MAKALAH KEBIDANAN DALAM ISLAM NIFAS DALAM SYARI’AH ISLAM DAN TUNTUNAN DALAM AL-QUR’AN TENTANG MENYUSUI BAYI

Disusun oleh : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Aminatuz Zuhro Latiefatul Khuluqin Frani Mariana Heni Anggraini Rika Yunita Lina Marliana Nurtanti Titin kariyani Dwinda Sari (201010104198) (201010104199) (201010104200) (201010104201) (201010104202) (201010104203) (201010104204) (201010104205) (201010104206)

PROGRAM STUDI DIV BIDAN PENDIDIK SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ‘AISYIYAH YOGYAKARTA 2011 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh Syukur alhamdulillah, senantiasa penyusun panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia-Nya sehingga penyusun diperkenankan untuk menyelesaikan laporan ini. Proses pembuatan makalah ini tidak lepas berkat bantuan, bimbingan serta saran dari berbagai pihak. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada : 1 2 3 Siti Aisyah, M.Ag.,selaku dosen mata kuliah kebidanan dalam islam yang banyak membimbing dan memberikan arahan kepada kami Lathifah isna Hayati, S.Si.T, selaku koordinator mata kuliah kebidanan dalam islam yang telah memberikan arahan kepada kami Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu. Penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan laporan ini. Akhirnya, penyusun berharap mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat. Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Yogyakarta, Maret 2011

banyak tradisi-tradisi adat istiadat yang berkembang dimasyarakat. sehingga sebagai kaum muslim wajib memperhatikan hal ini agar tidak terjerumus kedalam upacara yang menyalahi syariat islam. Agama islam telah mengatur dengan sedemikian rupa mengenai seputar permasalahan nifas dan menyusui yang dianjurkan menurut syariat islam. kami berlindung dari godaan setan yang terkutuk dan dari kejahatan jiwa kami. Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan. Normalnya masa nifas itu adalah masa 40 hari 40 malam.Kelompok 7 BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG Segala nikmat karunia hanya milik Allah. maka darah yang keluar setelahnya itu disebut darah nifas. jika telah mencapai masa 60 hari dan 60 malam seorang wanita masih mengalami pendarahan nifas. Darah yang keluar dar farji seorang wanita setelah melahirkan anak. Menurut sayyid Sabiq. jiwa dan lingkungan. maka wajiblah wanita itu mandi besar . yang merupakan sumber hukum islam dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat islam. Hal ini dapat ditemukan dalam Al-qur’an dan sunnah Nabi. Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan. Adapun waktu maksimal paling lama masa nifas itu adalah 60 hari dan 60 malam. seorang ahli fikih dari Mesir berpendapat “Nifas adalah darah yang keluar dari vagina seorang wanita disebabkan oleh melahirkan anak walaupun berupa keguguran”. Artinya. Dalam kehidupan seharihari. apakah anak yang dilahirkan itu hidup atau wafat. baik kesehatan fisik. Dalam kitab Raudhah ada diterangkan walaupun anak yang keluar itu hanya sebentuk daging saja (keguguran). tetap saja darah yang keluar mengiringi kelahirannya itu disebut darah nifas.

Allah haramkan Musa menetek pada perempuan lain. hendaklah engkau susui dia... Akhirnya datanglah seorang anak perempuan yang sebenarnya adalah kakak Musa. berhenti sholat (tidak melakukan sholat) sesudah mengalami nifas. Sesungguhnya darah nifasnya sudah berlalu. dan Imam Hakim menshohihkannya). menawarkan kepada Fir’aun bahwa dia dapat menunjukkan seorang ibu yang dapat menyusui bayi tersebut.kemudian menyumbat daerah yang berdarah dengan kain atau kapas. Ia dihanyutkan oleh ibunya karena menghindari pembunuhan oleh kaki tangan Fir’aun. Wanita itu berwudhu” dan wajiblah dia menunaikan sholat fardhu saja tanpa mengerjakan sholat-sholat sunnat. selama masa 40 hari ” (HR. sehingga ia pun tidak mau menyusu kepada siapapun. Ketika Musa selamat dan dipungut oleh istri fir’aun. sedang mereka adalah orang-orang yang berlaku baik kepadanya” (QS. Al-Qoshshos: 7). Oleh karena itu istri Fir’aun bingung untuk mendapatkan ibu susu yang dapat membujuk si bayi supaya mau menyusu. “Kami telah mencegah Musa terhadap ibi susu-ibu susu ibu (yang mau) menyusuinya sebelum itu dan berkatalah saudara perempuannya. yang tinggal itu sebenarnya hanya darah istihadhah. Ayat-ayat diatas menceritakan kisah Musa semasa bayi. Sedangkan anjuran menyusui terdapat dalam QS. . Ayat tersebut memberi isyarat bahwa hendaknya para ibu menyusui bayinya sendiri karena air susu ibu kandung berperan ganda bagi bayinya. Imam Abu Dawud dan Turmidzi.” (QS. Al-Qoshshos: 7 dan ayat 12 !$ø † artinya “ dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa. AlQoshshos: 12). “maukah aku tunjukkan kepadamu ahli rumah yang akan mengasuhnya untuk kamu. Sesuai dengan hadits Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Wanita-wanita nifas pada zaman Rasulullah. alias darah sakit. selanjutnya bertemulah kembali ibu Musa dengan bayinya dan Musapun mau menyusu.

bahkan ASI ini sangat penting bagi pertumbuhan jasmani dan rohani bayi.peran ini tidak bisa digantikan oleh orang lain apalagi oleh susu bubuk atau susu hewan. Dan Kolostrum (ASI yang keluar di awal-awal setelah melahirkan. Ia seharusnya menyadari bahwa tugas menyusui adalah fitrah seorang ibu. selain itu anak dapat merasakan kehangatan dan kasih sayang ibu kandungnya. Walaupun teknologi modern telah berusaha membuat susu bubuk dengan kualitas gizi yang staraf dengan susu ibu. ASI bagi bayi adalah makanan yang paling baik dan paling mudah diterimanya. tetapi fungsi kejiwaan ibu menyusui bayinya tidak dapat digantikan oleh gizi yang tinggi pada gizi yang tinggi pada susu bubuk tersebut. Dan menurut penelitian para dokter sekarang ini bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Untuk itu para ibu kandung tidak seharusnya menganggap masalah menyusui sebagai suatu hal yang membebani dirinya. Kehangatan dan kasih sayang ibu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak. berwarna kekuning-kuningan) menurut beberapa literatur merupakan “imunisasi alami” bagi bayi atau sebagai obat yang mengandung zat kekebalan yang sangat berguna bagi bayi. karena merupakan bahan makanan yang fitrah bagi bayi. Diantara tanda kesempurnaan ciptaan Alloh ta’ala adalah diciptakannya ASI bagi para wanita (bahkan hewan mamalia betina) yang telah melahirkan sebagai makanan bagi anaknya. B 1 2 TUJUAN Untuk mengetahui tuntunan nifas dalam islam Untuk mengetahui tuntunan menyusui dalam islam . karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi. bahkan bagi bayi yang lahir premature.

menyentuhnya. mazhab As-Syafi''i menuliskan bahwa masa nifas itu paling cepat adalah sekejap mata. Tetapi mandinya cukup satu kali saja. 2 Nifas Bagi Wanita yang Melahirkan Secara Spontan Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullahu mengatakan bahwa Wanita yang nifas memiliki beberapa keadaan Pertama: . membaca Al-Quran. bersetubuh dan lain sebagainya. Maka begitu nanti darah nifas sudah berhenti mengalir. Begitu berhenti dari keluarnya darah sesudah persalinan/melahirkan. dianggap bukan lagi darah nifas tetapi darah istihadhah. puasa. Dan batas paling lama adalah 60 hari. meski bayi yang dilahirkannya itu dalam keadaan mati. Tetapi umumnya nifas akan terjadi selama masa 40 hari. Artinya. wajiblah atas seorang ibu yang baru melahirkan untuk mandi janabah. Sehingga seorang yang nifas tidak boleh shalat. Hukum nifas dalam banyak hal. Begitu melewati hari yang ke-60.BAB II ISI A 1 NIFAS DALAM ISLAM Pengertian Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan. thawaf di baitullah. Selain karena nifas juga karena melahirkan. maka dia wajib mandi janabah dan menjalankan semua kewajibannya. Apabila telah lewat waktu 60 hari masih saja darah mengalir keluar. tidak perlu dua kali mandi. lebih sering mengikuti hukum haidh. Nifas itu mewajibkan mandi janabah. masuk masjid. begitu melahirkan dan keluar darah terus berhenti selamanya. maka wajib atas wanita itu untuk mandi janabah. Dalam banyak literatur kitab fiqih.

Ia harus mengqadha puasa wajib yang ditinggalkannya sementara untuk shalat yang ditinggalkan tidak ada qadha. namun beberapa waktu kemudian darahnya keluar lagi sebelum selesai waktu 40 hari. Setelah berhenti darahnya. sementara . Dalam hal ini ada dua gambaran: a Keluarnya darah setelah 40 hari tersebut bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya. dan shalat di saat berhentinya darah. b Keluarnya darah tidak bertepatan dengan kebiasaan haidnya. Maka ia menunggu sampai selesai masa haidnya. Kedua: Darah nifasnya berhenti sebelum genap 40 hari. Namun di saat darah tersebut kembali keluar berarti ia masih dalam keadaan nifas. Keempat: Darahnya keluar sampai lewat 40 hari. yakni setiap selesai melahirkan. puasa. sehingga ia harus meninggalkan puasa dan shalat. Maka ia mandi setelah sempurna nifasnya selama 40 hari. puasa (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan). ia meninggalkan puasa yang berarti harus dia qadha di waktu yang lain (saat suci). ia mengerjakan puasa dan shalat walaupun darahnya masih keluar. Maka dalam jangka waktu 40 hari tersebut. Pada keadaan ini. si wanita harus mandi. dari melahirkan anak yang pertama sampai anak yang ketiga misalnya. Selama masa nifas yang lebih dari 40 hari itu. Maka ketika darah tersebut berhenti/tidak keluar lagi. puasa. yang berarti ia haid setelah nifas. Apabila kejadian ini berulang sampai tiga kali. Ketiga: Darahnya terus menerus keluar sampai sempurna waktu 40 hari. Yakni masa nifasnya memang lebih dari 40 hari. ia tidak shalat dan tidak puasa. barulah ia mandi. dan shalat. darahnya selalu keluarnya lebih dari 40 hari berarti ini merupakan kebiasaan nifasnya. dan mengerjakan shalat (bila telah masuk waktunya). si wanita mandi.Darah nifasnya berhenti sebelum sempurna 40 hari dan setelah itu sama sekali tidak keluar lagi. baru bersuci.

3 Nifas Bagi Wanita yang Melahirkan Dengan Bedah Caesar . selama masa 40 hari” (HR. ia tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa (karena statusnya ia sedang haid). Sesuai dengan hadits Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha berkata : “ Wanita-wanita nifas pada zaman Rasulullah.shalat yang ditinggalkan tidak ada qadhanya. alias darah sakit. Karena memang ada wanita yang masa nifasnya 60 hari. Apabila kejadian keluarnya darah lebih dari 40 hari ini tidak berulang. ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. karena kali ini ia terhitung wanita yang istihadhah. yakni hanya sekali. dan Imam Hakim menshohihkannya). ia menganggap dirinya haid bila darah masih saja keluar dalam hitungan waktu/lama kebiasaan haidnya. yang berarti ia masih berstatus nifas. Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berpendapat bahwa Wanita yang nifas bila tetap keluar darahnya lebih dari 40 hari dalam keadaan darah tersebut tidak mengalami perubahan. Selewatnya dari 60 hari. ada sebagian wanita yang kebiasaan nifasnya selama 60 hari. Mengenai darah terus keluar dari seorang wanita yang nifas sampai lebih 40 hari. maka bila kelebihan waktu tersebut bertepatan dengan masa kebiasaan haid yang pernah dialaminya (sebelum hamil). Imam Abu Dawud dan Turmidzi. Berdasarkan hal ini. si wanita yang darahnya terus keluar lebih dari 40 hari tetap menanti sucinya sampai maksimal 60 hari. maka darah tersebut bukanlah darah nifas tapi darah istihadhah. Pertama : Bila telah sempurna waktu 40 hari dari masa nifasnya. wanita tersebut mandi dan harus mengerjakan shalat bila telah masuk waktunya sekalipun darah terus keluar/mengalir dari kemaluannya. Bila tidak bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya yang dulu. Kedua :-Si wanita tetap menunggu berhentinya darah sampai 60 hari. berhenti sholat (tidak melakukan sholat) sesudah mengalami nifas. karena si wanita sekarang terhitung mengalami istihadhah. Setelahnya ia mandi dan shalat walaupun darahnya masih keluar. Ini perkara yang memang nyata.

maka darahnya itu menandakan bahwa persalinan akan terjadi dalam waktu 24 jam kemudian. . karena menjelang persalinan keluar cairan kental lendir yang bercampur darah. ia meninggalkan shalat dan puasa sampai suci. melainkan darah fasad (rusak). Jadi kalau ada darah yang bercampur lendir keluar dari vagina wanita yang hamil sewaktu akan melahirkan. seperti rasa sakit karena ingin melahirkan/kontraksi. hanya pelaksanaannya yang mungkin berbeda (Al-Hafidz. Bila ia tidak lagi melihat keluarnya darah maka ia mandi. Oleh karena itu wanita tersebut wajib sholat. maka darah tersebut bukanlah darah haid dan bukan pula darah nifas. 2007). melainkan hanya salah satu gejala bahwa persalinan akan terjadi.Menurut Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’ yang saat itu diketuai Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu mengatakan bahwa Hukum bagi wanita yang melahirkan secara seksio sesarea sama dengan hukum wanita-wanita lain yang mengalami nifas dengan persalinan normal. Lendir yang semula menyumbat leher rahim sejak awal kelahiran terdorong keluar oleh kontraksi rahim yang membuka mulut rahim. Menurut pendapat yang shahih. Sholat tidak boleh ditinggalkan walau dalam keadaan bagaimanapun. Bila ia melihat keluarnya darah dari kemaluannya. maka menurut Al-Lajnah AdDa’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’ : a Jika ia tidak melihat adanya tanda-tanda mau mekelahirkan. 4 Darah yang Keluar Sebelum Melahirkan Jika seorang wanita hamil. Si wanita tadi tidak meninggalkan ibadah. tetap mengerjakan shalat dan puasa. yakni berupa rasa sakit dan semisalnya. mengerjakan shalat dan puasa seperti halnya wanita-wanita yang suci. itu bukanlah darah nifas. lalu keluar darah dari kemaluannya lima hari sebelum melahirkan di bulan Ramadhan. b Apabila bersamaan dengan keluarnya darah tersebut diserta tandatanda akan melahirkan. Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa darah nifas adalah darah yang keluar setelah bayi dan plasenta lahir.

. Salah satu bentuk syukur atas adanya buah hati adalah menjaga dan merawatnya dengan sebaik mungkin. maka saat itu ia harus meninggalkan shalat. karena ada sebagian kaum wanita yang tetap dalam keadaan nifas hingga enam puluh hari. maka wanita yang tetap mengeluarkan darah lebih dari empat puluh hari hendaknya ia menunggu sampai enam puluh hari kemudian setelah itu darah yang keluar dianggap darah haidh hingga habisnya masa haidh yang biasa ia alami kemudian setelah itu ia wajib mandi serta shalat. sementara darah yang keluar setelah itu dianggap darah istihadhah. Berdasarkan ini. B TUNTUNAN AL-QUR’AN TENTANG MENYUSUI BAYI PERINTAH BAGI PARA IBU UNTUK MENYUSUI ANAKNYA Memiliki buah hati atau momongan adalah suatu kebahagiaan bagi setiap orang tua. diantaranya dengan memberikan air susu ibu (ASI). Pertama : Darah yang keluar setelah empat puluh hari itu bukan lagi darah nifas melainkan darah haidh yang menyusul keluarnya darah nifas. dan ini adalah suatu kejadian yang nyata. tak jarang ketidak-hadiran momongan menjadi pemicu keretakan rumah tangga. bila setelah empat puluh hari nifas bukan merupakan masa haid yang biasanya. Diantara mereka ada yang berpendapat : Wanita itu tetap tidak melaksanakan shalat hingga enam puluh hari.5 Darah Nifas Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari Wanita yang sedang nifas jika terus mengeluarkan darah hingga lebih dari empat puluh hari. jika waktu itu bertepatan dengan masa haidh yang biasanya. Kedua : Kemungkinan kedua adalah. alias darah sakit. maka para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah ini. maka dalam hal ini ada dua kemungkinan. Sebaliknya. kehadirannya merupakan anugerah dari Allah yang harus disyukuri sekaligus amanat yang harus dijaga dengan baik.

Sebagian wanita di tengah arus isu emansipasi dan kesetaraan gender yang mengalir keluar dari batasnya kanalnya. Seseorang tidak dibebani kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya. dan ahli warispun berkewajiban demikian. Di dalam Surat Cintanya. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Dengan alasan kesibukan. Allah berfirman dalam Surat (Al-Baqarah:(2) 233) َ َ َ ِ ‫كا‬ َ َ ‫ن‬ َ ْ‫ن أ َو‬ َ ‫ن‬ ‫ة‬ َ َ‫ضاع‬ ِ ‫ر‬ َ ‫ر‬ ْ ‫راد َ أ‬ َ ِ ‫وال‬ ّ ِ ‫ن ي ُت‬ َ ِ‫ن ل‬ ُ ‫دا‬ ّ ‫م ال‬ َ‫ن أ‬ ْ ‫م‬ ّ ُ‫لد َه‬ َ ْ ‫ضع‬ ْ ُ‫ت ي‬ َ ْ ‫وال‬ َ ِ ْ ‫ملي‬ ِ ْ ‫حوْلي‬ ّ ِ‫س إ‬ َ ‫ف‬ ُ ْ‫مو‬ َ َ‫وَع‬ ‫ها‬ ْ َ‫ف ن‬ ُ ّ ‫ل ت ُك َل‬ ِ ‫رو‬ ْ ِ‫ه ر‬ ْ ُ‫ل و‬ ْ ِ ‫ن وَك‬ َ ْ ‫بال‬ ِ ‫ن‬ ُ َ ‫لودِ ل‬ َ ْ ‫لى ال‬ َ َ ‫سع‬ ٌ ‫ف‬ ُ ْ ‫مع‬ ّ ُ‫سوَت ُه‬ ّ ُ‫زقُه‬ َ َ‫ه ب ِوَل َدِهِ وَع‬ ُ ْ‫مو‬ َ َ‫ها و‬ َ َ ِ ‫ل ذ َل‬ ُ ْ ‫مث‬ ‫ن‬ َ ِ‫وال ِد َةٌ ب ِوَل َد‬ ِ ‫ث‬ ِ ِ‫وار‬ ْ ِ ‫ك فَإ‬ َ ُ‫ل ت‬ ُ َ ‫لود ٌ ل‬ َ ‫ل‬ َ ْ ‫لى ال‬ َ ‫ر‬ ّ ‫ضا‬ َ َ َ َ َ‫شاوُرٍ ف‬ ً ‫صا‬ َ َ ‫ما وَت‬ ‫ن‬ َ ‫ج‬ ِ ‫ض‬ ْ ‫م أ‬ ْ ِ ‫ما وَإ‬ َ ‫نا‬ ُ ‫ل‬ َ ‫را‬ ْ ُ ‫رد ْت‬ َ ِ‫ح عَل َي ْه‬ َ ُ‫من ْه‬ َ ِ‫دا ف‬ َ‫ن أ‬ َ َ‫ن ت‬ ْ َ‫ل ع‬ َ‫أ‬ ٍ ‫را‬ َ َ‫م ف‬ َ ْ‫عوا أ َو‬ َ ِ‫م إ‬ ‫ف‬ َ ‫ما‬ َ ‫ج‬ ِ ‫ر‬ ِ ‫رو‬ َ ‫نا‬ ُ ‫ل‬ ُ ‫ض‬ َ ‫ذا‬ ْ َ‫ت‬ َ ْ ‫بال‬ ِ ‫م‬ ْ ُ ‫ءات َي ْت‬ َ ‫م‬ ْ ُ ‫مت‬ ْ ّ ‫سل‬ ْ ُ ‫ح عَل َي ْك‬ ْ ُ ‫لد َك‬ ُ ْ ‫مع‬ ْ َ ‫ست‬ َ ُ ‫م‬ 233 : ‫ر)البقرة‬ ِ َ‫ن ب‬ َ ‫لو‬ ّ ‫موا أ‬ َ ْ‫ما ت َع‬ َ ِ‫ه ب‬ َ ّ ‫ن الل‬ ُ َ ‫واعْل‬ ٌ ‫صي‬ َ Artinya “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. menganggap menyusui sebagai beban. Bahkan diantaranya tega enggan menyusui anaknya hanya dengan alasan demi menjaga keindahan tubuhnya. Janganlah seorang ibu (menjadi) menderita sengsara karena anaknya dan seorang ayah (jangan menjadi menderita) karena anaknya. Apabila ‫ه‬ ُ ّ ‫وات‬ َ ّ ‫قوا الل‬ َ ) . mereka rela tidak menyusui buah hatinya sendiri. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Lalu bagaimana Islam dan para ahli hukum Islam memandang praktek menyusui? 1 ASI dalam AL-Qur’an (Ungkapan cinta Allah SWT) ASI adalah ungkapan kasih sayang Allah sekaligus anugerah yan luar biasa terhadap setiap bayi yang terlahir ke muka bumi. bertebaran ayat-ayat tentang ASI.

Walaupun masih ada perbedaan pendapat tentang wajib atau tidaknya menyusui. dalam ayat tersebut dengan tegas dianjurkan menyempurnakan masa penyusuan. mencakup isteri aktif maupun isteri yang sudah dicerai. dan tidak bertujuan meremehkan perintahNya. maka tidak ada dosa atas keduanya. menyusui adalah kerja tim. Dan jika kalian ingin anak kalian disusui oleh orang lain. tapi selayaknya bagi seorang muslim menghormati ayat-ayat Allah tersebut. maka tidak ada dosa bagi kalian apabila kalian memberikan pembayaran sepatutnya. Inspirasi utama dari pengambilan keputusan ini harus didasarkan pada penghormatan kepada perintah Allah dan pelaksanaan hukum-Nya. dan . Ad Dhahhak dan As Siddiy: maksud dari kata “para ibu” dalam ayat tersebut adalah isteri-isteri yang telah dicerai oleh suaminya yang masih memiliki anak kecil yang masih perlu disusui. 2 3 Al Wahidiy : makna kata “para ibu” di sini adalah wanita yang masih berstatus sebagai isteri dan memiliki anak kecil untuk disusui. Hikmah ayat yang terkandung dalam kitab Suci Alqur’an tersebut. Demikian pula jika seorang ibu tidak bisa menyusui.keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. untuk mencukupi keperluan sandang dan pangan si ibu. Sehingga jelas. Abu Hayyan dalam Bahr al Muhith : maksud dari kata “para ibu” di ayat tersebut adalah umum. setidaknya menekankan bahwa Air Susu Ibu (ASI) sangat penting. agar si ibu dapat menuyusi dengan baik. Terlepas wajib atau tidaknya hukum menyusui. Dan di sana juga disinggung tentang peran sang ayah. Keputusan untuk menyapih seorang anak sebelum waktu dua tahun harus dilakukan dengan persetujuan bersama antara suami isteri dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi si bayi.” “Para ibu” yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah: Ada tiga pendapat dalam memahami kata “para ibu” yang ada dalam ayat di atas : 1 Mujahid. Bertakwalah kalian kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kalian kerjakan.

karena Allah Ta’ala memerintahkan kepada para ibu untuk menyusui. tidak pula kemampuan. jika memadharatkan anaknya maka hal itu dilarang. hanyasaja ia dipaksa atas perbuatannya”. Pelajaran dari Ayat diatas: 1 2 Wajib bagi seorang ibu menyusui anaknya. sehingga haknya untuk mendapat ASI tetap tertunaikan. jika dia sangat membutuhkan air susu tersebut maka boleh ditambahkan secukupnya. akan tetapi hal itu dimusyawarahkan terlebih dahulu (oleh kedua orang tua anak tersebut). “Manusia itu tidaklah memiliki kehendak. sebagaimana ayat “Dan diwajibkan atas orang yang dilahirkan . Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah yang paling maha Rahim (Maha Penyayang) bagi seluruh makhluknNya dari pada kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya. padahal hal itu sudah merupakan fitrah dan naluri mereka. dan jika tidak lagi membutuhklan maka masa menyusui telah sempurna (yaitu dua tahun penuh). sebagaimana hal itu di ungkapkan oleh Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah dalam tafsirnya. mereka berkata. Dan apakah menyusui boleh lebih dari dua tahun? Dijawab : hal itu tergantung kondisi bayi tersebut. kemampuan dan pilihan secara mutlak bagi manusia.diputuskan untuk menyusukan bayinya pada wanita lain. 6 Seorang anak adalah merupakan ‘Hibah’ (pemberian) bagi ayahnya. dan dengan keridhaan keduanya dan kemashlahatan bagi bayinya. mereka tidak membedakan antara gerakan yang muncul sendiri (seperti menggigil. 3 4 Bahwasanya perintah menyusui yang sempurna adalah selama dua tahun penuh. 5 َ َ Ayat ini (‫ن‬ َ َ ‫ضاع‬ َ ‫ر‬ َ ِ ‫راد َ ل‬ ّ ِ ‫ة ي ُت‬ ْ ‫م‬ َ ‫م أن أ‬ ّ ‫“ ) ال‬yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” adalah sebagai jawaban bagi firqah ‘Jabariyah’ yang mana mereka meniadakan kehendak. Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah Ta’ala sangat jauh lebih luas dan agung dari pada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. pen) dan gerakan yang merupakan pilihan. Dan boleh bagi ibunya menyusui kurang dari dua tahun.

(HR. sebagaimana ayat "memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf" . melalui dia sebagai istri (yang wajib bagi suami menafkahinya) dan dari sebab menyusui. 10 Dalam masalah pemberian rezqi (makanan) dan pakaian. hal itu dalam beberapa pendapat yaitu : a Pendapat pertama. para ulama berselisih pendapat apakah disesuakan kondisi istri atau kondisi suami. dan apabila ‘urf tersebut menyelisihi syariat maka dikembalikan kepada hukum syariat.untuknya" . Yang dianggap dalam memberi makan dan pakaian adalah sesuai kondisi istri bukan kondisi suami. jika dia adalah masih dalam ikatan pernikahan maka nafkah melalui dua jalan atau sebab. jumlah nominalnya. 8 Wajib bagi seorang ayah memberikan makan. sesuai ayat diatas. bahwa makanan dan pakaian yang diberikan . “Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu” . yang jelas bahwa ayat ini semisal dengan hadits Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam. 9 Wajib atas orang yang diberikan kepadanya seorang anak (baik ia adalah suami bagi ibu anak tersebut atau yang lainnya) untuk memberikan nafkah kepada ibu yang menyusui anaknya tersebut. maka halhal tersebut adalah dikembalikan kepada ‘urf atau kebiasaan sekelilingnya atau yang semisalnya seperti jenis makanan. Ahmad dan Ibnu Majah) 7 Ayat tersebut juga menunjukkan bahwa ‘Urf’ (kebiasaan) manusia juga tidak diabaikan dalam syariat. Dan apabila dia telah di thalak ba’in maka nafkah hanya melalui satu sebab yaitu sebab menyusui. pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf (sesuai kebiasaan pada umumnya). sebagian ulama beristimbath dari ayat ini bahwa ayat ini merupakan dalil bahwa seorang ayah adalah ‘seorang yang diberikan hibah kepadanya’. dhahirnya ayat menunjukkan bahwa hal itu tidak dibedakan antara ibu yang menyusui tersebut adalah sebagai istri yang masih terikat dalam hubungan pernikahan atau istri yang telah dithalak ba’in. seolah-olah dikatakan. hal itu jika tidak menyelisihi syari’at. caranya demikian juga pakaian.

masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. 2 Rentang waktu menyusui Ayat ini turun berkenaan dengan serangkaian ayat yang membicarakan mendiskusikan tentang peraturan rumah tangga. Mungkin ada yang berpendapat tidak berdosa apabila tidak menyusui anaknya selama 2 tahun (terkait perbedaan hukum fiqih). Bahwa yang dianggap adalah sesuai kondisi suami. permulaan ayat ini disepakati berlaku secara umum. jika suaminya miskin dan istrinya kaya maka wajib atas suami memberi nafkah seperti wanita yang kaya atau sebaliknya. maka ukuran nafkah adalah seperti nafkah bagi orang yang kaya. Tetapi ibu mana yang tidak ingin menyempurnakan ibadah penyusuan bagi belahan jiwanya. 3 Dalam keadaan daruratpun. b c Pendapat kedua. menggabungkan kondisi suami dan kondisi istri. baik orang tua bercerai atau tidak. Tuntunan syariat ini sudah diturunkan berabad-abad sebelum ada hasil penelitian yang membuktikan bahwa 2 tahun pertama itu “The golden Age”.adalah yang sesuai dengan semisal atau sederajat istrinya. Ayat tersebut menunjukkan bahwa masa sempurna menyusui (laktasi) adalah 2 tahun penuh. dan jika salah satunya miskin dan yang lain kaya maka ukuran nafkah adalah tengah-tengah. dan kemampuannya Pendapat ketiga. Allah SWT sudah memberikan petunjuk yang syar’i berhubungan dengan periode menyusui. Turunnya wahyu tentang rentang waktu yang ideal untuk menyusui ini merupakan nikmat Allah yang tak ternilai harganya. dan jika keduanya miskin maka ukuran nafkah adalah seperti nafkah bagi orang miskin. ASI tetap harus diberikan . Karena itu. Salah yang satunya bertujuan hukum-hukum tentang perceraian melindungi hak bayi di saat hubungan pernikahan kedua orang tuanya dalam keadaan kritis dan berpotensi mengancam kepentingan si bayi. Jika keduanya kaya atau lapang.

S. para pewarisnya wajib memperhatikan pemenuhan hak-hak yang diprioritaskan untuk menjaga agar anak tetap mendapatkan hak ASI-nya.S. Allah menganjurkan untuk tetap memberikan ASI (Q. Kapan seorang wanita bisa lalai menyusui anaknya? Ketika kiamat. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil. Al-Qashash: 7). “Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.S At Thalaq: 6) Bahkan ketika keadaan sangat darurat.S Al-Hajj:1-2). Dan Allah memelihara bounding antara nabi Musa dan ibunya.S yang sedang dikejar tentara fir’aun yang akan membunuh semua bayi laki-laki.Hak-hak khusus ditetapkan bagi seorang isteri yang diceraikan oleh suaminya sebagai ganti dari menyusui anak-anak mereka. dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik.S. Hanya karena menyusui. AnNisaa’:23) . Saudara sepersusuan menjadi mahram(Q. walaupun dalam pengawasan Fir’aun (Q. dengan mencegah Nabi Musa menyusu kepada orang lain. Yang harus sama-sama kita tanyakan pada saat ini.” (Q. Sehingga Nabi Musa tetap disusui ibunya. (Q. Ini menunjukkan pentingnya menyusui dan hukum-hukum yang kemudian berlaku. kemudian jika mereka menyusukan (anakanak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya. apakah saat ini keguncangan yang dashyat sudah ada di depan seorang ibu sehingga lalai menyusui anaknya. maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin. Sekalipun sang suami sudah meninggal. seperti yang dialami Ibunda Nabi Musa A. Sebuah gambaran tentang kuatnya ikatan menyusui seorang anak kepada bayinya yang hanya bisa diputuskan oleh keguncangan yang maha dashyat di hari kiamat. dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.Al-Qhashas:12). seorang ibu ’disetarakan’ dengan ibu kandung.

Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala. “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Semoga anak kita menjadi anak yang bersyukur pada Rabb-nya dan orang tuanya. pelajaran yang sangat berharga. ”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya.S. Terdapat kewajiaban anak untuk berbuat baik kepada orangtuanya. bukan sekedar insting. perintah bagi anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya karena ibunya telah merawatnya siang dan malam. adalah perintah bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya selama 2 tahun penuh. atau b) si anak tidak mau menyusu . yaitu: pertama. Kedua.” (Q.“Allah telah melarang hubungan yang disebabkan oleh persusuan sama seperti Dia melarang hubungan karena pertalian darah “ (HR. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. sementara terdapat hak ibu agar anaknya berbakti kepadanya. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. hanya kepada-Kulah kembalimu. bahwa menyusui hendaklah diniatkan ibadah.” Subhanallah. Ini merupakan bentuk investasi kita di dunia dan akhirat. Hukum menyusui itu sendiri beberapa ulama berbeda pendapat dalam masalah ini: 1 Imam Malik ra: Wajib bagi seorang ibu menyusui anaknya jika a) dia masih berstatus sebagai isteri. Luqman :14) Ayat tersebut mengandung dua pengertian.Tirmidzi) 4 Hendaklah diniatkan untuk ibadah Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya. Terdapat kewajiban ibu untuk menyusukan anaknya selama dua tahun penuh. dan menyapihnya dalam dua tahun. Betapa mungkin kita lupa. sementara terdapat hak anak untuk diberi ASI selama 2 tahun penuh.

kalau pun terpaksa dia menyusui. sehingga para ibu sangat dianjurkan untuk menyusui anaknya dan bagi mereka disediakan pahala yang besar manakala melakukannya. "Ketika seorang wanita menyusui anaknya. seorang anak adalah amanah dari Allah yang harus mendapatkan perawatan terbaik dan menyusui merupakan salah satu cara perawatan yang terbaik. Adapun bagi wanita yang telah dicerai ba`in maka tidak ada kewajiban menyusui. dan manakala wanita itu selesai menyusui anaknya malaikat pun meletakkan tangannya ke atas sisi wanita itu seraya berkata.” Oleh karena itu. "Tidak ada satu pun susu yang lebih bermanfaat dan lebih sesuai bagi anak dari air susu ibu. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa Islam amat menekankan pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayi. maka dia berhak mendapatkan upah atas apa yang telah dia kerjakan. Allah membalas setiap isapan air susu yang diisap anak dengan pahala memerdekakan seorang budak dari keturunan Nabi Ismail. atau c) tidak ada ayahnya." Sedemikian pentingnya kedudukan air susu ibu dalam Islam. meskipun tidak harus melalui ibunya sendiri. 5 Islam dan Air Susu Ibu Islam juga meyakini air susu ibu sebagai makanan terbaik bagi anak.kepada selain ibunya. kecuali dalam kondisi tertentu seperti jika anak tersebut tidak mau menyusu kepada selain ibunya atau suaminya tidak mampu untuk membayar biaya penyusuan anaknya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata. Rasulullah saw bersabda. dan merupakan sebuah hak alami. 2 Mayoritas Ulama: Sunnah bagi seorang ibu menyusui anaknya. Wallahu a’lam. 'Mulailah hidup dari baru. karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu. atau dia mampu namun tidak ada orang yang mau menyusui anaknya. Dalam kondisi pengecualian tersebut maka hukum menyusui anak adalah wajib. Terlepas dari perbedaan ulama. para ibu yang menginginkan pendidikan yang benar bagi .

karena hal itu akan sangat membantu bagi kesehatan fisik dan jiwa anaknya. "Jangan engkau suruh wanita bodoh menyusui anak-anakmu. pertama. Oleh karena itu. pilihlah pengasuh yang berakal. supaya kelak Anda mempunyai anak yang cantik. karena anak akan tumbuh sebagaimana keadaannya. perhatikanlah hadis-hadis berikut: Rasulullah saw bersabda. karena air susu akan membentuknya sebagaimana keadaannya. Pilihlah seorang wanita yang berakal. sehat. karena meski bagaimana pun air susu sangat berpengaruh pada perkembangan anak. 6 Islam dan Pengaruh Air Susu Ibu Islam meyakini jenis susu sangat berpengaruh pada perkembangan anak. "Perhatikanlah. siapa yang menyusui anak-anakmu. Ketiga. kuat. Islam menganjurkan untuk teliti dalam memilih istri-yang kelak akan menjadi ibu bagi anak-anak. pintar dan berakhlak baik. karena air susu akan menular. cantik. "Hindarilah menikah dengan wanita bodoh. berakhlak baik dan sehat." Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata. Sebagai contoh. "Sebagaimana untuk menikah engkau berusaha memilih wanita-wanita baik. karena air susu akan menular. "Jangan engkau minta wanita bodoh dan lemah penglihatannya menyusui anak-anakmu." Imam Muhammad Baqir as berkata. Islam menekankan agar sedapat mungkin anak diberi air susu ibu. berakhlak baik. sehat dan kuat. "Jangan engkau susui anak-anakmu dari air susu wanita bodoh. Kedua." Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata. jika terpaksa mengambil pengasuh bagi anakanak Anda. sehingga anakanakmu akan tertular bodoh. maka untuk menyusui anakmu pun engkau harus menemukan wanita-wanita yang baik. cantik. Rasulullah saw bersabda." Rasulullah saw bersabda. Karena bergaul dengannya adalah sebuah bencana dan anak-anak yang dilahirkannya akan menjadi generasi yang hilang.anaknya sedapat mungkin ia harus menyusui anaknya. karena air susu dapat merubah .

yaitu: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh. lamanya 30 bulan: َ َ ‫را ث‬ ُ‫ل‬ َ ‫ه‬ َ َ‫ه و‬ َ ‫ثو‬ ُ ُ ‫مل‬ ْ ‫ح‬ ُ ُ ‫صال‬ َ ِ‫ن وَف‬ ً ْ‫شه‬ “Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”. karena air susu akan menulari. (QS Al-Ahqaf: 15). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”. "Mintalah wanita-wanita cantik menyusui anakmu. Dalam hal menyusui anak..dan menyapihnya dalam dua tahun.. hanya kepada-Kulah kembalimu”.. "Mintalah wanitawanita suci (yang senantiasa dalam keadaan wudhu) untuk menyusui anakmu." Dalam Al-Qur’an ada ayat tentang menyusui anak.Imam Muhammad Baqir as berkata. Tentang hamil dan menyusui. (QS Luqman: 14). dan hindari wanita-wanita jelek. Ada juga ayat tentang ibu susuan. pembahasan bukannya masalah seksual. tetapi hukum-hukum yang diakibatkan oleh penyusuan. haram dinikahi (oleh anak yang disusuinya): ”Dan (diharamkan atasmu menikahi) ibu-ibumu yang menyusui kamu” (An-Nisaa’: 23). Di antaranya ada hadits Nabi saw: yang artinya: ." Pada hadis lain Imam Muhammad Baqir as berkata. (QS Al-Baqarah/ 2: 233). ada ayat yang menjelaskan. dan peringatan agar bersyukur kepada Allah dan kepada dua orang tua: َ ُ ‫شك‬ َ ْ ‫وال ِد َي‬ ‫ها‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ك‬ ِ ‫ن‬ ِ ‫م‬ ُ ُ ‫صال‬ َ ‫عا‬ َ ْ‫ل‬ َ ِ‫في وَف‬ ِ ‫رأ‬ ْ ْ ‫لي ا‬ َ ِ ‫ي وَل‬ ّ َ ‫رإ ِل‬ ُ ‫صي‬ ِ ْ ‫مي‬ Artinya: “. Ayat lain lagi menunjukkan tentang penyapihan anak. karena air susu itu menulari.

tetapi secara bergantian. 7 Tips Menyusui Bayi Bagi para ibu harus mengetahui beberapa hal agar payudaranya dapat menghasilkan air susu yang baik: a Payudara harus mendapat perhatian secara khusus sejak kandungan berumur 7 bulan. Aisyah lantas bertanya: Wahai Rasulullah! Seandainya bapa sepersusuanku masih hidup. ketika Rasulullah s. agar salah satu tidak lebih besar dari yang satu lagi.a.a. Sehingga hal ini dijelaskan didalam Al-Quran: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. tentunya dia boleh menemuiku bukan? Rasulullah s.a.a. payudara harus selalu dibersihkan. baik sebelum menyusui maupun sesudah menyusui.a. Menyusui bayi secara alami sangat dianjurkan dalam Islam. Aisyah berkata: Aku memberitahu kepada Rasulullah s. sering dicuci dengan air hangat dan sabun serta dibalur dengan perahan buah kurma. b Sesudah persalinan. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Payudara harus disangga dengan Bra yang benarbenar pas agar dapat menyangga payudara dengan baik. haram dinikahi) seperti juga haram karena keturunan” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Jangan menyusui bayi dengan sebelah payudara saja.a.w menjawab: Benar! Karena sesungguhnya persusuan itu mengharamkan (yakni menjadikan mahram.“Diriwayatkan dari Aisyah r.w: Wahai Rasulullah! Di sana ada seorang lelaki sedang meminta izin di rumah anda.a.a tiba-tiba dia mendengar suara seorang lelaki meminta izin di rumah Hafsah r.w hanya menjawab: Aku tahu Si Polan ialah bapa saudara sepersusuan Hafsah r.” (Al-Baqarah:233) Ayat ini menjelaskan secara gambling kepada para ibu agar mereka menyusui anak-anaknya dan menyempurnakan penyusuan itu .w berada di sisi Aisyah r. ia berkata: Sesungguhnya pada suatu hari. Rasulullah s.

yang semuanya sudah tercampur dalam kadar yang seimbang. vitamin. sedang air susu ibu adalah yang paling cocok untuk bayi. Air susu ibu yang sudah disusun sedemikian rupa oleh Allah SWT selalu bersih. zat besi. .selama dua tahun. agar dapat memberikannya makanan yang paling baik. Manfaat penyusuan secara alami tidak hanya terbatas pada pemberian air susu ibu kepada anaknya. Air susu ibu merupakan materi yang mengandung berbagai unsur yang dapat menanggulangi datangnya penyakit kepada anak yang sifatnya masih sangat labil. Tetapi kebersamaan antara ibu yang menyusui dengan bayinya dapat menciptakan hubungan yang dekat dan dapat memberikan perlindungan keamanan kepada sang bayi sehingga dapat mempercepat pertumbuhannya. Air susu ibu dapat mengalir terus sesuai dengan kebutuhan bayi. baik protein. susunan alamiahnya tidak pernah berubah dan terus berproduksi mengiringi perkembangan bayi. Ilmu pengetahuan modern menguatkan hakikat ini. Ayat ini perlu menyebutkan jangka waktunya selama dua tahun yang menunjukkan pentingnya penyusuan secara alami. Sehingga para dokter di Amerika menyatakan bahwa susu sapi hanya cocok untuk anak sapi. Air susu ibu memberikan berbagai macam kandungan yang dibutuhkan bayi.

ia harus mengqadha' apa yang diperbuatnya selama keluarya darah yang diragukan. tidak harus menunggu sampai 40 hari atau 60 hari.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A Kesimpulan Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita setelah melahirkan. kecuali hal-hal yang wajib. . Nifas itu mewajibkan mandi janabah. jika berhenti sebelum empat puluh hari kemudian keluar lagi pada hari keempat puluh. Di dalam banyak kitab fiqih disebutkan bahwa masa nifas itu ada minimalnya dan maksimalnya. Sedangkan bila ada puasa wajib yang ditinggalkan selama masa nifas itu. Dan setelah suci. wajib diqadha’. maka darah itu diragukan. saat itu segera mandi janabah dan sudah wajib shalat tanpa kewajiban mengqadha’nya. Tapi begitu darah nifas berhenti keluar. Begitu darah berhenti. yaitu yang wajib diqadha' wanita haid. Adapun darah nifas atau darah yang keluar pada masa nifas. Minimal adalah sekejap dan maksimal adalah 40 atau 60 hari. meski bayi yang dilahirkannya itu dalam keadaan mati. Karena itu wajib bagi si wanita shalat dan puasa fardhu yang tertentu waktunya pada waktunya dan terlarang baginya apa yang terlarang bagi wanita haid.

di mana keduanya ridha. Bahwa dibolehkan bagi seorang ibu untuk menyapih anaknya sebelum sempurna dua tahun masa susuan. untuk penyapihannya kurang dari dua tahun. Bahwa hal itu tidaklah cukup hanya dengan saling ridha antara kedua pasangan yang menyebabkan kelahirannya saja. yaitu. َ ‫ف‬ maksudnya. berhenti menyusui bayi tersebut sebelum dua tahun. antara mereka berdua apakah hal itu ٍ ‫و‬ merupakan kemaslahatan bayi ataukah tidak? Apabila ada maslahat (untuk َ } "maka tidak ada si bayi) dan mereka berdua rela. melihat dan memperhatikan serta menimbang kembali dalam masalah itu sehingga apabila benar-benar didalam penyapihan tersebut terdapat mashlahat bagi sang bayi tersebut. tentang hak menyusu bagi seorang anak .Berikut ini adalah beberapa yang dapat diambil dari surat Al-Baqarah ayat: 233. { ‫ما‬ َ ‫ح‬ َ ‫ج‬ َ ‫نا‬ ُ َ ‫فل‬ َ ‫ه‬ ِ ْ ‫عل َي‬ dosa atas keduanya". atau seorang wanita yang bukan ibu dari anaknya. dan mengulang. Sebagaimana ayat. pen) untuk menyusui anaknya. maka hal itu baru dibolehkan. karena tidaklah dibolehkan menyapih mereka sebelum dua tahun penuh kecuali setelah adanya saling ridha antara kedua orangtuanya (antara ibu yang melahirkan dan ayah yang menanamkan benih). Bolehnya seseorang untuk meminta orang lain (para ibu yang biasa menyusui. . sebagaimana ayat. { ‫ن‬ ْ ِ ‫فإ‬ َ ‫را‬ َ ‫" } أ‬Apabila keduanya ingin". { ‫عن‬ َ ‫ما‬ ُ ْ ‫من‬ َ ‫ه‬ ّ ‫ض‬ َ َ ‫" } ت‬dengan kerelaan keduanya". { ٍ ‫را‬ َ َ ‫وت‬ ‫ر‬ ُ ‫شا‬ َ } "dan permusyawaratan". { ً ‫صال‬ ِ } "menyapih". dan saling bermusyawarah. akan tetapi dengan syarat saling ridha dan musyawarah antara kedua orangtua anak tersebut demi kemashlahatan َ َ ‫دا‬ anak dan mereka berdua. . bahkan haruslah hal itu setelah terjadi musyawarah. . Inayah Allah Ta’ala kepada bayi-bayi yang masih dalam masa menyusu. kedua orang tua. maka tidak ada dosa bagimu …“. “jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Dan apabila .

DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anul karim Anonim. 2008. B 1 2 Saran Anjuran menunaikan tuntunan nifas sesuai dengan syariat islam Anjuran kepada para ibu untuk menyusui anaknya sendiri. Allah ta’ala memulai ayat tersebut dengan ‘Para Ibu…’. Praktek Menyusui dalam Hukum Islam.voa-islam. 2006. Berdasarkan firman Allah. Jakarta: Amzah Ikatan dokter Anak Indonesia. 2008. Ayah Beri Aku ASI. lalu suaminya atau ayah dari anak tersebut berkata. Khadijah AQ.com/muslimah/artikel/tips-menyusuibayi/. Fikih Kesehatan. 2007.ibu kandungnya meminta untuk menyusuinya sendiri. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. Bedah ASI.AlMutawakkil. dan air susunya lebih baik dan lezat bagi anaknya. Solo: Aqwamedika. http://www. Thalib. . Diakses 14/03/2011 Al-Hafidz. Kupas Tuntas 77 Masalah Hamil. maka ayahnya tersebut dipaksa untuk menyepakati keinginan ibu anaknya untuk menyusui. Melahirkan. karena manfaat air susu ibu tidak ada tandingannya dan sangat bermanfaat untuk perkembangan jasmani dan rohani anak. demikian pula bahwa hal itu lebih menumbuhkan kasih sayang antara seorang ibu dan anaknya. 2009. Sunardi. ‘Susukanlah anak itu kepada selain ibunya’. Menyusui dan Mengasuh Anak. M. A. karena seorang ibu lebih sayang (kepada anaknya) . Bandung: Ma’alimul Usroh Media. “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya…”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful