P. 1
DATA RASTER DAN DATA VEKTOR.docx

DATA RASTER DAN DATA VEKTOR.docx

|Views: 24|Likes:
Published by Nikolas Yando

More info:

Published by: Nikolas Yando on Sep 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2014

pdf

text

original

DATA VEKTOR DAN DATA RASTER

1.Data raster adalah

data spasial/keruangan permukaan bumi yang diperoleh dari citra perekaman foto/radar satelit. Data raster nantinya akan berupa gambaran permukaan bumi dalam bentuk warna kenampakan alam seperti hijau, kuning, biru dan lainnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Puncak Ciremai dari Google Earth.

2.Data vektor adalah data yang berupa titik, garis dan area yang berbentuk polygon. Data
vektor ini dapat digunakan untuk keperluan peta administratif atau rancangan pembangunan jalan dan lain sebagainya.

DATA VEKTOR Data vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik dan nodes (titik perpotongan antara dua buah garis).

Keuntungan utama dari format data vector adalah ketepatan dalam merepresentaikan fitur titik batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna utnuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya dalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa feature. Namun kelemahan data vector yang utama adalah ketidak mempuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual.

Data Raster
Data raster (disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai strktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element).

Pada data raster, resolusi (devinisi visual) tergantung pada ukuran pixelnya. Dengan kata lain resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan batasbatas yang berubah secara gradual seperti jenis tanah, kelembapan tanah dan sebagainya. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file. Semakian tinggi resolusinya semakin besar ukuran filenya dan ini sangat bergantung pada kapasitas perangakat yang tersedia. Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data vector relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi. Tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi metematis. Sedangkan data raster bisasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah tetapi lebih mudah digunakan secara matematis. Jenis feature geografi dan cara penyimpanannya
1. Point/titik Point/titik adalah lokasi diskrit, biasanya digambarkan sebagai simbol atau label. Menggambarkan suatu feature yang batas atau bentuknya terlalu kecil untuk ditampilkan dalam garis atau luasan. Point biasanya juga digunakan untuk menggambarkan lokasi yang tidak mempunyai luasan seperti titik tinggi atau puncak gunung. 2. Line/arc(garis) Line/arc (garis) adalah feature yang dibentuk oleh sekumpulan koordinat yang saling berhubungan. Menggambarkan feature linier di peta yang terlalu sempit untuk digambarkan sebagai luasan. Atau menggambarkan feature yang tidak mempunyai lebar seperti garis kontur. 3. Polygon/luasan (area) Polygon/luasan (area) adalah feature luasan yang dibentuk dari garis yang tertutup

menggambarkan suatu are yang homogen. Biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu feature seperti batas Negara, kecamatan, danau dan lain-lain.

Contoh peta raster dan peta vektor
Kalo kita mau memodifikasi peta, kita perlu mengetahui jenis apa peta yang diinginkan. Ada dua macam peta yakni peta vektor dan peta raster. Peta Vektor seperti dilihatkan pada gambar 1 terdiri dari titik, garis, dan area polygon. Bentuknya dapat berupa peta lokal jalan. Peta Raster adalah peta yang diperoleh dari fotografi suatu areal, foto satelit atau foto permukaan bumi yang diperoleh dari komputer. Gambar 2 menunjukan contoh peta raster yang diambil ari satelit cuaca.

Salah satu varian dari peta raster adalah peta hasil scanner atau scan map. Sewaktu kita melakukan scan pada sebuah kertas maka terjadi proses konversi menjadi peta raster digital yang dapat digunakan sebagai sebuah layer pada peta.

Gambar 1 Peta Vektor yang menggambarkan jalan, dan batasan Negara

Gambar 2. Peta Raster yang menunjukan awan yang menyelubungi wilayah Data Raster Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel. Sebuah peta biasanya terdiri dari kombinasi antara data vector dan data raster.

Data Vektor Ada tiga tipe data vector (titik, garis, dan polygon) yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi pada peta. Titik bisa digunakan sebagai lokasi sebuah kota atau posisi tower radio. Garis bisa digunakan untuk menunjukkan route suatu perjalanan atau menggambarkan boundary. Poligon bisa digunakan untuk menggambarkan sebuah danau atau sebuah Negara pada peta dunia. Setiap bagian dari data vector dapat saja mempunyai informasi-informasi yang bersosiasi satu dengan lainnya seperti penggunaan sebuah label untuk menggambarkan informasi pada suatu lokasi.

Gambar 3. Kombinasi peta vector dan peta raster Data Raster Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->