P. 1
Hukum Berdoa Dengan Tawassul

Hukum Berdoa Dengan Tawassul

|Views: 2|Likes:
Published by Fari Zal

More info:

Published by: Fari Zal on Sep 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2014

pdf

text

original

Hukum Berdo'a dengan Tawassul

PengertianTawassul Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT. • Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintainya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut. • Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah bisa memberi manfaat dan madlorot kepadanya dan Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlorot, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlorot sesungguhnya hanyalah Allah semata. • Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa. Banyak sekali cara untuk berdo'a agar dikabulkan Allah, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan mendahuluinya dengan bacaan alhamdulillah dan sholawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar do'a yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah s.w.t. Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan. Tawassul dengan amal sholeh kita Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul terhadap Allah SWT dengan perantaraan perbuatan amal sholeh, sebagaimana orang yang sholat, puasa, membaca al-Qur’an, kemudian mereka bertawassul terhadap amalannya tadi. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam kitab-kitab sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.. (Ibnu Taimiyah mengupas masalah ini secara mendetail

Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh. maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya. pada intinya adalah tawassul pada amal perbuatannnya. sebagaimana ketika seseorang mengatakan : ya Allah aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad atau Abu bakar atau Umar dll. sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’. namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam. 57: ْ َ‫ٌ أ‬ ‫ة‬ ُ ‫ش‬ ُ ُّ‫أَي‬ َ‫ق‬ ْٖ ُ‫ح‬ َ ‫زٗسا‬ َ ‫م‬ ٍْ َ ُ‫ب‬ َ‫سييَخ‬ ْ‫ٌ ا‬ ُ َ‫جز‬ ْ َ‫يِ ي‬ َ ‫غ‬ َ ‫ذع‬ َ ‫ز‬ ْ َ‫ُُ٘ ي‬ َ َٚ‫ُ٘ إِى‬ ِ ٘ ِ َّ‫أُٗىَـئِلَ اى‬ َ‫ى‬ ِ ِّ‫سث‬ ُٖ َ‫ع‬ َ‫ع‬ َ‫ي‬ َ‫سثِّل‬ َ َُِّ‫زاثَُٔ إ‬ َ ُ٘ َ ُ‫خبف‬ َ ‫ج‬ ْ‫س‬ ْ َ‫ٗي‬ ُ ‫ش‬ َ ‫اة‬ َ ‫ز‬ َٗ َ ُ٘ َ َُٔ‫َز‬ َ َ‫ح‬ . Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah. Dalil-Dalil Tentang Tawassul Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya. sebagai berikut: A. supaya kamu mendapat keberuntungan. maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash alQur’an maupun hadis.dalam kitabnya Qoidah Jalilah Fii Attawasul Wal wasilah hal 160) Tawassul dengan orang sholeh Adapun yang menjadi perbedaan dikalangan ulama’ adalah bagaimana hukumnya tawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai amrtabat dan derajat tinggi dei depan Allah. 1. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti. 35 : ‫يبأيٖب اىزيِ آٍْ٘اارق٘اهللا ٗاثزغ٘ا إىئ اى٘سييخ‬ "Hai orang-orang yang beriman. dan berjihadlah pada jalan-Nya." Suat Al-Isra'. demikian juga dengan permasalahan ini. perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang). Dalil dari alqur’an.

Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak jaman sebelum Nabi Muhammad SAW.. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan "ayyuhum aqrabu". Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini.s. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. َُِِ‫طئ‬ ُ ُ‫َّح‬ ِ ‫س اىش‬ ِ ‫مَّْب خَ ب‬ َ ‫ٍِّ اَِّّهُ ه‬ َ ‫سث‬ 97. yakni N. 2. bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya (QS 12:98). sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Lafadl Alwasilah dalam ayat ini adalah umum. Ya'qub AS. para malaikat dan 'Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah. yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah. mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami. N. Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. ْ ‫ُى‬ ْ ُ‫قَبى‬ ُ ‫غفِشْ ىََْب‬ ُ َ‫ش ى‬ ْ َ‫عز‬ ُ ‫رُّىثََْب اَِّّب‬ ْ َ‫عز‬ َ ‫اى‬ ْ َ‫عىْ فَ أ‬ ْ ‫ىا ََب أَثَبَّب ا‬ ٌ ُ ‫غفُى‬ ُ ِ‫غف‬ َ ٌ ْ‫ن‬ َ ‫ه‬ َ ‫ قَب‬. [857] Maksudnya: Nabi Isa a. 98. Hal ini ditegaskan QS 7:134 dengan istilah‫ك‬ َ ‫ذ‬ َ ْ‫ػ‬ َ‫ه‬ َ ‫َب‬ ِ ‫ذ‬ ِ‫ػ‬ َ ِ‫ث‬Dengan (perantaraan) sesuatu yang diketahui Allah ada pada sisimu (kenabian). Orang-orang yang mereka seru itu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka [857] siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. 3. Mereka berkata: "Wahai ayah kami. Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".57. ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik. Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS. yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. sebagaimana QS 2:37 َ ‫ه‬ ْ َ ‫ػي‬ َّ ‫ُى اىزَّىَّاةُ اى‬ َّ ٍِ ٌ َ ‫َبة‬ َ ‫فَزَيَقًَّ آ‬ ٍ ‫َب‬ َ ‫د فَز‬ ُ ُ‫ح‬ ِ ‫ش‬ ُِ ِ ِّ‫سث‬ ِ ً ُ‫د‬ َ ‫ه اَِّّهُ ه‬ َ ِ ‫مي‬ .

Dalil dari hadis. sebagai nabi akhir zaman. ْ ‫غفَش‬ ْ َ ْ ِ ‫ع ثِب‬ ّ ‫ُوا‬ ّ ُ ْ َ‫عز‬ ْ‫ز‬ ُ ‫جآ‬ َ‫ع‬ ْ ‫وا‬ ْ ‫إوكَ فَب‬ َّ ٍِ ٌ َ ‫ه اِالَّ ىُُِطَب‬ َ َ‫غف‬ َ ٌ ْ ُ ‫غه‬ َ ُ‫ىا أَّف‬ ْ ُ‫وىَىْ أََّّه‬ َ ْ‫ٍب أَس‬ ُ ُ‫ش ىَه‬ ُ َ‫ٌ اِر ظَّي‬ ِ ‫ع ْيَْب‬ ٍ ‫سعُى‬ َ َ‫ّللا‬ َ ِ‫ّللا‬ َ َ‫و‬ ِ ‫ر‬ ْ ‫جذ‬ ّ ‫ُوا‬ َ َّ ‫َب‬ ‫ى‬ ‫ه‬ ُ ‫ُى‬ ‫ع‬ ‫ش‬ ‫اى‬ َ ‫ى‬ ِ ‫ّللاَ رَىَّاثًب س‬ ً ُ‫َّح‬ َ "Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. maka Allah menerima taubatnya. bredoalah dengan melaluinya maka . Tawassul kepada nabi Muhammad SAW sebelum lahir Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW."Kalimat yang dimaksud di atas. lalu ia berkata Ya Tuhanku. bersabda:"Ketika Adam melakukan kesalahan. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu. Lalu Allah berfirman:"Wahai Adam. a. yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata.a. sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai."Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya. lalu memohon ampun kepada Allah. tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." B. Syaratnya. 4.w. darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?" Adam menjawab:"Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu. maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis "Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah" maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai". sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW. dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT. bahwa Nabi bersabda : ‫ أسأىل ثحق ٍحَذ ىَب‬ّٚ‫ ! إ‬ٚ‫ يب سث‬: ‫ ىَب اقزشف آدً اىخطيئخ قبه‬: ٌ‫ هللا عيئ ٗسي‬ٚ‫قبه سس٘ه هللا صي‬ ‫في‬ ّ ‫ ثيذك ّٗفخذ‬ْٚ‫ ألّل ىَب خيقز‬ٚ‫ يب سث‬: ‫ يب آدً ميف عشفذ ٍحَذا ٗىٌ أخيقٔ قبه‬: ‫ فقبه هللا‬ْٚ‫غفشر‬ ٌ‫ ق٘ائٌ اىعشش ٍنز٘ثب الإىٔ إال هللا ٍحَذ سس٘ه هللا فعيَذ أّل ى‬ٚ‫ فشأيذ عي‬ٚ‫ٍِ سٗحل سفعذ سأس‬ ‫ ثحقٔ فقذ‬ْٚ‫ ادع‬،‫ صذقذ يب آدً إّٔ ألحت اىخيق إىي‬: ‫ إسَل إال أحت اىخيق إىيل فقبه هللا‬ٚ‫رضف إى‬ 516 :‫ ص‬2 : ‫ اىَسزذسك ٗصححٔ ج‬ٚ‫ ٗى٘ال ٍحَذ ٍب خيقزل (أخشجٔ اىحبمٌ ف‬،‫) غفشد ىل‬ "Rasulullah s. Allah menjawab:"Benar Adam. sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku".

w. aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat" Rasulullah berkata"Ambillah air wudlu. berkata: "Wahai Rasulullah. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya. lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat.a. Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan redaksi : 516:‫ ٗص‬2 :‫ اىَسزذسك ج‬ٚ‫)في٘ال ٍحَذ ٍب خيقذ آدً ٗال اىجْخ ٗال اىْبس (أخشجٔ اىحبمٌ ف‬ Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih segi sanad. dan berkata:"bacalah doa (artinya)" Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang. Dan dalam riwayat lain. demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih. dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu" Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. b. Walaupun dalam menghukumi hadis ini tidak ada kesamaan dalam pandangan ulama’. Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah. dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180. akan tetapi dapat diambil kesimpulan bahwa tawassul terhadap Nabi Muhammad SAW adalah boleh. hal ini disebabkan perbedaan mereka dalam jarkh wattta’dil (penilaian kuat dan tidak) terhadap seorang rowi. wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku. Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 .Aku telah mengampunimu. Utsman berkata:"Demi Allah . mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah. Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62. Diriwayatkan oleh Imam Hakim : ‫ هللا عيئ ٗسيٌ ٗجبءٓ سجو ضشيش‬ٚ‫عِ عثَبُ ثِ حْيف قبه سَعذ سس٘ه هللا صي‬ ‫ قبئذ ٗقذ شق عيي فقبه سس٘ه‬ٚ‫ يب سس٘ه هللا ! ىيس ى‬: ‫ فقبه‬،ٓ‫فشنب إىئ رٕبة ثصش‬ ٔ‫ أسأىل ٗأر٘ج‬ّٚ‫ اىيٌٖ إ‬: ‫ائذ اىَيضبح فز٘ضأ ثٌ صو سمعزيِ ثٌ قو‬: : ٌ‫هللا عيئ ٗسي‬ ،ٙ‫ عِ ثصش‬ٚ‫ ى‬ٚ‫ سثل فيجي‬ٚ‫ أر٘جٔ ثل إى‬ّٚ‫إىيل ىْجيل ٍحَذ ّجي اىشحَخ يب ٍحَذ إ‬ ‫ ف٘هللا ٍب رفشقْب ٗال طبه ثْب اىحذيث‬: ُ‫ قبه عثَب‬،ٚ‫ ّفس‬ٚ‫ ف‬ْٚ‫ي ٗشفع‬ ّ ‫اىيٌٖ شفعٔ ف‬ ‫ اىَسزذسك‬ٚ‫ (أخشجٔ اىحبمٌ ف‬. dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ . Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat".‫ دخو اىشجو ٗمأّٔ ىٌ ينِ ثٔ ضش‬ٚ‫)حز‬ Dari Utsman bin Hunaif: "Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.

(Hadist riwayat Hakim di Mustadrak) Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. lalu Abbas berkata:"Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada. lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad s. orang itu telah datang kembali dengan segar bugar".a. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib WatTarhib 1/438. mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai.kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul .a. Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW setelah meninggal. c.w. mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib. lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s. maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk. . demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib.) mengadu tentang kesulitan tersebut. Imam Dzahabi mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung". Diriwayatkan oleh Imam Addarimi : : ‫ قحظ أهو اىَذَْخ قحطب شذَذا فشنىا اىً ػبئشخ فقبىذ‬: ‫ػِ أثً اىجىصاء أ وط ثِ ػجذ ّللا قبه‬ ‫ ففؼيىا فَطشوا‬: ‫اّظشوا قجش اىْجٍ فبجؼيىا ٍْه مىا اىً اىغَبء حزً ال َنىُ ثُْه وثُِ اىغَبء عقف قبه‬ ًٍ‫ٍطشا حزً ّجذ اىؼشت وعَْذ اإلثو حزً رفزقظ ٍِ اىغحٌ فغٍَ ػبً اىفزق ( أخشجه اإلٍبً اىذاس‬ 34 : ‫ ص‬1 : ‫)ج‬ Dari Aus bin Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang. ٌ‫ اىيه‬: ‫ فقبه‬،‫ ٍِ خشج ٍِ ثُزه اىً اىظالح‬: ٌ‫ سعىه ّللا طيً ّللا ػيُه وعي‬: ‫ػِ أثً عؼُذ اىحزسٌ قبه‬ ،‫اًّ أعؤىل ثحق اىغبئيُِ ػيُل وثحق ٍَشبي هزا فبًّ ىٌ أخشج ششا وال ثطشا وال سَبءا وال عَؼخ‬ ‫ اّه ال َغفش‬،ً‫ وأُ رغفش ىً رّىث‬،‫خشجذ ارقبء شخطل واثزغبء ٍشضبرل فؤعؤىل أُ رؼُزًّ ٍِ اىْبس‬ ‫ أقجو ّللا ثىجهه واعزغفش ىه عجؼىُ أىف ٍيل (أخشجه ثِ ٍبجه وأحَذ وثِ حضََخ وأثى‬،‫اىزّىة اال أّذ‬ ًْ‫)ّؼٌُ وثِ ع‬.w. d. lalu turunlah hujan. maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam Darimi) Diriwayatkan oleh Imam Bukhori : ‫ اىيهٌ اّب مْب‬: ‫ػِ أّظ ثِ ٍبىل اُ ػَش ثِ خطبة مبُ ارا قطحىا اعزغقً ثبىؼجبط ثِ ػجذ اىَطيت فقبه‬ ً‫ فُغقىُ (أخشجه اإلٍبً اىجخبسي ف‬: ‫ّزىعو اىُل ثْجُْب فزغقُْب واّب ّْزىعو اىُل ثؼٌ ّجُْب فبعقْب قبه‬ 141:‫ ص‬1 :‫) طحُحه ج‬ Riwayat Bukhari: dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang.

akan tetap Alhafidz Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. Alhafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad. maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut. Ibnu Khuzaimah. apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:"Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah. bersabda:"Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat.Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s. Kadang sebagian orang masih kurang puas. Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama. Abu Na’im dan Ibnu Sunni. Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya. sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat". maka Imam Ahmad menjawab :"Syafii ibarat matahagi bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita" . jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’. maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka.( Targhib Wattarhib 2/ 119).(Nataaij Alafkar 1/272).a. (Riwayat Ibnu Majad dll. Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ikhya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan. aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu.). Pandangan Ulama Madzhab Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik. (Mishbah Alzujajah 1/98).w. maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya". Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut. lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini. walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya. bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan. (Al-Syifa' karangan Qadli 'Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32). maka beliau bertanya:"Kalau aku berziarah ke kubur nabi. (1/323). Imam Bushoiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih. agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu". ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Imam Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang ma'qool. untuk riya dan sombong. untuk kekerasan.

Dalam surat yang dikirimkan oleh Syekh Abdul Wahab kepada warga qushim bahwa beliau menghukumi kafir terhadap orang yang bertawassul . wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya'faat". salafussholeh. Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276) Pandangan Imam Syaukani Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain ( orang sholeh). aku berharap melalui mereka. para ulama. mengajari seseorang berdoa: (artinya)"Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih. (Syifa’ Assaqom hal 160) Pandangan Ibnu Taimiyah Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal.a. diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa. sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi : ًّ‫ اىيهٌ اًّ أعؤىل وأرىعو اىُل ثْجُل ٍحَذ ّجٍ اىشحَخ َب ٍحَذ ا‬: ‫أُ اىْجٍ ػيٌ شخظب أُ َقىه‬ ‫ٍ (أخشجه اىزشٍُزي وطححه‬ ّ ‫)أرىجه ثل اىً سثل فُجيً حبجزً ىُقضُهب فشفؼه ف‬. Beliau berkata : “Dengan demikian. Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad).w. Beliau melihat bahwa tawassul adalah sesuatu yang makruh menurut jumhur ulama’ dan tidak sampai menuju pada tingkatan haram ataupun bidah bahkan musyrik. baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat.’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. Rasulullah s. Pandangan Muhammad Bin Abdul Wahab.(155:‫)شىاهذ اىحق ىُىعف ثِ اعَبػُو اىْجهبًّ ص‬ Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya: ً‫وعُيز‬ ‫اىُه‬ ٌ‫وه‬ # ً‫رسَؼز‬ ً‫اىْج‬ ‫آه‬ ً‫طحُفز‬ َُِ‫اى‬ ‫ثُذي‬ # ‫غذا‬ ً‫أػط‬ ٌ‫ثه‬ ‫أسجى‬ (181:‫)اىؼىاطق اىَحشقخ ألحَذ ثِ حجش اىَنً ص‬ "Keluarga nabi adalah familiku. agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku" Pandangan Imam Taqyuddin Assubuky Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul.

tawassul juga dengan sesuatu yang dicintai Allah sedangkan orang kafir bertwassul dengan berhala yang sangat dibenci Allah. . terdapat perbedaan antara tawassul dan ritual orang kafir seperti disebutkan dalam ayat tersebut: tawassul semata dalam berdoa dan tidak ada unsur menyembah kepada yang dijadikan tawassul . bahwasanya Aku adalah dekat. 186. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. salah satunya adalah melalui tawassul. Namun kalau dicermati..dekatnya". Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. agar mereka selalu berada dalam kebenaran. berdoa melalui tawassul dan perantara adalah salah satu cara untuk berdoa. 2. Namun dalil-dalil di atas menujukkan bahwa meskipun Allah maha dekat. Banyak jalan untuk menuju Allah dan banyak cara untuk berdoa. maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku. dan menghukumi kafir terhadap AlBushoiri atas perkataannya YA AKROMAL KHOLQI dan membakar dalailul khoirot.kepada orang-orang sholeh. dianggap sama dengan sikap orang kafir ketika menyembah berhala yang dianggapnya sebuah perantara kepada Allah. maka (jawablah). Surah al-Baqarah. 186: ْ ٍُْ ْ ‫جُج‬ َ ِ‫اع ا‬ َ ِ‫وا‬ ْ ُ‫و ْى‬ ْ ‫د‬ َّ ‫ىحَ اى‬ ْ َُ‫َبُ فَ ْي‬ ٌ َ ‫را‬ َ ُ‫جُت‬ َ ٌ‫د‬ َ َ‫عؤَى‬ ْ ُ‫ؼيَّه‬ َ َ‫ىا ثٍِ ى‬ َ ‫را‬ ِ ‫ُئ‬ ِ ‫ػجَب‬ ِ ‫ل‬ َ ٍِ‫ُىا ى‬ َ‫ػ‬ َ ِ َ‫غز‬ ِ ُ‫شَتٌ أ‬ ِ ‫دػ‬ ِ َ‫ػٍِّْ فَبٍِِّّ ق‬ ِ ‫ذ‬ ُ ُ ‫ََشْ ش‬ َُ‫ذو‬ 2. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. 2: ْ َُِِّ‫لِلِ اىذ‬ َّ ُ َّ ًَ‫شثُىَّب اِى‬ َّ ِ ‫ال‬ ُ‫خ‬ َّ ِ‫ٌ ا‬ ُ ْ‫ّللاَ ََح‬ ُ ِ‫ّللا‬ َ َ‫أ‬ َّ ِ‫ص ْىفًَ ا‬ ُ ُ‫ؼج‬ َ َّ‫زََِ ار‬ َ ‫اى‬ ْ َ‫ٌ ث‬ ْ َّ ‫ٍب‬ ٌ ِّ َ‫ال ىُُِق‬ ْ ُ‫َُْه‬ ْ ُ‫ذه‬ ُ‫ن‬ ِ ِّ‫ٍِ دُو‬ ِ ‫زوا‬ ِ َّ‫واى‬ َ ُ‫خبىِض‬ َ ‫ه أَوْ ىَُِبء‬ َّ ُ ْ ََ ‫ه‬ ٍْ َ َ‫ّللا‬ َ ٌ‫رة‬ َ ‫ُى‬ َّ ِ‫خزَيِفُىَُ ا‬ ْ ََ ‫ال‬ ٌ‫مفَّبس‬ ْ ُ ‫ٍب ه‬ ِ ‫مب‬ ِ‫ه‬ ِ ُِ‫ٌ ف‬ َ ‫ِه‬ َ ٌ‫ذ‬ َ ٍِ‫ف‬ Ingatlah. Jika Allah maha dekat. Allah Maha dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaNya. ini adalah kebohongan besar. sedangkan orang kafir telah menyembah perantara. Dan ini diperkuat dengan surat beliau yang dikirimkan kepada warga majma’ah ( surat pertama dan kelima belas dari kumpulan surat-surat syekh Abdul Wahab hal 12 dan 64. atau kumpulan fatwa syekh Abdul Wahab yang diterbitkan oleh Universitas Muhammad Bin Suud Riyad bagian ketiga hal 68) Dalil-dalil yang melarang tawassul Dalil yang dijadikan landasan oleh pendapat yang melarang tawassul adalah sebagai berikut: 1. mengapa perlu tawassul dan mengapa memerlukan sekat antara kita dan Allah. hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Orang yang bertwassul kepada orang sholih maupun kepada para kekasih Allah. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku. Maka beliau membantah : “ Maha suci Engkau. Surat Zumar.

Kesimpulan Tawassul dengan perbuatan dan amal sholeh kita yang baik diperbolehkan menurut kesepakatan ulama’. ada yang menganggapnya sunnah dan ada juga yang menganggapnya makruh. Sedangkan tawassul adalah meminta kepada Allah. Selama ini para ulama yang memperbolehkan tawassul dan melakukannya tidak ada yang berkeyakinan sedikitpun bahwa mereka (yang dijadikan sebagai perantara) adalah yang yang mengabulkan permintaan ataupun yang memberi madlorot. ada yang memperbolehkan dan ada yang melarangnya. 18. Demikian juga tawassul kepada Rasulullah s. maka tidak ada salahnya jika kita bertawassul terhadap kekasih Allah SWT yang paling dicintai. Jadi jikalau ada umat islam yang melakukan tawassul sebaiknya kita hormati mereka karena mereka tentu mempunyai dalil dan landasan yang cukup kuat dari Quran dan hadist. Tidak hanya dalam masalah tawassul. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. ayat 18: ْ ُ َّ ‫غ‬ َّ ِ ‫ذ‬ ً‫حذا‬ ْ َ‫ال ر‬ َ َ‫لِلِ ف‬ َّ َ‫وأ‬ َ ‫بج‬ َ َ‫ّللاِ أ‬ ٍَ َ َ َ ِ ‫غ‬ َ ‫ذػُىا‬ َ ‫اى‬ 72. Tidak diragukan lagi bahwa nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan yang mulia disisi Allah SWT. Kita jangan dengan mudah menuduh umat Islam yang bertawassul telah melakukan bid'ah dan sesat. Kita dilarang ketika menyembah dan berdoa kepada Allah sambil menyekutukan dan mendampingkan siapapun selain Allah. ayat ini dalam konteks menyembah Allah dan meminta sesuatu kepada selain Allah. Dalam menyikapi masalah tawassul kita juga jangan mudah terjebak oleh isu bid'ah yang telah mencabik-cabik persatuan dan ukhuwah kita.3. hanya saja melalui perantara. Lagi pula berdasarkan hadis-hadis yang telah dipaparkan diatas menunjukakn bahwa perbuatan tersebut bukan merupakan suatu yang baru dikalangan umat islam dan sudah dilakukan para ulama terdahulu. Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah lah yang berhak memberi dan menolak doa hambaNya. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah. apalagi sampai menganggap mereka menyekutukan Allah. Surat Jin.w. juga diperboleh sesuai dalil-dalil di atas. karena mereka mempunyai landasan dan dalil yang kuat. Kita umat Islam harus saling menghormati dalam masalah khilafiyah dan jangan sampai saling bermusuhan.a. dan begitu juga dengan orang-orang yang sholeh. Memang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang muslim awam . Tawassul adalah masalah khilafiyah di antara para ulama Islam. sebaiknya kita membaca dan meneliti secara baik dan komprehensif masalah tersebut sehingga kita tidak mudah terjebak oleh hembusan teologi permusuhan yang sekarang sedang gencar mengancam umat Islam secara umum. Seperti ayat pertama. sebelum kita mengangkat isu bid'ah pada permasalahan yang sifatnya khilafiyah.

Wallahu a'lam bissowab . bertawassul dengan orang yang bukan sholeh tapi tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia dan belum tentu beragama Islam. meminta-minta ke makam wali-wali Allah. bukan bertawassul kepada para para ulama dan kekasih Allah.dalam melakukan tawassul. atau bertawassul dengan kuburan orang-orang terdahulu. Itu semua tantangan dakwah kita semua untuk kita luruskan sesuai dengan konsep tawassul yang dijelaskan dalil-dalil di atas. atau bahkan meminta-minta kepada orang yang dijadikan perantara tawassul. seperti menganggap yang dijadikan tawassul mempunyai kekuatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->