SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PNEUMONIA

OLEH KELOMPOK D2 :

Putu Anggi Maseni Kuswandari Ni Made Juniari Wayan Dedy Surya Adi Tanaya Ni Kadek Arik Trisnawati Ni Nyoman Mippy Nurya Wardani Ni Made Dwi Kusumayanti

(0902105010) (0902105014) (0902105026) (0902105049) (0902105073) (0902105082)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA 2013

Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian. 28% kematian anak masih disebabkan oleh infeksi yakni infeksi saluran pernapasan. Insiden pneumonia masih cukup tinggi di beberapa negara. inovatif dan terpadu dengan melibatkan semua sektor . jumlah kasus pneumonia meningkat dari tahun ke tahun. LATAR BELAKANG Di tengah munculnya new-emerging disease. Di Indonesia sendiri. dimana insiden penyakit ing=feksi meningkat pada usia 1-5 tahun. TOPIK KEGIATAN Pendidikan Kesehatan Gangguan Sistem Respiratotik B. Di Eropa dan Amerika Utara. anak yang dirawat dengan pneumonia yang berumur kurang dari 5 tahun sebanyak 547 kasus denganjumlah terbanyak pada umur 1-12 bulan. Di Indonesia berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2007.SATUAN ACARA PENYULUHAN PNEUMONIA A. 16-20 kasus per 1000 anak pada umur 5-9 tahun. Target Millineum Development Goal (MDG) 4 adalah menurunkan angka kematian pada balita pada tahun 2015. Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang mengenai jaringan paru-paru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menurubnkan angka kematian akibat pneumonia sebagai penyebab kematian kedua pada balita. penyakit infeksi masih tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Pada tahun 2005. Pneumonia merukapan penyebab kematian kedua pada balita setelag diare. SUB TOPIK KEGIATAN Pneumonia C. insidennya mencapai 30 sampai 40 kasus per 1000 anak pada umur kurang dari 5 tahun. Dan 612 kasus per 1000 anak pada umur 9 tahun dan remaja. Agar targer ini tercapai diperlukan upaya pengendalian pneumonia pada balita yanng komprehensif. berdasarkan data pada tahun 2005. Salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada bayi dan balita adalah pneumonia. khususnya pada anak-anak. Di RSU Dr Soetomo Surabaya.

PESERTA PENYULUHAN Keluarga Pasien di Ruang Jempiring RSUP Sanglah H. I.30 s.d. METODE PELAKSANAAN Ceramah Tanya Jawab . b. F. PENYELENGGARA PENYULUHAN Penyelenggara penyuluhan pneumonia adalah mahasiswa semester sembilan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.terkait. Mengerti dan mampu menyebutkan kembali tentang penyebab Pneumonia. c. Mengerti dan mampu menyebutkan kembali penatalaksanaan Pneumonia. WAKTU Hari/Tanggal : Jumat. penatalaksanaan serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan.00 G. e. 23 Agustus 2013 Pukul : 10. TUJUAN 1. TEMPAT Kamar 1 Ruang Jempiring RSUP Sanglah. D. d. Mengerti dan mampu mengungkapkan kembali pengertian Pneumonia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan sebagai upaya memberikan informasi mengenai penyakit. Mengerti dan mampu menyebutkan kembali tentang tanda dan gejala Pneumonia. Mengerti dan mampu menyebutkan kembali pencegahan Pneumonia. Tujuan Umum : Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 30 menit diharapkan keluarga dapat mengerti dan memahami tentang Pneumonia. peserta dapat : a. E. 2. Tujuan Khusus : Setelah dilakukan pendidikan kesehatan. 11.

Tahap Persiapan : 1) Menyiapkan materi penyuluhan 2) Menyiapkan alat/media penyuluhan 2. MEDIA DAN ALAT Flip Chart Leaflet . Pemberian materi: 1) Pengertian Pneumonia 2) Penyebab Pneumonia 3) Tanda dan Gejala Pneumonia 4) Penatalaksanaan Pneumonia 5) Pencegahan Pneumonia 4. 5. Pendahuluan : 1) Memberi Salam 2) Perkenalan 3) Mengingatkan kontrak 4) Menjelaskan maksud dan tujuan 3. 1. STRATEGI PELAKSANAAN No.J. Diskusi dan Tanya jawab Penutup : 1) Menyimpulkan seluruh materi 2) Mengevaluasi peserta 3) Mengakhiri kontrak 4) Memberi salam penutup Total 30 menit 5 menit 5 menit 15 menit 2 menit Kegiatan Waktu 3 menit K.

Evaluasi Struktur a. - Sebanyak 60% peserta mengerti dan mampu menyebutkan kembali tentang penyebab Pneumonia. . KRITERIA EVALUASI 1. : Rencana kegiatan dipersiapkan 3 hari sebelum kegiatan Media dan alat sudah dipersiapkan 15 menit sebelum kegiatan : 2. Media 4 3. Penyuluh 4 3 3 3 4 5 3 3 3 4 2. Fasilitator 5. PENGORGANISASIAN Penyuluh : Ni Made Juniari Fasilitator : Ni Made Dwi Kusumayanti Ni Kadek Arik Trisnawati Ni Nyoman Mippy Nurya Wardani Wayan Dedy Surya Adi Tanaya Observer : Putu Anggi Maseni Kuswandari N. 3. Peserta penyuluhan dapat aktif dalam mengikuti penyuluhan dan peserta mengikuti acara penyuluhan dari awal sampai selesai. Peserta 4. b. Evaluasi Hasil : Sebanyak 60% peserta mengerti dan mampu mengungkapkan pengertian Pneumonia. Evaluasi Proses Penyuluhan berjalan lancar sesuai dengan waktu yang telah disusun. Observer M.L. SETTING TEMPAT 2 1 Keterangan gambar: 1.

O.- Sebanyak 60% peserta mengerti dan mampu menyebutkan kembali tentang tanda dan gejala Pneumonia. - Sebanyak 60% peserta mengerti dan mampu menyebutkan kembali penatalaksanaan Pneumonia. LAMPIRAN Materi Soal Leaflet Flipchart . Sebanyak 60% peserta mengerti dan mampu menyebutkan kembali pencegahan Pneumonia.

PENGERTIAN Pneumonia yaitu peradangan akut parenkim paru yang berasal dari suatu infeksi (Price dan Wilson. Penyebab infeksi mikroorganisme adalah jenis yang paling umum. Adanya neutrofil dan membunuh organisme yang melepaskan sitokin. 2012). hanya sedikit bertanggung jawab untuk kebanyakan kasus. bakteri bisa menyerang ruang antara sel dan antara alveoli melalui menghubungkan pori-pori. iritasi dan penyebab yang tidak diketahui. Meskipun lebih dari seratus jenis mikroorganisme dapat menyebabkan pneumonia. Bakteri Bakteri biasanya masuk paru-paru ketika tetesan udara yang terhirup. 2005). Invasi ini memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengirim neutrofil.Lampiran 1: Materi MATERI PENYULUHAN PNEUMONIA A. merupakan infeksi saluran napas bagian bawah. Penyakit ini menyebabkan alveoli menjadi radang dengan penimbunan cairan sehingga mengganggu pertukaran udara. Pneumonia juga dapat dikatakan sebagai komplikasi dari penyakit yang lain terutama penyakit yang terjadi secara kronis. Banyak bakteri hidup di bagian saluran pernapasan bagian atas. Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia) (News Medical. jamur atau parasit. Bakteri . diikuti oleh jamur dan parasit. Pneumonia adalah suatu infeksi dari satu atau dua paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri-bakteri. Penyebab paling umum pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia dan atipikal bakteri.Berikut adalah penyebab pneumonia antara lain: 1. dan kimia atau bahkan cedera fisik ke paru-paru. dan umum kelelahan. menyebabkan aktivasi umum sistem kekebalan tubuh. dan dapat dengan mudah terhirup ke dalam alveoli. ke paru-paru. hidung dan sinus. seperti mulut. Hal ini menyebabkan demam. sejenis sel darah putih defensif. B. ETIOLOGI Pneumonia dapat disebabkan oleh mikroorganisme. Penyebab paling umum pneumonia adalah virus dan bakteri. Setelah masuk. tetapi juga dapat mencapai paru-paru melalui aliran darah bila ada infeksi di bagian lain dari tubuh. menggigil. Corwin (2009) juga menyebutkan bahwa pneumonia adalah infeksi akut pada jaringan paru oleh mikroorganisme. virus-virus.

Atipikal bakteri umumnya tidak meyebabkan pneumoni yang parah. Virus Pneumonia virus merupakan tipe pneumonia yang paling umum ini disebabkan oleh virus influenza yang menyebar melalui transmisi droplet. '' Streptococcus pneumoniae''. Jamur yang dapat menyebabkan pneumonia adalah : Citoplasma Capsulatum. Blastomices Dermatides. Jenis-jenis bakteri Gram-positif yang menyebabkan pneumonia dapat ditemukan dalam hidung atau mulut orang sehat banyak. . Cocedirides Immitis. Klebsiella pneumoniae. Atypica bakteri yang menyebabkan pneumonia termasuk Chlamydophila pneumoniae.atipikal adalah bakteri parasit yang hidup intraseluler atau tidak memiliki dinding sel. Escherichia coli. Bakteri ini sering hidup dalam perut atau usus dan bisa masuk ke paru-paru jika muntahan terhisap. 4. Pseudomonas aeruginosa dan Moraxella catarrhalis. Penyebab lain Gram-positif penting dari pneumonia adalah Staphylococcus aureus. sering disebut "pneumococcus". Candinda Albicans. Aspergillus Sp. dan Legionella pneumophila. 2. adalah bakteri penyebab paling umum pneumonia pada semua kelompok umur kecuali bayi baru lahir. Mycoplasma Pneumonia. Beberapa bakteri gram negatif yang menyebabkan pneumonia termasuk Haemophilus influenza. Streptococcus agalactiae yang menjadi penyebab penting pneumonia pada bayi baru lahir. Protozoa Ini biasanya terjadi pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada pasien yang mengalami imunosupresi seperti pada penderita AIDS. Cytomegalovirus yang merupakan sebagai penyebab utama pneumonia virus. Bakteri Gram-negatif menyebabkan pneumonia lebih jarang daripada bakteri gram positif. Criptococcus Nepromas. 3. terutama di negara-negara berkembang. Virus lain yang dapat menyababkan pneumonia adalah Respiratory syntical virus dan virus stinomegalik. sehingga gejala atipikal dapat dengan cepat merespon terhadap antibiotic. Mycoplasma pneumoniae. Jamur Infeksi yang disebabkan oleh jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung. Pneumococcus membunuh sekitar satu juta anak setiap tahunnya.

Factor lain yang mempengaruhi Faktor lain yang mempengaruhi timbulnya pnemonia adalah prematuritas.  Pneumonia atipikal . bunyi napas tambahan ketika jalan napas terbuka tiba-tiba. GEJALA KLINIS  Corwin (2009) menyebutkan bahwa gejala pada pneumonia antara lain: 1.50). penyakit menahun. dan penggunaan otot bantu pernafasan. daya tahan tubuh yang menurun misalnya akibat malnutrisi energi protein (MEP). Demam dan menggigil akibat proses peradangan dan bayi mungkin terdengar mendengkur sebagai upaya untuk memperbaiki aliran udara 3. Malaise. lebih dari 5 tahun akan mengalami sakit kepala dan kedinginan. Nafas cepat dan dangkal (50 – 80) disertai dengan pernapasan mendengkur.5. Faktor-faktor yang meningkatkan resiko kematian akibat Pnemonia         Umur dibawah 2 bulan Gizi kurang Berat badan lahir rendah Daya pikir tentang kesehatan yang rendah Tingkat pelayanan (jangkauan) pelayanan kesehatan rendah Kepadatan tempat tinggal Imunisasi yang tidak memadai Menderita penyakit kronis C. merupakan indikasi adanya infeksi saluran napas bawah  Pneumonia bakteri Gejala awal : Rinitis ringan. Anoreksia. Gelisah Berlanjut sampai : Demam yang timbul dengan cepat (39. nyeri dada yang terasa ditusuk-tusuk yang dicetuskan oleh bernapas dan batuk.50-40. kurang dari 2 tahun akan mengalami vomitus dan diare ringan. pernapasan cuping hidung. Bunyi crackle. leukositosis. Peningkatan frekuensi napas yang bermakna 2. ekspirasi berbunyi. foto thorak pneumonia lobar. pengobatan antibiotik yang tidak sempurna.

warna mata menjadi lebih terang. Pneumonia Klebsiella sering juga mempunyai sputum yang kental. dan malaise sampai demam tinggi. dan bibir serta bidang kuku sianotik. Sakit tenggorokan. Pada kebanyakan kasus pneumonia. demam tingkat rendah. dan awitan gejala pneumonianya bertahap. Mialgia Berkembang menjadi : Rinitis. ruam. nyeri pleuritis. Setelah beberapa hari sputum mukoid atau mukopurulen dikeluarkan. Klebsiella. . Banyak pasien mengalami infeksi saluran pernapasan atas (kongesti nasal.  Pneumonia mykoplasma Gejala awal : Demam. batuk ringan. pipi berwarna kemerahan.  Pneumonia virus Gejala awal : Batuk. dan streptokokus. Anoreksia. Emfisema obstruktif. Ronkhi basah. Sputum berbusa. stafilokokus. Pasien banyak mengeluarkan keringat. bersemu darah sering dihasilkan pada pneumonia pneumokokus. tergantung pada organism penyebab. Nadi biasanya meningkat sekitar 10x/menit untuk setiap kenaikan satu derajat celcius. Mengigil. sputum H. Penurunan leukosit. mialgia. Selain itu ditemukan nadi cepat dan bersambungan (bounding). Batuk kering berdarah. Sakit kepala. Gejala yang menonjol adalah sakit kepala. Area konsolidasi pada pemeriksaan thorak. Sputum purulen dan bukan merupakan indikator yang dapat dipercaya dari etiologi. dan faringitis. influenza biasanya berwarna hijau.Beragam dalam gejalanya. batuk hebat dan lesu. Rinitis Berkembang sampai : Demam ringan. Pasien lebih menyukai untuk duduk tegak di tempat tidur dengan condong ke arah depan. Bradikardia relative untuk suatu demam tingkatan tertentu dapat menandakan infeksi virus. atau infeksi dengan spesies Legionella. infeksi Mycoplasma. sakit tenggorok).

 Obat-obatan : . kalori dan elektrolit glukosa 10 % : NaCl 0.  Pemberian oksigen tambahan  Pemberian cairan intravena dan alat bantu nafas mekanik. PENATALAKSANAAN Adapun penanganan pada pasien pneumonia meliputi:  Pemberian antibiotik per-oral/melalui infus.  Antibiotik sesuai dengan program  Pemeriksaan sensitivitas untuk pemberian antibiotik  Cairan. Simptomatik terhadap batuk. kecuali untuk kasus berat. poliudikocid pengobatan simptomatik seperti : 1. diberikan broncodilator.  Therapi untuk mycoplasma pneumonia. Istirahat. dan lendir serta ada febris. . Dengan kata lain . Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan. dapat diberikan Eritromicin 4 X 500 mg sehari atau Tetrasiklin 3-4 hari mg sehari. 5.D. 3. cukup istirahat di rumah. Sedangkan penatalaksanaan asuhan gizi meliputi berbagai aspek dan aspek tesebut adalah diet yang harus dijalani yaitu diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP). Batuk yang produktif jangan di tekan dengan antitusif 4. 2. Obat-obat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle. Selain itu. Bila terdapat obstruksi jalan napas.  Nutrisi Pada Pneumonia Pasien yang mengalami pneumonia maka diperlukan asupan nutrisi yang adekuat. Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang mempunyai spektrum sempit. Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada kasus yang berat.Kortikosteroid bila banyak lender. diet juga berfungsi meningkatkan berat badan sehingga status gizi pasien meningkat menjadi status gizi baik. dan meningkatkan intake makan serta meningkatkan daya tahan tubuh.9 % = 3 : 1 ditambah larutan KCl 10 mEq/500 ml cairan infuse. umumnya penderita tidak perlu dirawat. Yang dimaksud dengan asupan makanan adekuat adalah makanan gizi masing-masing pasien disesuaikan dengan kebutuhannya dan dapat berbeda-beda. Tujuan diet yang dilakukan pasien pneumonia adalah untuk memberikan makanan yang memenuhi gizi seimbang.Antibiotika berdasarkan etiologi.

B. Tambahan omega 3 pada minyak ikan dengan asam linoleat dapat menjadi modulator respon imun dan menurunkan reaksi berlebihan otot pulmoner terrhadap rangsangan stimulasi. protein akan membantu tubuh dalam membangun kembali jaringan baru dan menyediakan energi. pemberian omega 3 dengan bentuk diet tinggi minyak ikan. PENCEGAHAN Menurut Theresia (2009). daging.penerapan diet pasien pneumonia memegang peranan penting dalam mendukung proses penyembuhannya. ditambah dengan faktor stress 20%. A. unggas. terutama untuk pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral. Kebutuhan karbohidrat 65% dari kebutuhan energy total. Protein diperlukan untuk membantu tubuh dalam menyembuhkan dan tumbuh kuat. Selain itu. produk kedelai. Pilih dari susu. Di samping pemenuhan kebutuhan nutrisi pokok seperti energy. Pneumonia menyebabkan kerusakan jaringan. semua kebutuhan makanan untuk membantu proses penyembuhan pneumonia dapat diperoleh dari bahan makanan segar seperti sayuran dan buah-buahan. Makanan kaya protein harus menjadi bagian integral dari diet pneumonia. Beberapa vitamin yang perlu dikonsumsi dalam jumlah cukup untuk pasien pneumonia meliputi vitamin C. ikan. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan dengan cara: . beberapa jenis mineral yang perlu dikonsumsi lebih banyak oleh pasien pneumonia adalah mineral seng dan mineral magnesium. Sedangkan untuk kebutuhan lemak pasien pneumonia diberikan cukup yaitu sekitar 20% dari kebutuhan energy total. Lemak. lemak dan karbohidrat. kacang-kacangan dan biji-bijian (American Dietetic Association. dan atioksidan dapat menurunkan inflamasi saluran pernapasan. Masing-masing vitamin tersebut memiliki fungsi vital dalam membantu penyembuhan pneumonia. Pencegahan Pneumonia dapat dilakukan dengan cara hidup bersih dan sehat dan memberikan nutrisi yang baik pada balita. ayam. protein. Kemudian syarat lain adalah pemenuhan kebutuhan protein sebesar 15% dari kebutuhan energy total. Pada dasarnya. Dari sekian macam jenis mineral yang banyak dibutuhkan tubuh. pasien pneumonia juga harus memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral. serta E. E. Tidak kalah penting juga pada pasien pneumonia adalah memenuhi kebutuhan mineralnya. Terapi diet pada pasien pneumonia yang harus dijalani adalah pemenuhan energy yang diberikan sesuai dengan kebutuhan 100 mg/kkBBI. 2007).

Debu dalam udara bila terhirup akan menempel pada saluran napas bagian bawah. 2008) b. Kurangnya ventilasi akan menyebabkan naiknya kelembaban udara. bahan berbahaya dan racun dalam rokok tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan kepada perokok juga kepada orang-orang disekitarnya yang tidak merokok yang sebagian besar adalah bayi. Mencuci tangan Manfaat mencuci tangan yaitu membunuh kuman penyakit yang ada di tangan. sehingga menyebabkan anak balita sulit bernapas (Juwono. dimana cahaya sinar matahari tersebut dapat membunuh kuman atau bakteri. kolera. keluarga maupun petugas kesehatan. Sebelum melakukan kontak dengan pasien. Adanya ventilasi pada rumah tinggal. Kurangi kebiasaan merokok.a. kecacingan. Sehingga dalam pencegahannya. anak-anak. Ventilasi berguna untuk penyediaan udara ke dalam dan pengeluaran udara kotor dari ruangan yang tertutup. sirkulasi udara yang buruk. Efek asap rokok dapat meningkatkan kefatalan bagi penderita pneumonia. c. disentri. Padahal perokok pasif mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru dan penyakit . Upaya yang bisa dilakukan adalah: Menjaga kelembaban udara dan suhu ruangan dengan rajin membuka jendela. pnyekit kulit. mencegah penularan penyakit (diare. 2007). Akumulasi tersebut akan menyebabkan elastisitas paru menurun. harus selalu mencuci tangan. Flu Burung atau SARS) sehingga tangan menjadi bersih dan bebas kuman. menjaga lingkungan dan udara tetap bersih sangat penting untuk dilakukan. Kebiasaan membuka jendela akan memudahkan masuknya sinar matahari ke dalam rumah.Infeksi Saluran Pernafasan. Anak yang tinggal di lingkungan yang padat. Menjaga lingkungan agar tetap bersih Salah satu faktor penyebab pneumonia adalah lingkungan dan udara yang tidak sehat. atau hindari merokok di area tertutup. serta keluarga yang merokok berpotensi lebih besar terkena penyakit ini. dan ibu yang terpaksa menjadi perokok pasif oleh karena ada anggota mereka yang merokok didalam rumah. lantai yang berdebu merupakan salah satu bentuk polusi udara dalam rumah. tipews. Kelembaban yang tinggi merupakan media untuk berkembangnya bakteri Kebiasaan membersihkan rumah minimal 2 kali sehari (DEPKES RI.

Vaksinasi bisa membantu mencegah beberapa jenis pneumonia : a. Vaksin flu c. Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama Hal tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan bayi anda mendapatkan gizi yang cukup serta membangun kekebalan alami terhadap bakteri maupun virus . Memberikan imunisasi pada anak sesuai waktunya. dan pneumonia. 3.jantung. Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae) b. Memberikan vaksinasi pneumokokus atau sering juga disebut sebagai vaksin IPD. bronkitis. bayi dan anak balita mempunyai resiko yang lebih besar untuk menderita kejadian berat badan lahir rendah. Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan cara : 1. Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type b) 2. Menjaga keseimbangan nutrisi anak. infeksi rongga telinga dan asma (Widyaningtyas. 5. Sedangkan pada janin. Menjaga daya tahan tubuh anak dengan cara cukup istirahat dan juga banyak olahraga. 2008) Selain itu. 4. menurut Raymondnelson dan bambang (2009).

.D.html. M. Buku Saku Patofisiologi. R. 2007.S. R. Joanne McCloskey. St. Faktor-faktor Lingkungan Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawunganten Kabupaten Cilacap. L. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Ed. M. Elizabeth J.com/article/410326-diet-for- pneumonia/#ixzz2cg2YSmkN Corwin. Perbaikan Gizi. Rumah Tangga Sehat dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. EGC. Juwono. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Missouri: Mosby Elsevier..A.livestrong. DEPKES RI. Louis. Missouri: Mosby Elsevier Nanda 2012-2014. Jakarta: EGC Price dan Wilson. R. Bantu Penyembuhan Pneumonia (Online) (http://edisicetak. 2004.A. Wong. St.. 2012. LDN. Nursing Outcomes Classification (NOC) Fourth Edition. 2008. Donna L. Kathleen Mahan. Sylvia Escott-Stump.. 'Nutrition and Diagnosis-Related Care". Analisis Faktor Risiko Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Kabupaten Kebumen Tahun 2008. 2007. LDN.joglosemar. Pusat Promosi Kesehatan Jakarta. Jakarta: EGC Widyaningtyas R. M. Moorhead. 2008. 2009. 2008. 2009. Semarang.D.CDE and Sylvia Escott-Stump.co/berita/perbaikan-gizi-bantu-penyembuhanpneumonia-82518. Purwanto.. Volume 1. . diakses tanggal 19 Agustus 2013). 6 Vol 2. Nursing Interventions Classification (NIC) Fourth Edition.DAFTAR PUSTAKA American Dietetic Association: High-Calorie..A.D. Jakarta. 2007. Jakarta: EGC Dochterman. Sue. 2005. Read more: http://www. Triawati. T. High Protein Nutrition Therapy "Krause's Food Nutrition and Diet Therapy". Louis.

Jelaskan Pengertian Pneumonia? 2.Lampiran 2 : Soal Evaluasi 1. Sebutkan Pencegahan Pneumonia? . Sebutkan Penyebab Pneumonia? 3. Sebutkan Penatalaksanaan Pneumonia? 5. Sebutkan Tanda dan Gejala Pneumonia? 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful