P. 1
Pengaruh Bayi Lahir Dengan Berat Badan Rendah Terhadap Hipoplasia Email

Pengaruh Bayi Lahir Dengan Berat Badan Rendah Terhadap Hipoplasia Email

|Views: 206|Likes:
Oral Biology
Oral Biology

More info:

Published by: Sanny Susanti Manurung on Sep 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2014

pdf

text

original

Pengaruh Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah terhadap Hipoplasia Email Sanny Susanti Manurung Mahasiswa PSKG

Universitas Sriwijaya 2011

Abstract Enamel hypoplasia can be caused by genetic and environmental factors in the prenatal period. Babies who are born low weight (LBW) is one of the factors that influence the occurrence of email hypoplasia. Normal baby's weight is 2500 grams. Oxygen deficiency and malnutrition factors during pregnancy may cause enamel hypoplasia in baby. This paper will discuss how the enamel hypoplasia in babies who are born low weight. Key words : enamel hypoplasia, born low weight (LBW), oxygen deficiency, malnutrition

Pendahuluan Berat badan lahir normal adalah 2500 gram – 4000 gram.5 Tidak semua bayi lahir dengan berat badan normal, ada bayi yang lahir dengan berat >4000 gram dan ada pula bayi lahir dengan berat badan <2500 gram. Definisi bayi dengan berat badan rendah (bblr) adalah bila berat badannya kurang dari 2500 gram.3 Definisi ini berdasarkan pada hasil observasi epidemiologi yang membuktikan bahwa bayi lahir dengan berat kurang dari 2500 gram mempunyai kontribusi terhadap kesehatan yang buruk. Menurunkan insiden BBLR hingga sepertiganya menjadi salah satu tujuan utama “ A World Fit For Children” hingga tahun 2010 sesuai deklarasi dan rencana kerja United Nations General Assembly Special Session on Children in 2002. Lebih dari 20 juta bayi diseluruh dunia (15,5%) dari seluruh kelahiran, merupakan BBLR di Asia adalah 22%. Sebelum tahun 1961,

1

berdasarkan berat badan saja, dianggap bayi prematur atau berdasarkan umur kehamilan, yaitu kurang dari 37 minggu.3 Ternyata tidak semua bayi dengan berat badan lahir rendah, bermasalah sebagai prematur, tetapi terdapat beberapa kriteria sebagai berikut3 : 1. Berat badan lahir rendah, sesuai dengan umur kehamilannya, menurut perhitungan hari pertama haid terakhir.3 2. Bayi dengan ukuran kecil masa kehamilan (KMK), artinya bayi yang berat badannya kurang dari persentil ke-10 dari berat sesungguhnya yang harus dicapai, menurut umur kehamilannya.3 3. Atau berat badan lahir rendah ini disebabkan oleh kombinasi keduanya, artinya : a. Umur hamilnya belum waktunya untuk lahir.3 b. Tumbuh kembang intrauteri, mengalami gangguan sehingga menjadi kecil untuk masa kehamilannya.3 WHO memperkirakan bahwa prevalensi BBLR dinegara maju sebesar 37% dan di negara berkembang berkisar antara 13-38%. Untuk Indonesia belum ada angka pesat secara keseluruhan, hanya perkiraan WHO pada tahun 1990 adalah 14% dari seluruh koheren hidup.4 Ciri bentuk bayi dengan berat badan lahir rendah dapat dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Small for gestation age (SGA) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK)3 2. Umur hamil kurang 37 minggu, sesuai masa kehamilan (SMK)3 Kecil untuk masa kehamilan adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan sesungguhnya untuk masa kehamilan. Hal ini karena janin mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilan (KMK). Kecil Masa Kehamilan terjadi sebagai akibat adanya gangguan pertumbuhan prenatal yang disebut Intra Uterine Growth Restriction (IUGR), yaitu hambatan pertumbuhan yang dialami bayi di dalam kandungan yang disebabkan oleh berbagai faktor yaitu faktor ibu, faktor anak, dan plasenta.2

2

Faktor ibu Faktor ibu yang mempengaruhi berat bayi lahir antara lain usia ibu hamil, kehamilan dibawah 20 tahun merupakan kehamilan berisiko tinggi karena perkembangan organ-organ reproduksi dan fungsi fisiologinya belum optimal.6 Dan kehamilan diatas usia 35 tahun juga tidak dianjurkan karena mulai usia ini sering muncul penyakit seperti hipertensi, tumor jinak peranakan, organ kandungan sudah menua dan jalan lahir telah kaku.6 Kesulitan dan bahaya yang akan terjadi pada kehamilan diatas usia 35 tahun ini adalah preeklamsia, ketuban pecah dini, perdarahan, persalinan tidak lancar dan berat bayi lahir rendah.6 Paritas dalam arti khusus yaitu jumlah atau banyaknya anak yang dilahirkan. Paritas dikatakan tinggi bila seorang ibu atau wanita melahirkan anak ke empat atau lebih. Seorang wanita yang sudah mempunyai tiga anak dan terjadi kehamilan lagi keadaan kesehatannya akan mulai menurun, sering mengalami kurang darah (anemia), terjadi perdarahan lewat jalan lahir dan letak bayi sungsang atau melintang. Kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil juga sangat mempengaruhi berat bayi yang dilahirkan. Seorang ibu hamil dikatakan menderita anemia bila kadar hemoglobinnya dibawah 12 gr/dl. Data Depkes RI diketahui bahwa 24,5% ibu hamil menderita anemia.9 Anemia pada ibu hamil akan menambah risiko mendapatkan bayi berat lahir rendah (BBLR), risiko perdarahan sebelum dan pada saat persalinan, bahkan dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya, jika ibu hamil tersebut menderita anemia berat.9 Hal ini disebabkan karena kurangnya suplai darah nutrisi akan oksigen pada plasenta yang akan berpengaruh pada fungsi plasenta terhadap janin. Status gizi ibu hamil, status gizi ibu pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Ibu dengan asupan nutrisi yang kurang sehingga tidak ada penambahan berat badan ibu selama kehamilan trimester ketiga.2 Status gizi ibu hamil sangat berpegaruh pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Status gizi ibu hamil buruk sebelum dan selama kehamilan akan menyebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR). Penambahan berat badan ibu normal adalah berkisar 9 kg- 12 kg, dimana pada trimester I pertambahan 1 kg

3

,trimester II sekitar 3 Kg dan Trimester III 5-6 kg.8 Penambahan berat badan berpengaruh pada berat bayi baru lahir.8 Sehingga dapat diasumsikan penambahan yang sesuai berkontribusi terhadap berat badan bayi sehingga menentukan bayi tergolong dalam berat badan kurang dari 2500 gram atau berat badan bayi lebih dari 2500 gram.8 Penyakit kehamilan yang dapat mempengaruhi berat bayi lahir diantaranya adalah Diabetes melitus (DM), cacar air, dan penyakit infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Sedangan

kondisi anak meliputi tipe kehamilan apakah tunggal atau multipel, adanya kelainan kongenital, genetik dan kromosom, sedangkan faktor plasenta meliputi tumor, kelainan plasenta dan sebagainya.2 Intra Uterine Growth Restriction dapat mengakibatkan gangguan perkembangan berbagai organ termasuk gigi karena masa prenatal merupakan saat kritis pembentukan gigi terutama gigi sulung.2 Defek email gigi sulung dapat disebabkan oleh defek perkembangan yang terjadi pada saat pertumbuhan dan perkembangan gigi yaitu pada tahap histodiferensiasi, morfodiferensiasi, aposisi, dan kalsifikasi.2 Kelainan dapat terjadi pada trimester satu, dua atau tiga dengan manifestasi hipoplasia atau hipokalsifikasi tergantung saat terjadinya.2 Makalah ini akan membahas mengenai hipoplasia email dan bagaimana pengaruh BBLR khususnya pada kecil masa kehamilan (KMK) terhadap hipoplasia email.

Hipoplasia Email Hipoplasia email sering ditemukan dan terjadi pada sekitar 10% populasi.11 Hipoplasia email merupakan istilah untuk menunjukkan pembentukan defek sempurna pada email yang menghasilkan cacat menyeluruh atau perubahan dalam bentuk.11 Hipoplasia email dapat mengenai gigi susu dan tetap.11 Penyakit sistemis disertai kelainan degeneratif sewaktu hamil, juga dapat herediter dan terjadinya kelainan degeneratif pada sel
11

ameloblas

yang mengganggu

pembentukan email.

Bila sel ameloblas mengalami kerusakan selama periode

pembentukan gigi, yaitu dalam masa pembentukan matriks email, gigi akan mengalami defek dalam bentuknya.11 Banyak faktor baik yang diketahui maupun

4

yang tidak diketahui dapat menimbulkan jejas pada ameloblas dan menyebabkan hipoplasia.11 Diantaranya faktor lokal yang meliputi trauma (misal Turner Teeth), infeksi, radiasi, idiopatik, faktor umum yaitu lingkungan, prenatal (sifilis kongenital), neonatal (Hipokalsemia), dan postnatal (defisiensi vitamin atau fluor yang berlebihan ). Gambaran klinis hipoplasia email yaitu : 1. Jenis Kualitatif : berkurangnya mineralisasi (hipomineralisasi), secara klinis bermanifestasi sebagai hipomineralisasi (amelogenesis imperfekta) dan aplasia email11 2. Jenis Kuantitatif : mineralisasi normal, ketebalan email berkurang11 Secara klinis, tampak gambaran yang sangat bervariasi.11 Gigi dapat tampak cekung, berwarna cokelat karena hampir tidak terbentuk email.11 Hipoplasia dapat pula tampak sebagai ceruk kecil, barisan lekukan horizontal atau ceruk, atau tampak sederhana sebagai hilangnya lapisan email.11 Jejas kelahiran dapat menyebabkan defek garis yang jelas pada mesiodistal atau horizontal.11 Garis neonatal ini umumnya terlihat pada sepertiga gingiva dari insisivus susu dan ujung molar pertama tetap.11

Hipoplasia Email (Soediono, Janti 2009).

Hipoplasia Email (Soediono, Janti 2009).

5

Pengaruh bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) terhadap hipoplasia email

Pada suatu hasil penelitian telah menunjukkan prevalensi tinggi cacat perkembangan email (DDE) pada anak-anak kelahiran prematur dan berat badan rendah antara 20% sampai 96% dengan frekuensi tertinggi pada anak-anak lahir sangat rendah berat badan.1 Anak-anak dengan berat lahir terendah dan usia kehamilan terpendek memiliki tingkat terendah perkembangan gigi, khususnya sebelum enam tahun usia.13 Temuan untuk cacat enamel gigi dalam utama dari kelompok rendah (BBLR) berat lahir anak yang berkaitan dengan sejarah kesehatan prenatal.7 Pemeriksaan dari 110 anak BBLR dan 93 anak berusia 5 tahun yang berat normal menunjukkan bahwa secara signifikan lebih banyak anak-anak BBLR (71%) memiliki hipoplasia dibandingkan yang berat normal (15%), tetapi tidak ada perbedaan pada masing-masing kekeruhan (BBLR 25%, dan 26% pada berat normal).7 Hipoplasia email jarang terjadi pada pembentukan gigi susu, karena stress intrauterine yang relatif jarang dibanding dengan penyakit yang sering terjadi selama awal masa bayi, ketika terjadi pembentukan email pada sepertiga bagian luar gigi insisivus tetap, kaninus dan molar pertama.10 Pada pembentukan gigi susu, hipoplasia terjadi akibat gangguan setelah kehamilan sekitar 15 minggu ketika gigi-gigi mulai terkalsifikasi.10 Defisiensi oksigen pada bayi berat lahir rendah bersamaan dengan hipoplasia email.10 Defek ini menyertai garis pembentukan email.10 Hubungan ini juga terjadi antara hipoplasia email pada gigi susu serebral palsi.10 Satu gangguan lokal yang disertai dengan hipoplasia email memperlama inturbasi endotrakeal oral.10 Tekanan pipa mengganggu pembentukan email pada bayi berat lahir rendah.10 Kondisi ibu selama hamil yang sering terjadi adalah malnutrisi juga merupakan salah satu faktor penyebab BBLR yang dapat menyebabkan terjadinya hipoplasia email.2 Malnutrisi berhubungan dengan anoreksia berkepanjangan dan hiperemesis yang dapat berlangsung pada trimester I, trimester II, bahkan sampai dengan trimester III.2 Anoreksia/hiperemesis yang berkepanjangan pada trimester

6

I didapatkan sebanyak 26,8%. Adanya hiperemesis yang berkepanjangan pada trimester I kehamilan akan mempengaruhi asupan nutrisi janin, sehingga mengakibatkan malnutrisi intrauterin. Terdapat dua variabel yang mempengaruhi pertumbuhan janin yaitu berat ibu sebelum hamil dan pertambahan berat ibu selama hamil.2 Selama trimester pertama kehamilan, status nutrisi ibu memiliki efek kecil terhadap pertumbuhan janin, tetapi pada trimester tiga saat hipertrofi seluler, kebutuhan janin dapat melebihi persediaan ibu sehingga dapat terjadi penurunan berat badan ibu. Hal tersebut dapat disebabkan oleh malnutrisi berkepanjangan, asupan nutrisi ibu rendah, sehingga terjadi hambatan pertumbuhan janin (IUGR) yang mengakibatkan gangguan perkembangan organ termasuk gigi. Dapat terjadi gangguan perkembangan gigi sulung sehingga ditemukan hipoplasia atau hipokalsifikasi gigi sulung.2 Nutrisi maternal yang optimal penting untuk pembentukan matriks dan mineralisasi gigi sulung.2 Nutrisi ibu yang optimal pada masa bayi dan masa anak diperlukan juga untuk kalsifikasi gigi tetap. Adanya defisiensi nutrisi pada saat akhir Bell stage atau awal aposisi dapat mengganggu aktivitas ameloblas dalam tahap sekresi sehingga

menghasilkan produksi protein matrik email yang kurang, mengakibatkan kurangnya pembentukan email dan dapat terjadi hipoplasia.2 Hal tersebut disebabkan oleh gangguan di awal kehamilan yang mengakibatkan terjadinya hipoplasia.2 Hipoplasia email dapat dikarenakan adanya perubahan degeneratif ameloblas.2 Bila terjadi gangguan sebelum amelogenesis maka email sama sekali tidak terbentuk, tetapi bila terjadi gangguan pada saat diferensiasi, akan ada daerah hipoplasia.2 Demikian pula dengan adanya infeksi baik akut maupun kronik pada awal kehamilan dapat mengganggu embriogenesis.2 Infeksi dapat menyebabkan perfusi plasenta buruk serta asupan nutrisi yang tidak optimal, sehingga tumbuh kembang gigi terganggu.2 Penyakit infeksi kronik pada ibu juga merupakan faktor penyebab penting yang berdampak nyata pada sirkulasi uteroplasenta dan fetoplasenta sehingga mengganggu asupan nutrisi, dan menyebabkan IUGR serta defek organ.2 Pada hasil penelitian anak KMK dengan karak-teristik ibu saat hamil TBC berat pada trimester I memperlihatkan hipoplasia dengan skor defek berat.

7

Adanya gangguan sirkulasi uteroplasental juga dapat disebabkan oleh preeklampsia sehingga mengganggu transpor O2 dan nutrisi.2 Persentase preeklampsia pada suatu penelitian adalah berkisar 12,42%. Kriteria riwayat hipertensi bila tekanan darah berada dalam 140/90 mmHg atau lebih besar. Hipertensi pada usia <21 minggu berisiko untuk terjadinya KMK.2 Adanya hipertensi berdampak pada perkembangan gigi, apabila hipertensi terjadi pada awal kehamilan maka akan terjadi hipoplasia.2 Menurut WHO definisi preeklampsia adalah tekanan darah 140/90 mmHg dan adanya proteinuria 300 mg/L dalam 24 jam.2 Bila preeklampsia terjadi pada awal kehamilan akan berefek buruk pada janin, yaitu dapat mengakibatkan IUGR tipe simetri, kelahiran prematur dengan BBLR sedangkan apabila terjadi pada trimester tiga maka janin akan mengalami trombositopenia dan netropenia dan akan mengganggu sirkulasi uteroplasenta sehingga asupan nutrisi ke janin berkurang dan janin akan mengalami hambatan pertumbuhan tipe asimetri dengan kelainan gigi hipokalsifikasi.2 Selain gangguan uteroplasenta, hipoksia intrauterin dapat terjadi yang disebabkan oleh ibu perokok. Dalam hasil penelitian disebutkan jumlahnya tidak banyak hanya 5,23%. Merokok selama kehamilan merupakan faktor risiko yang serius, karena secara tidak langsung menurunkan asupan nutrisi ibu yang dapat menyebabkan IUGR.2 Konsentrasi karbon monoksida pada ibu merokok yang cukup tinggi, dapat meningkatkan kadar karbon monoksida janin.2 Pengeluaran karbon monoksida ibu selama tidak merokok disertai dengan perlambatan pengeluaran karbon monoksida janin sehingga kadar karbon monoksida janin dapat melebihi kadar monoksida ibu, dengan rasio karbon monoksida janin ibu 1:4. Hal tersebut sangat merugikan janin karena mempengaruhi pertukaran O2 di tingkat sel yang selanjutnya dapat menyebabkan hipoksemia dan hambatan pertumbuhan janin (IUGR).2 Para ahli menyatakan bahwa hipoplasia gigi sulung banyak terdapat pada anak dengan ibu perokok berat. Perokok berat mengakibatkan berkurangnya berat janin dan menunjukkan titik akhir perkembangan janin.2 Berat badan lahir dan usia gestasi menentukan fetal growth rate.2 Berat badan menunjukkan status nutrisi artinya makin baik nutrisi, berat badan lahir semakin baik, maka hambatan pertumbuhan tidak

8

terjadi.2 Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir, menunjukkan kecukupan pertumbuhan intrauterinnya sehingga adanya penurunan berat badan berisiko untuk terjadinya gangguan pertumbuhan.2 Pada hasil suatu penelitian terlihat bahwa berat badan menentukan tingkat keparahan defek email, semakin kecil berat badan maka akan semakin parah defek email yang terjadi.2 Demikian pula asupan nutrisi yang baik berhubungan status sosial ekonomi yang baik.2 Tipe KMK menentukan tingkat keparahan defek email secara bermakna, tipe simetri berisiko lebih besar untuk mengalami baik defek ringan maupun berat.2 KMK simetri mengalami gangguan lebih awal, oleh karena itu defek email yang terjadi akan lebih berat, dalam hal ini hipoplasia akan lebih banyak terjadi.2

Kesimpulan Bayi lahir berat badan rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya hipoplasia email. Faktor defisiensi oksigen dan malnutrisi pada saat ibu mengandung dapat mengganggu aktivitas ameloblas dalam tahap sekresi sehingga menghasilkan produksi protein matrik email yang kurang, mengakibatkan kurangnya pembentukan email. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi pada ibu saat mengandung sehingga bayi lahir dengan berat dibawah 2500 gram dan hipoplasia email pada anak BBLR tersebut.

9

DAFTAR PUSTAKA 1. Katia Maria Dmytraczenko Franco, Sergio Roberto Peres Line, Maria Valeriana Leme de Moura-Ribeiro -Prenatal and neonatal variables associated with enamel hypoplasia in deciduous teeth in low birth weight preterm infants. J. Appl. Oral Sci. Volum:15, Nomor : 6: 1678-7757 . 2007 2. Willyanti S. Syarif, Roosje R. Oewen, Sjarif H. Effendi, Bambang Sutrisna. Faktor Ibu dan Anak yang Menentukan Keparahan Defek Email Gigi Sulung pada Anak. Majalah Kedokteran Indonesia, Volum: 60, Nomor: 9, September 2010 3. Manuaba, I.B.G dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. EGC: Jakarta.

4. Moehji, S. 2003. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti. 5. Jumiarni, dkk. 1995. Asuhan Keperawatan Perinatal. EGC: Jakarta. 6. Budiman, Agus Riyanto, Juju Juhaeriah, dan Gina H-Faktor Ibu yang Berhubungan dengan Berat Badan Bayi Lahir di Puskesmas Garuda. Jurnal Kesehatan Kartika.2010 7. J M Fearne, E M Bryan, A M Elliman, A H Brook & D M WilliamsEnamel defects in the primary dentition of children born weighing less than 2000 g. British Dental Journal 168, 433 – 437.1990 8. Pipit Festy. Jurnal Analisis Faktor Resiko Pada Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Sumenep. 9. Departemen Kesehatan., 2008. Profil Kesehatan Indonesia 2008. Available at:http://www.dpkes.go.id/downloads/publikasi/profil%20kesehatan%20in donesia%202008.pdf 10. Behrman dkk. 2000. Ilmu Kesehatan Anak Vol.2. EGC: Jakarta. 11. Soediono, Janti. 2009. Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial. EGC: Jakarta. 12. Willyanti S Syarif-Enamel defect of deciduous teeth in small for gestational age children. Volume : 43 - No. 2.Media Dental Journal.2010

10

13. W. Kim Seow, MDSc, DDSc, PhD, FRACDS-Effects of Preterm Birth on Oral Growth and Development. Australian Dental Journal 1997;42:(2):8591

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->