P. 1
Sifat Tuhan Dalam Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani

Sifat Tuhan Dalam Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani

|Views: 3,827|Likes:
Published by znzbpc
Skripsi ini berusaha mengeksplor pemikiran Syaikh Nawawi al-Bantani tentang sifat-sifat Allah SWT.
Skripsi ini berusaha mengeksplor pemikiran Syaikh Nawawi al-Bantani tentang sifat-sifat Allah SWT.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: znzbpc on Jul 08, 2009
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

Sifat nafsîyah adalah sifat Allah yang menunjukkan dzat-Nya, dan bukan

merupakan sifat tambahan yang ada pada diri-Nya. Sifat nafsîyah hanya satu,

yaitu al-Wujûd (ada). Pengertiannya adalah bahwa Allah swt. pasti ada. “Ada”-

nya Allah, bukan sifat tambahan bagi-Nya. Baju yang ada di dalam lemari,

misalnya, ketika dikeluarkan dari lemari tersebut maka ia akan tampak. Sifat

“tampak” yang ada pada baju bukanlah sifat tambahan, melainkan menunjukkan

pada baju itu sendiri.10

Lawannya adalah al-‘Adam (Tiada).

10

Nawawî al-Bantanî, Nûr al-Zhalâm, h. 7

60

Pengetahuan manusia bahwa Allah itu pasti ada, sudah dianggap cukup. Ia

tidak dituntut untuk mengetahui apakah wujud Allah itu merupakan wujud yang

sebenarnya atau bukan, karena pengetahuan seperti ini termasuk ke dalam kajian

ilmu kalam secara mendalam, yang tidak semua orang mampu menjangkaunya.

Dalam kitab Bahjat al-Wasâ`il, Syaikh Nawawî menulis,11

“Alam, dari ‘Arsy hingga bumi, adalah baharu”

Kebaharuan alam, menurut Syaikh Nawawî, menunjukkan bahwa

keberadaan alam tersebut muncul dari ketiadaan (al-‘adam). Segala sesuatu yang

baharu (ĥâdits) pasti ada yang menciptakannya. Dengan demikian, alam

diciptakan. Bila dilihat dari dalil yang menunjukkan ke-esa-an Allah (yang nanti

akan dijelaskan pada pembahasan sifat al-Wahdânîyah), maka pencipta alam tidak

lain adalah Allah itu sendiri. Jika tidak ada Tuhan, maka segala sesuatu selain

diri-Nya juga tidak akan ada. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa Allah

adalah dzat yang pasti ada, dan mustahil tidak ada.

Allah swt. berfirman,

...

...

“…Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan
bumi? Dia menyeru kamu…” (Qs. Ibrâhîm [14] : 10)

Dan firman-Nya yang lain,

“…Tidak ada Tuhan selain aku…” (Qs. al-Naĥl [16] : 2; Thâhâ
[20] : 14; al-Anbiyâ` [21] : 25)

11

Nawawî al-Bantanî, Bahjat al-Wasâ`il, Semarang: Toha Putra, tt., h. 5

61

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->