Jawaban Irfan S.

Awwas Thd Tulisan Aman Apologi sesat para penyebar kesesatan
Oleh : Ustadz Irfan S Awwas dan Tim Ahli Majelis Mujahidin (Arrahmah.com) - Pada mulanya adalah sebuah opini berjudul: “Membantah Penyesatan Irfan S Awwas yang disebarkan oleh Situs Arrahmah.com,” yang dipublikasikan di blog millahibrahim.wordpress.com. Penulis opini Abu Sulaiman Al-Arkhabily, tertanggal 2 Dzul Qa’dah 1434 H / 08 September 2013. Belakangan diketahui, Abu Sulaiman Al-Arkhabily adalah Aman Abdurrahman, nama asli Oman Rochman kelahiran Cimalaka Sumedang 5 Januari 1972. Sejak 2004, tercatat sebagai narapidana kasus teroris, dan dihukum 7 tahun penjara. Aman Abdurrahman dikenal oleh pengikutnya sebagai singa tauhid yang konsisten dan dengan tegas serta berani menentang sistem syirik demokrasi dan meluruskan syubhat-syubhat syirik demokrasi. Kini Aman diisolasi di penjara thaghut Kembang Kuning, Nusakambangan. Bagaimana seorang narapidana bisa mengirim tulisan dan menjadi komentator di sejumlah situs online, tidak jelas. Tapi alhamdulillah, dalam kondisi terzalimi masih dapat memublikasikan pikiran dan pemahamannya untuk dikonsumsi halayak ramai. Sebenarnya, kurang bijaksana menanggapi opini seorang pesakitan, berada di tempat yang serba terbatas, tertekan dan jauh dari informasi. Sebagai aktivis yang pernah merasakan getirnya penjara rezim Soeharto selama 13 tahun, tentu dapat memahami hal demikian. Sebagian pembaca menyarankan untuk tidak merespons, karena pemahamannya tentang demokrasi masih demokrasi primitif ala Yunani kuno. Sementara praktik demokrasi modern, bahkan mengadopsi ajaran agama sehingga ada yang berpikir: Jika musuh Islam menggunakan demokrasi untuk menghancurkan Islam, mengapa kita tidak menggunakan demokrasi untuk memenangkan Islam dan menistakan demokrasi sendiri? Tapi sebagian besar pembaca menyarankan untuk direspons sebagai penghargaan atas jerih payahnya memforsir pemikiran sekadar melabelkan tuduhan penyebar kesesatan pada Irfan S Awwas, dengan alasan: “Pandangan Majelis Mujahidin mengatakan demokrasi dibagi dua. Demokrasi sebagai ideologi dan demokrasi sebagai mekanisme. Kemudian pembelaan Irfan S Awwas terhadap keislaman dua musuh besar Islam yaitu Taufiq Kemas dan Megawati yang sangat anti Islam lagi pimpinan partai sekuler sosialis Marhaen (PDIP), di mana Irfan mengukuhkan keislaman keduanya sebagaimana yang dimuat oleh arrahmah.com dan bahkan Irfan S Awwas menyayangkan keluarga Taufiq Kemas yang tidak memberikan kesempatan tetangga menshalatkannya,” tulis Aman.

Nampak jelas, Aman Abdurrahman kesulitan membedakan antara prinsip dan strategi, antara ideologi dan cara; sebagaimana dia juga kebingungan mengimplementasikan antara tauhid dan ilmu tauhid, jihad dan fiqhul jihad. Karena itu, penting dijelaskan agar para penentang Syari’at Islam tidak mendiskreditkan Majelis Mujahidin menggunakan ilusi Aman Abdurrahman di atas. Begitupun, orang yang sepaham dengan Aman, tidak angkuh dan tidak merasa benar dalam kesesatan berpikir. Majelis Mujahidin tidak membagi demokrasi menjadi dua bagian, tapi meninjau demokrasi dari dua sudut pandang. Demokrasi sebagai ideologi dan demokrasi sebagai mekanisme perjuangan. Ketika demokrasi mengadopsi ajaran Islam dalam menjalankan misinya, dan mengklaimnya sebagai milik demokrasi, umat Islam harus cerdas melawannya. Umat Islam dapat menggembosi demokrasi, bahwa musyawarah bukan milik demokrasi. Memilih pemimpin melalui pemilihan umum, mengambil keputusan melalui voting, bukan milik demokrasi melainkan milik Islam yang dicuri demokrasi. Itulah strategi dan cara menaklukan lawan yang kita baca dalam fakta sejarah Islam. Maka hendaknya disadari, bahwa mengadili paham dan vonis sesat terhadap sesama Muslim berdasarkan persepsi atau pemahaman pribadi adalah kesesatan juga. Tuduhan sesat yang dialamatkan pada siapa saja yang berbeda pendapat dengannya, berangkat dari apriori dan gaya berfikir safsathah, yaitu menggunakan dalil-dalil agama secara manipulatif, membungkus kebathilan dengan Al-Qur’an dan Hadits disesuaikan dengan seleranya sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: (104) ‫علا‬ ً‫ن ا‬ ْ‫ص َم‬ ُ‫ن ْم‬ َ‫ننو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫ح ني‬ ْ‫ني َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ن لا‬ َ‫ِبنو لا‬ ُ‫سْم‬ َ‫ح لا‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫و ْم‬ َ‫يلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ُد َم‬ ّ‫ة ال ْن‬ ِ‫يلا ني‬ َ‫ح لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ي ْم‬ ُ‫ع ْم‬ ْ‫س َم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫ض مُه‬ َ‫ن لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫ ( امُه‬103) ‫ل‬ ً‫ملا ا‬ َ‫ع لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ َ‫رني لا‬ ِ‫س ني‬ َ‫خ لا‬ ْ‫ل َم‬ ْ‫بلا لاََم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ئ ْم‬ ُ‫ِب ْم‬ ّ‫ن كُئ‬ َ‫ن لا‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ه َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad, katakanlah: “Apakah Kami belum menjelaskan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi usahanya?” Orang-orang yang paling rugi usahanya adalah orang-orang yang selama hidup di dunia melakukan perbuatan sesat, tetapi mereka mengira bahwa yang dia lakukan itu perbuatan benar.” [Al Kahfi, 18: 103-104]

Ideologi Takfir
Sebagai institusi yang berorientasi ke arah penegakan Syari’at Islam di lembaga negara, maka sangat penting bagi Majelis Mujahidin untuk mengantisipasi penyebaran kesesatan berkedok dakwah tauhid oleh para ‘muwahhid’. Apologi sesat para penyebar kesesatan ini bukan sekadar wacana, tapi telah menjadi kiblat pemikiran sekaligus prilaku keagamaan yang mengundang permusuhan sesama gerakan Islam. Menggunakan kaidah takfir, ‘tidak mengafirkan orang kafir adalah kafir’ sebagai senjata menuding siapa saja yang tidak sepaham dengannya. Doktrin ashlul iman atau hal-hal yang dianggap pokok dalam iman, dijadikan alasan seenaknya mengafirkan orang lain. Darimana mereka mengadopsi kaidah takfir seperti itu, apakah dari qaul ulama atau implementasi perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Tidak seorangpun dari 4 imam mazhab dalam Islam yang mengafirkan seorang Muslim secara gegabah, bahkan tidak mengafirkan mereka yang meyakini Qur’an sebagai makhluk. Apalagi pada orang yang tidak pernah mengatakan

mengapa dahulu kalian membunuh para nabi Bani Israil. Manusia tidak punya otoritas memvonis kafir siapapun berdasarkan pemahaman atau persepsinya sendiri. ingatlah ketika Allah berfirman: “Berimanlah kalian kepada Al-Qur’an yang telah Allah turunkan kepada Muhammad. tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak gegabah. Jika kelompok takfir ini berkeras kepala dengan pendiriannya yang menyimpang dari Al-Qur’an. patutlah kita simak keterangan Ibnu Taimiyah ketika menafsirkan surah Al-Kautsar ayat terakhir.” Mereka menjawab: “Kami. 2: 91] Untuk penjelasan tambahan. seolah-olah punya dalil dari Al-Qur’an dengan sederet omongan ulama tapi kosong dari hujjah yang shahih yang berasal dari praktek riil Rasulullah dan para sahabatnya.demikian. Tapi tidak mengafirkan mereka yang dikatakan kafir oleh Allah dan Rasul-Nya adalah kafir. maka kelompok ini tidak beda dengan kaum Yahudi dan Nasrani seperti yang tersebut pada firman Allah: َ‫يلا لا‬ ‫ء‬ َ‫ِب لا‬ ِ‫نني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ َ‫لنو لا‬ ُ‫تْم‬ ُ‫ق ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫م لا‬ َ‫ل لا‬ ِ‫فني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫م لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ل لا‬ ِ‫قلا ني‬ ً‫ُد ا‬ ّ‫ص كُئ‬ َ‫م لا‬ ُ‫ُق ْم‬ ّ‫ح ْن‬ َ‫ل لا‬ ْ‫نو ا َم‬ َ‫ه لا‬ ُ‫و ْم‬ َ‫ه لا‬ ُ‫ء ْم‬ َ‫را لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ف ْم‬ ُ‫ك ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ولا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ َ‫ل لا‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ُ‫م ْم‬ ِ‫ؤ ني‬ ْ‫ن َم‬ ُ‫لنوا ْم‬ ُ‫قلاْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ننوا ني‬ ُ‫م ْم‬ ِ‫م آ ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫قيل‬ ِ‫ذا ني‬ َ‫إ لا‬ ِ‫وني‬ َ‫لا‬ (91) ‫ن‬ َ‫ني لا‬ ِ‫م ني‬ ِ‫ؤ ني‬ ْ‫م َم‬ ُ‫م ْم‬ ْ‫ت َم‬ ُ‫ن ْم‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ن ْم‬ ْ‫إ َم‬ ِ‫ل ني‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫َلل ني‬ ِ‫ا ني‬ ّ‫مُه‬ “Wahai Bani Israil. Sunnah Rasulullah dan para ulama salaf yang shalih. jika kalian benar-benar beriman kepada kitab suci kalian?” [Al-Baqarah. Seorang mufassir dari Mauritania. Sekadar seseorang beda pendapat dengan kita dalam urusan apapun tidak ada hak untuk mengafirkan yang bersangkutan.” [Al-Baqarah. namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya hanya mengelabui dirinya sendiri. Wahai Muhammad. katakanlah: “Wahai kaum Yahudi. Al-Baqarah ayat 9: (9) ‫ن‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ع ْم‬ ُ‫ش ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫و لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫س ْم‬ َ‫ف لا‬ ُ‫أن ْم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ن ني‬ َ‫عنو لا‬ ُ‫ُد ْم‬ َ‫خ لا‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ننوا لا‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ن آ لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫وامُه‬ َ‫َلل لا‬ َ‫ن ا لا‬ ّ‫مُه‬ َ‫عنو لا‬ ُ‫د ْم‬ ِ‫خلا ني‬ َ‫ني لا‬ ُ‫ْم‬ “Dengan pernyataan semacam itu. kaum Yahudi telah beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada kami. Tuduhan kelompok penyebar kesesatan (pengkafir) terhadap sesama Muslim hanyalah apologi sesat dan menyesatkan orang-orang awam. tidak kafir.” Kaum Yahudi kafir kepada Al-Qur’an. Karena itu. Jika seorang Rasul saja tidak berani mengatakan Abdullah bin Ubay kafir sekalipun tanda-tandanya secara umum diketahui sahabat. beliau berkata sebagai berikut: . bahwa Abdullah bin Ubay yang sudah sangat dikenal oleh para sahabat sebagai munafiq. 2: 9] Syeikh Asy-Syinqithi menjelaskan. orang-orang munafik telah mendurhakai Allah dan mengelabui orang-orang beriman. Syeikh Asy-Syinqithi ketika menafsirkan Qs. tidak mengafirkan orang yang kalian anggap kafir. padahal Al-Qur’an itu adalah kitab yang benar yang mengakui kebenaran kitab Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Tampaknya. namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah menyatakan Abdullah bin Ubay bukan Muslim.

Ada pula sikap permusuhan dan perolokannya lebih besar dari hal ini adalah orang yang mengingkari al-Qur’an dan menganggapnya sebagai kumpulan dongeng-dongeng masa lalu serta sihir. Sekalipun Ahli Sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa orang yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk adalah kafir. maka orang semacam ini termasuk musuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Imam Ahmad tetap bersikap kasih sayang terhadap para penguasa yang mengikuti pendapat mereka dan memohonkan ampun untuk mereka. adalah termasuk golongan orang yang memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. kita dapat memahami bahwa orang yang mengikuti pendapat ulama atau syaikh sebagai pedoman dalam beragama dan mengabaikan Al-Qur’an atau Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: Imam Ahmad mengkafirkan sekte Jahmiyah yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Misalnya. Maka orang semacam ini termasuk golongan yang memusuhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan ada orang-orang yang melupakan ayat-ayat al-Qur’an yang dihafalnya tapi sibuk menghafal qaul fulan dan fulan. Sikap semacam ini merupakan kebinasaan yang sangat besar. atau aqidah daripada syari’ah. mengkafirkan orang Islam yang tidak sejalan dengan pendapatnya. Begitu juga orang yang mengatakan kita harus mendahulukan tauhid. Sebab faham seperti ini bertentangan secara jelas dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. 16/527-528] Dari uraian Ibnu Taimiyah ini. Orang itu bersikap demikian karena rasa benci kepada sunnah Rasul dan menjauhinya. Orang tersebut bersikap demikian kepada Al-Qur’an dan Sunnah karena dia memusuhi Rasulullah. Setiap orang yang memusuhi Rasulullah akan mendapatkan bencana sebanding dengan sikap permusuhannya kepada beliau. Sekalipun demikian. padahal Al-Qur’an dan Hadits tidak menyatakan demikian.Tanda dan ciri paling kuat orang yang memusuhi dan membenci sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seseorang yang ketika mendengar orang lain berhujjah dengan Sunnah Rasulullah ia bersikap menyepelekan dan menjauhi. Manakah sikap permusuhan kepada Rasulullah yang lebih besar dari sikap yang semacam itu? Begitu juga dengan orang yang lebih mengutamakan pendapat-pendapat orang lain dan ilmu pengetahuan manusia daripada Al-Qur’an dan Sunnah. Karena beliau menyadari bahwa mereka ini hanya sekedar menyalahi ajaran Rasulullah bukan mengingkari agama yang dibawa . Mereka lebih mengutamakan qaul fulan dan fulan dengan mengabaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah. [Tafsir Surah Al-Kautsar. beliau tidak pernah mengkafirkan oknum-oknum tertentu dari kelompok Jahmiyah ini. menghalalkan merampok harta orang yang bukan kelompoknya. bahkan menyiksa orang yang menolaknya. Banyak penguasa. menghalalkan darah orang Islam di luar kelompoknya. Sekalipun demikian. Golongan Jahmiyah mengkafirkan orang-orang yang tidak mengikuti pendapat mereka. Namun mereka tidak pernah memvonis kafir terhadap nama-nama tertentu dari kelompok yang berfaham seperti ini. ketika itu yang mengikuti pendapat golongan Jahmiyah dan mengajak manusia mengikuti pendapat mereka.

para qadhi. Memvonis kafir secara umum itu dibolehkan. Ketika beliau menghadapi cobaan berkaitan dengan pendapat golongan Jahmiyah yang beranggapan Allah itu menyatu dalam diri makhluk dan mengingkari keberadaan Allah di atas ‘Arsy. ideologi takfir yang kemudian dikenal dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah di Mesir. Sebab Imam Syafi’i tidak mendapatkan alasan yang kuat untuk mengkafirkan orang yang berpendapat demikian. tetapi salah. Jika Imam Syafi’i berpendapat orang semcam itu sudah murtad. karena perkataan kalian itu merupakan ucapan kufur. saya berpendapat kalian ini tidak dapat dikatakan sebagai orang kafir. Beliau berkata: Pendapat yang mengatakan Al-Qur’an itu makhluk adalah kufur. Jama’ah Takfir wal Hijrah mengkafirkan para penguasa tanpa peduli terhadap persyaratan pengkafiran orang Islam. Imam Ahmad dan mayoritas imam hanya berani menyebut secara umum tetapi tidak berani menunjuk orang tertentu sebagai kafir dari orang-orang yang mempunyai pendapat yang sesat. beliau berkata: .oleh Rasulullah. Di dalam tulisan-tulisannya Imam Syafi’i menyatakan dengan terus terang bahwa kesaksian pengikut hawa nafsu dan shalat di belakang mereka hukumnya sah. tetapi bila menyebut nama-nama tertentu haruslah memenuhi syarat dan patokannya yang shahih. Sekalipun demikian. Mereka dikafirkan lantaran tidak menjalankan hukum Allah. Mereka juga mengkafirkan rakyat yang beragama Islam karena ridha menerima hukum yang dijalankan . Tetapi Imam Syafi’i tidak menghukumi Hafs sebagai orang kafir karena pendapatnya itu. Pada masa rezim Abdul Naser dia dipenjarakan dari tahun 1965 sampai Jamal Abdul Naser meninggal. ‫ لنكم جهلال‬، ‫ وأنتم عنُدي ل تكفرون‬، ‫ لن ي أعلم أن قنولكم كفر‬، ‫ا‬ ً‫أنلا لنو وافقتكم كنت كلافرا‬ “Jika saya menyepakati pendapat kalian saya menjadi kafir. tentu beliau sudah membunuhnya. para syaikh dan penguasa-penguasa mereka. Memvonis kafir seorang Muslim ada syarat dan parameter tertentu. Dan pengkafiran itu tidak boleh dengan menyebutkan nama-nama tertentu. muncul setelah Jamal Abdul Naser meninggal tahun 1970. Kelompok ini mengikuti manhaj Khawarij dalam mengkafirkan orang Islam yang melakukan perbuatan maksiat. Contoh lain adalah sikap Imam Asy-Syafi’i terhadap Hafs Al-Fard yang menyatakan Al-Qur’an adalah makhluk. Ibnu Taimiyah sepakat dengan metode yang digunakan oleh para ulama ini.” Ibnu Taimiyah menyampaikan pernyataanya di hadapan para ulama. lahir tahun 1942 di Asiyuth. Para penguasa itu mengikuti penafsirannya sendiri. Mereka hanya taqlid kepada orang-orang yang mereka ikuti. didirikan oleh Musthafa Syukri atau Syukri Ahmad Musthafa. Setelah bebas dia mengembangkan pemikirannya dan mendapatkan pengikut di tengah masyarakat Mesir pada umumnya dan kalangan kampus khususnya. Apologi Penyebar Kesesatan Dalam catatan sejarah modern. Sebab kalian mengikuti pendapat itu karena kebodohan.

Ali Shabri menentang Anwar Sadat karena politiknya yang pro Barat dan AS. Untuk membenarkan prilaku kasar mereka itu. karena kepentingan yang sama terjadi kolaborasi antara sosialis kiri pimpinan Ali Shabri dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah. Mereka mengambil sumber-sumber dan dalildalil yang berbeda dengan Ahli Sunnah wal Jama’ah. 6: 57. ayat ini digunakan oleh kelompok khawarij untuk menentang Khalifah Ali bin Abi Thalib yang menerima perjanjian damai dengan sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Dan ideologi takfir inilah yang menginspirasi sejumlah gerakan Islam yang muncul akhir-akhir ini di Indonesia. Kelompok sosialis Mesir tidak dapat bergerak dengan benderanya sendiri. Hal ini mereka wujudkan dengan menjauhi masjid-masjid yang biasa digunakan kaum Muslimin karena dianggap sebagai tempat-tempat ibadah kaum jahiliyah (masjid dhirar). Yusuf. Ketika Anwar Sadat berkuasa Ali Shabri disingkirkan dan dipenjarakan. Jama’ah Takfir wal Hijrah kemudian berkolaborasi dengan seorang tokoh sosialis kiri yang dipimpin oleh Ali Shabri. apakah dhirar nama sebuah masjid ataukah fungsi masjid. lalu seorang khawarij di sudut masjid menyela: “Tidak ada hukum kecuali milik Allah.” Lalu Ali memutus khutbahnya kemudian menjawab: ِ‫ُد ا ني‬ ‫َلل‬ َ‫ج لا‬ ِ‫سلا ني‬ َ‫م لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫ن لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫نلا‬ َ‫ُدني لا‬ ِ‫ني ني‬ ْ‫أَم‬ َ‫ع لا‬ َ‫م لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ُدني ني‬ ِ‫ني ني‬ ْ‫أَم‬ َ‫ت لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ء لا‬ ِ‫ ي ني‬ ْ‫ف َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ن ا َم‬ ْ‫م َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ق ْم‬ ّ‫ح مُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ع ْم‬ َ‫ن لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ن َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ثلا لا‬ ً‫ل ا‬ َ‫ث لا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ُد لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫ملا إ مُه‬ َ‫أ لا‬ َ‫ لا‬، ‫ل‬ ٌ ، ‫ط‬ ِ‫بلا ني‬ َ‫هلا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫د ني‬ ُ‫را ْم‬ َ‫ني لا‬ ُ‫ُق ْم‬ ّ ‫ح ُي‬ َ‫ة لا‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ل لا‬ ِ‫كني‬ َ‫لا‬ .penguasanya. Mereka juga mengkafirkan para ulama yang tidak mengkafirkan penguasa tersebut. 12: 40 & 67] Di masa lalu. Mereka juga berusaha merusak masjid yang dianggap dhirar. baik secara fisik maupun mental. Jama’ah inilah yang melakukan penyemprotan dengan bahan kimia terhadap perempuan yang tidak berjilbab. Jama’ah ini ditumpas habis setelah pembunuhan Sadat pada tahun 1981. Semasa pemerintahan Jamal Abdul Naser Ali Shabri merupakan tokoh pendukungnya. Diriwayatkan dari Ali bahwa ketika beliau berdiri di atas mimbar di Kufah untuk berkhutbah. Mereka membuat patokan sendiri tentang keimanan. Mereka juga secara ketat melakukan penerapan standar minimal bagi keislaman seseorang. Kemudian mereka mengasingkan diri dari masyarakat Islam yang dianggap jahiliyah. ‫نلا‬ َ‫لنو لا‬ ُ‫تْم‬ ِ‫قلا ني‬ َ‫ني لا‬ ُ‫تي ى ْم‬ ّ‫حمُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫تلا‬ ِ‫قلا ني‬ َ‫ن لا‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫ه‬ ُ‫م ْم‬ َ‫س لا‬ ْ‫هلا ا َم‬ َ‫في لا‬ ِ‫روا ني‬ ُ‫ك ْم‬ ُ‫ذ ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫لا‬ . termasuk group Aman Abdurrahman yang berkedok dakwah tauhid. Jama’ah Takfir wal Hijrah berlindung di balik ayat: … ‫َلل‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫مُه‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫م ني‬ ُ‫ك ْم‬ ْ‫ح َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ن ا َم‬ ِ‫إ ني‬ ِ‫… ني‬ [Al-An'aam. Nampaknya. kekafiran dan lain sebagainya yang menyalahi manhaj Ahli Sunnah wal Jama’ah. tapi berkoalisi dengan Jama’ah Takfir wal Hijrah. sehingga menimbulkan kemarahan rakyat Mesir. Padahal mereka tidak pernah bisa membedakan.

karena mereka masih mau shalat. meninggalkan shalat. hal. maka mereka itu adalah orang-orang zhalim.“Kata-kata yang benar tetapi digunakan untuk tujuan yang bathil. mencela Allah dan Rasul-Nya termasuk keluar dari ashlul iman (pokok-pokok iman). mereka itu adalah orang-orang kafir. Mengapa di zaman sekarang masih ada kelompok yang begitu enteng mengkafirkan orang Islam. jazerabooks. sebagaimana terjadi pada Jama’ah Takfir wal Hijrah di Mesir. Abdul Qadir mengatakan bahwa. zalim. sehingga pelakunya dihukumi kafir (kafir mu’ayyan). group Aman Abdurrahman juga digerakkan oleh keyakinan adanya kategorisasi iman.com. pernyataan Khalifah Ali bin Abi Thalib terhadap golongan khawarij.” (47) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫م ا َم‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ . Menurut kami. Padahal. Karena itu pembagian seperti ini adalah bid’ah. dan kami tidak akan memerangi mereka sebelum mereka memerangi kami. Sengaja meninggalkan hukum Allah. (44) ‫ن‬ َ‫رو لا‬ ُ‫ف ْم‬ ِ‫كلا ني‬ َ‫ل لا‬ ْ‫م ا َم‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ “Siapa saja yang tidak mau menetapkan dan melaksanakan hukum sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. yang masih mengucapkan kalimat syahadat dan shalat? Jika mereka tidak sombong dengan paham sesatnya. Mereka tidak kami larang untuk datang ke masjid-masjid Allah untuk berdzikir. 16/102] Perhatikan. fasiq. seharusnya mereka mengambil pelajaran dari peristiwa di atas dan bertaubat dari kelancangannya selama ini. Barangkali juga susupan dari kelompok Syi’ah. Misalnya.” (45) ‫ن‬ َ‫منو لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫َظلاني‬ ّ‫م ال مُه‬ ُ‫ه ْم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫فْم‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ني َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫منَمْ لا‬ َ‫و لا‬ َ‫… لا‬ “Siapa saja yang tidak mau menetapkan hukuman setimpal dalam perkara pembunuhan dan penganiayaan sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. Al-Qur’an mengelompokan manusia dengan predikat kafir. kaum Khawarij mempunya tiga pilihan yaitu: “Kami tidak akan menghalangi mereka untuk mendapatkan fai’ selama mereka turut berjuang bersama kami. Qaidun Group. pembagian iman menjadi iman al-mustahab. Pernyataan ini dapat dibaca dalam kitab terjemahan serial Al-Jami‘ Fi Thalabil ‘Ilmi Asy-Syarif ”Iman dan Kufur”. Khalifah sekaliber Ali saja tidak mengkafirkan golongan khawarij.” [Jami' Lathaif at-Tafsir. Pembagian iman seperti ini menjadi doktrin kelompok takfir mudah mengkafirkan orang Islam. Selain terinspirasi dengan ideologi takfir. iman al-wajib dan ashlul iman seperti yang dilakukan Abdul Qadir Abdul Aziz di dalam kitab “AlJami‘ Fi Thalabil ‘Ilmi Asy-Syarif” sama sekali tidak memiliki rujukan ulama salaf. seorang hakim Muslim yang menghukumi pemabuk dengan hukuman 6 bulan penjara dikategorikan kafir karena tidak menghukumi dengan hukum cambuk (sesuai syari’ah) sebagaimana ayat ‫و من لم نيحكم بملا انزل اَلل‬. 235-236. Kitab Tauhid Aqidah Ath-Thahawiyah tidak memperkenalkan pembagian yang dipopulerkan oleh Abdul Qadir itu.

“Siapa saja yang tidak mau melaksanakan hukum sesuai syari’at yang Allah turunkan kepada Nabi-Nya. 4: 59] Pada dua ayat di atas. 45 & 47] Orang-orang yang menggunakan tiga ayat di atas secara apriori sebagai dalil untuk mengkafirkan orang lain yang tidak sependapat dengan pahamnya yang sesat.‫ر‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫ن ال مُه‬ َ‫م لا‬ ِ‫ه ني‬ ُ‫ُد ْم‬ َ‫ع لا‬ َ‫ق لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫أ لا‬ ْ‫نو َم‬ ّ‫ِب مُه‬ َ‫تلا‬ َ‫ي لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ف َم‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫ر ني‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫غ َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ِ‫رآ ني‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Siapa yang berbicara tentang Al-Qur’an tanpa ilmu hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka. orang-orang yang dengan gegabah menafsirkan sesuai selera hawa nafsunya apakah mereka merasa lebih pintar dari Allah. atau merasa lebih berhak memvonis seseorang kafir daripada Allah sendiri? Mereka yang berbuat demikian mendapatkan peringatan keras dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seperti sabdanya berikut ini: .“ [Al-Maaidah.‫أ‬ َ‫طلا‬ َ‫خ لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ف لا‬ َ‫ب لا‬ َ‫صلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫ف لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ني ني‬ ِ‫أني‬ ْ‫ر َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫رآ لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ر ا َم‬ َ‫س لا‬ ّ‫ف مُه‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Barang siapa menafsirkan Al-Qur’an dengan pikirannya semata sekalipun benar tetap salah. sebagian besar kaum Yahudi dan Nasrani adalah orang-orang durhaka terhadap agama kalian.” Dan Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata: .” . wajib memperhatikan ayat di bawah ini: ْ‫أ َم‬ ‫ن‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ُد ا ْم‬ ّ‫مُه‬ ُ‫رني ْم‬ ِ‫ني ني‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫م لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ ْ‫فلا َم‬ َ‫نوا لا‬ ْ‫ل َم‬ ّ‫نومُه‬ َ‫ت لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫إ َم‬ ِ‫فني‬ َ‫ك لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫إلا‬ ِ‫َلل ني‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ض لا‬ ِ‫ع ني‬ ْ‫ب َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫ع َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ننو لا‬ ُ‫ت ْم‬ ِ‫ف ني‬ ْ‫ني َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ر ْم‬ ْ‫ذ َم‬ َ‫ح لا‬ ْ‫وا َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ء ْم‬ َ‫نوا لا‬ َ‫ه لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ع لا‬ ْ‫ِب َم‬ ِ‫تني‬ ّ‫ت مُه‬ َ‫ل لا‬ َ‫و لا‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫ل ا ْم‬ ّ‫مُه‬ َ‫ز لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ب َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ح ْم‬ ْ‫ن ا َم‬ ِ‫أ ني‬ َ‫ولا‬ َ‫لا‬ (49) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫س لا‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫ن ال مُه‬ َ‫م لا‬ ِ‫را ني‬ ً‫ثي ا‬ ِ‫ك ني‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫وني‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ب ني‬ ِ‫ننو ني‬ ُ‫ذ ْم‬ ُ‫ض ْم‬ ِ‫ع ني‬ ْ‫ِب َم‬ َ‫بلا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ِب ْم‬ َ‫صيلا‬ ِ‫ني ني‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad. Oleh karena itu. Allah tidak menghukumi kafir orang-orang yang tidak menjalankan hukum-Nya. 4: 49] (59) ‫ن‬ َ‫قنو لا‬ ُ‫س ْم‬ ِ‫فلا ني‬ َ‫م لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫ث لا‬ َ‫ك لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ولا‬ َ‫ل لا‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫نلا لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ل َم‬ َ‫إلا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ز لا‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫أ َم‬ ُ‫ملا ْم‬ َ‫و لا‬ َ‫َلل لا‬ ِ‫بلا ني‬ ّ‫مُه‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫م مُه‬ َ‫ن آ لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ل لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫نلا ني‬ ّ‫م مُه‬ ِ‫ن ني‬ َ‫منو لا‬ ُ‫ق ْم‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫ت َم‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ه َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫تلا ني‬ َ‫ك لا‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ل ا َم‬ َ‫ه لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫نيلا لا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ْم‬ “Wahai Muhammad. katakanlah kepada kaum Yahudi dan Nasrani: “Apakah kalian dendam kepada kami. Jika mereka meninggalkan sebagian syari’at itu. mereka itulah orang-orang yang durhaka kepada Allah. 5: 44. ketahuilah bahwa Allah berkehendak menimpakan adzab kepada mereka karena dosa-dosa mereka. tetapi hanya menetapkan sebagai orang fasik.” [Al-Maaidah. sehingga kamu meninggalkan sebagian syari’at yang Allah turunkan kepadamu. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya kamu tidak terpedaya oleh mereka. kaum muslim karena kami beriman kepada Allah dan Al-Qur’an yang diturunkan kepada kami serta beriman kepada Taurat dan Injil yang diturunkan kepada nabi-nabi dahulu?” Wahai kaum mukmin.“ [Al-Maaidah. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Sebagian besar manusia itu benar-benar durhaka kepada Allah. hendaklah kamu mengadili perkara kaum Yahudi dan Nasrani dengan syari’at yang Allah turunkan dalam Al-Qur’an.

menentang atau menolak perbuatan Nabi dengan berdalih pada pendapat Abu Bakar atau Umar adalah perbuatan yang menghancurkan Islam. Dalam hal mengkafirkan seorang Muslim. ‫ني ي‬ ِ‫أني‬ ْ‫ر َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ن ني‬ ِ‫رآ ني‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ف ي ا َم‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫نو ْم‬ ْ‫ل َم‬ َ‫ لا‬، ‫ن ي‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫قْن‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ض ْم‬ ٍ ‫ر ت‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ي لا‬ ّ‫أ ْن‬ َ‫ولا‬ َ‫ لا‬،‫ن ي‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫َظْن‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ت ٍ ْم‬ ‫ملاء‬ َ‫س لا‬ َ‫ي لا‬ ّ‫أ ْن‬ َ‫لا‬ “Langit mana yang akan menaungi aku dan bumi mana yang akan aku jadikan tempat berpijak jika aku menafsirkan Al-Qur’an dengan pikiranku semata-mata. tidak satupun menyebutkan praktik rasul tentang ayat itu. 5/228] Maksud Ibnu Abbas. keterangan Rasul dan praktik sahabat.. Lalu Ibnu Abbas menjawab: Apa kata Urwah? Orang itu berkata: Abu Bakar dan Umar melarang melakukan haji Tamattu’. Apa yang disebarluaskan group Amaniyun.” [Tafsir Ats-Tsauri. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan haji Tamattu’ tetapi Urwah bin Zubair mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang melakukan haji Tamattu’. Ahmad. Ibnul Qayyim menyatakan pada kitab Al-Qashidah An-Nuniyah. kecuali membawa qaul ulama. Lalu Ibnu Abbas berkata: . . Oleh karena itu. 1/6] Imam Ahmad memfatwakan orang yang menafsirkan Qur’an dengan pikirannya sendiri maka dia sesat. Aku mengatakan Nabi berbuat demikian. dengan dalil yang pasti bukan berdasar perkataan fulan. 1/161: ِ‫ل ني‬ ‫ن‬ َ‫ف لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫نو ني‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ْمُ لا‬ ‫ِبت‬ ِ‫ثني‬ ْ‫ني َم‬ ُ‫ِص ْم‬ ّ‫ن كُئ‬ ّ‫بلال مُه‬ ِ‫ه *** ني‬ ِ‫ل ني‬ ِ‫نوني‬ ْ‫س َم‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫م لا‬ ّ‫ث مُه‬ ُ‫َلل ْم‬ ِ‫ُق ا ني‬ ّ‫ح ْن‬ َ‫ر لا‬ ُ‫ف ْم‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ا َم‬ َ‫لا‬ ِ‫را ني‬ ‫ن‬ َ‫ف لا‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫و ا َم‬ ْ‫ذ َم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ذا لا‬ َ‫ف لا‬ َ‫ه لا‬ ُ‫را ْم‬ َ‫ف لا‬ ّ‫ك مُه‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ه *** لا‬ ُ‫ُد ْم‬ ُ‫ِب ْم‬ ْ‫عَم‬ َ‫و لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫ل ني‬ َ‫علالا‬ َ‫ل لا‬ ْ‫ب ا َم‬ ّ‫ر ْن‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ Memvonis seseorang itu kafir hanyalah hak Allah kemudian Rasul-Nya. tetapi dia mengatakan Abu Bakar dan Umar melarang yang demikian itu. Barangsiapa yang sudah Allah dan RasulNya tetapkan kekafirannya. Al-Quran harus dipahami berdasarkan keterangan Qur’an sendiri. Al-Kafiyah Asy-Syafiyah fil Intishar lil Firqah An-Najiyah. Ibnu Abbas mengingatkan agar orang tidak mengambil omongan ulama dengan meninggalkan ketetapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti kisah di bawah ini: Kata Ibnu Abbas.” [HR.‫ر‬ ُ‫م ْم‬ َ‫ع لا‬ ُ‫و ْم‬ َ‫ر لا‬ ٍ ‫ك ت‬ ْ‫ب َم‬ َ‫بنو لا‬ ُ‫أ ْم‬ َ‫هي ى لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ لا‬: ‫ل‬ ُ‫قنو ْم‬ ُ‫ني ْم‬ َ‫ولا‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ َ‫ل لا‬ ّ‫سمُه‬ َ‫و لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫ل َم‬ َ‫علا‬ َ‫َلل لا‬ ُ‫لي ى ا ْم‬ ّ‫صمُه‬ َ‫ ي لا‬ ّ‫ِب ْن‬ ِ‫نني‬ ّ‫ل ال مُه‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ لا‬: ‫ل‬ ُ‫قنو ْم‬ ُ‫أ ْم‬ َ‫ لا‬، ‫ن‬ َ‫كنو لا‬ ُ‫ل ْم‬ ِ‫هني‬ ْ‫ي َم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫مس‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫را ْم‬ َ‫أ لا‬ َ‫لا‬ “Orang-orang itu akan binasa. mereka itulah yang disebut kafir. tidak pernah dilakukan oleh Nabi ataupun sahabat kecuali Muslim yang bersangkutan jelas-jelas kafir kepada Islam seperti Musailamah AlKadzdzab. siapapun tidak boleh berpendapat atau berbuat sesuatu yang menyalahi Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

membantah pemikiran yang berbeda dan hanya membenarkan paham sendiri. sehingga ilmu yang ada pada kedua Kitab ini lenyap. karena mereka sibuk membaca kitab-kitab ulama dan pastur mereka. hancurnya umat-umat sebelum kalian. Abu Nashr] Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan berkata: . dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala dapat mendewasakan dan meningkatkan kualitas pemahaman mereka. dan kaum musyrik benar-benar akan masuk neraka Jahanam. maka perkataan kafirnya itu bisa jadi mengenai lawannya atau kembali kepada dirinya.Yang tegas disebut kafir oleh Allah adalah kaum Yahudi. Ahmad] Khalifah ‘Umar bin Khaththab berkata: َ‫م لا‬ ‫ن‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ه لا‬ ِ‫ي ني‬ ْ‫ف َم‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ب لا‬ َ‫ه لا‬ َ‫ذ لا‬ َ‫و لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫ر لا‬ ِ‫د ني‬ ُ‫تي ى ْم‬ ّ‫حمُه‬ َ‫ل لا‬ َ‫ي لا‬ ْ‫ج َم‬ ِ‫ن ني‬ ْ‫ل َم‬ ْ‫وا نيَِم‬ َ‫لاَ لا‬ ‫راة‬ َ‫نو لا‬ ْ‫ت َم‬ ّ‫كنوا ال مُه‬ ُ‫ر ْم‬ َ‫ت لا‬ َ‫و لا‬ َ‫ لا‬، ‫م‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ت ني‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ق لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫ولا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ئ ني‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫علا‬ ُ‫ب ْم‬ ِ‫ت ني‬ ُ‫ك ْم‬ ُ‫لي ى ْم‬ َ‫علا‬ َ‫نوا لا‬ ْ‫ل َم‬ ُ‫ِبْم‬ َ‫قلا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ن ْم‬ ّ‫أ مُه‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ِبلا‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ل لا‬ َ‫هلا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ني‬ . kaum Nasrani. Wallahu a’lam bis shawab… . 98: 6] Rasulullah mengingatkan dengan keras kepada setiap muslim dengan sabdanya: . berangkat dari berfikir safsathah. sehingga tidak gampang mengadili dan memvonis saudara Muslim berdasarkan ilusi dan persepsi sendiri.” [Al-Bayyinah. Mereka kekal di dalamnya. Semoga ujian penjara. ‫ملا‬ َ‫ه لا‬ ُ‫ُد ْم‬ ُ‫ح ْم‬ َ‫أ لا‬ َ‫هلا لا‬ َ‫ب لا‬ ِ‫ء ني‬ َ‫بلا لا‬ َ‫ُد لا‬ ْ‫ق َم‬ َ‫ف لا‬ َ‫ لا‬، ‫ر‬ ُ‫ف ْم‬ ِ‫كلا ني‬ َ‫نيلا لا‬ َ‫ه لا‬ ِ‫خي ني‬ ِ‫ل ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫قلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫لا‬ “Siapa yang memanggil sesama muslim: Wahai orang kafir. Nasrani dan kaum musyrik. Energi keshalihan setiap Mujahid mestinya disinergikan untuk melawan musuh Islam. yaitu memanipulasi dalil-dalil agama. bukan mencari sensasi dengan mengorek aib orang lain. (6) ‫ة‬ ِ‫ني ني‬ ّ‫ر مُه‬ ِ‫ِب ني‬ َ‫للا‬ ْ‫ر ا َم‬ ّ‫ش ْن‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ُ‫ك ْم‬ َ‫ئ لا‬ ِ‫ل ني‬ َ‫أولا‬ ُ‫هلا ْم‬ َ‫في لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫ُدني لا‬ ِ‫ل ني‬ ِ‫خلاني‬ َ‫م لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫ه مُه‬ َ‫ج لا‬ َ‫ر لا‬ ِ‫نلا ني‬ َ‫ف ي لا‬ ِ‫ن ني‬ َ‫كي لا‬ ِ‫ر ني‬ ِ‫ش ني‬ ْ‫م َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫وا َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫تلا ني‬ َ‫ك لا‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ل ا َم‬ ِ‫ه ني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ ِ‫روا ني‬ ُ‫ف ْم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫ذني لا‬ ِ‫ل ني‬ ّ‫ن امُه‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ني‬ “Orang-orang kafir dari kaum Yahudi. ‫َلل‬ ِ‫ب ا ني‬ َ‫تلا لا‬ َ‫ك لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ك ني‬ ِ‫ر ني‬ ْ‫ت َم‬ َ‫و لا‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ت ني‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ق لا‬ َ‫سلا لا‬ َ‫أ لا‬ َ‫لاَ لا‬ ‫نوال‬ َ‫ق لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫م لا‬ ْ‫ه َم‬ ِ‫ذ ني‬ ِ‫خ ني‬ ْ‫أ َم‬ َ‫ب لا‬ ِ‫م ني‬ ْ‫ك َم‬ ُ‫ل ْم‬ َ‫ِبلا‬ ْ‫قَم‬ َ‫ن لا‬ َ‫كلا لا‬ َ‫ن لا‬ ْ‫م َم‬ َ‫ك لا‬ َ‫ل لا‬ َ‫هلا‬ َ‫ملا لا‬ َ‫ن لا‬ ّ‫إ مُه‬ ِ‫ف ني‬ َ‫ لا‬، ‫ء‬ ِ‫ملا ني‬ َ‫ل لا‬ َ‫علا‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫ل ا َم‬ َ‫نوا لا‬ َ‫ق لا‬ ْ‫أ َم‬ َ‫وا لا‬ ْ‫ذ َم‬ ُ‫خ ْم‬ ُ‫أ ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫و لا‬ َ‫ن لا‬ َ‫رآ لا‬ ْ‫ق َم‬ ُ‫ل ْم‬ ْ‫كنوا ا َم‬ ُ‫ر ْم‬ ُ‫ت ْم‬ ْ‫ت َم‬ َ‫ل لا‬ َ‫لا‬ Wahai kaum muslim.” [HR. lalu kalian ikuti omonganomongan ulama.‫م‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ع َم‬ ِ‫ل ني‬ ْ‫ا َم‬ Wahai kaum muslim. janganlah kalian tinggalkan Al-Qur’an. Sikap apriori dan buruk sangka yang selama ini membelenggu pemahaman kelompok takfiriyun Aman Abdurrahman. Sedangkan orang yang masih mengakui dua kalimat syahadat. membungkus kebathilan dengan Al-Qur’an dan Hadits disesuaikan dengan seleranya sendiri. Mereka adalah manusia yang paling jahat. melakukan shalat. puasa. [HR. zakat dan haji tidak boleh kita vonis sebagai orang kafir. Karena hancurnya umat-umat beragama sebelum kalian disebabkan mereka mengikuti omongan para pendeta mereka dan meninggalkan Kitabullah. tetapi meninggalkan Taurat dan Injil.

Maha benar Allah dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman.AsFWUqVA.Jogjakarta.. berarti tidak akan pernah ketemu benang merah antara MMI dan Ustad Amman Abdurahman..com/kajian-islam/apologi-sesat-penyebarkesesatan. yah sama aja seperti para caleg yg mengumbar janji sana sini. bermain dengan logika idealis tidak lah sependek itu. tetapi ga ada bukti ! kalo kita berbicara tentang demokrasi kita harus kembali ke dasar dulu dunk.dpuf • 14 komentar ash_shaff • 4 jam yang lalu kenapa balasan dari MMI seolah seperti gelisah yah ^_^ demokrasi yg dibicarakan oleh MMI adalah tentang penerapannya saja bukan dasar2 demokrasi yg bener2 bertentangan dengan islam !! kalo melihat demokarsi dari sudut pandang penerapannya saja.com/arrahmah.See more at: http://www..html#sthash. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap Khawwan lagi Kafur.arrahmah." (QS Al Hajj:38) apakah MMI tidak menganggap demokrasi sebagai dien ??? jika tidak. pun juga tanpa mempertanyakan siapa yang menciptakan segala itu..com) . yah sudah.. kecuali .SLSEm9Ou. tampaknya MMI sudah mulai ditinggal Allah. mungkin karna sudah terdapat khawwan lagi kafur. ibaratnya memainkan permainan segala ciptaan kaum kuffar itu di jaman penuh fitnah ini. Jay ash_shaff • 3 jam yang lalu hehe. 12 September 2013 (Ukasyah/majelismujahidin. apa tujuan dari penciptaan segala itu. biar adil ! apa itu demokrasi?? siapa yg membuat demokrasi?? apa tujuan demokrasi?? kalo kita mau melihat ke dasar. tentu kita sebagai muslim pasti akan menentang demokrasi.

ada pula masanya Jihad. ash_shaff Jay • 2 jam yang lalu   if you can't beat them.dalam hal ibadah mahdah tentunya. Rasulullah mengajarkan itu.    • . you join them !! begitu yah maksudnya ??       1 • Balas • Bagikan ›     Jay ash_shaff • 2 jam yang lalu   no. namun memahami mekanisme yg terjadi itulah idealisme yang cerdas menurut saya. let's unite!! ada masa perjuangan Siyasah.. if we can't beat them.

.... Ane mohon untuk bersatu...   Balas • Bagikan ›     mat ridon Jay • 2 jam yang lalu   betul sekali. Di Jember udah mulai tu testing the water by syiah.... sekarang saat nya bersatu toh yahudi + nasoro + ateis + syiah sudah mulai bersatu untuk menghantam Islam.       • Balas • Bagikan ›    • abigjasmine .

Ketika membicarakan demokrasi bukan lagi pada tataran wilayah setuju atau tidak setuju. Syariah itu mutlak adanya.kekafiran karena pekerjaan yg tidak berhukum syariat tidak langsung menjadikan takfir tak'yin pribadinya..sikap ghuluw dlm mentakfir secara berlebihan tidak bisa dilakukan tanpa melihat udzur kebodohan dsb. Dan untuk mencapai itu diperlukan kecerdasan umat.takfir 'aam .. bukan saat ini berbicara pada tataran . o o o o o o 2 • Balas • Bagikan ›    o Jay abigjasmine • 3 jam yang lalu   sependek yang saya pahami beliau pun tidak secara tegas membolehkan demokrasi sebagai mekanisme..yg menguatkan hujjahnya yg membolehkan demokrasi sebagai mekanisme.? kalo cuma sekedar pendapat MMI. maaf 'ego'. “Setuju atau tidak setuju toh itu sudah berjalan". Wallahu'alam  .tapi apakah ada dasarnya yg syar'i atau tidak.tentu saja setiap orang bisa berpendpat... mengenai takfir agak sepakat dgn ust irfan.. sunnatullah Dien ini akan kembali masa jayanya sesuai nubuah.• 3 jam yang lalu o o ust irfan sendiri tidak mensertakan nash syar'i.

     • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 3 jam yang lalu   tidak secara tegas membolehkan demokrasi sebagai mekanisme.bahkan hawa nafsu.kl berdasarkan penafsiran.hitam dan putih itu jelas.syubhat sebaiknya ditinggalkan.bicara syariat itu bukan menurut saya.       • Balas • Bagikan ›    .pandangan si fulan dsb.menurut antum.bukan lagi sekedar ego.abu abu.melainkan landasan syar'i.siapapun bisa menafsirkan sesukanya.) artinya syubhat.

Hanya saja saya katakan sudah sunnatullah dimana saat ini kaum yahudi nashara lah yang menguasai dunia.. dalil & hujjah? saya kutip lagi diatas : Ketika membicarakan demokrasi bukan lagi pada tataran wilayah setuju atau tidak setuju. antara tauhid dan ilmu tauhid. hehe bukan pula penafsiran hawa nafsu saya. namun itu perintah Allah & Rasulullah yang menerapkan itu ribuan tahun lalu. Lantas apakah kita hanya berdiam diri terus berkutat pada tatanan setuju & tidak setuju. jihad dan fiqhul jihad. “Setuju atau tidak setuju toh itu sudah berjalan"...       • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 2 jam yang lalu  . & nubuah itu akan datang manakala umat ini bersatu memperjuangkan itu.. Bedakan antara prinsip dan strategi. Jay abigjasmine • 3 jam yang lalu   negara berlandaskan syariah itu bukan menurut saya mas. antara ideologi dan cara...

. landasan dalil & hujjah.. tujuan tidak lantas menghalalkan segala cara. niscaya larangan jilbab masih akan terus bergaung (turki).       • Balas • Bagikan ›     Jay abigjasmine • sejam yang lalu   Sekali lagi. jika masih & terus menerus berkutat dengan bermain dalam tataran setuju tidak setuju. niscaya perang pemikiran dahsyat dunia saat ini akan sulit dimenangkan umat ini.bergerak menuju manhaj kenabian. niscaya palestina mungkin tidak akan masih berdiri tegak setidaknya hingga saat ini (hamas). niscaya sia2 perjuangan M. boleh tidak boleh.sm sekali beda dgn berdiam diri.. Natsir serta pendahulu2nya. . Lalu dimanakah kita? dimana? miris.sama sekali bukan diam.lihatlah pejuang syariah seluruh dunia skrg ini.gimana mau negakin syariat tidak dgn cara yg disyariatkan?bukankah lebih selamat berjuang sesuai sunah nabi?terus mengatakan yg benar itu benar dan bersabar.menerima nasib.

terima kasih tanggapannya.       • Balas • Bagikan ›   .. yg tholabul ilmi silahkan di relnya sendiri. serta yang sudah pada tingkatan jihad sudah pada jalannya sendiri2. yg siyasah...       • Balas • Bagikan ›     abigjasmine Jay • 27 menit yang lalu   wa anta fa jazakallah khair. InsyaAllah satu tujuan tegaknya Dien ini.Saya sudahi dulu diskusi ini. semua sudah ada jalannya masing2.

  ash_shaff Jay • 22 menit yang lalu   saya mengerti maksud kamu. sebenernya hanya ini yg ingin saya sampaikan kepada MMI. walau dengan caranya sendiri ! lalu jangan kalian menganggap bahwa yg bergerak saat ini hanya kalian saja. coba bandingkan dengan tulisan ustad amman di situs milah imbrahim. coba tolong kalo menulis sesuatu atau artikel. wallahualam       • Balas • Bagikan › . jadi saya berfikir kalo MMI mendahulukan emosi. terus ga usah ngungkit2 pernah di penjara selama 13th oleh rezim soeharto. beliau selalu mendahulukan Allah dan RasulNya. maaf sebelum diskusi ini di tutup saya ingin menegur kalian (MMI). biasakan dahulukan Allah dan RasulNya. saya menganggap itu sebagai sebuah keluhan anak2 yg ingin meminta perhatian dari orang2 dewasa. tapi apa kamu juga tidak berpikir bahwa ustad amman juga sedang melakukan perlawanan.

. Coba QS An Nissa [4] ayat 60 serta korelasinya dengan QS Al Ahzaab [33] ayat 66 s/d 68 Serta keutamaan Jihad di QS At Taubah [9] dan banyak lagi dalil Qothi lainnya.. 45 & 47 saja.   • Al Fakir • 2 jam yang lalu o o Akh...karim kenapa hanya berdalil dengan QS Al Maidah [5] ayat 44. Allah Al-Musta’aan wa ilahil mustakaa (Allah tempat meminta pertolongan dan keluhan dari kerusakan penduduk zaman sekarang) ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful