“Pandangan Alkitab Terhadap Kebudayaan” by Cornelius S. Y.(12) & Yoseph A.

K (36 )/ XI-A-2

Pandangan Alkitab Terhadap Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil usaha manusia, sedangkan agama khususnya agama wahyu/ somawi, dipercaya bukan berasal dari manusia melainkan diwahyukan oleh Tuhan sendiri. Dipandang dari sudut pandang alkitab, kebudayaan dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain: 1. Tugas Manusia & Kebudayaan Allah telah mengangkat kita sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia, selain itu, Dia juga memberi mandat atau kuasa kepada manusia dan manusia juga harus mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan yang telah memberi mandate yang telah diberikan kepada manusia telah dinyatakan dalam Kejadian 1 :28. “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burungburung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."” Selain diberi kuasa untuk menaklukan dan menguasai ciptaan-Nya, Tuhan juga menempatkan manusia di bumi untuk mengusahakan dan memelihara segala ciptaan-Nya Kejadian 2 :15. “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” Hal ini berarti mandat yang diberikan tuhan kepada manusia juga mencakup nebata hidup, mengelola alam, dan memanfaatkannya demi memenuhi kebutuhan hidupnya serta mengusahaakan kesejahteraan dirinya dan alam semesta. Dengan demikian, disinilah letak dasar pemahaman alkitabiah dari kebudayaan menurut iman Kristen. Untuk memenuhi hidupnya, baik fisik maupun rohani , manusia menciptakan peralatan ataupun kesenian yang dapat memuaskan kebutuhannya. Manusia selalu mengembangkan pikiran dan akalnya untuk dapat hidup lebih berkualitas dan inilah mandat kebudayaan yang dipercayakan Allah kepada manusia. 2. Tujuan Kebudayaan Tujuan ideal dari kebudayaan terlihat dalam ungkapan pemazmur yang menekankan bahwa tujuan manusia adalah untuk memuji Tuhan seperti yang tertulis di Mazmur 150 : 1. dan usaha itu bisa dicapai dengan hasil kebudayaan yang kita sebut nyanyian, tari-tarian dan alat-alat musik (Mazmur 150 :3-6) “Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi!, Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling, Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang, Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya”

“Pandangan Alkitab Terhadap Kebudayaan” by Cornelius S. Y.(12) & Yoseph A. K (36 )/ XI-A-2

bukan untuk kesombongan diri. Kebudayaan dan hasil-hasilnya juga dapat diarahkan untuk kesombongan diri atau kelompok. 4. disakralkan dengan begitu kebudayaan telah menyimpang dari tujuan semula. Dalam 1 Timotius 6 : 10. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. hasil kebudayaan juga berguna untuk menolong dan melayani sesama manusia. K (36 )/ XI-A-2 Dalam mencapai tujuan kebudayaan itu. Contohnya adalah uang. Negara-negara yang sudah maju baik secara ekonomi atau teknologi sering sekali menyombongkan diri mereka didepan Negara-negara yang masih berkembang atau bahkan yang lebih rendah . 3. kesombongan diri. Y. Y. Tetapi di jaman sekarang ini. Dengan uang. dimana rasul paulus mengatakan bahwa “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Hukum kasih memiliki 2 dimensi yaitu Dimensi vertikal yang bertujuan untuk memuliakan Allah dan dimensi Horisontal yang ditujukan untuk melayani sesama manusia. Jadi seharusnya hasil kebudayaan itu seharusnya bertujuan untuk meninggikan dan memuji nama Tuhan disamping itu.“Pandangan Alkitab Terhadap Kebudayaan” by Cornelius S. namun pada kenyataannya beberapa hasil kebudayaan justru menjadi sarana penyembahan berhala. uang sudah disalah-gunakan. manusia harus mendasarkan upaya dan pemikirannya pada hukum kasih. Hal ini tentunya tidak dikehendaki Allah karena seharusnya kebudayaan itu untuk kesejahteraan sesama.(12) & Yoseph A.(12) & Yoseph A. manusia dapat dengan mudah melakukan aktivitas ekonomi dan jual-beli barang dan jasa. K (36 )/ XI-A-2 . Dampak Negatif dari Kebudayaan Banyak kebudayaan yang pada awalnya ditujukan untuk mempermudah kehidupan manusia. Banyak orang atau bahkan hamba Tuhan yang masih cinta uang dan memprioritaskannya ketimbang cinta Tuhan. Kebudayaan merupakan sesuatu yang sangat menunjukan identitas dari suatu obyek baik itu indi “Pandangan Alkitab Terhadap Kebudayaan” by Cornelius S.” Selain sebagai “prioritas hidup”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful