Esti Supriyatin/ 25010111130118

Sumber Pencemaran Oleh Arsen Keberadaan arsen di alam (meliputi keberadaan di batuan (tanah) dan sedimen, udara, air dan biota), produksi arsen di dalam industri, penggunaan dan sumber pencemaran arsen di lingkungan. 1. Keberadaan Arsen di Alam a. Batuan (Tanah) dan Sedimen Di batuan atau tanah, arsen (As) terdistribusi sebagai mineral. Kadar As tertinggi dalam bentuk arsenida dari amalgam tembaga, timah hitam, perak dan bentuk sulfida dari emas. Mineral lain yang mengandung arsen adalah arsenopyrite (FeAsS), realgar (As4S4) dan orpiment (As2S3). Secara kasar kandungan arsen di bumi antara 1,5-2 mglkg (NAS, 1977). Bentuk oksida arsen banyak ditemukan pada deposit/sedimen dan akan stabil bila berada di lingkungan. Tanah yang tidak terkontaminasi arsen ditemukan mengandung kadar As antara 0,240 mg/kg, sedang yang terkontaminasi mengandung kadar As rata-rata lebih dari 550 mg/kg (Walsh & Keeney, 1975). Secara alami kandungan arsen dalam sedimen biasanya di bawah 10 mg/kg berat kering. Sedimen bagian bawah dapat terjadi karena kontaminasi yang berasal dari sumber buatan kering ditemukan pada sedimen bagian bawah yang dekat dengan buangan pelelehan tembaga. b. Udara Zat padat di udara (total suspended particulate = TSP) mengandung senyawa arsen dalam bentuk anorganik dan organik (Johnson & Braman, 1975). Crecelius (1974) menunjukkan bahwa hanya 35% arsen anorganik terlarut dalam air hujan. Di lokasi tercemar, kadar As di udara ambien kurang dari satu gram per meter kubik (Peirson, et al 1974; Johnson & Braman, 1975). c. Air Beberapa tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air tanah. Kebanyakan wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang merupakan endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Arsenik dalam air tanah bersifat alami dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah karena tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah (www.wikipedia.org, 2009). Arsen terlarut dalam air dalam bentuk organik dan anorganik (Braman, 1973; Crecelius, 1974). Jenis arsen bentuk organik adalah methylarsenic acid dan methylarsenic acid, sedang anorganik dalam bentuk arsenit dan arsenat. Arsen dapat ditemukan pada air permukaan, air sungai, air danau, air sumur dalam, air mengalir, serta pada air di lokasi di mana terdapat aktivitas panas bumi (geothermal).

rasa haus dan kekakuan di tenggorokan. Beberapa rerumputan yang mengandung kadar arsen tinggi merupakan petunjuk/indikator kandungan arsen dalam tanah (Porter & Peterson. dapat diperkirakan bahwa total produksi senyawa arsen di dunia mulai tahun 1975 sekitar 600. natrium arsenit. 1975). 1977). muntah. Arsen trivalen adalah basis utama industri kimia arsen dan merupakan produk samping dalam pelelehan bijih tembaga dan timah hitam. Swedia. senyawa timah arsenat. yang sekitar 500 kali lebih beracun daripada arsenikum murni. kalsium arsenat dan senyawa arsen organik digunakan sebagai pestisida. . Di dalam pertanian. Selain itu. 1977). Tembakau ini akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan rokok. masalah muntah (kehijauan atau kekuningan. 1977). Minimal dosis akut arsenik yang mematikan pada orang dewasa diperkirakan 70-200 mg atau 1 mg/kg/hari. terutama arsenik trioksida. tapi oleh salah satu senyawa arsen. perlu diberi pestisida yang mengandung arsen untuk mengendalikan serangga yang menjadi hama tanaman tersebut selama masa pertumbuhannya. Gejalanya antara lain: sakit di daerah perut. Negara-negara produser utama adalah: China. ganggang laut dan rumput laut juga umumnya mengandung sejumlah kecil arsen. tembaga acetoarsenit. Biota Penyerapan ion arsenat dalam tanah oleh komponen besi dan aluminium. suara serak dan kesulitan berbicara. 1975.Esti Supriyatin/ 25010111130118 d. Penggunaan Senyawa Arsen Arsen banyak digunakan dalam berbagai bidang. Kandungan arsen dalam tanaman yang tumbuh pada tanah yang tidak tercemari pestisida bervariasi antara 0. 1977). Sebagian besar melaporkan keracunan arsenik tidak disebabkan oleh unsur arsenik. produksi air liur berlebihan. Tanaman yang tumbuh pada tanah yang terkontaminasi arsen selayaknya mengandung kadar arsen tinggi. Sebagian tembakau yang tumbuh di Amerika Serikat. Grant & Dobbs. 2. Peru. Toksisitas Toksisitas senyawa arsenik dan sangat bervariasi. yaitu salah satunya dalam bidang pertanian. sebagian besar merupakan kebalikan dari penyerapan arsen pada tanaman (WaIlsh.. Produksi dalam Industri Berdasarkan data yang digunakan dari Biro Pertambangan Amerika Serikat (Nelson.01-5 mg/kg berat kering (NAS.000 ton. kadang-kadang bernoda darah). Bentuk organik tampaknya memiliki toksisitas yang lebih rendah daripada bentuk arsenik anorganik. khususnya di bagian akar (Walsh & Keene. 3. Penelitian telah menunjukkan bahwa arsenites (trivalen bentuk) memiliki toksisitas akut yang lebih tinggi daripada arsenates (pentavalent bentuk). Negara-negara tersebut mampu mencukupi sampai 90% produk dunia. USA dan USSR.

Kelompok sulfhidril sangat berperan mengikat arsen trivial yang membentuk kelat. Toksisitas Akut Toksisitas akut arsen biasanya memperlihatkan gejala sakit perut.Karena eratnya As bergabung dengan gugus –SH.kelat dari dihidrofil-arsenat dapat menghambat reoksidasi dari kelompok akibatnya bila arsen terikat dengan system enzim.maupun gugus –SH yang terdapat dalam enzim.Reaksi tersebut melibatkan transasetilasi yang mengikat koenzim A(CoA-SH) untuk membentuk asetil CoA dan dihidrolipoil-enzim. wajah pucat.Hal tersebut terjadi apabila arsen terikat dengan gugus sulfhidril (-SH). terutama yang berada dalam enzim. tenesmus. Gejala Toksisitas Arsen 1.Salah satu system enzim tersebut ialah kompleks. kuku dan tulang. keringat basah. Arsenat juga memisahkan oksigen dan fosfolirasi pada fase kedua dariglikolosis dengan jalan berkompetisi dengan fosfat dalama reaksi gliseraldehid dehidrogenase. maka hal inilah yang meneyebbkan As juga ditemukan dalam rambut. yang mengandung dua gugus sulfhidril. sakit pada organ kemih.Selama Arsen bergabung dengan gugus –SH.maka akan banyak ikatan As dalam hati yang terikat sebagai enzim metabolic. Arsen adalah racun yang bekerja dalam sel secara umum. lividity dari ekstremitas. 2009). gejala tersebut disebabkan oleh adanya vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) yang akan . Dimana enzim tersebut terdiri dari beberapa enzim dan kofaktor. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah (Wijanto. jika tidak diobati. 2009). akibatnya tidak terjadi proses enzimatik hidrolisis menjadi 3-fosfogliserat dan tidak memproduksi ATP. akan terjadi akumulasi asam piruvat dalam darah.piruvat dehidrogenase yang berfungsi untuk oksidasi dekarboksilasi piruvat menjadi Co-A dan CO2 sebelummasuk dalam siklus TOA (tricarbocyclic acid). mata merah dan berair (www. akan mengakibatkan kematian (www.Esti Supriyatin/ 25010111130118 diare.wikipedia. maka arsen masih dapat terdeteksi dalam rambut dan tulang bebrapa tahun kemudian.org.Dengan adanya pengikatan arsenat reaksi gliseraldehid-3-fosfat. 2005).org.wikipedia. dari makanan/minuman. kejang-kejang dan kram.Karena adanya protein yang juga mengandung gugus –SH terikat dengan As. Gejala keracunan arsenik ringan mulai dengan sakit kepala dan dapat berkembang menjadi ringan dan biasanya. Mekanisme Terjadinya Toksisitas Mekanisme Masuknya Arsen dalam tubuh manusia umumnya melalui oral.

ginjal. hati (liver-angiosarkoma). Toksisitas kronis Terjadinya toksisitas kronis biasanya melibatkan sejumlah populasi penduduk yang tinggal dalam suatu kawasan pencemarn lingkungan oleh arsen dari limbah industri pestisida.7% dari 248 pasien yang dirawat karena kasus toksisitas kronis As ini. Gangguan tersebut mengakibatkan rasa mual.kaki lemas. hal tersebut terjadi setelah 1-15 tahun sejak mengonsumsi air tersebut. dan daya reflex menurun 2. hiperpigmentasi. pabrik kertas. Terjadinya diare profus menyebabakan banyak larutan protein terbuang keluar tubuh. Epidemiologi penyakit toksisitas arsen kronis terjadi pada sebuah populasi penduduk di Bangladesh yang mengonsumsi air tanah yang mengandung arsen.Esti Supriyatin/ 25010111130118 mengakibatkan terbentuknya vesikel (lepuh) pada lapisan submukose lambung dan usus. Beberapa kelompok peneliti menyatakan bahwa keracunan kronis A dapat menyebabkan hepatotoksik hidroarsenicisme (karena mengonsumsi air minum yang terkontaminasi As). Toksisitas As kronik juga dapat meningkatkan penyebab risiko terjadinya kanker pada kulit. Gejala yang jelas terlihat adalah adanya kelainan pada kulit dan kuku. diare (kadang bercampur darah) dan sakit perut yang sangat. dermatitis dengan terkelupasnya kulit dan adanya warna putih pada persambungan kulit dan kuku.Saraf kaki akanlebih parah dari pada saraf tangan . kantung kencing. Gas arsenik dapat mengakibatkan hemolisis dalam waktu 3-4 jam dan mengakibatkan nekrosis tubulus ginjal akut sehingga terjadi kegagalan ginjal. Gejala akan timbul dalm waktu 2 sampai 8 minggu sejak penderita mulai mengonsumsi air yang terkontaminasi tersebut. Hepatomegali (pembesaran hati) terjadi pada 76. hiperbilirubinemia dan peningkatan aktivitas enzim alkaline fosfatase yang disertai dengan tingginya konsentrasi arsenik dalam urine. dan kolon. Arsen juga dapat menyebabkan peningkatan aktivitas mitotik pada sel hati.sehingga mengakibatkan usus ridak berfungsi normal (enteropati). Bau napas seperti bawang putih. bubur pulp dan sebagainya. terciri dengan adanya hyperkeratosis. Gangguan saraf perifer akan mulai terlihat pada fase lanjut. Konsentrasi arsen dalam air tanah pada daerah tersebut dapat mencapai 10 sampai 1820 mg/l. diare profus menyebabkan banyak cairan tubuh keluar sehingga menyebabkan gejala hipontesi. muntah. tidak berfungsinya saraf tepi yang ditandai dengan kelumpukan anggota gerak bagian bawah. paru-paru. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan gejala kerusakan hati ditandai dengan kolestasis. menyebabkan kulumpuhan pada saraf motorik dan .persendian tangan lumpuh. Tanda-tanda toksisitas As yang akut juga terlihat jelas ialah dengan ditemukannya gejala rambut rontok kebotakan (alopesia) .

sedangkan pada kondisi keracunan ditemukan 10µg/100ml dan pada oarng yang mati keracunan arsen ditemukan 60-90µg/100ml. terutama kadar arsen dalam patikel debu. yaitu pemeriksaan kesehatan dan laboratorium yang dilakukan secara rutin setiap tahun. dan paru. Jika keadaan dianggap luar biasa. hepatitis kronis. Alat proteksi diri tersebut misalnya : a. nyata hubungan antara toksisitas kronis dari arsen trivial dan arsen pentavalen dengan ditemukannya kasus kanker paru. Pada pemeriksaan darah tepi terlihat adanya pansitopeni (sel darah berkurang).terutama neutropeni (sel darah putih menurun). Kacamata khusus Usaha pencegahan lain adalah melakukan surveilance medis.Anemia yang ada hubungannya dengan defisiensi asam folat juga terlihat. dan kanker kulit. Sarung tangan yang memadai c.kanker limfa. agar sirkulasi udara dapat lancar.dinding saluaran pencernaan. Ventilasi tempat kerja harus baik. Tutup kepala d. Pada penelitian epidemiologi.2µg/100ml. dapat dilakukan biomonitoring arsen di dalam urine.ginjal.Terlihat kecenderungan terjadinya ulcer (borok) dalam saluran pencernaan. yaitu beberapa tahun setelah keracunan kronis. dan sirosis. Pencegahan Terjadinya Paparan Arsen Usaha pencegahan terjadinya paparan arsen secara umum adalah pemakaian alat proteksi diri bagi semua individu yang mempunyai potensi terpapar oleh arsen. Pemeriksaan kualitas udara tersebut setidaknya dilakukan setiap tiga bulan.Di dalam darah yang normal ditemukan arsen 0. Masker yang memadai b.limfa. Usaha pencegahan agar lingkungan kerja terbebas dari kadar arsen yang berlebihan adalah perlu dilakukan pemeriksaan kualitas udara (indoor). Dampak Toksisitas Arsen Sekitar 90% arsen yang diabsorbsi dalam tubuh manusia tersimpan dalam hati.Esti Supriyatin/ 25010111130118 sensorik.Juga tersimpan dalam jumlah sedikit dalam rambut dan kuku serta dapat terdeteksi dalam waktu lama.produksi sel darah merah berhenti dan adanya gambaran basophilic stippling. Cara Menanggulangi Toksisitas Arsen .

2009 .Esti Supriyatin/ 25010111130118 Pada pengobatan kasus keracunan As Pada kasus keracunan akut. 30 Maret 2012 Darmono . 2006 . 2010.30 Maret 2012 Fhazira.5 mg/kg setiap 6 jam selama 2 hari. perlu segera diberi obat suportif dan simptomatik untuk mencegah terjadinya gejala neuropati. Daftar pustaka : Cotton dan Wilkinson . Logam Berat Arsen. Makalah Toksikologi Industri ARSEN. Pengobatan sistem kelasi tidak dianjurkan.org/wiki/Arsen . Jakarta : UI-Press Darmono .wikipedia. tindakan pertama yang dilakukan ialah menghilangkan sumber kontaminasi dari penderita. Pada kasus keracunan kronis.com/2010/10/makalah-toksikologi-industri-arsen. http://kesmasunsoed. Pada periode pemberian pengobatan tersebut. Standar pemberian BAL ialah 3-5 mg/kg yang diberikan setiap 4 jam selama 2 hari diikuti dengan pemberian 2. karena As mempunyai waktu paruh biologik hanya sekitar 3-4 hari. UI-Press Adnan Agnesa.blogspot. http://chitralestari.html. 2009 .html. Kimia Anorganik Dasar . Kemudian diberikan 2. 2010. Lingkungan Hidup dan Pencemaran Hubungannya Dengan Toksikologi Seyawa Logam . Jakarta .blogspot. Farmasi Forensik dan Toksikologi . Jakarta : UI-Press http://id. Pengobatan dengan pemberian khelasi spesifik yaitu BAL.5 mg/kg setiap 12 jam selama 1 minggu.com/2010/09/logamberat-arsen. pengobatan BAL sering diikuti dengan pemberian penisilamin yang diberikan setiap 6 jam selama 5 hari. sampel urine diperiksa setiap 24 jam dan pengobatan segera dihentikan jika konsentrasi As dalam urine kurang dari 50 mg.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful