Jawaban Irfan S.

Awwas Thd Tulisan Aman Apologi sesat para penyebar kesesatan
Oleh : Ustadz Irfan S Awwas dan Tim Ahli Majelis Mujahidin (Arrahmah.com) - Pada mulanya adalah sebuah opini berjudul: “Membantah Penyesatan Irfan S Awwas yang disebarkan oleh Situs Arrahmah.com,” yang dipublikasikan di blog millahibrahim.wordpress.com. Penulis opini Abu Sulaiman Al-Arkhabily, tertanggal 2 Dzul Qa’dah 1434 H / 08 September 2013. Belakangan diketahui, Abu Sulaiman Al-Arkhabily adalah Aman Abdurrahman, nama asli Oman Rochman kelahiran Cimalaka Sumedang 5 Januari 1972. Sejak 2004, tercatat sebagai narapidana kasus teroris, dan dihukum 7 tahun penjara. Aman Abdurrahman dikenal oleh pengikutnya sebagai singa tauhid yang konsisten dan dengan tegas serta berani menentang sistem syirik demokrasi dan meluruskan syubhat-syubhat syirik demokrasi. Kini Aman diisolasi di penjara thaghut Kembang Kuning, Nusakambangan. Bagaimana seorang narapidana bisa mengirim tulisan dan menjadi komentator di sejumlah situs online, tidak jelas. Tapi alhamdulillah, dalam kondisi terzalimi masih dapat memublikasikan pikiran dan pemahamannya untuk dikonsumsi halayak ramai. Sebenarnya, kurang bijaksana menanggapi opini seorang pesakitan, berada di tempat yang serba terbatas, tertekan dan jauh dari informasi. Sebagai aktivis yang pernah merasakan getirnya penjara rezim Soeharto selama 13 tahun, tentu dapat memahami hal demikian. Sebagian pembaca menyarankan untuk tidak merespons, karena pemahamannya tentang demokrasi masih demokrasi primitif ala Yunani kuno. Sementara praktik demokrasi modern, bahkan mengadopsi ajaran agama sehingga ada yang berpikir: Jika musuh Islam menggunakan demokrasi untuk menghancurkan Islam, mengapa kita tidak menggunakan demokrasi untuk memenangkan Islam dan menistakan demokrasi sendiri? Tapi sebagian besar pembaca menyarankan untuk direspons sebagai penghargaan atas jerih payahnya memforsir pemikiran sekadar melabelkan tuduhan penyebar kesesatan pada Irfan S Awwas, dengan alasan: “Pandangan Majelis Mujahidin mengatakan demokrasi dibagi dua. Demokrasi sebagai ideologi dan demokrasi sebagai mekanisme. Kemudian pembelaan Irfan S Awwas terhadap keislaman dua musuh besar Islam yaitu Taufiq Kemas dan Megawati yang sangat anti Islam lagi pimpinan partai sekuler sosialis Marhaen (PDIP), di mana Irfan mengukuhkan keislaman keduanya sebagaimana yang dimuat oleh arrahmah.com dan bahkan Irfan S Awwas menyayangkan keluarga Taufiq Kemas yang tidak memberikan kesempatan tetangga menshalatkannya,” tulis Aman.

Nampak jelas, Aman Abdurrahman kesulitan membedakan antara prinsip dan strategi, antara ideologi dan cara; sebagaimana dia juga kebingungan mengimplementasikan antara tauhid dan ilmu tauhid, jihad dan fiqhul jihad. Karena itu, penting dijelaskan agar para penentang Syari’at Islam tidak mendiskreditkan Majelis Mujahidin menggunakan ilusi Aman Abdurrahman di atas. Begitupun, orang yang sepaham dengan Aman, tidak angkuh dan tidak merasa benar dalam kesesatan berpikir. Majelis Mujahidin tidak membagi demokrasi menjadi dua bagian, tapi meninjau demokrasi dari dua sudut pandang. Demokrasi sebagai ideologi dan demokrasi sebagai mekanisme perjuangan. Ketika demokrasi mengadopsi ajaran Islam dalam menjalankan misinya, dan mengklaimnya sebagai milik demokrasi, umat Islam harus cerdas melawannya. Umat Islam dapat menggembosi demokrasi, bahwa musyawarah bukan milik demokrasi. Memilih pemimpin melalui pemilihan umum, mengambil keputusan melalui voting, bukan milik demokrasi melainkan milik Islam yang dicuri demokrasi. Itulah strategi dan cara menaklukan lawan yang kita baca dalam fakta sejarah Islam. Maka hendaknya disadari, bahwa mengadili paham dan vonis sesat terhadap sesama Muslim berdasarkan persepsi atau pemahaman pribadi adalah kesesatan juga. Tuduhan sesat yang dialamatkan pada siapa saja yang berbeda pendapat dengannya, berangkat dari apriori dan gaya berfikir safsathah, yaitu menggunakan dalil-dalil agama secara manipulatif, membungkus kebathilan dengan Al-Qur’an dan Hadits disesuaikan dengan seleranya sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: (104) ‫علا‬ ً‫ن ا‬ ْ‫ص َم‬ ُ‫ن ْم‬ َ‫ننو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫ح ني‬ ْ‫ني َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ن لا‬ َ‫ِبنو لا‬ ُ‫سْم‬ َ‫ح لا‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫و ْم‬ َ‫يلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ُد َم‬ ّ‫ة ال ْن‬ ِ‫يلا ني‬ َ‫ح لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ي ْم‬ ُ‫ع ْم‬ ْ‫س َم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫ض مُه‬ َ‫ن لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫ ( امُه‬103) ‫ل‬ ً‫ملا ا‬ َ‫ع لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ َ‫رني لا‬ ِ‫س ني‬ َ‫خ لا‬ ْ‫ل َم‬ ْ‫بلا لاََم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ئ ْم‬ ُ‫ِب ْم‬ ّ‫ن كُئ‬ َ‫ن لا‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ه َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad, katakanlah: “Apakah Kami belum menjelaskan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi usahanya?” Orang-orang yang paling rugi usahanya adalah orang-orang yang selama hidup di dunia melakukan perbuatan sesat, tetapi mereka mengira bahwa yang dia lakukan itu perbuatan benar.” [Al Kahfi, 18: 103-104]

Ideologi Takfir
Sebagai institusi yang berorientasi ke arah penegakan Syari’at Islam di lembaga negara, maka sangat penting bagi Majelis Mujahidin untuk mengantisipasi penyebaran kesesatan berkedok dakwah tauhid oleh para ‘muwahhid’. Apologi sesat para penyebar kesesatan ini bukan sekadar wacana, tapi telah menjadi kiblat pemikiran sekaligus prilaku keagamaan yang mengundang permusuhan sesama gerakan Islam. Menggunakan kaidah takfir, ‘tidak mengafirkan orang kafir adalah kafir’ sebagai senjata menuding siapa saja yang tidak sepaham dengannya. Doktrin ashlul iman atau hal-hal yang dianggap pokok dalam iman, dijadikan alasan seenaknya mengafirkan orang lain. Darimana mereka mengadopsi kaidah takfir seperti itu, apakah dari qaul ulama atau implementasi perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Tidak seorangpun dari 4 imam mazhab dalam Islam yang mengafirkan seorang Muslim secara gegabah, bahkan tidak mengafirkan mereka yang meyakini Qur’an sebagai makhluk. Apalagi pada orang yang tidak pernah mengatakan

patutlah kita simak keterangan Ibnu Taimiyah ketika menafsirkan surah Al-Kautsar ayat terakhir. katakanlah: “Wahai kaum Yahudi. bahwa Abdullah bin Ubay yang sudah sangat dikenal oleh para sahabat sebagai munafiq. Seorang mufassir dari Mauritania.” [Al-Baqarah. namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya hanya mengelabui dirinya sendiri. Tuduhan kelompok penyebar kesesatan (pengkafir) terhadap sesama Muslim hanyalah apologi sesat dan menyesatkan orang-orang awam. Jika seorang Rasul saja tidak berani mengatakan Abdullah bin Ubay kafir sekalipun tanda-tandanya secara umum diketahui sahabat. namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menyatakan Abdullah bin Ubay bukan Muslim. Tampaknya. kaum Yahudi telah beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada kami.” Mereka menjawab: “Kami. 2: 9] Syeikh Asy-Syinqithi menjelaskan. Karena itu. jika kalian benar-benar beriman kepada kitab suci kalian?” [Al-Baqarah.” Kaum Yahudi kafir kepada Al-Qur’an. mengapa dahulu kalian membunuh para nabi Bani Israil. orang-orang munafik telah mendurhakai Allah dan mengelabui orang-orang beriman. maka kelompok ini tidak beda dengan kaum Yahudi dan Nasrani seperti yang tersebut pada firman Allah: َ‫يلا لا‬ ‫ء‬ َ‫ِب لا‬ ِ‫نني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ َ‫لنو لا‬ ُ‫تْم‬ ُ‫ق ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫م لا‬ َ‫ل لا‬ ِ‫فني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫م لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ل لا‬ ِ‫قلا ني‬ ً‫ُد ا‬ ّ‫ص كُئ‬ َ‫م لا‬ ُ‫ُق ْم‬ ّ‫ح ْن‬ َ‫ل لا‬ ْ‫نو ا َم‬ َ‫ه لا‬ ُ‫و ْم‬ َ‫ه لا‬ ُ‫ء ْم‬ َ‫را لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ف ْم‬ ُ‫ك ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ولا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ َ‫ل لا‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ُ‫م ْم‬ ِ‫ؤ ني‬ ْ‫ن َم‬ ُ‫لنوا ْم‬ ُ‫قلاْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ننوا ني‬ ُ‫م ْم‬ ِ‫م آ ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫قيل‬ ِ‫ذا ني‬ َ‫إ لا‬ ِ‫وني‬ َ‫لا‬ (91) ‫ن‬ َ‫ني لا‬ ِ‫م ني‬ ِ‫ؤ ني‬ ْ‫م َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ت َم‬ ُ‫ن ْم‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ن ْم‬ ْ‫إ َم‬ ِ‫ل ني‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫َلل ني‬ ِ‫ا ني‬ ّ‫مُه‬ “Wahai Bani Israil. Jika kelompok takfir ini berkeras kepala dengan pendiriannya yang menyimpang dari Al-Qur’an. padahal Al-Qur’an itu adalah kitab yang benar yang mengakui kebenaran kitab Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Sunnah Rasulullah dan para ulama salaf yang shalih. seolah-olah punya dalil dari Al-Qur’an dengan sederet omongan ulama tapi kosong dari hujjah yang shahih yang berasal dari praktek riil Rasulullah dan para sahabatnya. Sekadar seseorang beda pendapat dengan kita dalam urusan apapun tidak ada hak untuk mengafirkan yang bersangkutan. tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak gegabah. Manusia tidak punya otoritas memvonis kafir siapapun berdasarkan pemahaman atau persepsinya sendiri.demikian. tidak mengafirkan orang yang kalian anggap kafir. beliau berkata sebagai berikut: . tidak kafir. Al-Baqarah ayat 9: (9) ‫ن‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ع ْم‬ ُ‫ش ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫و لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫س ْم‬ َ‫ف لا‬ ُ‫أن ْم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ن ني‬ َ‫عنو لا‬ ُ‫ُد ْم‬ َ‫خ لا‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ننوا لا‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ن آ لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫وامُه‬ َ‫َلل لا‬ َ‫ن ا لا‬ ّ‫مُه‬ َ‫عنو لا‬ ُ‫د ْم‬ ِ‫خلا ني‬ َ‫ني لا‬ ُ‫ْم‬ “Dengan pernyataan semacam itu. Tapi tidak mengafirkan mereka yang dikatakan kafir oleh Allah dan Rasul-Nya adalah kafir. Wahai Muhammad. 2: 91] Untuk penjelasan tambahan. Syeikh Asy-Syinqithi ketika menafsirkan Qs. ingatlah ketika Allah berfirman: “Berimanlah kalian kepada Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Muhammad.

menghalalkan merampok harta orang yang bukan kelompoknya. Sekalipun Ahli Sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa orang yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk adalah kafir. padahal Al-Qur’an dan Hadits tidak menyatakan demikian. Setiap orang yang memusuhi Rasulullah akan mendapatkan bencana sebanding dengan sikap permusuhannya kepada beliau. Sekalipun demikian. Ada pula sikap permusuhan dan perolokannya lebih besar dari hal ini adalah orang yang mengingkari al-Qur’an dan menganggapnya sebagai kumpulan dongeng-dongeng masa lalu serta sihir. Misalnya. Maka orang semacam ini termasuk golongan yang memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. menghalalkan darah orang Islam di luar kelompoknya. ketika itu yang mengikuti pendapat golongan Jahmiyah dan mengajak manusia mengikuti pendapat mereka. Banyak penguasa. maka orang semacam ini termasuk musuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. kita dapat memahami bahwa orang yang mengikuti pendapat ulama atau syaikh sebagai pedoman dalam beragama dan mengabaikan Al-Qur’an atau Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Orang itu bersikap demikian karena rasa benci kepada sunnah Rasul dan menjauhinya. Orang tersebut bersikap demikian kepada Al-Qur’an dan Sunnah karena dia memusuhi Rasulullah. Golongan Jahmiyah mengkafirkan orang-orang yang tidak mengikuti pendapat mereka. beliau tidak pernah mengkafirkan oknum-oknum tertentu dari kelompok Jahmiyah ini. adalah termasuk golongan orang yang memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Imam Ahmad tetap bersikap kasih sayang terhadap para penguasa yang mengikuti pendapat mereka dan memohonkan ampun untuk mereka. Karena beliau menyadari bahwa mereka ini hanya sekedar menyalahi ajaran Rasulullah bukan mengingkari agama yang dibawa . Begitu juga orang yang mengatakan kita harus mendahulukan tauhid. Bahkan ada orang-orang yang melupakan ayat-ayat al-Qur’an yang dihafalnya tapi sibuk menghafal qaul fulan dan fulan. 16/527-528] Dari uraian Ibnu Taimiyah ini. Manakah sikap permusuhan kepada Rasulullah yang lebih besar dari sikap yang semacam itu? Begitu juga dengan orang yang lebih mengutamakan pendapat-pendapat orang lain dan ilmu pengetahuan manusia daripada Al-Qur’an dan Sunnah. Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah. Sikap semacam ini merupakan kebinasaan yang sangat besar. Sebab faham seperti ini bertentangan secara jelas dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. [Tafsir Surah Al-Kautsar. mengkafirkan orang Islam yang tidak sejalan dengan pendapatnya.Tanda dan ciri paling kuat orang yang memusuhi dan membenci sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seseorang yang ketika mendengar orang lain berhujjah dengan Sunnah Rasulullah ia bersikap menyepelekan dan menjauhi. bahkan menyiksa orang yang menolaknya. Mereka lebih mengutamakan qaul fulan dan fulan dengan mengabaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun mereka tidak pernah memvonis kafir terhadap nama-nama tertentu dari kelompok yang berfaham seperti ini. atau aqidah daripada syari’ah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Imam Ahmad mengkafirkan sekte Jahmiyah yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Sekalipun demikian.

Memvonis kafir secara umum itu dibolehkan. beliau berkata: . saya berpendapat kalian ini tidak dapat dikatakan sebagai orang kafir. Mereka hanya taqlid kepada orang-orang yang mereka ikuti. Contoh lain adalah sikap Imam Asy-Syafi’i terhadap Hafs Al-Fard yang menyatakan Al-Qur’an adalah makhluk. karena perkataan kalian itu merupakan ucapan kufur. para qadhi. Beliau berkata: Pendapat yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk adalah kufur. Mereka juga mengkafirkan rakyat yang beragama Islam karena ridha menerima hukum yang dijalankan . muncul setelah Jamal Abdul Naser meninggal tahun 1970. para syaikh dan penguasa-penguasa mereka. Jama’ah Takfir wal Hijrah mengkafirkan para penguasa tanpa peduli terhadap persyaratan pengkafiran orang Islam. Setelah bebas dia mengembangkan pemikirannya dan mendapatkan pengikut di tengah masyarakat Mesir pada umumnya dan kalangan kampus khususnya.” Ibnu Taimiyah menyampaikan pernyataanya di hadapan para ulama. Imam Ahmad dan mayoritas imam hanya berani menyebut secara umum tetapi tidak berani menunjuk orang tertentu sebagai kafir dari orang-orang yang mempunyai pendapat yang sesat. Apologi Penyebar Kesesatan Dalam catatan sejarah modern.oleh Rasulullah. Mereka dikafirkan lantaran tidak menjalankan hukum Allah. Tetapi Imam Syafi’i tidak menghukumi Hafs sebagai orang kafir karena pendapatnya itu. Pada masa rezim Abdul Naser dia dipenjarakan dari tahun 1965 sampai Jamal Abdul Naser meninggal. Sekalipun demikian. Di dalam tulisan-tulisannya Imam Syafi’i menyatakan dengan terus terang bahwa kesaksian pengikut hawa nafsu dan shalat di belakang mereka hukumnya sah. Dan pengkafiran itu tidak boleh dengan menyebutkan nama-nama tertentu. Sebab kalian mengikuti pendapat itu karena kebodohan. tentu beliau sudah membunuhnya. Sebab Imam Syafi’i tidak mendapatkan alasan yang kuat untuk mengkafirkan orang yang berpendapat demikian. tetapi salah. Kelompok ini mengikuti manhaj Khawarij dalam mengkafirkan orang Islam yang melakukan perbuatan maksiat. Jika Imam Syafi’i berpendapat orang semcam itu sudah murtad. Memvonis kafir seorang Muslim ada syarat dan parameter tertentu. didirikan oleh Musthafa Syukri atau Syukri Ahmad Musthafa. Ibnu Taimiyah sepakat dengan metode yang digunakan oleh para ulama ini. ‫ لنكم جهلال‬، ‫ وأنتم عنُدي ل تكفرون‬، ‫ لن ي أعلم أن قنولكم كفر‬، ‫ا‬ ً‫أنلا لنو وافقتكم كنت كلافرا‬ “Jika saya menyepakati pendapat kalian saya menjadi kafir. tetapi bila menyebut nama-nama tertentu haruslah memenuhi syarat dan patokannya yang shahih. ideologi takfir yang kemudian dikenal dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah di Mesir. Ketika beliau menghadapi cobaan berkaitan dengan pendapat golongan Jahmiyah yang beranggapan Allah itu menyatu dalam diri makhluk dan mengingkari keberadaan Allah di atas ‘Arsy. Para penguasa itu mengikuti penafsirannya sendiri. lahir tahun 1942 di Asiyuth.

Yusuf. termasuk group Aman Abdurrahman yang berkedok dakwah tauhid. Mereka mengambil sumber-sumber dan dalildalil yang berbeda dengan Ahli Sunnah wal Jama’ah. Dan ideologi takfir inilah yang menginspirasi sejumlah gerakan Islam yang muncul akhir-akhir ini di Indonesia. Ketika Anwar Sadat berkuasa Ali Shabri disingkirkan dan dipenjarakan. sehingga menimbulkan kemarahan rakyat Mesir. kekafiran dan lain sebagainya yang menyalahi manhaj Ahli Sunnah wal Jama’ah. Kelompok sosialis Mesir tidak dapat bergerak dengan benderanya sendiri. ayat ini digunakan oleh kelompok khawarij untuk menentang Khalifah Ali bin Abi Thalib yang menerima perjanjian damai dengan sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Untuk membenarkan prilaku kasar mereka itu. Ali Shabri menentang Anwar Sadat karena politiknya yang pro Barat dan AS. Mereka membuat patokan sendiri tentang keimanan. ‫نلا‬ َ‫لنو لا‬ ُ‫تْم‬ ِ‫قلا ني‬ َ‫ني لا‬ ُ‫تي ى ْم‬ ّ‫حمُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫تلا‬ ِ‫قلا ني‬ َ‫ن لا‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫ه‬ ُ‫م ْم‬ َ‫س لا‬ ْ‫هلا ا َم‬ َ‫في لا‬ ِ‫روا ني‬ ُ‫ك ْم‬ ُ‫ذ ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫لا‬ . Nampaknya. Jama’ah Takfir wal Hijrah kemudian berkolaborasi dengan seorang tokoh sosialis kiri yang dipimpin oleh Ali Shabri. apakah dhirar nama sebuah masjid ataukah fungsi masjid. Mereka juga mengkafirkan para ulama yang tidak mengkafirkan penguasa tersebut. Diriwayatkan dari Ali bahwa ketika beliau berdiri di atas mimbar di Kufah untuk berkhutbah. 12: 40 & 67] Di masa lalu. 6: 57.penguasanya. Hal ini mereka wujudkan dengan menjauhi masjid-masjid yang biasa digunakan kaum Muslimin karena dianggap sebagai tempat-tempat ibadah kaum jahiliyah (masjid dhirar).” Lalu Ali memutus khutbahnya kemudian menjawab: ِ‫ُد ا ني‬ ‫َلل‬ َ‫ج لا‬ ِ‫سلا ني‬ َ‫م لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫ن لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫نلا‬ َ‫ُدني لا‬ ِ‫ني ني‬ ْ‫أَم‬ َ‫ع لا‬ َ‫م لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ُدني ني‬ ِ‫ني ني‬ ْ‫أَم‬ َ‫ت لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ء لا‬ ِ‫ ي ني‬ ْ‫ف َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ن ا َم‬ ْ‫م َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ق ْم‬ ّ‫ح مُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫ن لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ثلا لا‬ ً‫ل ا‬ َ‫ث لا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ُد لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫ملا إ مُه‬ َ‫أ لا‬ َ‫ لا‬، ‫ل‬ ٌ ، ‫ط‬ ِ‫بلا ني‬ َ‫هلا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫د ني‬ ُ‫را ْم‬ َ‫ني لا‬ ُ‫ُق ْم‬ ّ ‫ح ُي‬ َ‫ة لا‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ل لا‬ ِ‫كني‬ َ‫لا‬ . karena kepentingan yang sama terjadi kolaborasi antara sosialis kiri pimpinan Ali Shabri dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah. lalu seorang khawarij di sudut masjid menyela: “Tidak ada hukum kecuali milik Allah. Jama’ah ini ditumpas habis setelah pembunuhan Sadat pada tahun 1981. Jama’ah inilah yang melakukan penyemprotan dengan bahan kimia terhadap perempuan yang tidak berjilbab. tapi berkoalisi dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah. Semasa pemerintahan Jamal Abdul Naser Ali Shabri merupakan tokoh pendukungnya. Jama’ah Takfir wal Hijrah berlindung di balik ayat: … ‫َلل‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫مُه‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫م ني‬ ُ‫ك ْم‬ ْ‫ح َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ن ا َم‬ ِ‫إ ني‬ ِ‫… ني‬ [Al-An'aam. baik secara fisik maupun mental. Mereka juga berusaha merusak masjid yang dianggap dhirar. Mereka juga secara ketat melakukan penerapan standar minimal bagi keislaman seseorang. Kemudian mereka mengasingkan diri dari masyarakat Islam yang dianggap jahiliyah. Padahal mereka tidak pernah bisa membedakan.

seorang hakim Muslim yang menghukumi pemabuk dengan hukuman 6 bulan penjara dikategorikan kafir karena tidak menghukumi dengan hukum cambuk (sesuai syari’ah) sebagaimana ayat ‫و من لم نيحكم بملا انزل اَلل‬.” (47) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫م ا َم‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ . hal. 16/102] Perhatikan.com. Mengapa di zaman sekarang masih ada kelompok yang begitu enteng mengkafirkan orang Islam. dan kami tidak akan memerangi mereka sebelum mereka memerangi kami. Pembagian iman seperti ini menjadi doktrin kelompok takfir mudah mengkafirkan orang Islam. seharusnya mereka mengambil pelajaran dari peristiwa di atas dan bertaubat dari kelancangannya selama ini. sehingga pelakunya dihukumi kafir (kafir mu’ayyan). zalim.“Kata-kata yang benar tetapi digunakan untuk tujuan yang bathil. iman al-wajib dan ashlul iman seperti yang dilakukan Abdul Qadir Abdul Aziz di dalam kitab “AlJami‘ Fi Thalabil ‘Ilmi Asy-Syarif” sama sekali tidak memiliki rujukan ulama salaf. Al-Qur’an mengelompokan manusia dengan predikat kafir. Khalifah sekaliber Ali saja tidak mengkafirkan golongan khawarij. Sengaja meninggalkan hukum Allah. Padahal. jazerabooks.” (45) ‫ن‬ َ‫منو لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫َظلاني‬ ّ‫م ال مُه‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫منَمْ لا‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ “Siapa saja yang tidak mau menetapkan hukuman setimpal dalam perkara pembunuhan dan penganiayaan sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. sebagaimana terjadi pada Jama’ah Takfir wal Hijrah di Mesir. (44) ‫ن‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ف ْم‬ ِ‫كلا ني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫م ا َم‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ “Siapa saja yang tidak mau menetapkan dan melaksanakan hukum sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. pembagian iman menjadi iman al-mustahab. Barangkali juga susupan dari kelompok Syi’ah. maka mereka itu adalah orang-orang zhalim. kaum Khawarij mempunya tiga pilihan yaitu: “Kami tidak akan menghalangi mereka untuk mendapatkan fai’ selama mereka turut berjuang bersama kami. karena mereka masih mau shalat. meninggalkan shalat. Qaidun Group. fasiq. Karena itu pembagian seperti ini adalah bid’ah. group Aman Abdurrahman juga digerakkan oleh keyakinan adanya kategorisasi iman. Menurut kami. 235-236. Mereka tidak kami larang untuk datang ke masjid-masjid Allah untuk berdzikir.” [Jami' Lathaif at-Tafsir. Kitab Tauhid Aqidah Ath-Thahawiyah tidak memperkenalkan pembagian yang dipopulerkan oleh Abdul Qadir itu. pernyataan Khalifah Ali bin Abi Thalib terhadap golongan khawarij. Abdul Qadir mengatakan bahwa. mencela Allah dan Rasul-Nya termasuk keluar dari ashlul iman (pokok-pokok iman). Pernyataan ini dapat dibaca dalam kitab terjemahan serial Al-Jami‘ Fi Thalabil ‘Ilmi Asy-Syarif ”Iman dan Kufur”. yang masih mengucapkan kalimat syahadat dan shalat? Jika mereka tidak sombong dengan paham sesatnya. Selain terinspirasi dengan ideologi takfir. Misalnya. mereka itu adalah orang-orang kafir.

“ [Al-Maaidah.“Siapa saja yang tidak mau melaksanakan hukum sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. Sebagian besar manusia itu benar-benar durhaka kepada Allah. tetapi hanya menetapkan sebagai orang fasik.‫ر‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫ن ال مُه‬ َ‫م لا‬ ِ‫ه ني‬ ُ‫ُد ْم‬ َ‫ع لا‬ َ‫ق لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫أ لا‬ ْ‫نو َم‬ ّ‫ِب مُه‬ َ‫تلا‬ َ‫ي لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ف َم‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫ر ني‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫غ َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ِ‫رآ ني‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Siapa yang berbicara tentang Al-Qur’an tanpa ilmu hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka. wajib memperhatikan ayat di bawah ini: ْ‫أ َم‬ ‫ن‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ُد ا ْم‬ ّ‫مُه‬ ُ‫رني ْم‬ ِ‫ني ني‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ ْ‫فلا َم‬ َ‫نوا لا‬ ْ‫ل َم‬ ّ‫نومُه‬ َ‫ت لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫إ َم‬ ِ‫فني‬ َ‫ك لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫إلا‬ ِ‫َلل ني‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ض لا‬ ِ‫ع ني‬ ْ‫ب َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ع َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ننو لا‬ ُ‫ت ْم‬ ِ‫ف ني‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ر ْم‬ ْ‫ذ َم‬ َ‫ح لا‬ ْ‫وا َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ء ْم‬ َ‫نوا لا‬ َ‫ه لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ع لا‬ ْ‫ِب َم‬ ِ‫تني‬ ّ‫ت مُه‬ َ‫ل لا‬ َ‫و لا‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ب َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ن ا َم‬ ِ‫أ ني‬ َ‫ولا‬ َ‫لا‬ (49) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫س لا‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫ن ال مُه‬ َ‫م لا‬ ِ‫را ني‬ ً‫ثي ا‬ ِ‫ك ني‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫وني‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ب ني‬ ِ‫ننو ني‬ ُ‫ذ ْم‬ ُ‫ض ْم‬ ِ‫ع ني‬ ْ‫ِب َم‬ َ‫بلا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ِب ْم‬ َ‫صيلا‬ ِ‫ني ني‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.‫أ‬ َ‫طلا‬ َ‫خ لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ف لا‬ َ‫ب لا‬ َ‫صلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫ف لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ني ني‬ ِ‫أني‬ ْ‫ر َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫رآ لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ر ا َم‬ َ‫س لا‬ ّ‫ف مُه‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Barang siapa menafsirkan Al-Qur’an dengan pikirannya semata sekalipun benar tetap salah. hendaklah kamu mengadili perkara kaum Yahudi dan Nasrani dengan syari’at yang Allah turunkan dalam Al-Qur’an. Jika mereka meninggalkan sebagian syari’at itu. mereka itulah orang-orang yang durhaka kepada Allah. sebagian besar kaum Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang durhaka terhadap agama kalian.“ [Al-Maaidah. 4: 59] Pada dua ayat di atas. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya kamu tidak terpedaya oleh mereka. atau merasa lebih berhak memvonis seseorang kafir daripada Allah sendiri? Mereka yang berbuat demikian mendapatkan peringatan keras dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seperti sabdanya berikut ini: . 4: 49] (59) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫م لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫ث لا‬ َ‫ك لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ولا‬ َ‫ل لا‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫إلا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫َلل لا‬ ِ‫بلا ني‬ ّ‫مُه‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫م مُه‬ َ‫ن آ لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫م مُه‬ ِ‫ن ني‬ َ‫منو لا‬ ُ‫ق ْم‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫ت َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ه َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫تلا ني‬ َ‫ك لا‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ل ا َم‬ َ‫ه لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫نيلا لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad. ketahuilah bahwa Allah berkehendak menimpakan adzab kepada mereka karena dosa-dosa mereka. 45 & 47] Orang-orang yang menggunakan tiga ayat di atas secara apriori sebagai dalil untuk mengkafirkan orang lain yang tidak sependapat dengan pahamnya yang sesat.” Dan Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: .” . sehingga kamu meninggalkan sebagian syari’at yang Allah turunkan kepadamu. Oleh karena itu.” [Al-Maaidah. kaum muslim karena kami beriman kepada Allah dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada kami serta beriman kepada Taurat dan Injil yang diturunkan kepada nabi-nabi dahulu?” Wahai kaum mukmin. katakanlah kepada kaum Yahudi dan Nasrani: “Apakah kalian dendam kepada kami. Allah tidak menghukumi kafir orang-orang yang tidak menjalankan hukum-Nya. orang-orang yang dengan gegabah menafsirkan sesuai selera hawa nafsunya apakah mereka merasa lebih pintar dari Allah. 5: 44.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan haji Tamattu’ tetapi Urwah bin Zubair mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang melakukan haji Tamattu’. dengan dalil yang pasti bukan berdasar perkataan fulan. Barangsiapa yang sudah Allah dan RasulNya tetapkan kekafirannya. Apa yang disebarluaskan group Amaniyun. tetapi dia mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang yang demikian itu. menentang atau menolak perbuatan Nabi dengan berdalih pada pendapat Abu Bakar atau Umar adalah perbuatan yang menghancurkan Islam. Al-Kafiyah Asy-Syafiyah fil Intishar lil Firqah An-Najiyah. Lalu Ibnu Abbas berkata: . 1/161: ِ‫ل ني‬ ‫ن‬ َ‫ف لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫نو ني‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ْمُ لا‬ ‫ِبت‬ ِ‫ثني‬ ْ‫ني َم‬ ُ‫ِص ْم‬ ّ‫ن كُئ‬ ّ‫بلال مُه‬ ِ‫ه *** ني‬ ِ‫ل ني‬ ِ‫نوني‬ ْ‫س َم‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫م لا‬ ّ‫ث مُه‬ ُ‫َلل ْم‬ ِ‫ُق ا ني‬ ّ‫ح ْن‬ َ‫ر لا‬ ُ‫ف ْم‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ا َم‬ َ‫لا‬ ِ‫را ني‬ ‫ن‬ َ‫ف لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫و ا َم‬ ْ‫ذ َم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ذا لا‬ َ‫ف لا‬ َ‫ه لا‬ ُ‫را ْم‬ َ‫ف لا‬ ّ‫ك مُه‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ه *** لا‬ ُ‫ُد ْم‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫عَم‬ َ‫و لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫علالا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ب ا َم‬ ّ‫ر ْن‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ Memvonis seseorang itu kafir hanyalah hak Allah kemudian Rasul-Nya. .” [HR. Ibnu Abbas mengingatkan agar orang tidak mengambil omongan ulama dengan meninggalkan ketetapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti kisah di bawah ini: Kata Ibnu Abbas. keterangan Rasul dan praktik sahabat.” [Tafsir Ats-Tsauri. 5/228] Maksud Ibnu Abbas. Aku mengatakan Nabi berbuat demikian.. ‫ني ي‬ ِ‫أني‬ ْ‫ر َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ِ‫رآ ني‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫نو ْم‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ لا‬، ‫ن ي‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫قْن‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ض ْم‬ ٍ ‫ر ت‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ي لا‬ ّ‫أ ْن‬ َ‫ولا‬ َ‫ لا‬،‫ن ي‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫َظْن‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ت ٍ ْم‬ ‫ملاء‬ َ‫س لا‬ َ‫ي لا‬ ّ‫أ ْن‬ َ‫لا‬ “Langit mana yang akan menaungi aku dan bumi mana yang akan aku jadikan tempat berpijak jika aku menafsirkan Al-Qur’an dengan pikiranku semata-mata. tidak pernah dilakukan oleh Nabi ataupun sahabat kecuali Muslim yang bersangkutan jelas-jelas kafir kepada Islam seperti Musailamah AlKadzdzab. Al-Quran harus dipahami berdasarkan keterangan Qur’an sendiri. mereka itulah yang disebut kafir. Ahmad. kecuali membawa qaul ulama. siapapun tidak boleh berpendapat atau berbuat sesuatu yang menyalahi Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.‫ر‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ع لا‬ ُ‫و ْم‬ َ‫ر لا‬ ٍ ‫ك ت‬ ْ‫ب َم‬ َ‫بنو لا‬ ُ‫أ ْم‬ َ‫هي ى لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ لا‬: ‫ل‬ ُ‫قنو ْم‬ ُ‫ني ْم‬ َ‫ولا‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ َ‫ل لا‬ ّ‫سمُه‬ َ‫و لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫لي ى ا ْم‬ ّ‫صمُه‬ َ‫ ي لا‬ ّ‫ِب ْن‬ ِ‫نني‬ ّ‫ل ال مُه‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ لا‬: ‫ل‬ ُ‫قنو ْم‬ ُ‫أ ْم‬ َ‫ لا‬، ‫ن‬ َ‫كنو لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫هني‬ ْ‫ي َم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫مس‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫را ْم‬ َ‫أ لا‬ َ‫لا‬ “Orang-orang itu akan binasa. Dalam hal mengkafirkan seorang Muslim. Ibnul Qayyim menyatakan pada kitab Al-Qashidah An-Nuniyah. Oleh karena itu. Lalu Ibnu Abbas menjawab: Apa kata Urwah? Orang itu berkata: Abu Bakar dan Umar melarang melakukan haji Tamattu’. 1/6] Imam Ahmad memfatwakan orang yang menafsirkan Qur’an dengan pikirannya sendiri maka dia sesat. tidak satupun menyebutkan praktik rasul tentang ayat itu.

hancurnya umat-umat sebelum kalian. dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala dapat mendewasakan dan meningkatkan kualitas pemahaman mereka. Ahmad] Khalifah ‘Umar bin Khaththab berkata: َ‫م لا‬ ‫ن‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫ف َم‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ب لا‬ َ‫ه لا‬ َ‫ذ لا‬ َ‫و لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫ر لا‬ ِ‫د ني‬ ُ‫تي ى ْم‬ ّ‫حمُه‬ َ‫ل لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ج َم‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫ل َم‬ ْ‫وا نيَِم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫راة‬ َ‫نو لا‬ ْ‫ت َم‬ ّ‫كنوا ال مُه‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫ت لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ت ني‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ق لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫ولا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ئ ني‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫علا‬ ُ‫ب ْم‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ك ْم‬ ُ‫لي ى ْم‬ َ‫علا‬ َ‫نوا لا‬ ْ‫ل َم‬ ُ‫ِبْم‬ َ‫قلا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ِبلا‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ل لا‬ َ‫هلا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ني‬ . [HR. (6) ‫ة‬ ِ‫ني ني‬ ّ‫ر مُه‬ ِ‫ِب ني‬ َ‫للا‬ ْ‫ر ا َم‬ ّ‫ش ْن‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫هلا ْم‬ َ‫في لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫ُدني لا‬ ِ‫ل ني‬ ِ‫خلاني‬ َ‫م لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫ه مُه‬ َ‫ج لا‬ َ‫ر لا‬ ِ‫نلا ني‬ َ‫ف ي لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫كي لا‬ ِ‫ر ني‬ ِ‫ش ني‬ ْ‫م َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫وا َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫تلا ني‬ َ‫ك لا‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ل ا َم‬ ِ‫ه ني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫روا ني‬ ُ‫ف ْم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫ن امُه‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ني‬ “Orang-orang kafir dari kaum Yahudi.Yang tegas disebut kafir oleh Allah adalah kaum Yahudi. karena mereka sibuk membaca kitab-kitab ulama dan pastur mereka. maka perkataan kafirnya itu bisa jadi mengenai lawannya atau kembali kepada dirinya. berangkat dari berfikir safsathah. membantah pemikiran yang berbeda dan hanya membenarkan paham sendiri.‫م‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ا َم‬ Wahai kaum muslim. Sedangkan orang yang masih mengakui dua kalimat syahadat. kaum Nasrani. lalu kalian ikuti omonganomongan ulama. bukan mencari sensasi dengan mengorek aib orang lain. Wallahu a’lam bis shawab… . Mereka adalah manusia yang paling jahat. Mereka kekal di dalamnya. Karena hancurnya umat-umat beragama sebelum kalian disebabkan mereka mengikuti omongan para pendeta mereka dan meninggalkan Kitabullah. sehingga ilmu yang ada pada kedua Kitab ini lenyap. Semoga ujian penjara. Abu Nashr] Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan berkata: . janganlah kalian tinggalkan Al-Qur’an.” [Al-Bayyinah. puasa. yaitu memanipulasi dalil-dalil agama. Sikap apriori dan buruk sangka yang selama ini membelenggu pemahaman kelompok takfiriyun Aman Abdurrahman. membungkus kebathilan dengan Al-Qur’an dan Hadits disesuaikan dengan seleranya sendiri. tetapi meninggalkan Taurat dan Injil. ‫ملا‬ َ‫ه لا‬ ُ‫ُد ْم‬ ُ‫ح ْم‬ َ‫أ لا‬ َ‫هلا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ء ني‬ َ‫بلا لا‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ف لا‬ َ‫ لا‬، ‫ر‬ ُ‫ف ْم‬ ِ‫كلا ني‬ َ‫نيلا لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫خي ني‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Siapa yang memanggil sesama muslim: Wahai orang kafir. melakukan shalat. 98: 6] Rasulullah mengingatkan dengan keras kepada setiap muslim dengan sabdanya: . ‫َلل‬ ِ‫ب ا ني‬ َ‫تلا لا‬ َ‫ك لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ك ني‬ ِ‫ر ني‬ ْ‫ت َم‬ َ‫و لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ت ني‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ق لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫لاَ لا‬ ‫نوال‬ َ‫ق لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ذ ني‬ ِ‫خ ني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ِبلا‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ل لا‬ َ‫هلا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ لا‬، ‫ء‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫علا‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ل ا َم‬ َ‫نوا لا‬ َ‫ق لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫وا لا‬ ْ‫ذ َم‬ ُ‫خ ْم‬ ُ‫أ ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫و لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫رآ لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫كنوا ا َم‬ ُ‫ر ْم‬ ُ‫ت ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫لا‬ Wahai kaum muslim. dan kaum musyrik benar-benar akan masuk neraka Jahanam.” [HR. Nasrani dan kaum musyrik. sehingga tidak gampang mengadili dan memvonis saudara Muslim berdasarkan ilusi dan persepsi sendiri. zakat dan haji tidak boleh kita vonis sebagai orang kafir. Energi keshalihan setiap Mujahid mestinya disinergikan untuk melawan musuh Islam.

html#sthash." (QS Al Hajj:38) apakah MMI tidak menganggap demokrasi sebagai dien ??? jika tidak.. bermain dengan logika idealis tidak lah sependek itu. berarti tidak akan pernah ketemu benang merah antara MMI dan Ustad Amman Abdurahman. 12 September 2013 (Ukasyah/majelismujahidin. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap Khawwan lagi Kafur.AsFWUqVA.See more at: http://www. yah sama aja seperti para caleg yg mengumbar janji sana sini.com/kajian-islam/apologi-sesat-penyebarkesesatan.arrahmah.com/arrahmah.dpuf • 14 komentar ash_shaff • 4 jam yang lalu kenapa balasan dari MMI seolah seperti gelisah yah ^_^ demokrasi yg dibicarakan oleh MMI adalah tentang penerapannya saja bukan dasar2 demokrasi yg bener2 bertentangan dengan islam !! kalo melihat demokarsi dari sudut pandang penerapannya saja. tentu kita sebagai muslim pasti akan menentang demokrasi. kecuali . yah sudah.SLSEm9Ou...Jogjakarta. apa tujuan dari penciptaan segala itu.. Maha benar Allah dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. tampaknya MMI sudah mulai ditinggal Allah. biar adil ! apa itu demokrasi?? siapa yg membuat demokrasi?? apa tujuan demokrasi?? kalo kita mau melihat ke dasar.com) .. Jay ash_shaff • 3 jam yang lalu hehe. ibaratnya memainkan permainan segala ciptaan kaum kuffar itu di jaman penuh fitnah ini. pun juga tanpa mempertanyakan siapa yang menciptakan segala itu. tetapi ga ada bukti ! kalo kita berbicara tentang demokrasi kita harus kembali ke dasar dulu dunk. mungkin karna sudah terdapat khawwan lagi kafur.

Rasulullah mengajarkan itu.dalam hal ibadah mahdah tentunya.    • .. ash_shaff Jay • 2 jam yang lalu   if you can't beat them. you join them !! begitu yah maksudnya ??       1 • Balas • Bagikan ›     Jay ash_shaff • 2 jam yang lalu   no. if we can't beat them. ada pula masanya Jihad. let's unite!! ada masa perjuangan Siyasah. namun memahami mekanisme yg terjadi itulah idealisme yang cerdas menurut saya.

Ane mohon untuk bersatu..       • Balas • Bagikan ›    • abigjasmine .. Di Jember udah mulai tu testing the water by syiah....... sekarang saat nya bersatu toh yahudi + nasoro + ateis + syiah sudah mulai bersatu untuk menghantam Islam.   Balas • Bagikan ›     mat ridon Jay • 2 jam yang lalu   betul sekali..

• 3 jam yang lalu o o ust irfan sendiri tidak mensertakan nash syar'i. sunnatullah Dien ini akan kembali masa jayanya sesuai nubuah..takfir 'aam . “Setuju atau tidak setuju toh itu sudah berjalan".kekafiran karena pekerjaan yg tidak berhukum syariat tidak langsung menjadikan takfir tak'yin pribadinya.sikap ghuluw dlm mentakfir secara berlebihan tidak bisa dilakukan tanpa melihat udzur kebodohan dsb. Syariah itu mutlak adanya.? kalo cuma sekedar pendapat MMI... maaf 'ego'.yg menguatkan hujjahnya yg membolehkan demokrasi sebagai mekanisme. Wallahu'alam  ..tentu saja setiap orang bisa berpendpat. Ketika membicarakan demokrasi bukan lagi pada tataran wilayah setuju atau tidak setuju. o o o o o o 2 • Balas • Bagikan ›    o Jay abigjasmine • 3 jam yang lalu   sependek yang saya pahami beliau pun tidak secara tegas membolehkan demokrasi sebagai mekanisme. Dan untuk mencapai itu diperlukan kecerdasan umat. bukan saat ini berbicara pada tataran .. mengenai takfir agak sepakat dgn ust irfan..tapi apakah ada dasarnya yg syar'i atau tidak.

bukan lagi sekedar ego.kl berdasarkan penafsiran.bicara syariat itu bukan menurut saya.pandangan si fulan dsb.menurut antum.syubhat sebaiknya ditinggalkan.hitam dan putih itu jelas.melainkan landasan syar'i.) artinya syubhat.abu abu.bahkan hawa nafsu.       • Balas • Bagikan ›    .     • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 3 jam yang lalu   tidak secara tegas membolehkan demokrasi sebagai mekanisme.siapapun bisa menafsirkan sesukanya.

      • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 2 jam yang lalu  .. jihad dan fiqhul jihad. Jay abigjasmine • 3 jam yang lalu   negara berlandaskan syariah itu bukan menurut saya mas. dalil & hujjah? saya kutip lagi diatas : Ketika membicarakan demokrasi bukan lagi pada tataran wilayah setuju atau tidak setuju. “Setuju atau tidak setuju toh itu sudah berjalan". hehe bukan pula penafsiran hawa nafsu saya... antara ideologi dan cara. Lantas apakah kita hanya berdiam diri terus berkutat pada tatanan setuju & tidak setuju. Hanya saja saya katakan sudah sunnatullah dimana saat ini kaum yahudi nashara lah yang menguasai dunia. antara tauhid dan ilmu tauhid... namun itu perintah Allah & Rasulullah yang menerapkan itu ribuan tahun lalu. Bedakan antara prinsip dan strategi. & nubuah itu akan datang manakala umat ini bersatu memperjuangkan itu..

...sama sekali bukan diam. Natsir serta pendahulu2nya. landasan dalil & hujjah.menerima nasib.gimana mau negakin syariat tidak dgn cara yg disyariatkan?bukankah lebih selamat berjuang sesuai sunah nabi?terus mengatakan yg benar itu benar dan bersabar. boleh tidak boleh.       • Balas • Bagikan ›     Jay abigjasmine • sejam yang lalu   Sekali lagi. niscaya sia2 perjuangan M.bergerak menuju manhaj kenabian. niscaya perang pemikiran dahsyat dunia saat ini akan sulit dimenangkan umat ini.lihatlah pejuang syariah seluruh dunia skrg ini. Lalu dimanakah kita? dimana? miris. niscaya palestina mungkin tidak akan masih berdiri tegak setidaknya hingga saat ini (hamas). tujuan tidak lantas menghalalkan segala cara. jika masih & terus menerus berkutat dengan bermain dalam tataran setuju tidak setuju. niscaya larangan jilbab masih akan terus bergaung (turki)..sm sekali beda dgn berdiam diri.

. yg siyasah..Saya sudahi dulu diskusi ini.. semua sudah ada jalannya masing2.       • Balas • Bagikan ›   . terima kasih tanggapannya.       • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 27 menit yang lalu   wa anta fa jazakallah khair. InsyaAllah satu tujuan tegaknya Dien ini. serta yang sudah pada tingkatan jihad sudah pada jalannya sendiri2. yg tholabul ilmi silahkan di relnya sendiri.

biasakan dahulukan Allah dan RasulNya. sebenernya hanya ini yg ingin saya sampaikan kepada MMI. terus ga usah ngungkit2 pernah di penjara selama 13th oleh rezim soeharto. beliau selalu mendahulukan Allah dan RasulNya.  ash_shaff Jay • 22 menit yang lalu   saya mengerti maksud kamu. coba tolong kalo menulis sesuatu atau artikel. maaf sebelum diskusi ini di tutup saya ingin menegur kalian (MMI). jadi saya berfikir kalo MMI mendahulukan emosi. saya menganggap itu sebagai sebuah keluhan anak2 yg ingin meminta perhatian dari orang2 dewasa. tapi apa kamu juga tidak berpikir bahwa ustad amman juga sedang melakukan perlawanan. coba bandingkan dengan tulisan ustad amman di situs milah imbrahim. wallahualam       • Balas • Bagikan › . walau dengan caranya sendiri ! lalu jangan kalian menganggap bahwa yg bergerak saat ini hanya kalian saja.

... Allah Al-Musta’aan wa ilahil mustakaa (Allah tempat meminta pertolongan dan keluhan dari kerusakan penduduk zaman sekarang) .. 45 & 47 saja. Coba QS An Nissa [4] ayat 60 serta korelasinya dengan QS Al Ahzaab [33] ayat 66 s/d 68 Serta keutamaan Jihad di QS At Taubah [9] dan banyak lagi dalil Qothi lainnya.   • Al Fakir • 2 jam yang lalu o o Akh..karim kenapa hanya berdalil dengan QS Al Maidah [5] ayat 44..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful