ANALISIS UNSUR NILAI SOSIAL DAN BUDAYA NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI (Upaya Memperkaya

Bahan Pengajaran Sastra di SMA)

JURNAL diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan

oleh DETI SUSILAWATI NIM 09212041

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) GARUT 2013

194704171975011002 .ANALISIS UNSUR NILAI SOSIAL DAN BUDAYA NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI (Upaya Memperkaya Bahan Pengajaran Sastra di SMA) JURNAL oleh DETI SUSILAWATI NIM 09212041 Disetujui dan disahkan oleh: Pembimbing II Drs. M..Pd NIP. Eddy Rosadi M.

and Minangkabau. English. How do cultural values associated with the system confidence in the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi? 4. How social value related to education in the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi? 3. The novel is very good because it concerns the linguistic. memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinilan. “Sastra adalah karya tulis yang jika dibandingkan dengan karya tulis yang lain.ANALISIS UNSUR NILAI SOSIAL DAN BUDAYA NOVEL NEGERI LIMA MENARA KARYA AHMAD FUADI (Upaya Memperkaya Bahan Pengajaran Sastra di SMA) oleh DETI SUSILAWATI NIM 09212041 Abstract: Formulation of the problem in this study. 2012: 121). education. Results of this analysis showed that social values contained in the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi relationship between kinship and solidarity. and ethics. mutual aid. and in terms of cultural background. A. Culture and values contained in the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi of them related to the belief system and language used by the leaders namely Arabic. psychological terms. Karya sastra adalah karya hasil ciptaan manusia berupa tulisan ataupun lisan. How does the social value associated with kinship antartokoh the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi? 2. Indonesian. Data collection techniques are studying literature and study documentation. How do cultural values associated with the language used in the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi. 1. keartisikan. Latar Belakang Masalah Sastra adalah karya dan kegiatan seni yang berhubungan dengan ekspresi dan penciptaan. serta keindahan dalam isi dan ungkapannya” (Purwandari. Based on the author knot recommend the novel "State Five Towers" by Ahmad Fuadi qualifies as literature in high school learning materials. Research methods used in this research is descriptive method. yang bersifat imajinatif. .

norma. diapresiasi. 2008: 95). Berdasarkan alasan inilah maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian berjudul ”Analisis Unsur Nilai Sosial dan Budaya Novel ”Negeri Lima Menara” Karya Ahmad Fuadi” (sebagai alternatif bahan pengajaran sastra di SMA) ”. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut ini. B. 2011: 72). dan diekspresi. berjalan dsb. Novel merupakan salah satu karya sastra yang merupakan sarana atau media yang menggambarkan apa yang ada dalam pikiran pengarang.disampaikan secara khas. 2008: 969). Ketika seorang pengarang akan memunculkan suatu nilai dalam karyanya. Sastra diciptakan oleh seorang pengarang bukan sekedar dibaca sendiri. karena jumlah tindakan yang dilakukannya dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak dibiasaknnya dengan belajar yaitu tindakan naluri seperti makan. Budaya diartikan sebagai sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam berperilaku baik secara individu maupun kelompok. yang dijadikan miliknya dengan belajar” (Koentjaraningrat. Suatu masyarakat di daerah-daerah tertentu pasti mempunyai kebudayaan yang berbeda yang menjadikan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. Karya sastra sering menceritakan sebuah kisah dengan menggunakan alur yang menarik sehingga pembaca tertarik untuk mengapresiasinya. Budaya diartikan sebagai ”seluruh sistem gagasan dan rasa. Hasil karya sastra merupakan bahan untuk dibaca. Kebudayaan atau culture adalah ” keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya” (Wahyu. data-data atau informasi yang dikemukakannya dapat berasal dari orang lain ataupun dari pengalaman dirinya sendiri. Bagaimanakah nilai sosial yang berkaitan dengan pendidikan . Bagaimanakah nilai sosial yang berkaitan dengan kekerabatan antartokoh dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi? b. serta segala pernyataan yang mengandung pemahaman tinggi dan berhubungan dengan seni dan keindahan yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Dengan demikian hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan. melainkan ada ide gagasan. tindakan. dan mengandung pesan yang bersifat relatif. serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. pengalaman dan amanat serta nilai-nilai yang ingin disampaikan kepada pembaca. ”Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku” (KBBI. minum. ilmu pengetahuan dan lain-lain. Perumusan Masalah Agar masalah tersebut lebih mengarah pada tujuan penelitian. nilai. a.

Untuk mengetahui nilai budaya yang berkaitan dengan bahasa yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. Untuk mengetahui nilai sosial yang berkaitan dengan kekerabatan antartokoh yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. Kajian Pustaka 1. Untuk mengetahui nilai sosial yang berkaitan dengan pendidikan para tokoh yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. Bagi penulis. Manusia sangat tergantung pada orang lain. Sosial dapat diartikan sebagai suatu sistem tata kelakuan dalam kehidupan masyarakat. Manfaatmanfaat tersebut adalah sebagai berikut ini. D. 2. yaitu diharapkan dapat membuka pikiran dalam mengembangkan pemahaman tentang karya sastra dan dapat meningkatkan pengetahuan pembaca dalam memahami suatu karya sastra atau unsur-unsur pembangun suatu karya sastra. E. dalam hidup bermasyarakat baik dan buruknya seseorang sangat berpengaruh dalam menjalani kehidupannya nanti. dalam hubungan sosialnya manusia menjalin hubungan sangat erat maka dari itulah manusia tidak bisa hidup dengan sendirinya. melalui interaksi ini manusia bisa . 3. Bagaimanakah nilai budaya yang berkaitan dengan bahasa yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi? C. yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah novel dan mampu mengkaji sebuah karya sastra khususnya novel “Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. Selain itu sosial juga dikenal sebagai rasa sayang seorang individu terhadap individu lainnya.dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi? c. 4. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas. 1. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah nilai budaya yang berkaitan dengan sistem keyakinan dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi? d. Rasa sosial ini timbul karena adanya sistem kekerabatan antara sesama mahluk lain yang diakibatkan karena adanya interaksi. Manfaat Penelitian Hasil penelitian diharapkan memiliki manfaat baik bagi penulis dan peminat karya sastra. Untuk mengetahui nilai budaya yang berkaitan dengan sistem keyakinan yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. 2. Bagi peminat karya sastra. Nilai Sosial Sosial merupakan hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat di mana manusia sebagai makhluk hidup tidak dapat berdiri sendiri.

yaitu mengolah atau mengerjakan. dan merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Sehingga kata sosial sering diartikan sebagai hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat. “etika adalah ilmu apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)” (KBBI.saling mengenal kepribadiannya satu sama lain. baik luhur dan penting yang berguna secara nyata bagi menjaga kelangsungan hidup masyarakat. perlu adanya komunikasi dalam usaha menunjang pembangunan ini (KBBI.Nilai Budaya Budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah. Goyong royong merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia sebagaimana yang terkandung dalam pancasila sila ketiga yaitu ”persatuan Indonesia”. Dalam bahasa Inggris kebudayaan disebut culture. seperti: a. Sosial adalah berkenaan dengan masyarakat. Dalam bermasyarakat manusia mempunyai sistem-sistem sosial untuk saling berinteraksi. Gotong-royong Sebagaimana kita ketahui kehidupan bermasyarakat di pedesaan bercirikan rasa kebersamaan yang tinggi dan gotong royong antar sesamnya. Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahawa nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada sesuatu yang dianggap benar. segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh . d. c.Kesetiakawanan Kesetiakawanan adalah suatu sikap simpati kepada orang lain. Sikap jujur ini mencerminkan kebenaran dan keyakinan sesuai dengan hati nurani. Biasanya sikap kesetiakawanan ini tidak mengharapkan sebuah imbalan ataupun pujian. 2007: 24). diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. 2. Sosial sebagaimana diungkapkan dalam penjelasan di atas adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan masyarakat. b. Dalam konsep sosiologi manusia disebut sebagai makhluk sosial yang artinya manusia tidak dapat hidup wajar tanpa adanya bantuan orang lain disekitarnya.Etika Etika dalam bermasyarakat memiliki arti kesopanan dalam melakukan sesuatu atau dalam bertindak. kata kebudayaan itu sepadan kata culture bahasa inggris” (Maran. 2008: 1331). manusia tidak dapat hidup sendiri. 2008: 383). Umunya masyarakat di Indonesia memiliki sistem kekerabatan yang sangat erat. Kejujuran Kejujuran adalah suatu sikap yang sesuai dengan apa adanya. menyampaikan pendapat dari dalam hati tanpa adanya embel-embel untuk membalas semua yang telah dilakukannya. yang bermaksud untuk memberikan rasa belas kasihan sebagai sesama manusia. “Budaya sering disebut juga dengan kebudayaan.

Maran. dan harapan-harapan. Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan melalui lisan. tindakan. b.Sistem pengetahuan Secara sederahana pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda. atau memproduksi hasil-hasil kesenian. d. pikiran. baik yang berhubungan dengan hukum atau bertujuan sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan Negara. mengekspresikan rasa keindahan. tulisan. 2011: 72). Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut merupakan analisa dari rincian kebudayaan ke dalam bagian-bagiannya. c. Kesenian dapat berwujud sebagai gagasan. Di samping wujudnya berupa benda-benda yang indah seperti candi. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Melalui bahasa manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. ”Sebagai hasil penerapan ilmu. pendengar. a. Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan karena menyangkut cara-cara dalam memproduksi. Organisasi sosial Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. dan memudahkan dirinya berbaur dengan masyarakat lain. penonton. alat kesenian dan lain-lain. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat. tetapi juga mempunyai wujud sebagai tindakan interaksi yang berpola antara sesama seniman pencipta. Sistem peralatan hidup dan teknologi Unsur utama kebudayaan antara lain peralatan dan perlengkapan hidup. .kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat. keadaan. memakai. ”Bahasa adalah gudang kebudayaan” (Harrof dalam Manusia dan Kebudayaan. gerakan atau isyarat dengan tujuan menyampaikan maksud hati kepada lawan bicara. ”kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa. ciptaan. tingkah laku. teknologi adalah cara kerja manusia. yang dijadikan miliknya dengan belajar” (Koentjaraningrat. dongeng yang indah. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia karena pengetahuan merupakan jendela bagi manusia agar bisa hidup secara teratur. kain tenun. maupun para peminat hasil kesenian. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri atau dari pemikiran orang lain. sifat. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan hidup. Dari berbagai defenisi tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa pengertian kebudayaan. 2008: 43). yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak atau tidak berwujud.

e. Sistem mata penceharian hidup Manusia bertahan hidup dengan bekerja dan setiap kelompok atau masyarakat memiliki pekerjaan yang berbeda sesuai dengan lingkungan dan keahliannya. Ketiga. “menulis” mengapresiasikan karya sastra yang diminati dalam bentuk satra tulis yang kreatif. misalnya berburu dan meramu. 1996: 36). ruang lingkup mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia mencakup komponenkomponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut. ”membaca” dan memahami berbagai jenis dan ragam karya sastra. drama) baik karya asli maupun terjemahan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. f. ”berbicara” membahas dan mendiskusikan karya sastra (puisi. Pada kurikulum 2006. serta dapat menulis kritik dan esai sastra berdasarkan ragam karya sastra yang sudah dibaca. tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Mahabesar yang dapat menghitamputihkan” kehidupannya” (Supartono. prosa. Ruang lingkup pengajaran pendidikan melalui kurikulum. Kesenian Karya seni merupakan media untuk berkomunikasi. Agama biasanya mempunyai suatu prinsip untuk mengatur umatnya. prosa. bahkan pengajaran sastra merupakan pengajaran yang berlandaskan pada kurikulum. Para ilmuan pada sistem mata penceharian ini terfokus pada masalah-masalah mata penceharian tradisional.Dengan teknologi manusia secara intensif berhubungan dengan alam dan membangun kebudayaan dunia sekunder yang berbeda dengan dunia primer (alam)” (Maran. Kedudukan dan Bahan Pengajaran Apresiasi Novel dalam Kurikulum KTSP Tahun 2006 Kurikulum disusun untuk mengumpulkan beberapa sistem yang terdiri atas komponen-komponen. drama) sesuai dengan isi dan konteks budaya. melalui suatu karya seni seorang seniman mengkomunikasikan suatu permasalahan atau pengalaman hidupnya. g. 2007: 42). Kesenian mengacu pada nilai keindahan yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Agama adalah sebuah unsur kebudayaan yang paling penting dalam sejarah umat manusia. Sistem religius Manusia secara individual atau masyarakat tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. dan menginterpretasikan ragam karya sastra (puisi. beternak. 3. Pada dasarnya kurikulum yang digunakan sekarang adalah kurikulum 2006 yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi karya sastra. ”mendengarkan” memahami. Kedua. Pertama. Keempat. becocok tanam di ladang dan menangkap ikan. ”Manusia sebagai homo religius memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur. Dalam kegiatan mengapresiasi sastra. siswa . serta mampu melakukan apresiasi secara tepat.

bentuk sastra seperti puisi. berbicara. dan kritik sastra. maka siswa akan memperoleh pengalaman yang menakjubkan. sejarah. Untuk mengajarkan sastra seorang guru harus mempunyai wawsan luas tentang sastra. Karya sastra juga akan memberikan suatu tanggapan seperti adanya kesan dan pemahaman. terutama pemimpin agar berbuat sesuia dengan harapan masyrakat. maka diperlukan objek yang matang untuk bahan pengajaran tersebut. dan tujuan. dan kejujuran. pengalaman kemanusiaan. mencintai keadilan. dan drama. Perbandingan pengajaran sastra dengan kedudukan sastra itu sendiri sebaiknya harus seimbang sesuai dengan kedudukan sastra itu sendiri sebaiknya harus seimbang sesuai dengan isi yang ada dalam program kurilkulum adlah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. metode. Kriteria Pemilihan Bahan Pengajaran Apresiasi Sastra di SMA Penggunaan media sastra dalam pengajaran dapat membantu dalam proses pembelajaran yang merupakan bagian dari empat aspek berbahasa yaitu meliputi. menyimak. Setiap karya yang diajarkan kepada siswanya tentu harus memiliki nilai sastra. Hal ini mengingat fungsinya yang cukup berarti bagi kehidupan bermasyarakat. baik dari segi unsur intrinsiknya maupun dari segi ekstrinsinya. menulis dan membaca. dan drama. Untuk pengajaran sastra tersebut harus didukung oleh beberapa faktor yaitu kurikulum. (2) memberi pesan kepada manusia. Sedangkan ilmu sastra berupa teori. seperti kemauan untuk berkorban demi mencapai citacita. Bahan pengajaran sastra pada dasarnya hanya ada dua jenis yaitu karya sastra dan ilmu sastra. kematangan jiwa. (4) merangsang munculnya watak-watak pribadi yang tangguh dan kuat. guru. (3) mengajak orang untuk bekerja keras demi kepentingan dirinya dan kepentingan bersama. Sastra dapat berperan dalam mendorong dan menumbuhkan nilai-nilai positif manusia seperti suka menolong. Sastra juga harus mempunyai kriteria pendidikan. Berkaitan dengan pemilihan bahan ajar yang tepat. bahwa setiap bahan yang akan diajarkan hendaknya diperhatikan tujuan dari pendidikan itu sendiri. berbangsa dan bernegara bahkan bagi kesejahteraan umat manusia. kepekaan perasaan. sesuai dengan kurikulum dan kemampuan siswa. prosa. dari hasil karya sastra yang dibacanya. beriman. Karya sastra seperti puisi. dan bertaqwa. kebenaran. Selain itu seorang guru harus mengetahui kedudukan dan bentukbentuk karya sastra dalam KTSP 2006. prosa. serta kriteria bahasa dan kriteria budayanya. dan . media.menikmati dan menilai karya sastra itu. 4. pengajaran bahasa dan sastra Indonesia berperan sangat penting. Dengan membaca sastra yang baik. Sesuai dengan kurikulum yang digunakan. berbuat baik.

H. saling menolong hubungan antar tokoh sangat kental. Baso.kemungkinan-kemungkinan gagasan baru. Teknik Penelitian Untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan sebuah penelitian harus ada teknik tertentu yang digunakan. tapi dianalisis dan ditafsirkan. Hasil Penelitian Hasil penelitian mengenai unsur nilai sosial dan budaya novel “Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi. lahirnya F. Dulmajid. Hal itu dilakukan agar hubungan mereka tidak terputus atau menjadi renggang. Ketika salah satu . dan detail. Pembahasan Nilai sosial yang terdapat dalam novel “ Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi mengandung pertama. Said. 1. Mereka selalu bersama-sama dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari ketika berada di pondok. yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Untuk menunjang keberhasilan penelitian ini. Metode Penelitian Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki. meskipun mereka pertama kali bertemu. sifat saling menolong. yang terjadi pada masa sekarang atau aktual dan biasanya datanya bukan hanya dikumpulkan. Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif analsis. tetapi mereka sudah saling akrab. 2. Metode ini juga dikenal sebagai penelitian yang mendeskripsikan suatu gejala. Atang. Raja. Novel : Negeri Lima Menara 2. J. Metode merupakan cara yang mudah untuk melaksanakan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. yaitu suatu teknik yang membagi suatu objek ke dalam komponen-komponen untuk mendapatkan data-data yang akurat. Tokoh : Alif. Kedua. Jumlah halaman : 419 I. pendidikan dan etika. kejadian. Karya : Ahmad Fuadi 3. Nilai sosial yang terdapat dalam novel “Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi yaitu hubungan kekerabatan dan kesetiakawanan. Said. G. Nilai budaya yang terdapat dalam novel “Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi yaitu sistem keyakinan dan bahasa. peristiwa. hubungan kekerabatan dan kesetiakawanan Kekerabatan yang terjalin sangat akrab meskipun mereka sudah berpisah lama tetapi mereka tetap berkomunikasi dengan baik dan secara maraton. Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah tekinik analisis data. Baso. 4. Raja. adalah sebagai berikut ini. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah: 1. diperlukan suatu metode yang tepat. Tokoh Atang. dan Dulmajid adalah teman akrab Alif. rinci.

Jakarta: PT Rineka Cipta. dan Inggris. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. sistem keyakinan yang terdapat sangat banyak apalagi kehidupan para murid sehari-hari adalah berdiam di pondok untuk melakukan kegiatan sekolah dan mengaji. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. etika. DAFTA PUSTAKA Faisal. nilai sosial yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi secara umum memberikan gambaran tentang hubungan antara sesama manusia yang didalamnya terdapat hubungan kekerabatan dan kesetiakawanan yang baik. Fuadi. K. Martinus. ketiga. dan pendidikan yang ditempuh oleh para tokoh. Indonesia. Kamus Kata Serapan. FormatFormat Penelitian Sosial. (2010). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Minangkabau. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Said sebagai anggota yang paling tua di sahibul menara dia sangat dihormati oleh sahibul menara lainnya begitu juga oleh murid-murid lainnya. (2002). ketika salah seorang dari mereka bahagia mereka ikut merayakannya bersama-sama. Simpulan Berdasarkan pengkajian terhadap Unsur Nilai Sosial dan Budaya Novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi penulis dapat merumuskan simpulan sebagai berikut ini. (2007). Surawan. Kebersamaan dan ketekunan ketika mereka mencari ilmu memberikan gambaran kepada kita untuk lebih giat dan semangat dalam mencarinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. (2001). sifat saling menolong. Koentjaraningrat. nilai budaya yang terdapat dalam novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi digambarkan dalam nilai budaya yang bersifat religius. Pengantar Antropologi I. Kedua. Kedua.dari mereka mengalami kesulitan mereka saling menolong. di antaranya bahasa Arab. Teori Pengkajian Fiksi. Nilai budaya yang terdapat dalam novel “ Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi mengandung pertama. (2011). (2003). Ahmad. Burhan. dan Minangkabau. Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Arab. novel ”Negeri Lima Menara” karya Ahmad Fuadi merupakan novel yang bercerita tentang pengalaman enam orang anak laki-laki dalam mencari ilmu di sebuah pondok. Rafael Raga. Sanapiah. Nurgiyantoro. dan para tokoh menggunakan beragam bahasa. . Maran. Negeri Lima Menara. bahasa yang digunakan dalam novel tersebut adalah bahasa Indonesia. Ketiga. etika Walaupun mereka berenam sangat akrab tapi mereka saling menghormati satu sama lain. Inggris. Pertama.

Jakarta: PT Gramedia. Yogyakarta: Familia. Metode. (2008) Ilmu Budaya Dasar. Bandung: CV. Jakob dan Saini K. dan Supinah. (1988). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Wahyu. Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Nyoman Kutha. . Pendidikan Teori Sejarah dan Apresiasi Sastra Bandung: Pioner Jaya. Pustaka Setia. Sumardjo. Ratna. (1993). Jakarta: Ghalia Indonesia. (2012). (1984). Tarigan. Sastra. (2005) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apresiasi Kesusastraan. Retno dan Qoni’ah. dkk. Suhendar. Prinsip-Prinsip Dasar Bandung: Angkasa. Supartono.Purwandari. Buku Pintar Bahasa Indonesia. (1996) Ilmu Budaya Dasar.M. Henry Guntur. (2011) Teori. dan Teknik Penelitian Satra. Ramdani. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.