Sumber Daya Alam

Peta Sumber Daya Alam

Letak geografis yang strategis menunjukkan betapa kaya Indonesia akan sumber daya alam dengan segala flora, fauna dan potensi hidrografis dan deposit sumber alamnya yang melimpah. Sumber daya alam Indonesia berasal dari pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan, peternakan, perkebunan serta pertambangan dan energi. Sebagai Negara agraris, pertanian menjadi mata pencaharian terpenting bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Luas lahan pertanian lebih kurang 82, 71 % dari seluruh luas lahan. Lahan tersebut sebagian besar digunakan untuk areal persawahan. Penyebaran produksi padi masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sehubungan dengan tingginya produktivitas dan luas panen dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya. Produksi pertanian lainnya adalah jagung, ubi jalar, kacang tanah dan kedelai. Produksi holtikultura jenis sayur mayur meliputi bawang merah besar, bawang daun, kentang, kubis dan wortel. Sedangkan produksi holtikultura jenis buah-buahan meliputi mangga, durian, jeruk, pisang, pepaya dan salak. Berdasarkan usia tanaman, perkebunan di Indonesia dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu tanaman semusim (tebu, tembakau, kapas, jarak, sereh wangi, nilam dan rami) dan tanaman tahunan (karet, kelapa, kopi, kelapa sawit, cengkeh, pala, kayu manis, panili, kemiri, pinang, asam jawa, siwalan, nipah, kelapa deres, aren dan sagu). Sebagian besar budidaya perkebunan berupa tanaman tahunan. Populasi peternakan di Indonesia terdiri atas populasi ternak besar seperti, sapi perah, sapi potong, kerbau, dan kuda. Populasi ternak kecil meliputi: kambing, domba, dan babi. Sementara populasi ternak unggas terdiri dari ayam kampung, ayam ras petelur, ayam ras pedaging dan itik. Diantara hasil ternak yang saat ini memiliki prospek ekspor adalah kulit olahan (disamak). Berdasarkan fungsinya, hutan Indonesia dibagi menjadi empat jenis, yaitu hutan lindung, hutan produksi, hutan suaka alam, dan hutan wisata. Produksi kehutanan berupa kayu hutan, baik kayu bulat, kayu gergajian maupun kayu lapis. Dari hasil hutan tersebut, yang saat ini menjadi produk andalan Indonesia untuk kegiatan ekspor adalah kayu lapis.

Fakta fisik bahwa dua per tiga wilayah Indonesia berupa laut, maka sumber daya alam di laut memiliki potensi yang sangat besar. Selain mengandung minyak, gas, mineral dan energi laut non-konvesional, serta harta karun yang sudah mulai digali meskipun masih terbatas, laut juga menghasilkan ikan yang potensi lestarinya diperkirakan sebesar 6, 4 juta ton per tahun. Saat ini yang baru dimanfaatkan sekitar 70 %. Pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan dikelompokkan dalam lima industri kelautan, yaitu industri perikanan, industri mineraldan energi laut, industri maritim, termasuk industri galangan kapal, industri pelayaran (transportasi laut) dan industri pariwisata (wisata bahari dan kawasan konservasi). Saat ini yang menjadi andalan ekspor perikanan Indonesia adalah udang dan Tuna. Pertambangan dan energi diharapkan menjadi primadona sumber penerimaan devisa, khususnya dari pendapatan ekspor minyak dan gas. Dua komoditi tambang tersebut kuantitasnya sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia, sehingga sering digunakan sebagai asumsi dasar dalam perencanaan APBN. Energi listrik sebagian besar masih diproduksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sedangkan sisanya oleh perusahaanperusahaan yang dikelola Pemerintah Daerah, koperasi, atau perusahaan swasta lainnya. Pemerintah juga menggali sumber-sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan kepada BBM. Sumber energi aternatif yang dimiliki dalam jumbal besar adalah gas, batubara, tenaga hidro, panas bumi, dan tenaga surya. Energi alternatif yang saat ini tengah digarap pemrintah adalah energi berbasis nabati atau biofuel dengan bahan dasar tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, tebu, singkong, dan jarak.

Sumber Daya Alam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

1) Pertanian
Sektor pertanian adalah motor penggerak perekonomian masyarakat Aceh. Potensi pertanian di Aceh sangat besar. Luas panen dan produksi padinya terus meningkat dari 295.212 ha pada 2001 menjadi 337.893 ha (14,46%) pada 2005 dengan produksi sebanyak 1.246.612 ton pada 2001, meningkat menjadi 1.411.649 ton atau naik 13,24% pada 2005. Produksi kacang tanah, jagung/ kedele dan ubi kayu/ ubi jalar juga meningkat. Luas panen dan produksi kacang tanah mengalami penurunan dari 14.239 ha dan 16.887 ton pada 2003 menjadi 12.984 ha dan 15.598 ton pada 2005, sementara untuk jagung dari 25.188 ha dan 67.386 ton pada 2003 meningkat jadi 29.517 ha dan 94.246 ton. Ada pun luas lahan dan produksi ubi kayu mencapai 6.098 ha dan 75.286 ton pada 2003 meningkat jadi 4.316 ha dan 53.424 ton pada 2005. Sedangkan kedelei dengan luas panen 14.519 ha dan produksi 18.697 ton mengalami peningkatan luas panen 24.186 ha dan produksi 31.167 ton

2) Irigasi
Luas areal irigasi yang dikelola Dinas Sumber Daya Air Provinsi NAD terdiri dari: (1) jaringan irigasi teknis; (2) setengah teknis dan (3) jaringan irigasi sederhana (tradisional) dengan jumlah total luas areal potensial 214.940 ha pada tahun 2005. Jika dibandingkan tahun 2004 dengan luas 214.939 ha terdapat penurunan pada tanggal 26 Desember Tahun 2004 provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dilanda gempa yang sangat dahsyat, yang telah memporak porandakan seluruh asset daerah, termasuk didalamnya aset irigasi. Sampai dengan tahun 2006 hanya 70% dari daerah Irigasi yang berfungsi dengan baik dan 30% tidak berfungsi karena jaringan yang belum lengkap atau mengalami degradasi akibat kurang pemeliharaan.

3) Kehutanan
Sesuai dengan keputusan Menteri Kehutanan No.170/Kpts-II/2000 tanggal 29 Juni 2000, hutan di Aceh termasuk kawasan perairannya seluas 3.549.813 ha, dengan 3.335.713 ha di antaranya adalah daratan. Seluas 60,22% dari luas seluruh daratan provinsi, kawasan hutan ini terdiri atas kawasan hutan konservasi, hutan lindung dan kawasan hutan produksi.

Pembabatan hutan di Aceh sangat fantastis selama periode 2002-2004, mencapai 350.000 ha atau setara lebih dari lima kali lipat luas daratan Singapura. Dari jumlah yang mengkhawatirkan itu, hampir 60% praktik deforestasi terjadi konservasi dan hutan lindung, termasuk di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Deforestasi juga terjadi di luar kawasan hutan melalui praktik konversi untuk kepentingan pembangunan di luar sektor kehutanan, misalnya perkebunan dan kegiatan budidaya lainnya seluas lebih dari 156.000 ha. Deforestasi di luar kawasan hutan menyumbang 45% dari total pembabatan hutan di Aceh. Deforestasi inilah yang menyebabkan degradasi hutan Aceh semakin parah hingga mencapai angka 1,87 juta ha pada tahun 2002-2005,diantaranya tersebar pada 75% kawasan konservasi dan hutan lindung. Jika di diamkan, kondisi ini jelas mengancam keberlanjutan proses rekonstruksi Aceh pasca tsunami. Pada kawasan hutan produksi, sampai Desember 2003 terdapat delapan perusahaan HPH yang masih aktif dengan total pengusaha hutan sebanyak 524.644 ha dan dua perusahaan HPHTI menguasai 13.200 ha. Pada 2005, pemerintah telah mengaktifkan kembali izin lima HPH untuk mengelola seluas 367.550 ha dan ini mengundang banyak perdebatan di kalangan masyarakat. Kapasitas jatah produksi pemegang HPH menurut SK Menteri Kehutanan No. 357/ Menhut-VI/2005 sebesar 500.000 m³ per tahun, dinilai terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan lokal sebanyak 215.249 m³, per tahun untuk merekonstruksi dan merehabilitasi Aceh pasca tsunami.

4) Pantai
Lebih dari 81% deforestasi terkonsentrasi pada 11 kabupaten di sepanjang pantai barat-selatan dan wilayah Aceh Bagian Tengah. Sedangkan lebih dari 83% degradasi hutan juga tersebar pada kawasan hutan di 11 kabupaten itu. Tujuh kabupaten di sepanjang pantai barat-selatan menyumbang deforestasi seluas 45,37%, sedangkan empat kabupaten di Aceh Bagian Tengah menyumbang 36,25%. Sisanya tersebar di sepanjang pantai utara, timur, dan pulau-pulau di wilayah administratif provinsi NAD.

5) Perikanan
Di sektor perikanan, mengeksploitasi psisir pantai sepanjang 1.660 km dengan luas perairan laut 295.370 km², terdiri atas luas wilayah perairan (teritorial dan kepulauan) seluas 56.563 km² dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 238.807 km². Jenis ikan laut yang ditangkap: ikan kembung, layang, tongkol, tuna, dan tembang. Dari 1.660 km panjang garis pantai, 800 km di antaranya rusak diterjang gelombang tsunami. Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan terdiri perikanan tangkap di laut dan perairan umum (sungai, danau, waduk dan rawa-rawa) dan perikanan budidaya (ikan air payau di tambak, di kolam, ikan di sawah (mina padi) atau budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung, baik di laut maupun diperairan tawar). Gempa bumi dan tsunami 2004 telah menyebabkan kerusakan besar di sektor kelautan dan perikanan. Produksi perikanan tangkap (kembung, laying, tongkol, tuna, dan tembang) pada 2005 sebanyak 109.152,2 ton, sementara produksi 2004 mencapai 140.780,8 ton. Produksi 2006 ditargetkan meningkat menjadi 154.000 ton. Potensi ikan tangkap di Aceh 1,8 juta ton. Sektor perikanan hanya menyerap 257.300 tenaga kerja atau sekitar 51.460 kepala keluarga atau mencapai 31,68% dari 811.971 total tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian.Potensi perikanan lainnya adalah budidaya rumput laut, kerapu, kakap, lobster dan kerang mutiara dengan potensi

23%. Terdapat 15 lapisan batubara hingga kedalaman ±100 meter dengan ketebalan lapisan bekisar antara 0.5 m. 8) Pertambangan Usaha pertambangan umum telah dimulai sejak 1900.29% dan kopi 6. 2 unit pengolahan kakau. Endapan batubara terkonsentrasi pada "Cekungan Meulaboh"• di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat.19 km² dan dilepas pantai Selat Malaka 38.70%.122. 111 unit pengolahan kopi. 29 unit alat penyulingan nilam.841 ha. sedeangkan cadangan hipotesis ±1. sampai Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil.membentang mulai dari Sabang.7 miliar ton.225. Mobil Oil-NSO.3%. Bidang peternakan mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan menjadi salah satu sektor unggulan dan menunjang perekonomian masyarakat. dan Kemiri 13. Aceh Barat. Populasi peternakan sapi menurun 10.9. . hingga kini tercatat ada 21 unit pabrik kelapa sawit. 6) Peternakan Sejak 2000. dan Mobil Oil-Pase.sebaran seluas ±12. Untuk mengolah semua hasil perkebunan itu. Daerah operasi minyak dan gas di bagian utara dan timur meliputi daratan seluas 8. Aceh besar. Aceh Besar sampai pantai barat selatan Aceh. Aceh Selatan. 2 unit pabrik pengolahan minyak kelapa. 36.58% kelapa 12.57%. Simeleu.954 ekor pada 2004 menjadi 625.014 ha. kondisi ini terjadi terhadap produksi karet yang mengalami penurunan.68 km². Pengembangan perikanan ini didukung oleh sebaran luas terumbu karang seluas ±274. Mobil Oil-B. 7) Perkebunan Produksi beberapa tanaman perkebunan pada 2005 mengalami penuruna dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan produksi yang mengalami peningkatan adalah Pinang 12.5 m . Kelapa Sawit 30. dan 4 unit pengolahan karet.2% dari 969. Jumlah cadangan terunjuk hingga kedalam 80 meter mencapai ±500 juta ton. sektor peternakan dikelola intensif terutama usaha penggemukan sapi potong dan pemeliharaan ayam ras pedaging dan petelur. membentang mulai dari Sabang.853 ekor pada 2005. 179 unit sarana penyulingan pala. Perusahaan migas yang mengeksploitasi tambang Aceh berdasarkan kontrak bagi hasil (production sharing) saat ini adalah Gulf Resources Aceh.

sawah-sawah ini menghasilkan 3. TSS. 2.230 ton palawija. sekaligus merupakan salah satu pusat perkembangan industri dan pintu gerbang pariwisata di Indonesia di sisi lain. Pada 2005. Pantai Pada 2004.436 ha lahan singkong dan umbi-umbian dengan hasil produksi 655. Ini terjadi karena potensi sumber daya alam dan karakteristik ekosistem yang memang sangat kondusif bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional. tetapi juga 1. Luas areal pertanian meliputi lahan sawah irigasi teknis seluas 135. tidak mengherankan jika sektor ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Bukan hanya padi yang dihasilkan. Pertanian Kini tersedia potensi pertanian yang cukup melimpah.375 ha lahan jagung dengan hasil produksi 739. dengan saluran irigasi primer. sayur-mayur dan jeruk malah telah dipasarkan ke provinsi lain bahkan ke luar negeri.872 ha. Fluktuasi kualitas air sungai ini terkait dengan ketaatan perusahaan terhadap baku mutu limbah cair dan besarnya beban limbah domestik yang . Karena itu. Hal ini sangat mempengaruhi perubahan ekosistem pantai dan kehidupan masyarakat nelayan.Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara memiliki keunikan tersendiri dalam kerangka perekonomian nasional. Do dan PH. 13. sekunder dan tersier sepanjang 820.067 ton. COD.462 meter.383 ha.372 ha dengan kondisi 60% baik.070 ton. Provinsi ini adalah daerah agraris yang menjadi pusat pengembangan perkebunan dan hortikultura di satu sisi.030. 1. luas hutan mangrove mencapai 103. Sebagian besar produksinya.784 ton padi. 155.298. hortikultura dan sayur-sayuran.295 ton.447. Beberapa jenis tanaman yang dikembangkan antara lain 218. Kualitas air sungai yang di pantai hasilnya masih berfluktuasi terutama untuk parameter BOD.784 ton padi. sedangkan di tahun 2006 hanya memproduksi 3.142 ha tanaman kedelai dengan hasil produksi 15. sawah non irigasi teknis seluas 141.

113 ton karet setiap tahunnya.834 ton. .788.969 ha dengan hasil produksi 99. 3. tapi juga dari produksi perairan rawa. total luas wilayah hutan mencapai 2. Sedangkan hasil hutan ikutannya terdiri atas 600 ton rotan dan 654. 34.597 ton. Sumatera Utara memiliki potensi perikanan yang sangat besar di Pantai Barat atau Samudera Hindia yang mencapai 917.330 ha hutan lindung dan 1.529 ton. lalu bertambah menjadi 1.669. menunjukkan progress menggembirakan. Perkebunan kopi mencapai 78.128. Indikator ini menunjukkan kebakaran hutan masih relatif tinggi dan salah satu sumber polusi udara yang menyebabkan tingginya kadar debu di udara. dan 365.459. sementara perkebunan kakao terhampar seluas 3.90 ton dengan hasil produksi perikanan laut yang mencapai 330.60 ton. Sungai ini terkait dengan ketaatan perusahaan terhadap baku mutu limbah cair dan besarnya beban limbah domestik yang dibuang langsung ke badan air.53% per tahun. terdiri atas 1. Dengan luas areal 479.082. danau dan sungai yang mencapai 11.746.830 ton. Produksi kehutanan di luar kawasan Hak Pengelolaan Hutan (HPH) sebanyak 112. Untuk hasil perikanan budidaya dan perikanan tangkap untuk tahun 2006 sebesar 388. Produksi perikanan tidak hanya dari laut.297.119 ha dengan hasil produksi 55.37 meter kubik Gondorukem.79 meter kubik kayu bulat. yakni 10.943 ha pada 2006.199.579.457 unit. kebisingan) dan jumlah titik api (hotspot).048.000 ton per tahun. produksi ikan secara keseluruhan masih relative kecil dibanding potensi yang ada. berhasil diproduksi 367. Luas perkebunan kelapa 125. luas areal perkebunan 1. Komoditas unggulan sektor perkebunan antara lain karet. meningkat dibandingkan total produksi 2005 sebesar 4.943 ton.690 ha hutan produksi terbatas. hutan yang dapat dikonversi mencapai 879. terdiri atas 1.270 ha dan hutan bakau seluas 477.174 ha.992 ha perkebunan swasta dengan total hasil produksi 4. Sumatera Utara juga menyediakan sumber daya alam yang melimpah.080 ha dengan hasil produksi 13. Kendati demikian.960 ha. Dari seluruh potensi kehutanan yang ada. dengan jumlah kapal 22. Pada 2005. Pada 2005. Perikanan Meski potensi perikanan laut di pantai timur atau Selat Malaka hanya 239 ribu ton per tahun.106 ha perkebunan pemerintah. Tahun 2004 jumlah titik api berkurang dari 219 titik api (2003) menjadi 164 titik api.008.259 ha dengan hasil produksi 59.386. mencakup areal 908.340 ha. 4.229 ton.525 ha perkebunan rakyat. Total produksi perkebunan pada 2006 mencapai 1. Perkebunan sawit juga cukup luas.070 ha. Perkebunan Di sektor perkebunan. Nox. 5. debu.035. Kualitas udara dengan indicator konsentrasi ambien polutan udara (Sox.788. misalnya.dibuang langsung ke badan air.411 ton. Kehutanan Di bidang kehutanan.559 ton.74 meter kubi kayu olahan. 363.12 meter kubik kayu gergajian dan 187.

serta 2. perak. 7. diatomea dan bentonit. domba. meningkat dibanding produksi 2005 yang hanya mencapai 213.919. Barang tambang nonlogam antara lain batu gamping.500 ekor domba.207 ekor.291.705 ekor babi. 51.858 ekor kambing bersama 268.521 ekor. Survey 2006 mencatat bahwa terdapat 27 jenis barang tambang nonlogam (golongan C).58 ton daging ayam per bulan. 21.25 ton. belerang. Saat ini telah dilakukan eksploitasi terhadap minyak bumi di Sumatera Utara. kambing.280. dolomite.472 ekor itik dengan hasil produksi 10. .000 barel minyak bumi. Peternakan Di sektor peternakan.219.491 ekor ayam pedaging dengan hasil produksi 44.175 ekor ayam petelur dengan hasil produksi 123. Pertambangan Sumatera Utara juga memiliki kekayaan tambang. 809. 15 jenis barang tambang logam dan enam jenis minyak.687. memproduksi 4.05 ton.380 ekor ayam buras. Di sana juga tersedia 721. Sedangkan barang tambang logam mencakup emas.561 ribu liter susu per tahun. pasir kuarsa. gas (migas) dan energi. babi. dan unggas. Sementara potensi migas dan energi antara lain minyak bumi. kaolin. Populasi sapi perah 6.36 ton telur per tahun. 6. tembaga dan timah hitam.95. gas alam dan panas bumi. komoditas utama yang dihasilkan adalah sapi.465 ekor dengan jumlah pemotongan per tahun sebanyak 53. dengan hasil produksi pada 2006 mencapai 21.80 butir telur per tahun. Total produksi peternakan tahun 2006 mencapai 216.6. Jumlah populasi sapi potong pada 2006 mencapai 25.190.

seperti pada komoditas sayursayuran yang terdiri atas bawang merah.517 ekor. padahal di tahun 2004 mencapai 17.53% untuk komoditas jagung. ditambah 210.03% dari 2004 ke 2005. luas panennya bertambah 12. kedelai dan kacang hijau. terdiri atas 419. kol. . Dari Populasi tertinggi untuk kelompok ternak besar mencapai 872. Hal yang sama terjadi pada palawija.052 ekor domba. ini dapat dari bertambahnya luas panen padi sebesar 1. petai.Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Barat Provinsi Sumatera Barat Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya sumber keanekaragaman hayati. cabe. 1) Pertanian Potensi pertanian juga meningkat.218 kg dan susu sebanyak 1. Hutan tropisnya dapat dijumpai berbagai spesies langka. harimau sumatera.826 hektar. wortel.050 kg daging. kambing dan babi serta sebagian kecil kuda dan domba.067.342. Sebagian besar wilayahnya masih merupakan hutan alami dan dilindungi. kentang. 2) Peternakan Di sektor peternakan. Sisanya adalah 714 ekor sapi perah dan 6. beruang.598 hektar. siamang.807 kg. bawang putih.352 sapi potong dengan produksi daging seberat 14. kambing dengan populasi 29.715. sapi potong. rusa. ayam buras dan itik. kerbau. dan cabe rawit pada 2005 hanya mencapai 16. sawi. dan kelompok ternak kecil yang terdiri atas ayam ras.421 ekor kerbau dengan produksi daging seberat 3. kubis. Jenis ternak terdiri atas kelompok ternak besar meliputi sapi perah. bawang daun.847 ekor menghasilkan 309. dan berbagai jenis burung dan kupu-kupu. ubi jalar. komoditas utamanya adalah sapi potong. misalnya rafflesia arnoldii (bunga terbesar di dunia). ubi kayu. Memang tidak semua lahan panen meningkat. tapir. kacang tanah.641 kg.

terumbu karang. Selama periode 2005 produksi batubara mencapai787. padang lamun. ikan air tawar. penyu dan lain-lain. . dikonsumsi untuk pasar dalam negeri 787.Jenis bahan tambang yang diusahakan dengan skala besar hanyalah batubara.56 ton diekspor.8 juta ton.357 km.404. Potensi perairan di Sumatera Barat antara lain ikan laut. yaitu bahan galian strategis (golongan A).3) Pertambangan Dengan luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mencapai 186.06 miliar.420. masuk dalam kategori golongan A antara lain batu bara dan bitumen padat (oil-shale). Sejumlah daerah yang memiliki potensi batu bara antara lain Kota Sawahlunto dengan total cadangan 104.58 ton.580 km2 dan panjang garis pantai 2.4 ribu ton dan sisanya 296. 299. bahan galian vital (golongan B) dan bahan galian industri (golongan C). Sektor ini dibagi dalam tiga jenis usaha. rumput laut. mangrove. sektor kelautan dan perikanan sangatlah bernilai. Provinsi ini juga kaya akan bahan-bahan tambang. Dari hasil penjualan ini berhasil diperoleh pendapatan Rp.

432 ha dengan produksi 179. sawah lebak dan sawah tadah hujan dan sisanya 238.858 ton.655 ha atau 15% lahan sawah pasang surut.003 ha memproduksi 2.226 ton.521 ha atau 55% lahan sawah irigasi 113.786 ton. terdiri atas 399. Lahan pertanian mencapai 5.974 ha atau 30% adalah lahan sawah yang belum ditanami.660. Kendati demikian.486 ha total produksi 29.930 ton.952 ton. perkebunan durian 40.556 ton dan kebun ketela pohon seluas 14. perkebunan alpukat terhampar di atas lahan 275 ha dengan produksi 1.928 ton berasal dari produksi lahan kering seluas 73.363 ton. 2) Perkebunan Sumatera Selatan terkenal dengan produksi buah-buahan khususnya duku. Perkebunan nanas mencapai 4. Saat ini lahan sawah abadi seluas 752.085 ton.884 ha dengan produksi 75. Selain itu. perkebunan belimbing 95 ha memproduksi 1.757 ha dan irigasi non teknis 809 ha. sawi 770 ha jumlah produksi 68. pohon duku dan durian banyak yang sudah tua sehingga diremajakan.799 ton. perkebunan jeruk siam 7. nanas dan pisang. Dari jumlah produksi itu. Luas tanaman ubi jalar 3. perkebunan manggis 763 ha memproduksi 2. kebun mencapai 26. perkebunan jambu biji 311 ha memproduksi 13.748 ton.725 ha atau setara dengan 70% total luas wilayah Sumatera Selatan. kubis produksi 49. sekitar 171. Luas perkebunan duku mencapai 3.484 ha dengan produksi 18.286 on dan perkebunan nangka seluas 1.504 ha.681 ton.851 ha dengan produksi 62. pada 2005.000 ton.320.670 ha dan total produksinya 513.379 ton.150 ha. durian.Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Selatan Provinsi Sumatera Selatan 1) Pertanian Lahan sawah irigasi teknis mencapai 6. kebun bawang daun 330 ha dengan jumlah produksi 27.524.849 ha dengan jumlah produksi 2.852 ton. . Namun demikian.442 ton.110 ton. Perkebunan terhampar luas. Kabupaten dengan luas areal dan produksi padi tertinggi adalah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Timur. lahan padi di provinsi ini pada 2005 mencapai 626. perkebunan jambu 834 ha memproduksi 15.

kelapa sawit.31%) dan perikanan laut (4. .953. Ada empat komoditas yang dominan yaitu kelapa sawit.032. babi dan unggas mencapai 44.030.150 ton. Pada 2005.128.878.2 juta ha. kopi. kelapa.17 %).000 liter. produksi telur sebesar 46.837 ha atau 40. kerbau. laju pertumbuhan kedua komoditas ini sangat fantastis sebagai hasil kerja keras semua komponen yang berkecimpung dibidangnya. Areal produksi karet rakyat seluas 1.040.Provinsi ini juga memiliki sumber daya perkebunan seluas 1. karet. Pembangunan perikanan dititikberatkan pada pembangunan perikanan budidaya. hutan lindung 760. perairan umum (39.983 ha yang merupakan perkebunan milik rakyat dan perusahaan. Keempat komoditas tersebut tersebar hampir tersebar di semua kabupaten/kota. Kepemilikan perkebunan rakyat masih dominan dibandingkan milik perusahaan dan lainnya.1 juta ha.183 ton. Luas areal usaha pertambangan umum mencapai 1.18%). produksi daging sapi. 3) Perikanan Di sektor perikanan dan kelautan. Cadangan minyak bumi diproduksi dengan pertumbuhan 10% per tahun dan dapat bertahan 60 tahun.615.992 matrick stack tank barrel.416 ha (16. Sedangkan cadangan batu bara diperkirakan sebesar 16. Persentase perikanan diperoleh dari hasil budidaya ikan (56.03 miliar barrel (10% cl) atau 5.120.941. suatu kinerja yang harus disambut positif luas hutan mencapai 4. 4) Peternakan Hasil produksi ternak mulai dari daging. kambing. dengan pertambangan minyak dan gas 2. tebu. diikuti lahan produksi kelapa sawit 1.388 rumah tangga perikanan. susu dan telur terus meningkat clari tahun ke tahun. terdiri dari perkebunan karet.51%).15 ha. Selama 20 tahun terakhir. penduduk yang menggeluti sektor ini mencapai 115.75 ha. terdiri dari kawasan hutan konservasi seluas 714.5 ton.243.43% dari total luas wilayah provinsi.000 ton atau 60% cadangan nasional.676 ton. 6) Pertambangan Provinsi ini memiliki potensi pertambangan yang cukup besar.523 ha (17%) dan hutan produksi 2. Sedangkan produksi susu segar mencapai 277. antara lain cadangan minyak bumi sebanyak 5.954.61%). kopi dan kelapa.416. 5) Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan tidak kalah dengan provinsi lain dalam melestarikan hutan. yang pada 2005 mencapai 88.898 ha (66. lada dan lainnya dengan total produksi 4. termasuk di dalamnya pascapanen.

70. Kedelai. Ladang jagung yang berproduksi seluas 16.829 ha lading kedelai terhampar di sana dengan jumlah produksi 2. sementara 5. ditandai dengan banyaknya perusahaan yang ikut andil bergerak di bidang ini. Ada 2.65. perkebunan dan pertanian dalam arti luas.266 ha ladang singkong dan umbi-umbian memproduksi 52.845 ha yang dilengkapi dengan saluran irigasi. 144.524 ha. Sementara di atasnya terhampar kekayaan hutan.997 ton.077 ha sawah lainnya. batubara. timah.57. Hampir semua kekayaan alam dimiliki provinsi ini.Sumber Daya Alam Provinsi Riau Provinsi Riau Riau adalah salah satu provinsi kaya di Nusantara. Mereka seolah berlomba mengeruk isi perut bumi Riau. gambut.923 ton. menghasilkan 421.927. emas.290 ha sawah kini berproduksi. Padi 2004.817 ton padi. pasir kuarsa sampai andesit. Karena itu. emas. lalu menurun menjadi 133. Sektor ini tidak saja mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian lokal. granit. Konstribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau mencapai Rp.709. Data 2006 juga menunjukkan bahwa tak kurang dari 134. Jumlah produksi ini meningkat dibanding dua tahun terakhir. Di dalam perut buminya terkandung minyak bumi. singkong dan umbi-umbian juga diproduksi di Riau. menghasilkan 36.092 ha sawah tadah hujan.284 ha sawah pasang surut dan 13.499 ha sawah menghasilkan 453.. Di samping minyak dan gas timah juga merupakan hasil tambang Riau. 2) Pertanian Sektor pertanian menjadi salah satu motor penggerak perekonomian rakyat. mulai dari menggali pasir laut. sektor pertambangan menjadi andalan provinsi dalam memperkokoh perekonomiannya. . timah dan bahan tambang lainnya. 150.496 ha sawah pada 2005 dengan produksi 423. Kini tersedia lahan sawah seluas 28.atau sekitar 41. batu bara.421 ton. bauksit.384 ton padi. tapi juga mampu menyerap banyak sekali tenaga. 1) Pertambangan Pertambangan umum berdenyut relatif pesat.68 %.095 ton padi.

188. 188.21 miliar. Di saat krisis ekonomi melanda Indonesia secara nasional.155 kg daging ayam unggas. luas hutan di sana mencapai 4. 434.392.425 ekor per tahun dan itik 339. terutama sapi potong. Dengan perairan dan lautan seluas 470. sementara ternak kambing 256.6 ton ikan dari tambak dan 2.80 ton. 24.13 ha dengan hasil 629.355. ternak domba 2. domba.48 ha dengan hasil 463. 14.619. Pada 2006. 4) Peternakan Berbagai jenis peternakan juga telah dikembangkan. 1.453 ekor per tahun. baik perikanan laut.490 kg daging domba.927.352 ekor per tahun.487.3) Kehutanan Potensi hutan juga besar di Riau.839 ha hutan produksi terbatas.201. Pada 2005.74 ha dengan hasil 3.590 ha hutan produksi. 244.386 ekor per tahun.324 ekor per tahun.249.80 km². daging yang diproduksi per tahun nya mencapai 4.593183 kg daging sapi. Dari hutan-hutan itulah pemerintah setempat memperoleh anggaran dari produksi 8. Total produksi semua bisnis ikan itu mencapai Rp. ayam buras dan itik. 1.710 ha terdiri atas 228.269 ekor per tahun.173. 529. 874.053.8 ton ikan dari keramba.931.3 ton perikanan laut. Karet. . bahkan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.926. perairan umum.7 ton ikan dari perairan umum. kelapa sawit.5 ton ikan dari tambak dan 24.960. babi.793. berhasil diproduksi 97.174 miliar.232.82 ha hutan lindung. kebun kelapa sawit seluas 1.32 m³ kayu lapis. Pada 2005 saja. 914.040. berhasil di produksi 99.30 m³ kayu bulat.50 ha dengan hasil 3.022.697.82 m³ kayu gergajian dan 260. kebun kelapa mencapai 546. kambing.17 ton. 5) Perkebunan Perkebunan juga merupakan sektor andalan.806 kg daging kambing.72 ton.3 ton ikan dari keramba. petani yang bekerja di sektor ini justru tetap survive. kopi dan pinang adalah komoditas perkebunan yang selama ini banyak membantu perekonomian penduduk pedesaan. dan 2.545. Luas perkebunan karet mencapai 528. Ada banyak jenis ikan yang telah dibudidayakan. kelapa.3 ton perikanan laut.768.741. ternak sapi potong populasinya mencapai 102.693. 674. 717. kebun kopi seluas 10.160. Riau tidak mau ketinggalan dalam bisnis perikanan. tambak maupun keramba.009.262 kg daging babi dan 29.52 ton.781. Karena itu. Total produksi semua bisnis ikan itu mencapai Rp. semua hasil meningkat.56 ha dengan hasil 6.97 ton dan kebun pinang seluas 9. Setahun kemudian.709. ayam buras 316. babi 46.5 ton ikan dari perairan umum. Berdasarkan Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK) yang dibuat pemerintah setempat.487 ha hutan konservasi.

702 ton per tahun.239. sekunder 197 km dan tersier 1. Total saluran irigasi mencapai 2.110 kg per hektar setiap tahunnya.385 kg/ha/tahun.014 ha.825 ha dengan produksi 225. serta 38 irigasi semi teknis dengan luas sawah irigasi setengah teknis 10.484 ha dengan produktivitas 933 kg/ha/tahun. menghasilkan produksi 103. 1.429 kg. lahan the seluas 2.786 ha dengan produktivitas 3. lahan kakao seluas 1. hasil pertanian inilah yang memberikan kontribusi 26. Itu semua belum termasuk lahan sawah irigasi non teknis seluas 13. induk 593 km.522 km.625 ha dengan produktivitas 2. produktivitas padi yang dicapai meningkat.600 ha dengan produktivitas 1.941 ha menghasilkan 597.404 ton sementara pada 2005 mencapai 579. 2) Irigasi Provinsi ini memiliki delapan irigasi dan lahan sawah irigasi teknis seluas 13. Dibanding dua tahun terakhir.303 ha dengan hasil produksi 21.350 ha dengan hasil produksi 472.901 kg/ha/tahun.635 ton.626 kg/ha/tahun. terdiri atas 516.701 ton padi.014 ha. Lahan sayur-mayur dan buah buahan seluas 64.635 ton padi per tahun. lahan kelapa seluas 120.353 tangkai per tahun. Tanaman hias juga di budidayakan di atas lahan 13.538 ha dengan produktivitas 1. Pada 2004.751 ha. Luas lahan palawija 28. Tahun 2006 luas kebun karet mencapai 623.328 kg/ha/tahun. Lahan kelapa sawit seluas 259. Lahan kelapa dalam seluas 119. Luas panen padi mencapai 154.000.92% untuk PRDB.371 ton padi lading.675 ton.Sumber Daya Alam Provinsi Jambi Provinsi Jambi 1) Pertanian Dari 51.325 ha dengan produktivitas 484 kg/ha/tahun .240 ton. produksi padi mencapai 579. bersama tanaman obat–obatan di atas lahan seluas 950. 3) Perkebunan Komoditas perkebunan khususnya karet dan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan.211.236 ha diantaranya telah dikembangkan untuk lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.529 ha dengan produktivitas 2.000 ha luas dataran provinsi.330 ton padi sawah dan 63. Kopi Robusta seluas 24.316 km yang terdiri dari saluran muka 4 km. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 579. lahan cassiavera seluas 49.618 ha. berikutnya lahan kelapa hybrid seluas 938 ha dengan produktivitas 516 kg/ha/tahun.024 ha dengan hasil produksi 1.

17 TCF cadangan terbukti dan 86.350 unit dengan produksi 4.000 keramba. potensi keramba jarring apung 97.740 km di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari yang akan dikembangkan sampai dengan tahun 2010 sebanyak 60.035 ha dengan produksi 6.000 ha dengan produksi tahunannya mencapai 1.500 ton/tahun.69 TCF cadangan potensi. Potensi lain adalah gas bumi dengan potensi 178.820 ton/tahun dengan produksi 40.5 ton/tahun dan 40. Tanggal 25 Mei 2007 telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTA di Kabupaten Kerinci dengan kapasitas 2 x 90 megawatt dan juga direncanakan pembangunan PLTU di Kabupaten Bungo dengan kapasitas 2 x 20 mega watt. kabupaten penghasil terbesar adalah Kabupaten Sarolangun dan Bungo dengan kandungan kalori rendah sampai sedang. Batubara merupakan salah satu potensi pertambangan yang dapat dipergunakan untuk PLTU sebagai salah satu sumber energy alternative di samping panas bumi.683 ton/unit/tahun.HVA (Holland Vereniging Amsterdam) pada 1925 dan mulai berproduksi tahun 1930.5 ton/tahun. baik bahan galian logam dan non logam. sementara potensi perikanan tangkap di perairan umum sekitar 34.020 ton serta budidaya mina padi dengan potensi 350 ha dengan produksi 8 ton. Produksi batu bara sekitar 50.892. Untuk budidaya laut potensi yang ada seluas 50 ha namun saat ini masih dalam uji coba. potensi tambak seluas 18. baik pada tahap eksplorasi maupun produksi. 4) Perikanan Potensi perikanan terdiri atas perikanan tangkap dan budidaya. migas maupun energi alternative. Sampai saat ini telah mengirimkan sebanyak 68 ton dalam bentuk fillet untuk di ekspor ke Amerika dan Eropa. Sebagian dari potensi ini telah diusahakan.5 ton/tahun. gas maupun tenaga air.634.576 ton. perairan laut 71. Dengan demikian diharapkan pasokan listrik untuk Provinsi Jambi akan tercukupi dengan pembangunan pembangkit listrik tersebut. Budidaya teh terbesar di Indonesia yang dibangun oleh NV.Dari semua potensi itu. 5) Pertambangan Provinsi ini kaya akan potensi bahan galian. komoditas perkebunan berskala besar baik yang dikelola Negara maupun swasta adalah kelapa sawit. Provinsi Jambi saat ini telah memprogramkan pengembangan Ikan Patin Jambi yang dikembangkan pada keramba sepanjang 1. Potensi gas berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Muaro Jambi.49% pada tahun 2006. Potensi perikanan tangkap di perairan laut tercatat 71.13 Triliyun kaku kubik/TCF yang terdiri dari 91. Sektor perikanan memberikan kontribusi 1.892.820 ton/tahun dengan produksi masing–masing 5. potensi kolam 5. Hasil perkebunannya memberikan kontribusi 11.000 metrik ton per tahun. .07% terhadap PRDB Provinsi Jambi pada tahun 2005.74% terhadap PDRB provinsi pada 2005 dan menurun menjadi 1. karet dan teh.

ayam dan itik.21% dari seluruh wilayah daratan provinsi.652 ekor atau populasi 2004 yang hanya 9.6) Peternakan Usaha peternakan di provinsi ini meliputi sapi. Total populasi tahun 2006 mencapai 16. ayam ras pedaging menempati populasi terbanyak (69.012.148. kerbau. getah dan rotan. terjadi penigkatan 45. meningkat dibanding populasi tahun 2005 sebanyak 14.850 ha atau mencakup 4.65% populasi ternak dari 2004 sampai 2006.59%) dengan produksi utamanya adalah daging dan telur. Hasil utama hutan adalah kayu. sapi perah. Dengan kata lain.580.5% hutan lindung 8. kuda. Hal ini terutama bila dikaitkan dengan keberadaan hutan lindung dan taman nasional di provinsi ini yang luas keseluruhannya mencapai 2.642 ekor. baik sebagai fungsi konservasi maupun produksi. .108 ekor. kambing. domba. hutan tersebut dibagi atas hutan produksi sebesar 59.818. Dari semua populasi itu.6%. 7) Kehutanan Luas dan kualitas hutan di wilayah ini diupayakan selalu dalam kondisi seimbang. babi.89% dan hutan wisata atau hutan suaka alam sebesar 31. Berdasarkan fungsinya.

Provinsi Bengkulu memiliki potensi sebesar 145. Departemen Pertanian mengeluarkan data.Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu Provinsi Bengkulu 1) Pertanian Salah satu yang menjadi motor penggerak perekonomian di luar migas adalah sektor pertanian. hutan produksi terbatas seluas 182.500 batang.334 ton dengan hasil 39. menurut data Departemen Kelautan dan Perikanan. sawah non irigasi teknis seluas 68.203. 2) Kehutanan Berdasarkan data Departemen Kehutanan. Menurut data Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu.598 ha.210 ha.232 ha dan luas lahan palawija.943 ekor. Sedangkan menurut data Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.881 ha.882 ha. Pada bidang produksi peternakan.655 ekor. luas lahan sawah yang mempunyai saluran irigasi teknis seluas 22.50 ha dengan hasil hutan Kayu Bulat sebanyak 29. Provinsi Bengkulu berhasil memproduksi padi sebanyak 3.876 ekor.797.210 ekor dan puyuh sebanyak 10.200 batang dan damar: 312.89 km. dan tersier. .753.611 ekor. angsa sebanyak 6.865 ha. dengan spesifikasi tersebut. Sektor ini tidak saja mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja yang relatif lebih besar. kuda sebanyak 65 ekor. ayam buras sebanyak 2.042 ha. kerbau sebanyak 49. domba sebanyak 6. hutan produksi tetap seluas 34.029 ekor. babi sebanyak 2. sekunder.965 ha dan Hutan Fungsi Khusus seluas 6.151.3 ton.755 ton/ha. Sedangkan.153 ekor. tercatat luas Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam seluas 444.024 ekor.717 ekor. kambing sebanyak 110.10 m³ kayu gergajian sebanyak 23. sapi perah sebanyak 194 ekor.94 m³ rotan: 177. yakni sapi potong sebanyak 84. luas hutan seluas 920. hortikultura dan sayur-sayuran seluas 386. panjang saluran irigasi primer. 3) Peternakan Di bidang kelautan dan perikanan. entok sebanyak 48. luas Hutan Lindung 252.945. secara keseluruhan sepanjang 583.

461. bentonit.89 ton. karet 72.870 ha dengan hasil antara lain sawit sebanyak 703.26 ton.248.39 ton.284. kakao 1. lada 3. 5) Pertambangan Data dari Departemen ESDM. kelapa dalam 5. kayu manis 719.60 ton.36 ton. kopi robusta 55. pasir besi.542. . cengkeh 64.21 ton.92 ton.862. pinang 465.082.983. aren 1.335.90 ton.000 ton.523. Hasil produksi batu bara tercatat sebanyak 673.93 ton. batu apung.40 ton.466.4) Perkebunan Potensi perkebunan sangat ditunjang dengan luas lahan perkebunan seluas 1. Provinsi Bengkulu memiliki potensi pertambangan dan energi diantaranya lima yang terbesar. kopi arabika 2.978. emas.59 ton dan kemiri 3.06 ton. yaitu: batu bara.

000 batang.171 m³. Semua itu belum termasuk produksi ubi kayu rotan 2006 mencapai lebih dari 5. Provinsi ini memiliki lahan sawah irigasi teknis seluas 103.Sumber Daya Alam Provinsi Lampung Provinsi Lampung Dengan luas ± 3.030 ha.050 ton.30 ton. kayu gergajian 145. Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beraneka ragam.714.25 m³ dan kayu lapis 82. dan rotan lilin 1. hutan produksi terbatas 33.615 ha.735 ha atau sekitar 30. karet 54. produktivitas padi yang dicapai meningkat. Dengan demikian ketahanan pangan di provinsi ini cukup kuat.976 ton.351.528. 2) Perkebunan Perekonomian di Provinsi Lampung juga sangat didukung oleh produksi perkebunan seperti kopi. karet.24 ton. kelapa. dan produksi jagung 1.613 ton. Sedangkan produksi basil hutan non kayu berupa damar mata kucing sebanyak 5. lada 24.914 ton padi (gabah keringgiling/GKG).473.996 ton sementara pada 2005 mencapai 2. Hasil hutan pada 2006 berupa kayu bulat sebanyak 3. dan tebu. produksi padi mencapai 2. Dibanding dua tahun terakhir. produksi kakao 22. irigasi setengah teknis 24.091.183.488 ton padi ladang. Dalam rangka mendukung pembangunan berwawasan lingkungan yang berkesinambungan.417 km. lalu diikuti produksi kelapa dalam lebih dari 112. mulai dari pertanian.959.454. damar batu 1. dan lahan sawah irigasi non teknis seluas 244.129.461 ton.732. dan tebu 693.17 ribu ton.631 ton.982 ton.43 % dari luas wilayah provinsi. 1) Kehutanan Kawasan hutan mencapai 1. pariwisata.732 ha.144 ton.011 ton.45 m³.835 ha. arang 30. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 2. sawah. pertambangan.124.283 ton.293. perkebunan.008 ha. prospektif. Dari hasil produksi tebu itu Lampung memberi kontribusi 35% dari total produksi gula nasional. perikanan.245 ha. kelapa sawit 367. meningkat dibanding kontribusi 2005 yang mencapai 20%. .4121. Pada 2004. lada. Produksi kopi pada tahun 2006 mencapai 143. terdiri atas hutan lindung 317.358 ha dan hutan produksi tetap 91. hutan suaka alam dan hutan wisata/taman nasional 462.840 ton.004. peternakan. Total saluran irigasi mencapai 371.347 rotan manau 3. produksi kehutanan kini lebih diarahkan kepada hasil hutan non kayu dan potensi ekowisatanya.426 ton padi sawah dan 170. sampai kehutanan. dan dapat diandalkan.164 ha. terdiri atas 1.

000. sawit. bahan galian energi.000 m³ felspar dan 590.000 m³ andesit. air. Pada SWS Way Semangka Lower dan Way Semung masing-masing tersedia potensi sebesar 76 MW clan 2. Pada 2006. namun baru sebagian saja dari potensi ini yang telah dikelola. dari galian industrinya berhasil diproduksi 1. dan tanaman jarak tengah dikembangkan. 389.6 MW. dan bahan galian konstruksi.000 m³ granit dengan mutu terjamin. Kabupaten Tanggamus. Potensi air untuk pembangkit tenaga listrik juga sangat besar. Semua potensi itu telah di eksplorasi oleh Pertamina sebesar 110 MW.000. Pada SWS Way Semangka Upper tersedia kapasitas sebesar 78 MW dan telah dioperasikan melalui PLTA Besai dan PLTA Baru Tegi.3) Pertambangan Keanekaragaman sumberdaya mineral di provinsi itu meliputi mineral logam. potensi tersebut mencapai 300 MW. bijih besi dan pasir besi.000. singkong. bahan galian industri. serta bahan bakar nabati (BBN) yang berasal dari tebu.000 m3 dengan cadangan yang diprediksi sebesar 8. Di Suoh.000.980. Bahan galian logam yang ada di provinsi ini meliputi emas. .000 m³. Kabupaten Lampung Barat. mangaan. Potensi energi seperti panas bumi yang berlokasi di daerah Ulu Belu. Sekarang sumberdaya energi terbaru berupa panas bumi. Saat ini Provinsi Lampung memiliki pabrik etanol berbahan tebu terbesar di Indonesia. baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Untuk cadangan zeolit sebesar 2. mencapai 400 MW.145.

layak dikembangkan.389 sayur-mayur. Per tahun. baik budidaya ikan air payau maupun ikan air tawar. 156.027 ton. Sedangkan kelapa sawit merupakan komoditas baru dan banyak diusahakan oleh perusahaan besar swasta.184 ton palawija. produksi padi mencapai 18.090 ha hutan produksi.dan 1.000 ton perikanan budidaya dengan nilai Rp245.844 ha.764 ton sementara pada2005 mencapai 19. Sawah-sawah inilah yang pada tahun 2006 menghasilkan 16. produktifitas padi yang dicapai menurun.316. sedangkan pada zaman Belanda batas-batasnya telah ditata secara definitif. Terdiri atas 9. Pada 2004. .497. potensi kelautan dan perikanan provinsi ini mencapai 499.073 ton padi sawah dan 7.434 ton padi ladang. Sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 357/Menhut-II 2004. 3) Perikanan Provinsi ini juga memiliki potensi perikanan laut yang cukup besar.500. Kawasankawasan hutan tersebut tersebar dalam 60 kelompok register kawasan hutan. 4. 2) Kehutanan Di kepulauan ini juga terdapat hutan seluas 657.968 hortikultura. sementara sawah yang teririgasi non teknis seluas 3. Selain potensi perikanan tangkap potensi perikanan budidaya.743 ha.730 ha hutan lindung.510 ha. Bangka Belitung merupakan daerah penghasil dan pengekspor lada putih yang sejak dulu terkenal dengan nama muntok white pepper.000..160. Komoditas unggulan perkebunan rakyat yang telah di tekuni berabad-abad secara turun-temurun adalah lada dan karet.000.000.-.Sumber Daya Alam Provinsi Bangka Belitung Provinsi Bangka Belitung 1) Pertanian Provinsi ini memiliki lahan sawah beririgasi teknis seluas 2.500 ton perikanan tangkap dengan nilai Rp2. Di tahun 2005 ini pula berhasil dipanen 26. dan 1. Dibandingkan dua tahun terakhir. hutan ini terdiri atas 466.507 ton padi. 4) Perkebunan Perkebunan memiliki arti strategis untuk menunjang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. dan 34.690 ha hutan konservasi.

Untuk PT Koba Tin. produksi bijih timah pada 2005 mencapai 42.445 ha atau 30% dan luas daratan Pulau Belitung. PT Koba Tin. Untuk PT Koba Tin.5) Pertambangan Dari semuanya. bahkan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembangunan nasional. PT Timah Tbk. Secara total.455 ha atau ± 30% dari luas daratan Pulau Belitung. kegiatan penambangan juga diusahakan oleh pengusaha tambang inkonvensional dan masyarakat secara tradisional yang juga memberikan nilai ekonomi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. Di luar area kuasa pertambangan PT Timah Tbk dan kontrak karya (KK) PT Koba Tin. kegiatan penambangan juga diusahakan oleh pengusaha tambang inkonvensional dan masyarakat secara tradisional yang juga memberikan nilai ekonomi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. diberikan sekitar 41.000 ha atau ± 35% dari luas daratan Pulau Bangka. BUMN ini juga memiliki areal KP darat di Pulau Belitung seluas 126. dan satu perusahaan asing. Di sini terdapat satu BUMN yang menambang bijih timah.22 ton Sn dan logam timah 41. Luas area Kuasa Pertambangan (KP) PT Timah Tbk di darat sekitar 360.615. . diberikan sekitar 41.000 ha. Darat di Pulau Belitung seluas 126. Di luar area kuasa pertambangan PT Timah Tbk dan kontrak karya (KK) PT Koba Tin. bijih timah adalah sumberdaya alam yang paling bernilai di provinsi ini.000 ha.789 metric Sn.

pertambangan. Lahan sawah irigasi teknis mencapai 130 ha.Sumber Daya Alam Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Kepulauan Riau Kepulauan Riau memiliki berbagai macam daya alam meliputi: bidang pertanian. kehutanan. ubi kayu dengan luas lahan panen 708 ha dan produksi 4. lahan sawah irigasi sederhana mencapai 104 ha. ubi jalar 1. 2) Perkebunan Dari sektor perkebunan. Hasil palawija adalah jagung dengan luas lahan panen 585 ha clan produksi 1.728 ha.20 ton/ha. perikanan.295 ton. sementara lahan sawah dengan irigasi desa mencapai luas 309 ha dan lahan sawah tadah hujan seluas 1.159 ton.491 ha. berpotensi di provinsi kepulauan Riau adalah cengkeh dengan luas lahan 14.715 ton dan kangkung dengan hasil produksi 842 ton.249 ha. perkebunan lada seluas 449 ha. Luas lahan panen seluruh kabupaten di Kepulauan Riau mencapai 94 ha clan dapat memproduksi padi sebanyak 249 ton dengan rata-rata produksi 5. perkebunan sagu seluas 3. Pemerintah Kepulauan Riau terus mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.32% terhadap PDRB 2005.927 ton.267 ton. tanah merah di kepulauan ini pun hanya bisa ditanamin jenis tanaman tertentu yang memerlukan penelitian dan pengembangan khusus untuk meningkatkan produksinya.891 ha.949 ha. perkebunan. kacang panjang dengan hasil produksi 1. dan perkebunan gambir seluas 996 ha. perkebunan karet seluas 34. komoditas yang. Luas lahan hortikultura mencapai 42. Peranan sektor pertanian merupakan sektor kontribusi 5. dan lain-lain.792 ha sedangkan lahan bukan sawah terdiri atas lahan kering dan lahan lainnya mencapai 694. dan kacang tanah dengan lahan panen 124 ha dan produksi 179 ton.924 ha dan 74.607 ha. Sektor tersebut belum berkembang maksimal karena luas lahan lebih kecil dibandingkan luas perairan. 1) Pertanian Luas lahan sawah di provinsi ini pada 2005 mencapai 1. bayam dengan hasil produksi 26.716 ha perkebunan kelapa seluas 39. . Di luar itu. Produksi sayur-mayur hasil produksi 723 ton.

mencapai 11. Granit dengan total cadangan mencapai 858.655 ekor babi.976 ekor sapi dan 422. 452. masing-masing ternak berternak lele dan unggas.226 ekor ayam buras.826. kambing adalah ternak dengan populasi terbanyak hingga 18.166 ekor.500 m3 terdapat di Pulau Karimun.800 ekor ayam petelur. Total produksi perikanan tangkap mencapai 217. 347. 4) Perikanan Selain perikanan tangkap.3) Peternakan Sektor peternakan dibedakan menjadi tiga jenis kelompok. sementara cadangan gas alam sebanyak 55. Bauksit dengan total cadangan 15. Kabupaten Lingga. Di Kabupaten Bintan. napoleon dan kakap. Karimun dan Natuna terdapat budidaya ikan yang bernilai ekonomis seperti ikan kerapu. .510 ekor ayam pedaging 21.360.81 million meter barrel oil (MMBO).000 m3 terdapat di Pulau Karimun dan Pulau Bintan. pengembangan budidaya perikanan yang meliputi usaha pembenihan sampai pemanfaatan teknologi budidaya sangat cocok di provinsi ini.91 ton dan produksi ikan budidaya 3.384.094. Populasi unggas terdiri atas 585.000 ton terdapat di Pulau Bintan dan Tanjong Pinang. Pada kelompok ternak. diikuti 9. Cadangan minyak bumi mencapai 298. Kabupaten Karimun. Potensi budidaya ikan air tawar dapat dikembangkan di Kabupaten Bintan.634 ekor itik 26.880. sementara di bawah laut terdapat minyak dan gas. Pada 2006.475.70 ton. 5) Pertambangan Wilayah Kepulauan Riau memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena sebagian dan kabupaten memiliki potensi hasil tambang seperti bauksit dan timah. Timah dengan jumlah cadangan.3 triliun square cubic feet (TSCF) terdapat di Kabupaten Natuna.270 ekor puyuh.400 ton terdapat di Pulau Karimun dan Pulau Bintan. Sementara pasir darat dengan total cadangan mencapai 39. dan Kabupaten Natuna.

Hutan Kota (3477.37 ton. Produksi ini pada umumnya merupakan hasil pemanfaatan lahan tidur dan lahan pekarangan.466 kg). perikanan darat 8. kambing (5.033.624 ekor). 2) Peternakan Berdasarkan populasi ternak tahun 2005 terdiri dari sapi perah (347 ekor). produk hasil ternak juga cukup baik.42 ha).886). yaitu Hutan Istimewa (158.195. Sektor itu memberikan kontribusi terhadap perekonomian Provinsi DKI Jakarta tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja yang relatif lebih besar. Produk pertanian diri dari palawija.91 ha) dan Kawasan Kota (172. telur. susu (5. Hutan Pulau Seribu (100. kerbau (242 ekor).630 kg). sayuran. anggrek. Produk tersebut terdiri dari daging (21. 3) Kehutanan Hutan yang ada di Provinsi DKI Jakarta adalah hutan kota yang dibagi kedalam empat jenis.8 ton.600 lembar dan kulit kambing/domba 111. ayam pedaging/ras (182.880.056 ekor).000 ekor).480 lembar) dan diharapkan untuk tahun 2006 akan terus meningkat. Dan kemungkinan terus meningkat di tahun 2006. domba (1. Produksi daging.060. dan tanaman obat.19 ha). Produksi perikanan pada 2005 terdiri dari perikanan laut 132. Dalam hal ini.664 kg).002.1 ha). telur (530. dan itik (68. ayam buras (55. 1) Pertanian Provinsi DKI Jakarta pada 2005 juga memiliki pertanian yang cukup baik. dan ikan hias 49. . tulang (2.000 ekor).380 kg). kuda (156 ekor).044 ton. dan susu untuk tahun 2005 cukup untuk memenuhi kebutuhan tahun 2006. kulit sapi/kerbau (71.Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta Salah satu yang menjadi motor penggerak perekonomian DKI Jakarta adalah sektor perdagangan dan jasa.874.

sono keling 8. hortikultura.848 ha 161. dan non irigasi teknis sebesar 29.703 ton.72%).759 ha.Sumber Daya Alam Provinsi D. kedelai 402 ton. seperti pertanian.009. Lahan sawah irigasi teknis sebesar 18.235 m³. . akasia 3. Yogyakarta 1) Pertanian Potensi sumberdaya alam bervariasi.000 ton/tahun tingkat pemanfaatan 18. kacang hijau 550 ton.992.I. sayuran 67. maka dihasilkan kayu bulat sebanyak 8.704 ha.97 ha (5. produksi kayu terdiri dari jati 111.54% dari luas wilayah).574 m³.758 ton.292 ha.697 ton. sawah tambak 240 ha belum dimanfaatkan).2 ha (tingkat pemanfaatan 915 ha).393 m³.I.022.490.506 ha (138.948 ha (17.292. kacang tanah 66. terdiri dari puluhan ton/tahun tingkat pemanfaatan 45%.930. Yogyakarta Provinsi D. sedangkan sisanya berupa kacang hijau.233 ha).97 ha (23.30 m³. Ubi jalar 6. potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya alam khususnya perikanan di Selatan Jawa.204 ton. ubi kayu 978. kelautan dan perikanan. dengan perincian hutan Negara 18.787.630. Sementara itu.866 m³.66%). hutan rakyat 54. dengan perincian jagung seluas 79.494.684 ton. kacang tanah.27%).000 ton/tahun tingkat pemanfaatan 44%. kacang tanah 67. dan ubi kayu 58. dan sayur sayuran sebagian besar ditanami jagung dan kedelai. kehutanan.6 ha (tingkat pemanfaatan 1.044.20 ha). padi 715.287 m³ dan rimba campur 2. Adapun jumlah produksi palawija.88%). mahoni 16. kedelai 34.265.133. mencapai 25. ubi jalar. kolam 4. 3) Perikanan Potensi dan pemanfaatan bidang kelautan dan perikanan terdiri dari perairan umum sebesar 3. dan sayur sayuran. 2) Kehutanan Menurut jenis komoditas kehutanan yang dikembangkan berupa produk kayu dan non kayu. Luas kawasan hutan seluas 74. dan Mina Padi 10. Luas lahan palawija.735 ha. dan ubi kayu.412. hortikultura dan sayur sayuran adalah jagung sebanyak 219. rambak 650 ha tingkat pemanfaatan 58 ha).5 ha (tingkat pemanfaatan 5. Di samping itu. dan buah buahan 197.777 ton.

5) Perkebunan Di bidang perkebunan. terdapat 28 jenis bahan galian.097. yaitu sebesar 621. lada. ternak unggas cukup besar.4) Peternakan Potensi peternakan di antaranya populasi ternak sapi potong 249.2 ton). seperti andesit (44.699. ternak kecil. . 6) Pertambangan Di bidang pertambangan dan energi. sapi perah dengan produksi 8.008 ekor/tahun. kakao.623 ekor dengan jumlah produksi 8. dan kaolin/feldstar (1.020. dan tebu.306 ekor. yaitu ayam buras 4.215 liter/tahun. terdapat banyak potensi di antaranya teh.073. vanili.480 ekor.900. yaitu 44.16 ton). tembakau.6 ton.604. dan unggas. bentonit/ abu bumi (1. kelapa. ayam petelur 2 494.225 ton). Dari seluruh jenis peternakan tersebut. areal tanaman Kelapa mempunyai areal yang cukup besar. Dari jenis tanaman perkebunan. kopi. serta beberapa jenis tambang lainnya. dan ayam pedaging 22.59 ha.824 ekor/tahun. naik dari golongan B maupun golongan C yang mendominasi adalah batu kapur putih memiliki potensi yang cukup tinggi.119.

Sampai 2006. dan hutan konservasi seluas 172. produksi palawija. terdiri atas 9. mencapai 2.727.882 ton padi. Kendati demikian. bambu.938. 3.461 ha. Jawa Barat juga menghasilkan hasil hutan non kayu cukup potensial dikembangkan sebagai aneka usaha kehutanan.623 km.892 ha dengan produksi kayu sekitar 893. sementara sawah ber irigasi setengah teknis 116. dan 159. hutan lindung seluas 228.674 ton dengan produktivitas 179.800 ton padi sawah clan 315. mencapai 764. gerah damar.89 ha.11 ha (6. Provinsi ini pada tahun 2006 memiliki lahan sawah ber-irigasi teknis seluas 380.680 ha (4. Jawa Barat juga menghasilkan hortikultura terdiri dari 2.443 ha.28 kuintal per ha.505 ha. luas hutan rakyat 214.Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat Provinsi Jawa Barat 1) Irigasi Sumber daya alam Jawa Barat cukup melimpah. 3) Kehutanan Hutan di Jawa Barat juga luas.996 ha.488. antara lain sutera alat jamur. Dari hutan produksi yang dimilikinya. dan sawah ber irigasi non teknis seluas 428.103.129.044.851. terdiri dari hutan produksi seluas 362. pada 2006 ketela pohon menempati urutan pertama.79%). pada 2006 Jawa Barat memetik hasil 200.62% dari total luas provinsi.63%). luas tanam terluas adalah untuk komoditas jagung yang mencapai 148. meskipun kebutuhan kayu di provinsi ini setiap tahun sekitar 4 juta m³.675 m³ kayu.59 ha yang dikelola oleh Perum Perhutani Unit III jawa Barat dan Banten. ada lagi satu hutan lindung seluas 32.75 m³.387.744 ton buah buahan. pinus. .193. Total saluran irigasi di Jawa Barat sepanjang 9.17%). dan sarang burung walet.40 ha (9.418.624 ton sayur mayur.59 ha atau 20.980. rotan.871 ton tanaman obat/biofarmaka.313. 2) Pertanian Di antara tanaman palawija. tersebar di 10 kabupaten yang mempunyai pantai. Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada hutan mangrove yang mencapai 40.082 ton padi ladang. kayu putih. Selain itu semua. Sawah-sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 9.

domba. dan kopi merupakan komoditas unggulan nasional asal Jawa Barat. kopi.978 ton bentonit. Bali. dan lain lain. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007). 28. cengkeh. Dari sisi produksi. dan akar wangi. Dalam memaksimalisasi sektor peternaknya.5 ton per ha). Dari sisi lahan. Jawa Barat membagi kawasan pengembangan andalan peternakan ke dalam tiga wilayah.249.493 ayam buras 5. sapi perah. Lampung.596. udang windu. Jawa Barat Bagian Tengah untuk sapi perah. Kini hanya tersedia 245.000 ton ikan hasil budidaya perikanan dan payau. 47. kakao. nila. yaitu: 1. produktivitas terbaiknya. karet. serta pasir besi. Provinsi ini memiliki banyak objek unggulan di bidang perkebunan. semen pozolan. padahal kebutuhan setiap tahunnya sekitar 300 ribu sapi potong. Jawa Barat Bagian Utara untuk peternakan itik. kelapa. dan itik adalah komoditas unggulan di Jawa Barat. produktivitas terbanyak adalah kelapa sawit (6. felspar dan barn permata/gemstone. antara lain teh. Dari semua jenis komoditas itu.5 ton per ha) dan tebu (5.284 ton zeolit. adalah komoditas tembakau dan tebu. tembakau. Untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat harus mengimpor 150 ribu ternak sapi dari Australia setiap tahunnya. patin.994 sapi potong di jawa Barat (3% populasi nasional). lele. Kuningan. berhasil dieksplorasi 5. Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah . Di bidang peternakan.670 domba. kakao. dan domba. atau 63. dan Sukabumi. Pada 2006. Lombok.63% dari total produksi perikanan Jawa Barat. rumput laut dan udang vaname. Tasikmalaya. karet. yakni luas areal tanam sama dengan Iuas tanaman yang menghasilkan. kerang hijau. Jawa Tengah. Data 2006 menyebutkan kini tersedia 96. komoditas unggulan adalah ikan mas. tebu.Di sektor perikanan. serta 3. gurame. ayam buras.652. Di tahun 2006. ayam ras. provinsi ini memanen 560. Jawa Barat juga menghasilkan produksi tambang unggulan.796 sapi perah (25% populasi nasional). Jawa Barat Bagian Selatan untuk domba dan sapi potong. cengkeh. tembakau. bandeng. Potensi pertambangan batu mulia umumnya banyak terdapat di daerah Kabupaten Garut. kelapa. Daerah lstimewa Yogyakarta. di samping berharap pasokan ternak hidup dari provinsi lain terutama Jawa Timur. 4. 2.882 itik (16% populasi nasional).

58 juta ton. Di sektor kelautan dan perikanan.625 ha mengurangi degradasi lingkungan pantai di pantai utara juga digalakkan mulai dari Kabupaten Rembang hingga Kabupaten Brebes.112 ton padi sawah dan 192.8 ha. Total saluran irigasinya mencapai 3.248. masih terdapat kekurangan 3.09% dari 175.97% dari total luas daratannya.037.114.8 ribu ton.68 AU ekor pada 2005. Sawah sawah inilah yang pada 2006 menghasilkan 8.600 ha dan dengan memberikan bantuan 5. Hanya saja. Provinsi ini memiliki lahan sawah beririgasi teknis seluas 387.393. tetapi naik pada 2006 menjadi 71.888 ton padi ladang.272.098 ton pada 2005 menjadi 209. sementara produksi kacang hijau meningkat 25.318 juta ton menjadi 3. Tingkat kebutuhan bahan baku kayu di provinsi per tahun sekitar 6 juta m&sup3. Produksi daging pun meningkat rata-rata 0.000 ha. Produksi padi meningkat 1.40% dari 85.68 juta ton pada 2006.Provinsi Jawa Tengah Sumber daya alam Jawa Tengah cukup kaya.739. per tahun. Populasi ternak meningkat rata-rata 0.101 kg pada 2004 meningkat menjadi 181.693.813. berasal dan negara sekitar 300 ribu m&sup3. dari hutan rakyat.06 ribu ton atau setara dengan US$ 70. Reboisasi hutan mangrove seluas 2. dari 3.01% dari 74.742.33%.22% atau sekitar 52.5 juta m&sup3.2 juta m&sup3.9% per tahun selama periode 2004 2006. sejak Januari 2002 sampai Juni 2006 Balai Inseminasi Buatan (BIB) Ungaran telah memproduksi semen beku sekitar . dari 2.864 liter pada tahun 2004 turun menjadi 70.534 Animal Unit (AU) ekor pada 2004 meningkat jadi 3.487. Jawa Tengah memiliki hutan seluas 650 ribu ha atau 19.68 juta ton padi. Produksi hortikultura pada periode 2005-2006 juga meningkat. Produksi bahkan melonjak secara sangat signifikan sebesar 35. dari 155. Ekspor dari produk tersebut berada dalam kisaran US$ 60–US$ 80 juta.422 liter. Dalam upaya meningkatkan kualitas ternak Jawa Tengah.51 juta ton pada 2005 menjadi 8.893 ton di tahun 2006.094 liter pada tahun 2005. Produksi ubi kayu meningkat 7. Hal ini karena luas panen kedua komoditas itu juga meningkat.. Dengan demikian.404.539. Peningkatan ini dipicu oleh meningkatnya areal panen sebesar 3. sementara sawah yang beririgasi setengah teknis 220. yang hanya mencapai setara dengan US$ 69.1 juta bibit berbagai jenis tanaman dan buah-buahan kepada masyarakat.5 juta m&sup3.99 AU ekor pada 2006. sampai Desember 2006 nilai ekspornya mencapai 17. Pembangunan.54 juta. sementara produksi bahan baku kayu hanya 2. Jumlah meningkat dibanding ekspor 2005.89%.116 ha.434 kg. terdiri dari 8.369 ha.114 kg pada 2005 dan di tahun 2006 mencapai 207.94% dari 8.879. lalu bertambah lagi jadi 3.167 ribu ton menjadi 106. sektor kehutanan antara lain dilakukan melalui program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk memperkaya hutab rakyat seluas 8. dan 2. kayu per tahun.013. hanya saja produksi susu menurun rata rata 0.21 juta.

Panjang saluran irigasi semi teknis primer adalah 446. Dalam dua tahun terakhir nilai terus meningkat pada 2006. areal panen rata rata seluas 1.313 juta ton.445. teridentifikasi bahwa kandungan bahan baku antara lain terdapat di Kabupaten Wonogiri (138. dan panjang saluran teknis sekunder 3. jumlah produksi padi kering giling yang diperoleh . terdiri dari lahan beririgasi seluas 907. Luas lahan palawija. terutama bahan baku semen.700.046.636 Km dan panjang saluran sederhana sekunder 75.110 ha.353 Juta ton) dan Rembang (1.000 dosis. dan sawah lainnya/irigasi lodesa seluas 27. Dari lahan persawahan yang ada. Pada 2007.749 Km. sawah tadah hujan seluas 243. Sejak 2003. Produk ekspor tanaman perkebunan provinsi ini mencakup kopi.971 ha.848 Km dan panjang saluran semi teknis sekunder 47.178. Pati (1. semen beku produksi BIB memenuhi 51% kebutuhan pasar regional. peternakan serta perkebunan. Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Timur Provinsi Jawa Timur Potensi sumber daya alam sangat bervariasi.729 ha dengan rata rata pro¬duktivitas 53.289 juta ton). Panjang saluran irigasi sederhana primer 216.17 Kw/ha. Blora (3. BIB Ungaran menerapkan sasaran peningkatan kontribusi semen beku sebesar 70%.093 Km. sapi perah dan kambing PE. seperti pertanian.025 juta ton). Luas lahan sawah adalah 1. Panjang saluran irigasi teknis primer 3.274 ha. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007). pada 2006 telah menghasilkan 131.483 juta ton).506 dosis semen beku.000 juta ton).093 Km.899 ha. dan nilam.692. Kebumen (17. nilai ekspor produk perkebunan ini mencapai US$ 35 juta dengan tingkat produksi 105 ribu ton. Grobogan (4. baik untuk sapi potong. hortikultura dan sayur mayur seluas 4. kelautan dan perikanan. teh. Ini semua belum termasuk potensi geothermal yang terdapat di Kabupaten Semarang.283 ha. tembakau.151 Km. kehutanan. Dari hasil ekspor sumber daya mineralnya.633.

kacang tanah 160.162.476 .137 ton. terdiri atas beberapa jenis hutan. yaitu: 1. ubi kayu 4. jagung 439.18%).51 ton/tahun.850 ton. kacang hijau 212.349 ha. ubi jalar 23.7 unit dapat memproduksi sebanyak 2.841 ton. daging 83.508 ton.95 ha dapat memproduksi sebanyak 175. Pacitan dan Gresik). dengan luas areal 498.228.797. Provinsi jawa Timur juga merupakan yang berpotensi untuk pengembangan buah-buahan dan memberikan kontribusi nasional sebesar 20%. Tambak. hutan konservasi seluas 233. ubi kayu 3.308 ton. Tanaman jagung dengan luas areal produksi mencapai 1.002.812. Mina padi.42 ha dapat memproduksi sebanyak 81.633 ton.980.527 ton. dengan luas areal 1.745. hutan lindung seluas 312.841 ton. kayu gergagian 1.618 ton.762 ton. Probolinggo. Kegiatan perikanan dapat dibedakan atas sektor perikanan laut dan perikanan darat. dan Jombang). dan ikan 6. Pacitan.844 m³. jumlah kapal penangkap ikan yang beroperasi sebanyak 53.889 unit dengan jumlah rumah tangga perikanan sebanyak 91.658 ton.10 ton setiap tahunnya.357.150 ton . telur 19.614 ton. Magetan.325 ton.170 ha. Luas kawasan hutan sekitar 1. Madiun.16 ha (17.103.206. dan penempelan veneer (444. Mojokerto. Sementara ketersediaan pangan beras sebesar 1. TOP (7. 4.134.240.302 ton.025. ubi kayu 2.03 ton setiap tahunnya. kegiatan perikanan pada sektor perikanan darat dibagi atas beberapa jenis. Jumlah produksi ikan yang dihasilkan setiap tahunnya berkisar 334.04%).215 ton/tahun atau beras sebanyak 5. Sektor peternakan dibagi dalam dua jenis yaitu sektor peternakan produksi utama ternak dan sektor peternakan produksi untama unggas.688. kayu olahan jati yang terdiri dari veneer sayat (3.117. Kolam. dapat memproduksi sebanyak 343. jumlah tempat pelelangan ikan sebanyak 45 buah.79%). susu 77.615.023. Ketersediaan pangan di Jawa Timur merupakan keberhasilan teknologi pertanian. Keranmba.656 m³).524.480 ton.237 m³. Magetan. kacang hijau 66. dengan jumlah sebanyak 23. jagung 4.321 m²).50 ha (23.444.144. 2. Tanaman kedelai dengan produksi mencapai 257.60 ton setiap tahunnya. pisang (Kabupaten Lumajang.636.265 ton.979 kepala keluarga. perluasan lahan panen meningkatkan intensifikasi petani. Pada sektor perikanan laut.50 ton.079. Jenis-jenis peternakan yang ada pada sektor dengan produksi utama ternak anatara lain peternakan sapi potong dengan populasi 2.790 m²). 5. Hutan hutan yang ada menurut jenisnya antara lain hutan produksi seluas 811.jumlah produksi untuk padi adalah 9.007. Sementara itu.36 ha dapat memproduksi sebanyak 51. jagung 3. Ponorogo. dengan luas areal 54. dengan luas areal 33.452. Keadaan ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2004 yaitu pada 9.009 ton.sebanyak 900.70 ha (59. Hasil produksi yang didapat dari hutan non HPH antara lain kayu bulat sebanyak 265.42 ton.65 ha dapat memproduksi sebanyak 31.70 ton setiap tahunnya. dan kacang 95. Sawah tambak.577. dan Banyuwangi) dan jeruk (Kabuparen Pasuruan. dapat memproduksi sebanyak 4.40 ton setiap tahunnya.36 ha atau 28% dari luas dararan Provinsi Jawa Timur. 3. Jenis buah buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan jenis produksi buah buahan adalah mangga (Kabupaten Situbondo.9611.662 ton.

992.377.46 ton per tahun.512 ton per tahun. perkebuanan jambu mete dengan luas areal 52.116 ekor.868. dan perkebunan kelapa dengan luas areal 285.425. tanah liat dengan produksi sebanyak 1. Jenis produksi yang dihasilkan dari sektor pertambangan antar lain: batu gunung/anderit dengan produksi sebanyak 55.683. perkebunan tembakau dengan luas areal 109.129 ekor dapat memproduksi telur sebanyak 8.40 ton per tahun. Dengan luas area pertambangan mencapai 10.734 ton per tahun.10 ton per tahun. bantonit dengan produksi sebanyak 16.407.334 ton per tahun.681.075.328 ha dapat memproduksi sebanyak 19. Sektor peternakan dengan produksi utama unggas adalah peternakan ayam buras dengan jumlah populasi 39. peternakan domba demgam populasi 1.982 ekor dapat memproduksi 13.933 ha dengan jumlah total seluruh produksi perkebunan sebanyak 1.695. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).00 ton per tahun.421 ton per tahun. trass dengan produksi sebanyak 80. perkebunan vanili dengan areal 535 ha dapat memproduksi sebanyak 15.83 ton per tahun.734.18 ton per tahun.317 ha dapat memproduksi sebanyak 1. batu kapur denganproduksi sebanyak 16. perkebunan tebu dengan luas areal 169. pasir kwarsa dengan produksi sebanyak 62. peternakan ayam pedaging dengan jumlah populasi 29.048.786 ton per tahun.86 ha.225.255.452. dapat memproduksi daging sebanyak 7.00 ton per tahun.00 ton per tahun. Peternakan kambing dengan populasi 2. dan peternakan itik dengan jumlah populasi sebanyak 2. Felspart dengan produksi sebanyak 198.200 ekor dapat memproduksi daging sebanyak 71.81 ton per tahun.177. Salah satu potensi sumber daya alam yang dimiliki adalah sektor pertambangan.600.595 ekor.213 ton per tahun.76 ton per tahum.763 ekor dapat memproduksi telur sebanyak 139. Luas seluruh perkebunan di Provinsi Jawa Timur seluas 952. pasir/krikil batu (sirtu) dengan produksi sebanyak 7.750 ekor.973.56 ton per tahun.658.432.301. dolomit dengan produksi sebanyak 456.141.772 ton per tahun.71 ton per tahun.52 ton per tahun.673.908 liter.718.87 ton.268.180 ha dapat memproduksi sebanyak 265.958 ekor.711 ha dapat memproduksi sebanyak 16. setiap tahunya dapat menghasilkan susu sebanyak 239.00 ton per tahun.051. Jenis-jenis perkebunan yang ada antara lain adalah: perkebunan teh dengan luas areal 2.311.918 ha dapat memproduksi sebanyak 77. peternakan ayam petelur dengan jumlah populasi sebanyak 30.528.003.458. jumlah produksi yang dihasilkan adalah sebanyak 29. tanah urug dengan produksi sebanyak 74.200 ton per tahun.92 ton per tahun.880. peternakan sapi perah dengan populasi 134.50 ton per tahun.00 ton per tahun. perkebunan kakao dengan luas areal 35. dapat memproduksi daging sebanyak 398 ton per tahun. dan peternakan babi dengan populasi 35. pasir degnan produksi sebanyak 2.176.400.995 ha dapat memproduksi sebanyak 12.094.ekor setiap tahunnya dapat memotong sebanyak 336.043 ekor.00 ton per tahun. Sumber Daya Alam Provinsi Banten . dapat memproduksi daging sebanyak 4. marmer dengan produksi sebanyak 1.864.

64%.51 ton/ha pada 2005. Malaysia. dan Singapura.777 ha pada 2002 menjadi 19. dan dalam waktu dekat akan memiliki pelabuhan laut di Bojonegara. melayani jalur bisnis regional dan internasional di jalur selat Sunda. Potensi sektor pertanian terus dikembangkan.75% per tahun. namun laju pertumbuhan rata-rata produksinya hanya 4. adalah kawasan penyangga Jakarta sebagai lbukota Negara. ubi kayu dan kacang kedelai memiliki rasio laju pertumbuhan produksi rata rata berbanding laju pertumbuhan luas panen rata rata di angka 1 (masing masing 1. memberikan nilai tambah dalam mempercepat pertumbuhan ekonominya. terutama Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Persediaan ternak untuk kebutuhan konsumsi daging pada 2004 dibandingkan jumlah ternak yang dipotong menunjukkan tingkat ketersediaan . Di antara semua tanaman palawija.16% per tahun) dari laju pertumbuhan lahan panen rata rata (2.Provinsi Banten Provinsi Banten mempunyai peluang ekonomi yang besar karena posisi geografis dan aset pemerintah daerahnya sangat mendukung. Budidaya ternak meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi beberapa pelabuhan laut kecil yang kini dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas pelabuhan laut di Jakarta. kambing. Selat strategis ini. Secara rata rata. merupakan salah satu jalur internasional yang sangat potensial. tetapi juga kapal kapal tanker yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara semisal Thailand.48% per tahun.721 ha. mulai dart sapi potong.812.986 ha dan 1. Provinsi ini memiliki 56 pulau. dari 337. namun laju pertumbuhan produksi pada posisi 0.75).756.97% per tahun. dari 59. (11. domba dan babi.13 ha pada 2005.73% per tahun.037 ton pada 2005 menjadi 364. Dalam kurun waktu yang sama.095. Tersedianya infrastruktur yang memudahkan berlangsungnya transaksi ekonomi antar provinsi. produktivitasnya menurun. pola dan praktis produksinya relatif belum berkembang.495 ton pada 2006. sapi perah. Pelabuhan yang tengah dibangun akan dimanfaatkan sebagai Kawasan Ekonorni Khusus (KEK). kerbau.71 ton/ha pada 2002 menjadi 7. Laju pertumbuhan luas panen dalam kurun 2002-2004 bergerak pada angka 17. Selat ini tidak saja dilalui kapal kapal lokal. luas panen tanaman sayur mayur meningkat dari 13. Laju pertumbuhan rata rata luas lahan panen 2. Meskipun laju pertumbuhan produksi perluas lahan panen untuk jenis tanaman palawija meningkat.33% per tahun). dan 1. Wilayah Banten.41 dan 6. dipenuhi oleh pabrik pabrik dan sentra-sentra industri. Penurunan produksi karena perubahan variasi minat petani terhadap jenis tanaman yang diusahakan. Posisi ini sangat strategis. atau dengan rasio mencapai 1. tercermin dari laju pertumbuhan produksi rata rata lebih tinggi. jumlah populasi ternak yang di budidayakan semakin meningkat antara tahun 2002 2004 dengan rata rata laju pertumbuhan jumlah dan jenis populasi sebesar 24. kuda. Praktik budidaya selama kurun tahun 2002 2004 semakin membaik. Luas lahan panen dan besarnya produksi padi yang dihasilkan terus bertambah.08% per tahun.

79%. Luas areal perkebunan mencapai 158. sisanya merupakan kawasan taman/perairan laut seluas 44.884.77 ha. namun untuk ternak yang menghasilkan daging (ayam buras dan ayam pedaging) menurunm khusus periode 2005-2006 karena mewabahnya flu burung. 9.04 ha dan perkebunan negara (PTPN) seluas 9. Perusahaan yang terlibat mengeksplolasi kawasan hutan produksi dibagi dalam kaplingkapling. seluas 37.214 ha.35 ha. masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Lebak. perburuan liar.462. serta perdagangan flora dan fauna yang dilindungu. Provinsi Banten juga memiliki Cagar Alam Rawa Danau – suatu kawasan penyedia air baku dan satu-satunya reservoir air di bagian barat provinsi ini.00 ha dan kebun aren seluas 2.61 ha. Taman Nasional Gunung Halimun seluas 42. Mahoni 25. Kekayaan tipe ekosiste m yang bersifat endemik. Di dalarnnya terdapat badak bercula satu (Rbinoceros sundaicus).139. ayam ras (pedaging dan petelur) serta itik. baik flora.13 ha.367.83 ha. jumlah populasi yang tersedia pada 2004 hanya 24.05 ton dengan nilai Rp 538. kolam. Gejala alamnya yang unik serta panoramanya yang asri dan alami merupakan kesatuan ragam alamiah yang mempesona bagi kegiatan wisata alam. Laju pertumbuhan ternak unggas pada 2005-2006 mencapai 14. provinsi ini memiliki kawasan konservasi kaum Baduy seluas 5.075. tambak. menurun .12 ha. Satu hal yang patut dibanggakan.884. Pengusahaan hutan Jati.kebutuhan yang sangat memadai.130 miliar. kebun kopi seluas 8. Kenerja sektor perikanan mencakup perikanan tangkap (laut dan perairan umum) dan perikanan budidaya (laut. Komoditas kelapa ditanam di atas tanah seluas 81.78 ha. Luas kawasan hutan dan kebun mencapai 386. Populasi ternak unggas kurun 2003 2005 meningkat dengan rata rata laju pertumbuhan sebesar 16.039. sedangkan sisanya masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Bogor dan Sukabumi Provinsi Jawa Barat.44 ha dan kawasan kebun 158.337. meliputi ayam buras. Kawasan konservasi terdiri dari Taman Nasional Ujung Kulon seluas 120.31 ha.28 ha. fauna dan tipe ekosostemnya.851. seluas 14.337 ha. Berdasarkan fungsinya.751.15 ha. keramba. berupa kawasan hutan konservasi seluas 76. penyeludupan satwa.791.70%. Khusus ternak sapi. Meranti 13.00 ha.96 ha. kawasan hutan terdiri atas 72. Damar 22. Cagar Alam seluas 4. satwa spesifik eudemik dan langka. sesuai dengan kapasitas perusahaan dan permintaan pasar. kebun cengkeh seluas 13.238 ha dan Taman Wisata seluas 528.486.865. Produksi perikanan hingga 2004 mancapai 76.905.581.183. sawah. kebun karet seluas 22.69 ha. terdiri kawasan hutan 206.15 ha.324.58 ha.136.25% terhadap ternak yang dipotong. kebun kakao seluas 5.3 ha hutan konservasi. jaring terapung).551 ha. Taman ini juga merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah yang tersisa dan terluas di Pulau Jawa. Kekayaan tersebut sebagian besar terdapat di kawasan hutan dan kebun. perambahan hutan dan kebun.601.590.965. Provinsi Banten memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berupa flora. Sebagian diantaranya jenis dan tipe ekosistem yang bersifat endemik. Namun eksistensi kekayaan itu saat ini sedang terancam akibat pencurian plasma nutfah.85 ha dan Akasia Mangium 9.13 hal terdiri perkebunan rakyat 142.58 ha.22 ha. fauna maupun berbagai tipe tumbuhan khas lainnya.925. Taman Nasional Ujung Kulon merupakan kawasan konservasi dunia karena memiliki potensi keanekaragaman hayati.06 ha hutan lindung dan 123.466.387.295.47 ha hutan produksi. perkebunan besar swasta (PBS) seluas 6.

768.40 ha.dibanding produksi tahun 2002 mencapai 87. tercermin dari produksi tahun 2005 yang hanya 58. karena pengaruh menurunya produksi perikanan tangkap hingga sebesar 2. dengan milai produksi sebesar 54. Produksi budidaya laut memberikan kontribusi12. Potensi sumber daya perikanan budidaya masih berpeluang untuk dikembangkan. Potensi sumber daya perikanan tangkap laut tersebar di Laut Jawa.11 ton.98% dari potensi di wilayah perairan Kabupaten Pandeglang yang mencapai 92.24%.971 ton.14 ton.280.91% terhadap produksi perikanan budidaya atau 3.02% dengan nilai produksi 45. Produktivitas usaha perikanan budidaya masih perlu ditingkatkan. yang baru mencapai 0. Pengembangan perikanan tangkap masih terkonsentrasi di Laut Jawa dan Selat Sunda.7% dari total potensi 13. Potensi sumber daya perikanan tangkap masih besar.70 ha atau 79. Belum maksimalnya produksi ika. Kontribusi perikanan tangkap terhadap total produksi perikanan mancapai 70.970.315.144 jiwa. dan Samadera Indonesia. atau baru 76. Untuk mengembangkan kolam budidaya ikan.531.72 ton/ha.87 ton/ha dan budidaya ikan di sawah mencapai 0.76 ha yang termanfaatkan.101 niliar. Sedangkan kontribusi perikanan budidaya sebesar 29. Lahan tambak hingga tahun 2005 baru dimafaatkan 10.95%. produk perikanan provinsi ini sudah merambah pasar luar negeri dalam kapasitas terbatas dengan tujuan Jepang dan Amerika. membuat kebutuhan lokal terhadap ikan belum terpenuhi.083. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).18% dari 84.74% terhadap total produksi perikanan. atau 6. dibanding besarnya jumlah penduduk mencapai 9. baru 1. Namun unuknya.9 ha. karena mininya produktivitas budidaya tambak pada 2005.40 ton dengan nilai produksi Rp 588.753. Selat Sunda.76%.98%. Sumber Daya Alam Provinsi Bali . hingga tahun 2005 baru 86.279. misalnya budidaya laut (KJA dan rumput laut) di Pantai Utara dan Pantai Barat.

293.856 ha.587.373.89 ha.28% dari luas hutan keseluruhan).707 ha.762.762.89 ha dan perairan seluas 3.490 ha). Lahan persawanan terluas terletak di Kabupaten Tabanan (pada 2006 mencapai 22. Kebijakan pembangunan daerah tidak terlepas juga dari prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan seperti yang tertuang dalam Agenda 21 Nasional dan Agenda 21 Daerah yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi. Hutan Wisata Alam seluas 19. Kebijakan perkembangan daerah tidak terlepas juga dari prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan seperti yang tertuang dalam Agenda 21 Nasional dan Agenda 21 Daerah yang bertujuan untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi.89 ha yang terdiri dari daratan seluas 15.768 ha.59 ha yang terdiri dari: Cagar Alam seluas 1.415 ha.36 ha yang terdiri dari hutan Produksi tetap seluas 1. sosial dan lingkungan ke dalam satu paket kebijakan.80 ha dan Taman Nasional seluas 19. Selama ini paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan dan bersifat holistik senantiasa mendorong pernerintali daerah untuk menciptakan kinerja pembangunan yang lebih baik dengan memperharikan ongkos lingkungan. dan sisanya adalah lahan kering. .10 ha dan Hutan Produksi Terbatas seluas 6.Provinsi Bali Potensi lahan persawahan pada 2005 seluas 81.89 ha yang terdiri dari daratan seluas 15.002.01 ha dan 23.177 ha di dalam kawasan hutan dan 834 ha terletak di luar kawasan hutan.002.320 ha. Hutan Produksi seluas 8. Hal ini sesuai dengan julukan Tabanan sebagai ”lumbung beras”. diikuti Kabupaten Karangasem seluas 62. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007).907. Hutan Konservasi seluas 26. Taman Nasional seluas 19.002.719.26 ha dan Hutan Bakau seluas 3.766. Taman Hutan Raya seluas 1.002.013 ha yang terdiri dari 2.26 ha dan hutan bakau seluas 3. Kabupanten Tabanan seluas 51.210 ha.80 ha dan Taman Nasional seluas 19.338 ha dan Kota Denpasar memiliki luas lahan kering terkecil yaitu 9.587.293. Taman Hutan Raya seluas 1.2% dari luas Pulau Bali terdiri dari kawasan Hutan Lindung seluas 95. sedangkan Kota Denpasar memiliki lahan sawah terkecil yaitu 2. Sementara lahan kering terbanyak terdapat di Kabupaten Buleleng yaitu sebesar 74.40 ha.229 ha.89 ha.59 ha yang terdiri dari: Cagar Alam seluas 1.626. dan ongkos penemunan pasokan serta cadangan sumber daya alam.415 ha.177 ha di dalam kawasan hutan dan 834 ha terletak di luar kawasan hutan.719.373. Selain itu paradigma pembangunan yang berwawasan lingkungan dan bersifat holistik senantiasa mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan kenerja pembangunana yang lebih baik dengan memperhatikan ongkos lingkungan dan ongkos pasokan serta cadangan sumber daya alam. Hutan Produksi Tetap seluas 1. Hutan Konservasi seluas 26. sosial dan lingkungan ke dalam kebijakan. Hutan Wisata Alam seluas 4.50 ha. Kawasan hutan di Provinsi Bali memiliki luas sekitar 130.686. Berikutnya diikuti Kabupaten Gianyar dengan luas lahan sawah 14.66 ha (73.50 ha.89 ha dan perairan seluas 3.013 ha yang terdiri dari 2.907.154.10 ha dan hutan produksi terbatas seluas 6.

899 ton).484 km saluran irigasi sekunder dan 11. nangka/cempedak (15. Dengan lahan luas dan subur Kalimantan Barat bertekad meningkatkan ketahanan pangan yang kuat untuk masyarakat. Di sawah sawah itulah masyarakat di sana menanam palawija yang terdiri atas 37. belimbing (609 ton). salak (2.890 ha (2.25 % dari total nilai PDRB atas dasar harga berlaku. 17.364 ton.561 ha (6.165 ton). sawo (2. Lahan untuk ketimun saja mencapai 2. dan 1.126 ton. mangga (2.963 ton). Tentu saja dibutuhkan kerja keras untuk mencapai panen yang gemilang seperti itu.965 ton).124 ton).317 ton). manggis (1.571 ha ubi jalar dengan produksi 12. untuk kangkung 1.281 ton). Dengan prestasi yang . untuk bayam 1. duku/langsat (7.070 ton). untuk cabe 3.743 ha ladang jagung dengan produksi 127.201 ton).138 hal ditambah sawah non irigasi seluas 373.308 ton). saluran irigasi sekunder sepanjang 2. dan untuk buncis disediakan lahan 411 ha dengan produksi 2. jeruk (145.803 ha (20. pepaya (4.129 ton).182 km.888 ton).480 ton). sirsak (596 ton) hingga sukun (1.001 ton).179 ton). Produksi sayur mayur juga melimpah. Sektor inilah yang menghasilkan nilai tambah. jambu biji (2. misalnya.060 ton). untuk sawi 2.492 ha kacang tanah dengan produksi 2. semua ini dapat dilihat dari luas sawah irigasi di sana yang mencapai 61.Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Barat Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Kalimantan Barat.834 ton). Pada 2006 kontribusinya mencapai sekitar 27. meningkat dibanding 2005 yang hanya tersedia 633 km saluran irigasi primer. untuk tomat 318 ha (2. 2. durian (44.660 ton. 1. Provinsi ini.259 ha (3. dan saluran.121 km saluran irigasi tersier.505 ton).448 ha (12. Ini dibuktikan dengan melimpahnya produk buah buahan di sana.486 ton).383 ha kacang hijau dengan produksi 966 ton.021 ha ubi kayu dengan produksi 24353 ton.144 km pada 2006. nanas (12. untuk bawang daun 340 ha (1. 1.194 ha kacang kedelai dengan produksi 1. mulai dari avokad (281 ton). 1.480 ha.747 ton.492 ton). irigasi tersier sepanjang 17.236 ha (7. memiliki saluran irigasi primer sepanjang 698 km.349 ton. untuk terung 171 ha (5.666 ton). devisa daerah sekaligus membuka banyak sekali lapangan kerja.387 ton). untuk kacang panjang 2. rambutan (41. pisang (96.016 ton).

Di samping perkebunan. Presiden Susilo Bambang Yodhoyono sampai menganugerahkan penghargaan di bidang ketahanan pangan kepada Gubenur Kalimantan Barat.350 ha. rotan manau sejumlah 49. H. Bumi Khatulistiwa ini pada tahun 2005 menghasilkan kayu sebanyak 450. rotan semambu dengan jumlah 348.275 ha.689 ton.310 ha dan hutan lindungnya mencakup areal seluas 2. Ini belum termasuk produksi non kayu yang juga melimpah ruah. Hutan hutan di Kalimantan Barat menyimpan kekayaan luar biasa. rotan cacing mencapai 3. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007) Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Tengah . Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu pro ini yang ditetapkan sebagai "paru paru dunia" yang dikenal dengan "The Heart of Borneo―.875 ha. kawasan hutan cagar alamnya terhampar seluas 153.000 batang.dicapainya itu.265. di Istana Bogor pada tanggal 21 Nopember 2006. sebagai penghargaan pemerintah terhadap keberhasilan ini. Usman Ja’far. Karena itu. belum termasuk hutan taman nasional yang luasnya mencapai 1. wajar jika Kalimantan Barat menjadi sebuah provinsi yang berswasembada pangan. hutan produksi biasa 2.800 ha. rotan lacak sebanyak 16 ton. Dari sektor kehutanan.895 ha. Hutan wisata alamnya juga luas. rotan segak seberat 231 ton. masyarakat dan dunia usaha. rotan getah sebanyak 258 ton. Kalimantan Barat juga memiliki potensi pembangunan yang besar di biding kehutanan.045 ha.252.100 ha. meliputi: arang rimba campuran di atas tanah seluas 309.985 ha.445. damar batu sebanyak 78 ton. Ada pun suaka alam lainnya mencapai 210.030 m³.800 batang.307. mencapai 29. Kawasan budidaya hutan meliputi hutan produksi terbatas seluas 2. dan hutan produksi konversi mencapai 514. Predikat ini dicapai melalui kerja keras dan kerjasama pemerintah daerah. kulit kayu gembor seberat 128 ton dan 57 ton gaharu buaya.

27%dari total luas provinsi. Lebih lanjut.573. sarana permukiman.000 ha yang setiap tahunnya menyumbangkan pangan tanaman padi bagi masyarakat di sana.87 ha atau 65.350. pintu-pintu air.988 ha.383.51% dari total luas provinsi.. Sebagai provinsi ketiga terluas di Indonesia. jalan dan jembatan.000 ha padi local. hutan-hutan di provinsi ini dibagi dalam empat tipe penyebaran. Proyek ini berhasil membuka areal baru pertanian (ekstensifkasi). misalnya. Ini juga sekaligus membuka lowongan kerja buat masyarakat sekaligus lahan investasi baru untuk investor. Dalam kaitan ini.500 ha yang terdiri dari 500 ha padi unggul dan 12.388. Di areal PLG terdapat potensi lahan padi seluas 160.Provinsi Kalimantan Tengah Keppres Nomor 82 Tahun 1995 tentang Pengembangan Lahan Gambut Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimantan Tengah telah mendasari pelaksanaan proyek pengembangan lahan gambut (PLG) untuk pertanian tanaman pangan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.04% diri total luas wilayahnya. meningkatkan intensitas tanam. sekaligus melakukan panen perdana untuk penanaman padi seluas 12. namun dengan tekad dan optimisme yang tinggi kiranya harapan Presiden dapat terwujud.363. menata semuanya itu dengan baik. Hutan Rawa Gambut seluas 2. Pada musim tanam AprilSeptember 2006 saja. Sektor ini menyumbang penerimaan negara . Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menaruh perhatian besar pada potensi ekonomi dan besarnya aset yang telah ditanam pemerintah pusat di kawasan PLG itu. dengan penuh tanggung jawab. tapi juga akan memberikan kontribusi pangan dalam skala nasional. dan Hutan Pantai Mangrove seluas 832.789.72 ha atau 64.04% dari total luas wilayah ini bisa dipastikan sangat menguntungkan Provinsi Kalimantan Tengah.. Luas hutan yang mencapai 64. Dengan karakteristik vegetasi penutupan lahan yang unik dan khas. terdapat luas areal sawah 12.70 ha atau 14.280.55 ha atau 5. dengan penuh semangat. teruskanlah mengembangkan.294. memanfaatkan lahan-lahan berawa. Kalimantan Tengah mempunyai kawasan hutan seluas 10. serta mendatangkan transmigran baik dari luar maupun lokal. Ini tercermin dari ungkapan Beliau: ―Kami yakin proyek ini tidak saja bakal menyejahterakan penduduk Kalimantan Tengah. agar citacita Pak Gubenur dengan semua pimpinan dan masyarakat Kalimantan Tengah ini dapat terwujud dengan baik―.683. mencanangkan ”Rehabilitasi dan Revitalisasi Pengembangan Lahan Gambut” di Kalimantan Tengah. mencetak sawah.31 ha atau 15.44 % dari total luas provinsi. merencanakan. Dalam sambutannya Presiden berharap: ―.08% dari total luas provinsi. membangun berbagai jenis saluran. Semua itu dilakukan oleh dan dengan anggaran berbagai departemen selama 4 sampai 5 tahun.500 ha dengan komposisi bibit unggul seluas 512 ha dan bibit lokal seluas 11. masing-masing Hutan Hujan Tropika seluas 10. Presiden menunjukkan keseriusannya terhadap proyek ini dengan mengeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah. optimistis. ―ujar Teras Narang. pada 29 Agustus 2006. Hutan Rawa Tropika seluas 2. dengan menugaskan Gubenur Kalimantan Tengah dalam penanganan Lahan Gambur sangatlah berat. Inilah yang mendiring Presiden RI.

Pada 2006.375 ekor pada 2006 atau naik 13. Jenis ikan hasil budidaya pada 2006 meliputi: patin. cucut. bantuan sedimen (65%) dan batuan metamorf (10%). luas lahan rumput yangpotensial untuk berbisnis peternakan sapi.yang cukup besar dalam bentuk provisi sumber daya hingga sebesar Rp 132.897 ton crude palm oil (CPO) pada 2006 dan 165. erdapat di bagian utara Kalimantan Tengah dan dikenal sebagai ―Borneo Gold Belt―. Padahal.579 kg pada 2005 menjadi 25. khususnya ternak sapi potong yang jumlahnya naik dari 55. Secara geologis.59. IPK dan Izin Sah Lain-nya (ISL) serta dari hasil lelang kayu trmuan maupun kayu sitaan. bawal air tawar. sepat.067.dan dana reboisasi sebesar Rp 316.100.999 ekor pada 2005 manjadi 63. jelawat. populasi ternak selama 2004 terus nail. rajungan. Inilah bisnis sampingan yang bisa digarap selain sawit.8925. belanak.893 ton.996. Pada satuan beku ini. teri tembang. Sejumlah investor lokal maupun luar telah melirik bisis pertambangan yang menggiurkan ini. udang galah. 82. toman. pemerintah setempat manarik keuntungan dari hasil 813. hasil tangkapan perairan tawar meliputi baung. kambing/domba. seluang. Dari jumlah itu. jika produksi sawit meningkat. Sektor peternakan di Kalimantan Tengah pada umumnya masih digarap secara tradisional dalam bentuk usaha kecil atau rumah tangga. mulai dari enam Kontrak Karya (KK). Sektor ini dari tahun terus memikat para investor. 15 Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan . dan bandeng. gurami. udang galah. Penerimaan negara tersebut berasal dari pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPK).000 ton. dan unggas tersedia luas.73%. benagin. lele. Ini semua berkat kegiatan aksi pembibitan dan Penguatan Modal Keuangan Usaha Kelompok (PMKUK) dan skim kredit ketahanan pangan.223 kg pada 2005 menjadi 4.851. gabus. mayung. Sedangkan. Kalimantan Tengah terdiri atas satuan batuan beku (25%).418. Satuan sedimen terdiri atas tigacekungan besar masingmasing cekungan Balito. Berpijak pada fenomena inilah pemerintah setempat kemudian menargetkan produksi CPO mencapai 2 juta ton pada 2009. dan lainya. Namun demikian. kelabau. toman. kebutuhan pupuk pun bisa dipastikan meningkat. Ketiga cekungan ini mangandung cebakan minyak dan gas bumi. Lenaikan yang sama terjadi pada produksi telur dari 3. ikan mas.50.5% dibandingkan produksi tahun sebelumnya. betutu. Bisa dibayangkan. tapah.347. Pada 2006 saja. cekungan Melawi dan cekungan Kutai.542. kepiting.212 ton adalah perikanan tangkap dan 6. lais. kerbau.681 ton sisanya produksi perikanan budidaya. Sumber daya alam yang tak kalah memikat di Bumi Tambun Bungai ini adalah perkebunan kelapa sawit. kakap.24%. jika produksi sawit itu ditargetkan mancapai 2 juta ton. dan lain-lain. Produksi daging juga meningkat dari 13.361 ton pupuk. gurame. perkebunan sawit di Kalimantan Tengah menyedot 161. Dari buah yang melimpah itu. terhampar 523. patin. udang.502 ha kebun sawit. tersimpan potensi emas dan perak serta beberapa jenis logam dasar. Sektor perikanan pada 2006 produksinya mencapai ± 88. selar. Ketiga satuan batuan ini membawa potensi bahan galian tambang yang beragam.344.000 ton PLO.52%. logam mulia dan logam dasar sekunder. Termasuk dalam jenis ikan hasil tangkapan di laut adalah tongkol. betok. kembung. batubara. udang windu. tenggiri. biawan. pari. jelawat. nila. sembilang.-.558. naik 8.351 kg pada 2006 atau nail 29. dengan jumlah produksi 1. Ini terlihat dari jumlah perizinan dan kontrak yang dibuat oleh Pemda Kalimantan Tengah.

akan mencapai 20 juta ton per tahun.931 juta ton dengan klasifikasi terukur. 23 Surat Izin Pertambangan Rakyat (WPR) di lokasi seluas 87. Diperkirakan produksi 2009. Target produksinya memang 5 juta ton per tahun. 60 Surat Izin Pertambangan Rakyat Daerah. meskipun realisasinya baru mencapai 2 juta ton akibat kendala angkutan. Sumber: Indonesia Tanah Airku (2007) . terdiri atas 1.6064 miliar ton dengan klasifikasi tereka.537.5 miliar ton batubara. 289 Kuasa Pertambangan (KP).94 ha.Batubara (PKP2B). Di Kalimantan Tengah kini tersedia potensi 3. dan 684.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful