P. 1
etika bisnis teori

etika bisnis teori

|Views: 5|Likes:
Published by Yugo Mukti

More info:

Published by: Yugo Mukti on Sep 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual. Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang muncul, perlu diselidiki apakah etika bisnis ini berkaitan dengan moral perusahaan, apakah sudah tepat diterapkan di dalam sebuah organisasi di perusahaan, dan apakah etika bisnis pada perusahaan kurang memperhatikan permasalahan dan kesulitan yang dihadapi oleh perusahaanya, atau apakah ada hal lain yang menjadi penyebab penurunan kinerja pada suatu organisasi di dalam perusahaan dan bagaimana mencari solusinya. Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan di atas, maka masalah penelitian yang diajukan pada makalah ini adalah : “Apakah etika bisnis ini sangatlah berpengaruh pada kinerja suatu perusahaan atau organisasi? “

1

1.3. Tujuan 1. Menambah wawasan dalam mengetahui segala macam yang berkaitan dengan etika bisnis sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. 2. Sebagai perwujudan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang handal dan profesional sesuai dengan etika binis dan sebagai pengembangan pembelajaran yang berbasis kompetensi.

1.4. Kerangka Pemikiran

1. Memberi materi untuk mengembangkan dan mengamati semua aspek yang berkaitan dengan etika bisnis. 2. Memberi pengetahuan dan keterampilan tentang moral etika bisnis secara intern maupun ekstern organisasi perusahaan dan mengelola semua aktivitas secara produktif dan efektif.

BAB II
2

pengaruh kemasyarakatan seperti gereja. sekolah. majalah. baik aktivitas penelaahan maupun hasil penelaahan itu sendiri. Etika adalah semacam penelaahan. Hakekat standar moral : 3 .PEMBAHASAN 2. atau baik dan jahat. A. namun tidak sama persis dengan moralitas. Standar moral pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga. Tapi meskipun etika berkaitan dengan moralitas. music dan perkumpulan.ETIKA BISNIS DAN ISU TERKAIT Menurut kamus. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai. sedangkan moralitas merupakan subjek. televisi. Salah satu maknanya adalah “prinsip tingkah laku yang mengatur individu dan kelompok”. istilah etika memiliki beragam makna berbeda. semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Makna kedua menurut kamus – lebih penting – etika adalah “kajian moralitas”.Pedoman moral mencakup normanorma yang kita miliki mengenai jenis-jenis tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral. dan nilai-nilai yang kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara moral buruk. teman. “membunuh orang tak berdosa itu salah”.1. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”. Moralitas Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah.

melampaui kepentingan diri. Etika merupakan penelaahan standar moral. 2. dengan demikian. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut. Etika Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. 5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu. merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius. dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu. 4 . didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas. Standar moral. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.1. yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu. B. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri. 3. didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia. 4.

Etika Bisnis Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. D. Penerapan Etika pada Organisasi Perusahaan Dapatkan pengertian moral seperti tanggung jawab.Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan. • Ekstrem kedua. C. kita dapat mengatakan mereka bertanggung jawab secara moral untuk tindakan mereka dan bahwa tindakan mereka adalah bermoral atau tidak bermoral dalam pengertian yang sama yang dilakukan manusia. dan moral yang baik dan jahat. dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah. organisasi memperbolehkan kita untuk mengatakan bahwa perusahaan bertindak seperti individu dan memiliki tujuan yang disengaja atas apa yang mereka lakukan. Organisasi bisnis sama seperti 5 .Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik. dan perilaku bisnis. adalah pandangan filsuf yang berpendirian bahwa tidak masuk akal berpikir bahwa organisasi bisnis secara moral bertanggung jawab karena ia gagal mengikuti standar moral atau mengatakan bahwa organisasi memiliki kewajiban moral.Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi. institusi. adalah pandangan yang berpendapat bahwa. perbuatan yang salah dan kewajiban diterapkan terhadap kelompok seperti perusahaan. karena aturan yang mengikat. ataukah pada orang (individu) sebagai perilaku moral yang nyata? Ada dua pandangan yang muncul atas masalah ini : • Ekstrem pertama.

jika perusahaan bertindak secara moral. Globalisasi. Jika perusahaan bertindak keliru. Perusahaan multinasional adalah inti dari proses globalisasi dan bertanggung jawab dalam transaksi internasional yang terjadi dewasa ini. jasa. jasa dan beroperasi di banyak negara yang berbeda. kreasi komunikasi global dan system transportasi seperti internet dan pelayaran global.Karena perusahaan 6 . Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi. kekeliruan itu disebabkan oleh pilihan tindakan yang dilakukan oleh individu dalam perusahaan itu. perkembangan organisasi perdagangan dunia (WTO). hal itu disebabkan oleh pilihan individu dalam perusahaan bertindak secara bermoral. dan lain sebagainya. indivdu-individulah yang harus dipandang sebagai penjaga utama kewajiban moral dan tanggung jawab moral : individu manusia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan perusahaan karena tindakan perusahaan secara keseluruhan mengalir dari pilihan dan perilaku mereka. Akibatnya. dan peninggalan budaya yang diperdagangkan dan saling berpindah dari satu negara ke negara lain. Proses ini mempunyai beberapa komponen. pengetahuan. bank dunia. modal. E. IMF. jasa atau operasi administrasi di beberapa negara. lebih tidak masuk akal untuk menganggap organisasi bertanggung jawab secara moral karena ia gagal mengikuti standar moral daripada mengkritik organisasi seperti mesin yang gagal bertindak secara moral. Karena itu.mesin yang anggotanya harus secara membabi buta mentaati peraturan formal yang tidak ada kaitannya dengan moralitas. termasuk didalamnya barangbarang. Perusahaan Multinasional dan Etika Bisnis Globalisasi adalah proses yang meliputi seluruh dunia dan menyebabkan system ekonomi serta sosial negara-negara menjadi terhubung bersama. pemasaran. tindakan perusahaan berasal dari pilihan dan tindakan individu manusia. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang bergerak di bidang yang menghasilkan pemasaran. termasuk didalamnya penurunan rintangan perdagangan dan munculnya pasar terbuka dunia.

Teknologi menyebabkan beberapa perubahan radikal. Relativisme etis mengingatkan kita bahwa masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan moral yang berbeda. karena masyarakat yang berbeda memiliki keyakinan etis yang berbeda. Etika Bisnis dan Perbedaan Budaya Relativisme etis adalah teori bahwa. Teknologi dan Etika Bisnis Teknologi yang berkembang di akhir dekade abad ke-20 mentransformasi masyarakat dan bisnis. 7 . seperti globalisasi yang berkembang pesat dan hilangnya jarak. banyak klaim yang menyatakan bahwa beberapa perusahaan melanggar norma dan standar yang seharusnya tidak mereka lakukan. Dengan perubahan cepat ini. Apakah tindakan secara moral benar atau salah. G. tergantung kepada pandangan masyarakat itu.multinasional ini beroperasi di banyak negara dengan ragam budaya dan standar yang berbeda. relativisme moral adalah pandangan bahwa tidak ada standar etis yang secara absolute benar dan yang diterapkan atau harus diterapkan terhadap perusahaan atau orang dari semua masyarakat. dan menciptakan potensi problem etis baru. Yang paling mencolok adalah revolusi dalam bioteknologi dan teknologi informasi.Pandangan lain dari kritikus relativisme etis yang berpendapat. F. Dalam penalaran moral seseorang. kemampuan menemukan bentuk-bentuk kehidupan baru yang keuntungan dan resikonya tidak terprediksi. organisasi bisnis berhadapan dengan setumpuk persoalan etis baru yang menarik. Dengan kata lain. bahwa ada standar moral tertentu yang harus diterima oleh anggota masyarakat manapun jika masyarakat itu akan terus berlangsung dan jika anggotanya ingin berinteraksi secara efektif. dia harus selalu mengikuti standar moral yang berlaku dalam masyarakat manapun dimana dia berada.

dengan risetnya selama 20 tahun. Menurut ahli psikologi. dan patuh untuk menghindari hukuman. kita secara jujur mengatakan apa yang benar dan apa yang salah. perkembangan moral seseorang dapat berubah ketika dewasa. Perkembangan Moral Riset psikologi menunjukkan bahwa. bahwa ada 6 tingkatan (terdiri dari 3 level. Tahap satu : Orientasi Hukuman dan Ketaatan Pada tahap ini.2. konsekuensi fisik sebuah tindakan sepenuhnya ditentukan oleh kebaikan atau keburukan tindakan itu. standar moral konvensional secara bertahap diinternalisasikan. 8 . buruk. Lawrence Kohlberg. benar dan salah.2 PERKEMBANGAN MORAL DAN PENALARAN MORAL A. budaya atau agama kita. Yaitu standar moral yang tidak memihak dan yang lebih memperhatikan kepentingan orang lain. Alasan anak untuk melakukan yang baik adalah untuk menghindari hukuman atau menghormati kekuatan otoritas fisik yang lebih besar. masing-masing 2 tahap) yang teridentifikasi dalam perkembangan moral seseorang untuk berhadapan dengan isu-isu moral. Ketika tumbuh menjadi remaja. Tahapannya adalah sebagai berikut : 1) Level satu : Tahap Prakonvensional Pada tahap pertama. Hanya sebagian manusia dewasa yang rasional dan berpengalaman memiliki kemampuan merefleksikan secara kritis standar moral konvensional yang diwariskan keluarga. Saat anak-anak. teman. seorang anak dapat merespon peraturan dan ekspektasi sosial dan dapat menerapkan label-label baik. dan secara memadai menyeimbangkan perhatian terhadap orang lain dengan perhatian terhadap diri sendiri. menyimpulkan. Standar moral pada tahap ini didasarkan pada pemenuhan harapan keluarga. teman dan masyarakat sekitar.

melakukan apa yang baik dimotivasi oleh kebutuhan untuk dilihat sebagai pelaku yang baik dalam pandangannya sendiri dan pandangan orang lain. seseorang tidak lagi secara sederhana menerima nilai dan norma kelompoknya. kini ditentukan oleh loyalitas terhadap negara atau masyarakat sekitarnya yang lebih besar. tindakan yang benar adalah yang dapat berfungsi sebagai instrument untuk memuaskan kebutuhan anak itu sendiri atau kebutuhan mereka yang dipedulikan anak itu. orang tidak hanya berdamai dengan harapan. Dia justru berusaha melihat situasi dari sudut pandang yang secara adil mempertimbangkan kepentingan orang lain. Tahap Tiga : Orientasi pada Kesesuaian Interpersonal Pada tahap ini. Dia mempertanyakan hukum dan nilai yang diadopsi oleh masyarakat dan mendefinisikan kembali 9 . Tahap Empat : Orientasi pada Hukum dan Keteraturan Benar dan salah pada tahap konvensional yang lebih dewasa. atau Berprinsip Pada tahap ini. tetapi menunjukkan loyalitas terhadap kelompok beserta norma-normanya. dari perspektif kelompok sosialnya. dapat melihat situasi dari sudut pandang orang lain. 2) Level dua : Tahap Konvensional Pada level ini. 3) Level tiga : Tahap Postkonvensional. Remaja pada masa ini. Hukum dipatuhi kecuali tidak sesuai dengan kewajiban sosial lain yang sudah jelas. Otonom.Tahap dua : Orientasi Instrumen dan Relativitas Pada tahap ini.

Namun tidak semua orang mengalami perkembangan. dan proses yang matang. Dia percaya bahwa nilai dan norma bersifat relative. Tahap Lima : Orientasi pada Kontrak Sosial Tahap ini.dalam pengertian prinsip moral yang dipilih sendiri yang dapat dijustifikasi secara rasional. Teori Kohlberg membantu kita memahami bagaimana kapasitas moral kita berkembang dan memperlihatkan bagaimana kita menjadi lebih berpengalaman dan kritis dalam menggunakan dan memahami standar moral yang kita punyai. dan terlepas dari consensus demokratis semuanya diberi toleransi. Tahap Enam : Orientasi pada Prinsip Etika yang Universal Tahap akhir ini. dan konsistensi. dan banyak yang berhenti pada tahap awal sepanjang hidupnya. tindakan yang benar didefinisikan dalam pengertian prinsip moral yang dipilih karena komprehensivitas. benar atau salah selalu didefinisikan dalam pengertian norma-norma kelompok sosial mereka atau hukum Negara atau masyarakat mereka. Bagi mereka yang mencapai tahap konvensional. kontrak. Hukum dan nilai yang pantas adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang memotivasi orang yang rasional untuk menjalankannya. seseorang menjadi sadar bahwa mempunyai beragam pandangan dan pendapat personal yang bertentangan dan menekankan cara yang adil untuk mencapai consensus dengan kesepahaman. 10 . Alasan seseorang untuk melakukan apa yang benar berdasarkan pada komitmen terhadap prinsip-prinsip moral tersebut dan dia melihatnya sebagai criteria untuk mengevaluasi semua aturan dan tatanan moral yang lain. Bagi mereka yang tetap tinggal pada tahap prakonvensional. benar atau salah terus menerus didefinisikan dalam pengertian egosentris untuk menghindari hukuman dan melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas yang berkuasa. universalitas. tetapi tidak pernah maju lagi.

menilai. 3. atau kebijakan dinilai sesuai atau melanggar standar moral. Bukti factual yang dikutip untuk mendukung penilaian harus akurat. Penalaran moral selalu melibatkan dua komponen mendasar : 1. atau menyalahkan. Bukti atau informasi yang menunjukkan bahwa orang.B. • Standar moral yang melibatkan penalaran moral seseorang harus konsisten. 2. dinilai atau disalahkan oleh standar moral yang masuk akal. Penalaran Moral Penalaran moral mengacu pada proses penalaran dimana prilaku. institusi. yaitu : • • Penalaran moral harus logis. kebijakan. institusi. Menganalisis Penalaran Moral Ada beberapa criteria yang digunakan para ahli etika untuk mengevaluasi kelayakan penalaran moral. 11 . dilarang. atau prilaku tertentu mempunyai ciri-ciri standar moral yang menuntut. melarang. relevan dan lengkap. Pemahaman tentang yang dituntut.

Argumen tersebut menyembunyikan sejumlah asumsi yaitu : Pertama. Tiga argumen diajukan untuk mendukung perusahaan ini : Pertama. mereka dapat memaksimumkan keuntungan sekalipun produksi tidak efisien. argumen itu mengasumsikan bahwa langkah manapun yang diambil untuk meningkatkan keuntungan. pencarian keuntungan dengan sendirinya menekankan bahwa anggota masyarakat berfungsi dengan cara-cara yang paling menguntungkan secara sosial. Anggota masyarakat akan sangat beruntung jika manajer tidak memaksakan nilai-nilai pada bisnis. Bagian ini membahas keberatan-keberatan tersebut dan melihat apa yang dapat dikatakan berkenaan dengan kesetujuan untuk menerapkan etika ke dalam bisnis. beberapa berpendapat bahwa di pasar bebas kompetitif sempurna. Kedua. masing-masing perusahaan harus memproduksi hanya apa yang diinginkan oleh anggota masyarakat dan harus melakukannya dengan cara yang paling efisien yang tersedia. sekalipun dalam kenyataannya ada beberapa cara untuk meningkatkan keuntungan yang sebenarnya merugikan perusahaan : 12 . Agar beruntung. namun mengabdikan dirinya pada pencarian keuntungan yang berfokus.3 ARGUMEN YANG MENDUKUNG DAN YANG MENENTANG ETIKA BISNIS Banyak yang keberatan dengan penerapan standar moral dalam aktivitas bisnis. dan sejauh sejauh perusahaan tidak harus berkompetisi. perlu menguntungkan secara sosial.2. sebagian besar industri tidak ”kompetitif secara sempurna”.Tiga keberatan atas penerapan etika ke dalam bisnis : Orang yang terlibat dalam bisnis. kata mereka hendaknya berfokus pada pencarian keuntungan finansial bisnis mereka dan tidak membuang-buang energi mereka atau sumber daya perusahaan untuk melakukan ”pekerjaan baik”.

Kadang diajukan untuk menunjukan bahwa manajer bisnis hendaknya berfokus mengejar keuntungan perusahaan mereka dan mengabaikan pertimbangan etis. dsb. Kedua. Menghindari pajak. karena ”dalam menentukan apakah perintah klien kepada agen masuk akal atau tidak. untuk menjadi etis cukuplah bagi orang-orang bisnis sekedar mentaati hukum : Etika bisnis pada dasarnya adalah mentaati hukum. Beberapa hukum tidak punya kaitan dengan moralitas. bahkan hukum melanggar standar moral sehingga bertentangan dengan moralitas. Namun demikian. etika bisnis atau profesional harus mempertimbangkan” dan ”dalam peristiwa apapun dinyatakan bahwa agen mempunyai kewajiban untuk tidak melaksanakan tindakan yang ilegal atau tidak etis”. manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya. Benar bahwa hokum tertentu menuntut perilaku yang sama yang juga dituntut standar moral kita. Ketiga. Michales disebut ”argumen dari agen yang loyal”. Dengan demikian sebagai agen yang loyal dari majikannya. perusahaan memproduksi apa yang diinginkan oleh seluruh anggota masyarakat. Majikan ingin dilayani dengan cara apapun yang akan memajukan kepentingannya sendiri. argumen itu secara esensial membuat penilaian normatif.. Dengan demikian. Argumen tersebut secara sederhana adalah sbb : Sebagai agen yang loyal dari majikannya manajer mempunyai kewajiban untuk melayani majikannya ketika majikan ingin dilayani (jika majikan memiliki keakhlian agen).membiarkan polusi. iklan meniru. hukum dan moral tidak selalu serupa. kewajiban manajer untuk mengabdi kepada majikannya. Keempat. Argumen agen yang loyal adalah keliru. Terkadang kita salah memandang hukum dan etika terlihat identik. penyuapan. ketika kenyataan keinginan sebagian besar anggota masyarakat (yang miskin dan dan tidak diuntungkan) tidak perlu dipenuhi karena mereka tidak dapat berpartisipasi dalam pasar. Ketiga. dibatasi oleh batasan-batasan moralitas. argumen itu mengasumsikan bahwa dengan memproduksi apapun yang diinginkan publik pembeli.. seperti hukum perbudakan yang 13 . menyembunyikan cacat produksi. yang oleh Ale C.

Karenanya dalam masyarakat seperti itu. Dalam masyarakat tanpa etika. brutal. hukum dikritik dan dihapuskan ketika jelas-jelas melanggar standar moral. namun ia tetap merupakan perusahaan yang secara spektakuler mendapatkan paling banyak keuntungan sepanjang masa. maka kepentingan bisnis yang paling utama adalah mempromosikan perilaku etika kepada anggotanya dan juga masyarakat luas.memperbolehkan kita memperlakukan budak sebagai properti. Contoh Merck dikenal karena budaya etisnya yang sudah lama berlangsung. Bisnis merupakan aktivitas kooperatif yang eksistensinya mensyaratkan perilaku etis. Standar Moral kita kadang dimasukan ke dalam hukum ketika kebanyakan dari kita merasa bahwa standar moral harus ditegakkan dengan kekuatan sistem hukum sebaliknya. khususnya dalam mencari keuntungan. Kasus etika dalam bisnis Etika seharusnya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang disengaja. dan bisnis akan hancur. tidak dapat eksis kecuali orang yang terlibat dalam bisnis dan komunitas sekitarnya taat terhadap standar minimal etika. ketidakpercayaan dan kepentingan diri yang tidak terbatas akan menciptakan ”perang antar manusia terhadap manusia lain”. aktivitas bisnis. dan dalam situasi seperti itu hidup akan menjadi ”kotor. dan dangkal”. Namun tidak berarti etika tidak mempunyai kaitan dengan hukum. 14 . Katena bisnis tidak dapat bertahan hidup tanpa etika. tidak mungkin dapat melakukan aktivitas bisnis. Argumen lain berpandangan bahwa. dan karena bisnis merupakan aktitivitas manusia yang disengaja. seperti juga aktivitas manusia lainnya. Etika hendaknya diterapkan dalam bisnis dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis. Jelas bahwa etika tidak begitu saja mengikuti hukum. seperti ditulis oleh filsuf Hobbes. etika hendaknya juga berperan dalam bisnis.

yang mendukung pandangan bahwa etika hendaknya diterapkan dalam bisnis. karyawan dan anggota masyarakat dimana kesuksesan disnis sangat bergantung. dan tuntutan upah lebih tinggi. Semua studi menunjukan bahwa secara keseluruhan etika tidak memperkecil keuntungan. Meskipun tidak etis dalam bisnis kadang berhasil. Ringkasnya. Melakukan apapun yang dikatakan manajer. namun perilaku tidak etis ini dalam jangka panjang. Dengan demikian. akan menunjukan absentisme lebih tinggi. dan mengurangi minat mereka untuk membeli produknya. Karyawan yang merasakan ketidakadilan. Akhirnya kita harus mengetahui ada banyak bukti bahwa sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka persepsi berperilaku tidak etis. akan senang mengikuti manajer. Studi lain melihat. dan tampak justru berkontribusi pada keuntungan. untuk sebagian besar. beberapa tidak menemukan korelasi bahwa etika bisnis merupakan beban terhadap keuntungan. ada sejumlah argumen yang kuat. perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial bertransaksi di pasar saham. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mempersepsi ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya. Dalam jangka panjang. lebih baik menjadi etis dalam bisnis dari pada tidak etis. produktivitas lebih rendah. etika merupakan komponen kunci manajemen yang efektif. dan menghargai siapa saja yang mereka persepsi berperilaku etis. dan memandang keputusan manajer sah. ketika karyawan percaya bahwa organisasi adil. 15 . Sebaliknya. cenderung menjadi kekalahan karena meruntuhkan hubungan koperatif yang berjangka lama dengan pelanggan.Apakah ada bukti bahwa etika dalam bisnis secara sistematis berkorelasi dengan profitabilitas? Apakah Perusahaan yang etis lebih menguntungkan dapripada perusahaan lainnya ? Beberapa studi menunjukan hubungan yang positif antara perilaku yang bertanggung jawab secara sosial dengan profitabilitas. memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya.

4 TANGGUNG JAWAB DAN KEWAJIBAN MORAL Kapankah secara moral seseorang bertanggung jawab atau disalahkan. Ketidaktahuan 2. salah satu pengecualiannya adalah ketika seseorang mungkin secara sengaja. Ada kesepakatan umum. 16 . atau tidak dapat menghindari apa yang dia lakukan. keahlian. kemudian orang itu tidak berbuat secara sadar. membiarkan dirinya tidak mau mengetahui persoalan tertentu. karena melakukan kesalahan? Seseorang secara moral bertanggung jawab atas tindakannya dan efek-efek merugikan yang telah diketahui . Ketidakmampuan Keduanya disebut kondisi yang memaafkan karena sepenuhnya memaafkan orang dari tanggung jawab terhadap sesuatu. Ketidakmampuan mengurangi tanggung jawab karena seseorang tidak mempunyai tanggung jawab untuk melakukan (atau melarang melakukan) sesuatu yang tidak dapat dia kendalikan. Yang gagal dilakukan atau dicegah dan yang secara moral keliru karena orang itu dengan sengaja atau secara bebas gagal melaksanakan atau mencegahnya. bahwa ada dua kondisi yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena menyebabkan kerugian . atau pikiran orang secara psikologis cacat sehingga mencegahnya mengendalikan tindakannya. ia bebas dan tidak dapat dipersalahkan atas tindakannya. 1. ketidaktahuan dan ketidakmampuan tidak selalu memaafkan seseorang. Sejauh lingkungan menyebabkan seseorang tidak dapat mengendalikan tindakannya atau mencegah kerugian tertentu.2. kesempatan atau sumber daya yang mencukupi untuk bertindak. Jika seseorang tidak mengetahui. Namun. Seseorang mungkin secara fisik terhalang atau tidak dapat bertindak. a. Yang dilakukan atau dilaksanakan seseorang dengan sengaja dan secara bebas b. Ketidakmampuan bisa jadi merupakan akibat lingkungan internal dan eksternal yang menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan sesuatu atau tidak dapat menahan melakukan sesuatu. Seseorang mungkin kekurangan kekuasaan.

Kesimpulan mendasar tentang tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian yang memperingan tanggung jawab moral seseorang yaitu : 1. Tanggung jawab moral atas kesalahan atau kerugian diringankan oleh : • • Ketidak pastian Kesulitan 17 . namun tidak juga tidak yakin tentang apa yang sedang dia lakukan ( hal tersebut mempengaruhi pengetahuan seseorang) • Lingkungan yang menyulitkan. yaitu keseriusan kesalahan. ada juga beberapa faktor yang memperingan. Secara moral individu. Tanggung jawab moral sepenuhnya dihilangkan (atau dimaafkan) oleh ketidaktahuan dan ketidakmampuan 3. yang meringankan tanggung jawab moral seseorang yang tergantung pada kejelasan kesalahan.Sebagai tambahan atas dua kondisi yang memaklumkan itu (ketidaktahuan dan ketidakmampuan). namun bukan tidak mungkin untuk menghindari melakukannya (hal ini mempengaruhi kebebasan seseorang) • Lingkungan yang mengurangi namun tidak sepenuhnya menghilangkan keterlibatan seseorang dalam sebuah tindakan (ini mempengaruhi tingkatan sampai dimana seseorang benar-benar menyebabkan kerugian) Hal tersebut dapat memperingan tanggung jawab seseorang karena kelakuan yang keliru yang tergantung pada faktor keempat. Faktor yang memperingan mencakup : • Lingkungan yang mengakibatkan orang tidak pasti. yang sepenuhnya menghilangkan tanggung jawab moral seseorang karena kesalahan. 2. bertanggung jawab atas tindakan yang salah yang dia lakukan (atau yang secara keliru dia lalaikan) dan atas efek-efek kerugian yang disebabkan (atau yang gagal dia cegah) ketika itu dilakukan dengan bebas dan sadar.

apakah semua faktor yang meringankan itu benar-benar mempengaruhi tanggung jawab seseorang? Beberapa berpendapat bahwa. semakin kecil ketiga factor pertama tadi dapat meringankan. dan konsekuensinya tindakan kelompoklah. Tanggung Jawab Perusahaan Dalam perusahaan modern. Individu manapun yang bergabung secara sukarela dan bebas dalam tindakan bersama dengan orang lain. Lain halnya pendapat para kritikus pandangan tradisional. yang mengharuskan kelompok bertanggung jawab atas tindakan tersebut. Para kritikus berdebat. 18 . yang menyatakan bahwa ketika sebuah kelompok terorganisasi seperti perusahaan bertindak bersama-sama.Bobot keterlibatan yang kecil (meskipun kegagalan tidak memperingan jika seseorang mempunyai tugas khusus untuk mencegah kesalahan). Kritikus lain berpendapat. Semakin besar keseriusannya. bukan tindakan individu. tindakan perusahaan mereka dapat dideskripsikan sebagai tindakan kelompok. A. fakta legal tersebut tidak mengubah realitas moral dibalik semua tindakan perusahaan itu. meskipun kita kadang membebankan tindakan kepada kelompok perusahaan. tidak peduli tekanan apakah yang terjadi pada seseorang. tanggung jawab atas tindakan perusahaan sering didistribusikan kepada sejumlah pihak yang bekerja sama. membiarkan secara pasif suatu kesalahan terjadi. Tindakan perusahaan biasanya terdiri atas tindakan atau kelalaian orang-orang berbeda yang bekerja sama sehingga tindakan atau kelalaian mereka bersama-sama menghasilkan tindakan perusahaan. Kaum tradisional membantah bahwa. Jadi. namun cakupan sejauh mana hal-hal tersebut memperingan tanggung jawab moral seseorang kepada (dengan) keseriusan kesalahan atau kerugian. kejahatan tidak pernah diterima. masing-masing secara moral bertanggung jawab. tidak berbeda dengan secara aktif menyebabkan suatu kesalahan terjadi. siapakah yang bertanggung jawab atas tindakan yang dihasilkan bersama-sama itu? Pandangan tradisional berpendapat bahwa mereka yang melakukan secara sadar dan bebas apa yang diperlukan perusahaan.

karyawan perusahaan besar tidak dapat dikatakan “dengan sengaja dan dengan bebas turut dalam tindakan bersama itu” untuk menghasilkan tindakan perusahaan atau untuk mengejar tujuan perusahaan. bahkan jika bawahan adalah agen yang melakukannya. Tanggung Jawab Bawahan Dalam perusahaan. juru tulis. B. Ada batas-batas kewajiban karyawan untuk mentaati atasannya. Jadi. Seorang karyawan tidak mempunyai kewajiban untuk mentaati perintah melakukan apapun yang tidak bermoral. siapakah yang harus bertanggung jawab secara moral ketika seorang atasan memerintahkan bawahannya untuk melakukan tindakan yang mereka ketahui salah. ketika seorang bawahan bertindak sesuai dengan perintah atasannya yang sah. Faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan yang meringankan dalam organisasi perusahaan birokrasi berskala besar. Pendapat tersebut keliru. dia dibebaskan dari semua tanggung jawab atas tindakan itu. dan tidak relevan bahwa tindakan seseorang yang salah merupakan pilihan secara bebas dan sadar mengikuti perintah. 19 . Seseorang yang bekerja dalam struktur birokrasi organisasi besar tidak harus bertanggung jawab secara moral atas setiap tindakan perusahaan yang turut dia bantu. karyawan sering bertindak berdasarkan perintah atasan mereka. karena bagaimanapun tanggung jawab moral menuntut seseorang bertindak secara bebas dan sadar.Perusahaan biasanya memiliki struktur yang lebih tinggi ke beragam agen pada level yang lebih rendah. seperti seorang sekretaris. Orang kadang berpendapat bahwa.yang bermaksud menghasilkan tindakan perusahaan. Hanya atasan yang secara moral bertanggung jawab atas tindakan yang keliru. Namun demikian. sepenuhnya akan menghilangkan tanggung jawab moral orang itu. atau tukang bersih-bersih di sebuah perusahaan. secara moral akan bertanggung jawab atas tindakan itu.

karena fakta atasan menggunakan bawahan untuk melaksanakan tindakan yang salah tidak mengubah fakta bahwa atasan melakukannya. karyawan secara moral bertanggung jawab atas tindakan itu jika dia melakukannya. ketika seorang atasan memerintahkan seorang karyawan untuk melakukan sebuah tindakan yang mereka ketahui salah.Dengan demikian. 20 . Atasan juga bertanggung jawab secara moral.

BAB III. dan nilai-nilai moral yang baik. sekali lagi menurut kami Etika Bisnis sangat diperlukan bagi semua pelaku bisnis. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. Kami sependapat etika bisnis adalah studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis.1 Kesimpulan Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. 21 . Dan pendapat kami tentan etika adalah : sikap seseorang dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas dalam kehidupan sehari-hari menurut ukuran dan berperilaku yang baik. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan. kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi. KESIMPULAN 3. oleh karena itu. kejujuran.

html?id.unair.staff.ac..Similar books.gunadarma./Teori-Teori+ Etika+Bisnis++Bab+Ia.wikipedia.fkh...ppt www.Daftar Pustaka id.net/masbaim/etika-bisnis-15026473 ashur.slideshare.Cached . 22 .id/.google.com/books/about/Pengantar_Etika_Bisnis.org/wiki/Etika_bisnis www.ac.../files/.id/materi/Etika%20Bisnis%20D3/ETIKA%20BISNIS.ppt .

23 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->