Strategi Pengembangan Ilmu

MUH. TAUFIK DWI PUTRA TRI WAHYUNI WULANDARI

H221 10 258 H221 10 260

Outline    Pendahuluan Ilmu Itu Bebas Nilai Atau Tidak Strategi Pengembangan Ilmu Di Indonesia  Pengembangan Ilmu – Ilmu Humaniora  Pengembangan Ilmu – Ilmu Sosial  Pengembangan Ilmu – Ilmu Kealaman .

.Pendahuluan Strategi pengembangan ilmu sering dikaitkan dengan “Apakah ilmu itu bebas nilai atau tidak?” sebab kedua cara pandang yang berbeda itu membawa implikasi yang berbeda pula dalam strategi pengembangan ilmu yang dipilih.

metodisnya meragukan segala sesuatu. Sikap ini berlanjut pada masa Aufklarung. . Pada hakikatnya ilmu pengetahuan harus berdaya guna dan operasional karena pengetahuan itu bukan demi pengetahuan sendiri.Ilmu Itu Bebas Nilai Atau Tidak Rasionalisasi ilmu pengetahuan terjadi sejak Descartes dengan sikap skeptis . suatu era yang merupakan usaha manusia untuk mencapai pemahaman rasional tentang dirinya dan alam.

. bisa dipahami mengingat disatu pihak objektivitas merupakan ciri mutlak ilmu pengetahuan sedangkan di pihak lain subjek yang mengembangkan ilmu (ilmuwan) dihadapkan pada nilai – nilai yang ikut menentukan pilihan atas masalah dan kesimpulan yang dibuatnya.Kehati – hatian dalam memutuskan apakah ilmu itu bebas nilai atau tidak.

yaitu : 1. Ada 3 faktor yang menjadi indikator bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilai. . Ilmu harus bebas nilai dari pengandaian – pengandaian yakni bebas dari pengaruh eksternal.Oleh karena itu. Bebas nilai artinya tuntutan terhadap setiap kegiatan ilmiah agar didasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. perlu dirumuskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bebas nilai.

Perlu kebebasan usaha ilmiah agar otonomi ilmu pengetahuan terjamin. .2. 3. Penelitian ilmiah tidak luput dari pertimbangan etis yang sering dituding menghambat kemajuan ilmu Indikator yang pertama dan kedua menunjukkan upaya para ilmuwan untuk menjaga objektivitas ilmiah sedangkan indikator ketiga menunjukkan adanya faktor X yang tidak terhindarkan dalam perkembangan ilmu yaitu pertimbangan etis.

Oleh karena itu. strategi pengembangan ilmu di Indonesia merupakan faktor yang sangat penting. .Strategi Pengembangan Ilmu Di Indonesia Model pengembangan ilmu sangat terkait dengan pembangunan sebab ilmu merupakan prasyarat bagi pembangunan. Ilmu membimbing aktivitas manusia dalam pembangunan baik fisik maupun nir-fisik.

4. melainkan harus memperlihatkan landasan metafisis. Pengembangan ilmu di Indonesia tidak bebas nilai (value . . 2. Pengembangan ilmu di Indonesia harus memperhatikan dimensi religiusitas 3. dan aksiologis dari pandangan hidup bangsa Indonesia. epistemologis. Terbentuknya masyarakat ilmiah yang memiliki kekuatan tawar menawar (Bargaining Power) baik dengan pemerintah maupun dengan perusahaan – perusahaan besar.Beberapa syarat yang dibutuhkan bagi strategi pengembangan ilmu di Indonesia. yaitu : 1. Pengembangan ilmu di Indonesia harus memperhatikan relasi antara ilmu tanpa mengorbankan otonomi antara masing – masing disiplin ilmu.free).

strategi pengembangan ilmu yang baik adalah gerakan rasionalisasi yang beriringan dengan spiritualisasi dan sosialisasi nilai – nilai kemanusiaan. . Pengembangan ilmu di Indonesia seyogyanya tidak berorientasi pada tujuan. Oleh karena itu. melainkan lebih berorientasi pada pengabdian umat manusia. terutama nilai – nilai Pancasila.Pengembangan ilmu di Indonesia tidak boleh tercabut dari akar budaya bangsa Indonesia sendiri.

antropologi. dan filsafat. sejarah. Bidang ilmu – ilmu humaniora mencakup disiplin. Bidang – bidang humaniora itu memiliki perhatian yang sama pada nilai moral dan budaya dalam kebudayaan bangsa manusia. antar lain sastra. bahasa. .Pengembangan Ilmu – Ilmu Humaniora Sebagai cabang ilmu pengetahuan yang memiliki objek kajiannya pada “manusia yang hidup dalam bermasyarakat” bidang humaniora menekankan perhatiannya pada dimensi budaya dari kehidupan manusia yang penuh makna. seni.

Teoritik dan perspektif yaitu perluasan wawasan. Akademik. pengembangan dan peningkatan kajian teoritik dan metodologikeilmuan pada masing – masing disiplin yang termasuk dalam lingkungan ilmu humaniora. c. kerangka pemikiran dan pendekatan kajian yang komprehensif mengenai masyarakat dan kebudayaan Indonesia.Segi – segi pengembangan ilmu – ilmu humaniora adalah: a. Negara. Kajian utama yaitu kajian Pancasila sebagai ideology Negara dan bangsa secara komprehensip masih diperlukan dan kajian tentang bangsa. Penelitian yaitu peningkatan penelitian dan kajian masyarakat Indonesia yang sedang mengalami proses perubahan. . dan identitas bangsa pada era globalisasi masih relevan untuk dikembangkan. d. b.

Dalam ilmu – ilmu sosial modern. teori.Pengembangan Ilmu – Ilmu Sosial Para ilmuwan sosial sebenarnya sudah lama gelisah karena semakin disadari bahwa berbagai paradigma. . metodologi serta metode penelitian sosial yang selama ini ada dirasakan semakin sukar dipergunakan untuk membaca atau membuat analisis yang sistematis terhadap fenomena sosial yang tumbuh kian kompleks. usaha menerangkan keberadaan sebuah fenomena lazimnya diupayakan melalui proses penelitian.

sumber dari perilaku sosial dalam tataran ontologi dianggap tidak terletak di luar diri aktor. yaitu : 1. Bagi neo – positivisme. Prinsip pemikiran yang berkembang di atas 2 paham tersebut sangat bertentangan dengan prinsip pemikiran yang seharusnya diadopsi cendikiawan muslim. 2. Positivisme yakin bahwa realitas sosial dapat dibuat klasifikasi dan keberadaannya dapat digambarkan dalam sebuah simbol dengan atribut tertentu. Realitas adalah fenomena yang keberadaannya ditentukan oleh fenomena lain. . Pendekatan positivisme sangat bertolak belakang dengan pendekatan neo – positivisme.Ada 2 pendekatan penting yang dikembangkan positivisme.

yaitu komponen eksperimental dan komponen teoritis.Pengembangan Ilmu – Ilmu Kealaman Ilmu – ilmu kealaman adalah ilmu yang landasan ontologisnya ialah alam. Alam nirnyawa dianggap mempunyai 2 komponen. Tanpa kehilangan kerampatan. kita akan memakai fisika untuk mewakili berbagai ilmu kealaman tentang alam nirnyawa. Alam ini dapat dipilah atas ilmu nirnyawa misal fisika dan kimia dan alam bernyawa. . Artinya. realitas yang hendak diketahui melalui kegiatan keilmuan dalam disiplin ilmu – ilmu kealaman ialah alam.

Komponen eksperimental dari fisika berupa interaksi antara manusia (fisikawan) dan alam nirnyawa. Dari jalinan 2 komponen di atas. termasuk aspek materi dari paduan pikiran dan materi atau paduan raga dan jiwa dari dunia bernyawa. . 2. Komponen teoritis berupa penafsiran yang bernalar atas data pengamatan / pengukuran itu. 1. diperoleh gambaran tentang peristiwa dan gejala dalam alam nirnyawa.

membebaskan pengetahuan dari emosi dan nilai. Pilihan masalah dan bahan yang diselidiki. apalagi penerapannya. hipotesis dan prekonsepsi. lingkungan social ekonomi. revolusi penting terjadi dalam ilmu – ilmu kealaman. Dalam beberapa hal. Akan tetapi. Ilmu dalam pengembangannya. dengan kemajuan – kemajuan dalam mikrofisika kita ketahui bahwa batas antara subjektivitas dan objektivitas.• Abad Ilmu Kealaman Pada abad ini. . ilmu di anggap telah menggeser atau menggantikan mitos dan agama. serta dipandang dapat memecahkan segala persoalan hidup. antara pengamat dan yang diamati tidaklah nyata dan tegas. pengamatan dan eksperimen. politik dan militer. dipengaruhi oleh paradigma dan semangat zaman. kebudayaan serta agama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful