P. 1
membaca pemahaman

membaca pemahaman

|Views: 260|Likes:

More info:

Published by: Karmila Saputri Zulhamli on Sep 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2015

pdf

text

original

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kecakapan membaca merupakan landasan dan wahana pokok yang menjadi syarat mutlak yang harus dikuasai siswa untuk menggali dan menimba ilmu pengetahuan lebih lanjut. Tanpa penguasaan yang mantap terhadap kemampuan tersebut tentu ilmu-ilmu yang lain tidak dapat dikuasai. Peranan membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Ada beberapa peranan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan membaca seperti membantu memecahkan masalah, memperkuat keyakinan pembaca, memberi pengalaman estetis, meningkatkan prestasi dan memperluas pengetahuan. Aktivitas-aktivitas membaca melibatkan aktivitas visual, berfikir,

psikolinguistik dan metakognitif, Farida (2005:2). Melalui aktivitas tersebut terlihat betapa kompleksnya kegiatan yang dilakukan oleh seorang pembaca, tidak hanya mengupayakan kemampuan melafalkan simbol-simbol huruf tetapi pisik dan psikis juga berperan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dawud (2008:1), Hasil studi yang dilakukan oleh book and reading development, yang dilaporkan oleh Bank Dunia menunjukan bahwa kebiasaan membaca belum terjadi pada siswa Sekolah Dasar (SD). Hasil studi tersebut juga menunjukan adanya korelasi antara mutu pendidikan secara keseluruhan dengan waktu yang tersedia untuk membaca dan ketersediaan bahan bacaan. Hasil studi di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan

1

2 membaca belum dimiliki oleh siswa SD sehingga cendrung memberikan dampak negatif terhadap mutu pendidikan SD secara nasional. Pada tahun yang sama, Internasional Association For Evaluation Education Achievement (IAEA) dalam Dawud (2008:2), mengungkapakan bahwa kebiasaan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat ke-26 dari 27 negara yang diteliti. Rendahnya kemampuan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal sekolah. Rendahnya kemahiran membaca akan sangat berpengaruh pada kemahiran berbahasa yang lain yaitu kemahiran berbahasa menyimak, menulis dan mendengarkan. Penggunaan pendekatan, metode dan teknik membaca yang tidak tepat merupakan salah satu faktor penentu kurang maksimalnya pencapaian tujuan membaca di sekolah. Seiring dengan informasi di atas Budi (2008:1) mengatakan ”rendahnya minat baca siswa boleh jadi disebabkan kurang menariknya cara pengajaran membaca”. Tanggal 8 maret 2008 penulis melakukan observasi awal dan sekaligus mewawancarai guru kelas V Sekolah Dasar Negeri 22 Andalas Padang timur. Dari wawancara tersebut didapatkan informasi yang tidak jauh berbeda dengan masalah di atas, bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Kesulitan itu pada dasarnya bersumber dari ketidakmampuan siswa menggunakan model membaca yang mangkus. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan membimbing siswa dalam membaca. Kesulitan dalam membaca dapat diungkapkan: 1) siswa sulit menemukan gagasan utama, 2) siswa sulit menjawab

3 pertanyaan, 3) siswa sulit membuat ringkasan wacana, 4) guru sulit menggunakan model yang tepat untuk membimbing siswa dalam membaca pemahaman. Berdasarkan pendapat di atas penulis mencoba untuk menggunakan pendekatan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam pembelajaran membaca pemahaman. Menurut Mohamad (2005:1) pendekatan kooperatif tipe STAD ini dapat digunakan guru untuk memotivasi seluruh siswa agar mereka belajar dan membantu satu sama lain, sehingga guru dapat memanfaatkan energi sosial seluruh rentang usia siswa yang begitu besar dalam kelas untuk kegiatan-kegiatan produktif, di mana siswa saling mengambil tanggung jawab dan belajar untuk menghargai. Stahl (dalam Solihatin 2007:13) dalam penelitiannya di sekolah dasar di Amerika menemukan bahwa penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD sangat mendorong peningkatan prestasi belajar siswa, peningkatannya mencapai 25% dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan sistem kompetisi. Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD, diawali guru dengan mempersentasekan pembelajaran, kemudian siswa bekerja dalam timnya untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menuntaskan pelajaran itu. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis individual tentang pelajaran tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu, Mohamad (2005:5). Pembelajaran membaca pemahaman dengan pola seperti di atas, dimulai dengan pembelajaran langsung secara klasikal, kemudian kerja kelompok 4-5 orang, dan ada kuis individual, dimaksudkan agar pembelajaran ini secara

dan akhirnya adalah kemandirian. bimbingan oleh teman dalam kelompok. Perumusan Masalah Bedasarkan fenomena yang ada pada latar belakang. B. Bagaimana bentuk pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 3.4 bertahap dari bimbingan oleh guru secara totalitas. Bagaimana bentuk penilaian membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 4. Bagaimana hasil membaca pemahaman siswa dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? . Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Pendekatan Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Bagi Siswa Kelas V SDN 22 Andalas Padang”. Bagaimana bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang? 2. maka masalah umum penelitian ini adalah bagaimana peningkatkan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang? Secara khusus rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

Secara khusus penelitian tindakan kelas ini bertujuan sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan bentuk penilaian membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 4. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengembangkan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. D. Mendeskripsikan rencana pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 2.5 C. Tujuan Penelitian Secara umum. Mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang. Manfaat Penulisan 1. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD di kelas V SDN 22 Andalas Padang 3. Bagi Guru Sebagai bahan informasi sekaligus sebagai bahan masukan dalam menjalankaan tugas mengajar yang menyangkut membimbing siswa dalam .

Bagi Peneliti Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman baru tentang pembelajaran membaca pemahaman dan kemungkinan penerapannya di Sekolah Dasar (SD). 2.6 membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. Selain itu penelitian ini juga merupakan syarat untuk mengambil gelar Strata Satu (S1) .

tidak hanya sekedar melafalkan tulisan. Sedangkan Klein (dalam Farida. Membaca Pengertian Membaca Membaca pada hakekatnya adalah “suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal. 2) membaca adalah strategi. sarana membaca. dan bakat.7 BAB II KAJIAN TEORITIS A. a. sikap. faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial ekonomi dan kebiasaan tradisi membaca. Kajian Teori 1. (2006:2). berfikir psikolinguistik dan metakognitif”. 3) membaca merupakan interaktif”. Kompleks artinya terlibat berbagai faktor internal seperti intelegensi. Farida. Sedangkan Tarigan (1994:118) menyatakan “membaca adalah proses melisankan lambang tertulis”. Motivasi tujuan membaca dan yang lainnya merupakan faktor eksternal seperti membaca teks bacaan. minat. tetapi juga melibatkan aktifitas sosial. Nurhadi (2005:13) mengatakan “membaca adalah sesuatu proses yang komplek dan rumit”. 2006:3) mengemukakan bahwa defenisi “membaca mencakup: 1) membaca merupakan suatu proses. Dari sudut linguistik membaca 7 .

Seiring dengan itu Soedarso (2005:19) mengatakan “kegiatan membaca dilakukan bersama-sama oleh mata dan otak. Selanjutnya proses dilakukan di otak hasilnya yaitu gambar positif. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan membaca adalah suatu proses melisankan lambang tertulis yang melibatkan mata dan otak. Pembaca tidak langsung berhadapan dengan penulis. Tujuan membaca Tujuan utama dalam membaca menurut Tarigan (1994:9) adalah untuk mencari dan memperoleh informasi. Membaca adalah proses perbuatan yang dilakukan dengan sadar untuk mengenal lambang yang disampaikan penulis untuk menyampaikan makna. Makna (meaning) erat sekali hubungannya dengan tujuan kita membaca. Membaca hendaknya mempunyai tujuan . Hubungan antara pembaca dan penulis tidak terjadi secara langsung. Pembaca sebagai komunikan dan penulis sebagai komunikator. oleh karena itu melihat adalah mengerti. mencakup isi dan memahami makna bacaan. mata bekerja seperti kamera yaitu memotret. tetapi berhadapan dengan pikiran-pikiran penulis yang diawali dengan tulisannya. Menurut Dawud (2008:5) “membaca merupakan proses memahami dan bernalar. karena membaca merupakan kegiatan menghubungkan gagasan dalam bacaan dan pengetahuan tentang dunia”. artinya mata melihat kemudian otak menginterpretasikan dan menyerap apa yang dilihat oleh mata. hasilnya film negatif”. b.8 adalah proses pengandaian dan pembacaan sandi.

2) menyempurnakan membaca nyaring. Setiap aspek kehidupan melibatkan membaca. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca adalah untuk memperoleh dan memperbaharui pengetahuan sekaligus mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah dimiliki. 2005:12) tujuan membaca mencakup: “1) kesenangan. 6) memperoleh informasi untuk laporan lisan dan tertulis. 9) menjawab pertanyaanpertanyaan yang spesifik”. 3) menggunakan strategi tertentu. Manfaat membaca Kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. untuk mengetahui daerah baru kita harus membaca denah terlebih dahulu. 7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi. mengkomfirmasikan pengemudi mengenai bahaya di jalan dan mengingatkan aturan-aturan lalu lintas. c. 5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya. 8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain yang mempelajari tentang struktur teks. Tanda-tanda jalan mengarahkan orang yang bepergian sampai ketujuannya. 4) memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik. Seiring dengan itu Farida (2006:2) mengatakan “kegiatan membaca memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan . Menurut Blanton (dalam Farida.9 karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang yang tidak mempunyai tujuan.

10 sehari-hari karena tidak semua informasi bisa didapatkan dari media televisi dan radio”. Jenis-jenis membaca Menurut Saleh (2006:107) jenis-jenis membaca adalah: 1) membaca teknik/membaca bersuara/membaca lancar. bersuara/membaca lancar Tujuan membaca teknik ini adalah untuk melatih siswa mampu bersuara dengan ucapan/lafal. dan irama. 2). 2) membaca dalam hati/membaca intensif/membaca memindai. 3). intensif/membaca memindai Membaca memindai adalah membaca wacana eksposisi dengan cara melihat dengan cermat dan lama. d. Kegiatan membaca sudah menjadi tuntutan realitas dalam kehidupan sehari-hari manusia karena dengan banyak membaca semakin banyak pula pengetahuan dan wawasan baru yang diperoleh. membaca intensif dan membaca memindai adalah agar siswa dapat memahami isi wacana. 5) membaca pustaka. 1). 4) membaca cepat. Membaca bahasa Membaca dalam hati/membaca Membaca teknik/membaca . 3) membaca bahasa. Sedangkan membaca intensif adalah membaca secara sungguh-sungguh dan terus menerus hingga diperoleh hasil yang optimal. nada. Tujuan membaca dalam hati.

Membaca pustaka Tujuan membaca pustaka adalah untuk menumbuhkan kegemaran membaca. 5). Menurut Depdikbud (1995:6) “membaca lanjutan disebut juga dengan membaca pemahaman”. Pada membaca permulaan hal yang diutamakan adalah memberikan kecakapan pada siswa untuk mengubah rangkaian-rangkaian bunyi bermakna (melancarkan teknik membaca pada anak-anak). sedangkan membaca lanjutan diberikan pada kelas tinggi yakni kelas tiga sampai kelas enam. Membaca cepat Membaca cepat adalah membaca sekejap mata atau selayang pandang. Kegiatan membaca pustaka ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan dapat dimanfaatkan untuk mengefektifkan waktu-waktu tertentu. sedangkan pada membaca . Membaca permulaan diberikan pada kelas rendah yaitu kelas satu dan dua. 4).11 Tujuan membaca bahasa adalah agar pengetahuan siswa semakin bertambah tentang unsur-unsur kebahasaan atau seluk beluk bahasa indonesia yang dapat diterapkan dalam berbagai bentuk bahasa dan situasi. Purwanto (2004:29) membagi kegiatan membaca menjadi dua bahagian yaitu kegiatan membaca permulaan dan membaca lanjutan. tujuannya adalah dalam waktu yang singkat pembaca memperoleh informasi secara tepat dan tepat.

Sedangkan menurut Haris (dalam Farida. dan membaca lanjutan untuk kelas tinggi. Membaca pemahaman berarti membaca untuk memahami isi bacaan yang merupakan representasi dari pikiran. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat diambil kesimpulan. ide. bahwa tingkatan membaca di sekolah dasar terbagi menjadi dua bagian yaitu membaca permulaan untuk kelas rendah. 3) mengerti benar akan sesuatu. 2005:85) kata memahami diartikan sebagai suatu hal yang mengerti benar. Purwanto (2004:31) mengatakan membaca pemahaman bertujuan agar anak mengambil manfaat dari pesan yang disampaikan penulis kapada pembaca. membaca lanjutan inilah yang disebut dengan membaca pemahaman.12 lanjutan hal yang diutamakan adalah melatih siswa menangkap pikiran dan perasaan orang lain yang dilahirkan dengan bahasa tulisan dengan tepat dan teratur. dengan kata lain siswa diharapkan mampu mengambil makna yang disampaikan orang lain melalui tulisan. gagasan dan pendapat penulis. mengetahui benar dan memaklumi. Penulis berhadapan dengan lambang-lambang bahasa. 2. 2) pendapat pikiran. Jadi memahami bacaan dapat dikatakan sebagai suatu sikap mengerti benar dengan bahan yang dibaca. . Membaca Pemahaman Kata pemahaman dalam kamus besar bahasa indonesia berawal dari kata paham yang memiliki arti: 1) pengertian.

. sebab kemampuan berfikir manusia juga tidak sama. . pembaca akan mengambil makna yang ada dibaliknya. dan paragraf. Di samping itu bahan bacaannya agak panjang bila dibandingkan dengan bahan bacaan untuk membaca teknik. Akan tetapi. Pada saat lambang itu dipahami oleh pembaca. Alasannya adalah surat kabar memiliki gaya bahasa dan organisasi tulisan yang berbeda dengan buku atau majalah. pada saat pembaca tidak memahami lambang yang dibacanya. Di samping itu surat kabar merupakan bahan bacaan yang hidup untuk bidang studi pengetahuan sosial. kata. dibalik lambang tersebut terdapat makna dan maksud. Menurut Farida (2005:103) “memasukan surat kabar sebagai bahan bacaan merupakan kegiatan yang efektif dalam pembelajaran membaca”. ada anak yang mampu memahami suatu bacaan dengan sangat mudah bahkan mampu mengembangkan informasi baru dengan bantuan pengetahuan anak. kalimat. Saleh (2006:107). akan tetapi ada juga anak yang bisa membaca atau melafalkan apa-apa yang tertulis tanpa memahami maksud dan tujuan tulisan tersebut. maka makna yang ada dibalik lambang itu tidak akan dapat dipahaminya. tidak mempunyai tanda baca yang banyak variasinya atau yang dapat menyulitkan siswa dalam memahami isi bacaan. Bahan bacaan untuk membaca pemahaman hendaknya baru bagi siswa. Kegiatan membaca pemahaman tiap-tiap anak tidak sama.13 lambang itu terwujud dalam bentuk huruf.

saatbaca dan . Pemahaman yang diperoleh dan catatan yang dibuat dari bacaan yang dibaca memiliki ketepatan yang akurat seperti yang dimaksud oleh penulis. 2) saatbaca. Seiring dengan pendapat di atas Farida (2006:9) mengatakan “Untuk mendorong siswa dapat memahami berbagai bahan bacaan hendaknya guru menggabungkan kegiatan prabaca. Tahap prabaca dimasudkan untuk mempersiapkan mental pembaca pada situasi membaca yang akan dilaksanakan. Pada tahap pascabaca yang dilakukan adalah menjawab pertanyaan setelah membaca. gagasan-gagasan dan argument-argumen yang ada pada bacaan. Tahap saatbaca dilakukan untuk mengulang membaca jika ada bagian tertentu dari bacaan yang belum dipahami. kemudian mengajukan pertanyaan yang menuntun pada saat siswa membaca untuk memudahkan pemahamannya. kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara memperhatikan judul. Selain itu pembaca dapat membuat catatan tentang hasil pemahamannya. 3) pascabaca. 3.14 Jadi hakekat membaca pemahaman adalah membaca untuk memahami dan merekam isi bacaan dengan tepat. Proses Pembelajaran Membaca Saleh (2006:111) membagi proses membaca menjadi tiga tahap yaitu 1) prabaca. Hal ini diindikasi oleh pemahaman pembaca terhadap pokok-pokok pikiran. tujuannya adalah untuk mengetahui apa yang telah diperoleh setelah membaca. dan gambar-gambar yang menyertai wacana yang akan dibaca.

keluarga. Berdasarkan Pandangan teori skema. Kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Kooperatif mengandung pengertian bekerja bersama-sama dalam mencapai tujuan bersama. membaca adalah proses pembentukan makna terhadap teks. a. Sedangkan menurut Solihatin (2007:4) pembelajaran kooperatif adalah suatu sikap .15 pascabaca dalam pembelajaran membaca”. atau sekolah. 2007:4). sehingga siswa dapat mengembangkan pembelajaran membaca dengan menggunakan tahaptahap membaca tersebut. tanpa kerja sama kehidupan ini sudah punah. Falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. sehingga bisa membantu siswa dalam mengembangkan ide-idenya sesuai dengan tahap-tahap membaca yang telah mereka ketahui dan berdasarkan latihan yang telah mereka lakukan. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat dibandingkan bahwa tahap-tahap membaca ada bermacam-macam. Pembelajaran Kooperatif Pengertian Pembelajaran Kooperatif Menurut Anita (2002:27) “Falsafah yang mendasari model pembelajaran gotong royong dalam pendidikan adalah falsafah homo homini socius”. Hamid (dalam Solihatin. 4. Tanpa kerja sama. tidak akan ada individu. organisasi. Burhanuddin (2007:119). Sehubungan dengan teori membaca ini guru hendaknya mampu mengembangkan pengetahuan tentang topik untuk memproses pesan suatu teks.

artinya pembelajaran yang terbaik akan tercapai di tengah-tengah percakapan di antara siswa. Slavin (dalam Solihatin. Pembelajaran kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau kelompok kerja karena belajar dalam tipe kooperatif harus ada struktur dorongan dan tugas yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan-hubungan yang bersifat interdependesi yang efektif di antara anggota kelompok.16 atau prilaku bersama dalam bekerja atau membantu diantara sesama dalam struktur kerja sama yang teratur dalam kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih dimana keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan setiap anggota kelompok itu sendiri. tidak ada lagi kelas yang sunyi selama proses pembelajaran”. tetapi pembelajaran yang membentuk prilaku siswa dalam pembelajaran. Jadi pembelajaran kooperatif bukan hanya sekedar belajar kelompok. . 2007:4) Seiring dengan itu Mohamad (2005:2) “mengatakan pembelajaran kooperatif menciptakan sebuah revolusi pembelajaran di dalam kelas. dengan menciptakan suatu lingkungan kelas yang baru tempat siswa secara rutin dapat saling membantu satu sama lain guna menuntaskan bahan ajar akademiknya. dan menciptakan hubungan dan kerjasama antara siswa di dalam kelas sehingga siswa bisa saling membantu dalam menuntaskan pembelajaran di kelas.

Di samping dapat mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar.17 b. 1) Pencapaian hasi belajar Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. 3) Pengembangan keterampilan sosial . 2) penerimaan terhadap keragaman. baik kelompok bawah maupun kelompok atas. pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan pada siswa yang bekerja sama menyelesaikan tugas-tugas akademik. 2) Penerimaan terhadap keragaman Pembelajaran kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas tugas bersama dan melalui penggunaan struktur pengharagaan kooperatif. Memusatkan perhatian pada pembelajaran kooperatif dapat mengubah norma budaya anak muda dan membuat budaya lebih dapat menerima prestasi menonjol dalam berbagai tugas pembelajaran akademik. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Menurut Nurasma (2006:12) pembelajaran koopertif bertujuan untuk: 1) pencapaian hasil belajar. 3) pengembangan keterampilan sosial. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah. serta belajar untuk menghargai satu sama lain.

7) tindak lanjut atau follow up. 2) Penerimaan yang menyeluruh oleh siswa tentang tujuan belajar . guru hendaknya memulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran dengan jelas dan spesifik. c. Jadi tujuan pembelajaran kooperatif bukan hanya sekedar untuk belajar kelompok tapi tujuan pembelajaran kooperatif adalah untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas akademik. 4) interaksi yang bersifat terbuka. 6) interaksi sikap dan prilaku sosial dan positif.18 Keterampilan sosial merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki di masyarakat. Penyampaian tujuan pembelajaran ini disampaikan guru sebelum kelompok belajar terbentuk. 2) penerimaan yang menyeluruh oleh siswa tentang tujuan belajar. 5) kelompok bersifat heterogen. meskipun budayanya berbeda. Tujuan tersebut menyangkut apa yang diinginkan guru untuk dilakukan siswa dalam kegiatan belajarnya. Perumusan tujuan harus disesuaikan dengan tujuan kurikulum dan tujuan pembelajaran. Prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif Menurut Stahl (dalam Solihatin 2007: 7) prinsip-prinsip pembelajaran kooperatif ada 8 yaitu: “1) perumusan hasil belajar siswa harus jelas. 3) ketergantungan yang bersifat positif. siswa dapat belajar untuk saling menghargai satu sama lain. 1) Perumusan hasil belajar siswa harus jelas Sebelum menggunakan strategi pembelajaran. banyak kerja orang dewasa dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung satu sama lain dalam masyarakat meskipun beragam budayanya. 8) kepuasan dalam belajar”.

19 Guru hendaknya mampu mengkondisikan kelas agar siswa mampu menerima tujuan pembelajaran dari sudut kepentingan diri dan kepentingan kelas. maka guru harus mengorganisasikan materi dan tugas-tugas pelajaran sehingga siswa siswa memahami dan mungkin untuk melakukan hal itu dalam kelompoknya Johnson (dalam Solihatin 2007: 7). dan kritik dari temannya secara positif dan terbuka. ide. Mereka akan saling memberi dan menerima masukan. saran. 5) Kelompok bersifat heterogen Pembentukan kelompok belajar koopetratif. sehingga siswa merasa tergantung secara positif pada anggota kelompok lainnya dalam mempelajari dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru. keanggotaan kelompoknya harus bersifat heterogen sehingga dalam suasana belajar . 3) Ketergantungan yang bersifat positif Untuk mengkondisikan terjadinya interdepedensi antara siswa dalam kelompok belajar. 4) Interaksi yang bersifat terbuka Di dalam kelompok interaksi yang terjadi bersifat langsung dan terbuka dalam mendiskusikan materi. Guru harus merancang struktur kelompok dan tugas-tugas kelompok yang memungkinkan setiap siswa untuk merancang dan mengevaluasi diri dan teman sekelompoknya dalam penguasaan dan kemampuan untuk memahami materi pelajaran.

Siswa harus belajar bagaimana meningkatkan keterampilan dalam memimpin. Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatf Menurut Mohamad (2005:5) jenis-jenis kooperatif diantaranya adalah: 1) Student Team Ahievement Divisions (STAD. 3) Team Accelerated Instruction (TAI). . berorganisasi dan mengklarifikasikan berbagai masalah. 4) Coperative Integrated Reding and Composition (CIRC). 8) Kepuasan dalam belajar Pengembangan suasana yang kondusif bagi kelompok belajar dan hubungan yang bersifat interpersonal diantara sesama anggota harus ditumbuhkan oleh guru sehingga kelompok belajar dapat bekerja dan belajar secara produktif. d. yang mana interaksi yang dilkukan siswa tidak bisa memaksakan kehendaknya pada anggota kelompok lain. berdiskusi. 6) Interaksi sikap dan prilaku sosial dan positif Siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas kelompok. 2) Teams Games Tournament (TGT). 7) Tindak lanjut atau follow up Setelah masing-masing kelompok belajar menyelesaikan tugas dan bekerjasama. selanjutnya perlu dianalisis bagaimana penampilan dan hasil kerja yang dihasilkan.20 akan tumbuh dan berkembang nilai sikap dan moral dan perilaku siswa.

2) Teams Games Tournament (TGT) Tipe TGT merupakan model pembelajaran yang didahului dengan penyajian materi pembelajaran oleh guru dan diakhiri dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada siswa.21 1) Student Team Ahievement Divisions (STAD) STAD merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. 3) Team Accelerated Instruction (TAI) Tipe TAI menggunakan kombinasi pembelajaran kooperatif dan pengajaran individual. Kemudian siswa melakukan diskusi pada kelompok masing-masing. Tipe ini menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan empat atau lima orang siswa yang merupakan campuran dari kemampuan akademik yang berbeda sehingga dalam setiap kelompok terdapat yang berprestasi tinggi. kelompok ras dan etnis atau kelompok sosial lainnya. sedang dan rendah atau variasi jenis kelamin. membuat prediksi tentang bagaimana cerita naratif yang akan muncul. 4) Coperative Integrated Reding and Composition (CIRC) Tipe CIRC adalah tipe pembelajaran kooperatif yang beranggotakan empat orang siswa yang terlibat dalam sebuah rangkaian kegiatan bersama. Tipe pembelajaran kooperatif dengan Tipe TAI mengharapkan setiap siswa bekerja sesuai dengan unit-unit yang diprogramkan secara individu yang dipilih sesuai dengan level kemampuannya. .

berlatih pengejaan serta perbendaharaan kata. mereka harus membantu teman satu tim dalam mempelajari bahan ajar tersebut dan mereka harus memberi semangat teman satu timnya. Tipe STAD adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut. STAD merupakan sebuah kelompok terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili heterogenitas kelas ditinjau dari kinerja. Pembelajaran membaca dengan menggunakan tipe STAD dapat memotivasi siswa saling memberi semangat dan membantu dalam menuntaskan keterampilan yang dipersentasekan guru. suku dan jenis kelamin. Salah satunya yaitu dengan tipe STAD.22 saling membuatkan iktisar satu dengan yang lainnya. Mohamad (2005:23). 5. Johson (dalam Solihatin. maka peneliti memilih pembalajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman. (STAD) Tipe Student Teams Achievement Divisions Pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar dapat disajikan dengan bermacam-macam cara. 2007:4) . Apabila siswa menginginkan tim mereka mendapatkan penghargaan tim. Berdasarkan jenis-jenis dan teknik-teknik pembelajaran kooperatif learning tersebut. menulis tanggapan terhadap cerita.

6. Keberhasilan belajar dari kelompok tergantung kepada kemampuan dan aktifitas anggota kelompok baik individu maupun kelompok. Tipe ini memandang bahwa keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru tapi juga bisa dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran yaitu teman sebaya.23 Sehubungan dengan pengertian tersebut Mohamad (2005:5) “mengatakan bahwa STAD adalah suatu tipe pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4-6 orang dengan struktur kelompoknya yang bersifat heterogen”. Keberhasilan belajar menurut tipe ini bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh. dalam bentuk yang disederhanakan dalam kehidupan kelas. Tipe pembelajaran STAD berangkat dari asumsi mendasar dalam kehidupan masyarakat yaitu raihlah yang lebih baik secara bersama-sama. Aplikasi dalam pembelajaran tipe STAD ini mengetengahkan realita kehidupan masyarakat yang dirasakan dan dialami oleh siswa dalam kesehariannya. melainkan perolehan belajar itu akan semakin baik apabila dilakukan secara bersama dalam kelompok-kelompok belajar kecil yang terstruktur dengan baik. Langkah-Langkah STAD . Melalui belajar dari teman sebaya dan di bawah bimbingan guru maka proses penerimaan dan pemahaman siswa akan semakin mudah dan cepat terhadap materi yang dipelajari.

serta menggali pengetahuan. Mintalah siswa saling menjelaskan jawaban satu sama lain supaya semua anggota kelompok memahaminya. 3) kuis. guru memulai kegiatan dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. pada saat ini mereka tidak boleh bekerjasama. Selanjutnya guru menyampaikan materi baru secara verbal. Di dalam kerja tim inilah dilihat kemampuan siswa dalam mengerjakan kuis. 4) penghargaan Tim”. siswa bekerja dalam timnya. Berikan tugas dan tanggung jawab kepada kelompok dengan memberikan peran-peran kepada anggota tim. 2) kegiatan belajar kelompok. 3) Kuis Setelah siswa bekerja di dalam timnya maka siswa dikenai kuis individual. membangkitkan skemata. 4) Penghargaan Tim . yang dapat digunakan untuk latihan keterampilan yang sedang dipelajarinya. kemudian kepada siswa diberikan LKS.24 Menurut Mohamad (2005:29) STAD terdiri dari 4 langkah kegiatan belajar. dan mengakses dirinya sendiri dan teman sesama tim. 2) Belajar tim Setelah siswa mendengarkan penjelasan dari guru. kegiatannya sebagai berikut: “1) persentasi kelas (penyajian materi). dan memberikan motivasi untuk belajar kelompok. 1) Persentasi kelas Sebelum menyajikan materi.

2 Tingkat Penghargaan Kriteria (rata-rata tim) 15 Penghargaan Tim baik . Tabel 2. guru mengumumkan skor tim dan menghadiahkan sertifikat/penghargaan lain kepada tim yang memperoleh skor tertinggi. tingkat penghargaan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.25 Sesegera mungkin setelah kuis terlaksana. menurut Mohamad (2005:36) terdapat tiga tingkatan penghargaan yang diberikan berdasarkan skor tes. Memperoleh nilai sempurna tidak memandang berapa pun skor dasar Lebih dari sepuluh poin di atas skor dasar Skor dasar sampai sepuluh poin di atas skor dasar Sepuluh poin di bawah sampai satu poin dibawah skor dasar Lebih dari perbaikan sepuluh poin dibawah skor Seorang siswa mendapat 30 poin 30 poin 20 poin 10 poin 5 poin Pemberian penghargaan kepada kelompok yang memperoleh poin perkembangan kelompok tertinggi ditentukan dengan rumus sebaga berikut N= Jumlah total perkembangan anggota Jumlah kelompok yang ada Berdasarkan poin perkembangan yang diperoleh. Berdasarkan skor peningkatan individual dihitung poin perkembangan dengan menggunakan pedoman yang disusun oleh Slavin (dalam Nurasma. Skor peningkatan individu dihitung berdasarkan selisih perolehan skor dasar dengan skor test terakhir. 2006:53) sebagai berikut: Tabel 2.l Kriteria Poin Perkembangan Apabila skor kuisnya adalah….

7. Pada tahap saatbaca guru menugasi siswa membaca dalam hati dan mencocokkan interpretasi dengan bacaan. Budi (2008:3). Penerapan Pembelajaran Membaca Pemahaman dengan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD “Kenyataan yang harus diterima bahwa anak-anak harus belajar membaca. 2) saatbaca. guru menyajikan materi pelajaran. Pada tahap prabaca guru menyiapkan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran kemudian membangkitkan skemata siswa. dan kelompok yang memperoleh poin rata-rata 25 sebagai kelompok super. Siswa mengamati gambar yang dipajang di depan kelas dan menginterpretasikannya. kemudian membentuk kelompok. Pernyataan tersebut cukup tegas bahwasanya mulai dari usia belajar terendah penerapan pembelajaran membaca perlu diterapkan supaya mampu menggali dan menerapakan informasi untuk kehidupan.26 20 25 Tim hebat Tim super Kelompok yang memperoleh poin rata-rata 15 sebagai kelompok baik. Pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dapat dilakukan melalui tiga tahap yaitu 1) prabaca. Dari kenyataan di atas Budi (2008:1) “mengatakan penerapan pembelajaran membaca pemahaman dengan tipe STAD dapat meningkatkan mutu pembelajaran membaca pemahaman di sekolah”. sedangkan kelompok yang memperoleh rata-rata 20 sebagai kelompok hebat. 2002:311). dalam pembentukan kelompok ini siswa dibagi menurut tingkat prestasi dan jenis . mengubah kata-kata tertulis menjadi suara” ungkapan Felicity (dalam Colin. 3) pascabaca.

Guru berkeliling ke seluruh kelompok sambil memberikan pujian kepada tim yang bekerja baik. B. tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa dalam timnya adalah siswa mengatur meja dan kursi untuk duduk berkelompok. Pada saat persentasi kelas guru menyajikan materi pembelajaran yaitu tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Kerangka Teori . Sedangkan pada tahap pascabaca perwakilan kelompok melaporkan hasil kerjanya ke depan. terakhir meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis individual. Setelah selesai belajar kelompok siswa dikenai kuis individual tentang materi yang telah dipelajari. setelah selesai guru menghitung skor tim guru memberikan penghargaan kepada tim yang bekerja baik. Apabila siswa memiliki pertanyaan mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman satu timnya sebelum mereka menanyakan kepada guru. pada langkah terakhir guru memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. Siswa mengerjakan latihan yang ada pada LKS kemudian guru memotivasi siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka dengan anggota kelompoknya. setelah kelompok terbentuk siswa bekerja dalam kelompoknya dan mengisi LKS. Pada tahap persiapan pembelajaran guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran dan membangkitkan skemata siswa. Setelah siswa mendengarkan penjelasan guru siswa bekerja di dalam timnya. pada saat inilah siswa tidak boleh saling membantu.27 kelamin.

Dalam kegiatan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu: 1) tahap prabaca. Guru menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Tahap saatbaca guru meminta siswa membaca dalam hati dan mencocokkan hasil interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh dan mengumpulkan hasil interpretasi tersebut. kemudian membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. guru membagikan teks wacana kepada siswa. Siswa diminta mengisi LKS yang sudah dibagikan guru. siswa mengamati gambar.28 Pembelajaran membaca untuk siswa kelas V SD termasuk jenis pembelajaran membaca lanjutan atau membaca pemahaman. pada saat ini siswa tidak boleh saling membantu. kelompok lain menanggapi. 2) saatbaca. dan menginterpretasi gambar. Tahap pascabaca siswa diminta untuk menyajikan hasil kelompoknya ke depan kelas. Setelah . Kemudian siswa duduk sendirisendiri (tidak berkelompok lagi) pada tahap ini siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru. 3) pascabaca Tahap prabaca guru menyiapkan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Siswa saling menjelaskan sesama temannya tentang materi yang kurang dipahaminya. Setelah siswa selesai mengisi LKS. Tujuannya supaya siswa dapat menemukan isi dari bacaan. kemudian guru membentuk kelompok siswa. dengan membaca pemahaman siswa dapat memperoleh informasi dari bacaan. guru meminta siswa menuliskan hasil interpretasinya pada LKS yang telah dibagikan.

Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 22 Andalas Padang yang berjumlah 20 yang terdiri dari laki-laki 8 orang dan perempuan 12 orang. dan 3) penelitian tentang pembelajaran membaca pemahaman belum pernah dilaksanakan di sekolah ini. 1. 1) Guru di sekolah ini memiliki wawasan dan mau menerima pembaharuan dan pendekatan-pendekatan baru. Sekolah ini letaknya cukup strategis. Lokasi Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 22 Andalas Padang. kemudian guru. sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan. hasil belajar dan proses pembelajaran.29 selesai kuis guru menghitung skor tim dengan cara menjumlahkan nilai yang didapatkan masing-masing siswa dan membaginya sebanyak anggota kelompok. 2. Siswa sebagai subjek penelitian terkait dengan kemampuannya berlatih memahami isi bacaan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. BAB III METODE PENELITIAN A. Setelah selesai barulah guru memberikan penghargaan tim. Pemilihan SDN 22 Andalas Padang sebagai tempat penelitian didasarkan pertimbangan sebagai berikut. 2) permasalahan membaca pemahaman merupakan salah satu kendala yang dihadapi guru di sekolah ini. Guru sebagai subjek penelitian 28 .

1. melakukan observasi terhadap tindakan dan melakukan refleksi yaitu . Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Mei 2008. melakukan tindakan sesuai rencana. Waktu/Lama Penelitian Penelitian dilaksanakan selama satu bulan yakni pada semester kedua tahun pelajaran 2007-2008. mulai dari siklus I sampai siklus II. Menurut Kemmis (dalam Ritawati 2007:9) proses penelitian tindakan “merupakan proses daur ulang atau siklus yang dimulai dari aspek mengembangkan perencanaan. Terhitung dari waktu perencanaan sampai laporan hasil penelitian. Proses sebagai subjek penelitian berhubungan dengan efektifitas dan efisiensi siswa terlatih dan praktisi melatih menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan kemampuan siswa memahami isi bacaan. Sejalan dengan hal tersebut. B. Oleh sebab itu sesuai dengan penelitian tindakan kelas maka masalah penelitian yang akan dipecahkan berasal dari praktek pembelajaran di kelas.30 terkait dengan pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD. Rancangan Penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada dasarnya penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. 3. maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang.

kegiatan tindakan dan kesuksesan hasil yang diperoleh”. . koreksi atau pembetulan ataupun penyempurnaan pembelajaran dalam siklus kedua. Partisipasi dan kolaborasi dapat dilakukan berupa hal-hal sebagai berikut: bekerja sama mulai dari tahap orientasi dilanjutkan dengan penyusunan berikut persiapan yang diperlukan. kemudian merencanakan tahap modifikasi. diskusi-diskusi yang bersifat analitik setelah pelaksanaan tindakan. dan seterusnya Rochiati (2007:100) Berikut ini adalah siklus tindakan pembelajaran untuk peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. pelaksanaan perencanaan dalam siklus I. kemudian melakukan refleksi atas semua kegiatan yang telah berlangsung dalam siklus pertama.31 perenungan terhadap perencanaan.

5 Meluruskan jawaban siswa.1 Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran).2 Memperagakankan gambar 1.2 Memberikan kuis 4.1 Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran).6 Menugasi siswa membaca dalam hati 1.6 Menugasi siswa membaca dalam hati 1.5 Menginterpretasi gambar Saat baca 1.5 Meluruskan jawaban siswa. Kuis 3.4 Kelompok lain menanggapi 2.3 Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2.4 Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 1.5 Menginterpretasi gambar Saat baca 1.1 Meminta siswa duduk sendiri-sendiri 3.3 Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 1.7 Mencocokkan interpretasi dengan bacaan. Kuis 3.7 Mencocokkan interpretasi dengan bacaan. Pertemuan kedua 1. dan KBM membaca pemahaman untuk mengidentifikasi masalah Rencana I Rancangan pembelajaran I Prabaca 1.2 Mengisi LKS Pasca baca 2.4 Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 1. Penghargaan tim 4. Alur Penelitian RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Studi pendahuluan Observasi Latar SD. dan menyimpulkan pelajaran 3. 1. Kegiatan belajar kelompok 2. Kegiatan belajar kelompok 2. dan menyimpulkan pelajaran 3. Persentasi kelas 1. Penghargaan tim 4.3 Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 1.8 Penyajian konsep gagasan utama paragraf 2.2 Memberikan kuis 4.2 Memperagakankan gambar 1. 1.8 Penyajian konsep gagasan utama paragraf 2.4 Kelompok lain menanggapi 2. guru.1 Membentuk kelompok siswa 2.1 Menghitung skor tim 4.1 Menghitung skor tim 4.32 2.2 Memberikan penghargaan tim Siklus I Tindakan dan pengamatan Refleksi I Observasi dan diskusi Belum berhasil Rencana II Rancangan pembelajaran II Prabaca 1.1 Membentuk kelompok siswa 2.2 Mengisi LKS Pasca baca 2.1 Meminta siswa duduk sendiri-sendiri 3. 1.3 Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2.2 Memberikan penghargaan tim Siklus II Tindakan dan pengamatan . Persentasi kelas 1.

kesulitan itu pada dasarnya bersumber dari ketidakmampuan siswa menggunakan model membaca yang mangkus. dilakukan diskusi antara peneliti dan guru kelas V juga kepala sekolah berkaitan dengan kemungkinan dilaksanakannya penelitian tindakan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang.33 3. mewawancarai guru dan siswa tentang praktik pembelajaran membaca pemahaman yang sudah dilaksanakan selama ini. Dapat diketahui permasalahan sebagai berikut: siswa mengalami kesulitan memahami isi bacaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi guru dan siswa berkaitan dengan model pembelajaran membaca pemahaman di kelas V SDN 22 Andalas Padang. Prosedur Penelitian Refleksi II 1. Sesuai dengan rumusan masalah pada studi pendahuluan peneliti . Tahap Perencanaan Observasi dan diskusi Berhasil Laporan Peneliti melakukan studi pendahuluan berupa observasi awal terhadap pembelajaran membaca pemahaman di kelas V SDN 22 Andalas Padang. Setelah diidentifikasi. siswa sulit menjawab pertanyaan dan menulis ringkasan setelah membaca. Selain itu siswa sulit menemukan gagasan utama tiap paragraf. Studi pendahuluan dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran membaca pemahaman di kelas.

penyusunan RPP meliputi hal-hal sebagai berikut: a) menetapkan standar kompetensi. rancangan tindakan itu berupa pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD berupa model rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Senin. tanggal 5 Mei 2008. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jumat. e) menetapkan kegiatan belajar mengajar. d) memilih materi.34 bersama guru menyusun rencana tindakan. Rencana pelaksanaan pembelajaran dirancang untuk siklus I terdiri dari satu RPP dua kali pertemuan dengan waktu 4x35 menit. tanggal 2 Mei 2008. f) menetapkan media/alat dan sumber belajar. Kegiatan yang direncanakan sebagai berikut: 1) menyusun rencana tindakan berupa model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dan g) merencanakan penilaian pembelajaran membaca pemahaman. untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam pembelajaran membaca pemahaman. perbedaannya pada siklus satu RPP untuk dua kali pertemuan . langkah pertama melakukan diskusi untuk menyamakan persepsi tentang model membaca yang akan diterapkan dalam membaca pemahaman. Langkah kedua menyusun rancangan tindakan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus II sama dengan siklus I. c) menetapkan indikator. maka RPP pada siklus kedua dirancang dengan memperhatikan hasil refleksi dari tindakan siklus I. b) memilih kompetensi dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.

Pertemuan pertama untuk siklus I dilaksanakan pada hari Senin 12 Mei 2008 dengan fokus pembelajaran membaca pemahaman pada tahap prabaca. Perevisian terjadi pada teks wacana dan media yang digunakan. Pada siklus I wacana tentang 800 Rumah Warga Kota Padang Terkena Banjir. dengan jumlah pertemuan satu kali yaitu 3x35 menit. Media yang digunakan pada siklus I sama banyaknya dengan siklus II yaitu masing-masingnya empat buah gambar (dapat dilihat pada lampiran). Setelah siklus I dilaksanakan maka dibuat perencanaan untuk siklus II dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I. Jadwal disesuaikan dengan jam yang disusun di sekolah. Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari Rabu. rambu-rambu analisis proses kegiatan guru dan siswa. Langkah ketiga mempersiapkan instrument penilaian berupa catatan lapangan. Alasan menjadikan waktu satu kali pertemuan supaya skemata siswa tidak terputus. ramburambu analisis hasil pembelajaran. Kegiatan terakhir adalah menyusun jadwal pelaksanaan tindakan. . tanggal 14 Mei 2008 dengan fokus Pembelajaran melanjutkan membaca pemahaman tahap saat baca dan pascabaca. Siklus kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Mei 2008. Pelaksanaan siklus berikutnya dilaksanakan setelah melihat hasil refleksi siklus I. dan saatbaca. Instrument penelitian dapat dilihat pada lampiran. sedangkan pada siklus II wacana tentang “Telaga Bidadari”.35 sedangkan pada siklus II RPP untuk satu kali pertemuan.

Peneliti memfokuskan perhatian siswa pada gambar . saatbaca. Siklus pertama dilaksanakan dua kali pertemuan (4x35 menit). Peneliti memajangkan gambar untuk membangkitkan skemata siswa c. fokus tindakan yang akan dilaksanakan adalah Pertemuan I (2x35 menit) Pada tahap prabaca hal-hal yang dilakukan adalah: 1) Persentasi kelas a. b. dan pascabaca. Sesuai dengan rencana. Pertemuan pertama merupakan tahap prabaca dan saatbaca. penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. peneliti bertindak sebagai praktisi dan guru kelas V sebagai observer.36 2. Peneliti (praktisi) memulai pembelajaran dengan persentasi kelas berupa penyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD. Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini. dengan menggunakan instrument pengumpulan data yang telah dibuat oleh praktisi dan pengamat. interaksi antara siswa dengan bahan pembelajaran. sedangkan siklus kedua dilaksanakan satu kali pertemuan (3x35 menit) sesuai dengan rencana pembelajaran yang terdiri atas tahap prabaca. aktivitas guru. Observer mengumpulkan dan mengamati proses pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa. peneliti sebagai praktisi melaksanakan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman di kelas V sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pada tahap pelaksanaan tindakan.

Membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar Meminta siswa mengulangi membaca dalam hati Peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan (persentasi kelas) 2) kegiatan belajar kelompok a. b 4) a. Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil Meluruskan jawaban siswa Menyimpulkan pelajaran Pemberian kuis individual Meminta siswa duduk sendiri-sendiri Memberikan kuis individual (kuis) Pemberian penghargaan tim Menghitung skor tim Memberikan penghargaan tim (penghargaan tim) Peneliti membentuk kelompok siswa Peneliti menugasi siswa mengisi LKS . hal-hal yang dilakukan guru adalah: d. j. f. Peneliti mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar yang ada e. i. meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya Pada tahap pascabaca. h. 3) a. Peneliti meminta siswa membaca dalam hati g.37 d. e. Pertemuan kedua (2x35 menit) untuk melanjutkan kegiatan pada pertemuan pertama. b. Peneliti meminta siswa menuliskan interpretasinya Pada tahap saatbaca hal-hal yang dilakukan adalah: f. b. Peneliti meminta siswa mencocokkan hasil interpretasinya dengan bacaan yang baru diperolehnya. g. (kegiatan belajar kelompok) c.

38 Pelaksanaan tindakan dapat digambarkan sebagai berikut Tabel 3. . Persentasi kelas a. Kegiatan belajar kelompok 4) Meminta siswa duduk 4) Duduk berkelompok berkelompok 5) Meminta siswa mengisi LKS 5) Mengisi LKS yang telah disediakan Memantapkan 1) Meminta perwakilan kelompok pemahaman menyajikan hasil kerjanya terhadap isi 2) Meminta kelompok lain bacaan menanggapi yang dibacakan kelompok yang tampil 3) Meluruskan jawaban siswa dan menyimpulkan pelajaran c. Persentasi kelas topik dengan 1) Menyampai 1) Mendengarkan penjelasan guru pengetahuan kan tujuan dan langkahtentang tujuan dan langkah-langkah siswa langkah pembelajaran pembelajaran 2) Memperhatikan gambar yang 2) Memperaga diperagakan guru kan gambar 3) Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 3) Meminta siswa mengamati gambar yang 4) Mendengarkan penjelasan guru dipajangkan sesuai dengan skematanya 4) Meminta 5) Menginterpretasi gambar siswa menulis interpretasinya sesuai dengan gambar yang diamati 5) Meminta siswa mengumpulkan hasil interpretasi yang ditulisnya. Kuis individual 4) Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Kuis individual 4) Meminta siswa duduk sendirisendiri dan mengerjakan kuis 1) 2) 3) Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran c. Meningkatkan 1) Meminta siswa membaca 1) Membaca dalam hati bacaan yang kemampuan dalam hati berhubungan dengan topik membaca 2) Meminta siswa mencocokan 2) Mencocokkan interpretasi dengan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh bacaan yang baru dibaca Pertemuan kedua Pertemuan kedua 3) Meminta siswa mendengarkan 3) Mendengarkan penjelasan guru penjelasn guru tentang konsep tentang gagasan utama dan cara gagasan utama menulis ringkasan b. Kegiatan belajar kelompok b.1 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Pada Siklus I Tahap Prabaca Fokus Tindakan Tindakan/kegiatan guru Kegiatan Siswa Saatbaca Mengaitkan a.

pelaksanaan tindakan pada siklus kedua dapat digambarkan sebagai berikut: Tabel 3. Meminta siswa mengumpulkan hasil interpretasi yang ditulisnya.1 Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran Pada Siklus II Tahap Prabaca Fokus Tindakan Tindakan/kegiatan guru 1 Kegiatan Siswa a. Persentasi kelas topik dengan 1 Menyampaikan tujuan dan pengetahuan langkah-langkah pembelajaran siswa 2. Kegiatan belajar kelompok 4 Meminta siswa duduk berkelompok 5 Meminta siswa mengisi LKS Memantapkan 1) Meminta perwakilan kelompok pemahaman menyajikan hasil kerjanya terhadap isi 2) Meminta kelompok lain bacaan menanggapi yang dibacakan kelompok yang tampil 3) Meluruskan jawaban siswa dan menyimpulkan pelajaran c. Meningkatkan 1 Meminta siswa membaca kemampuan dalam hati membaca 2 Meminta siswa mencocokan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru dibaca 3 Meminta siswa mendengarkan penjelasn guru tentang konsep gagasan utama b. Berdasarkan refleksi pada siklus I maka. Meminta siswa mengamati gambar yang dipajangkan sesuai dengan skematanya 4. Kuis individual 9) Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Meminta siswa menulis interpretasinya sesuai dengan gambar yang diamati 5. Penghargaan tim 5) Menghitung skor tim dan memberikan penghargaan tim d. . Pelaksanaan dapat dilanjutkan ke siklus kedua karena pemahaman siswa belum menunjukan hasil yang memuaskan. Penghargaan tim 5) Menerima penghargaan tim Penelitian ini dilaksanakan dua kali pertemuan (4x35 menit).39 d. Persentasi kelas Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2 Memperhatikan gambar yang diperagakan guru 3 Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 4 5 1 2 3 Mendengarkan penjelasan guru Menginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Saatbaca Mengaitkan a. Kegiatan belajar kelompok 4 Duduk berkelompok 5 6) 7) 8) Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran c. Memperagakan gambar 3. siklus kedua dilaksanakan satu kali pertemuan (3x35 menit). Kuis individual 4) Meminta siswa duduk sendirisendiri dan mengerjakan kuis Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan b.

dan catatan lapangan. Penghargaan tim 10) Menerima penghargaan tim 3. maka penggunaan pendekatan . Jika hasilnya tidak baik.40 d. baik dari aspek guru maupun dari aspek siswa. Jika hasilnya baik. maka penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dapat dikatakan baik dalam pembelajaran membaca pemahaman. Pengamatan Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan teman sejawat untuk mengamati aktifitas siswa dan praktisi selama pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD berlangsung. (2) teknik wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Pelaksanaan kegiatan ini bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh observer pada waktu peneliti melaksankan tindakan pembelajaran. Keberhasilan tindakan dapat dilihat dari hasil observasi setiap siklus. Fungsi pokok pengamatan adalah pengumpulan data tentang pelaksanaan tindakan. Dalam pengumpulan data digunakan (1) lembar observasi. Penghargaan tim 5) Menghitung skor tim dan memberikan penghargaan tim d. dan (3) rancangan pembelajaran dan hasil tes siswa (4) Foto-foto pelaksanaan tindakan. Observasi dilaksanakan terhadap prilaku peneliti dan siswa dengan menggunakan pedoman observasi tersebut di depan.

dan pascabaca. jika tindakan tindakan yang dilakukan tidak ada bedanya atau bahkan lebih jelek hasilnya. Keseluruhan hasil pengamatan ini dilakukan terus menerus dari siklus I sampai siklus II Kendala atau kelemahan yang ditemui pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Apabila keadaannya lebih baik setelah tindakan dilaksanakan. merekam atau mendokumentasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi. Dalam hal ini diupayakan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman pada tahap prabaca. Kriteria keberhasilan tindakan adalah baiknya nilai membaca siswa dilihat dari siswa menemukan gagasan utama. maka tindakan dianggap belum berhasil. 4. Refleksi Refleksi diadakan setiap tindakan berakhir pada tahap ini peneliti mengadakan diskusi dengan observer tentang tindakan yang baru dilakukan yakni berupa:1) menganalisis tindakan yang baru dilakukan. menjawab pertanyaan dan menulis ringkasan bagi siswa terteliti setelah tindakan dilaksanakan. sedangkan kekuatan yang ada pada siklus I direkomendasikan pada siklus II. Dalam kegiatan ini observer akan berusaha mengenal. saatbaca. Evaluasi digunakan untuk mengetahui keberhasilan yang dicapai setelah satu tahapan tindakan. maka dapat dikatakan tindakan telah berhasil. 2) mengulas . Kelemahan yang ditemui pada siklus I disusun dan diperbaiki kembali untuk perencanaan siklus II.41 kooperatif tipe STAD dapat dikatakan tidak relevan dalam pembelajaran membaca pemahaman.

42 dan menjelaskan perbedaan rencana yang telah ada dengan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan, 3) melakukan intervensi, permaknaan dan penyimpulan data yang diperoleh. Hasil refleksi digunakan untuk mengetahui apakah model

pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dan kemampuan ini akan terlihat pada kemampuan siswa dalam membaca pemahaman pada setiap siklus. Berdasarkan mengadakan hasil refleksi dan tersebut, peneliti dan pengamat pelaksanaan

perbaikan

penyempurnaan

rencana

pembelajaran pada siklus berikutnya, kemudian praktisi dan pengamat membuat rencana tindakan siklus berikutnya.

C. 1.

Data dan Sumber Data Data Penelitian Data penelitian ini berupa hasil pengamatan, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi pada setiap tindakan perbaikan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SD 22 Andalas Padang. Data tersebut tentang halhal sebagai berikut: 1) pelaksanaan pembelajaran yang berhubungan dengan prilaku peneliti dan siswa, yang meliputi interaksi belajar mengajar antara peneliti-siswa, siswa-siswa, siswa-peneliti dalam pelajaran membaca

pemahaman, 2) evaluasi pembelajaran membaca pemahaman baik berupa

43 proses maupun hasil, 3) hasil tes siswa baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan tindakan. 2. Sumber Data Sumber data ialah proses kegiatan belajar mengajar membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran. Data yang diperoleh dari subjek terlatih yakni siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. D. Teknik Pengumpulan Data dan Instrument Penelitian Data penelitian yang dikumpulkan menggunakan pencatatan lapangan, observasi, wawancara, foto-foto penelitian dan hasil tes untuk masingmasingnya diuraikan sebagai berikut Catatan lapangan berisi deskripsi tentang pengamatan terhadap tindakan peneliti sewaktu pembelajaran unsur-unsur yang diamati tertera pada lembaran observasi. Observasi dilakukan untuk mengamati latar kelas tempat berlangsungnya pembelajaran, dengan berpedoman pada lembar observasi.. Dokumentasi berupa foto-foto pada saat penelitian sebagai data visual dan bukti proses belajar mengajar (PBM) berlangsung. Wawancara digunakan untuk memperkuat data obsevasi yang terjadi dalam kelas terutama butir penguasaan materi pembelajaran dari unsur-unsur siswa. Hasil diskusi digunakan sebagai bahan perencanaan dan pelaksanaan pada siklus selanjutnya. Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang berupa tes butiran materi pelajaran untuk membuktikan keakuratan data atas

44 kemampuan siswa. Instrumen penelitian ini adalah guru kelas dan teman sejawat sebagai observer dan peneliti sendiri sebagai perencana dan pelaksana. Tes digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan membaca pemahaman siswa pada setiap akhir pembelajaran atau akhir siklus. Tes dalam bentuk essay yang terdiri dari 5 soal menjawab pertanyaan, dan satu soal meringkas isi wacana. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat atas kemampuan siswa memahami bacaan yang dibacanya dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD. Skala yang digunakan untuk mengetahui tingkat

penguasaan/keberhasilan kemampuan siswa terhadap test tersebut adalah tersebut adalah 85-100 dikategorikan sangat baik, 70-84 dikategorikan baik, 55-69 dikategorikan cukup, 40-44 dikategorikan kurang, 0-49 dikategorikan sangat kurang. E. Analisis Data Menganalisis data bentuknya beragam, analisis data merupakan tugas yang besar bagi penelitian kualitatif. Menurut Rochiati (2007:135) analisis yang dilakukan peneliti berupa membuat keputusan mengenai bagaimana menampilkan data dalam tabel, matrik, atau bentuk cerita. Dalam analisis data penelitian tindakan kelas yang penulis langsungkan ini menampilkan data dalam bentuk cerita. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan model analisis data kualitatif yakni analisis data dimulai dengan menelaah sejak pengumpulan data sampai seluruh data terkumpul. Tahap analisis tersebut dimulai dengan menelaah data yang terkumpul, reduksi data

Tahap analisis data tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: menelaah data yang terkumpul dengan melakukan transkripsi hasil pengamatan. Analisis data dilakukan dengan cara terpisah-pisah. Adapun kriteria keberhasilan setiap tindakan: 1. maupun data evaluasi. penyeleksian dan pemilihan data. Kemudian data tersebut direduksi melalui pengkategorian dan pengklasifikasian sesuai dengan fokus masing-masing. Hasil observasi guru dan siswa telah menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau mencapai persentase skor rata-rata 75%. menyajikan data dilakukan dengan cara mengorganisasikan informasi yang sudah direduksi dan mengumpulkan data hasil penelitian. Kemudian data tersebut disajikan dengan cara mengorganisasikan terpadu. Hal ini dimaksudkan agar dapat ditemukan berbagai informasi yang spesifik dan terfokus berbagai informasi yang mendukung pembelajaran dan yang menghambat pembelajaran. Analisis dilakukan terhadap data yang telah direduksi baik data perencanaan. Pengembangan dan perbaikan atas berbagai kekurangan dapat dilakukan tepat pada aspek yang bersangkutan. barulah berakhir dengan menyimpulkan hasil penelitian. pelaksanaan. Tahap analisis yang demikian dilakukan berulang-ulang begitu data selesai dikumpulkan pada setiap tahap pengumpulan data dalam setiap tindakan. dengan menyeleksi mana yang relevan dan mana yang tidak relevan. .45 meliputi pengkategorian dan pengklasifikasian.

3. pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran membaca pemahaman. Apabila sudah berhasil pada siklus II peneliti mencukupkan sampai siklus II. saatbaca. serta refleksi hasil tindakan. Hasil tes akhir dari semua subjek memperoleh skor lebih dari atau sama dengan 75% Hasil wawancara telah memberikan informasi bahwa siswa senang dalam mengikuti pembelajaran.46 2. Perencanaan Pembelajaran Siklus I . karena sudah mencapai persentase skor rata-rata yang diinginkan. Berdasarkan kriteria keberhasilan tersebut maka penelitian ini terdiri dari dua siklus. Penggunaan pendekatan koopertif tipe STAD ini akan terlihat dalam kegiatan prabaca. Dalam pelaksanaan tindakan dibagi atas dua siklus dengan rentang waktu dua minggu. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas V. penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 22 Andalas Padang mata pelajaran Bahasa Indonesia. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yakni selama Mei 2008. dan tidak melanjutkan pada siklus III. dan pascabaca. 1. Hasil Penelitian Siklus I Pada bagian ini akan dipaparkan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam perencanaan. Hasil penelitian tiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut: A.

2) siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana. Ketiga . Tema yang diambil untuk materi Pembelajaran adalah Peristiwa. 3) siswa dapat menulis ringkasan wacana. Indikator yang ingin dicapai pada siklus I yaitu: 1) siswa dapat menemukan gagasan utama/ide pokok paragraf. keempat pada umumnya siswa tinggal di daerah yang terkena banjir. dan pascabaca. Wacana ini diambil dari surat kabar Padang Ekspres. kedua materi pembelajaran tersebut sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. perencanaan pembelajaran ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: tahap prabaca.47 Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam perencanaan pembelajaran membaca pemahaman disusun dan diwujudkan dalam bentuk rancangan pembelajaran dengan model Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Indikator dikembangkan dari Kompetensi Dasar (KD) membaca kelas V yaitu “Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman” Berdasarkan Kompetensi Dasar tersebut ditentukan indikator yang hendak dicapai pada pembelajaran membaca tersebut. saatbaca. Perencanaan ini disusun dan dikembangkan berdasarkan program semester II. ketiga materi pembelajaran tersebut belum pernah diajarkan kepada siswa. Untuk mencapai Indikator tersebut. wacana tersebut dipandang cocok berdasarkan 46 pertimbangan berikut: tema materi pembelajaran sesuai dengan tema yang ada pada semester II. Perencanaan pembelajaran disajikan dalam waktu 2 kali pertemuan atau 4 X 35 menit. Materi pembelajaran berupa teks wacana yang berjudul “800 Rumah Warga Kota Padang Terkena Banjir”.

meminta siswa menginterpretasi gambar. membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Rencana kegiatan belajar-mengajar dalam pembelajaran ini terdiri dari rencana kegiatan peneliti dan siswa. menjelaskan tugastugas belajar. meminta siswa duduk sendiri. mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. dan terakhir peneliti memberikan penghargaan tim kepada tim yang bekerja baik.48 kegiatan ini tidak berdiri sendiri. melainkan saling terkait antara kegiatan satu dengan kegiatan lainnya. meminta siswa membaca dalam hati. membentuk kelompok siswa. Tahap saatbaca direncanakan: meminta siswa membaca dalam hati. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2008 dengan kegiatan sebagai berikut. menugasi siswa membaca dalam hati. setelah siswa membaca peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Pertemuan pertama ditutup oleh peneliti setelah siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. Pertemuan kedua dimulai oleh peneliti dengan mengulang membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan kembali gambar banjir. meluruskan jawaban siswa. dan meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknnya. Tahap pascabaca direncanakan meminta siswa melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap prabaca adalah 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah .sendiri untuk mengerjakan kuis. pada tahap parabaca direncanakan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran.

2) menugasi siswa mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 2) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. 4) mendengarkan penjelasan guru. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 2) melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. 3) meluruskan jawaban siswa. 3) memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya. 4) memberikan kesempatan . 5) meminta siswa menginterpretasi gambar. 4) membentuk kelompok siswa. 4) mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar yang ada sesuai dengan skematanya. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) menugasi siswa membaca dalam hati. 5) siswa menginterpretasi gambar. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap pascabaca adalah 1) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasil kelompoknya ke depan kelas. Sebaliknya kegiatan siswa yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) siswa membaca dalam hati 2) siswa mencocokan interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. 5) menugasi siswa mengisi LKS. 4) siswa duduk berkelompok.49 pembelajaran. 5) siswa mengisis LKS. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang kalimat utama dan cara menulis ringkasan. 3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. Sebaliknya kegiatan siswa pada tahap prabaca adalah 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 6) siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. 6) meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. 3) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan.

Evaluasi proses yang direncanakan adalah mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan tahap prabaca. (c) cara berkolabora/berdiskusi. 6) memberikan kuis individual 7) menghitung skor tim dan 8) memberikan penghargaan tim. Secara khusus perubahan itu terjadi pada (a) cara melaksanakan tugas belajar. Diskusi bertujuan untuk merefleksikan tindakan yang telah dilaksanakan. termasuk refleksi prosedur dan teknik evaluasi. Bentuk tes yang digunakan dalam melihat hasil perolehan siswa berupa tes essay. Tes essay diberikan dalam bentuk pertanyaan. Setelah siklus I selesai dilaksanakan peneliti mengadakan diskusi dengan guru (observer). dan (d) cara . 4) siswa ikut mengambil kesimpulan. Kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap pascabaca adalah 1) perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. 5) siswa duduk sendiri-sendiri 6) mengerjakan kuis individual. dan pascabaca. (2) prosedur pelaksanaan pembelajaran oleh praktisi (peneliti). Hasil refleksi siklus I khususnya mengenai prosedur dan teknik evaluasi.50 bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. Adapun evaluasi hasil berupa hasil menjawaban pertanyaan secara individual. 3) mendengarkan penjelasan guru. 5) meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri. menemukan gagasan utama dan meringkas isi bacaan. 2) kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. (b) cara menginterpretasi gambar. 7) menerima penghargaan tim. akan membawa perubahan pada (1) rancangan pembelajaran yang telah dibuat. saatbaca. Komponen akhir perencanaan pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil.

Untuk lebih jelasnya pelaksanaan pembelajaran ini diuraikan berdasarkan langkah-langkah berikut. penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran membaca yang terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap prabaca. Hasil refleksi ini nantinya akan diimplementasikan pada siklus kedua. dan tahap pascabaca. penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman di kelas V SD Negeri 22 Andalas Padang dilaksanakan dua kali pertemuan. Pertemuan I a Pelaksanaan kegiatan tahap prabaca Tahap prabaca ini berlangsung selama 15 menit. 2. tahap saatbaca. Berdasarkan perencanaan yang terurai di depan. diawali dengan kegiatan membuka pelajaran berupa penyampaian tujuan pelajaran dan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan siswa. Fokusnya adalah untuk pembangkitan skemata siswa dan untuk . (3) alat/teknik evaluasi yang digunakan. air sungai meluap dan banjir.51 memantapkan informasi yang diperoleh siswa dari bacaan. untuk pertemuan I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Mei 2008 dan pertemuan kedua pada hari Rabu tanggal 14 mei 2008. Selanjutnya peneliti melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar tentang hujan. Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Pemahaman siklus I Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I.

kamu terka gambar apa menurut pendapatmu. Siswa ditugasi mengamati gambar. Dialog 2 . guru memajangkan gambar. Membaca itu penting kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengangkat tangan karena ada yang mau menceritakan gambar tersebut. Tetapi sebelum membaca kamu akan melihat gambar yang akan ibu pajang di papan tulis. kemudian kamu tulis dikertas ini. Coba kamu perhatikan gambar yang ibu pajang ini. bagus! Sekarang kita akan membaca. peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang gambar yang telah dipajangkan. siapa yang tahu. peneliti mempersilahkan kepada siswa yang mengangkat tangan untuk menceritakan gambar. Setelah lebih kurang 5 menit siswa mengamati gambar. dan menuliskan hasil interpretasi dalam lembaran yang telah disediakan. Kemudian siswa ditugasi menceritakan secara keseluruhan gambar yang telah diamati itu dengan memberi alasan pada lembar kerja siswa yang telah disediakan sesuai dengan skematanya. Aktivitas pembangkitan skemata dan menginterpretasi yang dilakukan peneliti terungkap dalam dialog berikut ini. (guru membagikan kertasnya) ada jelas anak-anak? Siswa : “Jelas bu! (siswa mulai mengerjakan) Berdasarkan tuturan di atas tampak bahwa peneliti memberikan penjelasan tentang tugas yang akan dilaksanakan siswa. Cuplikan proses tanya jawab terjadi seperti dialog berikut ini. Gambar ini akan berhubungan dengan bacaan itu nantinya. yaitu membaca. Nah. untuk apa kita membaca?” (tanya guru secara klasikal) Siswa : “Untuk menambah pengetahuan bu! Untuk mencari berita bu!” (jawaban siswa bervariasi) Peneliti : “Ya. Dialog 1 peneliti : “Anak-anak seperti biasanya pada hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia.52 menginterpretasi gambar yang diamati.

Sswa :“Pertama hari hujan lebat bu. b Kegiatan Tahap Saatbaca Tahap ini dimulai oleh peneliti dengan meminta siswa mencocokan hasil interpretasinya dengan wacana yang baru diperoleh. Guru meminta siswa membaca wacana dalam hati.53 Peneliti : “Anak-anak! Coba kamu lihat. dan terjadilah banjir bu!” Peneliti : “ Siapa lagi? Yang lain bisa menjelaskan?” kata guru sambil menunjuk gambar Siswa : “ Hari hujan. Dari kutipan di atas tampak bahwa skemata siswa sudah bangkit dan siswa sudah termotivasi untuk membaca. ceritakan gambai ini”. Peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan. arus sungai deras dan banjir!” : “ya! Jadi sama bacaannya tentang banjir!” kalau sudah selesai kumpulkan ya! Siswa : Siswa mengumpulkan tugasnya. gambar apa yang ibu pajang ini?” siapa yang bisa? (tanya guru secara klasikal) Siswa : “Saya bu!” (Kata seorang siswa sambil mengangkat tanganya) Peneliti : “Ya. kemudian air sungai meluap. Pertemuan 2 . Apakah sama? Siswa : “ sama buk!” Peneliti : “ Siapa yang bisa menjelaskan? Siswa : “ Pertama hujan lebat. coba Iqbal. setelah membaca kamu cocokan interpretsi kamu tadi dengan bacaan yang baru kamu peroleh. karena hujan lebat arus sungai deras akhirnya meluap dan tarjadi banjir bu”. Guru membagikan teks bacaan kepada siswa. Peneliti : “Ya. bagus Iqbal. Dialog 3 Peneliti : “Sekarang kamu ibu tugaskan untuk membaca wacana yang sudah ibu bagikan. Pertemuan pertama siklus I ditutup Peneliti sampai dialog 3 ini.

60. Sebelum memulai membaca peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Kemudian peneliti memajangkan kembali gambar banjir dan peneliti menugasi siswa membaca dalam kelompoknya.A V. kalu kita meringkas tidak semuanya disalin tapi kita ambil pokok-pokoknya saja. di tengah. dan ada yang diakhir paragraf. coba anak ibu yang lain!” Siswa : “Inti dari paragraf itu buk!” Peneliti : “Ya benar. 60. kamu akan ibu minta mencari gagasan utama yang ada tiap tiap paragraph. apa itu gagasan utama/ide pokok paragraf? ada yang tau”? Siswa : “isi dari paragraf bu!” Peneliti : “Ya bagus. Setelah menemukan gagasan utama kamu ibu tugaskan meringkas wacana. 60. 80.A. setelah membaca. sedangkan kelompok sedang sebagai berikut: 65. Pembagian kelompok dapat dilihat dalam tabel berikut Tabel 4. kamu duduk berkelompok. Berdasarkan skor tersebut siswa dibagi ke dalam 5 kelompok secara heterogen.R. ibu akan membagi kamu menjadi 5 kelompok (praktisi membagi kelompok) Peneliti membentuk kelompok siswa.54 Pertemuan kedua diawali peneliti dengan membangkitkan skemata siswa. 65. gagasan utama/ide pokok adalah inti atau pokok-pokok yang dibicarakan pada paragraf itu. diambil pokok-pokoknya saja bu!” Peneliti :“Ya pintar. kriteria pengelompokkan sebagai berikut: kelompok tinggi dengan nilai 90. Skor dasar diambil dari nilai membaca siswa pada semester I yang telah diperolehnya. 60. 65. 65. Pembangkitan skemata dilakukan dengan menanyakan pelajaran kemaren. 70. 65. 65. Peneliti : “Kemarin kamu sudah ibu tugaskan kerja individu sekarang kamu ibu tugaskan membaca secara kelompok lagi. gagasan utama ada yang terletak diawal.P Skor Dasar 90 65 60 . 60. 60.F O. 70. Ada yang kurang mengerti? boleh bertanya ya!” Siswa : “Sudah mengerti bu!” Peneliti : “Sekarang. yang tingkat kemampuannya berbeda dimana pengorganisasian siswa dilihat dari skor dasar yang diperoleh. 65.1 Pembagian Kelompok STAD Siklus I Kelompok I Anggota I. dan kelompok rendah dengan nilai 60. siapa yang tau bagaimana cara meringkas? Apakah semuanya disalin? Siswa : “Tidak bu. 70. 65. masing masing kelompok terdiri dari empat orang siswa.

M. satu orang berkemampuan sedang dengan nilai 65. Kelompok lima juga terdiri dari empat orang siswa.F Z. dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.Z K. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65 dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60. satu orang berkemampuan tinggi dengan niali 70.P R. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65.A. dan dua orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.A.A. satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 70.S.O M.C. satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 70.K. Kelompok tiga juga terdiri dari empat orang.Y R. kelompok dua terdiri dari empat orang siswa satu orang berkemampuan tinggi dengan nilai 80.N A.H V.M A. dan satu orang berkemampuan rendah dengan nilai 60.N S. dua orang berkemampuan sedang dengan nilai 65.55 J.P K.K F.N R. Kelompok empat terdiri dari empat orang. .R R.S. dan dua orang berkemampuan rendah dengan nilai 60. satu orang berkemampuan sedang dengan nilai 65.D.S.P S.M G.M 60 80 65 60 60 70 65 65 60 70 65 65 60 70 65 65 60 II III IV V Berdarkan tabel di atas kelompok satu terdiri dari empat orang siswa yang masing-masing terdiri dari satu berkemampuan tinggi dengan nilai 90.F Z.

guru melakukannya dengan memberikan penjelasan tentang gagasan utama paragraf sebelum mengerjakan tugas. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas dan membicarakan isinya untuk memantapkan jawaban. Selesai tanya jawab tentang gagasan utama memberikan peneliti kuis individual atau evaluasi. tapi bekerja sama dengan teman kelompokmu. masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. kelompok yang lain menanggapi apakah yang disampaikan benar atau salah. kamu baca wacana dalam hati Siswa : Duduk berkelompok dan membaca dalam hati Peneliti : “Sudah selesai membaca?” Siswa : “Sudah buk!” Peneliti : “Sekarang kamu isi LKS ini.56 Peneliti : Sekarang kamu sudah duduk berkelompok. c Kegiatan Tahap Pascabaca Setelah selesai kerja kelompok. Dari dialog di atas dapat dikemukakan bahwa dalam menemukan gagasan utama. tidak ada yang bermain. sehingga kurang jelas jawaban yang benar. peneliti memberikan evaluasi/kuis kepada siswa. Evaluai berupa menjawab pertanyaan. Berdasarkan penjelasan tersebut siswa ditugaskan berdiskusi dan menuliskan kalimat utama pada lembar kerja yang disediakan. dengan demikian siswa mampu menemukan sendiri jawaban yang telah ditulisnya dan menentukan apakah jawaban kelompoknya benar atau salah. Selesai mendiskusikan gagasan utama. Pelaksanaannya dilakukan peneliti secara klasikal dan siswa menjawabnya bersamaan. menemukan gagasan utama . ada jelas?” Siswa : Jelas bu! (siswa mengisi LKS dengan mendiskusikan dengan teman kelompoknya).

25 Meringkas 85 75 70 65 75 75 70 65 75 70 75 65 75 75 75 70 75 70 85 70 1465 73.A V.A.P K.N R.A.M Jumlah Rata-rata Menjawab Pertanyaan 90 70 70 75 80 70 70 65 80 65 65 65 70 65 65 70 70 65 60 75 1405 70.S.F Z.MF Z. Evaluasi/kuis ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan yang telah dibaca dan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa setelah pembelajaran diberikan.P J.Z K.H V.C.O M. Setelah siswa mengerjakan kuis.Y RM A.A.5 Rata-rata 88 72 70 70 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 70 70 73 72 1436 71.A.I O. peneliti mengoreksi hasil kuis yang telah dikerjakan oleh siswa.57 dan meringkas bacaan yang telah dibaca.N A.P S. Dalam kuis tersebut rata-rata siswa bisa mengerjakan dengan baik.D.R R. Hasil tes yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.S.N S. hanya tiga orang siswa yang memperoleh nilai cukup.K F.8 .P R.S.25 Jumlah 176 145 140 140 155 145 140 130 155 135 140 130 145 140 140 140 145 135 145 145 2870 143.P G.K.R.2 Hasil membaca siswa pada siklus I Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Nama siswa I.

0.A. gagasan utama tidak sesuai dengan kalimat penjelas.A. Nilai 55-69 apabila apabila isi tidak sesuai dengan judul. pilihan kata tidak tepat. tindakan peneliti selanjutnya menentukan skor perkembangan yang diperoleh oleh siswa berdasarkan selisih antara skor dasar dengan skor tes akhir.M Skor dasar 90 65 60 60 80 65 60 60 70 Hasil tes akhir 88 72 70 70 80 71 70 65 68 Poin Perkembangan 10 30 30 30 100 20 20 20 20 80 10 Jumlah II Jumlah .58 Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil membaca pemahaman siswa sudah baik.A V. Tabel 4. Nilai 70-84 apabila isi kurang sesuai dengan judul.Y R.N S.K F. Adapun kriteria penilaian meringkas bacaan yaitu nilai 85-100 apabila isi sesuai dengan judul. Poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa dapat dilihat pada table berikut ini.8. pilihan kata kurang tepat. tulisan rapi. penggunaan EYD tidak tepat. penggunaan EYD kurang tepat. penggunaan EYD tepat. gagasan utama sesuai dengan kalimat penjelas. tulisan tidak rapi.25.P J.R. Berdasarkan skor tertulis skor terendah adalah 65. gagasan utama kurang sesuai dengan kalimat penjelas. dalam menjawab pertanyaan rata-rata nilai siswa 70.S. dan meringkas wacana rata rata 73.25.I O.A. tulisan kurang rapi. sehingga rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 71. pilihan kata tepat.S. skor tertinggi adalah 88.C.N A.M G.3 Poin Perkembangan Siswa Siklus I Kelompok I Nama Siswa I. skor peningkatan tersebut dapat digunakan untuk menghitung poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa. Setelah diperoleh hasil tes.

F K.K.F Z.P R.A V.A.D.Z K.I O.H V.A.R R.F 65 65 60 70 65 65 60 70 65 65 60 70 70 64 70 68 70 73 73 70 73 71 20 20 10 60 20 20 20 30 90 20 20 20 30 90 Jumlah IV Jumlah V Jumlah Berdasarkan tabel di atas masing-masing kelompok mendapatkan poin perkembangan yaitu kelompok I poin perkembangannya 100. Setelah diperoleh poin perkembangan pada masing-masing kelompok maka dimasukkan ke dalam skor kelompok. kelompok II poin perkembangannya 80. Kelompok yang mendapatkan poin perkembangan berdasarkan Kriteria yang telah ditentukan akan mendapatkan sertifikat/penghargaan berupa lambang bintang.O M.P J.N R.S.4 Penghargaan Kelompok Siklus I Kelompok I Nama Siswa I.M Poin Perkembangan 10 30 30 30 100 25 20 20 20 20 80 20 10 Penghargaan kelompok Skor Total Rata--rata II G.S. dengan kriteria yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.59 III A.M Hebat .R.N A.M Z.N S.A. kelompok IV mendapat poin perkembangan 90.M.Y Super Skor Total Rata--rata R. Tabel 4. dan kelompok V mendapat poin perkembangan 90.A.P S.S. kelompok III mendapat poin perkembangan 60.C.K F.

Dalam kegiatan ini peneliti berusaha mengenal dan mengkombinasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi. Pengamatan dilakukan pada waktu pelaksanaan tindakan pembelajaran membaca pemahaman di kelas lima. .S.dengan bintang lima buah yang ditempelkan pada sertifikat. Pengamatan Pengamatan terhadap tindakan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. kelompok IV penghargaan hebat dan kelompok V mendapat penghargaan hebat.O Baik Skor Total Rata--rata V M.F K.N R.K.A. Pengamatan dilakukan dengan objektif dan sistematis.R R. Kelompok II mendapat penghargaan hebat.M Z.F Hebat Skor Total Rata--rata Hebat Dari tabel di atas kelompok I mendapat penghargaan super. Kelompok III mendapat penghargaan baik.P S.M. dengan bintang satu ditempelkan pada sertifikat.D.60 III A.H 20 20 10 60 15 20 20 20 30 90 22 20 20 20 30 90 22 Skor Total Rata--rata IV V.P R.Z K. juga ditempelkan pada sertifikat. 3. keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembar pengamatan.F Z. dengan bintang tiga.

7) menugasi siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh.61 Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V SDN 22 Andalas Padang dan teman sejawat dari PGSD. 3) hasil membaca pemahaman yang diperoleh siswa pada siklus I. Selama tindakan berlangsung aspek yang diamati adalah: 1) analisis kegiatan guru. 2) analisis kegiatan siswa. Observer mengamati prilaku peneliti dan prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari tindakan pertama sampai tindakan berakhir. 1. Pengamatan yang dilakukan pada satu tindakan dapat dapat mempengaruhi penyusunan tindakan selanjutnya. 9) membentuk kelompok siswa. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. Keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan. Analisis Kegiatan Guru Fokus kegiatan guru dalam pembelajaran adalah: 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 8) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. saatbaca dan pascabaca. Hasil pengamatan ini kemudian direfleksikan untuk perencanaan tindakan selanjutnya. 2) membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. 11) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 10) menugasi siswa mengisi LKS. 6) menugasi siswa membaca dalam hati. 12) meminta kelompok lain . 4) mengarahkan sisw untuk menginterpretasi gambar. Aspek yang diamati keterlibatan siswa dan peneliti pada tahap prabaca.

62 menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. Memperagakan gambar 3. Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 4. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 3. Menugasi siswa membaca dalam hati 2. 15) memberikan penghargaan tim. 13) meluruskan jawaban siswa. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2. 14) meminta siswa duduk sendiri-sendiri dan memberikan kuis individual. Tabel 4. dan menyimpulkan pelajaran.5 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Tindakan Guru Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4. Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan SB Kualifikasi B C K SK Keterangan SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v Saatbaca v . Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 5 Meminta siswa menginterpretasi gambar 1. Membentuk kelompok siswa 5.

Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. walaupun belum semuanya benar. Praktisi telah menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Praktisi juga membimbing dan mendorong siswa untuk mengemukakan interpretasinya dengan bebas sesuai dengan skemata yang dimiliki masing-masing individu. Pada tahap saatbaca. peneliti telah memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2.63 Pascabaca 1. dapat dilihat pada lampiran. Peneliti memulai kegiatan . Meminta kelompok lain menanggapi 3. Waktu yang digunakan lebih kurang 15 menit untuk pembangkitan skemata dan menginterpretasi. Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan 4. Pembangkitan skemata siswa dilaksanakan dengan baik. Dalam menginterpretasi gambar. Memberikan penghargaan v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. kegiatan peneliti berkualifikasi cukup ini disebabkan dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik yaitu dalam membagi kelompok siswa dan penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Gambar/media yang digunakan berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik. Meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis 5.

64 dengan membagikan teks wacana kemudian meminta siswa membaca dalam hati dan meminta siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek guru. peneliti membagikan LKS dan meminta semua kelompok untuk mengisinya. . Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah meminta masingmasing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. dalam membentuk kelompok siswa. pemberian penghargaan tim tidak terlaksana. dari 15 deskriptor yang diamati. kemudian guru menghitung skor tim dan memberi penghargaan tim. ternyata baru 11 deskriptor yang dilaksanakan peneliti selama penelitian siklus I. kegiatan yang belum terlaksana yaitu meminta kelompok lain menanggapi hasil diskusi dan pemberian penghargaan tim. 3% berada dalam keberhasilan baik. Peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. peneliti mengalami kesulitan karena siswa ribut mencari tempat duduk masing-masing sehingga waktu yang di butuhkan cukup lama. Keberhasilan tindakan peneliti pada siklus I adalah 73. menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara membacakan jawaban yang benarnya. meminta tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak terlaksana karena banyak yang malu-malu mengeluarkan pendapatnya. Peneliti membentuk kelompok siswa. Kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan namun siswa masih banyak yang ragu (kurang mengerti). Pada tahap pascabaca kegiatan peneliti berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. Setelah kelompok terbentuk.

6) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan.6 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Siswa Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca 1. 10) perwakilan kelompok menyajikan hail kerjanya ke depan kelas. 8) mengisi LKS. 3. 5) mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 4) membaca dalam hati. 12) duduk sendiri-sendiri. 9) saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. Tabel 4. dan pascabaca.65 2. Fokus kegiatan siswa dalam pembelajaran adalah: 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 5. 13) mengerjakan kuis 14) menerima penghargaan tim. Saatbaca 1. Analisis Kegiatan Siswa Keterlibatan siswa juga diamati oleh observer pada tahap prabaca. v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 . 4. saatbaca. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 11) tanggapan dari kelompok yang belum tampil. 3) menginterpretsi gambar. Deskriptor M endengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkahlangkah pembelajaran M emperhatikan gambar yang diperagakan guru M emperhatikan gambar sesuai dengan skematanya M endengarkan penjelasan guru M enginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik S B v Kualifikasi B C K K SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana S Keterangan 2. 7) duduk berkelompok.

kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik yaitu dalam membagi kelompok siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Menerima penghargaan tim deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Pascabaca Berdasarkan tabel di atas tergambar. Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 3.66 2. Tanggapan dari kelompok yang belum tampil 3. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 2. dapat dilihat pada lampiran. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis 5. Mengisi LKS yang telah disediakan 1. Siswa mendengarkan guru menympaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. kegiatan siswa berkualifikasi cukup ini disebabkan dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. gambar berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. Duduk berkelompok 5. siswa memperhatikan gambar yng dipajang oleh guru. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep . Tahap saatbaca. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran 4. walaupun belum semuanya benar. Siswa memulai kegiatan membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik.

siswa mengisi LKS. dari 15 deskriptor yang diamati. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Keberhasilan tindakan siswa pada siklus I adalah 73. Setelah kelompok terbentuk. setelah kuis selesai. kegiatan yang belum terlaksana yaitu menanggapi hasil diskusi dan penghargaan tim. Siswa diminta untuk duduk berkelompo. siswa ribut mencari tempat duduk masing-masing sehingga waktu yang di butuhkan cukup lama. dalam membentuk kelompok. Siswa mendengarkan peneliti membacakan jawaban yang benarnya. Cuplikan wawancara dengan guru dan siswa seperti berikut ini. ternyata baru 11 deskriptor yang dilaksanakan siswa selama penelitian siklus I. waktu habis sehingga siswa tidak bisa menerima penghargaan tim. Dialog 4 . Kegiatan yang dilakukan siswa adalah masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek siswa. Informasi juga didapatkan melalui wawancara dengan guru (observer) dan siswa pada saat jam istirahat setelah pembelajaran. tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak terlaksana karena banyak yang malu-malu mengeluarkan pendapatnya.67 gagasan utama dan cara meringkas bacaan namun siswa kelihatan bingung dan masih banyak yang ragu (kurang mengerti). Tahap pascabaca kegiatan siswa juga berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. Kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. 3% berada dalam keberhasilan baik.

maka siswa yang pandai berusaha semaksimal mungkin. apalagi setelah proses pembelajaran diberikan penghargaan kepada kelompok yang bekerja dengan baik. siswa merasa senang dengan Peneliti Observer Peneliti Observer Peneliti Observer Berdasarkan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman. wawancara tersebut. karena anak belum terbiasa belajar seperti ini”.68 Peneliti Iqbal Peneliti Iqbal Peneliti Iqbal Peneliti Observer : “Iqbal! Bagaimana menurutmu pembelajaran yang telah kita lakukan? : “Senang bu” : “Mengapa Senang?” : “Karena dengan belajar kelompok kami bisa saling membantu bu. Mungkin ini disebabkan siswa belum terbiasa belajar seperti ini. besok diatur menurut kelompok lagi supaya pas membagi kelompok anak tidak ribut. :“Apakah kira-kira ada hal yang menarik dari pelaksanaan pembelajaran ini?” : “Ada. siswa yang pandai sangat membantu. dengan adanya gambar-gambar kami juga tertarik bu!” : “Apakah belajar seperti ini perlu dilanjutkan?” : “Perlu bu!” : “Bagaimana menurut pendapat ibu pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan ini?” : “Bagus! Cuma waktu membagi kelompok anak agak ribut. tetapi semua siswa tetap mengungkapkan interpretasinya tentang gambar walaupun ungkapannya berbeda-beda. itu karena tempat duduknya diacak. . ini sangat memotivasi siswa supaya kelompoknya menjadi pemenang. kelihatannya siswa lebih gembira!” : “ Kira-kira apa penyebabnya bu?” : “Biasanya siswa hanya belajar sendiri-sendiri. dalam menginterpretasi gambar sebagian siswa masih ada yang ragu-ragu dalam mengeluarkan pendapat. Mereka diberi kebebasan dalam mengungkapkan pikiran tentang gambar yang diamati. supaya semua anggota kelompok memahami materi pelajaran. dengan dikelompokan seperti ini siswa bisa saling membantu. dan masih ada anak yang kurang aktif. Pada siklus pertama ini. sekarang saya lihat. :“Apakah ibu merasa senang dengan menggunakan pendekatan ini?” :“ Ya senang!” biasanya saya harus mengajar sendiri.

Dari hasil siklus I diketahui bahwa perencanaan pembelajaran membaca yang ditulis dan dilakukan 2x pertemuan dapat terlaksana dengan baik.69 Dalam menemukan gagasan utama. Dari wawancara tersebut. pembangkitan skemata dan . Langkahlangkah KBMnya dapat dilaksanakan. 4. Peneliti tidak perlu lagi mengeluarkan suara yang banyak. Di sini dibahas hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. dan guru tidak perlu mengulang memberikan penjelasan. aktif. Pertemuan dijadikan satu kali dengan alasan pembangkitan skemata siswa tidak terputus. dan saling membantu dalam belajar. Refleksi tindakan siklus pertama ini mencakup refleksi terhadap (1) perencanaan. walaupun tidak semua kelompok benar dalam menentukan gagasan utama tersebut. juga terungkap bahwa observer senang melihat peneliti menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman karena siswa gembira. demikian pula halnya dengan menjawab pertanyaan yang disediakan. Saran guru (observer) lebih baik jika pertemuannya dijadikan satu kali dengan jam belajar hampir sama. Refleksi Tindakan Siklus I Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara praktisi dan guru (observer) setiap pembelajaran berakhir. semua siswa ikut aktif mencarinya. Tidak satupun kelompok yang tidak menuliskan gagasan utama yang ditugaskan. (2) pelaksanaan dan (3) hasil membaca pemahaman siswa.

walaupun pengungkapannya beragam sesuai dengan persfektif masing-masing individu. maka pada pertemuan kedua siswa diyakini sudah lupa dengan pelajaran yang diberikan. Waktu pembangkitan skemata siswa cukup aktif. dan pemakaian waktu diatur dengan efisien. diharapkan pelaksanaan pembelajaran berlangsung lebih efektif dan efisien. Jumlah waktu yang digunakan 3 jam pelajaran. Tempat duduk sebaiknya diatur menurut kelompok sehingga dalam membagi kelompok praktisi tidak mengalami kesulitan. karena pembatasan waktu dan terputusnya skemata siswa. Dengan demikian. Terlaksananya kegiatan ini didukung oleh alat peraga yang cukup. Tugas mengamati gambar secara terperinci dapat dikerjakan siswa dalam lembar kerja yang disediakan. Gambar yang . sesuai dengan langkah-langkah yang tertulis dalam perencanaan. sehingga mendukung pembangkitan skemata siswa. Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperati tipe STAD dapat dilakukan dengan baik.70 contoh-contoh belajar. Dalam tahap prabaca. Dalam menjelaskan gagasan utama sebaiknya peneliti menjelaskan dengan mengambil contoh pada salah satu paragraph dan menemukan gagasan utamanya. penyampaian tujuan dan langkah-langkah pembelajaran belum terlaksana dengan terperinci. Sesuai hasil kolaborasi peneliti dan guru (observer) maka perencanaan pembelajaran untuk siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan dengan langkahlangkah yang sama dengan dengan perencanaan pembelajaran pada siklus I. Bila waktu dua kali.

Tugasnya adalah berkolaborasi mencari ide pokok/gagasan utama paragraph. (4) Gambar orang mengungsi. Pada tahap saatbaca pelaksanaan pembelajaran sudah dilakukan dengan baik siswa diberi kebebasan membaca dalam kelompoknya.71 ditampilkan terdiri dari (1) gambar hari hujan. Menurut observer (guru) belajar seperti ini baru kali ini dilakukan dan contoh juga tidak diberikan. Siswa mulai lupa dengan hasil membacanya. (2) gambar air sungai meluap. Oleh karena itu guru mengulang kembali menugasi siswa mengamati gambar. Akibatnya siswa belum bisa menginterpretasi gambar dengan sempurna dan belum memenuhi sasaran yang diharapkan. Pada tahap prabaca. Hal ini sudah sesuai dengan rencana yang sudah ditulis. (dapat dilihat pada lampiran). dan menjawab pertanyaan. Jadi pembangkitan . membuat interpretasi umumnya bisa dilakukan siswa berdasarkan gambar yang diamati. dilanjutkan membaca teks bacaan dan memberikan penjelasan. tapi hasilnya belum memuaskan. Selesai membaca siswa diberi kesempatan untuk mencocokan interpretasi yang telah ditulis dengan bacaan yang baru diperoleh. Pertemuan pertama pada siklus I sampai mengerjakan LKS untuk menemukan gagasan utama. Rumitnya membagi kelompok siswa memakan waktu yang lama. dan ada juga yang membaca dalam hati. pelaksanaannya sudah benar karena sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan hari Rabu tanggal 14 Mei 2008. (3) gambar banjir . Pada saat membaca terlihat ada yang membaca dengan suara berbisik. Namun. Sehingga pembelajaran kurang maksimal. membangkitkan skemata siswa.

B. Menemukan gagasan uatama/ide pokok paragraf masih ada yang belum bisa. 1. tetapi dalam menghitung skor tim belum maksimal karena waktu sudah habis. Dalam menjelaskan gagasan utama peneliti perlu mengambil contoh dari teks bacaan. Perencanaan Pembelajaran Siklus II Perencanaan pembelajaran sebagaimana siklus I. Hal ini dilakukan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Pada tahap pascabaca dalam melaporkan hasil kerja kelompok terlaksana dengan baik. sehingga pemberian penghargaan tim tidak bisa dilakukan. Perbedaan yang menonjol berupa perubahan waktu yang digunakan untuk pelaksanaan tindakan dan cara menemukan gagasan utama. Perencanaan yang dibuat pada siklus II pada garis besarnya sama dengan perencanaan pembelajaran siklus I. siswa merasa gembira. Hasil Penelitian Siklus II Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman pada siklus II dilaksanakan berpedoman pada hasil refleksi siklus I. Data perencanaan dan tindakan dapat dipaparkan sebagai berikut. Pada siklus I guru mengulang kembali pembangkitan skemata pada pertemuan kedua akibat terputusnya waktu pertemuan. Dari hasil refleksi siklus I disusun perencanaan dan tindakan siklus II. Dalam memberikan kuis individual juga terlaksana dengan baik. dibuat secara kolaboratif antara guru dengan peneliti (praktisi). Oleh sebab itu pada siklus II waktu pertemuan .72 skemata siswa dua kali dilaksanakan. antara pertemuan pertama dan pertemuan kedua.

perencanaan pembelajaran ini dibagi dalam tiga tahap yaitu: tahap prabaca. yakni 4X35 menit. Untuk mencapai Indikator tersebut. meminta siswa menginterpretasi gambar. melainkan saling terkait antara kegiatan satu dengan kegiatan lainnya. dan pascabaca. Pada siklus I pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan waktu 2 kali pertemuan. Ketiga kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Pada tahap saatbaca direncanakan: meminta siswa membaca sekilas dan mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 3) siswa dapat menulis ringkasan wacana. Data yang diperoleh dari perencanaan tersebut adalah (1) judul yang dipilih adalah Telaga Bidadari. saatbaca. serta menginventarisasi interpretasi siswa. Tahap . maka pada siklus II waktu yang digunakan adalah satu kali pertemuan dengan lama jam pelajaran 3X35 menit. Indikator yang ingin dicapai pada siklus II yaitu siswa dapat 1) siswa dapat menemukan gagasan utama/ide pokok paragraf. melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memajangkan gambar. 2) siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana. Peneliti meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknnya.73 dijadikan satu kali. Bahan bacaan diambil dari buku paket bahasa Indonesia kelas V. Perbedaan bahan tersebut dimaksudkan agar siswa tidak bosan. menjelaskan tugas-tugas belajar. kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. Pada tahap prabaca direncanakan untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. siswa ditugasi membaca dalam hati dan mengisi Lembar Kegiatan Siswa (LKS). guru membentuk kelompok siswa. Perbedaan lainnya terdapat pada bahan bacaan yang digunakan sebagai materi pembelajaran.

3) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. 4) mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar. 8) meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. Sebaliknya kegiatan siswa pada tahap prabaca adalah 1) merespon penjelasan guru. guru meluruskan jawaban siswa. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 4) membentuk kelompok siswa. 5) menugasi siswa mengisi LKS. 3) menginterpretasi gambar. 2) mencocokkan hasil interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis . 4) mencatat interpretasi tentang gambar yang diamati. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap prabaca adalah 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. kelompok lain menanggapi. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 2) melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar. kemudian peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Rencana kegiatan belajar-mengajar dalam pembelajaran ini terdiri atas rencana kegiatan guru dan siswa. Kegiatan yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) menugasi siswa untuk membaca dalam hati. 3) memfokuskan perhatian siswa pada gambar. kegiatan siswa yang direncanakan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik. Sebaliknya.74 pascabaca direncanakan meminta siswa melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas. 2) menugasi siswa mencocokkan interpretasi gambar dengan bacaan yang baru diperoleh. kemudian menghitung skor tim dan akhirnya kelompok yang mencetak skor tinggi mendapatkan penghargaan tim.

7) menerima penghargaan tim. termasuk refleksi prosedur dan teknik evaluasi. 6) siswa mengerjakan kuis individual dan. 5) duduk sendirisendiri. 6) memberikan kuis individual. menemukan gagasan utama dan membuat membuat ringkasan secara individual. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. saatbaca. Sebaliknya kegiatan yang dilakukan siswa pada tahap pascabaca adalah 1) perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 4) menyimpulkan pelajaran bersama guru. Hasil refleksi siklus II khususnya mengenai prosedur dan teknik evaluasi. 4) siswa duduk berkelompok. 5) meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri. . 5) siswa mengisi LKS. Kegiatan peneliti yang direncanakan pada tahap pascabaca adalah 1) menugasi perwakilan kelompok untuk melaporkan hasil diskusinya ke depan.75 ringkasan. dan pascabaca. Diskusi bertujuan untuk merefleksikan tindakan yang telah dilaksanakan. 3) mendengarkan penjelasan guru tentang jawaban yang benar. Adapun evaluasi hasil berupa hasil menjawab pertanyaan. Setelah siklus II selesai dilaksanakan peneliti mengadakan diskusi dengan guru (observer). 7) menghitung skor tim dan 8) memberikan penghargaan tim. 4) memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. 2) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil. 3) meluruskan jawaban siswa. 6) siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. Evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses yang direncanakan adalah mengamati aktivitas siswa dalam kegiatan tahap prabaca.

raja dan putri menikah kemudian punya anak. raja melihat 7 orang bidadari di telaga. walaupun kamu kerja kelompok nilainya nantik ada . Artinya penggunaan waktu seefisien mungkin.76 2. Fokusnya adalah untuk pembangkitan skemata siswa dan untuk menginterpretasi gambar yang diamati. yakni pada hari rabu tanggal 21 Mei 2008. peneliti menyampaikan tujuan pelajaran dan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan siswa dalam waktu yang terbatas. Gambar berupa gambar seri yaitu. Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman siklus II pada garis besarnya hampir sama dengan yang dilaksanakan pada siklus I. mulai dari raja berjalan di hutan. Pelaksanaan Kegiatan Tahap Prabaca Siklus II Kegiatan ini diawali dengan kegiatan membuka pelajaran. untuk lebih jelasnya langkah-langkah tersebut seperti berikut ini. Dengan menggunakan waktu yang efisien dalam pembelajaran. Selanjutnya peneliti melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar “Telaga Bidadari”. a. Aktivitas pembangkitan skemata dan menginterpretasi yang dilakukan peneliti terungkap dalam dialog berikut ini. ibu akan langsung kumpulkan jelas anak-anak? Siswa : “Jelas bu!” Peneliti : “Pelajarannya seperti kemaren ada yang kamu kerjakan pribadi ada yang kelompok. Pelaksanaan pembelajaran siklus II Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman siklus II dilaksanakan satu kali pertemuan. jadi tidak ada yang main-main ya! Selesai tidak selesai kalau waktunya habis. perbedaannya terletak pada tindakan yang dilakukan oleh peneliti. yaitu membaca. jam pertama sampai jam ketiga. terakhir putri kembali ke kahyangan (gambar terlampir). Karena waktunya terbatas maka pelajaran ini dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Dialog 1 Peneliti : “Anak-anak seperti biasanya pada hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia.

b. Siswa diharapkan mengerjakan tugas dengan cepat. dan tidak boleh bermain.77 juga nilai pribadi. Siswa menginterpretasi gambar dan mengisikan ke dalam LKS. Jangan lupa tulis namanya ya!” : “Ya bu!” (Jawab siswa secara bersama) : (Terdengar suara ramai) “sudah selesai”? : “Sudah bu! : “Kalau sudah selesai kumpulkan lagi ya! Tapi sebelum dikumpul baca dulu ya!. Selanjutnya guru memperagakan gambar “Telaga Bidadari” lebih kurang 5 menit siswa mengamati gambar. gambar apa yang ibu pajang ini?” kamu prediksi kemudian kamu tulis hasilnya pada LKS yang ibu berikan. Cuplikan proses tanya jawab terjadi seperti dialog berikut ini. Tanpa ditugasi. peneliti melakukan tanya jawab dengan siswa tentang gambar yang telah dipajangkan. Dari kutipan di atas tampak bahwa siswa bekerja sesuai dengan tugas yang dijelaskan peneliti sebelumnya. Guru membagikan teks cerita telaga bidadari. Dialog 2 Peneliti Siswa Peneliti Siswa Peneliti : “Anak-anak! Coba kamu lihat. Kalau waktu sudah habis maka peneliti akan mengumpulkan tugas baik pribadi maupun kelompok. tugasnya seperti kemaren. kamu diminta memprediksi gambar atau inerpretasi gambar. dan kamu diminta mencari ide pokok dan terakhir kamu meringkas bacaan. Siswa bekerja dalam waktu yang singkat sebagaimana yang sudah disarankan oleh gurunya. Kegiatan Tahap Saatbaca siklus II . siswa langsung mengamati gambar dan mengisi LKS yang dibagikan peneliti. jelas? Siswa : “Ya bu!” Dari tuturan di atas jelas bahwa dalam melaksanakan pelajaran peneliti berusaha menggunakan waktu seefisien mungkin.

P S. Pertama peneliti meminta siswa memberi nomor paragraf dengan menghitung jumlah paragraf yang ada pada telaga bidadari.S.R.M. masing masing kelompok terdiri dari empat orang siswa. bedanya skor dasar diambil dari hasil kuis pada siklus I.F Z.S.M Skor Dasar 88 72 70 70 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 73 70 73 72 II III IV V .Y R.P K.F Z.M A.K. peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan dengan cara mengambil satu paragraph yang ada pada bacaan dan mencari gagasan utamanya.S.N R.A.A. Pembagian kelompok masih sama dengan kelompok pada siklus I.P J.A.A.Z K.5 Pembagian Kelompok STAD Kelompok I Anggota I. Pembagian kelompok pada siklus II dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4.O M.H V.D.P R.R R.N S.M G.A V. yang tingkat kemampuannya berbeda dimana pengorganisasian siswa dilihat dari skor yang diperoleh pada siklus I.78 Pada tahap ini kegiatan dimulai oleh peneliti dengan meminta siswa membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretsinya dengan wacana yang baru diperoleh. Peneliti membentuk kelompok siswa.N A.C.F O. Setelah siswa mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh.K F.

perbedaannya hanya pada skor dasar. tapi bekerja sama dengan teman kelompokmu. tidak ada yang bermain. Dari dialog di atas dapat dikemukakan bahwa dalam menemukan gagasan utama. Dengan demikian siswa mampu menemukan sendiri jawaban yang telah ditulisnya dan menentukan apakah jawaban kelompoknya benar atau salah. Selesai tanya jawab tentang gagasan utama peneliti memberikan kuis individual atau evaluasi. Kegiatan Tahap Pascabaca Setelah selesai kerja kelompok. peneliti melakukannya dengan memberikan penjelasan tentang gagasan utama paragraf sebelum mengerjakan tugas. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas dan membicarakan isinya untuk memantapkan jawaban. masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas.79 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat skor dasar pada siklus II diambil dari hasil tes pada siklus I. d. . anggota kelompok masih sama dengan kelompok pada ssiklus I. Peneliti : Sekarang kamu sudah duduk berkelompok. kamu baca wacana dalam hati Siswa : Duduk berkelompok dan membaca dalam hati Peneliti : “Sudah selesai membaca?” Siswa : “Sudah buk!” Peneliti : “Sekarang kamu isi LKS ini. kelompok yang lain menanggapi apakah yang disampaikan benar atau salah. Berdasarkan penjelasan tersebut siswa ditugaskan berdiskusi dan menuliskan gagasan utama pada lembar kerja yang disediakan. ada jelas?” Siswa : Jelas bu! (siswa mengisi LKS dengan mendiskusikan dengan teman kelompoknya).

Tabel 4.3 78.7 86.S.I O.O M.R R.S.A.Y RM A.P J.3 85 86.P G.3 80 85 78.N R.K F.A. Dalam kuis tersebut pada rata-rata siswa bisa mengerjakan dengan baik.A.H V.A V.7 78.Z K.P S.R.S.F Z. Hasil tes yang diperoleh siswa dapat dilihat pada table berikut ini.8 Hasil Tes Membaca Siswa Pada Siklus II Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama Siswa I.3 76.K.3 78.3 86. Evaluai berupa menjawab pertanyaan.80 Selesai mendiskusikan gagasan utama.7 78.C. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan yang telah dibaca dan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa setelah pembelajaran diberikan.3 78.P R. Setelah siswa mengerjakan kuis. peneliti memberikan evaluasi kepada siswa. peneliti mengoreksi hasil kuis yang telah dikerjakan oleh siswa.7 78.3 76.A.N A.7 78.N S.3 . menemukan gagasan utama dan meringkas bacaan yang telah dibaca.MF Menjawab Pertanyaan 90 80 80 80 90 80 80 80 90 80 80 80 90 75 80 85 85 80 Meringkas bacaan 90 75 75 75 80 75 75 75 85 75 75 75 80 80 75 70 80 75 Jumlah 180 155 155 155 170 155 155 155 175 155 155 155 170 155 155 155 165 155 Rata-rata 90 78.

skor tertinggi adalah 90. gagasan utama tidak sesuai dengan kalimat penjelas. penggunaan EYD tepat.A V. tulisan rapi.81 19 20 Z. Tabel 4. Adapun kriteria penilaian meringkas bacaan yaitu nilai 85-100 apabila isi sesuai dengan judul. tindakan peneliti selanjutnya menentukan skor perkembangan yang diperoleh oleh siswa berdasarkan selisih antara skor dasar dengan skor tes akhir. pilihan kata tepat. Nilai 55-69 apabila apabila isi tidak sesuai dengan judul. Poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.I Skor dasar 88 72 Hasil tes akhir 90 78 Poin Perkembangan 20 20 .0. dalam menjawab pertanyaan rata-rata nilai siswa 86. pilihan kata tidak tepat.0.M Jumlah Rata-rata 80 75 1640 86 85 70 1545 86 165 145 3185 81. sehingga rata-rata nilai siswa pada siklus I adalah 86. Setelah diperoleh hasil tes. pilihan kata kurang tepat. skor peningkatan tersebut dapat digunakan untuk menghitung poin perkembangan yang diperoleh oleh masing-masing siswa. gagasan utama sesuai dengan kalimat penjelas.0.0 Dari data di atas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil membaca pehaman siswa sudah baik. penggunaan EYD kurang tepat. Nilai 70-84 apabila isi kurang sesuai dengan judul. gagasan utama kurang sesuai dengan kalimat penjelas.9 Poin Perkembangan Siswa Kelompok I Nama Siswa I.D. tulisan tidak rapi. tulisan kurang rapi.7 75 1605 86.P K. Berdasarkan skor tertulis skor terendah adalah 75. penggunaan EYD tidak tepat.R. dan meringkas wacana rata rata 86.

Z K.N A.S.O M.A. kelompok IV mendapat poin perkembangan 100.F 80 72 70 65 78 70 70 65 73 70 68 70 73 70 73 72 87 78 78 77 87 78 77 78 85 77 78 80 85 78 82 75 70 70 78 78 20 20 80 20 20 20 30 90 30 20 20 30 100 30 20 30 20 100 30 20 20 20 90 Jumlah III Jumlah IV Jumlah V Jumlah Berdasarkan tabel di atas masing-masing kelompok mendapatkan poin perkembangan yaitu kelompok I poin perkembangannya 80.P R.R. Setelah diperoleh poin perkembangan pada masing-masing kelompok maka dimasukkan ke dalam skor kelompok.A.K F.A. Tabel 4. kelompok II poin perkembangannya 90.P S.P J.N R.A V.M Poin Perkembangan 20 20 20 20 Penghargaan kelompok .D.F Z. kelompok III mendapat poin perkembangan 100. dengan kriteria yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.Y R.A.P J.A.A.M Z.R R.K.M A.82 O..C. dan kelompok V mendapat poin perkembangan 90.M Jumlah II G.N S.H V.I O.10 Penghargaan Kelompok Kelompok I Nama Siswa I. Kelompok yang mendapatkan poin perkembangan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan akan mendapatkan sertifikat/penghargaan.S.S.F K.M.

Pengamatan Pengamatan dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan peneliti dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.R R.H V. 3.K.S.P R.M A.K F. kelompok II mendapat penghargaan hebat.D. sedangkan sertifikat bintang tiga diberikan kepada kelompok baik.O M.A. .F Z.P S.N R.A.83 Skor Total Rata--rata II G.F K.M Z.Z K. kelompok IV penghargaan super dan kelompok V mendapat penghargaan hebat.S.F 80 20 20 20 20 30 90 22 30 20 20 30 100 25 30 20 30 20 100 25 30 20 20 20 90 22 Hebat Skor Total Rata--rata III Hebat Skor Total Rata--rata IV Super Skor Total Rata--rata V Super Skor Total Rata--rata Hebat Dari tabel di atas kelompok I mendapat penghargaan hebat. Sertifikat dengan bintang lima diberikan kepada kelompok super.S. kelompok III mendapat penghargaan super.Y R.C. Masing-masing kelompok yang mencapai kriteria super.M.N A.N S. hebat dan baik diberikan penghargaan berupa sertifikat yang berisi bintang. dan sertifikat bintang satu diberikan kepada kelompok baik.

Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V SDN 22 Andalas Padang dan teman sejawat dari PGSD. Observer mengamati prilaku peneliti dan prilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi. Aspek yang diamati keterlibatan siswa dan peneliti pada tahap prabaca. keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembar pengamatan. Keberhasilan tindakan diamati selama dan sesudah tindakan dilaksanakan. Pengamatan dilakukan pada waktu pelaksanaan tindakan pembelajaran membaca pemahaman di kelas lima. Analisis Kegiatan Guru . pengamatan dilakukan secara terus menerus mulai dari tindakan pertama sampai tindakan berakhir. 3) hasil membaca pemahaman yang diperoleh siswa pada siklus I. Selama tindakan berlangsung aspek yang diamati adalah: 1) analisis kegiatan guru. Hasil pengamatan ini kemudian direfleksikan untuk perencanaan tindakan selanjutnya.84 Pengamatan terhadap tindakan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD dilaksanakan untuk mendapatkan informasi bagaimana respon siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus II. 1. Pengamatan dilakukan dengan objektif dan sistematis. Pengamatan yang dilakukan pada satu tindakan dapat dapat mempengaruhi penyusunan tindakan selanjutnya. 2) analisis kegiatan siswa. saatbaca dan pascabaca. Dalam kegiatan ini peneliti berusaha mengenal dan mengkombinasikan semua indikator dari proses hasil perubahan yang terjadi.

7) menugasi siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 13) meluruskan jawaban siswa. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran 2. 10) menugasi siswa mengisi LKS. Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis SB Kualifikasi B C K SK Keterangan SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor v Saatbaca v . 3) memfokuskan perhatian siswa kepada gambar. Memfokuskan perhatian siswa pada gambar 4. Memperagakan gambar 3. 15) memberikan penghargaan tim. 2) membangkitkan skemata siswa dengan memajangkan gambar. dan menyimpulkan pelajaran. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 8.85 Fokus kegiatan guru dalam pembelajaran adalah: 1) menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. Tabel 4. 9) membentuk kelompok siswa. Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar 6 Meminta siswa menginterpretasi gambar 6. 11) meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya ke depan kelas. 14) meminta siswa duduk sendiri-sendiri dan memberikan kuis individual. 12) meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil.11 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Tindakan Guru Siklus II Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. Menugasi siswa membaca dalam hati 7. 5) meminta siswa untuk menginterpretasi gambar. 4) mengarahkan sisw untuk menginterpretasi gambar. 6) menugasi siswa membaca dalam hati. 8) menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan.

Pembangkitan skemata siswa dilaksanakan dengan baik. Dalam menginterpretasi gambar. Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan Pascabaca 6. Pada tahap saatbaca. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik. Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan 9. Meminta kelompok lain menanggapi 8. peneliti telah memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya. Gambar/media yang digunakan berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. Meminta siswa duduk sendirisendiri untuk mengerjakan kuis 10. Membentuk kelompok siswa 10. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. walaupun belum semuanya benar. ini disebabkan lima deskriptor dapat dilaksanakan peneliti dengan baik. Memberikan penghargaan v terlaksana SK= Apabila deskriptor terlaksana 1 SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. Praktisi telah menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. kegiatan peneliti berkualifikasi sangat baik. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan. dapat dilihat pada lampiran. Peneliti . Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 7. Waktu yang digunakan lebih kurang 15 menit untuk pembangkitan skemata dan menginterpretasi. Praktisi juga membimbing dan mendorong siswa untuk mengemukakan interpretasinya dengan bebas sesuai dengan skemata yang dimiliki masing-masing individu.86 ringkasan 9.

pemberian penghargaan tim dapat terlaksana dengan baik.87 memulai kegiatan dengan membagikan teks wacana kemudian meminta siswa membaca dalam hati dan meminta siswa mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. meminta tanggapan dari kelompok yang belum tampil tidak semua kelompok menanggapi karena waktu sudah habis . peneliti tidak mengalami kesulitan lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompoknya masing-masing. peneliti membagikan LKS dan meminta semua kelompok untuk mengisinya. meminta kelompok lain menanggapi hasil diskusi juga belum terlaksana sepenuhnya. kemudian guru menghitung skor tim dan memberi penghargaan tim. Peneliti membentuk kelompok siswa. menugasi kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. Peneliti berusaha menyamakan jawaban dengan cara membacakan jawaban yang benarnya. Setelah kelompok terbentuk. kegiatan yang belum terlaksana yaitu melaporkan hasil diskusi tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan karena waktunya terbatas. . dalam membentuk kelompok siswa. Kegiatan yang dilakukan peneliti adalah meminta masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas belum semua kelompok mendapat kesempatan. Peneliti meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Kemudian peneliti menyajikan konsep gagasan utama dan cara meringkas bacaan. Pada tahap pascabaca kegiatan peneliti berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. karena hanya satu kelompok yang mendapat kesempatan untuk menanggapi.

dan pascabaca. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek guru. 4) membaca dalam hati. 2) memperhatikan gambar yang dipajangkan guru. 10) perwakilan kelompok menyajikan hail kerjanya ke depan kelas. 2. ternyata baru 13 deskriptor sudah dilaksanakan peneliti selama penelitian siklus II. 12) duduk sendiri-sendiri. 7) duduk berkelompok.12 Rambu-Rambu Analisis Keberhasilan Siswa padasiklus II Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V Tahap Pembelajaran Prabaca Deskriptor 1. M emperhatikan gambar yang diperagakan guru SB v Kualifikasi B C K Keterangan SK SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 . saatbaca. 11) tanggapan dari kelompok yang belim tampil. 13) mengerjakan kuis 14) menerima penghargaan tim Tabel 4. 3) menginterpretsi gambar. 5) mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. 9) saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. dari 15 deskriptor yang diamati. 8) mengisi LKS.6% berada dalam keberhasilan baik. Fokus kegiatan siswa dalam pembelajaran adalah: 1) mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. 6) mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan. M endengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkahlangkah pembelajaran 2.88 Keberhasilan tindakan peneliti pada siklus II adalah 86. Analisis Kegiatan Siswa Keterlibatan siswa juga diamati oleh observer pada tahap prabaca.

siswa memperhatikan gambar yng dipajang oleh guru. walaupun belum semuanya benar. Hal ini mendukung kearah pemahaman bacaan.89 3. Pascabaca 6. 4. gambar berupa gambar terjadi banjir yang terdiri dari 4 bagian. dapat dilihat pada lampiran. 8. 2. bahwa pada tahap prabaca lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik sehingga pada tahap prabaca kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik. 5. 3. 9. 5. 4. . M emperhatikan gambar sesuai dengan skematanya M endengarkan penjelasan guru M enginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Duduk berkelompok Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Menerima penghargaan tim deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana v SB= Apabila 5 deskriptor terlaksana B= Apabila 4 deskriptor terlaksana C= Apabila 3 deskriptor terlaksana K= Apabila 2 deskriptor terlaksana SK= Apabila 1 deskriptor terlaksana Berdasarkan tabel di atas tergambar. 7. 10. sehingga semua siswa dapat mengungkapkan gambar yang diamati dalam lembar kerja yang disediakan. Saatbaca 1. Siswa mendengarkan guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.

Siswa memulai kegiatan membaca dalam hati kemudian mencocokkan hasil interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. siswa sudah mulai paham karena peneliti menjelaskan dengan mengambil satu paragraf yang ada pada bacaan dan menemukan gagasan utamanya. setelah kuis selesai. Kegiatan yang dilakukan siswa adalah perwakilan kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan kelas tapi tidak semua kelompok mendapat kesempatan. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang konsep gagasan utama dan cara meringkas. kegiatan yang dilaksanakan yaitu dalam membagi kelompok siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan.90 Tahap saatbaca. Siswa diminta untuk duduk berkelompok. dalam membentuk kelompok. Siswa mendengarkan peneliti membacakan jawaban yang benarnya. waktu habis sehingga siswa tidak bisa menerima penghargaan tim. siswa tidak rebut lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompok. . menanggapi hasil diskusi juga tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan. tanggapan dari kelompok yang belum tampil juga tidak terlaksana karena mengingat waktu sudah habis. siswa mengisi LKS. kegiatan siswa berkualifikasi sangat baik lima deskriptor dapat terlaksana dengan baik. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis. Setelah kelompok terbentuk. Tahap pascabaca kegiatan siswa juga berkualifikasi cukup karena dari lima deskriptor hanya tiga yang terlaksana dengan baik. Kelompok secara bergiliran membaca paragraf yang sedang dibahas. kegiatan yang belum terlaksana yaitu melaporkan hasil diskusi. tidak semua kelompok mendapatkan kesempatan karena waktu habis.

supaya semua anggota kelompok memahami materi pelajaran. Dialog 4 Peneliti Annisa Peneliti Annisa Peneliti Annisa Peneliti Observer : “Annisa! Bagaimana menurutmu pembelajaran yang telah kita lakukan? : “Senang bu” : “Mengapa Senang?” : “Karena dengan belajar kelompok kami bisa saling membantu bu. kelihatannya siswa lebih gembira!” : “ Kira-kira apa penyebabnya bu?” : “Biasanya siswa hanya belajar sendiri-sendiri. Peneliti Observer Peneliti Observer Peneliti Observer . sekarang saya lihat siswa yang pandai sangat membantu.6% berada dalam keberhasilan baik. maka siswa yang pandai berusaha semaksimal mungkin. apalagi setelah proses pembelajaran diberikan penghargaan kepada kelompok yang bekerja dengan baik. : “ Apakah ibu merasa senang dengan menggunakan pendekatan ini?” : “ Ya senang!” biasanya saya harus mengajar sendiri.91 Keberhasilan tindakan siswa pada siklus II adalah 86. dari 15 deskriptor yang diamati. ini sangat memotivasi siswa supaya kelompoknya menjadi pemenang. mereka sudah bekerja dengan serius baik itu dalam kerja kelompok maupun pribadi. Cuplikan wawancara dengan guru dan siswa seperti berikut ini. waktu membagi kelompok siswa tidak ribut lagi karena tempat duduk sudah diatur menurut kelompok masing-masing. dengan dikelompokan seperti ini siswa bisa saling membantu. Hal ini diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan lembar observasi dari aspek siswa. Informasi juga didapat melalui wawancara dengan guru (observer) dan siswa pada saat jam istirahat setelah pembelajaran selesai. : “Apakah kira-kira ada hal yang menarik dari pelaksanaan pembelajaran ini?” : “Ada. ternyata13 deskriptor sudah dilaksanakan siswa selama penelitian siklus I. dengan adanya gambar-gambar kami juga tertarik bu!” : “Apakah belajar seperti ini perlu dilanjutkan?” : “Perlu bu!” : “Bagaimana menurut pendapat ibu pelaksanaan pembelajaran yang baru dilakukan ini? : “Lebih baik dari yang dilakukan kemaren! siswa sudah kelihatan aktif.

Siklus kedua ini siswa sudah berani mengeluarkan pendapat. Dalam menemukan gagasan utama. demikian pula halnya dengan menjawab pertanyaan yang disediakan. dan saling membantu dalam belajar. 4. Di sini dibahas hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. walaupun tidak semua kelompok benar dalam menentukan gagasan utama tersebut. peneliti tidak lagi perlu mengeluarkan suara yang banyak.92 Berdasarkan wawancara tersebut. Peningkatan pelaksanaan pembelajaran siklus II ini tampak pada bagian berikut ini. juga terungkap bahwa guru (observer) senang menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman karena siswa gembira. siswa merasa senang dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam membaca pemahaman. Refleksi tindakan siklus pertama ini mencakup refleksi terhadap (1) perencanaan. . tetapi sudah ada peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. aktif. semua siswa ikut aktif mencarinya. Mereka diberi kebebasan dalam mengungkapkan pikiran tentang gambar yang diamati. Tidak satupun kelompok yang tidak menuliskan gagasan utama yang ditugaskan. (3) hasil membaca pemahaman siswa. Dari wawancara tersebut. karena siswa sudah dua kali melaksanakan pembelajaran seperti ini. Refleksi Tindakan Siklus II Kegiatan refleksi dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru (observer) setiap pembelajaran berakhir. (2) pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. siswa tidak ragu-ragu lagi.

Gambar yang ditampilkan terdiri dari (1) gambar Raja berjalan di hutan. membuat interpretasi umumnya bisa dilakukan siswa berdasarkan gambar yang diamati. (2) gambar Raja 7 orang bidadari di telaga. (4) gambar putri kembali ke kahyangan. Terlaksananya kegiatan ini didukung oleh alat peraga yang cukup. Langkahlangkah KBMnya dapat dilaksanakan. Pelaksanaannya sudah benar karena sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada tahap saatbaca pelaksanaan pembelajaran sudah dilakukan dengan baik siswa diberi kesempatan membaca dalam hati dan mencocokkan hasil . Waktu pembangkitan skemata siswa cukup aktif. Tugas mengamati gambar secara terperinci dapat dikerjakan siswa dalam lembar kerja yang disediakan. penyampaian tujuan dan langkah-langkah pembelajaran sudah terlaksana dengan baik. Dalam tahap prabaca. Pada tahap prabaca. walaupun pengungkapannya beragam sesuai dengan persfektif masing-masing individu. Karena sudah dicobakan pada siklus I. hasilnya sudah memuaskan. sehingga mendukung pembangkitan skemata siswa. (3) gambar raja dengan putri.93 Dari hasil siklus II diketahui bahwa perencanaan pembelajaran membaca yang ditulis dan dilakukan 1x pertemuan dapat terlaksana dengan baik. hasil interpretasi siswa sudah baik. Saran guru (observer) lebih dalam meringkas lebih dijelaskan lagi oleh guru karena siswa agak mengalami kesulitan dalam meringkas. Pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperati tipe STAD dapat dilakukan dengan baik. sesuai dengan langkah-langkah yang tertulis dalam perencanaan.

Hal ini sudah sesuai dengan rencana yang sudah ditulis.25. Selesai diskusi praktisi mengadakan evaluasi untuk mengukur kemampuan pemahaman siswa dalam membaca. membuat ringkasan pada siklus I rata-rata nilai siswa 73.13 Perbandingan Keberhasilan Membaca Siswa Siklus I Menjawab Pertanyaan 70. Silklus I dalam menjawab pertanyaan ratarata nilai siswa 70. Perbandingan keberhasilan belajar siswa siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 4.0.0 Membuat Ringkasan 86.0 Berdasarkan tabel di atas terungkap bahwa keberhasilan membaca pemahaman mengalami peningkatan. siswa merasa gembira.94 interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh. .25 pada siklus II meningkat menjadi 86. pada saat membaca pada umumnya siswa sudah membaca dalam hati.25 Membuat Ringkasan 73. Pada tahap pascabaca. pada siklus II meningkat menjadi 86. hanya saja tidak semua kelompok mendapat giliran karena waktu terbatas.25 Siklus II Menjawab Pertanyaan 86.0. termotivasi dan juga menimbulkan kepuasan dalam belajar. Selesai membaca dalam kelompok siswa mengerjakan LKS yang sudah dibagikan praktisi. dalam melaporkan hasil diskusi terlaksana dengan baik.

dan penerapannya dalam pembelajaran membaca pemahaman dikelas V. Fokus pembahasannya adalah peningkatan kemampuan membaca pemahaman teks dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas kecamatan Padang Timur. 3) indikator. 2) kompetensi dasar. Perencanaan ini dibuat secara kolaboratif oleh peneliti dan guru kelas V SDN 22 . komponen itu mencakup 1) standar kompetensi. Hal ini sesuai dengan Abdul (2006:21) bahwa guru harus mempersiapkan perangkat yang harus dilaksanakan dalam merencanakan program. Pembahasan Siklus I Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman terungkap bahwa peneliti membuat rancangan pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas. Pembahasan didasarkan pada teori yang berkaitan dengan pendekatan kooperatif tipe STAD.95 B. 7) evaluasi pembelajaran. I. Dalam menyusun rancangan pembelajaran tersebut ada beberapa komponen yang menjadi dasar penyusunannya. Pembahasan Pada bab ini dilakukan pembahasan hasil-hasil penelitian. 5) kegiatan belajar mengajar. 4) materi pembelajaran. 6) media pembelajaran.

dengan pertamuannya dua kali. Hasil penelitian pada siklus I. Perbedaan perencanaan yang ditulis peneliti antara siklus I dan siklus II terletak pada penentuan waktu pembelajaran. tetapi pelaksanaannya kurang efektif. pada siklus I gambar tentang banjir. . sedangkan pada siklus II dijelaskan dengan cara membaca satu paragraf dan menemukan gagasan utamanya. Waktu yang digunakan pada siklus I adalah 4x35 menit. Dengan mengamati gambar secara bebas. tetapi antara siklus I dan siklus II juga ada perbedaannya yaitu didasarkan pada hasil refleksi pelaksanaan tindakan dan dilengkapi pada pertemuan berikutnya. sebab peneliti kurang membangkitkan skemata siswa dengan mengamati gambar. Pertemuan pertama skemata siswa terputus maka tindakan diperbaiki pada siklus II dengan menjadikan waktu satu kali pertemuan. Semua butir di atas terdapat dalam rencana pembelajaran pada siklus I dan II. Menginterpretasi gambar dapat dilakukan siswa dengan baik. kegiatan kurang berjalan dengan baik. gambar juga digunakan untuk menginterpretasi bacaan. Selain untuk pembangkitan skemata. gambar ditampilkan dengan jelas dan rinci. perubahan ini terjadi karena pada siklus I pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan rencana yang ditulis.96 Andalas Padang. Menemukan gagasan utama pada siklus satu hanya dijelaskan oleh peneliti. sedangkan pada siklus II pertemuan dijadikan satu kali dengan waktu 3x35 menit. pengetahuan dan pengalaman siswa yang berkaitan denga isi bacaan yang akan dibacanya menjadi aktif dan siap digunakan untuk memaknai isi bacaan.

senada dengan itu menurut Mohamad (2005:23) ”Tim dalam STAD merupakan sebuah klompok yang terdiri dari empat orang siswa yang mewakili heterogeninis kelas ditinjau dari kinerja dan jenis kelamin”. mencocokkan interpretasi sudah dilakukan dengan baik. Kegiatan belajar kelompok kurang dapat dilakukan sesuai dengan semestinya. aktivitas tersebut dimaksudkan untuk melihat kembali kebenaran isi yang ditulis dalam tahap prabaca. tahap saatbaca juga terungkap dalam panelitian. siswa dibagi secara heterogen. Kegiatan membaca dalam hati belum terlaksana dengan baik karena masih ada siswa yang membaca dengan berbisik. karena dalam pembagian kelompok siswa ribut mencari tempat duduknya masing-masing sehingga waktu lebih banyak habis untuk mebagi kelompok. dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain. dan mau menerima perbedaan pendapat. Aktivitas penting yang dilakukan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang diperoleh. Aktivitas pada tahap saatbaca sudah dilakukan dengan baik. Untuk penggalian informasi pada tahap saatbaca dilakukan dengan belajar kelompok. dan siswa saling membantu dalam kelompoknya. . Kegiatan kelompok dimaksudkan untuk melatih siswa berbagi pengalaman dengan teman.97 Sebagaimana tahap prabaca. pada saat pembentukan kelompok. 2) mencocokan interpretasi dengan dengan bacaan yang diperoleh 3) penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4) belajar kelompok untuk menemukan gagasan utama. Kegiatan mengisi LKS dapat berjalan dengan baik siswa bisa bekerja sama dengan baik.

melaporkan hasil diskusi ke depan kelas terlaksana dengan baik. 3) meluruskan jawaban siswa yang dilakukan oleh peneliti sehingga siswa mengetahui jawaban yang benarnya supaya siswa lebih paham. akibatnya siswa aktif merespon pembelajaran sehingga proses pembelajaran terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. . 4) memberikan kuis individual sebagai evaluasi.98 Tahap pascabaca juga terungkap dalam pembelajaran. 5) memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. tanggapan dari kelompok yang belum tampil belum terlaksana karena siswa masih malu-malu mengeluarkan pendapatnya. Keberhasilan tes dapat diketahui dari rata-rata hasil belajar siswa siklus I yaitu 72. II.0. kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah 1) melaporkan hasil diskusi ke depan kelas. Kegiatan pada tahap pascabaca juga belum semuanya terlaksana. Hasil tes membaca pemahaman siswa menggambarkan prestasi belajar siswa. Pemberian kuis terlaksana dengan baik tetapi pemberian penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi tidak bisa dilaksanakan pada siklus I. karena waktu sudah habis. Pembahasan siklus II Pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe STAD pada siklus II sudah berjalan dengan baik. berada pada kulifikasi baik. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. dan pada siklus II ini guru sudah menyampaikan tujuan dan tugas-tugas belajar secara rinci. karena waktu pertemuan sudah dijadikan satu kali pertemuan.

telah memenuhi standar yang dituntut. 2) mencocokan interpretasi dengan dengan bacaan yang diperoleh 3) penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan 4) belajar kelompok untuk menemukan gagasan utama. mencocokkan interpretasi sudah dilakukan dengan baik. Kegiatan kelompok dimaksudkan untuk melatih siswa berbagi pengalaman dengan teman. Sebagaimana tahap prabaca. Pada waktu pembangkitan skemata. Dengan mengamati gambar secara bebas. tahap saatbaca juga terungkap dalam panelitian. Gambar ditampilkan dengan jelas dan rinci. siswa diberi kebebasan untuk mengamati gambar yang berkaitan dengan bacaan yang sudah disiapkan peneliti.99 Pembangkitan skemata sudah dilakukan peneliti dalam pembelajaran membaca pada siklus II yang dipaparkan pada bab IV. pengetahuan dan pengalaman siswa yang berkaitan dengan isi bacaan yang akan dibacanya menjadi aktif dan siap digunakan untuk memaknai isi bacaan. Pada siklus II gambar berkaitan dengan cerita Telaga Bidadari. aktivitas tersebut dimaksudkan untuk melihat kembali kebenaran isi yang ditulis dalam tahap prabaca. Kegiatan membaca dalam hati terlaksana dengan baik. . Selain pembangkitan skemata gambar juga digunakan untuk memprediksi bacaan. pada saat pembentukan kelompok. Untuk penggalian informasi pada tahap saatbaca dilakukan dengan belajar kelompok. Aktivitas penting yang dilakukan pada tahap saatbaca adalah 1) membaca dalam hati bacaan yang diperoleh. dan bersedia mendengarkan pendapat orang lain. Aktivitas pada tahap saatbaca sudah dilakukan dengan baik. siswa dibagi secara heterogen. dan mau menerima perbedaan pendapat.

3) meluruskan jawaban siswa yang dilakukan oleh guru sehingga siswa mengetahui jawaban yang benarnya supaya siswa lebih paham. tanggapan dari kelompok yang belum tampil sudah terlaksana karena siswa sudah berani mengeluarkan pendapatnya. Tahap pascabaca juga teungkap dalam pembelajaran. karena dalam pembagian kelompok tempat duduk siswa sudah diatur menurut kelompok. 4) memberikan kuis individual sebagai evaluasi. 2) kelompok yang belum tampil menanggapi. siswa tidak ribut lagi mencari tempat duduknya masing-masing sehingga waktu bia digunakan seefisien mungkin.100 Kegiatan belajar kelompok berjalan dengan baik. 5) memberikan penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi. melaporkan hasil diskusi ke depan kelas terlaksana dengan baik. Kegiatan pada tahap pascabaca juga terlaksana dengan baik. dan dapat dilakukan sesuai dengan semestinya. Kegiatan mengisi LKS dapat berjalan dengan baik siswa bisa bekerja sama dengan baik.0. . Pemberian kuis terlaksana dengan baik dan pemberian penghargaan kepada tim yang mencetak skor tinggi juga bisa dilaksanakan dengan baik. Hasil tes membaca pemahaman siswa menggambarkan prestasi belajar siswa. Dari analisis penelitian pada siklus II nilai rata-rata kelas adalah 86. Berdasarkan hasil pengamatan siklus II yang diperoleh maka pelaksanaan siklus II sudah sangat baik dan guru sudah berhasil dalam usaha peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan pendekatan kooperatif tipe STAD bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. dan siswa saling membantu dalam kelompoknya. kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah 1) melaporkan hasil diskusi ke depan kelas.

Simpulan hasil penelitian berkaitan dengan penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam peningkatan kemampuan membaca pemahaman bagi siswa kelas V SDN 22 Andalas Padang. Simpulan . A.101 BAB V SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini diuraikan tentang simpulan dan saran.

4) kegiatan belajar mengajar.102 Penggunaan pendekatan kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran membaca pemahaman terbukti efektif karena pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perancangan. 4) materi pembelajaran. Kemudian rencana disusun dengan memperhatikan proses pembelajaran. pelaksanaan. 3) tahap pascabaca.0.8. 3) indicator. disamping itu juga memperhatikan minat dan kebutuhan siswa . 2) kompetensi dasar. dan pada siklus kedua terjadi peningkatan menjadi 86. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun berdasarkan program semester II. dan evaluasi. 2) tahap saatbaca. Jadi pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan pendektan kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa memahami isi 101 bacaan. yang terdiri dari 1) standar kompeensi. Saran Dari hasil dan simpulan penelitian. 5) media dan 6) evaluasi. Rencana disusun berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). maka dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran membaca di SD yaitu: . Dalam pembelajaran membaca pemahaman menggunakan tahapan sebagai berikut : 1) tahap prabaca. Setelah dilakukan penelitian maka terjadi peningkatan kemampuan siswa memahami isi bacaan. Rencana pelaksanaa pembelajaran sudah disusun secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas V SDN 22 Andalas Padang. dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata membaca siswa pada siklus I yaitu 71. B.

103 1. Disarankan kepada guru kelas V SD atau guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang juga melakukan pembelajaran membaca pemahaman, agar dapat menggunakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran membaca pemahaman, salah satunya pendekatan kooperatif tipe STAD, karena dengan model ini pembelajaran yang dilakukan siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. 2. Disarankan kepada guru sekolah dasar agar lebih meningkatkan cara membimbing siswa pada saat pembelajaran, khususnya pembelajaran membaca pemahaman untuk menemukan gagasan utama. 3. Disarankan kepada guru sekolah dasar agar lebih mengoptimalkan penggunaan media, agar pembelajaran membaca pemahaman yang dilaksanakan lebih bermakna.

DAFTAR PUSTAKA Abdul Majid. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Rosda Budi Prasetiyo. 2008. Peningkatan Pembelajaran Membaca pemahaman dengan metode STAD.(Online) http://groups.yahoo.com/group/jurnal/budi dowload tanggal 4/2/2008 Burhanuddin, dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Malang: Ar-Ruz Media Colin Rose. 2002. Accelerated Learning for the 21st Century. Cara Belajar Cepat Abad XXI. Bandung: Nuansa

104 Dawud. 2008. Peningkatan Kecepatan Efektif Membaca Dengan Teknik Trifokus Snyde. (Online) Http://www.ksdpum.web.id/jurnal/dawud.pdf dowload tangga l4/02/2008 Etin Solihatin, Raharjo. 2007. Cooperative Learning. Aksara Jakarta: PT Bumi

Farida Rahim. 2006. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara. Hendry Guntur Tarigan. 1994 Membaca Pemahaman. Bandung: Angkasa Raya. Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning, Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Ngalim Purwanto dkk. 2004. Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar. Bandung: Rosda Nurasma. 2006. Model Pembelajaran Kooperatif. Jakarta: Depdiknas. Nurhadi. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya Dalam KBK . Malang: IKIP MALANG Nurhadi 2005. Membaca Cepat dan Eefektif. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Mohamad Nur. (Pen) 2005. Pembelajaran Kooperatif Surabaya: LPMP Jawa Timur. Poerwadaminta.1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Ritawati Mahyuddin, Yetty Ariani. 2007. Tindakan Kelas. Padang: UNP Hand Out Metodologi Penelitian

Rochiati Wiriaatmadja. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rosda Karya 102 Saleh Abas. 2006. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif Di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas Soedarso. 2005. Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

105

Lampiran siklus I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas Alokasi Waktu A. Standar kompetensi Memahami teks dengan membaca teks percakapan, membaca pemahaman dan membaca puisi. : : : Bahasa Indonesia V/II 2 X Pertemuan

Kompetensi dasar Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman C. Tahap prabaca Persentasi kelas 1) Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran.106 B. air sugai meluap. dan gambar . Kegiatan Belajar Mengajar Waktu 25 Menit Kegiatan Guru A. Indikator 1) 2) 3) Membaca wacana Menemukan gagasan utama tiap paragraf Menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana 3) Menulis ringkasan wacana D. 2) Melakukan pembangkitan skemata siswa dengan Kegiatan Siswa Persentsi kelas 1) Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan lngkah-langkah pembelajaran. Materi Pokok Teks wacana “800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir” E. 2) Memperhatikan gambar hujan.

Pertemuan kedua.107 memperagakan gambar hujan. 25 menit Pertemuan kedua 8) Menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9) Membentuk kelompok siswa 10) Menugasi siswa mengisi lembar kerja siswa (LKS) 45 menit C. 5) Meminta siswa menginterpretasi gambar yang ada 45 Menit B. Tahap Pascabaca 7) Siswa mencocokan interpretasi tentang gambar yang diamati dengan bacaan yang baru diperoleh. Tahap Saatbaca 6) Menugasi siswa membaca dalam hati 7) Menugasi siswa mencocokkan interpretasi tentang gambar dengan hasil bacaan yang sudah dibaca. air sungai meluap dan banjir 3) Memfokuskan perhatian siswa kepada gambar 4) Mengarahkan siswa untuk menginterpretasikan gambar yang ada sesuai dengan skematanya. 8) Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9) Siswa duduk berkelompok 10) Siswa mengisi LKS 6) Siswa membaca dalam hati 5) Siswa menginterpretasi gambar 3) Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya 4) Menginterpretasi gambar yang diamati banjir yang di peragakan guru .

padang ekspres. Media : 1) Gambar banjir 2) Teks bacaan “800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir” Pemberian kuis individual 15) Siswa duduk sendiri-sendiri 16) Siswa mengerjakan kuis individual Penghargaan tim 17) Siswa menerima penghargaan tim 13) Mendengarkan penjelasan guru.108 11) Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya kerjanya ke depan kelas 12) Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil.id/arc/2007/12/14/800-rumah-wargakota-padang-terendam-banjir 2) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia kelas IV SD. 14) Menyimpulkan pelajaran 12) Kelompok yang belum tampil menanggapi. Pemberian kuis individual 15) Meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri 16) Memberikan kuis individual Penghargaan tim 17) Menghitung skor tim 18) Memberikan penghargaan tim F. Sumber : 1) http://www.co. 11) Masing-masing perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. Sumber Dan Media. . 13) Meluruskan jawaban siswa 14) Memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama.

Perhatikanlah petunjuk yang ada pada setiap bagian tugas yang harus dikerjakan! : Bahasa Indonesia : V/II Nama:………………………. . Evaluasi Penilaian hasil Penilaian hasil yaitu dengan melihat hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa. Lampiran Siklus I Lembar Kerja SiswaSiklus I Mata Pelajaran Kelas/Semester Petunjuk 1. dilihat dari hail kuis individual yang sudah dikerjakan siswa berdasarkan pendekatan kooperatif tipe STAD.109 G.

. ………………………………………………………………………………… Menurut pendapatmu interpretasi gambar yang 800 Rumah Warga Kota Padang Terendam Banjir Sekitar 800 rumah warga Kota Padang. Saat ini air yang menggenangi rumah penduduk juga mulai surut.. Banjir pada kali ini tidak ada korban jiwa tetapi warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.. kamu lihat itu adalah Gambar 1…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 2…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 3…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 4…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2.... Setelah kamu membaca teks cerita......... Tulislah nama pada tempat yang disediakan! Interpretasi pada prabaca 1... Kerjakan seluruh tugas pada tempat yang disediakan! 3........" kata Ardi Syaf........ apakah ada persamaan gambar yang kamu lihat dengan bacaan yang baru kamu baca?.... Sumatera Barat (Sumbar)... terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50cm..... Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Dinas Kesejahteraan ...... akibat meluapnya sejumlah anak sungai.....110 2... Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang dari Kamis sore hingga Jumat siang menyebabkan anak sungai Batang Kuranji meluap hingga membanjiri rumah warga di sekitarnya...... Warga mencari tempat yang agak tinggi untuk mengungsi.

warga masih tidak khawatir karena memastikan air akan cepat surut. Nanggalo.Diharapkan. Kec. ternyata ratusan rumah penduduk banyak terendam air akibat hujan lebat yang mengguyur Kota Padang dua hari ini.111 Sosial Penanggulangan Banjir dan Bencana. Koto Tengah. termasuk rumah potong hewan di Kecamatan Koto Tangah ikut terendam pula. Padang Selatan. khususnya mereka yang bermukim di kawasan rawan bencana. Karena itu. seperti kawasan permukiman Lubuk Buaya. Lubuk Jaring. dan Kec. Kec. diantaranya penduduk di sejumlah lokasi. Kecamatan Naggalo. bahkan hampir tiap akhir tahun rutin kebanjiran. Lampiran siklus I LEMBAR KERJA SISWA Mata pelajaran Kelas/semester Nama Kelompok : Bahasa Indonesia : V/II : . Kec. dan permukiman warga di Muaro Penjalinan. warga dihimbau selalu waspada. Daerah yang terendam banjir di antaranya adalah. dengan intensitas sedang hingga lebat. Kota Padang Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi titik-titik rawan bencana banjir. sejumlah perumahan di Siteba. Namun Pemda setempat telah menghimbau agar warga yang bermukim pada wilayah rawan bencana banjir untuk selalu waspada. di Padang. Kota Padang dan sekitarnya sejak Kamis sore hingga Jumat siang terus diguyur hujan. Menurut warga di sana. dan bisa mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan diri dan keluarganya kalau sewaktu-waktu terjadi bencana yang tidak diinginkan. Namun kalau kondisi air tidak melebihi 100 cm. warga yang telah diberitahu itu dapat bersiaga sebelum bencana datang. mereka sering mengalami banjir akibat meluapnya sejumlah anak sungai itu. Padang Selatan. Simpang Kalumpang.

.............. 2.... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraf pertama?........... 5........ Apa penyebab terjadinya banjir di kota Padang?......... 3....... ……………………………………………………………………………... 4…………...................... Apa judul wacana di atas?................................ …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 4. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat ............ 2…………..... ……………………………………………………………………………............. ……………………………………………………………………………...... Lampiran Siklus I Kuis Individual Nama:…………………….... Sebelum menjawab pertanyaan di bawah ini baca teks wacana terlebih dahulu! Soal 1...................................112 Anggota 1…………. Berapa jumlah paragraf wacana di atas?............................................ …………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………................ 3………….... Tulislah gagasan utama/ide pokok paragraph kedua!........

Tulislah ringkasan wacana 800 Rumah warga kota Padang Terendam banjir! Lampiran siklus II RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas Alokasi Waktu :Bahasa Indonesia :V/II :1 X Pertemuan .113 No 1 Bobot 10 Soal Di kota mana terjadinya banjir? 2 25 Tulislah gagasan utama pada paragraph ketiga! 3 10 Apakah ada korban jiwa pada wacana bencana banjir yang kamu baca? 4 25 Mengapa Pemda menghimbau masyarakat yang berada dititik rawan untuk selalu waspada? 5 30 Apa yang akan kamu lakukan jika di daerah tempat tinggalmu terjadi banjir? Tuliskan alasan jawabanmu! Meringkas bacaan 1.

Maeri Pokok Teks cerita “Telaga Bidadari” E. Tahap Prabaca Persentasi kelas 1. Kompetensi dasar Menemukan gagasan utama suatu teks yang dibaca dengan membaca pemahaman C. Kegiatan Pembelajaran Waktu 15 menit Kegiatan Guru A. . Standar kompetensi Memahami teks dengan membaca teks percakapan. Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan lngkah-langkah pembelajaran.114 A. Tahap Prabaca Persentasi kelas 1. B. Kegiatan Siswa A. Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran. membaca pemahaman dan membaca puisi. Indikator 1) 2) 3) 4) Membaca wacana Menemukan gagasan utama tiap paragraf Menjawab pertanyaan sesuai dengan wacana Menulis ringkasan wacana D.

7.115 2. 5. Menyajikan konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok 9. Memfokuskan perhatian siswa kepada gambar 4. membaca dalam hati Siswa 5. Menugasi siswa mencocokkan interpretasi tentang gambar dengan hasil bacaan yang sudah dibaca. Memperhatikan gambar Telaga Bidadari yang di peragakan guru . Membentuk kelompok siswa 10. Meminta siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya 15 menit C. Siswa mencocokan interpretasi tentang gambar yang diamati dengan bacaan yang baru diperoleh. Menugasi siswa mengisi lembar kerja siswa (LKS) 11. Tahap Saatbaca 6. Siswa mengisi LKS 8. Tahap Pascabaca 9. 7. Melakukan pembangkitan skemata siswa dengan memperagakan gambar Telaga Bidadari 3. Menden garkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Kegiatan belajar kelompok Siswa B. menginterpretasi gambar Siswa 4. 3. 8. skematanya Mengint erpretasi gambar yang diamati Memper hatikan gambar sesuai dengan 2. Meminta siswa menginterpretasi gambar yang ada 40 menit B. Mengarahkan siswa untuk menginterpretasikan gambar yang ada sesuai dengan skematanya. duduk berkelompok 10. Menugasi siswa membaca dalam hati . Tahap Saatbaca 6.

11. Memberikan kuis individual Penghargaan tim 18. Menghitung skor tim 19. Siswa saling menjelaskan materi kepada teman kelompoknya. Mendengarkan penjelasan guru. 13. Siswa mengerjakan kuis individual Penghargaan tim 18. Kelompok yang belum tampil menanggapi. Siswa duduk sendiri-sendiri 15. F. 12. Sumber Dan Media. 14. Memberikan penghargaan tim 17. Meminta kelompok lain menanggapi yang dibacakan oleh kelompok yang tampil.116 12. Memberikan kesempatan bertanya dan mengambil kesimpulan bersama. Meluruskan jawaban siswa 15. Meminta siswa untuk duduk sendiri-sendiri 17. Masing-masing perwakilan kelompok menyajikan hasil kerjanya ke depan kelas. Siswa menerima penghargaan tim Pemberian kuis individual 16. . Meminta perwakilan kelompok menyajikan hasilnya kerjanya ke depan kelas 13. Menyimpulkan pelajaran 14. Sumber : 5) Buku paket bahasa Indonesia kelas V 6) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia kelas IV SD. Pemberian kuis individual 16.

Evaluasi Penilaian hasil Penilaian hasil yaitu dengan melihat hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa.117 Media : 3) Gambar “Telaga Bidadari’ 4) Teks cerita “Telaga Bidadari’ G. Lampiran siklus II Lembar Kerja Siswa Mata Pelajaran Kelas/Semester : Bahasa Indonesia : V/II . dilihat dari hasil kuis individual yang sudah dikerjakan siswa berdasarkan pendekatan kooperatif tipe STAD.

…………………………………………………………………………………..... Tulislah nama pada tempat yang disediakan! Interpretasi pada prabaca 1... Perhatikanlah petunjuk yang ada pada setiap bagian tugas yang harus dikerjakan! 2..... Kerjakan seluruh tugas pada tempat yang disediakan! 3..................... apakah ada persamaan gambar yang kamu lihat dengan bacaan yang baru kamu baca?........ …………………………………………………………………………………... Setelah kamu membaca teks cerita....... Telaga Bidadari .....118 Nama:……………………… Petunjuk 1. Menurut pendapatmu interpretasi gambar yang kamu lihat itu adalah Gambar 1…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 2…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 3…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… Gambar 4…………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… 2..........

" bujuk Datu Awang Sukma." katanya dalam hati. "Wah. Selendang itu pun didekapnya erat-erat. ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu. Telaga tersebut terletak di bawah pohon yg rindang dengan buah-buahan yang banyak. ada seorang pemuda yang tampan dan gagah. Tetapi ia pun sangat sayang pada suaminya. "Ini selendangku!. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi suami istri. Datu Awang Sukma mengintip ke arah telaga. hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersama hamba. Putri Bungsu masih ragu menerima uluran tangan Datu Awang Sukma. Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa. Setahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari. pada suatu hari seekor ayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaan lumbung. Sebulan sekali. Awang Sukma berkeliling daerah kekuasaannya dan sampailah ia di sebuah telaga yang jernih dan bening. Datu Awang Sukma terpana melihat kejadian itu. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya sambil menggendong bayinya. Namun karena tidak ada orang lain maka tidak ada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali menerima pertolongan Awang Sukma. Ketika bumbung dibuka. Salah satu selendang tersebut terletak di dekat Awang Sukma. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Awang Sukma diangkat menjadi penguasa daerah itu dan bergelar Datu. Kehidupan di hutan rukun dan damai. seru Putri Bungsu. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jika mereka sedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yang digunakan untuk terbang. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 orang gadis cantik sedang bermain air. para putri terkejut dan segera mengambil selendang masing-masing. Ia bernama Awang Sukma. Berbagai jenis burung dan serangga hidup dengan riangnya. Setelah lama tinggal di hutan. "Mungkinkah mereka itu para bidadari?" pikir Awang Sukma. ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya. Kehidupan keluargaDatu Awang Sukma sangat bahagia. ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukan pakaiannya. Awang Sukma mengembara sampai ke tengah hutan belantara. Mendengar suara dedaunan. "Kanda. Saat itu. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekas kaisan ayam. "Hmm. "Apa kira-kira isinya ya?" pikir Putri Bungsu." kata . Akhirnya Putri Bungsu membulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. Namun. Datu Awang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak bisa dielakkan. Datu Awang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut." gumam Datu Awang Sukma. alangkah indahnya telaga ini. bertebaran di sekitar telaga. Di sela-sela tumpukan batu yang bercelah." gumam Datu Awang Sukma. Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan Putri Bungsu. "Kini saatnya aku harus kembali!. Ia merasa bahagia berada di dekat seorang yang tampan dan gagah perkasa. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. "Jangan takut tuan putri. Ia membangun sebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. Ketika ketujuh putri tersebut ingin terbang. ia mendengar suara riuh rendah di telaga. Keesokan harinya. Ia tertegun melihat aneka macam kehidupan di dalam hutan. Ia langsung mendekat dan minta maaf atas tindakan yang tidak terpuji yaitu menyembunyikan selendang Putri Bungsu.119 Dahulu kala.

" ujar Putri Bungsu. Datu Awang Sukma menatap sedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayam hitam yang dia anggap membawa malapetaka. Pasti dinda akan segera datang menemuinya. Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya dan seketika terbang ke kahyangan." Pandangan Datu Awang Sukma menerawang kosong ke angkasa. "Jika anak kita merindukan dinda. .120 Putri Bungsu kepada Datu Awang Sukma. ambillah tujuh biji kemiri. dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling.

.. 3…………………………. Apa judul tek cerita di atas? Isinya menceritakan tentang apa?..... ……………………………………………………………………………. 3.. ……………………………………………………………………………. 4………………………….... ……………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………….. Petunjuk! 1. Sebelum menjawab pertanyaan dibawah ini bacalah teks cerit terlebih dahulu! Soal 1... Tulislah nama anggota kelompokmu pada tempat yang telah disediakan! 3..121 Lampiran Siklus II Lembar Kerja Siswa Mata pelajaran Kelas/semester Nama Kelompok Anggota : Bahasa Indonesia : V/II : 1…………………………... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 2……………………… …………………………………………………………………………… … …………………………………………………………………………… … …………………………………………………………………………… … 4.. 2..... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 3……………………… …………………………………………………………………………… … . Tulislah gagasan utama/ide pokok paragraph 1…………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….. Diskusikanlah jawaban pertanyaan berikut dengan teman kelompokmu! 2. 2…………………………..

.................... .................................... Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph 5 …………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….................. Tulislah gagasan utama/ide pokok pada paragraph ………………………............. …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….......... 6. …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………........122 …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………….. 5............

......................................................................................................... ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………….............................. ...... Tulislah ringkasan cerita Telaga Bidadari dengan kalimat kamu sendiri! Format Pencatatan Lapangan Siklus I (Untuk Guru) ....... Tulislah tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh Datu Awang Sukma!.............................................. ……………………………………………………………………… ………........................................... Mengapa Putri Bungsu tidak bisa terbang bersama kakak-kakaknya? …………………………………………………………………….......................... ……………………………………………………………………… ……………………………………………………………………… Bagaimana menurut pendapatmu kalau menyembunyikan barang milik orang lain? tulis alasan jawaban kamu! 2 20 3 20 4 20 5 30 Meringkas 1.............................................. ......123 Lampiran Siklus II Kuis Individual Nama……………………… Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! No Bobot 1 10 Soal Siapa nama pemuda yang hidup di tengah hutan?................. ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………......................................................................................................................... ……………………………………………………………………… ………………………………………………………………………........................................................................................................ Mengapa putri Bungsu bisa kembali ke kahyangan?................................

124

Kegiatan Guru 1. Tahap Prabaca a. Apakah guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran? b. Apakah guru memperagakan gambar? c. Apakah guru memfokuskan perhatian siswa pada gambar? d. Apakah guru mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar? e. Apakah guru meminta siswa menginterpretasi gambar? 2. Tahap Saatbaca a. Apakah guru menugasi siswa membaca dalam hati teks cerita? b. Apakah guru menugasi siswa mencocokkan interpretasi dengan bacan yang baru diperoleh? c. Apakah guru menyajikan konsep gagasan utama? d. Apakah guru membentuk kelompok siswa? e. Apakah guru menugasi siswa belajar kelompok? 3. Tahap Pascabaca a. Apakah guru menugasi siswa membacakan hasil diskusinya ke depan kelas? b. Apakah guru meminta kelompok lain menanggapi? c. Apakah guru meluruskan jawaban siswa? d. Apakah guru memberikan kuis? e. Apakah guru memberikan penghargaan tim?

Ada

Tidak

Padang, 12 Mai 2008 Obsever Marta Era Yanti

Format Pencatatan Lapangan. (Untuk Siswa)

125 Kegiatan Siswa 1. Tahap Prabaca a. Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran b. Memperhatikan gambar yang diperagakan guru c. Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya d. Mendengarkan penjelasan guru
e. Menginterpretasi gambar

Ada

Tidak

2. Tahap Saatbaca 6. Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik 7. Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh 8. Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan 9. Duduk berkelompok 10. Mengisi LKS yang telah disediakan 3. Tahap Pascabaca 11. Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas 12. Tanggapan dari kelompok yang belum tampil 13. Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran 14. Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis 15. Menerima penghargaan tim Padang, 12 Mai 2008 Obsever Marta Era Yanti

Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Guru Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V

126

Tahap Pembelajaran Prabaca 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. 2. 3. 4. 5.

Kualifikasi Deskriptor Menyampaikan tujuan dan langkah-langkah pembelajaran Memperagakan gambar Memfokuskan perhatian siswa pada gambar Mengarahkan siswa untuk menginterpretasi gambar Meminta siswa menginterpretasi gambar Menugasi siswa membaca dalam hati Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Penyajian konsep gagasan utama dan cara menulis ringkasan Membentuk kelompok siswa Meminta siswa mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Meminta kelompok lain menanggapi Meluruskan jawaban siswa dan mengambil kesimpulan Meminta siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Memberikan penghargaan
SB B C K SK

Saatbaca

Pascabaca

Keterangan SB = sangat baik, skor 5, B = baik, skor 4, C = cukup, skor 3, K = kurang, skor 2, SK = sangat kurang, skor 1
Penentuan skor = jumlah skor yang diperoleh x100% = ………… jumlah skor maksimal

Setiap tahapan pembelajaran terdiri dari lima descriptor. Descriptor yang ada pada masing-masing unsur tahapan pembelajaran memiliki bobot yang sama. Dikatakan sangat baik apabila lima descriptor muncul. Kualifikasi baik apabila empat descriptor muncul. Kualifikasi cukup apabila tiga descriptor muncul. Kualifikasi kurang apabila dua descriptor muncul. Kualifikasi sangat kurang apabila satu descriptor muncul.

Tabel 3.3 Penilaian Keberhasilan Tindakan Rambu-Rambu Analisis Dari Aspek Siswa Penggunaan Pendekatan Kooperatif Tipe STAD Dalam Membaca Pemahaman di Kelas V

Kualifikasi cukup (C) apabila tiga descriptor muncul. Kualifikasi baik (B) apabila empat descriptor muncul. skor 4. Descriptor yang ada pada masing-masing unsur tahapan pembelajaran memiliki bobot yang sama. Kualifikasi sangat kurang (SK) apabila satu descriptor muncul. skor 1 Penentuan skor = jumlah skor yang diperoleh x100% = ………… jumlah skor maksimal Setiap tahapan pembelajaran terdiri dari lima descriptor. Dikatakan sangat baik (SB) apabila lima descriptor muncul. C = cukup. K = kurang. skor 2.127 Tahap Pembelajaran Prabaca 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Deskriptor SB Kualifikasi B C K SK Saatbaca Pascabaca Mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan dan langkah-langkah pembelajaran Memperhatikan gambar yang diperagakan guru Memperhatikan gambar sesuai dengan skematanya Mendengarkan penjelasan guru Menginterpretasi gambar Membaca dalam hati bacaan yang berhubungan dengan topik Mencocokkan interpretasi dengan bacaan yang baru diperoleh Mendengarkan penjelasan guru tentang gagasan utama dan cara menulis ringkasan Duduk berkelompok Mengisi LKS yang telah disediakan Menyajikan hasil kelompok ke depan kelas Tanggapan dari kelompok yang belum tampil Mendengarkan penjelasan guru tentang simpulan pembelajaran Siswa duduk sendiri-sendiri untuk mengerjakan kuis Menerima penghargaan tim Keterangan SB = sangat baik. Instrumen Wawancara Dengan Siswa . B = baik. skor 5. skor 3. SK = sangat kurang. Kualifikasi (K) kurang apabila dua descriptor muncul.

Apakah siswa senang belajar dengan cara seperti ini? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 2. mana yang lebih mudah memahami bacaan dengan langkahlangkah yang telah kita lakukan dari pada belajar seperti biasa? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………… . Apakah kamu pernah belajar membaca dengan mengamati gambar terlebih dahulu? ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 3. Apakah kamu pernah sebelum membaca menginterprestasi gambar? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 4. Langkah mana yang menurut kamu sulit dalam menyelesaikan LKS? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 5. Apakah Kamu senang belajar membaca dengan berkelompok? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 6.128 Nama Siswa Kelas/Semester : : Pertanyaan yang akan diajukan kepada siswa adalah sebagai berikut: 1. Menurutmu.

Apa manfaat yang dapat kamu peroleh dari belajar membaca? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 9.129 7. Kesulitan apa saja yang kamu rasakan selama belajar membaca dengan langkah-langkah yang telah kita lakukan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 10. Apakah menurut kamu pembelajaran tadi menyenangkan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… FOTO-FOTO PENELITIAN Praktisi Persentasi Kelas . Bagaimana kesanmu selama belajar dengan langkah-langkah yang telah kita lakukan? Jawaban siswa: ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………… ……………………… 8.

130 SiswaBekerja Kelompok Praktisi melihat siswa kerja kelompok .

131 Perwakilan Kelompok Menyajikan hasil kelompok ke depan Kelas Siswa Mengerjakan Kuis Individual .

132 Perwakilan Kelompok Menerima Penghargaan Tim .

133 Media Pada Siklus I Media Pada Siklus II .

134 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->