P. 1
Insisi

Insisi

|Views: 62|Likes:
Published by Roza Nafilah
insisi dan drainase
insisi dan drainase

More info:

Published by: Roza Nafilah on Sep 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

Insisi (Drainase) Ekstraoral pada Infeksi Odontogen

Tindakan insisi pada kasus abses rongga mulut yang disebabkan oleh infeksi odontogen dapat dilakukan dengan tehnik insisi ekstra oral maupun intra oral, tergantung dari jenis dan anatomi absesnya. Penempatan insisi untuk drainase ekstra oral infeksi kepala leher harus melihat lipatan alami kulit dari garis Langer yaitu ditempatkan sejajar dengan ketegangan kulit. Insisi yang menyilang garis Langer dari kulit bersifat tidak

menguntungkan dan mengakibatkan penyembuhan yang secara kosmetik jelek. Beberapa kasus infeksi odontogen yang membutuhkan insisi ekstraoral tersebut antara lain : abses subkutan, abses bukal, abses mental, abses submental, abses submandibular, abses pharingeal lateral, abses retrofaringeal, abses spasium parotis, plegmon, dan angina ludwig. Oleh sebab itu, pengetahuan yang seksama oleh dokter gigi mengenai anatomi fascial dan leher sangat penting.

Gambaran klinis abses subkutan. Pembuatan insisi pada abses subkutan, penggunaan hemostat dan pemasangan drain (Fragiskos, 2007) Definisi Insisi dan Drainase Perawatan pada abses pada prinsipnya adalah insisi dan drainase. Insisi adalah pembuatan jalan keluar nanah secara bedah (dengan scapel). Insisi drainase merupakan tindakan membuang materi purulent yang toksik, sehingga mengurangi tekanan pada jaringan, memudahkan suplai darah yang mengandung antibiotik dan elemen pertahanan tubuh serta meningkatkan kadar oksigen di daerah infeksi (Hambali, 2008).

2003. Insisi dan drainase adalah perawatan yang terbaik pada abses (Topazian et al.. memperbaiki vaskularisasi jaringan (karena pada daerah abses vakularisasi jaringan biasanya jelek) sehingga tubuh lebih mampu menanggulangi infeksi yang ada dan pemberian antibiotik lebih efektif. . Insisi tajam yang cepat pada mukosa oral yang berdekatan dengan tulang alveolar biasanya cukup untuk menghasilkan pengeluaran pus yang banyak. Ahli bedah yang dapat membuat relief instan dan dapat sembuh dengan pengeluaran pus dari abses patut dipuji dan oleh sebab itu lebih dikenal daripada teman sejawat yang kurang terampil yang menginsisi sebelum waktunya atau pada tempat yang salah (Peterson. Selain itu. 2007). Pengetahuan tentang anatomi wajah dan leher diperlukan untuk melakukan drainase yang tepat pada abses yang lebih dalam. Tehnik Insisi dan Drainase Insisi dan drainase biasanya merupakan prosedur bedah yang sederhana. 1994). Tujuan Insisi dan Drainase Tujuan dari tindakan insisi dan drainase. biasanya dengan menggunakan hemostat. sebelum pecah dan pusnya keluar. 2004). atau dengan pencabutan gigi penyebab (Topazian et al. Odell. 2003). mengurangi rasa sakit. drainase dapat juga dilakukan dengan melakukan open bur dan ekstirpasi jarngan pulpa nekrotik. menurunkan jumlah populasi mikroba beserta toksinnya. Abses seharusnya dikeluarkan bila ada fluktuasi. sebuah ungkapan abad ke-18 dan 19 yang berupa deskriptif dan seruan. 1994). 1994..Drainase adalah tindakan eksplorasi pada fascial space yang terlibat untuk mengeluarkan nanah dari dalam jaringan. Prinsip berikut ini harus digunakan bila memungkinkan pada saat melakukan insisi dan drainase adalah sebagai berikut (Topazian et al. untuk mencegah menutupnya luka insisi sebelum drainase pus tuntas (Lopez-Piriz et al. yaitu mencegah terjadinya perluasan abses/infeksi ke jaringan lain. untuk mempertahankan drainase dari pus perlu dilakukan pemasangan drain. Peterson. dan mencegah terjadinya jaringan parut akibat drainase spontan dari abses. misalnya denganrubber drain atau penrose drain.

Insisi yang ditempatkan pada sisi fluktuasi maksimum di mana jaringannya nekrotik atau mulai perforasi dapat menyebabkan kerutan. submandibular. submasseteric. jaringan parut yang tidak estetis (Gambar 1) Penempatan insisi untuk drainase ekstraoral infeksi kepala leher. Melakukan insisi pada kulit dan mukosa yang sehat. 2003)  Tempatkan insisi pada daerah yang dapat diterima secara estetis. pterygomandibular. sublingual. Insisi pada titik-titik berikut ini digunakan untuk drainase infeksi pada spasium yang terindikasi: superficial dan deep temporal. retropharyngeal. . submental. retropharyngeal (Peterson. seperti di bawah bayangan rahang atau pada lipatan kulit alami (Gambar 2). lateral pharyngeal.

tetapi abses yang membatasi daerah dentoalveolar menunjukkan batas anatomi yang tidak jelas bagi ahli bedah.  Apabila memungkinkan tempatkan insisi pada posisi yang bebas agar drainase sesuai dengan gravitasi. infeksi ruang submandibula. Idealnya. 2003). sampai ke jaringan paling bawah dan jalajahi seluruh bagian kavitas abses dengan perlahan-lahan sehingga daerah kompartemen pus terganggu dan dapat diekskavasi. Adanya drain dapat mengeluarkan eksudat dan dapat menjadi pintu gerbang masuknya bakteri penyerbu sekunder.  Bersihkan tepi luka setiap hari dalam keadaan steril untuk membersihkan bekuan darah dan debris. Pertimbangkan penggunaan drain tembus bilateral. Insisi dan drainase paling bagus dilakukan pada saat ada tanda awal dari “pematangan” abses ini. . meskipun drainase pembedahan juga efektif. Hanya mukosa yang tipis dan menonjol yang memisahkan scalpel dari infeksi. Pengetahuan yang seksama mengenai anatomi fascial dan leher sangat penting untuk drain yang tepat pada abses yang dalam. abses harus didrain ketika ada fluktuasi sebelum ada ruptur dan drainase spontan. (2) Anestesi dilakukan pada daerah sekitar drainase abses yang akan dilakukan dengan anestesi infiltrasi. 2003).  Lakukan pemotongan tumpul. 1996). Laserasi yang menyilang garis Langer dari kulit bersifat tidak menguntungkan dan mengakibatkan penyembuhan yang secara kosmetik jelek.Garis Langer wajah. Insisi bagian fasia ditempatkan sejajar dengan ketegangan kulit. dengan clamp bedah rapat atau jari. (1) Aplikasi larutan antiseptik sebelum insisi. Perluas pemotongan ke akar gigi yang bertanggung jawab terhadap infeksi    Tempatkan drain (lateks steril atau catheter) dan stabilkan dengan jahitan. sebelum adanya perkembangan klasik fluktuasi (Peterson. lepaskan drain apabila drainase sudah minimal. (Pedersen. Teknik insisi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut (Peterson. Jangan tinggalkan drain pada tempatnya lebih dari waktu yang ditentukan.

(6) Pencabutan gigi penyebab secepatnya.  Jika memungkinkan insisi dilakukan pada daerah yang baik secara estetik. Drainase yang cukup. maka insisi dilakukan pada bagian superfisial pada titik terendah akumulasi untuk menghindari sakit dan pengeluaran pus sesuai gravitasi. Bersamaan dengan eksplorasi. saat fluktuasi positif. Stensen) dan pembuluh darah besar. (4) Drainase abses diawali dengan hemostat dimasukkan ke dalam rongga abses dengan ujung tertutup. dilakukan pijatan lunak untuk mempermudah pengeluaran pus.(3) Untuk mencegah penyebaran mikroba ke jaringan sekitarnya maka direncanakan insisi   Menghindari duktus (Wharton. lakukan eksplorasi kemudian dikeluarkan dengan unjung terbuka.  Insisi dan drainase abses harus dilakukan pada saat yang tepat. jika memungkinkan dilakukan secara intraoral. . (5) Penembatan drain karet di dalam rongga abses dan distabilasi dengan jahitan pada salah satu tepi insisi untuk menjaga insisi menutup dan drainase.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->