Bagian I

Modul 1 dan 2 PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

TEAM TEACHING MATA KULIAH PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Malang, Februari 2011

PS AGRIBISNIS FP UB |

1

BAGIAN

I
DESKRIPSI MODUL

PENDAHULUAN

Bagian pertama bahan kajian dalam mata kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian akan diawali dengan pemahaman tentang konsep pilihan dan kelangkaan sumberdaya (choice and scarcity) yang diimplementasikan pada bidang pertanian, yang dilanjutkan dengan pengenalan sepuluh prinsip ekonomi di bidang pertanian serta dirangkai dengan pemahaman peran mekanisme dalam sistem perekonomian. Bagian pertama bahan kajian Pengantar Ekonomi Pertanian juga mencakup peran ekonomi pertanian dalam sistem perekonomian Indonesia, serta mendeskripsikan klasifikasi sumberdaya dalam pertanian berikut permasalahan yang relevan dari setiap sumberdaya tersebut. Keseluruhan materi bagian pertama dikemas dalam Modul 1 Fundamental Ekonomi dan Sistem Perekonomian dan Modul 2 Sumberdaya Pertanian.

Modul 1. FUNDAMENTAL EKONOMI DAN SISTEM PEREKONOMIAN

I. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1.CHOICE AND SCARCITY A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1
Setelah mempelajari materi pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi 2. Menemukenali cara berpikir seorang ekonom 3. Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi

B. MATERI PEMBELAJARAN 1 Definisi dan Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi sebagai salah satu cabang ilmu sosial, didedikasikan untuk mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang tak terbatas, dengan mengoptimalkan alternatif penggunaan sumberdaya yang langka. Kontradiksi antara kelangkaan sumberdaya dan ketidakterbatasan kebutuhan
PS AGRIBISNIS FP UB | 2

mengharuskan manusia sebagai Homo Economicus senantiasa bertindak dalam konteks optimalitas pilihan. Definisi ilmu ekonomi dapat dikembangkan dari tiga konsep kunci sebagai berikut: 1. kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas (unlimited human’s needs and wants) 2. sumberdaya ekonomi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia relatif langka (scarcity resources) 3. kedua kondisi tersebut mendorong manusia untuk senantiasa mengoptimalkan pilihan (choice) alternatif penggunaan sumberdaya agar dapat memberikan kepuasan konsumsi atau keuntungan maksimal Dengan demikian ilmu ekonomi merupakan ilmu sosial yang mempelajari perilaku manusia dalam mengoptimalkan pengambilan keputusan atas alternatif pilihan terbaik pemanfaatan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Konsumen, berupaya mengoptimalkan pilihan konsumsinya agar dapat memaksimalkan kepuasan (utilitas) dengan anggaran belanja yang terbatas. Sementara itu produsen, akan berusaha memilih alternatif terbaik penggunaan sumberdaya produktif yang mereka miliki untuk memaksimalkan profit atau keuntungan. Ilmu ekonomi dibagi ke dalam dua cabang utama yaitu mikroekonomi dan makroekonomi. Mikroekonomi mengkaji perilaku unit ekonomi individual. Unit-unit ini mencakup konsumen, pekerja atau buruh, para penanam modal, pemilik lahan,perusahaan atau unit bisnis, dan setiap individu atau entitas yang memainkan peranan dalam kinerja perekonomian. Mikroekonomi menjelaskan cara dan alasan unit-unit ekonomi ini mengambil keputusan pembelian dan bagaimana pilihan-pilihan mereka dipengaruhi oleh harga dan pendapatan yang senantiasa berubah. Mikroekonomi juga menjelaskan bagaiman perusahaan memutuskan berapa orang pekerja yang akan dipekerjakan dan dalam jangka waktu berapa lama, bagaimana pekerja-pekerja tersebut memutuskan di mana akan bekerja dan pada tingkat upah berapa serta berapa jam kerja yang dialokasikan. Bidang kajian mikroekonomi lain yang tak kalah penting adalah tentang bagaimana unit-unit ekonomi berinteraksi satu sama lain untuk membentuk unit-unit yang lebih besar yaitu pasar dan industri (Pindyck dan Rubinfeld, 2001). Sebaliknya makroekonomi, mengkaji perekonomian berdasarkan unit analisis agregat, seperti tingkat dan laju pertumbuhan produksi nasional, suku bunga, pengangguran dan inflasi. Dalam mengembangkan bahan kajiannya, ekonomi sangat menggantungkan diri pada pemakaian teori yang merupakan simplifikasi dari realitas. Dengan cara ini ekonomi dapat menjelaskan bagaimana unit-unit ekonomi berperilaku. Representasi realitas ekonomi lazimnya diformulasikan dalam bentuk model grafis dan matematis yang pada prinsipnya berfungsi sebagai alat bantu analitis untuk menjelaskan teori dan meramalkan pola perilaku unit analisis.

PS AGRIBISNIS FP UB |

3

Kita semua. Biaya dan Pilihan (Choice) Makna terminologis ilmu ekonomi yang utama berkaitan dengan masalah pilihan (choice). Konsekuensi dari batasan ini menyebabkan bahan kajian dari ekonomi pertanian sangat luas sebab definisi di atas sekaligus merepresentasikan muatan ekonomi. Kita juga harus mengambil keputusan apakah akan membelanjakan uang kita atau menabung saja. Selanjutnya karena ekonomi pertanian dapat dipandang sekaligus sebagai cabang ilmu-ilmu pertanian dan ilmu ekonomi. serat dan bio energi. Konsep Kelangkaan (Scarcity). yang selanjutnya dapat saling dipertukarkan dalam perekonomian pasar. terlepas dari siapa dan apa peran kita harus mengambil keputusan mengalokasikan waktu yang kita miliki untuk bekerja atau tidak.Penanganan yang tepat atas kelangkaan sumberdaya relatif ini kemudian melahirkan konsep spesialisasi. dapat diproduksi output unggulan yang relevan. Konsumen senantiasa berupaya memaksimalkan kepuasan dengan keterbatasan sumberdaya finansial yang mereka miliki. Produsen di sisi lain juga harus mengambil keputusan dalam aktivitas produksinya. Kelangkaan merupakan konsep yang relatif. PS AGRIBISNIS FP UB | 4 . sosial serta isu-isu kebijakan dan lingkungan hidup yang sebagaimana diketahui sangat lekat dengan masalah-masalah ekonomi pertanian. Dengan kata lain ekonomi pertanian merupakan aplikasi prinsip-prinsip ilmu ekonomi di bidang pertanian. Ada dua alasan yang melatarbelakangi perilaku ini yaitu: 1. maka ekonomi pertanian haruslah mencakup analisis ekonomi dari proses teknis produksi serta hubungan-hubungan sosial dalam produksi pertanian. Tujuan produsen adalah memaksimalkan profit dengan keterbatasan modal usaha yang mereka punyai pada tingkat harga jual produk mereka di pasar. Perbedaannya terletak pada seberapa besar kelangkaan sumberdaya yang mereka hadapi dan kemampuan untuk mengatasi problematika yang timbul akibat kelangkaan tersebut.Ekonomi Pertanian sebagai Disiplin Ilmu Ilmu ekonomi pertanian bersumber pada dua jenis cabang ilmu: Ilmu Pertanian dan Ilmu Ekonomi. Kelangkaan Sumberdaya(scarcity) Konsep kelangkaan merujuk pada terbatasnya kuantitas ketersediaan sumberdaya dibandingkan dengan kebutuhan relatif masyarakat. Persepsi bahwa ekonomi pertanian semata-mata mencakup praktek-praktek produksi pertanian dan peternakan tidak dapat dibenarkan sebab ruang lingkup ekonomi pertanian juga menyentuh aktivitas perekonomian yang jauh lebih luas. Konsumen misalnya harus menetapkan pilihan atas beberapa jenis barang yang ingin dikonsumsinya. Negara yang memiliki pendapatan per kapita tinggi pun harus menghadapi masalah kelangkaan sumberdaya sebagaimana halnya negara-negara miskin. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa baik konsumen maupun produsen selalu mempertimbangkan manfaat (benefit) dan ketersediaan sumberdaya dalam proses pengambilan keputusan atas tindakan yang bermotif ekonomi. khususnya yang berkaitan dengan industri bahan pangan. Melalui pemilikan sumberdaya yang spesifik.

Biaya peluang seorang konsumen yang membeli stereo set seharga satu juta rupiah sama dengan suku bunga yang ia terima dari bank seandainya ia mendepositokan uang tersebut. Keputusan ini berkaitan erat dengan metode atau teknologi produksi yang akan digunakan. Dengan mempertimbangkan sumberdaya ekonomi yang relatif langka ketersediaannya. kelangkaan sumberdaya dan biaya peluang. Demikian pula bagi pengusaha. hukum dan moralitas serta etika. Pada kasus di mana Anda menetapkan pilihan atas sejumlah keinginan dan kebutuhan Anda pada point 1. c. What to produce : barang dan jasa apa yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya b. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 1. 1. Uraikan juga jawaban dari pertanyaan yang sama bila Anda sebagai seorang produsen produk pertanian! PS AGRIBISNIS FP UB | 5 . Di luar waktu. Biaya peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi misalnya adalah sama dengan nilai pendapatan yang seharusnya diperoleh bila seseorang memilih bekerja dan tidak melanjutkan pendidikannya. Dari uraian materi pembelajaran di atas dapat digarisbawahi bahwa choice and scarcity merupakan dasar bagi keputusan alokasi sumberdaya ekonomi. peralatan. adakalanya proses pengambilan keputusan juga dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan non ekonomi misalnya aspek politik. Penetapan pilihan mengandung dimensi waktu. jelaskan bagaimana Anda mengaturnya? Bila tidak jelaskan apa sebabnya dan apa rencana Anda selanjutnya! 2. Keputusan yang mereka tetapkan saat ini akan sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan di masa yang akan datang. Proses pengambilan keputusan atas beberapa alternatif pilihan Kelangkaan sumberdaya memaksa konsumen dan produsen untuk menetapkan pilihan. Pilihan konsumen yang ditetapkan hari ini akan berdampak pada kehidupan mereka di masa mendatang. Who gets the output: kriteria pengambilan keputusan ekonomi berkenaan dengan sistem distribusi yang adil di antara anggota masyarakat C. waktu dan sebagainya) yang Anda miliki untuk dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan Anda tersebut? Apakah semua kebutuhan dan keinginan Anda dapat terpenuhi? Bila ya. apa yang paling Anda butuhkan dan inginkan dalam satu minggu ke depan? Apa saja dan berapa jumlah sumberdaya personal (uang. Selain itu proses pengambilan keputusan juga erat kaitannya dengan biaya peluang (opportunity cost). dalam setiap perekonomian masyarakat harus mengorganisasikan sumberdaya yang mereka miliki berdasarkan tiga kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: a. pilihan mana yang harus Anda korbankan? Berikan ulasan berdasarkan konsep biaya oportunitas! 3. Apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan? Sebagai konsumen produk pertanian.2. How to produce: bagaimana memproduksi barang dan jasa yang diperlukan.

2. MATERI PEMBELAJARAN 2 Sepuluh Prinsip Ekonomi dan Implementasinya pada Pertanian Sepuluh prinsip ekonomi dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu prinsip-prinsip ekonomi yang mendasari : 1. KEGIATAN PEMBELAJARAN 2. Bagaimana suatu perekonomian bekerja? PS AGRIBISNIS FP UB | 6 . Bagaimana masyarakat mengambil keputusan? 2.II. TUJUAN PEMBELAJARAN 2 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini. 4. Bagaimana masyarakat berinteraksi satu sama lain? 3. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. SEPULUH PRINSIP EKONOMI A. 3. Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi Menemukenali cara berpikir seorang ekonom Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi Melatih ketrampilan untuk berpikir seperti seorang ekonom B.

oleh karena itu untuk memperoleh sesuatu yang dibutuhkan seseorang harus mengorbankan sesuatu hal lain. Jika petani tersebut memilih menanam padi maka si petani harus mengorbankan kesempatan memperoleh harga jagung yang sedang tinggi. PS AGRIBISNIS FP UB | 7 . harga jagung musim tanam lalu sangat baik. Contoh. namun di sisi lain ia membutuhkan panen beras sebab lima bulan ke depan akan menikahkan anak gadisnya. Masyarakat menghadapi trade off Sumberdaya ekonomi yang menjadi dasar pemenuhan kebutuhan dan keinginan masyarakat bersifat langka. Trade off adalah pelajaran pertama dalam proses pengambilan keputusan. Sepuluh Prinsip Ekonomi Bagaimana Masyarakat Mengambil Keputusan? 1. Dia mempertimbangkan dua hal. Hal ini dikuatkan oleh pepatah ‘there is no free lunch’.Gambar 1. seorang petani harus mengambil keputusan antara menanam padi atau jagung.

kita akan dapat membuat keputusan terbaik jika mau berpikir secara bertahap (Mankiw. Contoh kasus: Teknik budidaya padi dengan metode SRI (System of Rice Intensification) adalah salah satu teknik budidaya yang direkomendasikan oleh pakar sustainable agriculture karena karakteristik metode yang diterapkan mampu menghemat penggunaan air irigasi dan meningkatkan produktivitas. dsb. 3. Selain itu penghitungan total biaya budidaya tanaman nilam belum memperhitungkan biaya terbesar yang harus ditanggung petani yaitu pendapatan yang dapat diperoleh petani bila ia menanam komoditas selain nilam. memupuk dan sebagainya. Seorang petani yang rasional dan telah cukup lama menggunakan metode bercocok tanam padi secara konvensional. seseorang harus selalu membandingkan biaya dan manfaat dari setiap tindakan yang dipilih. Prinsip marjinalitas menyatakan bahwa pembuat keputusan yang rasional hanya akan mengambil tindakan jika dan hanya jika manfaat marjinal dari keputusan tersebut lebih besar daripada biaya marjinalnya. mengolah lahan. Perlakuan ini juga harus diiringi dengan pengurangan penggunaan pupuk kimia. Kategori biaya tersebut barulah biaya langsung. Biaya adalah apa yang Anda korbankan untuk memperoleh sesuatu (biaya oportunitas). Mereka menyadari bahwa penyesuaian kecil perlu dilakukan tahap demi tahap sehingga manfaat marjinal yang akan mereka peroleh lebih besar daripada resiko atau biaya marginalnya. 2000). biaya mengikuti pelatihan dan menjadi anggota Koperasi Kelompok Tani. tentu harus mempertimbangkan untuk mengimplementasikan metode SRI secara bertahap. Banyak keputusan dalam hidup yang memerlukan penyesuaian-penyesuaian kecil secara bertahap dalam proses pelaksanaannya. PS AGRIBISNIS FP UB | 8 .Dengan demikian biaya yang ditanggung petani termasuk peluang pendapatan usahatani jagung yang hilang karena petani memutuskan menanam nilam. Para pakar eknomi mengistilahkannya sebagai perubahan marginal. peluang memperoleh keuntungan sangat jelas sebab nilam adalah bahan baku industri penyulingan minyak atsiri nilam (Patchoulli oil). Biaya sebenarnya dari barang dan jasa adalah apa yang Anda korbankan untuk memperolehnya.2. Dalam banyak situasi. misalnya tanaman jagung. Namun demikian metode SRI mutlak membutuhkan pasokan bahan organik yang lebih tinggi. Untuk itu dalam mengambil keputusan. Namun bagaimana dengan biaya usahatani yang harus dialokasikan? Untuk menjawab pertanyaan ini. Biaya ini mencakup seluruh biaya langsung dan tak langsung. Prinsip marjinalitas Insan rasional senantiasa berpikir secara bertahap. belum mencakup biaya tak langsung seperti biaya mengakses informasi tentang tata cara budidaya nilam yang benar. petani umumnya akan langsung menghitung jumlah biaya yang harus dialokasikan untuk membeli bibit. Prinsip marjinalitas banyak digunakan petani saat mengambil keputusan untuk mengadopsi suatu inovasi tertentu. Sebagai contoh: pada saat petani memutuskan untuk menanam daun nilam.

seorang pengrajin keripik tempe di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang. bisa jadi si pedagang membelinya dari pedagang besar. maka konsumen akan mengurangi konsumsi buah apel. Karena kita selalu membuat keputusan berdasarkan perbandingan antara biaya dan manfaat. Bagaimana Masyarakat Berinteraksi Satu Sama Lain? 5. Perdagangan menguntungkan semua orang Setiap unit ekonomi akan diuntungkan oleh perdagangan. Harga mencerminkan nilai suatu barang bagi masyarakat dan biaya yang harus dibayar masyarakat untuk memproduksinya. Adam Smith merumuskan observasinya yang kemudian menjadi pilar pemikiran utama dalam ilmu ekonomi. Dari ilustrasi di atas. Anda memperoleh penegasan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam sistem agroindustri keripik tempe selain memperoleh keuntungan juga sekaligus dapat fokus pada bidang usaha yang menjadi keunggulannya. dan mulai beralih mengonsumsi buah salak atau jeruk. Misal. tidak harus memproduksi tempe sendiri. Perekonomian Pasar adalah sistem paling efisien untuk mengorganisasi-kan aktivitas perekonomian Dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1776.4. Sedangkan si pedagang pengecer kedelai juga tidak harus menanam sendiri kedelai yang dijualnya kepada pengrajin tempe. Tempe sebagai bahan baku keripik tempe diproduksi oleh pengrajin tempe yang membeli kedelai dari kios langganannya di Pasar Dinoyo. Petani apel sebagai produsen juga bereaksi terhadap insentif yang sama dengan cara berupaya meningkatkan produksi apelnya. Pedagang besar membeli kedelai dari pengimpor kedelai. PS AGRIBISNIS FP UB | 9 . maka mekanisme harga merupakan sistem yang paling efektif dan efisien untuk mengalokasikan sumberdaya yang langka di antara para pelaku ekonomi tersebut. Masyarakat bereaksi terhadap insentif. Melalui perdagangan semua pihak akan memperoleh kesempatan melakukan spesialisasi pada bidang yang paling dikuasainya sehingga output kegiatan produktif yang dilakukan lebih optimal. jika harga apel Batu meningkat. maka perilaku kita akan berubah setiap perhitungan biaya dan manfaat tersebut berubah. Yang disebut sebagai invisible hand oleh Smith sesungguhnya adalah mekanisme harga pasar. Bukan hanya konsumen yang bereaksi terhadap insentif pasar berupa kenaikan harga apel tersebut. Smith merumuskan semua rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di asar secara tertib seolah dibimbing oleh kekuatan tak nampak yang disebutnya invisible hand. The Wealth of Nations. Oleh karena semua pelaku ekonomi mengambil keputusan berdasarkan informasi harga. 6. Sebagai contoh. dan pengimpor kedelai membeli kedelai dari asosiasi petani di Amerika Serikat. Anda dapat mengamati aplikasi prinsip ekonomi yang ke lima ini dalam kehidupan sehari-hari.

Inflasi biasanya ditekan melalui PS AGRIBISNIS FP UB | 10 . Standar hidup masyarakat tergantung pada produktivitas Perbedaan standar hidup antara satu negara dengan negara lain di dunia sangat signifikan. Di negara-negara di mana pekerjanya dapat menghasilkan barang dan jasa lebih banyak per satuan waktu. Tingkat harga dipengaruhi oleh kebijakan moneter Inflasi adalah kenaikan tingkat harga secara keseluruhan di suatu perekonomian. Beberapa penyebab inflasi antara lain adalah pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. sebagai contoh perbandingan. 9. Pemerintahlah yang harus turun tangan menerapkan peraturan yang membatasi distribusi dan peredaran pupuk serta pestisida kimia. Tak ada ganti rugi dari petani yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia atas biaya rumahsakit yang harus dikeluarkan oleh masyarakat yang terkena dampak pencemaran. Kebijakan ekonomi pemerintah ditujukan untuk mengoreksi kegagalan pasar Kegagalan pasar (market failure) adalah suatu situasi di mana pasar gagal mengalokasikan sumberdaya yang relatif langka secara efisien. dapat dipastikan masyarakatnya menikmati standar hidup yang lebih tinggi. Bagaimana Sistem Perekonomian Berlangsung 8. mencuci dan memasak. Jika inflasi dan penyebabnya sudah diketahui. kandungan pencemar air yang berbahaya sangat merugikan kesehatan. yaitu nilainya akan turun jika jumlah uang yang beredar lebih banyak daripada produksi barang dan jasa. Dengan kata lain.Masyarakat Jepang dan Indonesia. Pencemaran air adalah salah satu contoh umum. Produktivitas adalah jumlah barang dan jasa yang dapat diahsilkan oleh seorang pekerja dalam satu jam kerja. Apa yang menjelaskan perbedaan standar hidup antar negara dan antar waktu tersebut? Jawabannya ternyata sederhana. Hampir semua variasi dalam standar hidup tersebut dapat dikaitkan dengan perbedaan produktivitas antar negara dan antar waktu.7. Praktek pertanian ini tidak dipermasalahkan dan penerapannya tidak dapat digugat atas nama hukum. Salah satu alasan sulitnya Pemerintah meredam lonjakan inflasi dikarenakan upaya menekan inflasi seringkali mengakibatkan peningkatan angka pengangguran. Polusi air sungai terutama disebabkan oleh sistem pertanian konvensional yang cenderung menggunakan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan. Dalam hal ini pasar tak mampu mengatasi persoalan tersebut. Sebagaimana diketahui. namun demikian akibat dari pencemaran air sungai ditanggung oleh seluruh anggota masyarakat yang memanfaatkan air sungai tersebut untuk mandi. tentu sangat berbeda dalam standar hidup. mengapa dalam implementasinya Pemerintah sering mengalami kesulitan meredam inflasi. Masyarakat menghadapi trade off antara inflasi dan pengangguran jangka pendek. 10. Salah satu penyebab kegagalan pasar adalah eksternalitas yaitu dampak tindakan suatu pihak terhadap kondisi pihak lain. uang juga mengikuti hukum pasar.

Sedangkan Prof. khususnya petani di Pulau Jawa yang miskin dan seringkali tunakisma (tidak memiliki lahan). Dengan demikian seni dalam berpikir ilmiah adalah memutuskan asumsi mana yang dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tertentu. Pantjar sangat meyakini bahwa pendekatan agribisnis mampu menjawab tantangan pembangunan sektor pertanian di masa mendatang. Mubyarto menyatakan bahwa model pembangunan agribisnis kurang sesuai bagi petani Indonesia. Dilema atau trade off antara inflasi dan pengangguran ini dikenal sebagai konsep Kurva Philip. Namun demikian keduanya memiliki asumsi yang berbeda. 1. Pantjar Simatupang guru besar di IPB. Hal ini berarti lapangan kerja baru akan berkurang. Model-model tersebut sangat efektif sebagai alat bantu untuk menjelaskan berbagai isu ekonomi. Hal ini sangat penting dalam ilmu ekonomi sebab ilmu ekonomi tidak memiliki laboratorium. Jelaskan tiga prinsip ekonomi yang Anda nilai paling penting. Mubyarto adalah seorang guru besar di Universitas Gajah Mada. C. Para ekonom pertanian juga menggunakan model untk mempelajari realitas ekonomi. maka dana investasi dan produksi menyusut. Prof. Lengkapi ilustrasi tersebut dengan diagram yang menjelaskan alur logika interaksi ekonomi yang berlangsung.pengurangan kuantitas uang. Lab ekonomi pertanian adalah realitas ekonomi yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Carilah tiga judul artikel yang menjelaskan tentang: a. Prof. Sebagaimana semua ilmuwan seorang ekonom pertanian membuat asumsi yang tepat dan membangun model-model sederhana untuk memahami dunia sekitar mereka. berikan ilustrasi contoh kasus dan implementasi prinsip ekonomi tersebut di bidang pertanian. sehingga pengangguran akan bertambah. sementara Prof. Asumsi adalah penyederhanaan realitas ekonomi yang ditetapkan oleh ekonom pertanian untuk memusatkan lingkup kajian yang sedang diobservasinya. Laju inflasi di Indonesia selama 5 tahun terakhir (2004-2009) dan berikan ulasan deskriptif. PS AGRIBISNIS FP UB | 11 . sertakan data pendukung. Kedua pakar ini mendasarkan opininya pada observasi dan hasil analisis dari observasinya. Beliau berdua pernah berpolemik di mimbar akademik perihal konsep pembangunan pertanian dengan pendekatan agribisnis dan pendekatan pro poor. Jika uang berkurang. Berpikir Seperti Seorang Ekonom Pertanian Para ekonom pertanian selalu mengkaji peristiwa-peristiwa ekonomi dengan obyektivitas seorang ilmuwan. Apakah Anda mengenal ekonom pertanian terkemuka di Indonesia? Sebutkan siapa saja mereka! Profesor Mubyarto dan Profesor Pantjar Simatupang adalah dua di antar para ekonom pertanian terkemuka di Indonesia. 2. Model pertama dalam ekonomi pertanian dan ilmu ekonomi pada umumnya adalah diagram alir perekonomian. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 2.

melainkan kepentingan para price maker 3. 2. Sebagian besar negara di dunia. Distribusi pendapatan: mekanisme harga tidak selalu bisa menjamin keadilan distribusi pendapatan 2. baik sebagai konsumen. beberapa di antaranya adalah: 1. ketertiban hukum. mahasiswa diharapkan akan dapat: 1. TUJUAN PEMBELAJARAN 3 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini.b. MEKANISME SISTEM PEREKONOMIAN A. c. Mengenal mekanisme sistem perekomomian 2. Jelaskan alur logikanya berdasarkan prinsip ekonomi yang relevan. pendidikan dan sebagainya tidak dapat PS AGRIBISNIS FP UB | 12 . KEGIATAN PEMBELAJARAN 3. Pengadaan barang publik: beberapa jenis barang yang hanya dapat disediakan secara kolektif seperti keamanan. maka harga pasar yang terbentuk melalui transaksi umumnya tidak mencerminkan kepentingan masyarakat pada umumnya. III. MATERI PEMBELAJARAN 3 Konsep Dasar Sistem Perekonomian Sistem perekonomian adalah metode untuk mengorganisasikan alokasi sumberdaya dan mendistribusikan produk. namun untuk produk-produk tertentu yang menguasai hajat hidup masyarakat pemerintah mengaturnya melalui berbagai bentuk intervensi pasar. Kebijakan dan strategi yang telah dilakukan Kabinet Indonesia Bersatu untuk menanggulangi masalah inflasi dan pengangguran di Indonesia. Data angka pengangguran di Indonesia selama 5 tahun terakhir dan berikan ulasan deskriptif. produsen maupun distributor. Dalam ilmu ekonomi dikenal dua sistem perekonomian yang antagonistik sebagai berikut: 1. Sistem perekonomian terpusat: yaitu metode pengorganisasian perekonomian di mana alokasi sumberdaya ekonomi ditetapkan oleh pemerintah dan institusi yang memiliki kewenangan Dalam prakteknya sangat sedikit negara yang menerapkan kedua sistem perekonomian tersebut secara murni. Mekanisme harga dalam sistem perekonomian pasar tidak selamanya dapat memecahkan masalah ekonomi dengan baik. menganut sistem perekonomian campuran di mana alokasi sumberdaya ekonomi diserahkan pada mekanisme pasar. Ketidaksempurnaan pasar: apabila terdapat perbedaan kekuatan pasar yang menyolok. Menemukenali keterkaitan antar sub-sektor B. Sistem perekonomian pasar: yaitu metode pengorganisasian perekonomian di mana alokasi sumberdaya ekonomi ditetapkan secara independen melalui keputusan dan tindakan individu sebagai pelaku pasar.

Pengelolaan perekonomian secara makro: mekanisme pasar tidak bisa diandalkan untuk menstabilkan gejolak naik turunnya totalitas kegiatan perekonomian Struktur Perekonomian Pasar Diagram berikut ini menunjukkan struktur dasar sistem perekonomian pasar.  Rumahtangga membeli barang dari perusahaan dan menjual input produksi (tenaga kerja dan alat produksi lain) kepada perusahaan. Gambar 2: Model Alir Sistem Perekonomian Pasar Diadaptasi dari: Boediono. 1982  Perusahaan menjual barang kepada rumahtangga dan membeli input dari rumahtangga baik berupa tenaga kerja maupun sumberdaya lainnya. Harga berbagai faktor produksi termasuk tingkat upah ditentukan di pasar ini dan PS AGRIBISNIS FP UB | 13 .dipasok melalui sistem pasar. Transaksi antar kedua sektor tersebut terjadi di dua pasar yaitu pasar produk atau pasar hasil produksi dan pasar faktor produksi atau pasar input. Dalam hal ini diperlukan intervensi pemerintah sebagai pemasok barang dan jasa publik. 4. Gerak harga produk ini merupakan jawaban atas pertanyaan what to produce? Sedangkan di pasar input. sektor produksi (perusahaan) bertransaksi dengan sektor rumahtangga sebagai pemasok faktor produksi. Totalitas masyarakat di suatu wilayah dianggap sebagai sektor rumahtangga. Permintaan dan penawaran produk dan jasa antara rumahtangga dan perusahaan dipengaruhi oleh harga input dan produk itu sendiri. Sebagian anggota masyarakat juga bertindak sebagai pemilik usaha yang mengorganisasikan kegiatan produksi. Di pasar produk produsen bertemu konsumen dan harga dari berbagai macam produk ditetapkan. Eksternalitas: mekanisme pasar tidak selalu dapat memperhitungkan pengaruh sosial kegiatan perekonomian misalnya pengaruh keberadaan suatu pabrik pada kualitas lingkungan 5. Diagram di atas ini penting.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4. model di atas menginformasikan bahwa mekanisme harga dapat menjawab seluruh pertanyaan atas pengambilan keputusan alokasi sumberdaya dalam perekonomian secara efektif dan efisien (Boediono. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 3. Berikan ilustrasi empirik disertai contoh-contoh apa kekurangan dan kelebihan masing-masing sistem perekonomian tersebut dalam mengelola sektor pertanian! IV. Apakah model alir sistem perekonomian pasar dapat mewakili realitas perekonomian? Lakukan observasi dan kajian pustaka lalu berikan penjelasan disertai contoh-contoh penerapannya dalam sektor pertanian! 2. Kegiatan pertanian telah dimulai sejak beribu tahun yang lalu ketika manusia tidak lagi memenuhi sumber pangannya dari berburu dan mengumpulkan. Memahami peran masing-masing sumberdaya 3. Bandingkan dengan kondisi pertanian di negar-negara yang menganut sistem perekonomian pasar.menjadi jawaban atas pertanyaan how to produce dan who gets the output? Secara implisit. Sebagai sektor ekonomi yang paling tua maka sektor ini merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja PS AGRIBISNIS FP UB | 14 . mahasiswa diharapkan akan dapat: 1.1982). TUJUAN PEMBELAJARAN 4 Setelah mempelajari materi pembelajaran ini. 1. C. Karena sejarah panjangnya terhadap kehidupan manusia tersebut maka perekonomian yang bercirikan pertanian khususnya pedesaan telah menumbuhkan adat dan kebiasaan yang sangat kuat dalam masyarakat. sebaliknya jika tidak berikan argumentasi Anda! Kasus 2: Himpunlah informasi tentang praktek pertanian di negara-negara sosialis yang umumnya menganut sistem perekonomian terpusat. Menemukenali karakteristik dan permasalahannya B. Berikan ulasan. bagaimana lazimnya pengadaan sarana dan prasarana publik di daerah asal Anda diselenggarakan? Dapatkah penawaran jasa pengadaan sarana jalan ini diserahkan kepada mekanisme pasar? Jika ya jelaskan. Kegiatan bercocok tanam terus mengalami perkembangan seiring juga dengan perkembangan pengetahuan modern. Mampu mengidentifikasi jenis sumberdaya di bidang pertanian 2. Kasus 1: Pengadaan sarana jalan di pedesaan adalah sangat penting bagi kegiatan pemasaran produk pertanian. PERAN EKONOMI PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA A. MATERI PEMBELAJARAN 4 Pendahuluan Sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki karakteristik khas dan berbeda dari sektor lainnya.

2000). Peranan penting sektor pertanian dalam perekonomian suatu negara antara lain. (5) sumber perolehan devisa karena produk pertanian merupakan komoditi ekspor. baik industri hilir seperti industri pangan. sektor pertanian diharapkan tumbuh pesat dan menghasilkan surplus yang besar sebagai prasyarat untuk memulai transformasi ekonomi. Hal ini ditunjukkan bahwa penyerapan angkatan kerja bagi negara-negara miskin mencapai 60-70 persen (Tambunan. (6) mengurangi kemiskinan. terutama pada tahap-tahap awal pembangunan. Sebagaimana lahan. dan obatobatan. Selain faktor lahan. Pengukuran atas peranan suatu sektor dalam perekonomian dapat dilihat dari penyerapan tenaga kerja. contohnya: industri pupuk dan pestisida. Peningkatan permintaan sektor non pertanian tidak hanya akan terjadi pada produk-produk konsumsi langsung tetapi terjadi juga untuk produk-produk non pertanian sebagai input usahatani maupun untuk investasi (Tomich et al. minuman. Karakteristik lainnya adalah sektor pertanian menggunakan dan memerlukan lahan dalam proses produksinya. sebagai: (1) penyedia bahan pangan yang diperlukan masyarakat untuk menjamin ketahanan pangan. pertanian juga sangat tergantung dengan faktor cuaca (iklim). 2001). pestisida termasuk industri mesin pertanian. Dalam pembangunan ekonomi. (2) penyedia bahan baku bagi sektor industri. Artinya lahan merupakan faktor produksi utama bagi produksi sektor pertanian sehingga ketergantungan atas ketersediaan lahan pertanian sangat tinggi.terutama bagi negara-negara pada tahap membangun. Artinya pertumbuhan sektor pertanian akan mendorong pertumbuhan sektor industri. baja atau listrik yang berteknologi tinggi tapi manusia tetap membutuhkan sektor pertanian sebagai penyedia bahan pangan karena kebutuhan ini tidak ada subtitusinya. 1995 dalam Harianto. kontribusi terhadap ekspor serta kontribusi terhadap konsumsi masyarakat. tekstil. Pada akhirnya sektor pertanian memiliki karakteristik utama yang tidak dimiliki oleh sektor lain. Berkembangnya sektor industri juga menyebabkan semakin baiknya infrastruktur serta kemampuan manajerial sumberdaya manusia. yakni hanya sektor pertanian saja yang mampu menghasilkan bahan pangan bagi keberlangsungan umat manusia. Meski manusia mampu menciptakan industri besi. Tingginya penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tidak hanya disebabkan karena sektor ini membutuhkan tenaga kerja yang banyak dalam pengelolaanya tetapi juga karena pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja terhadap pertanian lebih baik dibandingkan sektor lain. (3) sebagai pasar potensial bagi produk-produk industri. maupun industri hulu seperti pupuk.. Pertumbuhan sektor pertanian yang cepat akan mendorong permintaan sektor non pertanian karena adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. kontribusi terhadap penciptaan PDB (produk domestik bruto). PS AGRIBISNIS FP UB | 15 . (4) sumber tenaga kerja dan pembentukan modal yang diperlukan bagi pembangunan sektor lain.2001). cuaca sangat berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain dan perbedaan atas lahan dan cuaca menyebabkan teknik produksi dan komoditas yang dihasilkan oleh sektor pertanian akan bervariasi antar daerah. (7) pelestarian lingkungan hidup dan kontributor pembangunan pedesaan (Tambunan.

4%). industri pengolahan dan perdagangan. Secara ringkas perkembangan tingkat pertumbuhan sektoral disajikan pada Gambar 3. kontribusi sektor pertanian kembali meningkat dari 16% menjadi 18%.2. Proporsi suatu sektor terhadap total PDB merupakan salah satu alat ukur peran sektor tersebut dalam perekonomian suatu negara. Pada tahun 1988-1989 kontribusi sektor pertanian berada pada proporsi lebih dari 20 persen dan paling besar diantara 9 sektor lainnya.3 persen).68%. Penurunan kontribusi sektor pertanian terus terjadi pada kurun waktu 1990-1997 sedangkan kontribusi sektor industri pengolahan terus meningkat hingga 26. Jika dilihat dari struktur perekonomian (struktur PDB) Indonesia pada kurun waktu 1988-2005. Rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia selama kurun waktu 1988-20052 sebesar 20. Krisis ekonomi tahun 1998 telah mengakibatkan industri pengolahan mengalami kontraksi hebat sehingga produksi sektor ini mengalami penurunan sebesar 11.6%). sektor pertanian bukan merupakan sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi karena berada pada urutan ketujuh dari sepuluh sektor.14% sedangkan sektor industri pengolahan pada proporsi 28%-30% (Gambar 2. sektor lainnya. Semakin besar proporsi PDB suatu sektor terhadap total PDB menunjukkan semakin besarnya dominasi sektor tersebut terhadap penciptaan pendapatan negara. Akibat kontraksi dari sektorsektor lain. perdagangan dan bangunan. industri pengolahan. Sektor-sektor yang memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi (lebih dari 20% per tahun) berturut-turut adalah sektor keuangan. Perkembangan kontribusi sektor pertanian dari tahun 2000-2005 berada pada proporsi 16% . Pada saat yang sama. keuangan (26. sektor pertanian juga terimbas adanya krisis ekonomi namun penurunan sektor ini tidak sebesar yang terjadi pada sektor lainnya (minus 1. perekonomian Indonesia didominasi oleh tiga sektor yaitu pertanian. pertambangan. ditinjau dari perdagangan luar negeri sektor pertanian juga akan mampu menghasilkan surplus atas neraca pembayaran karena sumbangannya terhadap ekspor maupun pengembangan produk subtitusi impor.). diantaranya yang mengalami penurunan paling parah adalah sektor bangunan (36.Sektor Pertanian dalam Pendapatan Nasional Kuznets.44 persen 1. Tahun 1990 kontribusi produksi sektor industri pengolahan telah mengambil alih kontribusi produksi sektor pertanian dan menjadikan industri pengolahan sebagai kontributor tertinggi pembentuk PDB Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan munculnya pendapat bahwa sektor pertanian lebih tahan terhadap goncangan dari luar karena sedangkan sektor industri masih sangat bergantung pada Pasca krisis. Selain kedua hal tersebut. kontribusi sektor pertanian mengalami penurunan seiring dengan membaiknya kondisi sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan.1%). 1984 menyatakan bahwa kontribusi produk (product contribution) dari sektor pertanian tercipta karena sektor pertanian mampu mendorong ekspansi sektor non pertanian melalui penyediaan pangan dan bahan baku bagi industri pengolahan. perdagangan (18. 1 2 Dihitung dari PDB atas dasar harga konstan Dihitung dari PDB atas dasar harga konstan PS AGRIBISNIS FP UB | 16 .27% sementara itu pada kurun yang sama sektor pertanian memiliki rata-rata pertumbuhan 16.79 persen (1997). 1961 dalam Ghatak. Dari tingkat pertumbuhan per tahun.2%) serta pengangkutan dan komunikasi (15. Kondisi krisis ekonomi tidak hanya mengakibatkan kontraksi pada industri pengolahan tetapi juga menekan pertumbuhan produksi pada hampir semua sektor.

penyimpanan dan pengolahan mengalami peningkatan sehingga proporsi pengeluaran petani terhadap pangan akan mengalami penurunan (Ghatak and Ingersent. 3 Dihitung atas dasar harga berlaku. Jhonston and Mellor (2007) menyatakan bahwa pertumbuhan sektor pertanian yang makin menurun juga disebabkan karena ekspansi produksi sektor pertanian terhadap input tenaga kerja mengikuti hukum constant dan diminishing return.2007). Pertumbuhan sektor pertanian yang makin melambat dapat terjadi karena pertama secara umum. Kontribusi Sektoral Terhadap PDB Indonesia Tahun 1988-20053 Jika dibandingkan antara kontribusi sektoral dengan tingkat pertumbuhan terlihat bahwa tingkat kontribusi sektor pertanian masih relatif tinggi karena termasuk kedalam 3 sektor yang paling banyak menciptakan pendapatan nasional namun dari tingkat pertumbuhannya. 2006 (Diolah) Gambar 3. 1984. penurunan sektor industri pengolahan tidak tajam karena adanya inflasi PS AGRIBISNIS FP UB | 17 . permitaan akan makanan dan produk-produk pertanian lainnya kurang elastis terhadap pendapatan (elastisitas pendapatan terhadap permintaan/ƐI < 1) jika dibandingkan dengan elastisitas pendapatan terhadap permintaan produk-produk non pertanian (sesuai dengan hukum Engel). Artinya peningkatan pendapatan akan meningkatkan permintaan produksi sektor pertanian dengan proporsi yang lebih kecil bahkan untuk produk tertentu akan mengalami penurunan.Sumber: ADB. Jhonston and Mellor. sektor pertanian hanya menempati ranking ke-tujuh dari sembilan sektor yang ada. Kedua karena adanya perkembangan ilmu dan inovasi teknologi dalam bidang pertanian menyebabkan para petani meningkatkan pembelian input dari sektor non pertanian selain itu permintaan akan jasa pemasaran off-farm seperti pendistribusian.

2006 (Diolah) Gambar 4. Pertumbuhan PDB Sektoral Indonesia Tahun 1988-20054 4 PDB atas dasar harga konstan 1993 untuk tahun 1988-1999 dan harga konstan 2000 untuk tahun 2000-2005 PS AGRIBISNIS FP UB | 18 .Sumber: ADB.

00 66.048.30 369.267.729.897.876.60 29.00 7.90 84.012.00 33.513.634.006.535.834.33 142.00 89.82 22.00 22.00 28.706.00 216.00 55.403.00 215.86 101.451.753.144.345.00 34.00 71.835.925.968.746.339.10 80.446.00 76.218.655.298.00 4.587.90 9.00 54.792.00 67.80 6.25 118.831.00 25.016.00 17.00 120.00 52.538.00 60.653.846. Gas dan Air Bangunan Perdagangan Pengangkuta n dan Komunikasi Keuangan Jasa Pemerintahan Total 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 33.00 180.903.30 228.072.440.898.00 61.00 56.507.00 23.452.00 365.00 11.052.00 23.00 28.00 22.219.319.53 196.616.55 112.562.507.00 43.00 9.00 175.893.327.00 7.873.00 115.00 43.76 337.553.78 15.086.34 143.70 285.508.00 136.00 30.399.574.679.00 168.00 30.00 13.00 41.746.00 6.Tabel 4.00 75.573.447.00 16.00 13.80 81.00 63.472.70 873.335.290.80 95.00 45.00 69.30 173.80 161.00 15.00 8.562.025.00 31.361.00 12.745.953.42 263.00 1.429.42 639.00 99.00 14.00 1.00 10.597.00 73.510.13 77.249.970.00 16.646.458.00 32.293.17 314.00 167.640.196.360.70 9.506.111.00 14.489.00 16.559.824.00 38.66 553.00 29.78 331.00 16.00 55.00 30.00 9.00 172.850.00 88.00 109.884.178.20 7.009.00 51.00 23.353.00 69.128.00 140.859.655.982.241.023.379. 2006 19 PS AGRIBISNIS FP UB | .00 39.968. Tahun Perkembangan PDB Indonesia Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 1988-2005 (Milyar Rp) Pertanian Pertambangan Industri Pengolahan Listrik.77 154.00 77.10 Sumber : ADB.329.689.00 8.362.70 24.636.415.323.936.892.088.00 34.322.442.58 97.571.00 1.577.107.894.555.573.00 38.930.953.00 35.60 70.460.828.60 18.283.00 53.835.200.896.00 285.137.840.00 22.98 267.795.937.854.00 385.66 194.429.132.00 58.755.556.161.00 13.00 12.84 169.00 42.878.00 40.944.714.926.00 6.00 48.508.994.00 34.00 87.491.540.921.00 27.369.20 113.93 19.00 22.740.00 46.441.00 20.76 325.569.874.656.63 590.463.00 11.00 3.981.187.00 46.426.795.484.210.762.87 506.00 41.00 55.19 182.00 2.190.00 765.1.017.00 40.00 65.066.00 109.00 40.10 121.051.129.00 146.531.993.00 224.195.407.40 135.85 298.687.127.651.966.582.220.00 102.991.00 35.00 10.73 10.00 11.00 26.00 19.15 174.832.39 89.00 8.692.762.00 5.09 135.391.298.292.00 47.547.10 429.641.60 25.007.00 238.00 62.00 101.497.393.00 31.

558 41.847 95.946 8. Tingginya daya serap ini tidak hanya karena kegiatan pertanian memang membutuhkan tenaga kerja relatif lebih banyak tetapi juga karena keahlian masyarakat atas sektor ini lebih baik dibandingkan sektor lain.518 73.2.378 41.127 10.737 6.361 90.813 8.997 7.841 10.354 33. 2006 .642 12.005 9.672 88.415 38. Meskipun pangsa sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja mengalami penurunan seiring dengan makin meningkatnya penyerapan sektor industri karena berkembangnya sektor industri dan sektor-sektor lainnya (termasuk jasa).934 11.200 82.032 2.042 40.496 11.153 40.520 38.251 10.186 2.693 7.773 11.083 1.963 24.423 78.784 10.677 39.273 42.744 40.779 102.132 9.063 6.704 81.446 85. Perkembangan Angkatan Kerja dan Penyerapan Tenaga Kerja menurut Sektor Tahun 1988-2005 (Ribu Orang) Bekerja Tahun Angkatan Kerja Pertanian Industri Lainnya * Pengangguran Total 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 74.904 38. pekerjaan utama dari penduduk negara yang sedang berkembang adalah petani.044 41.977 38.197 5.806 25.284 42.776 86.340 34.973 105.750 37.030 5.408 4. Dengan kata lain. Perekonomian Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang juga didukung oleh sektor pertanian sebagai penyerap tenaga kerjanya.206 42.631 103.516 11. Sektor pertanian masih berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja pada proporsi 40%.255 8.952 2.455 80.802 40.110 11.720 34.246 3. Perkembangan angkatan kerja dan penyerapan tenaga kerja sektoral dapat dilihat pada Tabel 1.251 4.817 89.Sektor Pertanian dan Penyerapan Tenaga Kerja Sektor pertanian dianggap penting dalam perekonomian karena daya serap yang tinggi sektor ini terhadap tenaga kerja.425 75.807 91.378 40.851 76.508 77.271 28.803 78.838 90.110 30.820 10.858 35.814 5.634 43.009 9.652 25.812 100.811 93.948 2.072 37.603 92.209 39.335 7. Hal ini merupakan fenomena umum di negara sedang berkembang di mana tingkat pendidikan masih rendah.110 89.110 85.606 38.651 98.596 75.647 92.722 94.482 72.078 2.039 80.923 37. Tabel 4.518 79.406 87.790 39.233 37.780 27.086 12.702 85.608 41.323 38.735 94.854 Keterangan : * termasuk pertambangan dan jasa Sumber : ADB.070 11.

1% (Gambar 3) Gambar 5. .2 persen pada tahun 1994 sedangkan sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 1. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia masih cukup tangguh dan dapat diandalkan dalam penyerapan tenaga kerja yang menjadi pengangguran karena adanya kontraksi dari sektor-sektor lain. Penyerapan tenaga kerja sektor industri mengalami pertumbuhan sangat besar pada tahun 1994 dengan laju pertumbuhan 23. terlihat penurunan sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja pada kurun 1988-1997 namun adanya krisis pada akhir tahun 1997 meningkatkan kembali penyerapan tenaga kerja sektor pertanian tahun 1998. 2006 (Diolah) Dari Gambar 5. Pada kurun waktu tersebut (1988-1994) penyerapan tenaga kerja sektor industri mengalami pertumbuhan 10.3 persen pada tahun 1988 menjadi 13. maka sektor pertanian masih menempati proporsi tertinggi dalam penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi sebesar 56 persen. Kontribusi Sektoral Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sumber: ADB.7% dari 8. Artinya lebih dari separuh penduduk Indonesia usia kerja memperoleh penghasilan dan menggantungkan hidup dari sektor pertanian sedangkan 44 persen lainnya bekerja pada berbagai sektor termasuk industri. pertambangan. perdagangan dan jasa.42 persen sedangkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian pada saat tersebut hanya 46 persen.Jika dilihat dari tahun 1988.

Investasi langsung umumnya ditujukan untuk membeli alat mesin pertanian baru. melainkan juga tingkat daya saing global dari komoditas-komoditas pertanian Indonesia.Sektor Pertanian dan Investasi Investasi adalah bagian sangat penting dalam pembangunan ekonomi termasuk sektor pertanian. 2001). Investasi di sektor pertanian dapat berupa investasi langsung dan tak langsung.2001). Investasi tak langsung umumnya berupa kegiatan penelitian dan pengembangan. investasi dapat meningkatkan stok kapital. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2010 akan lebih tinggi dibanding tahun 2009 dan pertumbuhan investasi diprediksi akan mencapai 14% dengan nilai sekitar US$21 milyar (Ekonomi dan Bisnis.dalam negeri (PMDN). Penurunan investasi di sektor pertanian dibandingkan dengan investasi di sektor industri dan jasa dikaitkan dengan rate on investmen (ROI) yang rendah. berbagai metode budidaya tanaman. dsb.2009). peralatan modern serta sarana produksi pertanian. Hasil studi Supranto (1988) dalam Tambunan (2001). Dalam perspektif jangka panjang makro ekonomi. 2009). sehingga kurang menarik bagi investor (Tambunan. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2010. yaitu diperkirakan hanya sekitar 15 %. Modal bisa bersumber dari investasi luar negeri (PMA). sedangkan konsumsi masyarakat dan investasi akan meningkat dua kali lipat. untuk sektor pertanian KTT Ketahanan Pangan Dunia yang diselenggarakan pada bulan November 2009 menghasilkan komitmen untuk meningkatkan investasi pertanian. Mencegah kecenderungan turunnya pendanaan domestik dan asing untuk pertanian. Menurut Tambunan (2001) salah satu faktor penting yang sangat menentukan investasi di sektor pertanian bukan hanya laju pertumbuhan output. quality control. pelatihan bagi petani berkaitan dengan manajemen. pemerintah mengandalkan pertumbuhan investasi dan menyatakan bahwa pada tahun tersebut ada banyak faktor yang akan mendorong investasi. Sementara itu. di mana stok kapital akan meningkatkan kapasitas produksi masyarakat dan pada gilirannya kemudian empercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional (Van der Eng. yaitu: 1. Menurut Depkeu. ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan di negara sedang berkembang dan . rendahnya laju pertumbuhan sektor pertanian khususnya subsektor bahan pangan antara lain disebabkan oleh kurangnya PMA dan PMDN di sektor tersebut dan kredit yang mengalir ke sub sektor tanaman pangan relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan sektor industri dan manufaktur. Alasan yang biasa digunakan oleh investor adalah besarnya resiko gagal panen sebab sektor pertanian sangat tergantung pada iklim dan kondisi alamiah lainnya. penanganan dan pengolahan pasca panen produk pertanian. dan dana pinjaman (kredit) dari bank. Dengan kata lain pada periode tersebut sektor pertanian di Indonesia mengalami underinvestment. pangsa pengeluaran pemerintah akan menurun. Selama dekade 1990-an penggunaan kredit untuk sektor pertanian hanya memiliki andil kurang dari 10 persen pertahun dari total kredit yang telah disalurkan oleh semua bank di Indonesia (Tambunan.

dan jumlah penduduk miskin di pedesaan yang semakin berkurang serta peningkatan devisa negara dari sektor pertanian Tabel 4.102 Tabel tersebut menunjukkan investasi ke sektor pertanian yang cenderung menurun dibandingkan dengan investasi di sektor industri manufaktur.3.956 13. pertanian hanya menyumbang rata-rata 4%.4. Kredit Perbankan ke Sektor Pertanian dan Industri Manufaktur (dalam Miliar Rupiah) Sektor Pertanian Industri Manufaktur 1993 7.218 Sumber: Suprapto (1998) dalam Tambunan (2001) Tabel 4. antara lain produksi pertanian dan ketahanan pangan yang semakin meningkat. Meningkatkan investasi baru untuk produksi dan produktivitas pertanian di negara sedang berkembang guna mengurangi kemiskinan dan mencapai ketahanan pangan Peningkatan investasi di bidang pertanian tentu saja diharapkan memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor pertanian.841 15.004 1995 9. Biaya sosial dan politik yang harus ditanggung ekonomi Indonesia akan teramat besar apabila masih terdapat kesalahan elementer yang tidak perlu dalam perumusan. organisasi.846 11. Sektor Pertanian dan Devisa Negara Sebagai negara agraris. Indonesia hendaknya bisa mengandalkan sektor pertanian sebagai titik tumbuh perekonomian.284 Industri Manufaktur 24.346 1994 8. Untuk membantu petani yang sulit mendapatkan kredit dari bank komersial.324 1996 11.128 15.2. Indonesia harus lebih serius dalam membangun sektor pertanian dan basis sumberdaya alam.032 31. dan implementasi kebijakan pembangunan pertanian.010 15. Skim kredit pertanian dari pemerintah sering mengalami masalah distribusi dan distorsi akibat praktek korupsi dan cost effectiveness yang sangat diragukan.922 43. kesempatan kerja pedesaan yang semakin luas. Investasi di Sektor Pertanian dan Industri Manufaktur (dalam Miliar Rupiah) tahun 1993-1996 Sektor 1993 1994 1995 1996 Pertanian 2.342 59. Pemerintah menyediakan skim kredit khusus bagi petani yang dikenal dengan kredit usaha tani (KUT). serta potensi ekonomi domestik lain dengan langkah pemihakan dan investasi yang dapat menciptakan pengganda pendapatan bagi segenap lapisan masyarakat. Itupun mempunyai kecenderungan semakin menurun hingga .735 4. Akan tetapi informasi dari Departemen Pertanian menunjukkan bahwa realisasi KUT hampir setiap tahun selalu jatuh di bawah plafon yang telah ditetapkan. Dari keseluruhan nilai ekspor yang dilakukan Indonesia.545 7.

2 7.20 lainnya 35.35 Sumber : Statistik Keuangan dan Ekonomi. Perkembangan ekspor Indonesia tahun 1996-2009 disajikan secara lengkap pada Tabel 4.4 4.10 71.573. Sebagaimana uraian pada sub bab pendahuluan bahwa produk pertanian merupakan bahan pangan yang sangat tergantung pada kondisi alam (lahan dan cuaca) maka produk pertanian sangat spesifik pada lokasi.584. Berikut tabel yang menyajikan secara terperinci data tersebut.00 56.70 4.30 38.50 tambang 3. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumberdaya melimpah untuk memproduksi komoditi pertanian merupakan salah satu tujuan negara importir untuk memperoleh bahan mentah.00 37.593.00 7.660.50 2.60 21.36 4.622.40 migas 11.023.70 13. Negara-negara yang memiliki suberdaya yang rendah akan memenuhi kebutuhan (khususnya pangan) penduduknya melalui kegiatan perdagangan (impor).366.975.428.757.40 107.80 34.90 137.132.872. Tabel 4.513.124. makanan dan minuman.406.880. Departemen Perdagangan.873.90 3.80 3.6 596.636.584.30 79.50 7.50 114.10 47.90 14.70 11.724.90 53.792.894.019.40 43.80 3.34 3.124.100.20 3.33 4.9 8.020.657.50 4.20 33.40 2.96 4.60 Sektor industri 32.1 24.10 38.2 13.30 12. BI (diolah oleh PUSDATA.60 3. .6 8.60 48.665.589. Data ekspor Indonesia dan kontribusi sektor pertanian terhadap ekspor Indonesia total 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 49.939.48 5.5 % sektor pertanian 5.86 7.90 3.912.088.20 47.625.00 40.046. 2009) Peran lain sektor pertanian dalam perekonomian adalah memperbesar devisa negara.80 88. negara-negara importir juga membeli produk sektor pertambangan dan energi (minyak dan gas) serta produk industri pengolahan seperti tekstil.460.058.7 4.393.36 3.40 15.191.20 55.821.90 76.443.332.012.50 2.21 3.985.092. alas kaki.112.85 5.761.00 100.798.20 2.kurun waktu 2008.645.50 2.90 41.660.946.722.107.30 9.709.60 45.158.8 24.51 3.880.80 61. Dengan sedemikian besar potensi yang dimiliki.364.70 3.14 3.20 14. Selain bahan pangan mentah.671.10 2.4 4.593.126.814.90 55.884.30 nonmigas Pertanian 38.10 2.60 85.20 40.040.906. Indonesia bisa dikatakan belum cukup mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya yang dimilikinya tersebut untuk pengembangan pertanian di Indonesia.90 4.6.00 3.50 48.995.30 19.60 29.704.438.30 2.10 92.684.526.00 11.40 42.50 22.5.60 12.651.231.90 57.70 3.209.10 2.20 66.653.70 2.743.003.40 62.5 5.320.901.50 11.00 48.569.847.70 65.5 4.20 34.

83% sedangkan kontribusi sektor industri mencapai 63.191.70 11.50 2. dapat dilihat pada Gambar 6.535.724.80 34.90 3.50 Sumber: Pusat Data Departemen Perdagangan. Tahun 2009.158.80 24.660.30 2.126.20 33.393.872.443.761.020. Pada kurun waktu antara 1996-2009.50 48.40 4.00 100.5% dari total ekspor Indonesia selama tahun 1996-2009.584.10 2.40 92.70 4.50 4.573.30 19.90 76.00 Industri 32.366.722.733.10 24.50 35.20 14.40 2.10 Tambang 3. ekspor Indonesia selama 14 tahun masih didominasi oleh ekspor non migas (79.70 2.70 3.946.880.20 55. Struktur ekspor Indonesia tahun 2009.912.30 12. Lemahnya mata uang Indonesia terhadap mata uang asing pada satu sisi telah memukul sektor-sektor yang berbahan baku impor namun bagi produk-produk yang berorientasi ekspor akan meningkatkan daya saing produk tersebut.513.931.70 3.058.231.70 13.438. Tahun 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Perkembangan Ekspor Indonesia Tahun 1996-2009 Menurut Sektor (Juta $) Pertanian 2.364. kontribusi sektor pertanian terhadap ekspor Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 1998 dari 5.40 42.10 2.30 9.80 3.019.107.00 56.320.124.665.7% dari ekspor non migas dan 4.80 Migas 11. Hal ini terbukti dengan meningkatnya volume ekspor sektor pertanian dari US$ 3.20 34.50 114.40 4.80 61.651.709.636.112.593.40 15.90 53.124.15%5) dan 84% dari total ekspor non migas merupakan sumbangan sektor industri.60 3.00 3. 5 Kontribusi rata-rata selama tahun 1996-2009 .584.003.50 11. Sektor lain yang mengalami peningkatan kontribusi yang relatif besar adalah pertambangan.90 137.332.792.60 85.90 8.023.40 62.20 3.50 5.653.60 8.80 88.60 Lainnya 35.86% menjadi 7.100.Tabel 4.00 11.20 40.20 7.00 Total 49.50 58.088.593.985.20 15.90 3.80 3.60 29.50 2.880.653.622.50 7.60 juta menjadi US$ 3.30 14.60 48.798.60 21.79%.660.70 65.209.00 37.645.20 13.70 4.884.60 596.704. kontribusi ekspor pertanian hanya 3.657.10 71.743. Sektor pertanian hanya menyumbang 5.50 2.50 juta.6.00 48.10 2.625.569.60 3.847.90 14.995.814.132.60 12.50 22. 2010 Jika dilihat dari komposisinya.526.90 57. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa pada awal tahun 1998 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang diawali dengan melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika.460.906.178. Perkembangan ekspor pertanian selanjutnya mengalami penurunan kontribusi seiring dengan meningkatnya kontribusi ekspor sektor industri.040.90 4.132.00 7.10 38.671.386.901.5% kemudian pangsanya kembali mengalami penurunan.

Laju pertumbuhan ekspor tahunan Indonesia tahun 1996-2009 disajikan pada Gambar 7.3% sedangkan tahun 1999 mengalami penurunan terendah (-20%).5% sedangkan sektor industri sebagai kontributor utama ekspor Indonesia hanya bergerak pada laju 6% selama tahun 1996-2009. Sektor pertanian memiliki rata-rata laju pertumbuhan paling kecil diantara sektor-sektor lain yakni sebesar 2. ekspor sektor non migas sebesar 6.Gambar 6. Sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008.15%. Gambar 7. yakni sebesar 25. Laju Pertumbuhan Ekspor Indonesia Menurut Sektor 6 Data 2009 sampai bulan Oktober.71% sedangkan rata-rata laju pertumbuhan sektor migas sebesar 5. 2009 . Komposisi Ekspor Indonesia Tahun 2009 (%)6 Sedangkan jika dilihat dari rata-rata laju pertumbuhannya.

1982. 1996.G.Inc. PT Raja Grafindo Persada. New Jersey Tambunan. Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan perubahan peran tersebut (soal nomor 2).Yogyakarta Lipsey. T.. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. 7. Microeconomics. 6. Jakarta Mubyarto. 4. dan Rubinfeld. Jakarta Pindyck R. Sertakan referensi (sumber pustaka) yang dapat dipercaya (credible). Jakarta . Jakarta Soekartawi. DAFTARPUSTAKA 1. 1982. BPFE. Pengantar Ekonomi. 3. maka Mahasiswa diminta untuk: 1. N. Harper Collins College Publisher. Menggali data dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (1999 – 2009) tentang: • Penyerapan kerja menurut sektor • Kuantitas dan nilai ekspor menurut sektor • Pendapatan Domestik Bruto menurut sektor 2.C.S..R.H.G. 2002. D. TUGAS KEGIATAN BELAJAR 4... 3. Erlangga. 2. 5. Dalam rangka untuk memperoleh deskripsi keragaman peran sektor pertanian dalam perekonomian daerah (regional) tingkat Propinsi.L. Boediono. dan Courant. Pengantar Ekonomi Pertanian.. LP3ES.Economics. Perekonomian Indonesia. 2001. Ekonomi Mikro. P. 2000. Prentice Hall. Mendeskripsikan trend (perubahan) dari peran sektor pertanian dalamperekonomian daerah.2001. Ghalia Indonesia. New York Mankiw.T.N.

dan ringkasan hasil tugas kelompok disajikan dalam bentuk power point sebagai bahan diskusi kelas yang disajikan pada jadwal Tutorial ke-1. (5). (4). Diskusikan jawaban setiap soal latihan TKB 1. Bentuk kelompok kecil dengan anggota 4-5 orang Mahasiswa dari kelompok asisten yang sama untuk menyelesaikan Tugas Kegiatan Belajar (TKB) 1. kemudian tetapkan kesimpulan yang mewakili kondisi kelompok Anda. Yang harus dikerjakan dan batasan-batasan : (1). Metodologi/ cara pengerjaan. (2). Lampirkan hasil pencarian sumber pustaka kelompok Anda. (6). TUJUAN TUGAS :  Mengenal beberapa konsep dasar ekonomi  Menemukenali cara berpikir seorang ekonom  Membiasakan melihat fenomena sektor pertanian melalui cara pandang ekonomi  Melatih ketrampilan untuk berpikir seperti seorang ekonom  Mengenal mekanisme sistem perekomomian  Menemukenali keterkaitan antar sub-sektor 2. Menyelesaikan semua soal latihan dan tugas yang terdapat pada Modul 1. Dengan menggunakan sumber pustaka (referensi) yang dapat dipertanggungjawabkan. ditinjau dari tingkat individu anggota maupun tingkat kelompok. Untuk itu lakukan identifikasi penyelesaian tugas nomor 1 hingga 3 dari setiap anggota kelompok. serta dikumpulkan pada waktu jadwal Tutorial ke-1. Obyek garapan : Fundamental ekonomi dan sistem perekonomian. Penyelesaian tugas TKB 1. (3). Penyelesaian tugas ditulis tangan pada lembar kertas folio bergaris maksimum empat halaman (satu lembar ukuran double folio). Melengkapi materi pada setiap kegiatan berlajar pada Modul 1 dengan bahan referensi dari sumber lain (2). Selesaikan soal TKB 2 secara individu.RANCANGAN TUGAS MODUL I MATA KULIAH/KODE : PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN/ PTE 4216 SEMESTER : Genap . Data yang dikumpulkan oleh setiap kelompok berasal dari propinsi yang berbeda (lihat Lampiran Tabel 1). selesaikan TKB 3 secara kelompok. 3 dan 4. . Hasil diskusi kelompok (TKB 1.3 dan 4 yang terdapat pada Modul 1 dilaksanakan pada jadwal tutorial. (4). 3 dan 4) dilaporkan dalam bentuk ketikan. sks : 3 1. URAIAN TUGAS : a. Selesaikan soal TKB 4 secara kelompok. Peran ekonomi pertanian dalam sistem perekonomian Indonesia b. yaitu pada uraian tugas kegiatan belajar 1 sampai dengan kegiatan belajar 4. c. acuan yang digunakan (1).

31. 3. 21. 15. 16. 5. 35. 29. 8. Lokasi Prop NAD Prop Sumut Prop Sumbar Prop Jambi Prop Bengkulu Prop Lampung Prop Riau Prop Riau Kepulauan Prop Bangka Belitung Prop SumSel Prop Banten Prop Jawa Barat Prop DKI Jakarta Prop Jawa Tengah Prop D. 30. Daftar nama Propinsi Unit Analisis TKB 4 Menurut Kelompok Kerja No. 33. Revisi jawaban latihan soal setelah penguatan (kuliah) dikumpulkan pada hari tutorial berikutnya. 23. 32.(7). Jawaban latihan soal (hard copy) sebelum maupun sesudah diskusi kelas yang dilengkapi dengan daftar pustaka. 2. Kreativitas tampilan power point (hanya menyajikan pointers) c. 6. 11. Penilaian aspek kognitif & afektif dari mahasiswa bukan kelompok penyaji didasarkan pada partisipasi aktif dalam memberikan tanggapan. 9. Jawaban latihan soal TKB 1 hingga TKB 4 Modul 1 dalam bentuk hard copy dikumpulkan sebelum dilakukan presentasi . 27. d. Kelengkapan dan kebenaran jawaban b. 7. 4. (8). Lokasi Prop Kalbar Prop Kalteng Prop Kalasel Prop Kaltim Prop Sulawesi Utara Prop Sulawesi Tengah Prop Sulawesi Selatan Prop Sulawesi Tenggara Prop Gorontalo Prop Maluku Prop Maluku Utara Prop Papua Prop Irian Jaya Barat Indonesia Bagian Barat Indonesia Bag Tengah Indonesia Bagian Timur Kelas E E E E G G G G G G G G H H H Kelompok V VI VII VIII I II III IV V VI VII VIII I II III IV . kritik dan pertanyaan) f. Kriteria luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan (1). Lampiran Tabel 1. 34. 12. 13.I Yogyakarta Prop Jawa Timur Prop Bali Prop NTB Prop NTT Kelas A A A A B B B C C C C D D D D E E E E Kelompok I II III IV I II III I II III IV I II III IV I II III IV No. 18. 1. Hasil kerja kelompok dipresentasikan dalam kelas pada hari tutorial (lihat jadwal kegiatan pada dokumen RKPS bagian B. Catat jawaban soal yang telah dipecahkan dan yang belum sebagai bahan penguatan (kuliah) pada sesi berikutnya. Penyajian presentasi dalam kelas dalam format power point 3. 10. (2). 25. 22. 28. Kejelasan logika yang dipresentasikan d.4 yang melengkapi Modul Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Pertanian). 17. 14. 20. 26. (9). (10). 24. 19. Penilaian kemampuan didasarkan pada Lampiran Tabel 2. KRITERIA PENILAIAN : a. Kemampuan menjawab pertanyaan/sanggahan atau tanggapan dari audiences e.

1 0.b.1 15 21 30 12 14 16 15 21 30 5 7 9 3 5 7 9 Catatan: Nilai terendah: 50. B. Ind Bag Timur = data rata-rata P Irian Jaya + P Sulawesi & NTT Tabel 2. a.3 0. 1 2 3 Komponen penilaian Peran Individu Moderator Operator Penyaji Indikator Membaca penuh ½ membaca Tidak membaca Tidak tepat Kurangtepat Tepat Ide tdk orisinil Ide Orisinil & tdk Inovatif Ide orisinil & inovatif Tdk tepat Kurang tepat Tepat Nilai 50 40 50 60 70 60 70 80 60 70 80 60 70 80 4 Menjawab C. 1 Peran Audience Pertanyaan 2 Tanggapan . Komponen penilaian A.Keterangan: Ind Bag Barat = data rata-rata dari P Sumatera & Jawa.3 0. Ind Bag Tengah = data ratarata P Kalimantan + Bali & NTB.2 0. Indikator penilaian Kelompok No. Laporan kelompok 1 Kelengkapan deskripsi Indikator Konsep Teori Dasar: Tidak ada Ada & kurang tepat Ada & tepat Kurang dari standar Standar Lebih dari standar Tidak ada Ada & tdk runtut Ada & runtut Tidak ada Ada & tdk relevan Ada & relevan Tidak ada Ada & tdk sesuai Ada & tdk lengkap Ada & lengkap*) Skala Bobot Nilai 2 Power point 3 Sistematika alur logika 4 Data pendukung (Contoh aplikasi) Daftar pustaka 5 50 70 100 60 70 80 50 70 100 50 70 90 30 50 70 90 0. Indikator penilaian individu dari Tugas Kelompok No. tertinggi: 94 Tabel 2.

5 6.3 0.15 0.5 13.5 10.4 0. Komponen penilaian A. Indikator penilaian Tugas Individu (TKB 2) No.5 13. nilai tertinggi = 93 .Tabel 2.5 Keterangan: Nilai terendah = 46.c.5 10. Laporan kelompok 1 Kelengkapan deskripsi Indikator Konsep Teori Dasar: Tidak ada Ada & kurang tepat Ada & tepat Tidak ada Ada & tdk runtut Ada & runtut Tidak ada Ada & tdk relevan Ada & relevan Tidak ada Ada & tdk sesuai Ada & tdk lengkap Ada & lengkap Skala Bobot Nilai 2 Sistematika alur logika 3 Data pendukung (Contoh aplikasi) Daftar pustaka 4 50 70 100 50 70 90 50 70 90 30 50 70 90 0.15 15 21 30 20 28 36 6.5 4.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.