Teknik Pengujian Reliabilitas Tes Hasil Belajar Bentuk Uraian

Dalam rangka menentukan apakah tes hasil belajar bentuk uraian yang disusun oleh seorang staf pengajar telah memiliki daya keajegan mengukur atau reliabilitas yang tinggi ataukah belum, pada umunya orang menggunakan sebuah rumus yang dikenal dengan nama Rumus Alpha. Adapun rumus alpha dimaksud adalah :

Dimana : r = Koefisien reliabilitas tes. n = Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes.

= jumlah varians skor dari tiap-tiap butir item.

= Varians total Selanjutnya dalam pemberian interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes (r) pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut ; 1. Apabila r sama dengan atau lebih besar daripada 0,70 berarti tes hasil belajar yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (reliable). 2. Apabila r lebih kecil daripada 0,70 berarti tes hasil belajar yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi (un-reliable).

RELIABILITAS TES
A.PENGERTIAN RELIABILITAS Reliabilitas diterjemahkan dari kata reliability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi masudnya adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel. Reability merupakan kriteria untuk menetapkan taraf ketelitian teknik atau alat penilaian; bila digunakan untuk mengukur hasil belajar seorang murid. Ketetapan itu berlaku untuk setiap alat ukur yang sama. Reability dinyatakan dengan koefisien reliability. Sering diartikan dengan “ Standar Error of measurement.” Sudah diterangkan bahwa dalam persyaratan tes, bahwa reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian reliabilitas tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes. Atau seandainya hasilnya berubah-ubah, perubahan yang terjadi dapat dikatakan tidak berati. Sehubungan dengan reliabilitas ini, Scarvia . Anderson dan kawan-kawan menyatakan bahwa persyaratan bagi tes, yaitu validitas dan reliabilitas ini sangat penting. Dalam hal ini validitas lebih penting, dan reliabilitas ini perlu, karena menyongkong terbentuknya validitas. Sebuah tes mungkin reliabel tetapi tidak valid. Sebalinya, sebuah tes yang valid biasanya reliabel.

yaitu panjang tes dan kualitas butir-butir soalnya. dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu.Walaupun reliabilitas mempunyai berbagi nama lain seperti keterpercayaan. Pengertian relatif menunjukan bahwa ada toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil di antara hasil pengukuran. Hal ini diseabkan karena: Sampai pada batas tertentu. maka reliabilitasnya semakin tinggi. kalu aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah. Penambahan butir-butir soal tes adakalanya tidak berati bahkan adakalanya merugikan. keajegan. Pada awalnya. Contoh: Petunjuk yang diberikan sebelum tes dibuat. r = besarnya koefisien reliabilitas sebelum butir-butir soalnya ditambah. maka hasil pengukuran itu tidak dapat dipercaya atau tidak reliabel. Hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan tes. biaya. Ketenangan ini tentu saja akan berpengaruh terhadap hasil tes. secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut suatu koefisien reliabilitas. Penambahan tingginya reliabilitas tes tidak sebanding nilainya dengan waktu. konsistensi. Dalam menghitung besarnya reliabilitas berhubungan dengan penamahan banyaknya butir soal dalam tes ini ada sebuah rumus yang diberikan oleh Spearman dan Brown sehingga terkenal dengan Spearman-Brown. akan memberian ketenangan kepada para tes-tes dalam pengerjaan tes. secara garis besar dapat dikelompokan menjadi tiga hal: Hal yang berhubungan dengan tes itu sendiri. tinggi rendahnya reliabilitas dicerminkan oleh tinggirendahnya korelasi antara dua distribusi skor dari dua alat ukur yang paralel yang dikenakan pada sekelompok individu yang sama. dan dalam penyelenggaraan tidak akan banyak terdapat pertanyaan.lebih besar dari pada yang dicobakan kepada kelompok tertentu yang diambil secara dipilih. keterandalan. Simbol ini inilah yang kemudian diadopsi sebagai simbol koefisien reliabilitas. Beberapa hal yang sedikit banyaknya mempengaruhi hasil tes. maka koefisien korelasi antara keduanya diberi ambang rxx’. . penambahan banyaknya butir soal sudah tidak menamah tinggi reliabilitas tes. Faktor penyelenggara tes yang bersifat administratif. Hasil ukur adalah dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama. Bila perbedaan itu besar dari waktu ke waktu. Dengan demikian semakin panjang tes. r_nn=nr/(1+(n-1)r) Dimana rnn = besarnya koefisien reliabilitas sesudah tes tersebut ditambah butir soal baru. apabila skor pada alat ukur yang pertama diberi lambang X dan skor pada alat ukur paralelnya diberi lambang X’. Koefisien korelasi antara dua variabel dilambangkan oleh huruf r. Tinggi rendahnya validitas menunjukan tinggi rendahnya reliabilitas tes. n = berapa kali butir soal itu ditambah. akan menunjukan reliabilitas yang. Tes yang dicobakan kepada bukan kelompok terpilih. sangat menentukan hasil tes. kestabilan dan sebagainya namun ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hal yang berhubungan dengan percobaan (testee) Suatu tes yang dicobakan kepada kelompok yang terdiri dari banyak siswa yang mencerminkan keragaman hasil yang menggambarkan besar-kecilnya reliailitas tes. Tinggi rendahnya reliabilitas.

kemudian hasilnya dikorelasikan. dan masing-masing dicobakan pada kelompok siswa yang sama. Dengan metode bentuk parallel ini. maka dengan metode ketiga ini tidak dapat demikian. disebut juga single-test-single-trial method. Oleh karena tesnya hanya satu dan dicobakan dua kali. Sebaliknya kalau tenggang waktu terlalu lama. 1. Berbeda dengan metode pertama dan kedua yang setelah diketemukan koefisien korelasi langsung ditafsirkan itulah koefisien reliabilitas. Suasana lingkungan dan tempat tes (duduk tidak teratur. Dalam istilah bahasa inggris disebut alternate-forms method (parallel forms). suasana di sekililingnya ramai. B. dan susunan. misalnya Matematika Seri A yang akan dicari reliailitasnya dan Seri B di teskan pada sekelompok siswa yang sama. Adanya hal-hal yang mempengaruhi hasil tes ini semua. Kriterium yang digunakan untuk mengetahui ketetapan ada yang berada diluar tes (consistency external) dan pada tes itu sendiri (consistency internal). tingkat kesukaran. tetapi butir-butir soalnya berbeda. Metode tes ulang (test-retest method) Metode tes ulang dilakukan orang untuk menghindari penyusunan dua seri tes. maka faktor-faktor atau kondisi tes sudah akan berbeda. Bagi siswa-siswa tertentu adanya pengawasan yang terlalu ketat menyebabkan rasa jengkel dan tidak dapat dengan leluasa mengerjakan tes. Oleh karena tenggang waktu akan pemberian tes pertama dengan kedua menjadi permasalahan tersendiri. CARA-CARA MENCARI BESARNYA RELIABILITAS Sekali lagi reliabilitas adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subyek yang sama. jika oefisiennya tinggi maka tes tersebut sudah reliable dan dapat digunakan sebagai alat pengetes yang terandalkan. Dalam menggunakan metode ini pengetes hanya menggunakan sebuah tes yang dicobakan satu kali.Pengawas yang tertib akan mempengaruhi hasil yang akan diberikan oleh siswa terhadap tes. siswa masih banyak ingat materi. Untuk mengetahui reliabilitas seluruh tes harus digunakan rumus . ada orang yang menyebutkan sebagai double tes-daubel-trial method. dan sebagainya) akan mempengaruhi hasil tes. Metode bentuk Paralel (equivalen) Tes parallel atau tes ekuivalen adalah dua buah tes yang mempunyai kesamaan tujuan. Untuk mengetahui ketetapan ini pada dasarnya dilihat kesejajaran hasil. Oleh karena itu. maka metode ini dapat disebut dengan single-test-double-trial method. dua uah tes yang paralel. jika tenggang waktu terlalu sempit. Dalam menggunakan teknik atau metode ini pengetes hanya memiliki satu seri tes tetapi dicobakan dua kali. Dalam menggunakan metode paralel ini pengetes harus menyiapkan dua buah tes. Oleh karena itu. 2. baru diketahui reliabilitas separo tes. cara ini kurang mengena karena tercoba akan masih ingat akan butir-butir soalnya. dan siswa senddiri barangkali sudah mempelajari sesuatu. secara tidak langsung akan mempengaruhi reliabilitas soal tes. Pada waktu membelah dua dan mengkorelasikan dua belahan. Untuk tes yang banyak mengungkap pengetahuan (ingatan) dan pemahaman. Metode belah dua atau split-half method Kelemahan penggunaan metode dua tes dua kali percobaan dan satu tes dua kali percobaan diatasi dengan metode ketiga ini yaitu metode belah dua. Koefisien korelasi dari kedua hasil tes inilah yang menunjukan koefisien reliabilitas tes Seri A. Tentu saja faktor-faktor ini akan berpengaruh pula terhadap reliabilitas. Kemudian hasil dari kedua tes tersebut dihitung korelasinya.

6. 9) (X) Item genap (2. 7. 10) (Y) 1 2 3 4 5 6 7 8 Hartati Yoyok Oktaf Wendi Diana Paul Susana helen 5 3 0 3 3 4 4 33 2 4 2 3 .Spearman-rown sebagai berikut: Contoh: r_11=(2 r_(½½) )/((1+r_(½½))) Dimana: r_(½½) r_11 : : Korelasi antara skor-skor setiap belahan tes. 8. 4. Dibawah ini akan diuraikan cara menghitung reliabilitas dengan metode belah dua: a.Pembelahan Ganjil-Genap Pada persiapan perhitungan reliabilitas dengan belah dua ganjil-genap adalah sebagai berikut: No Nama Item ganjil (1. Koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan. 5. 3.

4. 2.Pembelahan Awal-Akhir Dengan data yang tertera pada Tabel Analisis item tes Matematika diketahui jumlah skor belahan awal akhir sebagai berikut: No Nama Item ganjil (1.3786))/(1+(-0. Harga tersebut baru menunjukan reliabilitas separo tes. r_XY untuk belahan ini disebut dengan istilah r_(½½) atau r_gg singkatan dari r_(ganjilgenap). Untuk mencari reliabilitas seluruh tes digunaan rumus Spearman-Borwn yang rumusnya telah dikemukakan di depan. Dengan menggunakan kalkulator diketahui bahwa: ∑X = 25 ∑X2 = 93 ∑Y = 22 ∑Y2 = 76 ∑XY = 63 Setelah dihitung dengan rumus korelasi product moment dengan angka kasar diketahui bahwa r_XY= -0.5493 b. 8. 10) (Y) 1 2 3 4 5 6 7 8 Hartati Yoyok Oktaf Wendi Diana Paul Susana helen 3 2 1 3 5 3 5 35 3 3 2 . Jika koefisien reliabilitas separo tes ini dimasukan kedalam rumus hitungannya demikian: r_11=(2 r_(½½) )/((1+r_(½½) ) ) r_11=(2 x (-0.3786))=(-0.7572)/1. 7.3786= -0.3786. 5) (X) Item genap (.0 3 5 Kelanjutan dari tabel ini adalah menghitung dengan rumus korelasi product moment. Oleh karena itu. 9. 3.

Seorang yang bernama Flanagan mengemukakan rumus yang perhitungannya menggunakan belah dua ganjil-genap. Dengan rumus Spearman-Brown diperoleh r_11= -0. Dalam formula Rulon.(S_1^2+S_2^2+S_3^2)/(S_x^2 )) Secara sederhana dapat dipahami bahwa varians adalah standar deviasi kuadrat.Formula Rulon Sebagaimana formula Spearman-Borwn.1 1 2 5 Seperti halnya pada waktu menghitung dengan belahan ganjil-genap maka kelanjutannya adalah menghitung dengan rumus korelasi product moment.(S_1^2+S_2^2)/(S_t^2 ) Varians belahan pertama (1) yang dalam hal ini varians skor item ganjil Varians belahan kedua (2)yaitu varians skor genap Varians total yaitu varians skor total Atau Formula alpha untuk tes yang dibelah dua adalah: Rumus α=2.(s_d^2)⁄(s_x^2 ) s_d^2 s_x^2 = = Varians perbedaan skor belahan (d) Variansi Skor tes (X) d. Untuk mencari varians dapat digunaan rumus: S^2=(∑▒〖X^2-〗 ((∑▒〖X)〗^2 )/N)/N S^2 N= .3831. Menurut Rulon. formula Rulon juga dikenakan pada data skor suatu tes yang dibelah menjadi dua bagian yang seimbang. Formula Rolun dirumuskan sebagai: r_xx'=1. Dengan menggunaan kalkulator diketahui: ∑X = 25 ∑X2 = 91 ∑Y = 22 ∑Y2 = 78 ∑XY = 63 Setelah dimasukan kedalam rumus korelasi product moment dengan angka asar diperoleh r_(½½)= -0. selisih skor itulah sumber variasi eror dan karenanya bila diandingkan dengan variasi skor akan dapat menjadi dasar mengestimasi reliailitas tes. dua orang ahli mengajukan rumus lain. c. dan seorang lagi bernama Rulon yang rumusnya diterapkan pada data belahan awal-akhir.5538. Selain dengan menggunakan rumus korelasi product moment.(S_1^2+S_2^2)/(S_x^2 ) Bila tes dibelah menjadi tiga bagian maka formula Alpha untuk komputasi reliabilitasnya adalah: α=3/2 (1. komputasi reliabilitas didasarkan pada selisih skor subyek pada kedua belahan tersebut. Formula Alpha / Flanagon 〖Rumus r〗_11=1.

Formula Hoyt Masih ada satu cara lain untuk mencari reliabilitas. Mencari jumlah kuadrat responden dengan rumus: Jk_((r))=(∑▒X_t^2 )/k-((∑▒〖X_t)〗^2 )/(k x N) Keterangan: Jk_((r) ) X_t k N= = = Jumlah kuadrat responden Skor total tiap responden Banyanya item Banyaknya responden atau subyek Langkah 2. Mencari jumlah kuadrat total dengan rumus: .= Varians selalu ditunjukan dalam bentuk kuadrat. karena standar deviasi kuadrat Banyaknya subyek pengikut tes. Formula Kuder-Richadson 20 ( K-R. e. 20 ) 〖Rumus r〗_11= (n/(n-1))((S^2-∑▒pq)/S^2 ) f. Mencari jumlah kuadrat item dengan rumus: Jk_((r))=(∑▒B^2 )/N-((∑▒〖X_t)〗^2 )/(k x N) Keterangan: Jk_((r) ) ∑B2 (∑B2) = = = Jumlah kuadrat item Jumlah kuadrat jawaban benar seluruh item kuadrat dari jumlah skor total Langkah 3. Formula Kuder-Richadson 21 ( K-R. 21 ) 〖 r〗_11= (n/(n-1))(1-(M(n-M))/(nS_t^2 )) M = Mean atau rerata skor total g. yaitu menggunan rumus Hoyt Rumusnya adalah: r_11=1-V_s/V_r atau r_11=1-〖V_r-V〗_s/V_r Keterangan: r_11 V_r V_s = == Reliabilitas seluruh soal Varians responden Varians sisa Untuk mencari reliabilitas suatu soal dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Langkah 1.

b = banyaknya N setiap sumber variansi dikurangi 1 Jadi variansi = (jumlah kuadrat)/(d. Mencari varians response dan variansi sisa dengan table F. Selanjutnya dalam pemberian interprestasi terhadap koefisien reliailitas tes (r11) pada umumnya digunakan patokan sebagai sebagai berikut: Apabila r11≥0. d.umumnya orang menggunakan sebuah rumus yang dikenal dengan nama Rumus Alpha.b) Langkah 6. Mencari jumlah kuadrat sisa. pada. b ini digunakan sebagai penebut terhadap setiap jumlah kuadrat untuk memperoleh variansi. Dalam mencari Varians ini diperlukan d.07 berati tes hasil belajar yang sedan diuji reliabilitasnya belum dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi. Adapun rumus alpha dimaksud adalah: r_11=(n/(n-1))(1-(∑▒S_i^2 )/(S_t^2 )) S_i^2=(∑▒〖X_i^2-〗 ((∑▒〖X_i)〗^2 )/N)/N Di mana: r_11 = Koefisien reliabilitas tes n = Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes.07 berati tes hasil belajar yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi. 1 = Bilangan konstan ∑S_i^2 = Jumlah varians skor tiap-tiap item S_i^2 = Varians total 〖∑X〗_i^2 = Jumlah skor-skor yang dicapai oleh masing-masing testee.Jk_((r) )=((∑▒〖B)(∑▒〖S)〗〗)/((∑▒〖B)+(∑▒〖S)〗〗) Keterangan: Jk_((r) ) ∑B ∑S = = = Jumlah kuadrat total Jumlah jawaban benar seluruh item Jumlah jawaban salah seluruh item Langkah 4. dengan rumus: Jk_((r) )=Jk_((t) )-Jk_((r) )-Jk_((i) ) Langkah 5. . b (derajat kebebasan) dari masing-masing sumber varians kemudian d. Memasukan ke dalam rumus r11 TEKNIK PENGUJIAN RELIABILITAS HASIL BELAJAR BENTUK URAIAN Dalalm rangka menentukan apakah tes hasil belajar bentuk uraian yang disusun oleh seorang staf pengajar telah memiliki daya daya yang keajegan mengukur atau reliabilitas yang tinggi ataukah belum. Apabila r11<0.

2005. Jakarta : PT Raja Grafindo. Teknik Penilaian Hasil Belajar. Suharsimi. . Prinsip-Prinsip Dan Teknik Ealuasi Pengajaran. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Azwar. Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nana. Anas. Jakarta :Bumi Angkasa Arikonto.Daftar Pustaka Arikonto. Suharsimi. Yogyakarta: Pustaka Belajar Offset. 2000. Saifuddin. 2006. Purwanto. Tes Prestasi. Jakarta: Bulan Bintang. Ngalim. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Sudjana. Harahap. Sudijono. 2005. Jakarta :Bumi Angkasa. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. 1979. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Nasrun dkk. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful