Bagian I

Modul 1 dan 2 PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

TEAM TEACHING MATA KULIAH PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Malang, Februari 2011

PS AGRIBISNIS FP UB |

1

BAGIAN

I
DESKRIPSI MODUL

PENDAHULUAN

Bagian pertama bahan kajian dalam mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian akan diawali dengan pemahaman tentang konsep pilihan dan kelangkaan sumberdaya (choice and scarcity) yang diimplementasikan pada bidang pertanian, yang dilanjutkan dengan pengenalan sepuluh prinsip ekonomi di bidang pertanian serta dirangkai dengan pemahaman peran mekanisme dalam sistem perekonomian. Bagian pertama bahan kajian Pengantar Ekonomi Pertanian juga mencakup peran ekonomi pertanian dalam sistem perekonomian Indonesia, serta mendeskripsikan klasifikasi sumberdaya dalam pertanian berikut permasalahan yang relevan dari setiap sumberdaya tersebut. Keseluruhan materi bagian pertama dikemas dalam Modul 1 Fundamental Ekonomi dan Sistem Perekonomian dan Modul 2 Sumberdaya Pertanian.

Modul 1. FUNDAMENTAL EKONOMI DAN SISTEM PEREKONOMIAN

I. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1.CHOICE AND SCARCITY A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1
Setelah mempelajari materi pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi 2. Menemukenali cara berpikir seorang ekonom 3. Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi

B. MATERI PEMBELAJARAN 1 Definisi dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi sebagai salah satu cabang ilmu sosial, didedikasikan untuk mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang tak terbatas, dengan mengoptimalkan alternatif penggunaan sumberdaya yang langka. Kontradiksi antara kelangkaan sumberdaya dan ketidakterbatasan kebutuhan
PS AGRIBISNIS FP UB | 2

mengharuskan manusia sebagai Homo Economicus senantiasa bertindak dalam konteks optimalitas pilihan. Definisi ilmu ekonomi dapat dikembangkan dari tiga konsep kunci sebagai berikut: 1. kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas (unlimited human’s needs and wants) 2. sumberdaya ekonomi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia relatif langka (scarcity resources) 3. kedua kondisi tersebut mendorong manusia untuk senantiasa mengoptimalkan pilihan (choice) alternatif penggunaan sumberdaya agar dapat memberikan kepuasan konsumsi atau keuntungan maksimal Dengan demikian ilmu ekonomi merupakan ilmu sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan atas alternatif pilihan terbaik pemanfaatan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Konsumen, berupaya mengoptimalkan pilihan konsumsinya agar dapat memaksimalkan kepuasan (utilitas) dengan anggaran belanja yang terbatas. Sementara itu produsen, akan berusaha memilih alternatif terbaik penggunaan sumberdaya produktif yang mereka miliki untuk memaksimalkan profit atau keuntungan. Ilmu ekonomi dibagi ke dalam dua cabang utama yaitu mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi mengkaji perilaku unit ekonomi individual. Unit-unit ini mencakup konsumen, pekerja atau buruh, para penanam modal, pemilik lahan,perusahaan atau unit bisnis, dan setiap individu atau entitas yang memainkan peranan dalam kinerja perekonomian. Mikroekonomi menjelaskan cara dan alasan unit-unit ekonomi ini mengambil keputusan pembelian dan bagaimana pilihan-pilihan mereka dipengaruhi oleh harga dan pendapatan yang senantiasa berubah. Mikroekonomi juga menjelaskan bagaiman perusahaan memutuskan berapa orang pekerja yang akan dipekerjakan dan dalam jangka waktu berapa lama, bagaimana pekerja-pekerja tersebut memutuskan di mana akan bekerja dan pada tingkat upah berapa serta berapa jam kerja yang dialokasikan. Bidang kajian mikroekonomi lain yang tak kalah penting adalah tentang bagaimana unit-unit ekonomi berinteraksi satu sama lain untuk membentuk unit-unit yang lebih besar yaitu pasar dan industri (Pindyck dan Rubinfeld, 2001). Sebaliknya makroekonomi, mengkaji perekonomian berdasarkan unit analisis agregat, seperti tingkat dan laju pertumbuhan produksi nasional, suku bunga, pengangguran dan inflasi. Dalam mengembangkan bahan kajiannya, ekonomi sangat menggantungkan diri pada pemakaian teori yang merupakan simplifikasi dari realitas. Dengan cara ini ekonomi dapat menjelaskan bagaimana unit-unit ekonomi berperilaku. Representasi realitas ekonomi lazimnya diformulasikan dalam bentuk model grafis dan matematis yang pada prinsipnya berfungsi sebagai alat bantu analitis untuk menjelaskan teori dan meramalkan pola perilaku unit analisis.

PS AGRIBISNIS FP UB |

3

Kita semua. Perbedaannya terletak pada seberapa besar kelangkaan sumberdaya yang mereka hadapi dan kemampuan untuk mengatasi problematika yang timbul akibat kelangkaan tersebut. Kelangkaan merupakan konsep yang relatif. Tujuan produsen adalah memaksimalkan profit dengan keterbatasan modal usaha yang mereka punyai pada tingkat harga jual produk mereka di pasar. Konsumen senantiasa berupaya memaksimalkan kepuasan dengan keterbatasan sumberdaya finansial yang mereka miliki. Ada dua alasan yang melatarbelakangi perilaku ini yaitu: 1. Biaya dan Pilihan (Choice) Makna terminologis ilmu ekonomi yang utama berkaitan dengan masalah pilihan (choice). yang selanjutnya dapat saling dipertukarkan dalam perekonomian pasar.Penanganan yang tepat atas kelangkaan sumberdaya relatif ini kemudian melahirkan konsep spesialisasi. Konsumen misalnya harus menetapkan pilihan atas beberapa jenis barang yang ingin dikonsumsinya. Konsekuensi dari batasan ini menyebabkan bahan kajian dari ekonomi pertanian sangat luas sebab definisi di atas sekaligus merepresentasikan muatan ekonomi. Dengan kata lain ekonomi pertanian merupakan aplikasi prinsip-prinsip ilmu ekonomi di bidang pertanian. sosial serta isu-isu kebijakan dan lingkungan hidup yang sebagaimana diketahui sangat lekat dengan masalah-masalah ekonomi pertanian. khususnya yang berkaitan dengan industri bahan pangan. Konsep Kelangkaan (Scarcity). Kelangkaan Sumberdaya(scarcity) Konsep kelangkaan merujuk pada terbatasnya kuantitas ketersediaan sumberdaya dibandingkan dengan kebutuhan relatif masyarakat. serat dan bio energi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa baik konsumen maupun produsen selalu mempertimbangkan manfaat (benefit) dan ketersediaan sumberdaya dalam proses pengambilan keputusan atas tindakan yang bermotif ekonomi. maka ekonomi pertanian haruslah mencakup analisis ekonomi dari proses teknis produksi serta hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian. dapat diproduksi output unggulan yang relevan. PS AGRIBISNIS FP UB | 4 . Selanjutnya karena ekonomi pertanian dapat dipandang sekaligus sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian dan ilmu ekonomi. Negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi pun harus menghadapi masalah kelangkaan sumberdaya sebagaimana halnya negara-negara miskin. terlepas dari siapa dan apa peran kita harus mengambil keputusan mengalokasikan waktu yang kita miliki untuk bekerja atau tidak.Ekonomi Pertanian sebagai Disiplin Ilmu Ilmu ekonomi pertanian bersumber pada dua jenis cabang ilmu: Ilmu Pertanian dan Ilmu Ekonomi. Melalui pemilikan sumberdaya yang spesifik. Kita juga harus mengambil keputusan apakah akan membelanjakan uang kita atau menabung saja. Persepsi bahwa ekonomi pertanian semata-mata mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan tidak dapat dibenarkan sebab ruang lingkup ekonomi pertanian juga menyentuh aktivitas perekonomian yang jauh lebih luas. Produsen di sisi lain juga harus mengambil keputusan dalam aktivitas produksinya.

apa yang paling Anda butuhkan dan inginkan dalam satu minggu ke depan? Apa saja dan berapa jumlah sumberdaya personal (uang. 1. kelangkaan sumberdaya dan biaya peluang. hukum dan moralitas serta etika. Apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan? Sebagai konsumen produk pertanian. peralatan. Dengan mempertimbangkan sumberdaya ekonomi yang relatif langka ketersediaannya. Keputusan ini berkaitan erat dengan metode atau teknologi produksi yang akan digunakan. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 1. Biaya peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi misalnya adalah sama dengan nilai pendapatan yang seharusnya diperoleh bila seseorang memilih bekerja dan tidak melanjutkan pendidikannya. waktu dan sebagainya) yang Anda miliki untuk dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan Anda tersebut? Apakah semua kebutuhan dan keinginan Anda dapat terpenuhi? Bila ya. Pilihan konsumen yang ditetapkan hari ini akan berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang. pilihan mana yang harus Anda korbankan? Berikan ulasan berdasarkan konsep biaya oportunitas! 3. Pada kasus di mana Anda menetapkan pilihan atas sejumlah keinginan dan kebutuhan Anda pada point 1. Proses pengambilan keputusan atas beberapa alternatif pilihan Kelangkaan sumberdaya memaksa konsumen dan produsen untuk menetapkan pilihan. Selain itu proses pengambilan keputusan juga erat kaitannya dengan biaya peluang (opportunity cost). What to produce : barang dan jasa apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya b. Dari uraian materi pembelajaran di atas dapat digarisbawahi bahwa choice and scarcity merupakan dasar bagi keputusan alokasi sumberdaya ekonomi. Uraikan juga jawaban dari pertanyaan yang sama bila Anda sebagai seorang produsen produk pertanian! PS AGRIBISNIS FP UB | 5 . Di luar waktu. adakalanya proses pengambilan keputusan juga dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan non ekonomi misalnya aspek politik. jelaskan bagaimana Anda mengaturnya? Bila tidak jelaskan apa sebabnya dan apa rencana Anda selanjutnya! 2.2. c. dalam setiap perekonomian masyarakat harus mengorganisasikan sumberdaya yang mereka miliki berdasarkan tiga kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Biaya peluang seorang konsumen yang membeli stereo set seharga satu juta rupiah sama dengan suku bunga yang ia terima dari bank seandainya ia mendepositokan uang tersebut. Keputusan yang mereka tetapkan saat ini akan sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang. How to produce: bagaimana memproduksi barang dan jasa yang diperlukan. Who gets the output: kriteria pengambilan keputusan ekonomi berkenaan dengan sistem distribusi yang adil di antara anggota masyarakat C. Demikian pula bagi pengusaha. Penetapan pilihan mengandung dimensi waktu.

Bagaimana masyarakat mengambil keputusan? 2. Bagaimana suatu perekonomian bekerja? PS AGRIBISNIS FP UB | 6 . Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi Menemukenali cara berpikir seorang ekonom Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi Melatih ketrampilan untuk berpikir seperti seorang ekonom B. SEPULUH PRINSIP EKONOMI A. 3. 2. KEGIATAN PEMBELAJARAN 2. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. TUJUAN PEMBELAJARAN 2 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini.II. Bagaimana masyarakat berinteraksi satu sama lain? 3. 4. MATERI PEMBELAJARAN 2 Sepuluh Prinsip Ekonomi dan Implementasinya pada Pertanian Sepuluh prinsip ekonomi dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu prinsip-prinsip ekonomi yang mendasari : 1.

oleh karena itu untuk memperoleh sesuatu yang dibutuhkan seseorang harus mengorbankan sesuatu hal lain. namun di sisi lain ia membutuhkan panen beras sebab lima bulan ke depan akan menikahkan anak gadisnya. Dia mempertimbangkan dua hal. PS AGRIBISNIS FP UB | 7 . seorang petani harus mengambil keputusan antara menanam padi atau jagung. Jika petani tersebut memilih menanam padi maka si petani harus mengorbankan kesempatan memperoleh harga jagung yang sedang tinggi. Hal ini dikuatkan oleh pepatah ‘there is no free lunch’. Masyarakat menghadapi trade off Sumberdaya ekonomi yang menjadi dasar pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat bersifat langka. Sepuluh Prinsip Ekonomi Bagaimana Masyarakat Mengambil Keputusan? 1. Trade off adalah pelajaran pertama dalam proses pengambilan keputusan. harga jagung musim tanam lalu sangat baik. Contoh.Gambar 1.

2. petani umumnya akan langsung menghitung jumlah biaya yang harus dialokasikan untuk membeli bibit. 2000). peluang memperoleh keuntungan sangat jelas sebab nilam adalah bahan baku industri penyulingan minyak atsiri nilam (Patchoulli oil). Biaya adalah apa yang Anda korbankan untuk memperoleh sesuatu (biaya oportunitas). Mereka menyadari bahwa penyesuaian kecil perlu dilakukan tahap demi tahap sehingga manfaat marjinal yang akan mereka peroleh lebih besar daripada resiko atau biaya marginalnya. Untuk itu dalam mengambil keputusan. 3. Dalam banyak situasi. PS AGRIBISNIS FP UB | 8 . mengolah lahan. dsb. misalnya tanaman jagung. tentu harus mempertimbangkan untuk mengimplementasikan metode SRI secara bertahap. Prinsip marjinalitas menyatakan bahwa pembuat keputusan yang rasional hanya akan mengambil tindakan jika dan hanya jika manfaat marjinal dari keputusan tersebut lebih besar daripada biaya marjinalnya. seseorang harus selalu membandingkan biaya dan manfaat dari setiap tindakan yang dipilih. memupuk dan sebagainya. Selain itu penghitungan total biaya budidaya tanaman nilam belum memperhitungkan biaya terbesar yang harus ditanggung petani yaitu pendapatan yang dapat diperoleh petani bila ia menanam komoditas selain nilam. Contoh kasus: Teknik budidaya padi dengan metode SRI (System of Rice Intensification) adalah salah satu teknik budidaya yang direkomendasikan oleh pakar sustainable agriculture karena karakteristik metode yang diterapkan mampu menghemat penggunaan air irigasi dan meningkatkan produktivitas. Prinsip marjinalitas banyak digunakan petani saat mengambil keputusan untuk mengadopsi suatu inovasi tertentu. Banyak keputusan dalam hidup yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaannya. Namun demikian metode SRI mutlak membutuhkan pasokan bahan organik yang lebih tinggi. Seorang petani yang rasional dan telah cukup lama menggunakan metode bercocok tanam padi secara konvensional. kita akan dapat membuat keputusan terbaik jika mau berpikir secara bertahap (Mankiw. Biaya sebenarnya dari barang dan jasa adalah apa yang Anda korbankan untuk memperolehnya. biaya mengikuti pelatihan dan menjadi anggota Koperasi Kelompok Tani. Sebagai contoh: pada saat petani memutuskan untuk menanam daun nilam. Prinsip marjinalitas Insan rasional senantiasa berpikir secara bertahap. Namun bagaimana dengan biaya usahatani yang harus dialokasikan? Untuk menjawab pertanyaan ini. Biaya ini mencakup seluruh biaya langsung dan tak langsung.Dengan demikian biaya yang ditanggung petani termasuk peluang pendapatan usahatani jagung yang hilang karena petani memutuskan menanam nilam. Para pakar eknomi mengistilahkannya sebagai perubahan marginal. belum mencakup biaya tak langsung seperti biaya mengakses informasi tentang tata cara budidaya nilam yang benar. Kategori biaya tersebut barulah biaya langsung. Perlakuan ini juga harus diiringi dengan pengurangan penggunaan pupuk kimia.

Oleh karena semua pelaku ekonomi mengambil keputusan berdasarkan informasi harga. dan pengimpor kedelai membeli kedelai dari asosiasi petani di Amerika Serikat. maka konsumen akan mengurangi konsumsi buah apel. Dari ilustrasi di atas. Anda memperoleh penegasan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam sistem agroindustri keripik tempe selain memperoleh keuntungan juga sekaligus dapat fokus pada bidang usaha yang menjadi keunggulannya. Pedagang besar membeli kedelai dari pengimpor kedelai. bisa jadi si pedagang membelinya dari pedagang besar. Tempe sebagai bahan baku keripik tempe diproduksi oleh pengrajin tempe yang membeli kedelai dari kios langganannya di Pasar Dinoyo. The Wealth of Nations. tidak harus memproduksi tempe sendiri. jika harga apel Batu meningkat. dan mulai beralih mengonsumsi buah salak atau jeruk. Petani apel sebagai produsen juga bereaksi terhadap insentif yang sama dengan cara berupaya meningkatkan produksi apelnya. Misal. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan antara biaya dan manfaat. Perdagangan menguntungkan semua orang Setiap unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan. PS AGRIBISNIS FP UB | 9 .4. Masyarakat bereaksi terhadap insentif. Anda dapat mengamati aplikasi prinsip ekonomi yang ke lima ini dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan si pedagang pengecer kedelai juga tidak harus menanam sendiri kedelai yang dijualnya kepada pengrajin tempe. Bagaimana Masyarakat Berinteraksi Satu Sama Lain? 5. Harga mencerminkan nilai suatu barang bagi masyarakat dan biaya yang harus dibayar masyarakat untuk memproduksinya. 6. Adam Smith merumuskan observasinya yang kemudian menjadi pilar pemikiran utama dalam ilmu ekonomi. Melalui perdagangan semua pihak akan memperoleh kesempatan melakukan spesialisasi pada bidang yang paling dikuasainya sehingga output kegiatan produktif yang dilakukan lebih optimal. seorang pengrajin keripik tempe di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang. Yang disebut sebagai invisible hand oleh Smith sesungguhnya adalah mekanisme harga pasar. Perekonomian Pasar adalah sistem paling efisien untuk mengorganisasi-kan aktivitas perekonomian Dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1776. Sebagai contoh. maka mekanisme harga merupakan sistem yang paling efektif dan efisien untuk mengalokasikan sumberdaya yang langka di antara para pelaku ekonomi tersebut. Smith merumuskan semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di asar secara tertib seolah dibimbing oleh kekuatan tak nampak yang disebutnya invisible hand. maka perilaku kita akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Bukan hanya konsumen yang bereaksi terhadap insentif pasar berupa kenaikan harga apel tersebut.

tentu sangat berbeda dalam standar hidup. Jika inflasi dan penyebabnya sudah diketahui. Kebijakan ekonomi pemerintah ditujukan untuk mengoreksi kegagalan pasar Kegagalan pasar (market failure) adalah suatu situasi di mana pasar gagal mengalokasikan sumberdaya yang relatif langka secara efisien. Hampir semua variasi dalam standar hidup tersebut dapat dikaitkan dengan perbedaan produktivitas antar negara dan antar waktu. Salah satu alasan sulitnya Pemerintah meredam lonjakan inflasi dikarenakan upaya menekan inflasi seringkali mengakibatkan peningkatan angka pengangguran. Praktek pertanian ini tidak dipermasalahkan dan penerapannya tidak dapat digugat atas nama hukum. Pemerintahlah yang harus turun tangan menerapkan peraturan yang membatasi distribusi dan peredaran pupuk serta pestisida kimia. Sebagaimana diketahui. Di negara-negara di mana pekerjanya dapat menghasilkan barang dan jasa lebih banyak per satuan waktu. Beberapa penyebab inflasi antara lain adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. Tingkat harga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Inflasi adalah kenaikan tingkat harga secara keseluruhan di suatu perekonomian. Standar hidup masyarakat tergantung pada produktivitas Perbedaan standar hidup antara satu negara dengan negara lain di dunia sangat signifikan. 9. mengapa dalam implementasinya Pemerintah sering mengalami kesulitan meredam inflasi. Produktivitas adalah jumlah barang dan jasa yang dapat diahsilkan oleh seorang pekerja dalam satu jam kerja. Dengan kata lain. namun demikian akibat dari pencemaran air sungai ditanggung oleh seluruh anggota masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut untuk mandi. Inflasi biasanya ditekan melalui PS AGRIBISNIS FP UB | 10 . Apa yang menjelaskan perbedaan standar hidup antar negara dan antar waktu tersebut? Jawabannya ternyata sederhana. mencuci dan memasak. Pencemaran air adalah salah satu contoh umum. Bagaimana Sistem Perekonomian Berlangsung 8. Tak ada ganti rugi dari petani yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia atas biaya rumahsakit yang harus dikeluarkan oleh masyarakat yang terkena dampak pencemaran.Masyarakat Jepang dan Indonesia. yaitu nilainya akan turun jika jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada produksi barang dan jasa. dapat dipastikan masyarakatnya menikmati standar hidup yang lebih tinggi. Polusi air sungai terutama disebabkan oleh sistem pertanian konvensional yang cenderung menggunakan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan. sebagai contoh perbandingan. kandungan pencemar air yang berbahaya sangat merugikan kesehatan. uang juga mengikuti hukum pasar.7. Masyarakat menghadapi trade off antara inflasi dan pengangguran jangka pendek. Dalam hal ini pasar tak mampu mengatasi persoalan tersebut. Salah satu penyebab kegagalan pasar adalah eksternalitas yaitu dampak tindakan suatu pihak terhadap kondisi pihak lain. 10.

C. khususnya petani di Pulau Jawa yang miskin dan seringkali tunakisma (tidak memiliki lahan). Model-model tersebut sangat efektif sebagai alat bantu untuk menjelaskan berbagai isu ekonomi. 2. Jelaskan tiga prinsip ekonomi yang Anda nilai paling penting. Para ekonom pertanian juga menggunakan model untk mempelajari realitas ekonomi. sertakan data pendukung. Kedua pakar ini mendasarkan opininya pada observasi dan hasil analisis dari observasinya. Carilah tiga judul artikel yang menjelaskan tentang: a. Lengkapi ilustrasi tersebut dengan diagram yang menjelaskan alur logika interaksi ekonomi yang berlangsung. Model pertama dalam ekonomi pertanian dan ilmu ekonomi pada umumnya adalah diagram alir perekonomian. Hal ini berarti lapangan kerja baru akan berkurang. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 2.pengurangan kuantitas uang. Beliau berdua pernah berpolemik di mimbar akademik perihal konsep pembangunan pertanian dengan pendekatan agribisnis dan pendekatan pro poor. Namun demikian keduanya memiliki asumsi yang berbeda. Laju inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir (2004-2009) dan berikan ulasan deskriptif. Sedangkan Prof. Pantjar Simatupang guru besar di IPB. Mubyarto adalah seorang guru besar di Universitas Gajah Mada. Dilema atau trade off antara inflasi dan pengangguran ini dikenal sebagai konsep Kurva Philip. Prof. Lab ekonomi pertanian adalah realitas ekonomi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. PS AGRIBISNIS FP UB | 11 . Mubyarto menyatakan bahwa model pembangunan agribisnis kurang sesuai bagi petani Indonesia. Pantjar sangat meyakini bahwa pendekatan agribisnis mampu menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian di masa mendatang. Jika uang berkurang. Prof. maka dana investasi dan produksi menyusut. Berpikir Seperti Seorang Ekonom Pertanian Para ekonom pertanian selalu mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi dengan obyektivitas seorang ilmuwan. Apakah Anda mengenal ekonom pertanian terkemuka di Indonesia? Sebutkan siapa saja mereka! Profesor Mubyarto dan Profesor Pantjar Simatupang adalah dua di antar para ekonom pertanian terkemuka di Indonesia. sementara Prof. berikan ilustrasi contoh kasus dan implementasi prinsip ekonomi tersebut di bidang pertanian. sehingga pengangguran akan bertambah. Dengan demikian seni dalam berpikir ilmiah adalah memutuskan asumsi mana yang dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Asumsi adalah penyederhanaan realitas ekonomi yang ditetapkan oleh ekonom pertanian untuk memusatkan lingkup kajian yang sedang diobservasinya. 1. Sebagaimana semua ilmuwan seorang ekonom pertanian membuat asumsi yang tepat dan membangun model-model sederhana untuk memahami dunia sekitar mereka. Hal ini sangat penting dalam ilmu ekonomi sebab ilmu ekonomi tidak memiliki laboratorium.

melainkan kepentingan para price maker 3. beberapa di antaranya adalah: 1. c. TUJUAN PEMBELAJARAN 3 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini. Data angka pengangguran di Indonesia selama 5 tahun terakhir dan berikan ulasan deskriptif. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. MEKANISME SISTEM PEREKONOMIAN A. Sistem perekonomian pasar: yaitu metode pengorganisasian perekonomian di mana alokasi sumberdaya ekonomi ditetapkan secara independen melalui keputusan dan tindakan individu sebagai pelaku pasar. maka harga pasar yang terbentuk melalui transaksi umumnya tidak mencerminkan kepentingan masyarakat pada umumnya. Pengadaan barang publik: beberapa jenis barang yang hanya dapat disediakan secara kolektif seperti keamanan. MATERI PEMBELAJARAN 3 Konsep Dasar Sistem Perekonomian Sistem perekonomian adalah metode untuk mengorganisasikan alokasi sumberdaya dan mendistribusikan produk. Dalam ilmu ekonomi dikenal dua sistem perekonomian yang antagonistik sebagai berikut: 1. KEGIATAN PEMBELAJARAN 3. Menemukenali keterkaitan antar sub-sektor B. Mengenal mekanisme sistem perekomomian 2. Jelaskan alur logikanya berdasarkan prinsip ekonomi yang relevan. 2. Mekanisme harga dalam sistem perekonomian pasar tidak selamanya dapat memecahkan masalah ekonomi dengan baik. III. namun untuk produk-produk tertentu yang menguasai hajat hidup masyarakat pemerintah mengaturnya melalui berbagai bentuk intervensi pasar. baik sebagai konsumen.b. Kebijakan dan strategi yang telah dilakukan Kabinet Indonesia Bersatu untuk menanggulangi masalah inflasi dan pengangguran di Indonesia. produsen maupun distributor. Sebagian besar negara di dunia. ketertiban hukum. pendidikan dan sebagainya tidak dapat PS AGRIBISNIS FP UB | 12 . Distribusi pendapatan: mekanisme harga tidak selalu bisa menjamin keadilan distribusi pendapatan 2. Ketidaksempurnaan pasar: apabila terdapat perbedaan kekuatan pasar yang menyolok. menganut sistem perekonomian campuran di mana alokasi sumberdaya ekonomi diserahkan pada mekanisme pasar. Sistem perekonomian terpusat: yaitu metode pengorganisasian perekonomian di mana alokasi sumberdaya ekonomi ditetapkan oleh pemerintah dan institusi yang memiliki kewenangan Dalam prakteknya sangat sedikit negara yang menerapkan kedua sistem perekonomian tersebut secara murni.

Gambar 2: Model Alir Sistem Perekonomian Pasar Diadaptasi dari: Boediono. 1982  Perusahaan menjual barang kepada rumahtangga dan membeli input dari rumahtangga baik berupa tenaga kerja maupun sumberdaya lainnya.dipasok melalui sistem pasar. Diagram di atas ini penting. 4.  Rumahtangga membeli barang dari perusahaan dan menjual input produksi (tenaga kerja dan alat produksi lain) kepada perusahaan. Harga berbagai faktor produksi termasuk tingkat upah ditentukan di pasar ini dan PS AGRIBISNIS FP UB | 13 . Permintaan dan penawaran produk dan jasa antara rumahtangga dan perusahaan dipengaruhi oleh harga input dan produk itu sendiri. Transaksi antar kedua sektor tersebut terjadi di dua pasar yaitu pasar produk atau pasar hasil produksi dan pasar faktor produksi atau pasar input. Di pasar produk produsen bertemu konsumen dan harga dari berbagai macam produk ditetapkan. Totalitas masyarakat di suatu wilayah dianggap sebagai sektor rumahtangga. Pengelolaan perekonomian secara makro: mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya totalitas kegiatan perekonomian Struktur Perekonomian Pasar Diagram berikut ini menunjukkan struktur dasar sistem perekonomian pasar. Gerak harga produk ini merupakan jawaban atas pertanyaan what to produce? Sedangkan di pasar input. Sebagian anggota masyarakat juga bertindak sebagai pemilik usaha yang mengorganisasikan kegiatan produksi. Dalam hal ini diperlukan intervensi pemerintah sebagai pemasok barang dan jasa publik. Eksternalitas: mekanisme pasar tidak selalu dapat memperhitungkan pengaruh sosial kegiatan perekonomian misalnya pengaruh keberadaan suatu pabrik pada kualitas lingkungan 5. sektor produksi (perusahaan) bertransaksi dengan sektor rumahtangga sebagai pemasok faktor produksi.

Kasus 1: Pengadaan sarana jalan di pedesaan adalah sangat penting bagi kegiatan pemasaran produk pertanian. sebaliknya jika tidak berikan argumentasi Anda! Kasus 2: Himpunlah informasi tentang praktek pertanian di negara-negara sosialis yang umumnya menganut sistem perekonomian terpusat. Kegiatan pertanian telah dimulai sejak beribu tahun yang lalu ketika manusia tidak lagi memenuhi sumber pangannya dari berburu dan mengumpulkan. MATERI PEMBELAJARAN 4 Pendahuluan Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki karakteristik khas dan berbeda dari sektor lainnya. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Berikan ilustrasi empirik disertai contoh-contoh apa kekurangan dan kelebihan masing-masing sistem perekonomian tersebut dalam mengelola sektor pertanian! IV. Memahami peran masing-masing sumberdaya 3. Sebagai sektor ekonomi yang paling tua maka sektor ini merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja PS AGRIBISNIS FP UB | 14 . Apakah model alir sistem perekonomian pasar dapat mewakili realitas perekonomian? Lakukan observasi dan kajian pustaka lalu berikan penjelasan disertai contoh-contoh penerapannya dalam sektor pertanian! 2. 1. Karena sejarah panjangnya terhadap kehidupan manusia tersebut maka perekonomian yang bercirikan pertanian khususnya pedesaan telah menumbuhkan adat dan kebiasaan yang sangat kuat dalam masyarakat. Menemukenali karakteristik dan permasalahannya B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 4. PERAN EKONOMI PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA A.menjadi jawaban atas pertanyaan how to produce dan who gets the output? Secara implisit. Mampu mengidentifikasi jenis sumberdaya di bidang pertanian 2. model di atas menginformasikan bahwa mekanisme harga dapat menjawab seluruh pertanyaan atas pengambilan keputusan alokasi sumberdaya dalam perekonomian secara efektif dan efisien (Boediono. C. Berikan ulasan. TUJUAN PEMBELAJARAN 4 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 3. bagaimana lazimnya pengadaan sarana dan prasarana publik di daerah asal Anda diselenggarakan? Dapatkah penawaran jasa pengadaan sarana jalan ini diserahkan kepada mekanisme pasar? Jika ya jelaskan. Bandingkan dengan kondisi pertanian di negar-negara yang menganut sistem perekonomian pasar. Kegiatan bercocok tanam terus mengalami perkembangan seiring juga dengan perkembangan pengetahuan modern.1982).

2001). 1995 dalam Harianto. Karakteristik lainnya adalah sektor pertanian menggunakan dan memerlukan lahan dalam proses produksinya. (3) sebagai pasar potensial bagi produk-produk industri. Sebagaimana lahan. maupun industri hulu seperti pupuk.terutama bagi negara-negara pada tahap membangun. Artinya pertumbuhan sektor pertanian akan mendorong pertumbuhan sektor industri.. yakni hanya sektor pertanian saja yang mampu menghasilkan bahan pangan bagi keberlangsungan umat manusia. pestisida termasuk industri mesin pertanian.2001). Meski manusia mampu menciptakan industri besi. Berkembangnya sektor industri juga menyebabkan semakin baiknya infrastruktur serta kemampuan manajerial sumberdaya manusia. Peningkatan permintaan sektor non pertanian tidak hanya akan terjadi pada produk-produk konsumsi langsung tetapi terjadi juga untuk produk-produk non pertanian sebagai input usahatani maupun untuk investasi (Tomich et al. (2) penyedia bahan baku bagi sektor industri. (5) sumber perolehan devisa karena produk pertanian merupakan komoditi ekspor. baja atau listrik yang berteknologi tinggi tapi manusia tetap membutuhkan sektor pertanian sebagai penyedia bahan pangan karena kebutuhan ini tidak ada subtitusinya. 2000). Dalam pembangunan ekonomi. minuman. sektor pertanian diharapkan tumbuh pesat dan menghasilkan surplus yang besar sebagai prasyarat untuk memulai transformasi ekonomi. Pertumbuhan sektor pertanian yang cepat akan mendorong permintaan sektor non pertanian karena adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Peranan penting sektor pertanian dalam perekonomian suatu negara antara lain. (4) sumber tenaga kerja dan pembentukan modal yang diperlukan bagi pembangunan sektor lain. Selain faktor lahan. kontribusi terhadap ekspor serta kontribusi terhadap konsumsi masyarakat. Tingginya penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tidak hanya disebabkan karena sektor ini membutuhkan tenaga kerja yang banyak dalam pengelolaanya tetapi juga karena pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja terhadap pertanian lebih baik dibandingkan sektor lain. Hal ini ditunjukkan bahwa penyerapan angkatan kerja bagi negara-negara miskin mencapai 60-70 persen (Tambunan. baik industri hilir seperti industri pangan. Pada akhirnya sektor pertanian memiliki karakteristik utama yang tidak dimiliki oleh sektor lain. dan obatobatan. terutama pada tahap-tahap awal pembangunan. pertanian juga sangat tergantung dengan faktor cuaca (iklim). Artinya lahan merupakan faktor produksi utama bagi produksi sektor pertanian sehingga ketergantungan atas ketersediaan lahan pertanian sangat tinggi. PS AGRIBISNIS FP UB | 15 . Pengukuran atas peranan suatu sektor dalam perekonomian dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja. kontribusi terhadap penciptaan PDB (produk domestik bruto). (6) mengurangi kemiskinan. (7) pelestarian lingkungan hidup dan kontributor pembangunan pedesaan (Tambunan. cuaca sangat berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain dan perbedaan atas lahan dan cuaca menyebabkan teknik produksi dan komoditas yang dihasilkan oleh sektor pertanian akan bervariasi antar daerah. sebagai: (1) penyedia bahan pangan yang diperlukan masyarakat untuk menjamin ketahanan pangan. contohnya: industri pupuk dan pestisida. tekstil.

diantaranya yang mengalami penurunan paling parah adalah sektor bangunan (36. Proporsi suatu sektor terhadap total PDB merupakan salah satu alat ukur peran sektor tersebut dalam perekonomian suatu negara. Penurunan kontribusi sektor pertanian terus terjadi pada kurun waktu 1990-1997 sedangkan kontribusi sektor industri pengolahan terus meningkat hingga 26. Rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia selama kurun waktu 1988-20052 sebesar 20. keuangan (26. Secara ringkas perkembangan tingkat pertumbuhan sektoral disajikan pada Gambar 3. perdagangan (18. perdagangan dan bangunan. 1984 menyatakan bahwa kontribusi produk (product contribution) dari sektor pertanian tercipta karena sektor pertanian mampu mendorong ekspansi sektor non pertanian melalui penyediaan pangan dan bahan baku bagi industri pengolahan.79 persen (1997). Tahun 1990 kontribusi produksi sektor industri pengolahan telah mengambil alih kontribusi produksi sektor pertanian dan menjadikan industri pengolahan sebagai kontributor tertinggi pembentuk PDB Indonesia. Sektor-sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi (lebih dari 20% per tahun) berturut-turut adalah sektor keuangan.2%) serta pengangkutan dan komunikasi (15. industri pengolahan dan perdagangan. perekonomian Indonesia didominasi oleh tiga sektor yaitu pertanian. kontribusi sektor pertanian mengalami penurunan seiring dengan membaiknya kondisi sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.14% sedangkan sektor industri pengolahan pada proporsi 28%-30% (Gambar 2. Perkembangan kontribusi sektor pertanian dari tahun 2000-2005 berada pada proporsi 16% .3 persen). Semakin besar proporsi PDB suatu sektor terhadap total PDB menunjukkan semakin besarnya dominasi sektor tersebut terhadap penciptaan pendapatan negara.2. 1 2 Dihitung dari PDB atas dasar harga konstan Dihitung dari PDB atas dasar harga konstan PS AGRIBISNIS FP UB | 16 . Pada tahun 1988-1989 kontribusi sektor pertanian berada pada proporsi lebih dari 20 persen dan paling besar diantara 9 sektor lainnya. Selain kedua hal tersebut. ditinjau dari perdagangan luar negeri sektor pertanian juga akan mampu menghasilkan surplus atas neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun pengembangan produk subtitusi impor. industri pengolahan.6%).27% sementara itu pada kurun yang sama sektor pertanian memiliki rata-rata pertumbuhan 16.1%). Pada saat yang sama.44 persen 1. 1961 dalam Ghatak.).68%. sektor pertanian juga terimbas adanya krisis ekonomi namun penurunan sektor ini tidak sebesar yang terjadi pada sektor lainnya (minus 1. sektor pertanian bukan merupakan sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi karena berada pada urutan ketujuh dari sepuluh sektor. Krisis ekonomi tahun 1998 telah mengakibatkan industri pengolahan mengalami kontraksi hebat sehingga produksi sektor ini mengalami penurunan sebesar 11. sektor lainnya. Dari tingkat pertumbuhan per tahun.Sektor Pertanian dalam Pendapatan Nasional Kuznets.4%). kontribusi sektor pertanian kembali meningkat dari 16% menjadi 18%. Kondisi krisis ekonomi tidak hanya mengakibatkan kontraksi pada industri pengolahan tetapi juga menekan pertumbuhan produksi pada hampir semua sektor. Akibat kontraksi dari sektorsektor lain. Hal inilah yang menyebabkan munculnya pendapat bahwa sektor pertanian lebih tahan terhadap goncangan dari luar karena sedangkan sektor industri masih sangat bergantung pada Pasca krisis. Jika dilihat dari struktur perekonomian (struktur PDB) Indonesia pada kurun waktu 1988-2005. pertambangan.

Kontribusi Sektoral Terhadap PDB Indonesia Tahun 1988-20053 Jika dibandingkan antara kontribusi sektoral dengan tingkat pertumbuhan terlihat bahwa tingkat kontribusi sektor pertanian masih relatif tinggi karena termasuk kedalam 3 sektor yang paling banyak menciptakan pendapatan nasional namun dari tingkat pertumbuhannya. Jhonston and Mellor. permitaan akan makanan dan produk-produk pertanian lainnya kurang elastis terhadap pendapatan (elastisitas pendapatan terhadap permintaan/ƐI < 1) jika dibandingkan dengan elastisitas pendapatan terhadap permintaan produk-produk non pertanian (sesuai dengan hukum Engel). sektor pertanian hanya menempati ranking ke-tujuh dari sembilan sektor yang ada. Kedua karena adanya perkembangan ilmu dan inovasi teknologi dalam bidang pertanian menyebabkan para petani meningkatkan pembelian input dari sektor non pertanian selain itu permintaan akan jasa pemasaran off-farm seperti pendistribusian. 3 Dihitung atas dasar harga berlaku.Sumber: ADB. penyimpanan dan pengolahan mengalami peningkatan sehingga proporsi pengeluaran petani terhadap pangan akan mengalami penurunan (Ghatak and Ingersent. penurunan sektor industri pengolahan tidak tajam karena adanya inflasi PS AGRIBISNIS FP UB | 17 . 2006 (Diolah) Gambar 3. Pertumbuhan sektor pertanian yang makin melambat dapat terjadi karena pertama secara umum. Artinya peningkatan pendapatan akan meningkatkan permintaan produksi sektor pertanian dengan proporsi yang lebih kecil bahkan untuk produk tertentu akan mengalami penurunan. Jhonston and Mellor (2007) menyatakan bahwa pertumbuhan sektor pertanian yang makin menurun juga disebabkan karena ekspansi produksi sektor pertanian terhadap input tenaga kerja mengikuti hukum constant dan diminishing return.2007). 1984.

2006 (Diolah) Gambar 4.Sumber: ADB. Pertumbuhan PDB Sektoral Indonesia Tahun 1988-20054 4 PDB atas dasar harga konstan 1993 untuk tahun 1988-1999 dan harga konstan 2000 untuk tahun 2000-2005 PS AGRIBISNIS FP UB | 18 .

00 60.452.210.00 31.00 9.507.086.571.00 9.55 112.641.196.706.60 25.70 285.70 9.687.77 154.636.00 53.894.00 224.403.651.00 34.80 161.128.219.854.00 23.00 5.00 11.00 14.34 143.00 20.00 1.00 76.538.634.00 23.293.00 6.953.42 263.991.00 7.006.00 30.82 22.846.426.78 15.144.335.329.656.00 22.795.577.921.292.508.187.00 75.556.407.009.597.10 Sumber : ADB.00 67.835.834.00 89.00 14.497.00 167.048.00 22.00 109.051.00 2.740.00 8.00 43.587.944.458.884.00 39.00 10.831. 2006 19 PS AGRIBISNIS FP UB | .369.87 506.00 48.90 84.792.446.937.00 15.00 58.832.00 99.107.00 23.25 118.506.655.016.63 590.968.00 47.447.00 13.09 135.00 41.00 12.460.30 228.00 168.555.267.00 140.86 101.582.17 314.025.40 135.878.00 109.00 73.10 121.1.00 55.753.00 22.926.562.896.00 1.00 180.13 77.42 639.508.982.489.Tabel 4.73 10.298.00 215.132. Tahun Perkembangan PDB Indonesia Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 1988-2005 (Milyar Rp) Pertanian Pertambangan Industri Pengolahan Listrik.513.994.200.127.00 27.415.874.00 88.70 24.00 115.012.178.981.39 89.30 369.903.195.692.491.78 331.00 17.19 182.10 80.66 553.00 12.00 16.00 13.00 32.399.00 385.714.007.00 13.00 3.993.339.892.66 194.345.00 46.10 429.00 8.111.00 4.00 51.00 28.646.562.00 35.218.20 7.85 298.088.573.353.283.00 65.00 175.249.795.898.072.828.20 113.76 337.33 142.966.00 63.241.322.00 87.319.510.00 146.824.80 95.00 41.547.15 174.574.00 765.559.00 71.00 35.00 69.30 173.762.53 196.00 11.129.00 42.84 169.653.850.137.023.00 101.535.859.00 40.893.679.507.00 38.440.327.00 365.00 40.970.835.80 6.745.00 22.00 8.00 77.052.00 25.00 172.429.472.00 55.441.689.00 55.60 70.017.553.442.00 46.925.00 61.00 31.220.00 1.540.00 16.00 62.379.897.484.930.873.531.953.762.80 81.616.00 16.00 30.00 10.00 33.76 325.190.60 18.00 34.90 9.00 66.00 11.569.729.876.968.936.463.00 16.290.573.93 19.00 29.00 285.00 56.161.00 28.00 120.58 97.00 238.655.840.00 216.640.00 19.298.00 6.00 7.00 102.60 29.00 38.755.00 45.066.00 40.00 43.361.00 30.746.746.00 69.360.70 873.391.362.00 34.393.451.323.00 52.00 136.429.00 54.00 26. Gas dan Air Bangunan Perdagangan Pengangkuta n dan Komunikasi Keuangan Jasa Pemerintahan Total 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 33.98 267.

233 37.851 76.606 38.608 41.722 94. Perkembangan Angkatan Kerja dan Penyerapan Tenaga Kerja menurut Sektor Tahun 1988-2005 (Ribu Orang) Bekerja Tahun Angkatan Kerja Pertanian Industri Lainnya * Pengangguran Total 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 74.482 72. Hal ini merupakan fenomena umum di negara sedang berkembang di mana tingkat pendidikan masih rendah.817 89. Dengan kata lain.704 81.820 10.802 40.790 39. Perekonomian Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang juga didukung oleh sektor pertanian sebagai penyerap tenaga kerjanya.750 37.408 4.693 7.651 98.841 10. Tingginya daya serap ini tidak hanya karena kegiatan pertanian memang membutuhkan tenaga kerja relatif lebih banyak tetapi juga karena keahlian masyarakat atas sektor ini lebih baik dibandingkan sektor lain.005 9.963 24. pekerjaan utama dari penduduk negara yang sedang berkembang adalah petani.516 11.952 2.378 41.977 38.720 34.110 30.255 8.773 11.677 39.251 10.110 85. Sektor pertanian masih berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja pada proporsi 40%.603 92.811 93. Perkembangan angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja sektoral dapat dilihat pada Tabel 1.455 80.186 2.335 7.070 11.838 90.518 79.780 27.044 41.558 41.078 2.997 7.812 100.340 34.672 88.361 90.063 6.423 78. Meskipun pangsa sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan seiring dengan makin meningkatnya penyerapan sektor industri karena berkembangnya sektor industri dan sektor-sektor lainnya (termasuk jasa).847 95.806 25.354 33.631 103.086 12.032 2.813 8.854 Keterangan : * termasuk pertambangan dan jasa Sumber : ADB.127 10.030 5.197 5.807 91.378 40.273 42.323 38.946 8.934 11.923 37.735 94.634 43.246 3.446 85.744 40.083 1.803 78.206 42.652 25.2.209 39.973 105.406 87.948 2.200 82.496 11.039 80.425 75.904 38.042 40.508 77.858 35.520 38.132 9.776 86.009 9.814 5.Sektor Pertanian dan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor pertanian dianggap penting dalam perekonomian karena daya serap yang tinggi sektor ini terhadap tenaga kerja.284 42.271 28.251 4.153 40.518 73.415 38.072 37.779 102.647 92.642 12.110 11.596 75.110 89.784 10. 2006 .702 85. Tabel 4.737 6.

2 persen pada tahun 1994 sedangkan sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 1.Jika dilihat dari tahun 1988. Penyerapan tenaga kerja sektor industri mengalami pertumbuhan sangat besar pada tahun 1994 dengan laju pertumbuhan 23. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia masih cukup tangguh dan dapat diandalkan dalam penyerapan tenaga kerja yang menjadi pengangguran karena adanya kontraksi dari sektor-sektor lain. Pada kurun waktu tersebut (1988-1994) penyerapan tenaga kerja sektor industri mengalami pertumbuhan 10.1% (Gambar 3) Gambar 5. maka sektor pertanian masih menempati proporsi tertinggi dalam penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi sebesar 56 persen. terlihat penurunan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja pada kurun 1988-1997 namun adanya krisis pada akhir tahun 1997 meningkatkan kembali penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tahun 1998.42 persen sedangkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian pada saat tersebut hanya 46 persen. Artinya lebih dari separuh penduduk Indonesia usia kerja memperoleh penghasilan dan menggantungkan hidup dari sektor pertanian sedangkan 44 persen lainnya bekerja pada berbagai sektor termasuk industri. 2006 (Diolah) Dari Gambar 5. pertambangan.3 persen pada tahun 1988 menjadi 13. perdagangan dan jasa. Kontribusi Sektoral Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sumber: ADB. .7% dari 8.

Menurut Depkeu. Alasan yang biasa digunakan oleh investor adalah besarnya resiko gagal panen sebab sektor pertanian sangat tergantung pada iklim dan kondisi alamiah lainnya. yaitu: 1. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2010. berbagai metode budidaya tanaman. sedangkan konsumsi masyarakat dan investasi akan meningkat dua kali lipat. pelatihan bagi petani berkaitan dengan manajemen. sehingga kurang menarik bagi investor (Tambunan.2009). 2009). pangsa pengeluaran pemerintah akan menurun. Mencegah kecenderungan turunnya pendanaan domestik dan asing untuk pertanian. Selama dekade 1990-an penggunaan kredit untuk sektor pertanian hanya memiliki andil kurang dari 10 persen pertahun dari total kredit yang telah disalurkan oleh semua bank di Indonesia (Tambunan. untuk sektor pertanian KTT Ketahanan Pangan Dunia yang diselenggarakan pada bulan November 2009 menghasilkan komitmen untuk meningkatkan investasi pertanian. Modal bisa bersumber dari investasi luar negeri (PMA). Hasil studi Supranto (1988) dalam Tambunan (2001). Menurut Tambunan (2001) salah satu faktor penting yang sangat menentukan investasi di sektor pertanian bukan hanya laju pertumbuhan output. Sementara itu.dalam negeri (PMDN). dan dana pinjaman (kredit) dari bank. Dengan kata lain pada periode tersebut sektor pertanian di Indonesia mengalami underinvestment. quality control. peralatan modern serta sarana produksi pertanian. dsb. pemerintah mengandalkan pertumbuhan investasi dan menyatakan bahwa pada tahun tersebut ada banyak faktor yang akan mendorong investasi. rendahnya laju pertumbuhan sektor pertanian khususnya subsektor bahan pangan antara lain disebabkan oleh kurangnya PMA dan PMDN di sektor tersebut dan kredit yang mengalir ke sub sektor tanaman pangan relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan sektor industri dan manufaktur. Investasi di sektor pertanian dapat berupa investasi langsung dan tak langsung. 2001). investasi dapat meningkatkan stok kapital. Investasi langsung umumnya ditujukan untuk membeli alat mesin pertanian baru. penanganan dan pengolahan pasca panen produk pertanian. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2010 akan lebih tinggi dibanding tahun 2009 dan pertumbuhan investasi diprediksi akan mencapai 14% dengan nilai sekitar US$21 milyar (Ekonomi dan Bisnis.Sektor Pertanian dan Investasi Investasi adalah bagian sangat penting dalam pembangunan ekonomi termasuk sektor pertanian. di mana stok kapital akan meningkatkan kapasitas produksi masyarakat dan pada gilirannya kemudian empercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional (Van der Eng. ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan di negara sedang berkembang dan . Dalam perspektif jangka panjang makro ekonomi. Penurunan investasi di sektor pertanian dibandingkan dengan investasi di sektor industri dan jasa dikaitkan dengan rate on investmen (ROI) yang rendah. yaitu diperkirakan hanya sekitar 15 %. melainkan juga tingkat daya saing global dari komoditas-komoditas pertanian Indonesia. Investasi tak langsung umumnya berupa kegiatan penelitian dan pengembangan.2001).

2.545 7.004 1995 9.102 Tabel tersebut menunjukkan investasi ke sektor pertanian yang cenderung menurun dibandingkan dengan investasi di sektor industri manufaktur.324 1996 11. Itupun mempunyai kecenderungan semakin menurun hingga .3.922 43. dan implementasi kebijakan pembangunan pertanian. Sektor Pertanian dan Devisa Negara Sebagai negara agraris. Biaya sosial dan politik yang harus ditanggung ekonomi Indonesia akan teramat besar apabila masih terdapat kesalahan elementer yang tidak perlu dalam perumusan.128 15. Investasi di Sektor Pertanian dan Industri Manufaktur (dalam Miliar Rupiah) tahun 1993-1996 Sektor 1993 1994 1995 1996 Pertanian 2.4.346 1994 8.841 15.032 31.010 15. pertanian hanya menyumbang rata-rata 4%.846 11. organisasi. antara lain produksi pertanian dan ketahanan pangan yang semakin meningkat. Skim kredit pertanian dari pemerintah sering mengalami masalah distribusi dan distorsi akibat praktek korupsi dan cost effectiveness yang sangat diragukan. Untuk membantu petani yang sulit mendapatkan kredit dari bank komersial. kesempatan kerja pedesaan yang semakin luas. Meningkatkan investasi baru untuk produksi dan produktivitas pertanian di negara sedang berkembang guna mengurangi kemiskinan dan mencapai ketahanan pangan Peningkatan investasi di bidang pertanian tentu saja diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor pertanian. Indonesia harus lebih serius dalam membangun sektor pertanian dan basis sumberdaya alam.284 Industri Manufaktur 24.956 13.342 59. Indonesia hendaknya bisa mengandalkan sektor pertanian sebagai titik tumbuh perekonomian.735 4. Pemerintah menyediakan skim kredit khusus bagi petani yang dikenal dengan kredit usaha tani (KUT). dan jumlah penduduk miskin di pedesaan yang semakin berkurang serta peningkatan devisa negara dari sektor pertanian Tabel 4. serta potensi ekonomi domestik lain dengan langkah pemihakan dan investasi yang dapat menciptakan pengganda pendapatan bagi segenap lapisan masyarakat. Akan tetapi informasi dari Departemen Pertanian menunjukkan bahwa realisasi KUT hampir setiap tahun selalu jatuh di bawah plafon yang telah ditetapkan. Dari keseluruhan nilai ekspor yang dilakukan Indonesia.218 Sumber: Suprapto (1998) dalam Tambunan (2001) Tabel 4. Kredit Perbankan ke Sektor Pertanian dan Industri Manufaktur (dalam Miliar Rupiah) Sektor Pertanian Industri Manufaktur 1993 7.

995.30 nonmigas Pertanian 38.50 7.625.80 3.5 4. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumberdaya melimpah untuk memproduksi komoditi pertanian merupakan salah satu tujuan negara importir untuk memperoleh bahan mentah.30 12.00 100.60 29.40 migas 11. 2009) Peran lain sektor pertanian dalam perekonomian adalah memperbesar devisa negara.50 2.20 lainnya 35.939.90 76.460.5 5.10 71.90 14. Data ekspor Indonesia dan kontribusi sektor pertanian terhadap ekspor Indonesia total 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 49.36 3.364.60 Sektor industri 32.231.7 4. negara-negara importir juga membeli produk sektor pertambangan dan energi (minyak dan gas) serta produk industri pengolahan seperti tekstil.821.20 34.901.946. alas kaki.872.48 5.873.10 47.80 3.70 65.636.70 4.20 2.50 2.665.438.20 3.20 40.124.332.584.40 62.80 88.9 8.847.593. .112. Selain bahan pangan mentah.60 12.50 48.513.660.2 7.709. Berikut tabel yang menyajikan secara terperinci data tersebut.2 13.20 14.50 22.443.60 85.5.126.21 3.20 47.00 11.10 2.10 2.33 4.132.573.10 92.40 42.70 3.088. Departemen Perdagangan.406.86 7.90 57.34 3.85 5.019. Sebagaimana uraian pada sub bab pendahuluan bahwa produk pertanian merupakan bahan pangan yang sangat tergantung pada kondisi alam (lahan dan cuaca) maka produk pertanian sangat spesifik pada lokasi.50 tambang 3.526. Tabel 4.428.00 7.660.00 40.40 107.50 2.6.70 13.6 8. BI (diolah oleh PUSDATA.20 33.884.320. Negara-negara yang memiliki suberdaya yang rendah akan memenuhi kebutuhan (khususnya pangan) penduduknya melalui kegiatan perdagangan (impor).657.040. Dengan sedemikian besar potensi yang dimiliki.158.684.70 2.975.90 4.50 114.761.00 37.90 41. Indonesia bisa dikatakan belum cukup mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya yang dimilikinya tersebut untuk pengembangan pertanian di Indonesia.8 24.645.90 137.757.60 45.4 4.092.209.724.012.704.058.003.50 11.985.622.023.00 48.51 3.80 61.653.60 48.14 3.30 2. Perkembangan ekspor Indonesia tahun 1996-2009 disajikan secara lengkap pada Tabel 4.30 9.798.593.100.020.894.36 4.880.589.393.90 3.90 53.35 Sumber : Statistik Keuangan dan Ekonomi.20 55.00 56.569.kurun waktu 2008.671.30 19.1 24.814.107.912. makanan dan minuman.6 596.124.584.40 43.880.70 3.60 21.30 79.40 15.10 2.20 66.906.366.10 38.191.60 3.00 3.4 4.50 4.046.651.40 2.96 4.90 3.5 % sektor pertanian 5.30 38.90 55.80 34.70 11.743.792.722.

880.70 3.00 56.569. Struktur ekspor Indonesia tahun 2009. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang diawali dengan melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika.60 Lainnya 35.90 53.107.704.50 11.657.20 14. Sektor lain yang mengalami peningkatan kontribusi yang relatif besar adalah pertambangan. dapat dilihat pada Gambar 6.50 58.00 48.985.366.622.158.80 24.023.584.70 2.178. Sektor pertanian hanya menyumbang 5.665.10 71. kontribusi sektor pertanian terhadap ekspor Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 1998 dari 5.438.70 4.058.6. kontribusi ekspor pertanian hanya 3.636.019.10 2.320.00 7.003.535. Perkembangan ekspor pertanian selanjutnya mengalami penurunan kontribusi seiring dengan meningkatnya kontribusi ekspor sektor industri. 5 Kontribusi rata-rata selama tahun 1996-2009 .30 12.90 3.80 3.50 22.90 3.126.191.20 40.30 14.70 4.50 7.995.80 34.60 3.10 2.709.20 13.40 15.60 29. Pada kurun waktu antara 1996-2009. Hal ini terbukti dengan meningkatnya volume ekspor sektor pertanian dari US$ 3.40 2.50 2.526. Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Perkembangan Ekspor Indonesia Tahun 1996-2009 Menurut Sektor (Juta $) Pertanian 2.50 juta.70 13.088. ekspor Indonesia selama 14 tahun masih didominasi oleh ekspor non migas (79.722.513.20 33.86% menjadi 7.00 100.573.124.645.724.00 Total 49.60 48.40 4.10 Tambang 3.132.60 juta menjadi US$ 3.50 114.79%.50 35.660.50 2.040.231.10 24.60 12.90 137.40 62.20 34.15%5) dan 84% dari total ekspor non migas merupakan sumbangan sektor industri.906.30 19.112.40 92.30 9.884.60 3.70 3.80 Migas 11.90 14.132. 2010 Jika dilihat dari komposisinya.743.625.60 596.660.83% sedangkan kontribusi sektor industri mencapai 63.671.443.70 11.90 8.00 37.90 4. Tahun 2009.90 76.60 85.901.931.40 4.651.946.761.653.20 3.733.364.10 2.10 38. Lemahnya mata uang Indonesia terhadap mata uang asing pada satu sisi telah memukul sektor-sektor yang berbahan baku impor namun bagi produk-produk yang berorientasi ekspor akan meningkatkan daya saing produk tersebut.386.847.20 15.90 57.5% kemudian pangsanya kembali mengalami penurunan.7% dari ekspor non migas dan 4.00 3.332.50 5.30 2.792.60 21.393.020.653.20 55.80 3.593.50 4.584.20 7.80 88.593.798.Tabel 4.872.460.60 8.912.880.80 61.50 Sumber: Pusat Data Departemen Perdagangan.5% dari total ekspor Indonesia selama tahun 1996-2009.00 11.70 65.209.814.00 Industri 32.50 2.100.124.50 48.40 42.

ekspor sektor non migas sebesar 6.71% sedangkan rata-rata laju pertumbuhan sektor migas sebesar 5.5% sedangkan sektor industri sebagai kontributor utama ekspor Indonesia hanya bergerak pada laju 6% selama tahun 1996-2009. Laju Pertumbuhan Ekspor Indonesia Menurut Sektor 6 Data 2009 sampai bulan Oktober.Gambar 6.15%. Gambar 7. Komposisi Ekspor Indonesia Tahun 2009 (%)6 Sedangkan jika dilihat dari rata-rata laju pertumbuhannya. Sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008. Laju pertumbuhan ekspor tahunan Indonesia tahun 1996-2009 disajikan pada Gambar 7.3% sedangkan tahun 1999 mengalami penurunan terendah (-20%). Sektor pertanian memiliki rata-rata laju pertumbuhan paling kecil diantara sektor-sektor lain yakni sebesar 2. 2009 . yakni sebesar 25.

TUGAS KEGIATAN BELAJAR 4. 3. Ghalia Indonesia.R.Inc. Jakarta . Pengantar Ekonomi Pertanian. Dalam rangka untuk memperoleh deskripsi keragaman peran sektor pertanian dalam perekonomian daerah (regional) tingkat Propinsi. Boediono.H. PT Raja Grafindo Persada.T. Jakarta Soekartawi. 6. Menggali data dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (1999 – 2009) tentang: • Penyerapan kerja menurut sektor • Kuantitas dan nilai ekspor menurut sektor • Pendapatan Domestik Bruto menurut sektor 2. LP3ES. New York Mankiw. 2000. 7. 5. Ekonomi Mikro.2001. 4.C.N... maka Mahasiswa diminta untuk: 1.. Harper Collins College Publisher.Yogyakarta Lipsey. Microeconomics.. 3. 1982.S. New Jersey Tambunan. 2002. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta Pindyck R. D. BPFE.L. Jakarta Mubyarto. Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan peran tersebut (soal nomor 2).Economics. Prentice Hall. DAFTARPUSTAKA 1. 2.G. dan Courant.. 1982. Pengantar Ekonomi. N. 2001. P. Mendeskripsikan trend (perubahan) dari peran sektor pertanian dalamperekonomian daerah. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. T. dan Rubinfeld. Sertakan referensi (sumber pustaka) yang dapat dipercaya (credible). Erlangga.G.

Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : (1). (3). Lampirkan hasil pencarian sumber pustaka kelompok Anda. Menyelesaikan semua soal latihan dan tugas yang terdapat pada Modul 1. Penyelesaian tugas ditulis tangan pada lembar kertas folio bergaris maksimum empat halaman (satu lembar ukuran double folio). selesaikan TKB 3 secara kelompok. Metodologi/ cara pengerjaan. Diskusikan jawaban setiap soal latihan TKB 1. (4). Data yang dikumpulkan oleh setiap kelompok berasal dari propinsi yang berbeda (lihat Lampiran Tabel 1). (2). Melengkapi materi pada setiap kegiatan berlajar pada Modul 1 dengan bahan referensi dari sumber lain (2). (6). Dengan menggunakan sumber pustaka (referensi) yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyelesaian tugas TKB 1. Hasil diskusi kelompok (TKB 1. acuan yang digunakan (1). (5). Peran ekonomi pertanian dalam sistem perekonomian Indonesia b. sks : 3 1. kemudian tetapkan kesimpulan yang mewakili kondisi kelompok Anda. Bentuk kelompok kecil dengan anggota 4-5 orang Mahasiswa dari kelompok asisten yang sama untuk menyelesaikan Tugas Kegiatan Belajar (TKB) 1. URAIAN TUGAS : a. TUJUAN TUGAS :  Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi  Menemukenali cara berpikir seorang ekonom  Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi  Melatih ketrampilan untuk berpikir seperti seorang ekonom  Mengenal mekanisme sistem perekomomian  Menemukenali keterkaitan antar sub-sektor 2. ditinjau dari tingkat individu anggota maupun tingkat kelompok. yaitu pada uraian tugas kegiatan belajar 1 sampai dengan kegiatan belajar 4.RANCANGAN TUGAS MODUL I MATA KULIAH/KODE : PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN/ PTE 4216 SEMESTER : Genap . Selesaikan soal TKB 4 secara kelompok. (4). dan ringkasan hasil tugas kelompok disajikan dalam bentuk power point sebagai bahan diskusi kelas yang disajikan pada jadwal Tutorial ke-1. serta dikumpulkan pada waktu jadwal Tutorial ke-1. . Obyek garapan : Fundamental ekonomi dan sistem perekonomian. Untuk itu lakukan identifikasi penyelesaian tugas nomor 1 hingga 3 dari setiap anggota kelompok.3 dan 4 yang terdapat pada Modul 1 dilaksanakan pada jadwal tutorial. c. 3 dan 4) dilaporkan dalam bentuk ketikan. Selesaikan soal TKB 2 secara individu. 3 dan 4.

21. 22. Lokasi Prop NAD Prop Sumut Prop Sumbar Prop Jambi Prop Bengkulu Prop Lampung Prop Riau Prop Riau Kepulauan Prop Bangka Belitung Prop SumSel Prop Banten Prop Jawa Barat Prop DKI Jakarta Prop Jawa Tengah Prop D.4 yang melengkapi Modul Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian). 27. KRITERIA PENILAIAN : a. 6. 3. 32. Penyajian presentasi dalam kelas dalam format power point 3. Penilaian kemampuan didasarkan pada Lampiran Tabel 2. d. (8). kritik dan pertanyaan) f. 16. 2. Kreativitas tampilan power point (hanya menyajikan pointers) c. 15. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan (1). Kelengkapan dan kebenaran jawaban b. 8. 23. 9. Daftar nama Propinsi Unit Analisis TKB 4 Menurut Kelompok Kerja No. Catat jawaban soal yang telah dipecahkan dan yang belum sebagai bahan penguatan (kuliah) pada sesi berikutnya. Lampiran Tabel 1. 10. Kejelasan logika yang dipresentasikan d. 30.(7).I Yogyakarta Prop Jawa Timur Prop Bali Prop NTB Prop NTT Kelas A A A A B B B C C C C D D D D E E E E Kelompok I II III IV I II III I II III IV I II III IV I II III IV No. 25. Penilaian aspek kognitif & afektif dari mahasiswa bukan kelompok penyaji didasarkan pada partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan. (10). Revisi jawaban latihan soal setelah penguatan (kuliah) dikumpulkan pada hari tutorial berikutnya. Kemampuan menjawab pertanyaan/sanggahan atau tanggapan dari audiences e. Jawaban latihan soal (hard copy) sebelum maupun sesudah diskusi kelas yang dilengkapi dengan daftar pustaka. Lokasi Prop Kalbar Prop Kalteng Prop Kalasel Prop Kaltim Prop Sulawesi Utara Prop Sulawesi Tengah Prop Sulawesi Selatan Prop Sulawesi Tenggara Prop Gorontalo Prop Maluku Prop Maluku Utara Prop Papua Prop Irian Jaya Barat Indonesia Bagian Barat Indonesia Bag Tengah Indonesia Bagian Timur Kelas E E E E G G G G G G G G H H H Kelompok V VI VII VIII I II III IV V VI VII VIII I II III IV . 17. 7. 11. 18. 13. 4. 28. 29. (9). 24. 12. 14. 33. 5. Hasil kerja kelompok dipresentasikan dalam kelas pada hari tutorial (lihat jadwal kegiatan pada dokumen RKPS bagian B. (2). 26. 19. Jawaban latihan soal TKB 1 hingga TKB 4 Modul 1 dalam bentuk hard copy dikumpulkan sebelum dilakukan presentasi . 34. 35. 20. 1. 31.

Keterangan: Ind Bag Barat = data rata-rata dari P Sumatera & Jawa.2 0. a. Ind Bag Tengah = data ratarata P Kalimantan + Bali & NTB. 1 Peran Audience Pertanyaan 2 Tanggapan . Indikator penilaian individu dari Tugas Kelompok No. tertinggi: 94 Tabel 2.1 15 21 30 12 14 16 15 21 30 5 7 9 3 5 7 9 Catatan: Nilai terendah: 50. B. 1 2 3 Komponen penilaian Peran Individu Moderator Operator Penyaji Indikator Membaca penuh ½ membaca Tidak membaca Tidak tepat Kurangtepat Tepat Ide tdk orisinil Ide Orisinil & tdk Inovatif Ide orisinil & inovatif Tdk tepat Kurang tepat Tepat Nilai 50 40 50 60 70 60 70 80 60 70 80 60 70 80 4 Menjawab C. Laporan kelompok 1 Kelengkapan deskripsi Indikator Konsep Teori Dasar: Tidak ada Ada & kurang tepat Ada & tepat Kurang dari standar Standar Lebih dari standar Tidak ada Ada & tdk runtut Ada & runtut Tidak ada Ada & tdk relevan Ada & relevan Tidak ada Ada & tdk sesuai Ada & tdk lengkap Ada & lengkap*) Skala Bobot Nilai 2 Power point 3 Sistematika alur logika 4 Data pendukung (Contoh aplikasi) Daftar pustaka 5 50 70 100 60 70 80 50 70 100 50 70 90 30 50 70 90 0.b. Ind Bag Timur = data rata-rata P Irian Jaya + P Sulawesi & NTT Tabel 2.3 0.1 0. Indikator penilaian Kelompok No. Komponen penilaian A.3 0.

5 10.5 6. Laporan kelompok 1 Kelengkapan deskripsi Indikator Konsep Teori Dasar: Tidak ada Ada & kurang tepat Ada & tepat Tidak ada Ada & tdk runtut Ada & runtut Tidak ada Ada & tdk relevan Ada & relevan Tidak ada Ada & tdk sesuai Ada & tdk lengkap Ada & lengkap Skala Bobot Nilai 2 Sistematika alur logika 3 Data pendukung (Contoh aplikasi) Daftar pustaka 4 50 70 100 50 70 90 50 70 90 30 50 70 90 0.15 15 21 30 20 28 36 6.15 0.4 0.c. Indikator penilaian Tugas Individu (TKB 2) No.Tabel 2.5 Keterangan: Nilai terendah = 46.5 4. nilai tertinggi = 93 .5 13.5 10.3 0. Komponen penilaian A.5 13.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful