Pengertian Keadilan Dalam Alquran

Alquran merupakan rangkaian petunjuk bagi ummat Islam dalam menuju kehidupan yang bahagia dan sejahtera di dunia maupun di akhirat. Alquran tidak hanya mengajarkan tentang ibadah baik hubungan seorang manusia dengan tuhannya dan dengan manusia lainnya, tapi juga mengajarkan nilai-nilai kebenaran universal.Di sinilah salah satu letak kesempurnaan Alquran. Ajarannya meliputi semua nilai-nilai kebenaran universal. Petunjuk-petunjuk tersebutlah yang kemudian dikembangkan dan diikuti oleh ummat muslimin dalam menuju kesempurnaan. Salah satu nilai universal yang tercakup dalam Alquran adalah nilai-nilai keadilan. Makalah ini akan menguraikan tentang keadilan dalam Alquran.

B. Defenisi Keadilan Dalam Alquran

K

‗ ‗ 1] Kata kerja ini berakar ‘‘

– -

‗ ‗

–‗

‗ -‗

= keadaan menyimpang).[2] Jadi rangkaian huruf-huruf

tersebut mengandung makna yang bertolak belakang, yakni lurus atau sama dan bengkok atau berbeda. Dari makna ‗ ― ‖ J ‗

sikapnya selalu menggunakan ukuran yang sama, bukan ukuran ganda. Persamaan itulah yang merupakan makna asal ‗ ‗ memperoleh haknya. Dengan demikian, ia melakukan sesuatu yang patut dan tidak sewenang-wenang.[3] ― ‖ -sama harus

Al-A

‗ A

S ‗

mendefinisikannya dengan penempatan sesuatu pada tempat

adalah memberikan hak kepada pemiliknya melalui jalan yang terdekat. Hal ini sejalan dengan pendapat al-Maraghi ‗ c

K

) dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali di dalam al-Q

K

‗ 5 : 95

13

kali, yakni pada S. al-Baqarah (2): 48, 123, dan 282 (dua kali), S. An-N 106, S. Al-A ‗

‘ 4 : 58 S A -M ‘

6 : 70 S A -Nahl (16): 76 dan 90, S. Al-Hujurat (49): 9, serta S. ath-Thalaq (65): 2.

K

-Quran memiliki aspek dan objek yang beragam, begitu pula pelakunya. Keragaman tersebut ‗ P ‗ ‘ 4 : 3 58 ― 129 S ‖ P -Syura (42): 15, S. Al-M ‘ M ut penelitian M. Quraish Shihab, paling tidak ada empat makna -Quran, antara lain 5 : 8, S. An-Nahl (16): 76, 90, dan S. Al-

pada S. an-N

H

49 : 9 K

‗ ‘ 4 : 58

-ayat tersebut yang dimaksud adalah persamaan

dalam hak.[4] Di dalam S. An-N

َ ‫وا‬ ُ ْ‫تح‬ ُ‫م‬ َّ ‫م َبيْنَ ال‬ َ ْ‫اس اَن‬ َ َ‫ِذا ح‬ ‫ل‬ ْ ‫كم‬ ْ‫ك‬ َ ْ‫ت‬ ِ ْ‫با ْلعَ د‬ ِ ‫ُوا‬ ِ ‫ن‬

Apabila [kamu] menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkan dengan adil).

K

c

keputusan. Yakni, menuntun hakim untuk menetapkan pihak-pihak yang bersengketa di dalam posisi yang sama, misalnya tempat duduk, penyebutan nama (dengan atau tanpa embel-embel penghormatan), keceriahan wajah, kesungguhan mendengarkan, memikirkan ucapan mereka, dan sebagainya, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan.

Menurut al-B

‖ P

dikemukakan pula oleh Rasyid Ridha bahwa keadilan yang diperintahkan di sini dikenal oleh pakar bahasa Arab dan bukan berarti menetapkan hukum (memutuskan perkara) berdasarkan apa yang telah pasti di dalam agama. Sejalan dengan pendapat ini, Sayyid Quthub menyatakan bahwa dasar persamaan itu adalah sifat kemanusiaan yang dimiliki setiap manusia. Ini berimplikasi pada persamaan hak karena mereka sama-sama manusia. Dengan begitu, keadilan adalah hak setiap manusia dan dengan sebab sifatnya sebagai manusia menjadi dasar keadilan dalam ajaran-ajaran ketuhanan.

K

‖ P

ini ditemukan di dalam S. al-M ‘

5 : 95

S

-Infithar (82): 7.

Pada ayat yang disebutkan terakhir, misalnya dinyatakan,

َ َ‫فعَ د‬ َ ‫ك‬ َ ‫ك‬ َ ‫خ َل‬ َ ْ‫اَلَّذِى‬ ‫ك‬ َ ‫ل‬ َ ‫سوَّ ا‬ َ ‫ف‬ َ ‫ق‬

[Allah] Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan [susunan tubuh]-mu seimbang).

M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa keseimbangan ditemukan pada suatu kelompok yang di dalamnya terdapat beragam bagian yang menuju satu tujuan tertentu, selama syarat dan kadar tertentu terpenuhi oleh setiap bagian. Dengan terhimpunnya syarat yang ditetapkan, kelompok itu dapat bertahan dan berjalan memenuhi tujuan kehadirannya. Jadi, seandainya ada salah satu anggota tubuh manusia berlebih atau berkurang dari kadar atau syarat yang seharusnya, maka pasti tidak akan terjadi k ‗ ‘

ini menimbulkan keyakinan bahwa Allahlah Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui menciptakan serta mengelola

segala sesuatu dengan ukuran, kadar, dan waktu tertentu guna mencapai tujuan. Keyakinan ini nantinya mengantarkan ‗ I ‘

K

― ― ‖ L z

v ‖ ― P

‖ P

di dalam S. al-A ‗

6 : 152

َ َ‫كان‬ َ ‫وا‬ ُ ‫ِذا قُ ْل‬ َ‫و‬ َ ‫م‬ ‫ذاقُرْ بَى‬ ْ ‫وا وَ َل‬ ْ ُ ‫دل‬ ِ ْ‫فاع‬ َ ْ‫ت‬

Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat[mu]).

P

K

A

‗A

nya

eksistensi, tidak mencegah kelanjutan eksistensi dan perolehan rahmat saat terdapat banyak kemungkinan untuk itu. Jadi, keadilan Allah pada dasarnya merupakan rahmat dan kebaikan-Nya. keadilan Allah mengandung konsekuensi bahwa rahmat Allah swt. tidak tertahan untuk diperoleh sejauh makhluk itu dapat meraihnya. Allah memiliki hak atas semua yang ada, sedangkan semua yang ada tidak memiliki sesuatu di sisi-Nya. Di dalam pengertian inilah harus S A ‗I menegakkan keadilan). 3 : 18 A Q =Yang

D

1

S A -Baqarah (2):

282; (2) menyandarkan perbuatan kepada selain Allah dan atau menyimpang dari kebenaran, seperti di dalam S. AnN ‘ 4 : 135; 3 A -Nya (musyrik), seperti di dalam S. al-A ‗ 6:1

dan 150; (4) menebus, seperti di dalam S. al-Baqarah (2): 48, 123 dan S. al-A ‗am (6): 70.

‗A

-‗A

) juga merupakan salah satu al-

A

kaidah bahasa Arab, apabila kata jadian (mashdar) digunakan untuk menunjuk kepada pelaku, maka hal tersebut mengandung ― ‖ D A A -‗A = keadilan), maka ini

berarti bahwa Dia adalah pelaku keadilan yang sempurna.

Dalam hal ini, M. Quraish Shihab menegaskan bahwa manusia yang bermaksud meneladani sifat Al

)

ini -- setelah meyakini keadilan Allah -- dituntut untuk menegakkan keadilan walau terhadap keluarga, ibu, bapak, dan dirinya, bahkan terhadap musuhnya sekalipun. keadilan pertama yang dituntut adalah dari dirinya dan terhadap dirinya sendiri, yakni dengan jalan meletakkan syahwat dan amarahnya sebagai tawanan yang harus mengikuti perintah akal

Seorang mukmin tidak diperkenankan untuk berlaku curang. Dan bertakwalah kepada Allah. I T ―W M A memerintahkan kepada kalian untuk berlaku amanat dalam kepemimpinan kalian. Karena jika demikian. berlaku adil dalam menetapkan hukum untuk kemaslahatan manusia. menjadi saksi yang adil. karena adil itu lebih dekat kepada takwa. sesungguhnya Allah M M ‖ QS A -Maidah [5]: 8) K ‘ I hanya merupakan dasar dari masyarakat Muslim yang sejati. Keadilan adalah perbuatan yang paling takwa atau keinsyafan ketuhanan dalam diri manusia. D A D ―W ‖ ―‗ ‖ ― ‖ P m Alquran sering terkait dengan ― ‖ manusia. kekuasaan yang patut dan harus ditaati hanyalah yang mencerminkan rasa keadilan karena menjalankan amanat Tuhan. Setiap orang mampu menjaga kehidupan materinya dan bekerja untuk menghidupi keluarga. tempatkanlah sesuatu pada tempat . Dalam Islam. Kedua. ―H -orang yang beriman. baik dengan menolak kemewahan maupun aksetisme yang berlebihan. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Keadilan Dalam Alquran. titipan suci dari tuhan) kepada manusia untuk sesamanya. Kekuasaan pemerintahan adalah sebuah keniscayaan demi ketertiban tatanan hidup kita. Orang yang imannya benar dan berfungsi dengan baik akan selalu berlaku adil terhadap sesamanya.[5] C. bukan menjadikannya tuan yang mengarahkan akal dan tuntunan agama. ia justru ‗ tkan sesuatu pada tempatnya yang wajar.[7] Pertama. Ayat di atas juga mencerminkan beberapa prinsip berikut. Kekuasaan dan ketaatan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini tergambar dengan sangat jelas dalam surat di atas. berlaku amanat. Namun. [6] Mendalamnya makna keadilan berdasarkan iman bisa dilihat dari kaitannya dengan amanat (amanah. Sendi setiap bentuk kekuasaan adalah sikap patuh dari banyak orang kepada penguasa. hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah. yang berarti kesadaran akan kesatuan tujuan dan makna hidup seluruh alam ciptaan-Nya. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum. bohong dan khianat.dan agama. Sikap seimbang langsung memancar dari sikap tauhid atau keinsyafan mendalam akan hadirnya Tuhan Yang Maha Esa dalam hidup. Berlaku adillah. Khususnya amanat yang berkenaan dengan kekuasaan memerintah. antara keimanan dan keadilan tidak terpisah. sebagaimana di masa lampau dan seharusnya di masa mendatang.

seorang ulama besar dan pembaru Islam asal Mesir. jangan pernah mengambil sesuatu kecuali Allah mengizinkannya.dan tuannya. Hal ini tidak hanya diakui oleh umat Islam saja. Berkeley. Essays in a Post-Traditionalist World (Melampaui Kepercayaan: Esei-esei Agama di Dunia Pos-Tradisionalis). Keadilan dalam distribusi pendapatan menghancurkan setiap gerakan kezaliman dalam pemerintahan. seorang pemimpin yang zalim malah akan menghancurkan negara M H c ―A -H z ‖ ―N I ‖ Untuk itu. sudah merupakan kepentingan negara Islam berlaku adil untuk warga Muslim ataupun pihak lain yang menjadi lawan komunikasinya. Semua ini adalah perintah Allah yang A S J ‖ I Q ―A kalangan Islam. Tanpa itu. Ketetapan hukum inilah yang kemudian dipakai dalam memperlakukan kelompok minoritas agama. sangat menekankan keadilan dalam pemikirannya. Kaum Muslim awal (Nabi Muhammad dan para sahabatnya) telah berhasil membumikan pesan keadilan Alquran dalam suatu tatanan masyarakat yang mereka bentuk di Madinah.[8] Islam bukan cuma ritual-ritual bagaimana individu berhubungan dengan sang Pencipta. Namun. . Robert N. Mengenai penegakan keadilan. Hal ini tentunya sangat tidak diinginkan oleh Islam. Islam juga menginginkan tegaknya suatu masyarakat yang adil dan makmur di mana setiap orang diperlakukan dengan layak dan dihargai sebagai manusia. berlaku adil adalah keharusan dalam menetapkan keputusan hukum di antara manusia. ungkapan yang sering kita dengar dan kalimat I ‗ akan kehilangan taringnya dan mengawang-awang di angkasa serta tidak akan pernah menginjakkan kakinya di bumi. jangan berbuat zalim. R ―T ‖ B A M lahan yang lebih buruk A sebagaimana sanksi yang diberikan Allah kepada orang yang melalaikan shalat. Tapi. menyampaikan kesaksian dan lain sebagainya. Seorang pemimpin Muslim harus bisa berlaku amanah setiap menerima titipan. baik itu warga negara ataupun penduduk asing. Ibnu Taimiyah memperingatkan bahwa seorang pemimpin yang adil akan mampu menegakkan negara walaupun ia kafir. Perintah untuk berlaku ad ‖ Rasyid Ridha. mengakui bahwa masyarakat yang dibangun Nabi di Madinah adalah masyarakat yang menegakkan keadilan dan menjadi masyarakat yang sangat demokratis untuk masa dan zamannya. Amerika Serikat-dalam bukunya On Religion Beyond Belief. Bellah-pensiunan Guru Besar sosiologi (Elliot Profesor) pada Universitas California. tak terkecuali walau bukan dari golongan Muslim sekalipun.

Tidak dapat dipungkiri. Namun. Argumentasi seperti itu memang tampak menarik sepintas lalu. dengan mudah kita lalu dihinggapi semacam rasa cepat puas diri sebagai pribadi-pribadi Muslim dengan temuan yang mudah diperoleh secara gamblang itu. Rendahnya produktivitas individual sebagai akibat langsung dari hilangnya kebebasan individual warga masyarakat yang sudah berwatak kronis. terutama ideologi-ideologi besar seperti Sosialisme. Sebagai hasil lanjutan dari rasa puas diri itu. Kaum Muslim akan semakin menjauhi keharusan mencari pemecahan yang hakiki dan berdayaguna penuh untuk jangka panjang. pembahasan masalah itu oleh pemikir Komunis diabaikan. Reduksi sebuah kerumitan menjadi masalah yang disederhanakan. justru akan menambah parah keadaan. Konsep Keadilan dan Redefenisi Keadilan. terbukti dengan kemauan mendirikan negara-negara Komunis dalam kurun waktu enam dasawarsa terakhir ini. terlepas dari hakikatnya sebagai ideologi atau bukan. Komunisme. Mengapakah kita harus sulit-sulit mencari pemikiran dengan kompleksitas sangat tinggi tentang keadilan? Bukankah lebih baik apa yang ada itu saja segera diwujudkan dalam kenyataan hidup kaum Muslimin secara tuntas? Bukankah refleksi yang lebih jauh hanya akan menimbulkan kesulitan belaka? "Kecenderungan praktis" tersebut. baik secara kolektif maupun individual. memang sudah kuat terasa dalam wawasan teologis kaum skolastik (mutakallimin) Muslim sejak delapan abad terakhir ini. Ketika Marxisme dihadapkan kepada masalah penjagaan hak-hak perolehan warga masyarakat. al-Qur'an meningkatkan sisi keadilan dalam kehidupan manusia. lalu muncul idealisme atas al-Qur'an sebagai sumber pemikiran paling baik tentang keadilan Kebetulan persepsi semacam itu sejalan dengan doktrin keimanan Islam sendiri tentang Allah sebagai Tuhan Yang Maha Adil. dan merasa puas dengan "pemecahan" sementara yang tidak akan berdayaguna efektif dalam jangka panjang. terbukti dengan "di bongkar pasangnya" [9] Komunisme dewasa ini oleh para pemimpin mereka sendiri di mana-mana. dengan menekankan slogan "demokrasi sosial" sebagai pemecahan praktis yang menyederhanakan masalah. Dalam kecenderungan segera melihat hasil penerapan wawasan Islam tentang keadilan dalam hidup nyata. persaingan ketat antara Islam sebagai sebuah paham tentang kehidupan. "pemecahan masalah" seperti itu ternyata membawa hasil buruk. Nasionalisme dan Liberalisme. dan paham-paham besar lain di dunia ini. dan dihadapkan demikian kuatnya wewenang masyarakat untuk memiliki alat-alat produksi. sebenarnya kecenderungan serba praktis seperti itu adalah sebuah pelarian yang tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi dewasa ini justru bangsa-bangsa Muslim sedang dilanda masalah ketidakadilan dalam ukuran sangat massif. dan cenderung menilai refleksi filosofis yang sangat kompleks dan rumit. Memang berdayaguna besar dalam jangka pendek. Bukankah kalau Allah sebagai sumber keadilan itu sendiri.D. Karenanya. Demikian juga. Namun. akhirnya . lalu sudah sepantasnya al-Qur'an yang menjadi firmanNya (kalamu Allah) juga menjadi sumber pemikiran tentang keadilan? Cara berfikir induktif seperti itu memang memuaskan bagi mereka yang biasa berpikir sederhana tentang kehidupan.

Demikian pula. Kalau dikatagorikan. yaitu sebagai penjabaran bentuk-bentuk keadilan dalam kehidupan. . merasakan solidaritas secara konkrit dengan sesama warga masyarakat. penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan ("Hendaknya kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan "). Secara keseluruhan. Dari terkaitnya beberapa pengertian kata 'adl dengan wawasan atau sisi keadilan secara langsung itu saja. sudah tampak dengan jelas betapa porsi "warna keadilan " mendapat tempat dalam al-Qur'an. tugas dan amanat yang dipikulnya. Berbagai masalah dasar yang sama akan dihadapi juga oleh paham yang dikembangkan Islam. wawasan keadilan itu tidak hanya dibatasi hanya pada lingkup mikro dari kehidupan warga masyarakat secara perorangan. jika tidak dari sekarang dirumuskan pengembangannya secara baik dan tuntas. juga akan dihadapkan kepada nasib yang sama dengan yang menentang Komunisme. [10] Al-Qur'an menggunakan pengertian yang berbeda-beda bagi kata atau istilah yang bersangkut-paut dengan keadilan. Sedangkan kata 'adl dalam berbagai bentuk konjugatifnya bisa saja kehilangan kaitannya yang langsung dengan sisi keadilan itu (ta'dilu. Kalaupun ada persoalan. pengertianpengertian di atas terkait langsung dengan sisi keadilan. sikap yang tidak memihak. dan seterusnya. bukankah hanya melalui jalan pintas belaka. Pembahasan berikut akan mencoba mengenal (itemize) beberapa aspek yang harus dijawab oleh Islam tentang wawasan keadilan sebagaimana tertuang dalam al-Qur'an. Pertama-tama akan dicoba untuk mengenal wawasan yang ada. lemah dan kekurangan. bahkan yang paling rumit sekalipun. Bahkan kata yang digunakan untuk menampilkan sisi atau wawasan keadilan juga tidak selalu berasal dari akar kata 'adl. hukm dan sebagainya digunakan oleh al-Qur'an dalam pengertian keadilan.memaksa parta-partai Komunis untuk melakukan perombakan total seperti diakibatkan oleh perestroika dan glasnost di Uni Soviet beberapa waktu lalu. ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan keadilan dalam al-Qur'an dari akar kata 'adl itu. kemudian dicoba pula untuk menghadapkannya kepada keadaan dan kebutuhan nyata yang sedang dihadapi umat manusia.[11] Hal-hal yang ditentukan sebagai capaian yang harus diraih kaum Muslim itu menunjukkan orientasi yang sangat kuat akar keadilan dalam al-Qur'an. haruslah diangkat ke permukaan dan selanjutnya dijadikan bahan kajian mendalam untuk pengembangan wawasan kemasyarakatan Islam yang lebih relevan dengan perkembangan kehidupan umat manusia di masa-masa mendatang. Jika dengan cara ini lalu menjadi jelas hal-hal pokok dan sosok kasar dari apa yang harus dilakukan selanjutnya. tercapailah sudah apa yang dikandung dalam hati. yaitu sesuatu yang benar. jujur dalam bersikap.) dalam keyakinan atau akidah mereka. Tilikan atas pengalaman orang lain itu mengharuskan kita untuk juga meninjau masalah keadilan dalam pandangan Islam secara lebih cermat dan mendasar. sehingga dapat dimengerti sikap kelompok Mu'tazilah dan Syi'ah untuk menempatkan keadilan ('adalah) sebagai salah satu dari lima prinsip utama al-Mabdi al-Khamsah. Kesimpulan di atas juga diperkuat dengan pengertian dan dorongan al-Qur'an agar manusia memenuhi janji. melindungi yang menderita. melainkan juga lingkup makro kehidupan masyarakat itu sendiri. Kata-kata sinonim seperti qisth. Sikap adil tidak hanya dituntut bagi kaum Muslim saja tetapi juga mereka yang beragama lain. dalam arti mempersekutukan Tuhan dan 'adl dalam arti tebusan).

seperti yatim-piatu. Dengan demikian. kurang bercorak reflektif. bahwa sifat dasar wawasan keadilan yang dikembangkan al-Qur'an ternyata bercorak mekanistik. dan dengan demikian sedikit banyak berwatak straktural. Dari pengamatan akan kedua hal di atas lalu menjadi jelas. karena ternyata dalam sejarah. walaupun dalam sisi-sisi yang lain justru wawasan keadilan itu dilanggar. dan dengan demikian akan diperhitungkan dalam amal perbuatan seorang Muslim di hari perhitungan (yaum al-hisab) kelak. Orientasi sekian banyak "wajah keadilan " dalam wujud konkrit itu ada yang berwatak karikatif maupun yang mengacu kepada transformasi sosial. Juga sanak keluarga (dzawil qurba) yang memerlukan pertolongan sebagai pengejawantahan keadilan. Keterbatasan visi itu tampak dari kenyataan. sesuatu yang katakanlah legalformalistik. bukan sekedar sebagai acuan etis atau dorongan moral belaka. tanpa mempersoalkan apakah memiliki dua orang isteri itu sendiri adalah sebuah tindakan yang adil.Mengingat sifat dasar wawasan keadilan yang legal-formalistik dalam al-Qur'an itu. dan bentuk penuangannya yang terasa "sangat berbalasan" (talionis. wawasan keadilan dalam al-Qur'an mudah sekali diterima sebagai sesuatu yang ideologis. umpamanya. melainkan juga dalam kebebasan mereka untuk mempertahankan keyakinan dan melaksanakan ajaran agama masing-masing. bahwa permasalahan utama bagi wawasan keadilan dalam . keadilan ideologis cenderung membuahkan tirani yang mengingkari keadilan itu Sebab kenyataan penting juga harus dikemukakan dalam hal ini. wanita hamil atau yang baru saja mengalami perceraian. karena ada "pertukaran jasa" antara mengandung anak (bagi suami) dan memberikan santunan material (bagi isteri). pemenuhan tuntutan keadilan yang seharusnya berwajah utuh. Warna kompensatoris dari wawasan keadilan yang dibawakan al-Qur'an itu juga terlihat dalam sederhananya perumusan apa yang dinamakan keadilan itu sendiri. Pelaksanaannya merupakan pemenuhan kewajiban agama. lalu menjadi sangat parsial dan tergantung kepada pelaksanaan di satu sisinya belaka. Sangat terasa watak berbalasan dari "pemenuhan keadilan " yang berbentuk seperti ini. terpenuhilah sudah kewajiban berbuat adil. Dapat dikemukakan sebagai contoh. bahwa kalau suatu bentuk tindakan telah dilakukan. Wanita yang diceraikan dalam keadaan hamil berhak memperoleh santunan hingga ia melahirkan anak yang dikandungnya. cukup dengan jumlah tertentu berupa uang atau bahan makanan. Yang cukup menarik adalah dituangkannya kaitan langsung antara wawasan atau sisi keadilan oleh al-Qur'an dengan upaya peningkatan kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup warga masyarakat. sebagaimana terbukti dari revolusi yang dibawakan Ayatullah Khomeini di Iran. kompensatoris). seorang suami telah "bertindak adil" jika "berbuat adil" dengan menjaga ketepatan bagian menggilir dan memberikan nafkah antara dua orang isteri. Ini mungkin karena "warna" dari bentuk konkrit wawasan keadilan itu adalah "warna" hukum agama. Fase terpenting dari wawasan keadilan yang dibawakan al-Qur'an itu adalah sifatnya sebagai perintah agama. kaum muskin. Dengan demikian. terutama mereka yang menderita dan lemah posisinya dalam percaturan masyarakat.Itupun tidak hanya dibatasi sikap adil dalam urusan-urusan mereka belaka. janda. secara langsung kita dapat melihat adanya dua buah persoalan utama yaitu keterbatasan visi yang dimiliki wawasan keadilan itu sendiri. Sudah tentu dengan segenap bahayabahaya yang ditimbulkannya.

di samping kejujuran intelektual yang tinggi untuk merampungkannya secara kolektif. masih punyakah umat Islam kejujuran intelektual seperti itu. Keragaman tersebut ‗ K A mengakibatkan keragaman ma mencakup pengertian dan bidang yang berbeda. atau memang sudah tercebur semuanya dalam pelarian sloganistik dan "kerangka operasionalisasi" serba terbatas. Penutup. perhatian terhadap hak individu dan memberikan hak itu kepada setiap pemiliknya. Sampai sejauh manakah dapat dikembangkan wawasan demokrasi yang utuh bila dipandang dari sudut wawasan keadilan yang dimiliki al-Qur'an itu? Dapatkah kepada kelompok demokrasi yang utuh bila dipandang dari sudut wawasan keadilan yang dimiliki al-Qur'an itu? Dapatkah kepada kelompok minoritas agama diberikan hak yang sama untuk memegang tampuk kekuasaan? Dapatkah wawasan keadilan itu menampung kebutuhan akan persamaan derajat agama dikesampingkan oleh kebutuhan akan hukum yang mencerminkan kebutuhan akan persamaan perlakuan hukum secara mutlak bagi semua warga negara tanpa melihat asal-usul agama. Masalahnya. apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan wawasa keadilan dalam kehidupan itu sendiri. yang jawabanjawabannya akan menentukan mampukah atau tidak wawasan keadilan yang terkandung dalam al-Qur'an memenuhi kebutuhan sebuah masyarakat modern di masa datang. mencakup sikap dan perlakuan hakim pada saat proses pengambilan keputusan. Kata ‗ K ‗ ) dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 28 kali di dalam al-Q K ‗ 13 -Quran memiliki aspek dan objek yang beragam. 5 Bukti Kebenaran Nama Allah SWT Al-‘Adlu (Maha Adil) Desember 16. begitu pula pelakunya. etnis. bahasa dan budayanya? Dapatkah dikembangkan sikap untuk membatasi hak milik pribadi demi meratakan pemilikan sarana produksi dan konsumsi guna tegaknya demokrasi ekonomi? Deretan pertanyaan fundamental. Beberapa makna keadilan dalam Alquran adalah persamaan dalam hak. masalahnya lalu menjadi rumit dan memerlukan refleksi filosofis. seimbang. 2011zuhdi20abdillahTinggalkan KomentarGo to comments . berada di pertengahan dan mempersamakan.pandangan al-Qur'an itu masih memerlukan pengembangan lebih jauh. sebagai pelarian yang manis? E. Jelas. kalau diinginkan relevansi berjangka panjang dari wawasan itu sendiri. Diperlukan kajian-kajian lebih lanjut tentang peta permasalahan seperti dikemukakan di atas. namun jelas sekali bahwa visi keadilan yang ada dalam al-Qur'an dewasa ini harus direntang sedemikian jauh.

buktiya Allah memberi dispensasi bagi yang melakukan kejahatan dengan mendapat balasan yang seimbang atau setara dengan apa yang diperbuat. Sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah saw : “Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Adapun di sini akan dijelaskan mengenai 5 bukti dari sekian banyak bukti dari nama Allah ‘Azza wa Jalla..(HR. (HR. andai saja jika kita berniat melakukan kejahatan kemudian Allah ‘Azza wa Jalla mencatat bagi kita satu kejahatan meskipun kita tidak mengerjakannya seperti halnya Allah mencatat satu kebaikan bagi yang berniat berbuat kebaikan meskipun tidak mengerjakannya. apapun dan bagaimanapun bentuknya. Dan 5 bukti tersebut adalah : (Pertama).. Bukhari – Muslim) Dari ayat dan hadist tadi kita dapat menarik kesimpulan bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla betul -betul Maha Adil. jika cahaya lentera tersebut redup. (HR.Barangsiapa berniat akan berbuat kebaikan tanpa sempat mengerjakannya. kemudian dia mengerjakannya.”(HR. (HR. maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. kemudian dia laksanakan. “….. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. beda halnya dengan jika kita berbuat kebaikan yang dihadiahkan dengan sepuluh . Adapun bukti yang menunjukkan bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla Maha Adil di sini adalah segaimana disebutkan dalam dua hadist di bawah ini :”…. dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat karena Allah ‘Azza wa Jalla. (Kedua). yaitu Al ‘Adlu (Maha Adil). Dan namanama Allah ‘Azza wa Jallah tersebut bukan hanya sekedar pengertian atau wacana agama Islam itu sendiri melainkan itu memang gambaran dari sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang sangat amat sempurna dan terbukti kebenarannya sampai-sampai para ulama mengatakan bahwa dengan Asma’ u al-Husna saja tidak cukup untuk menggambarkan Keagungan dan Kesempurnaan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai pencipta alam semesta ini begitu pula alam Akhirat yang tidak diragukan lagi keberadaannya kecuali oleh orang-orang yang tidak berakal. maka Allah mencatat untuknya sepuluh kebaikan atau lebih banyak lagi…. Bukhari – Muslim) “……Jika orang berniat jahat..Apabila orang berniat kebaikan.Kita sebagai umat muslim sudah sepatutnya tahu dan faham akan nama-nama Allah ‘Azza wa Jalla yang berjumlah 99 yang terlampir dalam Asma‟ u al-Husna. Sebaliknya. Dari sini sudah jelas bahwa bahea niat merupakan syarat layak atau diterima atau tidaknya amal perbuatan..Jika orang berniat melakukan kejahatan. maka menjadi teranglah perjalanannya dalam bertemu Allah ‘Azza wa Jalla. maka Allah mencatat untuknya satu kebaikan…. (al-An‟am: 160). Bagaimana tidak. maka Allah memberinya satu kebaikan”. tetapi tidak dikerjakan. maka menjadi redup pulalah jalan yang akan dilalui oleh seorang hamba untuk bisa bertemu dengan Allah Jalla Yang Maha Pencipta dan Maha Mengadakan lagi Maha Pembentuk. Bukhari – Muslim) Dari dua hadist tersebut kita tahu betapa Allah Maha Adil. Jika lentera tersebut memancar dengan terang. maka dicatat baginya satu kejahatan”. Adalah dalam hal perbuatan yang tentunya tidak terlepas dari catatan Allah ‘Azza wa Jalla lewat dua malaikat-Nya (Rakib – ‘Atid) yang senantiasa menemani kita di setiap langkah kita. Adalah dalam hal niat yang merupakan penentu dari arah amalan-amalan yang kita perbuat karena niat tersebut berfungsi sebagai lentera atau cahaya yang akan menuntun dan menerangi perjalanan seorang hamba dalam bertemu Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). Dan bukti-bukti tersebut juga menguatkan akan kebenaran agama Islam sebagai agama Rahmatan li al-„Alamin yang dibawa oleh nabi yang bergelar al-Amin. Bukhari – Muslim) “…. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu). Lalu dari segi manakah kiranya bukti akan sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang Maha Adil ? Coba kita perhatikan dengan seksama firman Allah ‘Azza wa Jalla dan hadist Rasulullah berikut ini : “Barang siapa berbuat kebaikan mendapat sepuluh kali lipat amalnya.”. bisa dibayangkan berapa kejahatan yang sudah tercatat hanya karena niat buruk kita.

Adalah dalam hal keutamaan kaum hawa dalam berbakti kepada suaminya yang merupakan kewajiban sebagai seorang istri. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya. Ya Fathimah. (Ketiga). dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempua…. kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah. yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Bukti akan kebenaran sifat Allah SWT Yang Maha Adil di sini adalah bahwasanya Allah SWT melebihkan bagian lelaki atas wanita dalam hal warisan. Ya Fathimah. maka malaikat memohonkan ampunan baginya. tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya..Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah) Adapun tanda-tanda yang membuktikan adanya bentuk keadilan Allah Yang Maha Adil terhadap kaum hawa adalah tentang 10 wasiat Rasulullah saw terhadap Fathimah az-Zahra yang berbunyi : 1. (Keempat). Di sini karena Allah SWT lebih faham akan kekurangan kita atau kelemahan kita yaitu dorongan untuk melakukan kejahatan dalam diri kita cendrung lebih besar daripada dorongan untuk melakukan kebaikan yang disebabkan oleh godaan syetan yang terkutuk. 2. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah. Wallahu A’lam. Begitu pula dengan perempuan yang berjihad melahirkan anaknya yang rasanya seperti antara hidup dan mati kemudian dia meninggal seketika itu atau setelah ia melahirkan makan dia bisa dikatakan mati syahid tanpa harus terjun ke medan perang. maka aku tidak akan mendoakanmu. 5. Para laki-laki juga diwajibkan oleh ajaran Islam untuk mengeluarkan mas kawin untuk diberikan . dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. 8. karena kenyataannya lelakilah yang oleh syari’at dibebankan tanggung jawab untuk memberi nafkah keluarga dan membebaskan perempuan dari kewajiban tersebut meskipun perempuan boleh saja ikut mencari nafkah. serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat. niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah 3. dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Bila meninggal ketika melahirkan. tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas. melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau. serta memotong kukunya. 9. Ya Fathimah. Ya Fathimah. Ketahuilah wahai Fathimah.kebaikan. Adalah dalam hal warisan yang memberikan porsi lebih banyak kepada lelaki daripada perempuan yaitu bagian laki-laki dua kali bagian perempuan sebagaiman firman Allah SWT: “Allah mensyari‟atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Bukti lain adalah ketika para mujahid berjihad melawan musuh dan gugur.”(an-Nisa‟ : 11). Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR. Ya Fathimah. Ya Fathimah. Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum. Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jadi berikut adalah bentuk keadilan Allah terhadap kaum wanita yang mungkin tidak dapat melakukan sebagian pekerjaan mulia yang dapat dikerjakan oleh kaum lelaki. tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami. melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih. dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat. Ya Fathimah. Jika dia melahirkan kandungannya. kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan. Ya Fathimah. melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti. sebagaimana sabda Rasulullah saw :“perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti. 7. melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. 10. tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya. melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang 4. tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati. melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya. apabila wanita mengandung. tetapi dengan wujud keadilah Allah Yang Maha Adil kaum wanita memiliki porsi pahala yang sama besarnya dengan kaum lelaki meskipun dengan amalan-amalan yang berbeda seperti amalan-amalan yang telah Rasulullah saw wasiatkan kepada putrinya Fathimah az-Zahra dan seluruh kaum wanita diwaktu itu dan sesudahnya. maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. . Ya Fathimah. maka dia mati syahid. melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu. Ya Fathimah. maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya. kemarahan suami adalah kemurkaan Allah 6. meminyaki jenggot dan memotong kumisnya.

kepada istrinya sebagai cerminan cinta kasih sayangnya ketika keduanya menikah. pertama: Tauhid. hampir-hampir sudah menjadi bacaan harian bagi setiap muslim baik ketika sholat ataupun dzikir.# Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?# Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. ―D -Nya. maka (pintu) surga dibuka lebar-lebar. Dan saya minta maaf apabila ada prakata-prakata yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian dan terima kasih bagi saudara-saudari yang sudi kiranya berkunjung di blog ini. Kedua: Kisah-kisah rasul dan umatnya. Muslim ) Dan bukti yang menunjukkan Allah Maha Adil di sini adalah mengenai pelipat gandaan pahala sebuah amalan terutama pada malam Lailatul Qadar. Ketiga: Hukum‘ Sedangkan surat Al Ikhlas ini. Demikianlah 5 bukti dari sekian banyak bukti-bukti kebenaran sifat Allah Al-‘Adlu yang dapat kami sampaikan kepada para pembaca yang insyaallah dirahmati Allah.Amin MEMETIK KEAGUNGAN SURAT AL IKHLASH     admin September 7. sedangkan perempuan tidak dibebani apa-apa. Bukan karena surat ini pendek dan mudah di hafal. Bahkan kedudukannya sama dengan seperti A Q ‘ Para pembaca yang mulia. Oleh sebab itu. Sesungguhnya surat Al Ikhlas benar-benar menyamai sepertiga Al-Q ‘ ‖ HR A -Bukhari Bab F Q ‘ 5014 P ‘ A I A Q ‘ K A Q ‘ mengandung tiga pokok yang paling mendasar yaitu. 2012 No Comments Surat Al Ikhlash termasuk diantara suratA Q ‘ S c -ulang. tidak pada umat nabi-nabi sebelumnya itu bukan karena Allah pilih kasih terhadap umat nabi Muhammad saw melainkan ada maksud atau hikmah tertentu. umat nabi Muhammad saw dapat mengimbangi jumlah pahala kebaikan umat-umat nabi sebelumnya walaupun dengan umur yang pendek. Oleh karena itu meski surat ini pendek tapi memiliki kedudukan yang tinggi dibanding surat-surat lainnya. dan bulan di mana para syaitan dibelenggu dari menggoda manusia. Semoga bermanfaat bagi kita semua …. dimana pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat. maka hal itu justru akan menzalimi kaum laki-laki. mengandung pokok-pokok dan kaidah-kaidah ilmu tauhid.# Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Bulan. sebenarnya akan tertutupi dengan maskawin dan nafkah yang menjadi haknya. sebagaimana yang terlampira dalam al-Qur’an: “ Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. N R ‗ ca surat yang mulia ini. pada edisi kali ini kami sajikan tentang kandungan-kandungan penting dan mendalam dalam surat Al I ‘ c -kandungan penting tersebut dalam kehidupan kita. dan para syetan dibelenggu. (al-Qadr : 1-5) Bulan Ramadhan Allah SWT anugrahkan hanya kepada ummat nabi Muhammad saw.# Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Dan perlu disadari bahwa bagian warisan perempuan yang lebih sedikit. Wallahu A’lam. bulan yang penuh pengampunan. Namun dengan adanya bulan Ramadhan yang di dalamnya penuh dengan kelipatan-kelipatan pahala kebaikan dari segalam macam amal ibadah. Atas dasar inilah surat Al Ikhlash menyamai sepertiga Al-Q ‘ . Sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Jika Bulan Ramadhan telah tiba. karena jika tidak demikian. maka tentu tepat dan adil jika dalam aturan pembagian warisan. Bulan. yaitu satu malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan. Salah satunya ialah dikarenakan umur umat nabi Muhammad tedak sepanjang umur umat nabi-nabi sebelumnya yang beratus-ratus hingga beribu-ribu tahun. Selanjutnya adalah mengenai keutamaan bulan Ramadhan. dimana Al-Qur`an diturunkan. laki-laki mendapatkan bagian yang melebihi bagian perempuan. (Kelima). Lebih dari itu surat yang mulia ini mengandung makna-makna yang penting dan mendalam. Kedudukan Surat Al Ikhlas D A B A S ‘ A -K ‗ : ―A R ‗ c -ulang: K S N ‗ M N c ‗ sabda: . Oleh karenanya umat Muhammad saw tidak memiliki waktu yang panjang seperti umat nabi-nabi sebelumnya untuk beribadah. (pintu) neraka ditutup rapat-rapat.”( HR. bulan yang penuh berkah dengan pelipat gandaan pahala sebuah amalan.

Tidak ada yang bisa mendatangkan manfaat dan menolak mudharat kecuali hanya Allah subhanahu ‘ A ‘ : ―J A c D A menghendaki kebaikan bagi kamu. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia-lah esa dalam segala nama-nama-Nya yang mulia dan esa pula dalam seluruh sifat-sifat-Nya yang sempurna. Yang mengandung makna bahwa Dia-lah Rabb satu-satunya tempat bergantung dari seluruh makhluk. sehingga Dia-lah pula yang berhak untuk diibadahi semata. dan penguasa alam semesta A ‘ A ‘ : ―D -lah Yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. pengatur. laut. Dan tiada seorangpun yang setara dengan-N ‖ QS A -Ikhlas: 1-4) Dalam ayat pertama: ―K : ―D A Y M E ‖ P c A ‘ A A mengandung sifat ahadiyyah yang bermakna esa atau tunggal. matahari. tiada siapa pun yang semisal dan serupa dengan keagungan dan kemulian A ‘ Kalau kita memperhatikan penciptaan alam semesta ini dari bumi. langit. L A ‘ ?A ‘ barokah. Karena Dia-lah Yang Maha Kaya dengan kekayaan yang tiada batas dan Dia pula Yang Maha Kuasa dengan kekuasaan yang tiada tara. gunung-gunung. karena A ‘ A A nciptaan dan pengaturan. Tentu hal itu sangat tidak pantas. Yang Maha Esa. bukit-bukit. semuanya tertata rapi dan serasi menunjukkan bahwa pencipta. maka sembahlah kamu sekalian kepada-K ‖ A -A ‘: 25 D A ‘ : ―A R -N ‖ Dalam ayat ini Allah subha ‘ -Nya pula adalah Ash Shomad. bulan. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. Oleh karena itulah Allah sub ‘ -satunya untuk bergantung dari seluruh makhluknya. dan Dia yang menurunkan air (hujan) dari langit. gunung. sungguh (terdapat) tandaA ‖ A B : 164 Fitrah manusia yang c A ‘ S : Dan pada segala sesuatu terdapat tanda-tanda bagi-Nya Yang semua itu menunjukkan bahwa Allah adalah Esa. Karena itu janganlah kalian menjadikan sekutuA ‖ A B : 21-22) Bahkan sesungguhnya kitab suci Al-Q ‘ N menjelaskan tentang keesaan Allah s ‘ c A ‘ S -Nya: ―D K K : ―B sesembahan yang berhak disembah melainkan Aku. maka tak ada yang dapat menolak kurnia-N …‖ Y : 107 R ‗ bersabda: ―T c A ‖ HR A B A ‘ R -Nya menegaskan bahwa makhluk itu lemah dan tidak punya daya dan kekuatan. lautan. Maka Lihatlah berulang-ulang. Dia-lah pula yang maha esa dalam D D ‘ A S -satuya bergantung dari seluruh makhluk-Nya. iklim/suhu dan seluruh makhluk yang di alam ini. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. Kalau sekiranya yang menguasai dan mengatur bumi dan langit serta seluruh alam ini lebih dari satu niscaya bumi dan langit serta c A ‘ : ―S c A ‖ A -Anbiya: 22) D A ‘ B c A ‘ a dan sesembahanA ‘ S A ‘ c pengaturan dan pengusaan alam semesta ini. lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untuk kalian. Dalam ayat ketiga Al ‘ : ―D ‖ . maka seharusnya DiaA ‘ S A ‘ : ―H R c -orang yang sebelum kalian. Dia-lah esa. lalu dengan air itu dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. silih bergantinya malam dan siang. mempersembahkan sesembelihan kepada se A ‘ P sesembelihan diperuntukan sang penunggu pohon. Adakah kamu lihat ada sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak akan menemukan sesuatu yang c c …‖ A M : 2-3) Dan juga firman-Nya (artinya): ―S sungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. agar kalian bertakwa. kuburan atau selainnya.Kandungan Surat Al-Ikhlas A ‘ : 1 2 (3 4) ―K : ―D -lah Allah. Dia-lah yang memenuhi seluruh kebutuhan makhluk-Nya. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. (karena) Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap. dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air.

―D K : ―S A -Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar‖ A I ‘: 111 Keutamaan surat Al Ikhlas Di antara keutamaan surat Al-Ikhlash adalah sebagai berikut: 1 M c A ‘ D ‗A ‗ N ‗ us seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. lalu ketika datang waktu pagi orang itu datang menceritakannya kepada Nabi SAW. Sebagaimana juga ditegaskan dalam ayat-ayat lainnya. diturunkan sesudah sesudah surat An Naas. seakan meremehkan bacaan itu. yang jika ia ‘ ‖ HR A D T z I nu : ―A A I N ‖ HR A -Bukhari) -tiba ada seorang shahabat H : ―M R ?‖ B : ―Al Isi Kandungan Surat Al Ikhlas 20th June 2013 | Cat: Surat Al Ikhlas | 298 Views | No Comments 1 K : ―D -lah Allah. ——————Surat Al Ikhlash ini menegaskan kemurnian keesaan Allah s. dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al Ikhlas. diantaranya. Sesungguhnya bacaan surat al-Ikhlas itu sama dengan sepertiga isi Al-Q ‘ ‖ . D A ‘ : ―D -N ‖ A ‘ A I dengan sifat-sifat Allah yang maha mulia dan sempurna. serta penjelasan hal amal perbuatan yang menjamin kemurnian tauhid.t. maka N SAW : ‖D A jiwaku berada dalam kuasaNya.A A ‘ D Da pun tidak meliki istri. 4 D D ‖ ——————Surat ini terdiri atas 4 ayat. Sebab lain karena mengandung tiga dasar-dasar umum syariat. 7375) 2. Dinamakan Al Ikhlas karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian keesaan Allah s. Subhanallah (Maha Suci Allah) dari apa yang mereka katakan. tidak benar pula perkataan orang-orang musyrikin Quraisy bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah. 3.w. bahwa membacanya sama seperti pahala membaca sepertiga isi alQ ‘ lasan isi surat al-Ikhlas. ketetapan larangan-larangan (hudud) dan hukum-hukum. Sungguh dia telah meminta dengan nama-Nya yang mulia. Keutamaan: Terdapat banyak hadist yang menyebut keutamaan surat ini. ——————Pokok-pokok isinya: ——————Penegasan tentang kemurnian keesaan Allah s. Abu Daud N ‘ A S -Khudhri mengatakan.t. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka N ‗ B : ―T yang melatarbelakangi dia L D : ―K A I t A R A c M N ‗ : ―K A ‘ c ‖ HR A -Bukhari no. yang Maha Esa. Hadist riwayat Bukhori.t.w.w. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. yaknitauhid. Sehingga Dia-lah esa dalam segala sifat-sifat-Nya yang tiada setara dengan-N A ‘ menegaskan dalam firman-Nya: ―D c M D D D c ptakan D ‖ A -A ‘ : 101 S Y Uz A ‘ N I A ‘ n trinitas. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 2. Mendapatkan Jannah D A H ‗ : ―A N ‗ au mendengar seseorang membaca: L : ―D J ‖ HR A T D 3 D ‘ D B K shalat dan mem c L Majah : ―D A ‖ A z : ―K c ‗ ‘ : -Nya. termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. bahwa ada seseorang mendengar orang lain membaca Qul huwa Allahu ahad berulang kali.

tidak pula diperanakkan. Yasin: 82).S. Dia berada tidak didahului oleh tidak ada. (Q.Hadist lain diriwayatkan Imam Bukhori dari Abu Said RA berkata. I ‗A : ―D M I AS I an terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah . menyampaikan amanah N : ―E c ― ‖ moyangmu. Maha Esa pada sifat-Nya dan Maha Esa pada afal-Nya.S. menyatakan keadaan manusia sesudah mati mulai dari sejak berbangkit sampai dengan menerima balasannya berupa pahala atau dosa. Maha Esa pada zat-Nya berarti zat-Nya tidak tersusun dari beberapa zat atau bagian. maka Nabi menunjukkan bahwa Allahu Al-wahid Ash-shomad merupakan sepertiga al-Q ‘ Imam Muslim dan T z A H RA R SAW : ‖B membacakan kepada kalian sepertiga Al-Q ‘ ‖ membacakan Qul huwa Allahu ahad lalu masuk lagi yang menyebabkan para sahabat saling bertanya sendiri. Jika engkau ingin wanita cantik ‖ N : ―A A Y M E ‖ c T A R A penyembahan berhala R T A D ?‖ A menurunkan surah ini.(QS. Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi-Nya menjawab pertanyaan orang-orang yang menanyakan tentang sifat Tuhannya. Maha suci Allah dari apa yang tersebut. Maha Esa pada sifat-Nya berarti tidak ada satu sifat makhlukpun yang menyamai-N M E ‘ -Nya berarti hanya Dialah yang membuat semua perbuatan sesuai dengan firman-Nya. atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar: ―A ‖ D mereka benar-benar orang yang berdusta. bahwa Dia adalah Allah Yang Maha Esa. T ―B A ‖ dengan bertafakur yang mendalam. bahwa Rasul SAW bertanya kepada para Sahabat: ‖T kalian membaca isi Al-Q ‘ ?‖ ya Rasulullah. Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman: Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orangM ―A T -anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki. iaitu mentauhidkan Allah dan menyucikan-Nya serta meletakkan pedoman umum dalam beramal sambil menerangkan amal perbuatan yang baik dan yang jahat. niscaya jelaslah kepadanya bahwa semua penjelasan dan keterangan yang terdapat dalam Islam tentang tauhid dan kesucian Allah dari segala macam kekurangan merupakan perincian dari isi surah ini. 112:2) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. 112:3) Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Jika engkau miskin dan mau kaya kami berikan engkau harta. 112:1) ——————Dahhak meriwayatkan bahwa orang-orang musyrik mengutus kepada Nabi Muhammad SAW Amir bin Tufail. Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya. ——————TAFSIR: ——————Katakanlah: Dialah Allah. Jika engkau gila kami obati. (HR. Dan Dia tidak beranak. Dahhak) Surah ini meliputi dasar yang paling penting dari risalah Nabi SAW. tidak tersusun dan tidak berbilang. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkat : ―J !‖ (Q. Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak lakilaki Allah. HUBUNGAN SURAT AL IKHLASH DENGAN SURAT AL FALAQ Surat Al Ikhlash menegaskan kemurnian Allah s.(QS. Yang Maha Esa. As Saffat: 149-152). Maka Rasulullah SAW : ‖A c -Q ‘ ‖ L N SAW : ‖A c -Q ‘ al-I ‖ I A T z N ‘ kalian membaca isi Al-Q ‘ ? maka dia di malam itu telah membaca sepertiga al-Q ‘ A ‖ A -A N SAW : ‖T kah c Qul huwa Allahu ahad. sedang Allah sama sekali tidak memerlukan sesuatu apapun.(QS. Allah ash-shomad di suatu malam. sedang surat Al Falaq memerintahkan agar semata-mata kepada-Nya-lah orang memohon perlindungan dari segala macam kejahatan.t. karena berbilang dalam susunan zat berarti bahwa bagian kumpulan itu memerlukan bagian yang lain. Tegasnya keesaan Allah itu meliputi tiga hal: Dia Maha Esa pada zat-Nya. ——————Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.w.

Dalilnya firmannya adalah: ( QS. [1452] yang dimaksud dengan: yang Awal ialah. 2. Mukhoolafatul lil hawaadist . Dalilnya firman Allah swt ( Qs. MUSTAHIL.DAN JAIZ BAGI ALLAH SWT DAN RASUL Sifat Wajib. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? [1188] bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir. Ar-Rahman :27 ) “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” 4. yang Zhahir ialah.AGAMA : SIFAT WAJIB. Mustahil. 3. SIFAT–SIFAT WAJIB ALLAH 1. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal. Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. yang Telah ada sebelum segala sesuatu ada. Qidam Qidam berarti “ Dahulu “ yakni ada tanpa awal dan akhir. yang Akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah. Wujud Wujud artinya “ada” . sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya. Baqo’ Baqo‟ berarti “kekal”. AlHadid :3) Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]. Jaiz bagi Allah SWT dan Rasul A. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at[1189]. [1189] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Dalilnya firman Allah dalam Al-Qur‟an ( Qs As-Sajadah : 4) Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. yang nyata adanya Karena banyak bukti.

dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya. tidak membutuhkan pertolongan dari makhluk Nya. Dalilnya Firman Allah SWT ( Qs. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia. Dalilnya firman Allah SWT ( Qs. mereka berjalan di bawah sinar itu. mereka berhenti. Qudrat Qudrat berarti bahwa Allah Maha Kuasa. Dalilnya firman Allah SWT (QS. Ilmu Ilmu berarti bahwa Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu. Qiyamuhu Binafsih Artinya Allah berdiri sendiri. An-Nisa : 176) “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan. tetapi jika saudara perempuan itu dua orang. dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan). dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasanganpasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan.Artinya bahwa Allah tidak sama dengan yang baru ( alam/makhluk). Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Al-Buruuj : 16 ) “Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Dalilnya firman Allah SWT . Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian . Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. niscaya dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. yang Maha Esa” 7.” 9. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia. Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Jikalau Allah menghendaki.” 6. 8. Al-Ankabuut : 6 ) “Dan barangsiapa yang berjihad. dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”. Dalilnya firman Allah SWT (Qs. jika ia tidak mempunyai anak.pasangan (pula). dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudarasaudara laki dan perempuan. Al-Baqarah : 20 ) “Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Dalalnya firman Allah swt (Qs. Asy-Syuuro: 11) (Dia) Pencipta langit dan bumi. Irodat Irodat berarti bahwa Allah berkehendak segala sesuatu atau bahwa Allah maha berkeinginan atas segala sesuatu. 5. setiap kali kilat itu menyinari mereka. Katakanlah: "Dia-lah Allah. dan bila gelap menimpa mereka. Wahdaniyah Wahdaniyah berarti bahwa Allah bersifat “esa” dan tidak berbilang.

Muriidun Artinya yang maha Menentukan. 12. disebut: Kalimullah sedang rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana. dalam pada itu nabi Muhammad s. tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian[1050] mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan. [381] Allah berbicara langsung dengan nabi Musa a. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu. 15.s.w. yakni bahwa Allah Maha Hidup. Dalilnya sama dengan dalil sifat Ilmu. [1050] Maksudnya: Pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat.a.s. 10. Dalilnya ( Qs. Dalilnya (QS. 14. Bashar Bashar artinya Maha Melihat. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu Mi'raj. Sama’ Sama‟ artinya Maha Mendengar. Hayat Hayat artinya Hidup. supaya kamu tidak sesat. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. AAlimun Artinya Maha mengetahui. 13. Dalilnya dama dengan sifat Qudrat. Dalilnya sama dengan dalil sifat Irodat. Dalilnya firman Allah Swt ( Qs. Qoodirun Artinya Maha kuasa. dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. An-Nisa :164 ) Dan (Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Telah kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu. merupakan keistimewaan nabi Musa a. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu”. Kalam Kalam artinya berkata-kata atau bercakap-cakap. dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung[381].dua orang saudara perempuan. . Dalilnya (Qs Al-Hujuroot : 18) Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. AlFurqoon : 58 ) Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati.. dan Karena nabi Musa a. An-Nuur:60) Dan perempuan-perempuan tua yang Telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi). dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka.s. 16. [387] kalalah ialah: seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak. 11.

Mumatsalatu lil hawaditsi (ada yang menyamai) 5. Mautun (mati) 11. Huduts (ada yang mendahului) 3. Dalilnya sama dengan sifat “sama”. Fana (berakhir) 4. Kaunuhu 'ama (zat yang buta) 20. Kaunuhu ashamma (zat yang tuli) 19. Dalalnya sama dengan dalil sifat ”Hayat” 18. Bashiirun Bashiirun berarti bahwa Allah Maha Melihat. dalilnya sama dengan dalil sifat “Bashor” 20. Karahah (terpaksa) 9. Mayyitan (zat yang mati) 18. Ta'adud (berbilang) 7. Ihtiyaju lighairihi (memerlukan yang lain) 6. Ajzun (lemah) 8. Mutakallimun Mutakallimun berarti bahwa Allah maha berbicara. B. Kaunuhu 'ajiyan (zat yang lemah) 15. Jahlun (bodoh) 10. Bakamun (bisu) 14. Kaunuhu abkama (zat yang bisu) C. Hayyun Artinya Maha Hidup. Ama (buta) 13. Kaunuhu karihan (zat yang terpaksa) 16. SIFAT–SIFAT MUSTAHIL ALLAH 1. Allah melihat semua perbuatan hamba. seperti dalam Al-Qur‟an disebutkan : . 19. Kaunuhu jahilan (zat yang sangat bodoh) 17. Adam (tiada) 2. Oleh karena itu orang yang beriman harus menjaga tingkah laku dan perbuatannya dari perbuatan buruk atau maksiat. Shamamun (tuli) 12. SIFAT JAIZ ALLAH Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang\dikehendaki.17. Dalilnya sama dengan sifat ”kalam”. Samii’un Samii‟un berarti bahwa Allah Maha Mendengar.

Nabi dan Rasul bukanlah Malaikat yang tidak makan dan minum. 4. 2. Akan tetapi Allah ingin membuktikan pada Kaum Kafir Quraisy bahwa Alquran bukanlah karangan Muhammad Shalallahu 'alayhi wassalam.“Dan Tuhanmu menjadikan dan memilih barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. E. SIFAT MUSTAHIL RASUL Jaiz para Rasul adalah Basyariah artinya berkelakuan seperti manusia biasa. perbuatan dan perilakunya. Seorang Nabi dan Rasul pasti memiliki sifat jujur dalam setiap perkataan. . Nabi dan Rasul adalah Manusia yang selalu memegang amanah apapun yang Allah berikan sekalipun berat untuk disampaikan. Al-kizb (Pembohong) Al-khianat (khianat / tidak amanah) Al-kithman (Menyembunyikan) Al-baladah (bodoh / dungu) F. walau terkadang ayat tersebut menegur sikap atau keputusan Nabi. Nabi dan Rasul dianugerahi kecerdasan yang berasal dari wahyu Allah Ta'ala untuk menjadi bukti kebenaran risalah yang dibawanya adalah benar dari Allah Ta'ala. 4. SIFAT MUSTAHIL RASUL 1. Maka tidak mungkin seorang Nabi dan Rasul berdusta demi kepentingan sendiri. Fathonah artinya Cerdas. SIFAT WAJIB RASUL 1. Sekalipun nyawa menjadi taruhannya. Maka seorang Nabi dan Rasul tidak ada yang menyembunyikan wahyu Allah dan Mereka selalu mengatakan yang benar walau seringkali kebenaran itu ditolak oleh kaum kafir. Hal ini berbeda dengan para Pendeta kaum nasrani atau Budha dan Hindu yang mereka mengharamkan dirinya untuk merasakan nikmatnya hidup dan berumahtangga. atau untuk keluarganya. Tidak boleh satu ayatpun yang disembunyikan. pergi ke pasar. tidur dan lain sebagainya. Amanah artinya dapat dipercaya. beristri. Nabi dan Rasul diperbolehkan makan dan minum. hal itu tidak disebabkan karena Beliau tidak cerdas. Tabligh artinya menyampaikan. Amanah yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul adalah risalah dan syari'at Allah Ta'ala. Nabi dan Rasul kedua-duanya wajib menyampaikan ajaran dan syari'at yang Allah turunkan melalui wahyu-Nya. 2. Maka mustahil para Nabi dan Rasul berkhianat atas amanah yang Allah berikan kepadanya. Nabi dan Rasul akan tetap memegang amanah yang diembannya.(AlQashash: 68) D. Adapun kenyataan bahwa Nabi Muhammada Shalallahu 'alayhi wa sallam buta huruf. Maka tidak mungkin Nabi dan Rasul memiliki IQ dibawah standar apalagi lemot. Shiddiq artinya jujur. 3. 3.

(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari. Seorang muslim seharusnya tidak melakukan kesalahan seperti itu. dan dijadikan tujuan hidup. dia harus membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang dapat memunculkan prasang-ka jahiliah dan menerima keimanan yang nyata dengan segenap jiwa. Nama ini sangat unik dan khusus karena tidak bisa dinisbat-kan kepada makhluk. „Allah‟. Allah menyebutnya dalam surah Ali Imran ayat 154 mengenai umat yang menyerah dalam berperang. sesuai dengan penjelasan Al-Qur`an. Allah-lah satu-satunya Zat yang wajib disembah. dijadikan tumpuan harapan. Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah. „yang mengasihi‟. Demikian ungkap Imam Al Ghazali. dimintai pertolongan. Oleh karena itu. Inilah nama pertama yang disebutkan Rasulullah saw. ketika menyebutkan rincian Asmaul Husna. ia tidak bisa menggunakan nama Allah atau nama yang bermakna Allah. mereka akan mudah terpengaruh oleh keyakinan-keyakinan yang menyesatkan pada saat ditimpa kesusahan. (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Kata Allah menunjuk kepada Tuhan yang tidak ada yang lain kecuali Dia.by admin. „yang menguasai‟. Hal ini berbeda dengan nama-nama lainnya yang bisa disematkan kepada makhluk walaupun dengan cara penggunaan yang berbeda. „yang bersyukur‟. . Cara untuk bertafakur dan menerima keimanan adalah dengan mengenal Allah SWT. „yang bersifat adil‟. jika umat berpaling dari Allah serta gagal bertafakur kepada Allah dan ciptaan-Nya. Akan tetapi. Akan tetapi. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk (QS Yunus 10:45) Kaum muslimin memercayai Allah Swt. October 29. 2012 Artikel 1 Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka. dan sebagainya. Bisa saja seorang manusia memiliki nama yang bermakna „yang menyayangi‟.

Disebut menakjubkan karena setiap perbuatan-Nya menakjubkan. “Sesungguhnya. tidak bisa diraba. Tiada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku. 20: 14) “Katakanlah (hai.Hal tersebut dikuatkan dengan pendapat Muhammad Abdul Halim bahwa Allah adalah nama Tuhan dalam arti mutlak. apalagi mereka-reka wajah-Nya. dimintai pertolongan. tangan-Nya. yaitu sebagai satu-satunya nama diri. kata Allah menunjuk kepada Tuhan Yang Esa. Allah-lah satu-satunya Zat yang wajib disembah. Ada pula yang berpendapat bahwa kata Allah berasal dari kata alaha yang berarti tahayyana yang bermakna „bingung‟ sebab ketika dipikirkan. bahwa kata Allah tidak berdiri sendiri. atau hal lainnya. Kata ini berdiri sendiri. dan dijadikan tujuan hidup. membingungkan akal dan pemahaman manusia. ” (QS Thaha. 112: 1) Para ulama berbeda pendapat mengenai asal kata Allah. kata ini diulang sebanyak 2. Dalam Al Qur‟an. Apa pun asal katanya. dijadikan tumpuan harapan. tetapi diambil dari kata dasar aliha yang berarti „mengherankan‟ atau „menakjubkan‟. tidak ada yang lain kecuali Dia. tidak bisa didengar. Pendapat lain menyatakan bahwa kata Allah berasal dari kata aliha ya’lahu yang berarti „tenang‟ karena hati merasa tenang bersama-Nya. Zat yang tidak bisa dilihat. Zat Allah Mengenai Zat Allah. Dalam Al Qur‟an pula.” (HR Abu Nu‟aim) Larangan ini bukan tanpa alasan. Nama-nama indah lainnya hanyalah merupakan sifat atau atribut. Tuhan sendiri yang menamai diri-Nya Allah. memberikan panduan bahwa kita dilarang untuk berpikir tentang Zat Allah.” (QS Al Ikhlas. Aku adalah Allah. Sebagian menyatakan bahwa kata Allah tidak diambil dari kata apa pun. keberadaan Allah sangat jauh dari pengamatan . “Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan memikirkan (Zat) Allah karena kalian tidak mungkin akan mampu memperhitungkan kadarnya. Makhluk menuju dan memohon karena harapan seluruh makhluk tertuju kepada-Nya. Sebagian lainnya menyatakan sebaliknya. sedangkan hakikat Zat-Nya akan mengherankan apabila dibahas secara mendalam. Rasulullah saw. Muhammad) Dialah (Tuhan yang ditanyakan orang Yahudi itu) Allah Yang Maha Esa. Intinya. memikirkan bentuk-Nya. Allah Swt. dan tidak bisa dicium. Memikirkan Zat Allah berarti kita memikirkan Yang Mahagaib. yang jelas.698 kali.

Prof. Misalnya. Ingat. sangat sulit bagi kita untuk memperoleh gambaran tentang wujud Zat-Nya.” Keterbatasan ini menunjukkan kelemahan dan ketidakberdayaan kita di hadapan Allah. Sementara itu. secerdas apa pun. apalagi memikirkan Zat Allah. kita tetap makhluk yang terbatas dan sangat lemah di hadapan-Nya       Rasulullah Ibadah Islam Damai Kristologi Kritik Islam Daftar Isi    Home Daftar Isi Allah . Apabila kita memaksakan diri. “Cobalah Anda mengkhayalkan seekor hewan baru yang sama sekali berbeda dengan hewan yang pernah Anda lihat. Manusia juga tidak mampu mengkhayalkan sesuatu kecuali apabila ia mengaitkannya dengan pengalamanpengalaman masa lalunya. Dengan kondisi ini seharusnya kita malu apabila bersikap sombong. Malik Badri mengungkapkan bahwa Allah terbebas dari ikatan ruang dan waktu yang mengungkung manusia. Anda gabungkan sayap satu hewan dengan kepala hewan lainnya. Kemampuan akal kita memang terbatas. sekuat apa pun. Contoh lain. Dalam penelitiannya. dengan kondisi ini. Anda modifikasi sedikit bentuk salah satu hewan. jangan heran apabila kita tidak akan memperoleh hasil yang benar. manusia mustahil mampu menggambarkan suatu peristiwa apabila tidak dikaitkan dengan tempat dan waktu tertentu. bahkan bisa jadi hasilnya menyesatkan. hewan itu tidak bisa dikhayalkan kecuali dengan mengaitkannya dengan pengalaman-pengalaman yang ada di benak Anda.pancaindra. Beliau mendemonstrasikan hal tersebut dengan sebuah tantangan. Tentu saja. Sekuat apa pun usaha yang Anda lakukan. Memikirkan hewan ini saja tidak bisa.

Tuhan adalah Dia Yang telah menganugerahkan kepada tiap sesuatu penciptaan/kelahiran yang sesuai dengan keadaannya. Bukti Kebenaran Muhammad Rasulullah saw KONSEP JIHAD DALAM ISLAM Dalil-Dalil Al-Qur'an Tentang ADANYA TUHAN KEMUSYRIKAN DALAM ISLAM Asmaul-Husna dalam Kitab Tarmidzi Hakikat Kenabian dan Ciri cirinya RASULULLAH saw dan EMANSIPASI WANITA Tingkat Keyakinan dan Kepastian Kepada Tuhan Related Posts Widget[?] image: sulitbelajar. kemudian menunjukinya jalan untuk mencapai kesempurnaannya yang diinginkan (20:50). ALLah taala berfirman: Yakni. Artikel Akidah          AL-QUR'AN Sebagai Keajaiban Rasulullah saw Kejujuran. . 7 DECEMBER 2012 Dalil-Dalil Al-Qur'an Tentang ADANYA TUHAN TERKAIT : All Artikel Islam.wordpress.    Al-Qur'an Rasulullah Ibadah Islam Damai Copyright © ARTIKEL ISLAM DESIGN BY DZIGNINE Home » All Artikel Islam » Artikel Akidah » Dalil-Dalil Al-Qur'an Tentang ADANYA TUHAN FRIDAY.com Berikut adalah dalil-dalil tentang adanya wujud Tuhan yang diterangkan oleh Al-Qur'an secara logika.

Para pembaca dipersilahkan memikirkannya sendiri. matahari tidak dapat mengejar bulan dan juga malam yang merupakan penampakkan bulan tidak dapat mendahului siang yang merupakan penampakkan matahari. Maka terpaksa diakui bahwa rangkaian ini pasti berakhir pada suatu sebab terakhir.Kini jika memperhatikan makna ayat tersebut kita menelaah bentuk ciptaan -. tidak ada satu pun di antara mereka yang keluar dari batas-batas yang ditetapkan bagi mereka (36:41). puncak terakhir segala rangkaian ialah Tuhan engkau. niscaya segala rangkaian tersebut akan hancur. Jika di balik semua itu tidak ada Wujud Sang Perencana. Adalah jelas bahwa suatu sebab timbul karena zat-Nya sendiri.maka timbul ingatan akan kekuasaan Ilahi. yang artinya. Yakni. bentuk ciptaan setiap benda tampak sesuai dengan keadaannya. sebagaimana Alquran Suci menyatakan: Yakni seluruh rangkaian sebab dan akibat berakhir pada Tuhan engkau (53:42). sebab benda-benda langit tersebut merupakan bola-bola raksasa yang tiada terhitung banyaknya. Sebab.mulai dari manusia hingga binatang-binatang daratan dan lautan serta burung-burung -. puncak terakhir semuanya itu ialah Tuhan. atau berlandaskan pada sebab yang lain. karena tiada bagian ciptaan yang terlepas dari tatanan itu. serta tidak aus walau telah sekian lama bekerja dan tidak terjadi perubahan sedikit pun. di dunia ini timbul berbagai macam ilmu. Kemudian satu dalil lagi mengenai adanya Tuhan ialah. berdasarkan penelaahan cermat akan diketahui bahwa seluruh alam semesta ini terjalin dalam rangkaian sebab dan akibat. Alquran Suci telah menyatakan Allah Ta‟ala sebagai sebab dasar dari segala sebab. Betapa ini merupakan suatu kekuasaan yang hakiki sehingga benda-benda langit itu tidak saling bertabrakkan dan kecepatannya tidak berubah seujung rambut pun. Sebagian merupakan landasan bagi yang lain. Dalil kedua mengenai adanya Tuhan ialah. sebagaimana firman-Nya: Yakni. Sekiranya tidak ada Sang Penjaga. sebab masalah ini sangat luas. Dan demikianlah seterusnya. bagaimana mungkin jalinan kerja yang . Tidak benar bahwa di dalam dunia yang terbatas ini rangkaian sebab dan akibat tidak mempunyai kesudahan dan tiada berhingga. Yakni. Kemudian sebab yang lain itu pun berlandaskan pada sebab yang lain lagi. Perhatikanlah dengan seksama betapa ayat: “ Wa anna ilaa rabbikal-muntahaa” itu dengan kata-katanya yang ringkas telah menjelaskan dalil tersebut di atas. Rincian dalil ini ialah. Dan oleh karena itu. sehingga dengan sedikit saja terganggu maka seluruh dunia dapat hancur. Dalil ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang gemar menelaah benda-benda langit. dan sebagian lagi merupakan pengembangan-pengembangannya. Jadi.

sungguh benar!” (7:172).bahwa sesudah segala kebinasaan itu terjadi.28). seorang peneliti. namun dari satu segi dia telah mengakuinya. “Ya.bahkan hati nurani menganggapnya mutlak -. walaupun tidak mengakui Wujud Tuhan. di tempat lain Allah Ta‟ala berfirman: Yakni. dapatkah Wujud Tuhan Yang telah menciptakan langit dan bumi demikian itu diragukan? (14:10) Lalu sebuah dalil lagi tentang keberadaan-Nya. namun demikian akal mengakui serta menerima -. sedangkan Dia sendiri terpelihara dari kepunahan Kemudian satu dalil lagi berkenaan dengan keberadaan-Nya yang Dia kemukakan di dalam Alquran Suci adalah : Yakni. Dengan mengisyaratkan kepada hikmah-hikmah itulah. Di dunia ini tidak ada orang yang begitu bodohnya. Jadi. serta bertiup angin yang melenyapkan seluruh jejak benda-benda itu. misalnya jika pada tubuhnya timbul suatu penyakit. atau seseorang yang sakit akan wafat pada waktu tertentu. mereka mengakui bahwa tiap-tiap kejadian pasti ada penyebabnya. suatu ciri khas ruh yang telah ditanamkan -Nya di dalam fitrat mereka. difirmankan: Yakni.yaitu ia sama sekali . mencari-cari penyebab dari sebab akibat. maka tidaklah mungkin dapat membuat prakiraan bahwa pada tanggal sekian akan datang taufan atau badai. Jadi. Kendati mereka ingkar. Ciri khas itu ialah. Yakni ia pun. walaupun bukan pengakuan yang sempurna. dia tetap bersikeras menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada suatu sebab yang menimbulkan penyakit itu. akan terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Di dalam ayat ini Allah Ta‟ala menerangkan dalam bentuk kisah. itulah Tuhan yang telah menciptakan semua wujud fana (tidak kekal). pasti ada sesuatu yang bertahan yang tidak mengalami kepunahan serta perubahan-perubahan dan tetap utuh seperti keadaannya semula. Jadi. Seandainya rangkaian dunia ini tidak terjalin oleh sebab dan akibat. Kini perhatikanlah! Jika kita bayangkan dunia ini menjadi hancur-lebur dan benda-benda langit pun pecah berkeping-keping. apabila seseorang yang mengingkari Wujud Tuhan. Selain itu. itu pun merupakan suatu bentuk pengakuan. Aku berkata kepada setiap ruh: “Bukankah Aku Tuhan kamu?” Mereka berkata. dengan cara tertentu kesadarannya dihilangkan -. seperti halnya kita. atau sampai pada waktu tertentu suatu penyakit akan muncul bersamaan dengan penyakit lain. pada fitratnya tiada satu ruh pun yang dapat mengingkari hanyalah karena mereka tidak menemukan apa pun di dalam pikiran mereka.demikian besar ini dapat berjalan dengan sendirinya sepanjang masa. tiap sesuatu akan mengalami kepunahan dan yang kekal itu hanyalah Tuhan Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan (55:27.

Sebab. Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahakuasa. ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (al-Baqarah: 255) “Allahlah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. pengingkaran Wujud Tuhan hanya terjadi sebatas kehidupan rendah saja. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. seorang mukmin akan meninggalkan pandangan masyarakat yang menyimpang tentang kekuasaan Allah swt. Dan makna ayat itu adalah. fitrat yang asli dipenuhi oleh pengakuan itu Keberadaan Allah Al-Qur`an menginformasikan kepada kita tentang kebenaran sifat-sifat Allah. “Dan bahwasanya Orang yang kurang akal dari kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.” (ath-Thalaaq: 12) Akan tetapi. Perintah Allah berlaku padanya. Jadi. . Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. ke arah kondisi demikianlah isyarat yang terdapat di dalam ayat itu. dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. tidak mengantuk dan tidak tidur. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). dengan baik merupakan ikatan awal dalam rantai keimanan. Mereka tidak memahami kekuasaan dan kebesaran-Nya yang abadi. dan sesungguhnya Allah. Hal serupa itu telah dibuktikan melalui percobaan orangorang yang berpengalaman luas. dan menolak keyakinan sesat dengan mengatakan. “Allah. kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah. tidak akan ingkar. Sesungguhnya.” (al-Jin: 4) Kaum muslimin memercayai Allah swt. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. lalu diserahkan ke dalam kendali Wujud Yang Maha Tinggi -maka dalam keadaan demikian ia akan mengakui Wujud Tuhan. Sesungguhnya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. banyak orang yang tidak menerima keberadaan Allah swt. seperti yang telah dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut.” (al-Hajj: 74) Memahami kekuasaan Allah swt. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. “Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Mereka memercayai kebohongan bahwa merekalah yang mengatur diri mereka sendiri dan berpikir bahwa Allah berada di suatu tempat yang jauh di alam semesta dan jarang c ― ‖ P batas orang-orang ini disebutkan dalam Al-Qur`an. sesuai dengan penjelasan Al-Qur`an.dijauhkan dari segala keinginan rendah ini dan segala hasratnya dihilangkan.

yang bersabda kepada sahabatnya. Mereka menjadi yakin dan tenang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. dia harus membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang dapat memunculkan sangkaan jahiliah dan menerima keimanan yang nyata dengan segenap jiwa sebagaimana penjelasan dalam Al-Qur`a Taqwa kepada Allah Sesuai Kesanggupan Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Allah menyebutnya sebagai bahaya yang potensial. Semakin tebal ketaqwaan seseorang kepada Allah. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya.Akan tetapi. menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya. mereka akan mudah terpengaruh oleh keyakinan-keyakinan yang menyesatkan pada saat ditimpa kesusahan. sebagai contoh: berjalan di jalan Allah. Berbagai cara untuk menunjukkan penghormatan kepada Yang Mahakuasa dapat dilakukan. sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an. dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama I ‖ (Ali Imran: 102) Takdir Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan. “… dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)…. menaati serta memperhatikan ajaran-ajaran Allah. S A ‖ (al-Hadiid: 22) Kaum mukminin seharusnya menyadari kenyataan yang agung ini. Sebagai konsekuensinya. mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah… ” Seorang muslim seharusnya tidak melakukan kesalahan seperti itu.. dan sebagainya. maka mereka itulah orang‖ (atTaghaabun: 16) ―H -orang yang beriman. melakukan perbuatan baik. mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul. Allah swt. sesungguhnya .” (al-An’aam: 59) Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa. ―S K c ‖ (al-Qamar: 49) ―Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. bagaimana mereka berawal dan berakhir. dalam surah Ali Imran: 154.” (ar-Ra’d: 2)Dalam ayat lain dikatakan. “… Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)…. “Janganlah kamu berdukacita. kondisi setiap yang hidup di bumi. mengenai umat yang menyerah dalam berperang. Karena itu. Dengan memahami bahwa hidup itu hanya ‖ ‖ c a atau merasa takut terhadap apa pun. semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah. bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya. sudah seharusnya mereka tidak berbuat kebodohan seperti orang-orang yang menolak kenyataan dalam hidupnya. cara hidup seseorang. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur`an. ―M A serta taatlah. apa yang akan dihadapinya. “… sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri. apa yang akan dikatakannya. Al-Qur`an memberikan contoh beberapa rasul yang dapat kita bandingkan dengan diri kita sehingga paham bahwa kita dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. jika umat berpaling dari Allah serta gagal bertafakur kepada Allah dan ciptaan-Nya.

Ayat berikut mengungkapkan misteri ini. kita harus selalu memercayai Allah. Sesungguhnya. dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguangangguan yang kamu lakukan kepada kami. ―M A D jalan kepada kami.” (at-Taubah: 40) ketika sahabatnya itu merasa khawatir ditemukan para pemuja berhala yang bermaksud membunuh mereka ketika bersembunyi di dalam gua. adalah orang yang tidak mengenal ataupun menyadari adanya tanda-tanda Allah.’” (at-Taubah: 51) Apa yang seharusnya seorang muslim katakan kepada orang-orang yang ingkar kepada Allah swt. dan hanyalah kepada Allah orangorang yang beriman harus bertawakal. jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan). maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu. Iman kepada Allah Karena Allah adalah pembuat keputusan. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Dialah Yang Maha Esa dan Maha Melindungi. Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap‖ (ath-Thalaaq: 2-3) ―K ‗S -kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang bertaw ‖(Ibrahim: 12) Dalam ayat lain dikatakan. juga tercantum dalam Al-Qur`an. Untuk alasan tersebut. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Kaum mukminin dapat merujuk pada pengalaman mereka untuk melihat bahwa ada sesuatu yang bermanfaat bagi diri mereka pada akhir sebuah kejadian. hendaklah kepada Allah saja orang‘ ‖ (Ali Imran: 160) Bertafakur Di dalam Al-Qur`an dijelaskan bahwa orang-orang yang ingkar kepada Allah swt.. yang tidak diketahui oleh orang-orang yang ingkar. Yang membedakan seorang muslim dengannya adalah kemampuannya untuk melihat .Allah beserta kita. ―… B A c D baginya jalan keluar. setiap kejadian merupakan anugerah bagi makhluk-Nya: segala sesuatu telah direncanakan untuk kebaikan agama dan untuk kehidupan orang yang beriman di akhirat kelak. Seorang mukmin harus bersikap sebagaimana yang Allah inginkan: memenuhi tanggung jawabnya kemudian berserah diri pada Allah dengan hasilnya. Sesungguhnya. ―J A .

tanda-tanda tersebut dan bukti-buktinya. dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering. ―D A c -kunci semua yang gaib. ada kepandaian yang menakjubkan pada sebutir biji. pada yang demikian itu benarA ‖ (an-Nahl: 11) Kita dapat merenungi sejenak tentang ayat di atas. dengan urat dan cabang-cabang yang diatur dengan sempurna. dan tumbuh dengan ilmu-Nya. dan yang demikian itu menjadi renungan untuk orang yang berpikir. Setiap yang di langit dan di bumi serta di antara keduanya adalah ciptaan Allah swt. Dia adalah organisme hidup yang kompleks dengan akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Setiap biji di bumi diarahkan oleh Allah swt. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Kurma tumbuh dari biji yang sangat kecil (ukuran biji tidak lebih dari 1 cm3). kurma. Satu hal yang diperlukan biji tersebut untuk dapat mengangkat beban yang berat ini adalah tanah di mana ia tumbuh. melainkan L M z ‖ (al-An’aam: 59) Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan membuatnya bersemi menjadi sebuah tanaman baru. Salah satu ayat memberikan contoh tentang ketuhanan Allah. bahkan melebihi kita. yaitu tentang pohon kurma. ―Y T E c ‖ (Ali Imran: 191) -sia. . atau lebih tepatnya. pertanyaan ini memiliki jawaban yang sederhana: biji tersebut diciptakan dan diberi kemampuan membentuk sebuah pohon dengan program untuk proses selanjutnya. dan segala macam buah-buahan. Pengamatan ini menyimpulkan bahwa biji tersebut sangat pandai dan bijaksana. ”terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal” menekankan pentingnya bertafakur melihat tanda-tanda keberadaan Allah. Pada beberapa ayat Al-Qur`an. Akan tetapi. Seorang manusia akan menemui kesulitan untuk menggambarkan dengan tepat sebuah bentuk pohon. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dalam ayat lain dikatakan. Allah menciptakan banyak hal yang tiada putus untuk direnungi. ungkapan seperti “tidakkah kamu perhatikan?”. Dari biji ini tumbuh sebatang pohon dengan panjang mencapai 4-5 m dan beratnya bisa mencapai ratusan kilo gram. zaitun. Sesungguhnya. apa sumber kepandaian tersebut? Bagaimana mungkin sebutir biji memiliki kepandaian dan ingatan sedemikian rupa? Tidak diragukan lagi. B c ? B ― ‖ dengan senyawa tertentu di dalam tanah untuk menciptakan kayu? Bagaimana dia meramalkan bentuk dan struktur yang dibutuhkan? Pertanyaan terakhir ini sangat penting karena ia bukanlah sebatang pohon sederhana yang keluar dari sebutir biji. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). ―D -tanaman. Mahasuci Engkau. Dia tahu bahwa semua ini tidak diciptakan dengan sia-sia dan dia pun dapat menyadari kekuatan serta keagungan seni Allah di mana pun dan mengetahui cara memuja-Nya. Pada salah satu ayat dikatakan. Dialah yang termasuk orang yang berakal. ketika secara kontras sebutir biji yang sederhana dapat menghasilkan sebuah benda yang kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. anggur.

―M ?K menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?‖ (al-Waaqi’ah: 63-64) ―M K K ?‖ (al-Waaqi’ah: 68-69) . (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah. Akan tetapi. ketika seorang duduk di dalam rumah yang jendelanya tertutup. Jika manusia mulai berpikir tidak hanya dengan akal ― ‖ memahami bahwa semua yang ada di alam ini merupakan bukti keberadaan dan kekuasaan Allah. di alam ini. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. maka mengapa kamu masih ?‖ (al-An’aam: 95) Biji-bijian ini merupakan salah satu dari sejumlah tanda-tanda ciptaan Allah swt. dan melihat hujan turun. orang yang mengingkari-Nya tidak ― ‖ c S tercantum dalam Al-Qur`an.” (al-A’raaf: 179)Secara kasat mata. Ainul-Yaqin (melihat). Seiring dengan meningkatnya keyakinan dan kearifan. Tahap kedua (Ainul-Yaqin) adalah tahap kesaksian. Keyakinan ini marupakan langkah awal dari keimanan seseorang. Orang tersebut menuju jendela. orang beriman diseru untuk mengamati dan memperhatikan tanda-tanda keberadaan Allah di sekitar mereka dan ini hanya mungkin bisa dilakukan bila dilakukan dengan berhati-hati. “… mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)…. Di dalam Al-Qur`an. Hujan dapat dijadikan contoh dari ketiga langkah ini. Ada tiga tahapan dalam mengetahui tentang turunnya hujan. Orang- ― ‖ M dari dan menerima kenyataan bahwa seluruh alam ini diciptakan Allah swt. mereka tidak memiliki kearifan dan pemahaman untuk menanggapi kenyataan yang ada ini. bahkan Upaya melihat tanda- A ― ‖ yang tinggi.―S A -tumbuhan dan biji buah-buahan. dan Haqqul-Yaqin(mengalami/merasakan). ada tiga langkah pemacu keimanan: Ilmul-yaqin(mendapatkan informasi). kemudian ada yang datang dari luar memberitahukan padanya bahwa hujan turun dan dia memercayainya. dengan tujuan dan maksud tertentu. Tahap pertama (Ilmul-Yaqin). Tahap ketiga (Haqqul-Yaqin D ― ‖ Berhatilebih. Dalam tradisi Islam. membuka tirai. ‘ dari tingkatan Ilmul-Yaqin menuju tingkatan Ainul-Yaqin. Berhati-hati Allah menciptakan alam ini dengan disertai tanda-tanda penciptaan-Nya. kita akan dapat mengenali setiap detail ciptaan Allah.

Mereka membebaskan pikirannya dari pemikiran yang sia-sia dan selalu waspada terhadap godaan setan. mereka ingat kepada Allah. Kita akan kehilangan kendali pikiran kita ketika kita kehilangan konsentrasi kepada Allah. Kita tidak dapat terpusat pada satu hal. kita pun tidak memiliki kemampuan memahami akibat dari tanda-tanda tersebut. tetapi terjadi pada orang yang ingkar. pikiran kita diarahkan kepada kesesatan. Bila tidak. menghabiskan waktu memikirkan hal yang tidak berguna. atau diterbangkan angin ke tempat yang ‖ (al-Hajj: 31) Dengan kata lain. orang beriman adalah mereka yang mengarahkan pikirannya lebih baik dalam merasakan keberadaan Allah dan mereka yang berusaha lebih baik dalam menjalankan agamanya. ―… B A olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung.Allah pun menyatakan dalam ayat yang lain bahwa buta tidak sama dengan melihat. pikiran kita akan menyimpang. melompat dari masalah yang satu ke yang lainnya. ―S -orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa waswas dari setan. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan‖ (al-A’raaf: 201) . kemudian kita tidak dapat memahami kebenaran di balik materi. kemudian Dia bertanya. Ini merupakan salah satu jenis ketidaksadaran. Kita akan mengalami kebingungan sepanjang waktu. Sebaliknya. Yang demikian itu tidak terjadi pada seorang muslim yang selalu mengingat-Nya. “Maka apakah kamu tidak memperhatikan(nya)?” (al-An’aam: 50) Kita harus melatih diri untuk mengenal tanda-tanda keberadaan Allah dan selalu mengingat-Nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful