P. 1
RPP Fenomena Fisika SMP 1

RPP Fenomena Fisika SMP 1

|Views: 3,428|Likes:
Published by Nur Rohmadi
silabus dan rpp fisika smp kelas 7
silabus dan rpp fisika smp kelas 7

More info:

Published by: Nur Rohmadi on Jul 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2013

pdf

text

original

Budi Purwanto

MODEL

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

PT TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI SOLO

MODEL
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Penulis : Budi Purwanto Editor : Agus Sriyanto W. Penata letak isi : Bonawan Tahun terbit : 2009 Diset dengan Power Mac G4, font : Times 10 pt Preliminary Halaman isi Ukuran buku : iv : 140 hlm. : 14,8 x 21 cm

Ketentuan Pidana Sanksi Pelanggaran Pasal 72 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta 1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling sedikit 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 2. Barang siapa dengan sengaja menyerahkan, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum sesuatu ciptaan barang atau hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

© Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. All rights reserved.

Penerbit

PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Jalan Dr. Supomo 23 Solo Anggota IKAPI No. 19 Tel. 0271-714344, Faks. 0271-713607 http://www.tigaserangkai.com e-mail: tspm@tigaserangkai.co.id Dicetak oleh percetakan PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas bimbingan dan petunjuk-Nya penulis dapat menyelesaikan buku pendamping Semesta Fenomena Fisika, yaitu Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pem­ belajaran (RPP). Semoga dengan adanya buku ini dapat membantu para guru dalam melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang menekankan pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), kita menginjak babakan baru dengan wajah dan perlakuan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya, yaitu memberi keleluasaan pada guru. Selain menyajikan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku ini dilengkapi dengan petunjuk guru. Dengan adanya petunjuk guru ini, diharapkan para guru dapat mengetahui bagaimana proses pembelajaran di sekolah dengan adanya KTSP. Namun, dengan adanya buku ini bukan berarti membatasi ruang gerak guru untuk berkreasi dan mengembangkan diri. Di samping itu, penyusunan buku ini dibuat secara ringkas dan padat sehingga masih terbuka luas bagi guru untuk mengembangkan sesuai dengan situasi, kondisi, dan lingkungan tempat Bapak dan Ibu Guru mengajar. Kami menyadari akan adanya perbedaan persepsi dengan Bapak dan Ibu Guru yang terjun langsung di lapangan. Namun, perbedaan tersebut diharapkan akan saling timbal balik dan saling mengisi jika ada kekurangan. Semoga buku ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Guru. Segala saran dan masukan dari rekan guru sangat kami harapkan demi kemajuan kualitas buku ini di masa yang akan datang. Solo, Januari 2009 Penulis

iii

Daftar Isi

Kata Pengantar ________________________________________________ Daftar Isi _____________________________________________________ Petunjuk Guru _________________________________________________ Silabus ______________________________________________________ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) __________________________

iii iv 1 67 92

Daftar Pustaka _________________________________________________ 140

iv

Petunjuk Guru

Pendahuluan
A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) . Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pada era globalisasi dan dalam suasana otonomi daerah, segalanya telah berubah dan tidak terkecuali pada bidang Pendidikan Nasional kita. Telah kita ketahui bersama bahwa setiap ada pergantian kepemimpinan Nasional, terkesan adanya pergantian kebijakan dalam pendidikan, khususnya kurikulum tingkat dasar dan menengah. Namun demikian, kita percaya bahwa hal tersebut dilaku­ kan dengan tujuan baik, yaitu untuk memperbaiki mutu pendidikan di negara kita. Mulai tahun 2006, dunia pendidikan kita telah diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari tingkat TK sampai SLTA. Lalu, apakah kurikulum satuan pendidikan itu? Siapkah Bapak dan Ibu Guru untuk menerapkan kurikulum satuan pendidikan tersebut? Kurikulum yang berlaku pada saat ini adalah kurikulum tingkat satuan pen­ didikan. Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yang paling penting dalam pengembangan kurikulum adalah Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara­ an kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan ciri khas, kondisi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan de­ ngan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pada kurikulum baru ini dikenal pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

jawab. Memiliki posisi sentral, berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing­masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajar­ an, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Kurikulum sekarang ini telah terjadi pergeseran penekanan dari isi (apa yang tertuang) ke kompetensi (bagaimana harus berpikir, belajar, dan melakukan). Dalam hal ini, guru dan siswa diharapkan dapat mengetahui apa yang harus dicapai dan sejauh mana efektivitas belajar yang telah dicapai. Dibanding dengan kurikulum lama, pada kurikulum ini terjadi perubahan yang sangat mendasar, yaitu pola pikir pada kurikulum. Pada kurikulum lama, proses bel­ ajar mengajar untuk pelajaran matematika dan sains pada umumnya dan mata pelajaran fisika pada khususnya terfokus pada guru, dan kurang berpihak pada siswa. Pada kenyataan di lapangan memang belum seperti yang diharapkan. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada pengajaran dari­ pada pembelajaran. Untuk mengubah pola pikir lama yang telah berlangsung puluhan tahun memang tidak mudah, perlu adanya kesadaran dan pengorbanan untuk menyesuaikan diri pada pola pikir yang baru. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa dengan adanya kurikulum ini, pekerjaan dan tanggung jawab guru makin berat dan juga diperlukan adanya peningkatan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, untuk mensukseskan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan sikap atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akhir dari pengalaman belajar. Tugas guru adalah membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang diharapkan agar terfokus atau berpihak pada siswa, juga pola fikir pembelajaran perlu disesuaikan dari seka­ dar memahami konsep dan prinsip keilmuan, tetapi siswa juga harus memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan yang telah dikuasai. Karena kurikulum ini terfokus pada siswa maka otomatis memberi peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan mene­ mukan sendiri pengetahuannya di bawah bimbingan guru. Menurut pilar­pilar pembelajaran dari UNESCO, selain terjadi ’learning to know’ (pembelajaran untuk tahu), juga harus terjadi ’learning to do’ (pembelajaran untuk berbuat) dan 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

bahkan dituntut sampai pada ’leaning to be’ (pembelajaran untuk membangun jati diri) yang kokoh dan ’leaning to live together’ (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis). . Silabus Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, pada kurikulum tingkat satuan pendidikan sekarang, perumusan dan pengembangan silabus diserahkan sepe­ nuhnya kepada sekolah atau guru mata pelajaran yang berdasarkan pada standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) dengan mengingat karakteristik siswa, kondisi sekolah, dan lingkungannya. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiat­ an pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Prinsip pengembangan silabus adalah ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG) dan Dinas Pendidikan. Namun demikian, dimungkinkan pengembangan silabus dilakukan bersama dalam suatu kelompok guru mata pelajaran atau kelompok sekolah atau bahkan dalam suatu daerah tertentu. Dinas pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membantu sebuah tim yang terdiri atas para guru yang berpengalaman di bidangnya masing­masing. Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus sangatlah dominan. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pen­ capaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Mata pelajaran Fisika mempunyai visi dan misi, antara lain berupaya men­ didik siswa yang berilmu dan berketerampilan, memiliki etos kerja, melatih melakukan penelitian sesuai proses/metode ilmiah, dan belajar dengan meng­ aplikasikan pengetahuan terbaiknya, mempunyai sikap disiplin, jujur, dan ber­

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

tanggung jawab. Di samping itu, juga bersikap peka, tanggap, dan berperan aktif dalam menggunakan fisika untuk memecahkan masalah di lingkungannya. B. Strategi Belajar Fisika . Strategi Belajar/Metode Belajar Pembelajaran pada umumnya mengenal beberapa macam strategi belajar atau metode belajar, antara lain informasi/ceramah, diskusi, demonstrasi, eksperi­ men, studi lapangan, dan tugas. Antara strategi satu dengan lainnya ada kelebihan dan kekurangannya masing­masing. Kita tidak dapat mengatakan bahwa strategi atau metode eksperimen lebih unggul dari ceramah/informasi atau sebaliknya. Seorang guru harus pandai­pandai memilih strategi atau yang sesuai dalam pembelajaran fisika untuk pokok dan subpokok bahasan yang akan diajarkan. Namun, khusus pelajaran fisika akan lebih tepat dengan menggunakan strategi yang dapat mengaktifkan siswa, yaitu metode eksperimen atau demonstrasi. Karena dengan strategi tersebut siswa akan mudah untuk menemukan konsep sendiri secara langsung dari pengalaman melakukan eksperimen. Apakah pembelajaran fisika hanya dapat dicapai dengan menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi saja? Tentu saja tidak. Pembelajaran fisika akan lebih mengena pada sasaran, apabila menggabungkan beberapa strategi pembelajaran. Dengan strategi eksperimen tidak berarti siswa harus belajar dan bekerja sendiri tanpa bimbingan dan pengawasan. Peran guru tetap penting dalam mengarahkan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan melakukan eksperimen, siswa dilatih untuk melakukan kerja kelompok dan berdiskusi, mengeluarkan pendapat dan adu argumentasi sehingga siswa akan dapat menyimpulkan hasil kerja eksperimen atau menemukan konsep sendiri. Di samping itu, dalam proses pembelajaran perlu banyak melibatkan dan meng­ aktifkan dengan melakukan tanya jawab dan diskusi. Sekiranya, pembelajaran fisika akan klop apabila disertai dengan pendekatan inquiry, yaitu suatu proses untuk memperoleh hasil dengan menyelidiki pengetahuan dan memahaminya. . Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) Sudah tidak asing lagi bagi Bapak dan Ibu Guru, dalam pembelajaran fisika, pendekatan yang sesuai dalam penyajian materi Fisika adalah dengan pendekatan keterampilan proses, apalagi pada kurikulum (2006) yang berlaku sekarang sangatlah diharapkan untuk diterapkan. Namun, sekarang telah muncul dan dikembangkan dengan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL). Lantas apa itu pendekatan kontekstual (CTL)? Pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dalam hal ini, proses lebih dipentingkan daripada hasil. Melalui pendekatan CTL, siswa diharapkan belajar melalui ”mengalami” bukan ”menghafal.” Keterampilan dan pengetahuan diperluas dari yang sempit atau sedikit meluas dari sedikit demi sedikit. Untuk itu, perlu adanya lingkungan belajar yang mendukung, yaitu lingkungan belajar yang berpusat pada siswa sedangkan guru berperan untuk mengarahkan atau sebagai organisator pembelajaran. Pembelajaran kontekstual mengandung tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (quetioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Hal­hal penting dalam pendekatan (CTL) yang berbeda dengan pendekatan tradisional adalah – siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bukan pasif; – pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau masalah yang ditim­ bulkan, bukan bersifat abstrak dan teoritis; – perilaku dibangun atas kesadaran diri, bukan kebiasaan; – hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri, bukan pujian atau nilai rapor; – penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan, biasanya tidak memperhatikan pengalaman siswa; – siswa belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi, bukan belajar secara individu. KTSP memberi penekanan atau memfokuskan pada siswa sehingga akan membawa konsekuensi yang luas. Selain siswa menguasai materi fisika, siswa diharapkan juga dapat mengembangkan jati dirinya, mengenal lingkungannya, dapat bersosialisasi dengan lingkungan dan juga peka terhadap lingkungan serta tahu akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, belajar tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan sekolah tetapi juga dapat berlangsung di luar sekolah, di masyarakat, alam sekitar, untuk dapat mengembangkan kreativitas siswa sendiri. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa siswa yang kreatif akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak bergantung pada orang lain, tidak mudah menyerah yang nantinya akan dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Apalagi pada masa sekarang, di Negara kita baru saja dilanda krisis pada berbagai sektor, terutama krisis ekonomi dan bencana alam yang beruntun sehingga diperlukan tenaga­tenaga potensial yang kreatif, berjiwa sosial tinggi, dan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Keterampilan siswa tidak dapat timbul secara tiba­tiba, melainkan perlu dilatih sejak dini. Keterampilan hidup (life skill) melalui pendekatan active learning perlu dikembangkan dari berbagai sektor, termasuk dalam pembel­ ajaran fisika. Salah satu di antaranya adalah kegiatan outbond atau kegiatan di luar kelas. Kegiatan ini sangat baik untuk diterapkan pada siswa. Selain dapat mengenali lingkungan secara langsung, siswa dapat menerapkan untuk lintas pelajaran yang lain. Dengan kegiatan ini, siswa dapat menanamkan sikap sosial dalam masyarakat dan juga menanamkan sadar lingkungan. Khususnya pada pembelajaran fisika tidak mutlak hanya mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan fisika melainkan dapat dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang lain. Contoh yang sangat mendesak untuk ditangani adalah masalah lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan, kerusakan alam, kerusakan hutan, pembakaran hutan di musim kemarau, penjarahan, dan lain­lain, perlu ditanamkan kesadaran diri pada siswa. Dengan demikian, siswa sekolah menengah ini nantinya menjadi pelopor untuk melestarikan lingkungan, termasuk di dalamnya pelestarian hu­ tan, air, laut, dan tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki lingkungan yang sekarang ini tambah kacau saja. Sangatlah penting dalam pembelajaran fisika untuk membangkitkan mo­ tivasi siswa agar senang belajar, merasa membutuhkan, dan tidak ada tekanan dari pihak mana pun. Sesuatu yang dilakukan dengan motivasi tinggi dan rasa senang hasilnya pasti akan lebih memuaskan. Bagaimana cara memotivasi siswa agar tertarik pada fisika? Seorang guru sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik yang baik dan disegani oleh siswa tidak terlepas dari profil seorang guru. Seorang guru yang berwibawa, dekat dengan siswa, humoris, tidak menakutkan, menarik, pandai, disiplin, mengerti pada siswanya dan dapat sebagai panutan, siswa akan lebih mudah dan cepat menerima pelajaran. Buatlah kesan bahwa pelajaran fisika itu mudah dan menyenangkan serta perlu untuk dipelajari. Meskipun seorang guru telah menguasai segala macam teori belajar dan materi dengan baik, tetapi dalam menyampaikan pelajaran siswa tidak tertarik, tidak ada semangat/tidak ada motivasi, dapat dipastikan hasilnya tidak akan memuaskan. Akan berbeda, apabila dalam menyampaikan pelajaran sangat antusias, menarik dan dapat membangkitkan motivasi siswa, dapat dijamin hasilnya akan lebih memuaskan. Setelah siswa tertarik dan termotivasi, segala sesuatu yang diberikan, disam­ paikan, dianjurkan, akan dapat dilaksanakan dengan senang dan cepat, tanpa ada rasa terbebani. Dengan demikian, pengertian belajar bagi siswa bukan me­ rupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tetapi merupakan suatu kebutuhan yang menyenangkan. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Beberapa tips pembelajaran agar siswa senang dan tertarik kepada pelajaran fisika, antara lain – bersikap santai, menarik, tetapi cepat dan efektif; – mengaitkan materi pelajaran fisika dengan peristiwa dalam kehidupan sehari–hari atau kehidupan nyata; – tunjukkan di hadapan siswa bahwa Guru itu pandai dan tahu segalanya (terutama materi fisika dan yang terkait); – usahakan siswa terlibat dalam pembelajaran secara aktif dengan tanya jawab/diskusi; – melakukan demonstrasi/pengamatan yang disertai tanya jawab, selain untuk memahami materi juga memotivasi siswa; – melakukan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan peralatan yang sederhana kemudian dilengkapi dengan peralatan yang modern (kalau ada); – gunakan media yang bervariasi, (gambar, chart, peralatan laboratorium, OHP, slide, VCD, komputer, terjun langsung di lapangan, kalau perlu studi lapangan); – mengungkap kejadian atau peristiwa sehari­hari yang terkait, yang dilihat, dirasakan, dan dialami siswa untuk didiskusikan sehingga tahu sebab dan akibatnya; – rancang dan buatlah peralatan demonstrasi atau eksperimen lainnya yang berasal dari hasil kreasi guru untuk diperagakan di depan siswa, tidak ter­ tutup kemungkinan melibatkan siswa untuk membuat peralatan, misalnya memanfaatkan barang­barang bekas sebagai alat demonstrasi; – usahakan demonstrasi atau pengamatan dilakukan oleh salah satu siswa dalam kelompoknya; – berilah selingan dengan memberi informasi tentang sejarah orang­orang terkenal khususnya penemu fisika dan hasil karyanya sehingga siswa akan tertarik dan berusaha untuk mencontoh; – berilah selingan untuk memasukkan muatan moral, etika sopan santun, dengan memberi contoh­contoh akibat dari perlakukan kurang terpuji, termasuk contoh akibat dari penyalahgunaan narkoba, juga menyangkut tentang pelestarian lingkungan alam dan dampak perusakan lingkungan; – lakukan diskusi untuk mengetahui bahwa fisika diperlukan dalam segala bidang ilmu (teknik, kedokteran, pertanian, peternakan, telekomunikasi, kimia, biofisika, biokimia, dan lain­lain) termasuk bidang ilmu ekonomi yang tidak luput dari penggunaan fisika dengan munculnya ilmu fisika ekonomi. – berilah arahan atau gambaran tentang jurusan yang diperkirakan sesuai dengan minat siswa yang nantinya akan dimasuki setelah lulus.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Tanya jawab dapat berfungsi untuk – mengungkap/mengingat kembali rumus­rumus yang terkait sebelumnya; – melatih siswa dalam menghitung secara cepat tanpa alat bantu (misalnya kalkulator); – mengetahui kelebihan dan kekurangan siswa; – mengaitkan pembahasan yang baru berlangsung dengan kejadian sehari­hari di sekitarnya; – menghidupkan suasana kelas agar menjadi segar dan bergairah; – mengingatkan siswa yang kurang memperhatikan pelajaran/mengantuk; – membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran; – siswa dapat menyimpulkan hasil demonstrasi yang baru berlangsung. Secara garis besar, strategi pembelajaran fisika dalam kurikulum (KTSP) adalah mengutamakan penggunaan metode eksperimen, demonstrasi/peng­ amatan, dan diskusi. Usahakan siswa dapat terjun langsung di lapangan untuk memperoleh pengalaman langsung, mengadakan pengamatan, pengukuran, analisis data, diskusi, dan menyimpulkannya. Dengan demikian, siswa tahu apa yang harus dilakukan dan berbuat yang terbaik di lingkungannya. . Kegiatan Pembelajaran Telah kita ketahui bersama bahwa pembelajaran pada kurikulum sekarang adalah menitikberatkan pada siswa. Untuk memaksimalkan keberhasilan pembelajaran, peran guru sangatlah menentukan. Guru sebagai organisator, fasilisator, motivator di kelas akan menentukan berhasil tidaknya hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan gurulah yang merancang dan menerapkan pada anak didiknya. Meskipun dalam kurikulum telah menekankan pembelajaran berpihak pada siswa, tetapi kalau pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan yang di­ rencanakan dapat dipastikan hasil belajar siswa akan jauh dari yang diharapkan. Lalu, bagaimana kegiatan pembelajaran yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan? Pembelajaran fisika tidak akan berhasil apabila tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Bagaimana apabila di sekolah sarana dan prasarana pembelajaran tidak tersedia secara memadai? Bagaimana usaha guru agar proses pebelajaran di sekolah dapat berlangsung dengan sarana dan prasarana yang memadai? Banyak cara agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan harapan kita. Meskipun dana operasional se­ kolah atau dari pemerintah daerah besarnya terbatas apalagi harus menyediakan sarana pembelajaran atau media pembelajaran yang jauh dari memadai. Apakah kita harus menyerah tanpa ada usaha untuk perkembangan anak didik kita? Kegiatan pembelajaran di kelas atau sekolah, sekarang sepenuhnya diserah­ kan pada guru pengampu. Guru merancang silabus sendiri dan menerapkan pada anak sendiri di daerah lingkungan sendiri. Dengan demikian, berhasil 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

tidaknya anak didik dalam belajar mengarah menjadi tanggung jawab guru. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa tanggung jawab guru bertambah berat dan memang demikian adanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang merupakan ikon dari seorang guru. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan agar pembelajaran dapat meng­ aktifkan siswa, antara lain melalui peragaan atau demonstrasi, tugas lapangan, penelitian, tugas kelompok, tugas mandiri, praktikum di laboratorium, tugas portofolio, dan mengakses internet. Usahakan pembelajaran dimulai dari permasalahan dan diteruskan dengan diskusi pemecahan masalah. Siswa diharapkan untuk menemukan sendiri jawaban dari permasalahan. Misalnya dimulai dari eksperimen, dengan kegiatan eksperimen ini siswa akan dapat memperoleh permasalahan yang akan dapat dipecahkan bersama dalam suatu kelompok kemudian menyimpulkannya. Siswa dapat melatih bersikap ilmiah, berpikir secara kritis, dan analitis untuk menemukan. Dengan demikian, siswa akan menemukan konsep dan prinsip sendiri. Kita menyadari bahwa di lapangan pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk menemukan pengetahuannya sendiri tidaklah mudah. Apalagi siswa sudah terbiasa belajar dari hasil ceramah guru di kelas. Untuk itu perlu dimulai dari, misalnya pengenalan alat, lingkungan, menggunakan alat, dan peragaan. Setelah siswa terbiasa atau setidaknya mengenal permasalahan, baru dilakukan pembelajaran siswa aktif untuk menemukan sendiri. Dalam hal ini siswa dapat melakukan eksperimen atau penelitian yang diawali dengan adanya permasalah­ an untuk dapat dipecahkan. C. Media Pembelajaran Pembelajaran fisika dan kimia tidak dapat terlepas dari media, di samping untuk memahami materi fisika juga diperlukan untuk memupuk kreativitas, meningkatkan motivasi, dan untuk menarik perhatian siswa. Usahakan semua siswa dapat terlibat, memegang, melihat, mengamati, dan mengukur secara langsung. Apabila peralatan yang tersedia sedikit (kurang memadai) dan kemungkinan berbahaya atau berisiko pada keselamatan siswa, dapat dilakukan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh guru. Sebenarnya demonstrasi tidak selamanya harus melakukan eksperimen dalam pembelajaran, tetapi juga banyak keunggulannya dibanding dengan eksperimen. Demonstrasi yang bagus dan dilengkapi dengan tanya jawab, guru dapat mengamati situasi kelas, dapat memotivasi siswa, dapat menanamkan sikap, moral, etika, nilai yang pada masa sekarang terasa menurun. Dengan demonstrasi pembelajaran dapat berlangsung secara cepat, dapat dilengkapi dengan media lain (gambar, chart, per­ alatan laboratorium, OHP, slide, dan lain­lain). Untuk mengefektifkan penggunaan media pembelajaran, sebelumnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu, termasuk mencobanya untuk mengetahui layak tidaknya alat yang akan digunakan. Media

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

pembelajaran tidak harus menggunakan peralatan yang modern keluaran pabrik, melainkan guru yang kreatif dapat mengusahakan peralatan sederhana yang ada di sekitarnya atau membuat peralatan sederhana sendiri. Kalau memungkinkan, siswa dapat dilibatkan dalam pengadaan atau pembuatan alat peraga atau eksperimen. Apabila di sekolah tersedia sarana komputer lengkap dengan proyektornya, tidak ada salahnya menggunakan perlengkapan tersebut untuk variasi metode pembelajaran. Dengan kata lain, sarana apa saja yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan demikian, guru harus lebih aktif dan kreatif agar pembelajaran memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan. D. Evaluasi Untuk mengetahui seberapa jauh siswa dapat mencapai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan maka perlu dikembangkan sistem evaluasi atau pengujian. Evaluasi yang diterapkan harus mencakup semua kompetensi dasar dengan mengacu pada indikator­indikator yang telah ditetapkan. Sistem evaluasi berbasis kemampuan dasar yang direncanakan adalah sistem evaluasi yang berkelanjutan dan berbasis ke­ las. Berkelanjutan dalam arti semua indikator dibuatkan soalnya, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kemampuan dasar yang telah dan yang belum dimiliki, serta untuk mengetahui kesulitan atau kendala yang dialami siswa. Sudah bukan rahasia lagi, kebiasaan guru dalam mengevaluasi hanya meng­ ukur aspek kognitifnya saja, yaitu dari ulangan harian dan ulangan umum atau semesteran. Menurut Bloom yang terkenal dengan taksonomi Bloom, jenjang kognitif disusun menjadi pengetahuan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Pada kurikulum berbasis kompetensi, selain aspek kognitif, aspek lainnya seperti aspek afektif dan aspek psikomotornya juga perlu dievaluasi. Bagaimana cara mengevaluasi dan apa alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa? Seperti halnya pada evaluasi sistem lama, yaitu tes tertulis, baik berupa ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester masih diteruskan. Evaluasi model di atas sebagian besar hanya mengetahui tingkat kemampuan ditinjau dari aspek kognitif saja. Untuk aspek afektif dan aspek psikomotorik belum dapat terdeteksi. Oleh karena itu, perlu ditambah evaluasi untuk kemampuan aspek afektif dan aspek psikomotorik. Untuk kemampuan aspek afektif dapat dilakukan dengan mengamati secara langsung sikap tingkah laku siswa keseharian di dalam kelas maupun di luar kelas, dengan membuat catatan harian. Aspek afektif meliputi – sikap siswa terhadap mata pelajaran; – sikap kritis siswa terhadap proses belajar mengajar; 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

kemampuan mengemukakan pendapat; keberanian untuk bertanya; kemampuan mengoordinasi teman di dalam kelompoknya; kemampuan mempresentasikan kesimpulan hasil eksperimen dari kelompoknya di depan kelas; – keberanian untuk memimpin suatu diskusi kelompok atau diskusi kelas. Terukurnya kemampuan aspek afektif siswa dapat juga dimanfaatkan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku siswa. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Tidak tertutup kemungkinan guru fisika dapat berfungsi sebagai pembimbing konseling, karena tatap muka guru dengan siswa lebih banyak dan secara langsung dapat mengetahui perubahan perilaku siswanya. Untuk mengetahui kemampuan keterampilan siswa (aspek psikomotorik), dapat dilakukan tes keterampilan menggunakan peralatan laboratorium atau alat demons­ trasi. Penguji (dalam hal ini guru) melakukan pengamatan dengan menggunakan lembar pengamatan (check list) untuk butir­butir soal keterampilan atau dilihat dari hasil laporan eksperimen. Di samping itu, penilaian dapat dilakukan pada saat siswa melakukan kegiatan eksperimen atau demonstrasi dengan menggunakan catatan kecil secara berkesinambungan. Di samping evaluasi model tersebut, ada evaluasi dengan menggunakan portofolio. Pengujian dengan portofolio, cocok untuk menge­ tahui perkembangan keterampilan atau unjuk kerja siswa dengan menilai kumpulan karya­karya atau tugas­tugas yang dikerjakan siswa. Penilaian portofolio pada da­ sarnya adalah menilai karya­karya individu siswa untuk suatu mata pelajaran dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, pengujian portofolio merupakan metode pengujian dengan melibatkan siswa untuk menilai kemajuannya. Portofolio dapat berisi pekerjaan tugas siswa, pembuatan alat peraga atau alat­alat hasil karya siswa, laporan penelitian, laporan praktikum siswa, tugas pengumpulan kliping, karangan atau tugas lain yang perlu didokumentasikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa evaluasi atau sistem penilaian harus memenuhi aspek berikut ini. 1. Aspek kognitif berupa kuis, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semesteran, pekerjaan rumah, dan tugas internet. 2. Aspek afektif berupa tes sikap minat siswa terhadap pelajaran, keaktifan siswa di dalam kelas, mengemukakan pendapat, memimpin diskusi, dan keberanian untuk bertanya. 3. Aspek psikomotorik berupa tes keterampilan untuk melakukan suatu percobaan atau keterampilan melakukan peragaan, mengoperasikan alat­alat laboratorium atau melakukan pengukuran dalam percobaan atau hasil penelitian. 4. Gabungan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik berupa tugas portofolio.

– – – –

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Contoh Tes Kemampuan Keterampilan . Percobaan/Eksperimen Di atas meja disediakan alat­alat: neraca pegas, neraca lengan, gelas ukur, jangka sorong, air, dan tali benang. Tugas/Pertanyaan 1. Tentukan massa jenis besi yang berbentuk kubus. 2. Tentukan massa jenis batu kali. Pada tes ini, kegiatan siswa yang harus dilakukan adalah sebagai berikut. a. Menentukan massa jenis besi berbentuk kubus 1) Alat­alat yang disiapkan atau diambil adalah neraca lengan dan jangka sorong. 2) Menimbang kubus besi menggunakan neraca lengan dengan benar (perlu diamati cara membaca skala neraca). 3) Mengukur rusuk kubus, diulangi untuk sisi yang berbeda (diamati cara mengukur dengan jangka sorong). 4) Memasukkan data­data yang telah disiapkan. 5) Menghitung dan menganalisis data yang diperoleh sampai menyimpulkan. b. Menentukan massa jenis batu kali 1) Alat­alat yang disiapkan siswa adalah neraca lengan, gelas ukur, dan air. 2) Menimbang batu dengan neraca lengan. 3) Mengikat batu dengan benang kemudian memasukkan air secukupnya dalam gelas ukur (batu diikat dengan tali agar saat dimasukkan ke dalam gelas ukur tidak langsung mengenai dasar gelas ukur/agar tidak pecah). 4) Mengukur volume batu dengan gelas ukur berisi air. 5) Memasukkan data yang diperoleh dalam kertas laporan. 6) Menghitung dan menganalisis hasil data dan menyimpulkan. Guru mengamati kegiatan siswa dalam melakukan percobaan dalam hal kete­ litian, kecepatan, sikap, dan keterampilan. . Demonstrasi/Peragaan Di samping keterampilan siswa dalam melakukan percobaan/eksperimen, siswa dapat dites untuk melakukan demonstrasi/peragaan. Contoh kegiatan demonstrasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Siswa diminta menunjukkan dan memperagakan 1) macam­macam alat ukur panjang; 2) cara mengukur panjang suatu benda dengan jangka sorong atau mikrometer sekrup; 3) cara mengukur jumlah kalor; 4) cara mengukur panjang dengan jangka sorong; 5) Menunjukkan zat bersifat asam, basa, atau zat bersifat netral. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Petunjuk Khusus
A. Pemakaian Buku Siswa Bapak dan Ibu Guru Fisika SMP atau MTs tentu sudah paham betul materi fisika lengkap dengan aplikasinya, yang akan disampaikan kepada siswa. Namun, gaya dan profil guru serta kondisi dan situasi daerah satu dengan daerah lain berbeda, serta tingkat kemampuan siswanya juga berbeda. Hal ini menyebabkan perbedaan tingkat ketercapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan tersedianya buku siswa dan buku guru ini, diharapkan dapat membantu pembelajaran fisika dan kimia secara efektif dan efisien, terutama dapat tercapainya kompetensi yang telah ditetapkan. Seorang guru yang ideal tidak hanya berpedoman pada satu buku, tetapi perlu ditambah referensi yang lebih lengkap dan luas termasuk akses internet. Namun bagi siswa, satu buku dan sarana mengakses internet sudah cukup. Untuk memperluas wawasan, diskusi kelompok, dan diskusi dengan guru sangat diperlukan. Mengingat siswa sudah mempunyai buku, guru diharapkan mengefektifkan penggunaan buku siswa tersebut. Cara Menggunakan Buku Siswa Agar pemakaian buku siswa lebih efektif dan efisien, guru dapat menggunakan langkah­langkah sebagai berikut. – Pada akhir pelajaran dan menuju materi yang baru, siswa diharapkan untuk membaca buku terlebih dahulu dan pada saat masuk pelajaran, baru diadakan kuis atau tes singkat selama ± 10 menit. – Kuis berisi rumus­rumus, hitungan secara cepat, fungsi peragaan, fungsi alat­alat, dan lain­lain. (koreksi dilakukan oleh siswa dengan menggeser 2 atau 3 siswa dan hasilnya dapat diketahui oleh seluruh siswa dengan cara memasukkan nilai secara langsung). – Guru dapat mengembangkan metode demonstrasi dan eksperimen sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. – Siswa tidak perlu mencatat kembali materi yang sama dengan buku, tetapi cukup menambah contoh­contoh soal yang lain atau mengembangkan aplikasinya, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari­hari, penerapan rumus­rumus pada suatu peristiwa. – Memperbanyak tanya jawab atau diskusi kelas. Sebagai contoh dalam menurun­ kan rumus, siswalah yang aktif berpikir, sedangkan guru yang menulis dan mengarahkan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Hasil perumusan akhir perlu adanya penekanan dan diberi contoh penggunaan dan aplikasinya yang berkaitan dengan peristiwa sehari­hari. – Latihan soal dapat diberikan sebagai tugas rumah atau tugas di kelas. – Melakukan demonstrasi atau eksperimen tambahan yang lebih luas. – Menyusun LKS sebagai sarana kegiatan eksperimen atau kegiatan percobaan dan penelitian lapangan. Semoga dengan penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru, proses pembelajaran fisika dapat lebih mudah, cepat, efisien, menyenangkan, dan akhirnya buah keber­ hasilan anak didik yang akan dipetik. B. Uraian Materi Buku Guru ini telah dilengkapi dengan silabus (berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, submateri pokok, kegiatan pembelajaran, indika­ tor, evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar). Dalam uraian materi di sini tidak disajikan lagi karena telah ada dalam silabus (yang tertera pada halaman akhir buku guru). Di samping itu, buku guru juga dilengkapi dengan RPP. Dalam uraian materi akan disajikan judul bab, subbab, metode atau strategi pembelajaran, tugas kelompok atau tugas mandiri, jawaban atau uraian keterangan dari tugas atau peristiwa, peragaan, percobaan, kunci latihan soal, dan tes kemam­ puan keterampilan. Tips­tips alat peragaan dan percobaan serta pembuatan alat sederhana. Pada uraian materi di sini akan disajikan hal­hal seperti berikut ini. A. Materi berisi subpokok bahasan/subbab. B. Metode adalah metode yang dapat digunakan pada pokok bahasan. C. Demonstrasi/Peragaan, kemungkinan demonstrasi atau peragaan yang dapat dilakukan oleh guru atau siswa. Disajikan pula macam­macam alat yang mung­ kin digunakan. Demonstrasi/peragaan dapat dilakukan oleh guru atau siswa. Apabila dilakukan oleh guru dapat disertai dengan tanya jawab dan dipandu dengan alat bantu pembelajaran lain (misalnya OHP, gambar, model, slide, dan LCD). Apabila dilakukan siswa, dilakukan dalam kelompok­kelompok kecil yang disertai dengan diskusi saat dilakukan demonstrasi atau setelah melakukan demonstrasi. D. Eksperimen/Percobaan adalah jenis percobaan yang dapat dilakukan oleh siswa dilengkapi dengan LKS. Disajikan pula macam­macam alat yang mungkin digunakan. E. Tes Kemampuan Keterampilan adalah tes keterampilan yang dapat diberikan pada siswa. Tes ini berkaitan dengan kemampuan siswa untuk memilih dan menggunakan alat­alat ukur atau alat percobaan atau peragaan. Pada tes ini, dipersiapkan macam­macam alat yang mungkin digunakan dan alat­alat lainya. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Siswa disuruh memilih dan menggunakan alat­alat percobaan atau demonstrasi sesuai dengan perintah yang ditugaskan kepada siswa secara perorangan atau kelompok kecil. F. Tugas Portofolio, jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa untuk dikerjakan baik di rumah atau di sekolah yang berbentuk laporan tertulis sehingga dapat didokumentasikan. Tugas portofolio antara lain kliping, laporan penelitian, tugas mandiri, tugas dari akses internet). G. Kunci Soal merupakan jawaban dari soal latihan subbab, soal akhir bab atau soal latihan akhir semester. Catatan: Bapak dan Ibu Guru tidak harus melaksanakan semua yang disajikan pada uraian materi ini. Perlu dipilih dan disesuaikan waktu dan keadaan serta ketersediaan alat­alat yang ada. Jadi, sifatnya fleksibel dan tidak mengikat atau dengan cara menambah atau mengganti sesuai dengan kreativitas bapak dan ibu guru di lapangan.

Bab  Besaran dan Pengukuran
A. Materi 1. Besaran Fisika dan Satuannya 2. Suhu 3. Pengukuran Besaran Fisika B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan macam­macam alat ukur. 2. Menunjukkan cara menggunakan alat­alat ukur seperti neraca lengan, neraca pegas, termometer, jangka sorong, mikrometer sekrup, stop-watch, atau alat ukur lainnya. 3. Memilih alat­alat ukur yang sesuai dengan fungsinya dan percobaan yang akan dilakukan. 4. Pembacaan nonius pada jangka sorong dan mikrometer sekrup. 5. Membuat model jangka sorong (skala nonius) yang diperbesar. Alat-Alat Neraca lengan, neraca pegas, termometer, jangka sorong, mikrometer sekrup, model skala nonius, model jangka sorong, kawat, tabung, gelas ukur, stop-watch, dan jam tangan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Catatan: Pembuatan Model, model skala nonius permanen dapat dibuat dari bahan kayu tri­ plek. Ukuran skala diperbesar sampai 10 kali lipat ukuran sebenarnya atau lebih. Model skala nonius dapat dibuat dengan bantuan OHP. Dengan cara membuat skala nonius yang diperbesar pada kertas, kemudian dikopi pada bahan trasparan, selanjutnya ditempelkan kaca bening. Skala utama ditempelkan pada kaca yang tidak bergerak, sedangkan skala nonius pada kaca yang dapat digeser­geser. Hal ini juga dapat dibuat gambar model jangka sorong yang dapat dioperasikan seperti jangka sorong sesungguhnya. Model skala nonius juga dapat dibuat bersifat sementara dari bahan kardus atau karton yang dibuat oleh siswa sebagai tugas kelompok, kemudian dipresentasikan di depan kelas. D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Mengukur panjang benda (misalnya bangku yang ditempati siswa), diameter ka­ wat, tebal pelat tipis, diameter tabung luar dan dalam, dan kedalaman tabung. 2. Menimbang benda padat dan cair. 3. Mengukur berat benda dengan neraca pegas. Alat-Alat Neraca lengan, neraca pegas, jangka sorong, meteran, mikrometer sekrup, gelas ukur, stop-watch, dan air. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­macam alat ukur dan alat percobaan. 1. Tunjukkan cara mengukur diameter kawat dengan jangka sorong dan mikrometer sekrup. 2. Tunjukkan cara mengukur volume benda yang tidak teratur bentuknya. 3. Bagaimana cara mengukur massa benda padat dan cair dengan menggunakan neraca lengan? 4. Tunjukkan cara mengukur kelajuan suatu benda. F. Tugas Portofolio Cari informasi dan sebutkan macam­macam alat ukur, macam­macam termome­ ter yang digunakan dalam kehidupan sehari­hari. G. Kunci Soal • Soal Tantangan Penyelesaian Jumlah skala termometer Celsius = 100, jumlah skala buatan siswa 60. Suhu air menurut skala termometer Celsius 25oC. Perbandingan skala Celsius (C) dengan skala siswa (S) adalah 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

C : S = 100 : 60 = 5 : 3 3 Suhu air menurut skala siswa adalah __(25) = 15oS 5 Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. b 6. c 2. b 7. d 3. d 8. b 4. d 9. c 5. c 10. a 11. b 12. c 13. b 14. c 15. d 16. b 17. b 18. c 19. a 20. b 21. b 22. b 23. c 24. b 25. a 26. a 27. a 28. d 29. c 30. d 31. a 32. c 33. c 34. a 35. b 36. d 37. a 38. c 39. d 40. b

B. Soal Uraian 2. Besaran pokok: panjang (meter), massa (kilogram), waktu (sekon), kuat arus listrik (ampere), jumlah zat (mole), suhu (kelvin), dan intensitas cahaya (kandela). Besaran tambahan: sudut datar (radian) dan sudut ruang (steradian). 3. Agar dapat digunakan secara universal di seluruh dunia. 4. Bersifat tetap, bersifat internasional, dan mudah ditiru. 5. Karena bersifat tidak tetap, tidak bersifat umum, dan tidak mudah ditiru. 6. Termometer cairan, contoh termometer laboratorium dan termometer badan. Termometer optik, contoh pirometer: termometer jarak jauh; Termo­ kopel, termometer dengan ujung logam yang berbeda jenisnya. 8. Benda teratur dengan mengukur panjang sisi­sisinya secara langsung. Benda tidak teratur dengan menggunakan gelas ukur. 10. Mikrometer sekrup: 2,83 mm; jangka sorong: 52,5 mm. 11. Volume balok: 1,6 m3. 12. V = 1.000 m3 = 1.000 × 106 cm3 = 109 cm3 (1 m3 = 106 cm3) 1 = 109 (__)3 ft3 = 109 × 10­3 × 0,037 = 37 × 103 ft3 (1 ft = 30 cm) 30
m 2 r = __ = __ = 0,5 kg/m3 V 4 V = t × A = (10) × pr2 = 10 × p(1.000) = 10.000p m3 Tebal buku = 144 × 0,1 mm = 14,4 mm = 1,44 cm kg adalah satuan massa dan diukur dengan neraca/timbangan lengan. Berat benda dapat juga mempunyai satuan kg, tetapi kilogram gaya atau kgf = kg force. 17. Yang dapat digunakan yang 10%, karena perubahan tersebut jelas tetap sehingga dapat dipakai sebagai pedoman. Untuk perubahan acak 1%, besarnya tidak tetap sehingga tidak dapat digunakan sebagai standar. 1.584 18. 65 mil/jam = 65 _____ m/s = 28,6 m/s (1 mil = 1.584 m) 3.600

13. 14. 15. 16.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

19. Jumlah kertas = ____________ 2
tebal buku Tebal kertas = ________ 200

jumlah halaman

400 = ___ = 200 lembar 2

Misalkan tebal buku 1,2 cm maka tebal kertas d = ___ = 6 × 10−3 cm = 0,06 mm. 200 20. Volume air per hari = 1.200 liter Volume air per bulan = 1.200 liter × 30 = 1.230 dm3 = 1,23 m3 Volume penggunaan air oleh penduduk dalam sebulan untuk 2.000 orang = 1,23 m3 × 2.000 = 2.460 m3 Luas permukaan A = 5 km2 = 5 × 106 m2
volume 2.460 Penurunan air dalam tandon = ______ = ______ = 492 × 10−6 m luas 5 × 106 = 492 × 10−3 mm = 0,49 mm = 0,5 mm (pembulatan) Soal Remedial 1,2

I. Soal Isian 1. besaran 2. berasal dari besaran pokok 3. kg; m3; kg/m3

4. termometer 5. alkohol dan raksa

II. Soal Uraian 1. Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka. Satuan merupakan ukuran yang telah ditetapkan terlebih dahulu dari suatu besaran. Contoh jarak satuannya meter, massa satuannya kilogram, dan lain­lain. 2. Agar dapat berlaku sebagai pedoman dan dapat dipergunakan di seluruh dunia atau internasional. 3. a. jarak: meter; massa: kilogram; waktu: sekon; kuat arus listrik: ampere; suhu: kelvin; jumlah zat: mole. b. satuan baku: satuan yang dipergunakan secara umum atau inter­ nasional. Contoh panjang: meter atau sentimeter. Satuan massa: kilogram atau gram. Satuan tak baku: satuan yang yang dipergu­ nakan oleh negara tertentu atau daerah tertentu, contoh panjang jengkal, inci, dan kaki; massa: pound dan kati. 4. Mengukur: membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 5. Untuk mengukur volume cairan. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Bab  Asam, Basa, dan Garam
A. Materi 1. Identifikasi dan sifat Asam, Basa, dan Garam 2. Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan B. Metode Informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan bahan­bahan yang mengandung asam, misalnya buah­buahan manis, masam, dan lain­lain. 2. Menunjukkan bahan­bahan yang mengandung basa, contohnya sabun, NaOH padat, dan KOH padat. 3. Menunjukkan bahan­bahan yang merupakan garam, contohnya garam dapur (NaCl), batu kapur (CaCO3), tawas, dan lain­lain. D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain 1. mengetahui bahan­bahan yang bersifat asam; 2. mengetahui bahan­bahan yang bersifat basa. Alat-Alat/Bahan Macam­macam larutan/bahan alami bersifat asam; macam­macam larutan/bahan alami bersifat basa; macam­macam garam, macam­macam bunga, macam­ macam daun, empon­empon, tabung reaksi, palet, pipet, kertas lakmus, fenftalin, metyl, dan aquades. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­macam bahan kimia dan bahan alami serta indikator standar. 1. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat asam. 2. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat basa. 3. Tunjukkan suatu bahan dapat digunakan sebagai indikator keasaman dan kebasaan. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari buku atau akses internet tentan indikator asam dan basa.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

G. Kunci Soal • Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. c 6. b 11. c 16. b 2. c 7. c 12. c 17. a 3. c 8. d 13. b 18. b 4. b 9. a 14. a 19. c 5. b 10. b 15. c 20. d B. Soal Uraian 2. asam sulfat (H2SO4) ; asam klorida (HCl) asam cuka (CH3COOH) ; asam nitrat (HNO3) asam sulfida (H2S) ; asam karbonat (H2CO3); dan lain­lain 3. Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) ; NaOH (natrium hidroksida) Mg(OH)2 (magnesium hidroksida) ; KOH (kalium hidroksida) Ba(OH)2 (barium hidroksida) ; Zn(OH)2 (seng II hidroksida) 4. Lakmus merah dalam asam berwarna merah, dalam garam berwarna merah. Lakmus merah dalam basa berwarna biru. Lakmus biru dalam asam berwarna biru, dalam garam berwarna biru. Lakmus biru dalam basa berwarna biru. 5. Basa direaksikan dengan asam menghasilkan garam dan air yang bersifat netral. Basa direaksikan dengan asam menghasilkan garam maka disebut penggaraman. 6. Menguji gas hidrogen: kalau diberi nyala api, gas akan meledak (gas kecil menghasilkan ledakan kecil). Menguji gas karbon dioksida: nyala api dalam gas langsung mati. 7. a. sabun bahan dasarnya basa maka sabun bersifat basa. b. natrium hidroksida bersifat korosif maka sabun juga bersifat koro­ sif. 8. Karena basa dengan asam lambung akan menghasilkan zat bersifat netral. 9. a. zat tembaga sulfat (CuSO4) b. H2SO4 + CuCO3 → CuSO4 + H2O + CO2; terbentuk gas CO2 10. berwarna jingga 11. Pembersih lantai atau kaca ditempatkan di tempat aman jauh dari jangkauan anak­anak. Pemutih disimpan di tempat dekat dengan sabun untuk mencuci. Minuman di atas meja atau di dalam lemari es. 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

12. Asam terutama asam kuat bersifat merusak barang atau jaringan tubuh apabila sampai terminum. Asam laboratorium bahan keras diletakkan dalam lemari bercerobong. Asam sebelum dibuang dapat dinetralkan dengan basa. 13. H2SO4 + CuO → CuSO4 + H2O a. Dengan mereaksikan asam sulfat encer dan tembaga sulfida pada tabung reaksi. Tembaga sulfat terbentuk berupa endapan yang dapat disaring dengan kertas saring. b. Asam sulfat telah ternetralisasi setelah terbentuk endapan. c. Termasuk senyawa alkali. d. H2SO4 + CuO → CuSO4 + H2O 14. a. tanaman mint b. tanaman mint c. sedikit tanah diberi air, kemudian disaring dengan kertas saring, baru diuji dengan pH meter. 15. a. T ( C)
o

100 80 60 40 20 50 100 150 200 250 L (g/100 g air)

makin tinggi suhu, makin besar kelarutan kalium nitrat. kelarutan pada suhu 50oC kurang lebih 85 g/100 g air. larutan jenuh adalah banyaknya larutan maksimum yang terlarut. dengan memasukkan kalium nitrat ke 100 gram air sampai kalium nitrat tidak dapat terlarut lagi. Catatan: dari tabel di atas dapat dikatakan merupakan larutan jenuh kalium nitrat pada berbagai suhu. Soal Remedial I. Soal Isian 1. merah dan merah 2. ion positif (H+) dan ion negatif 3. garam dan air 4. monohidroksi dan polihidroksi 5. a. klorida: NaOH + HCl → NaCl + H2O b. tembaga sulfat + air: CuO + H2SO4 → CuSO4 + H2O c. tembaga karbonat + asam hidroklorida → tembaga klorida + air + karbon dioksida Cu(CO3)2 + 2 HCl → Cu(Cl)2 + H2O + CO2

b. c. d. e.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

d. magnesium: Mg + H2SO4 → MgSO4 + H2 e. natrium nitrat + air: NaOH + HNO3 → NaNO3 + H2O II. Soal Uraian 1. Sifat asam: larutan elektrolit dalam air terurai menjadi ion positif dan ion negatif, memerahkan kertas lakmus. Asam kuat: derajat ionisasinya satu atau ioninasi sempurna, contoh: HCl; H2SO4; HNO3; HI; HBr. Asam lemah: derajat ionisasi kurang dari satu, contoh: HCOOH; CH3COOH; H2CO3; H2S. Asam dapat merusak logam atau bahan dari marmer dan hujan asam merusak tanaman. Asam berasa masam, dengan logam menghasilkan gas hidrogen, dengan logam karbonat menghasilkan gas karbon dioksida. 2. Sifat basa: membirukan kertas lakmus, berasa pahit, licin seperti sabun, merusak kulit, soda api dapat menyebabkan luka bakar, sebagai bahan pembuat sabun cuci atau mandi. Basa kuat: NaOH; KOH; LiOH. Basa lemah: Mg(OH)2; Al(OH)3. Basa dengan asam menghasilkan garam dan air. 3. Udara yang kotor jika terkena hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak lingkungan atau tanaman. Tanah yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan menaburkan kapur. 5. Hasil reaksi asam dan basa akan menghasilkan garam dan air. Garam pembentukan dari reaksi tersebut ada yang larut dalam air dan ada yang berupa endapan yang sukar larut dalam air. Contoh garam yang mudah larut dalam air adalah NaCl dan yang sukar adalah CaCO3.

Bab  Unsur, Senyawa, dan Campuran
A. Materi 1. Unsur 2. Senyawa 3. Campuran B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan bahan­bahan yang merupakan senyawa. 2. Menunjukkan bahan­bahan yang merupakan campuran. 3. Menunjukkan perbedaan senyawa dan campuran secara fisik. 4. Menunjukkan penguraian air secara elektrolisis. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Alat dan Bahan Tabung reaksi, kertas lakmus, fenolftalin, metil, bahan asam, basa, dan garam, bahan alami, dan alat elektrolisis. D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan zat bersifat asam. 2. Menunjukkan zat bersifat basa. 3. Menunjukkan zat bersifat netral atau sebagai garam. 4. Menentukan pH suatu larutan. Alat dan Bahan Macam­macam larutan/bahan alami yang bersifat asam; macam­macam larut­ an/bahan alami yang bersifat basa; macam­macam garam, macam­macam bunga, macam­macam daun, empon­empon, tabung reaksi, pH meter, indikator universal, palet, pipet, kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan aquades. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­bahan kimia dan bahan alami serta alat elek­ trolisis. 1. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat asam. 2. Tunjukkan cara mengetahui suatu bahan bersifat basa. 3. Tunjukkan suatu bahan dapat digunakan sebagai indikator keasaman dan kebasaan. 4. Tunjukkan cara menentukan pH suatu bahan/zat. 5. Tunjukkan cara menguraikan air menjadi unsur penyusunnya. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari buku atau akses internet tentang indikator asam dan basa. G. Kunci Soal • Soal Latihan . 1. a. zat tunggal b. tabel berisi nama unsur yang dikelompokkan atau diklasifikasi. Tabel periodik disusun menjadi 7 baris dan 18 kolom. Unsur­unsur pada suatu golongan mempunyai sifat yang mirip dan unsur­unsur pada periode tertentu atau satu periode dari kiri ke kanan berubah secara teratur. c. simbol untuk membedakan unsur satu dengan lainnya, dapat satu huruf atau dua huruf. Untuk lambang unsur dua huruf, huruf pertama ditulis huruf besar dan yang kedua huruf kecil. Contoh lambang unsur: H; B; C; P; K; I; Ag; Al; Fe; Cu; Ag; dan lain­lain.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

d. Unsur logam padat: Ag; K; Mg; Al; Fe; Cu; Au. Logam cair: Ag. e. Unsur non logam: S; O; H; P; Ne; Ar; Ne; Xe; dan lain­lain. 2. Roti terdiri atas bahan gandum, air, gula, minyak, dan lain­lain. Secara partikel, air terdiri atas unsur hidrogen dan oksigen. Soal Latihan . 1. a. Senyawa merupakan gabungan dua unsur atau lebih yang membentuk satu kesatuan dan sangat sukar untuk dipisahkan. b. Rumus kimia dari suatu senyawa merupakan penulisan lambang unsur penyusunnya. Senyawa yang terdiri atas dua unsur, ditulis unsur logam­ nya diikuti unsur non logamnya. c. Zat tunggal, tepatnya unsur tunggal terdiri atas satu unsur. Contoh: C; S; Ar; Ag; Hg. 2. Sifat senyawa dengan unsur penyusunnya sangat berbeda. Contoh: FeS sangat berbeda dengan sifat Fe dan S. Fe merupakan serbuk besi yang dapat ditarik magnet, sedangkan S atau sulfur berwarna kuning. Senyawa FeS berwarna hitam dan tidak dapat ditarik magnet. H2O merupakan air, hidrogen cair dan oksigen cair jika dicampur langsung bukan merupakan air yang dapat kita minum, tetapi mempunyai sifat oksigen dan hidrogen. 3. Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur­unsur penyusunnya. Contoh air H2O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen dan unsur oksigen dengan cara elektrolisis (menggunakan tenaga listrik). 4. NaHCO3 (massa atom Na = 23; H = 1; C = 12; O = 16; lihat pada tabel periodik) Perbandingan unsur dari NaHCO3 = Na : H : C : O = 23 : 1 : 12 : 48 Perbandingan unsur dari H2SO4 = H : S : O = 2 : 32 : 64 = 1 : 16 : 32 Perbandingan unsur dari C9H8O4 = C : H : O = 108 : 8 : 64 = 27 : 2 : 16 5. a. Dalam CO2, perbandingan C : O2 : CO2 = 3 : 8 : 11 6 12 6 g C + 12 g O2 , perbandingan massa yang direaksikan C : O = __ : __ 3 8 = 2 : 1,5. Karena angka perbandingan C lebih besar O maka zat C yang tersisa sehingga zat yang bereaksi O seluruhnya bereaksi 3 8 11 C = __ (12) = 4,5 gram; O2 = __ (12) = 12 gram; CO2 = __ (12) = 16,5 8 8 8 gram. Jadi, zat yang bereaksi adalah C = 4,5 gram; O2 = 12 gram; CO2 = 16,5 gram C yang tidak bereaksi = 6 g – 4,5 g = 1,5 g b. 6 gram C + 18 gram O2 = … CO2 C + O2 → CO2 C : O2 : CO2 = 3 : 8 : 11 6 18 Perbandingan massa yang direaksikan C : O2 = __ : __ dari perbandingan 6 8 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

c.

3 tersebut C lebih kecil sehingga C bereaksi semua maka C = __ (6) gram; 3 8 11 __ (6) = 16 gram; CO = __ (6) = 22 gram. O2 = 3 2 3 O2 yang tidak bereaksi = 18 gram – 16 gram = 2 gram. 6 gram C direaksikan dengan 24 gram O2 Sama dengan soal b 3 8 11 maka C = __ (6) gram; O2 = __ (6) gram; CO2 = __ (6) = 22 gram. 3 3 3 O2 yang tidak bereaksi = 24 gram – 16 gram = 8 gram.

Soal Latihan . 1. a. Campuran merupakan gabungan dua zat atau lebih, komposisi penyu­ sunnya bervariasi dan dapat dipisahkan secara fisika. b. Larutan adalah campuran dua zat cair atau lebih, cairan yang banyak dinamakan pelarut dan yang sedikit dinamakan zat terlarut. c. Campuran homogen adalah campuran yang komposisi campurannya serba sama, contoh sirup, air gula, dan air garam. d. Campuran heterogen adalah campuran yang komposisi campurannya tidak sama. e. Suspensi adalah campuran yang komposisi campurannya tidak homogen atau merupakan campuran heterogen. Biasanya, suspensi merupakan campuran zat cair dengan zat padat sehingga campuran berupa cam­ puran terlihat keruh dan lama­ kelamaan akan mengendap. 2. Perbedaan senyawa dengan campuran. Senyawa merupakan susunan beberapa unsur membentuk suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan secara fisika dan mempunyai sifat yang jauh berbeda dengan unsur penyusunnya. Campuran merupakan gabungan dari dua zat atau lebih dan dapat dipisahkan secara fisika serta masih mempu­ nyai sifat zat penyusunnya. Senyawa hanya dapat dipisahkan secara kimia atau secara elektrik (contoh H2O dipisahkan menjadi H2 dan O2 dengan elektrolisis). 3. Senyawa: garam dapur; gula pasir; kuningan. Campuran: udara; air laut. 4. Larutan dapat ditembus cahaya, koloid tidak tembus. Larutan tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan, koloid bisa dipisahkan dengan penyaring­ an. Larutan kelihatan jernih meskipun berwarna, tetapi koloid kelihatan keruh. 5. Baja merupakan campuran besi dengan karbon atau logam lainnya tergan­ tung keperluan. Dengan menggunakan tungku oksigen. Soal Uji Pemahaman Konsep 2. Unsur: hidrogen (H2) dan oksigen (O2); Senyawa: air (H2O); Campuran: oksigen dan hidrogen dalam satu wadah.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

3. Senyawa: gula pasir; pasir. Unsur: karbon hasil pembakaran gula berwarna hitam. Campuran: gula pasir dengan pasir; karbon dengan pasir (hasil pem­ bakaran). • Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. d 6. b 11. ­ 16. b 2. b 7. c 12. b 17. b 3. c 8. b 13. b 18. a 4. b 9. c 14. ­ 19. b 5. a 10. d 15. a 20. b Ralat Soal 11. Cu nomor atomnya yang benar: 29, jadi jawaban: 2 dan 3 Soal 14. tidak ada jawaban B. Soal Uraian 2. No. 1. 2. 3. 4. Pembeda Penampilan Massa jenis Titik didih Daya hantar Logam mengkilap tinggi tinggi baik Nonlogam tidak mengkilap rendah rendah kurang baik

3. Huruf pertama diutamakan logam disusul unsur nonlogam. 7. 1. sisa unsur = 0 2. O = 16 gram 3. H = 2 gram 4. air = 22,5; H sisa = 0,5 gram (Ralat tidak ada sisa diganti sisa 0,5 gram) 5. O = 24 gram; sisa = 0 10. Perbandingan unsur a. C : H : O = 24 : 4 : 32 = 6 : 1 : 8 b. N : H = 14 : 3 c. C : H : O = 72 : 8 : 96 = 9 : 1 : 12 d. Ca : C : O = 40 : 12 : 48 = 10 : 3 : 12 e. C : H : O = 144 : 22 : 176 = 72 : 11 : 88 f. C : O : N : H = 12 : 16 : 28 : 4 = 3 : 4 : 7 : 1 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Bab  Zat dan Wujudnya
A. Materi 1. Wujud Zat 2. Teori Partikel Zat 3. Adhesi dan Kohesi 4. Massa Jenis Zat B. Metode Informasi atau ceramah yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan macam­macam zat (padat, cair, dan gas). 2. Apakah dua balon karet yang berisi udara dan kosong ada perbedaan beratnya? 3. Menunjukkan dengan menggunakan model untuk menjelaskan teori partikel zat. 4. Menunjukkan peristiwa adhesi dan kohesi pada pipa kecil yang terjadi pada air dan raksa. Alat dan Bahan Macam­macam benda padat, zat cair, balon karet, kayu, pipa kaca berbagai diameter, air, raksa, dan gelas kimia.

D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menentukan massa jenis zat padat. 2. Menentukan massa jenis zat cair. Alat dan Bahan Gelas ukur, hidrometer, neraca lengan, macam­macam benda padat, dan macam­ macam zat cair. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­macam benda padat, zat cair, gelas ukur, neraca, penggaris, gelas kimia, dan hidrometer. 1. Ambil alat dan tunjukkan cara menentukan massa jenis zat padat yang tidak teratur bentuknya. 2. Ambil alat­alat kemudian tunjukkan cara menentukan massa jenis zat cair. 3. Ambil alat­alat kemudian tunjukkan adanya adhesi dan kohesi.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

F. Tugas Portofolio Cari informasi dan sebutkan alat­alat ukur massa jenis dari buku­buku atau dari internet. G. Kunci Soal • Soal Latihan . Soal Recalling 2. Massa jenis untuk zat dalam keadaan yang sama adalah tetap. Misalnya, jenis benda yang sama tetapi massanya sama maka massa jenisnya sama. 3. Untuk mengetahui tingkat kerapatan massa zat atau benda. Jika massa jenis diketahui dengan mengukur volumenya, massa dapat kita ketahui. Hitungan
m 4. m = rV sehingga V = __  = _________ = 10­3 m3 = 1.000 cm3 3 r 1 kg 1.000 kg/m

5. m = 100 gram , V = 40 ml = 40 cm3 6.
100 g 40 cm 8g m r = __ = _____ = 0,8 g/cm3 V 10 cm3 m r = __ = _____ = 2,5 g/cm3 3 V

mx = rV = 0,8 g/cm3 × 25 cm3 = 20 g 7. Jari­jari bola R = 18 cm; r = 7,8 × 103 kg/m3 = 7,8 g/cm3 4 m = r × V = (7,8 g/cm3) × __ π R3 cm3 3 = 32,67 g • Soal Tantangan 8. Massa emas, me = 100 g; kadar 24 karat Berapa gram perak harus ditambahkan agar kadarnya menjadi 20 karat? remas = 19,3 g/cm3; rperak = 10,5 g/cm3 Penyelesaian Massa emas 24 karat, me = 100 g Massa emas 20 karat, me’ = me + mp 20 Kadar emas 20 karat = __ × 100% = 83,3% 24 Banyaknya perak pada emas 20 karat = 100% – 83,3% = 16,7% mp = ____ × me' = 0,167 × (me + mp) 100 mp = (0,167 × me) + (0,167 × mp) = (1 − 0,167) mp = 0,167 × 100 mp = 20 gram
16,7 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

24 24 me' = __ × me = __ × 100 = 120 g 20 20 me' = me + mp 120 = 100 + mp mp = 20 g Jadi, massa perak yang harus dicampurkan sebanyak 20 g. 9. Cairan X = 20 g; rx = 1 g/cm3 Cairan Y = 15 g; ry = 0,8 g/cm3 Cairan Z = 10 g; rz = 0,7 g/cm3 Berapa volume campuran Vc dan massa jenis campuran rc? Penyelesaian Massa campuran = mc; volume campuran = Vc

Cara lain 20 me = __ × me' 24

mc = mx + my + mz = 20 + 15 + 10 = 45 g Vc = Vx + Vy + Vz
m m = r × V → V = __  r my 15 mx mz 10 20 Vx = ___ mx/= __ = 20 cm3; Vy = ___ = ___ = 18,75 cm3; Vz = ___ = ___ = 1 0,8 0,7 x y z 14,29 cm3

Vc = 20 + 18,75 + 14,29 = 53 cm3 (pembulatan)
45 c rc = __ = __ = 0,85 g/cm3 Vc 53 Jadi, volume campuran adalah 53 cm3 dan massa jenis campuran 0,85 g/cm3. m

10. Volume alkohol, V1 = 10 liter = 104 cm3; r1 = 0,8 g/cm3 Volume air, V2 = 20 liter = 2 × 104 cm3; r2 = 1 g/cm3 Volume campuran menyusut 5 %, berapa massa jenis campuran? Penyelesaian Massa campuran mc = m1 + m2 = (r1 × V1) + (r2 × V2) = (0,8 × 104) + (1 × 2 × 104) = 2,8 × 104 g

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Volume campuran, Vc = (V1 + V2) × (100 – 5)% = (104 + 2.104) × 95% = 2,85 × 104 cm3 Massa jenis campuran
c rc = __ = ________ = 0,98 g/cm3 4 V c

m

2,8 × 104 2,85 × 10

Massa jenis campuran = 0,98 g/cm3 • Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. b 6. d 2. a 7. d 3. a 8. d 4. a 9. a 5. d 10. b 11. d 12. c 13. c 14. a 15. d 16. d 17. a 18. d 19. c 20. d 21. c 22. a 23. a 24. d 25. c

B. Soal Uraian 10. Ralat massa jenis batu = 4 g/cm3 Massa batu m = r × V = 4 × 4 = 16 g 11. r = 1,29 kg/m3 V = 6 × 4 × 3 = 72 m3 m = r × V = 1,29 × 72 = 92,9 kg 12. m = 190 kg; r = 7,8 × 103 kg/m3
4 m = r × V = r × __ rR3 3 3 × 190 3m ____  = ______________ = 5,82 × 10−3 3 R = 4 × 3,14 × 7,8 × 103 4 1 __ R = (5,82 × 10−3)3 = 0,18 m Diameter bola, D = 2 R = 2 × 0,18 m = 0,36 m

13. Massa botol, mb= 20 g massa botol + air, mba = 150 g massa botol + susu, mbs = 160 g massa air, ma = mba – mb = 150 g – 20 g = 130 g massa susu, ms = 160 g 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

ma 130 volume air, Va = ___ = ___ = 130 cm3 1 volume susu = volume air Vs = 130 cm3 ms 160 g massa jenis susu, rs = __ = ______ = 1,23 g/cm3 3 V
s

a

130 cm

14. Massa cairan, mc = 224 g – 200 g = 24 g Volume cairan, Vc = 30 cm3
c 24 rc = __ = __ = 0,8 g/cm3 V 30 c

m

15. V = 1 cm × 10 cm × 2 cm = 20 cm3 r = 5 g/cm3 m = r × V = 5 × 20 g 16. V1 = 5 l = 5.000 cm3; r1 = 0,8 g/cm3 V2 = 10 l = 10.000 cm3; r2 = 1 g/cm3 m1 = r1 × V1 = 0,8 × 5.000 = 4.000 g m2 = r2 × V2 = 1 × 10.000 = 10.000 g
4.000 + 10.000 c 1 2 rc = __ = ______ = ___________ = 0,933 g/cm3 = 933 kg/m3 V V +V 5.000 + 10.000
c 1 2

m

m +m

17. Luas kertas: A1 = 17,6 cm × 25 cm = 440 cm2 Jumlah halaman 300 sehingga jumlah kertas n = 150 buah Massa 1 lembar kertas, m1 = 60 gram Massa kertas, mk = (n × m1) + mc = (150 × 60 g) + 210 g = 9.210 g Luas n lembar kertas An= 150 × A1 = 150 × 440 = 66.000 cm2 Luas kertas kover Ak = 2 × 440 cm2 = 880 cm2 Luas kertas seluruhnya A = 66.880 cm2 Volume kertas seluruhnya = 66.880t cm3 (t = tebal kertas)
9.210 k Massa jenis kertas, r = __ = ______ = 0,138/t g/cm3. V 66.880t m

18. Pertama menimbang benda dengan neraca lengan (m). Kemudian, mengukur volume benda alat gelas berpancuran dan gelas ukur atau gelas ukur saja m yang diisi air (V). Massa jenis benda dapat dihitung dengan rumus r = __. V 19. Dengan adanya tegangan permukaan terjadilah ke­ naikan air pada pipa kapiler atau penurunan raksa pada pipa kapiler. Gaya ke atas atau tegangan permukaan inilah yang air menyebabkan air naik pada pipa kapiler atau turun­ nya raksa pada pipa kapiler disebabkan oleh tegangan pipa kapiler permukaan yang arahnya ke bawah.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

20. Secara alami, materi yang ringan mempunyai massa jenis yang lebih kecil. Contohnya jika minyak tanah (rminyak = 0,8 g/cm3) dicampur dengan air (rair = 1 g/cm3) maka posisi air berada di bawah dan minyak berada di atas. 21. Volume bata, V = 5 cm × 10 cm × 20 cm = 103 cm3 = 103 × 10­6 m3 = 10–3 m3 r = 11,3 × 103 kg/m3 massa timah, m = r × V = (11,3 × 103 kg/m3) × (10­3 m3) = 11,3 kg Berat timah, w = m × g = 11,3 × 10 = 113 N. 22. V = 200 ml = 200 cm3; m = 200 g Massa air yang tumpah pada suhu 80oC, Δm = 6 g m m – Δm 200 – 6 Massa jenis air pada suhu 80oC, r = __ = _______ = ______ = 0,97 g/cm3 V 200 V 23. Karena adanya tegangan permukaan.

Bab  Pemuaian
A. Materi 1. Pemuaian Zat Padat 2. Pemuaian Zat Cair 3. Pemuaian Gas B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Pemuaian zat padat dengan alat Musschenbroek. 2. Pemuaian zat cait dengan alat­alat gelas erlenmeyer sumbat karet dan pipa kaca yang diisi air. 3. Pemuaian dengan alat­alat pada percobaan di atas tetapi kosong (berisi udara). 4. Pemuaian gas dengan termoskop. 5. Bimetal pada setrika listrik. Alat-Alat Alat Musschenbroek, gelas erlenmeyer, pipa kaca, termoskop, dan setrika listrik. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menyelidiki pemuaian pada zat cair. 2. Membandingkan muai zat padat dan zat cair. Alat-Alat Air, labu didih, pipa kaca, kertas berskala, pembakar bunsen, dan bejana. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan alat termoskop, pipa kaca, gelas erlenmeyer, dan gelas ukur. 1. Ambil alat kemudian peragakan cara menunjukkan pemuaian zat cair. 2. Ambil alat kemudian peragakan cara menunjukkan adanya pemuaian gas. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari internet tentang pemuaian. G. Kunci Soal • Soal Latihan . 1. T1 = 30oC; T2 = 100oC; ΔL = 2 mm = 0,2 cm; αbesi = 12 × 10­6 /Co; Lo = … ? ΔL α = _____ L0ΔT 0,2 0,2 ΔL L0 = ___ = _______________ = _______ = 235 cm α∆T 12 × 10−6 (100 − 30) 8,4 × 10−5 2. d1 = 20 cm; d2 = 20,02 cm; αbesi = 12 × 10­6 /Co ΔL α = _____ L0ΔT 20,02 − 20 0,02 ΔL Δd (d2 − d1) DT = ____  = ___  = _______ = __________ = _______ = 83oC   20 × 12 × 10−6 2,4 × 10−4 L0α d0α d1α Dipanaskan dengan kenaikan suhu 83oC. 3. Panjang besi, L1 = 50 cm; panjang aluminium, L2 = 40 cm; αbesi = 12 × 10–6 /Co; αaluminium = 25 × 10­6 /Co ΔL α = _____ L0ΔT DL DLbesi DLaluminium DLtotal = L0 α ∆T = (50)(12 × 10−6)(100) = 6 × 10−2 cm = (40)(25 × 10−6)(100) = 10 × 10−2 cm = DLbesi + DLaluminium = (6 + 10) × 10−2 cm = 16 × 10­2 cm

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

4. Luas lempengan A0 = (40 cm × 60 cm) = 24 × 102 cm2; αaluminium = 25 × 10–6 /Co ΔT = 100 – 20 = 80 oC DA = A0bDT = A02αDT (b = 2α) = (24 × 102) × 2 × (25 × 10−6)(80) = 9,6 cm2 Soal Latihan . 2. Zat dipanaskan akan memuai atau bertambah panjang, lebar, dan tinggi. Benda terdiri atas partikel­partikel atau molekul­molekul jika dipanaskan ruang gerak akan makin besar sehingga benda akan bertambah ukurannya. 3. Untuk batang panjang yang kelihatan pemuaiannya hanya arah meman­ jang saja. Untuk lebar dan tinggi pertambahan panjang hanya kecil sekali sehingga dapat diabaikan. 5. L = 1.000 m; αbesi = 12 × 10–6 /Co ΔL α = _____ L0ΔT DL = L0α DT = 1.000 × (12 × 10−6) × 30 = 3,6 × 10–1 = 0,36 m = 36 cm 6. γ = 210 × 10–6 /Co γ = 210 × 10–6 /K Karena derajat Celsius dengan Kelvin adalah sama, artinya perubahan satu skala Celsius dengan satu skala Kelvin adalah sama. Soal Latihan . 2. Karena pemuaian cairan ke segala arah (tiga dimensi). Jadi, efek pemuaian­ nya merupakan pemuaian volume. 3. Sebenarnya, pemuaian pengisi termometer ke segala arah (volume) tetapi arahnya hanya satu arah atau memanjang maka terlihat arah memanjang saja. 4. d = 10 cm; DT = 50oC; αkuningan = 20 × 10–6 /Co V0 = d3 = 103 = 1.000 cm3 = 1.000(1 + 3 × 20 × 10−6 × 50) = 1.000 (1 + 3 × 10–3) = 1.000 (1,003) = 1003 cm3 5. V0 = 10 liter = 10.000 cm3 DT = (30 − 10) = 20oC γkaca = 27 × 10–6 /Co; γalkohol = 1.100 × 10–6 /Co DV = V0γDT = 104(1.100 × 10−6)(20) = 220 cm3 Jadi, alkohol yang tumpah sebanyak 220 cm3. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Soal Uji Pemahaman Konsep 5. Untuk memberi ruang gerak pemuaian jembatan logam. 6. Gas dalam ruangan jika dipanaskan, tekanannya akan bertambah besar di samping suhunya juga naik. Manfaat pemanaskan gas, untuk menaikan tekanan gas, juga untuk memperkecil massa jenis gas. Contohnya pada balon udara, gas di dalam balon dipanaskan sehingga massa jenis gas berkurang. Karena volume balon tetap maka masa jenis berkurang, sesuai dengan hukum Archimedes balon udara akan terangkat ke atas. 7. Sama dengan soal no. 6 di atas. 8. Sebenarnya cairan mengalami muai panjang, muai luas, dan sekaligus muai volume. Jika ruang gerak cairan dibatasi arah memanjang saja maka efek pemuaian hanya arah memanjang. Panjang pemuaian sama dengan volume dibagi dengan luas penampang. 9. V0 = 200 cm3; A = 0,4 cm2; DT = (80 − 30) = 50oC; γair = 2,10 × 10–4 /Co DV = V0γDT = (200)(2,1 × 10−4)(50) = 2,1 cm3 DV = h × A ΔV 2,1 h = ___ = ___ = 5,25 cm A 0,4 Tinggi air dalam pipa kaca adalah 5,25 cm. 10. Volume air, V1 = 100 cm3; volume bensin, V2 = 50 cm3 γair = 2,10 × 10–4 /Co; γbensin = 9,5 × 10–4 /Co DV1 = V1γDT = (100)( 2,10 × 10–4)(70) = 1,47 cm3 DV2 = V2γDT = (50)( 9,5 × 10–4)(70) = 3,33 cm3 DVtotal = DV1 + DV2 = 1,47 + 3,33 = 4,8 cm3 Kenaikan volume kedua cairan dalam labu adalah 4,8 cm3. Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. b 6. b 11. b 16. d 2. d 7. a 12. b 17. c 3. c 8. d 13. b 18. b 4. d 9. b 14. d 19. ralat: 30,029 cm 5. c 10. b 15. a 20. b 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

B. Soal Uraian 2. Tutup terbuat dari logam jika dipanaskan akan memuai lebih besar dibanding botol kaca, sehingga mudah dilepas dari botol. 3. Bimetal yang terbuat dari besi dan aluminium dengan αbesi = 12 × 10–6 /Co dan αaluminium = 12 × 10–6 /Co. Berhubung α aluminium lebih besar dibanding α besi maka aluminium pertambahan panjangnya lebih besar sehingga bimetal akan melengkung ke arah besi. 4. Gelas yang berkualitas rendah mempunyai koefisien muai ruang lebih besar sehingga kalau kena panas secara mendadak akan terjadi pemuai­ an yang mendadak dan menyebabkan gelas pecah. 5. Contoh pada termometer cairan (raksa atau alkohol), jika kena panas cairan kelihatan memuai atau memanjang cairan dalam termometer. Juga tabung kaca yang diisi cairan (misalnya air) sampai penuh, jika dipanaskan air akan tumpah. 6. Agar ada ruang gerak rel untuk bebas memuai (memanjang). Jika tidak diberi jarak antar dua rel sambungan pada sambungan rel akan melengkung ke atas. Hal ini sangat membahayakan perjalanan kereta api. 7. Koefisien muai panjang yang lebih kecil adalah logam tembaga diban­ ding logam aluminium. 8. Sambungan rel kereta api dibuat renggang, terjadinya angin darat dan angin laut, bimetal pada setelika listrik, dan lain­lain. 9. Satuan koefisien muai tetap /Co atau /K. Satuan panjang tidak memengaruhi. Jadi, jika panjang dalam m maka pertambahan panjangnya juga m, dan seterusnya untuk satuan yang lain. cm, mm, cm2, m2 untuk muai luas atau cm3 atau m3 untuk muai volume. 10. Di samping tutup logan memuai, gas dalam botol juga memuai sehingga tutup botol lebih mudah dibuka. 11. Karena tutup botol dan gas di atas cairan akan memuai lebih besar dibanding muai kaca botol. 12. L10 = 50 cm; ΔT = 40 – 10 = 30oC; αal = 25 × 10–6 /Co DL = L0αDT = 50 (25 × 10–6) 30 = 3,75 × 10–2 cm 13. A20 = 4 m2; ΔT = 50 – 20 = 30 Co; αkaca = 9 × 10–6 /Co DA = A02αDT = 4 × 2 (9 × 10–6) 30 = 2,16 × 10–3 m2 = 0,00216 m2 Luas kaca pada suhu 50oC adalah 4,00216 m2. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

14. Volume, V0 = 25 ml = 25 cm3; ΔT = 90 – 0 = 90oC; αkuningan = 19 × 10–6 /Co DV = V03αDT = 25 (19 × 10–6) 90 = 4,28 × 10–2 cm3 V90 = V0 + ΔV = 25 + 0,0043 = 25,0043 cm3 15. L25 = 75 cm; αkaca = 9 × 10–6 /Co DL = L0αDT L25 = L0αDT L25 = L0(1 + αDT) 25 = L0{1 + (9 × 10−6)(25 − 0)} 25 = L0(1 + 2,25 × 10−4) 25 = L0(1 + 0,000225) L0 = 24,99 cm 16. Vk = 350 cm3; ΔT = 100 – 20 = 80oC; αkaca = 9 × 10–6 /Co V100 = L20(1 + 3αDT) 350 = L20 (1 + 3 × 9 × 10–6 × 80) 350 = L20 (1,00216) L20 = 349,25 cm3 18. D = 6,445 cm pada suhu 20oC; ΔD = (6,445 – 6,420) + 0,008 = 0,033 cm ΔL ΔD α = _____; D = ____ L0ΔT αΔT 0,033 ΔD DT = ___ = _____________ = 42,7oC = 43oC ΔD (12 × 10−6)(6,445) Cincin harus dipanaskan T’ = 20 + 43 = 63oC. 19. d = 14 cm; ΔT = (200 – 30) = 170oC; γkaca = 1 × 10–6 /Co Volume bola: 4 4 D 4 D3 1 V1 = __pR3 = __p(__)3 = __p(__) = __pD3 3 3 2 3 8 6 V1
1 = __p(14)3 = 1436,8 cm3 6

DV = V0γDT = 1436,8 × (1 × 10−6) × 170 = 0,244 cm3 20. L = 100 m; γbaja = 12 × 10–6 /Co; T0 = ­ 30oC; T1 = 40oC; ΔT = 40 – (–30) = 70oC DL = L0αDT = 100(12 × 10−6) 70 = 0,084 m = 8,4 cm

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

21. γbaja = 12 × 10–6 /Co; ΔT = 10oC DL = L0αDT = 25 (12 × 10−6) × 10 = 0,003 m = 0,3 cm Jadi, jarak kedua rel minimum adalah 0,3 × 2 = 0,6 cm. 22. A = 50 cm × 80 cm = 4.000 cm2; ΔT = 80oC DA = A2αDT = 4.000 (2 × 25 × 10–6) 80 = 16 cm2 23. A = 20 cm2; h1 = 25 cm; ΔT = 100 – 30 = 70oC DV = V0γDT 1 1 = (A × h1)(___)(70) = (20 × 25)(___)(70) 273 273 = 128,2 cm3 Tinggi piston setelah dipanaskan adalah h’ = h + Δh = 25 + 6,41 = 31,41 cm. • Soal Ulangan Umum  A. Soal Pilihan 1. b 6. ­ 11. c 16. c 21. d 2. d 7. a 12. a 17. b 22. d 3. a 8. c 13. a 18. c 23. c 4. b 9. c 14. c 19. a 24. b 5. b 10. b 15. c 20. b 25. ­ Ralat no 25, jawaban yang benar 65oX.

26. b 27. d 28. c 29. a 30. b

31. d 32. d 33. a 34. d 35. d

B. Soal Uraian 1. Bersifat tetap, berlaku secara internasional, dan mudah ditiru. 2. Gaya kohesi air lebih kecil dibanding kohesi kaca. Gaya kohesi raksa lebih besar dibanding kohesi kaca. 3. Paling dekat adalah pada benda padat, susunannya teratur dan tidak­ berubah. 4. L0 = 20 m; ΔT = (50 – 25) = 25oC; αbaja = 12 × 10–6 /Co DL = L0αDT = 20 × (12 × 10−6) × 25 = 6 × 10–3 m = 0,6 cm 5. Pejal dan berongga pemuaiannya tetap sama, karena meskipun di tengah berongga tetapi bagian tengah tetap memuai sama dengan yang pejal. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Bab  Kalor
A. Materi 1. Kalor merupakan Transfer Energi 2. Peran Kalor terhadap Suhu dan Wujud Zat 3. Perpindahan Kalor B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan pengaruh tekanan pada titik didih air pada tekanan di bawah 1 atmosfer. 2. Menunjukkan pengaruh tekanan terhadap titik lebur es. 3. Meneteskan alkohol atau spiritus pada tangan kemudian ditiup akan terasa dingin. 4. Memanaskan ujung logam yang lama­kelamaan ujung lain terasa panas. 5. Membandingkan kecepatan merambat panas pada tiga benda (2 lempeng logam dan 1 batang kaca). 6. Menunjukkan air bukan sebagai penghantar. 7. Menunjukkan bahwa penguapan diperlukan kalor. 8. Menunjukkan perambatan kalor secara radiasi. Alat dan Bahan Gelas erlenmeyer, sumbat karet, pipa kaca, termometer, gelas beker, lempengan logan Cu, Al, Fe, kaca, pemanas, tabung reaksi, air, es, alkohol, dan spiritus. D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Memanaskan air pada gelas beker dengan waktu yang berbeda­beda. 2. Memanaskan air dengan massa air yang berbeda tetapi waktu sama. 3. Memanaskan es. 4. Menunjukkan perambatan kalor secara konveksi dalam air. 5. Menunjukkan perambatan kalor secara konveksi di udara. Alat dan Bahan Neraca lengan, gelas beker, termometer, kalorimeter, air, pemanas, es, dan butiran gergajian kayu.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan alat dan bahan: air, es, gelas erlenmeyer, gelas beker, gelas ukur, penyedor, pipa kaca, dan termometer. 1. Ambil alat­alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara mengetahui bahwa penguapan memerlukan kalor. 2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa banyaknya kalor yang diserap berbanding lurus dengan massanya. 3. Ambil alat­alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa kelajuan perambatan kalor bergantung pada jenis zat. F. Tugas Portofolio Cari informasi dan internet tentang perubahan wujud dan pengaruh tekanan terhadap titik didih cairan atau titik lebur zat padat. G. Kunci Soal • Soal Latihan . 1. a. kalor adalah energi panas. b. caloric: menurut teori lama (kuno) zat alir yang tidak terlihat dapat mengalir pada suatu zat sehingga panas dapat mengalir. c. tara kalor mekanik: bilangan yang menyatakan kesetaraan antara satuan kalor dengan satuan energi (1 joule = 0,24 kalori atau 1 kalori = 4,2 joule). d. joule adalah satuan energi (SI). e. kalori adalah satuan energi kalor. 2. Lavoisier. 3. Tidak ditemukannya zat alir pada peristiwa pengadukan air. Air diputar dapat menjadi panas, padahal tidak dialiri zat ke dalam air. 4. Count Rumford, Robert Mayer, dan Joule. 5. Kalor merupakan transfer energi. Karena kalor juga merupakan ben­ tuk energi, jadi aliran atau perpindahan kalor merupakan perpindahan energi. Soal Latihan . 1. a. Asas Black: jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas. b. Kalor lepas: jumlah kalor yang dilepaskan zat yang bersuhu tinggi. c. Kalor serap: jumlah kalor yang diterima zat yang bersuhu rendah. d. Kalor jenis: banyaknya energi kalor yang diperlukan 1 gram zat yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC atau banyaknya kalor yang diperlukan 1 kilogram zat untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC. (c: kal/g Co atau J/kg Co).

• 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Kapasitas kalor: banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat sebesar 1oC. Satuan C = kal/Co atau j/Co. 2. cair = 4,2 × 103 J/kg Co; m = 2 kg; ΔT = 100 – 20 = 80oC Q = mcDT = 2 × (4,2 × 103) × 80 = 6,72 × 105 J 3. m1 = 2 kg; T1 = 0oC; m2 = 0,3 kg; T2= 80oC; c = 4.200 J/kgCo Misalnya suhu campuran Tc Qterima = Qlepas m1 c (Tc – T1) = m2 c (T2 – Tc) 2 × (Tc − 0) = 0,3 × (80 − Tc) 2 Tc = 24 – 0,3 Tc 2,3 Tc = 24 Tc = 10,43oC 4. m = 20 kg; c = 450 J/kgCo; T1 = 10oC; T2 = 90oC Q = m c (T2 – T1) = 20 (450)(90 − 10) = 7,2 × 105 J 5. cair = 4.200 J/kgCo; mair = 20 kg Q = m c (T2 – T1) = 20 (4.200)(90 − 10) = 6,72 × 106 J 6. m1 = 2 gelas; T1 = 5oC; m2 = 0,5 gelas; T2 = 60oC; Tc = suhu campuran = …? Qterima = Qlepas m1 c (Tc – T1) = m2 c (T2 – Tc) = 0,5 c (60 – Tc) 2 c (Tc – 5) 2 Tc – 10 = 30 – 0,5 Tc 2,5 Tc = 40 Tc = 16oC Soal Latihan . 3. Benda yang diberi kalor suhunya akan naik, benda dapat berubah wujud, gas tekanannya akan bertambah. 4. Napas orang atau binatang mengandung uap air, begitu diembuskan ke udara dingin, uap air akan mengembun sehingga keluar seperti kabut. 5. Makin rendah tekanan udara di atas cairan akan makin berkurang titik di­ dihnya dan sebaliknya, makin ke atas tekanan makin tinggi titik didihnya juga makin tinggi. Makin rendah tekanan di atas cairan akan makin mudah molekul­molekul cairan makin mudah untuk melepaskan diri dari cairan. 6. Titik didih zat ditentukan oleh

e.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

7.

8. 9.

10.

1. jenis cairan, dan 2. tekanan di atas cairan. Untuk meleburkan 1 kg es dengan 1 kg lilin tidak sama, karena besar kalor lebur es dengan lilin berbeda. Jika besar kalor leburnya sama maka jum­ lah kalor yang digunakan untuk mengubah bentuk dari padat ke cair juga sama. mes = 500 g; L = 336 kJ/kg Q = mL = 500 × 336 = 1,68 × 106 J mes = 1 kg; ces = 2,1 kJ/kgCo; T1 = –10oC; T2 = 10oC; cair = 4,2 kJ/kgCo; L = 336 kJ/kg. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan es dari –10oC ke 0oC = Q1 Q1 = mes ces (10) = 1 × 2,1 × 10 = 21 kJ Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah es menjadi air 0oC = Q2 Q2 = mL = 1 × 336 = 336 kJ Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu air 0oC ke 10oC = Q3 Q3 = mcair(10 − 0) = 1 × 4,2 × 10 = 42 kJ Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg es menjadi air bersuhu 10oC adalah Qtotal = Q1 + Q2 + Q3 = 21 + 336 + 42 = 399 kJ m = 1,5 kg; T1 = –12oC; T2 = 20oC; cair = 4,2 kJ/kgCo; ces = 2,1 kJ/kgCo; L = 336 kJ/kg Jumlah kalor yang dilepaskan air dari 20oC ke 0oC (Q1) Q1 = mcairDT = 1,5 × 4,2 × 20 = 126 kJ Jumlah kalor yang dilepaskan air menjadi es pada suhu 0oC (Q2) Q2 = mL = 1,5 × 336 = 504 kJ Jumlah kalor yang dilepaskan es 0oC menjadi es –12oC (Q3) Q3 = mcesDT = 1,5 × 2,1 × 12 = 37,8 kJ Jumlah kalor yang dilepaskan lemari es adalah Qtotal Qtotal = Q1 + Q2 + Q3 = 126 + 504 + 37,8 = 667,8 kJ 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Soal Latihan . 2. Kalor merambat secara konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah kalor merambat karena energi getaran partikel dari benda panas ke benda dingin. Konveksi adalah aliran kalor dengan konveksi karena perbedaan massa jenis, cairan yang panas, massa jenisnya kecil sehingga naik, sedang yang dingin akan turun karena massa jenisnya lebih besar. Radiasi adalah perambatan kalor secara pancaran. 3. Yang mempengaruhi daya hantar zat padat adalah jenis zat. 4. Peristiwa konduksi terjadi pada gagang setrika dibuat dari zat isolator agar tidak panas. Tempat pegangan panci terbuat dari bahan isolator. 5. Kalor merambat pada zat cair secara konveksi. 6. Pada zat cair bagian bawah dipanasi maka massa jenis berkurang sehingga naik ke atas, sedang cairan dingin akan turun karena massa jenisnya lebih besar sehingga terjadilah putaran cairan. 7. Pada saat memasak air dan terjadinya angin laut serta angin darat. 8. Kalor dapat melalui ruang hampa secara radiasi. 9. Kulitnya tebal, berwarna putih, dan di bawah kulit banyak lemak. 10. Termos menyimpan bahan makanan atau minuman agar tetap panas atau dingin. Pada dasarnya, termos dibatasi oleh dua dingding yang hampa udara agar kalor tidak masuk atau keluar secara radiasi. Dinding dalam dibuah mengkilat agar kalor tidak keluar. Soal Tantangan 1. mes = m1 = 100 g; T1 = –20oC; mair = m2 = 200 g; T2 = 50oC; c1 = 0,5 kal/gCo; c2 = 1 kal/gCo; Les = 80 kal/g Penyelesaian Jumlah kalor untuk kenaikkan suhu es dari –20oC ke 0oC (Q1) Q1 = m1c1(0 − (−20)) = 100 × 0,5 × 20 = 1.000 kal Jumlah kalor untukmengubah es menjadi air pada suhu 0oC (Q2) Q2 = mLes = 100 × 80 = 8.000 kalori Jumlah kalor yang dilepas air 50oC menjadi 0oC (Q3) Q3 = m2cair(50 − 0) = 200 × 1 × 50 = 10.000 kalori Kalor yang diserap: Q1 + Q2 = 1.000 + 8.000 = 9.000 kal Kalor yang dilepas: Q3 = 10.000 kal Karena Q3 > Q2 + Q1 maka dapat disimpulkan bahwa semua es melebur dan kelebihan kalor digunakan untuk menaikkan suhu es yang sudah menjadi air sehingga akan berlaku persamaan Q1 + m1L + m1 c2 (Ta – 0) = m2 c2 (T2 – Ta) 1.000 + 100 × 80 + 100 Ta = 200 × 1 (50 – Ta) 1.000 + 8.000 + 100 Ta = 10.000 – 200 Ta 300 Ta = 1.000 Ta = 3,3oC 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

2. m1 = 3 gelas, T1 = 10oC; m2 = 2 gelas, T2 = 30oC; m3 = 1 gelas , T3 = 100oC. Air 1 dicampur air 2, suhu campuran Tc1 m1c(Tc1 − T1) = m2c(T2 − Tc1) 3 × (Tc1 − 10) = 2 × (30 − (Tc1) 3 Tc1 – 30 = 60 – 2 Tc1 5 Tc1 = 90 Tc1 = 18oC Kemudian air campuran 1 dan 2 dengan suhu Tc1 dicampur dengan air 3. mcc(Tc2 − Tc1) = m3c(T3 − Tc2) (3 + 2)(Tc2 − 18) = 1 × (100 − Tc2) 5Tc2 − 90 = 100 − Tc2 6Tc2 = 190 Tc2 = 31,7oC Jadi, suhu air campuaran akhir adalah 31,7oC. 3. Massa air 1: m1; suhu T1; massa air 2: m2 ; suhu T2. Suhu akhir = ….? Air 1 dicampur dengan air 2 m1(Tc − T1) = m2(T2 − Tc) m1Tc − m1T1 = m2T2 − m2Tc (m1 + m2)Tc = m1T1 + m2T2
1 1 2 2 Tc = _________ m1 + m2 (m1 + m2) c (Ta – Tc) = Q Dengan memasukkan Tc akan diperoleh Ta (suhu akhir). Soal Ulangan Bab 

mT +mT

A. Soal Pilihan 1. c 6. b 2. a 7. d 3. b 8. c 4. b 9. a 5. a 10. a Ralat: jawaban no. waban

11. a 16. c 12. c 17. b 13. c 18. d 14. a 19. c 15. a 20. d 22: yang melepas kalor

21. b 22. ­ 23. d 24. b 25. b adalah 2; 4; 5, tidak ada ja­

B. Soal Uraian 2. Kalor banyak masuk melalui jendela kaca, tetapi yang keluar sedikit. 3. Api unggun yang mengenai kita secara radiasi, secara konveksi udara naik ke atas. 4. Dalam tabung reaksi diisi air kemudian bagian bawah diberi es batu yang dibebani batu. Dengan memanaskan air pada bagian atas sampai mendidih, es batu di bawah tidak melebur. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

5. Tangan ditetesi alkohol akan terasa dingin. 6. Karena tekanan udara di daerah gunung lebih kecil dibanding di dataran rendah. 8. Karena cepat dingin. 9. V1 (Tc – T1) = V2 (T2 –Tc) 4 (Tc – 0) = 1 (90 – Tc) 4 Tc = 90 – Tc Tc = 18oC 10. m1 = ... ?; T1 = 0oC; m2 = 1 kg; T2 = 20oC; L = 336 J/g; agar air turun menjadi 0oC. m L = m2 c (20 – 0) m (336) = 1.000 (4,2) (20) m = 250 gram Es yang melebur adalah 250 gram. 11. m =100 g; T1 = 25oC; T2 = 50oC; c = 0,45 J/g; Q = … ? Q = mcDT = 100 (0,45) (50 – 25) = 1.125 J 12. m = 50 g; T1 = 20oC; W = 5.000 J; c = 1 kal/gCo = 4,2 J/gCo W = Q = m c ΔT 5.000 = 50 (4,2) ΔT ΔT = 23,8oC Suhu air menjadi T1 + ΔT = 20 + 23,8 = 43,8oC. 13. Es 10 gram pada suhu –15oC diubah menjadi uap pada suhu 100oC. m = 10 g; T1 = –15oC; T2 = 100oC; ces = 2,1 J/gCo; cair= 4,2 J/gCo; Les = 80 kal/g; Les = 336 J/g; Luap = 540 kal/g = 2268 J/g Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu es dari –15oC menjadi 0oC (Q1) Q1 = mces (0 – T1) = 10 (2,1) (15) = 315 J Kalor yang diperlukan untuk mengubah es menjadi air 0oC (Q2) Q2 = mLes = 10 (336) = 3.369 J Kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu air dari 0oC menjadi 100oC (Q3) Q3 = mcair (100 – 0) = 10 (4,2)(100) = 4.200 J Kalor yang diperlukan untuk mengubah air menjadi uap pada 100oC (Q4) Q4 = mLuap = 10 (2.268) = 22.680 J

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Jumlah kalor yang diperlukan untuk mengubah 10 gram es pada suhu –15oC menjadi uap air pada suhu 100oC adalah Qtotal Qtotal = Q1 + Q2 + Q3 + Q4 = 315 + 3.360 + 4.200 + 22.680 = 30.555 J 16. m = 70 kg; Q = 200 kkal/jam; 20% menjadi kerja;80% menjadi panas; 80% menjadi panas sehingga 80% dari Q digunakan untuk menaikkan suhu. Q' = 0,8 (200 kal) = 160 kkal = 160 × 4,2 kJ = 672 kJ Q' = mcDT
672 × 10 DT = ___ = _______ mc 70c
3

Q'

Bab  Sifat Fisika dan Kimia Zat
A. Materi 1. Sifat Fisika 2. Sifat Kimia B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 1. Menunjukkan perubahan wujud pada es batu untuk mengetahui sifat benda. 2. Menunjukkan sifat­sifat benda, misalnya kertas dibakar. Alat-Alat Air dan kertas D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah 1. percobaan menunjukkan pengaruh pengadukan dan pemanasan memper­ cepat pelarutan; 2. besar ukuran zat memengaruhi pelarutan; 3. percobaan menunjukkan terjadinya larutan jenuh; 4. menunjukkan perubahan wujud dari padat – cair – gas dengan cara mema­ naskan es; 5. menunjukkan tekanan dapat memengaruhi titik­titik air; a. labu gelas berisi air yang dipanskan sampai mendidih, kemudian ditutup dan dibalik kemudian bagian atas disiram air dingin, akan mendidih lagi; 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

b. labu gelas diisi air dan dipanaskan sampai mendidih, kemudian api disingkirkan dan setelah uap di dalam labu dihisap akan mendidih kembali bahkan sampai bergolak; 6. memisahkan campuran serbuk besi dengan pasir atau terigu dengan meng­ gunakan batang magnet; 7. menunjukkan pemisahan air menjadi unsur­unsurnya dengan alat elektrolisis. Alat dan Bahan Gelas beker, pemanas, termometer, pengisap, alat elektrolisis, air, es, serbuk besi, pasir, terigu, labu gelas, gula pasir, dan garam dapur.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan alat dan bahan: gelas beker, gelas ukur, labu gelas, dan termometer. 1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara memisahkan campuran serbuk besi di dalam terigu. 2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan apa saja yang mempengaruhi pelarutan. 3. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan bahwa tekanan mempengaruhi titik didih cairan. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari interner berkaitan dengan sifat kimia dan sifat kimia zat. G. Kunci Soal • Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. a 6. a 2. b 7. b 3. b 8. c 4. a 9. b 5. b 10. d 11. d 12. d 13. a 14. c 15. a

Bab  Pemisahan Campuran
A. Materi 1. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Fisika 2. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Kimia B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

C. Demonstrasi/Peragaan Demonstrasi yang dapat dilakukan adalah menunjukkan cara penyaringan air dengan susunan pasir dan batu. Alat dan Bahan Botol plastik bekas minuman, batu kerikil, kain, pasir, dan air keruh. D. Eksperimen/Percobaan Eksperimen yang dapat dilakukan adalah menunjukkan cara, pengayaan, pe­ nyaringan, sentrifugasi, sublimasi, dan ekstraksi. Alat dan Bahan Ayakan, kertas saring, corong kaca, gelas beker, alat sentrifugal, pengaduk kaca, kain kasa, air, larutan keruh, kapur barus, dan gula kasar campur halus. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­macam alat. 1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan cara menyaring air kotor (keruh). 2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan mempercepat terjadinya reaksi kimia. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari internet tentang pemisahan campuran baik secara fisika maupun secara kimia. G. Kunci Soal • Soal Latihan . 2. Pemisahan campuran – Pengayaan: pemisahan ukuran besar dan kecil berdasarkan ukuran partikel. – Penyaringan: pemisahan padatan dengan cairan. – Sentrifugasai: pemisahan suspensi/endapan hasil reaksi dengan cepat/ diputar. – Distilasi: pemisahan dengan cara penyulingan. – Sublimasi: pemisahan padatan yang diuapkan. – Kristalisasi: pemisahan padatan dalam larutan dapat dengan kertas saring. – Kromatografi: pemisahan campuran yang memiliki kecepatan merambat zat terlarut dengan mediumnya. Dengan kertas saring yang digantung­ kan. 3. Pengayaan berdasarkan ukuran padatan sedangkan penyaringan memisahkan padatan dengan cairan. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

4. Pemisahan minyak tanah dan oli dengan cara penguapan berdasarkan titik didih minyak tanah dengan oli. 5. Mendapatkan garam dapur dengan cara pemanasan di tanah terbuka. Soal Latihan . 2. Pemisahan air sadah, yaitu air yang mengandung garam–garam seperti kalsium bikarbonat, kalsium sulfat, dan lain­lain. Dengan menambah garam aluminium sulfat atau tawas, garam yang terlarut dalam air akan mengendap atau menggumpal sehingga mudah disaring. 3. Karena banyak garam­garam yang terlarut dalam air atau mungkin air ber­ sifat asam karena adanya hujan asam. Akibatnya, air yang kurang banyak berbusa sehingga pakaian kurang bersih setelah dicuci. 4. Kesadahan pada air dapat dihilangkan dengan menambah tawas dan juga dengan cara pemanasan. 5. Untuk menggumpalkan garam­garam yang terlarut dalam air. 6. Sangat banyak, untuk pembersihan, pemurniaan, pemisahan untuk ukuran yang berbeda. Soal Uji Pemahaman Konsep 1. Berdasarkan ukuran dapat diayak, pemisahan padatan dalam larutan, desti­ lasi atau penguapan. Dengan destilasi akan terpisah padatan/kotoran dengan air murni. 2. Minyak tanah yang tercampur dengan air dapat dipisahkan dengan eks­ traksi. Minyak berada di atas dan air berada di bawah sehingga dapat dipisahkan. 3. Air kotor dipisahkan/penjernihan dengan beberapa tahap, yaitu penambahan tawas, pengendapan, penyaringan, dan juga dapat disaring dengan menambah arang untuk mengikat logam­logam yang berbahaya yang terikat dalam air. 4. Untuk menggumpalkan garam­garam yang terlarut dalam air. 5. Air hasil penyulingan merupakan air murni, karena zat­zat lain tidak ikut menguap kemudian mengembun. 6. Dengan pemanasan, air sadah akan terpisah dengan garam­garam yang terla­ rut dalam air sehingga garam­garam akan mengendap di dasar pemanas. Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. d 6. c 2. b 7. d 3. b 8. c 4. c 9. d 5. c 10. d 11. d 12. a 13. b 14. c 15. b

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

B. Soal Uraian 7. Karbon dapat mengikat logam­logam yang berbahaya bagi manusia, misalnya Hg, Cu, dan Fe yang berlebihan. 8. Hasil reaksi kimia pada logam berupa karat tidak dapat dikembalikan seperti semula. Untuk menghilangkannya dapat menggunakan bahan kimia atau langsung dihilangkan secara fisika dengan cara mengam­ plas. 9. Pelestarian alam dari sektor air dan pelestarian air sungai bersih. Peng­ hematan pemakaian air sumur atau leding. Pemanfaatan air sungai sebagai air minum dengan penjernihan air. 10. Bensin dan solar yang tercampur air dapat dipisahkan atau dimurnikan. Karena bensin dan solar dapat terpisah secara jelas maka air yang berada di bawah bensin atau solar dapat dipisahkan atau dibuang. 11. Pasir dan serbuk besi dapat dipisahkan dengan menggunakan magnet, baik magnet tetap atau magnet dari elektromagnet. 12. Untuk mengetahui apakah air terkandung logam­logam yang berbahaya atau melebihi batas maksimum yang diperkenankan untuk air minum, secara pasti sampel dibawa ke laboratorium yang berkopenten sedang­ kan kandungan bakteri dapat diamati dengan mikroskop. 13. Air yang telah dimasak, di samping menghilangkan atau mengurangi garam­garam yang terkandung juga mematikan bakteri yang ada dalam air. 14. Dengan distilasi bertingkat.

Bab  Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
A. Materi 1. Perubahan Fisika 2. Perubahan Kimia B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan adalah 1. perubahan pada lilin yang dinyalakan; 2. perubahan yang terjadi pada kertas yang dibakar; 3. perubahan es yang dipanaskan; 4. perubahan pada korek api yang dinyalakan. 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Alat-Alat Lilin, korek api, kertas, dan es.

D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah 1. mengamati perubahan zat; 2. mengamati perubahan fisika zat; 3. mengamati perubahan kimia zat. Alat dan Bahan Lilin, air, gelas kimia, tabung reaksi, pemanas, pita magnesium, dan gunting.

E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan: pembakar, kertas, lilin, dan es. 1. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan adanya perubahan fisika. 2. Ambil alat dan bahan, kemudian tunjukkan adanya perubahan kimia. F. Tugas Portofolio Cari informasi dari internet berkaitan dengan perubahan fisika dan kimia dan manfaatnya serta bahayanya dari perubahan tersebut. G. Kunci Soal • Soal Ulangan Bab  1. c 6. d 2. d 7. c 3. b 8. b 4. c 9. d 5. d 10. b 11. c 12. a 13. d 14. b 15. d 16. d 17. c 18. c 19. a 20. d

Bab 0 Reaksi Kimia
A. Materi 1. Persamaan Reaksi Kimia 2. Ciri­Ciri Reaksi Kimia 3. Kecepatan Reaksi Kimia 4. Penerapan Reaksi Kimia (Pengayaan) B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. C. Demonstrasi/Peragaan ­

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. 1. Reaksi yang menghasilkan endapan. Larutan Pb(NO3)2 + KI 2. Reaksi yang menyebabkan perubahan warna. Larutan Pb(NO3)2 + KI 3. Reaksi yang menghasilkan gas. Seng + asam sulfat atau asam klorida Batu kapur (CaCO3) + H2SO4 4. Reaksi yang menghasilkan perubahan suhu Kapur tohor + air Karbit + air Alat dan bahan Tabung reaksi, termometer, larutan timbel II nitrat, larutan KI, serpihan seng, kapur tohor, air, karbit, dan batu kapur. E. Tes Kemampuan Keterampilan ­ F. Tugas Portofolio Mencari beberapa reaksi kimia yang sering terjadi dalam kehidupan sehari­hari di buku referensi atau buku penunjang lain, internet, dan majalah atau koran. G. Kunci Soal • Soal Latihan 0. 1. a. zat yang bereaksi b. hasil reaksi c. gambaran reaksi kimia dengan rumus kimia d. angka di sebelah pereaksi dan hasil reaksi 2. pereaksi → hasil reaksi 2Mg (s) + O2 (g) → 2MgO (s) Cu (s) + 2AgNO3 (aq) → Cu(NO3)2 (aq) + 2Ag (s) 3. a. → : menghasilkan b. + : direaksikan c. (s) : paatan (s = solid) d. (g) : gas e. (l) : cairan f. (aq) : terlarut dalam air 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

4. Tulis persamaan reaksi, menyetarakan jumlah atom pereaksi dengan hasil reaksi. 5. a. Pb(CH3 COOH)2 (aq) + 2KI → PbI2 (s) + 2CH3COOK (aq) + H2 (g) b. 2Mg (s) + O2 (g) → 2MgO (s) c. Mg (s) + 2HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2 (g) d. Pb(CH3COO)2 (aq) + 2HCl (aq) → PbCl2 (s) +2CH3COOH (aq) e. 2CuSO4 (aq) + 4KI (aq) → 2CuI (s) + I2 (s) + 2K2SO4 (aq) 6. 2Cu + S → Cu2S • Soal Latihan 0. 1. Ciri­ciri terjadinya reaksi: terjadi perubahan warna, menghasilkan endapan, menghasilkan gas, dan terjadi perubahan suhu. 2. a. AgNO3 (aq) + CuSO4 (aq) → Ag2(SO4) + Cu(NO3)2 b. Pb(CH3COO)2 (aq) + 2HCl (aq) → PbCl2 (s) +2CH3COOH (aq) c. 2CuSO4 (aq) +4KI (aq) → 2CuI (s) + I2 (s) + 2K2SO4 (aq) 3. Reaksi menghasilkan perubahan suhu a. karbit dengan air b. kabur tohor dengan air: CaO + H2O → Ca(OH)2 + kalor c. bahan mercon yang dibakar 4. Besi dalam udara lembap akan cepat berkarat, jadi besi (Fe) akan bereaksi dengan udara lembab. 4Fe (s) + 3O2(g) → 2Fe2O3 (s) 5. Bahan bakar bensin dan solar dalam mesin merupakan reaksi kimia. Bensin atau solar yang dicampur dengan oksigen (dalam udara) akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut diubah menjadi energi gerak/mekanik. Soal Latihan 0. 1. Katalis adalah suatu zat yang mempercepat atau memperlambat reaksi kimia dan zatnya itu sendiri tidak ikut bereaksi. 2. Makin kecil ukuran partikel akan makin lebar permukaan sehingga akan mempercepat reaksi. 3. Suhu juga mempercepat reaksi kimia, karena makin tinggi suhu akan mem­ percepat gerak partikel sehingga mempercepat reaksi. 5. Pada umumnya, ukuran partikel dan suhu akan mempercepat reaksi kimia. Soal Uji Pemahaman Konsep 1. Ciri­ciri terjadinya reaksi kimia – menghasilkan zat baru (endapan) – terjadi perubahan warna – menghasilkan gas – perubahan suhu

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

2. Hasil reaksi merupakan zat yang baru berbeda dengan zat pereaksi. Contoh batu kapur (kapur tohor) setelah disiram air akan berbeda zat ketika belum disiram air. Air yang dielektrolisis hasilnya akan berbeda karena air berubah menjadi gas oksigen dan hidrogen yang berbeda sama sekali dengan air. 3. Logam seng direaksikan dengan asam kuat Zn + 2HCl → Zn(Cl)2 + H2 yang yang terjadi adalah gas hidrogen Zn + 2HNO3 → Zn(NO3)2 + H2 4. Dua larutan yang direaksikan dan menghasilkan endapan tersebut merupakan zat baru yang berbeda dengan zat yang direaksikan. 2AgNO3 + CuSO4 → Ag2(SO4) + Cu(NO3)2 AgNO3 + NaCl → AgCl + NaNO3 5. Batu kapur yang dibakar merupakan reaksi kimia dan hasil pembakaran ka­ pur (CaCO3) menjadi CaO yang disiram air juga merupakan reaksi kimia. CaCO3 → CaO + CO2 CaO + H2O → Ca(OH)2 + kalor • Soal Ulangan Bab 0 A. Soal Pilihan 1. b 6. d 11. d 2. b 7. a 12. b 3. d 8. c 13. b 4. b 9. c 14. a 5. c 10. b 15. d B. Soal Uraian 6. Pereaksi: Na dan Cl2; hasil reaksi: NaCl 7. 4Fe (s) + 3O2(g) → 2Fe2O3 (s) 8. a. 2Fe2O3 + 3C → 4Fe + 3CO2 b. P2O5 + 3H2O → 2H3PO4 9. 2Na + H2O → 2NaOH

Bab  Gerak Lurus
A. Materi 1. Gerak 2. Gerak Lurus B. Metode Informasi yang disertai tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan eksperimen. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

C. Demonstrasi/Peragaan Macam­macam demonstrasi yang dapat dilakukan adalah 1. siswa/guru berjalan lambat di depan kelas dengan kelajuan tetap; 2. siswa/guru berjalan agak cepat di depan kelas; 3. dengan alat Atwood menunjukan gerak lurus beraturan baik dipercepat maupun diperlambat; 4. dengan alat tabung kaca (bukan lampu TL) yang berisi air dan ada bola ping­ pong, setelah dibalik akan menunjukkan gerak benda lurus beraturan; 5. tabung kaca dari bekas lampu TL yang berisi minyak pelumas kemudian dijatuhi kelereng. Alat-Alat Tabung kaca bekas lampu TL, kelereng, minyak pelumas, air, dan alat Atwood. D. Eksperimen/Percobaan Macam­macam eksperimen atau percobaan yang dapat dilakukan adalah 1. dengan alat ticker timer dan perangkatnya termasuk mobil­mobilan berba­ terai untuk menyelidiki gerak lurus beraturan; 2. dengan menggunakan mobil­mobilan berbaterai untuk mengukur kelajuan mobil­mobilan; 3. dengan menggunakan alat Atwood untuk mengukur kelajuan benda yang turun. Alat-Alat Ticker timer dan perangkatnya, stop watch, mobil­mobilan, dan rolmeter. E. Tes Kemampuan Keterampilan Di atas meja disediakan macam­macam alat ukur dan alat percobaan. 1. Ambil alat­alat kemudian tunjukkan cara mencari kelajuan benda yang bergerak. 2. Ambil peralatan kemudian tunjukkan benda yang bergerak lurus beratur­ an. F. Tugas Portofolio Coba pergi ke pinggir jalan besar, catat dan urutkan benda­benda/kendaraan dari pelan sampai yang tercepat di jalan raya. G. Kunci Soal • Soal Latihan . 1. a. Gerak adalah perubahan posisi/kedudukan terhadap titik acuan. b. Jarak adalah besarnya perpindahan dari posisi awal sampai akhir atau panjang lintasan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

2. 3. 4. 5. 6. 7.

8.

Perpindahan adalah perubahan posisi/kedudukan yang mempunyai besar dan arah. d. Kecepatan adalah besarnya perubahan posisi suatu benda dalam satu satuan waktu. Kelajuan adalah besarnya panjang lintasan yang ditempuh setiap satu satuan waktu. e. Percepatan adalah besar perubahan kecepatan setiap satu satuan waktu. Gerak mempunyai pengertian relatif, karena gerak merupakan perubahan kedudukan terhadap acuan tertentu. Gerak lurus beraturan; gerak lurus berubah beraturan; gerak melingkar; gerak parabola; gerak bolak­balik atau getaran. Gerak beraturan dan gerak berubah beraturan. Yang memengaruhi kecepatan adalah perubahan posisi dan waktu tempuh. Yang memengaruhi percepatan adalah perubahan kecepatan dan wak­ tunya. Jarak yang ditempuh: x = 100 m + 35 m = 135 m; perpindahan x = 100 m – 35 m = 65 m dengan arah ke timur. Waktu tempuh Δt = 06.45 – 06.30 = 15 menit = 450 sekon jarak rumah – sekolah, Δs = 1 km = 1.000 m. Kecepatan rata­rata _ Δs 1.000 v = ___ = _____ = 2,22 m/s Dt 450 a = 4 m/s2; t = 10 s vt = v0 + at = 0 + 4(10) 40 × 10–3 km = 40 m/s = _________ = 144 km/jam 1 _____
3.600

c.

jam

Soal Studi Kasus Penyelesaian V = 8.000 liter; jarak 1.000 m (x) ditempuh dalam 60 s (t); jumlah titik 200 buah (n) 1. kecepatan x 1.000 v = _ = _____ = 16,67 m/s t 60 2. waktu tempuh 15 km x 15.000 m t = _ = _______ = 900 s = 15 menit v 1.000 m ______ 3. jarak antartetes x 1.000 s = __ = _____ = 5 m n 200 Jumlah tetesan sejauh 15 km = 200 × 15 = 3.000 buah tetesan.
60 s 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

4. Ralat: percepatan 4 m/s2 dibuang. Penyelesaian Jarak = 300 m Waktu yang diperlukan truk sampai berhenti vt = v0 + at 0 = 16,67 + at 16,67 a = – _____ t 1 x = v0 t + __at2 2 1 16,67 300 = 16,67 t – __ _____ t2 2 t 300 = 16,67 t – 8,34 t t = 36 s Waktu yang diperlukan truk sampai berhenti adalah 36 s. 5.
v (m/s) 16,67

Grafik v – t

15 meter

15,6 meter

Soal Latihan . 1. a. Gerak lurus adalah gerak yang lintasannya berbentuk garis lurus. b. Gerak lurus beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan tetap dan lintasannya berbentuk garis lurus. c. Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak lurus dengan kecepatan berubah secara beraturan dengan lintasan berbentuk garis lurus. d. Gerak jatuh bebas adalah gerak vertikal ke bawah dengan kecepatan awal nol. e. Gerak vertikal adalah gerak secara vertikal, baik gerak vertikal ke ba­ wah maupun ke atas. Gerak vertikal merupakan gerak lurus berubah beraturan. 2.
v s

t

t

Grafik hubungan v – t pada GLB

Grafik hubungan s – t pada GLB

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

3. Yang memengaruhi besar perpindahan pada gerak lurus beraturan adalah kecepatan dan waktu tempuh. 4. Besar percepatan benda pada gerak lurus berubah beraturan adalah tetap. Karena dengan percepatan tetap besarnya kecepatan akan berubah secara beraturan atau pertambahan kecepatan sebesar percepatan. 5. Jika lintasannya berupa garis lurus dan besar kecepatannya tetap. 6. Yang memengaruhi besar kecepatan pada GLBB adalah kecepatan awal, percepatan, dan waktu tempuh. 7. Perbedaan GLB dan GLBB adalah besar percepatan, pada GLB percepat­ annya 0, sedangkan pada GLBB tidak nol dapat negatif atau positif. 8. Benda dilempar ke atas dengan kecepatan awal v0, akan mencapai tinggi maksimum pada saat vt = 0. vt = v0 – gt 0 = v0 – gt
v2
0 → t = __ g

v

0 0 0 1 1 1 0 0 hmaks = v0t – __gt2 = v0__ – __g(__)2 = __ – ____ = __ g 2g g 2 g 2 2g 0 hmaks = __ 2g Gambar a → sumbu x: waktu t dan sumbu y: kecepatan v Gambar b → sumbu x: waktu t dan sumbu y: perpindahan s v = 80 km/jam, t = 0,5 jam s = v t = 80 km/jam × 0,5 jam = 40 km a. dari t = 0 sampai t = 4 s, merupakan GLBB dan dari t = 4 s sampai t = 10 s merupakan GLB; b. dari t = 0 sampai t = 4 s, kecepatannya naik dari 2 m/s menjadi 4 m/s dan dari t = 4 s sampai t = 10 s, kecepatannya tetap = 4 m/s. t = 5 menit, s = 3 km, dan jarak yang ditempuh dalam waktu 7 menit s 3 v = _ = __ = 0,6 km/menit; jarak dalam waktu 7 menit: s’ = v t’ = 0,6 × 7 = t 5 4,2 km v0 = 5 m/s; a = 2 m/s2; t = 10 s; vt = ... ? vt = v0 + at = 5 + 2(10) = 25 m/s Ralat t = 5 menit diganti t = 5 s; v0 = 0; a = 4 m/s2; s = ... ? 1 1 s = v0 + __at2 = 0 + __ (4)(5)2 = 50 m 2 2 dari t = 0 s sampai t = 2 s: GLBB; dari t = 2 s sampai 5 s: GLB; dari t = 5 s sampai t = 7 s: GLBB; dari t = 7 s sampai t = 12 s: GLB; dari t = 12 s sampai t = 14 s: GLBB. v0 = 10 m/s; a = 2 m/s2 a. vt = v0 + at = 10 + 2(10) = 30 m/s 1 1 b. s = v0t + __at2 = 10(10) + __ (2)(10)2 = 100 + 100 = 200 m 2 2

v

v

v2

2 v

v2

9. 10. 11.

12. 13. 14. 15. 16. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

17. v0 = 80 m/s; g = 10 m/s2 a. vt = v0 – gt = 80 – 10(4) = 40 m/s b. Tinggi maksimum ditempuh saat vt = 0 vt = v0 – gt 0 = 80 – 10t → t = 8 s 1 1 __g __( hm = v0t – t2 = 80(8) – 10)(8)2 = 640 – 320 = 320 m 2 2 18. v0 = 10 m/s; h = 200 m; g = 10 m/s2 a. kecepatan benda saat menyentuh tanah, vt = ... ? 1 __g h = v0t + t2 2

1 __( 200 = 10t + 10)t2 2 200 = 10t + 5t2 t2 + 2 t – 40 = 0 _______ _______ √ 2 – 4ac  –2 ± 4 + 160 ________ –2 ± 12,8 √ –b ± b ____________ ____________ = t12 =   = 2a 2 2 t1 = 5,4 s dan t2 = –7,4 s yang memenuhi atau berlaku adalah t1 = 5,4 s vt = v0 + gt = 10 + 10(5,4) = 64 m/s b. kecepatan benda saat ketinggian 100 m 1 __ h = v0t + gt2 2 1 __ (200 – 100) = 10t + (10)t2 2 2 100 = 10t + 5t t2 + 2t – 20 = 0 _______
√ √ –b ± b2 – 4ac  –2 ± 4 + 80 –2 ± 9,2 ___________ __________ ______ t12 =   = = 2 2a 2
______

t1 = 3,6 s dan t2= –5,6 s; yang memenuhi t1 = 3,6 s. vt = v0 + gt = 10 + 10 (3,6) = 46 m/s 19. vA = 20 m/s; t = 10 s; vB = 5 m/s; a = 1 m/s2 Kapan (t) dan dimana (x), A tersusul B?
x1 P Q x2 R

A berangkat terlebih dahulu selama 10 s menempuh x1 x1 = vAt = 20 (10) = 200 m x2 = vAt' = 20t' 1 __a x = x1 + x2 = v2t' + t'2 2 1 __( 200 + 20t' = 5t' + 1)t'2 2 200 + 20t' = 5t' + 0,5t'2 t'2 – 30t' – 400 = 0 (t' + 10)(t' – 40) = 0 t'1= –10 s dan t'2 = 40 s; yang memenuhi t'2 = 40 s

RPP Fenomena Fisika SMP 1

59

sehingga x2 = vAt' = 20(40) = 800 m x = x1 + x2 = 200 + 800 = 1.000 m 20. v0 = 144 km/jam = 40 m/s; a = – 4 m/s2 Berhenti pada saat vt = 0 vt = v0 + at 0 = 40 + (– 4)t t = 10 s 1 x = v0t + __ at2 2 1 = 40(10) – __(4)(10)2 2 = 200 m • Soal Ulangan Bab  A. Soal Pilihan 1. a 6. b 11. c 16. b 21. c 26. d 2. a 7. a 12. d 17. d 22. d 27. a 3. b 8. a 13. a 18. d 23. c 28. a 4. a 9. c 14. c 19. b 24. d 29. b 5. ­ 10. d 15. c 20. b 25. c 30. c Ralat soal no. 5: Jawaban yang benar adalah 2 km/jam. B. Soal Uraian 2. Berbeda, karena gerak bersifat relatif. Dilihat orang yang diam, kecepat­ an positif (arah ke depan). Dilihat orang yang berada di dalam mobil, kecepatan negatif (arah ke belakang). 3. v = 10 m/s Jika sejajar dalam arah yang sama, dikatakan tidak bergerak, v relatif = 0. Agar dikatakan bergerak, arahnya harus berlawanan sehingga kecepatan relatif v' = 20 m/s. 4. Juga sama, karena besar dan arahnya sama. 5. Gerak vertikal ke atas merupakan gerak lurus berubah beraturan. Pada saat mencapai tinggi maksimum, vt = 0. Pada saat mencapai tanah, vt = –v0. 6. Dikatakan gerak jatuh bebas adalah gerak vertikal ke bawah dengan kecepatan awal v0 = 0. 7. Percepatan gravitasi bumi berpengaruh terhadap gerak vertikal dan sebagai perlambatan, saat benda bergerak vertikal ke atas sedangkan sebagai percepatan, saat benda bergerak vertikal ke bawah. 8. v0 = 10 m/s; t = 1 s; vt = 12 m/s; saat t = 3 s; v = 16 m/s. Δv 2 Δv 16 – 10 ___ = __ = 2 ___ = ______ = 2 3 Δt 1 Δt Oleh karena a sama maka gerak tersebut merupakan gerak dipercepat beraturan. 

0

RPP Fenomena Fisika SMP 1

9. v = 72 km/jam = 20 m/s = 2.000 cm/s 10. Menit ke­1, x = 200 m; menit ke­2, x = 225 m; menit ke­3, x = 275 m. _ ___ _______________________ __________ 200 + (225 – 200) + (275 – 225) 200 + 25 + 50 v = Δx = = = 19 m/s 1+1+1 3 Δt 11. v0 = 10 m/s Detik ke­2, v = 9,5 m/s; detik ke­3, v = 9, terus berhenti pada menit ke …. a = – 0,5 m/s2 v1 = 10 m/s vt = v0 + at 0 = 10 – 0,5t t = 20 s Dengan demikian, berhenti pada detik ke­21 awal. 12. v = 2 km/jam; berarti bergerak ke belakang. Kecepatan kondektur menuju stasiun, v = 60 – 2 = 58 km/jam. Kalau kondektur bergerak menuju loko­ motif, v = 60 + 2 = 62 km/jam. 13. x = 25 m; sekon ke­2, x = 35 m; sekon ke­6, x = … ? Δx 35 – 25 v = ___ = ______ = 5 m/s 2 Δt 1 x = v0t + __at2 2
1 = 5(6) + __(5)(6)2 2 = 30 + 90 = 120 m
x1

14.

A 0 vp

x2

B 0 vQ

vp = 7,5 m/s; vQ = 10 m/s; x = 200 m x1 = vp t = 7,5t x2 = vQ t 200 – 7,5t = 10t t = 11,43 s Jadi, x1 = 7,5t = 7,5 (11,43) = 85,7 m dan x2 = 10t = 10 (11,43) = 114,3; x = 85,7 + 114,3 = 200 m. 15. v = 10 km/jam; a = 2 km/jam2 a. vt = v0 + at vt = 10 + 2(5) = 20 km/jam 1 b. x = v0t + __at2 2 1 = 60(0,5) – __(120)(0,5)2 2 = 75 km

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

16. v = 60 km/jam; vt = 0, t = 0,5 jam a. vt = v0 + at 0 = 60 + a(0,5) → a = –120 km/jam2 1 b. x = v0t + __at2 2
1 =60(0,5) – __(120)(0,5)2 2 = 30 – 15 = 15 km

17. h = 100 m; v0 = 20 m/s; g = 10 m/s2 h = –100 m (titik acuan saat melempar/pusat koordinat) 1 h = v0t – __ gt2 2
1 –100 = 20t – __(10)t2 2

v0

–b ± b – 4ac t12 = ___________ = _____ 2a 2 t1 = 6,9 s dan t2 = –2,9 s Nilai t yang memenuhi adalah t1 = 6,9 s sehingga kecepatan saat menyentuh tanah adalah vt = v0 – gt = 20 – 10(6,9) = – 49 m/s (tanda (–) menunjukkan arah kecepatan ke bawah) 18. v0 = 100 m/s; g = 10 m/s2 a. Pada titik tertinggi, vt = 0 vt = v0 – gt 0 = 100 – 10t → t = 10 s 1 hmaks = v0t – __gt2 2 = 100(10) – 5(100) = 500 m b. h = 180 m 1 h = v0t – __gt2 2 180 = 100t – 5t2 5t2 – 100t + 180 = 0 t2 – 20t + 36 = 0 (t – 2)(t – 18) = 0 t1 = 2 s, t2 = 18 s
2

–100 = 20t – 5t2 5t2 – 20t – 100 = 0 t2 – 4t – 20_______ =0

h

4 ± 9,8 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

v1 = v0 – gt v2 = v0 – gt = 100 – 2(2) = 100 – 10 (180) = 80 m/s = –80 m/s (arah ke bawah) 19. a. dari t = 0 sampai t = 4 s. b. Berhenti saat t = 0. c. dari 0 sampa t = 4, v0 = 0 → x1 = … ? Δv 6 a = ___ = __ = 1,5 m/s2 Δt 4 1 x1 = v0t + __at2 2 x1 = 0 + 0,5(1,5)(4)2 = 12 m * * Dari t = 4 s sampai t = 6 s → x2 = …. x2 = vt = (6)(6 – 4) = 12 m Dari t = 6 s sampai t = 8 s → x3 = …. Δv 10 – 6 a = ___ = _____ = 2 m/s2 Δt 1 2 x3 = v0t + __at2 2

1 = 6(2) + __(2)(2)2 2 = 16 m * Dari t = 8 s sampai t = 10 s → x4= …. x4 = vt = (10)(2) = 20 m x = x1 + x2 + x3 + x4 = 12 + 12 + 16 + 20 = 60 m 20. Benda A lebih cepat, karena dalam selang waktu yang sama jarak yang ditempuh lebih besar. Δv 8 – (–8) 16 21. a = ___ = ______ = __ = 1,6 m/s2 Δt (15 – 5) 10 22. v0 = 200 m/s; g = 10 m/s2; h = 1.500 m 1 h = v0t – __gt2 2 1.500 = 200t – 5t2 t2 – 40t + 300 = 0 (t – 10)(t – 30) = 0 t1 = 10 s; t2 = 30 s v1 = v0 – gt = 200 – 10(10) = 100 m (ke atas) v2 = v0 – gt = 200 – 10(30) = – 100 m (ke bawah)

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

24. Ralat: vB = 5 m/s diganti 50 m/s Penyelesaian h = 200 m; vB = 50 m/s; vA = 0; g =10 m/s2
1 h1 = v0t + __gt2 2

VA

h h1

= 0 + 5t2 = 5t2 h2 = h – h1 = 200 – 5t2
1 200 – 5t2 = v2t – __gt2 2

h2 VB

200 – 5t2 = 50t – 5t2 200 = 50t t =4s h1 = 5t2 = 5 (4)2 = 80 m h2 = 200 – 20 = 120 m 25. v0 = 108 km/jam = 30 m/s x = 50 m (jarak yang ditempuh mulai pengereman sampai berhenti) berhenti, vt = 0 vt = v0 + at 30 0 = 30 + at → a = __ t x
1 –30 50 = 30t + __(___)t2 2 t 1 = v0t + __at2 2

50 = 30t – 15t t
50 10 = __ = __ = 3,3 s 3 15

Jadi, waktu minimal yang diperlukan mobil adalah 3,33 s. 26. vA = 10 m/s, a = 1 m/s2, vB = 5 m/s, dan a = 3 m/s2 x x 10t + 0,5t2 5t t1 x x
1 1 = vAt + __at2 = 10t + __ (1)t2 = 10t + 0,5t2 2 2 1 1 = vBt + __at2 = 5t + __(3)t2 = 5t + 1,5t2 2 2

= 5t + 1,5t2 = t2 = 0; t2 = 5 s = 10t + 0,5t2 = 10(5) + (0,5)(5)2 = 50 + 12,5 = 62,5 m = 5t + 1,5t2 = 5(5) + 1,5(5)2 = 25 + 37,5 = 62,5 m 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Soal Ulangan Umum  A. Soal Pilihan 1. b 11. a 21. c 2. a 12. d 22. d 3. b 13. a 23. d 4. c 14. d 24. b 5. c 15. a 25. c 6. d 16. d 26. c 7. c 17. a 27. b 8. a 18. d 28. c 9. a 19. b 29. ­ 10. b 20. b 30. b

31. b 32. b 33. d 34. b 35. d 36. c 37. b 38. c 39. b 40. ­

41. a 42. c 43. b 44. d 45. a 46. a 47. a 48. b 49. b 50. c

51. b 52. b 53. b 54. b 55. d 56. c 57. b 58. a 59. b 60. a

Ralat: no. 17. kalor diganti suhu 18. pernyataan ditambah kecuali 40. jawaban yang benar 300 kkal B. Soal Uraian 10. GLB memiliki kecepatan tetap dan percepatan a = 0. GLBB memiliki kecepatan yang berubah secara teratur dan percepatannya, a ≠ 0. 11. m = 5 kg; ΔT = 50oC; Q = 4.200 J = 4,2 kJ; c = …? Penyelesaian Q = mcDT 4,2 = 5c(50) 4,2 c = ___ = 16,8 kJ/kgCo 250 12. m = 10 kg; ΔT = 50oC; L = 336 kJ/kg; c = 4,2 kJ/kgCo; Q = …? Q = mL + mcDT = 10 (336) + 10 (4,2) (20) = 3.360 + 840 = 4.200 kJ 13. Luap = 2.260 kJ/kg; Lalkohol = 1.100 kJ/kg Air: Q = m L Alkohol: Q = m L = (1) (2.260) = (1) (1.100) = 2.260 kJ = 1.100 kJ Qair > Qalkohol 14. m = 10 g; Q = 100 J; ΔT = 1oC; ΔT = 50oC; ΔT = … jika diberi kalor 500 J Q = mcDT 100 = 10 c (50) c = 0,2 J/kgCo

RPP Fenomena Fisika SMP 1 

Q = mcDT 500 = (10) (0,2) ΔT ΔT = 250oC Jadi, kenaikan suhunya adalah 250oC. 15. Karena massa jenisnya mengecil jika udara dipanaskan maka udara panas akan naik dan digantikan oleh udara di sekitar tungku. Udara di sekitar tungku diganti oleh udara dari luar sehingga memperlancar sirkulasi udara di dalam rumah. 16. m = 1 g; ΔT = 1oC; cperak = 0,23 kJ/kgCo; ctembaga = 0,39 kJ/kgCo Q = mcDT Qperak = Qtembaga (1)(0,23)(1) = (10)(0,39)DT       DT = ____ = 0,06oC 3,9
0,23

17. r = 13,6 g/cm3; m = 372 g; V = …? m 372 m r = __ → V = __  = ____ = 27,3 cm3
V 13,6

18. Kelajuan langsung, diukur dengan speedometer. Kelajuan tidak lang­ sung dengan mengukur panjang lintasan dan waktu tempuh. s v =_ t 19. Percepatan, a = 0. 100 100 20. v1 = ___ = 10 m/s; v2 = ___ = 8,3 m/s 10 12 Jarak yang ditempuh 2 adalah x = v t = 8,33 (10) = 83,3 m. 

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Silabus
SMP/MTs ... IPA (FISIKA) VII/1 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan 6 jam pelajaran
Kegiatan Pembelajaran (3) (4) (5) Indikator Penilaian Alokasi Waktu (6) Alat/Bahan/ Sumber (7)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu

: : : : :

Kompetensi Dasar

Materi Pokok Pembelajaran

(1)

(2)

1.1 Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya.

• Besaran Fisika dan Satuannya

• Menayangkan tentang besaran, peristiwa, alat-alat, kejadian, penemu, ilmuwan fisika dari jaringan internet (rekaman dari inetrnet). • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan besaran fisika dan mengelompokkannya dalam besaran pokok dan besaran turunan. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan satuan sistem internasional. • Melakukan tanya jawab untuk mengkonversi besaran-besaran panjang, massa, dan waktu serta besaran turunan lainnya.

• Mengidentifikasi besaran-besaran fisika. • Mengelompokkan besaran fisika ke dalam besaran pokok dan besaran turunan. • Mendeskripsikan satuan sistem internasional. • Mengkonversi satuan panjang, massa, dan waktu serta besaran turunan.

2 jam pelajaran

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto - Kuis - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan kinerja dalam keterampilan peragaan dan percobaan Alat/Bahan: Meteran, jangka sorong, mikrometer, neraca lengan, dan macammacam alat ukur serta model Sarana/Media: Komputer LCD dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

67

68
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan masalah yang terkait dengan besaran dan satuan. • Mengerjakan kuis tertulis dengan cara lisan atau tertulis untuk mengetahui pemahaman materi yang telah dipelajari. • Menjelaskan alat ukur suhu. • Menjelaskan jenis-jenis termometer. 2 jam pelajaran Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto - Kuis - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi - Laporan percobaan Alat/Bahan: Macam-macam termometer, air, pemanas, gelas kimia, pipa kaca Sarana/Media: Laboratorium, komputer, dan LCD • Menayangkan tentang peristiwa dan alat-alat yang terkait dengan suhu dari jaringan internet (atau rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bahwa indra peraba kita tidak dapat mengukur suhu dengan tepat. • Melakukan tanya jawab tentang macammacam termometer dan penggunaannya. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan macam-macam termometer zat cair, termometer hambatan, dan termometer gas.

1.2 Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya.

• Suhu

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan suhu dan pengukuran. • Melakukan eksperimen/ percobaan tentang cara membuat termometer sederhana berdasarkan sifat perubahan volume. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan kelompok di depan kelas dan diteruskan dengan diskusi kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tetulis. • Melakukan pengukuran panjang dengan macam-macam alat ukur panjang. • Menggunakan alat ukur waktu dan neraca (timbangan). • Melakukan demonstrasi untuk mengetahui cara menggunakan alat jangka sorong dan mikrometer sekrup. • Mengukur besaran fisika dengan alat ukur yang sesuai. • Mengukur panjang benda dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. • Menggunakan atau mengoperasikan jangka sorong dan mikrometer sekrup untuk mengetahui panjang benda yang sesuai dan tepat. - Kuis - Ulangan harian - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan 2 jam pelajaran Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Mistar, rolmeter, jangka sorong, mikrometer,

RPP Fenomena Fisika SMP 1

1.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

• Pengukuran Besaran Fisika

69

70
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

model jangka sorong, dan model skala nonius. Sarana/Media: Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan demonstrasi untuk membaca skala nonius pada jangka sorong dengan bantuan model skala nonius besar atau dengan bantuan OHP dan diteruskan melakukan pengukuran dengan alat jangka sorong. • Melakukan percobaan mengukur volume benda padat dan cair. • Melakukan diskusi untuk mengukur suhu suatu benda. • Membandingkan skala termometer Celcius dengan termometer skala yang lain. • Melakukan diskusi kelompok untuk mendeskripsikan cara pengamanan pada saat melakukan eksperimen/ percobaan. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas dan diteruskan dengan diskusi kelas. - Pengamatan: sikap, minat, dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Presentasi di depan kelas - Laporan percobaan

• Mengukur volume benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan cara yang benar. • Mengukur massa benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan benar. • Mengukur suhu suatu benda. • Membandingkan skala termometer Celcius dengan skala termometer yang lain.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pengukuran besaran fisika. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

71

72
2. Memahami klasifikasi zat 8 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kegiatan Pembelajaran (3) (4) (5) (6) Indikator Penilaian Alokasi Waktu (7) Alat/Bahan/ Sumber

Standar Kompetensi Alokasi Waktu

: :

Kompetensi Dasar

Materi Pokok Pembelajaran

(1)

(2)

RPP Fenomena Fisika SMP 1

2.1 Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat. • Mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang sesuai. • Mengelompokkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar kita berdasarkan sifat asam, basa, dan garam. • Menggunakan alat atau bahan untuk menentukan zat bersifat asam atau basa. 2 jam pelajaran - Kuis - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan: sikap tingkah laku - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Presentasi di depan kelas - Laporan percobaan

• Identifikasi dan Sifat Asam, Basa, dan Garam

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Tabung reaksi, kertas lakmus, fenolftalin, metil, bahan asam, basa, garam, dan bahan alami Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

• Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan asam, basa, dan garam dari jaringan internet (atau rekaman dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan dan mengelompokkan ke dalam jenis larutan zat yang termasuk asam, basa, garam, dan netral. • Melakukan percobaan untuk menunjukkan zat yang termasuk asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang baku (kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan lain-lain). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan sifat-sifat asam, basa, dan garam serta memberi contohcontohnya dalam kehidupan sehari-hari.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis mengenai materi yang telah dipelajari. • Menyelidiki sifat asam dan basa bahan makanan. - Kuis - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Presentasi - Laporan percobaan 2 jam pelajaran Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Macam-macam bunga, daun, empon-empon, bahan kimia asam, basa, garam, kertas lakmus, fenolftalin, palet, dan tabung reaksi Sarana/Media: Komputer, LKS, LCD, dan jaringan internet

2.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahanbahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

• Penentuan Skala Keasaman dan Kebasaan

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan percobaan untuk mengidentifikasi atau menunjukkan bahwa bahan di sekitar kita (misalnya bunga, daun, kunyit, jahe, dan lain-lain) dapat digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan asam atau basa. • Melakukan percobaan untuk mengetahui makanan sehari-hari bersifat asam atau basa. • Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas yang diteruskan dengan diskusi kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis mengenai materi yang telah dipelajari.

73

74
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

2.3 Menjelaskan nama unsur dan nama kimia sederhana

• Unsur - Kuis - Pengamatan: sikap, minat, dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab 2 jam pelajaran

• Mengidentifikasi aturan penulisan lambang unsur. • Mengidentifikasi penulisan nama dan lambang unsur.

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Chart sistem periode Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi lambang unsur dan cara penulisannya. • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sistem periodik unsur. • Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan nama unsur, lambang unsur, nomor atom, dan nomor massa. • Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan nama senyawa dan rumus kimianya. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. • Menayangkan tentang peristiwa atau bahan yang berkaitan dengan senyawa dan campuran dari jaringan internet (atau rekaman dari internet). • Mengidentifikasi sifat senyawa dan campuran. • Mengklasifikasi bahanbahan secara sederhana. • Mengidentifikasi campuran homogen dan campuran heterogen. - Kuis - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan 2 jam pelajaran

2.4 Membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran.

• Senyawa dan Campuran

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

- Pengamatan: sikap, minat, dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab

Alat/Bahan: Pasir, gula, besi berkarat, alat elektrolisis, dan air Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi perbedaan senyawa dan campuran. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan senyawa dan campuran. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh-contoh zat yang termasuk senyawa dan campuran. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan campuran homogen dan campuran heterogen. • Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan senyawa dan campuran. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

75

76
3. Memahami wujud zat dan perubahannya 20 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kegiatan Pembelajaran (3) (4) (5) (6) Indikator Penilaian Alokasi Waktu (7) Alat/Bahan/ Sumber

Standar Kompetensi Alokasi Waktu

: :

Kompetensi Dasar

Materi Pokok Pembelajaran

(1)

(2)

RPP Fenomena Fisika SMP 1

3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 3.2 Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari. • Menyelidiki perubahan wujud suatu zat. • Menafsirkan susunan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran. • Mengidentifikasi perbedaan adhesi dan kohesi. • Menunjukkan peristiwa kapilarisasi pada kehidupan sehari-hari. • Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair. 6 jam pelajaran - Kuis - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Presentasi • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan zat dan wujudnya dari jaringan internet (atau rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam zat padat, cair, dan gas. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perubahan wujud padat menjadi cair dan cair menjadi uap (gas). • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi pengertian partikel zat. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya adhesi dan kohesi. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan peristiwa kapilarisasi. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh-contoh peristiwa yang berkaitan dengan kapilarisasi.

• Zat dan Wujudnya

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Alat pemuaian zat padat, gelas erlemeyer, sumbat karet, pipa kaca, air, dan pemanas Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan eksperimen untuk menentukan massa jenis zat padat dan zat cair. • Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan zat dan wujudnya. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis. • Menunjukkan pemuaian zat padat, cair, dan gas. • Merencanakan dan melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair, padat, dan gas. • Menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi (misalnya bimetal). - Kuis - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap, minat, dan tingkah laku 6 jam pelajaran Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Gelas elemeyer, sumbat karet, pipa kaca, gelas kimia, Musschenbroek, dan termometer

3.3 Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.

• Pemuaian

RPP Fenomena Fisika SMP 1

77

• Menayangkan tentang peristiwa pemuaian dari jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan perencanaan yang diteruskan dengan percobaan untuk menunjukkan adanya pemuaian zat padat. • Melakukan perencanaan diteruskan dengan percobaan untuk menunjukkan adanya pemuaian zat cair dan gas. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan manfaat peristiwa dan gejala pemuaian zat padat, cair, dan gas.

78
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan prinsip kerja bimetal dan setrika listrik. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan manfaat teknologi bimetal. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besarnya perubahan panjang dan volume pada pemuaian zat padat, cair, dan gas. • Melakukan diskusi kelas menyebutkan pemanfaatan pemuaian terhadap kehidupan sehari-hari. • Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pemuaian. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

Sarana/Media: LKS, OHP, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

3.4 Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. - Kuis - Ulangan harian - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Laporan percobaan 8 jam pelajaran

• Kalor

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Kalorimeter, macammacam benda padat, zat cair, pemanas, termometer, gelas kimia, gelas ukur, es, kapur barus, air, batang logam, kaca, tembaga, dan serbuk gergaji Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan komputer

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Menayangkan tentang • Menyelidiki pengaruh peristiwa yang berkaitan kalor terhadap perubahan dengan kalor dari jaringan suhu benda. internet atau rekaman dari • Merumuskan banyaknya internet. kalor yang diperlukan untuk • Melakukan tanya jawab menaikkan suhu zat. untuk mengungkap penge- • Mengidentifikasi asas tahuan awal siswa tentang Black. kalor dan menyebutkan besaran-besaran terkait atau dengan memberikan kuis. • Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda. • Melakukan presentasi hasil percobaan di depan kelas. • Melakukan diskusi kelas untuk menentukan jumlah kalor pada suatu zat dan merumuskannya. • Melakukan percobaan untuk menunjukkan bahwa jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yang dilepas (asas Black). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari-hari.

79

80
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

• Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan kalor. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan perubahan wujud zat dari jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubahan wujud zat. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan perubahan wujud zat dan memberikan contohnya. • Melakukan peragaan untuk menunjukkan proses penguapan dan menyebutkan faktor-faktor yang memengaruhi penguapan. • Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. • Menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi penguapan. • Merumuskan banyaknya kalor yang digunakan untuk mengubah wujud zat. • Mengklarifikasi konsep jumlah kalor dalam memecahkan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Perubahan Wujud Zat

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan diskusi kelas untuk menentukan banyaknya kalor yang digunakan dalam mengubah wujud zat dan merumuskannya. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan adanya perubahan zat dan pemanfaatan perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari (ditambah dengan penayangan dari internet). • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang terkait dengan perubahan wujud. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

81

82
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

• Perpindahan Kalor

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perambatan kalor secara konduksi. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perambatan kalor secara konveksi. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perambatan kalor secara radiasi. • Menyimpulkan hasil pengamatan dari demonstrasi. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan peristiwa alam yang berkaitan dengan perambatan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi (penayangan peristiwaperistiwa terkait dengan perpindahan kalor dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besarnya kalor pada perambatan kalor, baik konduksi, konveksi, maupun radiasi.

• Mengidentifikasi perpindahan kalor. • Menyelidiki kecepatan perambatan kalor. • Merumuskan kecepatan jumlah kalor yang mengalir pada suatu bahan.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perpindahan kalor. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

83

84
4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia. 16 jam pelajaran (8 × pertemuan)
Kegiatan Pembelajaran (3) (4) (5) (6) Indikator Penilaian Alokasi Waktu (7) Alat/Bahan/ Sumber

Standar Kompetensi Alokasi Waktu

: :

Kompetensi Dasar

Materi Pokok Pembelajaran

(1)

(2)

RPP Fenomena Fisika SMP 1

4.1 Membandingkan sifat fisika dan kimia zat. • Mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia. • Mengklasifikasi sifat fisika dan sifat kimia. - Kuis - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan 4 jam pelajaran

• Sifat Fisika dan Kimia

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Meteran, jangka sorong, mikrometer, neraca lengan, dan macammacam alat ukur Sarana/Media: Laboratorium, LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

• Menayangkan peristiwaperistiwa yang berkaitan dengan sifat fisika dan kimia dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubahan fisika. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubahan kimia. • Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia. • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia. • Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

4.2 Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia. 4 jam pelajaran - Kuis - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Laporan percobaan - Hasil presentasi

• Pemisahan Campuran

• Menunjukkan cara memisahkan campuran. • Menunjukan cara pemisahan campuran dengan berbagai macam cara. • Menunjukkan cara penjernihan air dengan teknik sederhana.

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: Macam-macam termometer, air, pemanas, dan gelas kimia Sarana/Media: Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam campuran. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara memisahkan macam-macam campuran. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan cara-cara memisahkan campuran zat. • Melakukan diskusi kelompok untuk merancang cara menjernihkan air kotor yang diteruskan dengan mempraktikkan hasil rancangan. • Mempresentasikan hasil rancangan dan hasil percobaan di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan perubahan fisika dari jaringan internet (rekaman internet). • Melakukan percobaan untuk menunjukkan • Menunjukkan peristiwa perubahan fisika dan perubahan kimia. • Mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia. - Kuis - Ulangan harian - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan 4 jam pelajaran

RPP Fenomena Fisika SMP 1

4.3 Menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan hasil percobaan sederhana.

• Perubahan Fsika dan Perubahan Kimia

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto

85

86
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

Alat/Bahan: Gelas kimia, gula pasir, sendok, pemanas, es, dan air Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

- Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Laporan percobaan

• •

adanya perubahan fisika dan perubahan kimia. Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia Melakukan diskusi kelas untuk memberi contohcontoh perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang terkait dengan perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Pemberian tugas materi dari jaringan internet. Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

4.4 Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana. • Menyelidiki reaksi kimia apabila dua zat dicampurkan. • Mengidentifikasi reaksi kimia.

• Reaksi Kimia

4 jam pelajaran

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto Alat/Bahan: tabung reaksi dan bahan kimia Sarana/Media: LKS, laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet

• Menayangkan tentang bahan, peristiwa, manfaat, akibat dari reaksi kimia melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan percobaan untuk mereaksikan dua zat yang dimungkinkan terjadinya reaksi kimia dan tidak terjadi reaksi kimia. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan reaksi kimia. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan zatzat yang dicampur akan terjadi reaksi kimia dan merumuskannya. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan reaksi kimia.

- Kuis - Ulangan harian - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Laporan percobaan

RPP Fenomena Fisika SMP 1

87

88
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

• Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

............, ...................... Guru IPA (Fisika) (_____________) NIP. ....................

Mengetahui, Kepala Sekolah

(_____________) NIP. ....................

Silabus
SMP/MTs ... IPA (FISIKA) VII/2 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan 8 jam pelajaran (4 × pertemuan)
Kegiatan Pembelajaran (3) (4) (5) (6) Indikator Penilaian Alokasi Waktu Alat/Bahan/ Sumber (7)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Alokasi Waktu

: : : : :

Kompetensi Dasar

Materi Pokok Pembelajaran

(1)

(2)

5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari • Menunjukkan gerak lurus. • Menunjukkan gerak lurus beraturan. • Menyelidiki dan merumuskan hubungan jarak dan waktu. • Menunjukkan gerak lurus berubah beraturan. • Menyelidiki hubungan jarak dan waktu serta merumuskannya. • Merumuskan hubungan kecepatan dan waktu. • Merumuskan hubungan jarak dan kecepatan dengan waktu.

• Gerak Lurus Beraturan

8 jam pelajaran

Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 Karangan: Budi Purwanto - Kuis - Pengamatan keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab - Pengamatan: sikap dan tingkah laku - Pengamatan kinerja keterampilan peragaan dan percobaan - Presentasi di depan kelas - Laporan percobaan Alat/Bahan: Mobil-mobilan, ticker timer, alat Atwood, bidang miring, balok kayu, katrol, bola tenis, dan bola sepak atau voli Sarana/Media: Laboratorium, LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet

RPP Fenomena Fisika SMP 1

89

• Menayangkan tentang macam-macam gerak, gerak lurus beraturan, berubah beraturan melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan tentang gerak lurus. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan macam-macam gerak lurus beraturan dalam kehidupan sehari-hari. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus beraturan dengan mobil-mobilan berbaterai atau dengan alat Atwood. • Melakukan percobaan dengan alat ticker timer untuk menganalisis gerak lurus beraturan.

90
(3) (4) (5) (6) (7)

(1)

(2)

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelompok untuk menganalisis hasil percobaan dan menyimpulkan serta merumuskannya. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan gerak lurus. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh gerak lurus berubah beraturan dalam kehidupan sehari-hari (dapat menggunakan jaringan internet). • Melakukan percobaan dengan alat ticker timer untuk menganalisis gerak lurus berubah beraturan.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

• Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan hasil percobaan dan merumuskannya. • Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan tentang gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besaran-besaran yang berkaitan dengan gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan presentasi hasil percobaan. • Pemberiam tugas materi dari internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. ............, ...................... Guru IPA (Fisika) (_____________) NIP. ....................

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Mengetahui, Kepala Sekolah

91

(_____________) NIP. ....................

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
IPA (Fisika) VII/1 1 – 3 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) 1. Memahami prosedur ilimiah untuk mempelajari bendabenda alam dengan menggunakan peralatan Kompetensi Dasar : 1.1 Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya. 2.2 Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya. 2.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator : • Mengidentifikasi besaran-besaran fisika. • Mengelompokkan besaran fisika ke dalam besaran pokok dan besaran turunan. • Mendeskripsikan satuan sistem internasional. • Mengkonversi satuan panjang, massa, dan waktu serta besaran turunan. • Menjelaskan alat ukur suhu. • Menjelaskan jenis-jenis termometer. • Mengukur besaran fisika dengan alat ukur yang sesuai. • Mengukur panjang benda dengan menggunakan alat ukur yang sesuai. • Menggunakan atau mengoperasikan jangka sorong dan mikrometer sekrup untuk mengetahui panjang benda yang sesuai dan tepat. • Mengukur volume benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan benar. • Mengukur massa benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan benar. • Mengukur suhu suatu benda. • Membandingkan skala termometer Celcius dengan skala termometer yang lain. Mata Pelajaran : Kelas/Semester : Pertemuan Ke- : Alokasi Waktu : Standar Kompetensi :

92

RPP Fenomena Fisika SMP 1

I.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. mengidentifikasi besaran-besaran dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengelompokkannya ke dalam besaran pokok dan besaran turunan; 2. menjelaskan satuan sistem internasional untuk besaran pokok; 3. menjelaskan satuan-satuan pada besaran turunan; 4. mengonversi satuan panjang, massa, dan waktu secara sederhana; 5. mengonversi berbagai satuan besaran pokok maupun besaran turunan; 6. menjelaskan alat ukur suhu; 7. menjelaskan jenis-jenis termometer; 8. mengukur panjang benda dengan menggunakan berbagai alat ukur panjang; 9. menggunakan jangka sorong untuk mengukur panjang benda dengan teliti; 10 menggunakan mikrometer sekrup; 11. mengukur volume benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan cara yang benar; 12. mengukur massa benda padat dan cair dengan alat yang sesuai dan benar; 13. menggunakan termometer sebagai alat ukur suhu; 14. mengonversi skala termometer Celsius dengan skala termometer lain; 15. membuat termometer sederhana.

II. Materi Pembelajaran Besaran dan Pengukuran III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Demonstrasi – Diskusi dan tanya jawab – Eksperimen/percobaan IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali pengetahuan awal siswa tentang besaran dan satuan atau mengadakan kuis untuk mengetahui pengetahuan awal siswa.

Waktu 10 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

93

Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan tentang besaran, peristiwa, alat-alat, kejadian, penemu, ilmuwan fisika dari jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan besaran-besaran fisika dan mengelompokkannya dalam besaran pokok dan besaran turunan. • Melakukan diskusi kelas untuk mendeskripsikan satuan sistem internasional. • Melakukan tanya jawab untuk mengonversi besaran-besaran panjang, massa, dan waktu serta besaran turunan lainnya. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang terkait dengan besaran dan satuan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyimpulkan dan guru memberi penekanan pada materi besaran dan satuan yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau memberi tugas dengan materi dari jaringan internet. Pertemuan Ke-2 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali materi sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Menayangkan tentang peristiwa dan alat-alat yang terkait dengan suhu dari jaringan internet (atau rekaman dari internet). • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan bahwa indera peraba kita tidak dapat mengukur suhu dengan tepat. • Melakukan tanya jawab tentang macam-macam termometer dan penggunaannya. 65 menit Waktu 10 menit

94

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan macam-macam termometer zat cair, termometer hambatan, dan termometer gas. • Melakukan diskusi kelompok untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan suhu dan pengukuran. • Melakukan eksperimen/percobaan tentang cara membuat termometer sederhana berdasarkan sifat perubahan volume. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan kelompok di depan kelas dan diteruskan dengan diskusi kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tetulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyimpulkan dan guru memberi penekanan pada materi pelajaran yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau memberi tugas dengan materi dari jaringan internet. Pertemuan Ke-3 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang diteruskan dengan melakukan tanya jawab untuk mengungkap kembali materi sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Menayangkan tentang macam-macam alat ukur standar melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan demonstrasi pengukuran panjang dengan macammacam alat ukur panjang. • Melakukan demonstrasi cara menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup sebagai alat ukur panjang. • Melakukan demonstrasi untuk membaca skala nonius pada jangka sorong dan mikrometer sekrup dengan menggunakan model skala nonius besar atau dengan bantuan OHP dan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran menggunakan alat jangka sorong dan mikrometer sekrup yang asli. 65 menit 5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

95

• Melakukan percobaan mengukur volume benda padat yang teratur bentuknya dan yang tidak teratur bentuknya. • Melakukan percobaan mengukur volume cairan. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas yang dilanjutkan dengan diskusi kelas. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan pengukuran besaran fisika. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diberi arahan untuk menyimpulkan dan guru memberi penekanan pada materi pelajaran yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau memberi tugas dengan materi dari jaringan internet. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Macam-macam alat ukur panjang, termometer, macam-macam alat ukur massa, volume, listrik, pemanas, gelas beker, air, kaki tiga, kasa, pipa kaca, sumbat karet, gelas erlenmeyer, alat ukur waktu (stop watch atau jam), model jangka sorong, model skala nonius, dan gelas ukur. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Model jangka sorong, model skala nonius, komputer, LCD, LKS, laboratorium, dan jaringan internet VI. Penilaian – Pengamatan: keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, misalnya kemampuan untuk menjawab pertanyaan saat diadakan proses tanya jawab/diskusi – Pengamatan: sikap, minat, dan kelakuan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar – Kuis – Presentasi – Tugas dan laporan 5 menit

96

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Contoh Kuis 1 1. Penglihatan dan pendengaran adalah termasuk besaran fisika, (benar atau salah)? 2. Massa dan suhu termasuk besaran pokok, (benar atau salah)? 3. Satuan kecepatan dalam sistem internasional adalah …. 4. 1 kg sama dengan … gram. 5. 1 inci sama dengan … cm. 6. 1 tahun sama dengan … hari. 7. 1.000 cc sama dengan … m3. 8. Percepatan termasuk besaran turunan, (benar atau salah)? 9. Suhu termasuk besaran turunan, (benar atau salah)? 10. Ruangan di atas cairan pada termometer merupakan ruang hampa, (benar atau salah)? 11. Kecepatan, gaya, dan massa merupakan besaran pokok, (benar atau salah)? 12. Air mendidih diukur dengan termometer Fahrenheit menunjuk angka …. 13. Perbandingan skala Celcius dengan termometer Fahrenheit adalah …. 14. Termometer yang berisi raksa dengan termometer alkohol, yang mudah dilihat skalanya adalah termometer …. 15. Pada dasarnya air dapat dipergunakan sebagai pengisi termometer, (benar atau salah)? 16. Dasar dari pembuatan termometer cairan adalah perubahan volume karena perubahan suhu, (benar atau salah)? Jawaban Kuis 1 1. salah 5. 2,54 cm 2. benar 6. 365 3. m/s2 7. 10-3 4. 1.000 8. benar 9. salah 10. benar 11. salah 12. 212 13. 5 : 9 14. alkohol 15. benar 16. benar

Contoh Kuis 2 1. Alat ukur panjang yang tepat digunakan untuk mengukur lebar buku dengan …. 2. Alat yang tepat digunakan untuk mengukur kedalaman suatu tabung kaca dengan …. 3. Panjang skala nonius pada jangka sorong yang mempunyai ketelitian 0,1 mm adalah … mm. 4. Skala yang bergerak pada jangka sorong adalah skala nonius atau skala tetap? 5. Mengukur diamater dalam sebuah pipa menggunakan mikrometer sekrup, (benar atau salah)?

RPP Fenomena Fisika SMP 1

97

6. Neraca pegas digunakan untuk mengukur massa sebuah benda, (benar atau salah)? 7. Untuk mengukur gula 10 kg digunakan neraca lengan, (benar atau salah)? 8. Panjang skala nonius pada jangka sorong yang mempunyai ketelitian 0,05 mm adalah … mm. 9. Neraca yang digunakan untuk mengukur massa di laboratorium adalah …. 10. Massa jenis adalah massa per satuan volume, (benar atau salah)? 11. Untuk mengukur volume besi berbentuk kubus dapat digunakan gelas ukur dan air, (benar atau salah)? 12. Volume batu yang tidak teratur bentuknya dapat diukur dengan …. 13. Sebuah gelas ukur dimasuki air dan menunjukkan angka 20 ml. Setelah dimasuki batu menunjukkan 50 ml. Volume batu tersebut sebesar … cm3. Jawaban Kuis 2 1. penggaris/mistar 2. jangka sorong 3. 9 mm 4. benar 5. salah 6. salah 11. benar 7. salah 12. gelas ukur dan air 8. 39 mm 13. 30 9. neraca lengan (neraca ohaus) 10. benar

Catatan Jawaban dapat langsung dikoreksi oleh teman bangku sebelahnya, kemudian nilai dapat langsung dimasukkan dalam daftar nilai dengan cara menyebutkan nilai secara lisan. Di samping mengurangi pekerjaan guru, siswa tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. ................, ..................... Mengetahui, Kepala Sekolah Guru IPA (Fisika) ( ___________________) N IP. ................................ (___________________) NIP. ................................

98

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 4 – 5 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat Kompetensi Dasar : 2.1 Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat. 2.2 Melakukan percobaan sederhana dengan bahan-bahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Indikator : • Mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang sesuai. • Mengelompokkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar kita berdasarkan sifat asam, basa, dan garam. • Menggunakan alat atau bahan untuk menentukan zat bersifat asam atau basa. • Menyelidiki sifat asam dan basa bahan makanan. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. mengidentifikasi sifat asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang sesuai; 2. mengelompokkan bahan-bahan di lingkungan sekitar berdasarkan sifat asam, basa, dan garam; 3. menggunakan alat sederhana untuk menentukan skala keasaman dan kebasaan.

II. Materi Pembelajaran Asam, Basa, dan Garam III. Metode Pembelajaran – Ceramah/Informasi – Eksperimen – Diskusi – Tanya jawab

RPP Fenomena Fisika SMP 1

99

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-4 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang pengetahuan awal siswa tentang bahan-bahan di sekitar kita atau bahan kimia yang termasuk asam, basa, dan garam. Kegiatan Inti • Menayangkan contoh-contoh bahan kimia buatan dan alami yang berguna dan berbahaya melalui internet atau rekaman dari internet. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan dan mengelompokkan zat-zat yang termasuk ke dalam asam, basa, dan garam. • Melakukan percobaan untuk mengetahui zat bersifat asam atau basa. • Melakukan percobaan untuk menunjukkan zat yang termasuk ke dalam asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang sudah baku. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan sifat-sifat asam, basa, dan garam. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekanan materi Asam, Basa dan Garam yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau pemberian tugas untuk menggali materi dari internet. Pertemuan Ke-5

Waktu 10 menit

65 menit

5 menit

100

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang materi sebelumya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Penayangan tentang peristiwa yang berkaitan dengan asam, basa, dan garam dari jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan dan mengelompokkan ke dalam macam zat yang termasuk asam, basa, garam, dan netral. • Melakukan percobaan untuk menunjukkan zat yang termasuk asam, basa, dan garam dengan menggunakan indikator yang baku (kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan lainlain). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan sifat-sifat asam, basa, dan garam serta memberi contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa menyimpulkan dan guru memberi penekanan materi yang telah dipelajari dan dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya atau pemberian tugas untuk menggali materi dari internet.

Waktu 10 menit

65 menit

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Bahan-bahan kimia asam, basa, garam, tabung reaksi, palet, pipet, bahan makanan, sayuran, dedaunan, bahan alami, kertas lakmus, fenolftalin, metil, dan air.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

101

Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Laboratorium, LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis tertulis – Pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui tanya jawab/diskusi – Pengamatan kinerja keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan peragaan serta penilaian sikap, minat, dan kelakuan – Laporan hasil percobaan – Presentasi di depan kelas Contoh Kuis 1. Sebagian besar buah-buahan bersifat asam, (benar atau salah)? 2. Sabun cuci termasuk basa atau asam? 3. Kapur tulis termasuk …. 4. Kertas lakmus merah dimasukkan dalam basa akan berwarna …. 5. Larutan asam ditetesi fenolptalin akan berwarna …. 6. Larutan basa apabila dijilat akan terasa (asam, getir, manis)? 7. Air termasuk dalam (asam, basa, atau netral)? 8. Bunga-bungaan dapat digunakan sebagai indikator asam atau basa, (benar atau salah)? Jawaban Kuis 1. benar 2. basa 3. garam 4. biru 5. 6. 7. 8. merah getir netral benar ................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

Mengetahui, Kepala Sekolah

( ___________________) N IP. ................................

102

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 6 – 7 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 2. Memahami klasifikasi zat Kompetensi Dasar : 2.3 Menjelaskan nama unsur dan rumus kimia sederhana 2.4 Membandingkan sifat unsur senyawa, dan campuran Indikator : • Mengidentifikasi aturan penulisan lambang unsur. • Mengidentifikasi penulisan nama dan lambang unsur. • Mengidentifikasi sifat senyawa dan campuran. • Mengklasifikasi bahan-bahan secara sederhana. • Mengidentifikasi campuran homogen dan campuran heterogen. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan aturan penulisan lambang unsur; 2. menuliskan nama dan lambang unsur; 3. menuliskan nama dan rumus kimia sederhana; 4. menentukan nama senyawa dan rumus kimia sederhana; 5. membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran berdasarkan pengamatan; 6. membuat bagan klasifikasi materi secara sederhana; 7. menggolongkan beberapa campuran dalam kehidupan sehari-hari ke dalam campuran homogen dan heterogen.

II. Materi Pembelajaran Unsur, Senyawa, dan Campuran III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Diskusi – Tanya jawab – Demonstrasi

RPP Fenomena Fisika SMP 1

103

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-6 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi lambang unsur dan cara penulisannya. • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sistem periodik unsur. • Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan nama unsur, lambang unsur, nomor atom, dan nomor massa. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan nama senyawa dan rumus kimianya. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan dan memberi penekanan mengenai pengertian unsur dan lambangnya. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. 5 menit 65 menit Waktu 10 menit

104

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Pertemuan Ke-7 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. • • • • • • • Kegiatan Inti Menayangkan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan senyawa, campuran melalui internet atau rekaman dari internet. Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi perbedaan senyawa dan campuran. Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan senyawa dan campuran. Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh-contoh zat yang termasuk ke dalam senyawa dan campuran. Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan perbedaan campuran homogen dan campuran heterogen. Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan senyawa dan campuran. Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis. Waktu 10 menit

65 menit

Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas bekas air mineral, sendok, air, garam dapur, dan tanah Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto

5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

105

Sarana/Media: Chart sistem periodik unsur, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis tertulis – Pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran saat diadakan tanya jawab/diskusi – Pengamatan kinerja keterampilan siswa dalam melakukan percobaan dan peragaan serta penilaian sikap, minat, dan kelakuan – Tugas – Laporan hasil percobaan Contoh Kuis 1. Serbuk besi diaduk dengan serbuk belerang merupakan campuran atau senyawa? 2. Air dicampur dengan alkohol merupakan campuran atau senyawa? 3. Serbuk besi dan serbuk belerang apabila dibakar akan menghasilkan .... 4. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya dengan cara dipanaskan, (benar atau salah)? 5. Air dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya dengan cara dipanaskan, (benar atau salah)? 6. Air dan minyak tanah apabila dicampurkan akan menghasilkan campuran homogen, (benar atau salah)? Jawaban Kuis 1. campuran 2. campuran 3. senyawa 4. salah 5. salah 6. salah

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

106

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 8 – 10 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : 3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 3.2 Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari. Indikator : • Menyelidiki perubahan wujud suatu zat. • Menafsirkan susunan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran. • Mengidentifikasi perbedaan adhesi dan kohesi. • Menunjukkan peristiwa kapilarisasi pada kehidupan sehari-hari. • Menentukan massa jenis zat padat dan zat cair. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menyelidiki terjadinya perubahan wujud suatu zat; 2. menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud melalui penalaran; 3. membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan; 4. mengaitkan peristiwa kapilarisasi, meniskus cembung, dan meniskus cekung dengan peristiwa alam yang relevan; 5. menyimpulkan berdasarkan percobaan bahwa massa jenis adalah salah satu ciri khas suatu zat; 6. menghitung massa jenis sautu zat; 7. menggunakan konsep massa jenis untuk berbagai pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. II. Materi Pembelajaran Zat danWujudnya III. Metode Pembelajaran – Eksperimen – Demonstrasi – Diskusi – Tanya jawab – Informasi/ceramah

RPP Fenomena Fisika SMP 1

107

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-8 Waktu Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan wujud zat melalui jaringan internet. • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan awal tentang perubahan wujud zat. • Melakukan peragaan/eksperimen untuk menunjukkan perubahan wujud padat menjadi cair dan cair menjadi uap. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa yang dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-9 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan teori partikel dari jaringan internet. • Melakukan diskusi kelas untuk menjelaskan teori partikel zat. • Melakukan demonstrasi tentang gerak partikel dan susunan partikel zat. 5 menit

108

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan diskusi kelas untuk memberi penekanan materi yang baru saja diajarkan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-10 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab mengenai materi sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan beberapa peristiwa yang berkaitan dengan kapilaritas melalui jaringan internet. • Melakukan peragaan/eksperimen untuk menunjukkan peristiwa kapilarisasi dengan contoh-contohnya. • Melakukan eksperimen untuk menentukan massa jenis zat padat dan zat cair serta merumuskannya. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan hasil percobaan kelompok. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa, yang dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. 5 menit 5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

109

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas beker, pemanas, kaki tiga, kawat kasa, es, air, cawan, pipa kaca, pipa kapiler, ember, model partikel dan susunannya, dan kain. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis – Pengamatan aktivitas pembelajaran melalui tanya jawab/diskusi, – Pengamatan: kinerja keterampilan dalam melakukan percobaan dan peragaan serta penilaian sikap, minat dan kelakuan siswa – Presentasi di depan kelas

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

110

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 11 – 13 Alokasi Waktu : 6 jam pelajaran (6 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : 3.3 Melakukan percobaan yang berkaitan dengan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menunjukkan pemuaian zat padat, cair, dan gas. • Merencanakan dan melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair, padat, dan gas. • Menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi (misalnya bimetal). I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menyelidiki proses pemuaian pada zat padat, cair, dan gas; 2. merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan pemuaian zat cair dan zat padat; 3. melakukan penyelidikan terhadap perbedaan muai volume berbagai jenis zat cair; 4. menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi, misalnya bimetal untuk termostat, pemasangan bingkai besi pada roda, dan pemasangan kaca.

II. Materi Pembelajaran Pemuaian III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Eksperimen – Diskusi – Tanya Jawab

RPP Fenomena Fisika SMP 1

111

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-11 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

Waktu 10 menit

Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan peristiwa dan penerapan pemuaian melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan percobaan pemuaian zat padat. • Melakukan percobaan pemuaian zat cair. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan hasil percobaan. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan besaran-besaran berkaitan dengan pemuaian. • Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa, yang telah dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-12 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Waktu 10 menit 5 menit

112

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan peristiwa atau kejadian alam berkaitan dengan pemuaian melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan percobaan pemuaian gas. • Melakukan percobaan prinsip bimetal. • Melakukan diskusi kelompok menyimpulkan hasil percobaan. • Melakukan diskusi kelas menekanan atau merumuskan hubungan besaran-besaran yang terkait dengan pemuaian gas. • Mempresentasikan hasil percobaan di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya) Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-13 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan evaluasi (ulangan) yang akan dikerjakan. Kegiatan Inti 65 menit • Guru menyiapkan soal ulangan dan siswa mempersiapkan lembar jawaban. • Soal diberikan kepada siswa. • Guru menanyakan apakah ada soal yang kurang jelas. • Siswa mulai mengerjakan soal. • Setelah waktunya selesai, lembar jawaban dikumpulkan. 5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

113

Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, guru memberikan jawaban atas soalsoal yang telah diberikan pada ulangan harian dan dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. V. Alat/Bahan/Sumber Belajar

5 menit

Alat-Alat/Bahan: Alat muai panjang, gelas labu, sumbat karet, pemanas, pipa kaca, dan alat bimetal Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media Laboratorium, komputer, LCD, LKS, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Presentasi di depan kelas – Laporan percobaan – Ulangan

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

114

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 14 – 17 Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (8 × 40 menit) Standar Kompetensi : 3. Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : 3.4 Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menyelidiki pengaruh kalor kalor terhadap perubahan suhu benda. • Merumuskan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat. • Mengidentifikasi asas Black. • Menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat. • Menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi penguapan. • Merumuskan banyaknya kalor yang memengaruhi penguapan. • Mengklarifikasi konsep jumlah kalor dalam memecahkan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. • Mengidentifikasi perpindahan kalor. • Menyelidiki kecepatan perambatan kalor. • Merumuskan kecepatan jumlah kalor yang mengalir pada suatu bahan. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda dan perubahan wujud zat; 2. menyelidiki faktor-faktor yang dapat mempercepat penguapan, banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat, dan kalor yang diperlukan pada saat mendidih dan melebur; 3. menerapkan hubungan Q = mc∆T, Q = mU, dan Q = mL untuk memecahkan masalah sederhana; 4. merancang dan membuat peralatan sederhana yang memanfaatkan prinsip kalor;

RPP Fenomena Fisika SMP 1

115

5. menerapkan asas Black untuk menyelesaikan masalah sehubungan dengan kalor; 6. menyelidiki perpindahan kalor secara konduksi (untuk zat padat), konveksi (untuk zat cair dan gas), dan radiasi; 7. mengidentifikasi zat yang termasuk konduktor dan isolator kalor; 8. mengaplikasikan konsep perpindahan kalor untuk meyelesaikan masalah fisika sehari-hari, misalnya pada termos dan setrika. II. Materi Pembelajaran Kalor III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Eksperimen – Diskusi – Tanya jawab IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-14 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan pemberian kuis tertulis yang disampaikan secara lisan untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan peristiwa yang terkait dengan kalor melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu benda. • Melakukan presentasi hasil percobaan di depan kelas. • Melakukan percobaan untuk menunjukkan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan besar kalor pada perubahan wujud zat. • Mempresentasikan hasil kesimpulan percobaan di depan kelas. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan kalor. Waktu 10 menit

116

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. (Percobaan dilengkapi dengan LKS yang dirancang oleh guru atau siswa yang telah dipersiapkan sebelumnya). Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-15 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. • • • • • Waktu 10 menit 5 menit

Kegiatan Inti 65 menit Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan kalor melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. Melakukan peragaan untuk menunjukkan proses terjadinya perubahan wujud zat. Melakukan diskusi kelas untuk menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi penguapan/perubahan wujud zat. Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan besaran tentang perubahan wujud zat. Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. 5 menit

Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

117

Pertemuan Ke-16 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Waktu 10 menit

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan tanya jawab untuk menjelaskan perubahan wujud zat. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan banyaknya kalor yang diperlukan dalam mengubah wujud zat. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang terkait dengan jumlah kalor. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-17 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan ulangan harian yang akan dilakukan. Waktu 10 menit 5 menit

Kegiatan Inti 65 menit • Menyiapkan soal-soal ulangan. • Mengerjakan soal-soal ulangan. • Mengumpulkan hasil ulangan. Kegiatan Akhir 5 menit Memberikan jawaban soal-soal ulangan dan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

118

RPP Fenomena Fisika SMP 1

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan Air, gelas beker, pembakar spiritus, termometer, stop-watch, es batu, bejana, dan kertas Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: LKS, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis tertulis – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Presentasi di depan kelas – Laporan percobaan – Ulangan

Contoh Kuis 1. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer, (benar atau salah)? 2. Sebuah benda diukur dengan menggunakan termometer Celsius menunjukkan angka 40o. Jika diukur dengan termometer Reamur menunjuk angka .... 3. Tangan dapat digunakan untuk mengukur suhu, (benar atau salah)? 4. Perbandingan skala Celsius dengan skala Reamur adalah …. 5. Botol yang dibakar kemudian disiram air akan pecah, (benar atau salah)? 6. Semua benda padat apabila dipanaskan akan memuai, (benar atau salah)? 7. Es melebur akan melepaskan kalor, betul atau salah? 8. Dari padat berubah menjadi cair disebut …. 9. Titik didih air di atas gunung lebih tinggi dibanding di dataran rendah, (benar atau salah)? 10. Rumus dari jumlah kalor untuk meleburkan es adalah …. Jawaban Kuis 1. benar 5. benar 9. salah 2. 32o 6. salah 10. Q = m L 3. salah 7. salah 4. 5 : 4 8. melebur

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1

119

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 18 – 19 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia Kompetensi Dasar : 4.1 Membandingkan sifat fisika dan sifat kimia zat Indikator : • Mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia. • Mengklasifikasi sifat fisika dan sifat kimia. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan siswa dapat 1. menjelaskan perbedaan sifat fisika dan kimia zat; 2. menyebutkan manfaat sifat fisika zat dalam kehidupan sehari-hari; 3. menyebutkan manfaat sifat kimia zat dalam kehidupan sehari-hari.

II. Materi Pembelajaran Sifat Fisika dan Kimia Zat III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Eksperimen – Diskusi – Tanya jawab IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-18 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan diberikan. Kegiatan Inti • Menayangkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan sifat fisika dan kimia dari jaringan internet (rekaman dari internet). Waktu 10 menit

65 menit

120

RPP Fenomena Fisika SMP 1

• Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubahan fisika. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan adanya perubahan kimia. • Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia. • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia. • Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-19 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan keterkaitannya dengan pelajaran yang akan diberikan. Waktu 10 menit 5 menit

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan diskusi kelas untuk mengidentifikasi sifat fisika dan sifat kimia. • Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir 5 menit Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

RPP Fenomena Fisika SMP 1

121

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kassa kawat, dan es Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Pengamatan aktivitas siswa saat proses belajar baik dalam diskusi maupun tanya jawab – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Laporan – Presentasi

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

122

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 20 – 21 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia Kompetensi Dasar : 4.2. Melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia Indikator : • Menunjukkan cara memisahkan campuran. • Menunjukkan cara pemisahan campuran dengan berbagai macam cara. • Menunjukkan cara penjernihan air dengan teknik sederhana. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat 1. menjelaskan dasar pemisahan campuran berdasarkan ukuran partikel dan titik didih; 2. melakukan percobaan penjernihan air dengan teknik sederhana; 3. melakukan percobaan untuk memisahkan campuran sesuai dengan metode yang dipilih, antara lain penyaringan, distilasi, penguapan, dan sublimasi; 4. melakukan percobaan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat kimia. II. Materi Pembelajaran Pemisahan Campuran III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Demonstrasi – Diskusi – Tanya jawab IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-20 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari.

Waktu 10 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

123

Kegiatan Inti 65 menit • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam campuran. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan cara memisahkan macam-macam campuran. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan cara-cara memisahkan campuran zat. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-21 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Melakukan diskusi kelompok untuk merancang cara menjernihkan air kotor yang diteruskan dengan mempraktekkan hasil rancangan. • Mempresentasikan hasil rancangan dan hasil percobaan di depan kelas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. 5 menit 65 menit Waktu 10 menit 5 menit

124

RPP Fenomena Fisika SMP 1

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kawat kasa, es, dan alkohol Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis – Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar baik saat tanya jawab maupun diskusi – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Laporan

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1

125

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 22 – 23 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia Kompetensi Dasar : 4.3. Menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan hasil percobaan sederhana Indikator : • Menunjukkan peristiwa perubahan fisika dan perubahan kimia. • Mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat 1. membandingkan hasil pengamatan perubahan fisika dan perubahan kimia; 2. mengklasifikasikan perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari dan mengomunikasikannya. II. Materi Pembelajaran Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Eksperimen – Diskusi – Tanya jawab IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-22 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Waktu 10 menit

126

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Kegiatan Inti • Menayangkan tentang peristiwa yang berkaitan dengan perubahan fisika dari jaringan internet (rekaman internet). • Melakukan percobaan untuk menunjukkan adanya perubahan fisika dan perubahan kimia. • Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi perubahan fisika dan perubahan kimia. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-23 Kegiatan Pembelajaran

65 menit

5 menit

Waktu

Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan Inti • Melakukan diskusi kelas untuk memberi contoh-contoh perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang terkait dengan perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. 5 menit 65 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

127

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Gelas beker, sendok makan, gula pasir, air, pemanas, kaki tiga, kawat kasa, dan es. Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Papan tulis, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis – Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab dan diskusi – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Laporan

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

128

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/1 Pertemuan Ke- : 24 – 25 Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (4 × 40 menit) Standar Kompetensi : 4. Memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia Kompetensi Dasar : 4.4. Mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan Indikator : • Menyelidiki reaksi kimia apabila dua zat dicampurkan. • Mengidentifikasi reaksi kimia. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat 1. mereaksikan dua zat untuk menunjukkan perubahan warna dan atau perubahan suhu serta terbentuk endapan dan atau gas; 2. menyimpulkan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia berdasarkan perubahan warna dan atau suhu serta terbentuk endapan dan atau gas; 3. menjelaskan pengaruh ukuran materi terhadap kecepatan reaksi; 4. menjelaskan pengaruh perubahan suhu terhadap kecepatan reaksi.

II. Materi Pembelajaran Reaksi Kimia III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Eksperimen – Diskusi – Tanya jawab IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-24 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Waktu 10 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

129

65 menit Kegiatan Inti • Menayangkan tentang bahan, peristiwa, manfaat, akibat dari reaksi kimia melalui jaringan internet atau rekaman dari internet. • Melakukan percobaan untuk mereaksikan dua zat yang dimungkinkan terjadinya reaksi kimia dan tidak terjadi reaksi kimia. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan reaksi kimia. • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan zat-zat yang dicampur akan terjadi reaksi kimia dan merumuskannya. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan reaksi kimia. • Pemberian tugas materi dari jaringan internet. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. 5 menit Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Pertemuan Ke-25 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk mengingat kembali pelajaran sebelumnya dan kaitannya dengan ulangan yang akan dikerjakan. Kegiatan Inti • Menyiapkan soal-soal untuk ulangan. • Mengerjakan soal-soal ulangan. • Mengumpulkan lembar jawaban ulangan. Kegiatan Akhir Memberikan jawaban soal-soal ulangan yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya. Waktu 10 menit

65 menit

5 menit

130

RPP Fenomena Fisika SMP 1

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Tabung reaksi dan bahan-bahan kimia Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Laboratorium, komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab dan diskusi – Pengamatan kinerja saat melakukan percobaan atau peragaan – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Laporan percobaan

Mengetahui, Kepala Sekolah

................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

( ___________________) N IP. ................................

RPP Fenomena Fisika SMP 1

131

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran : IPA (Fisika) Kelas/Semester : VII/2 Pertemuan Ke- : 1 – 4 Alokasi Waktu : 8 jam pelajaran (8 × 40 menit) Standar Kompetensi : 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Kompetensi Dasar : 5.2 Menganalisis data percobaan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Indikator : • Menunjukkan gerak lurus. • Menunjukkan gerak lurus beraturan. • Menyelidiki dan merumuskan hubungan jarak dengan waktu. • Menunjukkan gerak lurus berubah beraturan. • Menyelidiki hubungan jarak dan waktu serta merumuskannya. • Merumuskan hubungan kecepatan dan waktu. • Merumuskan hubungan jarak dan kecepatan dengan waktu. I. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kalian dapat 1. membuat grafik perpindahan terhadap waktu berdasarkan percobaan jika benda bergerak dengan laju tetap dan laju makin besar; 2. menemukan persamaan laju (meter/sekon = perpindahan yang ditempuh (meter) tiap satuan waktu yang diperlukan (sekon)); 3. menunjukkan konsep gerak lurus beraturan (GLB) dalam kehidupan seharihari; 4. mendeskripsikan percepatan sebagai perubahan kecepatan setiap waktu (meter per sekon kuadrat = m/s2); 5. menyelidiki gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dipercepat beraturan dengan ticker timer; 6. menunjukkan konsep GLBB dalam kehidupan sehari-hari. II. Materi Pembelajaran Gerak Lurus III. Metode Pembelajaran – Informasi/ceramah – Demonstrasi

132

RPP Fenomena Fisika SMP 1

– Diskusi dan tanya jawab – Eksperimen IV. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Ke-1 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang akan diberikan. Kegiatan Inti • Menayangkan tentang macam-macam gerak, gerak lurus dan gerak lurus beraturan (GLB) melalui jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan tanya jawab untuk mengungkap pengetahuan awal siswa tentang gerak. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan macam-macam gerak lurus. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus beraturan. • Melakukan percobaan dengan alat ticker timer untuk menunjukkan gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percobaan yang dilakukan secara berkelompok. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan. • Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubahan waktu pada gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan geraklurus beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/ atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

Waktu 10 menit

65 menit

5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

133

Pertemuan Ke-2 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang akan diberikan. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan tentang peristiwa sehari-hari yang berkaitan dengan gerak lurus berubah beraturan melalui jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan contoh gerak lurus berubah beraturan dalam kehidupan sehari-hari. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan percobaan dengan alat ticker timer menunjukkan gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percobaan yang dilakukan secara berkelompok. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas. • Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubahan waktu pada gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan kecepatan dan jarak serta waktu pada gerak lurus berubah beraturan. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan gerak lurus berubah beraturan. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan atau tertulis. 5 menit Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memahami materi berikutnya.

134

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Pertemuan Ke-3 Kegiatan Pembelajaran Waktu Kegiatan Awal 10 menit Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan pelajaran yang akan diberikan. Kegiatan Inti 65 menit • Menayangkan peristiwa sehari-hari yang berkaitan dengan gerak vertikal melalui jaringan internet (rekaman dari internet). • Melakukan diskusi kelas untuk menyebutkan macam-macam gerak vertikal. • Melakukan demonstrasi untuk menunjukkan gerak vertikal. • Melakukan percobaan untuk menentukan percepatan benda pada gerak vertikal. • Melakukan diskusi kelompok untuk menyimpulkan percobaan yang dilakukan secara berkelompok. • Mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan di depan kelas. • Merumuskan hubungan kecepatan/kelajuan dengan perubahan waktu pada gerak vertikal. • Melakukan diskusi kelas untuk merumuskan hubungan kecepatan dan jarak serta waktu pada gerak vertikal. • Melakukan diskusi kelompok untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan gerak lurus beraturan. • Melakukan diskusi kelas untuk menyimpulkan gerak vertikal. • Mengerjakan kuis tertulis yang disampaikan secara lisan dan/atau tertulis. Kegiatan Akhir Dengan cara tanya jawab, siswa diarahkan untuk dapat menyimpulkan materi pembelajaran dan guru memberi penekanan materi yang dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri, tugas kelompok, tugas membaca, dan memberikan informasi ulangan harian untuk pertemuan berikutnya. 5 menit

RPP Fenomena Fisika SMP 1

135

Pertemuan Ke-4 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Guru membuka pelajaran yang dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang pelajaran yang lalu dan menyiapkan soalsoal ulangan yang akan diberikan. Kegiatan Inti • Menyiapkan soal-soal untuk ulangan. • Mengerjakan soal-soal ulangan. • Mengumpulkan lembar jawaban ulangan. Kegiatan Akhir Memberikan jawaban soal-soal ulangan yang dilanjutkan dengan pemberian soal-soal latihan untuk menghadapi ujian semester. Mengingatkan siswa untuk belajar lebih giat lagi dalam menghadapi ulangan semester. Waktu 10 menit

65 menit

5 menit

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar Alat-Alat/Bahan: Bidang miring, balok kayu, katrol, bola tenis, bola sepak atau voli, dan ticker timer Sumber Belajar: Buku: Semesta Fenomena Fisika 1 karangan Budi Purwanto Sarana/Media: Komputer, LCD, dan jaringan internet VI. Penilaian – Kuis – Pengamatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar saat tanya jawab dan diskusi – Pengamatan sikap, minat, dan kelakuan siswa – Tugas – Ulangan Contoh Kuis 1 1. Gerak benda pada alat Atwood merupakan gerak lurus beraturan, (benar atau salah)? 2. Gerak benda yang dijatuhkan pada minyak merupakan gerak lurus berubah beraturan (benar atau salah)?

136

RPP Fenomena Fisika SMP 1

3. Garfik hubungan jarak tempuh dengan waktu adalah garis …. 4. Sebuah benda bergerak lurus beraturan dengan kecepatan 10 m/s. Jarak yang ditempuh dalam waktu 4 sekon adalah …. 5. Jarak ketukan pada percobaan dengan ticker timer untuk gerak lurus beraturan adalah selalu berubah, (benar atau salah)? 6. Sebutkan dua contoh benda yang bergerak lurus beraturan. 7. Gerak bumi mengelilingi matahari dalam jarak tempuh 1 km dapat dianggap sebagai GLB, (benar atau salah)? 8. Satuan kecepatan pada GLB adalah …. Jawaban Kuis 1 1. benar 2. salah 3. miring 4. 40 m 5. salah 6. gerak benda pada alat Atwood, gerak kelereng dalam minyak pelumas 7. benar 8. m/s Contoh Kuis 2 1. Bola yang dilempar vertikal ke atas termasuk GLBB, (benar atau salah)? 2. Rumus hubungan kelajuan dengan waktu pada GLBB adalah …. 3. Dalam waktu 5 sekon, kecepatan benda berubah dari 10 m/s menjadi 20m/s. Percepatan benda tersebut adalah …. 4. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal 5 m/s dengan percepatan 2 m/s2, tepat setelah 2 sekon kecepatan benda menjadi …. 5. Satuan kecepatan dan percepatan pada GLBB adalah … dan …. 6. Gerak benda yang kecepatannya makin kecil, percepatannya positif, (benar atau salah)? 7. Sebuah balok yang meluncur pada bidang miring merupakan gerak lurus berubah beraturan, (benar atau salah)? 8. Mobil yang baru saja bergerak dapat dikatakan sebagai gerak lurus berubah beraturan, (benar atau salah)? 9. Sebuah mobil bergerak dengan kelajuan 72 km/jam, dalam satuan m/s sama dengan …. 10. Grafik hubungan kelajuan dengan waktu pada GLBB berbentuk garis ….

RPP Fenomena Fisika SMP 1

137

Jawaban Kuis 2 1. benar 2. vt = v0 + at 3. 2 m/s2 4. 9 m/s 5. m/s dan m/s2

6. salah 7. benar 8. benar 9. 20 m/s 10. lurus

Contoh Kuis 3 1. Percepatan benda pada gerak vertikal selalu berubah, (benar atau salah)? 2. Kecepatan benda pada saat mencapai titik tertinggi adalah nol, (benar atau salah)? 3. Besar kecepatan benda pada ketinggian tertentu pada waktu naik dan turun adalah sama besar, (benar atau salah)? 4. Besar kecepatan benda pada saat naik akan sama dengan besar kecepatan pada saat kembali menyentuh tanah, (benar atau salah)? 5. Percepatan benda pada gerak vertikal selalu tetap 10 m/s2, (benar atau salah)? 6. Benda jatuh bebas mempunyai kecepatan sebesar …. 7. Benda yang ditembakkan vertikal ke bawah merupakan gerak …. 8. Rumus hubungan ketinggian dengan kecepatan benda pada gerak vertikal ke atas adalah …. Jawaban Kuis 3 1. salah 2. benar 3. besar 4. benar 5. 6. 7. 8. benar nol dipercepat beraturan h = v0 t – ½ g t2 ................, ..................... Guru IPA (Fisika) (___________________) NIP. ................................

Mengetahui, Kepala Sekolah

( ___________________) N IP. ................................

138

RPP Fenomena Fisika SMP 1

Contoh Lembar Penilaian 1. Lembar Pengamatan Sikap, Minat, dan Kelakuan Siswa
No. 1. 2. 3. 4. Nama Siswa … … … … Sangat Baik 5 … … … … Baik 4 … … … … Cukup Kurang Baik 3 2 … … … … … … … … Sangat Kurang 1 … … … …

2. Lembar Pengamatan Melakukan Percobaan Kelompok …..
No. 1. 2. 3. 4. Nama Siswa … … … … Mengambil Cara Kerja Pembacaan Data-Data Aktif Alat Benar Baik Alat Benar Benar Percobaan … … … … … … … … … … … … … … … … … … … …

3. Lembar Pengamatan Keaktifan Tanya Jawab, Pengamatan Demonstrasi, dan Diskusi
No. Nama Siswa 1. 2. … … Sangat Aktif 5 … … Aktif 4 … … Cukup Kurang Aktif 3 2 … … … … Tidak Aktif 1 … …

RPP Fenomena Fisika SMP 1

139

Daftar Pustaka

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. ”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.” Jakarta. Depdiknas. 2006 ”Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. . 2006. ”Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. . 2006. ”Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

140

RPP Fenomena Fisika SMP 1

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->