KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerahNya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah mengenai : “Anak berkebutuhan khusus : tuna ghatina, kecacatan fisik, dan anak berbakat.” Makalah ini merupakan salah satu tugas yang kami selesaikan guna memenuhi bahan pembelajaran Psikologi Pendidikan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Saran, kritik, dan masukan yang membangun dari semua pihak sangat membantu kami terutama untuk kemungkinan pengembangan lebih lanjut. Akhirnya kami berharap agar Makalah ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi semua pihakSerta dapat dikembangkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas belajar mahasiswa.

Page 1

.............................................................................................................................................................................................................................................................................. BAB I Pendahuluan ........................................................... C................................................................ A... Latar Belakang ..... Daftar pustaka ................... Jenis – jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus .................................................................................................................................... BAB I Page 2 ............................................................ Tujuan ... B........................................ Hakikat anak kebutuhan khusus B................................... Rumusan Masalah ........................... C............................................................. BAB II Pembahasan ...................................... A........................................................................... BAB III Penutup .......................................DAFTAR ISI Halaman judul Kata pengantar ...................................... Daftar isi ............................................... Cara membantu anak berkebutuhan khusus .......................................................................................................................

dan tingkat perkembanganya. Latar Belakang Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik. ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak. Mengidentifikasi faktor penyebab setelah kelahiran anak kebutuhan khusus d. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus? 3. kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya. Rumusan Masalah 1. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus? Tujuan 1. Page 3 . Menjabarkan pengertian anak berkebutuhan khusus b. Namun. kompetensi yang dimiliki. menjabarkan jenis-jenis anak berkebutuhan khusus secara rinci. Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Tujuan Umum Tujuan umum yang akan dicapai dari bab ini adalah mahasiswa mampu menjabarkan hakikat anak berkebutuhan khusus. konsep diri. B. memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar. Menjabarkan kategori anak kebutuhan khusus c. Menjabarkan pengertian berbagai kategori anak berkebutuhan khusus f. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (children with special needs). Mengidentifikasi ciri-ciri anak berkebutuhan khusus sesuai kategorinya g.anak sebaya lainnya dalam system pendidikan regular. Cara membantu anak retardasi mental C. kemampuan dan kelemahanya. Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor. kemampuan berbahasa. Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dari orang lain. Tujuan Khusus. memberi perlakuan yang tepat pada anak berkebutuhan khusus. Mendeteksi tumbuh kembang anak e. 2. kognitif. ketrampilan diri.PENDAHULUAN A. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus? 2. a.

h. Cara membantu anak unggul dan berbakat istimewa Page 4 . Cara membantu anak dengan kelainan fisik i.

Tunadaksa e. pelayanan dan peralatan yang khusus agar dapat mencapai perkembangan yang optimal. Sementara menurut Heward. mereka harus mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama. HAKIKAT ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS 1. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memerlukan penanganan khusus sehubungan dengan gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami anak. emosi atau fisik. anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khususyang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental. cerebral palsi.l. Tunarungu c. Mereka yang digolongkan pada anak yang berkebutuhan khusus dapat dikelompokkan berdasarkan ganngguan atau kelainan pada aspek : 1) Fisik/motorik a. Tunalaras i. Walaupun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda dengan anak-anak secara umum. polio 2) Kognitif : mentalretardasi. Karena anak-anak tersebut mungkin akan belajar dengan kecepatan yang berbeda dan juga dengan cara yang berbeda. Anak dikatakan berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya. 2. Anak berkesulitan belajar g. Tunanetra b.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan dengan anak-anak secara umum atau rata-rata anak seusianya. Anak berbakat h. Anak lamban belajar f. anak unggul ( berbakat ) 3) Bahasa dan bicara 4) Pendengaran 5) Penglihatan 6) Sosial emosi Anak tersebut membutuhkan metode. Hal ini dapat dimulai dengan cara penyebutan terhadap anak dengan kebutuhan khusus tersebut. material. 2009): a. Tunagrahita d. Kategori Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat dikategorikan sebagai berikut (Mangunsong. Anak dengan gangguan komunikasi Page 5 .

pendidik dan apabila mereka menemukan anak-anak yang mengalami gangguan / keterlambatan perkembangan mereka bisa mencari bantuan pada tenaga profesional karena anak-anak ini membutuhkan penanganan multi disiplin. Ada banyak alat untuk melakukan deteksi perkembangan pada anak. terutama harus melibatkan orang tua. Faktor Penyebab Anak Berkebutuhan Khusus Penyebab anak berkebutuhan khusus terjadi dalam beberapa periode kehidupan anak. Sebelum kelahiran  Gangguan Genetika : Kelainan Kromosom. kekurangan oksigen  Kelahiran dengan alat bantu : Vacum  Kehamilan terlalu lama: > 40 minggu c. Page 6 . Deteksi perkembangandan pertumbuhan dapat dilakukan oleh tenaga profesional ( Tenaga kesehatan. nutrisi)  Kecelakaan  Keracunan  Bencana alam B. Setelah kelahiran  Penyakit infeksi bakteri (TBC). Anak dengan ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) k. Terapis ) secara multi disiplin. Psikolog. virus  Kekurangan zat makanan (gizi. tenaga kesehatan juga mempunyai waktu untuk tindakan intervensi yang tepat. JENIS – JENIS DAN KARAKTERISTIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS 1. Deteksi Tumbuh Kembang Anak Deteksi dini tumbuh anak adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada anak usia dini. Deteksi juga dapat dilakukan oleh para orangtua. yaitu : a. Dengan ditemukan secara dini penyimpangan/ masalah tumbuh kembang anak. Anak dengan Autistic Spectrum Disorder 3. prematur. Selama proses kelahiran  Proses kelahiran lama (Anoxia). maka intervensinya akan lebih sulit dan hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Bila penyimpangan terlambat diketahui. Transformasi  Infeksi Kehamilan  Usia Ibu Hamil (high risk group)  Keracunan Saat Hamil  Pengguguran  Lahir Prematur b. maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.j.

cacat intelegensi yang mereka alami disertai dengan keterbelakangan penglihatan (cacat pada mata). Jenis-jenis anak berkebutuhan khusus Setelah dilakukan beberapa deteksi tumbuh kembang di atas. c. Phenylketonuria. Fetal alcohol syndrome. biasanya dikarenakan adanya abnormalitas dari kromosom. Deteksi dini penyimpangan perkembangan. keterampilan sosial dan praktik perilaku adaptif dan terjadi pada rentang usia perkembangannya yaitu di bawah 18 tahun. Tuna grahita dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelompok : 1) Kelompok mampu didik. infeksi yang disebabkan oleh virus Toxoplasmosis. Page 7 . yang disebabkan oleh fungsi-fungsi kognitif yang sangat lemah. IQ 68-78 2) Kelompok mampu latih. b.Ada tiga jenis deteksi dini tumbuh kembang yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan ditingkat PUSKESMAS dan jaringannya yang dikeluarkan oleh DEPKES RI. yaitu untuk mengetahui gangguan perkembangan anak (keterlambatan). Misalnya. Adapun jenis kategori (saat ini kami hanya akan membahas 3 kategori) tersebut antara lain : 1) Anak retardasi mental ( Tuna Grahita ) Adalah individu yang secara signifikan memiliki intelegensi di bawah intelegensi normal dengan skor IQ sama atau lebih rendah dari 70. orang tua maupun pendidik dapat mengetahui jenis kebutuhan yang diperlukan anak. Adakalanya cacat mental dibarengi dengan cacat fisik sehingga disebut cacat ganda . gangguan daya lihat. autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Prader-Willi syndrome. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan. berupa: a. Ada beberapa kategori anak berkebutuhan khusus yang dapat diindentifkasi. dan gangguan daya dengar. American Association on Mental Retardation mendefinisikan anak dengan keterbelakang mental adalah anak-anak yang memiliki fungsi intelektual di bawah rata-rata. IQ 52-55 3) Kelompok mampu rawat. 2. ada juga yang disertai dengan gangguan pendengaran. IQ 30-40 Tunagrahita adalah kondisi kelainan/keterbelakangan mental. terlihat memiliki kesulitan dalam perilaku adaptif yang dimunculkan melalui kesulitan membuat konsep. Fragile X Syndrome. (retardasi mental) atau tingkah laku akibat kecerdasan yang terganggu. Adanya cacat lain selain cacat intelegensi inilah yang menciptakan istilah lain untuk anak tunagrahita yakni cacat ganda. yaitu untuk mengetahui/menemukan status gizi kurang/buruk. Contohnya adalah Down Syndrome. Penyebab terjadinya keterbelakangan mental ini terbagi atas: 1) Saat prenatal. Deteksi dini penyimpangan mental emosional. yaitu untuk mengetahui adanya masalah mental emosional.

Bayi prematur sangat rentan terhadap CP. spina bifida. penggunaan alat bantu seperti forcep yang kurang tepat. TBC tulang dll 3) Penyebab lain seperti gangguan neurologis dan lingkungan. otot. Salah satu contoh adalah Cerebral Palsy. retak atau terbakar). Akan tetapi kebanyakan penyebabnya tidak diketahui. kekakuan. Gangguan ini biasanya berpengaruh pada gerakan kasar dan gerakan halus dari seseorang. kemungkinan karena pembuluh darah ke otak belum „berkembang secarasempurna dan mudah mengalami perdarahan atau karena tidak dapat mengalirkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke otak. CP bisa disebabkan oleh cedera otak yang terjadi pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Gangguan ini bisa bersifat ringan hingga yang berat. proses persalinan berlangsung. jumlah anggota tubuh yang tidak lengkap atau berlebih. Contoh Tuna Daksa lainnya adalah : 1) Kelainan bawaan yang menyebabkan terjadinya telapak kaki rata. Anak yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah. 2) Penyakit seperti poliomyelitis. kelumpuhan dan gangguan fungsi saraf lainnya. Anak dengan retardasi mental 2) Anak dengan kelainan fisik ( Tuna Daksa) Merupakan gangguan fisik yang berkaitan dengan tulang. keracunan timbal dan gangguan lain yang menyebabkan kerusakan otak maka kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya keterbelakangan mental pada anak. amputasi. bayi baru lahir. Jenis-jenis dari Cerebral Palsy adalah: Page 8 . anak berumur kurang dari 5 tahun. Sebagian lagi kasus terjadi akibat cedera lahir dan berkurangnya aliran darah ke otak sebelum. kekurangan oksigen pada waktu lahir. Cerebral palsy merupakan gangguan pada fisik yang cukup banyak dikenal orang. Kelumpuhan Otak Besar) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan buruknya pengendalian otot. sehingga memerlukan pelayanan khusus.2) Saat Perinatal. sangat kecil. 3) Post natal. Cerebral Palsy (CP. selama dan segera setelah bayi lahir. CP bukan merupakan penyakit dan tidak bersifat progresif (semakin memburuk). biasanya terjadi selama atau seketika setelah anak lahir. bisa saja ketika selama kehamilan dan saat kelahiran anak tidak mengalami gangguan apapun namun setelah itu anak terkena radang otak seperti encephalitis. yang menyebabkan cerebral palsy. sendi dan sistem persarafan.

berfikir kreatif. akademis yang khusus. kemampuan mengarahkan diri. Page 9 . menggeneralisasi. 3) Tingkah laku adaptifnyapun ada mengalami gangguan terutama dalam hal komunikasi. Keterbelakangan mental sedang (IQ = 40-54). Keterbelakangan mental sangat berat (IQ = di bawah 25). dan keterlibatan dimasyarakat. kepemimpinan. kehidupan sehari-hari. dan psikomotor. Ciri-ciri anak berkebutuhan khusus Agar guru atau orang tua dapat mengidentifikasi jenis kebutuhan yang ada pada anak. Seorang anak dapat dikatakan berbakat apabila ia memiliki kemampuan yang diatas rata-rata. merawat diri sendiri. keterampilan sosial. motivasi. kesehatan dan keselamatan. berikut dijabarkan beberapa ciri-ciri umum yang muncul pada masing-masing jenis anak berkebutuhan khusus. fungsi akademis. Keterbelakangan mental berat (IQ = 25–39). seni. 5) Secara fisik dan medis. dari penggolongan IQ nya saja mereka dapat dikategorikan sebagai: Keterbelakangan mental ringan (IQ= 55–69). Keberbakatan ini dapat dilihat dari berbagai area seperti: kemampuan intelektual secara umum. banyak anak dengan keterbelakangan mental mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. biasanya tidak ada kondisi fisik dan medis yang sangat berbeda dengan anak kebanyakan. depresi. 4) Secara emosional. 2) Secara sosial. menikmati waktu senggang. bahasa dan keterampilan akademisnya menjadi terbatas. memiliki komitment terhadap tugas yang tinggi dan juga kreatif. Kemampuan memori. Dengan derajat keterbelakang mental yang berbeda ini maka tingkatan dari layanan dukungan buat merekapun menjadi berbeda pula (tabel terlampir). mereka seringkali terperosok dalam kondisi kesepian. 1) Anak retardasi mental Ciri-ciri anak yang mengalami retardasi mental adalah sebagai berikut: 1) Secara kognitif anak tersebut sangat berbeda dengan anak normal.Anak dengan kelainan fisik / Tuna Daksa 3) Anak unggul dan berbakat istimewa Definisi menurut IDEA adalah anak yang memiliki kemampuan yang melebihi dari kemampuan orang lain pada umumnya dan mampu untuk menunjukkan hasil kerja yang sangat tinggi. 3.

Proses identifikasi anak dengan keterbelakangan mental dilakukan dengan asesmen dari fungsi intelektualnya. anak-anak berbakat memiliki kemampuan dalam memanipulasi dan memahami simbol abstrak. 3) Anak unggul dan berbakat istimewa Karakteristik yang dimiliki oleh anak berbakat adalah: 1) Secara kognitif. 2) Anak dengan kelainan fisik Ciri-ciri anak yang mengalami kelainan fisik adalah : 1) Secara kognitif dan akademik. Selain itu perlu juga dilakukan asesment terhadap fungsi intelektual. Mereka memerlukan akses yang sesuai sehingga gangguan fisik yang dimilikinya tidak terhambat. 3) Secara emosional. 4) Secara sosial. interaksi dengan orang lain. Cara mengidentifikasi anak dengan gangguan fisik adalah dengan melakukan asesmen terhadap kondisi medis dan fungsi fisiknya. Apabila telah diketahui kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh anak dengan gangguan fisik ini maka penanganan harus segera dilakukan sejak dini dan menyeluruh. prestasi akademik. anak dengan gangguan ini akan memiliki kondisi fisik dan medis yang berbeda dengan anak secara umum dan memerlukan perhatian yang khusus. Sehingga anak perlu mendapat keterampilan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan dan diperlukannya. agar anak dapat berkembang secara optimal. pada umumnya anak dengan gangguan fisik ini akan memiliki konsep diri yang rendah. anak dengan gangguan fisik akan memiliki fungsi kognitif dengan rentang dari yang rendah hingga yang tinggi. anak dengan gangguan fisik sangat memerlukan bantuan orang lain untuk dapat berinteraksi dengan teman sebayanya. 2) Secara perilaku. 5) Secara fisik dan medis. Secara umum. rasa ingin tahu Page 10 . bahasa dan area-area lain yang terkait. asalkan gangguan fisiknya dapat ditangani dengan baik. Semua asesmen ini dilakukan oleh ahlinya. konsentrasi dan ingatan yang baik. Sehingga anak-anak yang mengalami gangguan fisik namun memiliki kemampuan kognitif yang baik maka ia akan dapat berkembang dengan baik. Misalkan anak yang tidak memiliki kaki yang lengkap namun pintar ia dapat masuk sekolah dimana sekolah itu memberikan fasilitas yang cukup sehingga anak tersebut tidak memperoleh kesulitan mengakses kelas dan ruang-ruang lainnya. Oleh karena itu harus terus didukung dan dikembangkan konsep diri yang positif pada anak tersebut. faktor medis semua ini dilakukan oleh ahlinya dan kemudian diberikan penanganan yang sesuai. tingkah laku adaptif. anak dapat terganggu apabila gangguan yang dimilikinya itu menghambat gerakan. perkembangan bahasa yang lebih awal dari pada anak-anak seusianya.

lebih suka belajar dan bekerja secara mandiri. CARA MEMBANTU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (IMPLEMENTATIF) 1) Cara membantu anak retardasi mental Upaya yang dapat dilakukan pada anak retardasi mental antara lain : a. Kondisi anak dapat dikenali dengan melakukan diagnosa dan perawatan yang tepat. dan peka terhadap seni. Selalu terlihat bersemangat. mereka sangat termotivasi untuk belajar di area-area dimana menjadi minat mereka. 3) Secara sosial emosional. C. Namun mereka bisa kehilangan motivasinya apabila dihadapkan pada area yang tidak mereka minati. menjaga kebersihan badan)  Melibatkan anak dalam pergaulan sosial dengan teman sebaya atau orang yang lebih tua  Memberi kegiatan sesuai minat dan kebutuhan anak  Memperkenalkan hal-hal yang baik dan tidak baik sejak usia dini 2) Cara membantu anak dengan kelainan fisik Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak dengan kelainan fisik. 2) Secara akademis. minat yang beragam. Untuk mengetahui keberbakatan seorang anak maka ia harus mengikuti serangkaian asesmen yang dilakukan oleh psikolog.yang tinggi. dan apabila anak tersebut memang dikategorikan sebagai anak berbakat maka ia harus memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya agar dapat berkembang dengan optimal. memiliki komitmen yang tinggi. antara lain : a. berpakaian. Dengan mengenali kondisi anak. perfeksionis dan kepekaan terhadap rasa keadilan. Page 11 . Latihan  Mengajarkan keterampilan hidup (seperti makan. Bina Mandiri :  Kenali kondisi anak. mereka terlihat sebagai anak yang idealis. guru dapat menentukan perlakuan yang tepat sesuai kekurangan pada fisik anak. serta memunculkan ide-ide yang original. Pencegahan Pencegahan dapat dilakukan dengan :  Pendidikan kesehatan pada masyarakat  Perbaikan keadaan sosio-ekonomi  Perawatan pre-natal  Pertolongan persalinan yang baik  Mengurangi kehamilan pada wanita di bawah 20 tahun dan di atas 40 tahun b.

Selalu menciptakan kegiatan yang normal. ketepatan arah. Terapi Okupasi : o Latihan diberikan dalam bentuk aktifitas permainan. dengan menggunakan plastisin. manik-manik. suku kata. Menghadirkan keadaan normal. latihan keseimbangan. terapi manipulasi. latihan ambulasi dan latihan Bobath dengan teknik inhibisi. Membantu anak berinteraksi. makan minum. Melibatkan anak secara aktif pada berbagai kegiatan. puzzle. melipat. Rehabilitasi medik :  Fisioterapi : relaksasi. Bagaimana menghadapi dan menerima kehadiran anak lain. Memberikan fasilitas berupa berbagai alat bantu untuk menambah dan mempermudah anak beraktivitas. o Aktifitas kehidupan sehari-hari : berpakaian. Kegiatan yang disusun tidak terlalu memanjakan atau melindungi anak. di gymnasium. meluangkan waktu untuk meberi bantuan. latihan koordinasi. ciuman. permainan yang memerlukan keberanian. Selalu menghargai anak melalui kata-kata maupun tindakan. karena akan menghambat perkembangan anak. kalimat. di kolam renang. o Seni dan ketrampilan : menggunting. Memberitahu kelebihan anak yang dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan anak.  Bersikap positif. fasilitasi dan stimulasi latihan dapat diberikan ditempat tidur. Tunjukkan rasa cinta tanpa pamrih melalui pelukan. menusuk. Terapi Wicara : pada anak dengan gangguan komunikasi/bicara dengan latihan dalam bahasa pasif : anggota tubuh. mental intelektual maupun sosial emosional sehingga mereka akan berkembang menjadi percaya diri sendiri. Pelayanan tersebut dengan cara    Page 12 . benda-benda di dalam/diluar rumah dan disekolah dan dalam bahasa konsonan. dengan pengucapan huruf hidup/voval. Selalu memberi cinta. Cinta dan kasih sayang orang di sekeliling menjadi kekuatan terbesar bagi anak untuk mengatasi kekurangannya.     b. dengan berbagai bentuk gerakan. genggaman tangan. kata. Selalu memberi dukungan dan pengertian pada anak tetapi tidak memberi harapan palsu. latihan mobilisasi. menempel dan mengamplas. penggunaan alat perkakas rumah tangga dan aktifitas belajar. Terapi Musik : tujuannya menumbuhkembangkan potensi-potensi pada anak yang berkelainan baik fisik.

interfal. latihan baca sajak/puisi. Sosial Medik : memberikan pelayanan mencari data keluarga. cerita. Merancang model-model pembelajaran yang menghargai sumbangan pemikiran siswa. Pembelajaran harus berbasis pada anak. Rumah sakit. Page 13 . sosial. edukasi pada orang tua dan keluarga agar dapat menghadapi anak dengan kelainan tersebut. psikoterapi.  3) Cara membantu anak unggul dan berbakat istimewa Cara membantu anak berbakat diantaranya adalah : a. kaki tiruan. senam. pengenalan alat musik. Menyusun materi pembelajaran yang selalu menantang bagi anak karena jika terlalu mudah anak akan cenderung cepat bosan dan membuat keributan. Kantor Departemen sosial. lingkungan tempat tinggal. Sekolah. c. pendidikan. drama. tarian. Yang dapat bermanfaat bagi para dokter dan terapis dalam menyusun program rehabilitasi.melatih : ritme. d. nada dan irama. Selain itu pelayanan yang berhubungan dengan Yayasan-yayasan sosial lainnya. pengenalan lagu.   Psikolog : pemeriksaan kecerdasan. Tidak terlalu sering mengulang materi yang sama sehingga anak tidak merasa jenuh. dsb. misal brace. sehingga dapat terjalin hubungan erat dengan berbagai instansi yang sangat penting untuk keberhasilan program rehabilitasi. tongkat ketiak. b. makan harus diperlakukan berbeda pula sesuai tingkat kemampuannya. ekonomi. bahwa setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda. kursi roda. Ortotik Prostetik : memberikan pelayanan pembuatan alat-alat bantu.

tunalaras. Anak Berkesulitan Belajar. Sedangkan yang termasuk kategori ABK permanen adalah anak-anak tunanetra. Page 14 . serta anak-anak yang menjadi korban HIV-AIDS. anak-anak di daerah perbatasan dan di pulau terpencil. tunarungu. Anak berbakat dan sangat cerdas (Gifted). Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki. yaitu: ABK temporer (sementara) dan permanen (tetap). tunagrahita. tunadaksa.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. ADHD (Attention Deficiency andHiperactivity Disorders). dan lain-lain. ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka. Adapun yang termasuk kategori ABK temporer meliputi: anak-anak yang berada di lapisan strata sosial ekonomi yang paling bawah. anak-anak korban bencana alam. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. anak-anak jalanan (anjal). Autis. Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini ada dua kelompok.

Sekolah Ramah untuk Semua. Yogyakarta : Think (2007) Smith. Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak. Frieda. Deteksi Dini Masalah-masalah Psikologi Anak. Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini Yang Berkebutuhan Khusus. Bandung : Yayasan Suryakanti (2003) \ Page 15 . Dir.Jend Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. David. Depdiknas (2008) Mangunsong. Alih Bahasa : Irham Ali Saifuddin. Apakah Anak Kita Autis. Jakarta : Nuansa (2006) ----. Hardiono D & Purboyo Solek.DAFTAR PUSTAKA Fanu. James Le. Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Inklusi. (2009) Pusponegoro. J. Alih Bahasa : Denis dan Enrica. Jakarta : Dir. Pembinaan Sekolah Luar Biasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful