Latar Belakang Merokok menjadi hal biasa di kalangan masyarakat kebanyakan, khususnya masyarakat di Indonesia.

Dalam kehidupan sehari-hari seringkali ditemui orang merokok di mana-mana, baik di kantor, di pasar ataupun tempat umum lainnya atau nahkan di kalangan rumah tangga sendiri. Merokok terjadi akibat pengaruh lingkungan sosial seperti meniru perilaku orang lain sehingga menjadi salah satu determinan dalam memulai perilaku merokok. Merokok adalah penyebab nomor satu kanker paru-paru. Para ilmuwan telah melaporkan secara luas pada link antara kanker dan merokok sejak 1960-an. Sejak itu, penelitian demi penelitian telah memberikan bukti lebih banyak bahwa merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru. Kanker paru merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia dan dunia. World Health

Organisation (WHO) tahun 2007 melaporkan bahwa insidens penyakit kanker di dunia mencapai 12 juta penduduk dengan PMR 13 %. Seperti diketahui, bahwa di dalam asap rokok terdapat kurang lebih 4000 zat kimia beracun, yang dapat merusak lapisan saluran nafas dan paru. Selain itu, juga memicu pertumbuhan kanker di organ paru. Kerusakan di saluran nafas dan paru dapat menyebabkan gejala sesak napas. Jika pengaruh asap rokok terjadi di pembuluh darah dan jantung, dapat mengakibatkan serangan jantung yang juga gejalanya bisa seperti nafas berat atau sensasi sesak. Gejala-gejala tersebut akan muncul atau bertambah jika beraktivitas. Pengaruh rokok terhadap pembuluh darah juga dapat menyebabkan impotensi dan stroke bahkan bisa menyebabkan metastasis otak. Metastasis otak merupakan salah satu komplikasi neurologis yang paling sering dari kanker sistemik, yang meningkat pada frekuensi dari waktu ke waktu sebagai akibat dari kemajuan dalam prosedur neuroimaging dan peningkatan kelangsungan hidup keseluruhan. Metastasis otak merupakan penyebab penting dari morbiditas dan mortalitas bagi pasien kanker. Metastasis otak lebih umum dari tumor otak primer. Insiden metastase otak telah meningkat dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari peningkatan kelangsungan hidup keseluruhan untuk berbagai jenis kanker dan peningkatan deteksi dengan MRI. Metastasis otak

Tempat utama yang tidak dikenal dalam nilai hingga 15% dari pasien. payudara (1525%). Memperoleh gambaran nyata tentang pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan seorang sarjana kesehatan masyarakat b. Mahasiswa a. kulit (melanoma) (5-20%). Metastasis otak lebih sering didiagnosis pada pasien dengan keganasan yang dikenal (presentasi metachronous). Tujuan khusus Adapun tujuan khusus dalam penulisan ini yaitu mengetahui tentang: Gambaran umum karakteristik pasien kanker paru metastasis ke otak Gejala klinis pasien kanker paru metastasis ke otak Diagnosis jenis sel kanker pada pasien kanker paru metastasis ke otak Prognosis pasien kanker paru metastasis ke otak akibat rokok Menjelaskan metode yang digunakan untuk menanggulangi bahaya rokok (kalo ada yang dirasa kurang mohon ditambahin  ) Manfaat penulisan Adapun manfaat penulisan sebagai berikut: 1. dalam urutan menurun: paru-paru (minimal 50%). Kurang sering (sampai 30%) metastase otak didiagnosis baik pada saat diagnosis tumor primer (presentasi sinkron) atau sebelum penemuan tumor primer (presentasi dewasa sebelum waktunya). tetapi secara umum semua tumor ganas dapat metastasis ke otak.dapat terjadi pada 20-40% pasien dengan kanker. yang bergejala selama hidup di 60-75%. Pada orang dewasa tumor utama yang paling mungkin untuk metastase ke otak berada. kolon-rektum dan ginjal. Tujuan Penulisan Tujuan umum Tujuan umum penulisan ini adalah menganalisa apakah ada hubungan pria merokok dengan kanker paru yang bisa mengakibatkan komplikasi metastasis ke otak. Meningkatkan kemampuan menganalisa masalah kesehatan di masyarakat khususnya masalah rokok .

2. penyebab. Masyarakat khususnya bagi perokok Memahami pengertian. 3. dampak. pencegahan dan penanggulangan bahaya merokok serta mandiri dalam menyelesaikan permasalahan kesehatannya sendiri. 4. PSKM FK UNLAM Mengembangkan ilmu kesehatan masyarakat khususnya promosi kesehatan dan AKK dalam upaya mengatasi permasalahan bahaya merokok. dan faktor risiko. Instansi Masyarakat Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga. serta ilmu dalam penentuan prioritas masalah kesehatan yang ada di masyarakat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful