BAB II PEMBELAJARAN

A. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru

Jenis Kegiatan 1. Mengidentifikasi konstruksi jenis roda. 2. Melepas roda-roda. 3. Pemeriksaan roda. 4. Memasang roda.

Tanggal

Waktu

B. KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar 1 : Mengidentifikasi Konstruksi Jenis Roda a. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1). Peserta diklat dapat menjelaskan pengkonstruksian roda dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan-kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 2). Peserta diklat dapat menjelaskan informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 3). Peserta diklat dapat memeriksa roda untuk mengidentifikasi tanda dan titik pemasangannya. 4). Peserta diklat dapat mengklasifikasikan konstruksi roda dan metode pemasangannya b. Uraian Materi 1

1

PELEK DAN BAN Pada umumnya roda yang digunakan pada mobil seperti terlihat pada gambar 1. Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. Pelek roda dan ban ini pada manusia dapat diumpamakan sebagai kaki dan sepatu. Roda meluncur disepanjang jalan sambil memikul berat kendaraan. Ban berfungsi meredam kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan permukaan jalan dan mencegah kejutan ini berpindah ke body.

Gambar 1. Pelek dan Ban 1). PELEK RODA (DISC WHEEL) Ban tidak dapat dipasang langsung pada mobil, tetapi dipasang pada roda-roda, biasanya pelek (disc wheel). Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertikal dan horisontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban. Disamping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan pelek harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.

2

Gambar 2. Penampang pelek roda a). TIPE PELEK RODA Pada gambar 2. memperlihatkan sebuah model roda yang banyak digunakan pada mobil penumpang. Beberapa roda ada yang menggunakan ruji-ruji, dan disc wheel yang banyak digunakan ini terbuat dari baja plat yang dipres dalam bentuk tertentu. Rim dilaskan menjadi satu dibagian luar disekeliling roda untuk memungkinkan pemasangan ban. Roda dipasangkan pada hub atau poros (axle shaft) dengan menggunakan empat atau enam buah baut tanam (hub bolt). Mur roda dibuat sedemikian rupa sehingga pelek dapat menempatkan posisinya dengan tepat dan center secara otomatis pada axle hub saat pemasangan. Berat pembalans (balance weight) kadang-kadang ada terpasang

3

Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang : yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy). Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan. 4 . dan tutup yang menutupi baut-baut ini disebut tutup roda (wheel drop). PELEK DARI BAHAN CAMPURAN BESI TUANG Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat dari bahan campuran biasanya dari aluminium atau magnesium. Baut-baut yang dipasangkan pada roda disebut baut-baut hub. Pada umumnya mobil menggunakan tipe ini karena tahan lama dan kualitasnya merata.diluar disekeliling rim untuk membalance roda. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres. Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pelek Baja Press Pelek dari Campuran Besi Gambar 3. Tipe pelek roda PELEK BAJA PRESS Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas. Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya.

b). Gunakanlah palu plastik atau karet dan bukan logam untuk memasangnya. SISTEM KODE SPESIFIKASI PELEK Ukuran pelek tercetak pada permukaan pelek itu sendiri. Biasanya meliputi lebar. maka setelah 1500 km roda dipasang periksalah kekerasan mur rodanya.50 F 15 SDC 5 . umpamanya untuk rotasi ban. Gambar 4.50 F x 15 SDC : : : : Lebar pelek (dalam inchi) Bentuk flens pelek Diameter pelek (dalam inchi) Tipe rim Keterangan 5.Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani pelek aluminium adalah  Pada kendaraan yang menggunakan pelek aluminium. gunakanlah balance weight khusus untuk pelek aluminium.  Bila menggunakan rantai ban.  Gunakanlah khusus untuk pelek aluminium. bentuk dan diameter pelek. atau bila memasang pelek yang baru pada kendaraan. bila melepasnya untuk sementara.  Seperti halnya pelek jenis lainnya.  Bila perlu membalance roda. periksalah pelek aluminium secara teratur. Kode Spesifikasi Pelek Misalnya: 5. perbaikan. berhati-hatilah memasangnya agar tidak merusak pelek aluminium.

S.R. Divide Type Rim Pelek jenis ini digunakan untuk mobil kecil. Gambar 5. D. menurun kearah pusat dan membentuk apa yang dinamakan “taper”. tetapi miring pada kedua sisi.D. Pelek (Rim) Penggunaan pelek (atau rim) yang betul akan bermanfaat bagi kemampuan ban yang dipakai dan keamanan dalam mengendarai mobil. Tempat kedudukan bead tidak datar. Devide Type Rim paling cocok untuk keperluan buka dan pasang ban secara mudah. Bead yang miring mencegah penggeseran dan akan menghasilkan pegangan yang kuat dari bead dan pelek. pelek dibagi menjadi enam kategori sebagai berikut : Nama Divided Type Rim Drop Center Rim Wide Drop Center Rim Semi Drop Center Rim Flat Base Rim  Divide Type Rim Singkatan D. Terdiri dari satu bagian saja (Devide type terdiri dari dua bagian).C. W. dan kendaraan industri (forklift dan sebagainya).C.  Drop Center Rim Pelek ini digunakan terutama untuk mobil sedan dan truk kecil. I.T. Menurut standard industri Jepang (JIS).c).C. mesin pertanian.D. Bentuk bagian tengah yang cekung 6 .

dimaksudkan untuk memudahkan pemasangan bead. Disini juga ada “taper” untukmencegah pergeseran diantara ban dan pelek.

Gambar 6. Drop Center Rim  Wide Drop Center Rim

Gambar 7. Wide Drop Center Rim Belakangan ini ban dengan tekanan angin rendah telah digunakan untuk menambahkan kenyamanan dalam mengendarai daripada mobil. yang Ban-ban biasa tersebut dan oleh lebih karena lebar itu, jenis

memerlukan suatu Wide Drop Center Rim (lebih lebar). Kebanyakan ban ini digunakan untuk mobil sedan dan truk kecil.  Semi Drop Center Rim

Gambar 8. Semi Drop Center Rim

7

Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk ban truk kecil. Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. Kontak antara ban dan pelek diperbesar dengan adanya “taper”. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh jenis Flat Base biasa. Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk memudahkan penggantian ban. Cincin yang dipasang diantara flens dan pelek induk disebut Cincin Pengunci (Lock Ring).Tetapii dewasa ini, pelek dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih sering digunakan, bagian yang dapat dilepas disebut Cincin Samping (Side Ring).  Flat Base Rim

Gambar 9. Flat Base Rim Flat Base Rim dig Flat Base Rim digunakan untuk truk dan bus. Struktur pelek rata dan kuat dan oleh karena itu, dapat menahan beban yang lebih berat. Seperti pada semi drop center rim, pelepasan dari cincin samping adalah untuk pemasangan dan pelepasan ban. Pelek jenis ini sekarang dibuat lebih lebar. Tempat kedudukan bead sebelah kiri pada gambar 8, tidak begitu jelas kelihatan tetapi ada “taper“ sedikit. Pada sisi dimana cincin samping berada, tidak ada taper. Jadi disini pasangan bead tidak begitu baik, karena itu tidak direkomendasikan pemakaian pelek jenis ini.

8

 Interim Rim

Gambar 10. Interim Rim Interim Rim mempunyai konstruksi yang sama dengan

Flat Base Rim yang lebar (Wide Base Rim) dan
merupakan model yang telah disempurnakan dari Flat Base Rim. Dari hasil eksperimen yang bertahun-tahun ditemukan bahwa perbandingan (ratio) yang terbaik antara lebar pelek dan ban adalah sekitar 70%. Penggunaan pelek yang lebih lebar memberikan pencegahan yang baik terhadap pembangkitan panas dalam ban, umur ban yang pendek (dibandingkan dengan pelek yang lebih tua dengan lebar kira-kira 57 % dari lebar ban). d). Ukuran Pelek Contoh : Keterangan : 5.0 S 20 F.B. = = = = Lebar pelek (=lebar dasar ban) dalam inchi. bentuk flens dari pelek. Ada 20 macam,dari A sampai V. diameter pelek dalam inchi. Flat Base Rim.

5.00 S x 20 F.B.

9

Bentuk Dasar Pelek 2). (Semi Drop Center Rim) F. radial dan tubeless (tanpa ban dalam).NAMA BENTUK DASAR PENGGUNAAN D.T. a). Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan.C. (Flat Base Rim) Gambar 11. (Drop Center Rim) S.B. Ban Bias Ban ini dibuat dengan lapisan serat arah miring. (Divided Type Rim) D.C. 10 . BAN Ban kendaraan dapat dibagi menjadi : ban bias. Adapun ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak sebaik ban radial.D.

Ban ini disebut ban radial baja. Tapaknya lebih kaku. namun kurang nyaman pada jalan tidak rata.b). Roda dengan Ban Bias dan Ban Radial FLAP TUBE TIRE WHEEL SIDE RING Gambar 13. BREAKER BELT RADIAL CORD BIAS CORD LINER BEAD TIRE CHAMFER RIM VALVE Gambar 12. sabuk terbuat dari serat baja. lebih tahan terhadap guncangan dan keausan daripada tipe bias. Roda Dengan Ban Dalam 11 . Ban Radial Lapisan serat pada ban ini menyilang lingkar ban. ditambah lapisan sabuk searah lingkar ban. Tipe ban ini.

dengan lapisan dalam untuk menghindari kebocoran udara serta berfungsi untuk menghambat udara bocor dengan cepat saat ban tertusuk. sehingga tingkat keamanannya cukup baik. transfer radiasi panas akan lebih baik. Roda Dengan Ban Tubeless 12 . Keuntungan Ban Tubeles yaitu saat ban terkena paku atau benda tajam lainnya. Karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan rim. Ban Tubeless Tipe ini dirancang untuk menahan udara langsung Dilengkapi didalamnya tanpa menggunakan ban dalam. tread dan liner mencengkeram kuat pada paku. sehingga dapat mencegah kebocoran udara sehingga ban tidak cepat kempis. flap dan side ring ban menjadi lebih ringan. TREAD SHOULDER LINER SIDEWALL CARCASS (CORD) BEAD WIRE CHAMFER BEAD BEAD WIRE RIM VALVE BEAD BASE + TIRE WHEEL DISK Gambar 14. Dengan dihilangkannya ban dalam.c).

Membaca Kode Ban a) Ban dengan ban dalam 10. Kode ukuran ban dan roda Jenis ban Dengan Ban Ban bias Dalam Ban radial Ban bias Tubeless Ban radial Ban radial ultra flat 3).5 – 140 – 137 – J Keterangan : 225 : Lebar ban (inchi) 70 : Rasio Ketebalan R : Konstruksi radial 22.00 – 20 – 14PR 10.00 – 20 – 14PR 11-22.5 – 14PR Keterangan : 11 : Lebar ban (inchi) R : Konstruksi radial 22.5 : Diameter Rim (Inchi) 140 : Indek muatan (roda tunggal) 137 : Indek muatan (roda ganda) J : Simbol kecepatan 13 OUTER DIAMETER RIM DIAMETER .d). kekerasan. Kode ukuran ban dan roda Umumnya ukuran ban dan roda berdasar lebar.0 – R – 20 – 14PR Keterangan : 10.5 – 14PR 225 / 70 R22. Tabel 1. Kode Ban 4). serta sifat lainnya. Metode ISO a) Ban radial ultra flat 225 / 70 – R – 22.5 – 14 0 / 137J TIRE WIDTH Gambar 15.0 : Lebar ban (inchi) R : Konstruksi radial 20 : Diameter rim (inchi) 14PR : Kekuatan ban (PR) b) Ban tubeless 11 – R – 22.5 – 14PR 11R22.5 : Diameter Rim (Inchi) 14PR : Kekuatan ban (PR) TIRE HEIGHT Contoh nominasi ban 10. ketebalan.

14PR tidak berarti bahwa ban mempunyai 14 lapisan serat katun. PR (Play Rating) Rating merupakan satu istilah yang dipakai untuk menyatakan kekuatan ban. Ratio Ketebalan dan Tingkat Kerataan 14 .5). jumlah ini menyatakan berapa banyak lapisan benang katun (carcass) yang membentuk kerangka ban yang sama. semakin tinggi kekuatan ban. Semakin banyak jumlah lapisan. Rasio Ketebalan dan Tingkat Ketebalan TIRE WIDTH (W) W TIRE HEIGHT (H) W Ratio Ketebalan : _____ H Tingkat Kerataan : _____ x 100 H Gambar 16. berdasarkan pada kekuatan serat katun yang ditentukan oleh JIS. 6). Dengan kata lain.

7). Ban jalan. Wide Drop Center Rim. RIB LUG LURUS LUG MIRING BLOCK COMPOSITE / KOMBINASI Gambar 17. akselerasi. berfungsi dan untuk menahan seluruh berat kendaraan. 3). Drop Center Rim. Roda dapat dibagi menjadi pelek dan ban. deselerasi. memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke juga mengontrol start. 2). pengereman dan berbelok. Flat Base Rim. Rangkuman 1 1). Pola Dasar Tread Pattern c. Menurut standard industri Jepang (JIS). Pola tapak ban (Tread pattern) Jenis. 15 . pelek dibagi menjadi 6 kategori sebagai berikut : Divided Type Rim. tetapi pola tapak dapat ditentukan menurut kondisi pelayanan. ukuran dan play rating ban ditentukan pada tahap desain kendaraan. juga mengurangi kejutan yang disebabkan oleh permukaan jalan yang tidak beraturan. Menurut tapaknya secara umum ban diklasifikasikan menjadi 5 pola dasar sebagai berikut. Semi Drop Center Rim. Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).

J x 13 b) 5. radial dan tubeless! 16 . Menurut konstruksinya. Tugas 1. Terangkan tentang pelek Semi Drop Center Rim! 3). Menurut caranya menyimpan udara : ban dengan ban dalam (Tubed) dan ban tanpa ban dalam (Tubeless). 5).120 110 O b) 10-18 . Jelaskan arti dari kode pelek di bawah ini! a) 4 ½ . 1).4).18PR 3). Jelaskan secara singkat tentang pelek baja press dan campuran besi tuang! 2). dan Block. ban radial-ply dan ban belted bias. Jelaskan tentang jenis ban bias. Macam-macam pola tread : Rib. Lug. Rib – Lug. ban dikelompokkan sebagai berikut : ban bias-ply (cross-ply tire). Jelaskan tentang bagian-bagian konstruksi ban! e. Tes Formatif 1 1).50 F x 15 SDC 2). d. Jelaskan arti dari kode ban di bawah ini ! a) 250/70 R 17 .

Cincin yang dipasang diantara flens dan pelek induk disebut Cincin Pengunci (Lock Ring). Kunci Jawaban Formatif 1 1). Semi Drop Center Rim Pelek Semi Drop Center Rim Semi Drop Center Rim digunakan terutama untuk ban truk kecil. Hasilnya lebih baik daripada yang diberikan oleh jenis Flat Base biasa. Kontak antara ban dan pelek diperbesar dengan adanya “taper”. Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dan menambah penampilan kendaraan. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres. Pada umumnya mobil menggunakan tipe ini karena tahan lama dan kualitasnya merata. 2). Semi Drop Center Rim terdiri dari 3 bagian untuk memudahkan penggantian ban. Sedangkan pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat dari bahan campuran terutama dari aluminium atau magnesium. Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas.f. Bentuk bagian tengah yang sedikit cekung memudahkan penggantian ban. 17 .Tetapi dewasa ini. pelek dengan 2 bagian (tanpa cincin pengunci) lebih sering digunakan. bagian yang dapat dilepas disebut Cincin Samping (Side Ring).

Memiliki Adapun tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak 18 . namun kurang nyaman pada jalan tidak rata.3). Ban Tubeless Tipe ini dirancang untuk menahan udara langsung didalamnya tanpa menggunakan ban dalam. Ban Bias Ban ini dibuat dengan lapisan serat arah miring. sehingga dapat mencegah kebocoran udara sehingga ban tidak cepat kempis. a). Tapaknya lebih kaku. radial dan tubeless (tanpa ban dalam). tread dan liner mencengkeram kuat pada paku. b). Dengan dihilangkannya ban dalam. Tipe ban ini sabuk terbuat dari serat baja disebut ban radial baja. Ban Radial Lapisan serat pada ban ini menyilang lingkar ban. Ban kendaraan dapat dibagi menjadi : ban bias. ditambah lapisan sabuk searah lingkar ban. lebih tahan terhadap guncangan dan keausan daripada tipe bias. sehingga tingkat keamanannya cukup baik. transfer radiasi panas akan lebih baik. c). Dilengkapi dengan lapisan dalam untuk menghindari kebocoran udara serta berfungsi untuk menghambat udara bocor dengan cepat saat ban tertusuk. flap dan side ring ban menjadi lebih ringan. sebaik ban radial. Keuntungan Ban Tubeles yaitu saat ban terkena paku atau benda tajam lainnya. Karena udara dalam ban berhubungan langsung dengan rim. sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan.

Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Keselamatan Kerja a). e). b). Lakukan pemeriksaan roda dan analisis kontruksi jenis roda! d). Tugas a). 4). Jangan bekerja dibawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat. Alat dan Bahan a). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Lembar Kerja 1 1). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. Alat pengukur tekanan udara ban 2). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.g. Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 1! 19 . Lap / majun f). c). Setelah selesai. Dongkrak b). Langkah Kerja a). b). Jack Stand c). 3). c). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Kunci Roda d). Roda dengan ring 13” e). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! b). efektif dan seefisien mungkin.

Pada saat mengangkat kendaraan dengan menggunakan dongkrak. Menjelaskan 4). 5). Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang rata. Adapun momen pengerasannya : 103 N. b). b. Menjelaskan tentang identifikasi prosedur keamanan untuk melepas roda. kendaraan/mesin/peralatan diangkat 20 . Menjelaskan cara melepas kedua roda pada permukaan/lantai yang rata. Uraian Materi 2. 6).050 kgf. perencanaan urutan kerja dan titik-titik dan pengujian keselamatan dibutuhkan. 76 ft. c). KEGIATAN BELAJAR 2 : Melepas Roda-roda a. 2).lbf) Sebelum melepas roda. d). Tujuan Kegiatan Belajar 2 Peserta diklat memiliki kemampuan : 1). PROSEDUR MELEPAS RODA Melepas roda dari dudukan diperlukan apabila terjadi kebocoran ban. pastikan posisinya kuat. Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan fungsinya. 1). 3). mengganti roda dengan yang baru.m (1. Menjelaskan disangga. Menjelaskan penggunaan peralatan dan perlengkapan yang memadai serta pengaturan area kerja yang aman. Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan terlebih dahulu. Menjelaskan prosedur untuk melepas roda-roda.2. perlu diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut : a). dan lainlain.cm.

Prosedur Melepas Roda (Roda Depan) Gambar 18. Melepas Unit Roda 21 . Gunakan selalu kunci momen. ganjal-lah roda demi keselamatan. Mungkin SST (Alat Servis Khusus) diperlukan. f). j). walau hanya untuk pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun.e). Gunakanlah SST apabila diinstruksikan dan ikuti prosedur sebaik-baiknya. g). Tempatkan dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar. hendaknya berhati-hati. Menempatkan kendaraan pada permukaan rata Gambar 19. tergantung pada sifat perbaikan. Pilihlah penyangga yang kuat menahan beban kendaraan. i). Adalah sangat berbahaya. h). mengerjakan perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang. Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau belakang saja. Perhatikan benar-benar semua spesifikasi momen pengencangan baut. Setelah kendaraan didongkrak. Pada saat mendongkrak dan menopang kendaraan. jangan lupa menopangnya.

Dongkrak mobil dan naikkan as depan kemudian dijamin dengan jack stand pada bagian yang aman di dekat roda yang akan dilepas. d). Bukalah kap hub dengan menggunakan obeng ( . g). tidak sampai lepas) dengan kunci roda berlawanan arah jarum jam. Gambar 20. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang dibongkar secara efektif dan efisien! (dengan kebalikan dari langkah pelepasan). f). Lakukan pemeriksaan dan diskusikan mengenai kondisi roda. Bukalah tutup roda dan kendorkan sedikit mur-mur pengikat baut roda (hanya dikendorkan sedikit saja. e).). Lepaskan mur-mur pengikat baut roda dengan menggunakan kunci roda. Posisikan kendaraan pada tempat yang rata. kemungkinan penyebab kerusakan. kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan! h). b). c). Melepas mur-mur pengikat baut roda 22 . Jangan lupa berilah pengganjal pada roda belakang.a). Lepaskan roda dari baut pengikatnya dengan menarik secara perlahan.

..LOKASI PENGANGKATAN DAN PENOPANGAN KENDARAAN DEPAN Gambar 21.......... Batang axle belakang PERHATIKAN : Saat mengangkat bagian depan dan belakang........... pastikan bahwa kendaraan tidak memuat beban ekstra..... Crossmember depan Belakang ............. 23 ...... POSISI DONGKRAK PANTHOGRAPH _____________________ POSISI PENOPANGAN Penopang (Safety stand) dan swing arm type lift ..... Lokasi pengangkatan dan penopangan kendaraan POSISI DONGKRAK _________________________________ Depan ...

c). d). Sebelum melepas roda.c. Pada saat benar-benar mendongkrak semua dan spesifikasi menopang momen kendaraan. tidak sampai lepas) dengan kunci roda berlawanan arah jarum jam. Bukalah kap hub dengan menggunakan obeng ( . b). f). ganjal-lah roda demi keselamatan. Perhatikan e). walau hanya untuk pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun. Tempatkan dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar. g). d). jangan lupa menopangnya. Bukalah tutup roda dan kendorkan sedikit mur-mur pengikat baut roda (hanya dikendorkan sedikit saja. perlu diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut : a). pengencangan baut. Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang rata. Rangkuman 2. Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan terlebih dahulu. Jangan lupa berilah pengganjal pada roda belakang. b).). Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau belakang saja. Gunakan selalu kunci momen. hendaknya berhati-hati. 1). Prosedur Melepas Roda (Roda Depan) a). c). mengerjakan perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang. Setelah kendaraan didongkrak. 24 . Adalah sangat berbahaya. 2). Dongkrak mobil dan naikkan as depan kemudian ditopang dengan jack stand pada bagian yang aman di dekat roda yang akan dilepas. Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan fungsinya. Posisikan kendaraan pada tempat yang rata.

f). 1). kemungkinan penyebab kerusakan.e). kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan! h). g). Lepaskan mur-mur pengikat baut roda dengan menggunakan kunci roda. Tugas 2. Jelaskan langkah kerja melepas roda kendaraan! e. 1). Lakukan pemeriksaan dan diskusikan mengenai kondisi roda. Lepaskan roda dari baut pengikatnya dengan menarik secara perlahan. d. Tes Formatif 2. Jelaskan langkah-langkah dalam melepas roda! 25 . Sebutkan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang ada di dalam prosedur melepas roda! 2). Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang dibongkar secara efektif dan efisien! (kebalikan dari langkah pelepasan).

Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang rata. d). Dongkrak mobil dan naikkan as depan kemudian dijamin dengan jack stand pada bagian yang aman di dekat roda yang akan dilepas. Perhatikan e). Urutan langkah melepas roda yaitu antara lain : a). Jangan lupa berilah pengganjal pada roda belakang. Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau belakang saja. g). hendaknya berhati-hati. ganjal-lah roda demi keselamatan. Gunakan selalu kunci momen. c).f. Sebelum melepas roda. jangan lupa menopangnya.). walau hanya untuk pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun. f). Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan fungsinya. Tempatkan dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar. Bukalah kap hub dengan menggunakan obeng ( . Setelah kendaraan didongkrak. d). 2). Posisikan kendaraan pada tempat yang rata. Pada saat benar-benar mendongkrak semua dan spesifikasi menopang momen kendaraan. Bukalah tutup roda dan kendorkan sedikit mur-mur pengikat baut roda (hanya dikendorkan sedikit saja. b). perlu diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut : a). mengerjakan perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang. c). b). Kunci Jawaban Formatif 2 1). Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan terlebih dahulu. pengencangan baut. Adalah sangat berbahaya. tidak sampai lepas) dengan kunci roda berlawanan arah jarum jam. 26 .

Lepaskan roda dari baut pengikatnya dengan menarik secara perlahan. g). Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang dibongkar secara efektif dan efisien! (dengan kebalikan dari langkah pelepasan). f).e). Lepaskan mur-mur pengikat baut roda dengan menggunakan kunci roda. Lakukan pemeriksaan dan diskusikan mengenai kondisi roda. kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika kerusakan terjadi dan dibiarkan! h). 27 . kemungkinan penyebab kerusakan.

c). Jack Stand c). Buatlah laporan praktik anda secara ringkas dan jelas! b). b). d). Keselamatan Kerja a). Lembar Kerja 2 1). c).g. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 2! 28 . Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Lap / majun e). Pastikan kendaraan dalam keadaan kuat ditahan jack stand. Setelah selesai. e). 4). Alat pengukur tekanan udara ban f). Kunci Roda d). Dongkrak b). Roda dengan rim 13 ” 2). Gunakanlah perlatan tangan sesuai dengan fungsinya. Alat dan Bahan a). Tugas a). efektif dan seefisien mungkin. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. Langkah Kerja a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Lakukan pelepasan roda-roda dengan langkah yang efektif! d). b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru. 3). Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

roda dan pemasangannya material asing dari dan kelayakan. b.6 sampai 1. Apabila keausan tread mencapai indikator.KEGIATAN BELAJAR 3 : Pemeriksaan Roda a. Tujuan Kegiatan Belajar 3 Peserta diklat memiliki kemampuan : 1). 3). New Tread Worn Tread pemeriksaan dan keausan.I) 29 . Indikator keausan ban adalah tonjolan di dalam tread yang jumlahnya empat sampai enam di sekeliling ban. Berikut ini merupakan alasan mengapa ban yang keausannya sudah mencapai TWI harus diganti. Menjelaskan pemeriksaan spesifikasi dan membandingkan kondisi keadaan ban.I = Tread Wear Indicator). Menjelaskan temuan yang didapat dan merekomendasikan secara lengkap. hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. TREAD WEAR INCICATOR Location marks Gambar 22.W. Indikator Keausan Ban (T. Uraian Materi 3 BATAS PEMAKAIAN BAN LUAR Indikator Keausan Ban (T.3. Tingginya 1.8 mm dari dasar tread. Menjelaskan kerusakan keretakan. 2).W.

kendaraan tidak dapat dikendalikan dengan baik (ada resiko slip). ketika kendaraan berkecepatan 60 km/jam. Kecepatan kendaraan 30 . 3). agar terjadi kontak area antara telapak ban dengan permukaan jalan. Terjadi peningkatan permukaan air di depan ban. Kedalaman alur telapak 2).Hydroplanning Genangan air di jalan yang menjadi penyekat antara ban dengan permukaan jalan. Jenis pola telapak 5). ban/kendaraan akan berjalan di atas air (terjadi Aquaplane / Hydroplane). maka kemungkinankemungkinan yang dapat terjadi ialah : 1). Bila ketentuan tersebut tidak terpenuhi. 2). sehingga mengurangi daya cengkeram ban (road holding). Kecepatan : 2). Alur Telapak Ban : Aman Rendah Tinggi Ada alur Berbahaya Tinggi Rendah Gundul Pengendaraan di Jalan Basah Ban yang baik harus dapat mengalirkan air minimal sebanyak 4 s/d 5 liter per detik. Tekanan Angin : 3). mengurangi kemampuan pengereman. Jumlah alur telapak 4). Faktor yang mempengaruhi hydroplanning : 1). Daya cengkeram kurang. Bila kecepatan kendaraan meningkat. Kelebaran alur telapak 3). Pengendalian di Jalan Basah Alur telapak ban dirancang sedemikian rupa untuk dapat membuang / mengalirkan air dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuangan air : 1).

Pada pelek yang lebih lebar.Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan : 1). Ketika menikung. 2). dinding samping ban terlalu tegang (tidak lentur). Gunakan pelek ukuran standar. Tidak dapat menjaga tekanan angin ban tubeless dengan sempurna. 2). 4). 3). 31 . Ban luar radial harus memakai ban dalam radial. Gunakan ban dengan spesifikasi teknis yang seragam. 3). ban mungkin lepas dari pelek. Ban dalam mungkin koyak karena terjepit bead pada pelek yang lebih sempit. 4). Posisi kedudukan bead kurang sempurna (tidak melekat dengan baik). Gunakan pelek Hump Rim untuk ban tubeless. Mengemudi dengan cara yang wajar. sesuai dengan ukuran ban. sehingga pengendaraan menjadi keras. 5). PEMAKAIAN PELEK YANG TIDAK SEMPURNA Pelek Standar Pelek Sempit Pelek Lebar Gambar 23. Posisi Ban Terhadap Pelek PENGGUNAAN BAN DAN PELEK YANG SESUAI 1). 5).

Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan.PEMERIKSAAN BAN LUAR 1). Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Penting juga memeriksa run out pelek roda. Ukuran ban harus sesuai dengan pelek yang digunakan. yaitu seperti gambar dibawah ini. Memeriksa Run Out Pelek 2). Pemeriksaan keausan ban. New Tread Worn Tread TREAD WEAR INCICATOR Location marks Gambar 25. Pemeriksaan Keausan Ban 32 . Apabila keausan tread mencapai indikator. Gambar 24. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas.

33 . diantaranya : keausan tread tidak rata. seperti gambar dibawah ini. Tear Rib disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna. Pemeriksaan run-out ban 4). Pemeriksaan Kerusakan Luar Ban a). (keolengan roda : 1. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul.3). maka terjadi kerusakan. dan keretakan pada daerah sidewall. sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. lepasnya ikatan ply-cord dari karet ban. Kerusakan luar dari ban merupakan kerusakan yang dapat diamati secara visual. Gantilah ban Anda Bila tanda slip sudah terlihat Gambar 27. Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan pada ban dan memperpendek umur ban. Tekanan angin. Kerusakan luar. Rib Tear Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban.0 mm) Gambar 26. Oleh karena itu penting juga dilakukan memeriksa keolengan roda.

macam dan Golongan Kerusakan Ban Macam dan Kondisi kerusakan Ply-cord putus ( C. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat.Separation Pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang menggelembung) terutama pada shoulder. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang.B. sehingga terjadi defleksi (pergerakanpergerakan) yang besar pada sidewall.B. tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus. kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. atau pada sidewall.U ) Retak alur Mencapai benang / kanvas Belum mencapai benang Rusak luar telapak Mencapai benang / kanvas Belum mencapai benang Retak dinding Mencapai benang / samping kanvas Belum mencapai benang Kerusakan bead (Bead broken) Lapisan ban terpisah (separation) Kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless Luar Penggolongan Berbahaya Berbahaya Hati-hati Berbahaya Hati-hati Berbahaya Hati-hati Berbahaya Berbahaya Berbahaya 34 . c). C.b). Macam dan Golongan Kerusakan Ban Luar Tabel 2.U Terputusnya ply-cord pada sidewall.

Keausan Keausan Keausan Gambar 28. yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar.5). dan sebagian besar beban akan tertumpu di tengah sehingga keausannya lebih cepat daripada bagian shoulder. dan beban akan tertumpu pada shoulder sehingga akan aus lebih cepat daripada bagian tengah. Apabila tanda indikator keausan pada tread sudah terlihat. Beban yang berlebihan juga akan berakibat sama. maka bagian tengah akan cekung. seperti terlihat di bawah adalah yang disebabkan karena Ban berbelok dengan dan kecepatan yang berlebihan. ban perlu diganti baru. Ini adalah masalah yang paling sering terjadi. Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulder b). Kalau tekanan ban terlalu rendah. Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah Penyebab utama keausan ban yang terpusat pada shoulder atau di tengah adalah kesalahan tekanan ban. a). Digolongkan menjadi dua. Kalau tekanan ban terlalu tinggi. bagian tengah ban menjadi cembung. Keausan ban. tergelincir mengakibatkan jenis keausan diagonal. Satu-satunya cara 35 . Berikut ini merupakan keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban. Tread yang aus secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena umur pemakaian ban.Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar (1) Keausan karena menikung.

(3) Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain. ban dengan camber positip. dan mengakibatkan keausan ban tidak Keausan Gambar 29. Akibatnya. diameter sebelah luarnya lebih kecil daripada sebelah dalam. Kejadian slip ini mengakibatkan keausan yang berlebihan di sebelah luar tread. suspensi akan mempengaruhi front wheel alignment. (2) Deformasi atau kelonggaran yang berlebihan pada bagian normal. Untuk ban dengan camber negatip. Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out (Aus Berbulu) Penyebab utama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan toe-in yang tidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa roda slip keluar dan menggesek bidang singgung tread bagian dalam pada permukaan jalan. Karena besarnya bidang singgung ban dengan jalan tergantung pada besarnya beban. Aus Sebelah Dalam dan Luar c). ini menyebabkan terjadinya keausan toe-in. permukaan tread 36 .pencegahannya adalah pengemudi harus memperlambat kendaraan pada saat membelok. keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat. tread bagian luar akan slip pada jalan untuk mengejar jarak tempuh yang sama untuk tread bagian dalam. penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat.

Keausan Ban Akibat Toe – in Dalam hal lain. 37 . Keausan Keausan Gambar 31. Keausan Keausan Gambar 30. Ini mengakibatkan toe-in atau toeout sebelah ban lebih besar dari lainnya. Kalau hanya sebelah ban yang mengalami keausan seperti itu. Ini dapat diketahui dengan jalan mengusapkan tangan pada tread dari bagian dalam ke bagian luar ban. toe-out yang berlebihan akan menarik ban ke dalam dan menggesek bidang singgung tread bagian luar pada permukaan jalan.akan membentuk susunan seperti bulu seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Keausan Toe-and-Heel Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. kemungkinan penyebabnya adalah steering knuckle arm bengkok. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya seperti gambar di bawah. d). Keausan Ban Akibat Toe – out PENTING ! Kalau kedua ban menunjukkan keausan seperti ini. Ban dengan tread berpola rib keausannya membentuk pola seperti gelombang. berarti penyetelan front end tidak tepat.

Gambar 32. atau kalau spindle bengkok. toe-and-heel. sehingga mengakibatkan gesekan yang kuat dan menyebabkan terjadinya keausan spot. Keausan Toe – and – Heel e). Keausan Spot/Spot Wear (Cupping) Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. seperti diterangkan di bawah. keausannya cenderung membentuk pola Keausan seperti ini juga akan terjadi jika rem secara berulang-ulang diinjak dan dilepaskan. Kalau bearing roda. Teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya pengereman pada interval yang teratur.Karena ban yang bukan penggerak roda tidak memperoleh gaya penggerak. tetapi hanya gaya pengereman. tie rod end. dan lain-lain mengalami keausan yang berlebihan. dan ini mengakibatkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. ban akan bergoyang pada titik tertentu di saat berputar dengan kecepatan tinggi. 38 . ball joint. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. yang mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali.

4).  Roda yang tidak balance berlebihan juga menyebabkan terjadinya keausan spot.Pilih ban dalam dengan pentil yang sesuai dengan klasifikasi ban luar dan jenis peleknya. Ban dalam yang rusak / patah batang pentilnya.Gunakan merek ban dalam yang sama dengan merek ban luarnya. 39 .Keausan Gambar 33. BATAS PEMAKAIAN BAN DALAM 1). 2).  Start. dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam. PEMILIHAN BAN DALAM 1). 3).Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih. 5). 3). atau ada bagian yang lunak karetnya. pengereman dan belokan tajam yang mendadak juga menyebabkan keausan spot.Ukuran ban dalam harus sesuai dengan ukuran ban luarnya. 2).Pakailah isi pentil yang sesuai dengan jenis pentilnya dan selalu gunakan penutup pentil. aus. Keausan Spot PENTING !  Kanvas yang dipasang pada tread ban untuk menambal kebocoran atau tonjolan akan menyebabkan terjadinya keausan spot. Sudah melipat.Ban dalam baru dipasangkan dengan ban luar baru.

dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru.PEMERIKSAAN BAN DALAM Pemeriksaan ban dalam meliputi : 1). Batang pentil yang rusak (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. karatan. sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam yang sudah aus. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial juga. melipat. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet. Keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih. Karet ban. 4). Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Kondisi pentil. Gambar 34. 3). bocor) tidak layak pakai dan harus diganti baru. Pemeriksaan Ban Dalam 40 . 2).

Memeriksa Kerusakan Ban Dalam Prosedur Pemeriksaan Ban dalam a). kebocoran/perbaikan yang sempurna pada ban tubeless.U). Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya : ply-cord putus (C. Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. aus sebelah luar/dalam. b). periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. Memeriksa Kerusakan Ban Luar Prosedur Pemeriksaan Kerusakan Ban a). periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. b). Secara visual.PROSEDUR PEMERIKSAAN BAN DALAM DAN BAN LUAR 1). aus tidak rata (spot wear). lapisan ban terpisah tidak (separation). periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel. c). Secara visual. 41 . bila perlu cuci dengan air bersih. 2). aus menyamping/berbulu. Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel. aus pada bagian tengah tread. Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal dan keausan yang tidak normal. Secara visual. retak alur. dan toe-and-heel. rusak luar telapak. kerusakan dan bead. yakni : aus pada shoulder. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama.B. Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial juga. retak dinding samping. d).

Periksa karet ban. sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Item yang perlu disiapkan: (1) Alat ukur ban (2) Chock udara untuk ban (3) Udara bertekanan Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal (bila ban masih terpasang). dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. b). Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih. e). Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang sudah aus. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru. Prosedur (1) Senantiasa pasang tutup katup Gambar 35.c). Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet. bocor) tidak layak pakai dan harus diganti baru. 42 . Pemeriksaan Tekanan Udara ban (3) (4) Pompa ban Atur tekanan udara sesuai spesifikasi. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. melipat. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. d). Memeriksa dan Mengatur Tekanan Udara Ban a). Periksa kondisi pentil. karatan. (2) Periksa tekanan udara ban. 3).

1-20-16PR 7.W. New Tread Worn Tread TREAD WEAR INCICATOR Location marks Gambar Indikator Keausan Ban (T.0-20-14PR 6. BATAS PEMAKAIAN BAN LUAR Indikator Keausan Ban (T.6 sampai 1. Tekanan Udara Standar Ukuran ban Tekanan udara (kg/cm2) (depan & belakang) 10.5-14PR 7.W.8 mm dari dasar tread.75 10. Rangkuman 3.00 11.00 SALAH BETUL SALAH Tekanan Angin Kurang Tekanan Angin standar Tekanan Angin lebih Gambar 36.I) 43 .5-14PR 8.00 11/70R22. Tekanan Udara Standar (dengan/tanpa barang) Tabel 3.0R20-14PR 7. Indikator keausan ban adalah tonjolan di dalam tread yang jumlahnya empat sampai enam di sekeliling ban.I = Tread Wear Indicator).c). hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. Pengaturan Tekanan Udara Ban c.25 11R22. Apabila keausan tread mencapai indikator. Tingginya 1.

C. Apabila keausan tread mencapai indikator.B.U. Tekanan angin. Pemeriksaan keausan ban. Macam-macam kerusakan pada ban : a). Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan.U ) Retak alur Mencapai benang / kanvas Belum mencapai benang Rusak luar telapak Mencapai benang / kanvas Belum mencapai benang Retak dinding samping Mencapai benang / kanvas Belum mencapai benang Kerusakan bead (Bead broken) Lapisan ban terpisah (separation) Kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless Penggolongan Berbahaya Berbahaya Hati-hati Berbahaya Hati-hati Berbahaya Hati-hati Berbahaya Berbahaya Berbahaya 44 . Tekanan angin ban yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan dan memperpendek umur ban. 3). pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang menggelembung) yang disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban. hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti. Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. 4). b). yaitu terputusnya ply-cord pada sidewall.PEMERIKSAAN BAN LUAR 1). macam dan Golongan Kerusakan Ban Macam dan Kondisi kerusakan Ply-cord putus ( C. Ukuran ban harus sesuai dengan pelek yang digunakan 2). c). Separation. yaitu adanya bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban. Macam dan Golongan Kerusakan Ban Tabel 12. Rib Tear.B.

aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. e). PEMERIKSAAN BAN DALAM Pemeriksaan ban dalam meliputi : 1). kelonggaran yang berlebihan pada bagian suspensi mengakibatkan keausan ban tidak normal. 2). Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out (Aus Berbulu). Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih. Keausan Toe-and-Heel. diantaranya : a). Ban Aus Pada Shoulder Atau Di Tengah. yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar. Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. 45 . membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda. disebabkan terutama karena tekanan ban. Keliling penampang luar. dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. Digolongkan menjadi dua. karatan. bocor) tidak layak pakai dan harus diganti baru. Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. dapat disebabkan oleh : Keausan karena menikung. d). Kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet. berbelok dengan kecepatan yang berlebihan. c).5). b). 3). Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar. dan sudut camber yang tidak tepat. Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). Keausan ban. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. penyebab utamanya adalah penyetelan toe-in yang tidak tepat.

Dial gauge Vertical play Side play Gambar 37. Selalu periksa tekanan ban untuk menghindari keausan yang tidak rata. Apa akibatnya pada performa kendaraan pada (kecepatan. Hal-hal yang penting harus diperhatikan saat perbaikan 1). kemampuan menanjak. dll)! 46 . Tugas 3. Lihat buku petunjuk bengkel untuk tekanan ban. Ban 10. Ukur play roda seperti pada gambar untuk mengetahui adanya deformasi serta kondisi pemasangan. Mengukur play roda d. 2). Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.00-20-14PR diganti dengan 11. Pastikan tidak ada benda asing pada permukaan kontak antara roda dan tromol rem pada saat pemasangan agar tidak terjadi perubahan bentuk (deformasi) dan kencangkan baut roda secara merata. 4). 1). Deformasi tromol rem mengakibatkan getaran saat pengereman. melipat. Ban dalam yang sudah aus.00-20-14PR pada roda yang sama. sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. pembacaan speedometer. 3). Karet ban.4). Pastikan ban yang double (belakang) bertekanan yang sama.

Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan ban dalam ! 47 .2). Toe-out terlalu besar e). Jelaskan prosedur pemeriksaan kerusakan ban luar ! 3). Camber terlalu besar f). Jelaskan kecenderungan keausan ban bila : a). Tekanan udara ban terlalu rendah c). 1). Tes Formatif 3. dan jelaskan dengan gambar (sketsa) ! 2). Tekanan udara terlalu tinggi b). Camber terlalu kecil e. Toe-in terlalu besar d). Jelaskan jenis-jenis kerusakan pada ban biasa dan ban tubeless.

Separation. ban perlu diganti baru. Terputusnya ply-cord pada sidewall. tekanan angin kurang dan kecepatan tinggi. Tread yang aus secara merata merupakan keausan yang wajar yang terjadi karena umur pemakaian ban. Digolongkan menjadi dua. C.B. kerusakan dapat dilihat dari sisi dalam ban. yaitu keausan karena umur pemakaian dan keausan yang tidak wajar.U. Penyebab kerusakan ini adalah tekanan ban sangat kurang. sehingga konsentrasi berat hanya bertumpu pada sebagian kecil telapak. atau pada sidewall. maka terjadi kerusakan. Jenis-jenis kerusakan pada ban biasa dan ban tubeless. Gaya regang tarik yang berulang-ulang menyebabkan ply-cord putus. Ini disebabkan terlepasnya ikatan ply-cord dari karet ban yang disebabkan beban berat.f. sehingga terjadi defleksi (pergerakan-pergerakan) yang besar pada sidewall. Rib Tear. Pada bagian luar ban terjadi benjolan (bagian yang menggelembung) terutama pada shoulder. Tekanan ban yang terlalu tinggi 48 . a). Tekanan ban terlalu rendah/beban yang berlebihan menyebabkan shoulder aus lebih cepat daripada bagian tengah.Kunci Jawaban Formatif 3. Apabila tanda indikator keausan pada tread sudah terlihat. Ada bagian alur Rib yang robek dan terlepas dari telapak ban yang disebabkan posisi telapak ban tidak menapak ke permukaan jalan dengan sempurna. c). d). Keausan ban. Karena beban tidak sesuai dengan kekuatan bagian ban yang memikul. b). 1). Keausan yang tidak wajar yang terjadi pada ban: (1) Ban aus pada shoulder atau di tengah. disebabkan oleh kesalahan tekanan ban.

Keausan Keausan Keausan Gambar Aus Pada Tengah Tread dan Pada Shoulder (2) Keausan Ban Sebelah Dalam Atau Sebelah Luar. Ban dengan camber positip. keausan tread di sebelah dalam akan lebih cepat. Kalau sebelah tread keausannya lebih cepat dari yang lain. penyebab utamanya adalah mungkin camber tidak tepat. Toe-in yang terlalu besar akan memaksa roda slip keluar dan menggesek bidang singgung tread bagian dalam pada permukaan jalan. Keausan Keausan Gambar Keausan Ban Akibat Toe – in Toe-out yang berlebihan akan menarik ban ke dalam dan menggesek bidang singgung tread bagian luar pada 49 . mengakibatkan keausan yang berlebihan di sebelah luar tread. Untuk ban dengan camber negatip. ini menyebabkan terjadinya keausan toe-in. Penyebab utama aus berbulu pada tread ban adalah penyetelan toe-in yang tidak tepat.akan mengebabkan bagian tengah tread aus lebih cepat daripada bagian shoulder. Keausan Gambar Aus Sebelah Dalam dan Luar (3) Keausan Akibat Toe-In Atau Toe-Out (Aus Berbulu).

teromol rem yang telah berubah bentuk atau aus tidak merata menyebabkan terjadinya keausan spot dengan ukuran yang cukup besar melingkar pada ban. yang mengakibatkan ban tergelincir pada jarak yang pendek berkali-kali. Keausan toe-out yang terjadi bentuknya seperti gambar di bawah. Keausan semacam ini terjadi karena tread roda mengalami slip pada interval yang teratur. seperti : bearing roda. Keausan spot membentuk lekukan seperti mangkok pada beberapa bagian tread roda dan terjadi jika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Gambar Keausan Toe – and – Heel (5) Keausan Spot/Spot Wear (Cupping). tie rod end mengalami keausan yang berlebihan. Keausan toe-and-heel adalah aus sebagian yang sering terjadi pada ban dengan pola tread block dan lug. Keausan Keausan Gambar Keausan Ban Akibat Toe . Keausan seperti ini juga akan terjadi jika rem secara berulang-ulang diinjak dan dilepaskan.permukaan jalan. ball joint.out (4) Keausan Toe-and-Heel. 50 .

Ban luar radial harus menggunakan ban dalam radial c). Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel.Keausan Gambar Keausan Spot 2). Keausan yang sering terjadi pada ban adalah keausan normal (karena umur pemakaian). Ban dalam dan luar harus menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Secara visual. periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. aus pada bagian tengah tread. periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya : ply-cord putus (C. b). dan kebocoran/perbaikan yang tidak sempurna pada ban tubeless. Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. 3). Prosedur pemeriksaan ban luar. bila perlu cuci dengan air bersih. yakni : aus pada shoulder. periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi dalam dari ban. aus berbulu. Periksa keliling penampang luar. b). d).U). Prosedur pemeriksaan ban dalam. a). retak alur. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah mengembang sampai 92% atau lebih. bila perlu cuci dengan air bersih.B. Secara visual. aus sebelah luar/dalam. a). lapisan ban terpisah (separation). dan keausan yang tidak normal. kerusakan bead. 51 . c). Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan bendabenda asing yang menempel. dan toe-and-heel. retak dinding samping. rusak luar telapak. aus tidak rata (spot wear). Secara visual.

Periksa karet ban. karatan. bocor) tidak layak pakai dan harus diganti baru. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet. e). melipat. Pastikan tutup pentil ada dan terpasang. Ban dalam yang sudah aus. d).dibandingkan dengan keliling penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. sobek ataupun ada bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. 52 . Periksa kondisi pentil. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.

Tugas a). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas ! b). Setelah selesai. Chock udara untuk ban e). Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ! 53 . d). Ban yang sudah dibongkar c). 4). 3). bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas. Keselamatan Kerja a). Alat dan Bahan a). baca lembar kerja dengan teliti. Alat ukur tekanan ban d). c). Langkah Kerja a). Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. b). f). efektif dan seefisien mungkin. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan.g. Lakukan pemeriksaan roda dan tanda pemasangan ! d). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. c). b). Mintalah penjelasan pada instruktur. Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. e). Lap/majun 2). Lembar Kerja 3 1). Roda dengan rim 13 “ b). hal yang belum jelas.

memastikan urutan pengencangan dan momen pengencangan sesuai spesifikasi. Uraian Materi 4.4. Menjelaskan pemeriksaan kerja roda untuk pemasangan roda yang benar dan kemungkinan keausan. Gambar 38. Kondisi rata dan terganjal 54 . Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. Prosedur Pemasangan Ban a). Menjelaskan seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operatio Prosedures). Menjelaskan penggunaan pemasangan peralatan roda-roda dan dengan perlengkapan aman dan keamanan tempat. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. 2). 3). 6). Menjelaskan 4). 1). b. Menjelaskan urutan dan momen pengencangan roda sesuai dengan spesifikasi secara lengkap. Tujuan Kegiatan Belajar 4 Peserta diklat memiliki kemampuan : 1). undang-undang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). KEGIATAN BELAJAR 4 : Memasang Roda a. Melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi. 5).

Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban.0R20-14PR 7.5-14PR 7.25 11R22. Tanda Pemasangan 55 . Gambar 39.00 11.b). Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda posisinya tepat dan benar sesuai pemasangannya. udara bertekanan.0-20-14PR 6.00 11/70R22. Standar Tekanan Ban Ukuran ban Tekanan udara (kg/cm2) (depan & belakang) 10.5-14PR 8. Menambah Tekanan Ban Tabel 5. kunci roda dan jack stand.00 c).1-20-16PR 7. sehingga tanda dengan Gambar 40. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain: Tire gauge (alat ukur tekanan ban).75 10. Chuck udara untuk ban.

ft). kencangkan sampai putaran yang ditentukan. Gambar 41. 43 lbf.000 .800 kg. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. Mur 1 3 4 1 4 5 2 3 2 1 4 2 5 3 Hub FOUR WHEEL NUTS FIVE WHEEL NUTS Gambar 42.4.4.d).800 kg. Pengencangan mur roda 56 . Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini.000 .  Putaran untuk mengencangkan: 4.  Jika ada yang longgar.cm 4.cm Gambar 43. Mendongkrak kendaraan e).m. Torsi : 600 kgf-cm (59 N. Urutan Pemasangan Baut  Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika ada yang kendor.

baut cylinder head dan main cap bearing dikencangkan dengan metode plastic region. Baut tipe ini menghalangi tegangan aksial di daerah plastic region. bila baut dikeraskan melebihi elastic region hanya sudut putaran yang bertambah tetapi momennya tetap. Pada metode ini. a). pertama baut dikencangkan pada momen yang mendekati yield point (titik getas). yaitu: metode elastic region (konvensional) dan metode plastic region (angle torque). Metode Pengencangan Baut 57 . kemudian diputar lagi sampai melewati yield point. Metode pengencangan baut Metode pengencangan baut ada dua.2). DAERAH ELASTIS DAERAH PLASTIS VARIASI KECIL TEKANAN AKSIAL BAUT PATAH VARIASI BESAR TITIK GETAS PEMANJANGAN BAUT Grafik 1. Metode elastic region Pada metode ini momen pengencangan bertambah sesuai dengan putaran sudut baut. b).Metode plastic region Pada tipe mesin tertentu.

Metode pengencangan baut Metode pengencangan baut ada dua. d). b). Torsi : 600 kgf-cm (59 N. d.ft) 2). Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan. Jelaskan tentang prosedur pemasangan roda dan pengencangan mur roda ! 58 . 43 lbf.m. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban (menurut spesifikasi). c). Buatlah flow chart tentang prosedur pemasangan roda! e. Posisikan roda pada lubang baut-baut roda posisinya tepat dan benar sesuai pemasangannya. Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini. e).c. 1). Tugas 4. yaitu: metode elastic sehingga tanda dengan region (konvensional) dan metode plastic region (angle torque). Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. Rangkuman 4 1). Tes Formatif 4. 1). Prosedur Pemasangan Ban a).

Kunci Jawaban Formatif 4 1). udara bertekanan. 59 . Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. Chuck udara untuk ban. c). Prosedur Pemasangan Ban a). Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan.f. b). sehingga tanda dengan d). Tempatkan roda pada lubang baut-baut roda posisinya tepat dan benar sesuai pemasangannya. Peralatan yang perlu disiapkan antara lain: Tire gauge (alat ukur tekanan ban). Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban. kunci roda dan jack stand.

 Jika ada yang longgar.4. 43 lbf.800 kg.000 .ft). kencangkan sampai putaran yang ditentukan.4.e).800 kg.cm 4.m. Torsi : 600 kgf-cm (59 N.  Putaran untuk mengencangkan: 4.cm 60 . Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini.000 .  Kencangkan setiap mur roda dengan kunci mur roda dan periksa jika ada yang kendor.

g. Ikutilah instruksi dari instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. efektif dan efisien. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. e). Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas. Lakukan pemasangan roda sesuai prosedur yang benar! d). d). b). Ban mobil lengkap dengan ban dalam dan peleknya b).Alat dan Bahan a). f). Tugas a). Gunakan tekanan kompresor sesuai tekanan yang diizinkan. c). e). Lembar Kerja 4 1). Buatlah catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. 4). Buatlah laporan kegiatan praktik saudara secara ringkas dan jelas! 61 . Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya. Lap/majun 2). Bila perlu mintalah buku manual dari ban yang menjadi training object. baca lembar kerja dengan teliti. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan belajar 4! b). 3).Keselamatan Kerja a). Langkah Kerja a). Gunakanlah jack stand untuk menyangga kendaraan. Alat ukur tekanan ban dan kunci roda c). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. c). b). Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat.

KUNCI JAWABAN 1. a. Jelaskan prosedur pelepasan dan pemasangan roda ! B. cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi. sedangkan untuk mobil-mobil penumpang kecil biasanya terbuat dari polyester atau nylon. Carcass (Cassing) Carcass merupakan rangka ban yang keras. Konstruksi dasar ban.BAB III EVALUASI A. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat) yang direkatkan menjadi satu dengan karet. PERTANYAAN 1. berikan keterangan komponenkomponennya ! 2. Gambarkan konstruksi dasar ban. Cord pada ban-ban bus atau truck biasanya dibuat dari nylon atau baja. tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. 62 .

untuk menahan Carcass dengan kuat. Tread Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Breaker meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke Carcass dan biasanya digunakan pada ban dengan bias-ply. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel. Sidewall Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi Carcass terhadap kerusakan dari luar.b. dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan. Belt (Rigid Breaker) Ini adalah tipe breaker yang digunakan pada ban radial-ply dan diletakkan seperti sarung mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread. Ban untuk bus dan truck serta truck ringan menggunakan breaker yang terbuat dari nylon. c. Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread. sedangkan polyester. dan informasi lainnya. d. Breaker Breaker adalah lapisan yang terletak diantara Carcass dengan Tread yang memperkuat daya rekat keduanya. Di sidewall tercantum nama pabrik pembuat. untuk mobil penumpang menggunakan bahan e. Ban untuk mobil penumpang menggunakan rigid breaker yang tersusun dari kawat 63 . ukuran ban.

Flipper Bead Wire Bead Toe Bead Base Chafer Bead Heeel 2. e). Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim pelek dan tertahan kuat disana. Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal. sisi bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. a).m. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai dengan peruntukan ban (menurut spesifikasi). c). sedangkan untuk bus dan truck menggunakan rigid breaker dari kawat baja.baja. Torsi : 600 kgf-cm (59 N. Prosedur prosedur pelepasan dan pemasangan roda. d). f. b). Keraskan mur roda dengan urutan seperti pada gambar disamping ini. rayon atau polyester.ft) 64 . Posisikan roda pada lubang baut-baut roda sehingga posisinya tepat dan benar sesuai dengan tanda pemasangannya. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut Chafer strip. Bead Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja. 43 lbf. Dongkraklah kendaraan dan kemudian ambil stand dari bawah kendaraan.

nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Nilai Keterangan 65 . 89 90 s.d. KRITERIA KELULUSAN Aspek Kognitif (soal no 1 s/d 5) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur melepas. memasang dan menyetel roda Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Kriteria Kelulusan : 70 s. 79 80 s.C.d. 100 : : : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan di atas minimal tanpa bimbingan Skor (1-10) Bobot 5 1 2 1 1 Syarat lulus.d.

Jika peserta diklat telah lulus menempuh modul ini. dan Menyetel Roda. apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus.BAB IV PENUTUP Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Memasang. Sebaliknya. maka peserta diklat berhak memperoleh serfikat kompetensi Melepas. 66 .

Anonim. Bridgestone Tire Bridgestone Tire Indonesia. (1992). Toyota – Astra Motor. Bridgestone Tire Advisor. (1977). Dasar-dasar Automotive. Anonim. (1992). Publisher.6 5 DAFTAR PUSTAKA Anonim. (1995). Maintenance. Anonim. Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. (1987). Jakarta : PT. (1995). New Step 1 Training Manual. South Holland : The Good Heart – Wilcox Company Inc. Basic Knowledge of Tire. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia. William K. Tobold & Larry Johnson. (1992). Jakarta : PT. Jakarta : PT. Bridgestone Tire Indonesia. Bogor : PT. Bogor : PT. Toyota – Astra Motor. Toyota – Astra Motor. 67 . Anonim. Anonim. Automotive Encyyclopedia.