P. 1
kondensasi

kondensasi

|Views: 142|Likes:
otk
otk

More info:

Published by: Trisuciati Syahwardini on Sep 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

Rabu, 25 Mei 2011 (mega Permata Safani

)
Kondensasi
Kondensasi atau pengembunan adalah perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi terjadi ketika uap didinginkan menjadi cairan, tetapi dapat juga terjadi bila sebuah uap dikompresi (yaitu, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mengalami kombinasi dari pendinginan dan kompresi. Penguapan merupakan contoh dari perubahan fisika, yaitu perubahan zat yang bersifat sementara, seperti perubahan wujud, bentuk atau ukuran. Perubahan ini tidak menghasilkan zat baru. Cairan yang telah terkondensasi dari uap disebut kondensat. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan disebut kondenser. Kondenser umumnya adalah sebuah pendingin atau penukar panas yang digunakan untuk berbagai tujuan, memiliki rancangan yang bervariasi, dan banyak ukurannya dari yang dapat digenggam sampai yang sangat besar. Pengembunan atau kondensasi merupakan proses perubahan zat yang melepaskan kalor/ panas. Kondensasi uap menjadi cairan adalah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas). Air yang terlihat di luar gelas air yang dingin di hari yang panas adalah kondensasi. Proses terjadinya pengembunan atau kondensasi ini adalah saat uap air di udara melalui permukaan yang lebih dingin dari titik embun uap air, maka uap air ini akan terkondensasi menjadi titik – titik air atau embun. Proses kondensasi ini dapat dijumpai di alam sekitar kita. Proses terbentuknya awan merupakan proses kondensasi. Uap air yang naik akibat sinar matahari akan terkondensasi di udara, hal ini dikarenakan udara di atas permukaan bumi lebih rendah dari titik embun uap air. Proses kondensasi inilah yang menyebabkan terjadinya awan. Efek Buruk Kondensasi Kondensasi pada dasarnya adalah proses yang biasa. Tetapi proses ini menjadi tidak biasa, kalau terjadi pada alat-alat elektronika atau listrik, sebab hal ini dapat menjadi salah satu penyebab kerusakan alat tersebut akibat korsleting. Kondensasi adalah salah satu penyebab paling besar untuk terjadinya korsleting, karena dengan adanya kondensasi maka terciptalah embun air dalam board unit yang dapat menyebabkan bad contact pada alat atau lebih parahnya menyebabkan korsleting. Oleh karena itu temperature yang disarankan untuk suhu ruangan tempat alat medis biasanya berkisar 17 0C - 20 oC apalagi untuk ruang control panel suatu unit besar seperti CT Scan atau MRI pasti membutuhkan pemantauan suhu khusus walaupun sudah dilengkapi dengan exhaust ruangan atau cooler packet dalam unit. Perpindahan suhu yang terlalu drastis misalnya dari suhu yang paling dingin sekali, 16 derajat Celcius ke suhu ruangan yang lebih panas misalnya 23 derajat Celcius dimungkinkan adanya embun air yang terjadi, karena hal tersebut. Faktor yang menentukan terjadinya kondensasi pada alat medis : - Perpindahan suhu ruangan yang drastis - Design ruangan, batas antara suhu dalam dan luar ruangan - Design/bahan cover alat medis - Gudang penyimpanan
*Sumber :http://smart-pustaka.blogspot.com/search/label/Fisika* \

dan lain-lain. atau penurunan tekanan uap yang tiba-tiba. banyak komponen beserta komponennya yang tidak mampu terkondensasi. Jenis kondensasi: homogenous. 3. artinya pada kategori proses kondensasi yang satu masih berhubungan dengan kategori proses kondensasi yang lain. film. . Dari klasifikasi di atas sangat mungkin ada kategori dari metode klasifikasi yang berbeda terjadi overlaps. proses kondensasi diklasifikasikan menjadi beberapa macam berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya: 1. internal. begitu pula perannya penting dalam industri. Diantara klasifikasi di atas. (c) kondensasi homogen. Proses kondensasi merupakan proses yang cukup komplek. Kondisi uap: satu komponen. heterogenous. Gambar 1. (b) dropwise condensation pada permukaan. external.wordpress. Geometri sistem: plane surface. Hal ini disebabkan oleh campuran dua aliran uap pada temperatur yang berbeda. yang terjadi dalam banyak contoh kasus.Kondensasi (http://ilmupembangkit. 2. Jenis kondensasi (a) film. atau direct contact. Karena prosesnya yang beragam. Kondensasi homogen (homogenous) terjadi ketika uap didinginkan di bawah temperatur jenuhnya untuk menghasilkan droplet nucleation. atau pembentukan kabut sebagai hasil kenaikan tekanan karena ekspansi. kondensasi berdasarkan jenisnya paling banyak digunakan. dimana kondensasi menjadi bagian penting dari siklus air. Kondensasi memainkan peranan yang penting di alam semesta.com/2013/05/11/konden sasi/) Kondensasi adalah proses melepaskan kalor dari suatu sistem yang menyebabkan uap (vapor) berubah menjadi cair (liquid). pendinginan radiatif (memancar) pada campuran uap dan komponen uap yang tak terkondensasikan seperti pada pembentukan kabut (fog) di atmosfer. (d) direct contact condensation. banyak komponen dengan semua komponen mampu terkondensasi. dropwise.

Aliran cairan kondensat akan memunculkan fenomena seperti aliran laminer. Kondensasi film dan butiran Kondensasi butiran (dropwise condensation) terjadi ketika cairan kondensat jatuh membasahi permukaan dan membentuk lapisan (film).Gambar 2. sebagian besar proses kondensasi adalah heterogenous. transisi laminer-turbulen. dua lairan fluida tersebut mengalami kontak secara langsung (direct contact) seperti pada percikan cair dingin lanjut (subcooled liquid sprays). dimana droplet terbentuk dan muncul pada permukaan benda padat. Contoh lainnya adalah kondensor siklus . dan lain-lain. dan butiran yang jatuh pada permukaan lapisan cairan. Kondensasi heterogen dapat memicu terjadinya jenis kondensasi film atau dropwise seperti pada gambar berikut. Pendinginan uap yang cukup sangat dibutuhkan untuk memulai kondensasi ketika permukaannya halus dan kering. dalam bentuk butiran. Kondensasi film paling banyak terjadi pada aplikasi keteknikan. aliran fluida kondensasi dipisahkan dari aliran fluida pendingin dengan dinding pipa. Gambar 3. Kondensat. Kondensasi pada permukaan yang bersih dan kering Pada kenyataannya. Namun pada beberapa aplikasi. Kondensasi butiran merupakan jenis perpindahan kalor yang paling efisien karena laju perpindahan kalor kondensasinya jauh lebih besar dibandingkan kondensasi film. Kondensasi film merupakan jenis kondensasi yang umum terjadi pada kebanyakan sistem. Kondensat membentuk butiran di sepanjang permukaan. demikian pula heat exchanger. membasahi permukaan dan jatuh bergabung membentuk lapisan cairan yang saling menyatu. Proses kondensasi film dan butiran keduanya termasuk kondensasi pada permukaan benda padat yang dingin. Pada kondensor. gesekan uap. Akumulasi dari butiran pada permukaan dapat memicu terbentuknya lapisan cairan (liquid film). aliran gelombang (wavy). Lapisan cairan mengalir sebagai akibat gravitasi.

Two Phase Flow. Refrensi : Ghiaasiaan. Cambridge. 2008. and Condensation in Conventional and Miniatur System.. Boiling. S.Rankine terbuka. . seperti pada kondensor direct-contact pada konsep konversi energi termal lautan. pada prakteknya dua lairan fluida dapat dicampur. Cambridge University Press. Namun. Kondensasi direct-contact sangat efisien karena selain tidak terjadi resistansi dinding.M. aplikasi kondensasi direct-contact sangat terbatas karena kondensat dan pendingin bercampur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->