3.2.2. Jenis, Intensitas, dan Tipe Ubahan. 3.2.2.1. Jenis Ubahan.

Hasil analisis megaskopis inti bor, mulai kedalaman 12 – 230,49 m menunjukkan batuan telah mengalami ubahan hidrotermal, mineral ubahan dalam contoh batuan tersebut sebagai berikut : - Mineral lempung, (7-58% dari total mineral) sebagai hasil proses argilitisasi terhadap masa dasar dan fragmen. - Oksida besi, (1-25% dari total mineral) sebagai hasil ubahan dari masa dasar dan fragmen. - Kuarsa sekunder, (1-5% dari total mineral) sebagai replacement dari plagioklas dan feldspar. - Kalsit, (1-2% dari total mineral) - Pirit, (1-2% dari total mineral) mulai muncul di kedalaman 128 m dalam jumlah sedikit. 3.2.2.2. Intensitas Ubahan. Litologi sumur landaian suhu LNA-1 mulai kedalaman 12 – 230,49 m telah mengalami ubahan hidrotermal dengan intensitas ubahan lemah sampai kuat (SM/TM = 15 – 65%) oleh proses ubahan, argilitisasi, oksidasi, silisifikasi, dengan/tanpa kalsitasi dan piritisasi. 3.2.2.3. Tipe Ubahan. Secara keseluruhan litologi sumur landaian suhu LNA-1 mulai kedalaman 12 – 230,49 m telah mengalami ubahan hidrotermal dengan tipe ubahan didominasi tipe argilic (dominiasi mineral montmorilonit, smektit dan kaolinit) yang befungsi sebagai batuan penudung panas (clay cap). 3.2.3. Analisis Laboratorium. Analisis laboratorium terhadap contoh batuan sumur landaian suhu LNA-1 meliputi ; analisis dengan menggunakan metode PIMA (Portable Infrared Mineral Analyzer), Petrofisika (porosity, permeability, thermal conductivity), fluid inclusion serta analisis kimia air panas. 3.2.3.1. Hasil Analisis PIMA

Hasil analisis PIMA tersebut memberikan hasil mineral-mineral ubahan pada batuan penyusun sumur LNA-1 adalah sebagai berikut : kaolin, ilit, halosyt, gypsum, dictike, nacrite, alunite, muscovite, dan halloysite. Secara umum, mineral-mineral ubahan yang hadir didominasi oleh mineral-mineral lempung berjenis kaolin, haslosyt, dan ilit yang dapat diidentifikasi hampir pada setiap kedalaman sumur landaian suhu LNA-1 (lampiran PIMA). Tabel 3.1. Contoh batuan sumur LNA-1 yang dianalisis dengan metode PIMA, Daerah Panas Bumi Lainea, Kab. Konawe Selatan, Prop. Sulawesi Tenggara. NO. 1 2 3 4 KEDALAMAN (M) 51,35 69,55 116,15 122,30 NOMOR CONTOH LNA-1 51,35 LNA-1 69,55 LNA-1 116,15 LNA-1 122,30
1

4.2. Harga konduktifitas pada di sumur LNA-1 disajikan pada Tabel 3.3. dibawah ini. 3.30 155.40 222. Hasil pengukuran petrofisika terhadap contoh batuan sumur LNA-1 adalah pengukuran porositas batuan (porosity) dari contoh batuan terpilih. diharapkan mewakili harga porositas batuan pada sumur LNA-1.85 229.3.95 3.15 145.60 160. Hasil Analisis Permeabilitas Hasil pengukuran petrofisika terhadap contoh batuan sumur LNA-1 adalah pengukuran permeabilitas batuan (porosity) dari contoh batuan terpilih. 3.2. Tabel.2 dibawah ini.40 131.6749 1.2. Tabel. 1 2 Sampel LNA-1 LNA-1 Thermal Conductivity (W/mK) 1.4 Permeabilitas batuan pada sumur LNA-1 No. Tabel.3. 1 2 3 4 5 Sampel LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 Porosity (%) 0. Harga permeabilitas batuan di sumur LNA-1 disajikan pada Tabel 3. 3.15 .0795 3. Hasil Analisis Porositas.85 229.40 222.60 160.65 224.15 3.3 Porositas batuan pada sumur LNA-1 No. Harga porositas batuan di sumur LNA-1 disajikan pada Tabel 3.65 209. 4858 10.2 Konduktifitas panas pada sumur LNA-1 No. 1 Sampel LNA-1 Permeabilitas (mdarcy) 1.2 – 145.50 – 217.0046 1.25/35 3.10 172.65 209.4.3. dibawah ini. Hasil pengukuran petrofisika terhadap contoh batuan sumur LNA-1 adalah pengukuran konduktifitas panas (thermal conductivity) dari 2 contoh batuan terpilih yang dapat mewakili harga konduktifitas panas pada sumur LNA-1. 124.76736 2 Depth (m) 134 – 134.5 6 7 8 9 10 11 3.55 Depth (m) 126.3.40 131.30 217.55 Depth (m) 134 – 134.20 199.30 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 124.2.30 Hasil Analisis Konduktifitas panas.10 172. diharapkan mewakili harga permeabilitas batuan pada sumur LNA-1.

5/1460/FI)M. inklusi fluida bifase terdiri dari air (L) dan uap (V). Suhu pencairan es (Tm) berkisar antara (-0. disusun oleh inklusi fluida yang kaya air. berongga-rongga halus. memiliki bentuk kristal negatif. dan LNA-1 (228. LNA-1 (205. disusun oleh inklusi fluida yang kaya air. masif.6°C.2 – 145.0901 11.30 155.20/30/FI)M. kemudian diukur dengan menggunakan peralatan Mikrotermometer (peralatan pengukur inklusi fluida). telah terseleksi dan dipreparasi untuk mendapatkan sayatan poles ganda (double polish). tersebar tidak merata.1)°C dengan ratarata Tm = 0.2°C. inklusi fluida terdapat didalam mineral induk (host mineral) kuarsa transparan dengan ukuran yang sangat halus. dan modus 325°C. merk LINKAM THMS 600. LNA-1 (205.65 224.330)°C dengan rata-rata Th = 312. Hasil pengukuran : Suhu homogenisasi (Th) berkisar antara (238.2. tersebar tidak merata. Inklusi fluida terdiri dari inklusi fluida monofase yang kaya cairan (water rich). mengikuti pola/orientasi arah tertentu. mengikuti pola/orientasi arah tertentu. hadir berkelompok. Inklusi fluida terdapat didalam mineral induk (host mineral) kuarsa transparan dengan ukuran yang sangat halus.15 3. memiliki retakanretakan mikro yang telah teroksidasi dan terisi oleh mineral lempung berwarna abu-abu kecoklatan. LNA-1 (146.4wt% NaCl eq. dengan ukuran yang bervariasi. sebagian necking. memiliki retakan-retakan mikro yang telah terisi oleh mineral klorit. tekstur boilling. Hasil 3 (tiga) sampel batuan dari.50 – 217.-0. LNA-1 (146. 2.3839 1. 1. Secara mikroskopis.5/1460/FI)m Urat kuarsa menerobos batupasir meta berwarna putih susu sampai transparan. Inklusi fluida terdiri dari inklusi fluida monofase yang kaya cairan (water rich). dengan ukuran yang bervariasi.7995 13. dengan bentuk tidak beraturan. dengan bentuk tidak beraturan. hadir berkelompok. dan diisi oleh kristal prismatik halus.6/65/FI)M. sebagian necking.2724 145. Semua sampel ini hanya dimaksudkan untuk dipreparasi dan diukur inklusi fluidanya (bila ditemukan) tanpa diikuti oleh analisis dan interpretasi akan hasil pengukuran tersebut (bukan untuk analisis dengan laporan lengkap). inklusi fluida bifase terdiri dari air (L) dan uap (V). Urat kuarsa menerobos batupasir meta berwarna putih susu sampai transparan. dan terbentuk secara sekunder.3. Hasil pengukuran : 3 . dan terbentuk secara sekunder.5. Salinitas fluida rata-rata 0.2°C dan modus -0. Hasil Analisis Fluida Inclusion.2 3 4 5 LNA-1 LNA-1 LNA-1 LNA-1 176.2 .3 .6/65/FI)m. memiliki bentuk kristal negatif.30 217.

dan terbentuk secara sekunder. disusun oleh inklusi fluida yang kaya air. Urat kuarsa menerobos batupasir meta berwarna putih susu.4wt% NaCl eq. Hasil pengukuran : - 4 . dengan bentuk tidak beraturan.-0. memiliki retakanretakan mikro yang telah teroksidasi dan berongga dan secara lokal berwarna abu-abu kecoklatan. 3. Inklusi fluida terdapat didalam mineral induk (host mineral) kuarsa transparan dengan ukuran yang sangat halus. Suhu pencairan es (Tm) berkisar antara (-0.3-252)°C dengan rata-rata Th = 238. Inklusi fluida terdiri dari inklusi fluida monofase yang kaya cairan (water rich). inklusi fluida bifase tidak ditemukan. LNA-1 (228. masif.5 .1°C.1)°C dengan ratarata Tm = 0.2°C dan modus -0.20/30/FI)m.2°C. Salinitas fluida rata-rata 0. hadir berkelompok.Suhu homogenisasi (Th) berkisar antara (184. dan modus 250°C. karena umumnya sudah rusak (bocor).