P. 1
Penetapan Lemak Dengan Metode Ekstraksi Soxhlet

Penetapan Lemak Dengan Metode Ekstraksi Soxhlet

|Views: 156|Likes:
Published by Hilda Niedlich
laporan
laporan

More info:

Published by: Hilda Niedlich on Sep 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

PENETAPAN LEMAK DENGAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET I.

TUJUAN PERCOBAAN

1. Mahasiswa dapat melakukan analisis kadar lemak dalam suatu bahan pangan 2. Mahasiswa dapat mengetahui kadar lemak dalam bahan pangan II. PERALATAN DAN BAHAN

1. Alat ekstraksi soxhlet lengkap dengan kondenser dan labu lemak 2. Alat pemanas listrik 3. Oven 4. Timbangan analitik 5. Erlenmeyer 6. Bahan : Mayonaise III. DASAR TEORI

1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5 gr

Minyak atau lemak merupkan komponen bahan makanan yang penting. Istilah minyak atau lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu kamar bahan tersebut dalam keadaan cair atau padat. Bila pada suhu kamar dalam keadaan cair, maka disebut minyak, sebaliknya bila dalam keadaan padat disebut lemak. Lipid atau lipida lebih merupakan istilah ilmiah, yang mencakup baik minyak maupun lemak. Dalam pustaka asing, lipida yang kita makan umumnya disebut ditery fat, yang dapat kita terjemahkan lemak pangan. Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompk senyawa yang berbeda. Dalam bahan makanan lemak dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak (visible) dan yang tidak tampak (invisible). Lemak yang tampak misalnya mentega, margarin, minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak misalnya yang terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu, telur, dan sebagainya. Fungsi dan manfaat lemak Sehubungan dengan fungsi lemak Sebagai bahan makanan lemak mempunyai peranan yang penting, karena (Pyke, 1977)

mengemukakan bahwa:(1). Kandungan kalorinya sangat tinggi. Oleh karena itu sangat penting untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang mengerjakan

tugas/pekerjaan fisik yang berat. Selain itu adanya lemak dalam bahan makanan dapat

(4). yang disebut asam lemak esensial. membantu penyerapan vitamin A. Selain itu juga sebagai penyusun membran yang sangat penting untuk berbagai tugas metabolisme. karena lemak cadangan yang ada yang ada dalam tubuh dapat melindungi berbagai organ yang penting.(2). sumber asam lemak esensial. E dan K. sedangkan pada kecukupan protein dan zat gizi lain adalah nilai rata-rata kebutuhan ditambah dengan 2 kali simpangan baku (2 SD) (Sediaoetama.D.(3). A. 1989 dan Muhilal dkk 1998). Berdasarkan kemudahan proses pencernaan. lemak dibagi 3 yaitu : lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda. seperti ginjal. karena dapat merupakan prekursor pembentukan hormon tertentu seperti prostaglandin. tidak saja sebagai isolator.B. Lemak dalam tubuh mempunyai peranan yang penting. dan kondisi fisiologis.B. Asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh tunggal mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan nabati (kecuali minyak kelapa). penyebab makanan mempunyai tekstur khusus (lunak atau keras) dan menambah lezat hidangan serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama (Sediaoetama. tetapi juga kerusakan fisik yang mungkin terjadi padawaktu kecelakaan. Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berperan sebagai sumber dan cadangan energi. 1989 dan Muhilal dkk 1998). yaitu vitamin A. Asam lemak jenuh tidak mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan hewani. A. D. Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.memberikan citarasa kelezatan yang lebih menarik. Konsep kecukupan energi kelompok penduduk adalah nilai rata-rata kebutuhan. jenis kelamin. hati dan sebagainya. seperti kehamilan dan menyusui. Oleh karena itu mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung lemak akan menjamin penyediaan vitamin-vitamin tersebut untuk keperluan tubuh. Oleh karena itu mengkonsumsi lemak atau minyak perlu dibatasi 1/4 dari kecukupan energi atau jika dalam bentuk . asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak jenuh (Depkes 1995).E dan K. Lemak juga dapat melarutkan berbagai vitamin. Angka Kecukupan Gizi (AKG) Angka kecukupan gizi (AKG) adalah nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut kelompok umur. Kandungan asam lemak sangat penting.

mengeringkan tabung pendidihan yang berisi lemak yang terekstraksi pada oven 1000C selama 30 menit . tabung Soxhlet. dan kondensator . Setelah sampai batas tertentu. expansion adapter. pelarut akan kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis. bypass sidearm.trigliserida. dan cooling water out (Darmasih 1997). Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. thimble selulosa. menuangkan eter anhydrous dalam tabung pendidihan. cairan penyari dipanaskan sehingga menguap. Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul antibumping. Dalam hidangan sehari-hari.minyak antara 2-4 sendok makan sehari. Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Sampel yang akan diekstraksi ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel terhadap pelarut dan diletakkan di atas tabung destilasi. condenser (pendingin). Sampel yang bisa diperiksa meliputi pemeriksaan lemak. ekstraksi dalam Soxhlet . Langkah-langkah dalam metode Soxhlet adalah : menimbang tabung pendidihan . . syphon arm inlet. uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon.kolesterol. cukup makan 2-4 jenis makanan yang berminyak atau berlemak (Depkes 1995) Metode yang digunakan adalah metode Soxhlet. still pot (wadah penyuling. Soxhlet yang digunakan untuk ekstraksi lipida (Wirakusumah 2007). didinginkan dalam desikator lalu ditimbang (Nielsen 1998).extraction liquid. Soxhlet merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarutan yang berulang-ulang dengan pelarut yang sesuai. cooling water in. dididihkan dan dikondensaasikan di atas sampel. Proses ini berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam peralatan. syphon arm outlet. Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara berkesinambungan. susun tabung pendidihan.

Ketika pelarut dididihkan. labu kosong diisi butir batu didih. 2. Selanjutnya. ditimbang 5 sampai dengan 10 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam “Thimble” (selongsong tempat sampel) .Sampel yang sudah dihaluskan. Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor . Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak kemudian mulai dipanaskan (Darmasih 1997). Setelah proses ekstraksi selesai. kemudian menetes ke thimble. Pelarut yang digunakan adalah petroleum spiritus dengan titik didih 60 sampai dengan 80°C. pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses penyulingan dan dikeringkan (Darmasih 1997). Alat pendingin disambungkan dengan Soxhlet. labu diisi dengan petroleum spiritus 60 – 80°C sebanyak 175 ml. larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi. Setelah dikeringkan dan didinginkan. Keuntungan metode ini adalah : 1. uapnya naik melewati Soxhlet menuju ke pipa pendingin. Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar kondensor mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fase cair. Fungsi batu didih ialah untuk meratakan panas. Digunakan pelarut yang lebih sedikit Pemanasannya dapat diatur Kerugian dari metode ini : . Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung. Digunakan petroleum spiritus karena kelarutan lemak pada pelarut organik. di atas sampel ditutup dengan kapas. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. Pelarut melarutkan lemak dalam thimble. 3. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan selama 6 jam. Thimble yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam Soxhlet.

1. sehingga mencegah bersatunya . Emulsifier ini mampu membentuk sebuah selaput (film) di sekeliling butiran yang terdispersi. Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya. Kadar minyak mayonnaise tidak boleh lebih dari 65%berat. cheese cream . bagian kedua disebut media pendispersi yang juga dikenal sebagai continuous phase. Emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan yang lain. kuning telur. dan MSG. Mayonnaise merupakan emulsi minyak dalam air dengan kuning telur berfungsi sebagai emulsifier. gula. dan bagian ketiga adalah emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi di dalam air. juga merupakan beberapa contoh produk dengan proses emulsi yang banyak dimanfaatkan dalam jenis makanan kita. paprika. yaitu bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir-butir yang biasanya terdiri dari lemak. Karena pelarut didaur ulang. dan beberapa bumbu yaitu garam. PERANAN LEMAK DALAM MAYONAISE Mayonnaise adalah jenis bahan pangan berupa emulsi setengah padat yang dibuat dari minyak nabati. seperti metanol atau air. yang biasanya terdiri dari air. yang molekul-molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonistik. cuka/lemon juice atau asam sitrat. karena seluruh alat yang berada di bawah komdensor perlu berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif. Mayonnaise merupakan salah satu contoh produk proses emulsi. Pada suatu emulsi terdapat tiga bagian utama. 3. 2. Bila dilakukan dalam skala besar. ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas. selain itu french dressing. dan membentuk emulsi yang sangat halus dalam cuka atau lemon juice. mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi.

fosfatidilkolin . phosphatidylethanolamine . Sifat seperti itu sangat dibutuhkan dalam pengolahan berbagai jenis makanan. Daya aftinitasnya harus parsial dan tidak sama terhadap kedua cairan tersebut. tetapi yang menyebabkan daya emulsifier yang kuat adalah kandungan lesitinnya yang terdapat dalam bentuk kompleks sebagai lesitin-protein. albumin. gliserol . gelatin. kolin . Kuning telur merupakan emulsifier yang sangat kuat (terdapat sejenis bahan yang memiliki tingkat kesukaan terhadap air dan minyak sekaligus). asam lemak . Beberapa bahan yang dapat berfungsi sebagai emulsifier adalah kuning telur. dan molekul organic sederhana seperti kolin. . Fosfatidilkolin merupakan jenis fosfolipid di lesitin. dan fosfolipid (misalnya. Identifikasi fosfolipid pertamakali yaitu lesitin. seperti dalam pembuatan biskuit.kembali butir-butir tersebut atau dengan kata lain dapat dikatakan untuk mencegah terjadinya pemisahan kembali antara lemak (bagian terdispersi) dan air (bagian pendispersi). atau emlsifyng agent. mayonaise. atau beberapa tepung yang sangat halus seperti misalnya tepung paprika atau mustard. trigliserida . serta kuning telur yang terdiri dari asam fosfat . paling sedikit sepertiga kuning telur terdiri dari lemak. dan phosphatidylinositol ). pektin. kasein. Pada produk mayonnaise bagian yang terdispersi adalah minyak nabati. Fosfolipid termasuk dalam kelompok lemak/lipid yang komponen utamanya membrane sel karena fosfolipid dapat membentuk bilayers lipid. atau fosfatidilkolin dalam kuning telur. dan sebagainya. kecuali sphingomyelin yang merupakan turunan dari sphingosine bukan dari gliserol. Oleh karenanya bahan itu dapat dijadikan jembatan untuk mencampurkan antara bahan lemak dan bahan air. glycolipids . Senyawa emulsifier ini molekul-molekulnya mempunyai aftinitas terhadap kedua cairan tersebut. Lecithin adalah istilah umum pada setiap kelompok warna kecoklatan dan zat-kuning lemak yang terdapat pada hewan dan jaringan tumbuhan. pasta kanji. diantaranya adalah emulsifier. Satu ujung molekul tersebut suka air dan ujung yang lainnya suka minyak. kue. Sebenarnya ada beberapa istilah yang digunakan uuuntuk bahan/bagain yang ketiga. bagian yang mendispersi (media pendispersi) asam cuka atau lemon juice. gugus fosfat. stabilizer. cake. Kebanyakan fosfolipid terdiri dari diglycerid. telur utuh. dan bagian emulsifiernya adalah kuning telur.

berbeda dengan emulsi temporer yang terjadi pada french dressing yang selalu memisah antara minyak dan air jika tidak dikocok. oleh karenanya pada penggunaan French dressing ini harus segera digunakan sesaat etelah dilakukan pengocokan karena pada saat pengocokan inilah minyak dan air dapat bersatu namun jika tidak langsung digunakan maka akan cepat memisah. Emulsi permanen yang dimaksud disini yaitu pada campuran tersebut antara minyak nabati dan asam cuka/lemon juice yang dicampurkan tidak terpisah lagi. Hal ini berbeda dengan mayonnaise yang stabil dan tidak memisah lagi walaupun lama didiamkan/tidak langsung digunakan. Kepala hidrofilik berisi gugus fosfat bermuatan negative. Ekornya yang bersifat hidrofobik terdiri dari asam lemak rantai hidrokarbon. Bagian kepala fosfolipid merupakan bagian yang hidrofilik (tertarik pada air) dan bagian ekor yaitu tertarik pada hidrofobik (tidak suka dengan air/menjauhi air dan lebih terikat pada minyak/lemak).Mekanisme lesitin dapat menyatukan minyak (lemak) dan air (asam cuka/lemn juice pada pembuatan mayonnaise) adalah fosfolipid yang merupakan pembentuk lesitin terdiri dari bagian yang polar (air) dan bagian yang non polar (minyak/lemak). . Ketika berada pada kondisi di dalam air fosfolipid tersebut membentuk berbagai struktur tergantung pada sifat spesifiknya dan dalam hal pembuatan mayonnaise fosfolipid tersebut membentuk/berperan sebagai emulsifier dimana yang berperan dalam menyatukan antara minyak nabati dan sam cuka/lemon juice yang merupakan bahan utama pembuatan mayonnaise menjadi suatu emulsi setengah padat yang kompak/mantap atau sering disebut juga emulsi permanen. yang kemungkinan juga terdiri dari kelompok/jenis polar yang lainnya.

Menimbang labu lemak hasil pengeringan sampai beratnya tetap dan didinginkan dalam desikator. sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan.IV. Mendistilasi pelarut yang ada di dalam labu lemak. Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ektraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C. menampung pelarutnya. 3. 7. yang sesuai ukurannya. kemudian memasang alat kondenser diatasnya dan labu lemak di bawahnya. 8. 6. Menimbang 5 gr sampel dalam bentuk tepung langsung dalam saringan timbel. Meletakkan timbel atau kertas saring yang berisi sampel tersebut dalam alat ekstraksi soxhlet. mengeringkan dalam oven. 4. Melakukan refluks minimun 2 jam sampai pelarut Yang turun kembali ke labu lemak bewarna jernih. 5. Sebagai alternatif sampel dapat dibungkus dengan kertas saring. Mengambil labu lemak yang ukuran sesuai dengan alat ekstraksi soxhlet yang akan digunakan. Menghitung berat lemak dengan rumus % lemak = . kemudian menutup dengan kapas wool yang bebas lemak. PROSEDUR KERJA 1. Menuangkan pelarut heksan atau dietil eter ke dalam labu lemak secukupnya. mendinginkan dalam desikator dan menimbangnya 2.

dengan waktu: Siklus pertama Siklus kedua Siklus ketiga Siklus keempat = 21 menit = 15 menit = 13 menit = 9 menit  Berat lemak yang dihasilkan = 3. PERHITUNGAN  Berat sampel  Berat lemak = 5 gram = 3.V.1 gram  % lemak = 62 % VI. terjadi 4 siklus.1 gram . DATA PENGAMATAN  Sampel yang digunakan = 5 gram mayonnaise  Pada saat ekstraksi.

Thimble yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam soxhlet. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Tahapan pertama yang kami lakukan ialah menimbang sampel sebanyak 5 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam thimble (selongsong tempat sampel). dan cooling water out. sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. di atas sample ditutup dengan kapas. Pelarut anhydrous merupakan pelarut yang benar-benar bebas air. Setelah dikeringkan labu lemak diisi dengan pelarut anhydrous. Pada saat ekstraksi air pendingin pada kondenser harus dijaga karena semakin rendah suhu maka cairan akan cepat menetes. Penetapan kadar lemak dengan metode soxhlet ini dilakukan dengan cara mengeluarkan lemak dari bahan dengan pelarut anhydrous. Alat pendingin disambungkan dengan soxhlet. extraction liquid. syphon arm inlet. Waktu yang digunakan lebih cepat. expansion adapter. cooling water in. syphon arm outlet. Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak mulai dipanaskan. Hal tersebut bertujuan supaya bahanbahan yang larut air tidak terekstrak dan terhitung sebagai lemak serta keaktifan pelarut tersebut tidak berkurang. thimble selulosa. Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor.VII. . ANALISA PERCOBAAN Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan yaitu “Penetapan Kadar Lemak pada Mayonaise Menggunakan Metode Soxhlet (metode ekstraksi kering)” dapat dianalisa bahwa Soxhlet merupakan alat yang terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping. still pot (wadah penyuling) bypass sidearm. Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu. Selain pelarut tersebut dan memiliki polaritas yang sama dengan pelarut yang digunakan sehingga lemak dapat dikeluarkan dari mayonaise. Soxhlet biasa digunakan dalam pengekstrasian emak pada suatu bahan makanan. condenser (pendingin). Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas.

Kadar lemak diperoleh melalui selisih berat labu lemak akhir dengan berat labu lemak awal. uapnya naik melewati soxhlet menuju ke pipa pendingin. kadar lemak pada mayonnaise yang diperoleh dari percobaan ini tidak sesuai dengan literatur karena persentase kadar lemak mayonnaise hasil percobaan ini lebih rendah dari persentase kadar lemak pada literatur. Proses ini terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam slongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon kemudian menetes ke thimble. Berdasarkan tabel Standar Nasional Indonesia No. tipe pelarut. sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. . kuantitas pelarut yang digunakan juga harus tepat sehingga lemak yang ada dalam sampel terekstrak semua. Selanjutnya mayonnaise yang telah diuji kadar lemaknya dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia No 01-4473-1998. Kesalahan tersebut termasuk kesalahan waktu ekstraksi. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. 01-4473-1998 disebutkan bahwa persentase kadar lemak pada Mayonnaise yaitu minimal 65%. dibagi dengan berat sampel. Hasil dari percobaan ini diperoleh persentasi kadar lemak sebesar 62%.Pada saat pelarut dididihkan. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. Hal ini bisa menyebabkan kadar lemak dalam sampel rendah karena lemak dalam sampel belum terekstrak secara sempurna. suhu pelarut. Proses ekstraksi dilakukan sampai tidak ada lagi lemak yang terkandung dalam bahan. Berdasarkan literatur tersebut. Cairan penyari dipanaskan sehingga menguap. Selanjutnya sampel dipisahkan dengan cara didestilasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah tipe persiapan sampel. waktu ekstraksi. kuantitas pelarut. kesalahan pada percobaan ini dapat disebabkan karena ketidaktepatan faktorfaktor tersebut. pemisahan tersebut berdasarkan titik didih yang mana pelarut akan lebih cepat berubah menjadi fase gas sehingga yang tertinggal pada labu hanyalah lemak. Dengan demikian. kemudian dikalikan 100%. larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi. Selain itu. misalnya pada percobaan ini proses ekstraksi hanya dilakukan sampai siklus ke empat. Pelarut melarutkan lemak dalam thimble. Tetapi pada praktikum hanya dilakukan sampai siklus ke 4 Hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu dalam praktikum.

dapat disimpulkan bahwa: Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul antibumping. cooling water in. kemudian dikalikan 100%. bypass sidearm. dan cooling water out ( Menentukan persen kadar lemak yang terkandung dalam suatu bahan dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih berat labu lemak akhir dengan berat labu lemak awal. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan. Kadar lemak yang dihasilkan adalah sebesar 62 %.VIII. 01-4473-1998 kadar lemak pada mayonnaise minimal 65% sehingga hasil dari percobaan ini tidak sesuai dengan literature karena hasilnya lebih kecil dari literature. condenser (pendingin). syphon arm outlet. expansion adapter. dibagi dengan berat sampel. . still pot (wadah penyuling. Berdasarkan table SNI No. thimble selulosa.extraction liquid. syphon arm inlet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->