P. 1
Analisis Semiotik Puisi _PADAMU JUA_ Karya Amir Hamzah

Analisis Semiotik Puisi _PADAMU JUA_ Karya Amir Hamzah

|Views: 611|Likes:
Published by Aura Net

More info:

Published by: Aura Net on Sep 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/09/2014

pdf

text

original

PADAMU JUA Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku padamu Seperti dahulu Kaulah

kendil kemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar, setia selalu Satu kekasihku Aku manusia Rindu rasa Rindu rupa Di mana engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya kata merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku, gila dasar Sayang berulang paamu jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu~bukan giliranku Matahari~bukan kawanku

i

Makalah yang berjudul “Analisis Semiotik Puisi Padamu Jua Karya Amir Hamzah” ini.KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahiim. April 2013 Penulis ii . Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. Akhir kata semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi penulis. yang telah memberikan kekuatan dan ketabahan bagi hamba-Nya. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dan sumbangan pemikiran. Pandeglang. Serta memberi ilmu pengetahuan yang banyak agar kita tidak merasa kesulitan. serta dorongan dari berbagai pihak. Amin yarobbal ‘alamiin. disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Kajian Puisi di FKIP UNMA Banten. Salawat serta salam tidak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. tetapi tidak luput dari kendala yang begitu banyak. yang telah menyampaikan wahyu kepada hamba-Nya yang setia sampai akhir zaman.

B. Rumusan Masalah…………………………………. KATA PENGANTAR ……………………………….. Kesimpulan ………………………………………… DAFTAR PUSTAKA ………………………………………. Pendekatan Semiotik dalam Analisis Karya Sastra …… C. Pengertian Semiotika……….………………………. Analisis Semiotik Puisi “PADAMU JUA” Karya Amir Hamzah 7 10 11 iii .. Konvensi – Konvensi Untuk Menelaah Karya Sastra Dengan Pendekatan Semiotik ………………………… BAB III PENUTUP A. 3 4 D. C.DAFTAR ISI PUISI ………………………………………………….. BAB II PEMBAHASAN A..…………………………… 3 i ii iii 1 2 2 B. Tujuan ……………………………………………. DAFTAR ISI…………………………………………… BAB I PENDAHULUAN A.. Latar Belakang ……………...

M.MAKALAH ANALISIS SEMIOTIK PUISI “PADAMU JUA” KARYA AMIR HAMZAH Diajukan sebagai Salah Satu Tugas Kelompok Mata Kuliah Kajian Puisi Dosen Pengampu: Komarudin.Pd Disusun oleh:    Rini Febriani Anggi Purwani Dewi Lilis Holisoh FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR BANTEN BANTEN 2013 iv .

BAB I PENDAHULUAN A. karya sastra dipandang sebagai proses penuangan imajinasi pengarang. tak bertanggung jawab. Dalam analisis. Ada pengarang yang menitikberatkan simbolisasi pada tokoh. realita. Setiap pengarang memiliki konvensi – konvensi (etika) yang berbeda dalam proses kepengarangannya. menjelaskan karya sastra sebagai sebuah struktur. menjelaskan kaitan antara pengarang. namun ada juga yang memberikan makna perjuangan. Pengarang menyampaikan permasalahan dan ide – ide melalui media bahasa dan tanda – tanda lain. Sehingga. pengkajian melalui tanda dan simbolisasi yang terdapat dalam karya sastra. karya sastra dan pembaca. 1 . penokohan. atau alur cerita tersebut. Latar Belakang Karya sastra adalah penuangan ide – ide yang diimajinasikan menjadi teks yang memiliki nilai – nilai etika dan estetika. Hal ini dikarenakan dengan pengalaman dan pengetahuan orang tersebut tentang tanda dan konvensi yang berlaku. dan ada juga yang memberikan penekanan simbolisasi pada judul karya sastra tersebut.(Sukada. Jan Mukarovsky memberikan perumusan tentang aplikasi model semiotik. pembaca dan hal – hal yang memiliki keterkaitan dengan karya sastra tersebut. Sehingga. seseorang dapat memberikan makna yang berbeda. 1987:44) Dalam analisis semiotik. realitas. 2. Misalnya saja kata “lari” yang ada dalam konteks yang sama dapat diberikan makna sebagai kemajuan yang cepat atau revolusi. yaitu : 1. dalam analisis semiotik karya sastra dikaitkan dengan pengarang. orang yang menikmati karya sastra akan merasa berada dalam lingkup kehidupan yang diciptakan karya sastra tersebut. berdasarkan unsur – unsur atau elemen yang membentuknya. Analisis semiotik merupakan metode menganalisis karya sastra sebagai sebuah struktur. atau dapat pula makna lainnya sesuai dengan konteks karya sastra tersebut. Dalam analisis semiotik.

4. Bagaimana pendekatan semiotik dalam karya sastra? 3.Dalam karya tulis ini akan dipaparkan mengenai analisis semiotik sastra dan penerapannya pada puisi “Padamu Jua” karya Amir Hamzah. Memahami pendekatan semiotik dalam karya sastra. Tujuan Dari pokok permasalahan dalam karya ini. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. 2 . 2. Apa yang dimaksud dengan semiotika? 2. B. Puisi ini lebih mudah dipahami karena menggunakan konvensi yang berlaku secara umum dan dapat membantu pemahamn mengenai semiotik sastra. maka tujuan penulisan adalah: 1. Mengetahui konvensi – konvensi untuk menelaah karya sastra dengan pendekatan semiotik. 3. maka permasalahan yang akan dibahas adalah: 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan semiotika. Melakukan analisis Padamu Jua karya Amir Hamzah dengan pendekatan semiotik. Bagaimanakah konvensi – konvensi untuk menelaah karya sastra dengan pendekatan semiotik? 4. Bagaimana analisis puisi Padamu Jua karya Amir Hamzah dengan pendekatan semiotik? C.

Karya sastra secara jelas memiliki tanda yang disampaikan membaca untuk dapat dipahami makna karya sastra tersebut. Konvensi-konvensi dan pandangan masyarakat tentang “tanda” yang terdapat dalam karya sastra tersebut. Jadi. karya sastra dan pembaca. struktur bangunan. Ahli filsafat Amerika Charles Sanders Piece. Pengarang melakukan komunikasi dengan dirinya. (Sujiman dan Zoes. analisis semiotika atau disebut semiotik saja dapat dikatakan sebagai metode pengkajian analisis “tanda” yang terdapat dalam karya sastra. Semiotik sastra adalah ilmu yang mengkaji tentang “tanda”. suatu sistem yang terikat dengan sistem tertentu (yang ada di luar). Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi yang disertai dengan mimik. Sander 3 . dan sebagainya terdapat tanda.BAB II PEMBAHASAN A. menegaskan bahwa kita berfikir dengan adanya tanda. Panuti Sujiman dan Aart van Zoes memberikan istilah semiotika yang berasal dari bahasa yunani “semion” yang berarti “tanda”. Pendekatan Semiotik merupakan salah satu kritikan yang penting dan popular dalam bidang bahasa dan kesusasteraan. dan ekspresi serta intonasi dapat menentukan makna komunikasi tersebut. film. Pengertian Semiotika Dalam kata pengantar buku serba serbi semiotika. dan menganggap karya sastra adalah sebagai suatu system yang padu (di dalam) dan memiliki konvensi – konvensi (di luar) sebagai system. Panuti dan Zoes berpendapat bahwa kehidupan dipenuhi dengan tanda-tanda. seperti komunikasi. Pendekatan Semiotik dalam Analisis Karya Sastra Pendekatan semiotik adalah penelaah karya sastra dengan mempelajari setiap unsur yang ada di dalamnya.1992:viii). Pendekatan ini kritik ini menggunakan prinsip-prinsip teoriSemiotik sebagaiamana yang yang dikemukakan oleh beberapa orang tokoh seperti Fredinand de Saussure. B.

Konvensi – Konvensi Untuk Menelaah Karya Sastra Dengan Pendekatan Semiotik Dikatakan selanjutnya oleh preminger dalam Pradopo (2010:109) bahwa studi semiotik sastra adalah usaha untuk menganalisis sebuah sistem tanda-tanda. Namun. Pendekatan ini menitikberatkan soal kebahasaan dengan penumpuan kepada mencari dan memahami makna menerusi sistem lambang (sign) dan perlambangan dalam teks. Jurij Lotman dan lain-lain. Beberapa cadangan supaya kajian secara mendalam tentang bahasa yang lebih sistematik perlu diwujudkan telah disuarakan oleh ramai pemikir falsafah seperti Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Peirce. Dikemukakan Preminger dkk bahwa penerangan semiotik itu memandang objek-objek dianalisis. Menentukan kontras-kontras di antara satuan-satuan yang menghasilkan arti (hubungan-hubungan pragmatik) Aturan kombinasi yang memungkinkan satuan-satuan itu untuk dikelompokkan bersama –sama sebagai pembentuk-pembentuk struktur makna yang lebih luas (hubungan-hubungan sintagmatik). ianya tidak dipentingkan terutamanya dalam era penolakan epistimologi teori ini. C. Umbarto Eco. untuk beberapa tempoh waktu. Menyendirikan satuan-satuan minimal yang digunakan system tersebut. Walau bagaimanapun.Pierce. Semiotik muncul semula dengan lebih bertenaga. 4 atau laku-laku sebagai parole (laku tuturan) dari suatu langue (bahasa: system linguistik) yang mendasari tata bahasanya harus . Semiotik mungkin bermula awal iaitu semenjak zaman Plato lagi. Asas kepada kritikan ini ialah kepercayaan bahawa makna bahasa ditandai dengan sistem lambang dan perlambangan. Makna dalam teks dapat difahami dengan mentafsir lambang dan perlambangan yang hadir dalam teks dan dihubungkan pula dengan penerimaan umum dalam sebuah masyarakat. 3. 2. Lambang dan perlambangan ini pula mempunyai hubungan dengan psikologi manusia dalam sesebuah masyarakat. Langkah-langkah dalam mennganalisi karya sastra adalah sebagai berikut: 1. selepas kurun ke-17. Micheal Riffaterre.

Karya satra merupakan sebuah sistem yang mempunyai konvensi-konvensi sendiri. dan sebagainya. yang mempunyai satuan-satuan tanda (yang minimal) seperi kosa kata. diantaranya personifikasi. Adapula konvensi visual tersebut diantaranya baris sajak.Oleh karena itu peneliti harus bisa menentukan konvensi-konvensi tambahan apa yang memungkinkan karya sastra bisa mempunyai makna yang lebih luas.mempunyai ragam: puisi lirik. Puisi yang baik lazimnya menawarkan serangkaian makna kepada pembacanya. tetapi dalam sastra mempunyai dan menciptakan arti. Langkah dasar yang dapat dilakukan untuk pemahaman itu adalah ikhtiar untuk mencari tahu makna teks. . Untuk menangkap rangkaian makna itu. syair. Dalam genre puisi khususnya. metafora. dan simbol. Rangkaian sintaksisnya. tipografi. Diantara konvensi-konvensi kebahasaan yang meliputi : bahasa kiasan. puisi menyodorkan makna eksplisit dapat kita tarik dari per-wujudan teks itu sendiri. indeks. tanda terdiri atas tiga jenis. pantun. sonata. Hubungan itu adalah hubungan persamaan. Pilihan kata atau diksi menyodorkan kekayaan nuansa makna. enjambement. seperti genre puisi merupakan sistem tanda. dan gaya bahasa pada umumnya. Disamping itu ada konvensi ambiguitas. pilihan katannya. logika yang digunakan bekaitan dengan pemikiran dan ekspresi yang ditawarkan. Indeks adalah 5 . Ikon adalah tanda yang memperlihatkan adanya hubungan yang bersifat alami antara penanda dengan petandanya. Adapun makna eksplisit berkaitan dengan interpretasi dan makna yang menyertai dibelakang puisi yang bersangkutan. bahasa kiasan. simile. Seperti contohnya . balada. dan homoloque. Jenis-jenis tanda tersebut adalah ikon. tentu saja pembaca perlu masuk ke dalamnya dan mencoba memberi penafsiran terhadapnya. dan makna semantisnya. rangkaian sintaksis berhubugan dengan maksud yang hendak disampaikan. makna semantik berkaitan dengan kedalaman makna setiap kata dan acuan-acuan yang disarankannya. Tanda-tanda itu mempunyai makna berdasarkan konvensi-konvensi (dalam) sastra. dan metomini. Kontradiksi dan nonsense. Sebagian sebuah teks. saran retorika. Konvensi kepuitisan visual sajak tersebut dalam linguistik tidak mempunyai arti. Berdasarkan hubungan antara penanda dan petanda. sajak (rima).

melainkan hubungan yang ada bersifat arbitrer. yaitu : a) Penggantian Arti (displacing of meaning) Penggantian arti ini menurut Riffaterre disebabkan oleh penggunaan metafora dan metonimi dalam karya sastra. puisi berbicara secara tidak langsung sehingga bahasa yang digunakan pun berbeda dari bahasa sehari-hari. (Pradopo. homologues. Puisi berbicara mengenai sesuatu hal dengan maksud yang lain. rima. Dikemukakan oleh Riffaterre (1978:1) bahwa puisi itu dari dahulu hingga sekarang selalu berubah karena evolusi selera dan konsep estetik yang selalu berubah dari periode ke periode. b) Penyimpangan Arti (distorting of meaning) Riffaterre (1978:2) mengemukakan bahwa penyimpangan arti disebabkan oleh tiga hal. kontradiksi ( pertentangan) dan nonsense (kata-kata yang secara linguistik tidak memiliki arti). Ia menganggap bahwa puisi adalah sebagai salah satu wujud aktivitas bahasa. Karya sastra itu merupakan ekspresi yang tidak langsung.tanda yang menunjukkan hubungan kausal (sebab-akibat) antara penanda dengan petandanya. Hal ini disebabkan oleh metafora dan metonimi itu merupakan bahasa kiasan yang sangat penting hingga dapat mengganti bahasa kiasan lainnya. yaitu terjadi karena adanya ambiguitas (bermakna ganda). c) Penciptaan Arti (creating of meaning) Organisasi teks di luar lingistik (konvensi kepuitisan yang secara linguistic tak memiliki arti . Ketidaklangsungan ekspresi itu menurut Riffaterre (1978:2) disebabkan oleh tiga hal. tidak terbatas pada bahasa kiasan metafora dan metonimi saja. tetapi menimbulkan makna dalam sajak) misalnya saja bait. Ketiga tanda tersebut merupakan peralatan semiotik yang fundamental. 2010:124). Jadi. Metafora dan metonimi ini dalam arti luasnya untuk menyebut bahasa kiasan pada umumnya. tetapi dengan cara lain (Pradopo. yaitu menyatakan pikiran atau gagasan secara tidak langsung. 2005:131). Simbol adalah tanda yang tidak memiliki hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya. Artinya. 6 . ketidaklangsungan ekspresi itu merupakan konvensi sastra pada umumnya. Jadi.

Analisis Semiotik Puisi “PADAMU JUA” Karya Amir Hamzah PADAMU JUA Habis kikis Segala cintaku hilang terbang Pulang kembali aku padamu Seperti dahulu Kaulah kendil kemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar. setia selalu Satu kekasihku Aku manusia Rindu rasa Rindu rupa Di mana engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya kata merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku.D. gila dasar Sayang berulang paamu jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai 7 .

Engkau adalah zat yang menerangi hati manusia ketika manusia mengalami /malam gelap/ yang merupakan simbol kegelisahan.Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu~bukan giliranku Matahari~bukan kawanku (Berkenalan dengan puisi. Padamu Jua merupakan gambaran tentang pengakuan dan pengaduan antara aku (lirik) dengan engkau (lirik). Sehingga ia menemui kembali pada sang pemberi jalan. dan bagi orang yang berpikir akan mengetahui hikmah dari apa yang disajikan Tuhan. 2002:199) Puisi Padamu Jua terdiri dari 28 baris yang terbagi dalam tujuh bait. yang manusia tak menyadarinya. Dalam konteks ini. 8 . tiap bait terdiri dari 4 baris. kegagalan. Demikian juga Serupa dara dibalik tirai yang merupakan penguatan dari zat yang tak terlihat namun keberadaannya diakui. memberikan /melambai pulang perlahan/ petunjuk dengan caranya. Puisi Padamu Jua ditinjau dari judulnya menggambarkan tentang kembalinya seseorang yang telah lama meninggalkannya. si aku lirik pernah mengalami kerenggangan atau lupa pada masa kejayaannya. kesusahan. perjuanganya. Hal ini disimbolkan jelas pada bari ke-5 dan ke-6 : / Kaulah kendil kemerlap//Pelita jendela di malam gelap/. yang mengatur nasib ini /pulang kembali aku Padamu// Seperti dahulu/ yang merupakan indeks dalam kegagalan. setia selalu/ yang merupakan sifat Ilahiah selalu mendengar keluh dan kesah manusia. segala sesuatu akan kembali kepadaNya. namun ketika jatuh / Mangsa aku dalam cakarmu// Bertukar tangkap dengan lepas/ ia sadar atau insaf dan melakukan pengakuan dan pengaduan bahwa segala sesuatu telah ada yang mengatur. dalam hal ini zat Ilahiah. dan permasalahan yang berat. Demikian juga sifat – sifat ke-Ilahiahan tergambar dalam /melambai pulang perlahan// Sabar. Ketika memasuki isi. Engkau (lirik) merupakan zat yang tak terlihat tetapi keberadaannya sangat diakui. Si aku lirik mengalami kegagalan /Habis kikis//Segala cintaku hilang terbang/ yang sangat menyakitkan dan tak tercapainya keinginan atau cita – cita si aku lirik. Ketika pembaca membaca judulnya akan terlintas minimal tentang sesuatu yang kembali.

harta. si Tanda aku akan (~) / Lalu waktu~bukan juga giliranku/ merupakan keinsyafan nasib. keberhasilan. atau hal yang beersifat keduniaan. hilang dan terbang. Pemisahan kata /Mata/ dengan /hari/ memperjelas makna sebagai keberuntungan. Si aku lirik mengalami kerinduan dengan si engkau lirik ketika ia mengalami kegagalan atau apa yang telah ia usahakan semua sirna. Apakah kepada wanita (jika si aku lirik adalah laki-laki) atau kepada laki-laki (jika si aku lirik adalah wanita). /Satu kekasihku//Aku manusia//Rindu rasa//Rindu rupa//Di mana engkau//Rupa tiada//Suara sayup//Hanya kata merngkai hati/ merupakan senyum pengakuan si aku lirik sebagai manusia bahwa kekasih sejati adalah engkau lirik. 9 . Kerinduan si aku lirik akan kehadiran engkau lirik (Tuhan) dengan ayat-ayatnya (firman-Nya). Si aku tidak menyerah terhadap kegagalan pada yang telah dialaminya. Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu~bukan giliranku Matahari~bukan kawanku Memberikan makna bahwa si aku lirik menyadari dan pasrah menerima apa yang telah diberikan oleh engkau lirik. Namun cinta disini tak dijelaskan kepada siapa.Dapat diartikan si aku lirik mengalami kegagalan dalam cinta. dan kekuasaan. jalan. cinta yang sesungguhnya hanya untuk engkau lirik. cinta pada kerja. kemudian /Matahari~bukan kawanku/.

BAB III PENUTUP A. 10 . kenaasan. Sesungguhnya semua itu mengharapkan manusia agar tidak lupa diri dan sombong pada saat mengalami kejayaan. Puisi tersebut sesungguhnya menyampaikan bahwa seseorang seharusnya senantiasa selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun dan bersyukur dengan apa yang telah diberikan. Karena sesungguhnya segala sesuatu telah ada yang mengaturnya dan semua akan kembali kepada-Nya. karena kehidupan itu akan terus berputar dan suatu saat kejayaan itu akan mengalami kejatuhan. Bukan hanya pada saat kita jatuh saja dan mensyukuri saat kita mengalami keberuntungan. kesatuan yang utuh dari tiap baris dan bait yang memberikan makna. Amir Hamzah memberikan pesan (ketidak langsungan ekspresi) melalui media puisi dan kiasan kata yang memberikan konkretisasi. Dengan mengandaikan sebuah kehidupan si aku yang hancur dan kemudian insyaf. Kesimpulan Berdasarkan pendekatan Semiotik puisi Padamu Jua karya Amir Hamzah memiliki tanda yang disampaikan untuk pembaca agar dapat dipahami maknanya.

Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics . New Jersey: Pringceton University Press. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1974. Alese (ed. 1978. Bloomington: Indiana University Press. 11 . Metode Kritik . Rachmat Djoko. dan Penerapannya.) dkk. Michael. Beberapa Teori Sastra. 2005. Semiotics of Poetry. Pradopo.DAFTAR PUSTAKA Riffaterre. Preminger.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->