangatlah penting dan dapat ditunjang dengan memilih tes fungsi tiroid yang optimal. perlengketan pada trakea dari kelenjar tiroid. penampang. yang harus diperhatikan pada pemeriksaan adalah besar.EVALUASI KELENJAR TIROID Pada pasien yang mengalami pembesaran kelenjar tiroid (goiter). konsistensi. .

Contoh kelainan hiperplasia ialah struma koloid dan struma endemik. struma ovarium rang). PENYAKIT KELENJAR TIROID Di luar kelainan bawaan.kelemahan otot . Pengurangan fungsi atau hipotiroidisme dapat disebabkan oleh penyakit hipotalamus. T4 juga dapat diperiksa dengan metode competitive protein binding. Gangguan autoimun dengan atau tanpa reaksi radang dapat menyebabkan struma Graves yang bergejala hipertiroid dan struma Hashimoto yang akhirnya mengakibatkan hipotiroid. Pengukuran serum T4 dan TSH menggunakan tes sensitive tinggi TSH merupakan cara terbaik dalam menentukan fungsi tiroid. Fungsi tiroid dapat berkurang. kerusakan kelenjar hipofisis.Serum T3.nafsu makan menurun – poliuri . kelainan kelenjar tiroid dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar. Sebagai contoh pada pasien yang hamil atau sedang mengkonsumsi esterogen yang tinggi terdapat peningkatan T4 tetapi T3Runya menurun. yang terjadi sesudah tiroidektomi atau setelah terapi dengan yodium radioaktif. obat antitiroid. pengobatan berlebihan dengan tiroksin. pengukuran T3 biasanya di barengi dengan pemeriksaan T3RU untuk mengkoreksi pertukaran ikatan protein.BB menurun . dan metastasis luas karsinoma tiroid terdeferensiasi. Pengukuran kadar T3 dilakukan pada pasien dengan kecurigaan hipertiroidism. tiroiditis. TSH dapat diperiksa secara akurat dengan radioimmunoassay. Juga terdapat keadaan yang dikenal dengan hipotiroidisme iatrogenik. jadi nilai tiroid indexnya normal (T4 x T3RU). Pengukuran T3RU secara in vitro dapat secara langsung mengetahui konsentrasi dari tiroksin binding globulin di dalam serum. yaitu penyakit yang menyebabkan perubahan fungsi. normal atau bertambah. Hipertiroid dapat terjadi pada struma toksik difus (penyakit Graves). Keganasan terutama disebabkan oleh adeniokarsinoma. dan tiroiditis. Tumor ganas kelenjar tiroid dapat dibagi sesuai tingkat keganasannya Hipertiroid (Tirotoksikosis) Diagnosa utama : . defisiensi yodium. struma nodosa toksik. seperti hipertiroidisme dan penyakit yang menyebabkan perubahan jaringan dan bentuk kelenjar. T4. seperti struma noduler. Dengan tes sensitive TSH dapat digunakan untuk mengetahui keadaan pasien dengan hipertiroid atau hipotiroid.

gelisah. tumor hipofisis. Biasanya tanda tersebut tidak terlihat pada single atau multinodular toxic goiter. kehamilan. dan panurunan kadar TSH. Grave’s disease adalah penyakit autoimmune. pretibial mixedema. gagal jantung. Gejala hipertiroid dapat di tegakan dengan peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. kelelahan. kulit terasa hangat. Reflek achiles akan memanjang pada hipotiroid dan memendek pada hipertiroid. tirotoksikosis dapat menyebabkan gangguan katabolisme yang progesif. berkunang-kunang – TSH tidak ada – goiter Hipertiroid biasanya disebabkan oleh hipersekresi goiter (Graves disease) atau oleh multi nodular toxic goiter (Plummer’s disease). sehingga dapat menyebabkan kematian karena gagal jantung.gynecomastia . eksitasi neuromuscular. . Amat jarang hipertiroidism disebabkan oleh akut tiroiditis. BB menurun. Kebanyakan pada pasien dengan tirotoksikosis terdapat peningkatan kadar T3 danT4. Pada pasien dengan hipertiroid yang hebat biasanya dijumpai gejala hiperpireksia. takikardi. Pada pasien dapat dijumpai keadaan hipotiroid sebagai hasil dari pengobatan hipertiroid.. Gejala dan tanda. kerusakan jantung. vitiligo. mengkonsumsi hormon tiroid. Pada penderita hipertiroidism dapat ditemukan gejala-gejala takikardia. pada banyak kasus diagnosa dapat mudah di tegakkan hanya dilihat dari gejala yang timbul. Manifestasi klinik dapat ditandai oleh periode eksaserbasi dan remisi. struma ovarium. hal ini disebabkan gangguan perubahan T4 menjadi T3. suhu tubuh meningkat.gelisah .iodine uptake. T3RU ↑ .suhu tubuh meningkat . dan kelainan lainnya. dan muka yang memerah. Pada T4 pseudotoksikosis ditemukan kadar T4 yang tinggi sedangkan kadar T3 yang rendah. delirium dan ikterik.T4. berkeringat banyak.T3 suppression test abnormal – siklus menstruasi terganggu – infertilitas – murmur – exophthalmus. T3. Tirotoksikosis dapat juga dijumpai kadar T4 yang normal sedangkan kadar T3 yang meningkat (T3 toksikosis). pandangan berkunang-kunang. Pada grave’s disease dapat ditemukan exophthalmus.berkeringat .

T3RU dan TSH RIA. Penentuan kadar TBG diperlukan untuk interpretasi kadar T4 dan sampai tingkat tertentu berlaku untuk kadar T3. Pemeriksaan kelenjar tiroid . hipofungsi. atau normal yang umumnya disebut berturut-turut nodul panas. atau nodul normal. TBG. dan biasanya hiperkalsemia. dan glukosuria. Tiroglobulin dapat dideteksi di dalam serum orang normal. Sidik radioaktif menggunakan unsur teknetium (Tc99m) atau yodium (I 131) dapat memperlihatkan gambaran jaringan tiroid yang berfungsi. T3. Sejarah pengobatan pada pasien sangat penting untuk diketahui karena banyak obat dan campuran bahan organic lainnya yang dapat memberikan efek pada serangkaian tes fungsi tiroid. TSI juga berperan pada patogenesis penyakit ini. Pada pemeriksaan lab penderita hipertiroid ringan terdapat kelainan yang sedikit. Kemungkinan keganasan ternyata lebih besar pada nodul yang menunjukkan hipofungsi. pemeriksaan fisik. serum TSH tidak meningkat sebagai respon pemberian TSH pada pasien hipertiroid. Pemeriksaan laboratorium terdiri dari pemeriksaan biokimia untuk menetapkan fungsi kelenjar tiroid. penginderaan visual untuk menetapkan kelainan morfologi kelenjar tiroid. dan pemeriksaan sitologi atau histologi untuk menetapkan perubahan patologis. Pada tes TRH.Pemeriksaan laboratorium. Kadar TSH di dalam serum merupakan pemeriksaan penyaring yang peka untuk hipotiroidisme. pada keadaan ini ada 2 pemeriksaan yang dapat membantu yaitu T3 suppression test dan TRH test. TSI) dapat ditemukan pada penderita penyakit Graves. dan penetapan kadarnya dapat digunakan untuk mengetahui kekambuhan karsinoma tiroid sesudah tireoidektomi total. karena itu dapat menyulitkan dalam mendiagnosanya. Kadar T3 total di dalam serum selalu tinggi pada penderita tirotoksikosis. dan TSH dalam plasma. nodul dingin. Kadar T4 total di dalam serum adalah refleksi tepat fungsi kelenjar tiroid. Cara ini berguna untuk menetapkan apakah nodul dalam kelenjar tiroid bersifat hiperfungsi. Pemeriksaan penunjang Anamnesis yang teliti. Antibodi mikrosom dan antibodi tiroglobulin umumnya meningkat pada penderita dengan tiroiditis autoimun. dan penilaian klinik mempunyai peran yang penting dalam menentukan diagnosis penyakit tiroid. Imunoglobulin perangsang tiroid (thyroid stimulating immunoglobulins. Pada hipertiroidism ditemukan juga keadaan rendahnya colesterol serum. meskipun karsinoma tiroid dapat juga ditemukan pada nodul yang berfungsi normal. Disini dilakukan pengukuran konsentrasi T3. pada T3 suppression test pasien dengan hipertiroid mengalami kegagalan dalam penekanan ambilan tiroid dari radioiodin pada waktu diberikan T3 exogen. limfositosis. yaitu dengan mengukur kadar T4. oleh karena kadar ini meningkat sebelum ada pengurangan kadar T4. Pemeriksaan biokimia secara radioimunoasay yang dapat memberi gambaran fungsi tiroid. Kadar TBG dapat berubah pada kehamilan atau pengobatan dengan sediaan estrogen. T4.

Pada ansietas biasanya fatique tidak hilang pada istirahat. sindroma menopause. Ansietas neurosis. bentuk. pheocromositoma. Ansietas neurosis merupakan gejala yang sulit dibedakan dengan hipertiroid. foto Rontgen Fungsi Uji metabolisme Uji fungsi tiroid. primary ophthalmophaty sangatlah sulit dibadakan dengan penyakit hipertiroid. atau limfoma.Morfologi Besar. Pada kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya atau dengan obat anti tiroid. apalagi pada pasien dengan pembesaran kelenjar tiroid yang minimal. tuberculosis. myasthenia. hubungan dengan struktur sekitarnya USG. penyakit saluran pencernaan. pengobatan dengan tindakan bedah dan radio aktif iodine tidaklah diperlukan. Pemeriksaan sitologi Pemeriksaan sitologi nodul tiroid diperoleh dengan aspirasi jarum halus. Cara ini cara baik untuk menduga kemungkinan keganasan dalam nodul tiroid. anemia. Pemeriksaan ultrasonografi ini terbatas nilainya dalam menyingkirkan kemungkinan keganasan dan hanya dapat mengenal kelainan di atas penampang setengah sentimeter. dan berkonsistensi padat atau kistik. telapak tangan . gangguan jantung. batasnya Konsistensi. Diagnosa banding. pasien dapat merasakan nyeri pada saat tiroid melepaskan hormon tiroid. Cara pemeriksaan ini berguna untuk menetapkan diagnosis karsinoma tiroid. tiroiditis. kelainan muscular. dan mulai menggeser kegunaan pemeriksaan radioaktif atau ultrasonografi sebagai pemeriksaan penunjang diagnosis. kadar hormon Antibodi tiroid Lokasi (dan fungsi) Sidik radioaktif/tes yodium radioaktif Diagnostik patologik Fungsi jarum halus untuk pemeriksaan sitologi Biopsi insisi/eksisi untuk pemeriksaan histologi Teknik ultrasonografi digunakan untuk menentukan apakah nodul tiroid yang teraba pada palpasi adalah nodul tunggal atau multipel.

HIPOTIROID Definisi Hipotiroid Hipertiroid adalah suatu kondisi yang dikarakteristikan oleh produksi hormon tiroid yang abnormal rendahnya. harus dibedakan secara garis besar dari kejadian-kejadian yang spesifik pada system organ yang terlibat. dan tes fungsi tiroid abnormal. Gejala-gejala umum didaftar dibawah: Kelelahan Depresi Kenaikkan berat badan yang sedang Ketidaktoleranan dingin Ngantuk yang berlebihan Rambut yang kering dan kasar Sembelit Kulit kering Kejang-kejang otot . MRI scan. hormon tiroid yang tidak memadai mempunyai konsekwensi-konsekwensi yang meluas untuk tubuh. Penyakit organic nontiroid juga sulit dibedakan dengan hipertiroidism. Ada banyak kekacauan-kekacauan yang berakibat pada hipotiroid. dan tidak spesifik (yang berarti mereka dapat meniru gejala-gejala dari banyak kondisi-kondisi lain) dan seringkali dihubungkan pada penuaan.berkeringat. amiodarone (Cordarone). Gejala-gejala seperti exophthalmus atau ophthalmoplegia harus diperiksa oleh ophthalmologic. Etiologi Hashimoto’s thyroiditis Lymphocytic thyroiditis (yang mungkin terjadi setelah hipertiroid) Penghancuran tiroid (dari yodium ber-radioaktif atau operasi) Penyakit pituitari atau hipothalamus Obat-obatan : methimazole (Tapazole) dan propylthiouracil (PTU). dan banyak proses-proses sel. dan juga dengan tes fungsi tiroid. perkembangan. CT scan. Pasien-pasien dengan hipotiroid ringan mungkin tidak mempunyai tanda atau gejala-gejala. takikardia pada waktu tidur. dan tes lab fungsi tiroid normal. Jika pada pendeita hipertiroid fatique dapat hilang pada saat istirahat. lithium (Eskalith. potassium iodide (SSKI. Karena hormon tiroid mempengaruhi pertumbuhan. Kekacauan-kekacauan ini mungkin langsung atau tidak langsung melibatkan kelenjar tiroid. dan pemeriksaan neurologis. telapak tangan hangat dan berkeringat. USG. Gejala-gejala umumnya menjadi lebih nyata ketika kondisinya memburuk dan mayoritas dari keluhan-keluhan ini berhubungan dengan suatu perlambatan metabolisme tubuh. Pima). dan Lugol’s solution Kekurangan yodium yang berat Gejala Hipotiroid Gejalagejala hipotiroid seringkali tak kentara. denyut jantung pada waktu tidur normal. Lithobid).

pasien dengan sejarah penyakit jantung atau mereka yang dicurigai beresiko tinggi. Ini kira-kira 100 sampai 150 mickograms per hari. Tes ini memerlukan suntikan hormon TRH dan dilakukan oleh seorang endocrinologist (spesialis hormon). Untuk hal ini. tidak ada alasan untuk menggunakan ekstrak tiroid yang dikeringkan. tidak toleran terhadap dingin. Idealnya. Pada sisi lain.Tingkat-tingkat kolesterol yang meningkat Konsentrasi menurun Sakit dan nyeri yang samar-samar Udem pada kaki Diagnosis hipotiroid yang dapat dengan mudah dilakukan dan sepenuhnya dirawat dengan penggantian hormon tiroid. Anak-anak memerlukan dosis-dosis yang lebih besar. Terapi Hipotiroid Dengan pengecualian dari kondisi-kondisi tertentu. dan kulit yang kering dan mengeripik. Sebelum synthetic levothyroxine (T4) tersedia. Obat-obat yang mengandung zat besi atau antasid harus dihindari. pengganti T4 sintetik hrs dikonsumsi pada pagi hari. memulai dengan dosis penuh pengganti tiroid mungkin berakibat pada nyeri dada atau serangan jantung. Pada pasien dengan penyakit jantung yang sebelumnya. 30 menit sebelum makan.6 mikrogram per kilogram per hari. Oleh karenanya. pemakaian hormon pengganti T4 secara penuh dimulai dari awal terapi. Dengan ketentuan sebagai berikut : Dosis rata-rata T4 pada orang-orang dewasa adalah kira-kira 1. . Sekarang ini. Pemeriksaan laboratorium : TSH TRH : dapat membantu membedakan apakah penyakitnya disebabkan oleh suatu kerusakkan di pituitari atau di hipothalamus. Tiroid yang dikeringkan didapat dari kelenjar tiroid hewan. karena dapat mengganggu penyerapan. Thyroid scan dapat membantu mendiagnosis persoalan yang mendasari tiroid yang lebih jelas. metode pengganti hormon ini mungkin dapat memperburuk kondisi jantung Pada pasien yang lebih tua tanpa penyakit jantung. tablettablet tiroid yang dikeringkan dipakai. Suatu tes darah diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. hipotiroid yang tidak dirawat dapat menjurus pada suatu pembesaran jantung (cardiomyopathy). dan suatu akumulasi cairan sekitar paru-paru (pleural effusion). terapi hormon dimulai dengan 25 mikogram atau kurang. Diagnosis Hipotiroid Suatu diagnosis hipotiroid dapat dicurigai pada pasien-pasien dengan kelelahan. sembelit. suatu sintetik T4 yang murni tersedia secara luas. NODULUS DAN GOITER TIROID Tiroid nodulus. dengan kenaikkan dosis yg berangsur-angsur dalam 6 minggu. gagal jantung yang memburuk. perawatan hipotiroid memerlukan terapi seumur hidup. Pd pasien yang muda dan sehat.

Diagnosis bandingnya adalah goiter jinak. Umur. Ca tiroid terjadi hampir 50% pada anak yang menderita cold tiroid nodul. Tiroid nodul ini lebih menyerupai ca pada pria dari pada wanita. jenis kelamin. False positive jarang sekali dilaporkan. dan pada usia muda dari pada usia tua. tempat tinggal. dan tiroidektomi di indikasikan pada pasien ini.Masalah yang dihadapi jika menemui pasien dengan tiroid nodular adalah apakah lesi tersebut simptomatik ataukah merupakan suatu tumor baik jinak ataupun ganas. Pada sebagian besar pasien suatu keganasan sulit untuk ditentukan tanpa dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Pemeriksaan radioiodin dapat digunakan untuk menentukan apakah lesinya single atau multiple. Jika hasil diagnosanya adalah inadekuat maka pemeriksaan harus diulang kembali. Pada hot solitary tiroid nodul dapat menyebabkan hipertiroidsm tetapi jarang terjadi malignant. karena radiasi seringkali menimbulkan tumor yang multifokal. Jangan terlalu cepat percaya bila hasilnya negatif. dan apakah aktif (hot or warm) atau tidak aktif (cold). soliter nodul lebih cenderung dapat menjadi keganasan dari pada multi noduler. biopsy percutan yang dilakukan oleh ahli endokrin sitologi sangatlah membantu dalam menegakan diagnosa. Needle biopsy tidak boleh dilakukan pada pasien yang mempunyai riwayat terkena radiasi pada leher. Pada pasien bayi dan anak-anak yang menderita tiroid nodul karena terpapar radiasi pada daerah leher 40% dapat menjadi malignant. atau tumor jinak dan ganas. riwayat terapi radiasi daerah leher juga harus ditanyakan karena pada bayi dan anak-anak kejadian ca tiroid insidennya tinggi yang terjadi sebagai akibat radiasi. Pemeriksaan perabaan tiroid harus dilakukan secara sistematis. tetapi pada cold solitary tiroid nodul 20% dari kejadian yang ada dapat menjadi malignant dan harus diangkat. jika ahli sitologi yang berpengalaman tidak ada maka pemeriksaan radio nuklir dan ultra sound sangatlah membantu. riwayat keluarga pasien harus jelas. tetapi pada 20% hasil biopsy yang didiagnosa sebagai undetermined dan 5% yang terdiagnosa sebagai benigna ternyata adalah suatu keganasan (malignant). Prinsip-prinsip dasar untuk dilakukan pengangkatan nodular tiroid : curiga keganasan gejala yang berat hipertiroidism terjadi substernal ekstensi alasan kosmetik . tiroiditis. untuk mengetahui apakah terdapat soliter atau multi nodular tiroid. intrathyroideal cysts.

tiroid membesar simetris. dysphagia. Goiter dapat terjadi karena congenital defek pada produksi hormon tiroid. tindakan bedah di indikasikan bila terjadi tekanan yang berlebihan pada daerah sekitar karena pembesaran tiroid. T4. Pada diffuse goiter. permukaannya halus. pada orang-orang yang sering terekspose dengan goiter food and drug juga dapat terjadi siple goiter. Banyak pasien sudah menjadi multinodular gland baru berkeinginan untuk berobat. sedangkan radioiodin uptake meningkat. Pengobatan nonoperasi diindikasikan pada pasien dengan multinoduler goiter dan hashimoto tiroiditis kecuali terdapat kecurigaan pada pasien yang rentan terkena radiasi dan pada pasien yang mempunyai riwayat keluarga yang pernah menderita medullary carcinoma. terutama ditemukan di daerah pergunungan karena defisiensi yodium. Gambar 6 : Struma . Ada beberapa asumsi bahwa nontoxic goiter timbul akibat kompensasi dari produksi hormon tiroid yang inadekuat. atau gejala yang dapat menghalangi aliran balik vena. hamil. nontoxic diffuse goiter biasanya merespon administrasi hormon tiroid. solid dengan ultrasound atau dicurigai sebagai keganasan maka biopsy sitologi tidak diperlukan lagi. T3. Simple atau Nontoxic goiter. Struma endemik ini dapat dicegah dengan substitusi yodium. Di luar daerah endemik. Kebanyakan struma multinodosa dapat dihambat oleh tiroksin. Struma multinodosa biasanya terjadi pada wanita berusia lanjut. T3RU dan TSH biasanya dalam jumlah yang normal. Simple goiter dapat terjadi karena factor psikologis. dan perubahan yang terdapat pada kelenjar berupa hiperplasia sampai bentuk involusi. Struma Nodosa Struma nodosa atau struma adenomatosa. atau pada pasien yang tinggal pada daerah endemic (poor iodine). Etiologinya umumnya multifaktor. Biasanya tiroid sudah mulai membesar pada usia muda dan berkembang menjadi multinodular pada saat dewasa.pada solitary nodul tiroid yang terdiagnosa cold pada radioiodin. pemeriksaan biopsy sangat dianjurkan untuk mengetahui terjadi atau tidaknya keganasan. dapat terjadi pada saat pubertas. dsypnea. jika tidak di obati maka dapat berubah menjadi multi nodular goiter dengan atau tidak bersifat racun (toxic) pada beberapa tahun kemudian. Gejala yang timbul biasanya terdapatnya massa pada leher. struma nodosa karena insufisien yodium struma nodosa ditemukan secara insidental atau pada keluarga tertentu. menstruasi.

Biasanya penderita struma nodosa tidak mengalami keluhan karena tidak ada hipo atau hipertiroidisme. menggigil. n. struma dapat menjadi besar tanpa gejala kecuali benjolan di leher. sebagian lain dapat menyebabkan penyempitan trakea jika pembesarannya bilateral. atau menelan karena tekanan atau dorongan. harus dilakukan pendekatan melalui torakotomi. Merupakan noninfection disorder. pneumococcus. dan keganasan paru. Benjolan tunggal dapat berupa nodul koloid. perdarahan lokal. . Sewaktu menelan trakea naik untuk menutup laring dan epiglotis sehingga tiroid terasa berat karena terfiksasi pada trakea. trakea. staphylococcus. mikro organisme yang sering ditemukan adalah streptococcus. Pendorongan demikian mungkin tidak mengakibatkan gangguan pernapasan. Diagnosis banding ialah tumor lain di mediastinum anterior seperti timoma. adenoma tiroid jinak. Sekitar 5% dari struma nodosa mengalami keganasan. Mungkin ditemukan gejala dan tanda tekanan pada trakea atau esofagus. lemas. Jika letak di dorsal a. sehingga tidak dibutuhkan torakotomi. Jarang sekali terjadi. atau karsinoma tiroid. kista tunggal. Keluhan yang ada ialah rasa berat di leher. Penyempitan yang berarti menyebabkan gangguan pernapasan sampai akhirnya terjadi dispnea dengan stridor inspiratoar. atau esofagus. Biasanya pengeluaran struma dapat dilakukan melalui bedah leher. Nodul mungkin tunggal tetapi kebanyakan berkembang menjadi multinoduler yang tidak berfungsi. Tanda keganasan ialah setiap perubahan bentuk. ditandai dengan pembengkakan tiroid. Walaupun sebagian struma nodosa tidak mengganggu pernapasan karena menonjol ke depan. coliform. diikuti dengan disfagia. demam. tumor dermoid. demam. Diagnosis ditentukan dengan pemeriksaan yodium radioaktif. PENYAKIT INFLAMASI TIROID Acute Suppurative thyroiditis. muskuloskeletal. Karena pertumbuhannya sering berangsurangsur. Sebagian penderita dengan struma nodosa dapat hidup dengan strumanya tanpa keluhan. Subacute Thyroiditis. mempunyai gejala sakit leher sebagian dengan onset yang tiba-tiba. Struma nodosa lama biasanya tidak dapat dipengaruhi dengan supresi hormon tiroid (TH) atau pemberian hormon tiroid. Tiroid mungkin ditemukan sampai ke mediastinum anterior terutama pada bentuk modulus yang disebut struma retrosternum. Pendorongan bilateral demikian dapat dicitrakan dengan foto Roentgen polos (trakea pedang). dan tanda penyusupan di kulit. Penanganan struma lama yaitu dengan tiroidektomi subtotal. dan biasanya diikuti dengan ISPA yang diterapi dengan drainase. Degenerasi jaringan menyebabkan kista atau adenoma. Struma nodosa unilateral dapat menyebabkan pendorongan sampai jauh ke arah kontralateral. Umumnya struma retrosternum ini tidak turut naik pada gerakan menelan karena apertura toraks terlalu sempit dan mungkin asimtomatik. Nodul ganas lebih sering ditemukan pada laki muda. sakit pada kepala dan dada. Biasanya struma adenomatosa benigna walaupun besar tidak menyebabkan gangguan neurologik. malaise.subklavia. limfoma. vaskuler.rekurens. Hipertiroidi jarang ditemukan pada struma adenomatosa.

biasanya ditandai dengan pembesaran tiroid tidak atau dengan nyeri dan nyeri lepas. Papillary adenokarsinoma. maka tiroidektomi dapat di rekomendasika. Radioiodin uptake sangat rendah dan bisa tidak ada. Tumor ganas tiroid. Tumor dapat bermetatase secara mikroskopik ke paru dan tulang. Tumor jinak tiroid adalah adenomas. Nyeri biasanya hilang sendiri. Untuk pasien dengan choking symptoms pembedahan pada ismus dapat memberikan rasa lega. mixed papillary-follicular atau papillary. needle biopsy dapat juga membantu dalam menegakan diagnosa. pada beberapa pasien tidak ada nyeri. dan lembut. over aktifitas fungsional dari produksi hipertiroid dan alasan kosmetik. Tiroiditis hashimoto dipercaya sebagai penyakit autoimun. Merupakan jenis tiroiditis yang paling sering terjadi. antitiroglobulin antibody yang tinggi sangat membantu dalam menentukan diagnosa. Proses inflamasi menginfiltrasi otot dan menyebabkan gejala kompresi pada trachea. follicular karsinoma terkadang ditemukan. Follicular adenokarsinoma terjadi 10% dari seluruh Ca tiroid.hilangnya BB. Kiedel’s thyroiditis. pada beberapa pasien sensitive terhadap jaringan tiroidnya sendiri dan antibody antitiroidnya. atau mengandung nodul discrete . Pada umunya lebih sering terjadi pada wanita dan terkadang menyebabkan disfagia. curiga malignancy. pada palpasi teraba masa yang elastik. Diberikan hormon tiroid dengan dosis yang rendah sebagai terapi. involutionary nodules. terdapat dalam bentuk encapsulated yang mengandung koloid. kemudian menyebar melalui kelenjar limfa dari kelenjar tiroid menuju ke subscapular dan periscapular limfonodulus. tiroid mengeras seprti kayu dengan fibrosis. Harus dibedakan dengan graves disease. kenyal. Alasan utama dilakukannya pengangkatan jika dicurigai malignancy. Hampir semua adenomas adalah type follicular. Kondisi yang jarang sekali terjadi. dan inflamasi yang kronik di dalam dan disekitar kelenjar. Secara . hipotiroidism biasanya timbul dan tindakan bedah diperlukan untuk mengurangi obstruksi pada trachea atau esophagus. 80% anak-anak dan 20% orang dewasa didapat pembesaran limfonodulus. Adenomas biasanya solitary dan encapsulated. psammoma bodies tampak pada 60% kasus. cysts atau localized tiroiditis. operasi diindikasikan pada keadaan dimana terjadi penekanan organ Karena pembesaran yang terjadi. titer serum antimikrosomal. dengan peningkatan kadar hormon tiroid. aspirin dan kortikosteroid diberikan tergantung pada keluhan. Papillary adenokarsinoma terjadi 85% dari seluruh Ca tiroid. dan untuk alasan kosmetik. Jika tiroid membesar tidak simetris dan gagal untuk mengecil pada pemberian hormon tiroid eksogen. tumor ini timbul pada awal masa remaja sebagai solitary nodul. Hashimoto’s thyroiditis. Tumor ini tumbuh karena stimulasi dari TSH. Pada subakut tiroiditis LED dan serum gamma globulin meningkat. Follicular adenokarsinoma. Tumor jinak tiroid. timbul lebih lebih lama dari papillary form.

hiperplasi parafollicular cell dan medullary cancer yang kecil daqpat di diagnosa dengan menemukan serum kalsitonin setelah distimulasi dengan pentagastrin dan kalsium. riwayat medullary karsinoma pada keluarga dengan pheochromocytoma bilateral dan hiperparatiroid dikenal dengan Sipple sindrom atau type II multiple endokrin adenomatosus. masa yang difus irregular melibatkan kelenjar dan menginfasi trachea. dan small cell. keras. prognosisnya buruk. Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat 3 jenis sel yang khas yaitu. dan jarang terjadi keadaan hipotiroidism setelah terapi. hati. giant cell. dapat menyebabkan laringeal atau esophageal obstruksi. A. sepat membesar. otot. beratnya keadaan patologis. radioaktif iodine. Terapi tergantung dari umur. Dapat mensekresi kalsitonin. Tumor ini mempunyai prognosis yang buruk sama dengan papillary form. Mempunyai sifat solid. solid. Obat anti tiroid. Medullary karsinoma. tetapi cenderung menyebar lebih hebat melalui darah dapat menyebar ke paru. radioiodin tidak effektif untuk dijadikan terapi. . Medullary karsinoma mempunyai angka kejadian 2-5% dari Ca tiroid. spindle cell. dan tulang. dan keras. Pada sipple sindrom. PENATALAKSANAAN GANGGUAN KELENJAR TIROID Pada hipertiroid dapat diterapi secara aktif dengan obat anti tiroid. dapat timbul kembali pasca operasi. Metastase ke tulang dapat timbul 10-20 tahun setelah lesi primer terjadi. Mengandung amiloid.mikroskopik follicular karsinoma susah dibedakan dengan jaringan tiroid. Undifferentiated Karsinoma. Terapi eksternal radiasi dan kemoterapi bisa dijadikan terapi palliatif pada beberapa pasien. Tumor yang dapat cepat tumbuh ini sering terjadi pada wanita dengan usia muda dan angka kejadiannya 3% dari semua Ca tiroid. Lesi ini terjadi dari papillary atau follicular neoplasm. keadaan umum. besarnya kelenjar. Propylthiouracil (PTU) 300 – 1000mg/hari peroral Methimazol 30 – 100mg/hari peroral Obat ini menginterfensi ikatan iodine dan mencegah penggabungannya dengan iodotirosin di dalam kelenjar tiroid. dan tiroidektomi. Salah satu keuntungan dari terapi ini dari pada dengan terapi radio iodine dan tiroidektomi adalah dapat mengobati tanpa harus merusak jaringan. dan neurovaskular. Mitosis sering terjadi pada metastase di paru-paru dan cervical lymphadenopathy. dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan yang optimal. Kapsul dan vaskularisasi invasi dapat digunakan untuk membedakan follicular adenoma dengan follicular karsinoma. Meskipun dapat menyabar melalui kelenjar limfa.

tetapi dapat disarankan untuk terapi tumor jinak tiroid. contoh indikasi: tumor (nodul) terbatas pradiagnosis Tiroidektomi subtotal. contoh indikasi: keganasan terbatas tanpa kelainan kelenjar limfe Tiroidektomi radikal. kanker tiroid. Pembedahan Tiroid Jenis: Biopsi insisi. C. Pasien dengan kelenjar tiroid yang kecil mempunyai prognosis yang baik. Radiologi Iodin (I131). Anak-anak dan wanita hamil tidak boleh diterapi dengan radio iodine. Beberapa pasien dapat terjadi hipotiroidism karena terapi ini. Hasil akhir yang diharapkan adalah membuat penderita sampai pada keadaan eutiroid state dan hilangnya gejala remisi. B. Terapi ini lebih murah dibandingkan dengan terapi dengan pembedahan. Efek samping yang dapat terjadi adalah rashes. kelainan congenital.Obat anti tiroid juga dapat digunakan sebagai terapi definitive atau sebagai terapi persiapan menuju operasi atau terapi radio aktif iodine. struma nodosa benigna Hemitiroidektomi (istmolobektomi). contoh indikasi: kelainan unilteral (adenoma) Tiroidektomi total. Pada pasien yang masih muda bahaya radiasi harus diperhatikan dan dapat menjadi keadaan hipotiroid. Dapat digunakan secara aman pada pasien yang sudah diterapi sebelumnya dengan obat anti tiroid dan sudah pada keadaan eutiroid. contoh indikasi: hipertiroidi (Graves). contoh indikasi: struma difus pradiagnosis Biopsi eksisi. dan pada pasien dengan recurrent hipertiroidism. Pengobatan harus dihentikan jika terjadi sakit tenggorokan dan demam. Terapi ini tidak boleh dilakukan pada pasien dengan leukemia. Indikasi terapi ini adalah untuk orang-orang yang sudah berusia 40 tahun keatas yang mempunyai resiko pembedahan. contoh indikasi: keganasan tiroid dengan kemungkinan metastasis ke kelenjar limfe regional Subtotal tiroidektomi . gejala remisi yang memanjang sampai 18 bulan dari pengobatan dapat sembuh pada 30% dari pasien yang ada. demam dan agranulositosis.

Subtotal tiroidektomi adalah cara teraman dan tercepat dalam mengkoreksi keadaan tirotoksikosis. Terapi untuk anak dan wanita hamil. atau menurunkan produksi hormon tiroid dan perubahan extratiroid T3 dan T4 dengan memberikan PTU. cidera pada nervus laryngeal dan kel paratiroid didapatkan kurang dari 2% kasus Persiapan operasi Resiko dari tindakan tiroidektomi untuk toxic goiter menjadi tidak berarti. mencegah keluarnya hormon tiroid dengan memberikan lugol iodine. kortikosteroid. Pembedahan pada struma Pembedahan struma dapat dibagi menjadi bedah diagnostik dan terapeutik.Keuntungan dilakukan tiroidektomi adalah dapat menghilangkan keluhan. Bedah diagnostik berupa : – Biopsi insisi – Biopsi eksisi Bedah terapeutik bersifat ablatif berupa : Lobektomi – – . Dilakukan tindakan subtotal tiroidektomi apa bila : pada kelenjar tiroid yang sudah membesar. Thyroid Storm atau krisis hipertiroid memerlukan penanganan yang segera pada kasus trauma dan tindakan bedah. Kelenjar tiroid yang diangkat 3-8 g tanpa mengangkat kelenjar paratiroid dan N. Untuk pasien yang tidak dapat melakukan terapi jangka panjang. kurang dari 0. sedatif. dengan pemberian oksigen. Keganasan. Maka jika terjadi keadaan ini adalah . 2-5 potassium iodide atau lugol’s iodine dapat diberikan 10-15 hari sebelum pembedahan yang di gabungkan dengan PTU untuk menurunkan vaskularisasi dari kelenjar tiroid. Pada pembedahan yang berhasil dan persiapan preoperasi yang baik.sejak ditemukan kombinasi praoperasi menggunakan kombinasi dari iodides dan obat anti tiroid. Angka kematian dari prosedur ini amatlah rendah. tergantung dari gejala yang timbul. atau ipodate sodium. laryngeal.1%. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengkoreksi tanda-tanda vital. cairan IV. Berikan juga obat penghambat β adrenergik (propanolol) untuk melawan keadaan yang diakibatkan oleh tirotoksikosis. PTU atau obat anti tiroid lainnya dapat digunakan untuk menekan kadar hormon sehingga dalam keadaan eutiroid keadaan ini dipertahankan sampai dilakukannya operasi. frekuensi timbulnya kembali hipertiroidism dan hipotiroidism tergantung dari jumlah tiroid yang diambil. dan menurunkan insiden terjadinya hipotiroidism yang bisa didapat oleh terapi radio iodine. dan penghilang panas. Reserpin dapat diberikan pada pasien yang mengalami kegelisahan yang hebat.

cloramburasil merupakan obat yang efektiv. biasanya dapat bermetastase ke tiroid. Indikasi tindak bedah struma nontoksik Kosmetik (tiroidektomi subtotal) Eksisi nodulus tunggal (yang mungkin ganas) Struma multinoduler yang berat Struma yang menyebabkan kompresi laringatau struktur leher lain Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi trakea atau struktur lain Pembedahan pada tumor tiroid Terapi pada ca differentiated tiroid adalah pengangkatan melalui tindakan operasi.Istmolobektomi Tiroidektomi subtotal atau total. atau sarcoma tumor harus di eksisi komplit dan diberikan terapi tambahan dengan radioterapi dan kemoterapi. malignant lhympoma. Pada tumor yang sudah bermetastase dapat diterapi dengan iodine 131 setelah dilakukan tiroidektomi atau trioid ablasi dengan radioaktif. tetapi jarang terjadi bentuk solitary nodule. (istmo-)lobektomi. tindakan tiroidektomi (operasi pengambilan tiroid) total merupakan pilihan untuk mengangkat sebasnyak mungkin jaringan tumor. Subtotal tiroidektomi dijadikan kontraindikasi karena dapat rekurent sedangkan angka kehidupan menurun. payudara. follicular dan medullary ca. Pada Kanker Tiroid yang masih berdeferensiasi baik. atau total lobektomi dengan isthmectomy. Hemitiroidektomi atau (istmo-)lobektomi dapat dilakukan pada kelainan unilateral. Untuk struma nontoksik dan nonmaligna digunakan enukleasi nodulus yaitu eksisi lokal.5cm). paru. Pertimbangan dari tindakan ini antara lain 60-85% pasien dengan kanker jenis papilare ditemukan di kedua . Doxorubin (adriamicin). untuk follow up dapat dilakukan pemeriksaan kadar tiroglobulin. Untuk mencegah terjadinya residu tumor maka total tiroidektomi pada undifferentiated ca. ca ginjal. Penanganan Kanker Tiroid : Operasi. dan total tiroidektomi dapat dilakukan. untuk papillary ca total lobektomy. atau tiroidektomi subtotal. dan pembedahan radikal dilakukan bila ada kemungkinan penyebaran ke kelenjar limfe regional. Total tiroidektomi disarankan pada papillary form (≥ 1. vincristin. Pembedahan total dilakukan untuk karsinoma terbatas. – Tindak bedah total dilakukan dengan atau tanpa diseksi leher radikal.

Terapi ablasi iodium radioaktif menjadi lebih efektif. Karena adanya reseptor TSH di sel kanker tiroid bila tidak ditekan akan merangsang pertumbuhan sel-sel ganas yang tertinggal. Evaluasi. Penyulit bedah di antaranya perdarahan. pada trakea. Isotop ini diserap oleh usus halus dan masuk ke sirkulasi darah. Sintigrafi seluruh tubuh dilakukan 6-12 bulan setelah terapi ablasi pertama. Harus juga dipertimbangkan segi untung ruginya dengan terapi ini. Keberhasilan terapi yang dilakukan memerlukan evaluasi secara berkala. agar dapat segera diketahui adanya kekambuhan atau penyebaran. Terapi Ablasi Iodium Radioaktif. kemudian sebagian isotop akan terikat pada folikel tiroid dan sisanya akan keluar bersama urin. Krisis tirotoksikosis adalah hipertiroidi hebat yang berkembang sewaktu atau segera setelah pembedahan pada penderita hiperliroidi. Didalam folikel. Monitor standar untuk hal ini adalah sintigrafi seluruh tubuh dan pemeriksaan tiroglobulin serum. Penyulit pembedahan pada tiroid Tiroid merupakan alat kaya darah yang didarahi oleh empat arteri dan berhubungan anatomi erat dengan alat dan struktur penting di leher. Terapi ini diberikan pada pasien yang sudah menjalani tiroidektomi total dengan maksud mematikan sisa sel kanker post operasi dan meningkatkan spesifisitas sidik tiroid untuk deteksi kekambuhan atau penyebaran kanker. Bila tidak ditemukan abnormalitas. Supresi terhadap TSH pada kanker tiroid pascaoperasi dipertimbangkan. Karena pada jangka panjang (7-15 tahun) bisa menyebabkan gangguan metabolisme tulang dan bisa meningkatkan risiko patah tulang. Sensitifitas pemeriksaan tiroglobulin untuk mendeteksi kekambuhan atau penyebaran sebesar 85-95%. Radiasi eksternal diberikan pada karsinoma tiroid dengan residu besar dan tidak mungkin dilakukan operasi lagi. Penyulit pascabedah adalah hematom di leher. Radiasi eksternal ini menggunakan Cobalt-60 sebagai terapi paliatif khususnya pada metatasis tulang. Struma besar dapat mengakibatkan malakia trakea yaitu hilangnya cincin rawan trakea akibat tekanan terlalu lama sehingga terjadi kolaps trakea setelah strumektomi. rontgen dada dan MRI tidak secara rutin diindikasikan. isotop tersebut akan memancarkan radiasi beta yang akan merusak kelenjar tiroid. Radiasi internal yang disebut sebagai radioiodablatio menggunakan I131 yang diberikan peroral.laringeus rekurens uni atau bilateral. Krisis tiroid ditandai dengan takikardia dan gejala serta tanda hipertiroidi lain yang akut dan sangat gawat karena penderita terancam dekompensasi jantung fatal . cedera pada n. sesudah operasi unilateral. atau pada esofagus. kecuali ditemukan adanya penyebaran. Pemeriksaan USG dan pencitraan lain seperti CT scan. Terapi Supresi L-Tiroksin. Penyulit yang berbahaya dapat terjadi terutama bila ada hematom di lapangan bedah. atau krisis tiroitoksik. udem laring. Terapi ablasi tidak dianjurkan pada pasien dengan tumor soliter berdiameter kurang 1mm.lobus. 5-10% kekambuhan terjadi pada lobus kontralateral. angka bebas kekambuhan dalam 10 tahun sebesar 90%.

laringeus superior .rekurens Cedera n.rekurens Cedera n.Penyulit bedah tiroid : Saat kejadian Penyulit Langsung sewaktu pembedahan Perdarahan Cedera n. atau saraf di leher Kolaps trakea karena malakia trakea Terangkatnya seluruh kelenjar paratiroid Terpotongnya duktus torasikus di leher kanan Segera pascabedah Perdarahan di leher Perdarahan di mediastinum Udem laring Kolaps trakea Krisis tirotoksik Beberapa jam sampai Hematom Beberapa hari pascabedah Infeksi luka Udem laring Paralisis n.rekurens uni atau bilateral Cedera pada trakea. esofagus.laringeus superior Hipokalsemia Lama sekali pascabedah Hipotiroidi Hipoparatiroidi / hipokalsemia Paralisis n.

Karena itu setiap penderita struma harus menjalani pemeriksaan yang seksama prabedah untuk menentukan terdapat hipertiroidi yang tidak nyata secara klinik. . Cedera n. Penyulit hipoparatiroidi terjadi karena kelenjar paratiroid turut terangkat pada strumektomi .Nekrosis kulit Kebocoran duktus torasikus Krisis tirotoksikosis disebabkan pendarahan berlebihan hormon tiroid ke dalam darah karena pembedahan dan manipulasi kelenjar tiroid pada penderita bedah yang tidak diduga hipertiroidi.laringeus inferior juga dapat terjadi.laringeus superior dan atau n. Sebaiknya pembedahan baru dilakukan setelah hipertiroid diobati sehingga penderita sewaktu pembedahan berada dalam keadaan eutiroidi.