P. 1
Kumpulan Jurnal M & K Edisi Pertama

Kumpulan Jurnal M & K Edisi Pertama

|Views: 3,178|Likes:
Published by Hatani

More info:

Published by: Hatani on Jul 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

PROSPEK PENGEMBANGAN BANK SYARI’AH DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PT.

BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK) SAMDIN 1) & ASMIRANDA IRVIANDY 2) ABSTRACT The research held in PT. Muamalat Bank of Indonesia, Tbk. aimed to know the prospect of development of PT. Muamalat Bank of Indonesia, Tbk in the future observed from the financial view. The variables of financial ratio used in this research were liquidity ratio (current ratio, fund to deposit ratio), and profitability ratio (net profit margin, return om asset, return an equity). From the data obtained and processed by using analisys tool namely simple moving average three years with different types of financial ratio variables can be concluded that it is predicted that CR and FDR of Muamalat Bank will have fluctuation because it is influenced by the national and global economy, however the function of BMI has already run well. NPM of BMI is predicted to have stable increase obtained from share spread. It was also predicted that ROA and ROE of BMI remained to be persistent since 2006. In general, the condition of this capital reversion was already good. Considering that the competition faced was too tight (can be seen from the fluctuation of profit and balance) but it can be balanced by the stable financial management. Development prospect of BMI is also predicted will be widely open which is influenced by the support of many stakeholders. Key Words: Current Ratio, Fund To Deposit Ratio, Net Profit Margin, ROA, ROE PENDAHULUAN Sejak tahun 1997 hingga sekarang krisis ekonomi di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda kepulihan yang membaik. Diawali dengan adanya krisis perbankan, kondisi perbankan kemudian menjadi Indonesia semakin tidak rawan. lagi Perbankan di mampu beroperasi kecukupan perbankan ketergantungan tajam. Berbagai terganggu Krisis negatif nasional. pemeringkat perbankan mengakibatkan kepercayaan nasional. pengelolaan perbankan kondisi berkembang perbankan dan kepada telah dalam merosotnya baik

semakin dalam dengan munculnya isu mengenai Turunnya peringkat

gambaran pesimis yang diberikan lembaga internasional nasional semakin masyarakat, Belajar perbankan dari juga

secara normal, pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian likuiditas menurun Bank dan drastis meningkat, permodalan dan naik

maupun luar negeri, terhadap perbankan kegagalan yang nasional

perbankan kepada bantuan likuiditas dari Indonesia oleh perkembangan ini mengakibatkan proses intermediasi perbankan sehingga memberikan dampak yang kurang menguntungkan bagi perekonomian.

berbasis bunga dan ditunjang dengan mismanagement kelembagaan perbankan, mendorong munculnya sistem perbankan baru. Meskipun, munculnya sistem perbankan ini dimunculkan pada tahun 1992, dengan berdasarkan pada UU No. 7

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

1

tahun 1992. Dimana pada tahun ini di Indonesia belum mengalami krisis ekonomi. Namun, setelah terjadi krisis ekonomi dan perbankan, maka UU No. 7 tahun 1992 tersebut dilakukan revisi, menjadi UU No. 10 tahun 1998. Berangkat dari UU inilah, akhirnya mendorong tumbuh kembangnya lembaga keuangan berbasis syari’ah. Saat ini telah banyak bank konvensional yang melakukan konversi dari sistem bunga ke syari’ah. Bank syari’ah adalah sistem perbankan yang bunga dalam dalam kegiatan operasionalnya untuk dunia menghindari dampak negatif dari sistem perekonomian keadilan dalam menciptakan

memberikan

manfaat

lebih

kepada

masyarakat; dan (3) Agent of services, fungsi bank dalam memberikan pelayanan jasa lainnya kepada masyarakat disamping menabung dan kredit, antara lain jasa pengiriman uang, penitipan barang-barang berharga, pemberian jaminan bank dan penyelesaian tagihan. Bank Bank Muamalat Indonesia adalah PT. sebagai bank syari’ah pertama di Indonesia. Muamalat Indonesia,Tbk

pelopor bank syari’ah telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak didirikan pada 1 Mei 1992. PT. BMI telah menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pendukung dalam perkembangan sistem keuangan syari’ah dengan prinsipprinsip bagi hasil (Profit and loss Sharing) atau pembagian laba yang merupakan suatu sistem yang berdasarkan prinsipprinsip keadilan sesuai dengan tuntunan AlQur’an ( [2 : 275], [3 : 130], [ 4 : 146], [2 : 276], [2 : 278] ) dan As-Sunnah sehingga diharapkan dengan sistem ini akan tercipta keadilan dan kesejahteraan dalam perekonomian Indonesia. Kinerja keuangan pada PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk. periode 2000 s/d 2006 memiliki total aktiva sebesar Rp. 8,370.59 milyar, atau meningkat sebesar 12,70% dari tahun 2005 sebesar Rp. 7.427,05 milyar. Jika dibandingkan pergerakan total pembiayaan pada tahun 2006 sebesar RP. 6,628.09 atau naik sebesar 12,57% dari total pembiayaan

perbankan. Bank syari’ah juga merupakan bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syari’ah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. (UU No. 10 tahun 1998 tentang perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan). Totok Budisantoso dan Sigit Triandaru (2006 : 9) mengemukakan bahwa keberadaan bank (termasuk bank syari’ah) pada dasarnya memiliki fungsi utama pada 3 (tiga) aspek yaitu : (1) Agent of trust, yaitu fungsi perbankan sebagai agen yang dapat dipercaya dalam mengelola yang dana dititipkan masyarakat/nasabah

kepadanya; (2) Agent of development, yaitu fungsi bank sebagai agen pembangunan yang akan mendorong sektor-sektor ekonomi produktif dan potensial sehingga

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

2

pada tahun 2005 yang sebesar RP. 5,887.74 milyar. Dan total penerimaan DPK mengalami peningkatan yang sama dengan total pembiayaan yaitu sebesar 12,57 % pada tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, PT. Bank Muamalat peningkatan Indonesia,Tbk dari total aset, mengalamai DPK dan

rangking ke-tujuh dalam kategaori asset Rp. 1 Triliun s/d Rp. 20 Triliun, serta termasuk “sangat dalam bagus”. “sepuluh PT. besar bank devisa terbaik di Indonesia dengan predikat Bank Muamalat Indonesia,Tbk telah menjadi bank syari’ah pertama di Indonesia, dengan total asset Rp. 8 Triliun hingga akhir 2006. Mengacu pada kondisi empiris yang telah diuraikan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang prospek pengembangan jangka panjang bank syari’ah di Indonesia. Disebabkan karena melihat kondisi persaingan dalam industri perbankan yang makin merebak diantara konvensional dan syari’ah, untuk dapat tetap mempertahankan posisi dalam industri guna meningkatkan perekonomian nasional. Olehnya itu, penulis tertarik untuk melakukan permasalahan pengembangan Indonesia,Tbk datang ini ditinjau untuk penelitian PT. pada dari dengan Bank masa segi fokus prospek Muamalat yang akan keuangan. prospek yang akan bagaimana

pembiayaan. Namun, hal tersebut belum dapat menjamin keberhasilan PT. Bank Muamalat pada masa yang akan datang, mengingat semakin tajamnya persaingan dalam industri perbankan pada umumnya dan pada industri syari’ah pada khususnya. Selain sebagai dukungan masyarakat, kondisi bagian nasional dari sehingga keuangan dari juga ini beberapa Bank Muamalat yang cukup baik, keberadaannya komponen mendapat elemen memberikan perekonomian

prospek tersendiri bagi perbankan syari’ah khususnya Muamalat untuk tumbuh dan berkembang. bunga/riba mendapat Tidak dalam dukungan fatwa dikenalnya operasional dari tentang MUI sistem Bank yang

Muamalat karena dapat merugikan nasabah, mengeluarkan haramnya

Selanjutnya tujuan yang dicapai dalam riset mengetahui pada masa pengembangan pada PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk datang dari segi keuangan. Fokus kajian dalam riset ini dibatasi pada prospek pengembangan dari segi keuangan, penulis melihat data masa lalu selama sebelas tahun yaitu periode 1996 s/d 2006. Dalam hal ini penulis melihat kondisi keuangan dalam neraca dan

bunga bank. Fatwa tersebut menyebabkan lonjaknya dana pihak ketiga (DPK) lebih cepat dari pada pembiayaan. PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk telah memperoleh berbagai penghargaan. Berdasarkan rating majalah Infobank 2003, PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk masuk sepuluh besar dengan predikat “sangat bagus” dan menempati

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

3

laporan

rugi-laba

PT.

Bank

Muamalat

Formulasi yang digunakan (Eddy Herjanto, 1999:119) adalah:
t − N +1

Indonesia,Tbk, yang akan dihitung dalam rasio keuangan yang meliputi rasio likuiditas (current ratio, dan fund to deposit ratio), dan rasio profitabilitas ( net profit margin, return on asset, dan return on equity). METODE PENELITIAN Penelitian sebagai penelitian yang ini dapat studi dikategorikan kasus yaitu prospek Muamalat

Y = t +1
Y t +1 =

∑X
i =t

i

N
X t + X t −1 + ... X t − N +1 N

HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Bank Muamalat pada sebelas tahun terakhir cukup fluktuatif berdasarkan hasil perhitungan rasio-rasio keuangan. Mengacu pada data selama 11 tahun terakhir, penulis memprediksikan prospek perkembangan rasio keuangan pada Bank Muamalat dimasa medatang di tinjau dari segi keuangan sebagai berikut : Perkembangan Current Ratio Prospek perkembangan current ratio 4 tahun mendatang pada Bank Muamalat menggunakan analisis rata-rata bergerak tiga tahunan menunjukan nilai sebesar 1,18. Berarti kemampuan untuk melunasi hutang jangka pendeknya karena pembentukan aktiva lancar lebih cepat dibandingkan hutang lancar dengan spread = 1,18. Dari CR Bank Muamalat tersebut, menunjukkan berada di bawah standar CR ideal yaitu 2 : 1. Nilai ini masih cukup baik karena perkembangan aktiva lancar relatif lebih cepat dibandingkan hutang lancarnya. Mengacu pada pertumbuhan CR selama tahun 1996 s/d 2006 dan prediksi tahun 2007 s/d 2010 dapat disajikan pada grafik berikut.

penelitian PT.

menjelaskan Bank

pengembangan

Indonesia,Tbk. ditinjau dari aspek finansial. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berbagai berupa kewajiban, total dan DPK, lain-lain total yang pembiayaan yang disalurkan, total aktiva, terdapat dalam laporan keuangan. Sumber data sekunder diperoleh dari publikasi PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakanan dalam riset ini adalah metode analisis ratarata bergerak sederhana tiga tahunan yaitu analisis prediksi didasarkan pada proyeksi serial data yang dimuluskan dengan rata-rata bergerak. Metode rata-rata bergerak sederhana tiga tahunan merupakan metode peramalan rata-rata bergerak sederhana yang dianggap mampu menghilangkan pengaruh fluktuatif random dalam peramalan yang menggunakan data masa lalu untuk memprediksikan prospek PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk pada masa yang akan datang ditinjau dari aspek keuangan.

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

4

Grafik 1. Prediksi Current Ratio Bank Muamalat Tahun 2007-2010
1 0 ,6 1 0 ,4 1 0 ,2
CR (%)

1 0 ,0 0 0 ,8 0 0 ,6 0 0 ,4 0 0 ,2 0 0 ,0
19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 21 00 R a

P rio e (t) e d

Sumber: Hasil pengolahan data sekunder Bank Muamalat Tahun 1996 – 2006 Grafik di atas, diprediksikan bahwa pada tahun 2007 current ratio Bank Muamalat sebesar 1,23 atau mengalami peningkatan sebesar 8,85 % dari tahun 2006. Namun pada tahun 2008 kembali mengalami penurunan sebesar 6%, yang diperkirakan dipengaruhi oleh kemungkinan menurunnya aktiva lancar yang dimiliki oleh Bank Muamalat sebagai imbas dari adanya kecenderungan didasarkan kemungkinan menurunnya pada pembiayaan bahwa, kondisi yang disalurkan kepada masyarakat. Hal ini asumsi oleh disebabkan Pada tahun 2009

C rre t R tio u n a

N i P d s C rre t R tio ila re ik i u n a

dan

2010

diprediksikan current ratio Bank Muamalat mengalami peningkatan sebesar 2%. Hal ini diprediksikan, disebabkan oleh berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan terasa perbankan syari’ah akan mulai

dampak positifnya pada tahun 2009 dan 2010. Indikasi upaya pemerintah (termasuk Bank Indonesia sebagai regulator) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syari’ah terlihat Ekonomi Januari Komisi dari 2008. penyelenggaraan pada Menurut Festival DPR Syari’ah Keuangan pertengahan Anggota Nasution,

perekonomian yang tidak menentu sebagai imbas dari gejolak politik yang diprediksikan akan marak pada pertengahan tahun 2008 sehubungan dengan rencana Pemilihan Umum yang akan digelar pada tahun 2009, sehingga variabel pembentuk aktiva lancar menurun di satu pihak sementara hutang lancar relatif tetap (dana pihak ketiga).

Nursanita

adanya Arsitektur Perbankan Indonesia (API) maka seharusnya Indonesia tidak kehilangan momentum untuk memajukan pertumbuhan Indonesia. ekonomi Peningkatan syari’ah di kepercayaan

masyarakat untuk menggunakan lembaga

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

5

perbankan Muamalat

syari’ah dalam

khususnya menyimpan

Bank ataupun

dengan kata lain dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh Bank Muamalat sebagian besar (82 % dari DPK) langsung disalurkan dalam fungsi bentuk pembiayaan Bank kepada dunia usaha dan masyarakat. Ini menunjukkan intermediasi Muamalat berjalan baik, sebagai mediator antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan turunnya rasio dana. Fluktuasi/naik terhadap pembiayaan

melakukan pinjaman pada Bank Muamalat. Perkembangan Fund to deposit ratio Perkembangan fund to deposit ratio untuk empat tahun mendatang pada Bank Muamalat dengan menggunakan analisis rata-rata bergerak tiga tahunan, diperoleh hasil prediksi rata-rata Fund to Deposit Ratio adalah sebesar 0,82. Ini berarti bahwa perkembangan pembiayaan yang diberikan lebih tinggi dibandingkan dengan dana pihak ketiga dengan spread sebesar 82 % atau

simpanan (DPK) dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 2. Prediksi Fund to deposit ratio Bank Muamalat Tahun 2007-2010
1 ,2 1 0 ,8 0 ,6 0 ,4 0 ,2 0
19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 21 00

FDR (%)

P erio e (t) d

Sumber: Hasil pengolahan data sekunder Bank Muamalat Tahun 1996-2006 Grafik di atas, diprediksikan bahwa pada tahun 2007 fund to deposit ratio Bank Muamalat mengalami penurunan sebesar sebesar 21 % dari tahun 2006. Penurunan rasio pembiayaan terhadap DPK tersebut dipengaruhi dimana meningkatnya prosentase penghimpunan peningkatannya DPK oleh Bank Muamalat pada tahun 2007,

F n toD p sit R tio ud eo a

N i P d si F R ila re ik D

diperkirakan tidak diikuti oleh peningkatan pembiayaan yang diberikan. Namun pada tahun 2008 hingga 2009 diprediksikan FDR Bank Muamalat akan kembali mengalami peningkatan sebesar 6 %, yang dipengaruhi oleh tingginya peningkatan pembiayaan pada tahun 2008 dan 2009 di satu pihak sementara DPK meskipun

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

6

meningkat namun peningkatannya relatif lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan. Hal ini memberikan indikasi bahwa di tahun 2008 dan 2009, fungsi intermediasi Bank Muamalat akan berjalan lebih baik seiring dengan berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan bank syari’ah khususnya dari aspek pembiayaan kepada dunia usaha. Pada akhir periode estimasi yaitu tahun 2010 diperkirakan FDR akan kembali mengalami penurunan sebesar 5%, dipengaruhi oleh tingginya persaingan dalam industri syari’ah sehubungan dengan

mulai diberlakukannya pasar bebas untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Perkembangan Net profit margin Prospek perkembangan net profit margin yang diperoleh Bank Muamalat selama tahun 1996-2006 sebesar 0,09. Berarti spread kemampuan Bank Muamalat dalam memupuk laba jika dibandingkan dengan total pendapatan yang diperoleh adalah sebesar 9%. Gejolak naik turunnya laba Bank Muamalat dan selama estimasi, periode dapat pengamatan

digambarkan dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 3. Prediksi Net Profit Margin Bank Muamalat Tahun 2007-2010
0 ,6 0 ,4 0 ,2
PM(%)

0
19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 21 00

-0 ,2 -0 ,4 -0 ,6 -0 ,8 -1 -1 ,2
P erio e (t) d

Sumber: Hasil pengolahan data sekunder Bank Muamalat Tahun 1996 – 2006 Mengacu pada hasil perhitungan yang ditunjukan pada grafik di atas diprediksikan bahwa pada tahun 2007 net profit margin Bank Muamalat mengalami peningkatan 16% dari tahun 2006. Peningkatan tersebut diperkirakan dipengaruhi oleh asumsi biayabiaya operasional Bank Muamalat relatif tetap dan harapan akan meningkatnya pembentukan laba

P fit M rg ro a in

N iP d s P ila re ik i M

perusahaan

yang

bersumber dari bagi hasil yang diterima perusahaan, baik bersumber dari bagi hasil pembiayaan (kredit), maupun yang bersumber dari penanaman modal bank dalam bentuk surat berharga dan jasa lainnya. Salah satu sumber pembentukan laba perbankan adalah spread antara suku

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

7

bunga

(bagi

hasil)

pembiayaan

dan

mempengaruhi laba yang diperoleh dan pendapatan operasional Bank Muamalat, sehingga margin keuntungan yang diperoleh relatif tetap. Hal ini didasari atas asumsi bahwa, Bank Muamalat mengalami peningkatan dalam menghasilkan laba bersih dan pendapatan operasional yang tidak besar perubahannya. Perkembangan Return On Asset Prospek perkembangan return on asset untuk empat tahun mendatang pada Bank Muamalat dengan menggunakan analisis rata-rata bergerak tiga tahunan, kemampuan manajemen Bank Muamalat dalam menghasilkan pendapatan atas keseluruhan aktiva yang dimilikinya adalah sebesar 1,97. manajemen Ini berarti bahwa setiap aktiva sebesar mengelola

penanaman modal lainnya dengan suku bunga simpanan nasabah, artinya bahwa semakin tinggi penanaman modal pada kegiatan produktif maka akan semakin besar pula laba atau keuntungan yang diperoleh. Pada tahun 2008 net profit margin PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk kembali mengalami penurunan sebesar 5 %, namun relatif tetap hingga tahun 2010. Hal ini diperkirakan, dipengaruhi oleh gejolak politik pada pertengahan tahun 2008 yang dapat mempengaruhi kemampuan Bank Muamalat dalam menghasilkan keuntungan. Hal ini dasarkan pada asumsi bahwa, gejolak politik yang timbul sehingga dapat menurunkan pendapatan operasi yaitu bagi hasil dan jualbeli. Sedangkan pada periode selanjutnya (2009-2010) relatif tetap dari tahun 2008, diperkirakan dipengaruhi oleh kemungkinan adanya gejolak-gejolak pada periode ini yang secara langsung atau tidak langsung dapat

Rp.1,- maka akan menghasilkan tambahan pendapatan sebesar Rp.1,97. Gambaran fluktuasi tingkat pengembalian asset dapat digambarkan dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 4 Prediksi Retun On Asset Bank Muamalat Tahun 2007-2010
1 2 1 0 8
ROA (%)

6 4 2 0
19 96 19 97 19 98 19 99 20 00 20 01 20 02 20 03 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 21 00

2
P rio e (t) e d R tu O A s ts e rn n s e N iP d s R A ila re ik i O

Sumber: Hasil pengolahan data sekunder Bank Muamalat Tahun 1996 – 2006

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

8

Pada

grafik

di

atas,

diprediksikan

persaingan

pada usaha

sejenis

(bank

bahwa pada tahun 2007 hingga 2010 return on asset Bank Muamalat relatif tetap sejak tahun 2006. Bank Meskipun rasionya tidak mampu menjaga meningkat, namun secara umum manajemen Muamalat kelangsungan usaha pada empat tahun mendatang. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa, Bank Muamalat masih mampu menghasilkan laba rata-rata Rp. 0,02,-. Hal ini disebabkan oleh pengaruh net profit margin Bank Muamalat tidak menunjukkan peningkatan yang begitu besar, sehingga kemampuan mengelola Bank aktiva Muamalat yang dimiliki dalam untuk

konvensional termasuk unit syari’ahnya) turut mempengaruhi kinerja pengembalian asset pada Bank Muamalat. Diprediksikan bahwa pada masa mendatang persaingan dalam industri syari’ah semakin meningkat, hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja Bank Muamalat dalam mengelola dana (menghimpun dana dan menyalurkan dana) untuk menghasilkan laba. Perkembangan Return On Equity Prospek perkembangan return on equity menunjukan rata-rata kemampuan manajemen dalam menghasilkan laba atas modal yang dimilikinya selama periode pengamatan adalah sebesar 0,14. berarti bahwa setiap Ini manajemen

menghasilkan laba juga tidak menunjukkan peningkatan yang besar. Namun, fluktuasi pembentukan laba dan kegiatan operasional dapat diimbangi dengan pengelolaan sistem keuangan yang baik, melalui pengaturan prosentase pembiayaan dan penempatan dalam bentuk surat berharga. Tingginya

menanamkan modal sebesar Rp.1,-, maka akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp.0,14,-. Gambaran modal fluktuasi sendiri tingkat dapat pengembalian

digambarkan dalam grafik sebagai berikut.

Grafik 5. Prediksi Retun On Equity Bank Muamalat Tahun 2007-2010
0.4 0.3 0.2 0.1
ROE (%)

0 -0.1 -0.2 -0.3 -0.4 -0.5 -0.6
Periode (t)
1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

````

Sumber: Hasil pengolahan data sekunder Bank Muamalat Tahun 1996 – 2006

Return On Equity

Nilai Prediksi ROE

Jurnal Manajemen & Kewirausahaan
VOL. 1. No. 1. Januari 2009

9

Grafik di atas, diprediksikan bahwa pada tahun 2007 hingga 2010 return on equity Bank Muamalat tidak mengalami perubahan dari tahun 2006 atau relatif tetap, yang diperkirakan hal ini disebabkan oleh perolehan pendapatan bahwa, operasional manajemen dan Bank

pada masa yang akan datang.

Sebab,

tanpa dukungan dari pihak eksternal usaha Bank Muamalat tidak akan mampu tumbuh dengan baik. Sebagaimana diketahui, bahwa salah satu No. 10 faktor Tahun diakomodirnya 1998 adalah sistem semakin perbankan perbankan syari’ah dalam Undang-undang maraknya wacana tentang

beban operasional relatif konstan Hal ini menunjukkan Muamalat mampu menjaga kelangsungan usahanya selama empat tahun mendatang atas modal sendiri yang dimiliki sebesar 14 % untuk menghasilkan rasio ini tidak keuntungan. mengalami Walaupun

syari’ah pada awal tahun 1990-an. Bahkan ketika rancangan UU tersebut dibahas oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat, realisasi ide pendirian PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk sedang gencar dilakukan. Walaupun disadari bahwa Undang-undang No. 7 Tahun 1992, belum memberikan dasar hukum yang kuat bagi operasional perbankan syari’ah di Indonesia. Namun dengan Bank adanya Muamalat undang-undang Indonesia,Tbk itu untuk memberikan landasan hukum bagi PT. menjalankan operasi usahanya. Hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah terhadap lahirnya Bank Muamalat. Disadari bahwa kelemahan itu berimplikasi terhadap perkembangan Bank Muamalat dalam kurun waktu 1992 s/d 1998, yang kemudian direvisi menjadi Undang-undang No. 10 Tahun 1998. Dengan direvisinya UU No. 7 Tahun 1992 menjadi UU No. 10 tahun 1998, semakin besar kesempatan bagi bank syari’ah untuk tumbuh dan berkembang, khususnya Bank Muamalat sebagai pelopor, yang makin

perubahan, namun secara umum kondisi tingkat pengembalian modal ini cukup baik. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa persaingan semakin perbankan di masa mendatang dalam industri akan industri syari’ah, meningkat khususnya

sehingga akan turut mempengaruhi Bank Muamalat dalam menghasikan keuntungan atas modal sendiri. Namun, hal tersebut dapat diimbangi dengan pengelolaan manajemen keuangan yang stabil dalam menghadapi persaingan dalam industri pada masa yang akan datang. Pendapat Pemerintah, Ulama Masyarakat Tentang Bank Muamalat dan

Untuk mendukung penelitian ini, selain menggunakan angka-angka statistik, penulis juga melakukan telaah pustaka atas penelitian terdahulu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dukungan-dukungan dari pihak eksternal, terhadap prospek Bank Muamalat

besar di

peluangnya beberapa

untuk daerah

memperluas tanah air

oleh

DPS. Ulama

(Annual

report

PT.

Bank yang tentang

jaringan dengan pendirian kantor-kantor baru (www.syariahsupport.co.id : 2008). PT. Indonesia Dewan Dewan Bank (MUI) Muamalat yang Indonesia,Tbk merupakan (DPS) (DSN). dan DSN didukung juga oleh para Majelis Ulama juga Pengawas Syari’ah Syari’ah Nasional

Muamalat Indoensia, Tbk : 2006). merupakan sosok luas memiliki pengetahuan

berbagai aspek agama yang merupakan landasan berdirinya perbankan syari’ah, berfungsi sebagai pengayom masyarakat dan pengarah jalannya perbankan syari’ah tersebut. perkembangan Peran ulama dalam syari’ah perbankan

diharapkan berfungsi sebagai pendorong penerapan ajaran Islam dalam kehidupan ekonomi. DSN berwenang mengeluarkan fatwa yang mengikat DPS di masing-masing lembaga keuangan syari’ah dan menjadi dasar tindakan hukum pihak-pihak terkait, dalam hal ini salah satunya adalah pihak Bank Muamalat. Dewan Pengawas Syari’ah PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk diketuai oleh K.H. M.A. Sahal Mahfudh, yang beranggotakan tiga orang yaitu Prof. Dr. H. Muardi Chatib, Prof. Dr. H. Umar Shihab, dan K.H. Ma’ruf Amin. DPS Bank Muamalat mengatakan bahwa Bank Muamalat sebagai bank syari’ah terkemuka memberikan pelayanan jasa perbankan secara Islami, di mana BMI mencatat perkembangan yang menggembirakan mengupayakan yaitu pengembangan berhasil jaringan

khususnya bagi Bank Muamalat bukan hanya sekedar memberikan pengarahan terhadap jalannya operasional perbankan syari’ah harus agar tetrap berjalan sosialisasi di atas landasan syari’ah, melainkan lebih dari itu memberikan kepada masyarakat luas baik masyarakat muslim maupun masyarakat non muslim. Dalam eksistensinya sebagai pengayom, maka ulama melalui lembaga formalnya “Majelis Ulama Indonesia” (MUI), mengeluarkan fatwa-fatwa guna membentengi perbankan syari’ah dari berbagai praktek dan upayaupaya syari’ah penyimpangan sehubungan dengan dengan ajaran semakin

berkembangnya dinamika kehidupan di era global yang serba tidak menentu saat ini dan mungkin juga di masa yang akan datang. Olehnya itu, fatwa MUI tentang haramnya bunga bank juga merupakan faktor penyebab PT. Bank Muamalat Indonesia memperoleh apresiasi positif dari kalangan masyarakat luas. Fatwa tersebut menyebabkan melonjaknya Dana Pihak Ketiga (DPK) lebih cepat dari pada

pelayanannya dan produknya secara inovatif demi lebih mendekatkan jasa perbankan syari’ah ke nasabah maupun masyarakat luas. DPS juga mengatakan bahwa seluruh kegiatan operasional BMI sepenuhnya sesuai dengan fatwa-fatwa Dewan Syari’ah Nasional dan keputusan yang dikeluarkan

pembiayaan memperoleh Bank dengan

Bank

Muamalat

telah

besar masyarakat utamanya muslim dapat memahami perbankan atau dan arti penting dan manfaat sehingga suatu syari’ah tersebut,

berbagai masuk “sangat

penghargaan. sepuluh bagus” ke-tujuh besar dan dalam

Berdasarkan rating majalah Infobank 2003, Muamalat predikat

mereka mau menjadi mitra atau nasabah menganggapnya kenyamanan keluarga sebagai lembaga yang dapat memberikan manfaat dalam dan melebihi kehidupan atau bank-bank (Bank individu, kelompok

menempati

rangking

kategaori asset Rp. 1 Triliun s/d Rp. 20 Triliun, serta termasuk dalam sepuluh besar bank devisa terbaik di Indonesia dengan predikat “sangat bagus”. PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk telah menjadi bank syari’ah pertama di Indonesia, dengan total asset Rp. 8 Triliun hingga akhir 2006. (Samdin : 2007) Berdasarkan telaah pustaka di atas, dapat disimpulkan bahwa Bank Muamalat mendapatkan dukungan yang positif dari para MUI dengan didukung oleh fatwa-fatwa yang menyebabkan Bank Muamalat dan mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat luas dan memperoleh beberapa penghargaan. Dari segi dukungan Pemerintah dan MUI, penulis melihat bahwa Bank Muamalat mempunyai prospek yang baik pada masa yang akan datang, dengan asumsi dengan ekonomi kepada bahwa Bank kegiatan Muamalat fatwa Serta agar akan yang tetap telah menjalankan operasionalnya

usaha-usahanya karena

konvensional. Diperolehnya kenyamanan perbankan syari’ah Muamalat) menerapkan prinsip bagi hasil yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak atas kesepakatan bersama. Hal ini bersebelahan yang sepihak dengan dan kreditnya sistem akan bank bunga tetap atau walaupun konvensional secara berkewajiban mengembalikan 2007) Penelitian yang dilakukan oleh DR. Jazim Hamidi, SH. MH. (2007) dengan judul ”Persepsi dan Sikap Masyarakat Santri Jawa Timur Terhadap Bank tersebut Syari’ah”. Dalam penelitian menetapkan membayar

usahanya menderita kerugian. (Samdin :

berdasarkan Islami. masyarakat

didapatkan bahwa persepsi masyarakat santri di Jawa Timur baik yang merupakan nasabah maupun yang bukan nasabah bank syari’ah, ditinjau dari pendekatan budaya, sosial, pribadi dan psikologis, adalah positif terhadap bank syari’ah. Perbedaan yang terdapat pada kelompok masyarakat santri nasabah dan bukan nasabah adalah pada sikap atau pilihan

ditetapkan oleh MUI yang berprinsipkan memberikan apresiasi menjadi pelayanan yang berbasiskan prinsip Islam masyarakat tidak berubah. Perbankan syari’ah percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di masa mendatang, jika sebagian

mereka untuk memilih atau tidak memilih bank syari’ah. Melalui indepth interview diperoleh jawaban bahwa walau secara konsep bank syari’ah sudah baik, akan tetapi dalam praktek perbankan syari’ah saat ini masih menunjukkan ketidaksesuaian dengan konsep yang ada, sehingga hal ini perlu mendapat perhatian. (www.yahoo.com) Dari penelitian tersebut di atas, dapat menjadi salah satu rekomendasi bagi pihak Bank Muamalat, bahwa terdapat persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa bank syari’ah di Indonesia secara konsep sudah baik namun secara praktek masih perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Dalam hal ini, Bank Muamalat secara persepsi harus murni, nasabah mampu untuk yang membuktikan bahwa operasional usahanya sesuai syari’at menghapuskan

Kendari. Adapun kesimpulan dari penelitian tersebut, bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara image nasabah dengan perilaku positif nasabah terhadap produk tabungan Bank Muamalat (Shar-e, Tabungan haji Arafah, dan tabungan Arafah). Artinya bahwa semakin baik image nasabah terhadap produk yang ditawarkan Bank Muamalat, maka kecenderungan perlaku positif nasabah akan semakin meningkat (baik). Dalam memberikan nasabah (baik). penelitian indikasi bahwa, tentang akan tersebut image produk dapat

(masyarakat) Hal ini

tabungan Bank Muamalat adalah positif tentunya mendukung prospek pengembangan Bank Muamalat pada masa yang akan datang, dengan asumsi bahwa kemurnian produk tabungan Bank Muamalat tetap dijalankan sesuai syari’at Islam dengan prinsip jualbeli. Sehingga image nasabah tidak berubah. Selain mendapatkan dukungan dari pemerintah, ulama dan masyarakat, pengembangan bank syari’ah juga harus didukung oleh lembaga pendidikan dan bermitra dengan lembaga lain guna untuk meningkatkan perbankan pengetahuan syari’ah dalam tentang hal ini

seperti itu untuk perkembangan usaha pada masa yang akan datang. Hal di atas juga memberikan tentang bank gambaran syari’ah bahwa, terdapat Bank tanggapan yang positif dari masyarakat khususnya Muamalat. Penelitian yang dilakukan oleh Wa Ode Muchlia (2007), dengan judul “Pengaruh Image Nasabah Terhadap Kecenderungan Perilaku Nasabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk Cabang Kendari”. Dalam penelitian tersebut meneliti tentang apakah image nasabah khususnya mengenai produk tabungan berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan perilaku nasabah pada Bank Muamalat Cabang

menyediakan SDM yang mampu berkiprah di dunia perbankan syari’ah sebagai tujuan jangka pendek dan upaya kepada menengah sosialisasi masyarakat dan dan yang meningkatkan pemahaman

berpendidikan menyampaikannya

sehingga kepada

dapat masyarakat

kegiatan besar yaitu “Festival Ekonomi Syari’ah pada Januari 2008”, diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan kepercayaan masyarakat untuk bermitra dengan Bank Muamalat. Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia Mohd Razif Abdul Kadir, di sela- sela acara Festival Ekonomi Syari’ah, (17/1/2008), bagus. di JCC, Jakarta, Kamis menuturkan pangsa pasar lain, karena jumlah

awam dimana mereka berdomisili, sebagai tujuan jangka panjang. Bermitra dengan lembaga lain yang dimaksud antara lain adalah lembaga-lembaga keuangan lain seperti : asuransi, pegadaian, yayasan, LSM, BAZIS, LAZ, dan semacamnya. Lembagalembaga ini dimaksudkan agar dapat menjadi nasbah atau perpanjangan tangan dari perbankan syari’ah khususnya Bank Muamalat. (Samdin : 2007) Dengan dukungan-dukungan tersebut di atas, memberikan indikasi bahwa prospek pengembangan Bank Muamalat ke depan masih cerah seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk “menitipkan” dananya atau mempercayakan pembiayaan usahanya pada Bank Muamalat. Data yang ada menunjukkan bahwa dilihat dari segi perkembangannya, maka pertumbuhan bank syari’ah sejak tahun 2000 hingga 2004, terlihat cukup tinggi yakni rata-rata lebih dari 50% setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2003 dan 2004, pertumbuhan Bank Syari’ah melebihi 90% dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2005, hal tersebut dirasakan agak melambat meskipun tetap tumbuh sebesar 37%. Walaupun demikian pertumbuhan bank syari’ah tetap merupakan prestasi tersendiri di tengah tekanan yang cukup berat terhadap kondisi perekonomian dan perbankan. (www.yahoo.com: 2008) Sosialisasi bank syari’ah yang semakin marak dilakukan, salah satunya melalui

syari’ah di Indonesia masuk dalam kategori Antara penduduk Indonesia relatif banyak dan penduduk yang mayoritas yang beragama Islam. (www.yahoo.com : 2008) Prospek terbuka lebar khususnya melalui pengembangan bagi Bank Muamalat, yang Syari’ah, tersebut strategi

Bank

tentunya perlu ditanggapi secara dini penyiapan pengembangan usaha yang dijalankan, karena meskipun prospek usaha terbuka lebar ada namun didepan tantangan mata adalah juga siap menghadang. Tantangan utama yang pertama,

mampukah perbankan syari’ah menjadi sebuah lembaga intermediasi secara baik sehingga mampu menggerakan sektor riil. Kedua, mampukah perbankan syari’ah berkembang “dihabitatnya yang subur’ (negeri dengan penduduk perbankan dimasa muslim syari’ah?. depan terbesar di dunia) dan menjadi contoh pengembangan Ketiga, dapatkah

perbankan syari’ah menjadi rahmatan lil ‘alamin, artinya perbankan syari’ah tidak

hanya bermanfaat bagi umat muslim, tapi juga bagi seluruh umat manusia. Dalam pengembangan masa depan menghadapi Bank adalah tantangan dan tersebut, strategi utama dalam konsep Muamalat perbankan syari’ah pada umumnya di Transformasi. Transformasi ini terutama harus dilakukan oleh kalangan internal perbankan syari’ah. Adapun proses transformasi yang diperlukan adalah :

komunikasinya masih menonjolkan isu halal-haram atau isu riba, dan kurang menonjolkan isu value yang diraih oleh pelanggan.

3. Transformasi
Muslim Perbankan ke

dari Pelanggan

Pelanggan Umum. harus juga

syari’ah

membuka diri dan secara proaktif 'menjemput bola' pelanggan umum dan non-muslim. Kesan bahwa perbankan syari’ah hanya untuk kaum muslim harus segera diubah. Dengan demikian, maka komunikasi yang dijalankan tidak lagi mengangkat isu riba, tetapi isu-isu profesionalisme.

1. Transformasi dari Produk Syari’ah
ke Corporate Syari’ah Di masa depan, perbankan syari’ah tidak cukup hanya mendasarkan pada produk-produk syari’ahnya. Masyarakat tidak hanya menilai produknya, tetapi juga sistem manajemen, profil personalia, serta service delivery-nya. Dengan kata lain, perbankan syari’ah juga harus berarti semua aspek operasional yang dijalankan benar-benar berlandaskan pada syari’ah.

4. Transformasi

dari

Pengusaha

Besar kepada Orientasi yang lebih Adil. Konsep perbankan syari’ah di masa depan harus mampu menciptakan distribusi yang adil antar pengusaha besar dan kecil, serta antar pusat dan daerah. Untuk pasar. harus kantor pada mendukung konsep ini, harus ada

2. Transformasi
Salah syari’ah kalangan syari’ah syari’ah. mencari mementingkan daripada professional. satu

dari

Sentimen perbankan banyaknya yang pada lebih yang rasionaldari

pemetaan perbankan membatasi cabangnya

segmentasi syari’ah umum pembukaan hanya

Emosional ke Rasional Professional. kelemahan masih adalah

perbankan atau yang

syari’ah fanatik

kota/kabupaten.

membidik sasarannya pada para loyalis Artinya, perbankan

5. Transformasi dari Motif Investasi
ke Akumulasi Modal. pada Dalam sektor pandangan hukum Islam, investasi yang bernilai usaha lapangan sumberdaya, adalah akan kerja, serta karena membuka mengolah meningkatkan

pelanggan pertimbangan Content

sentimen-emosional

pendapatan. Oleh karena itu, di masa depan perbankan syari’ah harus mempelopori pemberian "kredit murah" sehingga memotivasi masyarakat untuk berinvestasi pada sektor-sektor usaha dan pada akhirnya pergerakan pada sektor-sektor Agar proses usaha riil ini akan membuka lapangan pekerjaan baru. transformasi berjalan dengan baik, paling tidak dibutuhkan tiga faktor penunjang, yaitu pertama, adanya dukungan dari pemerintah dan DPR dalam bentuk perundang-undangan serta dalam menciptakan produk. Agar iklim perekonomian bersaing maka yang dengan produkkondusif. Kedua, adanya pengembangan dapat perbankan konvensional

Muamalat Indonesia,Tbk sebesar 1,18, artinya kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Fund deposit to ratio ratarata sebesar 0,82, yang menunjukkan bahwa fungsi intermediasi Bank muamalat telah berjalan dengan baik, dimana sebesar 82 % dari DPK yang dihimpun disalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada dunia usaha. Ratarata net profit margin sebesar 0,09, artinya Muamalat bahwa manajemen Bank mempunyai kemampuan

untuk memupuk laba atas pendapatan operasi sebesar 9 %. Rata-rata return on asset sebesar 1,97, artinya bahwa manajemen Bank Muamalat mampu menghasilkan laba sebesar Rp.1,97,atas pengelolaan aktiva sebesar Rp.1,-. Rata-rata return on equity sebesar 0,04, artinya manajemen Bank mempunyai kemampuan Muamalat untuk

produk yang diberikan harus lebih lengkap dengan melakukan berbagai terobosan baru dalam bentuk produk-produk baru yang mengimplementasikan masyarakat. kebutuhan Ketiga, adanya dukungan

positif dari masyarakat. Hal ini bisa terjadi jika dikembangkan program komunikasi dan sosialisasi secara terpadu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan awareness dan attitude terhadap perbankan syari’ah, dan image building. KESIMPULAN Berdasarkan dikemukakan uraian yang maka telah dapat sebelumnya, Hasil

menghasilkan laba sebesar Rp.0,04,atas penanaman modal sendiri sebesar Rp.1,-.

2.
prospek Muamalat

Hasil

analisis

rata-rata Bank tahun 2010,

bergerak tiga tahunan untuk melihat pengembangan pada yaitu empat 2007 s/d

mendatang

ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

menunjukkan bahwa rata-rata prediksi perkembangan current ratio sebesar 1,19. Fund to Deposit Ratio sebesar 0,77, atau 77 %. Rata-rata prediksi

1.

pengolahan

menunjukkan selama periode 1996 s/d 2006 rata-rata Current Ratio PT. Bank

perkembangan

profit

margin

Bank

Muamalat sebesar 0,21, artinya adanya prospek yang baik pada masa yang akan datang untuk menghasilkan laba atas keseluruhan pendapatan operasional. Rata-rata prediksi perkembangan return on asset sebesar 0,02. Rata-rata prediksi return on equity sebesar 0,14, artinya bahwa Bank Muamalat mempunyai prospek yang baik dalam menghasilkan laba atas modal sendiri pada masa yang akan datang.

Almossawi, M. 2001. Bank selection criteria employed by college students in Bahrain: an emperical analysis, The International Journal of Bank Marketing, Vol.19 No. 3, pp 115. Bank Indonesia. 2001. Potensi, Preferensi dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank Syariah di Jawa Barat. Jakarta. Boyd, W., Leonard, M., & White, C. 1994. Customer preferences for financial services: an analysis, International Journal of Bank Marketing, Vol. 12 , No.1, pp 9-15. Coyle, T. 1999. The bank of tomorrow, American Community Banker, Vol 8, No.7, pp. 16-18 Ho, P. F., Ong, P.Y and Thia, B. H. 1995. Bank selection criteria and multiple banking phenomena in Singapore. Unphublished MBA dissertation, School of Accountacy and Business, Nanyang Technological University Kompas. 2005. Pangsa Perbankan Syariah 2011 diprediksi 20 persen. Senin 7 Maret 2005. Kompas. 2004. Tahun 2005 sebanyak 19 bank akan buka unit syariah. Kamis 2 Desember 2006. Kaynak, E. 2005. American consumers’ attitudes towards commercial banks, The International Journal of Bank Marketing, Vol.23, No. 1, pp 73-89 Metawa, S. A., & Almossawi, M. 1998. Banking behavior of Islamic bank customers: Perspectives and implications, International of Bank Marketing, Vol. 16, No. 7, pp. 299313. Nicholls, J.A.F., Roslow,S.and Tsalikis, J. 1993. “Time is central”, International Journal of Bank Marketing, Vol. 11 No. 5, pp.12-18 Redaksi Info Bank. 1990. Info Bank April No. 241, Jakarta The Point (Newspaper), Syariah Banking in Indonesia, Tuesday 12 December 2006.

3.

Prospek pengembangan Bank

Muamalat pada tahun mendatang masih baik. Hal ini didasari atas asumsi: (1) pertumbuhan Bank Muamalat didukung pemerintah, kondusif. (2) DPR serta dalam menciptakan iklim perekonomian yang adanya pengembangan produk bank syari’ah dengan melakukan terobosan baru dalam produknya yang lebih lengkap bank agar dapat bersaing yang dari dengan (3) konvensional positif

memperhatikan kebutuhan masyarakat. adanya dukungan dengan dan sosialisasi masyarakat komunikasi program secara

terpadu tentang bank syari’ah. DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anul Karim dan Al-hadits Ahmad, N dan Haron, S. 2001. Perception of Malaysian Corporate Customers Toward Islamic Banking Products & Services, International Journal of Islamic Financial Service, Vol. 3 No. 4.

PENGARUH PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO SEKTOR PERDAGANGAN DI KOTA KENDARI Hasanuddin Bua 1) & Sinarwaty 2) ABSTRACT The objective of this research is to explain and evaluate empirically the effect of entrepreneurship behaviour towards the sector of micro businesse performance in Kendari Town. Data that is used is primary data that is collected through cross section by using questionare. Analysis method that is used are descriptive and regrsbivariat analysis. The result of this research shows that respondents averagely have already given their agreement statement in deciding and think of entrepreneurship behaviour factor. Hence, the exsitance of good entrepreneurship behaviour in sector of micro businesse in Kendari Town has an important role in the increasing of businesse performance. The result of regresi bivariat analysis shows that entrepreneurship behaviour has a positife and sifnificant effect toward sector of micro businesse performance in Kendari Town. It means that if we increase behaviour in entrepreneurship, it can increase the performance of micro businesse sector in Kendari Town as well. It proves that entrepreneurship behaviour done by entrepreners give a significant improvement in businesse performance. Thus, implementation of effective entrepreneurship behaviour will be able to increase to the performance of micro businesse sector in Kendari Town. Key Words: Entrepreneurship Behaviour, Working Performance PENDAHULUAN Upaya pengembangan dan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil pihak antara lain dengan memperkenalkan pola pendekatan dalam rangka pembiayaan usaha mikro seperti pola kemitraan. Konsep pembangunan setidaknya mulai kemitraan UKM di dicanangkan dalam Indonesia oleh

Menengah (UMKM) dewasa ini mendapat perhatian yang cukup besar dari berbagai pihak, baik pemerintah/BUMN, perbankan, swasta, lembaga swadaya masyarakat maupun lembaga-lembaga internasional. Hal ini dilatar belakangi oleh besarnya potensi UMKM yang perlu diefektifkan sebagai motor penggerak perekonomian nasional setelah mengalami krisis ekonomi upaya yang dalam berkepanjangan. Berbagai

pemerintah setelah berlakunya UU No.9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil dan Inpres No. 10 Tahun 1998 tentang Usaha Menengah. Kemitraan dianggap menjadi salah satu alternatif upaya untuk mengatasi berbagai problem internal yang dihadapi mencakup aspek kualitas SDM, terutama kewirausahaan penguasaan teknologi (entrepreneurship), dan informasi,

rangka pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro telah dilakukan oleh berbagai

struktur

organisasi,

sistem

manajemen,

Raharja, (persero)

PT

Pelabuhan

Indonesia dan

IV. PT

kultur/budaya bisnis, kekuatan modal dan jaringan bisnis dengan pihak luar. Kemitraan yang dimediatori oleh pemerintah banyak melibatkan lembaga bisnis pemerintah dan swasta sebagai mitra usaha UMKM. Kemitraan yang telah terjalin antara pengusaha kecil dengan pengusaha besar swasta, BUMN atau BUMD di Kota Kendari masih sangat terbatas. Di antara pengusaha mikro kecil yang bermitra, maka bentuk kemitraan yang terjalin adalah dagang umum, keagenan, sub-kontrak, waralaba dan inti-plasma, serta dalam bentuk lainnya. Sebagian besar kemitraan responden usaha mikro yang terjalin adalah atas dasar saling menguntungkan, kemudian atas dasar untuk memenuhi anjuran pemerintah, dan atas dasar adanya keterkaitan bidang usaha. Data dari Kadis Koperasi, UKM, dan PMD Provinsi Sultra pemerintah Pembinaan melalui Usaha menyatakan sejak BUMN Kecil dan kepada Koperasi diprogramkannya bantuan dana bergulir oleh

Sementara BUMN lainnya seperti PLN Cabang Kendari Jamsostek Kendari baru mencapai 39,56%. Khusus kepada enam BUMN yaitu Bank Mandiri, Pos Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, Taspen, dan PT Askes Indonesia, kemungkinan juga sudah menyalurkan namun secara administrasi belum melaporkannya. Usaha mikro yang banyak mendapatkan bantuan dari BUMN di Kota Kendari adalah usaha yang bergerak di sektor perdagangan meliputi perdagangan besar dan eceran, termasuk pertokoan. (Dinas Koperasi, UKM, dan PMD Provinsi Sultra,2006). sektor yang Ada beberapa alasan: (1) jumlah usaha mikro/kecil sektor perdagangan merupakan salah satu terbesar di Kota Kendari dan pelaku usaha di sektor ini pada umumnya mempunyai minat dalam menambah modal tambahan untuk menjalankan usaha mereka, (2) bagi BUMN, sektor perdagangan memiliki potensi untuk dikembangkan karena di antara peminjam, hanya sebagian kecil yang mengalami kemandegan dalam mengembalikan kreditnya ini disebabkan perputaran uang pada sebagian besar usaha mikro sektor perdagangan adalah relatif cepat sehingga menciptakan aliran penerimaan konsisten Pembinaan dan pemberdayaan usaha kecil mikro yang dilakukan oleh BUMN yang relatif konstan dan

(PUKK) atau Pembinaan Kelompok Bina Lingkungan (PKBL) sejak tahun 1995 hingga 2005, dana seluruhnya yang telah tersalurkan sebesar Rp169, 525 miliar lebih. Di propinsi Sulawesi Tenggara ada 12 BUMN yang memberikan bantuan kepada UMKM. untuk Dari ke 12 BUMN yang ditunjuk membantu menyalurkan bantuan

secara bergulir itu baru lima BUMN yang telah merealisasi antara 75-100%,yaitu PT Telkom, PT Aneka Tambang Tbk, PT Jasa

tersebut diantaranya adalah melalui program terintegrasi pelatihan dalam dan pendanaan dan yang pembinaan dengan memberikan pendidikan, pendampingan menunjang kemampuan wirausaha untuk usaha kecil mikro. Suatu perusahaan yang mendapatkan bantuan pemerintah, baik bantuan manajemen maupun permodalan akan dapat meningkatkan usaha karena lebih efisien dibandingkan dengan yang belum diberikan bantuan (Fisseha dalam Hadiyati, 2006). Dengan bantuan tersebut adanya pemerintah peningkatan mengharapkan

kewirausahaan

berpengaruh

terhadap Dengan

kinerja keuangan perusahaan.

adanya kemampuan kewirausahaan yang dimiliki oleh pengusaha mikro akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan uraian-uraian di atas perilaku kewirausahaan, kinerja usaha mikro dan bentuk pengaruh dari variabel tersebut, pokok maka penulis perilaku tertarik untuk melakukan penelitian dengan permasalahn apakah kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Tujuan yang ingin dicapai dalam riset ini adalah untuk menjelaskan dan menguji terhadap secara kinerja empiris usaha mikro perilaku signifikan sektor kewirausahaan berpengaruh

kemampuan wirausaha sehingga pengusaha kecil mikro mampu meningkatkan kinerja usahanya. Untuk meningkatkan pemerintah mekanisme kinerja harus pembinaan yang yang usaha mikro melalui kewirausahaan, memperhatikan Kemampuan dimiliki terhadap oleh program pelatihan

perdagangan di Kota Kendari. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survey dengan maksud mengonfirmasi prediksi yang dibuat dan menjelaskannya berdasarkan fakta atau keadaan dilapangan. survey (2002) yang dimana kausal yang akan Jenis penelitian dilakukan bahwa data adalah

dengan melibatkan berbagi instansi terkait. kewirausahaan mikro pengusaha keberhasilan

mendapat bantuan BUMN akan berpengaruh perusahaan. Keberhasilan atau kinerja perusahaan dapat dilihat dari keuntungan (profit) dan tingkat pertumbuhan penjualan. Hindle dan Cutting (2002) menyatakan bahwa pengusaha kinerja mikro/kecil yang melakukan pendidikan menunjukan

penelitian penjelasan (explanatory). Hasan manyatakan menggunakan peneliti antara penelitian sama melalui ini penjelasan adalah merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan

kewirausahaan berkembang.

keuangan yang berhasil meningkat atau Mengacu pada fenomena emiris dan pernyataan tesebut dapat dijelaskan bahwa

variabel-variabel

pengujian

hipotesis.

Penelitian

menggunakan pendekatan cross sectional study untuk melihat pengaruh di antara

variabel-variabel

yang

diidentifikasi

dan

internal

terhadap

kinerja

usaha

kecil-

merupakan serangkain pengaruh sebabakibat atau kausalitas. Pengukuran masingmasing item pertanyaan dalam setiap variabel menggunakan skala 5 point dari likert, yaitu: “sangat setuju”: dengan skor 5, “setuju” dengan skor 4, “netral” dengan skor 3, “tidak setuju” dengan skor 2 dan “sangat tidak setuju” dengan skor 1. Mengacu bentuk disebut asosiatif pada tujuan antara penelitian variabel ini atau mengkaji, dan menganalisis fenomena dalam hubungan sebagai dengan penelitian pendakatan eksplanatif kuantitatif

menengah di Kota Kendari khususnya pada industri meubel dalam bentuk jumlah, ratarata dan angka persentase; (2) Analisis Regresi Bivariat, untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal terhadap kinerja usaha meubel di Kota Kendari dengan model persamaan: Y = b1X + ei HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data dalam penelitian ini dengan mengkombinasikan hasil temuan dari pendekatan analisis statistika deskriptif dan regresi multivariat yang dilakukan sebelumnya agar terjadi proses sintesa demi penyempurnaan ini. Hasil hasil analisis temuan regresi penelitian

(mainstream). Variabel yang diteliti adalah perilaku kewirausahan (X) dan kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari sebagai variabel (Y). Tipe hubungan antara variabel-variabel yang diteliti adalah bersifat causalitas (sebab-akibat) yaitu variabel X sebagai variabel bebas (independent variable) menjelaskan atau mempengaruhi variabel Y sebagai dependent variable.. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelaku usaha mikro sektor perdagangan yang telah menerima bantuan BUMN Non Perbankan di Kota Kendari periode tahun 2004 yang berjumlah 255 pelaku usaha. Penentuan jumlah sampel dalam riset ini menggunakan penentuan judment sampel sampling yaitu

multivariat ternyata juga sama dengan hasil analisis statistika dekriptif, sehingga dapat memperkuat hasil temuan studi ini. Lebih jelasnya urain hasil pengujian dan analisis statistika dekriptif dan regresi multivariat sebagai berikut: Deskriptif bertujuan mengenai untuk distribusi variabel frekwensi penelitian persepsi menginterprestasikan

responden dari data yang terkumpul atas variabel bantuan BUMN, kewirausahaan, dan kinerja pada Usaha Mikro Sector Perdagangan pengumpulan di Kota Kendari. Hasil data dari 51 responden

berdasarkan tujuan. Metode analisis data yang digunakan adalah (1) analisis deskriptif, bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengendalian

diperoleh jawaban atas penilaian perilaku kewirausahaan, dan kinerja pada Usaha Mikro Sector Perdagangan di Kota Kendari disajikan pada Tabel berikut:

Berdasarkan Tabel 4.6 di atas, dari 51 responden para pelaku Usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari, dalam memberikan tanggapan dan penilaian atas variabel dalam studi ini bervariasi. Lebih jelasnya deskripsi tanggapan responden diurakan sebagai berikut: Perilaku Kewirausahaan Perilaku kewirausahaan adalah sikap, pola tingkah laku atau tindakan manusia dengan karakteristik: ketekunan adalah kesabaran yang dimiliki dalam menyikapi kegagalan usaha, perhatian terhadap hal-hal kecil yang dapat menghambat usahanya, keinginan terus belajar/berusaha walaupun banyak tantangan yang dihadapi. persepsi responden atas variabel ketekunan dalam berusaha pernyataan ketekunan kategori tinggi. mayoritas responden adalah baik menyatakan atas (3,61) baik sebanyak 30 orang atau 58,82. Rata-rata indikator dengan

Pengambilan

keputusan

adalah

perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengembangan usaha, bayangan mengenai pengembangan usaha , langkah yang dilakukan dalam memecahkan berusaha, masalah, kepandaian

pengetahuan bisnis. Persepsi responden mayoritas menyatakan baik sebanyak 15 orang atau 29,41% responden dan cukup baik sebanyak 25 orang atau 49,02%. Rata-rata pernyataan atas indikator pengambilan keputusan adalah baik (3,20) dengan kategori Sedang. Perencanaan strategik yang dimaksud adalah strategi pemasaran, lokasi usaha, promosi penetapan (mempertimbangkan dalam memasarkan harga produk, barang

faktor-faktor: biaya,

keinginan konsumen, tingkat persaingan), pelayanan jaminan dan kemasan terhadap produk yang dijual, pemberian pelayanan kredit dalam penjualan barang ke

konsumen/pelanggan, pengadaan barang/ variasi barang. Persepsi responden mayoritas menyatakan cukup baik sebanyak 33 orang atau 64,71. Rata-rata pernyataan responden Sedang. Pengambilan resiko merupakan pilihan berbagai macam jalur, sarana dan prasarana yang dipercaya dalam produk, memasarkan/ membagikan mendistribusikan lain dan atas indikator perencanaan strategik adalah baik (3,47) dengan kategori

responden atas indikator visi adalah baik (3,69) dengan kategori tinggi. Kinerja Usaha Kinerja adalah pengukuran keberhasilan atau kesuksesan perusahaan. Keberhasilan atau kesuksesan perusahaan diukur dengan menggunakan rasio keuangan meliputi: rasio efisiensi penjualan (sales efficiency ratio), penjualan bersih (net sales), margin penjualan (net profit margin) dan perputaran jumlah aktiva (total asset turnover). Pengukuran keberhasilan atau kesuksesan rasio pemilik keuangan usaha dengan menggunakan skala interval. Penilaian pelanggan terhadap ketiga indikator kinerja terdiri atas lima kategori yaitu sangat tinggi skor 5; tinggi skor 4; kurang tinggi skor 3; rendah skor 2 dan sangat rendah skor 1. Lebih jelasnya penilaian atas variabel kinerja pelaku usaha mikro sektor perdagangan sebagai berikut: Rasio efisiensi penjualan (sales efficiency ratio), mayoritas responden menyatakan 29 orang atau sangat baik sebanyak

kepemilikan usahanya kepada orang/pihak (keluarga dan bukan keluarga) yang pelaksanakan gagasan baru, dipercaya dan mau diajak sukses, pemikiran pengutamaan keyakinan ketimbang

kenyataan (intuisi), prinsip yang dimiliki yaitu ” cepat dan tepat ” ketimbang ” lambat tetapi selamat ”,tidak menyalahkan diri sendiri (sering tidak menyesal). Persepsi responden mayoritas menyatakan baik sebanyak 29 orang atau 56,86. Rata-rata pernyataan responden atas indikator pengambilan resiko adalah baik (3,59) dengan kategori tinggi. Memiliki visi yang merupakan peluang dan karena bakat jangka adanya terhadap panjang, perwujudan cita-cita pengembangan usaha yang disesuaikan dengan secara terus menerus dan sumberdaya yang dimiliki, penetapan tujuan perubahan, pandangan minat usaha

56,86%. Rata-rata kinerja usaha yang dimiliki responden atas indikator rasio efisiensi penjualan (sales efficiency ratio), adalah baik (4,45) dengan kategori tinggi. Kinerja usaha dilihat dari aspek profit margin, mayoritas responden yang menyatakan cukup baik sebanyak 41 orang atau 80,39%. Rata-rata kinerja usaha yang dimiliki responden atas indikator profit margin adalah baik (3,27) dengan kategori

pekerjaan/usaha yang dilakukan sekarang, kemampuan berpikir. persepsi responden mayoritas menyatakan baik sebanyak 35 orang atau 68,63%. Rata-rata pernyataan

sedang. Kemudian perputaran jumlah aktiva (total asset turnover), mayoritas responden menyatakan sangat baik baik sebanyak 43 orang atau 84,31%. Rata-rata kinerja usaha yang dimiliki responden aktiva baik atas (4,82) indikator asset dengan deskriptif bahwa perputaran turnover), Pada sebelumnya jumlah adalah (total

analisis digunakan penelitian

statistika bertujuan yang yaitu ini,

inferensial untuk diajukkan pengaruh

yang dalam variabel

menjawab

permasalahan

bebas terhadap variabel terikat sehingga dilanjutkan dengan analisis regresi bivariat. Ringkasan hasil perhitungan analisis regresi bivariat dapat dilihat pada tabel 2.

kategori tinggi. pembahasan telah dikemukakan

Berdasarkan tabel 2. di atas maka hasil analisis regresi bivariat untuk variabel perilaku kewirausahaan terhadap kinerja usaha menujukkan besarnya nilai koefisien determinasi kinerja oleh (R2) sebesar usaha 0,734 mikro dapat sektor perilaku dapat akurat, pengaruh diartikan bahwa 73,40% proporsi variasi dari kinerja perdagangan di Kota Kendari.diterangkan keseluruhan variabel demikian semakin kontribusi kewirausahaan. kepentingan dapat Dengan

Hasil menunjukkan

analisis bahwa

regersi variabel nilai

bivariat perilaku sig t

kewirausahaan

mempunyai

sebesar 0,000, jika dibandingkan taraf signifikansi α=0,05, maka nilai sig t < α = 0,05 atau 5%. Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel perilaku kewirausahaan terhadap kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Berdasarkan hasil analisis data baik secara deskriptif maupun inferensial dalam penelitian ini, sebelum dilakukan pembahasan pada terlebih dahulu peneliti mengkombinasikan beberapa hasil temuan. Hasil analisis regresi bivariat ternyata juga sama dekriptif dengan yang hasil analisis statistika dilakukan sebelumnya,

disimpulkan bahwa akurasi model untuk prediksi sehingga variabel perilaku kewirausahaan, memberikan sebesar 73,40% terhadap kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Sisanya 26,60% dijelaskan atau ditentukan oleh variabel lain di luar model analisis.

sehingga dapat memperkuat hasil temuan dalam penelitian ini. Dari analisis deskriptif atas variabel nilai perilaku sebesar kewirausahaan 3,51 dapat mempunyai

baik

(3,27)

dengan

kategori

sedang.

Kemudian perputaran jumlah aktiva (total asset turnover), mayoritas responden menyatakan sangat baik baik sebanyak 43 orang atau 84,31%. Rata-rata kinerja usaha yang dimiliki responden atas indikator perputaran turnover), untuk jumlah aktiva (total asset adalah baik (4,82) dengan kinerja usaha dalam

diartikan bahwa rata-rata responden dalam penelitian ini memberikan tanggapan setuju dalam penentuan dan mempertimbangkan faktor dalam perilaku menyikapi kewirausahaan kegagalan keinginan yaitu usaha, terus banyak pengambilan dan ketekunan adalah kesabaran yang dimiliki perhatian terhadap hal-hal kecil yang dapat menghambat tantangan keputusan usahanya, belajar/berusaha yang walaupun dihadapi, strategi

kategori tinggi. Indikator yang digunakan mengukur penelitian ini adalah tingkat pertumbuhan penjualan dan kemampuan dari usaha ini dalam menciptakan keuntungan dilihat dari capaiannya dalam lima tahun terakhir. Kesempatan mengembangkan bagi sektor peningkatan dapat di yang luas dalam pekerja, mikro jika ingin maka kreativitas kinerja di dikatakan Kota kinerja

perencanaan

pelaksanaan visi dan misi Dengan demikian perilaku kewirausahaan pada usaha mikro sektor perdagangan peranan di Kota penting Kendari dalam memegang

ternyata memberikan dampak langsung usaha Kota Kendari usahanya bahwa perdagangan Kendari.

peningkatan kinerja usaha. Pada variabel kinerja usaha mayoritas responden menilai kinerja dari usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari diukur melalui efficiency rasio efisiensi penjualan (sales ratio), mayoritas responden

Sehingga pedagang

meningkatkan

perilaku kewirausahaan menjadi prioritas utama untuk dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan secara tidak terstruktur terhadap pemilik dan pengelola yang ada pada industri usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari terungkap bahwa perlakuan yang diberikan pihak manajemen baik itu upaya pemberdayaan maupun penilaian terhadap kinerja usaha lebih untuk menumbuhkan melakukan komitmen yang pekerja bagi terbaik

menyatakan sangat baik sebanyak 29 orang atau 56,86%. Rata-rata kinerja usaha yang dimiliki responden atas indikator rasio efisiensi penjualan (sales efficiency ratio), adalah baik (4,45) dengan kategori tinggi. kinerja usaha dilihat dari aspek profit margin, mayoritas Rata-rata responden kinerja yang menyatakan yang dimiliki cukup baik sebanyak 41 orang atau 80,39%. usaha responden atas indikator profit margin adalah

perusahaan dalam memberikan kepuasan bagi pelanggan atau konsumen. Dari hasil

pengamatan ke lokasi usaha bisa dilihat bagaimana pekerja mau untuk memberikan respon bagi upaya-upaya perbaikan terhadap produk yang mereka jual atau agar konsumen merasa puas. Ini sebagai suatu bukti bahwa komitmen dan rasa memiliki pekerja tumbuh dengan upaya pemberdayaan dan penilaian kinerja yang sebahagian besar mengarah pada aspek perilaku kewirausahaan, yaitu kepuasan dari pelanggan atau konsumen. Hasil bivariat) analisis menunjukan inferensial bahwa (regresi perilaku

Dalam

kaitannya

dengan

perilaku

kewirausahaan ini, pihak manajemen dalam usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari harus selalu berorientasi pada konsumen, berorientasi pada pesaing dan melihat pada kerjasama inter-fungsi yang ada dalam usaha. Melihat hubungan secara langsung ini, maka pihak manajemen dapat memanfaatkan dalam perilaku meningkatkan persaingan memberikan yang akurat kemampuan keunggulan dengan tambah pesaing organisasi untuk dalam perilaku bagi dan kewirausahaan

usahanya. nilai tentang

kewirausahaan ini perusahaan selalu dapat pelanggannya, memiliki informasi pasar pelanggan, serta tetap dapat menjaga kerjasama inter-fungsi yang ada dalam perusahaan. KESIMPULAN Berdasarkan bahwa 73,40% deskriptif kewirausahaan perilaku terhadap hasil dan pembahan dapat sektor perilaku dalam penelitian ini dapat disimpulkan kewirausahaan usaha mikro memberikan peran dan kontribusi sebesar perdagangan di Kota Kendari. Hasil analisis menunjukkan telah dimplementasikan

kewirausahaan memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifingkasi t pada analisis regresi bivariat yaitu sig t = 0,000 < α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa perilaku kewirausahaan yang dilakukan oleh para usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari memberikan pengaruh yang signifikan bagi peningkatan kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Oleh karena itu pemberdayaan yang dilakukan oleh para pelaku usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari dan penilaian terhadap kinerja memberikan dampak secara langsung bagi peningkatan kinerja usaha, namun bagi pemilik dan pengelolah diharpakan agar mampu akses dan meningkatkan kinerja usaha yang berkelanjutan tetap memprioritaskan

dalam operasional usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan responden secara rata-rata sebesar 3.51. setuju Dapat dalam diartikan bahwa rata-rata responden telah memberikan pernyataan penentuan dan mempertimbangkan faktor

pelanggan melalui perilaku kewirausahaan.

perilaku kewirausahaan. Dengan demikian adanya perilaku kewirausahaan yang baik pada usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari memegang peranan penting dalam peningkatan kinerja usahanya. Hasil menunjukkan analisis perilaku regersi bivariat kewirausahaan

Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model, Journal of American Academy of Business, Cambridge. Lau, Theresa et.al. 2004. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Entrepreneurship and Innovation journal. Neufeldt Victoria dan Guralnik David, 1988, Kamus Webster’s, Dictonary of American English, Thiad College Edition Purnomo, 2003. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. STIE Stikubank, Semarang Richard Daft. 1999. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. Copyright 1999. Riyanti B. P. D. 2003. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Grasindo, Jakarta Raju, P.S et.al. 2000. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. Health Care Management Science. Tambunan, 2004. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Journal of Small Business Management. Tambunan, T. 2002. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia, Beberapa Isu Penting. Salemba Empat. Jakarta. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H, 2003. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Usahawan Indonesia No. 08/TH. XXXII

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. Artinya semakin ditingkatkan perilaku dalam berwirausaha maka kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari demikian kewirausahaan semakin tinggi pula. Dengan perilaku mampu implementansi yang efekatif

memberikan peningkatan bagi kinerja usaha mikro sektor perdagangan di Kota Kendari. DAFTAR PUSTAKA Adu, Kwaku Appiah. 1997. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. Journal of Euro-Marketing; 6, 3; ABI/INFORM Global. Carree, M.A. and Thurik, A.R. 2002. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. International Handbook of Entrepreneurship Research. Internet: m.caree@mw.unimaas. Kasmir, 2006. Kewirausahaan. Rajawali Pers. Jakarta Kotler P., 2000. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan Implementasi dan Pengendalian, Penerbit Erlangga, Jakarta. Kumar, Kamalesh. 2002. Market Orientation, Organizational Competencies and

SISTEM PENGAWASAN PERSONALIA RETRIBUSI PADA PERUSAHAAN DAERAH PASAR (PDP) UNIT PASAR WUA-WUA KOTA KENDARI Asrip Putra 1) & Awaluddin Muchtar 2) ABSTRACT This Research is done as a mean to know the system of personnel controling applied by Company Market Area Town Kendari to personnel retribution Unit Market Wua-Wua Town Kendari of what have as according to standard specified or not. this Research type is eksplanatori so that use the primary data collected through the kuesioner. Responder withdrawal done by census and use appliance analysis method. Result this research indicate that the system of personnel observation going into effect and applied in Company Market Area Town Kendari at personnel retribution of Unit Market Wua-Wua Town Kendari have as according to specified standard, is visible from result analyse the percentage responder answer of direct controling variable, indirect observation, and sudden controling expressing according to is 57,2 - 100 %, while 14,3 - 42,8 % expressing inappropriate, hence pursuant to way of measurement specified by that is taking highest value from percentage responder answer. This indicate that the controling retribution personnel at Unit Market Wua-Wua Company Market Area Town Kendari have as according to controling standard specified. Key Word : Direct Controling, Indirect Controling And Sudden Controling. PENDAHULUAN Organisasi adalah suatu sistem perserikatan, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Malayu S.P Hasibuan (1996 : 130) Organisasi hanya merupakan alat dan wadah tempat bagi para manajer melakukan yang kegiatan-kegiatannya diketahui bahwa di untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sebagaimana dalam organisasi terdapat beberapa unsur, diantaranya manusia, tujuan, pekerjaan dan struktur. Dalam suatu organisasi harus ada kesatuan yang ingin dicapai dimana organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut karena organisasi kacau jika itu tidak ada kesatuan suatu Olehnya dalam akan tujuan. dibutuhkan keterampilan. Manajer sebagai pemimpin sangat dibutuhkan rencana sesuai untuk menyusun agar apa supaya rencana tujuan kegiatan kerja kedepan dan melaksanakan tersebut dengan organisasi dapat tercapai dengan baik yang diharapkan sebelumnya. dilakukan Demikian secara mendesaknya intensif yang untuk efektif, manajer yang memiliki

kemampuan memimpin, pengetahuan dan

pemenuhan akan manajer, sehingga usaha mempersiapkan manajer

bukan hanya para ilmuwan pun terus bekerja keras untuk mengembangkan teori manajemen dilapangan sehingga semakin para manajer menjalani mampu

proses manajemen itu dengan tingkat

organisasi

efisiensi, efektivitas dan produktivitas yang semakin tinggi. Salah satu bidang yang terus menerus mendapat perhatian dari para ilmuwan dan para praktisi adalah fungsi-fungsi manajerial. Bidang ini mendapat perhatian serius karena efektivitas akhirnya manajerial tercermin seseorang diukur pada dengan dan

kompleks, yang jelas bahwa usaha mencari jawaban terhadap pertanyaan tersebut tidak bisa didekati hanya secara teknis dan mekanistik saja, akan tetapi harus dikaitkan dengan sifat dasar manusia sebagai pelaksana kegiatan-kegiatan operasional dalam suatu organisasi. Ini berarti bahwa pendekatan teknis dan keperilakuan harus digabung agar terjadi proses pengawasan yang mendatangkan hasil sesuai dengan harapan semua pihak dalam organisasi yang bersangkutan. Agar kegiatan hasil yang pengawasan membuahkan

kemampuannya menyelenggarakan semua fungsi-fungsi tersebut. Siagian (1988 : 165) menjelaskan salah satu fungsi manajerial adalah pengawasan. Titik tolak yang digunakan dalam membahas pengawasan sebagai fungsi pokok manajemen adalah merupakan proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya”. Sedangkan Sebagai fungsi organiknya, pengawasan merupakan salah satu tugas yang mutlak diselenggarakan oleh semua orang yang menduduki jabatan manajerial, mulai dari manajer puncak hingga para manajer rendah yang langsung mengendalikan kegiatankegiatan teknis yang diselenggarakan oleh semua petugas operasional. Membahas pengawasan sebagai fungsi pokok manajerial sesungguhnya berarti berusaha menemukan jawaban terhadap pertanyaan mengapa pengawasan mutlak perlu dilaksanakan. Pertanyaan yang sangat mendasar tidak selalu mudah dan tidak pula sederhana karena proses administrasi dan manajemen merupakan hal yang sangat

diharapkan, perhatian serius perlu diberikan kepada berbagai dasar pemikiran yang sifatnya fundamental. Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan kios dan retribusi kios, dimana konsumennya adalah para pemilik kios yang ada di pasar wilayah Kota Kendari. Dalam hal penarikan retribusi ini tidak dilakukan secara langsung oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari melainkan dilakukan oleh petugas retribusi yang ada pada masing-masing Unit Pasar, salah satunya adalah petugas retribusi yang ada pada Unit Pasar Wua-Wua yang pegawainya berjumlah 8 orang yang dipimpin oleh seorang Kepala Pasar yang ditunjuk langsung oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari agar supaya para petugas retribusi dapat diawasi setiap hari sebab pihak perusahaan tidak dapat mengawasi semua petugas retribusi setiap

hari karena letak kantor berjauhan. Retribusi pada Perusahaan sewa Daerah Pasar Kota jualan, Kendari terdiri atas empat jenis, yaitu: retribusi tanah, retribusi retribusi kebersihan dan keamanan. Mencermati pentingnya pengawasan personalia, untuk melakukan pengamatan dan pengukuran kegiatan operasional terjadi beserta hasil yang dicapai, apakah dalam kegiatan operasional tersebut penyimpangan-penyimpangan, kemudian

pada personalia Retribusi Unit Pasar WuaWua Kota Kendari yang sekaligus dijadikan responden penelitian ini; (b) data sekunder yaitu data yang diperoleh dari PDP Kota Kendari, meliputi gambaran umum, jumlah karyawan, struktur organisasi, uraian tugas, dan standar pengawasan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara interview yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab kepada panduan responden kuesioner yang dan berupa pertanyaan lisan dan juga dengan menggunakan dokumentasi yaitu dengan cara mengambil data yang telah didokumentasikan oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang diberi tugas dan berwenang terhadap melakukan personalia pengawasan retribusi yang

dibandingkan dengan sasaran dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang sistem pengawasan terhadap personalia retribusi. Masalah pokok yang menjadi perhatian peneliti apakah sistem pengawasan yang diterapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar terhadap personalia retribusi sudah sesuai standar yang ditetapkan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui sistem pengawasan personalia yang diterapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari terhadap personalia retribusi Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan atau tidak. METODE PENELITIAN Penelitian Perusahaan ini dilaksanakan Pasar (PDP) pada Kota Daerah

berjumlah 7 orang dan juga karyawan atau petugas retribusi yang diawasi berjumlah 8 orang. Jadi jumlah keseluruhan populasi adalah 15 orang sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini. Alat analisis yang akan digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu mengungkapkan keadaan atau tanggapan dari responden lalu kemudian membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari. Sifat dari analisis adalah kualitatif, sedangkan penganalisaannya dengan

Kendari, dan Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah: (a) data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari karyawan yang melakukan pengawasan

menghitung persentase dari jawaban yang diberikan oleh responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengawasan personalia retribusi pada Perusahaan Kendari ditetapkan. Daerah Hasil Pasar (PDP) Kota yang sudah sesuai dengan

dilakukan tetapi hanya

pengawasan satu ini saja yang sedangkan pengamatan dari

dan tujuh

pemeriksaan langsung di lapangan, responden setiap hari melakukan sisanya dan

pengamatan dan pemeriksaan langsung melakukan

penelitian

memberikan

ukuran sesuai dengan tidak sesuai. Lebih jelasnya uraian dari masing-masing indikator penukuran variabel sebagai berikut: Pengawasan Langsung Pengawasan langsung ini dilakukan secara langsung oleh para direksi dan para pegawai yang telah diberi tugas untuk mengawasi 2004 Daerah jalannya perusahaan sesuai susunan Menurut dengan Peraturan Daerah nomor 302 tahun tentang dan Pasar pembentukan tata Kota kerja Kendari. organisasi Perusahaan

pemeriksaan langsung sebanyak satu kali dalam satu bulan sebab semua itu tergantung dari perintah atasan. b. Langsung Mengetahui Standar Perlunya Dan di Yang Lapangan Kesesuaian Ditetapkan Dilakukan Pemeriksaan Untuk Dengan secara Pengamatan

keseluruhan responden yang terdiri dari 7 orang atau 100 % menjawab “Ya”, sebab kinerja bawahan akan dapat diketahui jika dilakukan pengamatan secara langsung. ini menunjukkan bahwa pengamatan dan pemeriksaan langsung dilapangan perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian dengan standar yang ditetapkan. diatas, Jadi, untuk berdasarkan uraian

Peraturan Daerah ini, ada 7 orang yang ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan penagihan yaitu Direktur Utama, Direktur Teknik & Operasional, Direktur Administrasi & Keuangan, Kabag Fisik & Prasarana, Kasi Pemasaran & Penagihan, Kabag Keuangan, Kepala Unit Pasar. Pengawasan Langsung terdiri dari pengamatan langsung. Pengamatan responden atau 100% langsung dan pemeriksaan a. mayoritas responden Pernyataan Dan di Lapangan memberikan yang berarti

mengetahui kesesuaian dengan standar yang ditetapkan, maka perlu dilakukan pengamatan dan pemeriksaan langsung di lapangan kepada personalia retribusi di Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari. c. Hasil Pengamatan Langsung, dan Pemeriksaan Personalia

responden dapat dilihat pada urain berikut: Pemeriksaan Langsung

Retribusi Bekerja Sesuai Dengan Jam Kerja Yang Ditentukan, sebanyak 6 orang atau 85,7% menjawab Ya, yang

jawaban “Ya” yang terdiri dari 7 orang

berarti petugas retribusi sudah bekerja sesuai dengan jam kerja yang ditentukan karena mereka melihat dari daftar hadir petugas dan semuanya datang dan pulang tepat pada waktunya yakni petugas datang jam 08.00 dan pulang pada jam 15.00 WITA, dan 1 orang atau 14,3 % menjawab tidak sesuai dengan jam kerja yang ditentukan karena masih ada petugas retribusi yang biasa datang terlambat dan masih terdapat juga petugas retribusi yang biasanya pulang sebelum waktunya. Jadi, berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa para petugas retribusi sudah bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari.

Kota Kendari hanyalah uang retribusi yang diperoleh dari karcis karena pihak Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari selalu menyesuaikan jumlah pungutan retribusi yang disetorkan oleh petugas retribusi dengan banyaknya karcis yang dikeluarkan serta sesuai dengan besarnya tarif karcis tersebut. Misalanya, seperti yang terjadi pada daftar realisasi pengeluaran karcis untuk retribusi jualan bulan februari tahun 2007, pada bulan tersebut terlihat bahwa sudah petugas jumlah sesuai retribusi pengeluaran dengan dimana berhasil karcis jumlah para menarik

penerimaan

retribusi,

retribusi sebanyak Rp. 3.750.000 untuk jenis retribusi kios yang tarifnya Rp. 1.500/lbr dengan pengeluaran karcis sebanyak yang 2.500 lembar, dan Rp. 2.700.000 untuk jenis retribusi lods tarifnya Rp.1.000/lbr dengan pengeluaran karcis sebanyak 2.700 lembar, serta Rp. 1.851.000 untuk jenis retribusi pelataran (PKL) yang tarifnya Rp. karcis 1.000/lbr dengan 1.851 pengeluaran lembar. Ini sebanyak

d.
Retribusi

Hasil Yang

Pengamatan Diperoleh

Dan Petugas

Pemeriksaan Langsung Jumlah Uang Retribusi Sesuai Dengan Jumlah Karcis Yang Dikeluarkan 4 orang responden atau 57,2 % menjawab Ya, yang berarti jumlah uang retribusi yang diperoleh petugas retribusi sudah sesuai dengan jumlah karcis yang dikeluarkan, sedangkan 3 orang responden atau 42,8 % menjawab tidak karena biasanya petugas orang ke retribusi yang memungut retribusi uang Kota tanpa memberikan karcis retribusi pada telah membayar Pasar retribusi. Dan uang tersebut tidak disetor Perusahaan Daerah Kendari. Sebab uang retribusi yang disetor ke Perusahaan Daerah Pasar

berarti, tidak ada penyimpangan antara jumlah penerimaan retribusi dengan jumlah pengeluaran uraian karcis di yang atas dilakukan oleh petugas retribusi. Jadi, berdasarkan menunjukkan bahwa hasil pengamatan dan pemeriksaan langsung jumlah uang retribusi yang diperoleh petugas

retribusi sudah sesuai dengan jumlah karcis yang dikeluarkan. e. Retribusi Telah Hasil Yang Pengamatan Diperoleh oleh Dan Petugas Pemeriksaan Langsung Jumlah Uang Retribusi Sudah Sesuai Target Yang Ditentukan Perusahaan Daeerah Pasar (PDP) Kota Kendari sebanyak 5 orang responden atau 71,4 % menjawab Ya karena para petugas retribusi telah berhasil mencapai bahkan beberapa kali melampaui target untuk tahun 2007 seperti yang terlihat pada daftar realisasi penerimaan retribusi untuk tahun 2007. Ini berarti jumlah uang retribusi yang diperoleh petugas retribusi sudah sesuai dengan target yang ditentukan, sedangkan 2 orang resonden atau 28,6 % menjawab tidak sebab mereka melihat dari realisasi penerimaan retribusi tahun 2007 bahwa petugas retribusi pernah sekali dalam tahun 2007 tidak mencapai target ini terlihat pada realisasi penerimaan pada bulan oktober dimana Rp. petugas 17.824.450. bahwa retribusi dan hanya mereka penerimaan mendapatkan uang retribusi sebanyak menganggap

responden responden

yang yang

mengatakan mengatakan

tidak ya,

mencapai target. Lain lagi halnya bagi mereka menganggap bahwa jumlah uang retribusi yang diperoleh petugas retribusi sudah sesuai dengan target yang ditentukan dan adapun menurunnya pungutan retribusi pada bulan oktober itu bukanlah hal yang disengaja oleh petugas retribusi untuk tidak mencapai target melainkan disebabkan karena adanya beberapa faktor: pertama: karena pada bulan oktober banyak pedagang yang tidak berjualan sebab masih dalam bulan ramadhan adanya (puasa), kedua: karena hujan sehingga pedagang

banyak yang tidak berjualan, ketiga: karena terdapat hari raya idul fitri dan adanya cuti bersama para PNS selama lima hari sehingga pegawai Unit Pasar Wua-Wua tidak masuk kantor selama lima hari, ke empat: karena setelah hari raya masih banyak pedagang yang belum berjualan dan biasanya pasar akan diatas, jika tersebut bulan yang kembali normal satu minggu juga bahwa maka dari target setelah hari raya. Selain alasan tersebut ditambahkan di Januari telah ditentukan keseluruhan penerimaan retribusi rata-ratakan retribusi sampai oleh

tersebut sangat jauh dari target yang seharusnya yaitu Rp. 21.600.000 per bulannya, sebab target mereka per hari adalah Rp. 720.000 dan jika dikalikan dengan 30 hari (Satu Bulan) maka target per bulannya adalah Rp. 21.600.000. inilah yang menjadi alasan mengapa ada

realisasi penerimaan sebenarnya

Nopember Perusahaan

melampaui

Daerah Pasar Kota Kendari dimana

target

per

bulannya jika

adalah

Rp.

Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari petugas dalam retribusi para mengawasi karena petugas para mengingat retribusi

21.600.000,

dikalikan

dengan

sebelas bulan maka jumlahnya hanya Rp. 237.600.000, sedangkan realisasi penerimaan retribusi yang dicapai oleh petugas retribusi dari bulan Januari sampai dengan bulan Nopember adalah mencapai Rp. 256.701.750. ini berarti bahwa petugas retribusi telah melampaui target yang ditentukan. Jadi, berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa hasil pengamatan dan pemeriksaan langsung mengenai jumlah uang retribusi yang diperoleh petugas retribusi sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh PDP Kota Kendari. Pengawasan Tidak Langsung Pengawasan Tidak Langsung yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari adalah pengawasan jarak jauh, artinya diberikan kepada dengan oleh Kepala melalui personalia Unit laporan retribusi yang baik

bahwa tidak semua responden dapat mengawasi setiap hari sebab letak kantor yang berjauhan. Jadi, berdasarkan uraian diatas bahwa dalam pengawasan tidak langsung Pasar dengan laporan-laporan dilakukan petugas secara retribusi untuk kerja petugas retribusi yang ada pada Unit Wua-Wua Laporan dan sangat teratur atau terjadwal.

b.
baik

membantu hasil

mengetahui

kesesuaian

dengan standar yang ditetapkan seluruh responden atau 100 % menjawab Ya, karena laporan petugas retribusi sangat membantu sekali bagi mereka yang mengawasi petugas retribusi guna untuk menyesuaikan hasil kerja petugas retribusi dengan standar yang telah ditetapkan. Jadi, berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa laporan-laporan petugas retribusi sangat baik dan pada sangat membantu para responden yang melakukan pengawasan personalia retribusi guna mengetahui kesesuaian hasil kerja dengan standar Petugas atau Retribusi 100 % yang ditetapkan Hasil sesuai oleh laporan dengan Perusahaan petugas wilayah Daerah Pasar Kota Kendari.

Pasarnya

maupun

kepada Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari. Untuk mengetahui jawaban dari responden mengenai pengawasan tidak langsung yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari dapat diuraikan sebagai berikut : a. seluruh Laporan responden Diadakan Secara Teratur atau Terjadwal menjawab Ya, akan dapat sebab laporan yang memudahkan pihak

c.
sudah

retribusi, wilayah penagihan mereka penagihan yang ditentukan 6 orang

dilakukan secara teratur atau terjadwal

atau 85,7% menjawab Ya, ini berarti bahwa hasil laporan petugas retribusi mengenai wilayah penagihan mereka sudah sesuai dengan wilayah penagihan yang ditentukan. 1 orang responden atau 14,3 % menjawab tidak sesuai dengan wilayah senang penagihan menagih yang di ditentukan, sebab biasanya petugas retribusi lebih daerah-daerah kering daripada di daerah yang basah. Akibatnya terkadang ada petugas yang nakal dan mereka menagih bukan pada wilayah yang sudah ditentukan, yang mereka pikirkan adalah bagaimana caranya supaya target per hari dapat mereka capai dengan cepat, hal inilah yang biasanya menyebabkan para pedagang merasa heran karena saat mereka sudah membayar uang retribusi tiba-tiba pada beberapa waktu kemudian ada lagi petugas lain yang datang menagih untuk retribusi yang sama. Misalnya bagi petugas yang nakal saat ditugaskan untuk menagih kios pada blok A, karena daerah tersebut banyak kerabat maka dia menagih sebagian kios saja pada blok tersebut dan membebaskan retribusi bagi kerabatnya dan ia pindah ke blok kios yang bukan daerahnya untuk menutupi kekurangan target, yang ia pikirkan hanyalah yang penting target penerimaan per harinya terpenuhi dan mengabaikan wilayah penagihannya. Jadi, dari uraian diatas, menunjukkan bahwa dari hasil laporan

petugas retribusi pada Unit Pasar WuaWua Kota Kendari, wilayah penagihan mereka sudah sesuai dengan wilayah penagihan yang ditentukan. d. Retribusi, sebanyak Hasil Para Laporan Petugas Petugas Retribusi

Mengisi Daftar Hadir Setiap Hari Kerja 5 orang atau 71,4 % menjawab Ya, ini berarti bahwa hasil laporan petugas retribusi, para petugas retribusi mengisi daftar hadir setiap hari kerja. 2 orang responden atau 28,6 % menjawab beranggapan daftar mereka tersebut yang hadir akan pada tidak, bahwa saat karena ada mereka beberapa masuk hadir

petugas retribusi yang mengabaikan mereka daftar ataupun pulang kantor dan biasanya mengisi keesokan mengisi uraian harinya, daftar diatas,

kemudian juga biasanya ada petugas lupa untuk Dari hadirnya.

menunjukkan bahwa dari hasil laporan petugas retribusi pada Unit Pasar WuaWua, para petugas retribusi mengisi daftar hadir setiap hari kerja.

e.

Hasil

Laporan

Petugas

Retribusi, Jumlah Uang Retribusi Yang Disetor Sesuai Dengan Jumlah Yang Mereka Peroleh sebanyak 4 orang atau 57,2% menjawab Ya karena petugas retribusi menyetorkan uang retribusi yang diperoleh semuanya sesuai dengan jumlah pengeluaran karcis yang telah dicocokkan oleh pihak perusahaan

dan

mengenai tanpa

uang karcis

retribusi sangat

yang sulit

Pengawasan Mendadak dilakukan dengan cara melakukan uji petik yang dilaksanakan sebanyak empat kali dalam satu tahun guna untuk mengetahui hal-hal apa saja yang menyebabkan petugas retribusi tidak dapat mencapai target yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari jika seandainya petugas retribusi yang ada pada Unit Pasar Wua-Wua tidak mencapai target. Uji petik ini rutin dilakukan setiap tahun baik target telah dicapai oleh petugas retribusi maupun tidak dicapai, sebab uji petik ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penyimpangan yang mungkin retribusi. saja dilakukan oleh petugas atas Tanggapan responden

dipungut

diketahui kebenarannya. sedangkan 3 orang responden atau 42,8 % menjawab tidak sesuai dengan jumlah yang mereka peroleh petugas orang karena retribusi yang adanya yang beberapa nakal dan tidak

biasanya menarik uang retribusi tetapi dimintai retribusi diberikan karcis yang biasanya terjadi pada retribusi lain-lain (retribusi parkir) dan uang tersebut biasanya diambil dan tidak diserahkan kepada Perusahaan sebab uang yang dimasukkan yang ke Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari hanyalah jumlah oleh uang sesuai retribusi dengan jumlah dan jenis karcis yang dikeluarkan petugas sedangkan uang yang diperoleh tanpa mengeluarkan karcis biasanya sulit untuk diketahui oleh pihak Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari. Jadi, uraian di atas, menunjukkan bahwa dari hasil laporan petugas retribusi pada Unit Pasar WuaWua Kota Kendari, jumlah uang retribusi yang disetor sesuai dengan jumlah uang retribusi yang mereka peroleh. Pengawasan Mendadak Pengawasan Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari adalah pengawasan yang dilakukan secara mendadak untuk mengetahui atau tidak apa pelaksanaan dengan atau baik. peraturan-peraturan yang ada dilaksanakan dilaksanakan

indicator pengukuran pengawan mendadak dalam penelitian ini sebagai berikut: a. Hasil uji petik, harus dilakukan tiap tahun guna mengetahui kesesuaian hasil kerja petugas retribusi dengan target yang ditetapkan sebanyak 6 orang responden atau 85,7 % menjawab Ya, bahwa uji petik harus dilakukan tiap tahun guna mengetahui kesesuaian hasil kerja petugas retribusi dengan target yang ditetapkan maka perlu dilakukan tiap tahun agar supaya pengawasan yang dilakukan terhadap petugas mengatasi retribusi betul-betul dapat yang kemungkinan terjadinya

pelanggaran-pelanggaran

dilakukan oleh petugas retribusi. 1 orang responden atau 14,3% menjawab Tidak karena menganggap bahwa uji

petik itu harus dilakukan apabila target yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari tidak dapat dicapai oleh petugas retribusi yang ada pada Unit Pasar Wua-Wua maka barulah uji petik itu dilakukan agar supaya pihak Perusahan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari dapat mengetahui dimana letak kesalahan para petugas retribusi mengenai mengapa target tersebut tidak dapat dicapai, apakah ada kecurangan yang dilakukan oleh petugas retribusi atau tidak. Jadi, berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa uji petik harus dilakukan tiap tahun hasil guna kerja Daerah mengetahui ditetapkan kesesuaian oleh

Rp. 10.000 dan menurut mereka yang terpenting retribusi melampaui adalah yang bahwa diperoleh jadi pungutan petugas perbedaan

retribusi Unit Pasar Wua-Wua sudah target tersebut tidak perlu dipermasalahkan. sedangkan 2 orang responden atau 28,6 % menjawab Tidak karena pungutan retribusi yang dilakukan saat uji petik hasilnya jauh berbeda dengan pungutan yang didapat oleh petugas retribusi Unit Pasar Wua-Wua selama ini karena mereka melihat itu bahwa adalah perbedaan antara Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 10.000 perbedaan yang cukup jauh. Jadi, berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa tidak ada perbedaan jauh antara jumlah pungutan Daerah retribusi Pasar retribusi Wua-Wua petik, yang dengan yang Kota diperoleh pada saat uji petik oleh Perusahaan jumlah pada c. pungutan Unit Pasar uji

petugas retribusi dengan target yang Perusahaan Pasar (PDP) Kota Kendari.

b.

Hasil uji petik, tidak jauh

berbeda antara jumlah pungutan retribusi yang diperoleh pada saat uji petik oleh perusahaan daerah pasar dengan jumlah pungutan pasar retribusi yang diperoleh 5 orang petugas retribusi yang ada pada unit wua-wua sebanyak responden atau 71,4% menjawab Ya, tidak jauh berbeda karena tim uji petik biasanya memperoleh pungutan retribusi yang jumlahnya Unit tidak jauh berbeda dan dengan yang biasa diperoleh petugas retribusi Pasar Wua-Wua biasanya perbedaan pungutan retribusi petugas dengan tim uji petik hanya berkisar antara Rp. 5.000 sampai dengan

diperoleh petugas retribusi yang ada Kendari. Hasil petugas retribusi unit pasar wua-wua dianggap berhasil mengerjakan tugasnya dengan baik seluruh responden atau 100 % menjawab Ya, karena walaupun ada perbedaan retribusi antara yang jumlah diperoleh pungutan petugas

retribusi dengan tim uji petik tetapi petugas Unit Pasar Wua-Wua sudah bekerja dengan baik hal ini dapat dilihat

melalui realisasi penerimaan retribusi pada tahun 2007 dimana para petugas retribusi telah berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar. Jadi, berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa petugas retribusi telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan mengikuti standar yang ditetapkan oleh PDP Kota Kendari.

standar yang ditetapkan oleh Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari. KESIMPULAN Hasil analisis persentase jawaban responden pada variabel pengawasan langsung dan pengawasan tidak langsung yang menyatakan sesuai adalah 57,2%100%, menyatakan berdasarkan sedangkan tidak cara 14,3%-42,8% sesuai, pengukuran maka yang

Pembahasan Hasil Penelitian Dari persentase pengukuran kesesuaian standar pengawasan personalia retribusi pada Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari, persentase menunjukkan jawaban bahwa responden, hasil yang

ditetapkan yaitu mengambil nilai tertinggi dari persentase jawaban responden. Hal ini menunjukkan Daerah Pasar bahwa (PDP) pengawasan pada personalia personalia yang dilakukan di Perusahaan retribusi Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari sudah sesuai dengan standar pengawasan yang ditetapkan. Sistem pengawasan personalia yang berlaku dan diterapkan di Perusahaan Daerah Pasar (PDP) Kota Kendari pada personalia retribusi Unit Pasar Wua-Wua Kota Kendari sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA Alex S. Nittismito, 1983. Manajemen Suatu Dasar dan pengantar. Balai Aksara. Jakarta Alex S. Nittismito, 1996. Manajemen Personalia (Manajemen Sumber Daya Manusia). Ghalia Indonesia. Jakarta

menyatakan bahwa pengawasan personalia pada bagian retribusi yang ada pada Unit Pasar Wua-Wua sesuai dengan standar yang ditetapkan pada variabel pengawasan langsung, pengawasan tidak langsung, dan pengawasan mendadak adalah 57,2 % - 100 %. Sedangkan 14,3 % - 42,8 % menyatakan pengawasan dilakukan pada personalia retribusi yang ada du Unit Pasar Wua-Wua tidak sesuai dengan standar ditetapkan. Berdasarkan cara pengukuran yang ditetapkan, yaitu mengambil nilai tertinggi dari hasil persentase jawaban responden terlihat bahwa nilai tertinggi adalah 57,2 % 100 % menyatakan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Jadi, pengawasan yang diterapkan pada personalia retribusi Unit Pasar Wua-Wua telah sesuai dengan

Arifin Abdul rachman, 1994. Aspek Hukum Dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah Rineka Cipta. Jakarta Bulizuar Buyung, 1986. Modul sistem Administrasi Negara Indonesia. Karunika Jakarta

Edwin B. Flippo, 1998. Manajemen Personalia. BPFE. UGM. Yogyakarta H. A. Harding, 1984. Manajemen Produksi. Balai Aksara. Jakarta Henry Simamora, 1995. Manajemen Sumber Daya Manusia. STIE. YKPN. Yogyakarta H. S Hadibroto dan Oemar Witarsa, 1984. Sistem Pengawasan Internal. FEUI. Jakarta IG. Wursanto, 1989. Manajemen Kepegawaian 1. Kanisius. Yogyakarta

Pasar (PDP) Kota Kendari. Bagian Hukum Sekretariat Kota Kendari. Kendari Raymon Meleod, JR, 1996. Sistem Informasi Manajemen Jilid 1 Edisi Indonesia. PT. Prenhallindo. Jakarta Sondang P. Siagian, 1988. Fungsi-Fungsi manajerial. Bumi Aksara. Jakarta Sujamto, 1985. Beberapa Pengertian Dibidang Pengawasan. edisi revisi. Ghalia Indonesia. Jakarta Sujamto, 1994. Aspek-Aspek Pengawasan Di Indonesia. Sinar Grafika. Jakarta Sukarna, 1988. Pengendalian Mutu. BPFE UI. Jakarta Sutjiono EK. N, 1977. Kamus Ilmiah Populer. Bintang Pelajar. Jakarta T. Hani Handoko, 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia edisi 2. BPFE. Yogyakarta

Imran Latif, 2004. Skripsi Hubungan Intensitas Pengawasan Dengan Kinerja TenagaKerja Pada PT. PLN (Persero)Wilayah VIII Cabang kendari. FEUH. Kendari Jusuf Irianto, 2001. Tema-Tema Pokok Manajemen Sumber Daya Manusia. Insan Cendekia. Surabaya Moh. Mas’ud, 1984. Manajemen Personalia. Erlangga. Jakarta Malayu S. P. Hasibuan, 1996. Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah. PT. Toko Gunung Agung Manullang, 1991. Manajemen Personalia. Ghalia Indonesia. Jakarta Peraturan Daerah Nomor 3, 2004. Tentang Pembentukan Perusahaan Daeah

V. M. Situmorang dan Jusuf Juhir, 1994. Aspek Hukum Pengawasan Melekat Dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah. Rineka Cipta. Jakarta Winardi, 1983. Asas-Asas Manajemen. Alumni Bandung. Bandung Winardi, 1989. Manajemen Pemasaran. PT. Bina Aksara. Jakarta

STRATEGI SEGMENTASI, TARGETING DAN POSITIONONG PADA PT. KENDARI POS Rahmat Madjid 1) & Agus Novianto 2) ABSTRACT This research has purpose to know about, would the segmentation, targeting and positioning strategy of PT Kendari Pos can be improve the market segmentation which using segmentation matrix, targeting using matrix strategy approach and positioning using qualitative approach. The result of this research show that based on descriptive analysis which using segmentation matrix, descriptive using matrix strategy approach and descriptive using qualitative approach indicate the marketing activity of Kendari Pos newspaper has done entirely to the markets segment, includes small and large shop that is gone around in whole of South East Sulawesi doing by lockers and sales agent who are becoming a business partner of PT Kendari Pos. Targeting market of Kendari Pos newspaper are consumer 10- 29 years old, 30-49 years old and over 50 years old, that is the students, officer, entrepreneur, merchant and pensioner. So that, PT Kendari Pos can improve its sale volume over the last five years. Product positioning of Kendari Pos newspaper as the local newspaper getting a first place offeredly five sheets and twenty pages, includes local news, national and international news and advertising which differs from its competitor. Kendari Pos newspaper at its everyday publication reach for and maintain its position as the local media print in South East Sulawesi. Key Words : Segmentation, Targeting and Positioning Strategy PENDAHULUAN Upaya untuk mempertahankan segmen pasar yang telah dibentuk selama menjalankan aktivitasnya, setiap perusahaan berupaya untuk menetapkan target pasar dan menempati posisi yang strategi dengan produk yang relevan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Disisi lain preferensi konsumen terhadap produk yang ditawarkan membuat perusahaan-perusahaan bersaing secara kompetitif untuk mendapat posisi dan menciptakan keunggulan dalam berusaha. Strategi dari setiap perusahaan untuk mencapai sasaran yang diinginkan, adalah bagian dan kegiatan perusahaan yang mendorong perusahaan tersebut untuk meraih pasar dan memperluas segmen pasarnya di tengah persaingan usaha. Perusahaan yang memutuskan untuk beroperasi dalam pasar yang luas biasanya tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Sehingga perusahaan perlu mengidentifikasi segmen pasar yang dapat dilayani secara efektif. Memilih pasar dan melayani pelanggan dengan baik, setiap perusahaan utama, menerapkan pemasaran sasaran dengan membeda-bedakan segmen

membidik

satu

atau

dua

segmen

dan serta untuk

tujuan meningkatkan keunggulan dalam bersaing. Hal ini tentunya disebabkan oleh makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam media cetak dan menghasilkan produk yang sama. PT. Kendari Pos dalam mengantisipasi persaingan bisnis media cetak memberikan kemasan produknya dengan jumlah lembar pada setiap eksemplar koran sebanyak 14 halaman yang terdiri dari berbagai redaksi dan promosi, informasi dan berita terkini. Cara perusahaan untuk menbidik pasar membuat PT.Kendari Pos melakukan evaluasi terhadap perjualan di masa lampau dan menetapkan mitra kerja (agen dan pedagang) pelanggan tetap serta pembeli potensial terhadap koran harian kendari pos. Selain itu dari evaluasi yang dilakukan, perusahaan juga merancang penjualan yang dilakukan dan menetapkan posisi koran harian kendari pos. Pemasaran koran harian kendari pos merupakan menyalurkan strategi tindakan produk pemasaran manajemen dan untuk untuk dapat merancang

mengembangkan Kajian

produk pasar

merencanakan segmentasi pasar baru. segmentasi pemasaran produk dengan kemasan tertentu membutuhkan sasaran pasar yang didukung oleh loyalitas konsumen terhadap produk yang dipasarkan. usaha pasar Segmentasi perusahaan sasaran dan pasar untuk untuk menunjukkan menetapkan

mencapai hal tersebut setiap perusahaan menggunakan mitra usaha dan distributor untuk menyalurkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen. yang Perusahaan-perusahaan distributor

menjadi mitra usaha dalam memasarkan produk, juga mempunyai segmentasi pasar yang ditargetkan untuk memperoleh posisi. Produk yang dipasarkan seperti koran merupakan salah satu dari sejumlah produk media cetak dipasarkan oleh perusahaan seperti yang dilakukan oleh PT. Kendari Pos. Perkembangan usaha PT. Kendari Pos didukung oleh sarana dan prasarana serta kualitas sumber daya manusia yang handal untuk mengelola bisnis media cetak yang menghasilkan koran setiap hari kerja untuk memenuhi koran kebutuhan hari informasi merupakan kepada strategi masyarakat di Kota Kendari. Penerbitan setiap positioning produk yang ditujukan untuk menjaga ketersediaan produk dipasar. Strategi yang mendukung pemasaran koran harian kendari pos ini meliputi strategi segmentasi targeting dan positioning dengan

melaksanakan kegiatan pemasaran dan mempertahankan posisi produk dipasar. Banyaknya pesaing dengan produk yang sama membuat manajemen perusahaan berupaya pemasaran segmentasi, untuk meningkatkan melakukan dan kinerja strategi dengan

targeting

positioning

produk. Mitra usaha

yang mendukung

proses pemasaran koran harian kendari pos tersebar di seluruh wilayah Sultra

disalurkan melalui loker-loker dan pedagang serta agen. Para mitra ini menjadikan PT. Kendari Pos sebagai produsen besar dalam menghasilkan produk koran. Kekuatan PT. Kendari Pos didukung oleh aset perusahaan berupa Gedung Graha Pena, artinya rumah tulis dimana para wartawan dan jurnalis melakukan aktivitas untuk menghasilkan produk koran harian kendari pos. Kinerja usaha penerbitan koran ini dilakukan dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada pada PT. Kendari Pos. Disisi kompetitif, lain salah persaingan satu di dunia adalah informasi khususnya media cetak semakin sisinya munculnya sejumlah media cetak seperti Kendari Ekspress, dan Media Sultra yang dibentuk sebagai badan usaha yang samasama atau meliput model berita kerja dan sama-sama masing menerbitkan berita sesuai dengan varsi kerja masing perusahaan. Bentuk persaingan ini membuat manajemen PT. Kendari Pos berupaya untuk meningkatkan eksistensi menjadi perusahaan menghasilkan kinerja produk dan untuk menjaga dalam yang bagi kualitas sumber perusahaan korannya pendapatan memenuhi

empiris tersebut maka permasalahan pokok yang dikaji dalam riset ini bagaimana strategi segmentasi dan targeting serta positioning PT. Kendari Pos. Tujuan yang ingin dicapai adalah menjelasakan dan mengakaji strategi segmentasi dan targeting serta positioning yang dilakukan pada PT.Kendari Pos. METODE PENELITIAN Obyek penelitian ini adalah strategi segmentasi, targeting serta positioning yang diterapkan pada PT.Kendari Pos. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer baik yang bersifat data kualitatif maupun kuantitatif. data kualitatif yaitu data yang meliputi kegiatan-kegiatan perusahaan, seperti kegiatan produksi dan pemasaran koran, dan dengan segmentasi Sedangkan volume positioning. harga jual, data yang terkait targeting data serta kuantitatif jumlah

yaitu yang meliputi : volume produksi, penjualan, pesaing. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dari PT. Kendari Pos dengan menggunakan teknik pengumpulan data interview dokumentasi. Peralatan Analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan riset ini adalah analisis deskriptif guna menjelaskan variabel yang meliputi: (1) segmentasi dengan pendekatan matriks segmentasi, (2) targeting dengan dengan menggunakan menggunakan pendekatan positioning matriks strategis, dan (3)

permintaan

masyarakat akan informasi dari media cetak. Berkembangnya usaha media cetak yang semakin kompetitif memungkinkan ada strategi untuk memperluas segmen pasar dan target produk serta upaya untuk memperkuat posisi produk dari masingmasing perusahaan. Mecermati fenomena

pendekatan kualitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi pemasaran koran harian kendari pos dengan menggunakan variable, dapat dijelaskan sebagai berikut : Segmentasi Pasar (Market Segmentation) Segmentasi pasar dilakukan untuk mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda-beda sehingga dapat menerapkan dan menetapkan sasaran pasar dengan menempatkan produk koran harian Kendari Pos serta usaha perusahaan untuk memisahkan pasar Koran harian kendari pos dari kelompok-kelompok pembeli koran. Selain itu perlu juga dijelaskan kelompok pembeli berdasarkan usia (Ages) yang menjadi pembaca koran harian kendari pos dikelompokkan berdasarkan segmen tingkat pendapatan dan tingkat usia. Segmen pasar koran harian kendari pos mencakup konsumen yang berpendapatan kurang dari Rp 500.000 hingga lebih dari Rp.1.000.000 dengan tingkat usia 10-29 tahun hingga lebih dari 50 tahun. Sasaran Pasar (Targeting Market) Penentuan sasaran pasar yang akan dilayani oleh PT. Kendari Pos dibentuk dalam berbagai segmen yang akan ditujukan atau ditetapkan sebagai sasaran pasar seperti konsumen dengan tingkat usia 10-29 tahun, 30-49 tahun dan konsumen yang berusia lebih dari 50 tahun, yaitu pelajar, mahasiswa, pegawai/karyawan pedagang, wiraswasta, pensiunan. pegusaha,

Berdasarkan diperoleh bahwa

hasil sasaran

penelitian pasar yang

ditujukan untuk dapat menjangkau pasar konsumen yang seluas-luasnya sehingga dapat memasarkan koran harian Kendari Pos kepada konsumen secara langsung baik melalui loper maupun agen penjualan yang tersebar diseluruh wilayah Sulawesi Tenggara. penelitian memudahkan Konsumen ini yang menjadi untuk mengkaji sasaran pasar bagi perusahaan dalam ditetapkan dalam peneliti

sasaran pasar koran harian Kendari Pos dibandingkan dengan koran pesaing yang dijual pada lokasi pasar yang sama. Posisi Produk (Product Positioning) Posisi produk dalam penelitian ini mengarah pada posisi dimana perusahaan berupaya untuk menempatkan koran harian Kendari Pos yang dihasilkan diantara koran pesaing yang ada di pasar sebagai koran yang mempunyai isi berita yang tepat dan akurat, dengan harga yang dapat di jangkau masyarakat. Pada umumnya berita yang dicantumkan dalam koran harian Kendari Pos, tidak beda jauh dengan berita yang ada pada koran pesaing. Koran harian Kendari Pos memuat berita dan informasi yang lebih Dalam akurat penentuan untuk posisi dapat produk, mempertahankan posisi di pasar. perusahaan melakukan diferensiasi produk untuk membedakan jenis berita yang akan dicantumkan pada setiap kolom halaman dengan persentase yang telah ditetapkan

oleh

tim

redaksi.

Kemampuan

dalam

cetak yang dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh berita, iklan, promosi dan pesan lainnya dalam koran harian kendari pos. Perkembangan tahun terakhir penjualan koran harian Kendari Pos setiap hari dalam 5 (2002-2006) mengalami perkembangan setiap tahunnya mencapai 23,45%. Secara rata-rata mencapai 20,02% hal ini menggambarkan bahwa PT. Kendari Pos masih aktif melakukan penerbitan dan penjualan koran harian Kendari Pos pada setiap hari kerjanya. Komposisi informasi yang dimuat dalam koran harian Kendari Pos terbagi atas berita lokal, berita nasional dan internasional, serta iklan-iklan dari berbagai perusahaan yang hendak memperkenalkan diri kepada publik dengan memanfaatkan jasa koran harian Kendari Pos. Persentase berita yang dimuat pada koran harian Kendari Pos berdasarkan kelompok dan jenis berita disajikan pada Tabel berikut.

memasarkan koran harian Kendari Pos mendapatkan posisinya, sangat tergantung pada kualitas wartawan atau tenaga lapangan yang meliput dan mencari berita cermat dan tepat untuk dicantumkan dalam koran tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepuasan yang diperoleh konsumen atas sejumlah berita yang dibutuhkan dari koran harian Kendari Pos maupun pesaing. Perkembangan Penjualan Perkembangan penjualan koran harian Kendari Pos yang dilakukan oleh PT. Kendari Pos dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang telah disajikan pada tabel 3 dalam satuan karton yang dijual sejak tahun 2002 - 2006. Perusahaan melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan hari kerja setiap hari dan kegiatan pemasaran dilakukan setiap hari untuk memberikan informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari perkembangan informasi media

Strategi Pemasaran Produk Koran harian Kendari Pos Penelitian yang mengkaji tentang strategi pemasaran ini dilakukan dengan

menggunakan 3 strategi pemasaran yang mendukung proses penjualan koran harian Kendari Pos. Strategi yang dilakukan

adalah strategi segmentasi pasar, strategi targeting market dan strategi positioning product sebagai berikut: Segmentasi Pasar yang

Penjualan koran harian Kendari Pos dianalisis dengan menggunakan matriks segmentasi diperoleh hasil yang disajikan pada Tabel berikut :

Sasaran Pasar (Targeting Market) Pasar sasaran (Targeting Market) koran harian Kendari Pos adalah semua kalangan yang senang membaca dan ingin menambah wawasan, mereka mempunyai keinginan untuk mencari berita dan informasi melalui koran, dan menggunakan koran sebagai media untuk mengetahui perkembangan hukum, politik dan bisnis. Pasar sasaran PT. Kendari Pos dalam memasarkan korannya untuk pelangan kantor/instansi, pelangan pribadi/perumahan dan eceran (pembaca yang tidak setiap hari membaca koran) sehingga hal ini dapat mendukung penjualan koran harian Kendari Pos. Segmen pasar ini mempunyai daya beli dan keinginan pembaca untuk mengetahui informasi berita lokal yang dapat mendukung loyalitas penjualan koran harian Kendari Pos. Berdasarkan target pasar, perusahaan menetapkan sasaran pasar dengan jumlah konsumen yang sangat menentukan untuk

melakukan pembelian koran harian Kendari Pos di kios, dan toko. Hasil penelitian pada akhir tahun 2006 diperoleh bahwa jumlah kios yang dilayani sebanyak 743 unit dan took sebanyak 694 unit yang menjadi mitra usaha dalam penjualan koran harian kendari pos. Posisi Produk (Positioning Product) Koran harian dipasarkan Kendari Pos yang memposisikan produknya

melalui berita yang aktual, lugas dan terpercaya. Dengan menampilkan 5 lembar dan 20 halaman yang memuat berita lokal, nasional dan iklan dengan harga yang dapat terjangkau. Koran harian Kendari Pos mengembangkan produknya dengan memposisikan kualitas produknya melalui strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Koran harian Kendari Pos memiliki produk koran yang berbeda dari pesaingnya dan mengembangkan strategi

penjualan koran Kendari Pos

dengan

kriminal, anoa

ekonomi,

pendidikan,

hiburan,

mempertegas citra koran Kendari sebagai koran lokal yang sebagian besar beritanya membahas berita lokal. Kendari Pos juga merupakan media cetak lokal yang memiliki fasilitas percetakan sendiri, dan media cetak lokal terbesar di Sulawesi Tenggara. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Kendari Pos dalam mencapai sasaran yang di inginkan terutama koran harian Kendari targeting Pos dan hasil PT. harian mendorong strategi positioning penelitian Kendari Kendari Pos Pos perusahan segmentasi, perusahaan Berdasarkan menunjukan mensegmen bahwa koran untuk melakukan

olah raga, kesehatan, politik, opini, bumi Koran harian Kendari Pos yang di pasarkan oleh PT. kendari Pos memposisikan perusahaannya melalui isi koran degan berita yang mengulas semua isu-isu, sehingga masyarakat tertarik untuk membacanya. Selain itu koran harian Kendari Pos sudah lama dikenal oleh masyarakat, jadi citra merek koran Kendari Pos ini tertanam dibenak masyarakat, khususya bagi pelanggan dan pembaca koran harian Kendari Pos. sehinga Kendari Pos memposisikan korannya sebagai koran lokal yang mengulas berita lokal, nasional dan internasional dengan harga yang dapat terjangkau dan dikenal oleh masyarakat. Berdasarkan mengunakan pendekatan pendekatan analisis matriks hasil penelitian, dengan dan segmentasi, strategis, deskriptif

berdasarkan pendapatan dan usia dengan menyajikan jenis berita yang menguasai semua segmen baik itu pelajar, mahasiswa, pegawai/karyawan wiraswasta, dan pegusaha, pedagang, pensiunan dengan

matriks

pendekatan kualitatif menunjukan strategi segmentasi dan targeting serta positioning yang dilakukan mampu harian Kendari Pos. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan koran harian hasil penelitian maka dan dapat sebelumnya, Kendari secara pada PT.Kendari Pos penjualan koran meningkatkan

menyalurkan koran melalui kios dan toko yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh para loper dan agen penjualan yang menjadi mitra bisnis dari PT Kendari Pos. PT. Kendari Pos menetapkan pasar sasaran koran Kendari Pos dengan target yang akan di tuju adalah pelajar, mahasiswa, pegawai/karyawan, wiraswasta, dan pegusaha, pensiunan. pedagang, Dengan

disimpulkan bahwa kegiatan pemasaran Pos dilakukan pada seluruh perusahaan serta yang menyeluruh di

menawarkan jenis berita seperti hukum dan

segmen pasar yang meliputi kios dan toko tersebar

Kabupaten/kota di Sultra yang dilakukan oleh para loper dan agen penjualan yang menjadi mitra bisnis dari PT Kendari Pos. Sasaran pasar (Tergeting Market) koran harian Kendari Pos adalah konsumen dengan tingkat usia 10-29 tahun, 30-49 tahun dan konsumen yang berusia lebih dari 50 tahun, yaitu pelajar, mahasiswa, pegawai/karyawan pegusaha, pedagang,

perusahaan untuk menjangkau pasar baik untuk penjualan diluar dalam kota kota pada maupun masa penjualan mendatang. DAFTAR PUSTAKA Assael, 1992 Dalam Sutisna, 2002, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Rosdakarya, Jakarta. Buchari. A, 2005, Manajemen Pemasaran Jasa, Alfabeta, Jakarta Corey dan Dolan 1991 Strategi Pemasaran, Penerbit Swadaya, Jakarta : David W. Cravens, 1997 The Strategic Marketing, Fiften Edition, Richard D. Irwin, USA. Heriyanto, 2000, Strategi Segmentasi, targeting dan Positioning Produk Mie Intan Pada CV. Landipo, Skripsi, Unhalu Kendari Indriyo Gitosudarmo, 1994 Pemasaran Binarupa Jakarta Strategi Aksara,

wiraswasta, dan pensiunan. Sehinga PT. Kendari Pos dapat meningkatkan volume penjualan dalam 5 (lima) tahun terakhir. Kemudian Positioning) sebagai posisi koran koran lokal produk harian mendapat (Product Pos tempat Kendari

pertama untuk jenis media cetak dengan menawarkan 5 lembar dan 20 halaman yang mencakup berita lokal, nasional/internasional dan iklan yang berbeda dari koran pesaing. Koran harian Kendari Pos pada setiap hari penerbitannya meraih dan mempertahankan posisi sebagai media cetak lokal yang ada di Sulawesi Tenggara. Mengacu dikemukakan maka pada kesimpulan maka yang dapat harus dan sebelumnya,

Jaka Wasana 1997 Manajemen Pemasaran PT. Perhalindo, Jakarta. James. F. Engel, Roger D Blackwell dan Paul W. Miniard, 1994, Perilaku Konsumen, Binarupa Aksara, Jakarta Julius Onggo, 2005, Strategi Membidik Pasar Target, Artikel Pemasaran, http://www.google.com/artikel Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1997. Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan Implementasi dan Kontrol, PT. Perhalindo, Jakarta Parmadi, 1995. Dasas-Dasar Manajemen Pemasaran Produk, LPFE-UI Jakarta. Rhenald Kasali, 1999, Mendidik Pasar Indonesia : Strategi Segmentasi, Targeting dan Positioning, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta Rismiati, , 2001 Pemasaran Barang dan Jasa, Kansius Yogyakarta

disarankan: (1) Memperluas segmen pasar, manajemen perusahaan usaha melakukan ekspansi

mengembangkan sistem kemitraan untuk dapat membentuk pasar potensial yang mendukung volume penjualan koran harian Kendari Pos pada masa mendatang; (2) Menetapkan pasar target dan posisi produk, perusahaan usaha dan harus meningkatkan kinerja memanfaatkan kemampuan

Sofyan Assauri, 2000. Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi. Rajawali apers: Jakarta. Suparjo, 2007, Strategi Segmentasi, Targeting dan Positioning, Jurnal, www.google.com/jurnal

Sutisna, 2002, Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Rosdakarya, Jakarta. Tjiptono, F. 2000 Pemasaran Jasa, Bumi Aksara, Jakarta

HUBUGAN TUNJANGAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PUSTAKAWAN DI KOTA KENDARI Darmawati 1) & Abdul Kadir 2) ABSTRACT The problem of research is how the correlation between Librarian functional allowance and the working productivity. The aim of this research is to know how the correlation between librarian functional allowance andtheir productivity., while the advantages are in order to be used as an evaluation towards who have an authority in determining librarian functional allowance appropriately, the working productivity can be reached well, also a siurce of motivation to librarian in developing of career in functional position. This research used qualitative-descriptive Method and Moment Product Correlation analysis. Sampling was drawn abaut 30 samples. Thes data colleted by technique Such as, observation, interview, questionarie and literatures as primary and secondary data respectively. The result or this research indicated that there’s correlation between Librarian functional allowance whit working productivity wich has r hit = 0,3708 and r tab =0,3494. r hit more than r tab with the interval correlation coefficient was in 0,20 - 0,0399 with low garde significant. ThusThe hypothesis accepted (Ha) and rejected of (Ho). This research showed that asignifficant correlation which means that the higher of fungtion allowance the more working productivity. Key Word: Librarian Functional, Productivity PENDAHULUAN Perhatian pemerintah terhadap profesi pustakawan cukup tinggi hal ini ditandai denga Nomor dikeluarkannya Keputusan baru, tentang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara 132/KEP/M.PAN/12/2002 jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya dan KEPRES Nomor 86 Tahun 2003 tentang tunjangan jabatan fungsional pustakawan yang cukup memberikan kelegahan sebagai dasar motivasi fiansial terhadap pustakawan. Tunjangan merupakan fungsional pustakawan dalam

motivasi

penggerak

memberikan semangat kerja kepada para pustakawan, agar lebih berperilaku positif dalam usaha kerja, mencpai karena pengkatan tanpa ada produktivitas

motivasi berupa tunjangan, maka tujuan kepustakawanan tidak akan tercapai. Agar pustakawan dapat menjalankan fungsi dan misinya dengan baik, maka harus memenuhi beberapa unsure diantaranya

adalah kebutuhan,

kepuasan kerja dan

banyak

factor ini

seperti

semangat factor

dan yang

sumber daya manusia (SDM). Dengan penerapan system jabatan fungsional pustakawan dan kenaikan jabatan berdasarkan prestasi kerja yang diatur dan ditentukan muatan, bobot dan jumlahnya dalam angka kredit dapat memberikan kesempatan bagi pustakawan fungsional untuk meneliti karier lebih cepat. Disamping meniti karir yang terbuka system fungsional relative mendorong kreativitas dan motivasi kerja karena pejabat fungsional pustakawan mendapat tunjangan fungsional sebagai konsekuensi penilaian prestasi kerja sesuai standar SK Menpan Nomor : 132/KEP/M.PAN/12/2002, hal ini merupakan suatu tantangan yang menuntut pengetahuan kenaikan dan kerja keras terhadap demikian jabatan. Dengan

kegairahan kerja juga motivasi yang berupa tunjangan, merupakan sangat penting, hal ini dapat dikatakan bahwa dengan pemberian tunjangan, maka menghasilkan tinggi pula, produktivitas demikian kerja yang sebaliknya.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengambil judul penelitian yaitu “hubugan tunjangan fungsional pustakawan dengan produktivitas kerja pustakawan di Kota Kendari”. Permasalahan yang dijadikan fokus kajian dalam fungsional produktivitas dicapai dalam pustakawan kerja. Tujuan penelitian pustakawan ini riset ini dengan yang ingin adalah dengan

Bagaimana hubungan antara tunjangan

menjelaskan hubungan antara tunjangan fungsional produktivitas kerja. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat: sebagai motivasi kepada pustakawan untuk dapat mengembangkan karir, dijadikan bahan evaluasi kepada pihak yang berwewenang dalam penetapan tunjangan fungsional pustakawan yang tepat, agar produktivitas kerja dapat tercapai dengan baik. METODE PENELITIAN Penelitian memperoleh ini dilakukan dengan untuk cara gambaran

pustakawan dituntut mampu mandiri dan bekerja professional dalam melaksanakan tugasnya diharapkan bersikap aktif dan pandai mengelola dan mendayagunakan informasi melayani kebutuhan masyarakat. Keseluruhan aktivitas pustakawan yang bergerak dalam bidang informasi diperlukan berbagai factor pendukung. Produktivitas kerja dan keberhasilan kerja maupun pekerjaan yang terarah pada sasaran yang ditetapkan. Produktivitas kerja mencakup sikap mental yang selalu berpandangan dinamis, optimis, kreatif dan innovatif dalam meraih sesuatu secara maksimal. Dalam meningkatka Produktivitas kerja dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh

menganalisa dan menafsirkan variabelvariabel yang diteliti oleh Koentjaraningrat (1979:45). Penelitian korelasional dalam kasus ini dimaksudkan untuk menentukan apakah ada hubungan antara variable-

variabel yang diteliti. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan aka jenis penelitian ini adalah eksplanasi. Faisal (1995:21) penelitian eksplanasi (explanatory research) adalah untuk menguji hubungan antara variabel yang dihipotesiskan. Rancangan studi ini meliputi: populasi dan sampel, variabel penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, skala pengukuran data, uji validitas dan reliabilitas dan metode analisis data. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpul secara cross-section melalui kuisioner. Skala pengukuran data adalah skala likert 5 point. Penentuan skala dibuat dari skala 5 (sangat setuju/secara total diaplikasikan) sampai dengan skala 1 (tidak setuju/tidak diaplikasikan). Kemudian untuk memperoleh data yang valid dan reliabel terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kendari. Sampel Pustakawan di Kota dalam penelitian ini

(4). Telah memenuhi kriteria penguji dan analisis statistika inferensial. Peralatan analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menjelaskan secara persentase mengenai kondisi nyata dari masing-masing variabel yang diteliti, dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment Pearson (Santoso, 2004:283). yaitu:

r

xy

=

N ΣXY − (ΣX )( ΣY ) ( NΣX 2 − (ΣX ) 2 )( NΣY 2 − (ΣY ) 2 )
n = banyaknya sampel X = skor item X Y = skor item Y

dimana : r = koefisien korelasi

HASIL DAN PEMBAHSAN Hasil penelitian berdasarkan studi korelasi yang merupakan hasil jawaban responden dari sejumlah pertayaan dalam angket /kuesioner yang disebabkan hasil penelitian didistribusikan dalam bentuk table dan diolah secara statistik. Angket ini diharapkan mampu mengajikan pertanyaan tertulis guna memperoleh data variabel tunjangan fungsional dan kerja dan dianalisis lebih lanjut. Dari dijadikan 30 orang responden dalam yang sampel penelitian produktivitas

ditentukan dengan menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel secara sengaja sebanyak 30 responden dengan pertimbangan karena : (1). Pemimpin bukan sampel tetapi yang menilai para karyawan (2). Para karyawan tersebut berkompoten dalam bidang Human Resource pada setiap divisi/bagian khususnya kepustakaan, (3). Cukup representatif untuk mewakili populasi

mayoritas responden menyatakan setuju adanya tunjangan fungsional pustakawan. Distribusi pustakawan tanggapan dengan responden produktivitas dan kerja pengujian hubungan tunjangan fungsional dapat diuraikan sebagai berikut:

Tabel 1.

Tanggapan Responden Mengenai Tunjangan Fungsional Pustakawan Dengan Produktivitas Kerja

Sumber: Data primer diolah (kuesioner) Berdasarkan dimasukkan ke tabel rumus 1 diatas, lalu analisa korelasi

Product moment sebagai berikut :

Hasil perhitungan tersebut didapat nilai r
hitung

0,3708, sedangkan nilai rtabel

untuk derajat kebebasan n = 30 dan taraf kepercayaan 0,05 yakni rtabel= 0,3494, nilai r
hitung

lebih besar dari rtabel. Dengan demikian hubungan yang signifikan antara

ada

tunjangan fungsional pustakawan dengan produktifitas kerja. Tabel 2. Tanggapan Responden Mengenai Tunjangan Fungsional Pustakawan Sebelum SK Menpan No. 132 Hubungannya Denagn Produktivitas Kerja

Sumber: Data primer diolah (kuesioner)

Berdasarkan tabel 2 di atas, analisis korelasi Product Moment sebagai berikut : dapat dihitung

Hasil perhitungan di atas didapat nilai rhitung = 0,0112 sedangkan rtabel dengan derajat kebebasan n = 30 dengan taraf kepercayaan 0,05 yakni rtabel = 0,3494, jadi r
hitung

lebih kecil dari rtabel, maka nilai r pada interval koefisien taraf dengan

hitung

berada

antara

0,000-0,199

kepercayaan

yang sangat rendah. Dengan demikian tunjangan fungsional pustakawan sebelum adanya SK Menpan 132 sangat rendah, sehingga dapat mempengaruhi produktivitas kerja.

Tabel 3. Tanggapan Responden Mengenai Tunjangan Fungsional Pustakawan Sekarang Hubungannya Denagn Produktivitas Kerja

Sumber: Data primer diolah (kuesione) Berdasarkan tabel 3 di atas , maka analisfs korelasi Product Moment dihitung sebagai berikut : dapat

Hasil perhitungan di atas nilai rhitung= 0,01021 sedangkan rtabel dengan derajat kebebasan n = 30 dan taraf kepercayaan 0,05 yakni rtabel = 0,3494, jadi r interval Dengan koefisien demikian antara tunjangan masih
hitung

lebih

kecil dari rtabel, maka nilai r berada pada 0,000-0,199 fungsional rendah, dengan taraf kepercayaan yang rendah. pustakawan sekarang

hubungannya dengan produktivitas kerja. Tabel 4. Tanggapan Responden Mengenai Revisi Kenaikan Tunjangan Fungsional Pustakawan Hubungannya Dengan Produktivitas Kerja

Sumber: Data primer diolah (kuesioner) Berdasarkan tabel 4, analisis korelasi Product Moment dapat dihitung sebagai berikut : Hasil perhitungan di atas diperoleh nilai rhitung = 0,0223 sedangkan rtabel dengan derajat kebebasan n = 30 dan taraf kepercayaan 0,05 yakni rtabel = 0,3494, jadi rhitung lebih kecil dari r rtabel, maka nilai r berada pada interval koefisien taraf antara 0,000-0,199 tunjangan direvisi KESIMPULAN yang dengan fungsional kembali kepercayaan perlu

yang sangat rendah. Dengan demikian pustakawan sehubungan uraian dengan

produktivitas kerja. Berdasarkan menyangkut pembahasan tunjangan hubungan

fungsional pustakawan dengan produktivitas kerja, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa: hubungan kerja. tunjangan Hubungan tunjangan fungsional tersebut fungsional pustakawan sangat berpengaruh terhadap produktivitas semakin meningkat. Tunjangan fungsional pustakawan sekarang masih sangat rendah dibangingkan tugas yang dilakukan. Hubungan tersebut menunjukkan korelasi yang tidak signifikan artinya tunjangan rendah banyak, sementara sehingga kerja. yang diberikan sangat tugas dapat Kenaikan pustakawan mengurangi tunjangan menunjukkan korelasi yang signifikan artinya tinggi pustakawan, maka produktivitas semakin

agar eksistensi Perpustakaan dirasakan manfaatnya, khususnya dalam penyediaan informasi yang actual; (4) untuk mendukung peningkatan pustakawan, seperti dalam produktivitas maka perlu kerja diperhatikan pustakawan yang

berbagai faktor yang bersifat memotivasi mengikutsertakan pelatihan dan pendidikan

sesuai dengan bidang dan tugasnya. DAFTAR PUSTAKA Amrin, M Tatang. 1990. Rencana Penelitian. Menyusun

Harsono, 1985. Peningkatan Produktivitas Tata Pemerintahan. Jakarta : LAN. R.I. Hasibuan, SP.Malayu. 1996. Dasar-Dasar Organisasi Manajemen. Jakarta : Gunung Agung. Hidayat. 1980. Peningkatan Produktivitas Karyawan. Seri Manajemen No. 95. Jakarta : LPPM Erlangga. Keputusan Menpan No. 132/KEP/M.PAN/12/2002. 2004 Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka kreditnya. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI Keputusan Kepala Perpystakaan Nasional RI No. 10 tahun 2004. Petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Jakarta : Perpustakaan Nasional RI. Sarwoto. 1985 Aspek Produktivitas dalam Pengembangan Karyawan. Jakarta : Prima Soetimah. 1994. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta : Kanisius

produktivitas

fungsional pustakawan perlu direvisi kembali hubungannya dengan produktivitas kerja, sehingga revisi tunjangan fungsional pustakawan perlu ditinjau kembali Agar meningkatkan produktivitas kerja pustakawan, peneliti menyarankan sebagai berikut : (1) diharapkan agar tunjangan fungsional pustakawan masih perlu adanya revisi kenaikan supaya pustakawan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan hasil yang efektif dan efisien; (2) diharapkan disiplin agar para pustakawan lebih baik (3) dalam jam kerja, agar waktu

pengumpilan angka kredit maupun kenaikan jabatan/pangkat; diharapkan pustakawan dapat memberikan pelayanan

Sulistyo-Basuki.1992. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. dengan baik kepada masyarakat pengguna, PENGARUH STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. TELKOM KANDATEL KENDARI

Haliswiaty 1) & Marini 2) ABSTRACT The research this doing with purpose for to know influence of Strategic Management Human Resource for performance appraisal employee to PT. Telkom Kandatel Kendari. The kind of research this is ecsplanatory so that use the primer data and collected with crosssection through questioner. The pulling of the sample technique is purposive sampling with Description and Multiple linear regression analysis method. The result of research this to indicate that the influence of Strategic Human Resource Management (SDM) have significant to influenced for performance appraisal to PT. Telkom Kandatel Kendari. The result of test probability at level of significant 0,000 < 0,05. According to result analysis that can summarized that Strategy of Human resource Management (SDM) have significant to influenced for performance appraisal employee to PT. Telkom Kandatel Kendari. The result Summarized, then to suggest to PT. Telkom Kandatel Kendari so that attention seurious Strategic of Human Resource Management (SDM) so that can increase performance appraisal employee. Key Word : Training, Empowerment, Performance Appraisal PENDAHULUAN Adanya perubahan dan tekanan kompetitif menuntut setiap baru agar tetap mampu perusahaan bersaing. yang lain dan oleh karena itu perusahaanperusahaan harus mengdopsi cara ini (Harel, et, al.1999). Harris dan Ogbonna (2001) berpendapat bahwa Strategi SDM saat ini menjadi kinerja menarik dapat untuk di kembangkan dalam peningkatan kinerja. Peningkatan dilakukan melalui pengembangan budaya organisasi yang di fokuskan secara internal dengan menggunakan fungsional Dalam yaitu pendekatan (Human strategi Resource

harus mengubah atau mengadopsi strategi Perubahan strategi akan menentukan arah setiap fungsi dari organisasi perusahaan, termasuk fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Penekanan pentingnya pendekatan strategis bagi setiap perusahaan melibatkan adanya hubungan starategi perusahaan dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) strategis dalam bidang struktur, budaya, dan pengembangan sumber daya perusahaan. Strategi SDM yang Manajemen umumnya Sumber dilakukan Daya pada Manusia adalah praktek-praktek manajemen perusahaan. Hal ini sesuai dengan asumsi universal, yang menyatakan bahwa praktek manajemen SDM lebih baik dalam dengan mendorong kinerja dibandingkan

Management Strategy). mengatur praktek-praktek manajemen SDM, mengacu pada item-item yang dikembangkan oleh (Huselid, et, al.1997). Item-item tersebut disesuaikan dengan kondisi pada umumnya khususnya pada perusahaan. Ada tiga indikator dari praktek meliputi manajemen strategi pelatihan : SDM SDM yang yang, (training), mencerminkan

Pemberdayaan Pelatihan meningkatkan meningkatkan karyawan. pekerjaan

(empowerment) (training) efektifitas kepuasan

dan haruslah

seiring dengan itu, karyawan membutuhkan umpan balik atas kinerja. PT. mempunyai maupun Telkom Telkom disiplin Kandatel yang dan Kendari dan PT. tinggi

Penilaian Kinerja (performance appraisal). karyawan, dan

karyawan, aspek langkah

solidaritas antara karyawan dan karyawan pimpinan Kandatel karyawan. Kendari sangat

memenuhi program kesempatan kerja sama Diagnosis merupakan situasi pertama lingkungan dan organisasional serta analisis dalam menyusun program pelatihan dan pengembangan. Selanjutnya salah satu cara yang bisa digunakan adalah sebagai pemimpin melalui membagi untuk menciptakan tingkat motivasi yang tinggi dari bawahan pemberdayaan. diartikan (power kekuasaan Pemberdayaan (empowerment)

menghargai hasil kerja dari para karyawan sesuai dengan balas jasa (gaji) yang diberikan. Apabila ada pekerjaan-pekerjaan di luar kantor namun masih berhubungan tetap di berikan bonus sebagai hasil kerja mereka, oleh karena itu sangat dibutuhkan Strategi Manajemen SDM yang berkualitas tinggi sangat Kendari. Mencermati fenomena empiris dan berdasarkan kajian teori, penelitian ini penting dilakukan dengan fokus permasalahan bagaimana penerapan dan apakah strategi manajemen sumber daya manusia (SDM) terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dan mengkaji secara empiris penerapan dan pengaruh signifikan antara Sumber Appraisal Karyawan Kendari. variabel Daya Starategi Manusia Manajemen yang terdiri Kerja Kandatel untuk itu diperlukan dan dalam pelatihan, kinerja pemberdayaan, penting penilaian

meningkatkan

sharing) atau mendelegasikan kekuasaan dan wewenang di dalam organisasi (Daft, 1999). Senada dengan pendapat Luthans (1995) pemberdayaan adalah wewenang individual persetujuan tanpa dari harus siapapun. kepada bisa untuk membuat keputusan dalam kegiatan operasional memperoleh bisa

prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel

Dalam pendegelasian tersebut, pemimpin memberikan pengetahuan bawahan tentang seluk beluk tugas dan wewenangnya wewenang sehingga bawahan berhasil dalam menyelesaikan tugas dan yang diembannya. Penilaian Kinerja (performance appraisal) penilaian kinerja berbicara tentang kinerja karyawan dan akuntabilitas ditengah kompetisi global, perusahaan menuntut kinerja yang tinggi

Training, Empowerment dan Performance terhadap pada PT. Prestasi Telkom

METODE PENELITIAN Penelitian ini didilakukan pada PT. Telkom Kandatel Kendari yang beralamat di jalan Jend. Achmad Yani No. 8 Kendari, kelurahan Kadia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Pendekatan studi ini adalah conclusive research dengan menggunakan metode causal research yang bertujuan untuk memperoleh pengujian yang tepat dalam menarik kesimpulan hubungan sebab akibat antara variabel dan selanjutnya memilih alternatif tindakan. Alasan yang mendasari menggunakan penelitian konklusif dengan menggunakan metode causal research karena tujuan penelitian adalah menganalisis dan menguji secara empiris besarnya tingkat signifikansi pengaruh Starategi Manajemen Sumber Daya Manusia yang terdiri Training, Empowerment dan Performance Appraisal terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Selanjutnya menarik kesimpulan menerima atau menolak teori atau hasil penelitian terdahulu. Rancangan studi ini meliputi: populasi dan sampel, variabel penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, skala pengukuran data, uji validitas dan reliabilitas dan metode analisis data. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpul secara cross-section melalui kuisioner. Skala pengukuran data adalah skala likert 5 point. Penentuan skala dibuat dari skala 5 (sangat setuju/secara total diaplikasikan) sampai dengan skala 1 (tidak

setuju/tidak diaplikasikan). Kemudian untuk memperoleh data yang valid dan reliabel terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Telkom Kandatel Kendari sebanyak 73 orang. Sampel dalam penelitian pengambilan sebanyak pertimbangan ini ditentukan secara : (1). dengan sengaja dengan Pemimpin kinerja Human mewakili kriteria statistika menggunakan purposive sampling yaitu sampel 43 karena responden

bukan sampel tetapi yang menilai berkompoten Cukup populasi penguji dalam bidang untuk memenuhi secara

para karyawan (2). Para karyawan tersebut Resource pada setiap divisi/bagian, (3). representatif (4). dan Telah analisis

inferensial. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan yaitu : (a) Analisis statistika deskriptif, bertujuan untuk mendeskriptifkan masingmasing variabel penelitian ini dalam bentuk jumlah, persentase, rata-rata dan (b) maupun Analisis angka statistika

inferensial, yaitu Regresi multivariat dengan tujuan untuk mengetahui dan menguji secara terdiri empiris Training, pengaruh Starategi dan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Empowerment Performance Appraisal terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. Telkom Kandatel

Kendari baik secara parsial maupun simultan dengan persamaan : Y = b1X1+ b2X2 + b3X3 + ei. Kemudian tingkat kepercayaan yang ditetapkan adalah 95% atau α=0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis data dalam penelitian ini dengan mengkombinasikan hasil temuan dari pendekatan analisis statistika deskriptif dan regresi multivariat yang dilakukan

sebelumnya agar terjadi proses sintesa demi penyempurnaan ini. Hasil hasil analisis temuan regresi penelitian

multivariat ternyata juga sama dengan hasil analisis statistika dekriptif, sehingga dapat memperkuat hasil temuan studi ini. Lebih jelasnya rekapitulasi hasil pengolahan data dapat baik secara deskriptif maupun inferensial dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Pengolahan Data Deskriptif dan Regresi Multivariat Variabel Bebas Training (X1) Empowerment (X2) Perf. Appraisal (X3) Prestasi Kerja (Y) R = 0,826 Regresi Multivariat Standardized Rata-Rata thitung Sig.t Ket. Koefisien (Beta) 4,60 0,573 5,075 0,000 Signifikan 4,80 0,438 3,612 0,001 Signifikan 4,05 - 0,057 -0,441 0,662 Tidak Signifikan 4,40 Fhitung = 42,737 Sig F = 0,000 prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Kemudian nilai rata-rata variabel training 4,60 menunjukkan mayoritas setuju responden menyatakan sangat Deskriptif

R Square = 0,767 Sumber : Hasil olahan data primer Pada Tabel 1 di atas, menunjukkan hasil analisis deskriptif dan regresi multivariate terhadap maing-masing variabel dalam studi ini. Lebih jelasnya urain hasil pengujian dan analisis dekriptif dan regresi multivariat sebagai berikut: X1. Variabel Training Hasil perhitungan analisis regresi multivariat diperoleh nilai Standardized

adanya program training dengan alasan perusahaan telah memberikan kesempatan yang sama bagi karyawan untuk mengikuti pelatihan, dan memberikan pelatihan yang luas bagi karyawannya. X2. Variabel Empowerment Nilai Standardized Coefficients (Beta) variabel empowerment = 0,438 dan nilai rata-rata pernyataan responden sebesar 4,80 yang berarti bahwa perusahaan sangat setuju dalam penerapan konsep pemberdayaan bagi karyawan yang ada

Coefficients (Beta) sebesar 0,573 dan nilai thitung variabel training (X1) sebesar 5,075 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2,021. Selanjutnya berdasarkan nilai sig. t = 0,000 < α = 0,05 berarti variabel training secara berpengaruh signifikan terhadap parsial

dengan alasan telah diberikan keleluasaan dalam berkreatifitas. Keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan dengan alasan perusahaan memberikan kebebasan karyawan dalam mengembangkan inisiatif. Pemberian upah yang relatif lebih tinggi dari pada dalam perusahaan perusahaan sejenis. serta Pemberian keterlibatan peluang yang cukup dalam ikut berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan. Hasil perhitungan analisis regresi multivariat, menunjukkan bahwa nilai thitung variabel empowerment (X2) = 3,612 > ttabel = 2,021 atau Sig. t = 0,001 < α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel empowerment (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. X3.Variabel Performance Appraisal Variabel memiliki nilai performance Standardized Appraisal Coefficients

berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja PT. Telkom Kandatel Kendari. Y. Variabel Prestasi Kerja Dalam penilaian dengan penelitian ini, pengukuran setiap divisi, prestasi kerja dari 43 karyawan melalui pimpinan maksud pada untuk mengetahui

bagaimana kemampuan dan keterampilan setiap karyawan dalam melaksanakannya pekerjaan. Sehubungan dengan penilaian prestasi kerja maka dapat diukur melalui : kualitas kerja, kemampuan melakukan pekerjaan, keterampilan kerja, tanggung jawab dan disiplin. Mean variabel prestasi kerja sebesar 4,4 berarti pimpinan rata-rata memberikan penilaian baik untuk setiap karyawan kemampuan dalam hal kualitas kerja, melakukan pekerjaan,

keterampilan kerja, tanggung jawab dan disiplin, dengan alasan setiap karyawan dalam melaksanakan kewajiban harus bertanggung jawab atas pekerjaan yanh dilakukan pada perusahaan. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, dapat dijelaskan masingmasing variabel baik variabel bebas maupun terikat adalah sebagai berikut: Pengaruh Variabel Training Terhadap Prestasi Kerja Training adalah salah satu bentuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan kemampuan atau ketrampilan khusus karyawan PT.

(Beta) sebesar - 0,057 dan nilai rata-rata 4,05 berarti mayoritas responden setuju dengan kebijakan perusahaan upah dalam selalu menentukan besarnya

didasarkan pada kemampuan kerja dari para karyawan dan perusahaan juga memberikan perhatian yang cukup bagi pengembangan karyawannya. Selanjutnya hasil perhitungan regresi multivariat, diperoleh thitung variabel Performance Appraisal (X3) = -0,441 < ttabel = 2,021 dengan nilai sig. t = 0,662 > dari α = 0,05 menunjukkan variabel appraisal (X3) secara performance parsial tidak

Telkom Kandatel Kendari. Berdasarkan hasil analisis deskripsi terhadap variabel training yang dimaksud disini adalah kesempatan yang dan kerja. yakni luas luasnya dala mengikuti bagi pelatihan, karyawan tanggapan uji t yang perencanaan yang baik tentang pelatihan pelatihan memberikan dampak langsung bagi prestasi Diperoleh sangat rata-rata Hasil responden mengenai training yang diberikan setuju. dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel, serta nilai signifikan t dengan level of signifikan α = 0,05 (5%). Variabel training secara parsial berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Dapat disimpulkan variabel training terbukti menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi kerja dimana pelatihan yang dilakukan adalah penggunaan aplikasinya bahwa prestasi internet dan dengan berbagai pemeliharaan/perawatan ingin meningkatkan

organisasi. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan riset terdahulu yanng dilakukan oleh Wan et.al (2002); Harel dan Tzafrir (1999), dimana praktek-praktek manajemen sumber daya manusia dilihat dari indikator training dan beberapa praktek-praktek Manajemen Sumber Daya Manusia lain, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pengaruh Variabel Terhadap Prestasi Kerja Empowerment Empowerment bentuk

merupakan

pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memberdayakan potensi yang mereka miliki baik kemampuan maupun keterampilan. Berdasarkan hasil analisis deskripsi terhadap variabel empowerment yanng dimaksud dalam studi ini adalah karyawan diberikan keleluasaan dalam bekreatifitas responden empowerment dan keterlibatan karyawan mengenai mayoritas variabel menyatakan

dalam pengambilan keputusan. Tanggapan

jaringan telepon. Sehingga dapat dikatakan perusahaan kerja maka pelatihan menjadi

sangat setuju. Berdasarkan uji t variabel empowerment secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Mengacu pada temuan di atas berarti variabel empowerment salah satu terbukti menjadi faktor yang mempengaruhi

prioritas utama dalam strategi manajemen sumber daya manusia untuk dilakukan. Hasil temuan dalam penelitian ini sesuai dengan teori universalistik yang

dikemukan oleh Delery dan Doty (1996), yang menyatakan bahwa srategi manajemen sumber daya manusia yang dijabarkan dalam praktek-praktek manajemen sumber daya manusia yang salah satunya adalah training akan dapat memberikan pengaruh langsung bagi peningkatan kinerja

prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Hal ini juga sesuai dengan teori Universalistik yang dikemukan oleh Delery dan Doty (1996), yang menyatakan bahwa srategi manajemen sumber daya manusia

yang

dijabarkan

dalam

praktek-praktek

disimpulkan variabel performance appraisal secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari. Temuan dalam penelitian ini berarti bahwa variabel performance appraisal bukan merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pada PT. Telkom Kandatel Kendari walaupun dilihat dari deskripsi variabel penelitian dapat disimpulkan bahwa karyawan PT. Telkom Kandatel Kendari setuju dalam performance appraisal yang diberikan pihak PT. Telkom Kandatel Kendari. Mengenai pemberian para besarnya dan diri bahwa upah perusahaan karyawan. karyawan Pada Hal selalu juga bagi ini tidak didasarkan pada kemampuan kerja dari karyawan memberikan pengembangan dikarenakan dalam penekanan

manajemen sumber daya manusia yang meliputi training dan empowerment akan dapat memberikan pengaruh langsung bagi peningkatan kinerja organisasi. Hasil temuan dalam penelitian ini juga sesuai dengan riset terdahulu yanng dilakuakn oleh Wan et.al (2002); Harel dan Tzafrir (1999), dimana praktek-praktek manajemen sumber daya manusia yang meliputi training dan empowerment yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan. Pengaruh Variabel Performance Appraisal Terhadap Prestasi Kerja Performance Appraisal manusia (SDM) kerja dalam adalah salah mengevaluasi karyawan satu bentuk pengembangan sumber daya pelaksanaan individu

maupun proses evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaan mereka. Berdasarkan hasil analisis deskripsi terhadap variabel performance appraisal yang pengukuranya melalui pemberian upah yang selalu didasarkan pada kemampuan kerja dari para karyawan dan perusahaan juga memberikan pengembangan empowerment penekanan diri mayoritas bagi karyawannya. responden

menginginkan dengan adanya penekanan pengembangan. dasarnya para karyawan ingin diberi kebebasan dalam berkreatifitas untuk meningkatkan kemampuan diri. Namun penilaian kinerja karyawan kerja secara tidak terhadap bukti langsung prestasi bahwa memberikan dampak karyawan

Tanggapan responden mengenai variabel menyatakan setuju. Kemudian hasil uji t yang dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel menunjukkan bahwa nilai thitung variabel performance appraisal sebesar -0,441 < ttabel sebesar 2,021 dengan nilai signifikan t = 0,662 < α =0,05. Dapat

sebagai

penilain kinerja yang sebahagian besar mengarah pada aspek organisasi. Dengan demikian performance apraisal tidak akan berdampak kerja Harris langsung terhadap prestasi analisis (2000), sesuai yang karyawan. dan Hasil

dengan riset yang telah dilakukan oleh Ogbonna

menyimpulkan bahwa strategi manajemen sumber daya manusia tidak sepenuhnya berdampak langsung bagi peningkatan prestasi kerja karyawan. KESIMPULAN Hasil analisis deskriptif variabel mean variabel training = 4,60 menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat setuju adanya program training; variabel empowerment pemberdayaan; Appraisal responden = = 4,80 berarti karyawan sangat setuju dalam penerapan konsep variabel 4,05 dengan performance mayoritas kebijakan artinya

Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,767 dapat diartikan 76,70% proporsi variabel dari prestasi kerja dijelaskan oleh variabel training; empowerment; dan performance appraisal. Dengan demikian training, empowerment, dan performance appraisal dapat memberikan kontribusi pengaruh sebesar 76,7% terhadap prestasi kerja dan sisanya 23,3% dijelaskan atau ditentukan oleh variabel lain diluar model dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Alwi, Syaifuddin, 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia: Strategi Keunggulan Kompetitif. Edisi Pertama. Yogyakarta : BPFE Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang : Universitas Dipanegoro Glueck, F. William and Lawrence R. Jauch, 1999. Strategi Management and Business Policy. Edisi Kedua. Terjemahan, Murad dan Henri Sitanggang. Jakarta. Gujarati, Dahmodar & Sumarno Zain. 1998. Ekonometrika Dasar. Jakarta : Erlangga Harris, Lioyd C. And Emmanuel Ogbonna. 2000. Strategic Human Resource Management, Market Orientation, and Organizational Performance, Journal of Business Research, 51.p.157-166 Herel, Gedaliahu H. and Shay S. Tzafrir. 1999. The The Effecct of Human Resource Management Practices on The Perceptions of Organizational and Market Performance of The Firm. Journal of Human Resource Management, Vol. 38. Kuncoro, Mudrajad, 2003. Metode riset Untuk bisnis dan Ekonomi, Bagaimana menulis tesis? Erlangga, Surabaya.

setuju

perusahaan dalam menentukan besarnya upah didasarkan pada kemampuan kerja dan perhatian bagi pengembangan diri karyawan; variabel prestasi kerja = 4,40 berarti pimpinan memberikan penilaian baik setiap karyawan dengan alasan karyawan dalam melaksanakan Hasil tugas harus regresi bertanggung multivariat jawab atas pekerjaan yang diembannya. analisis menunjukkan aktivitas strategi manajemen sumber daya manusia terdiri dari : training, empowerment dan performance appraisal secra simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Sedangkan secara parsial ada dua variabel berpengaruh secara signifikan yaitu, variabel training dan variabel empowerment sedangkan variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja yaitu variabel performance appraisal.

Kochan T.A, and Dyer L. 1993. Managing Transformational Change: The role of Human Resource Professionalls. Internasional Journal Human Reseource Management.4.p.569-590 Mangkuprawira, Tb. Sjafri.2003.Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Jakarta : Ghalia Indonesia Notoatmodjo, 1992. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Rineka Cipta. Jakarta Pearce and Robinson. 1997.Manajemen Strategik : formulasi, Implementasi, dan Pengendalian, terjemahan, Ir. Agus Maulana MSM. Jakarta : Binarupa Aksara Purnomo, Ratno. Keunggulan 2003. Pencapaian Bersaing yang

Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. Semarang : STIE Stikubank. Santoso, Singgih, 2004. SPSS Statistika Multivariat. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo Simamora, Henry. 2004. Manajemen SDM. Edisi Ke III.. Yogyakarta : STIE. YKPN Sudjana. 2002. Metode Statistik. Edisi ke-6. Bandung : Tarsito Supranto, J. 1997. Metode Riset. Jakarta : Rineka Cipta Wan,David et, al. 2002. Strategic Human Resource Management and Organizational Performance in Singapore. Compensation & Benefits Review

HUBUNGAN KOMPENSASI DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) CABANG KENDARI Endro Sukotjo 1) & Rudi Indraputra 2) ABSTRACT The aim of this research is to explain and assess empirically the relation of compensation with the working achievement in PT. POS Indonesia ( persero ) branch Kendari. The result of this research shows that : (1) compensation has significant relation with working achievement if we see from indicator of ability to keep responsible done, which is proven by the score of X2 hitung = 22,04 > X2 tabel = 9,49. (2) There is significant relation between compensation with working achievement of workers from the indicator of ability to carry out work effectively and efficiently, which is marked with score of X 2 hitung = 28,47 > X2 tabel = 9,49, (3) there is a significant relation between compensation with working achievement if we see from the assessment indicator towards seriousity in carrying out the work, which is marked with the score X2 hitung = 21,28 > X2 tabel = 9,49. (4) there is significant relation between compensation with working achievement of workers if we see from the ability indicator in designing working implementation carefully, which is marked with the score nilai X2 hitung = 21,92 > X2 tabel 9,49. (5) there is significant relation between compensation with working achievement of workers from the ability indicator technical working which is marked with the score X2 hitung = 11,46 > X2 tabel 9,49. Key Words: Kompensasi, Working Achievement PENDAHULUAN Kompensasi diberikan guna memotivasi agar karyawan dapat bekerja sebaik mungkin dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Namun demikian kompensasi merupakan salah satu masalah yang rumit dan juga merupakan pengeluaran terbesar. Jika salah dalam penentuan pemberian kompensasi akan membawa dampak buruk bagi perusahaan karena biasanya terjadi aksi mogok kerja. Sebaliknya pemberian kompensasi yang benar akan membawa dampak positif bagi perusahaan karena karyawan merasa termotivasi dalam bekerja sehingga mampu berprestasi. Oleh karena itu pemberian kompensasi harus layak bagi karyawan disatu sisi dan sisi lain tidak merugikan adalah perusahaannya. yang Kondisi ini

kondisi

sesungguhnya

diharapkan terjadi disetiap perusahaan. Pemberian kompensasi ini dimaksud sebagai imbalan yang dianggap layak bagi setiap pekerja di dalam suatu perusahaan guna memenuhi kebutuhan hidup serta keluarganya, kompensasi perjanjian dengan sistem umumnya antara serikat pekerja. pemberian didasarkan Pemberian

majikan/manajemen

kompensasi secara wajar dan profesional perlu diperhatikan, artinya layak menurut pekerja hidupnya. PT. POS Indonesia (Persero) Cabang Kendari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam pelayanan jasa POS, untuk memenuhi kebutuhan

adapun pelayanan yang dikelola yaitu: Surat Pos, Surat Kilat Khusus (SKH), Ekspress Mail Service (EMS), Retron Simpati, Layanan Surat Bisnis Elektronik (SBEN) Wesel Pos, Giro Pos, Cek Pos Wisata (CPW), Paket Pos Domestik, Paket Pos Internasional dan Filateli. Organisasi ini juga mempunyai tujuan yang sama dengan organisasi lain yaitu kelangsungan hidup dengan laba yang optimal untuk mencapai tujuan tersebut, tidak terlepas dari pemberian kompensasi kepada karyawan agar bekerja dengan baik sehingga prestasi kerja yang diharapkan dapat tercapai. Mengacu pada uraian di atas, dapat diketahui betapa pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dalam PT. suatu Pos perusahaan seperti halnya

terletak di Jalan Samratulangi No. 79 Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada pada PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kendari yang berjumlah 59 orang. Dengan demikian, maka responden penelitian ini sebanyak 59 orang karyawan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari karyawan pada PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kendari dengan mengunakan kuesioner, yaitu mengedarkan daftar pertanyaan kepada karyawan yang dijadikan dalam penelitian. Peralatan analisis yang digunakan adalah deskriptif, yaitu menjelaskan secara persentase mengenai kondisi nyata dari masing-masing variabel yang diteliti (kompensasi dan prestasi kerja karyawan), dan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji chi-kuadrat (X2) oleh Wiyato dan Momi,1986 dengan formulasi sebagai berikut :

Indonesia (Persero) Cabang Kendari yang terus memacu para karyawannya untuk mau bekerja secara efektif dan efisien terutama dalam pemberian kompensasi yang layak agar prestasi kerja yang diharapkan dapat tercapai. Dengan demikin peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan fokus permasalahan mempunyai apakah hubungan yang kompensasi signifikan

dengan prestasi kerja. Tujuan yang ingin dicapai adalah menguji dan membuktikan secara empiris hubungan kompensasi dengan prestasi kerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kendari. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kendari yang dimana : X2 = Nilai Chi-Kuadrat hitung Oij = Nilai pengamatan (observasi) Eij = Nilai harapan (ekspektasi) dihitung nbi x nki dengan rumus : Eij = n nbi = Nilai sel pada kolom ke-i nki = Nilai sel pad akolom ke-j n = Jumlah karyawan yang diteliti

HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan hasil penelitian jumlah gaji yang diterima karyawan berbeda-beda disebabkan karena status dan jabatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari 59,32% menerima gaji pada kisaran antara Rp. 2.000.000-Rp. 2.900.000 perbulan. Menyusul yang menerima gaji antara Rp. 3.000.000-Rp. 3.500.000 sebanyak 25,42%. Sedangkan yang menerima, gaji antara Rp. 1.000.000Rp. 1.900.000 perbulan hanya 15,26% karyawan yang diteliti. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah gaji yang diterima. karyawan PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari cukup ideal. Berdasarkan kategori tersebut di atas maka presepsi karyawan PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari terhadap besarnya kompensasi (gaji) yang diterima bahwa gaji menunjukkan bahwa mayoritas karyawan 59,42% mempunyai presepsi yang diperoleh dari PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari termasuk dalam kategori mengatakan Sedangkan sedang, kategori yang menyusul tinggi mempunyai yang 25,42%. presepsi

Hubungan Kompensasi Dengan Prestasi Kerja Karyawan Analisis dengan meliputi: memikul dan prestasi indikator tanggung hubungan kerja kompensasi yang untuk karyawan

kemampuan jawab,

kemampuan dalam pekerjaan teknis secara

dalam menjalankan tugas secara efektif efisien, kesungguhan pelaksanaan dapat melaksanakan tugas, kemampuan dalam merencanakan dengan pekerjaannya hati-hati, kemampuan dilakukan

terperinci sebagai berikut:

1.

Presepsi pimpinan terhadap prestasi kerja karyawan dengan indikator kemampuan untuk memikul tanggung jawab dari 59 responden yang diteliti, mayoritas responden yaitu sebanyak 28 orang (47,46%) dikategorikan baik sekali, 17 orang (28,81%) dikategorikan sangat baik sekali, dan sebanyak 14 orang kerja (23,73%) karyawan dikategorikan dengan 28 baik. Hubungan kompensasi dengan prestasi indikator orang kemampuan memikul tanggung jawab, menunjukkan ternyata kemampuan dalam memikul tanggung jawab dikategorikan sangat baik, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa semakin tinggi besarnya kompensasi yang diperoleh karyawan akan semakin tinggi pula prestasi kerjanya. Namun demikian pernyataan ini masih perlu diuji lebih lanjut dengan metode statistika X2 (chi-kuadrat). Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa X2 hitung = 22,04

dengan kategori gaji rendah 15,26% pada PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kompensasi gaji yang dibayarkan PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari terhadap seluruh karyawan tergolong dalam kategori sedang.

dengan menggunakan taraf signifikan α=0,05. Oleh karena itu X2 hitung = 22,04 > X2 tabel = 9,49.

(20,34%)

dikategorikan baik.

sangat

baik

sekali, dan sebanyak 16 orang (27,12%) dikategorikan Hubungan dalam 31 kompensasi dengan indikator penilaian terhadap melaksanakan kesungguhan tugas, ternyata

2.

Presepsi pimpinan terhadap prestasi kerja karyawan dengan indikator mayoritas 37 orang kemampuan dalam menjalankan tugas secara efektif dan efisien, karyawan yakni sebanyak

menyatakan baik sekali, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa semakin tinggi besarnya kompensasi yang diperoleh karyawan akan semakin tinggi pula prestasi kerjanya. Untuk membuktikan pernyataan ini, perlu diuji lebih lanjut dengan 21,28 X2 dengan (chi-kuadrat). menggunakan
2

(62,71%) dikategorikan baik sekali, 14 orang (23,73%) dikategorikan sangat baik sekali, dan 8 dengan orang baik. (13,56%) Hubungan prestasi kerja dikategorikan kompensasi

Hasil taraf

karyawan dengan indikator kemampuan dalam menjalankan tugas secara efektif dan efisien, mayoritas responden yang diteliti ternyata 37 orang kemampuan dalam menjalankan tugas secara efektif dan efisien dikategorikan baik sekali, oleh karena semakin itu dapat dikatakan bahwa tinggi besarnya kompensasi

perhitungan menunjukkan X2 hitung = signifikan α=0,05, maka X 21,28 > X2 tabel = 9,49. hitung =

4.

Prespsi pimpinan terhadap prestasi kerja karyawan dengan indikator kemampuan dalam merencanakan

pelaksanaan pekerjaan dengan hatihati, mayoritas karyawan sebanyak 28 orang (47,46%) dikategorikan baik sekali, 12 orang (20,34%) dikategorikan sangat baik sekali, dan sebanyak 19 orang (32,20%) dikategorikan baik. Hubungan kompensasi dalam orang dengan bahwa dengan prestasi kerja karyawan dengan indikator kemampuan merencanakan kemampuan hati-hati semakin dikategorikan tinggi pelaksanaan dalam baik pekerjaan dengan hati-hati, ternyata 28 merencanakan pelaksanaan pekerjaan sekali, oleh karena itu dapat dikatakan besarnya

yang diperoleh karyawan akan semakin tinggi pula prestasi kerjanya. Pernyataan ini masih perlu diuji lebih lanjut dengan metode statistika X (chi-kuadrat). Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa X2 hitung = 28,47 dengan menggunakan taraf signifikan α=0,05, maka X hitung = 28,47 > X tabel = 9,49.
2 2 2

3.

Presepsi pimpinan terhadap prestasi kerja karyawan dengan indikator penilaian terhadap yaitu kesungguhan 31 orang sekali, dalam (52,54%) 12 orang menjalankan tugas, mayoritas karyawan sebanyak dikategorikan baik

kompensasi yang diperoleh karyawan akan dengan perhitungan semakin X
2

diuraikan

bahwa

kompensasi

memiliki

tinggi

pula

prestasi Hasil X
2

hubungan yang signifikan dengan prestasi kerja karyawan bila, dilihat dari indikator kemampuan jawab. untuk memikul tanggung Artinya dengan memberikan

kerjanya. Pernyataan ini masih perlu diuji (Chi-Kuadrat). menunjukkan bahwa

hitung = 21,92 dengan menggunakan taraf signifikan α=0,05. Dengan demikian X hitung = 21,92 > X tabel = 9,49.
2 2

kompensasi yang baik atau layak kepada karyawan, maka prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut akan cenderung meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan kompensasi yang dapat memenuhi kebutuhan yang motivasi karyawan, maka dari untuk seorang karyawan akan merasa puas dengan apa diperolehnya yang tinggi perusahaan melakukan sehingga karyawan tersebut akan memiliki pekerjaan, pada akhirnya meningkatkan prestasi kerjanya termasuk kemampuannya dalam memikul tanggung jawab. Kompensasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi kerja karyawan bila dilihat dari indikator kemampuan dalam menjalankan efisien. Ini tugas secara efektif dan berarti bahwa dengan

5.

Prespsi pimpinan terhadap prestasi kerja karyawan atau dengan sebanyak indikator 33 orang kemampuan teknik pekerjaan, mayoritas karyawan (55,93%) dikategorikan baik sekali, 15 orang (25,42%) dikategorikan sangat baik sekali, dan sebanyak 11 orang (18,65%) dikategorikan kompensasi baik. dengan Hubungan prestasi kerja

karyawan dengan indikator kemampuan teknis pekerjaannya. Dari 59 karyawan yang diteliti ternyata teknis 33 orang kemampuan pekerjaannya

dikategorikan baik sekali, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa semakin tinggi besarnya karyawan kompensasi akan yang diperoleh pula semakin tinggi

memberikan kompensasi yang baik atau layak kepada karyawan, maka prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut cenderung meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan kompensasi yang dapat memenuhi kebutuhan karyawan, maka seorang karyawan merasa puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan sehingga karyawan tersebut akan memiliki motivasi yang tinggi yang untuk melakukan akan pekerjaan, pada akhirnya

prestasi kerjanya. Pernyataan ini masih perlu diuji lebih lanjut dengan metode statistika X
2

(chi-kuadrat).

Hasil

perhitungan di atas menunjukkan X2 hitung = 11,46, dengan menggunakan taraf signifikan α=0,05. Sehingga nilai X2 hitung = 11,46 > X2 tabel = 9,49. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil nalisis data, maka pembahasan hasil penelitian ini dapat

meningkatkan prestasi kerjanya termasuk

kemampuan

dalam

menjalankan

tugas

akan memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaan, pada akhirnya akan meningkatkan prestasi kerjanya termasuk kemampuan dalam merencanakan pelaksanaan pekerjaan dengan hati-hati. Kompensasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi kerja karyawan bila dilihat dari indikator kemampuan teknis pekerjaannya. Ini berarti bahwa dengan memberikan kompensasi yang baik atau layak kepada karyawan, maka prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut akan yang merasa cenderung dapat puas meningkat. memenuhi dengan Hal ini disebabkan karena dengan kompensasi kebutuhan apa yang karyawan, maka seorang karyawan akan diperolehnya dari perusahaan sehingga karyawan tersebut memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaan dan akhirnya meningkatkan prestasi kerjanya termasuk kemampuan teknis pekerjaannya. KESIMPULAN Kompensasi memiliki hubungan signifikan dengan prestasi kerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (persero) cabang Kendari pada tingkat kepercayaan 95% dan derajat bebas (db) = 4. Hal ini didasarkan pada hasil analisis sebagai berikut : 1. Terdapat antara hubungan yang dengan signifikan prestasi kompensasi

secara efektif dan efisien. Kompensasi memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi kerja karyawan bila dilihat dari indikator penilaian terhadap kesungguhan melaksanakan karyawan tugas. Ini berarti dalam bahwa

dengan memberikan kompensasi yang baik atau layak kepada karyawan, maka prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut akan cenderung karena meningkat. dengan Hal ini disebabkan kompensasi

yang dapat memenuhi kebutuhan karyawan, maka seorang karyawan akan merasa puas dengan apa yang diperolehnya dari perusahaan sehingga karyawan tersebut akan memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaan, yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi kerjanya termasuk kesungguhan karyawan dalam melaksanakan tugas. Hubungan kemampuan pelaksanaan kompensasi dalam pekerjaan dengan prestasi kerja karyawan dengan indikator merencanakan dengan hati-hati

memiliki hubungan yang signifikan. Artinya memberikan kompensasi yang baik atau layak kepada karyawan, maka prestasi kerja yang dimiliki oleh karyawan tersebut akan cenderung meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan kompensasi yang dapat memenuhi seorang dengan kebutuhan karyawan apa yang karyawan, merasa diperolehnya maka puas dari akan

kerja karyawan ditinjau dari indikator kemampuan untuk memikul tanggung jawab. Artinya semakin tinggi kompensasi yang diberikan perusahaan

perusahaan sehingga karyawan tersebut

kepada

karyawan, hubungan

kemampuan signifikan

untuk antara

melakukan pekerjaan semakin baik. DAFTAR PUSTAKA Filipo, Edwin B. (penerjemah : Moh. Mas'ud) 1990. Manajemen Personalia. Edisi ke-6. Erlangga : Jakarta.

memikul tanggung jawab semakin tinggi. 2. Terdapat kompensasi dengan prestasi kerja ditinjau dari indikator kemampuan menjalankan tugas secara efektif dan efisien. Artinya semakin tinggi kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan, maka kemampuan menjalankan tugas secara efektif dan efisien akan semakin tinggi. 3. Terdapat hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan prestasi kerja karyawan ditinjau dari indikator penilaian terhadap tinggi kesungguhan kompensasi kepada hubungan yang dalam diberikan maka antara dalam pekerjaan melaksanakan tugas. Berarti semakin perusahaan 4. Terdapat dari karyawan, signifikan

Gorfles, 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Andi Offset : Yogyakarta. Handoko T. Hani, 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi ke-2 BPFE, UGM : Yogyakarta. Hasibuan, Melayu, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi. PT. Bumi Aksara Jakarta Manulang, 2005. Manajemen Personalia. Penerbit Ehalia : Jakarta. Mangkuprawira, Sjafri, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi. Ehlia Indonesia : Jakarta. Nawawi, Hadari, 1993. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. PT. Rineka Cipta : Jakarta. Notoatmojo, Soekidjo, 2003. Pengembangan Sumber Daya Manusia PT. Rineka Cipta : Jakarta Rosdiana, 2002. Hubungan Kompensasi Dengan Motivasi Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kendari, Skripsi Ekonomi, Unhalu Kendari. Ruky, Achmad S. 2002. Sistem Manajemen Kerja. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Simamora, Henry. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Ehalia Indonesia : Jakarta. Veithzal Rivai, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT. Rajagrafindo : Jakarta.

kemampuan akan semakin meningkat. kompensasi dengan prestasi kerja ditinjau indikator kemampuan pelaksanaan merencanakan

dengan hati-hati. Artinya semakin tinggi kompensasi yang diberikan perusahaan kepada dalam 5. Terdapat karyawan karyawan, maka kemampuan pelaksanaan yang dari signifikan indikator merencanakan hubungan ditinjau

pekerjaan dengan hati-hati semakin baik. antara kompensasi dengan prestasi kerja kemampuan teknis pekerjaannya. Berarti semakin tinggi kompensasi yang diberikan perusahaan kepada teknis karyawan, maka kemampuan karyawan dalam

Winardi, 1992. Manajemen Perkantoran dan Pengevaluasian Alumni : Bandung ANALISIS PERANAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN

LABA BERSIH PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA Tbk Salma Saleh 1) & Awat Fauziah 2) ABSTRACT This research was conducted at PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk which is located in Jend. Sudirman street no 44-46, Jakarta. The objective of this research was to explain and evaluate empirically the level of significansy and the effect of finance performance which covers : liquidity racio, rentability, solvability toward profit growth at PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Type of data used in this research was secondary data, which was collected by researcher in the form of income statement report and balance from Jakarta market stock (BEJ). Analysis tools used konfirmatory factor analysis and double aregresi linear. Based on the result of konfirmatory factor analysis shows that factor of liquidity, rentability, solvability have eigenvalue >1. Besides that, loading factor value from the whole independent variables still above limitation score 0,60 or 60 %. The result of double regression linear is good both partial and simultaneously toward the significant effect among liquidity, rentability, and racio of solvability towards the profit growth at PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Therefore, we can conclude that considering factor of liquidity, rentability, and racio solvability can give role or contribution about 97, 10 % to expain profit growth at PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Key Words: Liquidity, Rentability, Finance Performance, Profit Growth PENDAHULUAN Perkembangan dunia keuangan dewasa ini, khususnya lembaga keuangan makin berkembang dan kompleks. Dari segi jumlah terlihat semakin banyaknya lembaga keuangan yang didirikan. Hal ini seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan transaksi keuangan yang kompleks dan cepat. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang yang paling berkembang diantara lembaga keuangan yang lain. Bank merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap. Usaha keuangan yang dilakukan disamping menyalurkan dana atau memberikan pinjaman juga menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan. Sebagai sebuah badan usaha, maka bank dalam mengelola usahanya harus memperoleh laba (profit oriented). Laba merupakan kunci dasar dalam menjalankan operasional sebuah bisnis dimana sebuah bisnis tersebut akan gagal bekerja jika tidak memperoleh laba. Namun demikian prinsip efisiensi harus tetap dipegang dalam rangka menyeimbangkan antara laba dan efisiensi usaha yang maksimum. Salah satu cara untuk dapat mengetahui tingkat efisiensi sebuah usaha adalah dengan melihat aspek laporan keuangan. Secara garis besar, untuk mengetahui kinerja keuangan dengan antara rasio sebuah bank dapat diukur Rasio menggunakan lain: tersebut Rasio rasio keuangan

likuiditas,

Rentabilitas, dan Rasio solvabilitas. Ketiga memberikan gambaran

mengenai

efektivitas

dan

efisiensi

dan 4,59%, penurunan dan peningkatan ini disebabkan turun dan naiknya revenue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk pada tahun tersebut. Selanjutnya pada tahun 1997 laba mengalami kenaikan sebesar 5,26% hal ini disebabkan naiknya pendapatan. Tahun 1998-2000 disebabkan mengalami naiknya peningkatan revenue dan masing-masing 8,64%, 2,47% dan 7,89% pendapatan operasi Bank Rakyat Indonesia tahun 2001-2002 mengalami peningkatan masing-masing 4,32% dan 29,70% disebabkan oleh naiknya pendapatan dan khusus untuk tahun 2002 ada peningkatan pendapatan cukup signifikan. Tahun 2003 terjadi penurunan 15,48% dari tahun sebelumnya disebabkan oleh turunnya

pengelolaan keuangan sebuah bank. Rasio likuiditas sebuah bank yang tinggi dapat menurunkan risiko yang ada, akan tetapi juga dapat menurunkan tingkat laba. Hal ini disebabkan banyaknya dana yang menganggur atau tidak dimanfaatkan dan tentu saja mempengaruhi kesehatan bank yang bersangkutan. Untuk mengetahui tingkat likuiditas dapat diukur berdasarkan : Quick Ratio, investing policy ratio, banking ratio, loan to assets ratio, dan cash ratio. Rasio rentabilitas pada dasarnya adalah mengukur profit yang diperoleh dari modalmodal yang digunakan untuk operasi sebuah bank atau mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan untuk operasi sebuah bank atau mengukur tingkat diukur kemampuan sebuah bank untuk memperoleh keuntungan. rentabilitas Untuk sebuah mengetahui bank dapat

revenue dari Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2004-2006 mengalami peningkatan masing 63,65%, 4,60%, dan 10,55%, hal ini disebabkan naiknya pendapatan operasi Bank Rakyat Indonesia. Quick ratio tertinggi ada pada tahun 2006 yaitu sebesar 25,7% dan Quick ratio terendah ada pada tahun 1993 yaitu sebesar 8.8%. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2007 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memilki total deposit dan harta paling likuid tertinggi dari tahun 1993 dan pada tahun 1993 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki Quick ratio terendah dikarenakan pada tahun ini PT Bank Rakyat Indonesia memiliki total deposit dan harta yang likuid paling rendah.

berdasarkan : Gross profit margin, net profit margin, Return on equity, Return on total Assets, Rate of return on loan, dan interest margin on earning assets. Rasio Solvabilitas adalah bank mengukur dalam efisiensi bank dalam menjalankan aktivitasnya. Semakin efisien menjalankan aktivitasnya semakin meningkat laba yang didapat. Berdasarkan data yang diperolah pada observasi awal dalam riset ini menunjukkan dari tahun 1993 sampai 1994 laba menurun sebesar 29,58% dikarenakan menurunnya pendapatan/penerimaan. Pada tahun 19951996 laba menurun dan meningkat 18,21%

Net profit margin tertinggi ada pada tahun 2002 yaitu sebesar 74,6% dan net profit margin terendah pada tahun 1993 yaitu sebesar 49,4%. Perkembangan net profit margin tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 10,17 % dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat net income yang dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.dari tahun sebelumnya tetapi tahun selanjutnya mengalami penurunan. Selanjutnya primary ratio terbesar ada pada tahun 2004 dengan nilai 11,63% dan primary ratio terendah ada pada tahun 1994 dengan nilai sebesar 2,09%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya total equity PT Bank Rakyat Indonesia Tbk secara signifikan pada tahun 2004. Primary ratio pada tahun 1994 disebakan total equity PT Bank Rakyat Indonesia Tbk pada tahun 1994 berada pada titik terendah. Mengacu pada fenomena empiris di atas nampak adanya variasi pertumbuhan laba bersih (Net Income). Hal ini disebabkan karena variasi quick ratio (Likuiditas), net profit margin (Rentabilitas), dan primary ratio (Solvabilitas). Oleh sebab itu dibutuhkan peranan kinerja keuangan yang baik dalam memprediksi Berdasarkan untuk peranan pertumbuhan uraian-uraian laba yang bersih. telah tentang terhadap

likuiditas, rasio rentabilitas dan solvabilitas berpengaruh

rasio

signifikan

terhadap pertumbuhan laba pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai adalah menjelaskan dan menguji secara empiris besarnya tingkat signifikan dan pengaruh kinerja keuangan yang meliputi: rasio rasio likuiditas, rasio rentabilitas dan bersih. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada PT Bank Rakyat Indonesia,Tbk. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder, yang dikumpulkan oleh penulis berupa laporan rugi laba dan neraca dari Bursa Efek Jakarta dengan website www.isx.co.id. dan website PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk yaitu www.bri.co.id. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: (1) Pengambilan data-data yang telah didokumentasikan oleh pihak perusahaan seperti laporan keuangan serta data lain yang diperlukan melalui website Indonesia Stock Exchange; (2) Penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan data lewat kepustakaan dengan mempelajari buku dan literatur sebagai landasan teori. Metode analisis data Peralatan analisis yang digunakan dalam riset ini adalah analisis faktor konfirmatori yang dilakukan terhadap

solvabilitas terhadap pertumbuhan laba

dikemukakan di atas maka penulis tertarik mengadakan kinerja penelitian keuangan

pertumbuhan laba bersih pada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Fokus permasalahan yang akan dikaji dalam riset ini apakah rasio

indikator setiap variabel sehingga dapat

diperoleh skor faktor dari variabel laten, dimana skor faktor variabel tersebut dipakai untuk penentuan koefisien setiap variabel dalam Analisis faktor analisis regresi digunakan regresi linear linear berganda. yang berganda

memprediksi digunakan persamaan: Y = a + b1X1t + b2X2t + b3X3t. Selanjutnya α = 0,05 atau untuk tingkat melakukan kepercayaan regresi linear pengujian menggunakan level of signifikan 95%.Lebih jelasnya hubungan kausal yang berdasarkan persamaan berganda digambarkan sebagai berikut:

dilakukan sebagai lanjutan dari analisis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas baik secara parsial maupun simultan. Persamaan regresi untuk

Gambar 1. Desain Hubungan antar Variabel Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN Bank Rakyat Indonesia merupakan salah satu bank yang berada di Indonesia yang kegiatan utamanya adalah sebagai lembaga intermediasi atau lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana lalu menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang kekurangan dana. Dalam penelitian ini digunakan analisis faktor

konfirmatori

yang

dilakukan

terhadap

indikator setiap variabel sehingga dapat diperoleh skor faktor dari variabel laten, dimana skor faktor variabel tersebut akan dipakai untuk penentuan koefisien setiap variabel dalam analisi regresi linear berganda. Ringkasan hasil analisis faktor dan regresi linear berganda dalam riset ini dapat dilihat pada Tabel di bawah:

Pada tabel 1 di atas menunjukkan hasil analisis faktor yang item digunakan variabel untuk bebas menyederhanakan

dengan variabel likuiditas mempunyai nilai thitung = 16,588 dengan nilai sig t = 0,000, jika dibandingkan dengan nilai ttabel = 1,7709 dengan taraf signifikansi 0,05, maka nilai thitung > ttabel. Dapat diartikan variabel likuiditas mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Hasil menunjukan analisis semua faktor indikator likuiditas variabel

menjadi seperangkat variabel (faktor) baru, namun melalui analsis faktor belum mampu menjawab permasalahan dan tujuan riset ini, sehingga dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda. Uraian pembahasan pembentukan faktor dan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat dalam riset ini sebagai berikut: Pengaruh Likuiditas Pertumbuhan Laba Koefisien mempunyai regresi negatif rasio nilai Terhadap likuiditas setiap

hanya terdapat satu faktor yang signifikan berarti indikator variabel yang digunakan sebagai pengukur variabel atau faktor yang terbentuk bersifat valid. Hal ini dapat dilihat dari besarnya eigenvalue = 2,718 yang menunjukan faktor likuiditas adalah paling bagus untuk meringkas ke empat indikator variabel dalam penelitian ini dan mampu menjelaskan keragaman (cumulative %) sebesar 67,96% terhadap varian total. Selain itu dapat pula dilihat dari nilai determinasi matriks korelasi sebesar 0.001786 yang mendekati 0 antara selurih indikator variabel bebas terbukti saling berkorelasi. Namun communalities pada dasarnya adalah jumlah varians dari suatu indikator

artinya

kenaikan rasio likuiditas akan menurunkan kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam membayar hutang jangka pendeknya, yang berarti perusahaan tidak memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan. (Alwi, 1994:110). Pada koefisien regresi nampak bahwa likuiditas sebesar -0,901 artinya bahwa setiap kenaikan Rp 1,00 likuiditas akan menurunkan pertumbuhan laba sebesar Rp 0,901. Variabel Likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil ini dapat dibuktikan

variabel yang dapat dijelaskan oleh faktor terbentuk. Keempat variabel likuiditas lebih besar dari 0,50 berarti semua variabel mempunyai hubungan yang erat dengan faktor terbentuk yaitu faktor likuiditas. Kemudian nilai loading factor dari keempat indikator variabel yaitu quick ratio = 66,3%, cash ratio = 86,7%, banking ratio = 94,0%, dan loan to assets ratio = 98,5%. Dengan demikian semua nilai variabel loading bahwa positif factor korelasi dengan tersebut antara faktor mengindikasikan

sehingga

peluang

untuk

memperoleh

keuntungan di masa yang akan datang semakin besar daripada uang tersebut mengendap dan menjadi idle. Hal ini sesuai dengan teori bahwa kenaikan likuiditas akan menurunkan tingkat laba. Pengaruh Rentabilitas Pertumbuhan Laba Variabel rentabilitas Terhadap berpengaruh

positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Hasil ini dapat dibuktikan dengan analisis regresi linear berganda yang menunjukan bahwa variable rentabilitas mempunyai nilai thitung = 6,705 dengan nilai sig t = 0,000, jika dibandingkan dengan nilai ttabel = 1,7709 dengan taraf signifikansi 0,05, maka nilai thitung > ttabel. Koefisien regresi rasio rentabilitas mempunyai nilai positif artinya setiap kenaikan rasio rentabilitas akan menaikan kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam memperoleh laba, karena rentabilitas yang tinggi menandakan bahwa keuntungan bank meningkat (Kasmir, 2004:281). Pada koefisien regresi nampak bahwa rentabilitas sebesar +0,364 artinya setiap kenaikan Rp 1,00 rentabilitas akan menaikan pertumbuhan laba Rp 0,364. Hasil menunjukan analisis semua faktor rentabilitas variabel indikator

likuiditas yang mempunyai rentang interval antara 66,3%-98,5% masih di atas angka pembatas 0,60 atau 60%. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin ditingkatkan pertimbangan faktor likuiditas yang meliputi quick ratio, cash ratio, banking ratio, dan loan to assets ratio dapat meningkatkan pertumbuhan Indonesia Tbk. Berdasarkan hasil perhitungan untuk variabel bebas faktor likuiditas diperoleh persentase ketepatan sebesar 70% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model faktor untuk variabel bebas likuiditas dapat diterima karena memiliki tingkat ketepatan di atas 50%. Hasil di atas menunjukan bahwa manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk belum efektif dalam memaksimalkan aktivanya yang ada untuk digunakan seperti untuk menyalurkan kredit yang ada untuk memperolah laba. Jadi pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk harus meningkatkan pinjaman dengan menggunakan aktivanya laba PT Bank Rakyat

hanya terdapat satu faktor yang signifikan berarti indikator variabel yang digunakan sebagai pengukur variabel atau faktor yang terbentuk bersifat valid. Hal ini dapat dilihat

dari besarnya eigenvalue = 1,761 yang menunjukan faktor rentabilitas adalah paling bagus untuk meringkas ketiga indikator variabel dalam penelitian ini dan mampu menjelaskan keragaman (cumulative %) sebesar 58,70 % terhadap varian total. Selain itu dapat pula dilihat dari nilai deterrminasi matriks korelasi sebesar 0,0426 yang mendekati 0 antara selurih indikator variabel bebas terbukti saling berkorelasi. Namun communalities pada dasarnya adalah jumlah varians dari suatu indikator variabel yang dapat dijelaskan oleh faktor terbentuk. Dalam penelitian ini angka communalities dari ketigat variabel lebih besar (lampiran) lebih besar dari 0,50 berarti semua variabel mempunyai hubungan yang erat dengan faktor terbentuk yaitu faktor rentabilitas. Kemudian nilai loading factor dari ketiga indikator variabel yaitu return on assets = 90,5%, net profit margin = 93,7%, dan return on equity = 85,2%. Dengan demikian semua nilai variabel loading bahwa positif factor korelasi dengan tersebut antara faktor mengindikasikan

persentase ketepatan sebesar 76% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model faktor untuk variabel bebas rentabilitas dapat diterima karena memiliki tingkat ketepatan di atas 50%. kinerja manajemen PT Dalam hal ini Bank Rakyat

Indonesia Tbk sudah baik dalam dalam memanfaatkan sumber daya dana yang ada. Namun perlu ditingkatkan lagi dalam memaksimalkan modal yang diinvestasikan agar dimasa yang akan dating dapat memperoleh pertumbuhan yang laba laba dan PT meningkatkan Bank Rakyat kenaikan

Indonesia Tbk. Hal ini sesuai dengan teori menyatakan akan bahwa rentabilitas meningkatkan

pertumbuhan laba. Pengaruh Solvabilitas Pertumbuhan Laba Variabel solvabilitas Terhadap berpengaruh

positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Hasil analisis data menunjukan bahwa variable solvabilitas mempunyai nilai thitung = 3,001 dengan nilai sig t = 0,013, jika dibandingkan dengan nilai ttabel = 1,7709 dengan taraf signifikansi 0,05, maka nilai thitung > ttabel. Nilai koefisien regresi rasio solvabilitas positif artinya setiap kenaikan rasio solvabilitas akan menaikan kemampuan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dalam membayar utang jangka panjangnya berdasarkan permodalan yang dimiliki dimana salah satu unsurnya adalah laba. Semakin tinggi rasio ini semakin bagus (Kasmir, 2004:275).

likuiditas yang mempunyai rentang interval antara 85,2%-93,7% masih di atas angka pembatas 0,60 atau 60%. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin ditingkatkan pertimbangan faktor likuiditas yang meliputi return on assets, net profit margin, dan return on equity dapat meningkatkan pertumbuhan laba Bank Rakyat Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan untuk variabel bebas faktor rentabilitas diperoleh

Pada

koefisien

regresi

nampak

bahwa

dengan faktor likuiditas yang mempunyai rentang interval antara 96,7%-99,5% masih di atas angka pembatas 0,60 atau 60%. Sehingga dapat diartikan bahwa semakin ditingkatkan pertimbangan faktor solvabilitas yang meliputi primary ratio, risk assets ratio, dan capital adequacy ratio dapat meningkatkan pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Berdasarkan hasil perhitungan untuk variabel bebas faktor solvabilitas diperoleh persentase ketepatan 70% dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model faktor untuk variabel bebas solvabilitas dapat diterima karena memiliki tingkat ketepatan di atas 50%. Dalam hal ini kinerja manajemen Bank Rakyat Indonesia sudah baik dalam dalam memanfaatkan sumber modal yang ada untuk membayar hutang jangka panjangnya . Namun perlu ditingkatkan lagi dalam memaksimalkan modal yang ada agar dimasa yang akan datang dapat dengan mudah membayar hutang jangka panjangnya berdasarkan jumlah modal (equity) yang ada yang salah satu unsurnya adalah laba bersih. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa kenaikan solvabilitas akan meningkatkan pertumbuhan laba. Peranan Kinerja Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Bersih Berdasarkan konfirmatori dan hasil analisis faktor regresi linear berganda

solvabilitas sebesar +0,163 artinya bahwa setiap kenaikan Rp 1,00 rentabilitas akan menaikan pertumbuhan laba sebesar Rp 0,163. Hasil analisis faktor solvabilitas menunjukan semua indikator variabel hanya terdapat satu faktor yang signifikan berarti indikator variabel yang digunakan sebagai pengukur variabel atau faktor yang terbentuk bersifat valid. Hal ini dapat dilihat dari besarnya eigenvalue = 2,899 yang menunjukan faktor solvabilitas adalah paling bagus untuk meringkas ketiga indikator variabel dalam penelitian ini dan mampu menjelaskan keragaman (cumulative %) sebesar 96,64% terhadap varian total. Selain itu dapat pula dilihat dari nilai deterrminasi matriks korelasi sebesar 0,00007005 yang mendekati 0 antara selurih indikator variabel bebas terbukti saling berkorelasi. Namun communalities pada dasarnya adalah jumlah varians dari suatu indikator variabel yang dapat dijelaskan oleh faktor terbentuk. Dalam penelitian ini angka communalities dari keempat variabel lebih besar dari 0,50 berarti semua variabel mempunyai hubungan yang erat dengan faktor terbentuk yaitu faktor solvabilitas. Kemudian nilai loading factor dari keempat indikator variabel yaitu primary ratio = 99,5%, risk assets ratio = 98,7%, dan capital adequacy ratio = 96,7%. Dengan demikian nilai loading factor tersebut mengindikasikan bahwa korelasi antara semua variabel positif

disajikan pada tabel 1 di atas, variabel F1,

F2, dan F3 terhadap Y menunjukan bahwa besarnya nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,971 dapat diartikan bahwa 97,1% proporsi variasi dari kinerja perusahaan diterangkan likuiditas disimpulkan oleh (F1), keseluruhan rentabilitas variabel dan faktor (F2)

Hasil analisis regresi linear beganda pada penelitian ini terbukti baik secara parsial maupun simultan terdapat pengaruh antara variabel yang dapat dinyatakan: (a) Rasio likuiditas mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan laba pada Bank Rakyat Indonesia; (b) Rasio rentabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada Bank Rakyat Indonesia; (c) Rasio solvabilitas mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan Indonesia, pengaruh laba dan secara pada (d) Bank Rakyat likuiditas, terhadap Rasio simultan

solvabilitas (F3). Dengan demikian dapat bahwa pertimbangan likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas dapat memberikan peranan atau kontribusi sebesar 97,1% untuk menjelaskan pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan sisanya 2,9% dijelaskan atau ditentukan oleh variabel lain di luar model analisis dalam penelitian ini. Secara simultan variabel Likuiditas, Rentabilitas, dan Solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan laba PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Hasil analisis regresi linear berganda likuiditas, menunjukan rentabilitas, bahwa dan variabel solvabilitas

rentabilitas, dan solvabilitas mempunyai pertumbuhan laba Bank Rakyat Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Anomalous. 2000- 2007. Indonesia Stock Exchange. BEJ: Jakarta www.bri.co.id: Jakarta. Abdullah, Faisal. 2003. Manajemen Perbankan (Teknik Analsis Kinerja Keuangan Bank). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. Alwi, Syafaruddin. 1994. Alat-alat Analisis dalam Pembelanjaan. Yogyakarta: Andi Offset. Gujarati, Dahmodar & Sumarno Zain.1998. Ekonometrika Dasar, Erlangga. Jakarta

mempunyai nilai Fhitung = 109,704 dengan nilai sig F = 0,000, jika dibandingkan dengan nilai Ftabel = 3,71 dengan taraf signifikansi 0,05, maka nilai Fhitung > Ftabel. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan konfirmatori likuiditas, bahwa hasil analisis menunjukan bahwa dan rentabilitas, faktor faktor faktor

Husnan, Suad. 2003. Manajemen Keuangan. Buku II. Edisi 4. Yogyakarta Kasmir. 2004. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Keown, Arthur J. 1995. Dasar-dasar Manajemen keuangan. Terjemahan oleh Djakman. Jakarta: Salemba Empat.

faktor

solvabilitas mempunyai nilai eigenvalue > 1. Selain itu nilai loading factor dari seluruh variabel bebas masih berada di atas angka pembatas 0,60 atau 60%.

Malholtra, Naresh K. 1996. Marketing Research, An Applid Orientation. The Prantice- Hall. Inc., New Jersey. Munawir.2001.Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat. Murniati. 2000. Analisis Rasio Keuangan dan Prediksi Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Indonesia. Tesis tidak dipublikasikan. Surabaya: Program Pasca Sarjana Ekonomi Airlangga. Rivai, Veithzal dan Vithzal, Permata Andria. 2006. Credit Management Handbook (Teori, Konsep, Prosedur, dan Aplikasi Panduan Praktis Mahasiswa, Bankir, dan Nasabah). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Riyanto, Bambang. 1997. Pembelanjaan Yogyakarta: BPFE Dasar-dasar Perusahaan.

Sawir, Agnes. 2003. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Simamora, Henry. 1999. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat. Supranto, J.2004. Analisis Multivariate. Jakarta: PT. Rineka Cipta Unga, Maharulla La Ode.2007. Peranan Kinerja Keuangan Dalam Memprediksi Pertumbuhan Sisa Hasil Usaha (SHU) Pada Koperasi Wanita Kendari. Skripsi. Widjaja Tunggal, Amin. 1996. Akuntansi Manajemen Untuk Usahawan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Weston dan Copeland. 1992. Manajemen Keuangan. Terjemahan oleh Jaka Waksana. 1994. Jakarta: Erlangga Weston dan Brigham.1994. Manajemen Keuangan. Terjemahan oleh Wahid dan Kosasih.1997. Jakarta: Erlangga.

Santoso, Singgih. 2004. SPSS Statistik Multivariat. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo.

ANALISIS PENILAIAN SAHAM MELALUI PENDEKATAN PRICE EARNING RATIO PADA INDUSTRI OTOMOTIF DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) Muh. Masri 1) & Astri Yulias Tanti 2) ABSTRACT This riset has purpose to know about the stock valuation through price earning ratio approach at the otomotif industry in Jakarta Stock Exchange. Type of data used in this riset is secondary data. The company which fulfilling the sample’s criteria is eight from fifteen otomotif companies. The data was analyzed by descriptive analysis. The result of riset show that the otomotif industry which its stock prices was over priced, are: Good Year Indonesia Tbk in the year 2002- 2004, Gajah Tunggal Tbk in 2006, Indomobil Sukses Internasional Tbk in 2004 and 2005, Multi Prima Sejahtera Tbk in 2004 and 2006, and Nipress Tbk in 2004. The height of stock prices was caused by total share circulate too little. The overcome this matter, the company can do tha share resolving (stock split), right issue dan stock deviden. The otomotif company which its stock prices was under priced, are: Prima Alloy Steel Tbk in 2002-2006, Branta Mulia Tbk in 2002-2006, Good Year Indonesia Tbk in 2005 and 2006, Gajah Tunggal Tbk in 2002, 2003 and 2006, Multi Prima Sejahtera in 2002-2005, Nipress in 2002, 2003, 2005, and 2006, selamat sempurna tbk in 2002-2006. The low of stock prices was caused by total of share circulate to much. To anticipate this matter, hence company can do the prchasing return the share (repurchase of stock) and improving dividen share on chance that amount of share circulate will deciease and its stock prices will increase. Key Word: Price Earning Ratio, Stock Valuation PENDAHULUAN Pelaksanaan pembangunan nasional, diperlukan pembiayaan baik yang bersumber dari pemerintah maupun dari masyarakat. Kebutuhan pembangunan yang semakin besar dimasa yang akan datang tidak akan dapat dibiayai oleh pemerintah saja tetapi juga dibutuhkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu wadah yang dapat menggalang dana masyarakat untuk menunjang pembangunan nasional. Kegiatan pasar modal yang biasa disebut bursa efek, meliputi seluruh kegiatan jual beli efek/surat berharga perusahaan yang ditawarkan kepada masyarakat umum mempunyai peran yang penting yaitu sebagai sarana untuk mendorong peran serta masyarakat dalam pelaksanaan

pembangunan nasional. Oleh karena itu para pemodal dapat melakukan investasi melalui kepemilikan saham dan obligasi, dan dapat berpartisipasi melalui pemilihan kegiatan investasi yang di inginkan. Pasar modal juga berperan dalam pemerataan tingkat pendapatan, dengan memberi kesempatan bagi masyarakat luas untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh perusahaan melalui kepemilikan saham. Atas dasar inilah pasar modal dianggap sebagai salah satu sarana efektif untuk mempercepat pembangunan nasional. Disisi lain pasar modal juga memiliki peranan penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, kehadiran pasar

modal akan menambah jumlah pilihan dalam berinvestasi. Sehingga kesempatan untuk memilih investasi yang sesuai dengan referensi investor akan semakin besar. Oleh karena itu pasar modal menjadi sangat penting bagi seorang investor. Sumantoro (1988) melakukan mengemukkan transaksi jual perusahaan beli efek

besar daripada dari nilai pasar maka investor dapat mengambil keputusan untuk membeli saham tersebut sebaliknya jika nilai nominal saham lebih kecil dari nilai pasar berarti nilai saham tersebut mahal maka investor tidak akan membeli saham tersebut. Analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui nilai intrinsik suatu perusahaan yaitu analisis fundamental, ide dasar pendekatan ini adalah bahwa harga saham akan dipengaruhi oleh kinerja perusahaan (Halim,2005:21). (1997:397) pencarian Analisis Sedangkan yang Sharpe miscpriced akan mengatakan bahwa untuk sekuritas fundamental

berdasarkan atas beberapa pertimbangan: (1) menghimpun dana yang diperlukan bagi pembelanjaan perusahaan; (2) memberi kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta dalam pengelolaan dan perkembangan perusahaan; (3) memberikan peluang untuk berpartsipasi Tujuan dalam seorang pengawasan investor pengelolaan perusahaan. menanamkan modal dipasar modal adalah memperbesar laba dan memperkecil risiko. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pemodal harus berusaha untuk menghindari segala risiko yang ditimbulkan dengan cara melakukan penilaian pada harga saham yang akan dibeli. Oleh karena itu seorang investor harus mengetahui apakah saham tersebut layak untuk dibeli atau tidak. Proses cermat akan pengambilan menghasilkan keputusan tingkat pembelian saham berdasarkan analisis yang keuntungan yang maksimal. Proses tersebut diawali dengan tingkat pengembalian yang diharapkan dengan memperhitungkan faktor risiko, kemudian menentukan nilai saham yang seharusnya atau lebih dikenal dengan nilai nominal. Jika nilai nominal saham lebih

biasanya digunakan analisis fundamental. perusahaan menghasilkan pilihan jenis saham mana yang sudah mahal dan mana yang masih murah, dan Fokus analisis analisis keuangan tersebut perusahaan terkonsentrasi pada analisis manajemen (Wahyudi, 2007 http://www.harian suara merdeka, diakses 2 maret 2007). Price earning ratio merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh para pemegang saham untuk menilai saham yang diminatinya. Semakin tinggi nilai saham tersebut maka semakin tinggi pula nilai jual yang dimilikinya dan hal ini akan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba serta menjaga kelangsungan usahanya, yang berpengaruh terhadap hasil yang akan diterimanya. Oleh karena itu setiap

perusahaan berusaha untuk meningkatkan price earning rationya dengan harapan para pemegang saham akan semakin tertarik untuk ikut serta dalam perusahaan tersebut. Pertumbuhan price earning ratio pada industri otomotif di Bursa Efek Jakarta pada tahun industri sebesar ini 2006 otomotif 23,39 perusahaan (over kali, yang nilai adalah (BRAM) Gajah kedua sahamnya berada di atas rata-rata nilai PER priced), Tbk perusahaan Branta Mulia

saham ke enam perusahaan ini cukup rendah dan layak untuk dibeli. maka hal ini menarik bagaimana pada perhatian penilaian penulis saham mengenai melalui

pendekatan price earning ratio sehingga akhirnya dalam dapat menilai membantu perusahaan stakeholder

tersebut sebelum mengambil keputusan untuk membeli atau menjual sahamnya. Mengacu pada fenomena empiris yang telah dipaparkan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan kajian dengan focus permasalahan bagaimana analisis penilaian saham melalui pendekatan Price earning ratio pada industri otomotif di Bursa Efek Jakarta. Selanjutnya tujuan yang ingin dicapai untuk menjelaskan dan mengetahui penilaian saham melalui pendekatan Price earning ratio pada industri otomotif di Bursa Efek Jakarta. METODE PENELITIAN Objek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, sehingga sampel dengan diperoleh yang jumlah populasi teknik sebanyak 15 perusahaan. Teknik penarikan dilakukan adalah penarikan sampel dengan cara sengaja tujuan tertentu (Sugiyono, 2000:61). Tujuan penarikan sampel dengan cara ini adalah agar penelitian ini dapat representatif. Kriteria sampel yang

perusahaan nilai saham

Tunggal Tbk (GJTL) sebesar 13,78 kali Hal berarti bahwa perusahaan ini cukup tinggi dan akan berdampak pada meningkatnya laba yang diterima oleh perusahaan, pada tahun ini rasio harga saham kedua perusahaan ini cukup tinggi dan tidak layak untuk dibeli. Sedangkan perusahaan yang nilai sahamnya berada di bawah nilai rata-rata per industri otomotif (under priced) adalah perusahaan Prima Alloy Steel Tbk (PRAS) sebesar -28,76 kali, perusahaan Indomobil Sukses Sempurna Tbk (IMAS) sebesar -56,72 kali, perusahaan (GDYR) Good Year Indonesia Tbk sebesar 9,12 kali, perusahaan Multi Prima Sejahtera Tbk

Nipress Tbk (NIPS) sebesar 3,00 kali., perusahaan (LPIN) sebesar 6,28 kali, dan perusahaan Selamat Sejahtera Tbk sebesar 7,58 kali. Kondisi empiris di atas menunjukkan bahwa nilai saham ke enam perusahaan ini cukup rendah dan akan berdampak pada rendahnya tingkat laba yang akan diterima oleh perusahaan, pada tahun ini rasio harga

digunakan adalah: (1) Perusahaan industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2002-2006; (2) Perusahaan industri otomotif yang menyerahkan laporan keuangan secara rutin pada periode waktu yang telah yang ditetapkan. Berdasarkan kriteria

mencapai tujuan penelitian ini digunakan metode analisis deskriptif yaitu menjelaskan cara perhitungan penilaian saham melalui pendekatan Price earning ratio. HASIL DAN PEMBAHASAN Earning per share adalah rasio pasar modal yang mengukur dalam bersih dari kemampuan menghasilkan setiap lembar perusahaan keuntungan

ditetapkan diatas maka yang memenuhi kriteria sampel yaitu sebanyak 8 perusahaan dengan periode penelitian 5 tahun. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data ini bersumber dari Bursa Efek Jakarta (BEJ), dengan situs (website) www.jsx.co.id (jakarta stock exchange) serta dari sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Untuk dapat

saham yang beredar. Earning per share yang tinggi berarti berarti makin tinggi pula keuntungan yang diperoleh dari setiap lembar saham yang beredar. Hasil perhitungan earning per share perusahaan otomotif selama 5 tahun (2002-2006).

Pada tabel 1 menunjukkan earning per share setiap perusahaan otomotif berbedabeda dan mengalami perubahan yang cukup bervariasi setiap tahunnya. Perusahaan otomotif yang memiliki rata-rata earning pershare rendah adalah Indomobil Sukses

Internasional Tbk yaitu sebesar Rp.52,156 artinya setiap satu lembar saham yang dikeluarkan oleh perusahaan menghaslkan laba sebesar per Rp.52,156. share Rendahnya disebabkan earning

ketidakmampuan perusahaan menciptakan

lebih banyak sumber daya yang menjadi sumber Sedangkan untuk membayar deviden. yang perusahaan otomotif

Selanjutnya tertentu yang dan

harga

saham oleh

adalah dari saham

harga dari saham di pasar bursa pada saat ditentukan permintaan penawaran

memiliki earning per share tertinggi adalah Gajah Tunggal Tbk sebesar Rp.305,002. Secara umum dari 8 peusahaan otomotif yang dijadikan sampel rata-rata memiliki earning per share dalam kurun waktu 5 tahun terakhirsebesar Rp 169,2812.

bersangkutan oleh pelaku pasar. Rata-rata harga saham pada industri otomotif di bursa efek Jakarta dapat dilihat tabel berikut:

Berdasarkan

data

pada

tabel

2

kurun 5 tahun terakhir mencapai Rp. 1.430,75 per lembar saham. Selanjutnya price earning ratio adalah perbandingan harga saham dengan laba perlembar saham yang kemudian menjadi landasan pertimbangan seorang investor membeli Setelah selanjutnya saham semua sebuah perusahaan. diketahui nilai komponen

menunjukan bahwa harga saham terendah dimiliki oleh perusahaan Prima Alloy Stell Tbk yaitu sebesar Rp.390 per lembar saham dan harga saham tertinggi dimiliki oleh Good Year Indonesia Tbk yaitu sebesar Rp.6.365 per lembar saham, hal tersebut menunjukkan bahwa dari rata-rata kedelapan perusahaan otomotif di atas, perusahaan Good Year Indonesia Tbk memiliki harga saham yang paling tinggi dan ini akan berpengaruh pada jumlah laba per lembar saham yang diterima oleh perusahaan. Rata-rata harga saham 8 perusahaan otomotif dijadikan sampel dalam

dilakukan

perhitungan

PERaktual dengan membagi antara harga saham dengan laba perlembar saham, adapun perkembangan price earning ratio (PERaktual) pada industri otomotif di bursa efek jakarta dapat dilihat pada tabel berikut:

Berdasarkan kedelapan priode mengalami

tabel

3

menunjukkan selama dan bervariasi

tersebut berada dibawah rata-rata PER normal yang berarti nilai sahamnya rendah. Rata-rata PERaktual perusahaan otomotif yang menjadi sampel penelitian selama periode 2002-2006 menunjukan bahwa rata-rata PER perusahaan memiliki nilai yang cukup tinggi yaitu sebesar 1,73 kali dengan PER terendah pada tahun 2006 yaitu sebesar -2,79 kali dan tertinggi pada tahun 2003 yaitu sebesar 3,64 kali. Setelah PER aktual diketahui selanjutnya dilakukan perhitungan membagi dengan nilai PER nilai normal intrinsik dengan saham antara laba

bahwa rata-rata price earning ratio pada perusahaan perubahan otomotif yang 2002-2006 berbeda-beda

disetiap tahunnya ada yang rata-ratanya tinggi atau overpriced dan ada pula yang sangat rendah atau underpriced. Nilai price earning ratio yang overpriced menunjukkan bahwa nilai PER perusahaan tersebut berada diatas rata-rata PER normal yang berarti nilai sahamnya tinggi atau cukup mahal sejenis. jika dibandingkan saham dengan harga saham sejenis lainnya pada industri yang Nilai yang underpriced menunjukkan bahwa nilai PER perusahaan

persaham

perusahaan,

adapun PERnormal perusahaan otomotif di BEJ dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4 menunjukkan rata-rata nilai PERnormal 2002-2006 perusahaan menunjukan otomotif bahwa yang menjadi sampel penelitian selama periode rata-rata PER perusahaan memiliki nilai yang cukup rendah yaitu sebesar -31,97 kali dengan PER terendah pada tahun 2006 yaitu sebesar -364,69 kali dan tertinggi pada

stock) sehingga jumlah lembar saham yang beredar berkurang dan diharapkan harga pasar saham akan oleh bahwa meningkat. (2005) Hasil yang penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan mengatakan Halim dengan pembelian

kembali saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham akan meningkat. Pada tahun 2003,2004,2005 dan 2006 nilai PER aktual perusahaan ini masih lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu 2,96 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 66,50 kali untuk tahun 2003, pada tahun 2004 nilai PERaktual perusahaan sebesar 0,47 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 66,23 kali, di tahun 2005 nilai PERaktual perusahaan adalah 17,26 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 23,61 kali, sedangkan pada tahun 2006 nilai PERaktual perusahaan sebesar -28,76 kali dan nilai PERnormalnya sebesar 16,73 kali, rendahnya nilai saham perusahaan prima alloy steel tbk bisa saja disebabkan banyaknya jumlah lembar saham yang beredar dipasaran, Kurangnya tingkat kepercayaan investor tehadap perusahaan dan juga karena rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor untuk mengantisipasi hal ini, maka perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya akan meningkat dan

tahun 2005 yaitu sebesar 136,01 kali. PEMBAHASAN Setelah diperoleh hasil perhitungan nilai price earning ratio tahap selanjutnya adalah melakukan analisis penilaian saham perusahaan sampel sebagai berikut: Prima Alloy Steel Tbk Berdasarkan hasil perhitungan nilai PERaktual perusahaan Prima Alloy Steel Tbk sejak tahun 2002-2006 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PER aktual yaitu sebesar 0,78 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 2,42 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan Prima Alloy Steel Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan nilai sahamnya semakin menurun. Adapun tindakan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memperbaiki nilai saham yang rendah (under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of

berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan cara meningkatkan pembagian deviden. Branta Mulia Tbk Nilai PER aktual perusahaan branta mulia tbk sejak tahun 2002-2006 selalu lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual perusahaan adalah sebesar 1,85 kali nilai ini lebih kecil daripada yaitu nilai PERnormal 37,96 kali perusahaan sebesar

nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 84,50 kali, sedangkan pada tahun 2006 nilai PERaktual perusahaan sebesar 23,39 kali dan nilai PERnormalnya sebesar 293 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan branta mulia Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan dilakukan nilai oleh sahamnya perusahaan semakin untuk menurun. Adapun tindakan yang dapat memperbaiki nilai saham yang rendah (under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) sehingga jumlah lembar saham yang beredar berkurang dan diharapkan harga pasar kepada saham meningkat, berusaha cara menambah tingkat kepercayaan investor perusahaan dengan meningkatkan pembagian deviden. Good Year Indonesia Tbk Nilai PERaktual perusahaan good year Indonesia Tbk sejak tahun 2002-2004 selalu lebih besar dari pada nilai PERnormalnya (over priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual perusahaan sebesar 10,85 kali nilai ini lebih besar daripada nilai PERmnormal perusahaan yaitu sebesar 3,11 kali. Hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan good year Indonesia tbk cukup tinggi atau mahal, melihat nilai saham yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya

rendahnya nilai saham perusahaan Branta mulia tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya investor jumlah tehadap lembar saham yang karena beredar. Kurangnya tingkat kepercayaan perusahaan rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor. Untuk mengantisipasi hal tersebut, jumlah serta perusahaan lembar berusaha dapat melakukan beredar tingkat pembelian kembali saham dengan harapan saham yang berkurang dan nilai sahamnya meningkat menambah kepercayaan investor kepada perusahaan dengan meningkatkan pembagian deviden. Pada tahun 2003,2004,2005 dan 2006 nilai PERaktual perusahaan ini masih lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) tahun yaitu 2003, 5,78 pada kali tahun dimana 2004 nilai nilai PERnormalnya sebesar 56,27 kali untuk PERaktual perusahaan sebesar 8,49 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 98,12 kali, di tahun 2005 nilai PERaktual perusahaan adalah 3,54 kali lebih kecil dari

menahan lembar saham yang dimilikinya tetapi tidak untuk waktu yang lama sedangkan perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split) dengan menggunakan nilai nominal yang lebih rendah perlembarnya, serta melakukan right issue dan deviden saham. Dimana tujuan utama dilakukannya pemecahan saham, right issue dan deviden saham adalah untuk menjaga harga pasar saham agar tidak terlalu tinggi sehingga dan sahamnya lebih lebih memasyarakat diperdagangkan. Pada tahun 2003-2004 nilai PERaktual perusahaan masih lebih besar daripada nilai PERnormalnya (over priced) yaitu 10,33 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 3,44 kali pada tahun 2003 sedangkan pada tahun 2004 nilai PERaktual perusahaan sebesar 14,11 kali dimana nilai PERnormalnya adalah sebesar 2,05 kali. Tingginya nilai saham perusahaan bisa saja disebabkan karena jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya tingkat kepercayaan investor pada perusahaan dan tingginya tingkat pembagian deviden perusahaan, untuk mengatasi hal ini perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Pada tahun 2005 dan 2006 nilai PERaktual perusahaan ini lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu -42,25 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar -2,35 kali untuk tahun 2005, sedangkan pada tahun 2006 nilai PERaktual banyak

perusahaan sebesar 9,12 kali dan nilai PERnormalnya sebesar 17,44 kali, rendahnya nilai saham perusahaan good year Indonesia tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya jumlah lembar saham yang beredar, Kurangnya tingkat kepercayaan investor tehadap perusahaan dan juga karena rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor untuk mengantisipasi hal ini, maka perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya kepada akan meningkat dan berusaha menambah tingkat kepercayaan investor perusahaan dengan meningkatkan pembagian deviden. Gajah Tunggal Tbk Nilai PERaktual perusahaan gajah tunggalTbk sejak tahun 2002-2005 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual yaitu sebesar 0,19 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 4,58 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan gajah tunggal Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang dikhawatirkan dilakukan saham nilai oleh sebaiknya sahamnya perusahaan segera semakin untuk menjual saham yang dimilikinya karena menurun. Adapun tindakan yang dapat memperbaiki nilai saham yang rendah

(under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) sehingga jumlah lembar saham yang beredar berkurang dan diharapkan harga pasar saham akan meningkat. Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Halim (2005) mengatakan bahwa pembelian kembali saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham akan meningkat. Pada tahun 2003,2004 dan 2005 nilai PERaktual perusahaan ini masih lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu 2,06 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 20,64 kali untuk tahun 2003, pada tahun 2004 nilai PERaktual perusahaan sebesar 4,31 kali sebesar kali lebih dimana 36,44 kecil dari nilai kali, nilai PERnormalnya adalah 5,12

normalnya (over priced) yaitu 13,78 kali dimana -2340,43 nilai kali. PERnormalnya Tingginya nilai sebesar saham

perusahaan bisa saja disebabkan karena jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya tingkat kepercayaan investor pada perusahaan dan tingginya tingkat pembagian deviden perusahaan, untuk mengatasi hal ini perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Indomobil Sukses Internasional Tbk Nilai PERaktual perusahaan Indomobil sukses internasional Tbk sejak tahun 2002-2003 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual yaitu sebesar 0,67 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 3,90 kali, sedangkan di tahun 2003 nilai PERaktual perusahaan adalah 15,88 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 60,34 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan indomobil sukses internasional Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan nilai sahamnya tindakan semakin yang menurun. Adapun oleh dapat dilakukan

sedangkan 2005 nilai PERaktual perusahaan PERnormal yang seharusnya yaitu 703,32 kali, rendahnya nilai saham perusahaan gajah tunggal tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya jumlah lembar saham yang beredar untuk mengantisipasi hal ini, perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya meningkat dan berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada Tahun perusahaan 2006 nilai dengan PER cara aktual meningkatkan pembagian deviden. perusahaan lebih besar daripada nilai PER

perusahaan untuk memperbaiki nilai saham yang rendah (under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham

(repurchase diharapkan

of

stock)

sehingga saham

jumlah akan

lembar saham yang beredar, Kurangnya tingkat kepercayaan investor tehadap perusahaan dan juga karena rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor untuk mengantisipasi hal ini, maka perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya akan meningkat serta berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan cara meningkatkan pembagian deviden. Multi Prima Sejahtera Tbk Nilai PERaktual perusahaan multi prima sejahtera Tbk sejak tahun 2002-2003 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual yaitu sebesar 0,63 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 9,42 kali, sedangkan di tahun 2003 nilai PERaktual perusahaan adalah -23,22 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 69,53 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan multi prima sejahtera Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan nilai sahamnya tindakan semakin yang menurun. Adapun oleh dapat dilakukan

lembar saham yang beredar berkurang dan harga pasar meningkat dan berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan cara meningkatkan pembagian deviden. Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Halim (2005) yang mengatakan bahwa dengan pembelian kembali saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham akan meningkat. Pada tahun 2004-2005 nilai PERaktual perusahaan masih lebih besar daripada nilai PERnormalnya (over priced) yaitu -15,83 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar -21,49 kali pada tahun 2004 sedangkan pada tahun 2005 nilai PERaktual perusahaan sebesar 26,76 kali dimana nilai PERnormalnya adalah sebesar -21,49 kali. Tingginya nilai saham perusahaan bisa saja disebabkan karena jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit tingginya tingkat kepercayaan investor pada perusahaan dan tingginya tingkat pembagian deviden perusahaan, untuk mengatasi hal ini perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Pada tahun 2006 nilai PERaktual perusahaan ini lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu -56,72 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar – 7,00 kali, rendahnya nilai saham perusahaan Indomobil sukses internasional tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya jumlah

perusahaan untuk memperbaiki nilai saham yang rendah (under priced) adalah dapat

melakukan (repurchase diharapkan

pembelian of stock)

kembali sehingga saham

saham jumlah akan

pembelian kembali saham (repurchase of stock) dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya akan meningkat serta berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan cara meningkatkan pembagian deviden. Tahun 2006 nilai PER aktual perusahaan lebih besar daripada nilai PERnormalnya (over priced) yaitu 6,28 kali dimana -961,12 nilai kali. PERnormalnya Tingginya nilai sebesar saham

lembar saham yang beredar berkurang dan harga pasar meningkat. Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Halim (2005) yang mengatakan bahwa dengan pembelian kembali saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham akan meningkat. Pada tahun 2004 nilai PERaktual perusahaan masih lebih besar daripada nilai PERnormalnya (over priced) yaitu -5,61 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar -21,49 kali. Tingginya nilai saham perusahaan bisa saja disebabkan karena jumlah investor lembar pada saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya tingkat kepercayaan perusahaan dan tingginya tingkat pembagian deviden perusahaan, untuk mengatasi hal ini perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Pada tahun 2005 nilai PERaktual perusahaan ini lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu -0,94 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 231,23 kali pada tahun 2005, rendahnya nilai saham perusahaan Multi prima sejahtera tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya jumlah tehadap lembar saham dan yang juga beredar, investor karena Kurangnya tingkat kepercayaan

perusahaan bisa saja disebabkan karena jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya tingkat kepercayaan investor pada perusahaan dan tingginya tingkat pembagian deviden perusahaan, untuk mengatasi hal ini perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Nipress Tbk Nilai PERaktual perusahaan nipress Tbk sejak tahun 2002-2003 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual yaitu sebesar 2,01 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 12,54 kali, sedangkan di tahun 2003 nilai PERaktual perusahaan adalah 8,17 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 41,92 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan nipress Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini,

perusahaan

rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor untuk mengantisipasi hal ini, maka perusahaan dapat melakukan

para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan dilakukan memperbaiki nilai oleh nilai sahamnya perusahaan saham yang semakin untuk rendah menurun. Adapun tindakan yang dapat

sedangkan

pada

tahun

2006

nilai

PERaktual perusahaan adalah 3 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 14,72 kali perusahaan disebabkan tingkat rendahnya nilai saham tbk bisa saja jumlah tehadap banyaknya investor Nipress karena

(under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) sehingga jumlah lembar saham yang beredar berkurang dan diharapkan harga pasar saham akan oleh bahwa meningkat. (2005) Hasil yang penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan mengatakan Halim dengan pembelian

lembar saham yang beredar, Kurangnya kepercayaan perusahaan dan juga karena rendahnya tingkat deviden yang dibagikan kepada investor untuk mengantisipasi hal ini, maka perusahaan dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang dan nilai sahamnya akan meningkat serta berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan meningkatkan pembagian deviden. Selamat Sempurna Tbk Nilai PERaktual perusahaan selamat sempurna Tbk sejak tahun 2002-2006 selalu lebih kecil dari pada nilai PERnormal yang seharusnya (under priced) pada tahun 2002 nilai PERaktual yaitu sebesar 9,36 kali dimana nilai PERnormal yang seharusnya adalah 12,54 kali, hal ini menunjukkan bahwa nilai saham yang dimiliki oleh perusahaan selamat sempurna Tbk cukup rendah atau murah, melihat nilai saham perusahaan yang seperti ini maka para pemegang saham sebaiknya segera menjual saham yang dimilikinya karena dikhawatirkan nilai sahamnya semakin menurun. Adapun tindakan yang dapat

kembali saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham akan meningkat. Pada tahun 2004 nilai PERaktual perusahaan masih lebih besar daripada nilai PERnormalnya (over priced) yaitu -8,35 kali dimana nilai PERnormalnya -34,80 kali pada tahun. Tingginya nilai saham perusahaan disebabkan karena jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya tingkat kepercayaan investor pada perusahaan dan tingginya perusahaan, tingkat untuk pembagian mengatasi deviden hal ini

perusahaan dapat melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Pada tahun 2005 dan 2006 nilai PERaktual perusahaan ini lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) yaitu 8,47 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 32,58 kali pada tahun 2005,

dilakukan memperbaiki

oleh nilai

perusahaan saham yang

untuk rendah

dapat saham harapan beredar

melakukan (repurchase jumlah akan

pembelian of stock) lembar

kembali dengan yang nilai

(under priced) adalah dapat melakukan pembelian kembali saham (repurchase of stock) sehingga jumlah lembar saham yang beredar berkurang dan diharapkan harga pasar saham akan oleh dengan meningkat. (2005) Hasil yang penelitian ini didukung oleh teori yang dikemukakan mengatakan Halim pembelian kembali

saham dan

berkurang

sahamnya akan meningkat serta berusaha menambah tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dengan meningkatkan pembagian deviden. KESIMPULAN Perusahaan-perusahaan industri otomotif yang nilai sahamnya masuk dalam golongan over priced disebabkan jumlah lembar saham yang beredar terlalu sedikit, tingginya pembagian tingkat kepercayaan investor untuk pada perusahaan dan tingginya tingkat deviden perusahaan, mengatasi hal ini perusahaan melakukan pemecahan saham (stock split), right issue dan deviden saham. Perusahaan-perusahaan industri otomotif yang nilai sahamnya masuk dalam golongan under priced disebabkan karena banyaknya jumlah lembar saham yang beredar, Kurangnya tingkat kepercayaan investor tehadap perusahaan dan juga karena rendahnya tingkat deviden yang dibagikan melakukan kepada pembelian investor kembali untuk saham mengantisipasi hal ini, perusahaan dapat (repurchase of stock) dengan harapan jumlah lembar saham yang beredar akan berkurang meningkat tingkat dan serta nilai sahamnya investor akan kepada berusaha menambah

saham maka jumlah lembar saham yang beredar berkurang sehingga harga pasar saham meningkat. Pada tahun 2003,2004,2005 dan 2006 nilai PERaktual perusahaan ini masih lebih kecil daripada nilai PERnormalnya (under priced) tahun yaitu 2003, 7,18 pada kali tahun dimana 2004 nilai nilai PERnormalnya sebesar 46,09 kali untuk PERaktual perusahaan sebesar 6,56 kali dimana nilai PERnormalnya sebesar 38,48 kali, di tahun 2005 nilai PERaktual perusahaan adalah 6,59 kali lebih kecil dari nilai PERnormal yang seharusnya yaitu 36,70 kali, sedangkan pada tahun 2006 nilai PERaktual perusahaan sebesar 7,58 kali dan nilai PERnormalnya sebesar 49,10 kali, rendahnya nilai saham perusahaan selamat sempurna tbk bisa saja disebabkan karena banyaknya beredar investor dibagikan jumlah lembar tingkat saham dan yang juga untuk Kurangnya tehadap kepercayaan

perusahaan investor

karena rendahnya tingkat deviden yang kepada mengantisipasi hal ini, maka perusahaan

kepercayaan

perusahaan

dengan

meningkatkan

pembagian deviden. DAFTAR PUSTAKA Abdillah,A. A. 2006. Pengaruh Variabel Return On Asset, Divident Payout Ratio dan Debt Equity Ratio Terhadap Book Value Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Adikoesoema, Soemita. 1986. Analisa Keuangan Perusahaan Edisi 2. Bandung: Tarsito. Anoraga, Pandji; Widiyanti, Ninik. 1995. Pasar Modal, Keberadaannya dan Manfaat Bagi Pembangunan. Cetakan kedua. Jakarta:Rineka Cipta. Anwar, Jusuf. 2005. Pasar Modal Sebagai Sarana Pembiayaan Investasi. Bandung: P.T. ALUMNI. Halim, Abdul. 2005. Analisis Jakarta: Salemba Empat. Investasi,

Harga Saham. Manajemen Usahawan Indonesia. Samuelson, Paul A; Nordhaus, William D. 1989. Ekonomi. Jilid satu Terjemahan Oleh Jaka Wasana. Jakarta:Erlangga. Sharpe, William F;Gordon J. Alexander;Jeffrey v.Bailey;alih bahasa, Henry Njooliangtik;Agustiono. 1997. Investasi Jilid 2. Jakarta:Prenhallindo. Simamora, Henry. 2003. Akutansi:Basis pengambilan Keputusan Bisnis jilid 2. UPP AMP YKPN. Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta. Sumantoro P. 1988. Pengantar Tentang Pasar Modal Di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Sunariyah. 1997. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Cetakan Pertama. Yogyakarta: AMP YKPN. Sutrisno. 2000. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi Cetakan Pertama. Yogyakarta: Ekonisia. Syamsuddin, Lukman. 1994. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Wahyudi, Sugeng. 2007. (http://www.harian suara merdeka , Diakses 2 Maret 2007). Weston, J. Fred; Thomas e. Copeland. 1998. Manajemen Keuangan Jilid 1 Edisi 9. Jakarta: Binarupa Aksara. Widoatmojo, Sawidji. 2005. Cara Sehat Investasi Dipasar Modal, Pengantar menjadi Investor Profesional. Jakarta:PT GRAMEDIA. Yuliati, Sri Handaru; Prasetyo, Handoyo; Tjiptono, Fandi. 1996. Manajemen Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Pertama. Yogyakarta:Andi.

Helfert, Erich A. 1997. Teknik Analisis Keuangan:Petunjuk Praktis Untuk Mengelola dan Mengukur Kinerja Perusahaan, Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga. Husnan, Suad. 1996. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kedua Cetakan Kedua. Yogyakarta:AMP YKPN. Keown, Arthur J. 2004. Manajemen Keuangan Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Jilid 1. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. Martin, Jhon. Dkk. 1993. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Edisi 5 Jilid 1. Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada. Miranda, st. ,MM. Dkk. 2005. Manajemen Keuangan. Jakarta:HVR. Purnomo, Yogo. Desember, 1998. Keterkaitan Kinerja Keuangan Dengan

. ANALISA USAHA VIRGIN COCONUT OIL DITINJAU DARI SEGI FINANSIAL DAN UJI MANFAAT (DAYA HAMBAT TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI ) Ine Fausayana ¹) & Jufri ²) ABSTRACT This research is conducted in UKM Anaway in Countryside Anggopiu, Subdistrict of Uepai of Regency Konawe. Data to calculate the elegibility finansial at januari 2008, while resistivity test conducted at juni 2006. Research relied by consideration that UKM Anaway represent the single effort vco of exist in Regency Konawe. Data obtained in this research is analysed descriptively and quantitative. From research obtained by result that by financial is effort competent vco UKM Anaway to be continued. This matter is based for analysis result indicating that value NPV>0, assess the NBCR>1 and assess the IRR bigger than storey;level rate of interest going into effect ( 24%), result analyse the sensitivitas, indicating that though expense go up 10% and benefit remain to, effort vco UKM Anaway still be competent by finansil to be continued, and from result test the resistivity vco to bacterium E.Coli show the VCO able to pursue the growth of bacterium E.Coli at concentration 50% broadly zona pursue 12,00 mm. Key Word: VCO, Financial is Effort Competent PENDAHULUAN Kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu komoditi perkebunan penghasil bahan pangan yang sangat penting. Ratarata 80 % dari hasil buah kelapa diseluruh Nusantara dipakai sebagai bumbuh masak dan 20 % dibuat minyak (Soejianto dan Sianipar, 1984). Minyak kelapa telah berabad-abad dikenal dalam kehidupan ”The Tree Of Live” karena hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan. Kelapa sebagai tanaman komoditi rakyat telah lama dikenal dan sangat berperan bagi kehidupan Bangsa Indonesia baik ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek sosial budaya. Semula kelapa diusahakan secara tradisional dan ditanam secara monokultur dan sebagai tanaman pekarangan serta tanaman campuran. Bagi masyarakat pedesaan maupun perkotaan, kelapa memiliki banyak kegunaan, antara lain dapat digunakan sebagai sayuran, buah, minuman maupun cocktail (Winarno, 1989) . Selain manfaat tersebut diatas juga bagian lainnya seperti bungkil dan ampasnya digunakan sebagai pakan ternak maupun sebagai tepung kelapa, air kelapa

manusia. Minyak ini memenuhi lebih dari 10 % kebutuhan minyak nabati dunia. Secara fisik minyak kelapa berwarna kuning kecoklatan muda. Minyak kelapa dihasilkan dari pengolahan langsung putih lembaga yang segar, atau dari kelapa (Setyamidjaya, 1984). Bahan baku dari yang penting bagi Indonesia disamping tanaman perkebunan lainnya. Tanaman ini sering disebut sebagai

digunakan sebagai bahan baku pembuatan nata de coco, nira untuk gula kelapa, daun kelapa untuk kerajinan dan batang untuk industri bangunan (Mahmud dan Budiman dalam Anonim, 1990). Di Indonesia kelapa diproduksi menjadi minyak kelapa dan dikonsumsi sebagai minyak goreng. Hal ini sejalan dengan pernyataan Taufik Kurahman dalam Palungkun (1993), Marketing Analyst Asian and Pasifik Coconut Community (APPC), bahwa dari 700-800 ribu ton produksi minyak kelapa Indonesia sekitar 500-600 ribu ton dikonsumsi sebagai minyak goreng. Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki sejumlah kelapa komoditas unggulan dihampir pertanian seluruh

bila dikembangkan menjadi klaster industri kelapa olahan dan hal ini akan sangat berarti dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja baru dan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah. Potensi agroprocessing dan home industri di daerah ini cukup besar terutama dalam mendorong pengembangan sektor riel (UKMK). Dengan difusi teknologi yang secara terus menerus UKMK yang memiliki multiplier kerja daerah. Fermentasi (aerob anfotolitik) adalah salah satu metode pembuatan VCO, metode ini selaian sederhana dan mudah diadopsi oleh masyarakat, juga diklaim sebagai cara yang paling baik untuk menghasilkan VCO. Teknologi ini sangat sesuai diterapkan di daerah dengan fasilitas listrik terbatas, ekonomis, dapat melibatkan banyak masyarakat sehingga akan dapat menumbuhkan gairah untuk berusaha. VCO memiliki kandungan asam laurat yang relatif tinggi. Asam laurat adalah sebuah lemak jenuh dengan rantai sedang yang kita biasa dipecah disebut menjadi Trigliserida digliserida rantai dan sedang (MCT). Trigliserida di dalam tubuh monogliserida serta asam lemak bebas. Monogliserida dan asam lemak inilah yang mempunyai sifat antimikroba. pendapatan dan kesempatan perekonomian tinggi memperkuat

yang seperti kakao, mente, lada, kopi dan yang tersebar wilayah Kabupaten/Kota, khususnya kelapa dalam sebagai bahan baku untuk menghasil VCO mulai Mei tahun 2007 telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah oleh Dinas perkebunan Propinsi sebagai respon terhadap besarnya perhatian dunia terhadap hasil produk olahan buah kelapa baik berupa minyak kelapa murni(VCO), arang batok kelapa, olahan sabut, bahkan produk obat dan kosmetik mulai menjadi Sejak pilihan alternatif 2007 oleh telah konsumen. Januari

ditawarkan untuk mensuplai sebanya 40 ton VCO, 1000 ton arang batok kelapa. Melihat potensi tanaman kelapa rakyat seluas 35.211,6 Ha (1996) dan Kabupaten Konawe seluas 11.000 Ha, maka sangat strategis

VCO merupakan bahan baku industri pangan, kosmetika dan farmasi. Dibidang kosmetika, minyak kelapa murni digunakan untuk perawatan tubuh. Disamping itu, banyak penelitian terbaru berhasil membuka tabir rahasia yang terkandung dalam buah kelapa, terutama tubuh untuk dan meningkatkan menanggulangi metabolisme

ada selama jangka waktu pengelolaan proyek. NPV menunjukan besarnya kelebihan atau kekurangan benefit dibanding cost selama jangka waktu pelaksanaan proyek dengan indikator bahwa apabila : NPV = 0 : memberikan makna bahwa investasi yang akan dijalankan dinyatakan tidak rugi dan tidak untung untuk dijalankan. NPV > 0 : memberikan makna bahwa investasi yang akan dijalankan dinyatakan layak dijalankan, dan NPV < 0 : memberikan makna bahwa investasi yang akan dijalankan dinyatakan rugi dan tidak perlu dijalankan.

beragam penyakit (Nuralam, 2005). METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada usaha virgin coconut oil UKM Anaway di Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe. Data untuk menghitung kelayakan finansial diambil pada bulan januari 2008, sedangkan uji manfaat dalam hal daya hambat VCO terhadap bakteri Coli dilakukan bulan juni 2006. Penelitian didasarkan pada pertimbangan UKM Anaway merupakan satu-satunya usaha VCO yang ada di Kabupaten Konawe. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif menggambarkan manajemen keuangan usaha dan manfaat VCO dari segi kesehatan. Untuk menilai kelayakan investasi proyek dari sisi finansial, maka dilihat dari beberapa komponen yang harus dipenuhi antara lain : Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (BNCR) maka dilakukan pendekatan menurut Clive Gray, dkk (1985)

b) Analisis kriteria
(NBCR), keuntungan dalam NBCR NBCR bersih

Net Benefit Cost besarnya diperoleh yang

menunjukan

setiap satu rupiah yang diinvestasikan jangka = > 0 0 : : waktu pelaksanaan bahwa bahwa layak proyek dengan indikator bahwa apabila: menunjukan menunjukan usaha investasi usaha kembali modal investasi dijalankan

a) Analisis NPV, untuk menghitung nilai
dari usaha maka langkah awal perlu diketahui berapa besar aliran net cash flow termasuk nilai-nilai sisa yang masih

NBCR < 0 : menunjukan bahwa investasi usaha tidak layak dijalankan

untuk membuat suspensi bakteri E.coli dilakukan dengan cara menambahkan larutan NaCl 0,9% ke dalam biakan bakteri 101. tersebut Penelitian Obat pada agar mirin di Badan Makanan dengan sebanyak 9 ml atau pada pengenceran

c) Analisis kriteria
Return bahwa persentase

Interna Rate of keuntungan yang

dilakukan dan

(IRR), analisis ini menunjukan

Laboratorium Pengawasan diperoleh

Mikrobiologi

diperoleh dari investasi setiap tahun selama umur proyek. Misalnya jika IRR 25% proyek sebesar demikian menunjukan dalam 25% per bahwa tahun. IRR kemapuan keuntungan Dengan adalah mencapai

(BPOM) Kendari. Kemudian Data yang dianalisis menggunakan Uji Anova (analisis one – way varian) dan Uji Duncan. HASIL DAN PEMBAHASAN

indicator

membandingkan dengan tingkat bunga bank yang berlaku dengan rumus:

A.
Finansial NPV keseluruhan

Analisa merupakan penerimaan

Kelayakan selisih dalam antara usia

investasi dengan keseluruhan biaya. Hasil Dimana: Df = discon factor, dengan analisis sebagai berikut : Jika IRR > bunga bank usaha layak Jika IRR < bunga bank usaha tidak layak Jika IRR = bunga bank usaha tidak rugi dan juga tidak untung analisis menunjukkan bahwa besarnya nilai NPV pada discount factor (df) 12% dan 26% masing-masing sebesar Rp. 147,975,386 dan Rp. (13,658,113). Hal ini menunjukkan bahwa antara df 12% sampai dengan 25% berarti bahwa, usaha vco UKM Anaway layak dikembangkan karena nilai NPV>0, sedangkan pada df 26% nilai NPV menunjukkan angka negative (13,658,113) yang berarti bahwa pada tingkat suku bunga tersebut usaha vco UKM Anaway tidak layak dikembangkan karena nilai NPV<0. Hasil keuntungan analisis sebesar menunjukkan Rp pada tahun 1 usaha ini telah mendapatkan 72,940,725.

d) Uji daya hambat, untuk menguji daya
hambat vco terhadap E. Coli dalam penelitian ini dibuat VCO dengan konsentrasi masing-masing 20%, 30%, 40% dan 50%. Untuk membuat VCO dengan konsentrasi tersebut diganakan etanol P sebagai pelarut karena didasarkan dari sifat VCO yang praktis tidak larut dalam air, mudah larut dalam etanol (95%) P (Anonim, 1979), dan

Berikut dapat dilihat nilai kelayakan pada df yang berbeda-beda. Tabel 1. Nilai Kelayakan Pada Beberapa Discount Factor

Sumber: Hasil olahan data primer Dari tabel diatas dapat diketahui

B. Analisa Sensitivitas
Analisis sensitivitas atau analisis kepekaan bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi dengan analisis proyek jika ada sesuatu kesalahan atau perubahan dasar dalam perhitungan cost atau benefit. Dalam analisis kepekaan semua kemungkinan harus dicoba yang berarti bahwa setiap kali harus diadakan analisis balik. Ini perlu dan penting karena dalam banyak analisis proyek didasarkan pada proyeksi-proyeksi yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, seperti perubahan iklim, perubahan harga, inflasi dan sebagainya. Dalam penelitian ini analisis kepekaan yang dilakukan apabila biaya naik 10%. Dari hasi analisis diperoleh nilai NPV (batas df 12 dan 26) adalah masing-masing sebesar Rp.101.098.036 dan Rp. (35,107,358), hal ini menunjukkan bahwa meskipun biaya naik 10% dan penerimaan tetap maka usaha vco UKM Anaway masih layak untuk dikembangkan karena nilai NPV >0 sampai pada batas df 26% dan

besarnya nilai NBCR pada df antara 12% sampai dengan 25% masih menunjukkan angka lebih besar dari satu artinya pada df tersebut usaha vco UKM Anaway layak dikembangkan karena nilai NBCR >1. Pada df 12% NBCR 1,99 artinya setiap Rp. 1 yang dikeluarkan akan menyebabkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 1,99 kali lipat IRR menunjukkan nilai dimana NPV = 0, dan sampai seberapa jauh kemampuan proyek usaha VCO untuk mengembalikan pinjaman. Dari perhitungan secara interpolasi menunjukkan besarnya IRR = 25,84%. Hal ini berarti bahwa kemampuan mengembalikan modal yang diinvestasikan oleh UKM Anaway adalah batas 25,84%. Karena nilai IRR lebih besar dari nilai suku bunga yang berlaku (jika suku bank dibawah 25,84%) maka usaha vco UKM Anaway layak untuk dilanjutkan dan sebaliknya apabila suku bunga diatas 25,84% maka UKM Anaway akan merugi karena tidak mampu mengembalikan pinjaman.

pada df ini NBCR telah menunjukkan nilai 0,77 dan nilai IRR sebesar 25,50, artinya usaha ini layak pada df 25 % dan pada tingkat bunga batas 25,50%.

Hasil pengukuran diameter daerah hambatan VCO dengan konsentrasi 20%, 30%, 40%, 50%, Etanol P, Ampisillin, terhadap pertumbuhan bakteri E.coli serta hasil pengujian statistik analisis varian dapat digambarkan sebagai berikut :

C. Uji Daya Hambat

Gambar 1. Daerah hambatan VCO dengan konsentrasi 20%-50%, Etanol P, Ampisillin

Sumber: Hasil olahan data primer Untuk mengetahui daya hambat dari VCOjuga dapat dilihat dari hasil uji Anova yang signifikan 0,000 karena signifikan < 0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata antara pengulangan I, II, dan III. Kemudian diketahui bahwa F hitung sebesar 497,600 lebih besar dibandingkan dengan F tabel yaitu 3,16. Karena terdapat perbedaan ratarata antara pengulangan I, II dan III maka uji Anova dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat besarnya daya hambat VCO pada masing-masing konsentrasi. Untuk konsentrasi VCO terdiri dari 6 kelompok subset. Untuk alfa 0,05 VCO dengan konsentrasi 20% berada pada subset 2, VCO 30% pada subset 3, VCO 40% pada subset 4 dan VCO 50% pada subset 5. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa VCO dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan lebar diameter hambatan yaitu : konsentrasi 20% = 8,00 mm. Konsentrasi 30% = 9,33 mm, konsentrasi 40% = 10,33 mm, dan VCO konsentrasi 50% = 12,00 mm.

memiliki daya hambat terhadap bakteri E.coli, hal ini dapat dilihat dari uji statistik anova dimana F hitung 497.000 lebih besar dibandingkan dengan F tabel 3,11.

Konsentrasi VCO mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli terbesar pada konsentrasi 50%, sebab berada pada subset 5 pada tabel Duncan dengan zona hambat yaitu 12,00 mm dibandingkan dengan zona hambat VCO dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil maka penelitian dapat dan disimpulkan

mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli pada konsentrasi 50% dengan luas zona hambat 12,00 mm. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Anonim, 2006. Kabupaten Konawe Dalam Angka, BPS, Unaaha. Clive Gray, dkk, 1985. Pengantar Evaluasi Proyek.Penerbit PT Gramedia, Jakarta. Kadariah, dkk. 1976. Pengantar Evaluasi Proyek. LPFE. Universitas Indonesia, Jakarta. Nitisemito, S.A. dan Burhan, U. 1990, Wawasan Studi Kelayakan dan Evaluasi Proyek. Bumi Aksara, Jakarta. Nuralam, A, 2005. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit, PT. Agromedia Pustaka, Bogor. Palungkun, R, 1993. Aneka Produk Olahan Kelapa. PT. Penebar Swadaya. Jakarta. Setyamidjaja, D, 1984. Bertanam Kelapa. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

sebagai berikut : (a) secara financial usaha vco UKM Anaway layak untuk dilanjutkan. Hal ini didasarkan atas hasil analisis yang menunjukkan bahwa nilai NPV>0, nilai NBCR>1 dan nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (paling tinggi 24%), (b) hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa meskipun biaya naik 10% dan benefit tetap, usaha vco UKM Anaway masih layak secara finansil untuk dilanjutkan, (c) dari hasil uji daya hambat vco terhadap bakteri E.Coli menunjukkan VCO

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->