Penentuan Kadar Kolesterol (Metode Warna Enzimatik

)

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KLINIK PENENTUAN KADAR KOLESTEROL (METODE WARNA ENZIMATIK)
No. Praktikum Nama NIM Tanggal : III : Dichy Nuryadin Zain : 31108053 : 14 September 2011

A. Tujuan 1. Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan kolesterol dalam darah 2. Mengintrepresentasikan hasil laboratorium yang diperoleh B. Alat dan Bahan  Alat  Bahan 1. Spektrofotometer 2. Clinipette 3. Tabung reaksi 4. Rak tabung reaksi 5. Pipet tetes 6. Tissue C. Hasil Pengamatan & Pembahasan Pada praktikum kimia klinik pertemuan ketiga adalah menentukan kadar kolesterol pada darah. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat menyiapkan pasien untuk pemeriksaan kolesterol dalam darah, kemudian mahasiswa dapat menginterprestasikan hasil laboratorium yang diperoleh. 1. Serum/Plasma 2. Reagen Kit Kolesterol (Spinreact)

Penentuan kadar kolesterol dilakukan dalam beberapa tahap. Blanko yang sudah disimpan kemudian diperiksa oleh instrumen spektofotometri untuk mengetahui panjang gelombang (λ) yang nantinya akan digunakan dalam pemeriksaan sampel. Dalam pelaksanaannya harus dengan hati-hati agar darah tidak terkontaminasi oleh zat lain. diantaranya yakni mempersiapkan larutan baku pembanding (standar) atau biasa kita kenal sebagai larutan Blanko. 0. Clinipette yang digunakan juga mempunyai variasi volume yang bereda-beda. Hasil absorban standar yang didapat diantarnya 0. 20-35% oleh HDL dan 5-12% ole VDL. . Adapun sampel darah yang akan digunakan disimpan di dalam tabung darah khusus.197. Maka dari itu. Dalam praktikum kali ini praktikan menggunakan reagen kit dari pabrikan Spinreact. Seperti dalam praktikum sebelumnya yakni dalam praktikum pemeriksaan kadar glukosa dalam darah. Larutan baku standar dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan alat khusus yang kita ketahui yakni clinipette. Larutan blanko yang sudah dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian disimpan (inkubasi) selama 10 menit minimal pada suhu ruangan (15-25 oC). Larutan blanko diambil dari reagen kit kolesterol untuk perbandingan sampel dengan larutan baku satndar. Preparasi pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara mempersiapkan segala alat dan bahan yang diperlukan untuk praktikum ini diantaranya yaitu sampel darah.199. alat yang biasa digunakan untuk mengambil sampel maupun larutan baku standar adalah dengan menggunakan clinipette. yakni dengan cara pemeriksaan kolesterol pada sampel darah tertentu. 60-70% diangkut oleh LDL. Pada manusia.198 dan 0. praktikan ingin mengetahui seberapa banyakkah kolesterol di dalam darah manusia.Kita tahu bahwa kolesterol merupakan steroid alcohol yang tidak jenuh yang termasuk ke dalam golongan lipid yaitu senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi hanya larut di dalam pelarut organik. Dua pertiga bagian dari kolesterol plasma diesterifikasi dengan asam basa lemak jenuh dan tak jenuh rantai panjang dan satu pertiga bagian terdapat sebagai kolesterol tidak teresterifikasi. sehingga tidak akan mengganggu dalam hal pemeriksaan. Dalam praktikum ini kami menggunakan clinnipette yang mempunyai ukuran 10 µl dan 1.0 µl.

Sampel terbaik adalah serum (berasal dari yang tidak hemolisis).0 µl setelah itu sample di inkubasi selama 10 menit.html. Daftar Pustaka Wikipedia. Karena konsentrasi nilai kolesterol lebih dari rentang batas normal nilai kolesterol normal yakni < 200 mg/dl. Setelah penambahan reagen pada sampel terbentuk larutan berwarna merah muda (pink).430. [Online].2 mempunyai nilai sebesar 434. . yakni : Csampel = x Cstandar Adapun nilai konsentrasi kolesterol dalam darah (serum) yang didapat adalah sebesar 434.Setelah itu lalu masuk ke dalam perlakuan sampel darah yang akan digunakan dalam pemeriksaan kali ini.430 dan -0. Kolesterol dalam serum stabil selama 1 minggu pada suhu kamar (18-30 oC) dan 6 bulan pada keadaan beku. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel. Kesimpulan Konsentrasi kolesterol dalam serum (sampel darah) dengan sampel no.430. sampel darah dimasukkan kedalam tabung reaksi menggunakan clinipette sebanyak 10 µl kemudian masukkan reagen glukosa sebanyak 1. Sampel yang sudah di inkubasi kemudian di uji menggunakan Spektrofotometer untuk mengetahui panjang gelombang (λ) dan absorban pada sampel. 0. Hal ini dilakukan agar nilai kolesterol dalam sampel dapat diketahui. Adapun hasil absorban sampel yang didapat yakni -0.429. [15 September 2011].429. Adapun nilai kolestrol yang normal pada tubuh manusia yakni < 200 ml/dl. Kolesterol.wikipedia.430 dan 0.01 mg/dl. Tersedia : http://id. maka sampel tersebut dapat dikatan tidak normal. Perhitungan nilai konsentrasi kolesterol dapat dilakukan dengan menggunakan rumus. Hasil nilai negatif yang didapat dianggap positif. tahapan selanjutnya yakni dengan melakukan perhitungan nilai absorban standard dan nilai absorban sampel dengan konsentrasi standar. D.01 mg/dl. maka nilai absorban yang sebenarnya adalah sebesar 0. -0. (2011). Seperti halnya pada larutan blanko.org/wiki/Kolesterol.

maka akan terbentuk warna hijau biru yang intens akibat pembentukan polimer hidrokarbon tak jenuh.043 M asam sulfosalisilat dengan asam asetat glacial Asam sulfat pekat 96% Pereaksi warna II Asam asetat anhidrat dalam asam asetat glacial 4:1 . Metode yang digunakan Metode yang digunakan dalam penentuan kadar kolesterol total dalam praktikum ini ialah metode Liberman-Burchard c. b.Uji Kadar Kolesterol Total: Metode Liberman-Burchard Berikut ini merupakan contoh laporan praktikum kimia klinik. Prinsip Pemeriksaan Bila kolesterol direaksikan dengan asam asetat anhidrit dan asam sulfat pekat dalam lingkungan bebas air. Hasil reaksi antara kolesterol dengan pereaksi warna yang membentuk kompleks berwarna hijau biru tersebut diukur absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. semoga bermanfaat ya ! a. Alat & Bahan − − − − − − − − − − − Tabung reaksi Rak tabung reaksi Pipet tetes Pipet ukur Pipet mikro Gelas beaker Spektrofotometer Serum jernih Pereaksi warna I 0. Tujuan Praktikum Untuk menentukan kadar kolesterol total dalam serum. d.

05 Standar 0. − Perhitungan: Kolesterol total serum (mg/dl) = Keterangan: Dt = Absorbansi deri kolesterol dalam sampel serum Dst = Absorbansi dari kolesterol standar f.5 2.05 Pereaksi kolesterol 2.173 Blanko Bening jernih (-) Bening kekuningan 0.000 ditambahkan setelah 15 Kolesterol total serum (mg/dl) = Test A = Test B = .− Standar kolesterol 250 mg/dl (Bio analitika®) e.073 0.5 − Dicampur dan tangguhkan selama 5 menit pada suhu 20-25°C lalu ditambahkan: Tes Standar Blanko Asam sulfat pekat 0.032 Test B Hijau kekuningan (+) Kuning Standar Hijau kebiruan Coklat kekuningan 0.05 Aquadest 0.5 0. lalu baca dalam spektrofotometer pada panjang gelombang 610 nm.5 0. Hasil Pemeriksaan & Interpretasi Hasil Warna H2SO4 Warna didiamkan menit Absorbansi setelah Test A Hijau kekuningan (+ +) Kuning kecoklatan 0.5 2. Cara Kerja − Dibuat pereaksi kolesterol dengan mencampur pereaksi warna I dan II dengan perbandingan (75:25) − Dibuat campuran sebagai berikut: Tes Standar Blanko Serum 0.5 − Dicampur sampai semua protein larut. ditangguhkan selama 15 menit pada suhu 2025°C.

maka akan terbentuk warna hijau biru yang intens akibat pembentukan polimer hidrokarbon tak jenuh. Hasil reaksi antara kolesterol dengan . pada percobaan ini digunakan serum sebagai sampel karena serum merupakan suatu plasma darah yang menjadi tempat sirkulasi kolesterol. g. Setelah penambahan asam sulfat pekat larutan berwarna kuning kecoklatan. Namun larutan menjadi berwarna kekuningan setelah didiamkan selama 15 menit. Oleh karena itu. Asam sulfat ini berguna untuk membentuk kompleks warna. Dimana apabila terdapat endapan kolesterol dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah menjadi makin tebal.Kadar kolesterol total dalam serum test A adalah 105. Terlihat bahwa kadar kolesterol total dalam serum test A dan test B berada di bawah rentang normal yaitu 125-250 mg/dl. Hal ini berarti jantung harus bekerja lebih keras daripada biasanya. Seharusnya larutan menjadi berwarna kemerahan setelah ditambahkan asam sulfat pekat yang setelah didiamkan akan berubah menjadi warna biru dan hijau akibat pembentukan polimer tak jenuh. Dalam praktikum ini digunakan campuran Pereaksi warna I (0. maka aliran darah terganggu dan untuk mengatasi gangguan ini jantung harus memompa lebih keras. Dengan penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya kelenturan pembuluh darah.043 M asam sulfosalisilat dengan asam asetat glacial) dan pereaksi warna II (asam asetat anhidrat dalam asam asetat galisia 4:1) dengan perbandingan 75:25 yang berfungsi untuk melarutkan kolesterol.49 mg/dl dan kadar kolesterol total dalam serum test B adalah 46. menentukan kadar kolesterol pada penderita hiperlipidemia dan penyakit terkait. Dimana warna hijau yang terjadi sebanding dengan kadar kolesterol. Hal ini mengakibatkan juga berkurangnya elastisitas atau kelenteran pembuluh darah. Serum merupakan bagian dari cairan tubuh yang bercampur dengan darah. Bila kolesterol direaksikan dengan asam asetat anhidrit dan asam sulfat pekat dalam lingkungan bebas air. Pembahasan Penetapan kadar kolesterol total termasuk analisis yang penting dilakukan untuk keperluan diagnose gangguan metabolisme lipid. secara otomatis kolesterol pasti terkandung di dalam serum. dan dapat juga digunakan untuk mencari hubungan kadar kolesterol dengan resiko penyakit jantung. Serum juga merupakan sebuah plasma darah tanpa adanya fibrinogen.24 mg/dl. Seringkali serum diartiakan sebagai cairan tanda sel darah dan faktor koagulasi atau fibrinogen. Jadi.

2009). Setelah dihitung dengan rumus maka diperoleh kadar kolesterol total dalam serum test A adalah 105. Adapun salah satu hal teknis yang dapat menyebabkan rendahnya kadar kolesterol ini adalah dilakukannya pengenceren serum sebelumnya sehingga kadar kolesterol serum test A dan test B berada di bawah rentang normal. Sebagian besar kolesterol di dalam tubuh kita disintesa oleh tubuh dan juga diambil dari sumber makanan.49 mg/dl dan kadar kolesterol total dalam serum test B adalah 46.pereaksi warna yang membentuk kompleks berwarna hijau biru tersebut diukur absorbansinya dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Terlihat bahwa kadar kolesterol total dalam serum test A dan test B berada di bawah rentang normal yaitu 125-250 mg/dl yang menunjukkan keadaan pasien hipolipidemia. Kolesterol memainkan peranan penting dalam proses biokimia misalnya sebagai komponen membran sel dan sintesa berbagai hormon steroid (Sudarma. sehingga apabila total kolesterol rendah maka akan mengganggu proses-proses tersebut. .24 mg/dl. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: (Miroslav. 1971) Selanjutnya absorbansi dibaca pada panjang gelombang 560 nm karena pada panjang gelombang 560 nm nilai absorbansi yang diperoleh lebih stabil.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful