P. 1
003 Bab III BAngunan Pengatur Muka Air_FINAL

003 Bab III BAngunan Pengatur Muka Air_FINAL

|Views: 238|Likes:
Published by Adhityadwiki

More info:

Published by: Adhityadwiki on Sep 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2014

pdf

text

original

51 Kriteria Perencanaan - Bangunan

Kriteria Perencanaan - Bangunan

Bangunan Pengatur Muka Air

52

3. 3.1

BANGUNAN PENGATUR TINGGI MUKA AIR Umum

Banyak jaringan saluran irigasi dioperasikan sedemikian rupa sehingga muka air disaluran primer dan saluran cabang dapat diatur pada batas – batas tertentu oleh bangunan – bangunan pengatur yang dapat bergerak. Dengan keadaan eksploitasi demikian, muka air dalam hubungannya dengan bangunan sadap (tersier) tetap konstan. Apakah nantinya akan digunakan pintu sadap dengan permukaan air bebas (pintu Romijn) atau pintu bukaan bawah (alat ukur Crump-de Gruyter), hal ini bergantung kepada variasi tinggi muka air yang diperkirakan (lihat Tabel 2.1). Bab ini akan membahas empat jenis bangunan pengatur muka air, yaitu : pintu skot balok, pintu sorong, mercu tetap dan kontrol celah trapesium. Kedua bangunan pertama dapat dipakai sebagai bangunan pengontrol untuk mengendalikan tinggi muka air di saluran. Sedangkan kedua bangunan yang terakhir hanya mempengaruhi tinggi muka air. Pada saluran yang lebar (lebar dari 2 m) mungkin akan menguntungkan untuk mengkombinasi beberapa tipe bangunan pengatur muka air, misalnya: 3.2 skot balok dengan pintu bawah mercu tetap dengan pintu bawah mercu tetap dengan skot balok Pintu Skot Balok

Dilihat dari segi konstruksi, pintu skot balok merupakan peralatan yang sederhana. Balok – balok profil segi empat itu ditempatkan tegak lurus

Kriteria Perencanaan - Bangunan

biasa dipakai.Bangunan terhadap potongan segi empat saluran.1.5 Q = C C v 2/3 2/3g b h 1 d …. Dalam bangunan – bangunan saluran irigasi.2.05m dari tebal balok – balok itu sendiri.03m sampai 0. (3.0) 3..1) dimana : Q = debit.53 Kriteria Perencanaan . Koefisien debit untuk aliran diatas skot balok potongan segi empat (cv ≈ 1.0 m atau lebih kecil lagi. profil – profil balok seperti yang diperlihatkan pada Gambar 3. m3/dt Kriteria Perencanaan .1. Balok – balok tersebut disangga di dalam sponeng/ alur yang lebih besar 0.Bangunan . Gambar 3. dengan lebar bukaan pengontrol 2.1 Perencanaan Hidrolis Aliran pada skot balok dapat diperkirakan dengan menggunakan persamaan tinggi debit berikut : 1.

2. besarnya airasi dalam kantong udara di bawah pancaran.5 (lihat gambar 3. Untuk harga – harga H1/L yang lebih tinggi.Bangunan .1.35 kesalahan yang timbul akibat tidak memperhatikan harga tinggi kecepatan rendah berkenaan dengan kesalahan dalam Cd Dengan menggunakan persamaan 3.5 maka pola alirannya akan menjadi tidak mantap dan sangat sensitif terhadap “ketajaman” tepi skot balok bagian hulu. ketinggian yang cocok untuk balok dalam bangunan saluran irigasi adalah 0. pancaran air yang melimpah bisa sama sekali terpisah dari mercu skot balok. Seperti yang sudah disebutkan dalam Gambar 3. m = kedalaman air di atas skot balok. dan tenggelamnya pancaran sangat mempengaruhi debit pada skot balok. Juga.1. m Koefisien debit Cd untuk potongan segi empat dengan tepi hulu yang tajamnya 90 derajat. h1/(h1 + P1) < 0.8) = lebar normal. m/dt2 (≈ 9. Jelaslah bahwa tinggi muka air hulu dapat diatur dengan cara menempatkan/mengambil satu atau lebih skot balok. Bila H1/L menjadi lebih besar dari sekitar 1. aliran pada skot balok dapat diperkirakan dengan baik.1). sudah diketahui untuk nilai banding H1/L kurang dari 1.Bangunan Pengatur Muka Air 54 Cd Cv g b h1 = koefisien debit = koefisien kecepatan datang = percepatan gravitasi. Kriteria Perencanaan . Pengaturan langkah demi langkah ini dipengaruhi oleh tinggi sebuah skot balok. dikombinasi dengan Gambar 3.20 m. Karena kecepatan datang yang menuju ke pelimpah skot balok biasanya rendah.

4) = bukaan pintu.3. (m3/dt) = faktor aliran tenggelam (lihat Gambar 3. 3.Bangunan Seorang operator yang berpengalaman akan mengatur tinggi muka air di antara papan balok 0.20 m dengan tetap membiarkan aliran sebagian di bahwa balok atas. (3. Tinggi muka air bisa diatur selangkah demi selangkah saja.2.3 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki pintu skot balok Pemasangan dan pemindahan balok memerlukan sedikit–dikitnya dua orang dan memerlukan banyak waktu . Ada kemungkinan dicuri orang Skot balok bisa dioperasikan oleh orang yang tidak berwenang Karakteristik tinggi–debit aliran pada balok belum diketahui secara pasti 3.Bangunan .1 Perencanaan Hidrolis Rumus debit yang dapat dipakai untuk pintu sorong adalah : Q = K μ a b 2g h 1 ….3) = koefisien debit (lihat Gambar 3.3 Pintu Sorong 3.55 Kriteria Perencanaan .2) dimana : Q K = debit.2. setiap langkah sama dengan tinggi sebuah balok..2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu skot balok Kontribusi ini sederhana dan kuat Biaya pelaksanaannya kecil 3. m μ a Kriteria Perencanaan .

Bangunan Pengatur Muka Air 56 b g h1 = lebar pintu. Lebar standar untuk pintu pembilas bawah (undersluice) adalah 0. Kriteria Perencanaan .2. m/dt2 (≈ 9. Sedimen yang diangkut oleh saluran hulu dapat melewati pintu bilas. 1.75 . rn = percepatan gravitasi.8) = kedalaman air di depan pintu di atas ambang.50 . 1.3. Pintu bilas kuat dan sederhana.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu pembilas bawah Tinggi muka air hulu dapat dikontrol dengan tepat.25 dan 1. Aliran di bawah pintu sorong dengan dasar horisontal 3.Bangunan . m.00 . Kedua ukuran yang terakhir memerlukan dua stang pengangkat. Gambar 3. 0.50 m.

Koefisien K untuk debit tenggelam (dari Schmidt) 3.3.Bangunan Gambar 3.4 Pintu Radial Pintu khusus dari pintu sorong adalah pintu radial.4. Pintu ini dapat dihitung dengan persamaan 3.3.57 Kriteria Perencanaan .4.2.Bangunan .3. dan harga koefisiennya diberikan pada gambar 3. μ μ h1/a ß Gambar 3.3 Kelemahan–kelemahannya Kebanyakan benda – benda hanyut bisa tersangkut di pintu Kecepatan aliran dan muka air hulu dapat dikontrol dengan baik jika aliran moduler 3.b. Koefisien debit μ masuk permukaan pintu datar atau lengkung Kriteria Perencanaan .

5 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki pintu radial Hampir tidak ada gesekan pada pintu Alat pengangkatnya ringan dan mudah diekplotasi Bangunan dapat dipasang di saluran yang lebar 3. Jika panjang mercu rencana seperti tampak pada gambar sebelah kanan adalah sedemikian rupa sehingga H1/L ≤ 1.Bangunan .5.6 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki pintu radial Bangunan tidak kedap air Biaya pembuatan bangunan mahal Paksi (pivot) pintu memberi tekanan horisontal besar jauh di atas pondasi 3.2).Bangunan Pengatur Muka Air 58 3.5 sudah umum dipakai.4 Mercu Tetap Mercu tetap dengan dua bentuk seperti pada Gambar 3.3.0 maka bangunan tersebut dinamakan bangunan pengatur ambang lebar. Bentuk – bentuk mercu bangunan pangatur ambang tetap yang lazim dipakai Kriteria Perencanaan .3. r r r Gambar 3. Hubungan antara tinggi energi dan debit bangunan semacam ini sudah diketahui dengan baik (lihat Pasal 2.

m = tinggi air di atas mercu. nilai – nilai itu dapat dipakai dalam rumus berikut : Q = Cd 2 / 3 2 / 3 g b H1 dimana : Q Cd = debit. Kriteria Perencanaan .59 Kriteria Perencanaan .Bangunan .0 = 1.0. Perbedaan itu dapat dijelaskan sebagai berikut : Bangunan Pangatur Mercu bulat Nilai banding H1/r Cd = 5.Bangunan 3.6 memperlihatkan potongan melintang mercu bulat.0 = 1. 5 ….3) = koefisien debit alat ukur ambang lebar Cd = 1. m3/dt 1. (3.4. diandaikan bahwa koefisien kecepatan datang adalah 1.48 Bangunan pengatur ambang lebar Nilai banding H1/L Cd = 1.. m Dengan rumus ini.03 mercu bulat Cd = 1.1 Perencanaan Hidrolis Ada perbedaan pokok dalam hubungan antara tinggi energi dan debit untuk bangunan pengatur mercu bulat dan bangunan pengatur ambang lebar. m/dt2 (≈ 9.03 Untuk mercu yang dipakai di saluran irigasi.8) = lebar mercu.48 g b H1 = percepatan gravitas. Gambar 3.

33 Hanya kemiringan permukaan hilir 1 : 1 saja yang bisa dipakai Aliran tidak dapat disesuaikan Kriteria Perencanaan .4.4.2.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki mercu tetap Karena peralihannya yang bertahap. Alat ukur mercu bulat Pembicaraan mendetail mengenai mercu bulat dapat dijumpai dalam buku KP – 02 Bangunan Utama. 3. tidak mudah rusak 3.2. Bangunan pengatur ini dapat direncana untuk melewatkan sedimen yang terangkut oleh saluran peralihan Bangunan ini kuat . bangunan pengatur ini tidak banyak mempunyai masalah dengan benda – benda terapung.3 Kelemahan – kelemahan yang dimiliki mercu tetap Aliran pada bendung menjadi nonmoduler jika nilai banding tenggelam H2/H1 melampaui 0. Pasal 4.Bangunan .Bangunan Pengatur Muka Air 60 Gambar 3.6.

Perbedaan dengan mercu tetap yang sudah lama dikembangkan di Indonesia adalah sumbu atau as yang tegak lurus saluran sedangkan pelimpah type cocor bebek) ini berbentuk lengkung. Gambar 3.5 Mercu Type U (Mercu Type Cocor Bebek) 3.8 dibawah ini. 1972-1989 dan SNI 032401. Penjelasan gambaran mercu tetap type cocor bebek terlihat pada gambar di bawah ini.Bangunan .1 Umum Bangunan pengatur tinggi muka air dengan type U (type cocor bebek) ini merupakan pengembangan dari bangunan pengatur muka air dengan mercu tetap pada saluran-saluran lebar (lebar > 2 m).Bangunan 3. Sesuai SNI 03.61 Kriteria Perencanaan .5. Kriteria Perencanaan .2 Perencanaan Struktur Struktur bangunan mercu tetap type U (type cocor bebek) ini mengacu pada komponen bendung gergaji. Gambar Diagram Susunan Suatu Kontrol Muka Air 3.1991 dengan jenis lantai hilir datar seperti terlihat pada Gambar 3.7.5.

h p Kriteria Perencanaan . Denah dan potongan peluap mercu type U (type cocor bebek) Mengacu pada gambar diatas. maka digunakan notasi sebagai berikut : a b c p h lg = setengah lebar bagian dinding ujung-ujung gigi gergaji = lebar lurus mercu = panjang bagian dinding miring = tinggi pembendungan = tinggi tekan hidraulik muka air udik diukur dari mercu bendung = panjang lengkung mercu = 4a + 2c = perbandingan antara tinggi tekan hidrolik. p.Bangunan . h dengan tinggi pelimpah diukur dari lantai udik.Bangunan Pengatur Muka Air 62 A a A h Udik b Arah Aliran a c hilir 2a p denah untuk jenis lantai hilir datar Potongan A-A untuk jenis lantai hilir A A h p Udik b Arah Aliran a c hilir 2a Potongan A-A untuk jenis lantai hilir denah untuk jenis lantai hilir miring Gambar 3.8.

B . 3. Data dan informasi yang perlu diketahui gambar situasi dan potongan memanjang serta melintang geometri saluran lokasi bangunan telah ditentukan debit desain bangunan.63 Kriteria Perencanaan ..Bangunan b p lg b ∝ n = perbandingan antara lebar b dengan tinggi bendung p = perbandingan antara panjang mercu pelimpah yang terbentuk = sudut antara sisi pelimpah dengan arah aliran utama air = jumlah “gigi” pelimpah gergaji = nilai perbandingan antara besar debit pada pelimpah gergaji dibandingkan dengan besar debit pelimpahan jika digunakan Qg Qn pelimpah lurus biasa dengan lebar bentang yang sama.Bangunan .4) dimana : Kriteria Perencanaan .3 Analisa Hidraulik a).5. Perhitungan hidraulik Debit maksimum yang dapat dialirkan oleh bendung pelimpah lurus Qn Qn B = c . (3. Qdesain = Qg lebar saluran tinggi mercu pelimpah dari lantai udik desain tinggi muka air maksimum diatas mercu yang diijinkan b). H1.5 = debit rencana saluran (m3/dt) = panjang mercu ….

dapat dihitung harga perbandingan harga koefisien pelimpahan mercu pelimpah bulat terhadap koefisien pelimpahan mercu - Kriteria Perencanaan . dapat dihitung besar pembesaran kapasitas pelimpahan yang diperlukan : Q g desain Q n maks Harga perbandingan tinggi muka air udik dan tinggi mercu ⎛h⎞ ⎜ ⎜ p⎟ ⎟ ⎝ ⎠ maks Penuhi persyaratan dasar desain hidraulik bendung dan pelimpah h b ≤ 0.95 (pedoman bendung gergaji) - Berdasarkan harga Qg desain dan Qn maks .Bangunan . yaitu pada domain p Untuk memenuhi persyaratan ini.6 p Qg pada grafik hubungan antara - Plot data desain Qn dan h p .Bangunan Pengatur Muka Air 64 c = 1.9 untuk pelimpah dengan mercu ambang tajam. ambil lebar satu mercu = 4a + 2c h = 0 . Pada Gambar 3.50 ≥2 dan p tipe U.5 ⎜b⎟ ⎟ ⎝ ⎠ tajam kebutuhan pelipatan panjang mercu pelimpah Tentukan desain mercu pelimpah yang sesederhana mungkin agar mudah dilaksanakan di lapangan dan kuat. Berdasarkan grafik tersebut diketahui besar harga ⎛ lg ⎞ ⎜ = 5. Berdasarkan metode-metode hidraulika yang telah tersedia.

besar harga pelipatan panjang pelimpah bentuk mercu setengah lingkaran yang sesungguhnya dapat dihitung sebagai berikut : - ⎛ lg ⎜ ⎜b ⎝ - ⎞ ⎛ lg ⎟ ⎜ ⎟=⎜ ⎠ ⎝b ⎞ 1 ⎟ x ⎟ ⎠ tajam f data b dan lg . dengan menerapkan ilmu Berdasarkan berikut : trigonometri dapat dihitung data gigi gergaji lainnya sebagai α = 0. tahap pradesain selanjutnya dapat dilakukan dengan sangat sederhana. Untuk harga f tersebut.Bangunan .65 Kriteria Perencanaan .9.25 m Gambar 3.Bangunan ambang tajam (f).75 αmaksimum a = 0.2 konstan untuk ct berbagai kondisi muka air udik. Grafik untuk desain pelimpah jenis gergaji untuk gigi trapesium Kriteria Perencanaan . Jika diambil harga f = c = 1.

Pertimbangan Pertimbangan dalam pemakaian pelimpah tipe ini antara lain : Dalam rencana penerapan bangunan pengatur dan pelimpah tipe ini hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan tipe lain. Tipe ini bisa diaplikasikan di saluran dengan mengacu pada pelimpah tipe gergaji. Persyaratan Parameter yang harus diperhatikan sebelum merencanakan type ini adalah : Lokasi. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu dianalisis dengan cermat. debit saluran rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan yang ada pada pelimpah ambang tetap biasa.Bangunan . Pelimpah tipe U ini tidak bisa dipakai sebagai alat ukur debit (untuk menggantikan ambang lebar).4 Pertimbangan dan Persyaratan a). - Kriteria Perencanaan . karena ketelitiannya dipengaruhi oleh muka air hilir (aliran kurang sempurna). dengan nilai n = 1. - - - Struktur tubuh pelimpah mercu relatif ramping. Bangunan type ini diletakkan jika jarak antara ∑ dua bangunan bagi/sadap terlalu jauh dan pengaruh kemiringan saluran sehingga pengambilan-pengambilan yang terletak diantara bangunan tersebut tidak dapat berfungsi. - - - b).10 m.Bangunan Pengatur Muka Air 66 3. tinggi mercu. radius atau jarijari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa.5.

50 1. supaya bisa disadap.67 Kriteria Perencanaan . - 3.50 3.50 0. Hal ini dicapai dengan jalan menghubung–hubungkan tinggi muka air dengan Kriteria Perencanaan .00 0 Pelimpah biasa Pelimpah lengkung 250 500 750 1000 1250 1500 Debit (m3/s) Gambar 3. celah kontrol trapesium juga dipakai untuk mengatur tinggi muka air disaluran.Bangunan - Kalau dipakai disaluran.00 2.20 m. Perubahan debit antara pelimpah biasa (tetap) dengan pelimpah tipe lengkung 3. Lebar saluran lebih dari 2 m Tinggi maksimum di peluap h = 0. Atau 1/3 tinggi jagaan saluran dimana bangunan peluap tersebut dibangun. Pengaturan tinggi muka air dengan menggunakan kedua alat tersebut didasarkan pada pencegahan terjadinya fluktuasi yang besar yang mengakibatkan berubah – ubahnya debit.50 h (m) 2.6 Celah Kontrol Trapesium Seperti halnya mercu tetap.10.Bangunan .00 1. tipe ini memerlukan kehilangan energi (ΔH) yang relatif besar.00 0.

tinggi muka air akan berbeda-beda dan akan menyebabkan tinggi muka air di saluran meninggi atau menurun.ukuran sebuah celah lihat Gambar 3. Kriteria Perencanaan . Untuk debit-debit antara jarak nilai ini. Penggabungan Kurve muka air dan kurve debit Tinggi ambang bangunan pengatur dapat dibuat sedemikian rupa sehingga untuk 2 debit di saluran dan di pengontrol sama besar. celah kontrol itu akan menimbulkan gangguan kecil pada aliran air dan pengangkutan sedimen.12.11). Gambar 3.Bangunan Pengatur Muka Air 68 lengkung debit untuk saluran dan pengontrol atau bangunan pengatur (lihat Gambar 3. Jika dipakai tanpa ambang. Dengan sebuah celah kontrol trapesium tinggi muka air di saluran dan di pengontrol dapat dijaga agar tetap sama untuk berbagai besaran debit.Bangunan . Untuk ukuran .11.

Grafik celah kontrol untuk berbagai b dan s ditunjukkan pada gambar A. m = kedalaman energi di saluran.2.12.12. Sketsa dimensi untuk celah kontrol 3.Bangunan Bc B 2 1 m 1 1h 2 1 m c L b bc h Gambar 3. Menentukan besaran debit agar pengontrol dapat bekerja (misalnya 20-100% dari Q rencana) Kriteria Perencanaan . Lampiran 2.05. m = kedalaman kritis pada pengontrol.6. (3.2.. Kegunaan grafik-grafik tersebut dalam perencanaan celah kontrol trapesium adalah untuk: 1.6 sampai A.05) = lebar dasar. m = percepatan gravitasi.8) ….5) Persamaan ini dapat dipecahkan untuk b dan s yang ada.69 Kriteria Perencanaan .1 Perencanaan Hidrolis Perencanaan celah kontrol trapesium didasarkan pada rumus untuk flum trapesium: Q= Cd {bc yc + m yc2} {2g(H-yc)}0.Bangunan . m = kemiringan dinding samping celah.5 dimana : Cd b yc m H g = koefisien debit (≈ 1. m/dt2 (≈ 9. Untuk membuat grafik-grafik ini Cd diambil 1.

(3.6) ⎛ Q = ⎜ 20 dan h 20 ⎜ Q ⎝ 100 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ . setelah itu grafik berikutnya harus diperiksa.... Lakukan hal yang sama untuk H20 dan Q20 jika didapat s yang sama. celah kontrol cocok untuk saluran dengan besar debit yang berbeda – beda.8 Q (h ) 100 100 1. (3.2 Kelebihan – kelebihan yang dimiliki celah kontrol trapesium - Bangunan ini tidak menaikkan atau menurunkan muka air di saluran untuk berbagai besaran debit. Masukkan salah satu dari grafik – grafik tersebut dengan H100 (kedalaman energi dalam saluran untuk 100% debit rencana) dan Q100 lalu carilah harga s-nya.Bangunan ...8 . Bangunan ini tidak memakai ambang dan oleh karena itu dapat melewatkan benda–benda terapung dan sedimen dengan baik. Karena bentuknya yang demikian.6.8 Q 1.14 h 100 . dapat dipakai rumus perkiraan debit dalam saluran irigasi : Q =C h 1..56 *h = 100 = 0.2) 100 0.7) 3..Bangunan Pengatur Muka Air 70 2... maka ini adalah celah kontrol yang harus dipilih. (h ) 20 = 20 1..h = (0. Untuk memperhitungkan h20 (kedalaman air pada 20% Q rencana).8 . Memperhitungkan karakteristik saluran untuk kedua debit ini.. 3. Bangunan ini kuat dan memberikan panjang ekstra disebelah hulu bangunan terjun dan dapat dengan mudah dilengkapi dengan pelimpah searah saluran. - - Kriteria Perencanaan .

6. Misalnya mercu tetap atau celah trapesium. Kelemahan utama yang dimiliki oleh pintu sorong adalah bahwa pintu ini kurang peka terhadap perubahan – perubahan tinggi muka air dan. Bangunan pengontrol diperlukan di tempat – tempat di mana tinggi muka air saluran dipengaruhi oleh bangunan terjun atau got miring.71 Kriteria Perencanaan . Kelebihan lain adalah bahwa pintu lebih mudah dioperasikan. Bangunan pengontrol.Bangunan 3. bangunan ini sering memperlukan penyesuaian. mengontrol muka air dengan lebih baik dan dapat dikunci di tempat agar setelahnya tidak diubah oleh orang – orang yang tidak berwenang. bangunan ini memiliki kepekaan yang sama terhadap perubahan muka air. Kriteria Perencanaan . Sebagai bangunan pengatur.3 Kelemahan trapesium – kelemahan yang dimiliki celah kontrol - Bangunan ini hanya baik untuk aliran tidak tenggelam melalui celah kontrol 3. tipe bangunan ini dianjurkan pemakaiannya karena tahan lama dan ekspoitasinya mudah. Karena Pintu harganya mahal untuk lebih ekonomis maka digunakan bangunan pengatur muka air ini yang mempunyai fungsi ketelitiannya .7 Penggunaan Bangunan Pengatur Muka Air Pintu skot balok dan pintu sorong adalah bangunan – bangunan yang cocok untuk mengatur tinggi muka air di saluran. jika dipakai bersama – sama dengan bangunan pelimpah (alat ukur Romijn). Jika dikombinasi demikian. walaupun punya kelemahan – kelemahan seperti yang telah disebutkan tadi.Bangunan . akan mencegah naik – turunnya tinggi muka air di saluran untuk berbagai besaran debit.

maka bangunan pengatur tetap lebih disukai. Penggunaan celah trapesium lebih disukai apabila pintu sadap tidak akan dikombinasi dengan pengontrol. Kriteria Perencanaan . Jika bangunan sadap akan dikombinasi dengan pengontrol.Bangunan Pengatur Muka Air 72 Bangunan pengontrol tidak memberikan kemungkinan untuk mengatur muka air lepas dari debit. karena dinding vertikal bangunan ini dapat dengan mudah di kombinasi dengan pintu sadap.Bangunan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->