I.

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Buah dan sayur merupakan bahan pangan sumber vitamin. Buah dan sayur buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Pengolahan buah menjadi salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan. Selama ini buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman (sari buah dan sirup) dan makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale. Bentuk olahan manisan buah dan sayur yang sudah ada yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula, sedangkan manisan kering diperoleh bila manisan yang pertama kali dihasilkan (manisan basah) dijemur sampai kering. Buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan basah adalah jenis buah yang cukup keras, seperti pala, mangga, kedondong, kolang-kaling, dan lain-lainnya. Buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan kering adalah jenis buah yang lunak seperti pepaya, sirsak, dan lain-lainnya. Produk yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan keamanan ( safety) dan mutu (quality) dalam memenuhi tuntutan konsumen dan persyaratan yang berlaku. Produk manisan buah dan sayur kering lebih cepat terkontaminasi mikroorganisme seperti kapang dan jamur jika dalam pembuatannya tidak dijaga mutunya. Pengolahan produk pangan yang sangat memperhatikan pengawasan dan keamanan mutunya. Terutama jika ingin membangun sebuah industri misalnya manisan buah dan sayur kering. Pengusaha industri tersebut dapat dilakukan pengamatan langsung di industri manisan yang telah ada. Industri manisan sebagai tempat praktik lapangan yaitu di industri manisan CV. Toeniel Surabaya berskala rumah tangga. Jaminan mutu yang lebih baik akan diberikan sehingga dapat membangun kepercayaan terhadap konsumen. Setelah proses akhir dari pengolahan selesai, produk sebelum sampai kepada konsumen dilakukan proses berikutnya yaitu pengemasan. Pengemasan dilakukan sebagai salah satu cara pengamanan terhadap makanan atau bahan pangan agar makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah maupun yang telah mengalami pengolahan. Technopreneurship merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional. Nantinya setelah melihat langsung proses pengemasan yang dilakukan pada industri manisan CV. Toeniel Surabaya, diharapkan dapat timbul suatu inovasi khususnya pada aspek pengembangan teknologi pengemasan yang sesuai dengan produk manisan kering terkait program technopreneurship.

1.2. TUJUAN
Tujuan instruksional dari praktik lapangan di industri manisan CV. Toeniel Surabaya adalah: a. Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa melalui latihan praktik lapangan dan aplikasi ilmu yang telah diperoleh sesuai dengan bidang keahliannya. b. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan permasalahan sesuai dengan bidang keahliannya di lapangan secara sistematis dan interdisiplin.

1

Tujuan institusional dari praktik lapangan di industri manisan CV. Toeniel Surabaya adalah : Memperkenalkan dan mendekatkan IPB, khususnya Fakultas Teknologi Pertanian IPB dengan masyarakat, mendapatkan masukan bagi penyusunan kurikulum serta peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan masyarakat pengguna. Adapun tujuan khusus dari kegiatan praktik lapangan ini yaitu : a. Mempelajari pengemasan manisan buah dan sayuran kering di industri manisan CV. Toeniel, Surabaya. b. Menganalisis, melakukan observasi, dan memberikan usulan solusi terhadap masalah yang ada dalam industri berdasarkan disiplin ilmu yang dipelajari. c. Mengembangkan jiwa seorang technopreneurship dalam mengidentifikasi masalah dalam standar mutu dan teknologi pengemasan khususnya. d. Mampu mengembangkan teknologi pengemasan untuk produk manisan buah dan sayur kering.

1.3. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Praktik lapangan dilakukan pada 25 Juli-3 Agustus 2012 dengan masa kerja selama 40 hari. Pelaksanaan kegiatan bertempat di industri manisan CV. Toeniel. Lokasi di Jalan Tanjung Karang No.80-82 Perak Barat, Surabaya.

1.4. METODA
Dalam pelaksanaan praktik lapangan akan digunakan metode dibawah sebagai panduan untuk menghasilkan data dan analisis yang tepat, yaitu: a. Penjelasan Singkat Penjelasan singkat dari pembimbing lapangan atau wakil dari perusahaan. Hal ini bertujuan untuk memberikan wacana awal. b. Pengamatan di Lapangan Pengamatan langsung di lapangan dilakukan dengan mengamati dan berpartisispasi aktif secara langsung pada proses produksi manisan buah dan sayuran sehingga dapat mengembangkan teknologi pengemasan yang baik dalam pengolahannya. c. Wawancara dan Diskusi dengan Pihak Terkait Kegiatan wawancara ini dilakukan sebagai upaya pengumpulan informasi dan data primer yang berhubungan dengan aspek yang dipelajari. Wawancara dilakukan untuk menjelaskan, mengklarifikasi, serta menerangkan masalah-masalah teknis yang ada di lapangan yang berguna untuk mendapatkan informasi tambahan. Wawancara ini dilakukan terhadap pihak–pihak terkait meliputi aspek teknis penanganan, penggunaan teknologi, proses produksi hingga pengemasan. d. Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan dengan mencari referensi dan literatur yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan dan membandingkan dengan situasi yang terjadi di lapangan. e. Pengolahan dan Analisa Data Metoda dilakukan dengan mengolah data yang didapat dari praktik lapangan dan kemudian dilakukan analisis data sehingga diperoleh informasi yang dapat dimanfaatkan. f. Perumusan dan Penulisan Laporan Kegiatan ini dilakukan setelah data yang diperoleh dianalisis dan dirumuskan yang kemudian dapat dituangkan dalam bentuk laporan tertulis.

2

II. KEADAAN UMUM INDUSTRI CV. TOENIEL
2.1. PROFIL DAN RUANG LINGKUP INDUSTRI
Toeniel adalah industri rumah tangga yang bergerak dalam pembuatan aneka manisan, sirup, jenang atau dodol, kerupuk, keripik dari sayur dan buah, aneka camilan seperti kacang, kue kering, dan lain-lain. Selain itu Toeniel juga memproduksi aneka teh herbal yang resepnya warisan dari orang tua Ny. Hj. Alicce Hanafi selaku pemilik industri manisan CV. Toeniel. Produk usaha yang dikembangkan terfokus pada industri manisan buah dan sayur kering, serta teh herbal. Toeniel didirikan oleh Ny. Alicce Havana Marlis (Alicce Hanafi) sejak tahun 2005 dikarenakan adanya keinginan untuk membuat camilan atau minuman yang sehat dan dapat dikonsumsi oleh segala usia terutama untuk anak-anak yang tidak suka akan sayur dan buah. Beliau yang saat ini berprofesi sebagai notaris yang berkantor di daerah Gresik memulai usahanya dari pembuatan manisan terong dan kacang bawang yang akhirnya berkembang menjadi berbagai macam produk dan kesemuanya telah mendapat ijin dari Dinas Kota Surabaya dalam bentuk PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). Kapasitas bahan baku sekali produksi sebesar 200 kg buah dan sayur. Kini, ada 15 item mulai dari terong ungu, tomat, pare, cabai, belimbing wuluh, belimbing buah, mangga, nanas, salak, creme, labu siam, kedondong, wortel, kulit jeruk bali, putihan kulit semangka hingga blonceng. Pembuatan manisan buah dan sayur buatan beliau memang berbeda dengan lainnya. Beliau tetap berusaha untuk mempertahankan rasa buah dan sayur aslinya walaupun hanya sedikit. Manisan buah dan sayur kering ini hanya menggunakan gula pasir sebagai bahan pengawetnya. Produk-produk Toeniel terbuat dari sayur dan buah segar serta bahan-bahan alami yang cocok untuk dijadikan camilan atau minuman sehat disegala waktu. Produk-produk Toeniel dikemas dalam kotak dan botol yang cantik sehinga produk Toeniel dijadikan buah tangan untuk siapa saja. Jangkauan pasar manisan buah dan sayur kering CV. Toeniel saat ini telah menerima permintaan baik dari dalam maupun luar Pulau Jawa. Saat ini CV. Toeniel berada dibawah binaan Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dan Bank Rakyat Indonesia Cabang Tanjung Perak Surabaya. Toeniel juga sering mengikuti berbagai event atau pameran yang diadakan di tingkat kota, provinsi maupun nasional. Toeniel telah diliput oleh berbagai media cetak seperti Tabloid Nova, Majalah Pengusaha Indonesia, Harian Pagi Surya, Koran Kontan, Harian Kedaulatan Rakyat, Tabloid Lezat maupun media televisi seperti Trans 7 untuk acara Si Unyil, Cita-citaku, Koki Cilik, Trans TV, Arek TV, BChannel, dan SBO TV.

2.2. LOKASI DAN LETAK GEOGRAFIS INDUSTRI
Produksi industri manisan berlokasi di Jalan Tanjung Karang 80-82 Perak Barat Surabaya 60177 merupakan rumah dari pemilik CV. Toeniel. Wilayah industri ini berdekat dengan Pelabuhan Tanjung Perak. Lokasi cabang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 68 Gresik sekaligus menjadi tempat kantor notaris Ny. Alicce Hanafi. Lokasi pemasaran produk berada di Dupak Grosir Surabaya lantai dasar stand No. 4-5.

3

mengantarkan serta mengirimkan produk-produk ke konsumen maupun ke tempat penjualan (stand) mereka. Toeniel yaitu Ny. Kerja lembur dilakukan saat melakukan packaging (pengemasan). Mereka bekerja untuk mengupas buah dan sayur dengan upah dari berapa kg buah dan sayur yang dapat dikupas. Jumlah tenaga kerja berjumlah 10 orang tetap. proses produksi. STRUKTUR ORGANISASI INDUSTRI Struktur organisasi Industri Manisan CV. Toeniel masih sempit dimana terbagi menjadi 2 yaitu struktur organisasi pemasaran. struktur organisasi produksi. Beliau yang bertugas untuk menerima order baik via telepon maupun email dari konsumen. serta pengantar barang. Karyawan bagian produksi bekerja selama seminggu mulai proses produksi berlangsung sampai pengemasan.4. Struktur organisasi pemasaran dipegang oleh adik Ny. Karyawan tersebut telah dibekali cara-cara untuk mengolah manisan buah dan sayur kering sebelumnya. Kantor yang digunakan untuk mengurus administrasi berada di Gresik yang juga merupakan kantor notaris Ny. penjaga stand.00-16. 2. Mereka sebagai karyawan tidak tetap dimana ibu-ibu rumah tangga 3-5 orang yang berada disekitar lokasi proses produksi.00-17. Pembagian jam kerja karyawan tidak terbagi dalam shift namun mulai bekerja pada pukul 09. Karyawan tetap dibagi pada bagian proses produksi.00. Alicce Hanafi selama beliau bekerja. pengemasan serta berhubungan dengan instansi untuk melakukan kerjasama maupun mengikuti pameran-pameran. Perekrutan karyawan harian dilakukan berdasarkan kebutuhan yang terkait dengan produksi. Beliau berperan langsung dalam pengadaan bahan baku. Alicce Hanafi. Karyawan beliau yang menjadi kepercayaan membantu tugas Ny.2. 4 . Waktu kerja penjaga stand di Dupak Grosir Surabaya mulai dari jam 08. KETENAGAKERJAAN Karyawan industri Toeniel dibedakan menjadi karyawan tetap dan karyawan tidak tetap. Alicce Hanafi.00 WIB bagi bagian selama produksi. Struktur organisasi produksi dipegang sendiri oleh pemilik industri CV. Mereka dipekerjakan saat industri mengalami order meningkat. Lisa Rofijandri. Hal ini dilakukan untuk menjaga mutu dan kualitas produk manisan yang dihasilkan. Meskipun beliau telah memiliki orang yang dipercaya untuk melakukan proses produksi. beliau tetap turun langsung jika beliau sedang tidak berkantor.4. meningkatkan permintaan dan ikut serta dalam kegiatan pameran makanan. Alicce Hanafi yaitu Ny.

Kemudian rendam dalam larutan air kapur selama 24 jam. Buah cabai dipilih adalah buah cabai merah atau lombok yang ukuran besar. Buah belimbling wuluh tidak didapatkan di pasar namun diperoleh dari pohon yang ditanam dirumah Ny. Selanjutnya 5 . diangkat. dikupas dan dipotongpotong tipis memanjang sekitar 3-4 cm.III. ukuran besar dan rasa asam. Buah pepaya yang digunakan untuk membuat manisan adalah buah pepaya mengkal (setengah matang). Selanjutnya untuk buah cabai. dan ditiriskan. Buah mangga yang dipilih adalah mangga muda setengah masak. Setiap manisan memiliki nama dagang tersendiri. rasa manis. juga diperoleh dari tetangga rumah serta bersifat musiman. belimbling wuluh. kue kering. berbentuk bulat. Bahan baku (raw material) merupakan hal terpenting untuk berlangsungnya proses produksi manisan. kerupuk. rendam cabai ke dalamnya selama satu hari. dan lain-lain. serta manisan pepaya (Sanpaya). Manisan cabai diberi nama Sanbe. manisan mangga (Sanciet). sirup. mangga. TOENIEL 3.00 sore sampai pukul 05. Cabai tersebut dilarutkan satu sendok makan garam ke dalam dua liter air selama satu jam. Alicce Hanafi. Air sebanyak dua liter dicampurkan dengan satu sendok makan garam selama satu jam. setelah itu cuci bersih sampai garam tidak melekat lagi. Buah dan sayur yang telah dibeli tersebut langsung dipindahkan pada wadah besar. aneka camilan seperti kacang. buah dicuci bersih. Buah tomat yang dipilih adalah buah tomat segar mengkal. warnanya masih hijau kekuningan dan dagingnya masih keras..per kilogramnya. BAHAN DASAR DAN BAHAN PENOLONG Industri Toeniel menghasilkan berbagai macam produk dari aneka manisan. dan pepaya diperoleh dari Pasar Keputran yang merupakan pasar induk sayur di Surabaya. dibuang bagian pinggirnya. buahnya berdaging dan banyak mengandung air. mangga. Buah dipilih yang telah matang. Toeniel melakukan proses produksi manisan buah dan sayur kering. manisan belimbling wuluh (Bingluh). Bahan baku seperti cabai. tomat. dan pepaya. dilakukan perlakuan dengan mencuci buah sampai bersih. jenang atau dodol.000.00 pagi. ukuran sedang. Selama praktik lapangan proses yang dilakukan oleh industri manisan CV. Buah belimbing wuluh dicuci bersih. Kemudian potongan mangga dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam air kapur selama satu hari. Buah-buah yang telah sampai di tempat industri tersebut. Pasar ini merupakan tempat pengepulan atau pusat penjualan sayur mayur untuk sebagian besar kota Surabaya dan buka mulai pukul 18. kemudian tusuk-tusuk dengan garpu sampai tampak memar. manisan tomat dengan Tomakura (manisan tomat rasa kurma). biji tomat dikeluarkan sampai bersih. Cabai tersebut telah dibuang tangkai dan bijinya. kemudian langsung diolah dengan menggunakan sistem first in first out.1. Lokasi pasar terletak di jalan Keputran yang terletak dalam wilayah Surabaya Pusat. keripik dari sayur dan buah. Buah belimbing yang telah memar. Buah mangga (pencit) terlebih dahulu dicuci bersih buahnya. sehingga harganya dinaikkan Rp 1. PROSES PRODUKSI MANISAN BUAH DAN SAYUR KERING DI CV. tomat. Pada buah tomat. Bahan baku dibeli secara kiloan dalam plastik. tidak dalam tandan-tandan atau peti karena dipilih ukuran buah yang seragam. dibuang pangkal atau tempat tangkai tomat. Kemudian cabai dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam air kapur. Bahan dasar adalah bahan baku atau bahan utama yang digunakan dalam pembuatan buah dan sayur kering. warna orange sampai merah. direndam dalam air garam selama dua jam. Manisan buah dan sayur kering yang diproduksi selama praktik lapangan yaitu manisan cabai.

selain bertujuan untuk memberikan rasa manis. Pewarna Makanan Daya tarik suatu makanan sangat dipengaruhi oleh penampakan fisik salah satunya adalah warna. pengemasan. . f. Pewarna makanan food grade dengan kemasan botol plastik yang berat bersih ( netto) satu kilogram terdapat di toko bahan makanan. Bahan tambahan makanan tersebut dalam pewarna makanan cair yang terdaftar di BPOM RI. . kapang). Kapur Sirih Kapur sirih diperlukan dalam pembuatan manisan terutama dalam proses perendaman dengan tujuan untuk memperkuat tekstur sehingga tidak mudah hancur. pengangkutan.Syarat radiologis: air tersebut harus bebas dari radiasi. Air Air berfungsi untuk merendam. dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi.Syarat mikrobiologis: tidak mengandung bakteri coli. . Garam dapur sebanyak dilarutkan ke dalam air untuk merendam bahan baku selama 1 jam. b. Bahan penolong untuk produksi manisan kering adalah : a. Zat pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. penyimpanan. mencuci dan mengolah bahan baku. Gula Pasir Gula digunakan sebagai pemanis.Syarat fisik: tidak berwarna.Syarat kimia: tidak mengandung senyawa-senyawa yang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Garam Garam dapur dalam pembuatan manisan kering berfungsi sebagai pembentuk tekstur. Buah pepaya dimana buah tersebut dibuang kulit dan bijinya sampai bersih kemudian dipotong tipis memanjang sekitar 3-4 cm. e. pengadaan. tidak berasa. Pewarna makanan tersebut bisa digunakan untuk segala 6 . Gula yang digunakan dalam pembuatan manisan kering adalah dalam bentuk larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air dengan perbandingan satu kilogram gula dengan satu liter air. Bahan penolong atau bahan bantu adalah bahan yang diperlukan untuk mendukung pembuatan produk selama proses pengolahan. Gula tabur tersebut berfungsi sebagai pengawet alami. Pepaya dicuci bersih dan direndam dalam larutan air kapur selama 24 jam. Bahan tambahan makanan ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan baik dalam proses pembuatan. juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur. Kapur sirih yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah dalam bentuk larutan. Gula pasir dalam bentuk padatan digunakan untuk menaburi manisan yang telah dikeringkan dengan mesin oven pengering. Adapun bahan tambahan yang digunakan untuk membuat manisan kering terdiri dari pewarna makanan dan asam sitrat. d.dilarutkan kapur dalam air dan rendam belimbing wuluh dalam air kapur selama dua hari. Air yang dipergunakan untuk membuat manisan buah dan sayur harus memenuhi beberapa persyaratan: . Bahan Makanan Tambahan Bahan makanan tambahan adalah bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komposisi atau ingredien khas makanan. Pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah. Besar volume yang digunakan untuk merebus sebanyak dua liter untuk satu kali perebusan buah atau sayur. dan penyimpanan produk makanan olahan agar menghasilkan atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut. perlakuan. Air yang digunakan diperoleh dari air PDAM (Perusahaan Air Minum Daerah) Surabaya. pengepakan. Semua buah-buah tersebut dicuci sampai bersih dari garam dan kapur yang masih tersisa. c. sehingga manisan kering hanya dapat bertahan 3–4 bulan. tidak berbau. Pemberian larutan kapur sirih pada pembuatan manisan dengan konsentrasi 1 % dari banyaknya air dan lama perendaman dalam larutan kapur sirih selama sehari.

5 % dari banyaknya gula pasir. kemudian disimpan pada wadah toples kaca besar yang kedap udara (Gambar 1). selanjutnya adalah dilakukan pengemasan. mencegah terjadinya kristalisasi gula atau kembang gula. Manisan buah dan sayur kering yang telah di oven. Bahan pewarna makanan ditambahkan pada bahan baku sehingga warna yang dihasilkan menjadi seragam. Pewarna makanan tersebut digunakan sebanyak 1-2 sendok makan dalam dua liter air rebusan. serta orange (pepaya). keseragaman. dengan tujuan untuk memudahkan proses transportasi agar lebih praktis dan efisien. Kemasan tersier adalah kemasan lapis ketiga setelah kemasan sekunder. buttercream. 3. serta kerusakan mikrobiologis. cake. belimbing wuluh). Penggunaan asam sitrat pada manisan kering 0. Kemasan primer adalah kemasan yang langsung kontak dengan bahan atau produk pangan. Asam sitrat berbentuk kristal seperti gula pasir tetapi mempunyai rasa asam. Gambar 1. mengimbangi rasa manis. cabai merah). menjernihkan larutan gula pasir. BAHAN KEMASAN Setelah proses pembuatan manisan buah dan sayur kering selesai. Asam sitrat dalam bentuk sachet. Hal ini bertujuan agar manisan kering tidak terkontaminasi udara luar dan lebih mudah dimasukkan ke berbagai kemasan yang lebih kecil. Kemasan dapat dibedakan atas kemasan primer. kestabilan warna. Asam Sitrat Penambahan asam sitrat dilakukan jika bahan baku yang digunakan tidak atau kurang terasa asam. kuning muda (pewarna mangga. Warna yang digunakan adalah merah tua (pewarna tomat. Pewarna buatan jenis ini memiliki kelebihan yaitu warna lebih cerah. g. Pembuatan manisan kering dengan bertambahan asam sitrat berfungsi untuk memberikan sedikit rasa asam.2. dan lainnya. kerusakan kimiawi. Pengemasan digunakan untuk melindungi produk agar mencegah terjadinya kerusakan mekanis. dengan tujuan untuk lebih memberikan perlindungan kepada produk. kemasan sekunder dan kemasan tersier. Kemasan sekunder adalah kemasan lapis kedua setelah kemasan primer. cara penyimpanan lebih mudah dan lebih tahan lama.jenis makanan seperti pudding. kue kering. berat bersih 20 gram yang digunakan telah terdaftar di BPOM RI MD 163613002321 P13321. Penyimpanan buah dan sayur kering dalam toples kaca besar kedap udara 7 . dan mengawetkan pada manisan mangga kering. sehingga dalam pembuatannya digunakan asam sitrat.

. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang ada dalam toples..2. Kotak Kardus Produk yang dikemas dengan kotak kardus berisi 200 gram.per 100 gram. serta nama dan tempat produksi. terkecuali untuk manisan kering dengan harga Rp 15. Gambar 2. bentuk roll dan belum dipotong–potong sesuai ukuran yang diperlukan.( netto 100 gram). berat bersih ( netto). Tutup toples diberi segel plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) agar terjaga kualitas produknya. nomor Depkes RI (Departemen Kesehatan RI). kemudian baru dimasukkan dalam kemasan-kemasan kecil. merk dagang (Toeniel TM).1. Toples Plastik Manisan kering akan dikemas terlebih dahulu disimpan pada toples besar dengan tutup toples kedap udara setelah proses pengolahan selesai. tinggi 9.000. jenis plastik HDPE ( High Density Polyethylene). memiliki dimensi selimut 5.5 cm.3 cm. tembus pandang.000. Harga produk manisan kering 100 gram dijual dengan harga Rp 10.Kemasan retail yang digunakan untuk mengemas manisan buah dan sayur kering produksi CV. masa kadaluarsa.2. Kemasan pertama. LDPE yang digunakan adalah transparan. jenis plastik PET (Polyethylene Terephthalate). tulisan “Asli Suroboyo” dan “Tanpa Bahan Pengawet”. 3. bersentuhan langsung dengan produk (kemasan primer) yang digunakan adalah plastik jenis LDPE (Low Density Polyethylene). Tutup toples yang digunakan berbentuk lingkaran dengan jenis plastik LDPE (Low Density Polyethylene). Toples plastik ini dipesan ke tempat pembuatan kemasan plastik. Toeniel adalah: 3. lebar 14 dan tebal 8. mengalami perlakuan terlebih dahulu. Toples plastik kecil ukuran 100 gram Bagian badan toples terdapat label kemasan dari nama produk. Silika gel (Gambar 3) tidak untuk dimakan melainkan sebagai “pengering” dalam kemasan agar terhindar dari lembab dan timbulnya 8 . produk mengalami 3 lapisan kemasan. Toples tersebut dicuci dengan air kemudian dimasukkan pada air hangat selama 1–2 menit kemudian diangkat dan dikeringkan. Toples plastik yang akan digunakan. serta tutup toples. Kemasan manisan kering dalam plastik tersebut dimasukkan silika gel. komposisi. HDPE juga digunakan pada segel tutup toples manisan sebagai kemasan tersier yang melindungi kotak kardus. sehingga menjadi toples yang siap pakai. Pada toples kecil dengan netto 100 gram (Gambar 2).2.

Bagian samping memiliki ukuran panjang 12. Silika gel Setelah siap.8 cm. Kemasan manisan cabai (Sanbe) telah menggunakan kardus dengan print gambar. Lapisan tersebut disesuaikan dengan ukuran karton. Penyegelan dengan hand sealer dilakukan dua kali yaitu pada sisi atas dan bawah plastik. Biasanya kotak kardus masih berupa kardus yang masih dilipat dan belum dibentuk menjadi kotak yang siap pakai. sedangkan kotak kardus lain masih menggunakan lapisan gambar. plastik LDPE di seal dengan alat hand sealer.jamur pada produk manisan kering tersebut. lebar 4. Gambar 4.4 cm. sehingga banyak memakan waktu dalam pengemasan. Kotak kardus tersebut dapat diperoleh di toko kue.5 cm dan tinggi 4. Kardus tersebut memiliki 5 bagian untuk atas.5 cm dan tinggi 9. Kotak kardus yang digunakan memiliki panjang 12. 50/60 Hz. misalnya manisan Tomakura (tomat kurma) diberi gambar buah tomat dan kurma. Bagian atas dan bawah kardus berukuran 12. Penampilan gambar kemasan pada berbagai jenis produk manisan buah dan sayur kering (Gambar 5) disesuaikan dengan bahan baku buah atau sayur. Butiran-butiran silika gel dikemas dalam kantungkantung plastik kecil berukuran 2 x 4 cm. lebar 4.4 cm untuk panjang. lebar 10 cm dan tinggi 4.4 cm.4 cm. samping kanan dan kiri serta bagian penutup kardus. dan daya sebesar 300 watt. 9 . Alat ini memiliki sumber tegangan 220-240 volt. bawah. Kemasan plastik kemudian dilapisi dengan kemasan sekunder yang digunakan adalah kotak kardus.5 cm (Gambar 4). Kotak karton yang berbentuk lembaran Kotak kardus telah dibentuk oleh para karyawan kemudian diberi lapisan gambar. Dalam penempelan kotak kardus dengan stiker atau lapisan gambar memerlukan waktu yang cukup lama. Gambar 3.

dengan netto 200 gram. cap “Asli Suroboyo”. masa kadaluarsa. Plastik LDPE ini dalam roll dan belum ada batas pemotongan yang digunakan untuk membungkus manisan sesuai ukuran (Gambar 6).per 200 gram kecuali manisan cabai kering seharga Rp 25.000. industri manisan tersebut membuat ukuran yang lebih ringan dengan berat isi sebanyak 100 gram. komposisi.2. nama..Gambar 5. nomor Depkes RI (Departemen Kesehatan RI).. sehingga perlu perkiraan pemotongan lembaran plastik dengan gunting manual. Plastik LDPE dalam bentuk roll 10 . 3. Plastik LDPE Plastik LDPE (Low Density Polyethylene) selain digunakan untuk kemasan kotak kardus.3. Kotak karton dengan berbagai produk manisan kering Kardus karton terdapat deskripsi produk yaitu nama produk. tulisan “Tanpa Bahan Pengawet”. manfaat produk yang dikonsumsi. Harga semua manisan buah dan sayur kering sebesar Rp 20. merk dagang (Toeniel TM). dan tempat produksi. berat bersih (netto). Gambar 6.000.

1. serta nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). berat bersih. Kemudian dimasukkan manisan kering tersebut dan terakhir di seal kembali dengan hand sealer. Plastik LDPE diberi stiker yang ditempelkan pada tampak depannya. Bahan penunjang akan mengurangi terjadinya hambatan dan terjadi penurunan kualitas produk tersebut.2. Stiker tersebut berisi nama produk (misalnya Tomakura). Butiran-butiran silika gel dikemas dalam kantung–kantung plastik kecil berukuran 2 x 4 cm.3. kadaluarsa. Industri manisan CV. kemasan plastik seperti toples plastik produk dapat meleleh atau berubah bentuk. biasanya hanya dalam kegiatan pameran-pameran. Silika gel ini memiliki permukaan yang berpori sehingga mampu menyerap molekul air. 3. Manisan kering dalam kemasan ini tidak banyak diproduksi. Alat dan bahan penunjang yang digunakan adalah silika gel. 50 Hz dan berdaya 400 watt. dan hand sealer. tempat produksi.3. ALAT DAN BAHAN PENUNJANG DALAM PROSES PENGEMASAN Dalam proses pengemasan.3. 11 .Gambar 7. Kemasan plastik LDPE ukuran 100 gram Kemasan plastik (Gambar 7) disegel dari bagian bawah kemasan dengan hand sealer. 3. diperlukan adanya alat bantu untuk menunjang daya tarik konsumen untuk membeli produk. Kemampuan alat memiliki tegangan 115/230 volt. Silika Gel Silika gel tidak untuk dimakan melainkan sebagai “pengering” dalam kemasan agar terhindar dari lembab dan timbulnya jamur pada produk manisan kering tersebut. Panas yang dihasilkan mampu membuat plastik LDPE dibentuk untuk segel tutup toples kecil manisan dan pembungkus pada kotak kardus. Wrapping Sealer Alat wrapping sealer (Gambar 8) biasanya untuk mengeringkan rambut. 3. Penggunaan wrapping sealer dilakukan dalam waktu singkat karena jika terlalu lama. Toeniel digunakan untuk merekatkan antara plastik LDPE atau HDPE dan kemasan sekunder (karton). Toeniel lebih banyak menggunakan kemasan kotak kardus dengan netto 200 gram. namun pada industri manisan CV. wrapping sealer.

Mesin ini menggunakan sistem pemanas induksi sehingga hasilnya cepat dan rata. Panas pada mesin diatur dengan skala 1-9. dan daya sebesar 300 watt. Penyegelan kemasan dengan s ealer dilakukan 2 kali yaitu pada sisi atas dan bawah plastik. 12 .3. Hand Sealer Hand sealer (Gambar 9) adalah mesin pengemas yang pengoperasiannya menggunakan tangan. Alat ini digunakan untuk merekatkan plastik sehingga udara tidak masuk ke dalam plastik. Hand sealer Kekurangan hand sealer pada kemasan plastik LDPE (Low Density Polyethylene) yang digunakan adalah kemasan plastik tersebut kurang merekatkan plastik. sehingga ada bagian dari plastik yang belum terekat.Gambar 8. 50/60 Hz. Sealer memiliki tingkatan panas yang berbedabeda sesuai plastik yang akan diseal.3. sehingga plastik lebih cepat terseal. Sumber tegangan sebesar 220-240 volt. Gambar 9. Wrapping sealer 3. Hal ini menjadi suatu kendala dalam waktu dan energi yang harus dikeluarkan dimana pekerja harus melakukan penyegelan ulang kemasan plastik. Panas yang digunakan untuk jenis plastik LDPE adalah tiga. Selain itu juga dilengkapi dengan lampu led yang menyala selama proses sealer berlangsung dan akan otomatis mati yang menandakan proses sealer sudah selesai.

Setelah proses penggaraman selesai buah dicuci kembali dengan air bersih. Proses selanjutnya adalah perendaman buah dengan larutan garam dengan konsentrasi 50 % selama satu jam atau biasa disebut dengan penggaraman. serta pepaya. mangga. Diagram alir proses pengolahan buah dan sayur kering produksi CV. Proses pengeringan yang telah dilakukan. Setelah semua proses selesai dilakukan. Proses ini berfungsi sebagai pembentuk tekstur dan mencegah timbulnya bercak hitam pada bahan baku karena sifat bahan baku yang cepat dan mudah mengalami proses pembusukan. Proses selanjutnya adalah penyusunan buah di loyang aluminium. Proses ini dilakukan pada manisan cabai. ada buah yang harus dilakukan pengeringan kembali dengan mesin oven. Buah dipisahkan dari air rebusannya dengan alat saring sederhana Hasil samping berupa air rebusan dapat disimpan menjadi sirup atau sari buah. Proses ini nantinya akan digunakan untuk mempermudah proses pengeringan. Tujuan proses pengeringan ini untuk mengurangi kadar air pada buah. 13 . perasan air jeruk nipis. Buah yang dilakukan pengovenan adalah mangga. Pengeringan lebih lanjut ini memungkinkan pengurangan kadar air yang jauh lebih besar. pewarna makanan. gula pasir.4. mangga. Setelah pengeringan manual selesai. selain itu diharapkan mencapai tingkat kemanisan yang telah ditentukan. Tahap proses selanjutnya dengan pengkapuran. Proses ini dilakukan selama 15 menit dengan suhu 80-90oC. Toeniel dijual dalam ukuran 500 ml. kemudian dilanjutkan dengan proses penaburan gula pasir. mencegah terjadinya kristalisasi gula atau kembang gula. dan mengawetkan pada manisan mangga kering. Hal ini dilakukan agar buah terbebas dari kapur yang menempel pada daging buah. belimbing wuluh. Toeniel adalah cabai. Buah dan sayur yang telah dibeli tersebut langsung dipindahkan pada wadah besar.Toeniel terdapat pada Lampiran 1-5. Tahapan proses selanjutnya adalah pembuatan larutan gula dimana perebusan gula dan bahan-bahan lainnya seperti garam. Penambahan asam sitrat hanya ditambahkan pada buah mangga.3. Setelah proses perebusan selesai. belimbing wuluh. buah mengalami proses penyaringan. Bahan baku dibeli secara kiloan dalam plastik. serta pepaya. belimbing wuluh. Pembuatan manisan kering dengan bertambahan asam sitrat berfungsi untuk memberikan sedikit rasa asam. Asam sitrat berbentuk kristal seperti gula pasir tetapi mempunyai rasa asam. Pewarna makanan yang ditambahkan bertujuan agar warna lebih cerah. Hal ini dilakukan untuk memberi rasa manis pada buah. menjernihkan larutan gula pasir. tidak dalam tandan-tandan atau peti karena dipilih ukuran buah yang seragam. sedangkan manisan tomat tidak diberi taburan gula pasir. Pengeringan manual yaitu dilakukan dibawah sinar matahari selama 4-5 jam. mengimbangi rasa manis. Setelah dilakukan proses pengkapuran. Pada umumnya diagram alir proses pengolahan maisan kering adalah sama. Pensortiran buah biasanya dilakukan saat bahan baku sampai di tempat proses produksi. kestabilan dan keseragaman warna. Selanjutnya dilakukan pencucian buah. mulai dari proses pensortiran buah sampai pengemasan manisan kering. dan pepaya. serta asam sitrat. PROSES PEMBUATAN MANISAN KERING Buah dan sayur yang digunakan pada produksi manisan CV. tomat. Sirup dan sari buah tersebut oleh CV. Perebusan buah ini dilakukan sebanyak tiga kali. Proses selanjutnya yaitu proses perebusan buah bersamaan dengan larutan gula selama 5 menit pada suhu 85-95oC. Kapur diperlukan dalam pembuatan manisan terutama dalam proses perendaman dengan tujuan untuk memperkuat tekstur sehingga tidak mudah hancur. buah dilakukan pencucian sebanyak tiga kali. Proses ini dilakukan dengan merendamkan buah pada larutan kapur 4 %. manisan kering tersebut siap dikemas dalam suatu wadah besar kemudian akan dimasukkan dalam kemasan retail. air. Pencucian buah bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel pada kulit buah.

Menurut Muljohardjo (1984). meningkat seiring dengan peningkatan teknologi dan tuntutan konsumen (Muhandri 2012). Manisan Kering Manisan kering berbeda dengan manisan buah basah. (1985) menyatakan bahwa aktivitas air (Aw = water activity) adalah jumlah air bebas bahan yang dapat digunakan oleh mikrooganisme untuk pertumbuhannya. tetapi mempunyai dimensi tidak kurang dari 1 cm dan tidak lebih dari 3. Tujuan pengeringan adalah mengurangi bahan sampai aktivitas mikroorganisme dan kegiatan enzim dapat dihambat sehingga bahan memiliki masa simpan yang lebih lama (Taib et al. pemotongan. memperbaiki tekstur dan menambah nilai gizi. Buckle et al. khamir dan bakteri. MUTU. Dasar proses peringan adalah penguapan air ke udara karena perbedaan kandungan uap air antara udara dengan bahan yang dikeringkan. Mutu kemasan dan label juga mempengaruhi ketertarikan konsumen pada produk yang dilihat. MANISAN KERING. sedangkan nilai 1 menunjukkan bahwa produk tersebut hanya terdiri dari air murni (Estiasih 2011). Pengawatan produk pangan dapat dilakukan 14 . Pepaya kering mempunyai ukuran dan bentuk yang tidak perlu simetris. Nilai 0 berarti dalam makanan tersebut tidak bebas air. pepaya kering merupakan salah satu alternatif pengolahan buah pepaya. dan berwarna kusam (Wijono 1993). yaitu pencucian. dan pengringan dengan sinar matahari. 1988).IV. Mutu Mutu adalah kesesuaian serangkaian karakteristik produk atau jasa dengan standar yang ditetapkan berdasarkan syarat. pendaman dengan larutan asam sitrat 3 %. perendaman dalam gula 20oBrix. Besarnya nilai Aw bahan harus diatur karena mikroba hanya dapat tumbuh pada kisaran nilai aw tertentu. Pembuatan manisan ini setelah direndam air gula pekat kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. liat. sebab jenis dan peluang kerusakan akibat aktivitas mikroba meningkat Manisan kering yang merupakan produk pangan berkadar gula tinggi cenderung rusak oleh khamir dan kapang. ternyata bakteri memerlukan nilai Aw paling tinggi untuk pertumbuhannya. Tahapan tersebut menghasilkan produk akhir yang keras. DAN PENGEMASAN 4.1. Makin tinggi nilai Aw maka resiko bahan pangan tersebut semakin besar. Sehingga daya awet manisan kering jauh lebih lama akibat kadar air yang lebih rendah dan kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan manisan buah basah.5 cm. Manisan kering merupakan salah satu produk makanan awetan yang dibuat dengan metode penggulaan dan pengeringan.80 (Effendi 2009). penirisan.1. berkerut. Standar yang dimaksudkan mengacu pada definisi standar yang bersifat dinamis. Di antara kapang.1. PEMBAHASAN 4. Penetuan umur simpan manisan buah dan sayur kering dipengaruhi pada proses pengeringan. Salah satu buah yang dapat dijadikan manisan kering adalah pepaya kering. 4. Nilai Aw suatu produk dinyatakan dalam skala 0 sampai 1. perendaman dalam larutangaram 10 %. kebutuhan dan keinginan konsumen.2. Teknik penggulaan mempunyai beberapa keunggulan yaitu memperkaya rasa (terutama rasa manis). Manisan kering memerlukan pengemasan yang baik agar tetap terjaga kualitasnya. Khamir dan kapang memiliki Aw minimum sebesar 0. Manisan pepaya kering dibuat dengan beberapa tahapan.1.

15 . Pendugaan umur simpan perlu dilakukan penelitian terhadap produk manisan buah dan sayur kering. Kelembaban udara berbanding lurus dengan waktu pengeringan. pewadahan atau pengepakan memegang peranan penting dalam pengawetan bahan hasil pertanian. Buah-buahan. Melindungi bahan terhadap kontaminasi dari luar. Semakin tinggi kandungan airnya. Kandungan air dalam bahan makanan memengaruhi daya tahan bahan makanan terhadap serangan mikroba. Pengemasan disebut juga pembungkusan. Berbeda dengan RH. maka semakin besar kemungkinan makanan tersebut cepat rusak. kecepatan aliran udara berbanding terbalik dengan waktu pengeringan. Semakin tinggi kecepatan aliran udara. proses pengeringan akan berjalan lebih cepat. tetapi juga kondisi bahan dan perlakuan yang diberikan pada bahan. Penetapan kandungan air perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi bahan pangan atau makanan yang dibandingkan dengan kondisi standar. kerusakan kimiawi dan kerusakan mikrobiologis. Efektifitas pengemas dalam melindungi bahan yang dikemas tidak hanya tergantung dari kondisinya. proses pengeringan akan berlangsung lebih lama (Brooker et al. Oleh karena itu diperlukan penilaian dan pemilihan pengemas yang tepat jika ingin mendapatkan efek perlindungan yang optimal. Produk yang bersifat lengket (mudah lekat) arti pengemas juga sangat penting karena dapat menahan dan membatasi perubahan bentuk dan kerusakan bahan. Pengemas dapat menahan dan menghindarkan kerusakan mekanis terutama terjadi jika pengemas yang digunakan kuat dan tegar ( rigid) sehingga mampu menahan benturan dan goncangan selama pengangkutan dan distribusi. karena masing-masing pengemas mempunyai ambang batas kemampuan dan spesifikasi kegunaan yang berbeda. Pengemasan memiliki fungsi antara lain: a. kandungan air maksimal 25 %. Pengemas yang kuat dan licin dapat mencegah penetrasi hama atau serangga dan mengisolasi keluarnya bau bahan yang dikemas sehingga tidak mengundang serangga pemangsa atau perusak. Salah satu cara menurunkan nilai Aw antara lain dengan menambahkan suatu senyawa yang dapat mengikat air seperti gula. Faktor yang mempengaruhi dalam pengeringan adalah kelembaban udara (RH = Relative Humidity). Prinsip dasar pengemasan dimana dapat memberi efek perlindungan pengemas terhadap bahan yang dikemas terutama disebabkan oleh kemampuan pengemas tersebut untuk mengisolasi dan melindungi bahan dari pengaruh luar atau pengaruh lingkungan. sayuran dan berbagai hasil olahan dapat dikemas dengan pengemas dari logam.3. baik dari mikroorganisme maupun kotorankotoran serta gigitan serangga dan binatang pengerat. dimana kandungan air yang tinggi dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme khususnya kapang untuk tumbuh dan berkembang biak sehingga dapat membahayakan kesehatan tubuh akibat keracunan (Fellows dan Hampton 1992). Secara ideal pengemas dapat melindungi bahan yang dikemas dengan cara mencegah terjadinya kerusakan mekanis. Umumnya pengemasan berfungsi untuk menempatkan bahan atau hasil pengolahan atau hasil industri ada dalam bentuk-bentuk yang memudahkan penyimpanan. Pengemasan Pengemasan adalah suatu cara atau suatu perlakuan pengamanan terhadap bahan atau produk agar bahan atau produk tersebut baik yang belum maupun yang sudah mengalami pengolahan sampai ke tangan konsumen dengan selamat. pengangkutan dan distribusi ke masyarakat pembeli. kayu atau plastik keras yang tahan benturan. Kadar air yang rendah maka manisan kering dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Semakin tinggi kelembaban udara. 1981). Namun demikian tidak semua jenis pengemas dapat mencegah ketiga tipe kerusakan tersebut dengan baik. 4.dengan menurunkan nilai Aw.1. misalnya pada Syarat mutu manisan kering buah-buahan (SII 0525-2008).

1. 4. Misalnya dengan digunakan pengemas yang transparan (tembus pandang). f. Menghindarkan terjadinya penurunan kadar lemak bahan yang dikemasnya seperti pada pengemasan mentega digunakan pengemas yang tidak bisa ditembus lemak. c. karena pengemas ini digunakan untuk menjamin keamanan produk selama transportasi dan distribusi. Pada umumnya bentuk dari pengemas non primer berupa peti-peti empat persegi dari berbagai ukuran dan kapasitas sesuai dengan bahan yang dikemasnya. KLASIFIKASI PENGEMASAN PRODUK Klasifikasi pengemas sangat perlu diketahui karena pemilihan pengemas yang baik dan tepat dapat memenuhi tujuan penggunaannya. kain blacu. Klasifikasi Pengemas Menurut Fungsi atau Kedudukan Berdasarkan atas fungsinya dalam penanganan bahan pangan. plastik. Pengemas non primer mempunyai ukuran relatif lebih besar dibanding pengemas primer. Jadi bahan yang dikemas tersebut tidak boleh berkurang kadar airnya karena merembes keluar atau bertambah kadar airnya karena menyerap uap air dari atmosfer. Pengemas non primer adalah bahan yang sudah dikemas oleh pengemas primer. Membantu konsumen untuk dapat melihat produk yang diinginkan. Di samping itu proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama. sedangkan pengemas non primer adalah pengemas yang tidak langsung berhubungan atau bersentuhan dengan bahan yang dikemas. Melindungi bahan yang dikemas terhadap pengaruh sinar. pengemas dibedakan menjadi dua tipe yaitu pengemas primer (pengemas utama) dan pengemas non primer baik pengemas sekunder. kuat dan mudah diatur. Menghindarkan terjadinya penurunan atau peningkatan kadar air bahan yang dikemas. ringan. maka dapat diketahui jenis dan kreasi pengemas yang tepat untuk suatu jenis bahan pangan tertentu. Mencegah masuknya bau dan gas-gas yang tidak diinginkan dan mencegah keluarnya bau dan gasgas yang diinginkan. Oleh karena itu harus diupayakan yang tahan benturan/tekanan. Pengemas primer adalah pengemas yang langsung berhubungan atau bersentuhan dengan bahan yang dikemas. Bahan yang biasa digunakan sebagai pengemas primer adalah kaleng. gelas. Merangsang atau meningkatkan daya tarik pembeli. meskipun kuat dan tahan kerusakan mekanis jarang digunakan karena terlalu berat sehingga menyusahkan proses transportasi dan distribusi. sehingga bentuk. d. benturan dan getaran. g.2. Dengan mengetahui klasifikasi pengemas beserta sifatnya. permen). tersier dan lain-lain. Melindungi bahan dari bahaya pencemaran dan gangguan fisik seperti : gesekan. karung goni dan lapisan tipis yang dapat dimakan ( edible film misal pada sosis. Ketahanan tekan dan kekuatan pengemas non primer juga harus diperhatikan. Pengemas bahan pangan atau produk dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi atau kedudukannya dan berdasarkan sifat dan jenis bahan. kertas. karton dan bambu. Hal ini terutama ditujukan untuk bahan pangan yang tidak tahan terhadap sinar seperti minyak dikemas dalam pengemas yang tidak tembus sinar. 4.2. warna dan dekorasi pengemas perlu direncanakan dengan baik. e. terutama jika kondisi pengemas primer telah dipandang memadai untuk kepentingan distribusi dan transportasi. Sebagai pengemas non primer dapat digunakan kotak dari besi. Pengemas non primer dari besi. Keberadaan pengemas non primer kadang kala tidak diperlukan.b. kayu. 16 .

flavor dan citarasa produk yang dikemas.2. Pengemas yang dipergunakan harus cocok dengan kondisi pengangkutan yang ada dan juga harus diterima pasaran di mana produk itu dijual. d. silinder. Pada prinsipnya pengemas harus memberikan suatu kondisi yang cocok dan merupakan pelindung bagi bahan-bahan yang dikemas terhadap kemungkinan perubahan keadaan yang dapat merusak bahanbahan tersebut. Syarat Bahan Pengemas Bahan pengemas yang akan digunakan untuk membungkus produk. Desain pengemas rigid dan semi rigid antara lain berbentuk kotak. Bahan harus sudah bersih. Faktor-Faktor yang Berpengaruh dalam Pengemasan Cara-cara pengemasan bahan pangan sangat erat hubungannya dengan keadaan bahan yang akan dikemas dan proses transportasi yang akan dilakukan. c. bebas dari kotoran-kotoran yang melekat dan bagian-bagian yang tidak diinginkan. Bahan yang akan dikemas sebaiknya yang bermutu prima.2. Permeabilitasnya terhadap udara (oksigen dan gas lain). Jaminan mutu yang baik dari produsen ke konsumen akan menciptakan sebuah kepercayaan dari konsumen. 2. Sebaiknya bahan yang dikemas adalah bahan yang mempunyai ukuran atau bentuk yang seragam. 4. b. memiliki beberapa persyaratan yang perlu mendapat perhatian adalah : a. b. Bahan yang akan dikemas bebas dari serangga dan hama. Biaya bahan pengemas harus murah supaya tidak merubah harga jual produk.4. Jika pengemas tersebut akan digunakan dalam sistem yang mengandung pemanasan.3. mengingat untuk pengemasan diperlukan biaya tambahan. e. Bersifat tidak toksik dan tidak bereaksi (inert). umumnya sudah tertentu bagi pengemas yang bersifat rigid dan semi rigid. maka pengemas tersebut harus dibuat dari bahan tahan panas atau sekurang-kurangnya dilapisi oleh bahan tahan panas.4. ukuran dan bentuk bahan yang dikemas.2. 4.2. Dengan demikian jumlah bahan yang dikemas persatuan berat atau per wadah relatif seragam. 3. Produk manisan kering yang akan dikemas harus diperhatikan lagi apakah produk tersebut memiliki mutu dan kualitas produk yang baik. 4. Bahan yang akan dikemas bebas dari bahan-bahan yang rusak. sehingga tidak terjadi reaksi kimia yang dapat menyebabkan atau menimbulkan perubahan warna. sehingga pengaturan di dalam wadah pengemas mudah. Syarat Bahan yang Dikemas Beberapa persyaratan umum dari bahan yang akan mengalami pengemasan adalah sebagai berikut : a. Desain pengemas yang menyangkut bentuk. Pengisian bahan ke dalam pengemas jangan melebihi ukuran kapasitas pengemas (Anonim 2012). dan model botol. tetapi untuk yang tidak rigid (kaku) biasanya disesuaikan dengan bentuk bahan yang akan dikemas dan proses yang akan dilalui. Desain pengemas merupakan perwujudan dari konstruksi pengemas. Konstruksi dan material pengemas yang akan dipergunakan harus sesuai dengan jenis. Pertimbanganpertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pengemas untuk suatu bahan adalah sebagai berikut : 1. 17 .

h. Kemasan plastik dibuat melalui proses polimerisasi dengan menggunakan bahan monomer yang tersusun sambung-menyambung menjadi satu dalam bentuk polimer. manisan. Beberapa macam kemasan plastik yang ada adalah: a. perubahan kadar air dan gangguan dari cahaya (penyinaran). bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada. Poly Venyl Chloride (PVC) Bahan kemasan ini agak kaku. Mampu menjaga produk yang dikemas agar tetap bersih dan merupakan pelindung terhadap pengaruh panas. antioksida. mudah dibuang dan mudah dicetak atau dibentuk kembali. Mampu menjelaskan identifikasi dan informasi dari bahan yang dikemasnya. kotoran dan kontaminan lain. pewarna. makan diperoleh bahan kemasan yang fleksibel.c. b. serta minuman. merupakan nylon yang mempunyai ketahanan terhadap abrasi dan mudah dalam penanganan. d. Memiliki ukuran. Polyester Bahan kemasan fleksibel yang mempunyai keunggulan sifat yaitu kekuatan tarik dan sobek yang tinggi (sangat kuat). dapat disambung atau direkatkan dengan panas (heat seal).3. dan anti lekat. 4. efisien dan ekonomis khususnya selama proses penempatan bahan ke dalam kemasan. Poly ethylene (PE) Bahan kemasan ini fleksibel lemas yang murah dengan kekuatan tarik yang sedang dan berwarna sedang. sehingga dapat membantu promosi atau memperlancar proses penjualan. Nylon 66 sangat sulit untuk meleleh. pengangkutan dan distribusi. e. f. Biasanya dipakai untuk kemasan susu atau produk keju. g. KERTAS. PE dapat menahan pemindahan uap air tetapi kurang baik untuk menahan pemindahan O 2 (migrasi gas). tetapi didalam proses pembuatan dengan adanya penambahan yang bersifat plastis. Toeniel adalah kemasan kertas karton dan kemasan plastik (dalam bentuk lembaran dan toples plastik kecil). daging. Mudah dibuka dan ditutup dan dapat meningkatkan kemudahan penanganan.1.3. Plastik Kemasan yang digunakan untuk mengemas manisan kering pada industri CV. Poly anida (Nylon) Bahan kemasan fleksibel yang mempunyai sifat sulit di seal panas. Metalisasi kemasan (pelapisan dengan metal) polyester ini. DAN LABELLING 4. Nylon 11 dan 12 sangat baik dapat menahan O2 (oksigen) dan air tetapi agak sulit di seal (direkat). Proses pembuatan plastik perlu ditambahkan bahan penambah (aditif) untuk memperbaiki sifat-sifat kimia plastik tersebut. BAHAN KEMASAN PLASTIK. PVC dipakai untuk kemasan yang mudah terkerut sesuai dengan kondisi perlakuan. c. e. serta sulit untuk diseal panas. Poly benyldene cholide (PVC) 18 . Mempunyai fungsi yang baik. sekarang banyak digunkan untuk kemasan kopi dan snack (makanan ringan). Mampu melindungi produk yang dikemasnya dari kerusakan fisik. Bahan aditif yang ditambahkan berfungsi sebagai penyerap sinar UV. Nylon 6. Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat elastis. d.

Tebal di bawah 250 mikron disebut kertas dan kertas kaku ( paper board). sedangkan kertas halus digunakan untuk kertas tulis yaitu untuk buku dan kertas sampul. terbuat dari bubur kayu dengan dua lapisan permukaan (Anonim 2012). Pelapisan kertas dengan pati akan menutup permukaan kertas dan meningkatkan kekuatannya. Kontrol udara dan air juga dapat dilakukan oleh pengemas yang baik. daging. Karton juga dapat dilapisi berbagai material untuk meningkatkan ketahanannya terhadap kelembaban. pedagang dan peralatan lain tidak menyentuh langsung bahan yang dikemas. dan pembungkus buah kering (Anonim 2012). a. autolisis dan degradasi senyawa di dalam bahan tidak banyak terjadi. Dengan demikian air dan udara tidak dapat keluar masuk pengemas. yang dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat. Jika di atas 1. yaitu kertas kasar dan kertas lunak. Kontaminasi bahan pangan oleh lingkungan mudah terjadi jika tidak terhalangi oleh pengemas. 4. Faktor-faktor yang menstimulasi kerusakan tersebut dapat dikendalikan dengan tehnik pengemasan yang tepat dan baik. Selain itu. Jika pengemas tersebut tertutup rapat. sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang lengket. Kertas Kertas adalah kemasan paling sederhana dan tertua yang terbuat dari kulit kayu. Pembuatan kertas dengan penambahan resin yang dikenal dengan sebutan size bersama aluminium sulphat membuat kertas tahan air.3. sehingga pemakaiannya lebih ramah lingkungan. Efek perlindungan dari pengemas terhadap kerusakan mikrobiologis sangat berarti. karena pengemas dapat berfungsi sebagai isolator yang kurang baik. Kertas kemasan yang paling kuat adalah kertas kraft dengan warna alami. Kertas Glasin dan Kertas Tahan Minyak (grease proof) Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas. panas. Air dan udara dapat dicegah pengaruhnya secara langsung dengan pengemas yang kedap udara. Ada dua jenis kertas utama yang digunakan. Penambahan antioksidan bertujuan unttuk memperlambat 19 . Dengan adanya pengemas maka dapat dijamin bahwa para pekerja. sehingga proses oksidasi. Oleh karena itu bahan tersebut perlu dilindungi dengan pengemas yang tidak tembus cahaya. Kerusakan kimiawi dapat terjadi karena stimulasi udara. Akibatnya efek panas dalam meningkatkan aktivitas reaksi dapat dikurangi. Penambahan bahan-bahan lain seperti plastisizer bertujuan untuk menambah kelembutan dan kelenturan kertas. Cahaya dapat menyebabkan kerusakan sebagian bahan pangan yang sensitif terhadap panjang gelombang sinar tampak. Biasanya digunakan untuk produk keju.2. sosis. Penambahan bahan kimia juga dapat membuat kertas tahan terhadap minyak dan sebagainya. Panas dapat dihambat penetrasinya. Kertas dapat dibuat menjadi karton. juga mengandung bahan pelicin dan stabilisator. air dan gas. Bahan disebut karton jika terbuat dari board dengan ketebalan 250-1. Karton dapat dibentuk menjadi bermacammacam dan dicetak dengan berbagai teknik.Bahan kemasan seperti PVC. sehingga sebagian besar kegiatan enzimatis terhenti dan kerusakan bahan dapat dihambat.000 mikron disebut fibre board. sifat kekuatan mekanik yang tinggi dan dapat menahan pemindahan uap air. air dan cahaya.000 mikron. Kertas memiliki keunggulan yaitu mudah didaur ulang. Salah satu varian adalah multiply board (duplex). Kertas yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertas kasar. sehingga terjadi isolasi terhadap bahan yang dikemas. mengandung lebih sedikit bahan plastis. maka sedikitnya pengemas tersebut telah menghambat pertumbuhan dan penyebaran mikroorganisme aerob non fermentatif. sehingga kerusakan mikrobiologis dapat dihindarkan.

oli dan minyak. hasil ternak lain. Tyvek Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE ( High Density Polyethylene). Dibuat pertama sekali oleh Du Pont dengan nama dagang Tyvek. g.Mempunyai ketahanan lemak yang baik. c. .ketengikan dan menghambat pertumbuhan jamur atau khamir.Line board disebut juga kertas kraft yang berasal dari kayu cemara (kayu lunak). f. kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu. . . biskuit yang berkadar lemak tinggi. .Tidak berbau dan tidak berasa. Philadelphia dengan nama dagang Dissolvo. . tidak terpengaruh kelembaban tetapi cepat larut di dalam air. sehingga sering disebut kertas glasin. .Mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih. kering atau digoreng).Tahan terhadap kotoran. tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. b. Kertas tyvek mempunyai permukaan yang licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat. Kertas ini dapat menghambat air. dan sering digunakan untuk kertas foto. maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah. Kertas Soluble Kertas soluble adalah kertas yang dapat larut dalam air. tembakau dan lain-lain. the dan kopi. Daluang (Container board) Kertas daluang banyak digunakan dalam pembuatan kartun beralur. mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak. d. Kertas ini bersifat : .Tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas.Mempunyai kemampuan untuk menghambat bakteri ke dalam kemasan. Chipboard Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisa-sisa kertas. diasap atau dimasak). Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah. keju. Kertas soluble diperkenalkan pertama sekali oleh Gilbreth Company. Jika akan dijadikan karton lipat. Kertas Lilin Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46-74oC dan dicampur polietilen (titik cair 100-124 oC) atau petrolatum (titik cair 40-52oC). yaitu : . tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya baik. ikan (basah. bahan kimia bebas dari kontaminasi kapang. kering.Corrugated medium yang berasal dari kayu keras dengan proses sulfat. daging (segar. Kertas Perkamen Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega. Sifat-sifat kertas perkamen adalah : . Sifatsifat kertas soluble adalah kuat. e. Kedua jenis kertas ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan. maka harus diberi bahan-bahan tambahan tertentu. . margarin.Permukaannya bebas serat. Kertas glasin digunakan sebagai bahan dasar laminat.Transparan dan translusid. Kertas Plastik 20 . h. Kertas ini digunakan untuk tulisan dan oleh FDA (Food and Drug Administration) tidak boleh digunakan untuk pangan. .No grain yaitu tidak menyusut atau mengembang bila terjadi perubahan kelembaban. sabun. Jika kertas ini dijadikan kertas kelas ringan. Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan. Ada dua jenis kertas daluang.

7 tahun 1996 yang dimaksud dengan label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar. dan dapat ditambahkan dalam bahasa Inggris bila perlu. dan lain– lain. 7 tahun 1996 tentang pangan): a. c. dihias. tulisan. . Labelling Label atau disebut juga etiket adalah tulisan. tag. Kertas ini disebut juga kertas sintetis yang terbuat dari lembaran stirena. dimasukkan ke dalam. air dan tidak dapat ditumbuhi kapang. Etiket tersebut harus cukup besar agar dapat menampung semua keterangan yang diperlukan mengenai produk dan tidak boleh mudah lepas.3.Daya sobek dan ketahanan lipat yang baik. mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : . Informasi yang diberikan pada label tidak boleh menyesatkan konsumen. nama dagang juga dapat dicantumkan. . sekurang-kurangnya dicantumkan hal-hal berikut (Undang-Undang RI No.3. Hal ini dapat mengurangi informasi komposisi produk terhadap konsumen. gosokan atau pengaruh sinar matahari. karena polistirena akan lunak pada suhu 80oC (Anonim 2012). khususnya untuk makanan dan minuman. atau bentuk lain yang disertakan pada pangan. maka ingredients tidak perlu dicantumkan. 4. b. manisan mangga “Sanciet”. Daftar Bahan yang Digunakan Ingredients (komposisi) termasuk bahan tambahan makanan yang digunakan harus dicantumkan secara lengkap. atau dicantumkan dengan jalan apapun. Namun komposisi bahan tambahan seperti pewarna makanan tidak dicantumkan. Urutan komposisi dimulai dari yang terbanyak. Nama Produk Disamping nama bahan pangannya. kombinasi keduanya. . Berat Bersih atau Isi Bersih (Netto) 21 .Kertas plastik dibuat karena keterbatasan sumber selulosa. Tujuan pelabelan pada kemasan adalah memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen tentang hal-hal dari produk yang perlu diketahui oleh konsumen. distensil.Tahan terhadap lemak. luntur atau lekang karena air. Komposisi terdiri dari jenis buah atau sayur. diukir.Daya kaku lebih kecil daripada kertas selulosa.Dapat dicetak dengan suhu pencetakan yang tidak terlalu tinggi. sehingga menimbulkan maslaah dalam pencetakan label. Produk dalam negeri ditulis dalam bahasa Indonesia. Nama yang diberikan unik karena merupakan singkatan nama manisan sehingga membuat konsumen untuk mengetahui produk apa yang dijual.Tidak mengalami perubahan bila terjadi perubahan kelembaban (RH). Pada label kemasan. gula pasir dan bahan tambahan (asam sitrat pada mangga). Berdasarkan Undang-Undang RI No. Nama produk manisan buah dan sayur kering telah dicantumkan misanya nama manisan cabe “Sanbe”. pada wadah atau pengemas. atau merupakan bagian kemasan pangan. terutama yang kasat mata atau yang tidak diketahui secara fisik memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum sarana periklanan bagi konsumen memberi rasa aman bagi konsumen. gambar atau deskripsi lain yang tertulis. kecuali untuk vitamin dan mineral adalah untuk komposisi yang diketahui secara umum makanan dengan luas permukaan tidak lebih dari 100 cm2. . Pada label telah dicantumkan komposisi yang digunakan dalam pembuatan manisan buah dan sayur kering. dicetak. Produk dari luar negeri boleh dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. ditempelkan pada.

d. Produk manisan buah dan sayur kering telah terdaftar pada Departemen Kesehatan RI dalam bentuk PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). Keterangan yang ada telah dicantumkan tanggal. Untuk makanan padat dalam cairan dinyatakan dalam bobot tuntas. Nomor pendaftaran industri manisan buah dan sayur kering adalah nomor yang didapatkan dari Departemen Industri melalui nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga). sedangkan produk luar negeri diberi kode ML. Nomor Pendaftaran Produk dalam negeri diberi kode MD. Produk-produk yang wajib mencantumkan kode produksi adalah susu pasteurisasi. Makanan padat dinyatakan dengan satuan berat. setelah pencantuman best before atau use by date. b) Use by date adalah produk tidak dapat dikonsumsi. Nama dan Alamat Produksi Pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia label pembuat. Nama jalan tidak perlu dicantumkan apabila sudah tercantum dalam buku telepon. Tanggal. Beberapa perkecualiannya harus mencantumkan nama dan alamat pabrik.Berat bersih dinyatakan dalam satuan metrik. sedangkan makanan cair dengan satuan volume. Saat ini kehalalan suatu produk harus melalui suatu prosedur pengujian yang dilakukan oleh tim akreditasi oleh LP POM MUI. bulan dan tahun kadaluarsa wajib dicantumkan secara jelas pada label. bulan. Keterangan Tentang Halal Pencantuman tulisan halal diatur oleh keputusan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Agama Mo. dan tahun. badan POM dan Departemen Agama. nilai gizi serta tulisan atau pernyataan khusus. bulan dan tahunnya. Pemilik telah mencantumkan namanya dan kota tempat diproduksi manisan tersebut. petunjuk atau cara penyimpanan. Produk pangan yang memiliki umur simpan 3 bulan dinyatakan dalam tanggal. Makanan halal adalah makanan yang tidak mengandung unsur atau bahan yang terlarang/haram dan atau yang diolah menurut hukum-hukum agama Islam. kode produksi serta petunjuk atau cara penggunaan. Permenkes 180/Menkes/Per/IV/1985 menegaskan bahwa tanggal. pengepak. Setiap produk harus terdaftar dalam satu nomor PIRT. Semua produk manisan buah dan sayur kering hanya terdaftar dalam 1 nomor PIRT. f. g. Selain itu keterangan-keterangan lain yang dapat dicantumkan pada label kemasan adalah nomor pendaftaran. h. sedang produk pangan yang memiliki umur simpan lebih dari 3 bulan dinyatakan dalam bulan dan tahun. Manisan buah dan sayur kering tanpa bahan pengawet ini hanya memiliki waktu 3 bulan setelah masa produksi. fermentasi dan susu bubuk makanan atau minuman yang mengandung susu makanan bayi makanan 22 . sehingga produk tersebut aman untuk di konsumsi. 427/MENKES/SKB/VIII/1985. karena berbahaya bagi kesehatan manusia (produk yang sangat mudah rusak oleh mikroba) setelah tanggal yang tercantum terlewati. Kode Produksi Kode produksi meliputi tanggal produksi dan angka atau huruf lain yang mencirikan batch produksi. e. Bulan dan Tahun Kadaluwarsa Umur simpan produk pangan harus dicantumkan mengingat produk pangan yang diolah memiliki waktu tenggang untuk dikonsumsi. Expired (masa kadaluarsa) biasa dituliskan sebagai : a) Best before date (baik digunakan sebelum) dimana produk masih dalam kondisi baik dan masih dapat dikonsumsi beberapa saat setelah tanggal yang tercantum terlewati. mencantumkan tulisan halal pada label atau penandaan makanan produknya bertanggung jawab terhadap halalnya makanan tersebut bagi pemeluk agama Islam. atau importir. Makanan impor harus dilengkapi dengan kode negara asal. sterilisasai. Netto yang tercantum pada label tidak beri keterangan (gram atau kilogram) dari produk yang dijual. Untuk makanan semi padat atau kental dinyatakan dalam satuan volume atau berat.

b) Gambar jamur utuh tidak boleh untuk menggambarkan potongan jamur. Nilai Gizi (Nutrition Facts) Nilai gizi diharuskan dicantumkan bagi makanan dengan nilai gizi yang difortifikasi. bentuk. Tidak boleh menyatakan seolah-olah makanan yang ber label gizi mempunyai kelebihan daripada makanan yang tidak berlabel. harus mencantumkan tulisan “Perhatikan. Manisan buah dan sayur kering ini setidaknya segera dihabiskan karena bila kemasan primer telah dibuka. karbohidrat. Pernyataan bermanfaat bagi kesehatan harus benar-benar didasarkan pada komposisi dan jumlahnya yang dikonsumsi per hari. l. makanan diet atau makanan lain yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Pernyataan (Klaim) Pernyataan tidak boleh dibuat adanya nilai khusus. 23 . Produk manisan ini tidak dijelaskan petunjuk penggunaan atau penyimpanan. isi. Misalnya sereal disebut kaya protein. Toeniel mengambarkan buah dan sayur yang digunakan dan tidak menampakkan gambar fisik dari produk yang ada dalam kemasan tersebut (kemasan kotak kardus). Tujuan pencantuman informasi gizi adalah memberikan informasi kepada konsumen meliputi informasi jumlah zat gizi yang terkandung (bukan petunjuk berapa harus dimakan). j. Untuk makanan lain boleh tidak dicantumkan. sedangkan petunjuk penyimpanan diperlukan untuk makanan yang memerlukan cara penyimpanan khusus. terlebih takaran gula yang sesuai dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi). Petunjuk Penggunaan dan Penyimpanan Petunjuk penggunaan diperlukan untuk makanan yang perlu penanganan khusus sebelum digunakan. protein. b) Makanan bayi pemanis buatan makanan dengan iradiasi ditulis : RADURA dan logo iradiasi. Informasi gizi yang harus dicantumkan meliputi energi. vitamin. yang ternyata karena dicampur dengan susu pada saat dikonsumsi. misalnya harus disimpan pada suhu dingin atau suhu beku. mineral atau komponen lain. Informasi nilai gizi (Nutrition Facts) pada manisan tidak dicantumkan. ukuran atau warna. c) Gambar untuk memperlihatkan makanan di dalam wadah harus tepat dan sesuai dengan isinya. Manisan kering yang banyak mengandung gula juga harus diperhatikan. c) Makanan Halal. Tidak cocok untuk bayi dibawah 1 tahun”. akan mudah terkontaminasi dengan mikroorganisme. Gambar kemasan dan logo pada CV. Saran untuk menghidangkan suatu produk dengan bahan lain harus diberi keterangan dengan jelas bila bahan lain tersebut tidak terdapat dalam wadah. komposisi. Misalnya adalah: a) Gambar buah tidak boleh dicantumkan bila produk pangan tersebut hanya mengandung perisa buah. bila nilai khusus tersebut tidak dikombinasikan dengan produk lain. Namun kemungkinan kemasan gambar tersebut untuk menarik minat pembeli.kaleng yang komersial daging dan hasil olahannya. Gambar atau Logo Pada label tidak boleh menyesatkan dalam hal asal. i. Kode produksi manisan tersebut tidak dicantumkan. tulisan halal ditulis dalam bahasa Indonesia atau Arab. lemak. karena produk manisan kering yang dihasilkan memiliki bentuk yang sederhana. k. Tulisan atau pernyataaan khusus harus dicantumkan untuk produkproduk sebagai berikut : a) Susu kental manis.

jambu biji. Hal ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk buah 24 . beberapa mengalami penurunan kualitas (tahun 2002 ke tahun 2004). dan pepaya).4. pepaya.4. baik dalam bentuk buah segar maupun buah olahan. Manisan adalah salah satu bentuk pengolahan buah yang banyak disukai oleh masyarakat. PERMINTAAN PASAR TERHADAP PRODUK MANISAN KERING Indonesia merupaka negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi terutama buah-buahan. Potensi ini menunjang partisipasi Indonesia untuk ikut serta dalam pasar buah global. Indonesia mempunyai potensi dari segi produksi buah segar. dan durian. Tabel 1. Data ekspor buah segar tahun 2002 (kiri) dan 2004 (kanan) (Sumber : BPS tahun 2002 dan 2004) Berdasarkan Tabel 2. Buah lokal Indonesia memiliki keanekaragamandengan nilai eksotika yang cukup tinggi. Di Indonesia sangatlah mudah menemukan bahan baku yang memberikan kesempatan yang besar dalam pemanfaatannya. Upaya peningkatan potensi sangat diperlukan untuk meningkatkan pasar ekspor buah lokal. Tabel 1 dapat dilihat bahwa buah tropis eksotik Indonesia mempunyai kemampuan untuk diterima di pasar ekspor (pisang. mangga manggis. Namun. antara lain buah nenas. Rasanya yang manis bercampur dengan rasa khas buah dan sayur sangat cocok untuk dinikmati diberbagai kesempatan. seperti buah manggis. baik dalam bentuk buah. dan mangga. salak. Pengolahan manisan buah dan sayur dibuat menjadi manisan kering. manggis. nenas. nenas. rasa. pisang. maupun aroma.

misalnya Jepang.77 ton. Departemen Pertanian (2007). Menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Umumnya pengusaha manisan pala di kota Bogor baru melayani permintaan dari dalam provinsi saja.7 ton perbulan. 25 . Permintaan pasar dalam negeri untuk produk olahan pala seperti manisan pala secara khusus belum terdata. penjualan rata-rata perbulan/unit usaha berkisar 1-2 ton. dari jumlah tersebut 50 % adalah manisan mangga dan salak. ekspor manisan buah pada tahun 2006 mencapai 1. seperti pada saat lebaran. dan akhir tahun. Manisan kering buah dan sayur juga diperlukan untuk ekspor karena ada beberapa negara di luar negeri menggemari manisan. Permintaan manisan pala akan meningkat pada bulan-bulan tertentu. tomat dan lain-lain yang diprediksikan setiap tahunnya akan meningkat. Tabel 2. selebihnya adalah pala. karena pengawet yang digunakan adalah pengawet alami berupa gula. karena masyarakat Indonesia umumnya menggemari jenis makanan yang praktis dan instan (Sutrisno 2007). namun demikian dengan semakin sadarnya akan kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur maka kebutuhan konsumen terhadap manisan terus meningkat. Berdasarkan wawancara dengan seorang pedagang lokal di kota Bogor. penjualan perhari mencapai 90 kg/hari atau sekitar 2. Korea dan beberapa negara di Timur Tengah sehingga bisa mendatangkan devisa dan keuntungan bagi Negara ditengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu.024. namun berdasarkan hasil survai di daerah sampel . Konsumen tentu saja mengkonsumsi manisan kering buah dan sayur akan lebih menarik karena lebih praktis tinggal makan yang pada akhirnya akan bermanfaat bagi kesehatan konsumen itu sendiri.tanpa harus menggunakan bahan pengawet. Produksi buah segar Indonesia tahun 2004 (Sumber: BPS tahun 2004) Pemanfaatan buah dan sayur dibuat manisan kering selain lebih awet juga dapat memberikan nilai tambah bagi produsen manisan itu sendiri. Sekitar 40 % penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan akan mengkonsumsi hasil olahan dari buah dan sayur di antaranya manisan. Dewasa ini di Indonesia pengolahan manisan kering belum diproduksi secara besar-besaran.

kemasan harus memiliki desain yang eye cacthing agar mampu menarik minat pembeli (Hidayat 2012). gula dalam konsentrasi tinggi berperan sebagai pengawet. Nilai gizi produk harus memenuhi AKG (Angka Kecukupan Gizi) sehingga diperlukan perlukan penelitian untuk mendapatkan informasi nilai gizi dalam jumlah per sajian. Melihat prospek tersebut maka pengembangan pengolahan tentang pembuatan manisan kering buah dan sayur perlu dilakukan. Gula digunakan pada produk yang bertujuan selain menggunakan rasa manis. Informasinya harus dijelaskan dengan selengkap mungkin. Proses penambahan bahan-bahan kimia tersebut memengaruhi perubahan yang terjadi selama pengolahan. banyak hal yang dapat diperbaiki dalam penggunaan kemasan di industri manisan CV. Konsentrasi gula yang tinggi (sampai 70 %) sudah dapat menghambat pertumbuhan mikroba perusak makanan. Dari uraian-uraian mengenai kemasan yang digunakan pada industri manisan CV. bukan tidak mungkin desain sebuah kemasan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. memberi image dan fanatik. Penambahan bahan–bahan kimia merupakan faktor krusial yang dimana dengan penambahan gula. sebagai seorang technopreneur harus memiliki inovasi-inovasi pengemasan yang akan diaplikasikan dalam produk mansian buah dan sayur kering. Setelah melakukan pengamatan terhadap pengemasan yang digunakan pada produk olahan manisan buah dan sayur kering. Salah satu hal yang dapat diperhatikan dari kemasan plastik (LDPE atau HDPE) dan kemasan karton. Hal-hal dari produk yang perlu diketahui oleh konsumen. Toeniel. 4. Kemasan juga akan membuat konsumen mengenal. Alternatif-alternatif inovasi kemasan yang dapat diaplikasikan sebagai pengemasan produk manisan buah dan sayur kering adalah : 26 . Oleh karenanya. Adapun berdasarkan demografis. terutama yang kasat mata atau yang tidak diketahui secara fisik dalam bentuk label sehingga memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum sarana periklanan bagi konsumen memberi rasa aman bagi konsumen. Hal ini dapat menjadi ladang usaha yang baik untuk terus mengembangkan produk manisan kering dari berbagai jenis buah dan sayur. Informasi yang kurang diberikan pada labelling adalah komposisi yang harus mencantumkan semua bahan–bahan yang dipakai pada produk tersebut. Toeniel terdiri dari 3 lapisan kemasan dari kemasan primer sampai tersier. PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGEMASAN PADA PRODUK MANISAN BUAH DAN SAYUR KERING Produk manisan buah dan sayur kering tersebut merupakan pengolahan pangan dengan ditambahkan bahan-bahan kimia. netto (berat bersih) yang harus dicantumkan juga dalam bentuk gram atau kilogram (produk manisan kering). Petunjuk penyimpanan ada baiknya dicantumkan pula mengingat produk manisan kering sangat rentan dengan mikroorganisme yang masuk ke produk. Kemasan merupakan satu dari sekian komponen penting diterima atau tidaknya suatu produk dipasar.5. Bila didesain secara atraktif dan segar.Berdasarkan bahan dasar produk manisan kering yang mudah diperoleh sehingga dapat terusmenerus berproduksi. Toeniel. Penggunaan plastik tersebut dalam jumlah besar dan banyak sisa plastik yang terbuang akibat plastik masih dalam bentuk roll dan ukuran plastik untuk kemasan belum ditentukan. Kemasan yang digunakan oleh CV. Nomor pendaftaran untuk semua produk yang dihasilkan tidak hanya dicantumkan dalam 1 nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga) saja melainkan setiap produk harus mendapatkan 1 nomor PIRT. Kemudian kotak karton yang digunakan memakan biaya untuk pengemasan yang cukup besar karena kotak karton tersebut diberi print gambar. produk ini tidak dikelompokkan ke dalam kriteria tertentu karena produk ini aman dimakan oleh siapa saja. ini lebih karena kebutuhan konsumen akan produk manisan setiap tahunnya meningkat tetapi produsennya belum begitu banyak.

MCB. Kemasan plastik PVDC dilakukan pengisian atau filling manisan kering sebesar 250 gram. Emergency stop. Komponen gear dalam mesin dari besi. penjualan. e. Berat : 37 kg (Anonim 2012). b. pelindung komponen saat gangguan listrik. Bisa diubah menjadi horizontal. d. Plastik tersebut kemudian di seal dengan mesin hand sealer atau mesin band sealer. Permeabilitas uap air dan gas sangat rendah. f. Lebar seal : 8-10 mm. Sealing Film Thickness : 0. sehingga baik digunakan untuk bahan-bahan yang peka terhadap sinar ultraviolet seperti daging segar dan keju. Dominasi warna yang akan dibuat cerah dan full color ditambah dengan gambar buah yang menarik menjadikan tampilan kemasan terlihat atraktif dan sedap dipandang mata (Hidayat 2012). Barrier yang baik untuk sinar ultraviolet. g. Full stainless steel.5. untuk menghentikan mesin seketika. candy).1. PVDC merupakan kopolimer dari vinil klorida dan viniliden klorida (-(CH2-CCl2)n-).08mm. Temperatur : 0-300oC (bisa diatur). asam. basa dan minyak. Tampilan kemasan tersebut memodifikasi bentuk dasar persegi panjang menjadi setengah elips pada bagian penutupnya menghasilkan bentuk unik dan kreatif. sehingga perlu dibuka dengan alat bantu seperti gunting. bukan plastik serta lebih kokoh. Harga mesin hand sealer jauh lebih murah jika dibandingkan dengan mesin band sealer. Dapat menahan aroma. Kemasan sekunder karton lipat (Gambar 10) sebagai pelindung wadah utama selama distribusi. Mesin band sealer memiliki feature dan keunggulan : a. Sifat-sifat umum dari PVDC adalah : a. sehingga baik digunakan untuk produk-produk yang peka terhadap oksigen seperti daging. f. d.02-0. b.4. Dimensi : 840 x 380 x 550 mm. sehingga molekul PVDC berorientasi paralel dengan permukaannya. atau penyimpanan. Tahan terhadap bahan kimia. Spesifikasi mesin band sealer ini adalah : a. Tahan terhadap pemanasan yang kering atau basah (perebusan). d. keju dan produk kering (buah-buahan. c. Listrik : 650 watt. Kerugian dari kemasan plastik tersebut adalah plastik agak sulit untuk dibuka dengan tangan biasa. Kemasan Plastik dan Karton Lipat Kemasan ini menggunakan dengan kemasan plastik PVDC sebagai kemasan primer dan kemasan sekundernya berupa karton lipat dengan penutup kemasan elips. Kecepatan (sealing speed) :0-12 (0-16) m/min. 27 . Ukuran kemasan plastik yaitu 10 × 15 cm. Kemasan plastik diberi tanda gunting untuk mempermudah terbukanya plastik. Model : FRB-770 II (hualian). b. e. Tidak baik untuk kemasan beku. h. c. yang dibuat dengan cara menarik dari dua arah secara simultan. e. g. Transparan dan luwes dengan kejernihan yang bervariasi. c.

maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan polivinil klorida (PVC) yang diplastisasi.032 in dan relatif kuat. dan dapat dihias dengan bentuk yang menarik sehingga menimbulkan kesan mewah pada produk. terdapat nama produk yaitu “Sanbuke” yang dimaksudkan adalah manisan buah kering. Keuntungan dari karton lipat adalah dapat digunakan untuk transportasi. Gambar 11. Keuntungan lain dari kemasan ini adalah saat kemasan ditutup.014-0. sedangkan kedua sisi lainnya berupa kertas koran murni dan bahan murni yang dipucatkan. lebar. Contoh rancangan desain kemasan karton lipat yang dibuat untuk produk manisan pepaya kering (Gambar 11) yang memiliki dimensi ukuran 10 × 4 × 20 cm (panjang. secara otomatis bagian ini akan berfungsi sebagai penutup kemasan sekaligus pengaman bagi produk yang ada didalamnya. Kemasan karton lipat ada bagian yang terdapat plastik transparan dimana digunakan untuk melihat isi produk manisan kering tersebut. Bahan yang banyak digunakan untuk membuat karton lipat adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan. tebal karton 0. Kelemahannya adalah kecenderungan untuk sobek di bagian tertentu (Anonim 2012). dapat dicetak. Layout (a) kemasan utuh tampak depan (b) model lipatan karton (Hidayat 2012). dapat dibuat berbagai bentuk dan ukuran. Kemasan karton lipat yang juga di sebut sebagai FC (Folding Carton) ini merupakan kemasan yang populer karena pemakaian luas. dan tinggi). Dalam memperbaiki sifat-sifat karton lipat. butuh ruangan sedikit untuk penyimpanan. Layout kemasan ini dimana dua buah sisi depan yang berbentuk persegi panjang dimodifikasi menjadi bentuk elips. dan bagian tengahnya terbuat dari kertas-kertas daur ulang.(a) (b) Gambar 10.Kemasan dari karton dengan warna-warni. ukuran kecil. bahan ekonomis. Layout kemasan manisan pepaya kering 28 . Kasein yang dicampurkan pada permukaan kertas akan memberikan permukaan cetak yang lebih halus dan putih.

netto (berat bersih) dalam bentuk gram atau kilogram yaitu sebesar 250 gram. mudah dibentuk. Karakteristik plastik PP antara lain ringan. Informasi yang diberikan pada luar kemasan adalah pencantuman komposisi semua bahan–bahan yang dipakai pada produk tersebut. rapuh. sobek permeabilitas uap air rendah. Kemasan aluminium foil merupakan bahan kemasan yang paling sedikit permeabilitas (dapat dilalui) terhadap sinar UV. Nilai gizi produk harus memenuhi AKG (Angka Kecukupan Gizi) sehingga diperlukan perlukan penelitian untuk mendapatkan informasi nilai gizi dalam jumlah per sajian.Hal-hal dari kemasan produk yang perlu diketahui oleh konsumen. aneka keripik. asam nitrat kuat. uap air. kemasan standing pouch ini dibuat dengan mesin sehingga lebih rapi dan higenis. permeabilitas gas sedang. kemasan kopi. bahan belakang untuk kemasan dengan aluminium foil. botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. 4.2. titik leleh tinggi. Plastik PP ( poly propilene) adalah bahan plastik terbaik terutama untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan. transparan. Bahan plastik yang digunakan dapat berupa PP (Poly propilene) dengan setengah transparan. serbuk dan powder. Ukuran kemasan standing pouch kombi adalah 10 × 15 cm (panjang dan lebar).5. Keterangan kemasan selanjutnya terdapat gambar buah. tanggal kadaluarsa. suhu rendah. tidak mudah. Nomor pendaftaran untuk semua produk yang dihasilkan tidak hanya dicantumkan dalam satu nomor PIRT (Perusahaan Industri Rumah Tangga) saja melainkan setiap produk harus mendapatkan satu nomor PIRT. Contoh kemasan standing pouch kombi (Anonim 2012). lebih kaku dari PE. maka aluminium foil 29 . oksigen dan sinar). Oleh karena sifatnya yang dapat memberikan perlindungan produk dari luar (fisik. tahan terhadap asam kuat. Gambar 12. basa dan minyak pada suhu tinggi bereaksi dengan benzena. mudah pecah. Petunjuk penyimpanan ada baiknya dicantumkan pula mengingat produk manisan kering sangat rentan dengan mikroorganisme yang masuk ke produk. Kemasan Standing Pouch Kombi Kemasan standing pouch kombi (Gambar 12) terbuat dari kombinasi bahan depan plastik. oksigen dan mikroba. jernih. siklen. sulit dibuat kantung. kekuatan tarik lebih besar dari PE ( poly ethilen). terutama yang kasat mata (isi produk) atau yang tidak diketahui secara fisik dalam bentuk label sehingga memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum sarana periklanan bagi konsumen memberi rasa aman bagi konsumen. sedangkan aluminium foil sangat cocok untuk kemasan produk kering. kemasan abon. uap air. toluen. terpentin. tahan suhu tinggi (200 oC) terutama untuk makanan sterilisasi.

3. Kendala kemasan multi lapis adalah menggabungkan beberapa sifat-sifat unggul dari bahan kemasannya (Anonim 2012). Kemasan Plastik Resealable Zipper Pouch dengan Full Color Kemasan ini dengan desain kemasan yang menarik dan sederhana. 4. gambar (b) mamang (manisan mangga). Sebelumnya kemasan resealable zipper tersebut di sealer sehingga pada saat seal dibuka masih ada penutup kemasan jika manisan kering yang di makan tidak langsung dihabiskan. gambar (c) matom (manisan tomat).digabung atau dilaminasi dengan bahan kemasan lain (plastik) menjadi kemasan multi lapis. Nama produk yaitu “sanbuke” (manisan buah kering) dengan berbagai rasa buah seperti gambar (a) mancab (manisan cabai). gambar (d) mabel (manisan belimbing wuluh) dan gambar (e) mapay (manisan pepaya). Keunggulan kemasan menggunakan kemasan resealable zipper dengan penuh warna sehingga praktis untuk dibuka dan ditutup kembali kemasannya (Gambar 13).5. Contoh kemasan plastik resealable zipper pouch dengan full color (Anonim 2012). (a) (b) 30 . Tampak belakang gambar terdapat komposisi dan nilai gizi dari produk manisan kering. Rancangan desain kemasan plastik resealable zipper pouch dengan full color (Gambar 14) untuk tampak depan kemasan (sebelah kiri gambar) dan tampak belakang kemasan (sebelah kanan gambar). Gambar 13.

cetak satu warna sebesar Rp 900. dan dapat digunakan sebagai bahan pelapis atau penguat dilapisi dengan plastik atau kertas.(c) (d) (e) Gambar 14. Kemasan ini dibuat full color untuk lebih menarik konsumen. Tingkat kekerasan berbeda. Ukuran dimensi kemasannya adalah 10 × 15 cm (panjang dan lebar). tidak tembus cahaya. Kemasan ini bisa dipesan dengan minimum order sebanyak 2000 pcs. Layout kemasan (a) manisan cabai. Kemasan dapat di bawa saat bersantai dan berpergian. Perkiraan harga untuk ukuran 14 × 20 cm. dapat menahan pemindahan (transmisi) uap air. ringan dari PE. Kemasan ini di seal dengan centre seal untuk produk keripik dan produk kering lainnya (Gambar 15).5. fleksibel. Kesan yang diberikan pada kemasan ini adalah konsumen melihat produk manisan kering sebagai snack ringan yang langsung dapat dihabiskan. H-n: keras (semakin tinggi bilangan. Kemasan aluminium merupakan bahan kemas dari lembaran alumunium yang padat dan tipis dengan ketebalan < 0.(Anonim 2012). (b) manisan mangga.4.. sehingga aman untuk digunakan sebagai salah satu kemasan produk manisan kering. Kekurangan dari kemasannya saat tampilan gambar yang diberikan 31 . maka semakin keras). Cetak bisa 1 warna atau separasi ( full color) dikombinasikan dengan bahan aluminium foil atau metalized.15 meter. dimana tanda O berarti sangat lunak. (d) manisan belimbing wuluh. dan (e) manisan pepaya Bagian kemasan ini hampir semuanya menggunakan plastik jenis PP dengan full print. (c) manisan tomat. tahan terhadap minyak ( grease). Kemasan ini hermetis. Sisi depan kemasan akan ada bagian sedikit transparan untuk memudahkan konsumen melihat produk. 4. Dimana kemasan tersebut merupaka bahan kemasan fleksibel yang sedikit lebih kaku dari pada PE (poly ethilen). Kemasan Paper Foil Bahan kemasan ini bisa kertas samson atau art paper. stabil pada suhu tinggi dan memiliki permukaan yang halus.

dibuka dan mudah diambil sangatlah penting. Gambar 15. e. tumpukan. c. yang tidak menutup kemungkinan permeabilitas terhadap udara menjadi rendah dan menyebabkan tumbuhnya mikroba. Kemasan dengan produk dimana produk. kuman. Misalnya. d. misalnya: cuaca. kemasan yang baik harus mempertimbangkan dan dapat menampilkan beberapa faktor. Contoh kemasan paper foil (Anonim 2012). jatuh. sehingga biaya tidak melebihi proporsi manfaatnya. Bentuk dan ukuran kemasan harus direncanakan dan dirancang sedemikian rupa sehingga tidak sampai menyulitkan peletakan di rak atau tempat pemajangan. Contohnya. karena kemasan yang tidak transparan. serangga dan lain-lain. Pertimbangan ini selain mempengaruhi bentuk dari kemasan itu sendiri juga mempengaruhi 32 . Faktor Ekonomi Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan. harus diletakkan pada posisi “tidur” sehingga ada tulisan yang tidak dapat terbaca dengan baik. sinar matahari. maka fungsi kemasan sebagai media komunikasi sudah gagal. Faktor Ergonomi Pertimbangan agar kemasan mudah dibawa atau dipegang. dipahami dan diingat. Faktor Pendistribusian Kemasan harus mudah didistribusikan dari pabrik ke distributor atau pengecer sampai ke tangan konsumen. kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu dipertimbangkan. dan juga bagian dari produksi dengan pertimbangan mudah dilihat. antara lain sebagai berikut: a. Harga umumnya lebih mahal dari kemasan plastik.adalah produk manisan kering tersebut dimana konsumen tidak dapat diberi kepastian bentuk produk yang ada di dalam kemasan seperti apa. produk-produk refill atau isi ulang. Selain itu kemasan ini kurang cocok sebagai pengemas produk manisan kering karena harus diberikan udara didalamnya. Di tingkat distributor. Dalam memilih kemasan yang sesuai untuk produk manisan kering dari alternatif-alternatif bentuk kemasan yang diberikan. Contohnya. Faktor Komunikasi Media komunikasi kemasan menerangkan dan mencerminkan produk. b. kemasan biskuit yang dapat ditutup kembali agar kerenyahannya tahan lama. dan lain-lain. Faktor Pengamanan Kemasan harus melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi penyebab timbulnya kerusakan barang. citra merek. produk-produk susu atau makanan bayi dalam karton. karena bentuk kemasan yang aneh sehingga produk tidak dapat “diberdirikan”.

mudah pecah. tidak berbau. Kemasan ini dipilih karena kemasan yang sederhana. sulit dibuat kantung. huruf. Kemasan yang diinginkan konsumen dimana kemasan produk tersebut dapat dibuka tutup (Lampiran 6). Faktor Promosi Kemasan mempunyai peranan penting dalam bidang promosi. h. Produk manisan buah dan sayur kering yang bersifat lengket (mudah lekat). Faktor Estetika Keindahan pada kemasan merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan penggunaan warna. lebih kaku dari PE. Faktor Identitas Secara keseluruhan kemasan harus berbeda dengan kemasan lain. f. g. suhu rendah. salah satunya pembuangan sampah. memiliki identitas produk agar mudah dikenali dan dibedakan dengan produk-produk yang lain. kadar air dan Aw yang rendah arti pengemas juga sangat penting karena dapat menahan dan membatasi perubahan bentuk dan kerusakan bahan. merek atau logo. Contohnya. tata letak atau layout. ilustrasi. tahan terhadap mikroorganisme. permeabilitas gas sedang. dapat didaur ulang (recyclable) atau dapat dipakai ulang (reusable) (Anonim 2012). rapuh. masalah lingkungan tidak dapat terlepas dari pantauan kita. siklen. Trend dalam masyarakat kita akhir-akhir ini adalah kekhawatiran mengenai polusi. Hal ini bertujuan untuk mencapai mutu daya tarik visual secara optimal. dan maskot. sobek permeabilitas uap air rendah. Kemasan tersebut bila terkontak langsung dengan manisan kering buah dan sayur. tidak mudah. daya simpan baik. Hal ini juga diperkuat dengan permintaan konsumen. teknik penutupan mudah serta tidak mudah sobek Pengemas yang kuat dan licin dapat mencegah penetrasi hama atau serangga dan mengisolasi keluarnya bau bahan yang dikemas sehingga tidak mengundang serangga pemangsa atau perusak. Hasil tanya jawab dengan 20 panelis didapatkan bahwa sebagian besar perilaku konsumsi panelis terhadap produk manisan buah 33 . dalam hal ini kemasan berfungsi sebagai silent sales person. toluen. Kemasan juga diharapkan harus tahan air dan udara. warna menarik. terpentin. jernih. Peningkatan kemasan dapat efektif untuk menarik perhatian konsumenkonsumen baru. Salah satunya yang pernah menjadi topik hangat adalah styrofoam. Pada tahun 1990 organisasi-organisasi lingkungan hidup berhasil menekan perusahaan Mc Donalds untuk mendaur ulang kemasan-kemasan mereka. i. aman dan memenuhi kriteria kemasan yang diharapkan. titik leleh tinggi. Dalam situasi dan kondisi seperti ini. transparan. bentuk. basa dan minyak pada suhu tinggi bereaksi dengan benzena. memiliki kemudahan dalam teknik penutupan kemasan yang menggunakan teknik resealable zipper serta pertimbangan dari faktor-faktor yang ada sudah mendukung. mudah dibentuk. tahan terhadap asam kuat. Kemasan dengan plastik PP dengan karakteristik antara lain ringan.kenyamanan pemakai produk atau konsumen. kekuatan tarik lebih besar dari PE (poly ethilen). Dari uraian-uraian kekurangan dan kelebihan setiap alternatif produk yang ada sehingga kemasan yang akan digunakan untuk produk manisan buah dan sayur kering adalah kemasan plastik resealable zipper pouch dengan full color dengan ukuran dimensi kemasannya adalah 10 × 15 cm (panjang dan lebar). Faktor Lingkungan Kita hidup di dalam era industri dan masyarakat yang berpikiran kritis. Sekarang ini banyak perusahaan yang menggunakan kemasan-kemasan yang ramah lingkungan (environmentally friendly). bentuk botol minyak goreng yang pada bagian tengahnya diberi cekungan dan tekstur agar mudah dipegang dan tidak licin bila tangan pemakainya terkena minyak. asam nitrat kuat. tahan suhu tinggi (200°C) terutama untuk makanan sterilisasi.

Kemasan produk manisan buah dan sayur kering yang digunakan oleh Industri manisan CV. Syarat bahan yang dikemas. terutama yang kasat mata atau yang tidak diketahui secara fisik memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum sarana periklanan bagi konsumen memberi rasa aman bagi konsumen. Toeniel harus lebih mencapai standar mutu pengemasan yang diinginkan konsumen. Labelling pada kemasan adalah memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen tentang hal . memperbaiki tekstur dan menambah nilai gizi. netto. komposisi. PENUTUP 5. KESIMPULAN Manisan kering merupakan salah satu produk makanan awetan yang dibuat dengan metode penggulaan. Dari nama produk. tanggal kadaluarsa sampai nilai gizi dalam kemasan yang harus dicantumkan. tidak merubah warna. V.dan sayur kering adalah tidak langsung menghabiskan manisan buah dan kering tersebut. kemasan yang efektif dan ekonomis. tidak 34 . Sedangkan konsumen mendapatkan jaminan mutu dari produk yang dikemas dengan baik. pengangkutan dan distribusi ke masyarakat pembeli. Salah satu alasannya adalah asumsi mereka terhadap manisan yang sangat manis sehingga menyebabkan sakit gigi. kebutuhan dan keinginan konsumen. bahan kemasan mudah dibuka dan ditutup. Produk manisan buah dan sayur kering yang mempunyai kadar air dan Aw yang rendah memungkinkan kemasan harus tahan air dan udara. Pengemasan adalah suatu cara atau suatu perlakuan pengamanan terhadap bahan atau produk agar bahan/produk tersebut baik yang belum maupun yang sudah mengalami pengolahan sampai ke tangan konsumen dengan selamat. Sehingga kepercayaan konsumen akan produk tersebut tetap terjaga. karakteristik bahan kemasan serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam kemasan juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. daya simpan baik. Dimana kemasan tersebut harus tidak bereaksi. Pembuatan manisan menggunakan teknik penggulaan dan pengeringan. meningkat seiring dengan peningkatan teknologi dan tuntutan konsumen.1. Mutu adalah kesesuaian serangkaian karakteristik produk atau jasa dengan standar yang ditetapkan berdasarkan syarat. bau dan rasa. sehingga produsen mengetahui standar mutu pengemasan. Teknik penggulaan mempunyai beberapa keunggulan yaitu memperkaya rasa (terutama rasa manis). Standar yang dimaksudkan mengacu pada definisi standar yang bersifat dinamis. Manisan kering memerlukan pengemasan yang baik agar tetap terjaga kualitasnya. teknik penutupan mudah.hal dari produk yang perlu diketahui oleh konsumen. Mereka cenderung mengkonsumsi sedikit-sedikit. efisien dan ekonomis serta terdapat informasi yang tertera pada kemasan. Kemasan yang baik harus memperhatikan semua persyaratan terhadap bahan kemasan yang dipakai. Manisan kering adalah manisan yang setelah direndam air gula pekat kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. Umumnya pengemasan berfungsi untuk menempatkan bahan atau hasil pengolahan atau hasil industri ada dalam bentuk-bentuk yang memudahkan penyimpanan.

2. Hal ini dapat diaplikasikan pada pengembangan teknologi pengemasan terkait produk manisan buah dan sayur kering yang akan dibuat terkait technopreneurship. SARAN Beberapa saran yang dapat menjadi masukan bagi industri setelah mengetahui aspek standar mutu pengemasan yang terdapat di Industri Toeniel Surabaya adalah kemasan yang digunakan harus mampu melindungi produk. Namun kemasan tersebut perlu di uji coba terlebih dahulu agar diperoleh pengemasan yang efisien.sobek. efektif dan ekonomis. 35 . ekonomis dan sesuai dengan standar mutu pengemasan yang diinginkan konsumen. 5. bebas mikroorganisme. sehingga kemasan yang akan digunakan adalah kemasan plastik resealable zipper pouch dengan full color. tidak mengubah warna. bau dan rasa produk.

2007.uny. Penerjemah Hari Purnomo dan Adiona.A. Brooker D. 2012..com/thp-407-handout-kemasankertas-pdf-d72863755 Anonim. Ilmu Pangan. 36 . Pepaya dan Teknologi Pengolahannya.halaguide. Anonim. Bogor : IPB Press.com/. dan Tim PREMYSIS Consulting. BPS Indonesia. Sutrisno. 2011.H. http://www. 2004. 2009. 1985. Hand out kemasan kertas. W. Hampton A. 2012.id/sites/default/files/modul %20Packaging. Ekspor 2004. Muhandri T. 2012. Avi Published by Van Nostrand Reinhold. Gambar kemasan paper foil dan standing pouch kombi. Bakker-arkema and C. http://staff. B. 1992. Hall. http://ebookbrowse. Kadarisman D.html. Yogyakarta : Pandu Pustaka. http://rumahkemasan. Statistik Indonesia. http://ebookbrowse. 2012. Teknologi Pengolahan Pangan. Hand out kemasan plastik. USA Buckle. Anonim. and W. 1992. Produksi Buah Segar Indonesia. Small-scale food processing – A guide for appropriate equipment. Fleet.90. SII 0525-2008.com/Mesin_Continuous_Sealer_Mesin_Pengemas_Plastik_Kontin yu. BPS. Muljoharjo M. [e-book]. R.ac. [30 Oktober 2012]. Jakarta. 2004. Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Pangan.ac. G. Yogyakarta: Liberty. http://www.mesinpengemas. [e-book].com/thp-407-handoutkemasan-kertas-pdf-d72863755.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2012. Sistem Jaminan Mutu Industri Pangan. Edwards. 2012. F.itrademarket. [30 Oktober 2012]. Effendi MS. K. Badan Pusat Statistik. 2012. [20 Maret 2008].pdf. Bandung: Alfabeta. Estiasih T. New York. Manisan kering buah-buahan. 1984.. Desain Kemasan. Drying and Storage of Grains and Oilseeds. [30 Oktober 2012].com/3615816/manisan-buah-mangga-kering-dalam-kemasan. Indonesia Jilid 1. Hidayat MJ. Prospek Produksi Manisan. Departemen Perindustrian.uny. Ekspor menurut jenis barang dan negara tujuan. http://fast-trackfood-dist.info.A. 2012. [30 Oktober 2012]. Anonim.id/sites/default/files/modul%20Packaging.pdstaff. SII 0272. Wooton.blogspot. Fellows P. Modul Packaging. London. Jakarta: Bumi Aksara. 2012. Intermediate Technology Publications. W. [30 Oktober 2012].com/thp-407-handoutkemasan-plastik-pdf-d46789344. Gambar kemasan plastik resealable zipper pouch dengan full color. Mesin Band Sealer. Anonim. http://ebookbrowse. [e-book]. Departemen Perindustrian. [30 Oktober 2012].html. Kemasan karton lipat. Jakarta: UI Press. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Jakarta. Badan Pusat Statistik. Anonim.

Jakarta: PI Medyatama Sarana Perkasa. Operasi Pengeringan pada Pengolahan Hasil Pertanian.Taib G. Kajian Teknologi Pembuatan Manisan Pepaya ( Carica papaya) kering [skripsi]. dan Wiraatmadja S. 1993. 37 . Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Undang-Undang RI No. Wijono A. Said G. 1988. 7 tahun 1996 tentang Pangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful