 APBD Anggaran merupakan managerial plan for action untuk memfasilitasi tercapainya tujuan organisasi.

Pembuatan anggaran dalam organisasi sektor publik, terutama pemerintahan, merupakan sebuah proses yang rumit dan mengandung muatan politis yang cukup signifikan. Berbeda dengan penyusunan anggaran di perusahaan swasta yang muatan politisnya relatif lebih kecil. Bagi organisasi sektor publik seperti pemerintah, anggaran tidak hanya sebuah rencana tahunan tetapi juga merupakan bentuk akuntabilitas atas pengelolaan dana publik yang dibebankan kepadanya. Suatu organisasi sektor publik dikatakan mempunyai kinerja atau performa yang baik jika segala aktivitasnya berada dalam kerangka anggaran dan tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan pasal 64 ayat (2) uu nomor 5 tahun 1974 tentang pokok-pokok pemerintahan daerah, maka pada era orde baru, APBD dapat didefinisikan sebagai rencana operasional keuangan pemerintah daerah, dimana pada satu pihak menggambarkan perkiraan pengeluaran setinggi-tingginya guna membiayai kegiatankegiatan dan proyek-proyek daerah selama satu tahun anggaran tertentu, dan di pihak lain menggambarkan perkiraan dan sumber-sumber penerimaan daerah guna menutupi pengeluaran-pengeluaran yang dimaksud. Pada era reformasi, bentuk dan susunan APBD telah mengalami dua kali perubahan.Pada awalnya, susunan APBD (berdasarkan uu nomor 6 tahun 1975) terdiri atas anggaran rutin dan anggaran pembangunan.Anggaran rutin dibagi lebih lanjut menjadi pendapatan dan belanja rutin, demikian pula anggaran pembangunan dibagi lebih lanjut menjadi pendapatan dan belanja pembangunan.Susunan demikian kemudian mengalami perubahan dengan dikeluarkannya beberapa peraturan pada kurun waktu tahun 1984-1988. Karakteristik APBD pada era reformasi adalah : 1. APBD disusun oleh DPRD bersama-sama dengan kepala daerah. 2. Pendekatan yang dipakai dalam menyusun anggaran adalah pendekatan line item atau pendekatan tradisional. Dalam pendekatan ini, anggaran disusun berdasarkan jenis penerimaan dan pengeluaran. Jadi, setiap baris dalam APBD menunjukkan jenis penerimaan dan pengeluaran. Penggunaan pendekatan bertujuan mengendalikan setiap pengeluaran yang dilakukan. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang paling tradisional (tertua) di antara berbagai pendekatan anggaran. Beberapa jenis pendekatan yang lebih maju adalah : A) program budgeting B) performance budgeting C) planning, programming, and budgeting system (ppbs) D) zero based budgeting 3. Siklus APBD terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pemeriksaan, serta penyusunan dan penetapan perhitungan APBD.Penyusunan dan penetapan

Belanja pelayanan publik dikelompokkan menjadi tiga. dalam APBD mungkin terdapat surplus atau defisit.Untuk itu. yaitu belanja aparatur negara. Pengawasan terhadap pengeluaran daerah dilakukan berdasarkan ketaatan terhadap tiga unsur utama.Peraturanperaturan di era reformasi keuangan daerah mengisyaratkan agar laporan keuangan semakin informatif. dana perimbangan.Belanja aparatur daerah diklasifikasikan menjadi tiga kategori. belanja pelayanan publik. yaitu pendapatan asli daerah (pad). pertanggungjawaban ini bersifat vertical. 6. Selanjutnya. belanja operasi dan pemeliharaan. belanja. dan hasil program (untuk proyek-proyek daerah). Hal ini tampak pada pengawasan APBD berdasarkan objek yang meliputi pengawasan pendapatan dan pengeluaran daerah. 4.Hal ini sesuai dengan definisi pendapatan sebagai hak pemda. Dalam bentuk APBD yang baru. belanja operasi dan pemeliharaan. pengendalian dan pemeriksaan/audit terhadap APBD bersifat keuangan.Adanya pos pembiayaan merupakan upaya agar APBD semakin informatif. belanja dibagi kedalam empat bagian. dalam bentuk yang baru. APBD sekarang didasari pada peraturan menteri dalam negeri (permendagri) nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah.Pertanggungjawaban tersebut dilakukan dengan menyampaikan perhitungan APBD kepada menteri dalam negeri untuk pemda tingkat i dan kepada gubernur untuk pemda tingkat ii. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan. dan pendapatan lain-lain daerah yang sah. serta belanja modal/pembangunan. Pengawasan tersebut tidak memperhitungkan pertanggungjawaban dari aspek lain seperti aspek kinerja. 5. yaitu stelsel kameral dan bukannya stelsel komersiil (tata buku kembar/berpasangan).Pembiayaan adalah sumber-sumber penerimaan dan pengeluaran daerah yang dimaksudkan untuk menutup defisit anggaran atau alokasi surplus . Sistem akuntansi keuangan daerah menggunakan stelsel kameral (tata buku anggaran). dan belanja modal. pendapatan juga dibagi menjadi tiga kategori.Dasar pemilihan tata buku. yaitu memisahkan pinjaman dari pendapatan daerah. yaitu belanja administrasi umum.Pos pembiayaan ini merupakan alokasi surplus atau sumber penutupan defisit anggaran. dan belanja tidak terduga.Selain itu. merupakan tujuan pembukuan. dan pembiayaan. APBD terdiri atas tiga bagian yaitu pendapatan.perhitungan APBD merupakan pertanggungjawaban APBD. Menurut sistem buku ini. Dalam tahap pengawasan dan pemeriksaan serta penyusunan dan penetapan perhitungan APBD. yaitu unsur ketaatan pada peraturan perundangan yang berlaku.Pembiayaan merupakan kategori baru yang belum ada pada APBD di era prareformasi. unsur kehematan dan efisiensi. yaitu belanja administrasi umum. sedangkan pinjaman belum tentu menjadi hak pemda. jadi. penyusunan anggaran dan pembukuan saling berhubungan dan mempengaruhi.

Kepala skpd menyerahkan rancangan dpa-skpd kepada ppkd paling lama 6 (enam) hari kerja setelah pemberitahuan. Tapd melakukan verifikasi rancangan dpa-skpd bersama-sama dengan kepala skpd paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak ditetapkannya peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD. Pengurusan kebendaharawan. 2. menyimpan. Sumber pembiayaan berupa penerimaan daerah merupakan sisa lebih anggaran tahun sebelumnya. yaitu sumber penerimaan dan pengeluaran daerah. kegiatan.anggaran. transfer ke dana cadangan. yaitu wewenang untuk menerima. Rancangan dpa-skpd merinci sasaran yang hendak dicapai. penyertaan modal. dan pembiayaan. serta pelaksanaan penyaluran pengeluaran daerah yang biasa disebut pengurusan APBD.Pembiayaan dikelompokkan menurut sumber-sumber pembiayaan. membayar atau mengeluarkan uang dan barang serta berkewajiban mempertanggungjawabkan kepada kepala daerah. Ppkd paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah peraturan daerah tentang APBD ditetapkan. penerimaan-penerimaan daerah. (abdul halim. Pelaksanaan APBD meliputi pelaksanaan anggaran pendapatan. anggaran yang disediakan untuk mencapai sasaran tersebut.Pelaksanaan anggaran oleh kepala skpd dilaksanakan setelah dokumen pelaksanaan anggaran skpd(dpa-skpd) ditetapkan oleh ppkd dengan persetujuan sekretaris daerah. 2. program.Penjelasan berikut ini didasarkan pada peraturan pemerintah no. memberitahukan kepada semua kepala skpd agar menyusun rancangan dpa-skpd. Proses penetapan dpa-skpd adalah sebagai berikut : 1. Sedangkan sumber pembiayaan berupa pengeluaran daerah terdiri atas pembayaran utang pokok yang telah jatuh tempo. dan transfer dari dana cadangan. dan rencana penarikan dana tiap-tiap skpd serta pendapatan yang diperkirakan. 2007)  PELAKSANAAN APBD Dalam proses pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerahdiatur mengenai pelaksanaan pemungutan.Peraturan ini telah disusun pedoman pelaksanaannya yaitu peraturan menteri dalam negeri no. penerimaan pinjaman dan obligasi. Pelaksanaan APBD menganut sistem pengurusan yang dapat dibedakan atas dua bentuk pengurusan sebagai berikut: 1. . 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah. 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah. 4. hasil penjualan asset daerah yang dipisahkan. Pengurusan administrasi yaitu wewenang untuk mengadakan tindakantindakan dalam rangka penyelenggaraan rumah tangga daerah yang membawa akibat pengeluaran-pengeluaran yang membebani anggaran daerah. 3. belanja. dan sisa lebih anggaran tahun yang sedang berlangsung.

B.Skpd dilarang melakukan pungutan selain dari yang ditetapkan dalam peraturan daerah. hibah.5. Pengembalian atas kelebihan pajak. Pelaksanaan anggaran pendapatan daerah Setiap skpd yang mempunyai tugas memungut dan/atau menerima pendapatan daerah wajib melaksanakan pemungutan dan/atau penerimaan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Untuk pengembalian kelebihan penerimaan yang terjadi pada tahuntahun sebelumnya dibebankan pada rekening belanja tidak terduga.Dpa-skpd yang telah disahkan disampaikan kepada kepala skpd.Setelah dpa-skpd ditetapkan. Setiap skpd dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan dalam APBD.Semua penerimaan daerah apabila berbentuk uang harus segera disetor ke kas umum daerah dan berbentuk barang menjadi milik/aset daerah yang dicatat sebagai inventaris daerah.Skpd yang mempunyai tugas memungut dan/atau menerima dan/atau kegiatannya berdampak pada penerimaan daerah wajib mengintensifkan pemungutan dan penerimaan tersebut. dan badan pemeriksa keuangan paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal disahkan. . rabat. A. efektif. retribusi. tukar-menukar. Pengeluaran belanja daerah menggunakan prinsip hemat. asuransi dan/atau pengadaan barang dan jasa termasuk penerimaan bunga. jasa giro atau penerimaan lain sebagai akibat penyimpanan dana anggaran pada bank serta penerimaan dari hasil pemanfaatan barang daerah atas kegiatan lainnya merupakan pendapatan daerah. satuan kerja pengawasan daerah. baik secara langsung sebagai akibat dari penjualan. pengembalian tuntutan ganti rugi dan sejenisnya dilakukan dengan membebankan pada rekening penerimaan yang bersangkutan untuk pengembalian penerimaan yang terjadi dalam tahun yang sama. Pelaksanaan anggaran belanja daerah Jumlah belanja yang dianggarkan dalam APBD merupakan batas tertinggi untuk setiap pengeluaran belanja. kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan. ppkd mengesahkan rancangan dpa¬skpd dengan persetujuan sekretaris daerah. Berdasarkan hasil verifikasi. kepala skpd melaksanakan kegiatan¬kegiatan skpd berdasarkan dokumen tersebut.Komisi. Penerimaan skpd berupa uang atau cek harus disetor ke rekening kas umum daerah paling lama 1 (satu) hari kerja oleh bendahara penerimaan dengan didukung oleh bukti yang lengkap.Pengeluaran tidak dapat dibebankan pada anggaran belanja jika untuk pengeluaran tersebut tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam APBD. Penerimaan skpd dilarang digunakan langsung untuk membiayai pengeluaran. Semua penerimaan daerah dilakukan melalui rekening kas umum daerah. potongan atau penerimaan lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dapat dinilai dengan uang. tidak mewah.

Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai negeri sipil daerah berdasarkan pertimbangan yang obyektif dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan dprd sesuai dengan ketentuan peraturan perundang¬undangan. wajib menyetorkan seluruh penerimaan potongan dan pajak yang dipungutnya ke rekening kas negara pada bank pemerintah atau bank lain yang ditetapkan menteri keuangan sebagai bank persepsi atau pos giro dalam jangka waktu sesuai ketentuan perundang-undangan. kuasa bud berkewajiban untuk: a. Untuk kelancaran pelaksanaan tugas skpd. Meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. Pembayaran atas beban APBD dapat dilakukan berdasarkan surat penyediaan dana (spd).Setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih. Menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. c. Menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. Memerintahkan pencairan dana sebagai dasar pengeluaran daerah. Menguji kebenaran perhitungan tagihan yang tercantum dalam perintah pembayaran. dan e.Pengeluaran kas tersebut tidak termasuk belanja yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib. Bendahara pengeluaran wajib menolak perintah bayar dari pengguna .Khusus untuk biaya pegawai diatur bahwa gaji pegawai negeri sipil daerah dibebankan dalam APBD.Selanjutnya pembayaran dilakukan dengan penerbitan sp2d oleh kuasa bud. b. dan c. Bendahara pengeluaran melaksanakan pembayaran dari uang persediaan yang dikelolanya setelah: a. d.efisien dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Dalam pelaksanaan pembayaran yang terhutang pajak. Meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna anggaran. Menguji kebenaran perhitungan tagihan atas beban APBD yang tercantum dalam perintah pembayaran. kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran dapat diberikan uang persediaan yang dikelola oleh bendahara pengeluaran. b. apabila perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pengguna anggaran tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan. bendahara pengeluaran sebagai wajib pungut pajak penghasilan (pph) dan pajak lainnya. Menolak pencairan dana. atau dokumen lain yang dipersamakan dengan spd. Karena itu. Pelaksanaan pengeluaran atas beban APBD dilakukan berdasarkan spm yang diterbitkan oleh pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. atau dokumen pelaksanaan anggaran skpd (dpa-skpd).Pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD tidak dapat dilakukan sebelum rancangan peraturan daerah tentang APBD ditetapkan dan ditempatkan dalam lembaran daerah.

C. pembayaran pokok utang. penyertaan modal. dan pemberian pinjaman daerah. setelah jumlah dana cadangan yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah tentang pembentukan dana cadangan yang berkenaan mencukupi.anggaran/kuasa pengguna anggaran apabila kelengkapan dokumen. Penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah didasarkan pada perjanjian pemberian pinjaman daerah sebelumnya. kebenaran perhitungan dan ketersediaan dana tidak terpenuhi. Pemindahbukuan dari rekening dana cadangan ke rekening kas umum daerah tersebut dilakukan dengan surat perintah pemindahbukuan oleh kuasa bud atas persetujuan ppkd. Pemindahbukuan tersebut paling tinggi sejumlah pagu dana cadangan yang akan digunakan untuk mendanai pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran berkenaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam peraturan daerah tentang pembentukan dana cadangan.Pelaksanaan pengeluaran pembiayaan mencakup pelaksanaan pembentukan dana cadangan. Pelaksanaan anggaran pembiayaan daerah Pengelolaan anggaran pembiayaan daerah dilakukan oleh pejabat pengelola keuangan daerah (ppkd).Penjualan kekayaan milik daerah yang dipisahkan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pemindahbukuan jumlah pendapatan daerah yang disisihkan yang ditransfer dari rekening kas umum daerah ke rekening dana cadangan dilakukan dengan surat perintah pemindahbukuan oleh kuasa bud atas persetujuan ppkd. Jumlah pendapatan daerah yang disisihkan untuk pembentukan dana cadangan dalam tahun anggaran bersangkutan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan dalam peraturan daerah. untuk kesesuaian pengembalian pokok pinjaman dan kewajiban lainnya yang menjadi tanggungan pihak peminjam. Penerimaan pinjaman daerah didasarkan pada jumlah pinjaman yang akan diterima dalam tahun anggaran yang bersangkutan sesuai dengan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman berkenaan. pemindahbukuan dari rekening dana cadangan ke rekening kas umum daerah dilakukan berdasarkan rencana pelaksanaan kegiatan. Pencatatan penerimaan atas penjualan kekayaan daerah didasarkan pada bukti penerimaan yang sah. Semua penerimaan dan pengeluaraan pembiayaan daerah dilakukan melalui rekening kas umum daerah.Untuk pencairan dana cadangan. Bendahara pengeluaran wajib melakukan hal tersebut karena dia bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. Penerimaan pinjaman dalam bentuk mata uang asing dibukukan dalam nilai rupiah.Kepala daerah dapat memberikan izin pembukaan rekening untuk keperluan pelaksanaan pengeluaran di lingkungan skpd. Penyertaan modal pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila jumlah yang akan disertakan dalam tahun anggaran berkenaan telah ditetapkan dalam peraturan daerah tentang penyertaan modal daerah .

baik menurut Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 maupun berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. (c) penatausahaan penerimaan. Pelaksanaan pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pemerintah daerah. dan (d) penatausahaan pengeluaran. Menguji kebenaran perhitungan pengeluaran pembiayaan yang tercantum dalam perintah pembayaran. .  PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH Kegiatan penatausahaan keuangan mempunyai kepentingan pengendalian terhadap pelaksanaan anggaran dan belanja daerah. Meneliti kelengkapan perintah pembayaran/pemindah bukuan yang diterbitkan oleh ppkd. 2.berkenaan. A. b. c. Asas Umum Penatausahaan Keuangan daerah Asas-asas umum Penatausahaan Keuangan Daerah menurut kedua peraturan perundang. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. apabila perintah pembayaran atas pengeluaran pembiayaan tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan.Penatausahaan keuangan daerah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses Pengelolaan Keuangan Daerah. Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti tersebut. Menguji ketersediaan dana yang bersangkutan. Uraian tentang penatausahaan keuangan daerah mencakup hal-hal sebagai berikut: (a) asas umum penatausahaan keuangan daerah. wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundan -undangan. Pemberian pinjaman daerah kepada pihak lain berdasarkan keputusan kepala daerah atas persetujuan DPRD.Pembayaran pokok utang didasarkan pada jumlah yang harus dibayarkan sesuai dengan perjanjian pinjaman dan pelaksanaannya merupakan prioritas utama dari seluruh kewajiban pemerintah daerah yang harus diselesaikan dalam tahun anggaran yang berkenaan.undangan tersebut di atas menyebutkan bahwa: 1. d. Menolak pencairan dana. bendahara penerimaan/ pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/ barang/kekayaan daerah. (b) pelaksanaan penatausahaan keuangan daerah. kuasa bud berkewajiban untuk: a. mengingat adanya otorisasi yang telah diberikan melalui penetapan ke dalam peraturan daerah dan pengesahannya oleh pejabat yang berwenang. pembayaran pokok utang dan pemberian pinjaman daerah tersebut dilakukan berdasarkan spm yang diterbitkan oleh ppkd. Dalam rangka pelaksanaan pengeluaran pembiayaan.

Bendahara penerimaan pembantu dan bendahara pengeluaran pembantu. belanja bantuan keuangan. 5. Bendahara pengeluaran yang mengelola belanja bunga. pimpinan DPRD. Pejabat pelaksana APBD lainnya mencakup: 1. 4. Kepala Daerah. belanja subsidi. belanja bagi hasil. . 6. Pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani Surat Permintaan Pembayaran (SPP). Pejabat yang diberi wewenang mengesahkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ). 5.dan pengeluaran pembiayaan pada SKPD. 4. 2. harus diterbitkan Surat Keputusan Otorisasi (SKO) oleh Kepala Daerah atau surat keputusan lain yang berlaku sebagai surat keputusan otorisasi.3. 3. Pelaksanaan Penatausahaan Keuangan Daerah Untuk kepentingan pelaksanaan APBD. 8. wakil kepala daerah. Pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani Surat Perintah Membayar (SPM). dan pejabat lainnya dilarang melakukan pengeluaran dana atas beban anggaran daerah untuk tujuan lain dari yang telah ditetapkan. maka sebelum dimulainnya suatu tahun anggaran Kepala Daerah sudah harus menetapkan pejabat-pejabat berikut ini: 1. belanja tak terduga. B. Pejabat-pejabat lainnya yang perlu ditetapkan dalam rangka pelaksanaan APBD. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) SKPD yang diberi wewenang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program yang sesuai dengan bidang tugasnya. 3. melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD. Pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Belanja bantuan sosial. Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD (PPK-SKPD} yang diberi wewenang 2. belanja hibah. 7. dan 9. Semua penerimaan dan pengeluaran dana pemerintahan daerah harus dianggarkan dalam APBD dan dilakukan melalui rekening kas daerah yang dikelola oleh Bendahara Umum Daerah. Pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani Surat Penyediaan Dana (SPD). Pejabat fungsional untuk tugas bendahara penerimaan/pengeluaran. Untuk setiap pengeluaran dana atas beban APBD.

Sedangkan bukti penerimaan dan/atau bukti pembayaran yang diperlukan untuk Penatausahaan anggaran adalah: 1. dan 5. Pembantu bendahara penerimaan dan/atau pembantu bendahara pengeluaran. dan/atau kantor pos oleh pihak ketiga. dan 3. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa untuk kepentingan pelaksanaan APBD dan/atau penatausahaan keuangan daerah. 2. Penerimaan daerah yang disetor ke rekening kas umum daerah dilaksanakan melalui caracara sebagai berikut: 1. C. 2. Surat ketetapan pajak daerah (SKP-Daerah). Surat tanda setoran (STS). 3. Pejabat yang diberi wewenang untuk menandatangani bukti penerimaan kas dan bukti penerimaan lainnya yang sah. 4. Bukti penerimaan lainnya yang sah. kepala daerah perlu menetapkan pejabat fungsional untuk tugas bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran.4. buku pembantu per rincian obyek penerimaan dan buku rekapitulasi penerimaan harian. lembaga keuangan.Penatausahaan atas penerimaan dilaksanakan dengan menggunakan buku kas. Surat tanda bukti setoran. Disetor langsung ke bank oleh pihak ketiga. Pejabat yang diberi wewenang menandatangani surat bukti pemungutan pendapatan daerah. dan 5. Surat ketetapan retribusi (SKR). Untuk benda berharga seperti karcis retribusi yang dipakai sebagai tanda bukti pembayaran oleh pihak ketiga maka penyetorannya dilakukan dengan cara penerbitan tanda bukti pembayaran retribusi tersebut yang disahkan oleh PPKD. badan. . Semua penerimaan daerah disetor ke rekening kas umum daerah pada bank pemerintah yang ditunjuk dan dianggap sah setelah Kuasa Bendahara Umum Daerah menerima nota kredit. Disetor melalui bank lain. Untuk itu bendahara penerimaan wajib menyelenggarakan penatausahaan terhadap seluruh penerimaan dan penyetoran atas penerimaan yang menjadi tanggung jawabnya dan harus melaporkannya kepada pengguna anggaran atau kuasa pengguna anggaran melalui PPKD paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Penatausahaan Penerimaan Menurut ketentuan dari Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang dimaksud dengan penerimaan daerah adalah uang yang masuk ke kas daerah.

Untuk dapat melihat efektivitas pelaksanaan anggaran dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara anggaran yang telah ditetapkan dengan realisasi dari pelaksanaan anggaran tersebut. arus barang dan arus uang inilah perlu adanya penatausahaan keuangan. (iii) perintah membayar. Dengan adanya arus dokumen. dan (v) pertanggungjawaban penggunaan dana. (ii) permintaan pembayaran. Pengelolaan meliputi perencanaan.Untuk mencapai efektivitas pelaksanaan anggaran diperlukan suatu pengelolaan yang memadai. benford (1976:183) dalam buku management control system yang diterjemahkan oleh agus maulana adalah ssebagai berikut :“efektivitas adalah hubungan antara keluaran suatu pusat pertanggungjawaban dengan sasaran yang harus dicapai. pelaksanaan dan pengawasan dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan satu sama lain. Semakin kecil penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara anggaran dengan realisasinya maka semakin efektif pula pelaksanaan anggaran.D. arus barang dan arus uang. Pada prinsipnya penyusunan anggaran merupakan suatu bagian proses perencanaan laba dan pengendalian yang menyeluruh.Efektivitas menurut anthony. . Efektivitas pelaksanaan anggaran merupakan kesesuaian antara keluaran (output) dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Penatausahaan Pengeluaran Arti dari pengeluaran daerah seperti dimaksudkan dalam peraturan perundang-undangan terkait adalah semua arus uang yang keluar dari kas daerah.Kumpulan keterangan yang berupa angka-angka dan kata-kata merupakan unsur data yang kemudian data tersebut diolah sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang dapat dipergunakan oleh orang yang membutuhkannya. (iv) pencairan dana. Anggaran yang telah disusun menurut prosedur yang telah ditetapkan tentu akan direalisasikan. Setelah anggaran direalisasikan kemudian dibuat laporannya sehingga dapat digunakan untuk melihat dan menilai efektivitas pelaksanaan anggaran. deardean.Tata usaha memegang peranan yang sangat penting karena melalui tata usaha segala keterangan yang menyangkut kegiatan organisasi secara teratur dicatat dan dihimpun.  PERANAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAERAH MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN APBD DALAM Pelaksanaan APBD yang diwujudkan dalam pengurusan administrasi dan pengurusan bendaharawan akan mengakibatkan adanya arus dokumen. Hal-hal yang berhubungan dengan penatausahaan pengeluaran adalah: (i) penyediaan dana. Pelaksanaan realisasi anggaran akan melibatkan berbagai sumber dari organisasi pemerintahan.

penyimpanan uang dan dokumen-dokumen. pengolahan tanda-tanda bukti untuk menyusun surat pertanggungjawaban 4. yaitu dengan melakukan : 1. Jadi peranan penatausahaan keuangan daerah dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan APBD adalah untuk melihat perkembangan volume kegiatan baik beban anggaran rutin maupun anggaran pembangunan dari tahun ke tahun dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. pencatatan dalam buku kas umum dan buku kepala/buku pembantu 3. .Tata cara atau prosedur pelaksanaan sistem penatausahaan keuangan daerah sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah mengingat perkembangan volume kegiatan dari tahun ke tahun terus meningkat. mempersiapkan buku-buku untuk pencatatan kegiatan pelaksanaan anggaran belanja 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful