BAB V REL DAN BANTALAN

5.1 PENGANTAR Pada Bab II tetah diuraikan bahwa struktur jalan rel terdiri alas rel, bantalan, penambat rel, balas, dan tanah dasar. Komponen struktun jalan rel yang berupa rel dan bantalan akan diunaikan Iebih rinci pada Bagian V ini. Komponen jalan rel yang berupa penambat rel dan balas akan dibahas pada Bab VII, sedangkan uraian mengenai tanah dasar akan disampaikan pada bab yang membahas tentang badan jalan rel. 5.2 REL Rel pada jalan rel mempunyai fungsi sebagai pijakan menggelindingnya roda kereta api dan untuk meneruskan beban dan roda kereta api kepada bantalan. rel ditumpu oleh bantatan-bantalan, sehingga rel merupakan batang yang ditumpu oleh penumpu-penumpu. Pada sistem tumpuan yang sedemikian, tekanan tegak lurus dan roda menyebabkan momen lentur pada rel di antara bantalan-bantalan. Selain itu, gaya arah honisontal yang disebabkan oleh gaya angin, goyangan kereta api, dan gaya sentrifugal (pada rel sebelah luar) menyebabkan tenjadinya momen lentur arah horisontal. Untuk lebih jelasnya periksa Gambar 3.1. Gambar 3.1 Gaya-gaya yang bekerja pada rel

‘12

1

Jalan Rel Ir Alizar MT.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

dan c) rel Vignota. Selain hal tersebut (untuk ketahanan terhadap aus). maka rel dibuat sebagai batang dengan bentuk dasar profil I. yaitu (lihat Gambar 3. ‘12 2 Jalan Rel Ir Alizar MT.2 Macam-macam bentuk rel (a) Rel berkepala dua (b) rel alur (c) Rel Vignota Rel Vignota (ditemukan pertama kali oleh Charles Vignoles tahun 1836) merupakan bentuk rel yang umum digunakan pada jalan rel. kaki yang lebar dengan sisi bawah datar.2): a) rel berkepala dua. tetapi retatif mudah untuk dibentuk lengkung horisontal. badan. serta lebih stabil kedudukannya.Agar supaya rel dapat menahan momen-momen tersebut. diperbesarnya kepala rel adalah karena kepala rel merupakan tempat tumpuan roda kereta (kedudukan roda pada rel). Pada uraian selanjutnya yang akan dibahas adalah rel bentuk Vignota. yaitu: kepala. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Gambar 3. rel bentuk Vignota mempunyai keunggulankeunggulan sebagai berikut: a) momen perlawanan cukup besar (bentuk seperti profil I). b) rel alun (Grooved Rail). Rel bentuk Vignota terdiri atas tiga bagian rel. b) kepala rel sesuai dengan bentuk kasut roda. Pengembangan dan bentuk dasar profil I tersebut terdapat tiga macam bentuk rel. oleh karenanya untuk mendapatkan umur rel yang lebih panjang. menjadikan rel mudah diletakkan dan ditambatkan pada bantalan. Dengan bentuk yang sepenti itu. termasuk di Indonesia. dan kaki. bagian kepala diperbesar. Keausan rel terutama terjadi pada bagian kepala.

1 Potongan Melintang Rel Untuk memenuhi kebutuhan teknik dan memenuhi pertimbangan ekonomi maka prinsip dasar perancangan potongan melintang rel ialah mempunyai berat baja optimum. ‘12 3 Jalan Rel Ir Alizar MT. terutama di sekitar lubang sambungan rel. Lengkung transisi tersebut diperlukan untuk mengatasi besarnya tegangan yang timbul pada pertemuan antara permukaan-permukaan tersebut akibat dari kedudukan roda dan rel yang miring (lihat kedudukan roda pada nel.5. Pertemuan antara permukaan badan rel dengan permukaan bawah kepala rel dan permukaan atas kaki rel perlu dibuat lengkung transisi.2. menyebutkan bahwa gaya yang terjadi pada pertemuan penmukaan-permukaan tersebut di atas (disebut sebagai curving forces). Mundrey (2000). yang dengan demikian dapat diperoleh kombinasi antara kualitas perjalanan yang baik dan tegangan kontak yang minimum.6). Permukaan bawah kaki rel dibuat rata agar dapat mendistribusikan beban dan roda kepada bantalan secara merata. dapat mencapai sebesan 35% dari beban gandar. Sedangkan permukaan atas kaki rel dibuat datar (tidak melengkung) agar supaya tegangan kontak antara penambat rel dan rel dapat minimal. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . memenuhi kekakuan. dan memberikan “bimbingan” yang mencukupi bagi roda kereta api untuk rnenggelinding di atasnya. Kepala Rel Bentuk perrnukaan kepala rel dirancang sedemikian sehingga cocok dengan bentuk permukaan kasut roda kereta api. Kaki Rel Lebar kaki rel harus mencukupi untuk memberikan kestabilan terhadap guling (overturning) dan bidang yang cukup luas bagi penambat rel untuk menjepitnya secara efektif. pada Gambar 3. kekuatan dan durabilitas yang diperlukan agar supaya dapat memberikan kedudukan permukaan yang rata dan menerus. Badan Rel Ketebalan dan kekuatan badan ret dirancang untuk dapat menghasilkan kuat geser yang cukup untuk melindungi terhadap kerusakan.

95 R.60/R.2.2.1.00 3 1.00 68.00 49. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .54/R.30 16. yaitu sebagai berikut: Tabel. Karakteristik Rel Karakteristik Rel Karakteristik Notasi dan Tinggi rel Lebar kaki Lebar kepala Tebal badan Tinggi kepala Tinggi kaki Jarak tepi bawah kaki rel ke garis horisontal dan pusat kelengkungan badan rel Jari-jari kelengkungan R (mm) 320.00 satuan H (mm) B (mm) C (mm) D (mm) E (mm) F (mm) G (mm) 138.00 .50 / R.00 127.42 Tipe Rel R.50 R.20 74.50/R.54 / R. Tabel.00 110.2 Tipe dan Karakteristik Rel Tipe rel yang digunakan untuk jalan rel pada dasarnya adalah sesuai dengan kelas jalan relnya (lihat Bab II Standar Jalan Rel Indonesia).50 R.54 R.00 30.00 140.00 500.50 13.54 R.60 ‘12 4 Jalan Rel Ir Alizar MT.2.00 70.40 30.50 40.97 172.00 120.00 150.42 Karakteristik rel sesuai tipenya dapat dilihat pada Tabel 3.00 508.00 65.00 16. 49.50 5 1.54 / R.42 R.50 80.00 74.00 153.00 159.00 15.5.50 23.50 72. Tipe rel yang digunakan pada jalan rel Kelas jalan Rel I II III IV V Tipe Rel R.42 R.00 76.

yang dengan perlakuan ‘12 5 Jalan Rel Ir Alizar MT. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . rel yang digunakan harus mempunyai kuat tarik minimum sebesar 90 kg/mm2. maka siklus pengantian rel akan menjadi lebih panjang. Mn diperlukan sebagai bahan deoxidasi dan sebagai bahan campuran. Dengan pertimbangan perlunya rel yang kuat. Kekerasan kepala rel biasa.59 64.95 5.60 76.369 1. dan tidak mudah patah maka rel yang digunakan di Indonesia ialah jenis rel tahan aus yang sejenis dengan rel WR-A pada klasifikasi UIC.50 7 1.2.40 69. tidak getas. Jika tidak terdapat Mn maka akan terbentuk FeO dan FeS yang menjadikan rel getas dan mudah patah.364 3. dengan perpanjangan minimum 10 %.960 2.34 Momen inersia terhadap sumbu x Jarak tepi bawah kaki rel ke garis rel ral Penampang melintang Ix (cm ) Yb (mm) 4 1.3 Bahan dan Kekuatan Rel Agar supaya rel dapat mempunyai umur manfaat yang lebih panjang. maka yang digunakan adalah rel tahan aus dan tidak mudah retak.26 42.34 54.20 80. juga mengandung C. dan Mn. tahan terhadap aus. keras.055 68. Untuk mendapatkan rel yang tahan aus dan tidak mudah retak bahan dasar rel selain Fe sebagai bahan utama. Dengan umur manfaat yang lebih panjang.20 50.43 76. tidak boleh kurang dari 240 Brinelt.badan rel Luas penampang Berat rel A (cm2) W (kg/m) 54. Kandungan C diperlukan untuk mendapatkan sifat kuat dan keras. Mn akan mengikat O dan S menjadi MnO dan MnS yang tidak merugikan. Kekuatan rel diukur dengan kuat tarik. Kekerasan kepala rel dapat ditingkatkan dengan perlakuan panas (heat treatment).86 60.

Dengan perlakuan panas umur rel dapat menjadi 2 hingga 3 kali lebih panjang dibandingkan dengan umur rel biasa.60 0.60 .388 Brinelt.4 Macam Rel Terdapat tiga macam rel tahan aus (wear resistant .0. yaitu antara 0.WR) menurut klasifikasi UIC (Union Internationale des Chemins de Fer).5 Jenis Rel Jenis rel yang dimaksud di sini ialah jenis rel menurut panjangnya. dari 59 sambungan setiap km menjadi 40 sambungan tiap km.60-0. Tabel 3 Kadar C dan Mn dalam rel. b) rel pendek.70 1.60% . Mengingat keausan rel luar pada tengkung/tikungan lebih cepat terjadi dibandingkan dengan yang terjadi pada sepur lurus maka rel yang mendapat perlakuan panas (heat treated rails) cocok digunakan untuk rel luar dimaksud. Kadar C (%) 0. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .2.2. yaitu: a) rel standar. maka rel tersebut masuk dalam kategori rel dengan kandungan karbon tinggi (high carbon rail).30 1. Kereta Api (persero). Dengan pengurangan jumlah sambungan ini terdapat penghematan sambungan rel sebesar 32%.45-0. menunjukkan kadar C dan Mn yang ada pada rel klasifikasi UIC dan rel yang digunakan di Indonesia oleh PT.75 0.30-1. yaitu WR-A. 5. WR-B. label 3. Macam Rel WR-A WR-B WR-C Digunakan oleh PT.ini dapat mencapai kekerasan sebesar 320 .90 . kereta Api (pensero) masuk dalam WR-A. dan c) rel panjang a) jumlah sambungan rel dapat dikurangi. Dilihat pada besarnya kadar C pada rel WR-A dan rel yang digunakan oleh PT.80 %.1. Kereta Api (persero).10 ‘12 6 Jalan Rel Ir Alizar MT.10 0.65 0.3. WR-C.80 Kadar Mn (%) 0. 5.80-1. Kereta Api (persero) Pada Tabel 3.70-2. Terdapat tiga jenis rel menurut panjangnya.3 tersebut di atas dapat dilihat bahwa rel yang digunakan di Indonesia oleh PT.0.50-0.

.3.42 325 m 200 m Tipe Rel R. ‘12 7 Jalan Rel Ir Alizar MT.60 450 m 275 m Penentuan panjang minimum rel panjang ialah berdasarkan pada pemuaian rel. seperti yang tercantum pada Tabel 4........1 dengan: ∆L : pertambahan panjang (m).. Tabel 4 Panjang minimum rel panjang Jenis Bantalan Bantalan kayu Bantalan beton R.... sehingga di beberapa negara dikenal sebagai welded rail. Dilatasi pemuaian rel ialah: ∆L=L x λ x ∆T.. Pekerjaan pengelasan dilakukan dengan proses flash welding...50 R.. Rel Panjang Rel panjang dibuat dari beberapa rel pendek yang disambung dengan las di lapangan.. Rel pendek ini panjang maksimumnya 100 meter.. Panjang minimum rel panjang tergantung pada jenis bantalan yang digunakan dan tipe rel.... gaya normal pada rel dan gaya lawan bantalan sepenti uraian benikut ini. Batasan panjang rel pendek yang disambung dengan cara pengelasan di tempat pengerjaan tersebut di atas adalah berdasarkan pada kemudahan pengangkutan ke lapangan dan pengangkatannya di lapangan...... L : panjang net(m).b) berkurangnya jumlah sambungan rel akan meningkatkan kenyamanan perjalanan... dikenal pula sebagai Continuous Welded Rail (CWR).. Rel Pendek Rel pendek dibuat dari beberapa rel standar yang disambung dengan las dan dikerjakan di tempat pengerjaan (balai yasa/depot dan sejenisnya). karena getaran kereta akan meningkat pada saat roda melewati sambungan rel.54 375 m 400 m 225 m 250 m R. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .

.. maka diagram gaya lawan oleh bantalan ialah seperti di bawah ini: Gambar 4...1) ke (3...... Diagram gaya lawan terhadap rel Yang dapat digambarkan dengan penyederhanaan sebagai berikut: ‘12 8 Jalan Rel Ir Alizar MT... Dengan mensubstitusi (3.... Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .3... dan ∆T : pertambahan temperatur (°C) Menurut hukum Hooke.....2) maka didapat: F = ExAxλx∆T Dengan diagram gaya normal pada rel seperti di bawah ini : Gambar 3 Diagram gaya normal pada rel Rel diletakkan di atas bantalan...λ : koefisien muai panjang... : modulus elastisitas rel. gaya yang tenjadi pada batang rel ialah: F= ∆LxExA ...2 L dengan: F E : gaya yang terjadi pada batang rel. dan A : luas penampang...

b) keausan dan kerusakan rel maupun komponen yang lainnya berkurang. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . untuk bantalan beton nilai r = 450 kg/m. goncangan yang terjadi relatif lebih kecil.4. b) kemungkinan terjadinya rel patah. d) kebisingan dan getaran yang terjadi berkurang. dan e) pemeliharaan dengan peralatan tidak mengalami hambatan. ‘12 9 Jalan Rel Ir Alizar MT. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh pada penggunaan rel panjang dibandingkan dengan penggunaan jenis rel yang lain ialah: a) kerusakan sepur (track) terjadi lebih lambat. Nilai r bergantung pada jenis bantalannya. Penyederhanaan gaya lawan bantalan pada rel Panjang / dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut: dengan r = tg β = gaya lawan bantalan tiap satuan panjang Untuk mendapatkan panjang minimum rel panjang digunakan batasan sebagai berikut: L > 2l Besarnya 1 dapat dihitung dengan persamaan 3.Gambar 5. untuk bantalan kayu nilai r = 270 kg/m. c) kereta api berjalan lebih tenang. yaitu: a) Kemungkinan terjadinya tekuk (buckling) pada rel panjang. Terdapat beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian pada penggunaan rel panjang. dan c) pemuaian dan penyusutan yang kemungkinan terjadi pada ujung-ujung rel perlu mendapatkan perhatian.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .Untuk mengatasi hal-hal tersebut di atas. maupun penambat relnya. ‘12 10 Jalan Rel Ir Alizar MT. sambungan rel. berbagai peningkatan teknologi telah dan terus dilakukan. baik pada pengelasan.