51 Kriteria Perencanaan - Bangunan

Kriteria Perencanaan - Bangunan

Bangunan Pengatur Muka Air

52

3. 3.1

BANGUNAN PENGATUR TINGGI MUKA AIR Umum

Banyak jaringan saluran irigasi dioperasikan sedemikian rupa sehingga muka air disaluran primer dan saluran cabang dapat diatur pada batas – batas tertentu oleh bangunan – bangunan pengatur yang dapat bergerak. Dengan keadaan eksploitasi demikian, muka air dalam hubungannya dengan bangunan sadap (tersier) tetap konstan. Apakah nantinya akan digunakan pintu sadap dengan permukaan air bebas (pintu Romijn) atau pintu bukaan bawah (alat ukur Crump-de Gruyter), hal ini bergantung kepada variasi tinggi muka air yang diperkirakan (lihat Tabel 2.1). Bab ini akan membahas empat jenis bangunan pengatur muka air, yaitu : pintu skot balok, pintu sorong, mercu tetap dan kontrol celah trapesium. Kedua bangunan pertama dapat dipakai sebagai bangunan pengontrol untuk mengendalikan tinggi muka air di saluran. Sedangkan kedua bangunan yang terakhir hanya mempengaruhi tinggi muka air. Pada saluran yang lebar (lebar dari 2 m) mungkin akan menguntungkan untuk mengkombinasi beberapa tipe bangunan pengatur muka air, misalnya: 3.2 skot balok dengan pintu bawah mercu tetap dengan pintu bawah mercu tetap dengan skot balok Pintu Skot Balok

Dilihat dari segi konstruksi, pintu skot balok merupakan peralatan yang sederhana. Balok – balok profil segi empat itu ditempatkan tegak lurus

Kriteria Perencanaan - Bangunan

Koefisien debit untuk aliran diatas skot balok potongan segi empat (cv ≈ 1.53 Kriteria Perencanaan . m3/dt Kriteria Perencanaan . dengan lebar bukaan pengontrol 2. Dalam bangunan – bangunan saluran irigasi.03m sampai 0.Bangunan terhadap potongan segi empat saluran. profil – profil balok seperti yang diperlihatkan pada Gambar 3. biasa dipakai.0 m atau lebih kecil lagi.1 Perencanaan Hidrolis Aliran pada skot balok dapat diperkirakan dengan menggunakan persamaan tinggi debit berikut : 1.5 Q = C C v 2/3 2/3g b h 1 d ….0) 3.2.1) dimana : Q = debit.Bangunan . Balok – balok tersebut disangga di dalam sponeng/ alur yang lebih besar 0. (3.1. Gambar 3.05m dari tebal balok – balok itu sendiri..1.

35 kesalahan yang timbul akibat tidak memperhatikan harga tinggi kecepatan rendah berkenaan dengan kesalahan dalam Cd Dengan menggunakan persamaan 3.1). Bila H1/L menjadi lebih besar dari sekitar 1. dikombinasi dengan Gambar 3.Bangunan Pengatur Muka Air 54 Cd Cv g b h1 = koefisien debit = koefisien kecepatan datang = percepatan gravitasi. Kriteria Perencanaan . pancaran air yang melimpah bisa sama sekali terpisah dari mercu skot balok.8) = lebar normal. Seperti yang sudah disebutkan dalam Gambar 3.Bangunan .1. m Koefisien debit Cd untuk potongan segi empat dengan tepi hulu yang tajamnya 90 derajat. besarnya airasi dalam kantong udara di bawah pancaran.5 (lihat gambar 3. h1/(h1 + P1) < 0. ketinggian yang cocok untuk balok dalam bangunan saluran irigasi adalah 0. Pengaturan langkah demi langkah ini dipengaruhi oleh tinggi sebuah skot balok. sudah diketahui untuk nilai banding H1/L kurang dari 1. Jelaslah bahwa tinggi muka air hulu dapat diatur dengan cara menempatkan/mengambil satu atau lebih skot balok. aliran pada skot balok dapat diperkirakan dengan baik. Karena kecepatan datang yang menuju ke pelimpah skot balok biasanya rendah.20 m. Juga.2.1.5 maka pola alirannya akan menjadi tidak mantap dan sangat sensitif terhadap “ketajaman” tepi skot balok bagian hulu. dan tenggelamnya pancaran sangat mempengaruhi debit pada skot balok. Untuk harga – harga H1/L yang lebih tinggi. m/dt2 (≈ 9. m = kedalaman air di atas skot balok.

55 Kriteria Perencanaan .3) = koefisien debit (lihat Gambar 3. Ada kemungkinan dicuri orang Skot balok bisa dioperasikan oleh orang yang tidak berwenang Karakteristik tinggi–debit aliran pada balok belum diketahui secara pasti 3. 3.3. (m3/dt) = faktor aliran tenggelam (lihat Gambar 3. Tinggi muka air bisa diatur selangkah demi selangkah saja.. (3.1 Perencanaan Hidrolis Rumus debit yang dapat dipakai untuk pintu sorong adalah : Q = K μ a b 2g h 1 ….2.3 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki pintu skot balok Pemasangan dan pemindahan balok memerlukan sedikit–dikitnya dua orang dan memerlukan banyak waktu .20 m dengan tetap membiarkan aliran sebagian di bahwa balok atas.3 Pintu Sorong 3. setiap langkah sama dengan tinggi sebuah balok. m μ a Kriteria Perencanaan .Bangunan .4) = bukaan pintu.2.2) dimana : Q K = debit.Bangunan Seorang operator yang berpengalaman akan mengatur tinggi muka air di antara papan balok 0.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu skot balok Kontribusi ini sederhana dan kuat Biaya pelaksanaannya kecil 3.

rn = percepatan gravitasi.00 . 1. Gambar 3. m. 0. Sedimen yang diangkut oleh saluran hulu dapat melewati pintu bilas.50 . Lebar standar untuk pintu pembilas bawah (undersluice) adalah 0. Pintu bilas kuat dan sederhana.Bangunan .25 dan 1.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu pembilas bawah Tinggi muka air hulu dapat dikontrol dengan tepat.3.2.Bangunan Pengatur Muka Air 56 b g h1 = lebar pintu. Kedua ukuran yang terakhir memerlukan dua stang pengangkat.50 m. m/dt2 (≈ 9. Kriteria Perencanaan . 1.75 . Aliran di bawah pintu sorong dengan dasar horisontal 3.8) = kedalaman air di depan pintu di atas ambang.

2.4.3 Kelemahan–kelemahannya Kebanyakan benda – benda hanyut bisa tersangkut di pintu Kecepatan aliran dan muka air hulu dapat dikontrol dengan baik jika aliran moduler 3.57 Kriteria Perencanaan .Bangunan .4 Pintu Radial Pintu khusus dari pintu sorong adalah pintu radial.3. Koefisien K untuk debit tenggelam (dari Schmidt) 3. Koefisien debit μ masuk permukaan pintu datar atau lengkung Kriteria Perencanaan .3.Bangunan Gambar 3. Pintu ini dapat dihitung dengan persamaan 3. μ μ h1/a ß Gambar 3.3.4. dan harga koefisiennya diberikan pada gambar 3.b.

2).3. Bentuk – bentuk mercu bangunan pangatur ambang tetap yang lazim dipakai Kriteria Perencanaan .5 sudah umum dipakai.5.Bangunan .5 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu radial Hampir tidak ada gesekan pada pintu Alat pengangkatnya ringan dan mudah diekplotasi Bangunan dapat dipasang di saluran yang lebar 3.0 maka bangunan tersebut dinamakan bangunan pengatur ambang lebar.6 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki pintu radial Bangunan tidak kedap air Biaya pembuatan bangunan mahal Paksi (pivot) pintu memberi tekanan horisontal besar jauh di atas pondasi 3. Jika panjang mercu rencana seperti tampak pada gambar sebelah kanan adalah sedemikian rupa sehingga H1/L ≤ 1. r r r Gambar 3. Hubungan antara tinggi energi dan debit bangunan semacam ini sudah diketahui dengan baik (lihat Pasal 2.Bangunan Pengatur Muka Air 58 3.4 Mercu Tetap Mercu tetap dengan dua bentuk seperti pada Gambar 3.3.

Bangunan . Kriteria Perencanaan .6 memperlihatkan potongan melintang mercu bulat.0. m3/dt 1.0 = 1. m = tinggi air di atas mercu. 5 …. Perbedaan itu dapat dijelaskan sebagai berikut : Bangunan Pangatur Mercu bulat Nilai banding H1/r Cd = 5.1 Perencanaan Hidrolis Ada perbedaan pokok dalam hubungan antara tinggi energi dan debit untuk bangunan pengatur mercu bulat dan bangunan pengatur ambang lebar.0 = 1. diandaikan bahwa koefisien kecepatan datang adalah 1.03 mercu bulat Cd = 1.03 Untuk mercu yang dipakai di saluran irigasi. m Dengan rumus ini.4.48 g b H1 = percepatan gravitas.3) = koefisien debit alat ukur ambang lebar Cd = 1.59 Kriteria Perencanaan .. Gambar 3.48 Bangunan pengatur ambang lebar Nilai banding H1/L Cd = 1. m/dt2 (≈ 9.8) = lebar mercu.Bangunan 3. nilai – nilai itu dapat dipakai dalam rumus berikut : Q = Cd 2 / 3 2 / 3 g b H1 dimana : Q Cd = debit. (3.

tidak mudah rusak 3.4.6.Bangunan .2. Pasal 4.2.33 Hanya kemiringan permukaan hilir 1 : 1 saja yang bisa dipakai Aliran tidak dapat disesuaikan Kriteria Perencanaan . Alat ukur mercu bulat Pembicaraan mendetail mengenai mercu bulat dapat dijumpai dalam buku KP – 02 Bangunan Utama.3 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki mercu tetap Aliran pada bendung menjadi nonmoduler jika nilai banding tenggelam H2/H1 melampaui 0. Bangunan pengatur ini dapat direncana untuk melewatkan sedimen yang terangkut oleh saluran peralihan Bangunan ini kuat .Bangunan Pengatur Muka Air 60 Gambar 3.4.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki mercu tetap Karena peralihannya yang bertahap. bangunan pengatur ini tidak banyak mempunyai masalah dengan benda – benda terapung. 3.

Bangunan 3.5. Perbedaan dengan mercu tetap yang sudah lama dikembangkan di Indonesia adalah sumbu atau as yang tegak lurus saluran sedangkan pelimpah type cocor bebek) ini berbentuk lengkung. Kriteria Perencanaan . Gambar 3.1 Umum Bangunan pengatur tinggi muka air dengan type U (type cocor bebek) ini merupakan pengembangan dari bangunan pengatur muka air dengan mercu tetap pada saluran-saluran lebar (lebar > 2 m).1991 dengan jenis lantai hilir datar seperti terlihat pada Gambar 3. 1972-1989 dan SNI 032401.7.5. Penjelasan gambaran mercu tetap type cocor bebek terlihat pada gambar di bawah ini.8 dibawah ini. Sesuai SNI 03. Gambar Diagram Susunan Suatu Kontrol Muka Air 3.2 Perencanaan Struktur Struktur bangunan mercu tetap type U (type cocor bebek) ini mengacu pada komponen bendung gergaji.5 Mercu Type U (Mercu Type Cocor Bebek) 3.Bangunan .61 Kriteria Perencanaan .

Denah dan potongan peluap mercu type U (type cocor bebek) Mengacu pada gambar diatas. h p Kriteria Perencanaan .Bangunan .Bangunan Pengatur Muka Air 62 A a A h Udik b Arah Aliran a c hilir 2a p denah untuk jenis lantai hilir datar Potongan A-A untuk jenis lantai hilir A A h p Udik b Arah Aliran a c hilir 2a Potongan A-A untuk jenis lantai hilir denah untuk jenis lantai hilir miring Gambar 3.8. maka digunakan notasi sebagai berikut : a b c p h lg = setengah lebar bagian dinding ujung-ujung gigi gergaji = lebar lurus mercu = panjang bagian dinding miring = tinggi pembendungan = tinggi tekan hidraulik muka air udik diukur dari mercu bendung = panjang lengkung mercu = 4a + 2c = perbandingan antara tinggi tekan hidrolik. p. h dengan tinggi pelimpah diukur dari lantai udik.

3.4) dimana : Kriteria Perencanaan . Qdesain = Qg lebar saluran tinggi mercu pelimpah dari lantai udik desain tinggi muka air maksimum diatas mercu yang diijinkan b). Perhitungan hidraulik Debit maksimum yang dapat dialirkan oleh bendung pelimpah lurus Qn Qn B = c .63 Kriteria Perencanaan .Bangunan b p lg b ∝ n = perbandingan antara lebar b dengan tinggi bendung p = perbandingan antara panjang mercu pelimpah yang terbentuk = sudut antara sisi pelimpah dengan arah aliran utama air = jumlah “gigi” pelimpah gergaji = nilai perbandingan antara besar debit pada pelimpah gergaji dibandingkan dengan besar debit pelimpahan jika digunakan Qg Qn pelimpah lurus biasa dengan lebar bentang yang sama.3 Analisa Hidraulik a). H1.. B .5. (3.Bangunan .5 = debit rencana saluran (m3/dt) = panjang mercu …. Data dan informasi yang perlu diketahui gambar situasi dan potongan memanjang serta melintang geometri saluran lokasi bangunan telah ditentukan debit desain bangunan.

Berdasarkan grafik tersebut diketahui besar harga ⎛ lg ⎞ ⎜ = 5. dapat dihitung harga perbandingan harga koefisien pelimpahan mercu pelimpah bulat terhadap koefisien pelimpahan mercu - Kriteria Perencanaan . dapat dihitung besar pembesaran kapasitas pelimpahan yang diperlukan : Q g desain Q n maks Harga perbandingan tinggi muka air udik dan tinggi mercu ⎛h⎞ ⎜ ⎜ p⎟ ⎟ ⎝ ⎠ maks Penuhi persyaratan dasar desain hidraulik bendung dan pelimpah h b ≤ 0.Bangunan . Berdasarkan metode-metode hidraulika yang telah tersedia.9 untuk pelimpah dengan mercu ambang tajam.5 ⎜b⎟ ⎟ ⎝ ⎠ tajam kebutuhan pelipatan panjang mercu pelimpah Tentukan desain mercu pelimpah yang sesederhana mungkin agar mudah dilaksanakan di lapangan dan kuat. yaitu pada domain p Untuk memenuhi persyaratan ini.95 (pedoman bendung gergaji) - Berdasarkan harga Qg desain dan Qn maks .6 p Qg pada grafik hubungan antara - Plot data desain Qn dan h p . ambil lebar satu mercu = 4a + 2c h = 0 . Pada Gambar 3.50 ≥2 dan p tipe U.Bangunan Pengatur Muka Air 64 c = 1.

Jika diambil harga f = c = 1.65 Kriteria Perencanaan . Untuk harga f tersebut. besar harga pelipatan panjang pelimpah bentuk mercu setengah lingkaran yang sesungguhnya dapat dihitung sebagai berikut : - ⎛ lg ⎜ ⎜b ⎝ - ⎞ ⎛ lg ⎟ ⎜ ⎟=⎜ ⎠ ⎝b ⎞ 1 ⎟ x ⎟ ⎠ tajam f data b dan lg .Bangunan ambang tajam (f). dengan menerapkan ilmu Berdasarkan berikut : trigonometri dapat dihitung data gigi gergaji lainnya sebagai α = 0. tahap pradesain selanjutnya dapat dilakukan dengan sangat sederhana.25 m Gambar 3.9.Bangunan .2 konstan untuk ct berbagai kondisi muka air udik.75 αmaksimum a = 0. Grafik untuk desain pelimpah jenis gergaji untuk gigi trapesium Kriteria Perencanaan .

karena ketelitiannya dipengaruhi oleh muka air hilir (aliran kurang sempurna). Bangunan type ini diletakkan jika jarak antara ∑ dua bangunan bagi/sadap terlalu jauh dan pengaruh kemiringan saluran sehingga pengambilan-pengambilan yang terletak diantara bangunan tersebut tidak dapat berfungsi. Pelimpah tipe U ini tidak bisa dipakai sebagai alat ukur debit (untuk menggantikan ambang lebar). debit saluran rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan yang ada pada pelimpah ambang tetap biasa. Pertimbangan Pertimbangan dalam pemakaian pelimpah tipe ini antara lain : Dalam rencana penerapan bangunan pengatur dan pelimpah tipe ini hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan tipe lain.4 Pertimbangan dan Persyaratan a).Bangunan . - - - Struktur tubuh pelimpah mercu relatif ramping. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. tinggi mercu.5.Bangunan Pengatur Muka Air 66 3. Tipe ini bisa diaplikasikan di saluran dengan mengacu pada pelimpah tipe gergaji. - Kriteria Perencanaan .10 m. dengan nilai n = 1. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu dianalisis dengan cermat. Persyaratan Parameter yang harus diperhatikan sebelum merencanakan type ini adalah : Lokasi. - - - b). radius atau jarijari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur.

00 0.Bangunan . tipe ini memerlukan kehilangan energi (ΔH) yang relatif besar. Atau 1/3 tinggi jagaan saluran dimana bangunan peluap tersebut dibangun. Pengaturan tinggi muka air dengan menggunakan kedua alat tersebut didasarkan pada pencegahan terjadinya fluktuasi yang besar yang mengakibatkan berubah – ubahnya debit.00 1.10. Perubahan debit antara pelimpah biasa (tetap) dengan pelimpah tipe lengkung 3.00 2.50 0.6 Celah Kontrol Trapesium Seperti halnya mercu tetap.20 m.50 3. supaya bisa disadap.Bangunan - Kalau dipakai disaluran. Hal ini dicapai dengan jalan menghubung–hubungkan tinggi muka air dengan Kriteria Perencanaan . celah kontrol trapesium juga dipakai untuk mengatur tinggi muka air disaluran. - 3.50 1.67 Kriteria Perencanaan .00 0 Pelimpah biasa Pelimpah lengkung 250 500 750 1000 1250 1500 Debit (m3/s) Gambar 3. Lebar saluran lebih dari 2 m Tinggi maksimum di peluap h = 0.50 h (m) 2.

12. Gambar 3. celah kontrol itu akan menimbulkan gangguan kecil pada aliran air dan pengangkutan sedimen. Kriteria Perencanaan . Jika dipakai tanpa ambang.11. Untuk ukuran .11).Bangunan Pengatur Muka Air 68 lengkung debit untuk saluran dan pengontrol atau bangunan pengatur (lihat Gambar 3. Penggabungan Kurve muka air dan kurve debit Tinggi ambang bangunan pengatur dapat dibuat sedemikian rupa sehingga untuk 2 debit di saluran dan di pengontrol sama besar.Bangunan .ukuran sebuah celah lihat Gambar 3. tinggi muka air akan berbeda-beda dan akan menyebabkan tinggi muka air di saluran meninggi atau menurun. Dengan sebuah celah kontrol trapesium tinggi muka air di saluran dan di pengontrol dapat dijaga agar tetap sama untuk berbagai besaran debit. Untuk debit-debit antara jarak nilai ini.

Bangunan .5 dimana : Cd b yc m H g = koefisien debit (≈ 1.05) = lebar dasar.69 Kriteria Perencanaan . Untuk membuat grafik-grafik ini Cd diambil 1. Kegunaan grafik-grafik tersebut dalam perencanaan celah kontrol trapesium adalah untuk: 1. m = percepatan gravitasi.1 Perencanaan Hidrolis Perencanaan celah kontrol trapesium didasarkan pada rumus untuk flum trapesium: Q= Cd {bc yc + m yc2} {2g(H-yc)}0.6 sampai A. Sketsa dimensi untuk celah kontrol 3. m = kedalaman kritis pada pengontrol. Grafik celah kontrol untuk berbagai b dan s ditunjukkan pada gambar A.2.8) ….05.12. m = kedalaman energi di saluran.5) Persamaan ini dapat dipecahkan untuk b dan s yang ada. (3.2. Menentukan besaran debit agar pengontrol dapat bekerja (misalnya 20-100% dari Q rencana) Kriteria Perencanaan .Bangunan Bc B 2 1 m 1 1h 2 1 m c L b bc h Gambar 3. m = kemiringan dinding samping celah. m/dt2 (≈ 9.12..6. Lampiran 2.

(3..8 . setelah itu grafik berikutnya harus diperiksa. 3.h = (0. Karena bentuknya yang demikian. Masukkan salah satu dari grafik – grafik tersebut dengan H100 (kedalaman energi dalam saluran untuk 100% debit rencana) dan Q100 lalu carilah harga s-nya.. Bangunan ini tidak memakai ambang dan oleh karena itu dapat melewatkan benda–benda terapung dan sedimen dengan baik.. dapat dipakai rumus perkiraan debit dalam saluran irigasi : Q =C h 1.Bangunan Pengatur Muka Air 70 2.. Lakukan hal yang sama untuk H20 dan Q20 jika didapat s yang sama..2) 100 0.14 h 100 .Bangunan .8 .. maka ini adalah celah kontrol yang harus dipilih.7) 3. celah kontrol cocok untuk saluran dengan besar debit yang berbeda – beda. (h ) 20 = 20 1. Untuk memperhitungkan h20 (kedalaman air pada 20% Q rencana)...6) ⎛ Q = ⎜ 20 dan h 20 ⎜ Q ⎝ 100 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ . - - Kriteria Perencanaan .2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki celah kontrol trapesium - Bangunan ini tidak menaikkan atau menurunkan muka air di saluran untuk berbagai besaran debit.6.56 *h = 100 = 0... Memperhitungkan karakteristik saluran untuk kedua debit ini.8 Q 1. (3.. Bangunan ini kuat dan memberikan panjang ekstra disebelah hulu bangunan terjun dan dapat dengan mudah dilengkapi dengan pelimpah searah saluran.8 Q (h ) 100 100 1.

Bangunan pengontrol diperlukan di tempat – tempat di mana tinggi muka air saluran dipengaruhi oleh bangunan terjun atau got miring. jika dipakai bersama – sama dengan bangunan pelimpah (alat ukur Romijn). bangunan ini memiliki kepekaan yang sama terhadap perubahan muka air. bangunan ini sering memperlukan penyesuaian. Karena Pintu harganya mahal untuk lebih ekonomis maka digunakan bangunan pengatur muka air ini yang mempunyai fungsi ketelitiannya . walaupun punya kelemahan – kelemahan seperti yang telah disebutkan tadi.6. Kelebihan lain adalah bahwa pintu lebih mudah dioperasikan. mengontrol muka air dengan lebih baik dan dapat dikunci di tempat agar setelahnya tidak diubah oleh orang – orang yang tidak berwenang.7 Penggunaan Bangunan Pengatur Muka Air Pintu skot balok dan pintu sorong adalah bangunan – bangunan yang cocok untuk mengatur tinggi muka air di saluran. tipe bangunan ini dianjurkan pemakaiannya karena tahan lama dan ekspoitasinya mudah. Kelemahan utama yang dimiliki oleh pintu sorong adalah bahwa pintu ini kurang peka terhadap perubahan – perubahan tinggi muka air dan. Misalnya mercu tetap atau celah trapesium.3 Kelemahan trapesium – kelemahan yang dimiliki celah kontrol - Bangunan ini hanya baik untuk aliran tidak tenggelam melalui celah kontrol 3. Bangunan pengontrol. Sebagai bangunan pengatur. Jika dikombinasi demikian.Bangunan . akan mencegah naik – turunnya tinggi muka air di saluran untuk berbagai besaran debit. Kriteria Perencanaan .71 Kriteria Perencanaan .Bangunan 3.

maka bangunan pengatur tetap lebih disukai. Kriteria Perencanaan . Jika bangunan sadap akan dikombinasi dengan pengontrol. Penggunaan celah trapesium lebih disukai apabila pintu sadap tidak akan dikombinasi dengan pengontrol.Bangunan Pengatur Muka Air 72 Bangunan pengontrol tidak memberikan kemungkinan untuk mengatur muka air lepas dari debit.Bangunan . karena dinding vertikal bangunan ini dapat dengan mudah di kombinasi dengan pintu sadap.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful