P. 1
PERMENDAGRI No 54 Tahun 2010

PERMENDAGRI No 54 Tahun 2010

|Views: 1,397|Likes:
PERMENDAGRI No 54 Tahun 2010
PERMENDAGRI No 54 Tahun 2010

More info:

Published by: Hery Setiawan Purnawali on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2014

pdf

text

original

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG

TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI
NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH

DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2010

SALINAN

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (3), Pasal 37, Pasal 42 ayat (2), dan Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia, Nomor 4287); 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

Mengingat

:

-26. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5107); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN, TATACARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN, DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat DPRD atau dengan sebutan lain adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah Gubernur dan wakil Gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, walikota dan wakil walikota untuk kota. Satuan kerja perangkat daerah yang selanjutnya disingkat dengan SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang selanjutnya disingkat dengan Bappeda atau sebutan lain adalah unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan yang melaksanakan tugas dan mengkoordinasikan penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

2.

3.

4. 5.

-36. Pemangku kepentingan adalah pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah antara lain unsur DPRD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, POLRI, Kejaksaan, akademisi, LSM/Ormas, tokoh masyarakat provinsi dan kabupaten/kota/desa, pengusaha/investor, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, pemerintahan desa, dan kelurahan serta keterwakilan perempuan dan kelompok masyarakat rentan termajinalkan. Pembangunan daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap pengambilan kebijakan, berdaya saing, maupun peningkatan indeks pembangunan manusia. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan tahapantahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu. Rencana pembangunan jangka panjang daerah yang selanjutnya disingkat RPJPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

7.

8.

9.

10. Rencana pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. 11. Rencana kerja pembangunan daerah yang selanjutnya disingkat RKPD adalah dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun atau disebut dengan rencana pembangunan tahunan daerah. 12. Rencana strategis SKPD yang selanjutnya disingkat dengan Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. 13. Rencana kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. 14. Rencana pembangunan jangka panjang nasional yang selanjutnya disingkat RPJPN adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 (dua puluh) tahun. 15. Rencana pembangunan jangka menengah nasional yang selanjutnya disingkat RPJMN adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahunan. 16. Rencana kerja pemerintah yang selanjutnya disingkat dengan RKP adalah dokumen perencanaan nasional untuk periode 1 (satu) tahun. 17. Anggaran pendapatan dan belanja negara, selanjutnya disingkat APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan ditetapkan dengan Undang-Undang. 18. Anggaran pendapatan dan belanja daerah, selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. 19. Kebijakan umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun. 20. Prioritas dan plafon anggaran sementara yang selanjutnya disingkat PPAS adalah rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD sebelum disepakati dengan DPRD.

-421. Rencana kerja dan anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD. 22. Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran. 23. Kerangka regulasi, adalah sekumpulan pengaturan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah dalam bentuk perundang-undangan untuk mencapai sasaran hasil pembangunan, sebagai bagian integral dari upaya pembangunan daerah secara utuh. 24. Kerangka anggaran adalah rencana kegiatan pengadaan barang maupun jasa yang akan didanai APBD untuk mencapai tujuan pembangunan daerah. 25. Kerangka pendanaan, adalah program dan kegiatan yang disusun untuk mencapai sasaran hasil pembangunan yang pendanaannya diperoleh dari anggaran pemerintah/daerah, sebagai bagian integral dari upaya pembangunan daerah secara utuh. 26. Isu-isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan daerah karena dampaknya yang signifikan bagi daerah dengan karakteristik bersifat penting, mendasar, mendesak, berjangka panjang, dan menentukan tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah dimasa yang akan datang. 27. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. 28. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. 29. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. 30. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. 31. Program adalah bentuk instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD atau masyarakat, yang dikoordinasikan oleh pemerintah daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan daerah. 32. Kegiatan adalah bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa SKPD sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur pada suatu program, dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik yang berupa personil (sumber daya manusia), barang modal termasuk peralatan dan teknologi, dana, atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut, sebagai masukan (input) untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. 33. Kegiatan prioritas adalah kegiatan yang ditetapkan untuk mencapai secara langsung sasaran program prioritas. 34. Prakiraan maju adalah perhitungan kebutuhan dana untuk tahun-tahun berikutnya dari tahun anggaran yang direncanakan, guna memastikan kesinambungan kebijakan yang telah disetujui untuk setiap program dan kegiatan. 35. Bersifat indikatif adalah bahwa data dan informasi, baik tentang sumber daya yang diperlukan maupun keluaran dan dampak yang tercantum di dalam dokumen rencana, hanya merupakan indikasi yang hendak dicapai dan tidak kaku. 36. Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.

-537. Indikator kinerja adalah alat ukur spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif untuk masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat, dan/atau dampak yang menggambarkan tingkat capaian kinerja suatu program atau kegiatan. 38. Standar pelayanan minimal yang selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. 39. Sasaran adalah target atau hasil yang diharapkan dari suatu program atau keluaran yang diharapkan dari suatu kegiatan. 40. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan, yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. 41. Hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. 42. Musyawarah perencanaan pembangunan yang selanjutnya disingkat musrenbang adalah forum antarpemangku kepentingan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah. 43. Forum SKPD provinsi dan kabupaten/kota merupakan wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi dan kabupaten/kota. 44. Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman dalam memfasilitasi dan memandu diskusi kelompok/konsultasi publik yang memenuhi kualifikasi kompetensi teknis/substansi dan memiliki keterampilan dalam penerapan berbagai teknik dan instrumen untuk menunjang partisipatif dan efektivitas kegiatan. 45. Narasumber adalah pihak pemberi informasi yang perlu diketahui peserta musrenbang untuk proses pengambilan keputusan hasil musrenbang. 46. Delegasi adalah perwakilan yang disepakati peserta musrenbang untuk menghadiri musrenbang pada tingkat yang lebih tinggi. 47. Rencana tata ruang wilayah yang selanjutnya disingkat RTRW adalah hasil perencanaan tata ruang yang merupakan penjabaran strategi dan arahan kebijakan pemanfaatan ruang wilayah nasional dan pulau/kepulauan ke dalam struktur dan pola ruang wilayah. 48. Provinsi lainnya adalah provinsi lainnya yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah pembangunan dan/atau yang memiliki hubungan keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan. 49. Kabupaten/kota lainnya adalah kabupaten/kota lainnya yang ditetapkan sebagai satu kesatuan wilayah pembangunan dan/atau yang memiliki hubungan keterkaitan atau pengaruh dalam pelaksanaan pembangunan. 50. Koordinasi adalah kegiatan yang meliputi pengaturan hubungan kerjasama dari beberapa instansi/pejabat yang mempunyai tugas dan wewenang yang saling berhubungan dengan tujuan untuk menghindarkan kesimpangsiuran dan duplikasi.

-6BAB II RUANG LINGKUP, PRINSIP DAN PENDEKATAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Ruang Lingkup Pasal 2 Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah terdiri atas: a. b. c. d. e. RPJPD; RPJMD; Renstra SKPD; RKPD; dan Renja SKPD. Bagian Kedua Prinsip Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 3 Prinsip-prinsip perencanaan pembangunan daerah meliputi: a. b. c. d. merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing; mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah; dan dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional. Pasal 4 Perencanaan pembangunan daerah dirumuskan secara: a. b. c. d. e. f. g. h. i. transparan; responsif; efisien; efektif; akuntabel; partisipatif; terukur; berkeadilan; dan berwawasan lingkungan. Pasal 5 (1) Transparan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, yaitu membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara.

-7(2) Responsif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b, yaitu dapat mengantisipasi berbagai potensi, masalah dan perubahan yang terjadi di daerah. (3) Efisien sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, yaitu pencapaian keluaran tertentu dengan masukan terendah atau masukan terendah dengan keluaran maksimal. (4) Efektif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf d, merupakan kemampuan mencapai target dengan sumber daya yang dimiliki, dengan cara atau proses yang paling optimal. (5) Akuntabel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf e, yaitu setiap kegiatan dan hasil akhir dari perencanaan pembangunan daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (6) Partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf f, merupakan hak masyarakat untuk terlibat dalam setiap proses tahapan perencanaan pembangunan daerah dan bersifat inklusif terhadap kelompok masyarakat rentan termarginalkan, melalui jalur khusus komunikasi untuk mengakomodasi aspirasi kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses dalam pengambilan kebijakan. (7) Terukur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf g, adalah penetapan target kinerja yang akan dicapai dan cara-cara untuk mencapainya. (8) Berkeadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf h, adalah prinsip keseimbangan antarwilayah, sektor, pendapatan, gender dan usia. (9) Berwawasan lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf i, yaitu untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan yang berkelanjutan dalam mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia, dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam yang menopangnya. Bagian Ketiga Pendekatan Perencanaan Pembangunan Daerah Pasal 6 Perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan: a. b. c. d. teknokratis; partisipatif; politis; dan top-down dan bottom-up. Pasal 7 (1) Pendekatan teknokratis dalam perencanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, menggunakan metoda dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. (2) Metoda dan kerangka berpikir ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis terkait perencanaan pembangunan berdasarkan bukti fisis, data dan informasi yang akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan. (3) Metoda dan kerangka berpikir ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), antara lain digunakan untuk: a. mereview menyeluruh kinerja pembangunan daerah periode yang lalu;

-8b. c. d. e. f. g. merumuskan capaian kinerja penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan pemerintahan daerah masa kini; merumuskan peluang dan tantangan yang mempengaruhi capaian sasaran pembangunan daerah; merumuskan tujuan, strategi, dan kebijakan pembangunan daerah; memproyeksikan kemampuan keuangan daerah dan sumber daya lainnya berdasarkan perkembangan kondisi makro ekonomi; merumuskan prioritas program dan kegiatan SKPD berbasis kinerja; menetapkan tolok ukur dan target kinerja keluaran dan hasil capaian, lokasi serta kelompok sasaran program/kegiatan pembangunan daerah dengan mempertimbangkan SPM; memproyeksikan pagu indikatif program dan kegiatan pada tahun yang direncanakan, serta prakiraan maju untuk satu tahun berikutnya; dan menetapkan SKPD penanggungjawab pelaksana, pengendali, dan evaluasi rencana pembangunan daerah. Pasal 8 Pendekatan partisipatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, dilaksanakan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dengan mempertimbangkan: a. relevansi pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, di setiap tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah; kesetaraan antara para pemangku kepentingan dari unsur pemerintahan dan non pemerintahan dalam pengambilan keputusan; adanya transparasi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan serta melibatkan media massa; keterwakilan seluruh segmen masyarakat, termasuk kelompok masyarakat rentan termarjinalkan dan pengarusutamaan gender; terciptanya rasa memiliki terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah; dan terciptanya konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan penting pengambilan keputusan, seperti perumusan prioritas isu dan permasalahan, perumusan tujuan, strategi, kebijakan dan prioritas program. Pasal 9 Pendekatan politis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c, bahwa programprogram pembangunan yang ditawarkan masing-masing calon kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih pada saat kampanye, disusun ke dalam rancangan RPJMD, melalui: a. penerjemahan yang tepat dan sistematis atas visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah ke dalam tujuan, strategi, kebijakan, dan program pembangunan daerah selama masa jabatan; konsultasi pertimbangan dari landasan hukum, teknis penyusunan, sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran pembangunan nasional dan pembangunan daerah; dan pembahasan dengan DPRD dan konsultasi dengan pemerintah untuk penetapan produk hukum yang mengikat semua pemangku kepentingan.

h. i.

b. c. d. e. f.

b.

c.

-9Pasal 10 Pendekatan perencanaan pembangunan daerah bawah-atas (bottom-up) dan atasbawah (top-down) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf d, hasilnya diselaraskan melalui musyawarah yang dilaksanakan mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, sehingga tercipta sinkronisasi dan sinergi pencapaian sasaran rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah. Bagian Keempat Pendekatan Penyusunan Program, Kegiatan, Alokasi Dana Indikatif dan Sumber Pendanaan Pasal 11 (1) Program, kegiatan, alokasi dana indikatif dan sumber pendanaan yang dirumuskan dalam RPJMD, RKPD, Renstra SKPD dan Renja SKPD disusun berdasarkan: a. b. c. pendekatan kinerja, kerangka pengeluaran perencanaan dan penganggaran terpadu; kerangka pendanaan dan pagu indikatif; dan urusan wajib yang mengacu pada SPM sesuai dengan kondisi nyata daerah dan kebutuhan masyarakat, atau urusan pilihan yang menjadi tanggungjawab SKPD. jangka menengah serta

(2) Pendekatan kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, bahwa program dan kegiatan yang direncanakan mengutamakan keluaran/hasil yang terukur, dan pengalokasian sumberdaya dalam anggaran untuk melaksanakannya, secara efektif dan efisien telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. (3) Kerangka pengeluaran jangka menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, bahwa pengambilan keputusan terhadap program dan kegiatan prioritas pembangunan, mempertimbangkan perspektif penganggaran lebih dari satu tahun anggaran dan implikasi terhadap pendanaan pada tahun berikutnya yang dituangkan dalam prakiraan maju. (4) Perencanaan dan penganggaran terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, bahwa pengambilan keputusan penetapan program dan kegiatan yang direncanakan, merupakan satu kesatuan proses perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, konsisten dan mengikat, untuk menjamin tercapainya tujuan dan sasaran program dan kegiatan pembangunan daerah. (5) Pagu indikatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, merupakan jumlah dana yang tersedia untuk mendanai program dan kegiatan tahunan yang penghitungannya berdasarkan standar satuan harga yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Mengacu pada SPM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, bahwa perumusan capaian kinerja setiap program dan kegiatan, harus berpedoman pada rencana pencapaian SPM berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang disesuaikan dengan kemampuan daerah. Pasal 12 (1) Kerangka pendanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b, diutamakan untuk penyusunan RPJMD dan Renstra SKPD. (2) Pagu indikatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf b, digunakan untuk penyusunan RKPD dan Renja SKPD.

selanjutnya dikompilasi secara terstruktur berdasarkan aspek geografis. dan aspek daya saing daerah untuk memudahkan pengolahan serta analisis secara sistematis. informasi dasar kewilayahan. keterpaduan antara rencana pembangunan daerah provinsi yang didanai melalui APBD dengan rencana pembangunan di daerah provinsi yang didanai APBN. (5) Data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4). terciptanya sinkronisasi dan sinergi pelaksanaan pembangunan daerah dalam upaya mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. . c. serta meningkatkan pertukaran pengetahuan. f. b. d. sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan daerah. teknologi dan kapasitas fiskal. organisasi dan tatalaksana pemerintahan daerah. dan informasi lain terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah. dalam rangka penyusunan rencana pembangunan daerah. e. (4) Data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyelenggaraan pemerintahan daerah. g. mensinergikan pengelolaan potensi antarprovinsi dan/atau dengan pihak ketiga. i. kependudukan. perangkat daerah. memantapkan hubungan dan keterikatan daerah provinsi yang satu dengan daerah provinsi yang lain dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. aspek pelayanan umum. keuangan daerah.. d. BAB III KOORDINASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ANTARPROVINSI Bagian Pertama Tujuan Pasal 14 (1) Koordinasi perencanaan pembangunan daerah antarprovinsi bertujuan untuk: a. (3) Penyempurnaan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. serta rencana tata ruang. produk hukum daerah.10 Bagian Kelima Data dan Informasi Pasal 13 (1) Penyusunan rencana pembangunan daerah menggunakan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. DPRD. b. h. potensi sumber daya daerah. meliputi: a. aspek kesejahteraan masyarakat. kepala daerah. dan pegawai negeri sipil daerah. (2) Menteri Dalam Negeri secara periodik melakukan penyempurnaan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c.

(5) Strategi sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf d.. merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi. c. Pasal 84 RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah provinsi dan Peraturan Daerah kabupaten/kota menjadi pedoman penetapan Renstra SKPD dan penyusunan RKPD. sesuai dengan tugas dan fungsi yang sejalan dengan pernyataan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam RPJMD. .merupakan langkah-langkah berisikan program-program indikatif. dalam melaksanakan strategi untuk mencapai tujuan Renstra SKPD. b. g. merupakan arah/tindakan yang harus dipedomani SKPD. dan kegiatan. misi. dilengkapi dengan sasaran yang terukur dan dapat dicapai dalam periode yang direncanakan. merupakan sesuatu yang ingin dicapai dari setiap misi SKPD. tujuan. kebijakan. d. e. program. merupakan keadaan yang ingin diwujudkan SKPD pada akhir periode Renstra SKPD. yang dirumuskan bersifat spesifik. untuk mencapai tujuan dalam rangka melaksanakan misi untuk mewujudkan visi SKPD. strategi dan kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85 ayat (1) huruf a. dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan dalam RPJMD. (3) Misi SKPD sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf b. misi. (6) Kebijakan sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf e. realistis. strategi. (2) Visi SKPD sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf a. huruf b. f. dalam rangka mewujudkan visi SKPD. tujuan. (2) Renstra SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta digunakan sebagai instrumen evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah. dibatalkan oleh Presiden berdasarkan usulan Gubernur melalui Menteri Dalam Negeri. huruf c. BAB VI RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Bagian Pertama Umum Pasal 85 (1) Renstra SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c. disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJM Daerah dan bersifat indikatif Pasal 86 (1) Visi. (4) Tujuan sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf c. huruf d dan huruf e.30 (2) Peraturan Daerah tentang RPJMD kabupaten/kota yang tidak menindaklanjuti hasil konsultasi atau tidak dikonsultasikan. visi. memuat: a.

85 ayat (2). dapat berupa program SKPD. (8) Kegiatan sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf g.. yang akan dilaksanakan oleh 1 (satu) SKPD. (2) Renstra SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). untuk mencapai sasaran dan tujuan sesuai tugas dan fungsi SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. program lintas SKPD. (2) Program SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). merupakan bagian dari program yang memuat sekumpulan tindakan pengerahan sumberdaya sebagai masukan (input). c. untuk menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk barang/jasa. dan penetapan Renstra SKPD. penyusunan rancangan Renstra SKPD. (2) Dalam hal SPM belum tersedia. Bagian Kedua Penyusunan RENSTRA SKPD Pasal 89 (1) SKPD menyusun Renstra SKPD. merupakan satu atau lebih kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi. perumusan sasaran program disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan kemampuan SKPD. d. penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD. b. . atau program kewilayahan. dan akan dilaksanakan secara simultan dengan program SKPD lainnya. (4) Program kewilayahan SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1).31 (7) Program sebagaimana Pasal 85 ayat (1) huruf f. disusun dengan tahapan sebagai berikut: a. (9) Tugas dan fungsi sebagaimana Pasal peraturan perundang-undangan. merupakan satu atau lebih kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi sesuai dengan tugas dan fungsi. sesuai dengan ketentuan Pasal 87 (1) Program sebagaimana dimaksud dalam Pasal 86 ayat (7). merupakan instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dirumuskan. mempertimbangkan pencapaian SPM yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan akan dilaksanakan secara simultan dengan program SKPD lainnya. Pasal 88 (1) Pencapaian sasaran program SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 ayat (1). untuk mencapai keberhasilan pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan daerah yang ditetapkan pada satu atau beberapa wilayah atau kawasan. persiapan penyusunan Renstra SKPD. merupakan satu atau lebih kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi. (3) Program lintas SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

untuk kabupaten/kota mencakup: . b. b. j. orientasi mengenai Renstra SKPD. perumusan visi dan misi SKPD provinsi. kegiatan. dan Penyajian rancangan Renstra SKPD. pelaksanaan forum SKPD provinsi. indikator kinerja. f. e. perumusan indikator kinerja SKPD provinsi yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD provinsi. (2) Perumusan rancangan Renstra SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 huruf a. penelaahan RTRW provinsi. i. d. termasuk lokasi kegiatan. perumusan sasaran pelayanan jangka menengah SKPD provinsi. Perumusan rancangan Renstra SKPD. melalui tahapan sebagai berikut: a. untuk provinsi mencakup: a. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif selama 5 (lima) tahun. perumusan tujuan pelayanan jangka menengah SKPD provinsi. c. b. perumusan strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD provinsi guna mencapai target kinerja program prioritas RPJMD provinsi yang menjadi tugas dan fungsi SKPD provinsi. h. k. l. m. pengolahan data dan informasi. d.32 Paragraf 1 Persiapan Penyusunan Renstra SKPD Pasal 90 Persiapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf a. dan penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. review renstra kementerian/lembaga dan Renstra SKPD kabupaten/kota.. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf b. g. Paragraf 2 Penyusunan Rancangan RENSTRA SKPD Pasal 91 Penyusunan rancangan Renstra SKPD. penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusun Renstra SKPD. dan n. penyusunan agenda kerja tim penyusun Renstra SKPD. yaitu rancangan awal RPJMD provinsi yang memuat indikator keluaran program dan pagu per-SKPD provinsi. analisis gambaran pelayanan SKPD provinsi. c. Pasal 92 (1) Perumusan rancangan Renstra SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 huruf a. mempelajari surat edaran Gubernur perihal penyusunan rancangan Renstra SKPD provinsi beserta lampirannya. meliputi: a. analisis terhadap dokumen hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi. perumusan rencana program. perumusan isu-isu strategis.

kegiatan. pelaksanaan forum SKPD kabupaten/kota. bertujuan untuk memperoleh masukan dalam rangka penajaman pencapaian sasaran program dan kegiatan pelayanan SKPD. yaitu rancangan awal RPJMD kabupaten/kota yang memuat indikator keluaran program dan pagu per-SKPD kabupaten/kota. isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi. guna mencapai target kinerja program prioritas RPJMD kabupaten/kota yang menjadi tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. indikator kinerja. d. k. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif selama 5 (lima) tahun. b. b. perumusan strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD kabupaten/kota. misi. termasuk lokasi kegiatan. c. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. (3) Pembahasan dengan pemangku kepentingan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. perumusan sasaran pelayanan jangka menengah SKPD kabupaten/kota. dibahas dengan seluruh unit kerja dilingkungan SKPD untuk dibahas bersama dengan pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan dalam forum SKPD. pengolahan data dan informasi. perumusan visi dan misi SKPD kabupaten/kota. dan n. l. i. c. e. g. review renstra kementerian/lembaga dan Renstra SKPD provinsi. perumusan tujuan pelayanan jangka menengah SKPD kabupaten/kota. gambaran pelayanan SKPD. dengan sistematika paling sedikit sebagai berikut: a. h. analisis gambaran pelayanan SKPD kabupaten/kota.. perumusan rencana program. mempelajari surat edaran Bupati/Walikota perihal penyusunan rancangan Renstra SKPD kabupaten/kota beserta lampirannya. tujuan dan sasaran. pendahuluan. perumusan indikator kinerja SKPD kabupaten/kota yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD kabupaten/kota. (2) Rancangan Renstra SKPD yang telah disusun. (3) Perumusan rancangan Renstra SKPD merupakan proses yang tidak terpisahkan dan dilakukan bersamaan dengan tahap perumusan rancangan awal RPJMD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. e. f. Pasal 93 Penyajian rancangan Renstra SKPD provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 huruf b. f. visi. perumusan isu-isu strategis. m. j. d. . Pasal 94 (1) Penyusunan rancangan Renstra SKPD berpedoman pada surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1). indikator kinerja.33 a. analisis terhadap dokumen hasil kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. rencana program. penelaahan RTRW kabupaten/kota. kegiatan. strategi dan kebijakan.

sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RPJMD menjadi rancangan RPJMD. dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya. program. kepada kepala Bappeda. paling lama 14 (empat belas) hari kerja setelah surat edaran kepala daerah diterima. untuk diajukan kepada kepala daerah guna memperoleh pengesahan. (7) Pengesahan rancangan akhir Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah. strategi. (2) Rancangan akhir Renstra SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paragraf 4 Penetapan Renstra SKPD Pasal 97 (1) Rancangan akhir Renstra SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. (2) Dengan berpedoman pada surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (8) Penetapan Renstra SKPD oleh kepala SKPD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra SKPD disahkan oleh kepala daerah. . (4) Bappeda menghimpun seluruh rancangan akhir Renstra SKPD yang telah diteliti melalui verifikasi akhir.34 Pasal 95 (1) Kepala SKPD menyampaikan rancangan Renstra SKPD yang telah dibahas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (2). (3) Verifikasi akhir sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (6) Berdasarkan keputusan kepala daerah tentang pengesahan Renstra SKPD. disampaikan kepala SKPD kepada kepala Bappeda untuk memperoleh pengesahan kepala daerah. misi. (5) Pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (4).. kepala SKPD menetapkan Renstra SKPD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD. Bappeda melakukan verifikasi terhadap rancangan renstra SKPD. yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84. (3) Apabila dalam verifikasi ditemukan hal-hal yang perlu disempurnakan. bertujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan. (2) Penyempurnaan rancangan Renstra SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kegiatan SKPD dengan RPJMD. Paragraf 3 Penyusunan Rancangan Akhir Renstra SKPD Pasal 96 (1) Penyusunan rancangan akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD. kebijakan. kebijakan. strategi. hasil penyempurnaan rancangan renstra SKPD disampaikan kembali oleh kepala SKPD kepada kepala Bappeda paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak verifikasi dilakukan. diverifikasi akhir oleh Bappeda. program dan kegiatan pembangunan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang ditetapkan dalam RPJMD. harus dapat menjamin kesesuaian visi. ditetapkan dengan keputusan kepala daerah. tujuan. paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan.

Bagian Kedua Penyusunan RKPD Pasal 101 (1) Bappeda menyusun RKPD. Pasal 100 (1) Rancangan kerangka ekonomi daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (1) huruf a. melibatkan peran serta masyarakat baik dalam bentuk dana. kemampuan pendanaan dan pembiayaan pembangunan daerah paling sedikit 2 (dua) tahun sebelumnya. program prioritas pembangunan daerah.35 Bagian Ketiga Penyusunan Rancangan Renstra Kecamatan Pasal 98 Tahapan dan tata cara penyusunan renstra kecamatan atau sebutan lain mutatis mutandis dengan penyusunan Renstra SKPD. dan rencana kerja. program dan kegiatan pemerintah daerah yang didanai APBD dalam pencapaian sasarannya. . (2) Rencana kerja. memuat program-program yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan pencapaian keadilan yang berkelanjutan sebagai penjabaran dari RPJMD pada tahun yang direncanakan. (4) Sumber-sumber lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat Pasal 99 ayat (2). (2) RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif. (3) Rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif yang bersumber dari APBD Pasal 99 ayat (2).. memuat: a. BAB VII RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Umum Pasal 99 (1) RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d. yaitu kebijakan. memuat gambaran kondisi ekonomi. pendanaan dan prakiraan maju sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. b. c. (2) Program prioritas pembangunan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (1) huruf b. pendanaan dan prakiraan maju. dan perkiraan untuk tahun yang direncanakan. disusun dengan tahapan sebagai berikut: a. material maupun sumber daya manusia dan teknologi. disertai perhitungan kebutuhan dana bersumber dari APBD untuk tahun-tahun berikutnya dari tahun anggaran yang direncanakan. persiapan penyusunan RKPD. yang bersumber dari APBD maupun sumber-sumber lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. memuat program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah. rancangan kerangka ekonomi daerah.

penyusunan agenda kerja tim penyusun RKPD. dan penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. b. berpedoman pada RPJMD kabupaten/ kota. c. penyusunan rancangan awal RKPD. berpedoman pada RPJMD provinsi. prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah provinsi dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi.. f. Pasal 104 (1) Berpedoman pada RPJMD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) huruf a. d. mencakup dua wilayah provinsi atau lebih. Paragraf 1 Persiapan Penyusunan RKPD Pasal 102 Persiapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) huruf a. dan mengacu pada RPJMN. b. c. . c. Paragraf 2 Penyusunan Rancangan Awal RKPD Pasal 103 (1) Rancangan awal RKPD provinsi disusun: a. orientasi mengenai RKPD. mengacu pada RPJMD provinsi. e. penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusun RKPD. meliputi: a. (2) Rancangan awal RKPD kabupaten/kota disusun: (2) Mengacu pada RPJMN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (1) huruf b. dan rencana program serta kegiatan prioritas tahunan daerah provinsi dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi. pelaksanaan musrenbang RKPD. a. dilakukan melalui penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah provinsi dengan prioritas pembangunan nasional. dan mengacu pada RPJMN. wilayah perbatasan antar provinsi dan/atau wilayah perbatasan antar negara. b. penyusunan rancangan RKPD. dan penetapan RKPD. (3) program dan kegiatan pembangunan daerah provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dilakukan melalui penyelarasan: a. b.36 b. perumusan rancangan akhir RKPD. d.

penelaahan terhadap kebijakan pemerintah. dilakukan melalui penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota dengan pembangunan provinsi. b. penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD provinsi. h. dilakukan melalui penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota dengan prioritas pembangunan nasional. Pasal 107 (1) Perumusan rancangan awal RKPD. untuk provinsi mencakup: a. mencakup dua wilayah kabupaten/kota atau lebih. k. dilakukan melalui penyelarasan: a. untuk kabupaten/kota mencakup: a. b. pelaksanaan forum konsultasi publik. huruf a. dan b. prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota. analisis gambaran umum kondisi daerah. d. analisis ekonomi dan keuangan daerah. terdiri atas: a. f. huruf a. g. perumusan program prioritas beserta pagu indikatif. Pasal 106 Penyusunan rancangan awal RKPD. . pengolahan data dan informasi. (3) Program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). l. c. (2) Mengacu pada RPJMD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (2). sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 huruf a. evaluasi kinerja tahun lalu. j. perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 huruf a. (2) Perumusan rancangan awal RKPD. dan penyajian rancangan awal RKPD. (4) Mengacu pada RPJMN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (2) huruf c.. b. perumusan rancangan awal RKPD. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) huruf b. analisis gambaran umum kondisi daerah. pengolahan data dan informasi. rencana program serta kegiatan prioritas tahunan daerah kabupaten/kota dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota. perumusan permasalahan pembangunan daerah provinsi.37 Pasal 105 (1) Berpedoman pada RPJMD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 ayat (2). dan wilayah perbatasan antar kabupaten/kota. e. perumusan rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah. i. dan penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif.

pendahuluan. pelaksanaan forum konsultasi publik. dikoordinasikan oleh kepala Bappeda kepada para kepala SKPD dan dikonsultasikan dengan publik.38 c. c. sebagai bahan penyusunan rancangan Renja SKPD. evaluasi kinerja tahun lalu. perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif. (2) Konsultasi publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. Paragraf 3 Penyusunan Rancangan RKPD Pasal 111 Penyusunan rancangan RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) huruf c. perumusan rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah. penelaahan terhadap kebijakan pemerintah. perumusan program prioritas beserta pagu indikatif. b. j. (2) Surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat agenda penyusunan RKPD. i. d. dan rencana program prioritas daerah. k. dan penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif. Pasal 108 Penyajian rancangan awal RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 huruf b. merupakan proses penyempurnaan rancangan awal RKPD menjadi rancangan RKPD berdasarkan hasil verifikasi Renja SKPD. analisis ekonomi dan keuangan daerah. penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD kabupaten/kota. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu. l. untuk memperoleh masukan penyempurnaan rancangan awal. f. e. d. h. Pasal 109 (1) Rancangan awal RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. perumusan permasalahan pembangunan daerah kabupaten/kota. Pasal 110 (1) Kepala Bappeda menyiapkan surat edaran kepala daerah kepada kepala SKPD perihal penyampaian rancangan awal RKPD yang sudah dibahas dalam forum konsultasi publik.. prioritas dan sasaran pembangunan. pelaksanaan forum SKPD dan musrenbang RKPD. . sekaligus batas waktu penyampaian rancangan Renja SKPD kepada kepala Bappeda untuk dilakukan verifikasi. dengan sistematika paling sedikit sebagai berikut: a. g.

e. indikator kinerja dan dana indikatif pada setiap rancangan Renja SKPD provinsi sesuai dengan rencana program prioritas pada rancangan awal RKPD provinsi. kegiatan. (4) Apabila dalam verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). indikator kinerja dan dana indikatif pada setiap rancangan Renja SKPD kabupaten/kota sesuai dengan rencana program prioritas pada rancangan awal RKPD kabupaten/kota. d. hasil penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi disampaikan kembali kepada kepala Bappeda provinsi paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak verifikasi dilakukan. . hasil penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota disampaikan kembali kepada kepala Bappeda kabupaten/kota paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak verifikasi dilakukan. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. mengintegrasikan program. prioritas dan sasaran pembangunan. mengintegrasikan program. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu. (3) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Bappeda mengajukan rancangan RKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).39 Pasal 112 (1) Rancangan awal RKPD provinsi disempurnakan menjadi rancangan RKPD provinsi berdasarkan hasil verifikasi seluruh rancangan Renja SKPD provinsi. Pasal 114 (1) Rancangan RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal disajikan dengan sistematika sebagai berikut: a. pendahuluan. c. disajikan dengan sistematika sebagai berikut: a. (5) Apabila dalam verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan berpedoman pada surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. kepada kepala daerah untuk memperoleh persetujuan dibahas dalam musrenbang RKPD provinsi. 112 ayat (1).. kegiatan. c. b. dilakukan berpedoman pada surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Pasal 113 (2) Rancangan awal RKPD kabupaten/kota disempurnakan menjadi rancangan RKPD kabupaten/kota berdasarkan hasil verifikasi seluruh rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. ditemukan hal-hal yang perlu disempurnakan. Pasal 115 (1) Rancangan RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1). ditemukan hal-hal yang perlu disempurnakan. (4) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b. pendahuluan. dan rencana program dan kegiatan prioritas daerah. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. (2) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

pejabat dari kementerian/lembaga ditingkat pusat. (4) Pimpinan atau anggota DPRD provinsi. dan rencana program dan kegiatan prioritas daerah. penyelarasan. program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah provinsi dengan arah kebijakan. kepada kepala daerah untuk memperoleh persetujuan dibahas dalam musrenbang RKPD kabupaten/kota. mencakup: a. (2) Bappeda mengajukan rancangan RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 116 (1) Penyusunan rancangan RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1). klarifikasi dan kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan pelaksanaan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. terdiri dari: a. dan sinergi dengan RKP. (5) Hasil musrenbang RKPD provinsi dirumuskan ke dalam berita acara kesepakatan dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur yang menghadiri musrenbang. diselesaikan paling lama minggu kedua pada bulan April. b. e. Paragraf 4 Pelaksanaan Musrenbang RKPD Pasal 117 Pelaksanaan Musrenbang RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) huruf d. penyelarasan.. pejabat SKPD provinsi atau dari unsur lain terkait. (3) Musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Bappeda provinsi. diselesaikan paling lama minggu kedua pada bulan Maret. prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota. pelaksanaan musrenbang RKPD kabupaten/kota. e. c. prioritas dan sasaran pembangunan. usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah provinsi pada musrenbang RKPD kabupaten/kota dan/atau sebelum musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan. b. . d. dapat diundang menjadi narasumber musrenbang RKPD provinsi. Pasal 118 (1) Musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan untuk penajaman. (2) Penajaman. klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (2). prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan. (2) Penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 ayat (1). pelaksanaan musrenbang RKPD provinsi. c.40 d. indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan provinsi.

(2) Berita acara hasil kesepakatan musrenbang RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (5). dilaksanakan paling lama akhir bulan Maret. pejabat dari kementerian/lembaga ditingkat pusat. dapat diundang menjadi narasumber musrenbang RKPD kabupaten/kota. b. Pasal 120 (1) Musrenbang RKPD kabupaten/kota dilaksanakan untuk penajaman. (3) Musrenbang RKPD kabupaten/kota dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Bappeda kabupaten/kota. dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota dan bahan masukan untuk membahas rancangan RKPD provinsi dalam musrenbang RKPD provinsi. Pasal 121 (1) Pelaksanaan musrenbang RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120. pejabat SKPD provinsi dan pejabat SKPD kabupaten/kota atau dari unsur lain terkait. klarifikasi dan kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan sinergi dengan RKP dan RKPD provinsi. e. c. (5) Hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota dirumuskan ke dalam berita acara kesepakatan dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri musrenbang. penyelarasan. mencakup: a. penyelarasan. prioritas dan sasaran pembangunan daerah kabupaten/kota dengan arah kebijakan. usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah kabupaten/kota pada musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dan/atau sebelum musrenbang RKPD kabupaten/kota dilaksanakan.41 Pasal 119 (1) Pelaksanaan musrenbang RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118. indikator kinerja program dan kegiatan prioritas daerah kabupaten/kota. prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah. d. dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan akhir RKPD provinsi. (4) Pimpinan atau anggota DPRD kabupaten/kota.. klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 115 ayat (2). (3) Program dan kegiatan pembangunan daerah provinsi yang perlu diintegrasikan dengan program dan kegiatan pembangunan yang menjadi kewenangan pemerintah sesuai dengan berita acara kesepakatan musrenbang RKPD provinsi. (2) Penajaman. (2) Berita acara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120 ayat (5). dikoordinasikan Bappeda provinsi dengan kementerian/lembaga terkait guna dibahas dalam forum musrenbangnas. dilaksanakan paling lama minggu ketiga bulan April. . prioritas dan sasaran pembangunan daerah provinsi.

setelah berkoordinasi dengan kepala Bappeda kabupaten/kota. dan pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. dituangkan dalam berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri musrenbang. (3) Kegiatan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan mengacu pada program dalam rancangan awal RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. mencakup: a. Penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dilaksanakan oleh camat.. (2) Perumusan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 huruf e. dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan rancangan renja SKPD kabupaten/kota. (2) Berita acara sebagaimana dimaksud pada ayat (1). klarifikasi dan kesepakatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Penajaman. yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di wilayah kecamatan. berdasarkan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD provinsi dan musrenbangnas RKP. usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang tertuang dalam berita acara musrenbang desa/kelurahan yang akan menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan. penyelarasan. dilaksanakan paling lama minggu ke dua pada bulan Februari. . b. berdasarkan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota. Pasal 124 (1) Hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. penyelarasan. musrenbang RKPD provinsi dan musrenbangnas RKP. kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa. Untuk efisiensi dan efektifitas musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dapat diselenggarakan dengan menggabungkan penyelenggaraan beberapa musrenbang kecamatan di kecamatan tertentu yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota.42 Pasal 122 (1) Musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 huruf c. Pasal 123 (1) (2) (3) Pelaksanaan musrenbang kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122. c. klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan. dilaksanakan untuk penajaman. Paragraf 5 Perumusan Rancangan Akhir RKPD Pasal 125 (1) Perumusan rancangan akhir RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 huruf e.

dijadikan pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. (2) Pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dibahas oleh seluruh kepala SKPD provinsi. Pasal 131 (1) Gubernur menyampaikan Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi kepada Menteri Dalam Negeri. (3) RKPD sebagai landasan penyusunan KUA dan PPAS dalam rangka penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (2) RKPD kabupaten/kota yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 ayat (2). disampaikan bersamaan dengan penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang APBD provinsi. memastikan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah terkait dengan tugas dan fungsi masingmasing SKPD provinsi telah tertampung dalam rancangan akhir RKPD provinsi. (2) Peraturan Gubernur tentang RKPD Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 130 (1) RKPD provinsi yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 ayat (1). (2) RKPD kabupaten/kota ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Walikota setelah RKPD provinsi ditetapkan. Pasal 128 (1) Penyelesaian rumusan rancangan akhir RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1). (2) Pembahasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).43 Pasal 126 (1) Rancangan akhir RKPD provinsi yang telah dirumuskan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 ayat (1). paling lambat pada pertengahan bulan Mei. dijadikan pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi dan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota. Pasal 127 (1) Rancangan akhir RKPD kabupaten/kota yang telah dirumuskan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 125 ayat (2). . paling lambat pada akhir bulan Mei. dibahas oleh seluruh kepala SKPD kabupaten/kota. (2) Penyelesaian rumusan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1). Paragraf 6 Penetapan RKPD Pasal 129 (1) RKPD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur setelah RKP ditetapkan. memastikan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah terkait dengan tugas dan fungsi masingmasing SKPD kabupaten/kota telah tertampung dalam rancangan akhir RKPD kabupaten/kota..

dan indikator kinerja kegiatan yang memuat ukuran spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif masukan. (3) Indikator kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 huruf c.. seperti kelompok masyarakat berdasarkan status ekonomi. b. untuk memastikan APBD telah disusun berlandaskan RKPD. BAB VIII RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Bagian Pertama Umum Pasal 134 Renja SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e. indikator kinerja program yang memuat ukuran spesifik secara kuantitatif dan/atau kualitatif hasil yang akan dicapai dari program.44 Pasal 132 (1) Bupati/Walikota menyampaikan Peraturan Bupati/Peraturan Walikota tentang RKPD kabupaten/kota kepada Gubernur. (5) Prakiraan maju sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 huruf e. d. disampaikan bersamaan dengan penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang APBD kabupaten/kota. dan pagu indikatif dan prakiraan maju Pasal 135 (1) Program dan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 huruf a. lokasi kegiatan. (2) Peraturan Bupati/Peraturan Walikota tentang RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). terdiri dari: a. guna memastikan kesinambungan kebijakan yang telah disetujui untuk setiap program dan kegiatan. kecamatan. (4) Kelompok sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 huruf d. c. b. profesi. indikator kinerja. (2) Lokasi kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 huruf b. . keluaran yang akan dicapai dari kegiatan. e. kelompok sasaran. (2) RKPD digunakan sebagai bahan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). meliputi program dan kegiatan yang sedang berjalan dan kegiatan alternatif atau baru. Pasal 133 (1) RKPD yang telah ditetapkan dengan peraturan kepala daerah digunakan sebagai bahan evaluasi rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. memuat penjelasan terhadap karakteristik kelompok sasaran yang memperoleh manfaat langsung dari hasil kegiatan. memuat kebutuhan dana untuk tahun berikutnya dari tahun anggaran yang direncanakan. memuat: a. gender dan yang kelompok masyarakat rentan termarginalkan. program dan kegiatan. merupakan lokasi atau tempat dari setiap kegiatan yang akan dilaksanakan seperti nama desa/kelurahan.

d. Bagian Kedua Penyusunan Renja SKPD Pasal 137 (1) SKPD menyusun Renja SKPD. pelaksanaan forum SKPD. c. (3) Program dan kegiatan baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (1).45 Pasal 136 (1) Program dan kegiatan yang sedang berjalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (1). meliputi: a. d. d. dalam rangka mempercepat capaian target sasaran Renstra SKPD. (2) Renja SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). orientasi mengenai Renja SKPD. penyusunan agenda kerja tim penyusun Renja SKPD. yaitu program dan kegiatan satu tahun sebelum tahun yang direncanakan yang tercantum dalam Renstra SKPD. adanya kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas nasional yang mendukung percepatan pembangunan daerah. persiapan penyusunan Renja SKPD. (2) Program dan kegiatan alternatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (1). penyusunan rancangan Renja SKPD. Paragraf 2 Penyusunan Rancangan Renja SKPD Pasal 139 Rancangan Renja SKPD provinsi dan kabupaten/kota disusun: . Paragraf 1 Persiapan Penyusunan Renja SKPD Pasal 138 Persiapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 ayat (2) huruf a. disusun dengan tahapan sebagai berikut: a. b. c. yaitu program dan kegiatan SKPD. tidak bisa ditunda karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat. b. dan penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. dan penetapan Renja SKPD.. b. lintas SKPD dan kewilayahan yang berdasarkan analisis perlu dilakukan pergeseran pelaksanaannya atas pertimbangan mempunyai dampak mempercepat pencapaian sasaran pembangunan daerah. dan/atau dilakukan jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya belum memberikan keluaran dan hasil yang sesuai dengan sasaran Renstra SKPD. yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada Renstra SKPD dengan kriteria sebagai berikut: a. c. penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusun Renja SKPD.

(5) Usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 huruf e. e. b. (4) Masalah yang dihadapi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 huruf d. penelaahan usulan masyarakat. g. d. Pasal 140 (1) Rancangan awal RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 huruf a. pengolahan data dan informasi. menjadi acuan penyusunan tujuan. c. penelaahan rancangan awal RKPD provinsi. perumusan tujuan dan sasaran. lokasi kegiatan serta prakiraan maju berdasarkan program prioritas rancangan awal RKPD yang disusun ke dalam rancangan Renja SKPD. d. menjadi acuan perumusan kegiatan dalam rancangan Renja SKPD mengakomodir usulan masyarakat yang selaras dengan program prioritas yang tercantum dalam rancangan awal RKPD. Perumusan rancangan Renja SKPD. sasaran. terdiri atas: a. menjadi acuan perumusan kegiatan alternatif dan/atau baru untuk tercapainya sasaran Renstra SKPD berdasarkan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. menjadi acuan perumusan tujuan. menjadi acuan perumusan program. mengacu pada Renstra SKPD.. analisis gambaran pelayanan SKPD provinsi. untuk provinsi mencakup: a. untuk memecahkan masalah yang dihadapi. b. c. lokasi kegiatan serta prakiraan maju dalam rancangan Renja SKPD dapat menjawab berbagai isuisu penting terkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. e. kelompok sasaran. kegiatan. Pasal 142 (1) Perumusan rancangan Renja SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal huruf a. kelompok sasaran. mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya. sesuai dengan rencana program prioritas pada rancangan awal RKPD. f. sasaran. Pasal 141 Penyusunan rancangan Renja SKPD.46 a. mengacu pada rancangan awal RKPD. dan Penyajian rancangan Renja SKPD. kegiatan. selaras dengan Renstra SKPD. dan berdasarkan usulan program serta kegiatan yang berasal dari masyarakat. mereview hasil evaluasi Renja SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra SKPD provinsi. indikator kinerja dan dana indikatif dalam Renja SKPD. h. (3) Hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 huruf c. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137 ayat (2). dan 141 . b. kegiatan. (2) Renstra SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 huruf b. persiapan penyusunan rancangan Renja SKPD provinsi. penentuan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD provinsi.

dalam forum SKPD provinsi. d. untuk kabupaten/kota mencakup: a. mereview hasil evaluasi Renja SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra SKPD kabupaten/kota. f. g. dan penutup. pengolahan data dan informasi. program dan kegiatan. (2) Rancangan Renja kabupaten/kota. dengan sistematika paling sedikit sebagai berikut: a. dan perumusan kegiatan prioritas. e. c. e. dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif. SKPD kabupaten/kota dibahas dalam forum SKPD Paragraf 3 Pelaksanaan Forum SKPD Pasal 145 (1) Bappeda mengkoordinasikan pembahasan rancangan Renja RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat (1). penentuan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan. i. evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu. b. b. tujuan. b. perumusan tujuan dan sasaran. mencakup: a. sasaran. pendahuluan.. penyelarasan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi berdasarkan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota. d. indikator kinerja dan kelompok sasaran yang menggambarkan pencapaian Renstra SKPD. g. Pasal 144 (1) Rancangan Renja SKPD provinsi dibahas dalam forum SKPD provinsi. persiapan penyusunan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. . (2) Pembahasan rancangan Renja RKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).47 i. c. perumusan kegiatan prioritas. penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi. h. analisis gambaran pelayanan SKPD kabupaten/kota. f. 141 (2) Perumusan rancangan Renja SKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal huruf a. penelaahan rancangan awal RKPD kabupaten/kota. Pasal 143 Penyajian rancangan Renja RKPD provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 huruf b. penelaahan usulan masyarakat.

Pasal 148 (1) Berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (5). dan penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD kabupaten/kota. Pasal 146 (1) Bappeda mengkoordinasikan pembahasan rancangan Renja RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 144 ayat (2). sesuai dengan surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 ayat (2). . dapat diundang menjadi narasumber dalam pembahasan forum SKPD. (4) Penyelenggaraan forum SKPD provinsi dilaksanakan paling lama minggu terakhir bulan Maret. dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi. penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD kabupaten/kota dalam rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD kabupaten/kota. kepada kepala Bappeda provinsi sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD provinsi menjadi rancangan RKPD provinsi. penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. mencakup: a. Pasal 147 (1) Peserta forum SKPD provinsi antara lain terdiri dari SKPD provinsi. (3) Forum SKPD provinsi dapat dilaksanakan dengan menggabungkan beberapa SKPD provinsi sekaligus dalam satu forum dengan mempertimbangkan tingkat urgensi.. c. penyelarasan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota berdasarkan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kecamatan.48 c. dalam forum SKPD kabupaten/kota. (2) Kepala SKPD provinsi menyampaikan rancangan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. sesuai dengan surat edaran kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110 ayat (2). SKPD kabupaten/kota. (5) Hasil kesepakatan pembahasan forum SKPD provinsi dirumuskan ke dalam berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi. dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur yang menghadiri forum SKPD provinsi. b. d. (2) Pimpinan atau anggota komisi DPRD provinsi yang terkait dengan tugas dan fungsi SKPD. dan penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD provinsi. efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan. penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD provinsi dalam rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD provinsi. dan pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi. (2) Pembahasan rancangan Renja RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(2) Rancangan Renja SKPD provinsi yang telah disempurnakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). disampaikan kepada kepala Bappeda provinsi untuk diverifikasi. efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan. . (3) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (5) Hasil kesepakatan pembahasan forum SKPD dirumuskan ke dalam berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota. dan ditandatangai oleh yang mewakili setiap unsur yang menghadiri forum SKPD kabupaten/kota. paling lambat minggu pertama bulan Maret. paling lambat minggu pertama bulan April.. Pasal 150 (1) Berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149 ayat (5). Pasal 149 (1) Peserta forum SKPD kabupaten/kota antara lain terdiri dari wakil peserta musrenbang kecamatan dan SKPD lainnya. serta pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota.49 (3) Penyampaian rancangan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 152 (1) Kepala SKPD kabupaten/kota menyempurnakan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota dengan berpedoman pada RKPD kabupaten/kota yang telah ditetapkan. (4) Kepala Bappeda menyampaikan rancangan Renja SKPD provinsi yang telah sesuai dengan RKPD provinsi kepada Gubernur untuk memperoleh pengesahan. Paragraf 4 Penetapan Renja SKPD Pasal 151 (1) Kepala SKPD provinsi menyempurnakan rancangan Renja SKPD provinsi dengan berpedoman pada RKPD provinsi yang telah ditetapkan. kepada kepala Bappeda provinsi sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD provinsi menjadi rancangan RKPD provinsi. (2) Kepala SKPD provinsi menyampaikan rancangan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Forum SKPD kabupaten/kota dapat dilaksanakan dengan menggabungkan beberapa SKPD kabupaten/kota sekaligus dalam satu forum dengan mempertimbangkan tingkat urgensi. (4) Penyelenggaraan forum SKPD kabupaten/kota dilaksanakan paling lama minggu terakhir bulan Februari. (3) Penyampaian rancangan Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dijadikan bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. (2) Pimpinan atau anggota komisi DPRD kabupaten/kota yang terkait dengan tugas dan fungsi SKPD. dapat diundang menjadi narasumber dalam pembahasan forum SKPD. memastikan rancangan Renja SKPD provinsi telah sesuai dengan RKPD provinsi.

Konsistensi antara RPJMD dengan RPJPD dan RTRW daerah. ditetapkan dengan Keputusan Bupati/Keputusan Walikota. dengan pelaksanaan dan hasil rencana Konsistensi antara RPJPD dengan RPJPN dan RTRW nasional. BAB IX PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Pertama Umum Pasal 155 Pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah bertujuan untuk mewujudkan: a. dan Kesesuaian antara capaian pembangunan daerah dengan indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan. (2) Gubernur melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pembangunan daerah lingkup provinsi. b. Konsistensi antara kebijakan pembangunan daerah. (4) Kepala Bappeda menyampaikan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota yang telah sesuai dengan RKPD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota untuk memperoleh pengesahan. e. (2) Penetapan Keputusan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat 2 (dua) minggu setelah RKPD provinsi ditetapkan. Pasal 154 (1) Rancangan Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (4). Pasal 156 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan daerah antarprovinsi. antarkabupaten/kota. (2) Penetapan Keputusan Bupati/Keputusan Walikota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat 2 (dua) minggu setelah RKPD kabupaten/kota ditetapkan. Konsistensi antara RKPD dengan RPJMD. c. . memastikan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota telah sesuai dengan RKPD kabupaten/kota.50 (2) Rancangan Renja SKPD kabupaten/kota yang telah disempurnakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Pasal 153 (1) Rancangan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam dalam Pasal 151 ayat (4). disampaikan kepada kepala Bappeda kabupaten/kota untuk diverifikasi. perencanaan (3) Bupati/Walikota melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan daerah lingkup kabupaten/kota. d. (3) Verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)..

(2) Lingkup provinsi. mencakup perumusan visi dan misi serta serta sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. mencakup pembangunan daerah provinsi. selaras dengan RTRW provinsi lainnya. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. kebijakan dan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang nasional. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan daerah. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJPD provinsi masing-masing yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat (2). (3) Lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat (3).51 Pasal 157 (1) Antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 ayat (1). mencakup pembangunan daerah pada satu provinsi atau lebih dalam jangka waktu tertentu. selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi lainnya rencana pembangunan jangka panjang daerah. b. kabupaten/kota dan antarkabupaten/kota pada wilayah provinsi dalam jangka waktu tertentu. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Paragraf 1 Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah Antarprovinsi Pasal 159 Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf a. misi.. misi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan daerah. visi. arah. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). . selaras dengan arah dan kebijakan RTRW provinsi masing-masing. c. arah. meliputi: a. meliputi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang. kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah provinsi. dan Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah. mencakup pembangunan daerah pada wilayah kabupaten/kota dalam jangka waktu tertentu. selaras dengan visi. jangka menengah dan tahunan daerah. harus dapat menjamin perumusan: a. Pasal 158 Pengendalian dan evaluasi terhadap perencanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. c. Pasal 160 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. d.

dan karakteristik daerah. misi. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi. selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah provinsi lainnya. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). kepada Menteri Dalam Negeri. tujuan. kebijakan. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). kebijakan. program pembangunan jangka menengah daerah. misi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). visi. serta indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. sasaran. kebijakan umum dan program. Pasal 162 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 mencakup perumusan visi. Pasal 161 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarprovinsi. (4) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (3). kebijakan umum. selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang nasional. telah mengacu pada RPJPN dan berpedoman pada RTRW provinsi masing-masing. kebijakan. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN sesuai dengan kewenangan. dan indikator kinerja daerah. menggunakan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi berkenaan. selaras dengan arah. kebijakan. misi. pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi lainnya. c. harus dapat menjamin perumusan: a. pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah provinsi. kondisi. d. g. misi. prioritas pembangunan jangka panjang daerah provinsi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah. dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. visi. . (3) Dalam hal evaluasi hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta memperhatikan RPJPD dan RTRW provinsi lainnya. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. serta prioritas pembangunan nasional. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJMD provinsi masing-masing ditetapkan dengan Peraturan Daerah. strategi dan arah kebijakan. selaras dengan visi. tujuan. tujuan dan sasaran. dan dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJPD provinsi.52 e.. (2) Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarprovinsi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah serta pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi. sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional. sasaran. selaras dengan b. f. arah.

Pasal 164 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam penyusunan RKPD provinsi. mencakup perumusan prioritas dan sasaran serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. sesuai dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi masing-masing. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (3) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162 ayat (4). mengacu pada RPJMN dan memperhatikan RTRW provinsi lainnya. sesuai dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi masing-masing. (2) Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarprovinsi. f. c. menggunakan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi berkenaan. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD provinsi. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD provinsi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RKPD provinsi masing-masing ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. Pasal 163 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarprovinsi. strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah provinsi. serta pencapaian sasaran pembangunan tahunan nasional. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD provinsi.. maupun pada wilayah perbatasan antar provinsi/negara.53 e. harus dapat menjamin perumusan: a. . (4) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Menteri Dalam Negeri. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD provinsi. b. rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam menyusun RKPD provinsi. dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah antarprovinsi. sesuai dengan prioritas pembangunan nasional terutama program/kegiatan yang mencakup atau terkait dengan dua wilayah provinsi atau lebih. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi. telah berpedoman pada RPJPD dan RTRW provinsi masing-masing. e. mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah provinsi masing-masing.

(1). digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan RKPD telah berpedoman pada RPJMD provinsi masing-masing dan mengacu pada RKP. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (4). misi. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa visi. Pasal 167 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJPD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. telah dilaksanakan melalui RPJMD provinsi masing-masing. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 ayat (4). (3) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2). ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat pemantauan dan supervisi dalam pelaksanaan RPJPD. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. RPJMD dan RKPD. harus dapat menjamin sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi telah dipedomani dalam merumuskan penjelasan visi.54 (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).. dilakukan melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Paragraf 2 Pengendalian dan Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Antarprovinsi Pasal 166 Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf b. Pasal 165 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarprovinsi. mencakup pelaksanaan sasaran pokok dan arah kebijakan. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Menteri Dalam Negeri. meliputi pelaksanaan RPJPD. tujuan dan sasaran RPJMD provinsi masing-masing. Pasal 168 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJPD antarprovinsi. sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan RPJMD provinsi untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. . misi. kepada Menteri Dalam Negeri.

(4) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pagu indikatif. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program pembangunan dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. mencakup program pembangunan daerah dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. mencakup prioritas dan sasaran pembangunan. PPAS dan APBD provinsi masingmasing. dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. telah dilaksanakan melalui RKPD provinsi masingmasing. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. lokasi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui pemantauan dan supervisi pelaksanaan RKPD provinsi. Pasal 172 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RKPD antarprovinsi. telah dijabarkan kedalam rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah provinsi masing-masing.55 Pasal 169 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJMD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. harus dapat menjamin prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. b. Pasal 171 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RKPD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. Pasal 170 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMD antarprovinsi. kepada Menteri Dalam Negeri. pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJMD provinsi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . rencana program dan kegiatan prioritas daerah serta pagu indikatif yang ditetapkan dalam RKPD. harus dapat menjamin: a. program pembangunan jangka menengah daerah.. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. PPAS dan APBD provinsi masing-masing. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). telah disusun kedalam rancangan KUA. dijadikan pedoman penyusunan rancangan KUA. rencana program dan kegiatan prioritas daerah serta pagu indikatif. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). telah dipedomani dalam merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah provinsi masing-masing. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan RKPD provinsi untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. dilakukan melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

disampaikan kepada Gubernur sebagai bahan penyusunan RPJPD dan/atau RPJMD periode berikutnya. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJMD antarprovinsi. dan realisasi antara capaian sasaran pokok arah kebijakan RPJPD provinsi masingmasing dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang nasional. dilakukan untuk memastikan bahwa visi. misi dan sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi masing-masing dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang nasional. realisasi antara sasaran pokok arah kebijakan pentahapan RPJPD provinsi dengan capaian sasaran RPJMD provinsi masing-masing.. (3) Gubernur menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Menteri Dalam Negeri. tujuan dan sasaran. digunakan untuk mengetahui: a. b. RPJMD dan RKPD. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJPD antarprovinsi. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 174 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJPD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2).56 (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 pada ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. Paragraf 3 Evaluasi Terhadap Hasil Rencana Pembangunan Daerah Antarprovinsi Pasal 173 Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf c meliputi RPJPD. Pasal 176 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJMD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. mencakup sasaran pokok arah kebijakan dan pentahapan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah. mencakup indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan untuk mencapai misi. Pasal 175 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJPD antarprovinsi. digunakan untuk mengetahui: . Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur. (2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan hasil evaluasi pelaksanaan RPJPD provinsi masing-masing. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah provinsi.

digunakan untuk mengetahui: a. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan pembangunan jangka menengah nasional. realisasi antara rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan RPJMD provinsi. disampaikan kepada Gubernur sebagai bahan penyusunan RKPD periode berikutnya. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RKPD antarprovinsi. (5) Evaluasi dilaksanakan dengan menggunakan hasil evaluasi RKPD provinsi masingmasing. Pasal 177 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJMD antarprovinsi. dengan prioritas dan sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN. Pasal 179 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan evaluasi terhadap hasil RKPD antarprovinsi. b. dan realisasi penyerapan dana program dan kegiatan yang direncanakan dalam RKPD provinsi dengan laporan realisasi APBD provinsi masing-masing. Pasal 178 (1) Evaluasi terhadap hasil RKPD antarprovinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173. . mencakup prioritas dan sasaran pembangunan daerah. dilakukan untuk memastikan bahwa target rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi dapat dicapai dalam rangka mewujudkan sasaran jangka menengah daerah provinsi dan mencapai sasaran pembangunan tahunan nasional. dengan capaian rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi masing-masing. misi. realisasi antara rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi dengan capaian indikator kinerja program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD provinsi masing-masing. (2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Gubernur sebagai bahan penyusunan RPJMD dan/atau RKPD periode berikutnya. dilakukan untuk memastikan bahwa visi. b. dan realisasi antara capaian rencana program dan prioritas yang direncanakan dalam RPJMD provinsi masing-masing.. serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).57 a. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi hasil RKPD provinsi masing-masing. tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah. (2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJPD provinsi. f. misi. arah. selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi lainnya. d. Pasal 181 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarprovinsi. e. Antarkabupaten/kota Dalam Wilayah Provinsi Pasal 180 Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah lingkup provinsi. b. . pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah provinsi.58 Paragraf 4 Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah Lingkup Provinsi. misi. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. selaras dengan visi. serta memperhatikan RPJPD dan RTRW provinsi lainnya. harus dapat menjamin perumusan: a. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). selaras dengan arah dan kebijakan RTRW provinsi. jangka menengah dan tahunan daerah. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. RPJPD memperhatikan RTRW provinsi lainnya. antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf a. telah mengacu pada RPJPN dan berpedoman pada RTRW provinsi. g. Pasal 182 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup provinsi. mencakup perumusan visi dan misi serta sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 181 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah provinsi.. visi. kebijakan dan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang nasional. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). arah. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup provinsi kepada Gubernur. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi. sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional. selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang nasional. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJPD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Daerah. prioritas pembangunan jangka panjang daerah provinsi. meliputi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang.

c. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). g. harus dapat menjamin perumusan: a. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. e. Pasal 183 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. dan dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJPD kabupaten/kota. telah mengacu pada RPJPD provinsi dan berpedoman pada RTRW kabupaten/kota masing-masing serta memperhatikan RPJPD dan RTRW kabupaten/kota lainnya. misi. arah. rencana pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan RTRW kabupaten/kota lainnya. f. visi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang provinsi dan nasional. (2) Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarkabupaten/kota menggunakan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota berkenaan. pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. mencakup perumusan visi dan misi serta sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. selaras dengan arah dan kebijakan RTRW kabupaten/kota masing-masing. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarkabupaten/kota. selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota lainnya. selaras dengan visi. prioritas pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. Pasal 184 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarkabupaten/kota. sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJPD kabupaten/kota masing-masing ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. misi. arah. kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota.59 (4) Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup provinsi kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. sebagai lampiran dari surat permohonan konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) huruf c. b. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. d. . sasaran pokok dan prioritas pembangunan jangka panjang provinsi dan nasional. tahapan.. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

visi dan misi SKPD provinsi. indikator kinerja. harus dapat menjamin perumusan: a.60 (3) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. f. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan strategis SKPD provinsi. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif SKPD provinsi. strategi dan kebijakan. berpedoman pada strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah. strategi dan kebijakan SKPD provinsi. indikator kinerja SKPD provinsi.. c. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). berpedoman pada tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah. d. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan sampai dengan Renstra SKPD provinsi ditetapkan. Pasal 187 (1) Kepala SKPD provinsi melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan strategis SKPD provinsi. mencakup kebijakan perencanaan strategis SKPD dan RPJMD Provinsi. berpedoman pada kebijakan umum dan program pembangunan serta program prioritas jangka menengah daerah serta memperhatikan hasil kajian lingkungan hidup strategis. rencana program dan kegiatan SKPD provinsi. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. Pasal 185 Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. (4) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2). rencana program dan kegiatan. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). berpedoman pada visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah. Pasal 186 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan strategis SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185. e. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. . b. kepala SKPD provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. telah berpedoman pada RPJMD provinsi serta memperhatikan hasil kajian lingkungan hidup strategis. berpedoman pada indikasi rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. mencakup perumusan visi dan misi. Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. sesuai dengan pentahapan pelaksanaan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi. indikator kinerja. dan pentahapan pelaksanaan program SKPD.

kebijakan. selaras dengan arah. program pembangunan jangka menengah daerah. selaras dengan visi. f. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). misi. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah serta pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi. telah berpedoman pada RPJPD dan RTRW provinsi. mengacu pada RPJMN dan memperhatikan RTRW provinsi lainnya.. kebijakan umum. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah. visi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah. sasaran. misi. selaras dengan b. sesuai dengan kewenangan. d. tujuan. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah provinsi. kebijakan umum dan program. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pengendalian dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sasaran. c. selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah provinsi lainnya. serta prioritas pembangunan nasional. dan karakteristik daerah. kebijakan. harus dapat menjamin perumusan: a. serta indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). arah. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN. misi. Pasal 188 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan evaluasi terhadap laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan strategik SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 ayat (3). visi. mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah provinsi. pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi lainnya. kebijakan. kebijakan. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJMD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Daerah. dan indikator kinerja daerah. tujuan. Kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD provinsi. Pasal 189 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan daerah jangka menengah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185 mencakup perumusan visi dan misi. e. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD provinsi. strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah provinsi. strategi dan arah kebijakan. .61 (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda provinsi. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. kondisi.

dan karakteristik daerah. serta indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). kebijakan. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJMD kabupaten/kota masing-masing ditetapkan dengan Peraturan Daerah. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah serta pemanfaatan struktur dan pola ruang kabupaten/kota. misi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi kepada Gubernur. d. (4) Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah. dan indikator kinerja daerah. visi. sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD kabupaten/kota. kebijakan. harus dapat menjamin perumusan: a. selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota lainnya. sasaran. dengan b. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota. selaras pemanfaatan struktur dan pola ruang kabupaten/kota lainnya. kondisi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 189 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. kebijakan. program pembangunan jangka menengah daerah. Pasal 191 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. selaras dengan arah. sasaran. mengacu pada RPJMD dan memperhatikan RTRW kabupaten/kota lainnya. tujuan. strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota masing-masing. e. kebijakan umum. kebijakan. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. . kebijakan umum dan program. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN sesuai dengan kewenangan. serta prioritas pembangunan nasional. selaras dengan visi. c. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah. strategi dan arah kebijakan. arah. sebagai lampiran dari surat permohonan konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2) huruf c.62 Pasal 190 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi. visi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). telah berpedoman pada RPJPD dan RTRW kabupaten/kota masing-masing. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). tujuan.. mencakup perumusan visi dan misi. misi. f. misi. dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah.

berpedoman pada rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah dalam RKPD.63 Pasal 192 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota. Pasal 193 Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. (3) Kepala SKPD menyampaikan laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda provinsi. harus dapat menjamin perumusan tujuan. kelompok sasaran. . indikator kinerja. sasaran. menggunakan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota berkenaan. sasaran. Pasal 194 (1) Pengendalian kebijakan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193 mencakup tujuan. mencakup perumusan kebijakan Renja SKPD dan kebijakan RKPD provinsi. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif SKPD. lokasi. (4) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. (2) Pengendalian terhadap kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 195 (1) Kepala SKPD provinsi melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan penyusuan Renja SKPD provinsi. rencana program dan kegiatan serta indikator kinerja. kepala SKPD kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan sampai dengan Renja SKPD provinsi ditetapkan. rencana program dan kegiatan. (2) Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan Renja SKPD provinsi telah berpedoman pada RKPD dan Renstra SKPD. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. dan pendanaan indikatif dalam Renja SKPD.. serta selaras dengan Renstra SKPD. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pasal 198 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup provinsi.. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194 ayat (4). (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). lokasi. sesuai dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil evaluasi kebijakan pembangunan tahunan daerah provinsi kepada Gubernur. rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam menyusun RKPD provinsi. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD provinsi.64 Pasal 196 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan evaluasi terhadap laporan hasil evaluasi kebijakan penyusunan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195 ayat (3). harus dapat menjamin perumusan: a. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD provinsi. c. (3) Kepala SKPD menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda provinsi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 197 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. kepala Bappeda melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. sesuai dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi. d. serta rencana program. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RKPD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. b. mencakup perumusan prioritas dan sasaran. dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi. e. maupun pada wilayah perbatasan antar provinsi/negara. prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam penyusunan RKPD provinsi. Kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD provinsi. serta pencapaian sasaran pembangunan tahunan nasional. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan RKPD provinsi telah berpedoman pada RPJMD provinsi dan mengacu pada RKP. . sesuai dengan prioritas pembangunan nasional terutama program/kegiatan yang mencakup atau terkait dengan dua wilayah provinsi atau lebih. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD provinsi. dan kegiatan prioritas daerah.

c. serta pencapaian sasaran pembangunan tahunan provinsi. e. Paragraf 5 Pengendalian Dan Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Lingkup Provinsi. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD kabupaten/kota. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan RKPD antarkabupaten/kota telah berpedoman pada RPJMD kabupaten/kota masingmasing dan mengacu pada RKPD provinsi. meliputi pelaksanaan RPJPD.. Pasal 200 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarkabupaten/kota. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). sesuai dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota masing-masing. harus dapat menjamin perumusan: a. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD kabupaten/kota. (3) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2). rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam menyusun RKPD kabupaten/kota. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RKPD kabupaten/kota masing-masing ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Peraturan Walikota. prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam penyusunan RKPD kabupaten/kota. Antarkabupaten/kota Dalam Wilayah Provinsi Pasal 201 Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah lingkup provinsi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. sesuai dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota masing-masing. d. maupun pada wilayah perbatasan antar kabupaten/kota. mencakup perumusan prioritas dan sasaran. . b. kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD kabupaten/kota masing-masing.65 Pasal 199 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 180. RPJMD dan RKPD. (2) Pengendalian terhadap kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). sesuai dengan prioritas pembangunan provinsi terutama program/kegiatan yang mencakup atau terkait dengan dua wilayah kabupaten/kota atau lebih. dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota. antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf b.

tujuan dan sasaran RPJMD provinsi. dan evaluasi . digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa visi. tujuan dan sasaran RPJMD kabupaten/kota masing-masing. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). telah dilaksanakan melalui RPJMD kabupaten/kota masing-masing.. misi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Pengendalian terhadap pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). misi. harus dapat menjamin sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. Pasal 205 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD antarkabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 204 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian pelaksanaan RPJPD lingkup provinsi kepada Gubernur. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. telah dilaksanakan melalui RPJMD provinsi. Pasal 204 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 mencakup pelaksanaan sasaran pokok dan arah kebijakan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah masing-masing kabupaten/kota. telah dipedomani dalam merumuskan penjelasan visi. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJPD. telah dipedomani dalam merumuskan penjelasan visi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJPD. misi. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. misi. mencakup pelaksanaan sasaran pokok dan arah kebijakan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah provinsi. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa visi. Pasal 203 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJPD lingkup provinsi. harus dapat menjamin sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan.66 Pasal 202 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJPD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah.

kelompok sasaran. rencana program. rencana program. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Kepala SKPD provinsi. pendanaan indikatif serta visi. kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. . Pasal 206 Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201. misi. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. misi. mencakup pelaksanaan Renstra SKPD. Pasal 209 (1) Kepala Bappeda provinsi menggunakan laporan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 208 ayat (3). dan visi. tujuan dan sasaran Renstra SKPD provinsi telah dijabarkan dalam tujuan dan sasaran Renja SKPD provinsi. melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). tujuan dan sasaran Renstra SKPD provinsi telah dilaksanakan melalui Renja SKPD provinsi. kegiatan.67 (3) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2). digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa indikator kinerja SKPD provinsi. sebagai bahan evaluasi pelaksanaan RPJMD provinsi. rencana program. Pasal 208 (1) Kepala SKPD provinsi melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD provinsi. tujuan dan sasaran Renstra SKPD provinsi. harus dapat menjamin: a. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. program. telah dipedomani dalam menyusun indikator kinerja dan kelompok sasaran. mencakup indikator kinerja SKPD provinsi. (3) Kepala SKPD provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD provinsi kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. dilakukan pemantauan dan supervisi pelaksanaan Renstra SKPD provinsi. indikator kinerja dan kelompok sasaran. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). kegiatan. b. (2) Dalam hal evaluasi terhadap laporan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rentra SKPD provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).. kegiatan. kepala SKPD provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. misi. kegiatan. Pasal 207 (1) Pengendalian pelaksanaan Renstra SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan RPJMD Provinsi. pendanaan indikatif serta visi. serta pendanaan indikatif Renstra SKPD provinsi. dana indikatif dan prakiraan maju Renja SKPD provinsi. kelompok sasaran.

harus dapat menjamin: a.68 (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. b. dan . mencakup program pembangunan daerah dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. telah dilaksanakan melalui RKPD provinsi. (2) Pengendalian pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). telah dipedomani dalam merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota masing-masing. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dilakukan melalui pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJMD kabupaten/kota. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). telah dipedomani dalam merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah provinsi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). program pembangunan jangka menengah daerah. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. mencakup program pembangunan daerah dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. harus dapat menjamin: a. dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi kepada Gubernur. Pasal 211 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMD provinsi. Pasal 212 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJMD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201.. Pasal 210 (1) Pengendalian pelaksanaan RPJMD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJMD provinsi. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program pembangunan daerah dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. program pembangunan jangka menengah daerah. (2) Pengendalian pelaksanaan RPJMD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1). telah dijabarkan kedalam rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah provinsi.

(2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). lokasi.69 b. harus dapat menjamin agar program dan kegiatan. pagu indikatif serta prakiraan maju. Pasal 213 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMD antarkabupaten/kota.. telah dilaksanakan melalui RKPD kabupaten/kota masing-masing. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program pembangunan dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program dan kegiatan. indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. Pasal 214 Pengendalian terhadap pelaksanaan RKPD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 mencakup Renja SKPD provinsi dan RKPD provinsi. (2) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mencakup program dan kegiatan. Pasal 216 (1) Pemantauan dan supervisi penyusunan RKA-SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215 ayat (2). lokasi. Kepala SKPD provinsi mengambil langkah-langkah penyempurnaan agar penyusunan RKA-SKPD provinsi sesuai dengan Renja SKPD provinsi. dilakukan melalui . pagu indikatif serta prakiraan maju dan indikator kinerja serta kelompok sasaran. dana indikatif yang disusun ke dalam RKA-SKPD provinsi sesuai dengan Renja SKPD provinsi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). lokasi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 ayat (2) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. pemantauan dan supervisi penyusunan RKA-SKPD provinsi. Pasal 217 (1) Kepala SKPD provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renja SKPD provinsi. telah disusun kedalam RKA-SKPD provinsi. (3) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui Bappeda provinsi. telah dijabarkan kedalam rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota masing-masing. Pasal 215 (1) Pengendalian pelaksanaan Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. dan indikator kinerja serta kelompok sasaran.

(2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rencana program dan kegiatan prioritas daerah. Pasal 221 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RKPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 201 mencakup prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah.. Pasal 220 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RKPD provinsi. Pasal 219 (1) Pengendalian pelaksanaan RKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214 mencakup prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD provinsi kepada Gubernur. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). rencana program dan kegiatan prioritas daerah. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat pemantauan dan supervisi pelaksanaan RKPD provinsi. Kepala Bappeda provinsi melakukan perbaikan/penyempurnaan. rencana program dan kegiatan prioritas daerah serta pagu indikatif yang ditetapkan dalam RKPD dijadikan pedoman penyusunan rancangan KUA. lokasi. (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui Bappeda provinsi. Pasal 218 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan evaluasi terhadap laporan hasil pemantauan dan supervisi pelaksanaan Renja SKPD provinsi yang disampaikan oleh kepala SKPD provinsi. melalui . PPAS dan APBD Provinsi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219 ayat (3) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan RKA-SKPD provinsi untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD provinsi. serta pagu indikatif. (1). serta pagu indikatif. PPAS dan APBD provinsi. dilakukan pemantauan dan supervisi pelaksanaan RKPD kabupaten/kota.70 (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan laporan hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. serta pagu indikatif telah disusun kedalam rancangan KUA. harus dapat menjamin prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan.

lokasi. RPJMD. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJPD lingkup provinsi. b. Pasal 224 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. (3) Bupati/Walikota menyampaikan hasil tindaklanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. PPAS dan APBD kabupaten/kota masing-masing. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf c. dan realisasi antara capaian sasaran pokok RPJPD provinsi dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang nasional. harus dapat menjamin prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. serta pagu indikatif telah disusun kedalam rancangan KUA. (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan evaluasi hasil RPJMD provinsi. untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang nasional. . realisasi antara sasaran pokok RPJPD provinsi dengan capaian sasaran RPJMD provinsi. Paragraf 6 Evaluasi Terhadap Hasil Rencana Pembangunan Daerah Lingkup Provinsi. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 221 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. Antarkabupaten/kota Dalam Wilayah Provinsi Pasal 223 Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah lingkup provinsi. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). misi dan sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi dapat dicapai. Pasal 222 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RKPD antarkabupaten/kota. RKPD. mencakup sasaran pokok arah kebijakan dan pentahapan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah. meliputi RPJPD.71 (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota. serta pagu indikatif dijadikan pedoman penyusunan KUA dan PPAS serta APBD kabupaten/kota masing-masing. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).. lokasi. dilakukan untuk memastikan bahwa visi. digunakan untuk mengetahui: a.

(2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).72 Pasal 225 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup provinsi. realisasi antara sasaran pokok arah kebijakan pentahapan RPJPD kabupaten/kota dengan capaian sasaran RPJMD kabupaten/kota masingmasing. (4) Kepala Bappeda provinsi melaporkan evaluasi terhadap hasil RPJPD provinsi kepada Gubernur. (2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (5) Gubernur menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Menteri Dalam Negeri. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi. misi dan sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota masing-masing. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJPD antarkabupaten/kota. . Pasal 228 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJMD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJMD provinsi. dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah provinsi. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil evaluasi RPJPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur. disampaikan kepada Bupati/Walikota sebagai bahan penyusunan RPJPD pada periode berikutnya. b. Pasal 227 (1) Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJPD antarkabupaten/kota. (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi pelaksanaan RPJPD kabupaten/kota masing-masing. tujuan dan sasaran. dan realisasi antara capaian sasaran pokok arah kebijakan RPJPD kabupaten/kota masing-masing dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).. mencakup indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan untuk mencapai misi. Pasal 226 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223 mencakup sasaran pokok arah kebijakan dan pentahapan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk mengetahui: a. (3) Hasil evaluasi RPJPD provinsi digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RPJPD provinsi untuk periode berikutnya. dilakukan untuk memastikan bahwa visi.

misi. realisasi antara rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan RPJMD kabupaten/kota masing-masing dengan capaian rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota masing-masing. digunakan untuk mengetahui: a. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. b. (5) Gubernur menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Menteri Dalam Negeri. dan realisasi antara capaian rencana program dan prioritas yang direncanakan dalam RPJMD kabupaten/kota masing-masing dengan sasaran pokok RPJPD kabupaten/kota masing-masing. tujuan dan sasaran. (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi hasil RKPD provinsi. dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJMD kabupaten/kota masing-masing. realisasi antara rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan RPJMD provinsi dengan capaian rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilakukan untuk memastikan bahwa visi. mencakup indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan untuk mencapai misi. tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang kabupaten/kota masing-masing dan sasaran pembangunan daerah jangka menengah daerah provinsi. digunakan untuk mengetahui: a. Pasal 229 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan evaluasi hasil RPJMD lingkup provinsi. tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah provinsi dan pembangunan jangka menengah nasional. (3) Hasil evaluasi RPJMD provinsi digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RPJMD provinsi untuk periode berikutnya. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi hasil RKPD kabupaten/kota masing-masing. serta dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah jangka menengah provinsi. Pasal 230 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJMD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. dan realisasi antara capaian rencana program dan prioritas yang direncanakan dalam RPJMD provinsi dengansasaran pokok dan prioritas serta sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan untuk memastikan bahwa visi. .. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). misi. (4) Kepala Bappeda provinsi melaporkan evaluasi terhadap hasil RPJMD provinsi kepada Gubernur.73 (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b.

lokasi dan dana indikatif. lokasi dan penyerapan dana dan kendala yang dihadapi. (5) Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD provinsi dilakukan setiap triwulan dalam tahun anggaran berjalan.74 Pasal 231 (1) Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJMD antarkabupaten/kota. Pasal 233 (1) Evaluasi terhadap hasil Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. Pasal 235 (1) Kepala Bappeda provinsi melakukan evaluasi terhadap laporan evaluasi Renja SKPD provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 234 ayat (4). kepala SKPD provinsi melakukan tindakan perbaikan/ penyempurnaan. (3) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil evaluasi RPJMD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur. Pasal 234 (1) Kepala SKPD melaksanakan evaluasi terhadap hasil Renja SKPD provinsi. misi Renstra SKPD provinsi serta prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah provinsi. mencakup program dan kegiatan. indikator kinerja. (4) Kepala SKPD provinsi menyampaikan laporan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi setiap triwulan dalam tahun anggaran berkenaan. (2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Bupati/Walikota sebagai bahan penyusunan RPJMD kabupaten/kota masingmasing pada periode berikutnya. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). untuk mewujudkan visi. Pasal 232 Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan tahunan daerah lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223 mencakup hasil Renja SKPD provinsi dan hasil RKPD provinsi. . ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. kelompok sasaran.. kelompok sasaran. lokasi dan penyerapan dana indikatif kegiatan Renja SKPD provinsi dicapai. dilakukan untuk memastikan bahwa indikator kinerja program. dilakukan melalui penilaian terhadap realisasi DPA-SKPD provinsi. digunakan untuk mengetahui realisasi pencapaian target indikator kinerja. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) Hasil evaluasi Renja SKPD provinsi menjadi bahan penyusunan Renja SKPD provinsi untuk tahun berikutnya. kelompok sasaran. (2) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

75 (2) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 238 (1) Evaluasi terhadap hasil RKPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD provinsi.. (3) Hasil evaluasi RKPD provinsi digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RKPD provinsi untuk tahun berikutnya. (5) Evaluasi dilaksanakan setiap triwulan dengan menggunakan hasil evaluasi hasil Renja SKPD provinsi. (5) Gubernur menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Menteri Dalam Negeri. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. Pasal 236 (1) Evaluasi terhadap hasil RKPD lingkup provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. digunakan untuk mengetahui: . (4) Kepala Bappeda provinsi melaporkan evaluasi terhadap hasil RKPD provinsi kepada Gubernur. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi dapat dicapai. digunakan untuk mengetahui: a. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RKPD provinsi. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dengan capaian indikator kinerja program. b. dan realisasi penyerapan dana program dan kegiatan yang direncanakan dalam RKPD provinsi dengan laporan realisasi APBD provinsi. serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. Kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. realisasi antara rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi. lokasi. lokasi. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). untuk mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah provinsi dan mencapai sasaran pembangunan tahunan nasional. Pasal 237 (1) Kepala Bappeda provinsi melaksanakan evaluasi terhadap hasil RKPD provinsi. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RKPD kabupaten/kota. (3) Kepala SKPD provinsi menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. mencakup prioritas dan sasaran pembangunan daerah. mencakup prioritas dan sasaran pembangunan daerah. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilakukan untuk memastikan bahwa target rencana program. Gubernur melalui kepala Bappeda menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD provinsi.

Pasal 241 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. arah. b.. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 239 (1) Kepala Bappeda provinsi antarkabupaten/kota. Paragraf 7 Pengendalian dan Evaluasi Terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah Lingkup Kabupaten/kota. harus dapat menjamin perumusan: a. (5) Evaluasi dilaksanakan setiap triwulan dengan menggunakan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD kabupaten/kota masing-masing. sasaran pokok dan prioritas pembangunan jangka panjang provinsi dan nasional. dan mencapai sasaran pembangunan tahunan nasional. realisasi antara rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota. lokasi. misi. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). lokasi. jangka menengah dan tahunan daerah. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota selaras dengan arah dan kebijakan RTRW kabupaten/kota. Pasal 240 Pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah lingkup lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf a. misi. mencakup perumusan visi dan misi serta sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. visi. dengan capaian indikator kinerja program. dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota. disampaikan kepada Bupati/Walikota sebagai bahan penyusunan RKPD kabupaten/kota masing-masing untuk tahun berikutnya (4) Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil evaluasi RKPD antarkabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Gubernur. kebijakan dan sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota selaras dengan visi. dilakukan untuk memastikan bahwa target rencana program.76 a. dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD kabupaten/kota masing-masing. arah. meliputi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang. melaksanakan evaluasi terhadap hasil RKPD (2) Hasil evaluasi hasil RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . dan realisasi penyerapan dana program dan kegiatan yang direncanakan dalam RKPD kabupaten/kota dengan laporan realisasi APBD kabupaten/kota masingmasing. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJPD kabupaten/kota ditetapkan dengan Peraturan Daerah. tahapan. b.

. harus dapat menjamin perumusan: a. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan sampai dengan Renstra SKPD kabupaten/kota ditetapkan. Pasal 244 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan strategis SKPD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 mencakup perumusan visi dan misi. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota lainnya rencana pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan RTRW kabupaten/kota lainnya. kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). indikator kinerja. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. g. strategi dan kebijakan. Pasal 242 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota.77 c. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD kabupaten/kota. rencana program dan kegiatan. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 241 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional. Pasal 243 Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240 mencakup kebijakan perencanaan strategis SKPD dan RPJMD kabupaten/kota. . telah mengacu pada RPJPD provinsi dan berpedoman pada RTRW kabupaten/kota serta memperhatikan RPJPD dan RTRW kabupaten/kota lainnya. prioritas pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang provinsi dan nasional. f. dan dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJPD kabupaten/kota. visi dan misi SKPD kabupaten/kota berpedoman pada visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah. d. e. (4) Bupati/Walikota menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota kepada Gubernur sebagai lampiran surat permohonan konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) huruf c. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

. dan pentahapan pelaksanaan program SKPD sesuai dengan pentahapan pelaksanaan program pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan strategis SKPD kabupaten/kota. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif SKPD kabupaten/kota berpedoman pada indikasi rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah. dan indikator kinerja daerah. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. kepala Bappeda kabupaten/kota menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Kepala SKPD. kegiatan SKPD kabupaten/kota berpedoman pada kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah serta memperhatikan hasil kajian lingkungan hidup strategis. Pasal 247 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan daerah jangka menengah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 mencakup perumusan visi dan misi. d. kepala SKPD kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. telah berpedoman pada RPJMD kabupaten/kota serta memperhatikan hasil kajian lingkungan hidup strategis. indikator kinerja SKPD kabupaten/kota berpedoman pada tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah. e. f. (3) Kepala SKPD kabupaten/kota menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda kabupaten/kota. strategi dan kebijakan SKPD kabupaten/kota berpedoman pada strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah..78 b. Pasal 246 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan evaluasi terhadap laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan strategik SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 245 ayat (3). Pasal 245 (1) Kepala SKPD kabupaten/kota melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan strategis SKPD kabupaten/kota. indikator kinerja. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RPJMD kabupaten/kota ditetapkan dengan Peraturan Daerah. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. rencana program. kebijakan umum dan program. serta indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. strategi dan arah kebijakan. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 244 pada ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (3) Kepala SKPD kabupaten/kota menyampaikan laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota.

(4) Bupati/Walikota menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota kepada Gubernur sebagai lampiran surat permohonan konsultasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) huruf c. serta prioritas pembangunan nasional.79 (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan karakteristik daerah. . visi. kondisi. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN sesuai dengan kewenangan. tujuan. strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota. kebijakan. mengacu pada RPJMD provinsi dan memperhatikan RTRW kabupaten/kota lainnya. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota lainnya. visi. misi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). kebijakan. Pasal 249 Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 240. dengan b. kebijakan. mencakup perumusan kebijakan Renja SKPD dan kebijakan RKPD kabupaten/kota. dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. kebijakan umum. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah kabupaten/kotate. Pasal 248 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota. e. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. c. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan visi.. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. sasaran. misi. arah. kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. tujuan. program pembangunan jangka menengah daerah selaras pemanfaatan struktur dan pola ruang kabupaten/kota lainnya. sasaran. berpedoman pada RPJPD dan RTRW kabupaten/kota. d. kebijakan. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah serta pemanfaatan struktur dan pola ruang kabupaten/kota. misi. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD kabupaten/kota. harus dapat menjamin perumusan: a. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota selaras dengan arah. f.

kepala Bappeda kabupaten/kota menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Kepala SKPD kabupaten/kota. dan pendanaan indikatif dalam Renja SKPD mempedomani rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah RKPD serta selaras dengan Renstra SKPD.. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan sampai dengan Renja SKPD kabupaten/kota ditetapkan. sasaran. indikator kinerja. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif SKPD. harus dapat menjamin perumusan: . sasaran rencana program dan kegiatan. rencana program dan kegiatan serta indikator kinerja. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (2) Pengendalian terhadap kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). rencana program. mencakup tujuan. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan RKPD kabupaten/kota ditetapkan dengan Peraturan Bupati/Peraturan Walikota. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). lokasi. mencakup perumusan prioritas dan sasaran. (3) Kepala SKPD menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda kabupaten/kota. Pasal 251 (1) Kepala SKPD kabupaten/kota melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan penyusunan Renja SKPD kabupaten/kota. Pasal 253 (1) Pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. kepala SKPD kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. Pasal 252 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan evaluasi terhadap laporan hasil evaluasi kebijakan penyusunan Renja SKPD kabupaten/kota sebagimana dimaksud dalam Pasal 251 ayat (3). digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan Renja SKPD kabupaten/kota telah berpedoman pada RKPD dan Renstra SKPD. (3) Kepala SKPD menyampaikan laporan hasil evaluasi kebijakan perencanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada kepala Bappeda kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). kelompok sasaran.80 Pasal 250 (1) Pengendalian kebijakan Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 249. harus dapat menjamin perumusan tujuan. dan kegiatan prioritas daerah. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). lokasi.

maupun pada wilayah perbatasan antar kabupaten/kota.81 a. mencakup pelaksanaan sasaran pokok dan arah kebijakan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. harus dapat menjamin sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. b. sesuai dengan indikasi rencana program prioritas yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota. prioritas dan sasaran pembangunan daerah dalam penyusunan RKPD kabupaten/kota. RPJMD dan RKPD Pasal 256 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RPJPD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. tujuan dan sasaran RPJMD kabupaten/kota. sesuai dengan prioritas pembangunan provinsi terutama program/kegiatan yang mencakup atau terkait dengan dua wilayah kabupaten/kota atau lebih. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa perumusan kebijakan RKPD telah berpedoman pada RPJMD kabupaten/kota dan mengacu pada RKPD provinsi. ayat (1). dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD kabupaten/kota. dan sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD kabupaten/kota. c.. . sesuai dengan program pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RPJMD kabupaten/kota. e. Pasal 255 Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf b. kepala Bappeda provinsi melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada pemantauan dan supervisi pelaksanaan RPJPD. Paragraf 8 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Lingkup Kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 253 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. serta pencapaian sasaran pembangunan tahunan provinsi. d. meliputi pelaksanaan RPJPD. rencana program dan kegiatan prioritas dalam menyusun RKPD kabupaten/kota. misi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). dilakukan melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 254 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota. rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam menyusun RKPD kabupaten/kota. telah dipedomani dalam merumuskan penjelasan visi.

telah dilaksanakan melalui Renja SKPD kabupaten/kota. misi. rencana program. tujuan dan sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota. kegiatan. tujuan dan sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota telah dijabarkan dalam tujuan dan sasaran Renja SKPD kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 259 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. b. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam upaya mencapai visi. sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah. dana indikatif dan prakiraan maju Renja SKPD kabupaten/kota. Pasal 257 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJPD lingkup kabupaten/kota. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kegiatan. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota. kegiatan. mencakup indikator kinerja SKPD serta rencana program. indikator kinerja dan kelompok sasaran. misi. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif serta visi. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pendanaan indikatif Renstra SKPD kabupaten/kota. tujuan dan sasaran Renstra SKPD. Pasal 260 (1) Kepala SKPD kabupaten/kota melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan Renstra SKPD. kegiatan. dan visi. Pasal 258 Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. harus dapat menjamin: a. misi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). telah dilaksanakan melalui RPJMD kabupaten/kota. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJPD lingkup kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. Pasal 259 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. kepala SKPD kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa visi. rencana program. misi.82 (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).. dan RPJMD kabupaten/kota. mencakup pelaksanaan Renstra SKPD. telah dipedomani dalam menyusun indikator kinerja dan kelompok sasaran. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 ayat (4) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa indikator kinerja SKPD kabupaten/kota. kepala Bappeda melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. . program.

pembangunan jangka menengah daerah telah dilaksanakan melalui RKPD kabupaten/kota. Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota menyampaikan rekomendasi langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD kabupaten/kota. Pasal 263 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD kabupaten/kota. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi perumusan kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program pembangunan dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. harus dapat menjamin: a. Pasal 261 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota menggunakan laporan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 260 ayat (3). dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan pembangunan jangka menengah daerah telah dijabarkan kedalam rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi terhadap laporan hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Pengendalian pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Kepala SKPD kabupaten/kota menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota. b. (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). sebagai bahan evaluasi pelaksanaan RPJMD kabupaten/kota. dilakukan melalui pemantauan dan supervisi terhadap pelaksanaan RPJMD kabupaten/kota. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)..83 (3) Kepala SKPD kabupaten/kota melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi Renstra SKPD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota. kepala Bappeda melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. program pembangunan jangka menengah daerah telah dipedomani dalam merumuskan prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah kabupaten/kota. ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. mencakup program pembangunan daerah dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan. . (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262 ayat (4). Pasal 262 (1) Pengendalian pelaksanaan RPJMD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.

lokasi. (3) Kepala SKPD menyampaikan laporan triwulan hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265 ayat (2) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota.. mencakup Renja SKPD kabupaten/kota dan RKPD kabupaten/kota. (3) Kepala SKPD kabupaten/kota menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota. Pasal 268 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan evaluasi terhadap laporan hasil pemantauan dan supervisi pelaksanaan Renja SKPD kabupaten/kota yang disampaikan oleh kepala SKPD kabupaten/kota. lokasi. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. dilakukan pemantauan dan supervisi penyusunan RKA-SKPD kabupaten/kota. (2) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pagu indikatif serta prakiraan maju dan indikator kinerja serta kelompok sasaran. lokasi. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa program dan kegiatan. telah disusun kedalam RKA-SKPD kabupaten/kota. Kepala SKPD kabupaten/kota mengambil langkah-langkah penyempurnaan agar penyusunan RKA-SKPD kabupaten/kota sesuai dengan Renja SKPD kabupaten/kota. Pasal 265 (1) Pengendalian pelaksanaan Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264. harus dapat menjamin agar program dan kegiatan. (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 267 (1) Kepala SKPD melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Renja SKPD kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265 ayat (2) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan.84 Pasal 264 Pengendalian terhadap pelaksanaan RKPD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. dana indikatif yang disusun ke dalam RKA-SKPD kabupaten/kota sesuai dengan Renja SKPD kabupaten/kota. pagu indikatif serta prakiraan maju. melalui . dan indikator kinerja serta kelompok sasaran. Pasal 266 (1) Pemantauan dan supervisi terhadap penyusunan RKA-SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265 ayat (2). Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan RKA-SKPD kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD kabupaten/kota. mencakup program dan kegiatan.

dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJPD lingkup kabupaten/kota. digunakan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. misi dan sasaran pokok arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang provinsi. Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. RPJMD. rencana program dan kegiatan prioritas daerah serta pagu indikatif yang ditetapkan dalam RKPD dijadikan pedoman penyusunan rancangan KUA. (2) Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269 ayat (3) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. dilakukan untuk memastikan bahwa visi. serta pagu indikatif.. Paragraf 9 Evaluasi Terhadap Hasil Rencana Pembangunan Daerah Lingkup Kabupaten/kota. Pasal 271 Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf c. RKPD. dan realisasi antara capaian sasaran pokok arah kebijakan pentahapan RPJPD kabupaten/kota dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang provinsi. (4) Hasil pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasal 272 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271. b. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). PPAS dan APBD kabupaten/kota. realisasi antara sasaran pokok arah kebijakan pentahapan RPJPD kabupaten/kota dengan capaian sasaran RPJMD kabupaten/kota. meliputi RPJPD. Pasal 270 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RKPD kabupaten/kota. melalui (3) Pemantauan dan supervisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (2) Pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1). harus dapat menjamin prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. mencakup sasaran pokok arah kebijakan dan pentahapan untuk mencapai misi dan mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah. PPAS dan APBD kabupaten/kota. rencana program dan kegiatan prioritas daerah. (3) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. serta pagu indikatif telah disusun kedalam rancangan KUA. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).85 Pasal 269 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan RKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 mencakup prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah. dilakukan pemantauan dan supervisi pelaksanaan RKPD kabupaten/kota. . digunakan untuk mengetahui: a. rencana program dan kegiatan prioritas daerah.

dan realisasi antara capaian rencana program dan prioritas yang direncanakan dalam RPJMD kabupaten/kota dengan prioritas dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi. digunakan untuk mengetahui: a. (5) Bupati/Walikota menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. Pasal 273 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup kabupaten/kota. tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah kabupaten/kota. (4) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan evaluasi terhadap hasil RPJPD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota.. . dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJMD lingkup kabupaten/kota. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (3) Hasil evaluasi RPJMD kabupaten/kota digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RPJMD kabupaten/kota untuk periode berikutnya. realisasi antara rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan RPJMD kabupaten/kota dengan capaian rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). tujuan dan sasaran. (4) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan evaluasi terhadap hasil RPJMD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi hasil RKPD kabupaten/kota. dilakukan untuk memastikan bahwa visi. misi.86 (5) Evaluasi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dengan menggunakan hasil evaluasi terhadap hasil RPJMD kabupaten/kota. b. (3) Hasil evaluasi RPJPD kabupaten/kota digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RPJPD kabupaten/kota untuk periode berikutnya. Pasal 274 (1) Evaluasi terhadap hasil RPJMD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 mencakup indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan untuk mencapai misi. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota. Pasal 275 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan evaluasi hasil RPJMD lingkup kabupaten/kota.

. Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh kepala SKPD Bupati/Walikota. Pasal 276 Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 271 mencakup hasil rencana Renja SKPD kabupaten/kota dan hasil RKPD kabupaten/kota. dilakukan untuk memastikan bahwa indikator kinerja program dan kegiatan Renja SKPD kabupaten/kota dapat dicapai dalam rangka mewujudkan visi. indikator kinerja dan kelompok sasaran. Pasal 277 (1) Evaluasi terhadap hasil Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kepala SKPD kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. Pasal 279 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan evaluasi terhadap hasil evaluasi Renja SKPD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277 ayat (4). (4) Kepala SKPD kabupaten/kota menyampaikan laporan hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota setiap triwulan dalam tahun anggaran berkenaan. serta dana indikatif.87 (5) Bupati/Walikota menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. mencakup program dan kegiatan. (2) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. dilakukan melalui penilaian terhadap realisasi DPA-SKPD kabupaten/kota. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (5) Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD kabupaten/kota dilakukan setiap triwulan dalam tahun anggaran berjalan. Pasal 278 (1) Kepala SKPD melaksanakan evaluasi terhadap hasil Renja SKPD kabupaten/kota. (3) Kepala SKPD menyampaikan hasil tindaklanjut perbaikan/penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Bupati/Walikota melalui kepala Bappeda kabupaten/kota. penyerapan dana dan kendala yang dihadapi. digunakan untuk mengetahui realisasi pencapaian target indikator kinerja. (2) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. misi Renstra SKPD kabupaten/kota serta prioritas dan sasaran pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota. lokasi. (3) Hasil evaluasi Renja SKPD kabupaten/kota menjadi bahan bagi penyusunan Renja SKPD kabupaten/kota untuk tahun berikutnya.. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

88 Pasal 280 (1) Evaluasi terhadap hasil RKPD lingkup kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276 mencakup prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas daerah. (4) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan. hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa substansi yang dirumuskan. (3) Penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (2). realisasi antara rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota dengan capaian indikator kinerja program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD kabupaten/kota. d. (5) Evaluasi dilaksanakan setiap triwulan dengan menggunakan hasil evaluasi hasil Renja SKPD kabupaten/kota. dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RKPD lingkup kabupaten/kota. dan realisasi penyerapan dana program dan kegiatan yang direncanakan dalam RKPD kabupaten/kota dengan laporan realisasi APBD kabupaten/kota. (5) Bupati/Walikota menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) kepada Gubernur melalui kepala Bappeda provinsi. b. terjadi perubahan yang mendasar. . tidak sesuai dengan tahapan dan tatacara penyusunan rencana pembangunan daerah yang diatur dalam Peraturan Menteri ini. c. tidak sesuai dengan Peraturan Menteri ini. (3) Hasil evaluasi RKPD kabupaten/kota digunakan sebagai bahan bagi penyusunan RKPD kabupaten/kota untuk tahun berikutnya. dan/atau merugikan kepentingan nasional. kepala Bappeda kabupaten/kota melakukan tindakan perbaikan/penyempurnaan. Pasal 281 (1) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaksanakan evaluasi terhadap hasil RKPD kabupaten/kota. BAB X PERUBAHAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH Bagian Kesatu Umum Pasal 282 (1) Perubahan RPJPD dan RPJMD hanya dapat dilakukan apabila: a. b. dilakukan untuk memastikan bahwa target rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD kabupaten/kota dapat dicapai dalam rangka mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota dan mencapai sasaran pembangunan tahunan provinsi. (4) Kepala Bappeda kabupaten/kota melaporkan evaluasi terhadap hasil RKPD kabupaten/kota kepada Bupati/Walikota.. digunakan untuk mengetahui: a. (2) Dalam hal evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 283 RPJPD dan RPJMD perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282 ditetapkan dengan Peraturan Daerah. keadaan darurat dan keadaan luar biasa sebagaimana ditetapkan dalam perturan perundang-undangan. Pasal 286 (1) Perubahan RKPD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285 ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.. (3) Merugikan kepentingan nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d. rencana program dan kegiatan prioritas daerah. . perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan. goncangan politik. Pasal 284 Dalam hal pelaksanaan RPJPD dan RPJMD terjadi perubahan capaian sasaran tahunan tetapi tidak mengubah target pencapaian sasaran akhir pembangunan jangka panjang dan menengah. apabila bertentangan dengan kebijakan nasional. konflik sosial budaya. c. Pasal 285 (1) RKPD dapat diubah dalam hal tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dalam tahun berjalan. seperti: a. mencakup antara lain terjadinya bencana alam. keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan. (2) Gubernur menyampaikan Peraturan Gubernur tentang Perubahan RKPD Provinsi kepada Menteri Dalam Negeri bersamaan dengan penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD provinsi tahun berkenaan untuk dievaluasi. (3) Bupati/Walikota menyampaikan Peraturan Bupati/Peraturan Walikota tentang Perubahan RKPD Kabupaten/kota kepada Gubernur bersamaan dengan penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD kabupaten/kota tahun berkenaan untuk dievaluasi dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri. gangguan keamanan.89 (2) Perubahan yang mendasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. pemekaran daerah. prioritas dan sasaran pembangunan. atau perubahan kebijakan nasional. dan/atau anggaran b. krisis ekonomi. penetapan perubahan RPJPD dan RPJMD ditetapkan dengan peraturan kepala daerah. (2) Perkembangan keadaan dalam tahun berjalan sebagaiman dimaksud pada ayat (1).

(5) RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan kepala daerah sebagai dasar penyusunan KUA. prioritas. Pasal 290 Tahapan. dan mengacu pada RPJMN untuk keselaran program dan kegiatan pembangunan daerah provinsi dengan pembangunan nasional. penyusunan RKPD berpedoman pada sasaran pokok arah kebijakan RPJPD kabupaten/kota dan mengacu pada RPJMD provinsi untuk keselaran program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten/kota dengan pembangunan daerah provinsi. berpedoman pada RPJMD provinsi/kabupaten/kota induk. dan RAPBD. (3) Berpedoman pada RPJMD provinsi/kabupaten/kota induk sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3) RKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menjadi bagian dari RPJMD yang akan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. disusun rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. tatacara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RKPD bagi daerah yang belum memiliki RPJMD dan bagi daerah otonom baru tetap berpedoman pada ketentuan Peraturan Menteri ini. (2) RPJMD sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan sasaran pembangunan daerah serta rencana program dan kegiatan prioritas pembangunan tahunan daerah. BAB XII . Bagian Kedua Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Otonom Baru Pasal 289 (1) Penjabat kepala daerah otonom baru menyusun rancangan RKPD (2) Penyusunan rancangan RKPD sebagaimana dimaksud ayat (1). Pasal 288 (1) Kepala daerah yang diperpanjang masa jabatannya 2 (dua) tahun atau lebih. lokasi.. diwajibkan menyusun RPJMD. menjadi pedoman untuk penyusunan RKPD selama kurun waktu masa jabatan. (4) Berdasarkan hasil analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (3).90 BAB XI PENYUSUNAN RKPD BAGI DAERAH YANG BELUM MEMILIKI RPJMD DAN DAERAH OTONOM BARU Bagian Kesatu Penyusunan RKPD bagi Daerah yang belum memiliki RPJMD Pasal 287 (1) Untuk menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah provinsi. (2) Untuk menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah kabupaten/kota. penyusunan RKPD berpedoman pada sasaran pokok arah kebijakan RPJPD provinsi. PPAS. yaitu mengacu pada identifikasi permasalahan pembangunan dan isu-isu strategis berdasarkan evaluasi hasil pelaksanaan RKPD tahun lalu dalam wilayah administratif pemerintahan daerah otonom yang baru dibentuk.

dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang dilaksanakan secara berkala dan/atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. mencakup perencanaan. supervisi. dilakukan terhadap pelaksanaan dari Peraturan Menteri ini dalam hal penyusunan. konsultasi. pengendalian. pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota serta aparatur pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota. Pasal 295 (1) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (2) Pemberian 294 meliputi pemberian pedoman. yang dilakukan bersama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah lingkup provinsi dan kabupaten/kota. pengendalian. pendidikan dan pelatihan. mencakup penyusunan. konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). meliputi pemberian pedoman. pimpinan dan anggota DPRD serta aparatur pemerintah daerah. (4) Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . pengendalian. Pasal 292 (1) Pembinaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (2) Pemberian 291. (3) Pemberian bimbingan. (3) Pemberian bimbingan. supervisi. walikota/wakil walikota.. bimbingan. pengendalian. pendidikan dan pelatihan. dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (4) Pendidikan dan pelatihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). mencakup perencanaan. dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. mencakup penyusunan. dilaksanakan bagi bupati/wakil bupati. Pasal 293 Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 291. pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah. pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah. konsultasi. dilaksanakan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah. dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah yang dilaksanakan secara berkala dan/atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (1). supervisi.91 PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 291 Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap perencanaan. supervisi. bimbingan. Pasal 294 Gubernur melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap perencanaan.

diatur dengan Peraturan Gubernur. kepala daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1982 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah. Renstra SKPD. . Pasal 299 (1) Tata cara koordinasi penyusunan rencana pembangunan antarkabupaten/kota. tahapan dan tata cara penyusunan RPJPD. tetap digunakan sampai dengan disusun dan ditetapkan rencana pembangunan daerah sesuai dengan tahapan dan tatacara penyusunan yang diatur dalam Peraturan Menteri ini. RPJMD dapat mempedomani tahapan dan tatacara penyusunan sesuai dengan Peraturan Menteri ini. daerah (2) Pelaksanaan musrenbang RPJPD. Pasal 300 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri ini. RPJMD. BAB XIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 297 (1) Daerah yang sedang menyusun atau akan mengubah RPJPD. RKPD. Lampiran III. ditetapkan paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini ditetapkan.92 Pasal 296 Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294 dilakukan terhadap pelaksanaan dari Peraturan Menteri ini dalam penyusunan. RPJMD dan RKPD diatur dengan peraturan (3) Peraturan Gubernur dan Peraturan kepala daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Lampiran VI dan Lampiran VII sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Lampiran IV. Lampiran II. Renja SKPD dan pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Lampiran V.. BAB XIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 298 Tata cara pengolahan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. masing-masing tercantum dalam Lampiran I. pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan daerah lingkup provinsi dan kabupaten/kota. (2) Rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan.

. ttd PATRIALIS AKBAR LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 517 Salinan sesuai dengan aslinya Plt.93 Pasal 301 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 2010 MENTERI DALAM NEGERI.KEPALA BIRO HUKUM ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina (IV/a) NIP 19690824 199903 1 001 . ttd GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 21 Oktober 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.

TATA CARA PENYUSUNAN. DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BUKU I) TATA CARA PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2010 . PENGENDALIAN.KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN.

Melihat trend (kecenderungan). Memprediksi kondisi dan perkembangan pembangunan daerah terhadap aspek yang dianalisis dapat dilakukan dengan berbagai cara. serta kegiatan sejenis lainnya yang dilaksanakan secara periodik oleh SKPD. serta memenuhi kriteria dalam rangka pencapaian indikator kinerja kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. 2. Analisis kondisi umum daerah bertujuan untuk menghasilkan dan memutakhirkan gambaran umum kondisi daerah yang diperlukan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. pemerintahan daerah provinsi. monitoring dan evaluasi. grafik. c. Data dan informasi yang digunakan untuk mendukung penjelasan fakta dan permasalahan. Analisis Kondisi Umum Daerah. Menggunakan formula/rumus penghitungan baku terhadap obyek tertentu. Menggunakan metode regresi linier atau metode lainnya. dapat disajikan dalam bentuk tabel. dan/atau c. Hasil evaluasi capaian kinerja rencana pembangunan daerah periode sebelumnya yaitu: a. Perbandingan dengan daerah/wilayah/kawasan lainnya. 2) Data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) pusat maupun daerah dan instansi pemerintah. Menyatakan suatu fakta dan permasalahan dari suatu aspek yang dianalisis dapat dilakukan dengan cara: a. antara lain: a. Perbandingan antar waktu. Jenis data dan informasi gambaran umum kondisi daerah berikut sumbernya dapat diperoleh melalui: 1) Data primer yang diperoleh dari kegiatan penelitian. dan/atau Menggunakan asumsi berdasarkan hasil pengamatan obyek tertentu.LAMPIRAN I : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 54 Tahun 2010 TANGGAL : 21 Oktober 2010 TATA CARA PENGOLAHAN DATA DAN INFORMASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Pengolahan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah mencakup data dan informasi gambaran umum kondisi daerah yang meliputi data kondisi geografis dan demografis daerah. gambar. Memiliki hubungan/keterkaitan dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah. dan lain-lain disertai dengan penjelasan yang memadai. Hasil evaluasi kinerja RPJPD periode sebelumnya untuk menyusun RPJPD periode berikutnya. hasil riset/audit/studi oleh lembaga yang kompeten dibidangnya. . Hasil evaluasi kinerja RPJMD periode sebelumnya untuk menyusun RPJMD periode berikutnya. aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah. 3. Perbandingan dengan standar yang berlaku (nasional/internasional). b. dan data terkait dengan indikator kinerja kunci penyelenggaraan pemerintahan daerah meliputi aspek kesejahteraan masyarakat. b. 4. b. dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. d. Dalam analisis kondisi umum daerah agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1.

luas wilayah menurut batas administrasi pemerintahan kabupaten/kota/kecamatan/desa dan kelurahan. agama. tsunami. struktur. dan distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. a. gempa tektonik dan vulkanik dan lain-lain. longsor. serta penuaan. danau dan rawa c) Debit 6) Klimatologi. industri. pariwisata. pertambangan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. Demografi Memberikan deskripsi ukuran. antara lain meliputi: (1) (2) (3) (4) (5) Pedalaman Terpencil Pesisir Pegunungan Kepulauan 3) Topografi. antara lain terdiri dari: a) Kawasan budidaya b) Kawasan lindung b. c. antara lain terdiri dari: a) Kemiringan lahan b) Ketinggian lahan 4) Geologi. . Data dan Informasi Kondisi Umum Daerah. d. Data dan informasi kondisi umum daerah sekurang-kurangnya mencakup: 1. seperti banjir. mencakup karakteristik dan potensi pengembangan wilayah. pertanian. abrasi. kerentanan wilayah terhadap bencana. Potensi pengembangan wilayah Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya seperti perikanan. antara lain terdiri dari: a) Daerah Aliran Sungai b) Sungai.-2A. antara lain terdiri dari: a) b) c) d) Tipe Curah hujan Suhu Kelembaban 7) Penggunaan lahan. Aspek Geografi dan Demografi Memberikan gambaran dan hasil analisis terhadap kondisi geografis daerah. Karakteristik lokasi dan wilayah. mencakup: 1) Luas dan batas wilayah administrasi 2) Letak dan kondisi geografis antara lain terdiri dari: a) Posisi astronomis b) Posisi geostrategis c) Kondisi/kawasan. antara lain terdiri dari: a) Struktur dan karakteristik b) Potensi kandungan 5) Hidrologi. Wilayah rawan bencana Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah dapat diidentifikasi wilayah yang berpotensi rawan bencana alam. kematian. kewarganegaraan. kebakaran hutan. atau etnisitas tertentu. migrasi.

1.T-I.5 G > 0.A.T-I. Sedangkan dihitung dengan rumus sebagai berikut : } 1. Pertumbuhan PDRB Dimana: +1 = tahun pengamatan PDRB = tahun pengamatan PDRBsebelumnya { Dimana : = perubahan inflasi dari nilai tahun sebelumnya = adalah periode pengamatan perubahan nilai inflasi.. Kepegawaian dan Persandian 1. pada setiap kecamatan di wilayah masing-masing. Laju inflasi provinsi Dimana : = = = 1. Otonomi Daerah. 2. jika:    G < 0. fokus menurut bidang urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.. Perangkat Daerah. Administrasi Keuangan Daerah. G  1   Pi (Qi  Qi 1 ) i 1 dimana: 1.1 ASPEK.-3Hasil analisis geografis dapat disajikan dalam bentuk tabel. sedangkan untuk kabupaten/kota. Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Untuk mengetahui capaian indikator kinerja dari setiap aspek. Indeks Gini Pi : persentase rumahtangga atau penduduk pada kelas ke-i Qi : persentase kumulatif total pendapatan atau pengeluaran sampai kelas ke-i Nilai gini ratio berkisar antara 0 dan 1.3 0. Pemerintahan Umum.3 ≤ G ≤ 0.1. PDRB per kapita k nilai inflasi pada tahun n nilai pada 1 tahun berikutnya tahun .5 = = = ketimpangan rendah ketimpangan sedang ketimpangan tinggi .4. dapat menggunakan formula yang di disajikan dalam Tabel.3. Hal yang perlu diperhatikan bahwa sumber data dan informasi yang akan diolah untuk mengevaluasi capaian indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi. FOKUS DAN INDIKATOR KINERJA MENURUT BIDANG URUSAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi 1.2. Tabel. merupakan data dan informasi yang menggambarkan keadaan senyatanya pada setiap kabupaten/kota.A.

-4NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS Dimana: YD4 = Persentase pendapatan yang diterima oleh 40 % penduduk 1. Pendidikan 1.7. Angka rata-rata lama sekolah Kombinasi antara partisipasi sekolah.2. Angka pendidikan yang ditamatkan Dimana: h = t = = = jenjang pendidikan tahun jumlah penduduk yang mencapai jenjang pendidikan h pada tahun t total jumlah penduduk pada tahun t .4.8. jenjang pendidikan yang sedang dijalani.5. h = a = t = = = jenjang pendidikan kelompok usia tahun adalah jumlah penduduk yang pada tahun tdari berbagai usia sedangsekolah pada jenjang pendidikan h adalah jumlah penduduk yang pada tahun tberada pada kelompok usia yaitu kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan h 1.3. Angka melek huruf dimana: = = = angka melek huruf ( penduduk usia 15 tahunkeatas) pada tahun t Jumlah penduduk (usia diatas 15 tahun) yang bisa menulis pada tahun t Jumlah penduduk usia 15 tahunkeatas 1. dan pendidikan yang ditamatkan.6.1. kelas yang diduduki. Pemerataan pendapatan versi Bank Dunia lapisan bawah Qi -l = Persentase kumulatif pendapatan ke i-1 Pi qi = Persentase kuraulatif penduduk ke i = Persentase pendapatan ke i √ Dimana: Untuk kabupaten/kota: Yi Y 1. 1. Indeks ketimpangan Williamson (Indeks Ketimpangan Regional) Fi n = = = = PDRB perkapita di kecamatan I PDRB perkapita rata-rata kab/kota jumlah penduduk di kecamatan i jumlahpenduduk di kab/kota Untuk provinsi Yi = Y fi n = = = PDRB perkapita di kab/kota i PDRB perkapita rata-rata provinsi jumlah penduduk di kab/kota i jumlah penduduk di provinsi 1. 1. Angka partisipasi kasar Dimana. Persentase penduduk diatas garis kemiskinan Angka kriminalitas yang tertangani (100 – angka kemiskinan) 0 000 Fokus Kesejahteraan Masyarakat 1.

2.1.1. 2.1.1.3. 4.5.000 penduduk Jumlah gedung kesenian per 10.3. 1.2. Angka Partisipasi Murni a t = = = = = jenjang pendidikan kelompok usia tahun jumlah siswa/penduduk kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada tahun t jumlah penduduk kelompok usia a 1. Angka usia harapan hidup Angka perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur 2. 2. Jumlah grup kesenian per 10. .000 penduduk.-5NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS dimana: h 1. 2.1. 2.2.000 penduduk. Jumlah klub olahraga b.1. Persentase balita gizi buruk Pertanahan Persentase penduduk yang memiliki lahan Ketenagakerjaan Rasio penduduk yang bekerja Penduduk memiliki lahan x100 Jumlah penduduk 00 Fokus Seni Budaya dan Olahraga 1. 1.2.5.5. 4. 00 00 ∑ Dimana: 2. Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B Angka Partisipasi Murni (APM)) SMA/SMK/MA/Paket C Kesehatan 3 5 3 5 00 1. Jumlah gedung olahraga Jumlah klub olahraga per 10.2. 3. 3. Kebudayaan Jumlah grup kesenian Jumlah gedung Pemuda dan Olahraga a. Angka kelangsungan hidup bayi 1 AKB = per 1000 kelahiran = Angka Kematian Bayi / Infant Mortality Rate (IMR) = Jumlah Kematian Bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu. ∑LahirHidup = Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu.5. Jumlah gedung olahraga per 10. 1.000 penduduk.

4.3. 1. Fasilitas Pendidikan: Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik Sekolah pendidikan SMP/MTs dan SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Angka Putus Sekolah: 00 00 1. Pendidikan Pendidikan dasar: dimana: h 1.2.-6NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS ASPEK PELAYANAN UMUM Fokus Layanan Urusan Wajib 1.1.1. 1.4. 1.5.4. 1.3.4.1.2.3.5.2. Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah Rasio guru/murid Rasio guru/murid per kelas ratarata Pendidikan menengah: Angka partisipasi sekolah Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah Rasio guru terhadap murid Rasio guru terhadap murid per kelas rata. Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI 00 1.rata Penduduk yang berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara) G G 3 5 0 000 0 000 000 000 0 000 0 000 0 000 5 5 00 1. 1.1. 1.2.3. 1.1.2. 00 1.2.2.1. 1.1. 1.2. Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs 00 . – 1. 1.1.5. 1. 1. Angka partisipasi sekolah a t = = = = = jenjang pendidikan kelompok usia tahun jumlah siswa kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada tahun t jumlah penduduk kelompok usia a 1.3.2.1.2.1.5.

00 2. 2.3. 2.3.5. 2. 2. Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA 00 1.6. Cakupan kunjungan bayi 00 2.2. 1.11. 1.5.6. 00 000 000 000 000 2. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin 00 2. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs 00 1.2. 00 00 G .6. Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan 00 2. 00 2.7. pustu per satuan penduduk Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk Rasio dokter per satuan penduduk Rasio tenaga medis per satuan penduduk Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 00 .6.6. 000 00 1.8. . 00 2.9. . AngkaKelulusan: 00 1. Angka Kelulusan (AL) SD/MI 1.5.6.6.3.1.-7NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS 1.10.12. 2. Cakupan puskesmas 00 . 2.4.6. Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV Kesehatan Rasio posyandu per satuan balita Rasio puskesmas.4.1. 2.14. 00 2. poliklinik.13.6.

3.9. 3.15.2. 00 00 00 .6. 00 3.10.5. 3.15.-8NO 2.5 m) Sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar Drainase dalam kondisi baik/ pembuangan aliran air tidak tersumbat Pembangunan turap di wilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenangan kota Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik Lingkungan Pemukiman Perumahan Rumah tangga pengguna air bersih Rumah tangga pengguna listrik Rumah tangga ber-Sanitasi Lingkungan pemukiman kumuh Rumah layak huni 00 00 00 00 000 RUMUS 00 000 00 000 3. 3. 00 3. 4. 4.2.4. 4. 4. 00 3.7.18.1. 3.13.17.4. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Cakupan pembantu puskesmas PekerjaanUmum Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik Rasio Jaringan Irigasi Rasio tempat ibadah per satuan penduduk Persentase rumah tinggal bersanitasi Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk Rasio rumah layak huni Rasio permukiman layak huni Panjang jalan dilalui Roda 4 Jalan Penghubung dari ibukota kecamatan ke kawasan pemukiman penduduk (mimal dilalui roda 4) Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik ( > 40 KM/Jam ) Panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase/saluran pembuangan air ( minimal 1.1.14.5. 00 3. 3.12. 4.11. 3. 3. 4. 00 3. 00 3. 3.8. 3. 00 3.3. 3.16. 3.

3. Jumlah uji kir angkutan umum Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Angkutan darat 7. Jumlah arus penumpang angkutan umum yang masuk/keluar daerah – RUMUS G 00 6. Ada/ tidak 6.1.3. 5.IMB per satuan bangunan Ruang publik yang berubah peruntukannya Perencanaan Pembangunan Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yg telah ditetapkan dgn PERDA Tersedianya Dokumen Perencanaan : RPJMD yg telah ditetapkan dgn PERDA/PERKADA Tersedianya Dokumen Perencanaan : RKPD yg telah ditetapkan dgn PERKADA Penjabaran Program RPJMD kedalam RKPD Perhubungan Jumlah arus penumpang angkutan umum (bis/kereta api/kapal laut/pesawat udara) yang masuk/keluar daerah selama 1 (satu) tahun.3. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Penataan Ruang Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB Rasio bangunan ber. 5.3. 5.-9NO 5.2.6.1. 7.4. Jangka waktu proses pengujian angkutan umum Biaya pengujian kelayakan angkutan umum 00 00 00 00 8. 7.7.8. baik yang dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di jalan agar memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis 7. 8.9. 6.5.1. Rasio ijin trayek Jumlah Uji kir angkutan umum merupakan pengujian setiap angkutan umum yang diimpor. 7.4. Ada/ tidak 6.4. 00 7.1.2. 8. Pencemaran status mutu air 00 8. 00 7. 8. 7.2. 8. Ada/ tidak 6.5. Cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan Sumber Mata Air 00 .2. Kepemilikan KIR angkutan umum Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR) Biaya pengujian kelayakan angkutan umum Pemasangan Rambu-rambu Lingkungan Hidup Persentase penanganan sampah Persentase Penduduk berakses airminum Persentase Luas pemukiman yang tertata 00 7. Jumlah arus penumpang angkutan umum 7.

9. 11. Tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk Penegakan hukum lingkungan Pertanahan Persentase luas lahan bersertifikat Penyelesaian kasus tanah Negara Penyelesaian izin lokasi Kependudukan dan Catatan Sipil Rasio penduduk berKTP per satuan penduduk Rasio bayi berakte kelahiran Rasio pasangan berakte nikah 00 00 0 3 00 RUMUS 00 00 00 10.2. 11. 10. 11.6. 12. 8.10 NO 8.1.1. 9. 00 00 . 9. 00 Ada/tidak ada Sudah/belum 00 00 00 00 11. 00 12.4. 10.8.3.4.3. 12.3. 9.1.2. 11.7.2. 11.2.7.1. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal.6.6. 8. 12.5. 13. 10.3. 10.5. 11. 10. 10..4. Kepemilikan KTP Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk Ketersediaan database kependudukan skala provinsi Penerapan KTP Nasional berbasis NIK Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah Partisipasi perempuan di lembaga swasta Rasio KDRT Persentase jumlah tenaga kerja dibawah umur Partisipasi angkatan kerja perempuan Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Rata-rata jumlah anak per keluarga Rasio akseptor KB Cakupan peserta KB aktif Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I Sosial 00 5 5 00 10. 12.

1.1.2.3. 15.2.3. panti jompo dan panti rehabilitasi PMKS yg memperoleh bantuan sosial Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial Ketenagakerjaan Angka partisipasi angkatan kerja Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun Tingkat partisipasi angkatan kerja Pencari kerja yang ditempatkan Tingkat pengangguran terbuka 5 5 00 00 RUMUS Menunjukan jumlah sarana sosial seperti panti asuhan. rumah singgah dll yang terdapat di suatu daerah.11 NO 13.5.7.6. panti rehabilitasi. 14. Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan Kepemudaan dan Olahraga Jumlah penyelenggaraan festival seni dan budaya Jumlah sarana penyelenggaraan seni dan budaya . 14. 14.1.1.4. – 00 16. . 17. 14. . 17. 14. Keselamatan dan perlindungan 3 00 14. panti jompo. 00 17. Jumlah BPR/LKM Jumlah BPR/LKM aktif 15. 16.1. Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) 16. 15.. 17.2.3.4.2. 13. 00 000 5 00 00 00 14. Jumlah UKM non BPR/LKM UKM 15. 14. Usaha Mikro dan Kecil Penanaman Modal Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) Rasio daya serap tenaga kerja Kenaikan / penurunan Nilai Realisasi PMDN (milyar rupiah) Kebudayaan Penyelenggaraan festival seni dan budaya Sarana penyelenggaraan seni dan budaya Benda.3. 00 18.3.2. Perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Persentase koperasi aktif Jumlah UKM aktif non BPR/LKM UKM 00 00 15. Jumlah nilai investasi berskala nasional(PMDN/PMA) 16.4. 13. 16. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Sarana sosial seperti panti asuhan.

18. 18. Pemerintahan Umum.14. Ormas dan OKP Menunjukan Jumlah Kegiatan pembinaan politik daerah Jumlah organisasi pemuda Jumlah organisasi olahraga Jumlah kegiatan kepemudaan Jumlah kegiatan olahraga 000 RUMUS 000 19. 20. 00 00 20.12..12 NO 18.6.2. Menunjukkan Jumlah Sistim Informasi Manajemen Pemda yang telah dibuat oleh pemda ybs Ada atau tidaknya survey IKM di Pemda .4.1.3. 20. 18. ketentraman. 18. Ormas dan OKP Kegiatan pembinaan politik daerah Menunjukkan Jumlah Kegiatan pembinaan terhadap LSM. Penegakan PERDA 00 20. Cakupan patroli petugas Satpol PP Jumlah patroli petugas Satpol PP pemantauan dan penyelesaian pelanggaran K3 dalam 24 Jam 20. 20. 21.7. Otonomi Daerah.2.15.1.1. Administrasi Keuangan Daerah.8.5. 19.3. Perangkat Daerah. 20. 00 20. Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban.13. Kepegawaian dan Persandian Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10. 18.10. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Jumlah organisasi pemuda Jumlah organisasi olahraga Jumlah kegiatan kepemudaan Jumlah kegiatan olahraga Gelanggang / balai remaja (selain milik swasta) Lapangan olahraga Kesatuan Bangsadan Politik Dalam Negeri Kegiatan pembinaan terhadap LSM.5. 00 20.2. 20.11.4.000 penduduk Jumlah Linmas per Jumlah 10. 20. 19. Ada/Tidak 20.9. 20.6. 20. keindahan) di Kabupaten Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Cakupan pelayanan bencana kebakaran kabupaten Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Cakupan sarana prasarana perkantoran pemerintahan desa yang baik Sistim Informasi Manajemen Pemda Indeks Kepuasan Layanan Masyarakat Ketahanan Pangan 3 3 00 20.000 Penduduk Rasio Pos Siskamling per jumlah desa/kelurahan Pertumbuhan ekonomi Kemiskinan Sistem informasi Pelayanan Perijinan dan adiministrasi pemerintah (100 – angka kemiskinan) 0 000 0 000 20.

1. 26. 25.1. 25. Pengelolaan arsip secara baku Peningkatan SDM pengelola kearsipan Komunikasi dan Informatika Jumlah jaringan komunikasi Rasio wartel/warnet terhadap penduduk Jumlah surat kabar nasional/lokal Jumlah penyiaran radio/TV lokal Web site milik pemerintah daerah Pameran/expo Perpustakaan Jumlah perpustakaan Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun Jumlah perpustakaan 000 00 24.1.2. Jumlah LSM yang aktif 22.4.2. 00 22. 23. 25. 22.5.1.perkada.2. 22.5.13 NO 21. 26.6.2. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Rata-rata jumlah kelompok binaan PKK Jumlah LSM LPM Berprestasi 00 22. Statistik ” ” Kearsipan ” ” Ada/Tidak Ada/Tidak 24. 24.8. Menunjukkan jumlah Kegiatan peningkatan SDM pengelola kearsipan 25. 21. Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat 00 23.2. 22. 22.1. dsb. PKK aktif Posyandu aktif Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakat 00 00 22. 25. 25.2.1.6.3.3.. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Regulasi ketahanan pangan RUMUS Ada/tidak peraturan tentang kebijakan ketahanan pangan dalam bentuk perda. 25.4. Ketersediaan pangan utama 00 22.7. 26. 23. Jenis surat kabar nasional/lokal yang masuk ke daerah Jumlah penyiaran radio/TV yang masuk ke daerah Ada/Tidak Menunjukkan jumlah pameran/expo yang dilaksanakan per Tahun .

1. Cakupan bina kelompok nelayan 00 5.2. 1.. 00 1.1. Pertanian Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB Kontribusi sektor pertanian (palawija) terhadap PDRB Kontribusi sektor perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB Kontribusi Produksi kelompok petani terhadap PDRB 00 1.3.4.14 NO BIDANG URUSAN/INDIKATOR RUMUS 26. 00 1.2.2. 6. 00 1. 2.4. 5. 3. 2. Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah Fokus Layanan Urusan Pilihan 1.5. 5. 00 1. Produksi perikanan kelompok nelayan Perdagangan Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB 00 6.1. 00 00 5.3.6. 4.1. Kahutanan Rehabilitasi hutan dan lahan kritis Kerusakan Kawasan Hutan Kontribusi sektor kehutanan terhadap PDRB Energi dan Sumber Daya Mineral Pertambangan tanpa ijin Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Pariwisata 00 00 00 00 00 4.3. 3. 2. Cakupan bina kelompok petani 00 2.2.2. 3.1. 5. Kunjungan wisata Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Kelautan dan Perikanan Produksi perikanan Konsumsi ikan 00 00 4.3. 00 .1.

00 00 00 7.4. 1.2.2.1.. 1. 1. 7. Kepegawaian dan Persandian Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita Produktivitas total daerah Pertanian Nilai tukar petani 00 00 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur 1.3.3. 00 7. RUMUS nilai ekspor bersih = nilai ekspor – nilai impor 6. Otonomi Daerah.1. Administrasi Keuangan Daerah.2.1. 1. Ketransmigrasian Transmigran swakarsa Kontibusi transmigrasi terhadap PDRB 00 00 ASPEK DAYA SAING DAERAH Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah 1. 1. 2. 2. 1. 7.4. 2.3.2.15 NO 6.2.3.1. 2.2. 2.1.1. Perhubungan Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan Jumlah orang/ barang yang terangkut angkutan umum Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/ terminal per tahun Penataan Ruang Ketaatan terhadap RTRW Luas wilayah produktif Luas wilayah industri Luas wilayah kebanjiran 00 Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum Jumlah orang/barang melalui dermaga/ bandara /terminal per tahun 00 00 00 . Cakupan bina kelompok pengrajin 00 8. 2. 2.3. Pemerintahan Umum. Perangkat Daerah. 8. 7. 8. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Ekspor Bersih Perdagangan Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal Perindustrian Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Kontribusi industri rumah tangga terhadap PDRB sektor Industri Pertumbuhan Industri.

3. 5. 2.3. Kepegawaian dan Persandian Angka kriminalitas Jumlah demo Lama proses perijinan Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah Jumlah Perda yang mendukung iklim usaha Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa Jumlah demo dalam 1 tahun Rata-rata lama proses perijinan (dalam hari) Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah Jumlah Perda yang mendukung iklim usaha 0 000 0 000 Fokus Sumber Daya Manusia 1.2. 1. 4. 1. dan jumlah penginapan/ hotel Lingkungan Hidup Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan air bersih Komunikas dan Informatika Rasio ketersediaan daya listrik Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik Persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon 00 Jumlah dan jenis bank dan cabang.3.1. 3. 5. Pemerintah daerah pada dasarnya dapat mengembangkan dan/atau mensleleksi data dan informasi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah. BIDANG URUSAN/INDIKATOR Luas wilayah kekeringan Luas wilayah perkotaan RUMUS 00 00 Otonomi Daerah. Ketenagakerjaan Rasio lulusan S1/S2/S3 Rasio ketergantungan 5 5 3 0 000 00 Berikut ini akan diuraikan dan diberikan beberapa contoh pengolahan data dan informasi yang dapat digunakan untuk menilai capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota menggunakan formula yang tercantum dalam Tabel. 1. Administrasi Keuangan Daerah. 1.2. kelas.5.cabangnya Jumlah dan jenis perusahaan asuransi dan cabang-cabangnya Persentase jumlah restoran menurut jenis dan kelas Persentase jumlah penginapan/hotel menurut jenis dan kelas 00 00 00 Fokus Iklim Berinvestasi 1.T-I.4. Perangkat Daerah.2. dan jumlah restoran Jenis.6.1. Administrasi Keuangan Daerah.1. Pemerintahan Umum. 5.1. 5. 1.16 NO 2. 3.4.6. kelas. 3. 3. 1. 4.1.A.1. Perangkat Daerah. Pemerintahan Umum.5. . Otonomi Daerah. Kepegawaian dan Persandian Jenis dan jumlah bank dan cabang Jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang Jenis.. 1.3.2. 1.

Penyajian PDRB atas dasar harga konstan mengalami perubahan mendasar sebagai konsekuensi logis berubahnya tahun dasar yang digunakan. s. Pengolahan Data dan Informasi Kondisi Umum Daerah. Provinsi/Kabupaten/Kota . Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan setiap sektor ekonomi. selanjutnya disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel. mencakup kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. Selain menjadi bahan dalam penyusunan perencanaan. sebagai berikut: 1.. 2. Perusahaan Jasa-jasa PDRB (n-4) (Rp) % (Rp) (n-3) % (n-2) (Rp) % (n-1)**) (Rp) % *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. dan air bersih. 1. . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.1. industri pengolahan. perdagangan. salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian secara makro adalah data produk domestik regional bruto (PDRB). sewa. kesejahteraan sosial.. Kesejahteraan Dan Pemerataan Ekonomi a.. Atas Dasar Harga Konstan Tahun . Untuk mengetahui tingkat inflasi/deflasi. berdasarkan pertumbuhan/perubahan harga produsen. Rumus menghitung pertumbuhan PDRB: 00 Dimana: +1 = tahun pengamatan PDRB = tahun pengamatan PDRB sebelumnya Hasil analisis pertumbuhan PDRB. pertambangan dan penggalian. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan. Untuk mengetahui besarnya PDRB perkapita penduduk sebagai salah satu indikator tingkat kemakmuran/kesejahteraan. 3.. Aspek Kesejahteraan Masyarakat Memberikan gambaran dan hasil analisis terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat. pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.. mencakup sektor pertanian. Adapun beberapa kegunaan angka PDRB ini antara lain : 1. Pertumbuhan PDRB Di bidang pembangunan ekonomi. Beberapa contoh tata cara pengolahan data dan informasi kondisi umum daerah terkait dengan indikator kinerja pembangunan daerah mencakup aspek kesejahteraan masyarakat..T-I..B. angka PDRB juga bermanfaat untuk bahan evaluasi hasil-hasil pembangunan yang telah dilaksanakan.d . pengangkutan dan komunikasi..*) (n-5) (Rp) % NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik.Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan.1 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun . lembaga keuangan. konstruksi..17 B. Terdapat 2 (dua) jenis penilaian produk domestik regional bruto (PDRB) dibedakan dalam dua jenis penilaian yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.... & Js. dan jasa-jasa lainnya. 4. restoran dan hotel. listrik... gas. seni budaya dan olah raga.. Untuk mengetahui struktur perekonomian.

B. sewa.. sewa.....Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. sewa. Perusahaan Jasa-jasa PDRB Hb % Hk % Hb % (n-4) Hk % Hb % (n-3) Hk % Hb % (n-2) Hk % (n-1)**) Hb % Hk % *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...d .T-I.. & Js.*) (n-5) (Rp) % NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Perusahaan Jasa-jasa PDRB (n-4) (Rp) % (n-3) (Rp) % (Rp) (n-2) % (n-1)**) (Rp) % *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Tabel... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Atas Dasar Harga Berlaku Provinsi/Kabupaten/Kota . Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konstan (Hk) Provinsi/Kabupaten/Kota .. & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sektor Hb % Hk % *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.d . Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan...18 - Tabel.. Provinsi/Kabupaten/Kota . sampai dengan Tahun.. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan..3 Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun .. s.*) Pertumbuhan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik.Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi angangkutan & Komunikasi Keuangan.B...B. .. Tabel..2 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun ...4 Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan harga Konstan (Hk) Tahun ...Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan. s. & Js..T-I...*) (n-5) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik..T-I...

. Sedangkan PDRB per kapita atas harga konstan berguna untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi perkapita penduduk suatu daerah. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Uraikan hasil analisis terhadap perubahan dan laju inflasi.. Rumus menghitung rata-rata pertumbuhan Inflasi: { Dimana : = = } perubahan inflasi dari nilai tahun sebelumnya adalah periode pengamatan perubahan nilai inflasi.T-I. Provinsi . PDRB per kapita dihitung berdasarkan pendapatan regional netto atas dasar biaya faktor dibagi dengan jumlah penduduk regional pertengahan tahun....B.. dan hitung rata-rata pertumbuhannya dalam tabel sebagai berikut: Tabel. Provinsi/Kabupaten/Kota . Sedangkan dihitung dengan rumus sebagai berikut : 00 Dimana : = = = nilai inflasi pada tahun n nilai pada 1 tahun berikutnya tahun ... s.. Inflasi didasarkan pada indeks harga konsumen (IHK) yang dihitung secara sampel di 45 (empat puluh lima) kota di Indonesia yang mencakup 283-397 komoditas dan dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil survei biaya hidup (SBH). c.T-I.*) Uraian Inflasi (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rata-rata pertumbuhan *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... disebut deflasi...19 b..5 Nilai inflasi rata-rata Tahun....B. Angka inflasi dan deflasi disajikan hanya pada tingkat provinsi... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. s.d . dimana harga-harga pada umumnya turun. PDRB per kapita PDRB per kapita atas harga berlaku berguna untuk menunjukkan nilai PDRB per-kepala atau satu orang penduduk. Rumus menghitung PDRB perkapita: Sajikan hasil penghitungan PDRB perkapita dalam tabel sebagai berikut: Tabel. Sajikan data inflasi 5 (lima) tahun yang lalu..6 PDRB Perkapita Tahun .. Laju inflasi provinsi Laju inflasi merupakan ukuran yang dapat menggambarkan kenaikan/penurunan harga dari sekelompok barang dan jasa yang berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat.. Sedangkan kondisi sebaliknya. ..d .*) Uraian Nilai PDRB (Rp) Jumlah Penduduk (jiwa) PDRB perkapita (Rp/jiwa) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.

. Jika G mendekati nol → distribusi pendapatan yang diterima hampir sama dengan banyak penduduk.. Rata-rata pendapatan atau pengeluaran rumah tangga yang sudah dikelompokkan menurut kelasnya.. GAMBAR.7 Rata-Rata Interval Penghitungan Gini Ratio Uraian Rata-rata pengeluaran kapita per bulan Jumlah penduduk Total pengeluaran seluruh penduduk sebulan Proporsi penduduk (persen) Pi Kumulatif proporsi penduduk Proporsi pengeluaran (persen) Proporsi kumulatif total pengeluaran (persen) Qi Qi+Qi-1 Pi(Qi+Qi-1) Gini Ratio Interval <100rb 100-149. 1.9rb 500-749. karena nilai G semakin kecil 4.9rb 300-499.B. Data yang diperlukan dalam penghitungan gini ratio: 1.9rb 150-199. Kurva Lorenz adalah titik potong antara persentase kumulatif jumlah rumah tangga (penduduk) dan persentase kumulatif total pendapatan.*) Kumulatif Proporsi Pengeluaran 100 80 60 B Kurva Lorenz 40 20 0 100 40 80 20 60 Kumulatif Proporsi Penduduk A *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.9rb 200-299.20 d.1 Kurva Lorenz Provinsi/Kabupaten/Kota . Kurva lorenz memberikan gambaran persentase penduduk yang menerima Q persen pendapatan 3.. Jika kuva lorenz mendekati diagonal OA → pendapatan semakin merata. Koefisien gini adalah ukuran ketidakseimbangan atau ketimpangan yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) hingga satu (ketimpangan sempurna). Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut: Tabel. Caranya adalah dengan membagi penduduk menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tingkat pendapatannya. Indeks Gini/Koefiesien Gini Tingkat pemerataan distribusi pendapatan sering diukur dengan koefisien gini. Jumlah rumah tangga atau penduduk 2. G-A.9rb 750-999.9rb >1jt .. Koefisien gini merupakan suatu ukuran kemerataan yang dihitung dengan membandingkan luas antara diagonal dan kurva lorenz (daerah A) dibagi dengan luas segitiga di bawah diagonal.T-I. Kemudian menetapkan proporsi yang diterima oleh masing-masing kelompok pendapatan. 2.

5  G > 0. adalah indeks untuk mengukur ketimpangan pembangunan antar kecamatan di suatu kabupaten/kota atau antar kabupaten/kota di suatu provinsi dalam waktu tertentu. Indeks ketimpangan Williamson (Indeks Ketimpangan Regional) Indeks ketimpangan Williamson (Indeks Ketimpangan Regional). 40% penduduk berpendapatan rendah. jika proporsi jumlah pendapatan dari penduduk yang masuk kategori 40 persen terendah terhadap total pendapatan seluruh penduduk lebih dari 17 persen dikategorikan ketimpangan pendapatan rendah. 2. jika:  G < 0. Kategori ketimpangan ditentukan sebagai berikut: 1.5 = = = ketimpangan rendah ketimpangan sedang ketimpangan tinggi e. jika proporsi jumlah pendapatan dari penduduk yang masuk kategori 40 persen terendah terhadap total pendapatan seluruh penduduk antara 12-17 persen dikategorikan ketimpangan pendapatan sedang/menengah. jika proporsi jumlah pendapatan dari penduduk yang masuk kategori 40 persen terendah terhadap total pendapatan seluruh penduduk kurang dari 12 persen dikategorikan ketimpangan pendapatan tinggi.3 ≤ G ≤ 0. Ketimpangan pendapatan diukur dengan menghitung persentase jumlah pendapatan penduduk dari kelompok yang berpendapatan 40% terendah dibandingkan total pendapatan seluruh penduduk.. 3. 40% penduduk berpendapatan menengah. dan 20% berpendapatan tinggi. Pemerataan pendapatan versi Bank Dunia Pemerataan pendapatan ini diperhitungkan berdasarkan pendekatan yang dilakukan oleh Bank Dunia.3  0.21 Rumus untuk menghitung gini ratio: G  1   Pi (Qi  Qi 1 ) i 1 k dimana: Pi : persentase rumah tangga atau penduduk pada kelas ke-i Qi : persentase kumulatif total pendapatan atau pengeluaran sampai kelas ke-i Nilai gini ratio berkisar antara 0 dan 1. Rumus menghitung Indeks ketimpangan Williamson : √ Dimana: Untuk tingkat kabupaten/kota Yi = PDRB perkapita di kecamatan I Y = PDRB perkapita rata-rata kab/kota fi = jumlah penduduk di kecamatan i n = jumlah penduduk di kab/kota Untuk tingkat provinsi Yi = PDRB perkapita di kab/kota i Y = PDRB perkapita rata-rata provinsi . yaitu dengan mengelompokkan penduduk ke dalam tiga kelompok berdasarkan besarnya pendapatan. Rumus untuk menghitung pemerataan pendapatan versi Bank Dunia: 0 Dimana: YD4 = Persentase pendapatan yang diterima oleh 40 % penduduk lapisan bawah Qi -l = Persentase kumulatif pendapatan ke i-1 Pi = Persentase kumulatif penduduk ke i qi = Persentase pendapatan ke i f.

... s.. menurut kabupaten/kota Provinsi ..... .... menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dan tertulis.... Kota .. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Angka melek huruf Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..22 fi n 1. 3. Angka melek huruf didapat dengan membagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis dengan jumlah penduduk usia 15 tahun keatas kemudian hasilnya dikalikan dengan seratus.T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Tabel... Kabupaten . Dst .*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Angka melek huruf (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..T-I. jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis dan jumlah penduduk usia 15 tahun keatas untuk 5 tahun terakhir.2.*) NO 1 2 3 4 Kabupaten/kota Kabupaten .. AMH dapat digunakan untuk: 1.. Provinsi . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. mengukur keberhasilan program-program pemberantasan buta huruf..... dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. 2. = jumlah penduduk di kab/kota i = jumlah penduduk di provinsi Kesejahteraan Sosial Pendidikan Angka Melek Huruf (AMH) Angka Melek Huruf (dewasa) adalah proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam huruf latin atau lainnya.9 Angka Melek Huruf Tahun . Cara menghitung angka melek huruf dengan rumus: 5 5 5 00 dimana: 5 5 5 = angka melek huruf ( penduduk usia 15 tahun keatas) pada tahun t = Jumlah penduduk (usia diatas 15 tahun) yang bisa membaca dan menulis pada tahun t = Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Sajikan data angka melek huruf penduduk usia 15 tahun keatas. terutama di daerah pedesaan di Indonesia dimana masih tinggi jumlah penduduk yang tidak pernah bersekolah atau tidak tamat SD.B. menunjukkan kemampuan penduduk di suatu wilayah dalam menyerap informasi dari berbagai media..d ....8 Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun .B.. a.... a.. Sehingga angka melek huruf dapat berdasarkan kabupaten mencerminkan potensi perkembangan intelektual sekaligus kontribusi terhadap pembangunan daerah.1..

.11 Angka Melek Huruf Tahun . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.... Setiap tahun tambahan sekolah diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan individu tersebut.. dapat digunakan tabel konversi sebagai berikut: Tabel. Ukuran ini mengatasi masalah kekurangan estimasi dari TPT yang tidak mengakomodir kelas tertinggi yang pernah dicapai individu.. Untuk memudahkan perhitungan. Cara menghitung angka rata-rata lama sekolah: Lamanya bersekolah dapat dikonversikan langsung dari jenjang pendidikan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki seseorang. Ratarata lama bersekolah dapat dijadikan ukuran akumulasi modal manusia suatu daerah. yaitu 6 tahun bersekolah di tingkat SD ditambah dengan 2 tahun di SMP. Kecamatan.. misalnya jika seseorang pendidikan tertingginya adalah SMP kelas 2.T-I. Kabupaten/Kota .B.. Angka rata-rata lama sekolah Lamanya Sekolah atau years of schooling adalah sebuah angka yang menunjukkan lamanya bersekolah seseorang dari masuk sekolah dasar sampai dengan Tingkat Pendidikan Terakhir (TPT)..T-I.23 Untuk kabupaten/kota: Tabel. jumlah tahun bersekolah ini tidak mengindahkan kasus-kasus tidak naik kelas.12 Lamanya Bersekolah berdasarkan Jenjang Pendidikan dan Kelas Jenjang SD Kelas 1 2 3 4 5 6 1 2 3 1 2 3 Jumlah tahun bersekolah (kumulatif) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 SMP SMA .2.B. putus sekolah yang kemudian melanjutkan kembali.... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. maka ia memiliki jumlah tahun bersekolah sama dengan 8 tahun. menurut Kecamatan Kabupaten/Kota . Pada prinsipnya angka ini merupakan transformasi dari bentuk kategori TPT menjadi bentuk numerik..*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Angka melek huruf *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.d . Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani.B. Tetapi... Tabel.. Sehingga nilai dari jumlah tahun bersekolah menjadi terlalu tinggi kelebihan estimasi atau bahkan terlalu rendah (underestimate)..T-I. Lamanya bersekolah merupakan ukuran akumulasi investasi pendidikan individu. dan masuk sekolah dasar di usia yang terlalu muda atau sebaliknya.... s.*) NO 1 2 Kecamatan Kecamatan.. Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Angka melek huruf a.10 Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun .

. bukan melanjutkan dari diploma. Dalam kenyataannya. Sedangkan untuk rata-rata jumlah tahun bersekolah di tingkat kabupaten. . dan C menurut jenjang dan kelas sekolah tertinggi yang pernah di tamatkan. jika dibandingkan APK.33 Nilai rata-rata lamanya bersekolah yang besar menunjukkan tingginya tingkat pendidikan penduduk di suatu wilayah. Jika didapat rata-rata lamanya sekolah sama dengan 9. dan S3.33 artinya rata-rata penduduk di suatu wilayah bersekolah sampai 9 tahun 4 bulan atau setingkat SLTP. S1. Contoh: Bila diketahui tiga individu A. APM di suatu jenjang pendidikan didapat dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang sekolah tersebut. Seperti APK. seperti pada contoh dibawah ini : Individu A B C Jumlah 3 Jenjang SMP SD Universitas Kelas/tingkat 2 6 (tamat) 2 Lama sekolah (tahun) 8 6 14 28 Angka rata-rata lama sekolah : ̅ 9. Asumsi menempuh pendidikan S2 maksimum adalah 3 tahun dan S3 maksimum adalah 4 tahun. Angka Partisipasi Murni Angka partisipasi murni adalah perbandingan penduduk usia antara 7 hingga 18 tahun yang terdaftar sekolah pada tingkat pendidikan SD/SLTP/SLTA dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun. Tetapi. dapat digunakan rumus sebagai berikut: ̅ dimana : ̅ = = = adalah rata-rata jumlah tahun bersekolah penduduk usia 5 tahun keatas adalah jumlah tahun bersekolah individu usia 5 tahun keatas adalah jumlah penduduk usia 5 tahun keatas.3. B. APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. a. terdapat program S1 extension yang membuka kesempatan bagi lulusan Diploma untuk melanjutkan studi ke S1. konversi lamanya bersekolah dapat berbeda untuk setiap individu karena asumsi yang digunakan dalam konversi diatas adalah sebagai berikut: Seseorang yang masuk S1 adalah lulusan SMA. APM merupakan indikator daya serap yang lebih baik karena APM melihat partisipasi penduduk kelompok usia standar di jenjang pendidikan yang sesuai dengan standar tersebut.24 Jenjang Diploma Kelas I II III I II III IV Jumlah tahun bersekolah (kumulatif) 13 14 15 13 14 15 16 17 – 19 20-24 S1 S2 S3 Untuk Diploma. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase siswa dengan usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikannya dari jumlah penduduk di usia yang sama APM menunjukkan partisipasi sekolah penduduk usia sekolah di tingkat pendidikan tertentu. S2.

.... Dst .1.25 Cara menghitung APM: dimana: h = jenjang pendidikan a = kelompok usia t = tahun = jumlah siswa/penduduk kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada tahun t = jumlah penduduk kelompok usia a Jenjang pendidikan menurut kelompok usia sekolah : SD/MI = 7-12 tahun SMP/MTs = 13-15 tahun SMA/MA/SMK = 16-18 tahun Sajikan data angka partisipasi murni untuk 5 tahun terakhir ..B. 3 3.. dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.T-I....T-I.....2....13 Perkembangan APM Tahun .3.*) NO 1 1. 3.. 3. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. 2.B....... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.14 Angka Partisipasi Murni Tahun . menurut kabupaten/kota Provinsi . Kota .. Kabupaten . 1.2.3... .. 1...3.d .. Provinsi . SD/MI jumlah siswa kelompok usia 7-12 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SD/MI jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APM SD/MI SMP/MTs jumlah siswa kelompok usia 13-15 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APM SMP/MTs SMA/MA/SMK jumlah siswa kelompok usia 16-18 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun APM SMA/MA/SMK Jenjang Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. s.*) SD/MI NO Kabupaten /Kota jumlah siswa usia 7-12 th bersekolah di SD/MI jumlah penduduk usia 7-12 th APM SMP/MTs jumlah siswa usia 13Jumlah penduduk 15 th bersekolah di usia 13-15 th SMP/MTs APM SMA/MA/SMK jumlah siswa usia 16-18 th bersekolah di SMA/MA/ SMK jumlah penduduk usia 16-18th APM 1 2 3 4 5 Kabupaten .. 2...1..1. 2 2. Dst .2.

. Cara Menghitung APK: 00 .1.26 Untuk kabupaten/kota: Tabel..*) SD/MI NO Kecamatan jumlah siswa usia 7-12 th bersekolah di SD/MI jumlah penduduk usia 7-12 th SMP/MTs jumlah siswa usia 13-15 th bersekolah di SMP/MTs Jumlah penduduk usia 13-15 th SMA/MA/SMK jumlah siswa usia 16-18 th bersekolah di SMA/MA/ SMK jumlah penduduk usia 1618th APM APM APM 1 2 3 Kecamatan.. Angka Partisipasi Kasar (APK) APK adalah perbandingan jumlah siswa pada tingkat pendidikan SD/SLTP/SLTA dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun atau rasio jumlah siswa. yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. 3. APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan.1.B.....3. a. Kecamatan. Tabel.. 2 2. Kabupaten/Kota .2.. APK didapat dengan membagi jumlah penduduk yang sedang bersekolah (atau jumlah siswa).2....3.2... menurut Kecamatan Kabupaten/Kota . tanpa memperhitungkan umur.... Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..*) NO 1 1. Dst . 2.T-I..3.4. berapapun usianya..15 Perkembangan Angka Partisipasi Murni (APM) Tahun .16 Angka Partisipasi Murni Tahun .. 1.1. pada jenjang pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tersebut. Dimana. = jenjang pendidikan kelompok usia tahun adalah jumlah penduduk yang pada tahun t dari berbagai usia sedang sekolah pada jenjang pendidikan h adalah jumlah penduduk yang pada tahun t berada pada kelompok usia a yaitu kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan h .. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2. 3 3.T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... h = a = t = = . s... Jenjang Pendidikan SD/MI jumlah siswa kelompok usia 7-12 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SD/MI jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APM SD/MI SMP/MTs jumlah siswa kelompok usia 13-15 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APM SMP/MTs SMA/MA/SMK jumlah siswa kelompok usia 16-18 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun APM SMA/MA/SMK (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 1..d .B.. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. 3.

1. 2 2.3.2. 2..... 3 3...2.. s.*) NO Kabupaten/kota jumlah siswa bersekolah di SD/MI SD/MI jumlah penduduk usia 7-12 th APK jumlah siswa bersekolah di SMP/MTs SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th APK jumlah siswa bersekolah di SMA/MA/ SMK SMA/MA/SMK jumlah penduduk usia 16-18th APK 1 2 3 4 5 Kabupaten ....2. Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.B.d .. 1.. s.1..*) NO 1 1...T-I. Provinsi .. Dst .T-I..1..1. Untuk kabupaten/kota: Tabel.. 3. 3 3.3..1..3......3. Kabupaten/Kota..27 Jenjang pendidikan menurut kelompok usia sekolah : SD/MI = 7-12 tahun SMP/MTs = 13-15 tahun SMA/MA/SMK = 16-18 tahun Sajikan data APK untuk 5 tahun terakhir.B. dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. menurut kabupaten/kota Provinsi . Kabupaten . Tabel.2.19 Perkembangan Angka Partisipasi Kasar(APK) Tahun .. 2....18 Angka Partisipasi Kasar (APK) Tahun .3.. 1.. Dst .*) NO 1 1. 1.1..17 Perkembangan Angka Partisipasi Kasar (APK) Tahun .2.. 2. 3. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... 1.. 2 2. Kota .... 2.d . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Jenjang Pendidikan SD/MI jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SD/MI jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APK SD/MI SMP/MTs jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APK SMP/MTs SMA/MA/SMK jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) ..B. SD/MI jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SD/MI jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APK SD/MI SMP/MTs jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APK SMP/MTs SMA/MA/SMK jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun APK SMA/MA/SMK Jenjang Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.T-I..

*) SD/MI NO Kecamatan jumlah siswa jumlah penduduk bersekolah di usia 7-12 th SD/MI APK jumlah siswa bersekolah di SMP/MTs SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th APK jumlah siswa bersekolah di SMA/MA/ SMK SMA/MA/SMK jumlah penduduk usia 16-18th APK 1 2 3 Kecamatan . Cara menghitung APT sebagai berikut: 00 Dimana: h t = jenjang pendidikan = tahun = jumlah penduduk yang mencapai jenjang pendidikan h pada tahun t = total jumlah penduduk pada tahun t Berikut contoh perhitungan APT: diketahui jumlah penduduk sejumlah 153. terutama untuk melihat kualifikasi pendidikan angkatan kerja di suatu wilayah..000.000.000. SD SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah penduduk Ijazah Tertingi Jumlah Penduduk (jiwa) 53. 3.5. APT merupakan persentase jumlah penduduk. ... sedangkan penduduk menurut ijazah tertinggi yang pernah ditamatkan sebagai berikut: NO 1.000 153.20 Angka Partisipasi Kasar Tahun .000.000 jiwa. menurut kecamatan Kabupaten/Kota. Kecamatan . a.000...000) x 100 = 4.000) x 100 = 13.000/153..B. Dari contoh diatas didapat APT SD adalah 34. baik yang masih sekolah ataupun tidak sekolah lagi. juga berguna untuk melakukan perencanaan penawaran tenaga kerja.000.000... menurut pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan.000 7. APT bermanfaat untuk menunjukkan pencapaian pembangunan pendidikan di suatu daerah.28 NO 3..000 APT SD APT SMP APT SMA APT Perguruan Tinggi = = = = (53.64% (32..000.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.000/153.000 32.000. Dst . 3... Angka Pendidikan yang ditamatkan (APT) APT adalah menyelesaikan pelajaran pada kelas atau tingkat terakhir suatu jenjang sekolah di sekolah negeri maupun swasta dengan mendapatkan surat tanda tamat belajar/ijazah..T-I.2. 2... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. 5.3.64% dan SMP adalah 20. Maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar penduduk hanya tamat SD.92% (21.000 21. Jenjang Pendidikan jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun APK SMA/MA/SMK (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.000/153. 4.000) x 100 = 20..000.58% Interpretasi : Angka APT berkisar antara 0 sampai dengan 100.73% (7.000) x 100 = 34.000.000. Tabel.000/153..000..92%..000.

.000 NO 1..d .4.85 persen dan SMP adalah 24. Catatan: Bila ingin menggunakan APT untuk perencanaan tenaga kerja. Dari contoh diatas didapat APT SD adalah 39...4.*) NO I.000 133.1.. Ijazah Tertingi Tidak Berijazah SD SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah penduduk 15-64 tahun APT SD APT SMP APT SMA APT Perguruan Tinggi = = = = (53.85% (32.3.000.000. Kabupaten/Kota..3.000/133.1. I..*) (n-5) NO APT 1.000.1.000.T-I. III.06% (21. SMA 4.000/133. APT … SD SMP SMA Perguruan Tinggi … SD SMP SMA Perguruan Tinggi … SD SMP SMA Perguruan Tinggi (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.000) x 100 = 5. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Untuk provinsi : Tabel.000 53. 2. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. II.000.000. 5. I.22 Perkembangan Angka Pendidikan Yang Ditamatkan(APT) Tahun . SMP 3. s.. III. III....29 Selanjutnya..000. I..000 7. dapat disamakan dengan jumlah Berikut contoh perhitungan APT: diketahui jumlah penduduk usia 15-64 tahun menurut ijazah tertinggi yang pernah ditamatkan: Jumlah Penduduk usia 15-64 tahun (jiwa) 20. III..06 persen.. SD 2.B.B.000.d .000 21.000..000) x 100 = 24.000 32.000) x 100 = 39. Perguruan Tinggi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. misalnya usia 15-64 tahun. I...3.000/133. III.000. data APT dapat disajikan dalam tabel berikut: Untuk kabupaten/kota : Tabel.T-I...26% Interpretasi: Angka APT berkisar antara 0 sampai dengan 100.000. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. II.2. penduduk usia angkatan kerja. II.2.000) x 100 = 15..000/133.000. II. s.2.21 Perkembangan Angka Pendidikan Yang Ditamatkan(APT) Tahun . 3. Maka dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar tenaga kerja yang tersedia hanya berpendidikan sampai dengan SD.000. Provinsi.4.000. II.79% (7.. 4.

Kematian bayi eksogen atau kematian post neo-natal. Angka kelangsungan hidup bayi = (1-angka kematian bayi).. untuk mengetahui perkembangan hasil penanggulangan/kebijakan yang telah dilaksanakan mengatasi tingginya AKB dalam suatu wilayah provinsi. Sedangkan angka kematian Post-Neo Natal dan angka kematian anak serta kematian balita dapat berguna untuk mengembangkan program imunisasi.. kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen....1. . Kematian bayi endogen atau yang umum disebut dengan kematian neo-natal adalah kematian bayi yang terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan. Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. program penerangan tentang gizi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun. maka dengan AKB = 36 di kabupaten/kecamatan masih diatas rata-rata nasional atau perlu ditekan seperti melalui program-program imunisasi.30 b. Secara garis besar.000 AKB 36 32 21 AKHB 964 968 979 Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. diketahui jumlah jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dan jumlah kelahiran Hidup pada tahun x. Kegunaan AKB untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian neo-natal dan kematian bayi yang lain.000 43. Kabupaten/Kecamatan . Angka kelangsungan hidup bayi (AKHB) adalah probabilitas bayi hidup sampai dengan usia 1 tahun. Karena kematian neo-natal disebabkan oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan ibu hamil. pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak. Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB) Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Berikut contoh perhitungan AKHB. misalnya program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus.. dari sisi penyebabnya. serta program-program pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak.. Kesehatan b.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. program penerangan tentang gizi dan pemberian makanan sehat untuk ibu hamil dan anak. adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. Kabupaten/Kecamatan .. dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir.. Interpretasi: Apabila AKB nasional = 26 pada tahun x. yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan. AKB dihitung dengan jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dalam kurun waktu setahun per 1. Angka kematian bayi (AKB) menggambarkan keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung.. Contoh perhitungan seperti diatas supaya disajikan dalam bentuk tabel sekurang-kurangnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. 0 -≤ ∑ Lahir Hidup = Jumlah kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. sebagai berikut: Kabupaten/Kecamatan *) Kabupaten/Kecamatan . dengan cara sebagai berikut: 0≤ ∑ Dimana: 1 AKB 000 = per 1000 kelahiran = Angka kematian bayi/Infant Mortality Rate (IMR) = Jumlah kematian bayi (berumur kurang 1 tahun) pada satu tahun tertentu. *) Jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun pada tahun x 750 800 900 Jumlah Kelahiran Hidup pada tahun x 21.000 25. kabupaten/kota.

3.*) Hasil Sensus Penduduk Tahun 1970 47. Apabila jauh di bawah standar dikatakan gizi buruk.8 tahun untuk bayi yang dilahirkan menjelang Tahun 1990. tinggi d..5 tahun.5 Tahun 2010 *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. sedang c. anak disebut gizi baik. Keadaan tubuh anak atau bayi dilihat dari berat badan menurut umur.. Artinya bayi-bayi yang dilahirkan menjelang Tahun 1971 (periode 19671969) akan dapat hidup sampai 47 atau 48 tahun.2 Tahun 1990 59. Angka usia harapan hidup Angka usia harapan hidup pada waktu lahir adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur. dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan.31 b. WHO (1999) mengelompokkan wilayah yaitu kecamatan untuk kabupaten/kota dan kabupaten/kota untuk provinsi berdasarkan prevalensi gizi kurang ke dalam 4 kelompok dari seluruh jumlah balita. Tetapi bayi-bayi yang dilahirkan menjelang Tahun 1980 mempunyai usia harapan hidup lebih panjang yakni 52.8 Tahun 2000 65.. Angka harapan hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya. Contoh: Angka Harapan Hidup yang terhitung untuk suatu kabupaten/kota dari hasil sensus penduduk Tahun 1970 adalah 47. rendah b. dalam situasi mortalitas yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Peningkatan angka harapan hidup ini menunjukkan adanya peningkatan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia selama tiga puluh tahun terakhir dari Tahun 1970an sampai Tahun 2000. dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan. Klasifikasi status gizi dibuat berdasarkan standar WHO. berikut contoh dibawah ini: Angka Harapan Hidup Provinsi/Kabupaten/Kota . yaitu : a. Status gizi balita secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur maupun menurut panjang badannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. 2 tahun. dan bagi bayi yang dilahirkan Tahun 2000 usia harapan hidupnya mencapai 65. Persentase balita gizi buruk Persentase balita gizi buruk adalah persentase balita dalam kondisi gizi buruk terhadap jumlah balita. b. Angka harapan hidup pada suatu umur x adalah rata-rata tahun hidup yang masih akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur x. meningkat lagi menjadi 59.7 tahun... Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan standar. sangat tinggi = di bawah 10 % = 10-19 % = 20-29 % = 30 % Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Kalau sedikit di bawah standar disebut gizi kurang. Tetapi karena sistem registrasi penduduk di Indonesia belum berjalan dengan baik maka untuk menghitung angka harapan hidup digunakan dengan mengutip angka yang diterbitkan BPS. Angka harapan hidup saat lahir adalah rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. pada suatu tahun tertentu.7 Tahun 1980 52. Idealnya angka harapan hidup dihitung berdasarkan angka kematian menurut umur (Age Specific Death Rate/ASDR) yang datanya diperoleh dari catatan registrasi kematian secara bertahun-tahun sehingga dimungkinkan dibuat tabel kematian. sebagai berikut: . Persentase balita gizi buruk dapat dihitung dengan rumus. Apabila AHH dibawah angka rata-rata nasional maka diperlukan program pembangunan kesehatan.2.

Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Provinsi . 2.. Tabel. Beberapa pengertian terkait dengan kemiskinan antara lain: 2. kemiskinan karena lokasi yg terisolasi.B. Mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan. Kepemilikan tanah (Persentase Jumlah Penduduk Yang Memiliki Lahan) Persentase jumlah penduduk yang memiliki lahan adalah perbandingan jumlah penduduk yang memiliki lahan terhadap jumlah penduduk dikali 100.32 00 c. Untuk mengukur kemiskinan. antar daerah.. yaitu persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.. BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). . yang dipakai untuk memperkirakan proporsi dari pengeluaran masingmasing komoditi pokok bukan makanan. Persentase penduduk diatas garis kemiskinan Persentase penduduk diatas garis kemiskinan dihitung dengan menggunakan formula (100 . Kemiskinan Struktural (contoh. Kemiskinan relatif. kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. suku kubu (Jambi). ditentukan berdasarkan ketidakmampuan untuk mencapai standar kehidupan yang ditetapkan masyarakat setempat sehingga proses penentuannya sangat subjektif.. misal orang mentawai. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung kemiskinan adalah data SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional).T-I. Bukan Makanan Total Jumlah penduduk miskin (jiwa) Persentase penduduk miskin d. Untuk melihat penduduk miskin dunia.. Sebagai informasi tambahan. Adalagi kemiskinan kultural (karena faktor adat) seperti suku badui di cibeo (Banten). juga digunakan hasil survei SPKKD (survei paket komoditi kebutuhan dasar). c. 1. dapat dihitung Head Count Index (HCI). Kemiskinan. Angka kemiskinan adalah persentase penduduk yang masuk kategori miskin terhadap jumlah penduduk. Garis kemiskinan adalah nilai rupiah pengeluaran per kapita setiap bulan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan-kebutuhan konsumsi pangan dan non pangan yang dibutuhkan oleh individu untuk hidup layak. Kemiskinan absolut. dayak dan sebagainya. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan dibawah garis kemiskinan. 3. Metode yang digunakan adalah menghitung garis kemiskinan (GK). Menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki posisi mereka.*) Garis Kemiskinan Rph/Kapita/bulan Daerah/Tahun Makanan Perkotaan Perdesaan Kota + Desa *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.23 Garis Kemiskinan. Membandingkan kemiskinan antar waktu..1.angka kemiskinan). Dengan pendekatan ini. yang terdiri dari dua komponen yaitu garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan-makanan (GKBM). Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk: 1. biasanya Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan US $ 1 atau US $ 2 per hari. orang tengger dsb). Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan. ditentukan berdasarkan ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan pokok minimum. Dengan pendekatan ini. 3. Penduduk miskin dihitung berdasarkan garis kemiskinan.

… Provinsi ..T-I. (n-5) (n-4) Uraian Luas Tanah Jumlah penduduk Jumlah penduduk yang memiliki tanah Persentase penduduk memiliki tanah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. maka angka yang digunakan adalah = (1 .T-I. Kecamatan. Kabupaten/kota..B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..33 00 Selanjutnya perhitungan angka kepemilikan tanah dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel.. Kecamatan. keterampilan dan bakatnya masing-masing. Kecamatan (1) Kecamatan.... dapat menyerap pertambahan angkatan kerja.. Dengan demikian.B.. Pertambahan angkatan kerja harus diimbangi dengan investasi yang dapat menciptakan kesempatan kerja.24 Persentase Penduduk Memiliki Lahan Tahun .. Kesempatan kerja (Rasio penduduk yang bekerja) Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. kesempatan kerja berarti peluang atau keadaan yang menunjukkan tersedianya lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian. Kesempatan Kerja (demand for labour) adalah suatu keadaan yang menggambarkan/ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja untuk diisi oleh para pencari kerja)...25 Kepemilikan Tanah Tahun .. Bisa juga disebut sumber daya manusia. Luas Tanah (2) Jumlah penduduk (3) Jumlah penduduk yang memiliki tanah (4) Persentase penduduk memiliki tanah (5=4/3) e.. Jika yang tersedia adalah angka pengangguran. Dengan demikian kesempatan kerja dapat diartikan sebagai permintaan atas tenaga kerja.. Rasio penduduk yang bekerja adalah perbandingan jumlah penduduk yang bekerja terhadap jumlah angkatan kerja. (n-3) (n-2) (n-1)**) Sedangkan untuk Kabupaten/kota: Tabel...... angkatan kerja (labour force) menurut Soemitro Djojohadikusumo didefinisikan sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Dalam ilmu ekonomi....angka pengangguran) Contoh menghitung rasio tersebut terlebih dahulu disusun data angkatan kerja yang bekerja dan yang mencari pekerjaan menurut kelompok umur berdasarkan hasil sensus terakhir ke dalam tabel sebagai berikut: ... Sementara itu. Kecamatan.

000 5.700 000 0. Pemerintahan daerah dapat terselenggara dengan baik apabila pemerintah dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.000 8.400 14..000 6.100 133.27 Angka Kriminalitas Provinsi/Kabupaten/Kota . serta menanggulangi kriminalitas sehingga kuantitas dan kualitas kriminalitas dapat diminimalisir.34 Tabel..300 10. ketertiban dan penanggulangan kriminalitas merupakan salah satu prioritas untuk mewujudkan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan terutama di daerah.500 1.100 12.000 13.400 6.000 3.300 4.000 15.*) Tahun .B..000 88.000 penduduk..34).600 19. Tabel..500 12.T-I.000 jiwa. maka angka kriminalitas yang tertangani : 0 000 . 33 00 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 66% dari angkatan kerja yang ada memperoleh kesempatan kerja sedangkan 34%nya masih mencari kerja atau pengangguran (1-0.000 11. Kasus Pembunuhan Penganiayaan Berat Penculikan Pencurian dengan Kekerasan Pencurian dengan Pemberatan Pencurian Ranmor Pencurian Kawat Telepon Pemerkosaan Pembakaran Senpi/Handak Pemerasan Penyelundupan Kejahatan Terhadap Kepala Negara Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.26 Rasio Penduduk yang Bekerja dengan Angkatan Kerja Golongan umur 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65+ Jumlah Angkatan Kerja Bekerja 5.700 21.000 12.000 Mencari Pekerjaan 1.300 3.600 4. Kriminalitas (Angka kriminalitas yang tertangani) Keamanan. menjaga ketertiban dalam pergaulan masyarakat.100 1.600 9.B.66=0.000 10.100 5.000 3.700 8.T-I. Angka kriminalitas yang ditangani merupakan jumlah tindak kriminal yang ditangani selama 1 tahun terhadap 10.. Kejadian 5 8 4 2 7 15 12 2 5 9 15 5 0 89 Tertangani 4 6 2 2 6 13 10 1 4 8 14 4 0 74 Contoh diketahui jumlah penduduk kabupaten/kota sebesar 200.100 45.300 7.. f.100 2.000 4. Angka kriminalitas yang tertangani adalah penanganan kriminal oleh aparat penegak hukum (polisi/kejaksaan).000 11.600 9..700 Jumlah 6.

Budaya dan Olahraga Tahun ...... budaya dan olahraga sangat terkait erat dengan kualitas hidup manusia dan masyarakat.. Jumlah gedung olahraga adalah jumlah gedung olahraga per 10...*) NO 1 2 3 4 Capaian Pembangunan Jumlah grup kesenian per 10.3. Tabel.. Kabupaten/kota Jumlah grup kesenian per 10. bermoral.000 penduduk.T-I. Selanjutnya penyajian pencapaian pembangunan seni..29 Perkembangan Seni.. Seni Budaya dan olahraga Pembangunan bidang seni.000 penduduk. Kota .. d....d .000 penduduk Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. b..28 Perkembangan Seni.. beretika.000 penduduk..... menurut kabupaten/kota/Provinsi .B.T-I.B.000 penduduk Jumlah gedung olahraga per 10. Jumlah gedung olahraga per 10.000 penduduk. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Provinsi .000 penduduk.000 penduduk Jumlah klub olahraga per 10... Jumlah klub olahraga adalah jumlah klub olahraga per 10. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 1. Dst .. Jumlah gedung kesenian per 10...000 penduduk Jumlah gedung kesenian per 10. budaya dan olahraga dapat dilihat berdasarkan indikator sebagai berikut: a... Jumlah gedung kesenian adalah jumlah gedung kesenian per 10. ... Jumlah klub olahraga per 10.*) No 1 2 3 4 5 Kabupaten .. Kabupaten .. c. Hal ini sesuai dengan 2 (dua) sasaran pencapaian pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan yaitu (i) untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia.35 - Catatan: Tabel tersebut diatas dapat disajikan dan dianalisis untuk data angka kriminalitas dalam kurun 5 tahun terakhir. budaya dan olahraga dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Untuk Provinsi: Tabel.000 penduduk.. berbudaya dan beradab serta (ii) mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk mencapai masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera.000 penduduk.. Budaya dan Olahraga Tahun ....000 penduduk.. Jumlah grup kesenian adalah jumlah grup kesenian per 10. Pencapaian pembangunan seni. Dst . s.

jenjang pendidikan kelompok usia tahun jumlah siswa kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada tahun t jumlah penduduk kelompok usia a Jenjang pendidikan menurut kelompok usia sekolah : SD/MI = 7-12 tahun SMP/MTs = 13-15 tahun 000 Sajikan data APS untuk 5 tahun terakhir. Kenaikan tersebut dapat pula dipengaruhi oleh semakin besarnya jumlah penduduk usia sekolah yang tidak diimbangi dengan ditambahnya infrastruktur sekolah serta peningkatan akses masuk sekolah sehingga partisipasi sekolah seharusnya tidak berubah atau malah semakin rendah.*) NO 1 1..1. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. bisa jadi ditemukan penurunan jumlah murid di sekolah dasar dengan interpretasi terjadi penurunan partisipasi sekolah. Angka Partisipasi Sekolah (APS) APS merupakan ukuran daya serap sistem pendidikan terhadap penduduk usia sekolah.30 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun . Bila ukuran seperti perubahan jumlah murid digunakan.T-I.. dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel..1. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. APS adalah jumlah murid kelompok usia pendidikan dasar (7-12 tahun dan 13-15 tahun) yang masih menempuh pendidikan dasar per 1.1.1.1. Namun.1.1. Ukuran yang banyak digunakan di sektor pendidikan seperti pertumbuhan jumlah murid lebih menunjukkan perubahan jumlah murid yang mampu ditampung di setiap jenjang sekolah. Pendidikan 1.1. proporsi penduduk muda sendiri semakin menurun akibat semakin rendahnya angka fertilitas (lihat bagian fertilitas). Aspek Pelayanan Umum 2.d . 2.. Provinsi .1.1. SD/MI jumlah murid usia 7-12 thn jumlah penduduk kelompok usia 712 tahun APS SD/MI SMP/MTs jumlah murid usia 13-15 thn jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APS SMP/MTs Jenjang Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... Cara menghitung APS sebagai berikut: .36 2.3. bila digunakan APS.3.1.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar..B.1.2. 2 2.. Fokus Layanan Urusan Wajib 2. . Angka tersebut memperhitungkan adanya perubahan penduduk terutama usia muda.2.. maka akan ditemukan peningkatan partisipasi di tingkat SD yang disebabkan semakin rendahnya jumlah penduduk usia SD. 1. s. 2. = . Sehingga. Pendidikan Dasar 2. Di Indonesia. . 000 dimana: h = a = t = = . Penurunan ini akan menyebabkan semakin menurunnya jumlah anak-anak yang masuk sekolah dasar.. 1.. naiknya persentase jumlah murid tidak dapat diartikan sebagai semakin meningkatnya partisipasi sekolah.

.3... Dst ..B.. Dst ... Kota ... Untuk menghitung APS menurut jenjang pendidikan: APS 7-12 APS 13-15 3.31 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun .*) NO 1 2 3 Kecamatan jumlah murid usia 7-12 thn SD/MI jumlah penduduk usia 7-12 th APS jumlah murid usia 1315 thn SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th APS Kecamatan.. Jumlah Total *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..3... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 1.. Dst ...37 Tabel. Untuk kabupaten/kota: Tabel... 2....5 3. 2 2.T-I.2.. Kabupaten .... 2..T-I..1...B.. jumlah murid usia 7-12 thn jumlah penduduk usia 7-12 th APS jumlah murid usia 13-15 thn SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th APS Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.2...5 000 000 Untuk menghitung APS usia pendidikan dasar: 3 3 5 5 000 ......T-I.. 1. Tabel.. Kabupaten/Kota . SD/MI jumlah murid usia 7-12 thn jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APS SD/MI SMP/MTs jumlah murid usia 13-15 thn jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APS SMP/MTs Jenjang Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...32 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun ...... menurut kecamatan Provinsi ..*) NO 1 1.. s.d . menurut kabupaten/kota Provinsi ..*) SD/MI NO 1 2 3 4 5 Kabupaten/kota Kabupaten .B.....1. Kecamatan...33 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun .

. Kabupaten/kota .1.. Dst .2. Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Rasio 2 SMP/MTs 2.d ... jumlah penduduk kelompok usia 1315 tahun 2.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..2..*) Jenjang Pendidikan SD/MI Jumlah gedung sekolah jumlah penduduk kelompok usia 712 tahun 1.... menurut Provinsi . Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan dasar..38 2.1...1.T-I.000 jumlah penduduk usia pendidikan dasar..2.. Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.2.T-I. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan...1. Kota ..3.. Dst ..1.... Provinsi .3.B... jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun 1.1...B. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.. Kabupaten ..36 Ketersediaan sekolah dan penduduk usia sekolah Tahun .d .. NO 1 1... Jumlah gedung sekolah 2... jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun 2.. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) .1. s...2..B..T-I.*) NO Jenjang Pendidikan 1 SD/MI 1. Rasio 2 SMP/MTs 2.34 Ketersediaan sekolah dan penduduk usia sekolah Tahun .. Untuk kabupaten/kota: Tabel.3.3.. 1. Jumlah gedung sekolah 1.. Untuk menghitung rasio ketersedian/penduduk usia sekolah dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. Jumlah gedung sekolah 2.. s...*) NO (1) (2) Kabupaten/kota SD/MI Jumlah gedung sekolah (3) jumlah penduduk usia 7-12 th (4) Rasio (5=3/4) Jumlah gedung sekolah (6) SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th (7) Rasio (8=6/7) 1 2 3 4 5 Kabupaten ...35 Ketersediaan sekolah dan penduduk usia sekolah . Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan dasar per 10.

*) SD/MI NO (1) SMP/MTs KECAMATAN (2) Jumlah gedung sekolah (3) jumlah penduduk usia 7-12 th (4) Rasio (5=3/4) Jumlah gedung sekolah (6) jumlah penduduk usia 13-15 th (7) Rasio (8=6/7) Kecamatan .2.. Kabupaten .. Jumlah Murid 2..B.. Kota ........ Untuk menghitung rasio guru terhadap murid dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..B... Rasio guru/murid Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan dasar per 1.39 Tabel.37 Ketersediaan sekolah dan penduduk usia sekolah menurut kecamatan Kabupaten/kota .000 jumlah murid pendidikan dasar..... Rasio 2 SMP/MTs 2..B.. Jumlah Murid 1... Dst .1...3. Kecamatan .*) SD/MI NO (1) SMP/MTs KABUPATEN/KOTA (2) Jumlah Guru (3) Jumlah Murid (4) Rasio (5=3/4) Jumlah Guru (6) Jumlah Murid (7) Rasio (8=6/7) Kabupaten .... Jumlah Guru 1.T-I... (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. Di samping itu juga untuk mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran.. Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...T-I.d . Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.3.T-I....... 1 2 3 Rumus menghitung rasio ketersediaan sekolah menurut jenjang pendidikan dasar: Rasio Ketersediaan sekolah SD/MI = Rasio Ketersediaan sekolah SMP/MTs = Rasio Ketersediaan sekolah pendidikan dasar: 0 000 0 000 0 000 3 5 3 5 2.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.1.38 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Tahun ..39 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar menurut kabupaten/kota Provinsi . Dst . Jumlah Guru 2. Dst .1... s.3. Provinsi .2.*) NO Jenjang Pendidikan 1 SD/MI 1.1... 1 2 3 4 5 ......1. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar.

T-I.1...1.000 jumlah penduduk usia pendidikan menengah. Jumlah Guru 2..3....1.4.1. Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.1. ..2.2.d . Kabupaten/Kota..3. seperti pada penjelasan 2.1.2.40 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Tahun . Rasio guru/murid per kelas rata-rata 000 1. Dst ..1.B.1.1 APS untuk pendidikan dasar. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..1... Rasio ini mengindikasikan kemampuan untuk menampung semua penduduk usia pendidikan menengah.2.1. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. 1 2 3 Rumus menghitung rasio guru dan murid menurut jenjang pendidikan: Rasio guru dan murid SD/MI Rasio guru dan murid SMP/MTs = = G G G 000 0 000 0 000 Rasio Guru dan Murid pendidikan dasar = 2. Kemudian hitung APS jenjang pendidikan menengah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: APS 16-19 - 000 1.*) (n-5) NO Jenjang Pendidikan 1 SD/MI 1.40 Untuk kabupaten/kota: Tabel.000 jumlah penduduk usia pendidikan menengah. Jumlah Murid 1.1. Kecamatan .2..1..T-I.41 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar menurut Kecamatan Kabupaten/Kota. Jumlah Murid 2.. Rasio 2 SMP/MTs 2. Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah tingkat pendidikan menengah per 10. Pendidikan Menengah 1... Sajikan data APS usia pendidikan menengah untuk 5 tahun terakhir..1... s..*) NO (1) KECAMATAN (2) SD/MI SMP/MTs Jumlah Guru (3) Jumlah Murid (4) Rasio (5=3/4) Jumlah Guru (6) Jumlah Murid (7) Rasio (8=6/7) Kecamatan . dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota.1. Jumlah Guru 1...1.B. Angka Partisipasi Sekolah (APS) APS adalah jumlah murid kelompok usia pendidikan menengah (16-19 tahun) yang masih menempuh pendidikan menengah per 1..2..

dapat dilakukan pada Posyandu. pengembangan psikososial/emosi.1 Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah pendidikan menengah. Karena Posyandu merupakan wadah peranserta masyarakat untuk menyampaikan dan memperoleh pelayanan kesehatan dasarnya. Tujuan penyelenggaraan Posyandu: 1.1.4..2. bahwa strategi pelayanan kesehatan dasar masyarakat dengan fokus pada ibu dan anak seperti itu. Rasio pos pelayanan terpadu (posyandu) per satuan balita Pengertian Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat. maka diharapkan pula strategi operasional pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak secara dini.000 jumlah murid pendidikan menengah. merupakan suatu strategi dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar yang meliputi peningkatan derajat kesehatan dan gizi yang baik. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). seperti pada penjelasan 3.2. . Kesehatan 1. Pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak-anak sejak usia dini.1.1. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. Kemudian hitung rasio ketersediaan sekolah menurut jenjang pendidikan menengah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Rasio Ketersediaan sekolah SMA/MA/SMK = 0 000 1.1.1.000 jumlah murid pendidikan menengah.2.41 Sajikan Rasio ketersediaan sekolah terhadap pendidikan menengah untuk 5 tahun terakhir. lingkungan yang sehat dan aman. Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata adalah jumlah guru pendidikan menengah per kelas per 1. Di samping itu juga untuk mengukur jumlah ideal guru per kelas terhadap jumlah murid agar tercapai mutu pengajaran. Sajikan rasio guru terhadap murid pendidikan menengah untuk 5 tahun terakhir.1. 0 000 2. 3. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. Kemudian hitung rasio guru terhadap murid pendidikan menengah dengan menggunakan rumus sebagai berikut: = G 0 000 1. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. Rasio guru terhadap murid Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru tingkat pendidikan menengah per 1. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar per kelas. Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil. kemampuan berbahasa dan pengembangan kemampuan kognitif (daya pikir dan daya cipta) serta perlindungan anak. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar. melahirkan dan nifas).3.2.1.1. Di samping itu juga untuk mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pengajaran. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera. dapat dilakukan di setiap posyandu. 2.2. 4.1. Membudayakan NKKBS. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Pengalaman empirik dibeberapa tempat menunjukan.

T-I. Oleh karena itu perlu dihitung rasio ketersediaan posyandu per balita. Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kabupaten/Kota.d . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.... Kecamatan .. Dst .d . Kegunaannya untuk mengetahui berapa selayaknya jumlah posyandu yang efektif tersedia sesuai dengan tingkat penyebarannya serta sebagai dasar untuk merevitalisasi fungsi dan peranannya dalam pembangunan daerah.B...43 Jumlah Posyandu dan Balita Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Dst ... Jumlah balita 3.B. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.44 Jumlah Posyandu dan Balita Tahun .*) NO 1.. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel....... .*) (n-5) NO Uraian 1.T-I... s.. 2. Tabel... Kota ..T-I.*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah posyandu (3) Jumlah balita (4) Rasio (5=4/3) Kabupaten .42 Jumlah Posyandu dan Balita Tahun ..*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah posyandu (3) Jumlah balita (4) Rasio (5=4/3) 1 2 3 Kecamatan ..B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Dst . s. 1 2 3 4 Untuk kabupaten/kota: Tabel..45 Jumlah Posyandu dan Balita Menurut Kecamatan Tahun ...... dan agar status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan... Jumlah posyandu 2.T-I. Provinsi .......... Provinsi .... Uraian Jumlah posyandu Jumlah balita Rasio (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. 3... Kabupaten/Kota. Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai dan idealnya satu Posyandu melayani 100 balita.... Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.42 Terkait dengan hal tersebut diatas perlu dilakukan analisis rasio posyandu terhadap jumlah balita dalam upaya peningkatan fasilitasi pelayanan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan..B....... Untuk menghitung rasio posyandu per satuan balita dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel....

. diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Kota .*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah Penduduk (3) Puskesmas Poliklinik Pustu Jumlah (4) Rasio (5=4/3) Jumlah (6) Rasio (7=6/3) Jumlah (8) Rasio (9=8/3) 1 2 3 Kecamatan. asuhan keperawatan yang berkesinambungan.. Tabel..2.B.. Dst .. Kecamatan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.1.. Poliklinik dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Tabel.B......46 Jumlah Puskesmas.T-I. Rasio Pustu persatuan penduduk *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 3. Untuk kabupaten/kota: Tabel. Kabupaten/Kota.. Poliklinik dan Pustu Tahun ........1. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Poliklinik dan Pustu Menurut Kecamatan Tahun . 5..d ....*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah Penduduk (3) Puskesmas Poliklinik Pustu Jumlah (4) Rasio (5=4/3) Jumlah (6) Rasio (7=6/3) Jumlah (8) Rasio (9=8/3) 1 2 3 4 5 Kabupaten ..... Provinsi .48 Jumlah Puskesmas.. Kabupaten .43 1.B..... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... 4..T-I.2..... Uraian Jumlah Puskesmas Jumlah Poliklinik Jumlah Pustu Jumlah Penduduk Rasio Puskesmas persatuan penduduk Rasio Poliklinik persatuan penduduk (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 7.. 2.. Dst ..... Kabupaten/Kota ..T-I. s.*) NO 1. Untuk menghitung rasio rumah sakit per satuan penduduk dapat disusun tabel sebagai berikut: . Poliklinik dan Pustu Menurut Kabupaten/Kota Tahun .2. Dst . 6..47 Jumlah Puskesmas.. Rasio Puskesmas.. Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kesehatan.3.... 1.

Tabel... Provinsi . s. 2..T-I....B.... 7.... 6....49 Jumlah dan Rasio Rumah Sakit Per jumlah Penduduk Tahun . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Kabupaten/Kota .....*) NO 1. Tabel. Dst ..52 Jumlah Rumah Sakit menurut Kecamatan tahun .T-I....T-I.d .. 4. Dst .... Dst . 4............. 5.B... Kabupaten .B. 5. Uraian Jumlah Rumah Sakit Umum (Pemerintah) Jumlah Rumah Sakit Jiwa/Paru dan penyakit khusus lainnya milik pemerintah Jumlah Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI Jumlah Rumah Sakit Daerah Jumlah seluruh Rumah Sakit Jumlah Penduduk Rasio (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kecamatan. s. Provinsi . Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. Kabupaten/Kota....51 Jumlah dan Rasio Rumah Sakit Per jumlah Penduduk Tahun .... 3. 2..... Untuk kabupaten/kota: Tabel. 6..50 Jumlah Rumah Sakit Menurut Kabupaten/Kota Tahun ....... Uraian Jumlah Rumah Sakit Umum (Pemerintah) Jumlah Rumah Sakit Jiwa/Paru dan penyakit khusus lainnya milik pemerintah Jumlah Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI Jumlah Rumah Sakit Daerah Jumlah seluruh Rumah Sakit Jumlah Penduduk Rasio (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.*) Jumlah Penduduk Rumah Sakit Umum (Pemerintah) Jmlh Rasio NO Kecamatan RS Jiwa/Paru dan penyakit khusus lainnya milik pemerintah Jmlh Rasio Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI Jmlh Rasio Rumah Sakit Daerah Jmlh Rasio Rumah Sakit Swasta Jmlh Rasio Total Jmlh Rasio 1 2 3 Kecamatan.*) Jumlah Penduduk Rumah Sakit Umum (Pemerintah) Jmlh Rasio NO Kabupaten/kota Rumah Sakit Jiwa/Paru dan penyakit khusus lainnya milik pemerintah Jmlh Rasio Rumah Sakit AD/AU/ AL/POLRI Jmlh Rasio Rumah Sakit Daerah Jmlh Rasio Rumah Sakit Swasta Jmlh Rasio Total Jmlh Rasio 1 2 3 4 5 Kabupaten .... Kota .......*) NO 1. Jumlah .B. 7.. 3..44 Untuk Provinsi: Tabel..d .

Untuk menghitung rasio dokter per satuan penduduk dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel...*) (n-5) NO Uraian 1 Jumlah Dokter 2 Jumlah Penduduk 3 Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 1 2 3 4 Untuk kabupaten/kota: Tabel. ... Provinsi ......... Rasio rumah sakit per satuan penduduk adalah jumlah rumah sakit per 10.. Kecamatan . Dst ..T-I.53 Jumlah Dokter Tahun . Apabila dikaitkan dengan standar sistem pelayanan kesehatan terpadu.. Rasio dokter per satuan penduduk Indikator rasio dokter per jumlah penduduk menunjukkan tingkat pelayanan yang dapat diberikan oleh dokter dibandingkan jumlah penduduk yang ada. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel..B....B. idealnya satu orang dokter melayani 2.. Dst .....T-I..55 Jumlah Dokter Tahun ... Kabupaten/Kota.000 penduduk. s. Kabupaten/Kota ...d ... Kota .. Provinsi .54 Jumlah Dokter Menurut Kabupaten/Kota Tahun ........ **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..T-I. Rasio ini mengukur ketersediaan fasilitas rumah sakit berdasarkan jumlah penduduk..56 Jumlah Dokter Menurut Kecamatan Tahun . Selain itu distribusi dokter dan dokter spesialis tidak merata serta kualitasnya masih perlu ditingkatkan.. Dst ...B...*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah Penduduk (3) Jumlah Dokter (4) Rasio (5=4/3) 1 2 3 Kecamatan ..... dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 000 1..2..45 *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Jumlah dokter dan dokter spesialis di Indonesia belum memenuhi kebutuhan sesuai rasio jumlah penduduk Indonesia..T-I.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..B. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.*) (n-5) NO Uraian 1 Jumlah Dokter 2 Jumlah Penduduk 3 Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. s. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Jumlah Penduduk (3) Jumlah Dokter (4) Rasio (5=4/3) Kabupaten ...d ....500 penduduk.4. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data...1.

Rasio tenaga medis per satuan penduduk Rasio Tenaga Medis per jumlah penduduk menunjukkan seberapa besar ketersediaan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada penduduk.58 Jumlah Tenaga Medis Menurut Kabupaten/Kota Tahun ...T-I. Untuk menghitung rasio tenaga medis persatuan penduduk dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah Penduduk (3) Jumlah Tenaga Medis (4) Rasio (5=4/3) 1 2 3 Kecamatan ....60 Jumlah Tenaga Medis Menurut Kecamatan Tahun ... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..... Tabel. Kecamatan .T-I. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.5.B........ Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota .3.T-I.1...B..B..... Kabupaten ..d . 2.....T-I..1. Lingkungan Hidup Persentase penanganan sampah Untuk menghitung persentase penanganan sampah dapat disusun tabel sebagai berikut: .......*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah Tenaga Medis Jumlah Penduduk (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.......*) (n-5) NO Uraian 1 Jumlah Tenaga Medis 2 Jumlah Penduduk 3 Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... Dst .. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.59 Jumlah Tenaga Medis Tahun .. Dst ..57 Jumlah Tenaga Medis Tahun .d ..... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.B.3..*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Jumlah Penduduk (3) Jumlah Tenaga Medis (4) Rasio (5=4/3) 1 2 3 4 5 Kabupaten . s..1..46 1. s... Untuk kabupaten/kota: Tabel.2. Provinsi ... 1. Dst . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Kota .1... Provinsi ......

.B. 3....47 Untuk Provinsi: Tabel. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia.. banyak zat berbahaya...d ... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.... dan tidak mengandung logam berat.. Provinsi . Dst .B. tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.... Untuk menghitung persentase penduduk berakses air bersih dapat disusun tabel sebagai berikut: ....... Persentase penduduk berakses air minum Syarat-syarat air minum menurut Kementerian Kesehatan adalah tidak berasa.B... Kabupaten/Kota. tidak berwarna.....3. Dst .. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C.T-I.. Provinsi ... terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya... Kecamatan .. Kabupaten .T-I...63 Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah Tahun . Dst ....1.62 Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Uraian Jumlah sampah yang ditangani Jumlah volume produksi sampah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Persentase *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kota ..61 Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah Tahun . 1. s..... Untuk Kabupaten: Tabel...*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Jumlah sampah yang ditangani (3) Jumlah volume produksi sampah (4) Persentase (5=4/3) 1 2 3 4 5 Kabupaten . Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. 2.2.*) NO 1. terutama logam. 2....... tidak berbau.d . Kabupaten/Kota .. Tabel..*) NO 1.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.64 Jumlah Volume Sampah dan Produksi Sampah Menurut Kecamatan Tahun .. Uraian Jumlah sampah yang ditangani Jumlah volume produksi sampah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Persentase *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. s.T-I. 3... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah sampah yang ditangani (3) Jumlah volume produksi sampah (4) Persentase (5=4/3) 1 2 3 Kecamatan .. Tabel..B...T-I.

65 Proporsi Jumlah Penduduk yang Mendapatkan Akses Air Minum dan Jumlah Penduduk Tahun .B.B.T-I.. Yang dimaksud akses air bersih meliputi air minum yang berasal dari air mineral.... Kabupaten ... s.B. Dst . NO 1. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 1 2 3 Persentase penduduk berakses air bersih adalah proporsi jumlah penduduk yang mendapatkan akses air minum terhadap jumlah penduduk secara keseluruhan..68 Proporsi Jumlah Penduduk yang Mendapatkan Akses Air Minum dan Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun .. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.T-I.. Kabupaten/Kota .*) NO (1) Kecamatan (2) Jumlah Penduduk (3) Jumlah Penduduk yang mendapatkan akses air minum (4) Persentase (5=4/3) Kecamatan . Provinsi .......67 Proporsi Jumlah Penduduk yang Mendapatkan Akses Air Minum dan Jumlah Penduduk Tahun .. atau mata air ..48 Untuk Provinsi: Tabel. Provinsi .. Kecamatan . s. Kabupaten/Kota...B. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... 2. Persentase penduduk berakses air bersih *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.....*) NO 1. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.........d . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... Kota .... Uraian Jumlah penduduk yang mendapatkan akses air minum Jumlah penduduk (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Persentase penduduk berakses air bersih *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..T-I..... Jumlah penduduk 3..*) (n-5) Uraian Jumlah penduduk yang mendapatkan akses air minum 2.... Untuk kabupaten/kota: Tabel....... 3...... Dst . sumur. Dst .... air leding/PAM..T-I..66 Proporsi Jumlah Penduduk yang Mendapatkan Akses Air Minum dan Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun .*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah penduduk (3) Jumlah penduduk yang mendapatkan akses air minum (4) Persentase (5=4/3) 1 2 3 4 5 Kabupaten .. pompa air.. Tabel..d .

69 Persentase Luas Permukiman yang Tertata Tahun ...B.B. Untuk kabupaten/kota: Tabel. baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan .1. Uraian luas area permukiman tertata luas area permukiman keseluruhan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Persentase Luas Permukiman yang Tertata *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.49 yang terlindung dalam jumlah yang cukup sesuai standar kebutuhan minimal.. Kabupaten .. 3. Persentase luas permukiman yang tertata Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung.3. Tertata *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. 2... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Provinsi ..*) (n-5) Uraian luas area permukiman tertata luas area permukiman keseluruhan Persentase Luas Permukiman yang 3...B..d ...70 Persentase Luas Permukiman yang Tertata Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Kabupaten/Kota . Untuk menghitung persentase luas permukiman yang tertata dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.71 Persentase Luas Permukiman yang Tertata Tahun .d ..T-I..... s.. Provinsi . NO 1.*) NO 1.. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 1... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. s....T-I......3...... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..... Dst ...*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Luas Area Permukiman Keseluruhan (3) Luas Area Permukiman Tertata (4) Persentase (5=4/3) 1 2 3 4 5 Kabupaten . .. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.. 2. Dst .. Kota ..T-I..

adalah semua ruas jalan dengan kondisi sedang sampai baik dan lebarnya memenuhi ketentuan lebar minimum perkerasan (berdasarkan LHR yang ada). b.. Mantap Marginal..... dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 2. Dapat dikatakan juga sebagai semua ruas jalan yang mantap dari aspek kondisi tetapi tidak mantap dari aspek pemanfaatan/kapasitas atau sebaliknya. Sarana dan Prasarana Umum 1.. 1 2 3 Persentase Luas Permukiman yang Tertata adalah proporsi luas area permukiman yang sesuai dengan peruntukan berdasarkan rencana tata ruang satuan permukiman terhadap luas area permukiman keseluruhan. Kinerja jaringan jalan berdasarkan kemantapan dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu : a. Kinerja jaringan jalan dinyatakan sebagai Mantap Sempurna. Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik Kinerja jaringan jalan sebagai hasil dari manajemen pengelolaan didasarkan kepada beberapa indikator makro yaitu : 1. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. c. sedang. c. Kecamatan . Dst ..1.4.. rusak dan rusak berat.1.1..1.72 Persentase Luas Permukiman yang Tertata Menurut Kecamatan Tahun .lintas dapat berjalan lancar sesuai dengan kecepatan disain dan tidak ada hambatan yang disebabkan oleh kondisi jalan.1.. Mantap Marginal dan Tidak Mantap. Kondisi Baik (B) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan..4... adalah semua ruas jalan dengan kondisi sedang sampai baik tetapi lebarnya kurang dari ketentuan berdasarkan jumlah LHR yang ada. adalah semua ruas jalan baik secara kondisi maupun kapasitas tidak mantap. Kerusakan yang ada mulai menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus pergerakan lalu – lintas. Tidak Mantap. bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi sedang menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan 6 s/d 10 %). dimana hal tersebut lebih merupakan definisi secara kualitatif.4. atau sebaliknya yaitu jalan dengan lebar yang cukup tetapi kondisi rusak sampai rusak berat.4. sehingga kendaraan harus mengurangi kecepatannya.. b. Kondisi Sedang Rusak (SR) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan... Kerusakan yang ada belum (atau sedikit saja) menimbulkan gangguan terhadap kelancaran arus pergerakan lalu – lintas..50 Tabel. bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi sedang menuju rusak menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan 10 s/d 16 %).T-I. sedang rusak. Kinerja jaringan jalan berdasarkan kemantapan Kinerja jaringan jalan berdasarkan aspek kemantapan adalah merupakan kinerja gabungan dari aspek kondisi dan aspek pemanfaatan/kapasitas. Mantap Sempurna. arus lalu .1. . bahu jalan dan ≤ .*) NO (1) Kecamatan (2) Luas Area Permukiman Keseluruhan (3) Luas Area Permukiman Tertata (4) Persentase (5=4/3) Kecamatan .B.2. Kabupaten/Kota . 1.1. Untuk keperluan teknis operasional diperlukan suatu definisi atau batasan/kriteria teknis (“engineering criteria”) yang lebih jelas dan bersifat kuantitatif... Kinerja jaringan jalan berdasarkan kondisi Kinerja jaringan berdasarkan kondisi dengan terminologi baik.1. Terminologi ini didasarkan pada besarnya persentase tingkat kerusakan dengan penjelasan sebagai berikut: a. atau semua ruas jalan yang mantap baik dari aspek kondisi maupun aspek pemanfaatan/kapasitas. Kondisi Sedang (S) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan.

sehingga kendaraan harus berjalan secara perlahan .. Tabel.. Kondisi diukur (terutama) dengan besaran nilai Kondisi.. V/C ratio menunjukkan gambaran mengenai tingkat pelayanan suatu jalan dalam melayani arus (pergerakan) lalu – lintas..*) NO 1. Kerusakan yang ada sudah sangat menghambat kelancaran arus pergerakan lalu . Kinerja jaringan jalan berdasarkan aspek pemanfaatan Dua hal utama yang berkaitan erat dengan kinerja jalan. mengurangi kecepatannya. provinsi... atau hanya dapat dilewati dengan kecepatan sangat rendah...74 Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Menurut Kabupaten/Kota Tahun .51 d..T-I.. sedangkan aspek pemanfaatan diukur dengan besaran V/C ratio. Untuk menghitung proporsi panjang jaringan jalan berdasarkan kondisi dapat disusun tabel sebagai berikut : Untuk Provinsi: Tabel.1.B..3. dan kabupaten/kota) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Batasan nilai V/C ratio yang menunjukkan tingkat pelayanan mulai mendekati kemacetan diambil > 0. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. s. kadangkala harus berhenti akibat adanya kerusakan atau hambatan pada permukaan perkerasan....1...lahan.4. dimana semakin besar nilai V/C ratio berarti semakin rendahnya tingkat pelayanan jalan tersebut yang ditunjukkan dengan terjadinya kemacetan. bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi rusak berat menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan > 20 %).. Kerusakan yang ada sudah sangat parah dan nyaris tidak dapat lagi dilewati oleh kendaraan roda – 4.. bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi rusak menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan 16 s/d 20 %). Kondisi Rusak Berat (RB) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan. Kondisi Jalan Kondisi Baik Kondisi Sedang Rusak Kondisi Rusak Panjang Jalan (km) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Kondisi Rusak Berat Jalan secara keseluruhan (nasional. 1.... Kabupaten . e..*) NO 1 2 3 4 5 Kabupaten/kota Kondisi Baik Kondisi Sedang Rusak Kondisi Rusak Kondisi Rusak Berat Jalan secara keseluruhan Kabupaten . baik untuk individual segmen maupun untuk sepanjang ruas dan sistem jaringan adalah aspek kondisi dan aspek pemanfaatannya. Provinsi . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.lintas.. 3... Dst .. 4...65. 2...B. Provinsi . 5. Kondisi Rusak (R) adalah semua ruas jalan dimana permukaan perkerasan.. .. Dst . Kota ....73 Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun ..d .T-I..

Untuk menghitung Rasio perbandingan panjang jaringan irigasi terhadap luas lahan budidaya dapat disusun tabel sebagai berikut : Untuk Provinsi: Tabel. 2. boks tersier. Hal ini mengindikasikan kualitas jalan dari keseluruhan panjang jalan.. provinsi.. yang langsung berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi ke dalam petakan sawah adalah jaringan irigasi tersier yang terdiri dari saluran tersier. dan kabupaten/kota).. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..1.T-I..d . pemberian..B. .. Kecamatan .*) NO 1.. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 1. 2..... Tabel..4. Dari ketiga kelompok jaringan tersebut...*) NO 1. sekunder dan tersier. s.... Selanjutnya secara operasional dibedakan ke dalam tiga kategori yaitu jaringan irigasi primer... penggunaan dan pembuangan air irigasi.. Provinsi . 5. dan kabupaten/kota) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 3. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. boks kuarter serta bangunan pelengkapnya.77 Rasio Jaringan Irigasi Tahun ..52 Untuk kabupaten/kota: Tabel.... Kabupaten/Kota . 4. Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik adalah panjang jalan dalam kondisi baik dibagi dengan panjang jalan secara keseluruhan (nasional. s. 4.76 Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Menurut Kecamatan tahun .2. saluran kuarter dan saluran pembuang. pembagian.. bangunan dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan.. provinsi.B.B. Kondisi Jalan Panjang Jalan (km) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Kondisi Baik Kondisi Sedang Rusak Kondisi Rusak Kondisi Rusak Berat Jalan secara keseluruhan (nasional. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..d ....T-I.75 Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun . 3.... Rasio Jaringan Irigasi Pengertian jaringan irigasi adalah saluran..T-I... Kabupaten/Kota . Dst . Jaringan Irigasi Panjang Jaringan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jaringan primer Jaringan Sekunder Jaringan Tersier Luas lahan budidaya Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 5..*) NO 1 2 3 Kecamatan Kondisi Baik Kondisi Sedang Rusak Kondisi Rusak Kondisi Rusak Berat Jalan secara keseluruhan Kecamatan .

Pasok Irigasi Relatif (PIR) dan Pasok Air Relatif (PAR) dengan rumusan sebagai berikut:    .80 Rasio Jaringan Irigasi menurut Kecamatan tahun .B... sekunder... Provinsi ..78 Rasio Jaringan Irigasi Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Tingkat efisiensi akan diukur dari nilai Pasok Irigasi per Area (PIA)... 2.. Dalam hal ini efisiensi teknis diukur dari tiga indikator yaitu Pasok Irigasi per Area (PIA).. dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Didalam pengelolaan jaringan irigasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.d . Dst .. Kabupaten ..T-I.*) NO (1) Kecamatan (2) Panjang Jaringan Irigasi Primer Sekunder Tersier (3) (4) (5) Total Panjang Jaringan Irigasi (6=3+4+5) Luas lahan budidaya (7) Rasio (8=6/7) Kecamatan ... Kabupaten/Kota.. 5. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Kabupaten/Kota... 1 2 3 4 5 Untuk kabupaten/kota: Tabel... Sedangkan efektivitas ditunjukkan oleh indeks luas areal (IA)...53 Tabel... Kecamatan .*) NO (1) Kabupaten /Kota (2) Primer (3) Panjang Jaringan Irigasi Sekunder Tersier (4) (5) Total Panjang Jaringan Irigasi (6=3+4+5) Luas lahan budidaya (7) Rasio (8=6/7) Kabupaten .. Jaringan Irigasi Jaringan primer Jaringan Sekunder Jaringan Tersier Luas lahan budidaya Rasio (n-5) (n-4) Panjang Jaringan (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... 4..T-I... Dst ..79 Rasio Jaringan Irigasi Tahun . s... Dst . 1 2 3 Rasio Jaringan Irigasi adalah perbandingan panjang jaringan irigasi terhadap luas lahan budidaya.... tolok ukur keberhasilan pengelolaan adalah efisiensi dan efektifitas... tersier. Panjang jaringan irigasi meliputi jaringan primer. a. Hal ini mengindikasikan ketersediaan saluran irigasi untuk kebutuhan budidaya pertanian. Tabel...B.... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.... Pasok Irigasi Relatif (PIR) dan Pasok Air Relatif (PAR).. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Kota ... 3..T-I.*) NO 1.B....

Dst .. 3..d . Provinsi. Artinya dari seluruh target areal yang akan diairi hanya ada sekitar 9% saja yang tidak terairi. PIR dan PAR.82 Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Menurut Kabupaten/Kota Tahun .81 Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Tahun . PIA menunjukkan nisbah antara pasok irigasi dengan luas lahan terairi.. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya (89%)... Hasil Analisis efisiensi dan efektivitas pengelolaan jaringan irigasi disajikan dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.. Dalam hal ini semakin tinggi nisbah tersebut semakin efektif pengelolaan jaringan irigasi. . 2. Sementara itu PIR atau disebut juga Relative Irrigation Supply (RIS) menunjukkan nisbah antara pasok irigasi total dengan kebutuhan air tanaman... 4.. di lapangan diidentifikasi rasio atau nisbah luas areal terairi terhadap rancangan luas areal mencapai 91% (0.. efektifitas pengelolaan air ini mengalami peningkatan sekitar 2%. Provinsi... b.. Kota .T-I.... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Pasok Air Relatif 4. s... Tingkat efektivitas akan diukur dari nilai Indek Luas Areal (IA). Indek Luas Areal 5... dengan rumusan berikut: 00 Luas rancangan = rancangan luas areal Semakin tinggi nilai IA menunjukkan semakin efektif pengelolaan jaringan irigasi. maka pengelolaan irigasi semakin efisien. Semakin kecil nilai PIR dan PAR menunjukkan bahwa efisiensi manajemen irigasi semakin bagus...*) NO Kabupaten/kota Luas Rancangan (Ha) 3 Luas Lahan Terairi (Ha) 4 Kebutuhan Air Tanaman (Ha) 5 Pasok Air Irigasi (lt/ dtk) 6 Pasok Air Irigasi Total (lt/ dtk) 7 Total Pasok Air (lt/ dtk) 8 PIA (lt/ dtk/ha) PIR (lt/ dtk/ha) PAR (lt/ dtk/ha) IA (%) 1 2 9=6/4 10=7/5 11=8/5 12=4/3 Kabupaten . 1.*) NO Pasokan Irigasi 1.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Selisih antara PAR dan PIR merupakan curah hujan yang dapat digunakan tanaman. Efisiensi pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan oleh nilai koefisien PIA.. Rancangan Luas Areal *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... Pasok Irigasi Relatif 3. Dst . PIR dan PAR biasa juga dipakai untuk mengukur kemampuan masyarakat mengelola sumberdaya air dalam kegiatan suatu sistem irigasi..91). dan PAR atau Relative Water Supply (RWS) merupakan nisbah total pasok air (irigasi ditambah curah hujan efektif) terhadap kebutuhan air tanaman. Pasok Irigasi per Area 2...54 Semakin kecil nilai PIA. PIR dan PAR. Apabila curah hujan tinggi dan nilai PIR juga tinggi maka fenomena ini menunjukkan bahwa petani belum mampu untuk mengelola sumberdaya secara sepadan. dalam hal ini semakin kecil nilai PIA maka efisiensi manajemen akan semakin besar.B.. Efektifitas pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan oleh nisbah antara luas areal terairi terhadap luas rancangan...B. Dengan pemahaman seperti itu.T-I.

. 3.55 Untuk kabupaten/kota: Tabel..3..*) NO Pasokan Irigasi 1.B... Kabupaten .... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... s.*) Untuk Provinsi: NO Bangunan tempat Ibadah Jumlah (unit) Thn (n-5) Jumlah pemeluk Rasio Jumlah (unit) Thn (n-1)**) Jumlah pemeluk Rasio (1) (2) (3) (4) (5=4/3) (6) (7) (8=7/8) Mesjid Gereja Pura Vihara Kelenteng Lain-Lain Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kabupaten/Kota. Indek Luas Areal 5... 3.. Kabupaten/Kota.d .T-I.. Provinsi ..B. 1. Kecamatan . Pasok Irigasi Relatif 3. Provinsi . s....... 1. Dst ..... Dst ... 4.4...85 Rasio Tempat Ibadah Tahun . Rancangan Luas Areal *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...1. 2. Mesjid Jumlah (unit) Jumlah pemeluk Rasio Jumlah (unit) Gereja Jumlah pemeluk Rasio Jumlah (unit) Pura Jumlah pemeluk Rasio Jumlah (unit) Vihara Jumlah pemeluk Rasio Kelenteng Jumlah (unit) Jumlah pemeluk Rasio Jumlah (unit) Lain-lain Jumlah pemeluk Rasio Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..d .B..... (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.86 Rasio Tempat Ibadah Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Tabel.. Dst . Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. 5. 2. . Pasok Air Relatif 4... Kota .... Pasok Irigasi per Area 2....... 5. Rasio tempat ibadah per satuan penduduk Tabel..*) NO Kabupaten/Kota 1.d . 2...83 Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Tahun .. 4.. 4.84 Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Menurut Kecamatan Tahun . 6.*) NO 1 Kecamatan 2 Luas Rancangan (Ha) 3 Luas Lahan Terairi (Ha) 4 Kebutuhan Air Tanaman (Ha) 5 Pasok Air Irigasi (lt/ dtk) 6 Pasok Air Irigasi Total (lt/ dtk) 7 Total Pasok Air (lt/ dtk) 8 PIA (lt/ dtk/ha) 9=6/4 PIR (lt/ dtk/ha) 10=7/5 PAR (lt/ dtk/ha) 11=8/5 IA (%) 12=4/3 1... 3. Kecamatan ....B.. s....T-I.T-I.T-I.. Kabupaten ....

.... Uraian Jumlah rumah tinggal berakses sanitasi Jumlah rumah tinggal Persentase (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 2..56 Untuk kabupaten/kota: Tabel. 3. 5.*) Mesjid NO 1.89 Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Tahun .4..*) Thn (n-5) NO Bangunan tempat Ibadah Jumlah (unit) (3) Jumlah pemeluk (4) Rasio (5=4/3) Jumlah (unit) (6) Thn (n-1)**) Jumlah pemeluk (7) Rasio (8=7/8) (1) 1. 4... Pembuangan air limbah (air bekas) d...... Dst .. Provinsi .. 3. 3.d .. Kecamatan Kecamatan .. Persentase rumah tinggal bersanitasi Rumah tinggal berakses sanitasi sekurang-kurangnya mempunyai akses untuk memperoleh layanan sanitasi..B..T-I..... 1..87 Rasio Tempat Ibadah Tahun .. Mesjid Gereja Pura Vihara Kelenteng Lain-Lain Jumlah (2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.1. . Kabupaten/Kota.88 Rasio Tempat Ibadah Menurut Kecamatan Tahun .. 2.B. sebagai berikut: a.. 2. Kecamatan . Pembuangan Tinja c. s..T-I.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.d ..B..4.*) NO 1. 6. Kabupaten/Kota. Tabel...T-I... s... Gereja Jumlah (unit) Pura Jumlah pemeluk Rasio Vihara Jumlah Jumlah (unit) pemeluk Rasio Kelenteng Jumlah Jumlah (unit) pemeluk Rasio Jumlah (unit) Lain-lain Jumlah pemeluk Rasio Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Rasio Rasio (unit) pemeluk (unit) pemeluk Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Fasilitas Air bersih b. Pembuangan sampah Hasil analisis data rumah tinggal berakses sanitasi disajikan dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.

*) NO 1. Untuk menghitung rasio tempat pemakaman disajikan tabel sebagai berikut: .1. 3. 2. 3.. Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) adalah areal tanah yang disediakan untuk keperluan pemakaman mayat yang pengelolaannya dilakukan oleh yayasan/badan sosial/badan keagamaan.90 Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk Tempat Pemakaman Umum (TPU) adalah areal tempat pemakaman milik/dikuasai pemerintah daerah yang disediakan untuk umum yang berada dibawah pengawasan... 4..*) No (1) 1.92 Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Menurut Kecamatan Tahun .. Dst ..d ... Kecamatan ... Provinsi . Untuk kabupaten/kota: Tabel. Kecamatan (2) Jumlah rumah tinggal (3) Jumlah rumah tinggal berakses sanitasi (4) Persentase (5=4/3) Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Tabel.. s...T-I..B.. Kota ... Tempat Pemakaman Khusus (TPK) adalah areal tanah yang digunakan untuk pemakaman yang karena faktor sejarah dan faktor kebudayaan mempunyai arti khusus.. 2. 1.91 Persentase Rumah Tinggal Bersanitasi Tahun .... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.T-I.. Dst ..5. Kabupaten ...T-I. Uraian Jumlah rumah tinggal berakses sanitasi Jumlah rumah tinggal Persentase (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan........ 5.....*) No (1) Kabupaten/Kota (2) Jumlah rumah tinggal (3) Jumlah rumah tinggal berakses sanitasi (4) Persentase (5=4/3) 1...B. 3..B... Kecamatan .... Dst . pengurusan dan pengelolaan pemerintah daerah.4...... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2. Kabupaten/Kota ..57 Tabel. Kabupaten/Kota ...... Kabupaten .

s.. 4.. Untuk kabupaten/kota: Tabel. 5..... Provinsi . 3. s...B.T-I. 6.*) No 1. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... 7. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Kabupaten ... Dst .. 3. 6... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Kabupaten/Kota ...T-I.. Kabupaten .B.d ... Tabel.. 7.95 Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk Tahun . 5. 2. 2... 5...94 Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. 4.....93 Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk Tahun ... 3.. 4. Dst ....B.d ...... 2.T-I..*) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jmlh (1) (2) (3) (4) Daya tampung (5) No Kabupaten/Kota Jumlah Penduduk Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Jmlh (6) Daya Tampung (7) Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Jmlh (8) Daya Tampung (9) Lain-Lain Jumlah Total Jmlh (10) Daya Tmpt Pemakaman Daya Tampung Tampung (11) (12=4+6+8+10) (13=5+7+9+11) Rasio TPU Persatuan Penduduk (14=4/3) 1.*) No 1.. Provinsi . Uraian Tempat pemakaman umum (TPU) Tempat Pemakaman bukan umum (TPBU) Tempat pemakaman khusus (TPK) Lain-Lain Jumlah Tempat Pemakaman Jumlah penduduk (jiwa) Rasio TPU persatuan penduduk (1/6) Tahun (n-5) Jumlah Luas Daya Tampung Jumlah Tahun (n-1)**) Luas Daya Tampung *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Uraian Tempat pemakaman umum (TPU) Tempat Pemakaman bukan umum (TPBU) Tempat pemakaman khusus (TPK) Lain-Lain Jumlah Tempat Pemakaman Jumlah penduduk (jiwa) Rasio TPU persatuan penduduk (1/6) Tahun (n-5) Jumlah Luas Daya Tampung Jumlah Tahun (n-1)**) Luas Daya Tampung *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. .. Kota ..58 Untuk Provinsi: Tabel.

- 59 Tabel.T-I.B.96 Rasio Tempat Pemakaman Umum Per Satuan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*)
No Kecamatan Tempat Tempat Jumlah pemakaman umum Pemakaman bukan (TPU) umum (TPBU) Penduduk
Jmlh Daya tampung Jmlh Daya tampung

Tempat pemakaman khusus (TPK)
Jmlh Daya tampung

Lain-Lain
Jmlh Daya tampung

Jumlah Total
Tmpt Pemakaman Daya tampung

Rasio TPU persatuan penduduk

(1) 1. 2. 3.

(2) Kecamatan .... Kecamatan .... Dst .....

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12=4+6+8+10) (13=5+7+9+11) (14=4/3)

Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1.1.4.6. Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.97 Rasio Tempat Pembuangan Sampah terhadap Jumlah Penduduk Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No 1. 2. 3. Jumlah TPS Jumlah Daya Tampung TPS Uraian
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Jumlah Penduduk Rasio Daya Tampung TPS thd 4. Jumlah penduduk *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.98 Rasio Tempat Pembuangan Sampah terhadap Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No
(1) 1.

Uraian

Jumlah Penduduk (jiwa)

TPS
Jumlah (unit) (4) Jumlah Daya Tampung (Ton) (5)

Rasio
(6=5/3)

(3) (2) Kabupaten .... 2. Kabupaten ...... 3. Dst ..... 4. Kota .... 5. Dst ...... Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.99 Rasio Tempat Pembuangan Sampah terhadap Jumlah Penduduk Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
Uraian Jumlah TPS Jumlah Daya Tampung TPS Jumlah Penduduk Rasio Daya Tampung TPS thd 4. Jumlah penduduk *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. No 1. 2. 3.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

- 60 Tabel.T-I.B.100
Rasio Tempat Pembuangan Sampah terhadap Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*) No
(1)

Kecamatan

Jumlah Penduduk (jiwa) (3)

TPS
Jumlah (unit) (4) Jumlah Daya Tampung (Ton) (5)

Rasio
(6=5/3)

(2) 1. Kecamatan .... 2. Kecamatan .... 3. Dst ..... 4. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk adalah jumlah daya tampung tempat pembuangan sampah per 1.000 jumlah penduduk, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
000

1.1.4.7.

Rasio rumah layak huni

Rasio rumah layak huni adalah perbandingan jumlah rumah layak huni dengan jumlah penduduk, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

1.1.4.8.

Rasio permukiman layak huni

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Rasio permukiman layak huni adalah perbandingan luas permukiman layak huni dengan luas wilayah permukiman secara keseluruhan. Indikator ini mengukur proporsi luas pemukiman yang layak huni terhadap keseluruhan luas pemukiman, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

2.1.5.

Penataan Ruang

1.1.5.1. Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Ruang terbuka hijau kota merupakan kawasan perlindungan, yangditetapkan dengan kriteria: a. b. c. Lahan dengan luas paling sedikit 2.500 (dua ribu lima ratus) meter persegi; berbentuk satu hamparan, berbentuk jalur, atau kombinasi dari bentuk satu hamparan dan jalur; dan didominasi komunitas tumbuhan.

Agar kegiatan budidaya tidak melampaui daya dukung dan daya tamping lingkungan, pengembangan ruang terbuka hijau dari luas kawasan perkotaan paling sedikit 30% (tiga puluh persen). Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

- 61 Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.101 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No Uraian 1. Luas Ruang Terbuka Hijau 2. Luas wilayah ber HPL/HGB 3. Luas wilayah 4. Rasio Ruang Terbuka Hijau (1:2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Tabel.T-I.B.102

Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No
(1)
1.

Kabupaten
(2)

Luas Wilayah

Luas Wilayah ber HPL/HGB

Luas Ruang Terbuka Hijau

Rasio Ruang Terbuka Hijau

(3)

(4)

(5)

(6=5/4)

Kabupaten .... 2. Kabupaten ...... 3. Dst ..... 4. Kota .... 5. Dst ...... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.103 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
No Uraian 1. Luas Ruang Terbuka Hijau 2. Luas wilayah ber HPL/HGB 3. Luas wilayah 4. Rasio Ruang Terbuka Hijau (1:2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Tabel.T-I.B.104 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*)
No
(1)

Kecamatan
(2)

Luas Wilayah

Luas wilayah ber HPL/HGB

Luas Ruang Terbuka Hijau

Rasio Ruang Terbuka Hijau

(3)

(4)

(5)

(6=5/4)

1. 2. 3.

Kecamatan .... Kecamatan .... Dst ..... Jumlah

*) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1.1.5.2.

Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan

Izin mendirikan bangunan gedung adalah perizinan yang diberikan oleh Pemerintah kabupaten/kota kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku. Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada diatas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang

- 62 berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.105 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No 1. 2. 3. Uraian
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Jumlah Bangunan ber-IMB Jumlah Bangunan Rasio bangunan ber-IMB (1:2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.106 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No
(1)

Kabupaten
(2)

Jumlah Bangunan

Jumlah Bangunan ber-IMB

Rasio bangunan ber-IMB

(3)

(4)

(5=4/3)

Kabupaten .... Kabupaten ...... Dst ..... Kota .... Dst ...... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1. 2. 3. 4. 5.

Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.107 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
No Uraian 1. Jumlah Bangunan ber-IMB 2. Jumlah Bangunan 3. Rasio bangunan ber-IMB (1:2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Tabel.T-I.B.108 Rasio Bangunan ber-IMB per Satuan Bangunan Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*)
No
(1)

Kecamatan
(2)

Jumlah Bangunan
(3)

Jumlah Bangunan berIMB
(4)

Rasio bangunan berIMB
(5=4/3)

Kecamatan .... Kecamatan .... Dst ..... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1. 2. 3.

Rasio bangunan ber-IMB per satuan bangunan adalah perbandingan jumlah bangunan ber-IMB terhadap jumlah seluruh bangunan yang ada.

- 63 2.1.6. Perhubungan

1.1.6.1. Jumlah arus penumpang angkutan umum Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.109 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No
1. 2. 3. 4. 5.

Uraian
Jumlah penumpang Bis Jumlah penumpang Kereta api Jumlah penumpang Kapal laut Jumlah penumpang Pesawat udara Total Jumlah Penumpang

(n-5)

(n-4)

(n-3)

(n-2)

(n-1)**)

*) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.110 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No
(1)
1.

Kabupaten/kota
(2)

Jumlah penumpang
Bis (3) Kereta api (4) Kapal laut (5) Pesawat udara (6)

Total Jumlah Penumpang
(7=3+4+5+6)

Kabupaten .... 2. Kabupaten ...... 3. Dst ..... 4. Kota .... 5. Dst ...... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.111 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
No
1. 2. 3. 4. 5.

Uraian
Jumlah penumpang Bis Jumlah penumpang Kereta api Jumlah penumpang Kapal laut Jumlah penumpang Pesawat udara Total Jumlah Penumpang

(n-5)

(n-4)

(n-3)

(n-2)

(n-1)**)

*) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.112 Jumlah Penumpang Angkutan Umum Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*)
Jumlah penumpang No
(1) 1. 2. 3.

Kecamatan
(2)

Bis (3)

Kereta Api (4)

Kapal Laut (5)

Pesawat Udara (6)

Total Jumlah Penumpang
(7=3+4+5+6)

Kecamatan .... Kecamatan .... Dst ..... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

- 64 1.1.6.2. Rasio ijin trayek

Izin Trayek adalah izin untuk mengangkut orang dengan mobil bus dan/ atau mobil penumpang umum pada jaringan trayek. Jaringan trayek terdiri atas: a. b. c. d. e. jaringan trayek lintas batas negara; jaringan trayek antarkota antarprovinsi; jaringan trayek antarkota dalam provinsi; jaringan trayek perkotaan; dan jaringan trayek perdesaan.

Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap,lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal. Jaringan Trayek adalah kumpulan dari trayek-trayek yang menjadi satu kesatuan jaringan pelayanan angkutan orang. Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.113 Rasio Ijin Trayek Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uraian
Izin Trayek antarkota antarprovinsi Izin Trayek perkotaan Izin Trayek perdesaan Jumlah Izin Trayek Jumlah penduduk Rasio Izin Trayek

(n-5)

(n-4)

(n-3)

(n-2)

(n-1)**)

*) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.114 Rasio Ijin Trayek Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No
(1)
1.

Kabupaten/kota
(2)

Jumlah penduduk (3)

Jumlah Izin Trayek antarkota antar provinsi (4) Perkotaan (5) perdesaan (6)

Total Jumlah Izin Trayek (7=4+5+6)

Rasio Izin Trayek (8=7/3)

Kabupaten .... 2. Kabupaten ...... 3. Dst ..... 4. Kota .... 5. Dst ...... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.115 Rasio Ijin Trayek Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
No
1. 2. 3. 4. 5.

Uraian
Izin Trayek perkotaan Izin Trayek perdesaan Jumlah Izin Trayek Jumlah penduduk Rasio Izin Trayek

(n-5)

(n-4)

(n-3)

(n-2)

(n-1)**)

*) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

- 65 Tabel.T-I.B.116 Rasio Ijin Trayek Menurut Kecamatan Tahun.... Kabupaten/Kota .....*)
No
(1)
1.

Kecamatan
(2)

Jumlah Penduduk (3)

Jumlah Izin Trayek Perkotaan Perdesaan (4) (5)

Total Jumlah Izin Trayek (7=4+5+6)

Rasio Izin Trayek (8=7/3)

Kecamatan.... 2. Kecamatan.... 3. Dst ..... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1.1.6.3.

Jumlah uji kir angkutan umum

Uji kir angkutan umum merupakan pengujian setiap angkutan umum yang diimpor, baik yang dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri yang akan dioperasikan di jalan agar memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Pengujian dimaksud meliputi: a. uji tipe yaitu pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor dalam keadaan lengkap dan penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor yang dilakukan terhadap rumahrumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan, dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya. uji berkala yaitu diwajibkan untuk mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di Jalan, meliputi pemeriksaan dan pengujian fisik kendaraan bermotor dan pengesahan hasil uji.
Tabel.T-I.B.117 Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Tahun .... s.d .... Provinsi .....*)
No 1. 2. 3. 4. 5. Angkutan Umum Mobil penumpang umum Mobil bus Mobil barang Kereta gandengan Kereta tempelan

b.

Untuk Provinsi:

(n-5)
Jmlh Jmlh KIR % Jmlh

(n-4)
Jmlh KIR % Jmlh

(n-3)
Jmlh KIR % Jmlh

(n-2)
Jmlh KIR % Jmlh

(n-1)**)
Jmlh KIR %

Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.118 Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Selama 1 (satu) Tahun. Menurut Kabupaten/Kota Tahun .... Provinsi .....*)
No Angkutan Umum Mobil penumpang umum Jmlh Jmlh KIR
(3) (4)

Mobil bus Jmlh Jmlh KIR
(6) (7)

Mobil barang % Jmlh Jmlh KIR
(9) (10)

Kereta gandengan % Jmlh
(12)

Kereta tempelan Jmlh Jmlh KIR
(15) (16)

%
(5=4/3)

Jmlh KIR
(13)

%
(14=13/12)

%

Jmlh Angkutan

Jmlh KIR

%

(1)

(2)

(8=7/6)

(11=10/9)

(17=16/15)

(18)

(19)

(20=19/18)

1. 2. 3. 4. 5.

Kabupaten ... Kabupaten ... Dst .. Kota ... Dst ..

Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

- 66 Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.119 Jumlah Uji Kir Angkutan Umum Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
No 1. 2. 3. 4. 5. Angkutan Umum Mobil penumpang umum Mobil bus Mobil barang Kereta gandengan Kereta tempelan

(n-5)
Jmlh Jmlh KIR %

(n-4)
Jmlh Jmlh KIR %

(n-3)
Jmlh Jmlh KIR %

(n-2)
Jmlh Jmlh KIR % Jmlh

(n-1)**)
Jmlh KIR %

Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Tabel.T-I.B.120 Jumlah uji kir angkutan umum selama 1 (satu) tahun Menurut Kecamatan Tahun .... Kabupaten/Kota .....*)
No
(1)

Angkutan Umum
(2)

Mobil penumpang umum Jmlh Jmlh KIR
(3) (4)

Mobil bus Jmlh Jmlh KIR
(6) (7)

Mobil barang % Jmlh Jmlh KIR
(9) (10)

Kereta gandengan % Jmlh
(12)

Kereta tempelan Jmlh Jmlh KIR
(15) (16)

%
(5=4/3)

Jmlh KIR
(13)

%
(14=13/12)

%
(17=16/15)

Jmlh Jmlh Angkutan KIR
(18) (19)

%
(20=19/18)

(8=7/6)

(11=10/9)

1. 2. 3.

Kecamatan... Kecamatan... Dst ..

Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

1.1.6.4.

Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis

Pelabuhan laut diartikan sebagai sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan Udara/bandara bisa diartikan sebagai sebuah fasilitas untuk menerima pesawat dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Terminal bus dapat diartikan sebagai prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Untuk Provinsi:
Tabel.T-I.B.121 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Tahun .... s.d .... Provinsi.....*)
Uraian Jumlah pelabuhan laut Jumlah pelabuhan udara Jumlah terminal bis Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. No 1. 2. 3.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Tabel.T-I.B.122 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Tahun .... Provinsi.....*)
No 1. 2. 3. 4. Kabupaten/kota Pelabuhan laut Jumlah pelabuhan udara terminal bis

Kabupaten ... Dst ... Kota .... Dst ... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

- 67 Untuk kabupaten/kota:
Tabel.T-I.B.123 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota .....*)
Uraian Jumlah pelabuhan laut Jumlah pelabuhan udara Jumlah terminal bis Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. No 1. 2. 3.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

2.2. Fokus Layanan Urusan Pilihan 2.2.1. Penanaman Modal 2.2.12.1. Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) Penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah penggunaan modal dalam negeri bagi usaha-usaha yang mendorong pembangunan ekonomi pada umumnya. Penanaman modal asing (PMA) merupakan penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan perundang - undang di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung resiko dari penanaman modal tersebut. Jumlah investor PMDN/PMA dihitung dengan menjumlahkan banyaknya investor PMDN berskala nasional dengan banyaknya investor PMA berskala nasional yang aktif berinvestasi di daerah dan pada suatu periode tahun pengamatan. Untuk menghitung jumlah investor PMDN/PMA dapat disusun tabel sebagai berikut:
Tabel.T-I.B.124 Jumlah Investor PMDN/PMA Tahun .... s.d .... Provinsi/Kabupaten/Kota.....*)
Tahun Uraian (1) (2) n-5 Jumlah Investor n-4 Jumlah Investor n-3 Jumlah Investor n-2 Jumlah Investor n-1 Jumlah Investor *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. PMDN (3) PMA (4) Total (5=3+4)

Semakin banyak jumlah investor maka akan semakin menggambarkan ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah berupa ketertarikan investor untuk meningkatkan investasinya di daerah. 2.2.12.2. Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) Jumlah nilai investasi investor PMDN/PMA dihitung dengan menjumlahkan jumlah realisasi nilai proyek investasi berupa PMDN dan nilai proyek investasi PMA yang telah disetujui oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Banyaknya investasi PMDN berskala nasional dengan banyaknya investasi PMA berskala nasional dihitung dari total nilai proyek yang telah terealisasi pada suatu periode tahun pengamatan. Untuk menghitung nilai PMDN/PMA dapat disusun tabel sebagai berikut:
Tabel.T-I.B.125 Jumlah Investasi PMDN/PMA Tahun .... s.d .... Provinsi/Kabupaten/Kota.....*)
Tahun Persetujuan JumlahProyek Nilai Investasi JumlahProyek Realisasi Nilai Investasi

n-5 n-4 n-3 n-2 n-1 *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.

- 68 Semakin banyak nilai realisasi investasi maka akan semakin menggambarkan ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah berupa ketertarikan investor untuk meningkatkan investasinya di daerah. Semakin banyak realisasi proyek maka akan menggambarkan keberhasilan daerah dalam memberi fasilitas penunjang pada investor untuk merealisasikan investasi yang telah direncanakan. 2.2.12.3. Rasio daya serap tenaga kerja Rasio daya serap tenaga kerja adalah perbandingan antara jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan PMA/PMDN dengan jumlah seluruh PMA/PMDN. Jumlah tenaga kerja bekerja pada perusahaan PMA/PMDN dihitung dari banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada investasi PMA/PMDN yang terealisasi pada suatu tahun. Jumlah seluruh PMA/PMDN dihitung dari banyaknya proyek investasi yang terealisasi di daerah pada suatu tahun berdasarkan data BKPM. Menghitung Rasio daya serap tenaga kerja digunakan rumus sebagai berikut:

Selanjutnya hasilnya sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel.T-I.B.126 Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun .... s.d .... Provinsi/Kabupaten/Kota.....*)
Uraian Jumlah tenaga kerja yang berkerja pada perusahaan PMA/PMDN 2 Jumlah seluruh PMA/PMDN 3 Rasio daya serap tenaga kerja *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. NO 1
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Semakin besar rasio daya serap tenaga kerja pada PMA dan PMDN akan mencerminkan besarnya daya tampung proyek investasi PMA/PMDN untuk menyerap tenaga kerja di suatu daerah. 2.2.2. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) 2.2.12.1. Persentase koperasi aktif Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan. Koperasi Aktif adalah koperasi yang dalam dua tahun terakhir mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) atau koperasi yang dalam tahun terakhir melakukan kegiatan usaha. Menghitung persentase koperasi aktif digunakan rumus sebagai berikut: 00
Tabel.T-I.B.127 Persentase Koperasi Aktif Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota.....*)
NO 1 2 3 Uraian Jumlah koperasi aktif Jumlah koperasi Persentase koperasi aktif
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

*) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

- 69 Tabel.T-I.B.128 Persentase Koperasi Aktif Tahun .... s.d .... Provinsi.....*)
NO 1 Kabupaten/kota Kabupaten ... Jumlah koperasi aktif Jumlah koperasi Persentase koperasi aktif Kabupaten.. Jumlah koperasi aktif Jumlah koperasi Persentase koperasi aktif Dst.. dst.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

2

3

Jumlah Jumlah koperasi aktif Jumlah koperasi Total Persentase koperasi aktif *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

Semakin besar jumlah persentase ini maka akan semakin besar pelayanan penunjang yang dimiliki daerah dalam menggerakkan perekonomian melalui koperasi. 2.2.12.2. Jumlah UKM non BPR/LKMUKM Usaha kecil adalah peluang usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan Menghitung jumlah UKM non BPR/LKM UKM dilakukan dengan mengisi tabel berikut.
Tabel.T-I.B.129 Jumlah UKM non BPR/LKM Tahun .... s.d .... Kabupaten/Kota.....*)
NO Uraian 1 Jumlah seluruh UKM 2 Jumlah BPR/LKM 3 Jumlah UKM non BPR/LKM *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Tabel.T-I.B.130 Jumlah UKM non BPR/LKM Tahun .... s.d .... Provinsi.....*)
NO 1 Kabupaten/kota
(n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**)

Kabupaten ... Jumlah seluruh UKM Jumlah BPR/LKM Jumlah UKM non BPR/LKM 2 Kabupaten.. Jumlah seluruh UKM Jumlah BPR/LKM Jumlah UKM non BPR/LKM 3 Dst.. dst. Total Provinsi Jumlah seluruh UKM Jumlah BPR/LKM Jumlah UKM non BPR/LKM *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

3..T-I. dst.. Semakin banyak jumlah BPR/LKM akan menunjukkan semakin besar kapasitas pelayanan pendukung yang dimiliki daerah dalam mendukung pendanaan UKM melalui BPR/LKM. kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun dari luar.132 Jumlah UKM BPR/LKM tahun . Tabel.T-I. Faktor penambah 1) 2) Kelahiran (fertilitas) adalah: kemampuan riil seorang wanita atau sekelompok untuk melahirkan. Komponen pertumbuhan penduduk: a. 2) Migrasi keluar (emigrasi) adalah perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah. 2..*) NO 1 2 3 Kabupaten/kota Kabupaten .B... yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup..2. Tabel.. Dst..1. s.....12.3.. Lembaga keuangan mikro (LKM) adalah lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan (deposits). Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam keluar. 2. Kabupaten/Kota.. Menghitung Jumlah BPR/LKM dilakukan dengan mengisi tabel berikut. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.2. s. LKM memiliki fungsi sebagai lembaga yang memberikan berbagai jasa keuangan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil. dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Jumlah BPR/LKM BPR adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka. Kota.. Kependudukan Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran.3.70 Semakin banyak jumlah UKM non BPR/LKM akan menunjukkan semakin besar kapasitas pelayanan pendukung yang dimiliki daerah dalam meningkatkan ekonomi daerah melalui UKM.d . 2.. Provinsi. yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan hidup...131 Jumlah BPR/LKM Tahun ...*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah BPR Jumlah LKM Jumlah BPR dan LKM (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. Faktor pengurang 1) Kematian (mortalitas) adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen. Migrasi masuk (imigrasi) adalah masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan b.d . kredit (loan). .B...2. tabungan.. pembayaran sebagai transaksi jasa (payment service) serta money transfer yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil.

Pertumbuhan (linier). Pertumbuhan ini mengasumsikan adanya angka pertumbuhan jumlah penduduk yang sama dari tahun ke tahun Rumus : Pt = Po (1+r) Keterangan: Pt = jumlah penduduk pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada awal periode n = jumlah tahun dalam periode tersebut r = angka pertumbuhan geometris 3.71 Rasio perpindahan peduduk pertahun dapat dihitung dengan rumus: 00 Rasio perpindahan penduduk masuk (imigrasi) dan keluar (emigrasi) dihitung dengan rumus: 00 00 Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Pertumbuhan Geometri. Rumus: atau 0 Keterangan: Pt = jumlah penduduk pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada awal periode n = jumlah tahun dalam periode tersebut e = angka pertumbuhan eksponensial Perhitungan laju pertumbuhan penduduk didasarkan pada perhitungan: . Dirumuskan: ⁄ keterangan: r = angka perubahan linier Pt = jumlah penduduk pada akhir periode Po = jumlah penduduk pada awal periode N = jumlah tahun dalam periode tersebut P = jumlah penduduk pada pertengahan periode 2.. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : 0 0 Angka pertumbuhan penduduk (r) adalah: rata-rata pertumbuhan penduduk setiap tahun pada periode\waktu tertentu dan biasanya dinyatakan dengan persen. Pertumbuhan eksponensial perhitungan ini sama dengan pertumbuhan Geometri tetapi pertambahan penduduk terjadi setiap saat mengikuti fungsi eksponensial. Perhitungan ini mengasumsikan adanya perubahan jumlah absolut penduduk yang sama dari satu tahun ketahun yang lain. Ada 3 macam ukuran pertumbuhan penduduk: 1.

Dari rumusan tersebut dapat diketahui jumlah penduduk laki-laki dan perempuan dalam satu wilayah..T-I. . Jumlah 2..3...T-I. .1.2.*) … No 1 2 3 Kabupaten/Kota … … … Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah Dari data yang ada kemudian dapat dipersempit lagi dengan menghitung jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan berdasarkan umur.133 Laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi/ …… Tahun .B.. Pengelompokan Penduduk Berdasar Jenis Kelamin dan umur Rasio jenis kelamin (sex rasio) adalah banyaknya penduduk laki-laki per 100 penduduk perempuan ( (penduduk laki-laki) : (penduduk perempuan) x 100. .B. Pengelompokan Penduduk 2.2.2. sebagaimana terlihat dalam tabel berikut. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate) yaitu jumlah kematian pada tahun tertentu per 1000 penduduk: Rumus: 000 Keterangan: CDR = angka kematian kasar D = jumlah kematian pada tahun tertentu P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun itu 3.134 Proyeksi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Provinsi. Angka Kelahiran Kasar (crude birth rate) yaitu jumlah kelahiran hidup per 1000 penduduk dalam suatu tahun tertentu Rumus: Keterangan: CBR = angka kelahiran kasar B = jumlah kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu D = jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang sama k = konstanta biasanya 1000 2.2. Tabel. Angka ini sangat sensitif terhadap perubahan tingkat kesehatan dan kesejahteraan.3. No Fertilitas/mortalitas 1 Angka kelahiran kasar (CBR) 2 Angka kematian kasar (CDR) 3 Angka kematian bayi (IMR) *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Hasilnya dituangkan dalam tabel berikut: Tabel. Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi berumur dibawah 1 tahun selama 1 tahun per 1000 kelahiran hidup. Rumus: 000 Keterangan: IMR = angka kematian bayi Do = jumlah kematian bayi selama 1 tahun B = jumlah kelahiran hidup dalam tahun yang sama Hasil perhitungan laju pertumbuhan penduduk dituangkan dalam tabel berikut...72 1.

T-I... (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.136 Proyeksi Penduduk Perempuan Berdasarkan Umur ….B.B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.T-I... 3.T-I.. …… 1.. Kecamatan … … dst Jumlah Total *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Provinsi…… Kelompok (n-5) (n-4) Umur 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.... 2.135 Proyeksi Penduduk Laki-Laki Berdasarkan Umur … Tahun.137 Proyeksi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Per Kecamatan Tahun.. Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis kelamin . Tahun.B. Provinsi…… Kelompok Umur (n-5) (n-4) 0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75+ Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...73 Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.

Tabel berikut dapat digunakan untuk menghitung persebaran penduduk provinsi tertentu. 2. Pengelompokan Penduduk Berdasar tingkat pendidikan Selain berdasarkan jenis kelamin. Selanjutnya dari data yang ada. 00 Rasio penduduk ber-KK adalah perbandingan jumlah penduduk yang ber-KK terhadap jumlah penduduk yang telah menikah..138 Sebaran Penduduk Menurut Luas wilayah dan Kepadatan Tahun. persebaran administrative dan politis.. Tabel.B.T-I.. Kabupaten/kota ... 00 .. … … No 1 2 3 4 5 Pendidikan yang Ditamatkan Laki-laki Perempuan Jumlah Prosentase (%) Tidak punya ijazah SD SD/MI sederajat SMP SMA Perguruan tinggi Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. 2.3. Provinsi..2. Tabel..... kabupaten. KK.2. Pengelompokan jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan dapat menggunakan tabel berikut.74 2. Provinsi.. dapat dihitung berdasarkan kepemilikan KTP...T-I.B.3. yaitu persebaran penduduk berdasarkan provinsi. … Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..2.*) Tingkat Pendidikan No 1 2 3 Kabupaten/Kota SD/MI SMP SMA Perguruan Tinggi Tidak Sekolah Jumlah …. untuk mengetahui prosentasenya.140 Penduduk 5 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi Tahun . persebaran geografis.T-I.2. Rasio penduduk ber-KTP adalah perbandingan jumlah penduduk usia 17 tahun ke atas yang ber-KTP terhadap jumlah penduduk usia 17 tahun ke atas atau telah menikah...2... daerah istimewa.. Akte lahir dan Akte Nikah. dispesifikasikan lagi berdasarkan jenis kelamin sebagaimana tampak pada tabel berikut. Tabel.B.. Untuk mendapatkan data penduduk yang sudah terdaftar dalam catatan sipil.139 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tahun.*) No 1 2 3 … Kabupaten/Kota … … Jumlah Penduduk Luas wilayah (km2) Kepadatan (%) Jumlah se-Provinsi *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. penduduk juga dapat dikelompokan berdasarkan tingkat pendidikan.... Pengelompokkan penduduk berdasarkan persebaran penduduk/geografis Persebaran penduduk dapat dihitung berdasarkan: 1.3. yaitu persebaran penduduk menurut pulau.

2.2. KK.... Tenaga kerja (man power) adalah penduduk dalam usia kerja (dalam literatur 15-64 tahun). salah satu caranya adalah melalui program KB.*) No 1 2 3 Kabupaten/Kota … … … Jumlah se-Provinsi *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. 00 Hasil perhitungan rasio diatas. Tabel... kemudian dituangkan dalam tabel berikut. Besarnya angka partisipasi KB (akseptor) menunjukkan adanya pengendalian jumlah penduduk. 00 Hasil perhitungan dituangkan dalam tabel berikut. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dicanangkan untuk mengetahui tingkat Partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap KB. Guna mengetahui jumlah penduduk peserta KB pada suatu wilayah dapat dihitung dengan menggunakan rumusan berikut: Rasio akseptor KB adalah jumlah akseptor KB dalam periode 1 (satu) tahun per 1000 pasangan usia subur pada tahun yang sama. Tenaga kerja dikatakan juga sebagai penduduk usia . Di Indonesia dipakai batasan umur 10 tahun..B.. 00 Rasio pasangan berakte nikah adalah perbandingan jumlah pasangan nikah berakte nikah terhadap jumlah keseluruhan pasangan yang telah menikah..4. Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum....*) No 1 2 Kabupaten/Kota Sdh Ka … Jumlah se-provinsi … KTP blm Jumlah Penduduk Menurut Kepemilikan KK Akte lahir Sdh blm Sdh blm Sdh Akte nikah blm *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... selama dan sesudah masa kerja..2. PUS Jumlah Penduduk Peserta KB Peserta KB Tidak KB 2.. Akte Lahir. Angkatan Kerja (labour force) Berdasarkan publikasi ILO (International Labour Organization)..T-I.B. Tenaga kerja adalah jumlah seluruh penduduk dalam usia kerja dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa. Akte Nikah Tahun .T-I.1. Provinsi. penduduk dapat dikelompokkan menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja... Tabel. jika ada permintaan terhadap tenaga mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktifitas tersebut.141 Jumlah Penduduk Menurut Kepemilikan KTP.4. Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.75 Rasio bayi berakte kelahiran adalah perbandingan jumlah bayi lahir dalam 1 tahun yang berakte kelahiran terhadap jumlah bayi lahir pada tahun yang sama.142 Jumlah Penduduk Peserta KB Provinsi.

yang merupakan rasio antara angkatan kerja dan tenaga kerja.T-I. 5 5 00 Tingkat partisipasi umum yaitu jumlah angkatan kerja dibagi seluruh penduduk berumur 10 tahun keatas. Tabel. G-A. GAMBAR.B.. atau kegiatan lainnya selain bekerja).. bukan angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang tidak bekerja ataupun mencari kerja. Pengangguran Jumlah penduduk angkatan kerja (i) 2 BUKAN ANGKATAN KERJA a. Sedangkan. tenaga kerja dibedakan menjadi: angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (penduduk yang sebagian besar kegiatannya adalah bersekolah.. Angkatan kerja merupakan bagian penduduk yang sedang bekerja dan siap masuk pasar kerja. Sekolah b. mengurus rumah tangga. Bekerja b.. Provinsi/ … *) No 1 ANGKATAN KERJA a. Selanjutnya.76 kerja. Lainnya Jumlah penduduk bukan angkatan kerja (ii) Jumlah penduduk usia kerja (i) + (ii) 3 4 TPAK (tingkat partisipasi angkatan kerja) TPT (tingkat pengangguran terbuka) Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. yaitu penduduk usia 15 tahun atau lebih. . Mengurus RT c. atau dapat dikatakan sebagai pekerja dan merupakan potensi penduduk yang akan masuk pasar kerja.143 Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Dirinci Menurut Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja serta Jenis Kelamin Tahun.2 Klasifikasi Penduduk Berdasar Ketenagakerjaan Penduduk Tenaga kerja Bukan tenaga kerja Bukan angkatan kerja Angkatan kerja Bekerja Tidak bekerja/sedang mencari kerja Angka yang sering digunakan untuk menyatakan jumlah angkatan kerja adalah TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja). seiring dengan program wajib belajar 9 tahun...

Produktivitas Kerja Secara praktis.2. Tabel.. yaitu PDRB dengan jumlah pekerja.. Kesempatan Kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan/ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja untuk diisi oleh para pencari kerja). Data ini bisa didapat dari BPS sebagaimana dalam tabel berikut.2.T-I.B. Komunikasi Keuangan.. Kab/Kota..3....77 Rasio penduduk yang bekerja adalah perbandingan jumlah penduduk yang bekerja terhadap jumlah angkatan kerja.. maka angka yang digunakan adalah = (1 . Asuransi.2.4...angka pengangguran) Tabel. produktivitas pekerja dapat diukur menggunakan data nilai tambah suatu daerah.4. dan Air Minum) Jml 1 2 3 Total se provinsi .*) Golongan Umur (1) Angkatan Kerja Bekerja (2) Mencari Pekerjaan (3) Jumlah (4=2+3) 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65+ Total *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.*) Lapangan Usaha No Kabupaten /Kota Kab/Kota. Jika yang tersedia adalah angka pengangguran. Rasio dari kedua data tersebut menunjukkan produktivitas tenaga kerja. Usaha Persewaan Lainnya Jasa (Pertambangan.B. 2.144 Penduduk Angkatan Kerja kabupaten/kota… Provinsi. … Pertanian Industri pengolahan Bangunan Perdaganga. Restoran dan Hotel Angkutan.145 Penduduk Bekerja Menurut Lapangan Usaha Tahun.. Pergudangan.. Provinsi.T-I. Kesempatan kerja Kesempatan kerja (permintaan atas tenaga kerja) merupakan peluang atau keadaan yang menunjukkan tersedianya lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian... keterampilan dan bakatnya masing-masing.. Kemasyarakatan Listrik.. Jumlah penduduk yang ada dalam suatu wilayah kemudian dikelompokan berdasarkan lapangan usaha yang ada.... 2..

1. Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam rangka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diperlukan akses seluas-luasnya terhadap perempuan untuk berperan aktif di semua bidang kehidupan dalam rangka pemberdayaan untuk menuju kesetaraan gender. 2. 2. Tingkat sengketa antara pengusaha dan pekerja per tahun dihitung dengan rumusan: 2. Lima bentuk pengangguran: a. Untuk mengetahui peran aktif perempuan dapat diukur dari partisipasi perempuan di lembaga pemerintah maupun swasta. Pengangguran terbuka: baik sukarela (mereka yang tidak mau bekerja karena mengharapkan pekerjaan yang lebih baik) maupun secara terpaksa (mereka yang mau bekerja tetapi tidak memperoleh pekerjaan) Setengah menganggur (underemployment): yaitu mereka yang bekerja lamanya (hari. 2) 3) d. Tenaga kerja yang lemah (impaired). Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah adalah proporsi perempuan yang bekerja pada lembaga pemerintah terhadap jumlah seluruh pekerja perempuan. Sajikan data persentase perempuan di lembaga pemerintah . dalam tabel sebagai berikut: . misalnya para petani yang bekerja di ladang selama sehari penuh. yaitu mereka yang tidak digolongkan sebagai pengangguran terbuka dan setengah menganggur. Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment).2. sering kali dijumpai adanya sengketa antara pengusaha dan pekerja. misalnya orang yang bekerja tidak sesuai dengan tingkat atau jenis pendidikannya. minggu.2. yaitu mereka yang mampu untuk bekerja full time tetapi intensitasnya lemah karena kurang gizi atau penyakit. c. termasuk disini adalah: 1) Pengangguran tidak kentara (disguised unemployment). besarnya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).5. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. Tenaga kerja yang tidak produktif. e. Tampaknya bekerja tetapi tidak bekerja secara penuh. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Pekerja perempuan di lembaga pemerintahan dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah dan persentase perempuan yang menempati posisi Eselon I – IV.2. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dari prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja..78 Melihat jumlah lapangan kerja yang tersedia.4.4. yaitu mereka yang mampu untuk bekerja secara produktif tetapi karena semberdaya-sumberdaya penolong kurang memadai sehingga mereka tidak bisa menghasilkan sesuatu dengan baik. padahal pekerjaan itu sebenarnya tidak memerlukan waktu sehari penuh. Pensiun lebih awal b.5. Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. musiman) kurang dari yang mereka kerjakan.

*) NO 1 2 3 4 Kabupaten/kota Jumlah pekerja perempuan di lembaga pemerintah Jumlah pekerja perempuan Persentase pekerja perempuan di lembaga pemerintah Kabupaten ..5..B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..2. Dst .. Menurut Kabupaten/Kota Provinsi ..T-I. Partisipasi perempuan di lembaga swasta Persentase partisipasi perempuan di lembaga swasta adalah proporsi perempuan yang bekerja pada lembaga swasta terhadap jumlah seluruh pekerja perempuan.79 Untuk Provinsi: Tabel.149 Persentase Pekerja Perempuan di Lembaga Swasta Tahun ..B. 1 2 3 4 .146 Persentase Partisipasi Perempuan di Lembaga Pemerintah Tahun ..*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah pekerja perempuan di lembaga swasta (3) Jumlah pekerja perempuan (4) Persentase pekerja perempuan di lembaga swasta (5=3/4) Kabupaten ........ Dst .148 Partisipasi Perempuan di Lembaga Swasta Tahun ... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan...... NO 1 2 3 4 5 6 (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel..T-I......T-I.. s.... dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel...T-I...... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.d ... dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota.. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel... Provinsi . Menurut Kabupaten/Kota/Provinsi ..d ..*) NO Uraian 1 Jumlah perempuan yang bekerja di lembaga swasta 2 Jumlah pekerja perempuan 3 Persentase pekerja perempuan di lembaga swasta *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.... Kabupaten .2.147 Persentase Pekerja Perempuan di Lembaga Pemerintah Tahun .*) Uraian Jumlah perempuan yang menempati jabatan eselon II Jumlah perempuan yang menempati jabatan eselon III Jumlah perempuan yang menempati jabatan eselon IV Pekerja perempuan di pemerintah Jumlah pekerja perempuan Persentase pekerja perempuan di lembaga pemerintah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kota ... dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Sajikan data persentase perempuan di lembaga swasta .. Provinsi ..... Kabupaten ... s........... 2..B. Kota ..B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

. Hal ini mengindikasikan masih belum ada perlindungan anak..B. Provinsi . meliputi: a.. hilangnya rasa percaya diri..2.. (II) pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.. adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit. atau luka berat Kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan. 5 5 00 .4.. Persentase jumlah tenaga kerja dibawah umur Persentase tenaga kerja di bawah umur adalah proporsi pekerja anak usia 5-14 tahun terhadap jumlah pekerja usia 5 tahun ke atas. seksual. rasa tidak berdaya. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Kabupaten .. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Sajikan data rasio KDRT.T-I. Kota . Jenis kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya. b. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel..2.... Kekerasan seksual meliputi : (I) pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut.T-I.. Anak dianggap masih memiliki nilai ekonomi dan seringkali anak dieksploitasi..80 2..5...B....*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah KDRT (3) Jumlah rumah tangga (4) Rasio KDRT (5=3/4) Kabupaten ..3.000 rumah tangga.. Kekerasan fisik. jatuh sakit.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.5. dan/atau penderitaan psikis berat pada seseorang. dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan. 1 2 3 4 2. perawatan. Rasio KDRT adalah jumlah KDRT yang dilaporkan dalam periode 1 (satu) tahun per 1... s. Dst .. d.. Penelantaran juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut. Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan. atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.. dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. Penelantaran rumah tangga dimana setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya. padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan. pemaksaan.. psikologis...*) NO Uraian 1 Jumlah KDRT 2 Jumlah Rumah Tangga 3 Rasio KDRT *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. atau pemeliharaan kepada orang tersebut....150 Rasio KDRT Tahun . yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik. c. hilangnya kemampuan untuk bertindak. Menurut Kabupaten/Kota Provinsi .d .151 Rasio KDRT Tahun ..

. Keluarga Berencana (KB) Dan Keluarga Sejahtera (KS) Rata-rata jumlah anak per keluarga Salah satu indikator keberhasilan keluarga berencana adalah penurunan rata-rata jumlah anak per keluarga.153 Persentase Tenaga Kerja di Bawah Umur..*) Uraian Pekerja anak usia 5-14 tahun Jumlah pekerja usia 5 tahun keatas Persentase jumlah tenaga kerja 3 dibawah umur *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. s.6.T-I.2.... s. Kota .....d . Rata-rata jumlah anak per keluarga adalah jumlah anak dibagi dengan jumlah keluarga. Provinsi ...81 Sajikan data persentase tenaga kerja di bawah umur.152 Persentase Tenaga Kerja di Bawah Umur Tahun .. 1 2 3 .2. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota.. 2.... Provinsi ..d . Kabupaten ..B.B..B........154 Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Tahun . Dst ...1.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota.155 Rata-rata Jumlah Anak per Keluarga Menurut Kabupaten/Kota Tahun.... Provinsi ..T-I... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Dst ....*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Jumlah Anak (3) Jumlah Keluarga (4) Rata-rata Jumlah Anak Per Keluarga (5=3/4) Kabupaten . Provinsi . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. NO 1 2 (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel..... Sajikan data rata-rata jumlah anak perkeluarga..6..... dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel..*) NO (1) 1 2 3 4 Kabupaten/kota Pekerja Anak Usia 5-14 Tahun (3) Jumlah Pekerja Usia 5 Tahun Keatas (4) Persentase Jumlah Tenaga Kerja dibawah Umur (5=3/4) (2) Kabupaten .. dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. Menurut Kabupaten/Kota Tahun..T-I.. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel..T-I.B. Kota .......*) NO Uraian 1 Jumlah anak 2 Jumlah keluarga 3 Rata-rata jumlah anak per keluarga *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan....

B.... 2. 2.... s. dirinci menurut kabupaten/kota untuk provinsi dan dirinci menurut kecamatan untuk daerah kabupaten/kota. Kota ..*) NO Uraian 1 Jumlah akseptor KB 2 Jumlah pasangan usia subur 3 Rasio akseptor KB *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Rasio akseptor KB Rasio akseptor KB adalah jumlah akseptor KB dalam periode 1 (satu) tahun per 1000 pasangan usia subur pada tahun yang sama... dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Jumlah akseptor KB (3) Jumlah pasangan usia subur (4) Rasio akseptor KB (5=3/4) 1 2 3 4 Kabupaten ..B...*) NO 1 2 Uraian Jumlah jaringan telepon genggam Jumlah jaringan telepon stasioner Tahun n-5 Tahun n-1 3 Total jaringan Komunikasi (1+2) *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. beberapa operator dapat menggunakan hanya satu (1) jaringan telekomunikasi di wilayah pemerintah daerah..2.... Dst . Komunikasi Dan Informasi Jumlah jaringan komunikasi Jumlah jaringan komunikasi adalah banyaknya jaringan komunikasi baik telepon genggam maupun stasioner.82 2......T-I... .1... Provinsi .d ...T-I. Besarnya angka partisipasi KB (akseptor) menunjukkan adanya pengendalian jumlah penduduk. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.6.157 Rasio Akseptor KB Menurut Kabupaten/Kota Tahun. Jaringan komunikasi dihitung dari banyaknya jaringan komunikasi yang berada dalam wilayah suatu pemerintah daerah.T-I. Provinsi .2... Kabupaten .... 00 Sajikan data rasio akseptor KB......158 Jaringan Komunikasi Tahun .7.2.. Provinsi/Kabupaten/Kota.7. Sebuah operator jasa telekomunikasi dapat memiliki satu (1) jaringan dan sebaliknya.d ....... Semakin banyak jumlah jaringan komunikasi maka menggambarkan semakin besar ketersediaan fasilitas jaringan komunikasi sebagai pelayanan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.B. Untuk menghitung jaringan komunikasi dapat disusun tabel sebagai berikut: Tabel.2. s.156 Rasio Akseptor KB Tahun .

..B.. Kabupaten/Kota. Menghitung ketersediaan wartel/warnet per 1. Wartel atau warung telekomunikasi adalah tempat usaha komersial yang dimiliki oleh perorangan atau badan hukum yang memberikan jasa sambungan telekomunikasi kepada masyarakat dan akan menerima pembayaran dari konsumen secara langsung setelah jasa diberikan. Dst .. 3..d .. 2. dan bentuk karangan yang lain.... Kabupaten .. Provinsi. cerita rekaan (fiksi). Semakin besar rasio wartel/warnet per 1000 penduduk akan menggambarkan semakin besar ketersediaan fasilitas jaringan internet dan fasilitas jaringan komunikasi data sebagai pelayanan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.000 penduduk.2...3. Untuk menghitung surat kabar terbitan nasional atau lokal dapat disusun tabel sebagai berikut: ... Kota .T-I... Warnet atau warung internet adalah tempat usaha komersial yang dimiliki oleh perorangan atau badan hukum yang memberikan jasa sambungan internet kepada masyarakat dan akan menerima pembayaran dari konsumen secara langsung setelah jasa diberikan... Rasio wartel/warnet terhadap penduduk Rasio wartel/warnet atau rasio ketersediaan wartel/warnet adalah jumlah wartel/warnet per 1. dst..B..2.. 2. Dst .7.000 penduduk digunakan rumus sebagai berikut: 000 Selanjutnya hasilnya sajikan dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel..T-I. 5..*) NO (1) Kecamatan (2) Jmlh Pddk (3) Jumlah wartel (4) Tahun n-5 Jumlah Rasio warnet wartel (5) (6=4/3) Rasio warnet (7=5/3) Jmlh Pddk (8) Jumlah wartel (9) Tahun n-1 Jumlah Rasio warnet wartel (10) Rasio Warnet (11=9/8) (12=10/8) 1. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. 3.. s..*) Tahun n-5 NO (1) Tahun n-1 Rasio wartel (6=4/3) Rasio warnet (7=5/3) Jumlah Jmlh Pddk wartel (8) (9) Jumlah warnet (10) Rasio wartel (11=9/8) Rasio Warnet (12=10/8) Kabupaten/kota (2) Jumlah Jmlh Pddk wartel (3) (4) Jumlah warnet (5) 1..160 Rasio Wartel/Warnet per 1000 Penduduk Tahun .. feature. Jumlah surat kabar nasional/lokal Surat kabar merupakan komunikasi massa yang diterbitkan secara berkala dan bersenyawa dengan kemajuan teknologi pada masanya dalam menyajikan tulisan berupa berita.... Kecamatan.2.. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Kabupaten .d . Kecamatan. pendapat.. Untuk kabupaten/kota: Tabel.. 2..7.83 2. Jumlah surat kabar nasional/lokal adalah banyaknya jenis surat kabar terbitan nasional atau terbitan lokal yang masuk ke daerah. 4...159 Rasio Wartel/Warnet per 1000 Penduduk Tahun . s.

.2....2.T-I..bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri.1. Untuk menghitung jumlah penyiaran radio/TV lokal dapat disusun tabel sebagai berikut: Tabel. 2.. terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. Menghitung prosentase luas lahan bersertifikat digunakan rumus sebagai berikut: 0 . Hak Guna Usaha (HGU) adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu paling lama 25 tahun. oleh karena itu dapat diberikan atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara maupun tanah milik seseorang.B.*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah jenis surat kabar terbitan nasional Jumlah jenis surat kabar terbitan lokal Total jenis surat kabar (1+2) Tahun n-5 Tahun n-1 Semakin banyak jumlah jenis surat kabar terbitan nasional/lokal di daerah maka menggambarkan semakin besar ketersediaan fasilitas jaringan komunikasi massa berupa media cetak sebagai pelayanan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah. perikanan dan peternakan.. Hak Pengelolaan Lahan (HPL) adalah hak untuk mengelola lahan yang hanya diberikan atas tanah negara yang dikuasai oleh Badan Pemerintah.d .d .. Provinsi/Kabupaten/Kota. HPL) terhadap luas wilayah daratan.T-I. Sifat-sifat hak milik yang membedakannya dengan hak.hak lainnya adalah hak yang “ ”.. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) . s. Provinsi /Kabupaten/Kota.B. 2. s. Hak Guna Bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan.. Tidak mengenai tanah pertanian..8.. 2. Pertanahan Persentase luas lahan bersertifikat Prosentase luas lahan bersertifikat adalah proporsi jumlah luas lahan bersertifikat (HGB.2.84 Tabel... Hak Milik (HM) merupakan hak turun-menurun. Hak Guna Usaha merupakan hak khusus untuk mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri guna perusahaan.162 Jumlah Penyiaran Radio/TV Lokal Tahun . pertanian.9.... -hak atas tanah yang dipunyai orang..161 Jumlah Surat Kabar Nasional/Lokal Tahun .7.4. HM. hak miliklah yang paling kuat dan penuh.. Jumlah penyiaran radio/TV lokal Jumlah penyiaran radio/TV lokal adalah banyaknya penyiaran radio/TV nasional maupun radio/TV lokal yang masuk daerah... HGU. Indikator pertanahan ini bertujuan untuk mengetahui tertib administrasi sebagai kepastian dalam kepemilikan.*) NO 1 2 3 4 5 Jumlah penyiaran radio lokal Jumlah penyiaran radio nasional Jumlah penyiaran TV lokal Jumlah penyiaran TV nasional Total penyiaran radio/TV lokal (1+2+3+4) Uraian Tahun n-5 Tahun n-1 Semakin banyak jumlah penyiaran radio/TV baik di daerah maupun nasional di daerah maka menggambarkan semakin besar ketersediaan fasilitas jaringan komunikasi massa berupa media elektronik sebagai pelayanan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah.

.B..... Prosentase total luas lahan bersertifikat *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Dst. Jumlah Total luas wilayah (n-5) HGB HGU HM HPL HGB (n-4) HGU HM HPL HGB (n-3) HGU HM HPL HGB (n-2) HGU HM HPL HGB (n-1)**) HGU HM HPL *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kabupaten/kota Kabupaten. Kabupaten/Kota. Kota...B.. Provinsi.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2.. 4. 4. 6. s.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. S. Tabel..d .T-I.... 4.85 Selanjutnya hasilnya sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.163 Luas Lahan (m2) Berdasar Sertifikat Tahun . 3. .d .. Kota. 3.. Prosentase luas lahan bersertifikat menggambarkan tingkat ketertiban administrasi kepemilikan tanah di daerah... Luas wilayah daratan Luas tanah bersertifikat HGB Luas tanah bersertifikat HGU Luas tanah bersertifikat HM Luas tanah bersertifikat HPL Total luas tanah bersertifikat Prosentase HGB dibanding luas daratan Prosentase HGU dibanding luas daratan Prosentase HM dibanding luas daratan Prosentase HGPL dibanding luas daratan Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 11. 9.B. 3. 2... Untuk kabupaten/kota: Tabel. *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. s... 7. 2......T-I.T-I...d . Provinsi. 8.. Semakin besar prosentase luas lahan bersertifikat menggambarkan semakin besar tingkat ketertiban administrasi kepemilikan lahan di suatu daerah.165 Luas Lahan Bersertifikat Tahun ...*) NO 1.. 5.164 Prosentase (%) Luas Lahan Bersertifikat Tahun .*) NO 1.. 10..*) NO Kabupaten/kota Kabupaten. 5.. Jumlah (n-5) HGB HGU HM HPL HGB (n-4) HGU HM HPL HGB (n-3) HGU HM HPL HGB (n-2) HGU HM HPL HGB (n-1)**) HGU HM HPL 1. Dst. Total luas wilayah 5. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.

. Kabupaten .. 3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Menghitung rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) digunakan rumus sebagai berikut: Kelompok binaan LPM adalah kelompok masyarakat yang dibina oleh LPM sebagai mitra pemerintah desa atau kelurahan dalam mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan.2..d .......*) (n-5) NO Kabupaten/ Kota (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah Rata-rata Jumlah Kelompok Jumlah LPM Binaan LPM (15) (16) (17=16/15) Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata Jumlah Rata-rata Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Kelompok Jumlah Kelompok Jumlah Kelompok Jumlah Kelompok Jumlah LPM LPM LPM LPM Binaan LPM Binaan LPM Binaan LPM Binaan LPM (3) (4) (5=4/3) (6) (7) (8=7/6) (9) (10) (11=10/9) (12) (13) (14=13/12) (1) (2) 1. 3.. Kecamatan . Dst ... Untuk kabupaten/kota: Tabel.. s.*) NO (1) Kecamatan (2) (n-5) Jumlah LPM (3) Jumlah Kelompok (n-4) Rata-rata Jumlah LPM (5=4/3) Jumlah LPM (6) Jumlah Kelompok (n-3) Rata-rata Jumlah LPM (8=7/6) Jumlah LPM (9) Jumlah Kelompok (n-2) Rata-rata Jumlah LPM (11=10/9) Jumlah LPM (12) Jumlah Kelompok (n-1)**) Rata-rata Jumlah LPM (14=13/12) Jumlah LPM (15) Jumlah Kelompok Binaan (4) Binaan (7) Binaan (10) Binaan (13) Binaan (16) Rata-rata Jumlah LPM (17=16/15) 1.T-I. 4. Besarnya rata-rata jumlah kelompok binaan LPM juga menunjukkan besarnya pelayanan penunjang yang dapat diciptakan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui pembentukan LPM.. 1.. Selanjutnya hasilnya sajikan dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. 2. Semakin besar rata-rata jumlah kelompok binaan LPM maka menggambarkan keaktifan masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan daerah melalui LPM... Pemberdayaan masyarakat dan desa Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) adalah lembaga atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra pemerintah Desa atau Kelurahan dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dibidang pembangunan. 2. Kota . Jumlah se-Provinsi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...166 Kelompok Binaan LPM Tahun .9. Kecamatan . Dst .. s..167 Kelompok Binaan LPM Tahun .86 2...d ...... Rata-rata jumlah kelompok binaan LPM adalah banyaknya kelompok binaan LPM dalam 1 (satu) tahun dibagi dengan jumlah LPM. 2. 4. Provinsi ..T-I...B.. Kabupaten/Kota . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.B.. Kabupaten ... ... Jumlah se-Kab/Kota *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Dst .

Rata-rata jumlah kelompok binaan PKK Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga selanjutnya di singkat PKK...d . Besarnya rata-rata jumlah kelompok .. dan berfungsi sebagai perencana.*) (n-5) NO Kecamatan Jumlah PKK Jumlah Kelompok (n-4) Rata-rata Jumlah PKK (5=4/3) Jumlah PKK Jumlah Kelompok (n-3) Rata-rata Jumlah PKK (8=7/6) Jumlah PKK J Jumlah Kelompok (n-2) Rata-rata Jumlah PKK (11=10/9) Jumlah PKK Jumlah Kelompok (n-1)**) Rata-rata Jumlah PKK (14=13/12) Jumlah PKK Jumlah Kelompok Binaan (4) Binaan (7) Binaan (10) Binaan (13) Binaan (16) Rata-rata Jumlah PKK (17=16/15) (1) (2) (3) (6) (9) (12) (15) 1. Kabupaten .10... yang dapat dibentuk berdasarkan kewilayahan atau kegiatan seperti kelompok dasawisma dan kelompok sejenis.. Tim Penggerak PKK adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.. 2.. 1.B..T-I. Semakin besar rata-rata jumlah kelompok binaan PKK maka menggambarkan keaktifan masyarakat untuk ikut serta dalam pembangunan daerah melalui PKK.. s. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Kabupaten . Menghitung rata-rata jumlah kelompok binaan PKK digunakan rumus sebagai berikut: Kelompok binaan PKK adalah kelompok-kelompok masyarakat yang berada di bawah Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan.. 2.169 Kelompok Binaan PKK Tahun ..1... Jumlah se-Kab/Kota *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. perorangan.. oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk kabupaten/kota: Tabel. 4.T-I. 3. pengendali dan penggerak pada masing-masing jenjang untuk terlaksananya program PKK... pelaksana pengendali Gerakan PKK.. Dst . golongan partai politik.... tidak mewakili organisasi. Tim penggerak PKK beranggotakan warga masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. Kecamatan ... lembaga atau instansi.*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) (n-5) Jumlah PKK (3) Jumlah Kelompok (n-4) Rata-rata Jumlah PKK (5=4/3) Jumlah PKK (6) Jumlah Kelompok (n-3) Rata-rata Jumlah PKK (8=7/6) Jumlah PKK (9) J Jumlah Kelompok (n-2) Rata-rata Jumlah PKK (11=10/9) Jumlah PKK (12) Jumlah Kelompok (n-1)**) Rata-rata Jumlah PKK (14=13/12) Jumlah Jumlah Kelompok PKK Binaan (15) (16) Rata-rata Jumlah PKK (17=16/15) Binaan (4) Binaan (7) Binaan (10) Binaan (13) 1. Rata-rata jumlah kelompok binaan PKK adalah banyaknya kelompok binaan PKK dalam 1 (satu) tahun dibagi dengan jumlah PKK... Kecamatan .. Dst . 2..87 2.d . s. 3. Berakhlak mulia dan berbudi luhur. bersifat sukarela.. Selanjutnya hasilnya sajikan dalam tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel..B. perencana. Jumlah se-Provinsi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 4.. Provinsi ... maju dan mandiri... Kota . sehat sejahtera. adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaanya dari.. Untuk menghitung Jumlah PKK maka dihitung dari jumlah tim penggerak PKK dalam lingkup wilayah pemerintah daerah. yang berfungsi sebagai fasilitator. pelaksana. Dst .2. kesejahteraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.168 Kelompok Binaan PKK Tahun ... Kabupaten/Kota ..

menyimpan. yang menitik beratkan kepada pengabdian secara swadaya. Jumlah perpustakaan dihitung berdasarkan jumlah perpustakaan umum yang dapat diakses secara langsung oleh masyarakat yang beroperasi di wilayah pemerintah daerah. 2..1.2.. Besarnya jumlah LSM aktif juga menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat secara aktif dalam pembangunan daerah. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2.. Untuk menghitung jumlah perpustakaan dapat disusun tabel sebagai berikut: . 3. s.. 2. Jumlah LSM terdaftar 2.171 Jumlah LSM aktif Tahun . Untuk kabupaten/kota: Tabel..B...*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) (n-5) Aktif (3) Tidak Aktif (4) Terdaftar (5=3+4) Aktif (6) (n-4) Tidak Aktif (7) Terdaftar (8=6+7) Aktif (9) (n-3) Tidak Aktif (10) Terdaftar (11=9+10) Aktif (12) (n-2) Tidak Aktif (13) Terdaftar (14=12+13) Aktif (15) (n-1)**) Tidak Aktif (16) Terdaftar (17=15+16) 1. Provinsi ...T-I.. Jumlah LSM dihitung berdasarkan jumlah LSM aktif dalam satu (1) tahun... Perpustakaan 2. s... Dst ...d .... yang disusun menurut sistim tertentu.*) NO Uraian 1. Jumlah LSM yang aktif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah Organisasi/Lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat Warga Negara Republik Indonesia secara sukarela atas kehendak sendiri dan berminat serta bergerak dibidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.170 Jumlah LSM Tahun . Kota .10..2.2...d . Provinsi /Kabupaten/Kota. 5...88 binaan PKK juga menunjukkan besarnya pelayanan penunjang yang dapat diciptakan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui PKK. Jumlah perpustakaan Perpustakaan adalah suatu wadah atau tempat di mana didalamnya terdapat bahan pustaka untuk masyarakat.T-I.10.10. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Besarnya jumlah LSM aktif akan menggambarkan kapasitas yang dimiliki oleh daerah untuk mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah sebagai upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat daerah. yang bertujuan untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat serta sebagai penunjang kelangsungan pendidikan.. 4. Perpustakaan umum merupakan perpustakaan yang bertugas mengumpulkan. Jumlah LSM tidak aktif 3. Jumlah se-Provinsi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Jumlah LSM aktif (1-2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. mengatur dan menyajikan bahan pustakanya untuk masyarakat umum... Kabupaten .B. Untuk menghitung LSM yang aktif dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.... Dst .2.

*) NO 1..172 Jumlah Perpustakaan Tahun .*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Kabupaten . *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Jumlah se-Provinsi Tahun (n-5) Milik pemda (3) Tahun (n-1)**) Total (5=3+4) Non pemda (4) Milik pemda (6) Non pemda (7) Total (8=6+7) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Untuk menghitung jumlah pengunjung perpustakaan dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. s... .d . Besarnya jumlah perpustakaan juga menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat serta sebagai penunjang kelangsungan pelayanan pendidikan..173 Jumlah Perpustakaan Tahun . Banyaknya jumlah perpustakaan akan menggambarkan kapasitas yang dimiliki oleh daerah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dalam memberikan bahan pustaka kepada masyarakat pengguna perpustakan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Provinsi .B.B..2... 2. 5.. 4. Provinsi . Dst .d . Kota .. Jumlah se-Provinsi Tahun (n-5) Milik pemda (3) Non pemda (4) Total (5=3+4) Milik pemda (6) Tahun (n-1)**) Non pemda (7) Total (8=6+7) 1... s. Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun Pengunjung perpustakaan adalah pemakai perpustakaan yang berkunjung ke perpustakaan untuk mencari bahan pustaka dalam satu (1) tahun. s.d .2. 2...... 6.. Kota ... 3. 3.. Kabupaten . Dst .. Dst .. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..B..174 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun ....... 5..T-I..*) NO (1) 1.. 3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 4.. Kabupaten/Kota.. Kabupaten/Kota (2) Kabupaten ..10.T-I..89 Untuk Provinsi: Tabel.. 2..T-I. Untuk kabupaten/kota: Tabel.. Dst .... Uraian Jumlah Perpustakaan milik Pemerintah Daerah (pemda) Jumlah Perpustakaan milik non pemda Total Perpustakaan (1+2) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 2... *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... Pengunjung perpustakaan dihitung berdasar pengunjung yang mengisi daftar kehadiran atau berdasar data yang diperoleh melalui sistem pendataan pengunjung...

.B.. Dst.2. Rasio jumlah polisi pamong praja per 10.... 3.. Dst...000 penduduk digunakan rumus sebagai berikut: 0 000 Selanjutnya hasilnya sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.. Jumlah polisi pamong praja dihitung dari jumlah aparatur pada satuan polisi pamong praja yang ditetapkan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan. menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah. Penyelenggaraan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 2... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..2.T-I.11.11.T-I. Kabupaten. Menghitung rasio jumlah polisi pamong praja per 10.90 Untuk kabupaten/kota: Tabel.d . Kota. NO (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Banyaknya jumlah pengunjung perpustakaan menggambarkan tingginya budaya baca di daerah. Besarnya jumlah perpustakaan juga menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai peluang untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat serta sebagai penunjang kelangsungan pelayanan pendidikan... 5. 6... Satuan polisi pamong praja merupakan perangkat daerah yang dapat berbentuk dinas daerah atau lembaga teknis daerah.. s.*) Uraian Jumlah pengunjung perpustakaan 1. milik non pemda 3. milik Pemerintah Daerah (pemda) Jumlah pengunjung perpustakaan 2.... Provinsi .176 Rasio Jumlah Polisi Pamong Praja Tahun . Dengan jumlah pengunjung perpustakaan yang tinggi merupakan indikator efektifitas penyediaan pelayanan perpustakaan di daerah. .*) NO (1) Kabupaten/ Kota (2) (n-5) Jmlh PolPP (3) Jmlh Pddk (4) Rasio (5=3/4) Jmlh PolPP (6) (n-4) Jmlh Pddk (7) Rasio (8=6/7) Jmlh PolPP (9) (n-3) Jmlh Pddk (10) Rasio (11=9/10) Jmlh PolPP (12) (n-2) Jmlh Pddk (13) Rasio (14=12/13) Jmlh PolPP (15) (n-1)**) Jmlh Pddk (16) Rasio (17=15/16) 1. Kabupaten.000 penduduk Polisi Pamong Praja adalah aparatur Pemerintah Daerah yang melaksanakan tugas Kepala Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum.175 Jumlah Pengunjung Perpustakaan Tahun . Kabupaten/Kota... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Total pengunjung Perpustakaan (1+2) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. 2.. 4..1. 2..B. Se-Provinsi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..d . s..

Rasio jumlah polisi pamong praja per 10.91 Untuk kabupaten/kota: Tabel.. 3...177 Rasio Jumlah Polisi Pamong Praja Tahun .T-I. Kabupaten.2.*) NO Uraian 1.000 Penduduk Tahun . Kabupaten/Kota.178 Rasio Jumlah Linmas Per 10. Untuk kabupaten/kota: Tabel.... Jumlah penduduk 3. s. Menghitung rasio linmas per 10.... menegakkan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah..B.d ...B.179 Rasio Jumlah Linmas Per 10. 6.11.000 penduduk Petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) merupakan satuan yang memiliki tugas umum pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat. 2.. Se-Provinsi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan....000 penduduk Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.000 penduduk digunakan rumus sebagai berikut: 0 000 Selanjutnya hasilnya sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.d . 2.B.000 penduduk *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Rasio jumlah linmas per 10.000 Penduduk Tahun .. Dst. s. Jumlah Linnmas Jumlah penduduk Rasio jumlah Linnmas per 10. s... Provinsi . 4. Dst.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..d ...*) NO 1... 3.T-I.. Satuan ini memiliki peran penting dalam ketertiban masyarakat secara luas. Kota. Kabupaten/Kota.2. Jumlah polisi pamong praja 2. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..... ... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 5. Kabupaten. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rasio jumlah polisi pamong praja menggambarkan kapasitas pemda dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum.. 2...*) NO (1) Kabupaten/ Kota (2) (n-5) Jmlh Linmas (3) Jmlh Pddk (4) Rasio (5=3/4) Jmlh Linmas (6) (n-4) Jmlh Pddk (7) Rasio (8=6/7) Jmlh Linmas (9) (n-3) Jmlh Pddk (10) Rasio (11=9/10) Jmlh Linmas (12) (n-2) Jmlh Pddk (13) Rasio (14=12/13) Jmlh Linmas (15) (n-1)**) Jmlh Pddk (16) Rasio (17=15/16) 1. Semakin besar rasio jumlah polisi pamong praja maka akan semakin besar ketersediaan polisi pamong praja yang dimiliki pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah .T-I... Rasio jumlah linmas menggambarkan kapasitas pemda untuk memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat adalah upaya mengkondisikan lingkungan yang kondusif dan demokratif sehingga tercipta kehidupan strata sosial yang interaktif .

2. Kabupaten. Untuk menghitung jumlah organisasi pemuda dapat disusun tabel sebagai berikut: .. Rasio pos siskamling per jumlah desa/kelurahan Rasio pos siskamling per jumlah desa/kelurahan adalah perbandingan jumlah pos siskamling selama 1 (satu) tahun dengan jumlah desa/kelurahan..*) (n-5) NO (1) (n-4) Rasio (5=3/4) Jmlh siska mling (6) Jmlh Desa (7) Rasio (8=6/7) Jmlh siska mling (9) (n-3) Jmlh Desa (10) Rasio (11=9/10) Jmlh siskaml ing (12) (n-2) Jmlh Desa (13) Rasio (14=12/13) Jmlh siska mling (15) (n-1)**) Jmlh Desa (16) Rasio (17=15/16) Kecamatan (2) Jmlh siska mling (3) Jmlh Desa (4) 1. 4. Jumlah Organisasi Pemuda Organisasi pemuda adalah sekelompok pemuda yang berkerjasama dengan suatu perencanaanperencanaan kerja dan peraturan-peraturan. Kecamatan.B..1. 2. 3. 3.. Kabupaten/Kota. Pemuda dan olah raga 2... 2. s.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Dst. Jumlah organisasi pemuda dihitung dari jumlah organisasi pemuda yang aktif sampai dengan tahun pengukuran. 2.... Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. 5. Dst. Untuk kabupaten/kota: Tabel.. Menghitung rasio pos siskamling per jumlah desa/keluarahan digunakan rumus sebagai berikut: Selanjutnya hasilnya sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.181 Rasio Jumlah Pos Siskamling Per Kecamatan Tahun .d .12.*) NO (1) Kabupaten/ Kota (2) (n-5) Jmlh siska mling (3) Jmlh Desa (4) Rasio (5=3/4) Jmlh siska mling (6) (n-4) Jmlh Desa (7) Rasio (8=6/7) Jmlh siska mling (9) (n-3) Jmlh Desa (10) Rasio (11=9/10) Jmlh siska mling (12) (n-2) Jmlh Desa (13) Rasio (14=12/13) Jmlh siskam ling (15) (n-1)**) Jmlh Desa (16) Rasio (17=15/16) 1.... Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.92 Semakin besar rasio jumlah linmas maka akan semakin besar ketersediaan linmas yang dimiliki pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam upaya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat .. Rasio jumlah pos siskamling menggambarkan ketersediaan pos siskamling di setiap desa/kelurahan.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data...11.. Kecamatan. 2..d . Provinsi ..12. Kabupaten.. Dst.. Semakin besar rasio jumlah pos siskamling akan semakin besar ketersediaan kapasitas pemda dalam memberdayakan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat serta keamanan lingkungan..2... Kota.T-I. Rasio ini bertujuan untuk menggambarkan ketersediaan pos siskamling di setiap desa/kelurahan..2.T-I.B..3.. 6. untuk mencapai suatu tujuan tertentu.. s.180 Rasio Jumlah Pos Siskamling Per Jumlah Desa/Kelurahan Tahun ..

. Kabupaten/kota Kabupaten...... Dst..B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 4..12... 2.. 2..T-I. Kecamatan.. Kota.2.... Dst.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Dst.... Provinsi .d . Semakin banyak jumlah organisasi pemuda menunjukkan ketersediaan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai untuk memberdayakan pemuda dalam pembangunan daerah. Jumlah organisasi olahraga dihitung dari jumlah organisasi olahraga yang aktif sampai dengan tahun pengukuran... Provinsi .. Dst. Untuk menghitung jumlah organisasi olahraga dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. 4. Banyaknya jumlah organisasi pemuda menggambarkan kapasitas pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan dan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila... Jumlah Organisasi Olahraga Organisasi olahraga adalah organisasi formal yang dibentuk oleh sekelompok masyarakat olahraga yang bekerjasama dengan suatu perencanaan-perencanaan kerja dan peraturan-peraturan.. 5. 2. 3. 3. s.*) NO Kecamatan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 1. Kabupaten/kota Kabupaten.. untuk mencapai suatu tujuan pembangunan dunia olahraga...B.. Kota. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kabupaten/Kota . Kecamatan. 3.183 Jumlah Organisasi Pemuda Tahun . s.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data...B. Se-Kabupaten/kota *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..d ..... s.T-I..184 Jumlah Organisasi Olahraga Tahun .. Dst...93 Untuk Provinsi: Tabel. 2.182 Jumlah Organisasi Pemuda Tahun . Kabupaten.*) NO 1... Untuk kabupaten/kota: Tabel..... 4.d .T-I..*) NO 1.2.

perlombaan dan upacara serta kejadian atau peristiwa sejenis.4..187 Jumlah Kegiatan Kepemudaan Tahun . Jumlah Kegiatan Kepemudaan Kegiatan kepemudaan adalah kegiatan atau “event” kepemudaan yang diselenggarakan dalam bentuk pertandingan. 4. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Kecamatan. 4.185 Jumlah Organisasi Olahraga Tahun .B. Banyaknya jumlah kegiatan kepemudaan menggambarkan tingginya antusiasme pemuda untuk berperan serta dalam pembangunan daerah... 3. Kegiatan olahraga dapat diselenggarakan dalam bentuk pertandingan dan perlombaan serta kejadian atau peristiwa sejenis. swasta dan masyarakat.... 2..*) NO 1... 2.. Dst.3... Jumlah kegiatan kepemudaan dihitung dari jumlah kegiatan kepemudaan dalam periode 1 (satu) tahun.. 5. Kecamatan Kecamatan. Jumlah Kegiatan Olahraga Kegiatan olahraga adalah kegiatan atau “event” olahraga yang diselenggarakan baik oleh pemerintah daerah... Kota.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Kabupaten/Kota. Banyaknya jumlah organisasi olahraga menggambarkan kapasitas pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat untuk berperan serta dalam pembangunan daerah khususnya dalam menciptakan pelayanan penunjang di bidang olahraga....B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.*) NO 1...186 Jumlah Kegiatan Kepemudaan Tahun . Dst. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Kecamatan Kecamatan... Provinsi ..*) NO 1. Kepemudaan sendiri bermakna segala hal tentang pemuda.. Dst.. 2. s.....T-I. Untuk kabupaten/kota: Tabel. Untuk menghitung jumlah kegiatan kepemudaan dapat disusun tabel sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel.12.. Jumlah kegiatan olahraga dihitung dari jumlah kegiatan atau “event” olahraga dalam periode 1 (satu) tahun.d .2.d ... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Kabupaten/Kota . s. Dengan jumlah kegiatan kepemudaan yang tinggi merupakan indikator efektifitas keberadaan organisasi pemuda dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah 2.. 3. 3. Kabupaten/kota Kabupaten.T-I.. 2.. Jumlah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kabupaten..T-I. s.2.B....d ... Untuk menghitung jumlah kegiatan olahraga dapat disusun tabel sebagai berikut: .94 Untuk kabupaten/kota: Tabel.. Kecamatan. Dst.12..

Dengan jumlah kegiatan olah raga yang tinggi merupakan indikator efektifitas keberadaan organisasi olahraga dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2... kekhasan.B. dan sebagainya.*) NO 1.. sebagai berikut: 3.d ..189 Jumlah Kegiatan Olahraga Tahun . Kabupaten/Kota . 3.... (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kemampuan Ekonomi Daerah Kemampuan ekonomi daerah dalam kaitannya dengan daya saing daerah adalah bahwa kapasitas ekonomi daerah harus memiliki daya tarik (attractiveness) bagi pelaku ekonomi yang telah berada dan akan masuk ke suatu daerah untuk menciptakan multiflier effect bagi peningkatan daya saing daerah.*) NO 1.. Suatu daya saing (competitiveness) merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan ekonomi yang berhubungan dengan tujuan pembangunan daerah dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.. 2. Kota.. Makanan mencakup seluruh jenis makanan termasuk makanan jadi.1. s. 3. .. Kabupaten.188 Jumlah Kegiatan Olahraga Tahun .95 Untuk Provinsi: Tabel.... Dst. Dst. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita dapat diketahui dengan menghitung angka konsumsi RT per kapita. minuman... Kabupaten/kota Kabupaten. yaitu rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita. dan sirih.. Kemampuan ekonomi daerah memicu daya saing daerah dalam beberapa tolok ukur. 4. 4. Semakin besar rasio atau angka konsumsi RT semakin atraktif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah.B. Dst.T-I. Aspek Daya Saing Daerah Daya saing daerah merupakan salah satu aspek tujuan penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan potensi. biaya kesehatan... Angka ini dihitung berdasarkan pengeluaran penduduk untuk makanan dan bukan makanan per jumlah penduduk... sekolah.. 3...1. tembakau. s.T-I. 3. Kecamatan. Bukan makanan mencakup perumahan. sandang..1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita (Angka konsumsi RT per kapita) Indikator pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi rumah tangga yang menjelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga...d . Untuk kabupaten/kota: Tabel. dan unggulan daerah... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 5. Provinsi . Banyaknya jumlah kegiatan olahraga menggambarkan tingginya antusiasme organisasi olahraga di daerah untuk berperan serta dalam pembangunan daerah.. Kecamatan Kecamatan..

2.. s. Nilai tukar petani Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang berguna untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani dengan mengukur kemampuan tukar produk (komoditas) yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi (usaha) maupun untuk konsumsi rumah tangga. Provinsi .) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...192 Angka Konsumsi RT per Kapita Tahun . 3..... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Rasio (1..*) NO 1.....B. Provinsi . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3./2.96 Untuk Provinsi: Tabel. Kabupaten .B..*) NO Uraian 1.. sebaliknya jika NTP lebih kecil dari 100 berarti terjadi penurunan daya beli petani. 2.. Jumlah Untuk kabupaten/kota: Tabel.T-I..B.. Jika NTP lebih besar dari 100 maka periode tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan periode tahun dasar... Kabupaten/Kota.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..... Untuk Provinsi: Tabel. Uraian Indeks yang diterima petani (lt) Indeks yang dibayar petani (lb) NTP *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Nilai Tukar Petani dapat dihitung dengan membandingkan faktor produksi dengan produk.. 3..191 Angka Konsumsi RT per Kapita Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Dst . s.. 4.T-I... Uraian Total Pengeluaran RT Jumlah RT (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rasio (1.. Dst ... s.193 Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun . Kota .1. 3... 2.... Tabel.T-I..d ...2... yaitu perbandingan antara indeks yang diterima (It) petani dan yang dibayar (Ib) petani.. Jumlah RT 3.190 Angka Konsumsi RT per Kapita Tahun ...d ... Total Pengeluaran RT 2./2.B.d .. Provinsi .T-I. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) ....*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Total Pengeluaran RT (3) Jumlah RT (4) Rasio (5=3/4) 1. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.*) NO 1..

Provinsi . 2.... 3.. Uraian Total Pengeluaran RT non Pangan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Tabel. Provinsi ...... (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. 4..B...194 Nilai Tukar Petani (NTP) Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Provinsi . Untuk kabupaten/kota: Tabel. 3.1. 2.. 4.*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Indeks yang diterima petani (lt) (3) Indeks yang dibayar petani (lb) (4) NTP (5=3/4) Kabupaten ... 2. Kota . Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita (Persentase Konsumsi RT untuk non pangan) Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita dibuat untuk mengetahui pola konsumsi rumah tangga di luar pangan.196 Persentase Konsumsi RT non-Pangan Tahun .. Dst . 3. Pengeluaran konsumsi non pangan per kapita dapat dicari dengan menghitung persentase konsumsi RT untuk non pangan..B. 3..B.T-I.. Kota . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Untuk Provinsi: Tabel.. 2.97 NTP dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Tabel.197 Persentase Konsumsi RT non-Pangan Menurut Kabupaten/Kota Tahun . 5......T-I. Kabupaten ...... Kabupaten/Kota....T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data....195 Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun . s... Dst ... NO 1... Kabupaten ..*) Uraian Indeks yang diterima petani (lt) Indeks yang dibayar petani (lb) NTP *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..*) NO (1) Kabupaten/Kota (2) Total Pengeluaran RT non Pangan (3) Total Pengeluaran (4) Rasio (5=3/4) 1....3. s.T-I.d .... 1........... Dst ..d ..*) NO 1.. yaitu proporsi total pengeluaran rumah tangga untuk non pangan terhadap total pengeluaran.. Dst . Jumlah .B...... Total Pengeluaran Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.

.. 2.d .......B. Untuk Provinsi: Tabel. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. sewa.6 1. s.d. Provinsi.7 1..2 1.. 1.. Produktivitas Total Daerah dapat diketahui dengan menghitung produktivitas daerah per sektor (9 sektor) yang merupakan jumlah PDRB dari setiap sektor dibagi dengan jumlah angkatan kerja dalam sektor yang bersangkutan..1 1.T-I.5 1.9 2.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan. Provinsi/Kabupaten/Kota.4.198 Persentase Konsumsi RT non-Pangan Tahun . PDRB Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik. & Js.B.Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan.98 *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Perusahaan Jasa-jasa Jumlah Angkatan Kerja Sektor (n-5) (Rp) % (Rp) (n-4) % (Rp) (n-3) % (Rp) (n-2) % (n-1)**) (Rp) % *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.8 1.. 9 . PDRB dihitung berdasarkan 9 (sembilan) sektor... Uraian Total Pengeluaran RT non Pangan Total Pengeluaran Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.T-I.*) NO 1.1.*) NO 1.4 1.i adalah sector 1 s.. Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: di mana. Untuk kabupaten/kota: Tabel. 3.199 Produktivitas Per Sektor Tahun. Produktivitas total daerah Produktivitas total daerah dihitung untuk mengetahui tingkat produktivitas tiap sektor per angkatan kerja yang menunjukan seberapa produktif tiap angkatan kerja dalam mendorong ekonomi daerah per sektor.3 1.

202 Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan Tahun . 1.2..B.2.... 3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..*) NO 1.200 Produktivitas Total Daerah Provinsi.. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan dihitung untuk mengetahui tingkat ketersediaan sarana jalan dapat memberi akses tiap kendaraan. Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan adalah perbandingan panjang jalan terhadap jumlah kendaraan.T-I... Uraian Kabupaten .8 1..T-I. 5..4 1...2 1..*) NO 1.B. Provinsi.1. (n-5) (n-4) Uraian Panjang Jalan***) Jumlah Kendaraan Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.d .201 Produktivitas Per Sektor Kabupaten/Kota .... Dst .. provinsi.5 1.*) NO 1.1. Rasio Produktivitas Daerah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Untuk kabupaten/kota: Tabel. Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Suatu fasilitas wilayah atau infrastruktur menunjang daya saing daerah dalam hubungannya dengan ketersediaannya (availability) dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah di berbagai sektor di daerah dan antar-wilayah. sewa. & Js. Aksesibilitas daerah Untuk mengetahui tingkat aksesibilitas daerah dapat dihitung dengan: 3.. & kabupaten/kota dalam wilayah provinsi (n-3) (n-2) (n-1)**) . Dst .6 1... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... 4. Kabupaten . 2. PDRB Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik.7 1..99 Tabel. s.. Untuk Provinsi: Tabel. Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Kota ..9 2.3 1.2... 3.. ***) Jalan: jalan negara.. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan...1.T-I... Perusahaan Jasa-jasa Jumlah Angkatan Kerja *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan. 2..1 1. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Sektor (n-5) (Rp) % (Rp) (n-4) % (Rp) (n-3) % (Rp) (n-2) % (n-1)**) (Rp) % 3. 3..B...

. Provinsi.....B..206 Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum Menurut Kabupaten/Kota Tahun .B......2.... 2. Kabupaten .d . Dst ........2......*) NO 1.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Provinsi . Dst . Dst . 4... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data....... Uraian Jumlah orang Jumlah Barang Satuan Orang Ton (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. provinsi.*) NO 1... provinsi. 4..d . 5..*) NO 1.. 3. 2..203 Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan Menurut Kabupaten/Kota Tahun ....T-I. Untuk Provinsi: Tabel.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Kabupaten/kota Jumlah Orang Jumlah Barang Keterangan ...T-I.. Kota . Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. & kabupaten/kota dalam wilayah provinsi (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3. Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum dalam periode 1 (satu) tahun.. ***) Jalan: jalan negara... Kabupaten/Kota.. Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.T-I....B.. & kabupaten/kota dalam wilayah provinsi Untuk kabupaten/kota: Tabel.. Uraian Panjang Jalan Jumlah Kendaraan Rasio *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..1. s.B. 5. Kota ... Dst .T-I.. Kabupaten . ***) Jalan: jalan negara.204 Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan Tahun ... 3... Kabupaten ... s. Provinsi ... 3.. Tabel. Kabupaten ...100 Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: Tabel.*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Panjang Jalan (3) Jumlah Kendaraan (4) Rasio (5=3/4) 1. 2.205 Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum Tahun .. 2.

.d .T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..209 Jumlah Orang/Barang Melalui Dermaga/Bandara/Terminal Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Dst ..... 2...*) NO 1 2 3 4 5 Kabupaten/Kota Kabupaten .. Provinsi/Kabupaten/Kota... Dst .. Untuk kabupaten/kota: Tabel. 2. Jumlah Dermaga Orang Barang Orang Bandara Barang Orang Terminal Barang *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan..B. (n-5) Orang Brng Orang (n-4) Brng Orang (n-3) Brng Orang (n-2) Brng (n-1)**) Orang Brng Tabel. s. Uraian Jumlah orang Jumlah Barang Satuan Orang Ton (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.T-I. Uraian Dermaga Bandara Terminal Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.1...*) NO 1...101 Untuk kabupaten/kota: Tabel....T-I. Dermaga Bandara Terminal Jumlah Uraian (n-5) Orang Brng Orang (n-4) Brng Orang (n-3) Brng Orang (n-2) Brng (n-1)**) Orang Brng *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.......210 Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum Tahun .B....... Kabupaten/Kota.. Provinsi .. .. s.. 3..B.. 2..207 Jumlah Orang/Barang yang Terangkut Angkutan Umum Tahun .B.T-I.. Provinsi....2.. 3. s. Kota ....*) NO 1. Jumlah orang/barang melalui dermaga/ bandara/ terminal per tahun Jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal dalam periode 1 (satu) tahun. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.3.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.d ... Untuk Provinsi: Tabel...208 Jumlah Orang/Barang Melalui Dermaga/Bandara/Terminal Tahun .... 3.. Kabupaten .*) NO 1..d .

2../2.d .. 3. Ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ketaatan terhadap RTRW merupakan kesesuaian implementasi tata ruang hasil perencanaan tata ruang berdasarkan aspek administratif dan atau aspek fungsional dengan peruntukan yang direncanakan sesuai dengan RTRW.T-I.T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 2... Dst . Kabupaten . Rasio ketaatan dihitung dengan rumus sebagai berikut: Tabel..B. Penataan wilayah 3...102 3..... Provinsi/Kabupaten/Kota.211 Rasio Ketaatan Terhadap RTRW Tahun . Luas wilayah produktif Luas wilayah produktif adalah persentase realisasi luas wilayah produktif terhadap luas rencana kawasan budidaya sesuai dengan RTRW. Provinsi ....2. Dst .2. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3. .2. s.2.B.. Provinsi ... 2..... 3. (n-5) Uraian Realisasi RTRW Rencana Peruntukan RTRW Rasio (1...213 Persentase Luas Wilayah Produktif Menurut Kabupaten/Kota Tahun ... Kota .T-I.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. s.1.*) NO (1) 1 2 3 4 5 Kabupaten/kota (2) Kabupaten ..B.2. Jumlah Luas Wilayah Produktif (3) Luas Seluruh Wil.. Uraian Luas Wilayah produktif Luas Seluruh Wil.... Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: Untuk Provinsi: Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data...d ....2. Budidaya Rasio (1..212 Persentase luas Wilayah Produktif Tahun .) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan...... Budidaya (4) Rasio (5=3/4) *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan./2...*) NO 1.*) NO 1......

. 2. 3.2.B.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. (n-5) Uraian Luas Wilayah Industri Luas Seluruh Wil..T-I. Budidaya Rasio (1. Luas Wilayah Industri Luas wilayah industri adalah persentase realisasi luas kawasan Industri terhadap luas rencana kawasan budidaya sesuai dengan RTRW.. Dst .. 2.215 Persentase Luas Wilayah Industri Tahun ..B..3.../2.T-I.. Dst ..216 Persentase Luas Wilayah Industri Menurut Kabupaten/Kota Tahun . 3... 1 2 3 4 5 Untuk kabupaten/kota: Tabel. s... Budidaya (4) Rasio (5=3/4) Kabupaten ../2..... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan. Kabupaten/Kota.. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) .214 Rasio Luas Wilayah Produktif Tahun ..103 Untuk kabupaten/kota: Tabel..2. Budidaya Rasio (1..d ...B. s.217 Rasio Luas Wilayah Industri Tahun ... 2..*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Luas Wilayah Industri (3) Luas Seluruh Wil.. s.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..d . (n-5) Uraian Luas Wilayah Industri Luas Seluruh Wil.. Provinsi ....... Uraian Luas Wilayah produktif Luas Seluruh Wil.... Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Untuk Provinsi: Tabel.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..*) NO 1.B.. Provinsi ... Kabupaten/Kota.*) NO 1. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3.T-I. Budidaya Rasio (1..) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.*) NO 1.....T-I.. Kota .. 3.. Kabupaten ...d ./2. (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data....

. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel.. s.. 2..*) NO 1..*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Luas Wilayah Kebanjiran (3) Luas Seluruh Wil....B. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data... Kabupaten . 3.T-I...B. Dst .. 3.d . Budidaya Rasio (1.. Budidaya Rasio (1.T-I.218 Persentase Luas Wilayah Kebanjiran Tahun . Dst ..5.2.2.T-I.. s... Provinsi ......B../2...220 Rasio Luas Wilayah Kebanjiran Tahun .2.... Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. 2. Uraian Luas Wilayah Kebanjiran Luas Seluruh Wil. Kota . Untuk kabupaten/kota: Tabel..) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.../2..d .. Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 .104 - 3.*) NO 1.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..... Provinsi .. Uraian Luas Wilayah Kebanjiran Luas Seluruh Wil.... Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Untuk Provinsi: Tabel.. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. Luas Wilayah Kebanjiran Luas wilayah kebanjiran adalah persentase luas wilayah banjir terhadap luas rencana kawasan budidaya sesuai dengan RTRW.. Budidaya (4) Rasio (5=3/4) 1 2 3 4 5 Kabupaten .2.. Luas Wilayah Kekeringan Luas wilayah kekeringan adalah luas wilayah kekeringan terhadap luas rencana kawasan budidaya sesuai dengan RTRW.219 Persentase Luas Wilayah Kebanjiran Menurut Kabupaten/Kota Tahun . Kabupaten/Kota.4.

**) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.... Provinsi .. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3......B.../2.221 Persentase Luas Wilayah Kekeringan Tahun .) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan... s. Dst ...T-I.. 2. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Budidaya Rasio (1.... Budidaya (4) Rasio (5=3/4) 1 2 3 4 5 Kabupaten .. Budidaya (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3.d . . 3. Uraian Luas Wilayah Perkotaan Luas Seluruh Wil.224 Persentase Luas Wilayah Perkotaan Tahun ..2./2......T-I.B.d ......223 Rasio Luas Wilayah Kekeringan Tahun .222 Persentase Luas Wilayah Kekeringan Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Tabel. Kabupaten . Provinsi . Luas Wilayah Perkotaan Luas wilayah perkotaan adalah persentase realisasi luas wilayah perkotaan terhadap luas rencana wilayah budidaya sesuai dengan RTRW.T-I...... Uraian Luas Wilayah Kekeringan Luas Seluruh Wil.. Untuk kabupaten/kota: Tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Rasio dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Untuk Provinsi: Tabel.*) NO 1. s. Provinsi . Rasio (1.. Uraian Luas Wilayah Kekeringan Luas Seluruh Wil.*) NO 1.2. Kota . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Dst ... 3...B..*) NO 1.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan../2.......*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Luas Wilayah Kekeringan (3) Luas Seluruh Wil.. Budidaya Rasio (1.105 Untuk Provinsi: Tabel. 2. Kabupaten/Kota.. 2...B.6..T-I.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.d . s.

. Kabupaten/Kota.. dan jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang-cabangnya 3. 2.... s. n-5 n-4 n-3 n-2 n-1 3... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.227 Jenis dan Jumlah Bank dan Cabangnya Provinsi .226 Rasio Luas Wilayah Perkotaan Tahun .T-I. Dst .. Menurut fungsinya.T-I.. Kota . Fasilitas bank dan non bank Fasilitas bank dan non bank diukur dengan jenis dan jumlah bank dan cabang-cabangnya. bank dibagi menjadi bank umum dan bank perkreditan rakyat. 3. Budidaya (4) Rasio (5=3/4) 1 2 3 4 5 Kabupaten .. Uraian Luas Wilayah Perkotaan Luas Seluruh Wil.*) NO (1) Kabupaten/kota (2) Luas Wilayah Perkotaan (3) Luas Seluruh Wil..B.*) NO 1. Jenis dan jumlah bank dan cabang-cabangnya Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan../2. Dst ..... 1.3.1.. 2. Budidaya Rasio (1... 2.1.) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.*) NO 1..2.. Provinsi . Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.225 Persentase Luas Wilayah Perkotaan Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Kabupaten . Untuk Provinsi: Tabel. 1..2.....1..B....T-I..... 2.d . Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran... Untuk kabupaten/kota: Tabel..2...B.. Bank Umum Konvensional Syariah BPR Konvensional Syariah Total Sektor Jumlah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) .2.3.106 Tabel..

1.. 1. . Usaha asuransi adalah usaha jasa keuangan yang menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi guna memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti terhadap hidup atau meninggalnya seseorang.2. 2.T-I. 5.230 Jenis dan Jumlah Perusahaan Asuransi dan Cabangnya Provinsi..3.. Jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang-cabangnya Asuransi merupakan alat untuk menanggulangi risiko (nasabah) dengan cara menanggung bersama kerugian yang mungkin terjadi dengan pihak lain (perusahaan asuransi).2. 3. Kabupaten/kota Kabupaten .T-I. Untuk Provinsi: Tabel.*) NO 1. 2.2... 3..1.1. Penyelenggaraan asuransi dipisahkan menjadi dua yaitu perusahaan asuransi yang beroperasi secara konvensional dan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 2. Dst .... Provinsi ...... BPR Konvensional Syariah Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..*) NO 1. Kabupaten . 1..228 Jenis dan Jumlah Bank dan Cabangnya Menurut Kabupaten/Kota Tahun ...B.*) NO 1.2.1.B.B... 4..2. Sektor Jumlah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Perusahaan Asuransi Kerugian Konvensional Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa Konvensional Syariah Jumlah *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Dst .229 Jenis dan Jumlah Bank dan Cabangnya Kabupaten/Kota. Bank Umum Konvensional Syariah Sektor Jumlah (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 2. meliputi asuransi kerugian dan asuransi jiwa. 1.T-I.Perusahaan asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha asuransi... 2.... 2.107 Tabel...2.. Untuk kabupaten/kota: Tabel.1. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 2.... Bank Umum Konvensional Syariah Konvensional BPR Syariah Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan... Kota .

.2. 2..232 Jenis dan Jumlah Perusahaan Asuransi dan Cabangnya Kabupaten/Kota. 2.. Asuransi Kerugian Konvensional Syariah Persh. 2.B. Air Sungai dan Danau 3. Untuk kabupaten/kota: Tabel..2.. Air Sumur Dangkal 5.. Kota .. 1.... Air Sumur Dalam Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan air bersih dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 00 Sajikan Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan air bersih dalam tabel sebagai berikut: .. Sektor Perusahaan Asuransi Kerugian Konvensional Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa Konvensional Syariah Jumlah (n-5) (n-4) Jumlah (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. Kabupaten . 1.231 Jenis dan Jumlah Perusahaan Asuransi dan cabangnya Menurut Kabupaten/Kota Tahun .. Ketersediaan air bersih 3.T-I..1...108 Tabel..2.T-I..1.. Persh.... Provinsi . Air Minum(drinking water) Air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002).B.1. Sumber air bersih dapat dibedakan atas: 1. Air Hujan 2..*) NO 1.. Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan air bersih Air Bersih(clean Water) adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak. Dst ....4. 3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..*) NO 1 2 3 4 5 Kabupaten/Kota Kabupaten . Mata Air 4.4... Asuransi Jiwa Konvensional Syariah Jumlah *) Diisi sesuai nama daerah berkenaan.. Dst ..2.

Rasio ketersediaan daya listrik Rasio ketersediaan daya listrik adalah perbandingan daya listrik terpasang terhadap jumlah kebutuhan. Kebutuhan .*) No 1.B. 11. 11. 12.B.T-I. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 7. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..T-I. 10. 8. 7. Sumber Air Bersih Leding (Perpipaan) Sumur Lindung Sumur Tidak Terlindung Mata Air Terlindung Mata Air Tidak Terlindung Sungai Danau/Waduk Air Hujan Air Kemasan Lainnya Total Jumlah Rumah Tangga yang menggunakan air bersih Jumlah Rumah Tangga Persentase Rumah Tangga yang menggunakan air bersih (11/12) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 6..*) NO 1.. 3.Industri 2.5.2.rumah tangga . 10. Tabel.. 3. 3..109 Tabel. 2. 6.. 8. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Perhitungan ketersediaan daya listrik dan kebutuhannya kedepan dapat mengacu pada dokumen Rencana Umum Kelistrikan Nasional (RUKN) atau Rencana Umum Kelistrikan Daerah (RUKD) yang telah disusun. 13. Susut & Losses (T&D) Susut Pemakaian Sendiri Total Susut & Losses Faktor Beban Produksi Beban Puncak Kapasitas Terpasang (Existing) Cummulated Commited Projects TOTAL KAPASITAS SISTEM DAYA YANG DIBUTUHKAN* Uraian Satuan GWH GWH GWH GWH GWH % % % % GWH MW MW MW MW MW (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.5.Komersial . 3.. Untuk mewujudkan hal tersebut maka Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melistriki masyarakat tidak mampu dan . 9.2. Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik Penyediaan tenaga listrik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta memajukan kesejahteraan masyarakat.. 4.2. 5. 9. Fasilitas listrik dan telepon 3. 4. Bila tenaga listrik telah dicapai pada suatu daerah atau wilayah maka kegiatan ekonomi dan kesejateraan pada daerah tersebut dapat meningkat.Public .233 Persentase Rumah Tangga (RT) yang Menggunakan Air Bersih Provinsi/Kabupaten/Kota .234 Prakiraan Kebutuhan Beban Tenaga Listrik Provinsi/Kabupaten/Kota .2.1.5.. 5.

3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Persentase penduduk atau rumah tangga yang memiliki HP dan fasilitas telepon (PSTN) dapat diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan BPS mengenai survei tentang teknologi komunikasi dan informasi. Sajikan Persentase Rumah Tangga (RT) yang menggunakan HP/Telepon dalam tabel sebagai berikut: Tabel.2.*) No 1. Indikator yang digunakan untuk melihat pencapaian sasaran pemerintah daerah tersebut adalah persentase rumah tangga yang menggunakan listrik.*) No 1. 3. Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik merupakan proporsi jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik sebagai daya penerangan terhadap jumlah rumah tangga.1. Salah satu indikator dalam melihat perkembangan teknologi komunikasi adalah dengan melihat seberapa banyak penduduk suatu daerah telah memiliki perangkat komunikasi berupa hand-phone (HP) dan telepon rumah biasa.6.3.2.B. 5.300 watt RT dengan daya 2. Persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon adalah proporsi jumlah penduduk menggunakan telepon/HP terhadap jumlah penduduk.. 6.235 Persentase Rumah Tangga yang Menggunakan Listrik Provinsi/Kabupaten/Kota . Pengertian restoran adalah tempat menyantap makanan dan minuman yang disediakan dengan dipungut bayaran. Penduduk yang memiliki HP Penduduk yang memiliki telepon PSTN Total Jumlah penduduk yang memiliki HP/Telepon (1) + (2) Jumlah penduduk Persentase penduduk yang menggunakan HP/Telepon (3)/(4) Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.200 watt RT dengan daya > 2.T-I. Uraian RT dengan daya 450 watt RT dengan daya 900 watt RT dengan daya 1.110 daerah terpencil. Sedangkan pengusahaan ..236 Persentase Rumah Tangga (RT) yang Menggunakan HP/Telepon Provinsi/Kabupaten/Kota . 2..6. 5...2.5. 4. 3. 7.200 watt Total Jumlah Rumah Tangga menggunakan listrik Jumlah Rumah Tangga Persentase Rumah Tangga yang menggunakan listrik (6)/(7) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.. 3. Banyaknya restoran dan rumah makan menunjukan perkembangan kegiatan ekonomi suatu daerah dan peluang-peluang yang ditimbulkannya. dan jumlah restoran (Persentase jumlah restoran menurut jenis dan kelas) Ketersediaan restoran pada suatu daerah menunjukan tingkat daya tarik investasi suatu daerah. 2. 4. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 00 Tabel. 8.. Ketersediaan restoran 3. Persentase penduduk yang menggunakan HP/Telepon Peningkatan daya saing daerah dapat dilihat dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang terjadi pada suatu daerah.. Jenis.. tidak termasuk usaha jenis tataboga atau catering. kelas. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.B.T-I.

memperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran.. 10. di mana setiap orang dapat menginap.2. dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telah ditentukan. Unsur Pelayanan. Penilaian penggolongan Hotel Bintang dilaksanakan oleh PHRI.237 Jenis. Kelas dan Jumlah Penginapan/Hotel Provinsi/Kabupaten/Kota . 8. Jenis Penginapan/Hotel Hotel Bintang 5 Hotel Bintang 4 Hotel Bintang 3 Hotel Bintang 2 Hotel Bintang 1 Jumlah Hotel Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur Jumlah Hotel Tahun (n-1)**) Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur .B. makan. Ketersediaan penginapan Ketersediaan penginapan/hotel merupakan salah satu aspek yang penting dalam meningkatkan daya saing daerah. 3. 7. Tabel. Untuk Hotel Berbintang. 4. dan jumlah penginapan/ hotel Jenis penginapan/hotel dapat dibedakan menjadi: a. 3. Kelas dan Jumlah Restoran Provinsi/Kabupaten/Kota .*) Tahun (n-5) No 1.T-I. dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran.111 usaha restoran dan rumah makan adalah penyediaan jasa pelayanan makanan dan minuman kepada tamu sebagai usaha pokok.238 Jenis. Uraian Usaha restoran golongan tertinggi Usaha restoran golongan menengah Usaha restoran golongan terendah Usaha rumah makan kelas A Usaha rumah makan kelas B Usaha rumah makan kelas C Usaha rumah makan kelas D Usaha rumah makan kelas Jenis Usaha Restoran Jenis Usaha Rumah Makan Tahun (n-5) Jumlah Usaha Jumlah Kursi Tahun (n-1)**) Jumlah Usaha Jumlah Kursi *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 9.1. Persyaratan Dasar : Perijinan (persetujuan Prinsip.B. 4. Jenis.. Ciri khusus dari hotel berbintang adalah mempunyai restoran yang dikelola langsung di bawah manajemen hotel tersebut. 2. Penetapan penilaian golongan kelas hotel bintang dilakukan dengan penggabungan dari nilai persyaratan dasar dan persyaratan teknis.T-I. 2. 2.. 5. memperoleh pelayanan... Tabel.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. b. dan belum memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang. di mana setiap orang dapat menginap. makan. kriteria penggolongannya didasarkan pada persyaratan dasar dan penilaian teknis operasional. Ijin Usaha).7. Unsur Pengelolaan.*) No 1. 3. Persyaratan Teknis : Unsur Fisik. Hotel Berbintang Hotel berbintang adalah suatu usaha jasa yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus. 5. 6. Semakin berkembangnya investasi ekonomi daerah akan meningkatkan daya tarik kunjungan ke daerah tersebut..2.7. terutama dalam menerima dan melayani jumlah kunjungan dari luar daerah. Dengan semakin banyaknya jumlah kunjungan orang dan wisatawan ke suatu daerah perlu didukung oleh ketersediaan penginapan/hotel.. kelas.. Hotel Melati Hotel Melati adalah suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus.

10.112 Tahun (n-5) No Jenis Penginapan/Hotel Hotel Non Bintang (hotel melati dan penginapan lainnya) Total Jumlah penginapan/Hotel Jumlah Hotel Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur Jumlah Hotel Tahun (n-1)**) Jumlah Kamar Jumlah Tempat Tidur 6. 5.. semakin rendah tingkat kriminalitas. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 3. 9. Unjuk rasa atau demonstrasi ("demo") adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Iklim Berinvestasi Keamanan dan ketertiban Angka kriminalitas Angka Kriminalitas adalah rata-rata kejadian kriminalitas dalam satu bulan pada tahun tertentu. Angka kriminalitas dihitung berdasarkan delik aduan dari penduduk korban kejahatan dalam periode 1 (satu) tahun.B. 7..T-I. Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) . Jenis Kriminal Jumlah kasus Narkoba Jumlah kasus Pembunuhan Jumlah Kejahatan Seksual Jumlah kasus Penganiayaan Jumlah kasus Pencurian Jumlah kasus Penipuan Jumlah kasus Pemalsuan uang Total Jumlah Tindak Kriminal Selama 1 Tahun Jumlah Penduduk Angka Kriminalitas (8)/(9) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..1.1..T-I.*) No 1. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 0 000 Tabel.239 Angka Kriminalitas Provinsi/Kabupaten/Kota . *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Artinya dalam satu bulan rata-rata terjadi berapa tindak kriminalitas untuk berbagai kategori seperti curanmor.. dan sebagainya.1.*) No 1 2 3 4 Bidang Politik Ekonomi Kasus pemogokan kerja Jumlah Demonstrasi/Unjuk Rasa *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. 3. pembunuhan. 3. 7. 3.3. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Tabel.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. 8.1.3. 6. Indikator ini berguna untuk menggambarkan tingkat keamanan masyarakat.. 3. maka semakin tinggi tingkat keamanan masyarakat. 4.. pemerkosaan.2.B.240 Jumlah Demonstrasi Provinsi/Kabupaten/Kota .3. 2. Jumlah Demonstrasi Jumlah demonstrasi adalah jumlah demonstrasi yang terjadi dalam periode 1 (satu) tahun.3.

melalui perda inilah dapat diindikasikan adanya insentif maupun disinsentif sebuah kebijakan di daerah terhadap aktivitas perekonomian.. 2. Contoh pajak daerah yaitu: pajak penerangan jalan. dan pajak restoran/hotel. Kemudahan perijinan adalah proses pengurusan perijinan yang terkait dengan persoalan investasi relatif sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. 6... Tabel. Daya saing investasi suatu daerah tidak terjadi dengan serta merta.1.. 2.T-I.*) NO 1. 3. 2. 3. Pembentukan daya saing investasi. SIUP : Surat Izin Usaha Perdagangan TDP : Tanda Daftar Perusahaan IUI : Izin Usaha Industri TDI : Tanda Daftar Industri IMB : Izin Mendirikan Bangunan HO : Izin Gangguan Tabel. Perda yang mendukung iklim usaha dibatasi yaitu perda terkait dengan . 4.3.241 Lama Proses Perijinan Provinsi/Kabupaten/Kota . 4..B. salah satunya kemudahan perijinan. Lama proses perijinan merupakan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh suatu perijinan (dalam hari).1. pajak reklame. 6..113 3. 3. Uraian Jumlah Pajak yang dikeluarkan Jumlah Insentif Pajak yang mendukung iklim investasi Jumlah Retribusi yang dikeluarkan Jumlah Retribusi yang mendukung iklim investasi (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. SIUP TDP IUI TDI IMB HO Uraian Lama mengurus (hari) Jumlah persyaratan (dokumen) Biaya resmi (rata-rata maks Rph) 3. yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan daerah (sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku). 3. dan retribusi sejenis lainnya.5..B. Jenis perijinan yang dianalisis antara lain: 1. retribusi kebersihan di pasar milik pemda.1.3. retribusi parkir di tepi jalan umum yang disediakan oleh pemda.3.242 Jumlah dan Macam Insentif Pajak dan Retribusi Daerah Yang Mendukung Iklim Investasi Provinsi/Kabupaten/Kota .3. 4. Pengenaan Pajak Daerah (Jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah) Jumlah dan macam pajak daerah dan retribusi daerah diukur dengan jumlah dan macam insentif pajak dan retribusi daerah yang mendukung iklim investasi..*) NO 1. berlangsung secara terus-menerus dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh banyak faktor.. Kemudahan perijinan Investasi yang akan masuk ke suatu daerah bergantung kepada daya saing investasi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung iklim usaha Perda merupakan sebuah instrumen kebijakan daerah yang sifatnya formal.T-I.4. Contoh retribusi daerah yaitu: retribusi sewa tempat di pasar milik pemda. Retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan (dalam hal ini perusahaan). **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh pribadi atau badan (dalam hal ini perusahaan) kepada Daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang berdasarkan perundangundangan yang berlaku. 5. 5.

Persentase desa/kelurahan berstatus swasembada terhadap total desa/kelurahan adalah proporsi jumlah desa/kelurahan berswasembada terhadap jumlah desa/ kelurahan.243 Jumlah Perda Yang Mendukung Iklim Usaha Provinsi/Kabupaten/Kota . Tabel.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Dalam upaya peningkatan daya saing daerah salah satu potensi yang perlu dikembangkan adalah melalui peningkatan dan percepatan pertumbuhan status desa menjadi desa swasembada.114 perizinan. 3. keterampilan dan prakarsanya.*) NO 1. desa swakarya (transisional). Berdasarkan kriteria status. Desa Maju atau Desa Swasembada Desa maju adalah desa yang berkecukupan dalam hal sumber daya manusia dan juga dalam hal dana modal sehingga sudah dapat memanfaatkan dan menggunakan segala potensi fisik dan non fisik desa secara maksimal.. taraf berkehidupan miskin dan tradisional serta tidak memiliki sarana dan prasaranan penunjang yang mencukupi.B. yakni desa swadaya (tradisional).T-I. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 0 000 . Pengertian masingmasing klasifikasi desa tersebut adalah sebagai berikut: 1.. Desa Terbelakang atau Desa Swadaya Desa terbelakang adalah desa yang kekurangan sumber daya manusia atau tenaga kerja dan juga kekurangan dana sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada di desanya. serta perda terkait dengan ketenagakerjaan. Desa Sedang Berkembang atau Desa Swakarsa Desa sedang berkembang adalah desa yang mulai menggunakan dan memanfaatkan potensi fisik dan nonfisik yang dimilikinya tetapi masih kekurangan sumber keuangan atau dana. perda terkait dengan lalu lintas barang dan jasa. 3. Uraian Jumlah Perda terkait perijinan Jumlah Perda terkait lalu lintas barang dan jasa Jumlah Perda terkait ketenagakerjaan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Pembangunan desa dan pembangunan sektor yang lain di setiap pedesaan akan mempercepat pertumbuhan desa menjadi desa swasembada yang memiliki ketahanan di segala bidang dan dengan demikian dapat mendukung pemantapan ketahanan nasional. dengan meningkatkan kualitas hidup. 2. 3.. Dalam rangka mencapai tujuan itu pembangunan desa diarahkan untuk mengembangkan sumber daya manusianya yang merupakan bagian terbesar penduduk Indonesia. dan desa swasembada (berkembang). Kehidupan desa swasembada sudah mirip kota yang modern dengan pekerjaan mata pencarian yang beraneka ragam serta sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat pedesaan maju. Desa swakarsa belum banyak memiliki sarana dan prasarana desa yang biasanya terletak di daerah peralihan desa terpencil dan kota. dalam memanfaatkan berbagai potensi desa maupun peluang yang ada untuk berkembang. desa/kelurahan diklasifikasikan menjadi 3 (tiga). Biasanya desa terbelakang berada di wilayah yang terpencil jauh dari kota. Masyarakat pedesaan swakarsa masih sedikit yang berpendidikan tinggi dan tidak bermata pencaharian utama sebagai petani di pertanian saja serta banyak mengerjakan sesuatu secara gotong royong. Status desa (Persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa) Pembangunan desa dalam jangka panjang ditujukan untuk memperkuat dasar-dasar sosial ekonomi pedesaan yang memiliki hubungan fungsional yang kuat dan mendasar dengan kotakota dan wilayah di sekitarnya..1. kemampuan. 2.6. Indikator peningkatan daya saing terkait pertumbuhan desa swasembada dapat dilihat dari persentase desa/kelurahan berstatus swasembada terhadap total desa/kelurahan.3.

Kualitas tenaga kerja (Rasio lulusan S1/S2/S3) Salah satu faktor penting yang tidak dapat diabaikan dalam kerangka pembangunan daerah adalah menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM).4.4. mengembangkan dan menguasai ilmu dan teknologi yang inovatif dalam rangka memacu pelaksanaan pembangunan nasional. Uraian Jumlah lulusan S1 Jumlah lulusan S2 Jumlah lulusan S3 Julah lulusan S1/S2/S3 Jumlah penduduk Rasio lulusan S1/S2/S3 (4/5) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan.115 Tabel. Kualitas sumberdaya manusia juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan daya saing daerah dan perkembangan investasi di daerah.. Indikator kualitas sumberdaya manusia dalam rangka peningkatan daya saing daerah dapat dilihat dari kualitas tenaga kerja dan tingkat ketergantungan penduduk untuk melihat sejauhmana beban ketergantungan penduduk. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.B..T-I. Selain itu. 4. 3. 3. Uraian Jumlah Desa/Kelurahan Swadaya Jumlah Desa/Keluarahan Swakarya Jumlah Desa/Keluarahan Swasembada Jumlah Desa/Kelurahan (1) + (2) + (3) Persentase Desa berstatus swasemda dibagi jumlah desa/kelurahan (3)/(4) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan. Tingkat ketergantungan Rasio ketergantungan digunakan untuk mengukur besarnya beban yang harus ditanggung oleh setiap penduduk berusia produktif terhadap penduduk yang tidak produktif. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk suatu wilayah maka semakin baik kualitas tenaga kerjanya. 3.4. kreatif.B. terampil. maka pembangunan SDM diarahkan agar benar-benar mampu dan memiliki etos kerja yang produktif... Disamping itu juga mampu memanfaatkan. Kualitas tenaga kerja di suatu wilayah sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan.000 penduduk. Sumber Daya Manusia Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci keberhasilan pembangunan nasional dan daerah.2. 3. Kualitas SDM ini berkaitan erat dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia untuk mengisi kesempatan kerja di dalam negeri dan di luar negeri.. Rasio lulusan S1/S2/S3 adalah jumlah lulusan S1/S2/S3 per 10. 4.*) NO 1. S2 dan S3. 2. Mengingat hal tersebut... disiplin dan profesional. 5. 2. Atas dasar konsep ini dapat digambarkan berapa besar jumlah penduduk .245 Rasio Lulusan S1/S2/S3 Provinsi/Kabupaten/Kota . 3. penduduk berusia diatas 65 tahun juga dianggap tidak produktif lagi sesudah melewati masa pensiun.1.T-I. Penduduk muda berusia dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk yang belum produktif karena secara ekonomis masih tergantung pada orang tua atau orang lain yang menanggungnya. 5. Penduduk usia 15-64 tahun. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 3 0 000 Tabel.*) No 1. adalah penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. 6. Kualitas tenaga kerja pada suatu daerah dapat dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang telah menyelesaiakan S1.244 Jumlah Desa Swasembada Provinsi/Kabupaten/Kota ... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Hal ini dapat disadari oleh karena manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan.

dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 5 5 00 Tabel.B. s. Rasio ketergantungan adalah perbandingan jumlah penduduk usia <15 tahun dan >64 tahun terhadap jumlah penduduk usia 15-64 tahun.. MENTERI DALAM NEGERI.KEPALA BIRO HUKUM ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina (IV/a) NIP 19690824 199903 1 001 . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya Plt.. 4. Uraian Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun Jumlah Penduduk usia > 64 tahun Jumlah Penduduk Usia Tidak Produktif (1) &(2) Jumlah Penduduk Usia 15-64 tahun Rasio ketergantungan (3) / (4) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Diisi sesuai dengan nama daerah berkenaan..246 Rasio Ketergantungan Tahun . Provinsi/Kabupaten/Kota ..T-I.. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. 2. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.116 yang tergantung pada penduduk usia kerja. rasio ketergantungan semacam ini memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.d . 3. Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.... 5. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Meskipun tidak terlalu akurat..*) No 1..

PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BUKU IV) TAHAPAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA SKPD) DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2010 . TATACARA PENYUSUNAN.KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN.

PENETAPAN RENSTRA SKPD .LAMPIRAN IV : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 54 Tahun 2010 TANGGAL : 21 Oktober 2010 TAHAPAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENSTRA SKPD) A. PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR RENSTRA SKPD E. PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD D. PERSIAPAN PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD C. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD B.

misi. indikator kinerja. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif · indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Rancangan Akhir Renstra SKPD Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD · isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi · visi. strategi dan kebijakan · rencana program.A. Gambar.1 Bagan Alir Penyusunan Renstra SKPD Provinsi PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR PENYUSUNAN RPJMD PENETAPAN SE KDH ttg Penyusunan Rancangan Renstra-SKPD dilampiri dengan indikator keluaran program dan PAGU per SKPD Tidak sesuai sesuai Verifikasi Rancangan Renstra SKPD dgn Rancangan Awal RPJMD Penyusunan Rancangan RPJMD Perumusan Rancangan Akhir RPJMD sesuai Penetapan RenstraSKPD Penyesuaian Rancangan Renstra-SKPD berdasarkan hasil verifikasi Renstra-KL Renstra-KL dan Renstra Renstra-KL dan Renstra SKPD Kab/ dan Renstra Kabupaten/ Kota Kabupaten/ Kota Kota Rancangan Renstra-SKPD Perumusan visi dan misi SKPD Perumusan Strategi dan kebijakan Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda Pelaksanaan Musrenbang RPJMD PERDA ttg RPJMD Verifikasi Rancangan Akhir Renstra SKPD Tidak sesuai Penyempurnaan Rancangan Renstra-SKPD RENSTRASKPD Persiapan Penyusunan Renstra-SKPD Penelaahan RTRW Penelaahan KLHS Perumusan Tujuan Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan sasaran Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan rencana kegiatan. tujuan dan sasaran.-2A. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD. Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD SPM Pengolahan data dan informasi . indikator kinerja. kegiatan. G-IV.

Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD SPM Pengolahan data dan informasi . strategi dan kebijakan · rencana program. G-IV. misi. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif · indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.A. kegiatan.2 Bagan Alir Penyusunan Renstra SKPD Kabupaten/Kota PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR PENYUSUNAN RPJMD PENETAPAN SE KDH ttg Penyusunan Rancangan Renstra-SKPD dilampiri dengan indikator keluaran program dan PAGU per SKPD Tidak sesuai sesuai Verifikasi Rancangan Renstra SKPD dgn Rancangan Awal RPJMD Penyusunan Rancangan RPJMD Perumusan Rancangan Akhir RPJMD sesuai Penetapan RenstraSKPD Penyesuaian Rancangan Renstra-SKPD berdasarkan hasil verifikasi Renstra-KL Renstra-KL Renstra-KL dan Renstra dan Renstra dan Renstra SKPD Prov Kabupaten/ Kabupaten/ Kota Kota Rancangan Renstra-SKPD Perumusan visi dan misi SKPD Perumusan Strategi dan kebijakan Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda Pelaksanaan Musrenbang RPJMD PERDA ttg RPJMD Verifikasi Rancangan Akhir Renstra SKPD Tidak sesuai Penyempurnaan Rancangan Renstra-SKPD RENSTRASKPD Persiapan Penyusunan Renstra-SKPD Penelaahan RTRW Penelaahan KLHS Perumusan Tujuan Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan sasaran Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan rencana kegiatan. indikator kinerja.-3Gambar. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Rancangan Akhir Renstra SKPD Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD · isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi · visi. tujuan dan sasaran. indikator kinerja.

pengelolaan keuangan daerah. Tim penyusun terdiri atas perwakilan dari setiap unit kerja (bagian/bidang/subdin/atau sebutan lain) yang ada di masing-masing SKPD dan dapat melibatkan tenaga ahli sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Tim penyusun Renstra SKPD dipersiapkan oleh Kepala SKPD dan diusulkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan dengan surat keputusan kepala daerah. PERSIAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD Tahapan persiapan penyusunan Renstra SKPD dilakukan untuk menyiapkan keseluruhan kegiatan penyusunan Renstra SKPD provinsi dan kabupaten/kota. Penyusunan Agenda Kerja Tim Renstra SKPD Rencana kegiatan tim penyusun Renstra SKPD disusun kedalam agenda kerja yang dijadikan sebagai panduan kerja mulai dari persiapan surat edaran KDH hingga verifikasi rancangan Renstra SKPD sebagai bahan musrenbang. Buku-buku literatur tentang perencanaan dan penganggaran. 2. Susunan keanggotaan tim berasal dari pejabat dan staf SKPD bersangkutan yang memiliki kemampuan dan kompetensi di bidang perencanaan dan penganggaran.2. sistem perencanaan pembangunan nasional.-4B. Panduan atau pedoman teknis terkait penyusunan Renstra SKPD dan penyusunan anggaran. B. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana penyelenggaraan daerah. keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya. Bahan orientasi mengenai Renstra SKPD. pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah.3. B. Susunan keanggotaan tim penyusun Renstra SKPD yang ditetapkan dengan keputusan kepala daerah ini sekurang-kurangnya sebagai berikut: Ketua Tim Sekretaris Tim Kelompok Kerja : Kepala SKPD : Kasubag TU/pejabat lainnya : Susunan kelompok kerja tim disesuaikan dengan kebutuhan. Agenda kerja ini juga membantu koordinasi dan integrasi antara proses penyusunan Renstra SKPD dengan penyusunan RPJMD. Anggota tim penyusun yang dilibatkan harus siap bertugas secara penuh dalam menyiapkan dokumen Renstra SKPD. 3. tahapan tata cara penyusunan. dan menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan dalam menyusun Renstra SKPD. dan tata cara pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah. . untuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundangundangan berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah. pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. antara lain: tentang keuangan negara.1. Pembentukan Tim Penyusun Renstra SKPD Pembentukan tim penyusun Renstra SKPD dimulai dari penyiapan rancangan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang pembentukan tim penyusun Renstra SKPD provinsi dan kabupaten/kota. yang diketuai oleh kepala unit kerja dengan anggota pejabat/staf SKPD dan unsur non pemerintah yang dinilai kompeten sebagai tenaga ahli. Sedapat mungkin anggota tim menguasai substansi fungsi dan tugas SKPD. teknis penyusunan dokumen Renstra SKPD. Peraturan perundang-undangan. B. pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). pemerintahan daerah. Dengan demikian perlu dipilih orang-orang yang mempunyai kesiapan waktu dan kemampuan teknis yang cukup. mencakup: 1. Orientasi mengenai Renstra SKPD Orientasi mengenai Renstra SKPD kepada seluruh anggota tim perlu dilakukan. Tugas tim penyusun Renstra SKPD dijabarkan kedalam agenda kerja yang dijadikan sebagai panduan kerja sampai dengan ditetapkannya Renstra SKPD.

D. Tahap penyusunan rancangan Renstra SKPD terdiri dari dua tahap. 2. RTRW kabupaten/kota. C. Jenis data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun dokumen Renstra SKPD antara lain sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Dalam Negeri ini. dan Renstra K/L untuk penyusunan RPJMD provinsi. RPJMD provinsi. dan Tahap penyajian rancangan Renstra SKPD. 2. b. 2. Kebijakan pemerintah yang terkait. antara lain: 1. Mengumpulan data/informasi dipertanggungjawabkan. Pengumpulan Data dan Informasi Data dan informasi merupakan unsur penting dalam perumusan rencana yang akan menentukan kualitas dokumen rencana pembangunan daerah yang disusun. RPJMD provinsi. 1 2 E. B. Menyusun daftar data/informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan Renstra SKPD dan disajikan dalam bentuk matrik (check list) untuk memudahkan analisis. Data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang perlu dikumpulkan dalam menyusun Renstra SKPD.1 Contoh Agenda Kerja Penyusunan Renstra SKPD Bulan I NO A. Hasil evaluasi Renstra SKPD periode lalu. 3. c. Untuk itu. dan yang akurat dari sumber-sumber yang dapat Menyiapkan tabel-tabel/matrik kompilasi data yang sesuai dengan kebutuhan analisis.4. 1. RPJMD kabupaten/kota. 3. Dokumen-dokumen: a.-5Contoh agenda kerja penyusunan dokumen Renstra SKPD adalah sebagai berikut: Tabel. 4. Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Bulan II Bulan III Bulan IV PERSIAPAN PENYUSUNAN RENSTRA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD Penyampaian rancangan Renstra SKPD Verifikasi rancangan Renstra SKPD MUSRENBANG RPJMD B. RTRW provinsi. Data statistik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun terakhir.T-IV.C. dan Renstra K/L untuk penyusunan RPJMD kabupaten/kota. dalam penyusunan Renstra SKPD perlu dikumpulkan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang akurat dan relevan serta dapat dipertanggungjawabkan. sebagai berikut: 1. PENYUSUNAN RANCANGAN RENSTRA SKPD Tahap perumusan rancangan Renstra SKPD. Peraturan perundang-undangan yang terkait. yaitu: . Pengumpulan data dan informasi tersebut dilakukan dengan langkah-langkah.

-6Tahapan penyusunan rancangan Renstra SKPD dapat digambarkan dalam bagan alir sebagai berikut: GAMBAR. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD · isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi · visi. indikator kinerja. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif · indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. kegiatan. tujuan dan sasaran. indikator kinerja. kegiatan. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana program prioritas RPJMD Rancangan Renstra-SKPD · Pendahuluan · Gambaran pelayanan SKPD · isu-isu strategis berdasarkan tugas pokok dan fungsi · visi.2 Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra SKPD Kabupaten/Kota Renstra-KL Renstra-KL Renstra-KL dan Renstra dan Renstra dan Renstra SKPD Provinsi Kabupaten/ Kabupaten/ Kota Kota Perumusan visi dan misi SKPD Perumusan Strategi dan kebijakan Rancangan Renstra-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda Penelaahan RTRW Penelaahan KLHS Perumusan Tujuan Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan sasaran Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan rencana kegiatan. strategi dan kebijakan · rencana program.1 Bagan Alir Penyusunan Rancangan Renstra SKPD Provinsi Renstra-KL Renstra-KL dan Renstra Renstra-KL dan Renstra SKPD Kab/ dan Renstra Kabupaten/ Kota Kabupaten/ Kota Kota Perumusan visi dan misi SKPD Perumusan Strategi dan kebijakan Rancangan Renstra-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renstra-SKPD kepada Bappeda Penelaahan RTRW Penelaahan KLHS Perumusan Tujuan Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tusi Perumusan sasaran Analisis Gambaran pelayanan SKPD Perumusan rencana kegiatan.C. indikator kinerja.C. Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD SPM Pengolahan data dan informasi . strategi dan kebijakan · rencana program. misi. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif · indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD SPM Pengolahan data dan informasi GAMBAR. indikator kinerja. misi. G-IV. G-IV. tujuan dan sasaran.

tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra SKPD Provinsi. Review Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) dan Renstra SKPD Untuk penyusunan rancangan Renstra SKPD provinsi. analisis gambaran umum pelayanan SKPD untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pelayanan SKPD. dan program prioritas SKPD provinsi dan target kinerja serta lokasi program prioritas. (2) data dan informasi yang menggambarkan pencapaianpencapaian yang telah dilaksanakan dalam Renstra SKPD periode sebelumnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dikelompokkan sebagai berikut: Kegiatan-kegiatan perumusan rancangan Renstra SKPD yang dilakukan secara simultan (bersamaan waktunya) dengan proses penyusunan RPJMD terdiri dari: 1. baik untuk mendukung visi/misi kepala daerah maupun untuk memperbaiki kinerja layanan dalam rangka pemenuhan tugas dan fungsi SKPD terkait. data dan informasi pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD: mencakup (1) data pendapatan SKPD. program prioritas K/L dan target kinerja serta lokasi program prioritas. Salah satu dokumen rujukan awal dalam menyusun rancangan Renstra SKPD adalah Rancangan Awal RPJMD yang menunjukkan program dan target indikator kinerja yang harus dicapai oleh SKPD selama lima tahun. dan d) program prioritas SKPD kabupaten/kota dan target kinerja serta lokasi program prioritas. c) tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota. Analisis gambaran pelayanan SKPD. yang mencakup: a) b) c) d) tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra K/L. dilakukan review Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota. terdiri dari: a) b) 3.1 Tahap Perumusan Rancangan Renstra SKPD Perumusan isi dan substansi rancangan Renstra SKPD sangat menentukan kualtias dokumen Renstra SKPD yang akan dihasilkan. dan regulasi dalam lingkup kewenangan SKPD. b) program prioritas K/L dan target kinerja serta lokasi program prioritas. analisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan SKPD. b) 2. Dokumentasi perumusan dan keseluruhan tahap perencanaan pembangunan daerah daerah dijadikan sebagai kertas kerja (working paper). (3) data dan informasi yang menunjukkan aspirasi-aspirasi masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan barang publik. dilakukan review Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi. Pengolahan data dan informasi a) data dan informasi gambaran pelayanan SKPD. layanan publik. (3) data pembiayaan SKPD (khusus Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah/SKPKD). Untuk penyusunan rancangan Renstra SKPD kabupaten/kota. yang mencakup: a) tujuan dan sasaran yang akan dicapai dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra K/L.-7- C. b) struktur dan pola ruang. mencakup: a) tujuan dan sasaran RTRW. dan c) indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah. Penelaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). mencakup (1) struktur organisasi beserta tugas dan fungsinya sebagai dasar untuk melihat dan menentukan lingkup kewenangan SKPD. Suatu kertas kerja perumusan dan keseluruhan tahap penyusunan Renstra SKPD merupakan dokumen yang tak terpisah dan dijadikan sebagai dasar penyajian (dokumen) Renstra SKPD. . 4. (2) data belanja SKPD.

. C. Pengolahan Data dan Informasi Tahap pengolahan data dan informasi bertujuan untuk menyajikan seluruh kebutuhan data dari laporan hasil analisis. Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran dalam rancangan awal RPJMD. 7. termasuk lokasi kegiatan berdasarkan rencana program prioritas RPJMD. dan e) Penentuan isu-isu strategis yang akan dihadapi dalam jangka waktu pelaksanaan Renstra SKPD berdasarkan huruf a).1. Perumusan sasaran pelayanan jangka menengah SKPD. huruf b). tetapi kegiatan ini harus berlangsung terus menerus setiap hari (kontinyu). dan kepegawaian SKPD.-85. dan 5. 6. 2. tata laksana. kegiatan. d) Hasil analisis dokumen KLHS. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan yaitu bahwa pengolahan data dan informasi hendaknya tidak dilakukan hanya disaat dimulainya perencanaan. c) Hasil penelaahan RTRW. bahan paparan (slide atau white paper). b) Hasil review Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota untuk penyusunan Renstra SKPD provinsi dan hasil review Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi untuk penyusunan Renstra SKPD kabupaten/kota. hasil riset dan lain-lain. huruf c).1. Perumusan strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD guna mencapai target kinerja program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi SKPD. indikator kinerja. kelompok sasaran dan pendanaan indikatif selama 5 (lima) tahun. maka perlu ditingkatkan/ditumbuhkembangkan kesadaran betapa pentingnya data dan informasi utamanya untuk penyusunan rencana pembangunan daerah. perlu ditunjuk anggota tim yang secara khusus ditugaskan bertanggungjawab terhadap pengolahan data (dan bagaimana data itu harus diperoleh) sangat penting. 8. Mengingat pentingnya kesiapan data dan informasi dalam proses perumusan renstra SKPD. Mempelajari surat edaran kepala daerah perihal penyusunan rancangan Renstra SKPD beserta lampirannya yaitu rancangan awal RPJMD yang memuat indikator keluaran program dan pagu per-SKPD. Perumusan visi dan misi SKPD. Sedangkan kegiatan yang dilakukan setelah SKPD menerima surat edaran kepala daerah perihal penyusunan rancangan Renstra SKPD adalah: 1. 3. Perumusan rencana program. dan 9. Regulasi yang menjadi asas legal bagi SKPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD serta struktur organisasi. 4. dan relevan bagi pembahasan tim dan pihak-pihak terkait ditiap tahap perumusan penyusunan rancangan renstra SKPD. Perumusan isu-isu strategis berdasarkan: a) Hasil analisis gambaran pelayanan SKPD (potensi dan permasalahan pelayanan SKPD). dan huruf d). Perumusan tujuan pelayanan jangka menengah SKPD. Analisis terhadap Dokumen Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan pelayanan atau tugas dan fungsi SKPD. resume/notulen-notulen pertemuan. Data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan sebagai bahan kajian/analisis dalam perumusan rancangan Renstra SKPD yakni yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD mencakup: 1. Pelaksanaan forum SKPD. menjadi informasi yang lebih terstruktur. Berhubung pengolahan/tersedianya data dan informasi yang akurat merupakan salah satu kelemahan atau kurang mendapat perhatian hampir diseluruh lingkungan kehidupan kita. seiring dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. sistematis.

Standar Pelayanan Minimal/SPM untuk urusan wajib dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya. Analisis gambaran pelayanan SKPD diharapkan mampu mengidentifikasi: 1. Analisis Gambaran Pelayanan SKPD Analisis gambaran pelayanan SKPD untuk menunjukkan: 1. Renstra K/L. 8. Mengingat bahwa pada saat rancangan Renstra SKPD disusun.1.2. Sumber daya SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya. Potensi dan permasalahan aspek pengelolaan keuangan SKPD. maka digunakan hasil evaluasi sementara Renstra SKPD yang memuat hasil evaluasi Renstra SKPD sampai dengan pelaksanaan Renja SKPD sampai dengan tahun berjalan (periode sebelum tahun rencana). 4. Peraturan perundang-undangan terkait pelayanan SKPD. 2. Informasi lain yang terkait pelayanan SKPD. dan 5. Potensi dan permasalahan pelayanan SKPD. Capaian kinerja yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya. Hambatan dan permasalahan yang perlu diantisipasi. dan 3. Data perkembangan pengelolaan keuangan dan aset SKPD paling kurang 5 (lima) tahun terakhir. dan biaya yang dialokasikan dalam pengumpulan dan pengolahan data/informasi. Indikator yang dimaksud adalah sebagaimana dimuat dalam Lampiran I Peraturan Menteri Dalam Negeri ini. C. sekurang-kurangnya mencakup: . sebagaimana dimuat dalam Lampiran I peraturan menteri ini. dan 10. Adapun informasi yang diperlukan untuk mendukung analisis ini. tenaga.-92. validitas. Data dan informasi yang digunakan hendaknya memiliki tingkat keakurasian. Capaian kinerja antara Renstra SKPD dengan RPJMD periode sebelumnya. Hasil evaluasi Renstra SKPD periode sebelumnya merupakan informasi utama bagi penyusunan Renstra SKPD periode berikutnya. Renja SKPD tahun berjalan untuk menginformasikan kondisi terkini isu-isu pelayanan SKPD dan perkiraan tingkat capaian target Renstra SKPD sampai dengan akhir tahun berjalan. RTRW. Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota. Dalam keadaan indikator kinerja yang dimaksud tidak tersedia. dan indikator sesuai urusan yang menjadi tugas dan fungsi SKPD. Pengolahan data dan informasi diatas perlu memperhatikan tingkat urgensi data dan informasi dalam analisis/kajian yang diperlukan bagi penyusunan suatu Renstra SKPD. Peran SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD adalah indikator kinerja pembangunan daerah yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berkenaan. 5. hasil evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD sampai dengan tahun ke-5 belum diperoleh. 3. 9. 6. 2. Tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target Renstra SKPD periode sebelumnya. dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini guna memastikan efektivitas dan efisiensi waktu. 4. 3. menurut SPM untuk urusan wajib. maka SKPD perlu menyepakati indikator kinerja mandiri untuk mengukur kinerja SKPD berkenaan. 7. Hasil evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya sampai dengan pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu.

mekanisme). Identifikasi target (besaran) kinerja dalam Renstra SKPD (periode sebelumnya) yang dirinci per tahun. dan faktor-faktor yang mempengaruhi tercapai tidaknya target pelayanan tersebut. jika SKPD telah memiliki SPM. Identifikasi target (besaran) kinerja menurut SPM. dan f) Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk urusan wajib dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya Informasi dari butir (c) sampai dengan (f) dianalisis untuk menunjukkan tingkat capaian kinerja SKPD. e) Berita acara forum SKPD tahunan (yang dapat menunjukkan aspirasi-aspirasi masyarakat terkait pemenuhan kebutuhan barang publik. Identifikasi pada pelayanan mana saja target telah tercapai dan belum tercapai. layanan publik. serta dampak yang ditimbulkan atas kinerja pelayanan tersebut. d) Laporan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya sampai dengan pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu untuk menunjukkan tingkat capaian/realisasi terhadap target kinerja yang harus dicapai selama pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya. 6. pada setiap indikator. 4. baik berupa faktor pendukung maupun faktor kendala pencapaian sebagai bahan perumusan . dan d) Indikator Millennium Development Goals (MDGs) ataupun indikator lain yang telah diratifikasi oleh pemerintah yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berkenaan. SKPD menggunakan indikator dalam Lampiran I Peraturan Menteri Dalam Negeri ini. 5. indikator kinerja kunci (IKK) atau hasil analisis kebutuhan. pelayanan yang mencapai target atau yang belum mencapai target. 7. dan regulasi dalam lingkup kewenangan SKPD). c) Renja SKPD tahun berjalan untuk menginformasikan isu-isu terkini pelayanan SKPD dikaitkan dengan isu-isu krusial dan aktual daerah (sebagaimana dimuat dalam RKPD tahun berjalan). dan perkiraan tingkat pencapaian target Renstra SKPD sampai dengan akhir tahun berjalan. g) Data perkembangan pendanaan pelayanan SKPD (pendapatan. b) Struktur organisasi SKPD untuk menunjukkan organisasi. masalah yang dihadapi. prosedur. sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan aspek pendanaan pelayanan SKPD. isu strategis dalam Renstra SKPD periode sebelumnya. Tentukan indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD. 3. b) Indikator kinerja yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan. dan pembiayaan) minimal 5 (lima) tahun terakhir untuk menunjukkan kemampuan pengelolaan pendanaan SKPD (rasio antara dana yang dianggarkan dengan yang direalisasikan). jumlah personil. dan potensi pengembangan pelayanan SKPD. Yang dimaksud dengan kinerja yang dibutuhkan adalah target sebagaimana dimuat dalam Renstra SKPD periode sebelumnya dan/atau berdasarkan atas hasil analisis standar kebutuhan pelayanan. belanja. Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target tersebut. Indikator yang digunakan mengacu pada Lampiran I Peraturan Menteri Dalam Negeri ini yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. Langkah-langkah analisis tingkat kinerja pelayanan SKPD adalah: 1. 2. dan kapasitas pendanaan pelayanan SKPD. Hitung realisasi capaian target kinerja setiap tahun sampai dengan tahun ke-5 dalam Renstra SKPD dan sampai dengan saat penyusunan Renstra SKPD berdasarkan Renja SKPD tahun berjalan.10 a) Regulasi yang menjadi asas legal bagi SKPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD untuk menunjukkan peran SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. dilakukan perbandingan antara capaian kinerja pelayanan SKPD dengan kinerja yang dibutuhkan. yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berkenaan. c) Indikator yang telah dikembangkan SKPD secara mandiri berdasarkan hasil analisis standar kebutuhan pelayanan sesuai tugas dan fungsi SKPD tersebut. Hitung rasio antara capaian kinerja dengan kinerja yang dibutuhkan/ditargetkan untuk menunjukkan ada/tidaknya kesenjangan/gap pelayanan. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD sekurang-kurangnya mencakup salah satu dari kelompok indikator berikut ini: a) Indikator kinerja SPM. dan tata laksana SKPD (proses.. Untuk menunjukkan tingkat capaian kinerja SKPD.

2 berikut: .T-IV. maka perlu dilakukan analisis standar kebutuhan pelayanan sesuai dengan norma dan standar pelayanan masing-masing SKPD. maka analisis capaian kinerja dihubungkan dengan indikator kinerja SKPD yang terkait dengan SPM.11 permasalahan pelayanan SKPD untuk ditangani pada Renstra berikutnya. 9. Hasil dari langkah-langkah analisis tersebut diatas. 8..C. Bila pada IKK angka standarnya tidak tersedia atau target kinerjanya tidak tercantum dalam Renstra SKPD. dapat diajikan dalam contoh tabel (contoh untuk layanan SKPD/dinas pendidikan) seperti Tabel. dan 11. maka analisis tingkat capaian pelayanan mengacu pada IKK serta analisis kebutuhan pelayanan sesuai tugas dan fungsi SKPD. Bila target kinerja dalam IKK belum tercantum. 10. Jika SKPD belum mempunyai SPM dan dokumen Renstra SKPD-nya belum mencantumkan indikator maupun target kinerjanya.

...T-IV.C.. Indikator lainnya ...2 Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Pendidikan*) Provinsi/Kabupaten/Kota **) ……………… NO (1) SPM A...... SMP/Mts a) Partisipasi anak bersekolah b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis d) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru e) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan f) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional g) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa . 1. 90 % <1% 90 % 80 % 90 % 90 % 100 % 95 % <1% 90 % 90 % 90 % 95 % 30-40 90 % 95 % Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) Target SPM Target IKK (3) (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 (11) Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) k) Indikator lainnya . Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMP/MTs Indikator lainnya .. Pendidikan Formal SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah) a) Partisipasi anak bersekolah (PAB) b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis d) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan e) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional f) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa g) Jumlah siswa per kelas h) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional i) j) l) 2....12 Tabel..

.. l) m) Indikator lainnya ....... 3.. Target SPM Target IKK (3) 30-40 90 % 70 % (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) k) Indikator lainnya ....... SMA/MA a) Partisipasi anak bersekolah b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan d) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru e) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan f) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional g) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa h) Jumlah siswa per kelas i) j) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional Jumlah lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang terakreditasi Indikator lainnya ..... m) Indikator lainnya ... 4. 60 % <1% 90 % 80 % 90 % 90 % 100 % 30-40 90 % 25 % k) Indikator lainnya . SMK a) Angka putus sekolah (APS) b) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan c) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non <1% 90 % 80 % ..13 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) h) Jumlah siswa per kelas i) j) l) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMA/MA/SMK Indikator lainnya ..........

... Indikator lainnya . Target SPM Target IKK (3) 90 % 90 % 100 % 30-40 20 % 20 % (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) k) Indikator lainnya ... 1.... B.......... Kesetaraan SD (program Paket-A) a) Peserta paket A bagi penduduk usia sekolah yang belumbersekolah SD/MI b) Peserta didik Paket A yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket A oleh peserta didik d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket A dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (SMP/MTs) atau Program Paket B 85 % < 10% 100 % 95 % 95 % 100 % <7% < 30% .... n) Indikator lainnya .. 2..14 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) guru d) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan e) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional f) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa g) Jumlah siswa per kelas h) Jumlah lulusan SMK melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang terakreditasi i) j) Jumlah lulusan yang diterima di dunia kerja sesuai dengan keahliannya.. m) Indikator lainnya .. Pendidikan Non Formal Pendidikan Keaksaraan a) Bisa membaca dan menulis b) Orang buta aksara dalam kelompok usia 15-44 tahun c) Orang buta aksara dalam kelompok usia diatas 44 tahun d) Ketersediaan data dasar keaksaraan yang diperbarui terus menerus l) Indikator lainnya ...

atau Program Paket C) g) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan h) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket B yang diperlukan i) j) Kualifikasi tutor Program Paket A yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional Jumlah pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran 90 % < 10% 100 % 80 % 50 % 50% 90 % 100 % 90 % 90 % .... n) Indikator lainnya . m) Indikator lainnya ... SMK. MA. 3... l) Indikator lainnya ......... Kesetaraan SMP (Program Paket B) a) Peserta didik Program Paket B bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SMP/MT b) Peserta didik Program Paket B yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket B oleh peserta didik d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket B dapat memasuki dunia kerja f) Jumlah lulusan Program Paket B yang dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMA.15 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) f) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan g) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket A yang diperlukan h) Kualifikasi tutor Program Paket A yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional i) Jumlah pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran Jumlah peserta yang memiliki sarana belajar Target SPM Target IKK (3) 90 % 100 % 90 % 90 % 100 % (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) j) k) Tersedianya data dasar kesetaraan SD yang diperbarui terus menerus..

pengangguran. m) Indikator lainnya .. dan dari keluarga pra sejahtera yang menjadi peserta didik dalam kursuskursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang 25 % .. Target SPM Target IKK (3) (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) 4.............. Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian a) Prosentase jumlah anggota masyarakat putus sekolah. n) Indikator lainnya .... m) Indikator lainnya .. l) Indikator lainnya .... 5...16 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) k) Tersedianya data dasar kesetaraan SMP yang diperbarui terus menerus. Kasetaraan SMA (Program Paket C) a) Peserta didik Program Paket C bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SMA/MA/SMK b) Peserta didik Program Paket C yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket C oleh peserta didik d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket C dapat memasuki dunia kerja f) Jumlah lulusan Program Paket C dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi 70 % <5% 60 % 80 % 60 % 10 % 90 % 100 % 90 % 90 % g) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan h) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket C yang diperlukan i) j) Kualifikasi tutor yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional Jumlah pusat belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran k) Tersedianya data dasar kesetaraan SMA yang diperbarui terus menerus l) Indikator lainnya ...

.....17 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) b) Kepemilikan ijin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah c) Jumlah lembaga kursus dan lembaga pelatihan yang terakreditasi d) Kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang dibina secara terus menerus e) Lulusan kursus. magang. atau penguji praktek dari kursus-kursus/pelatihan/ kelompok belajar usaha/magang yang diperlukan g) Kualifikasi tenaga pendidik. instruktur. atau penguji praktek kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan h) Jumlah peserta ujian kursus-kursus yang memperoleh ijazah atau sertifikat i) Jumlah kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan Tersedianya data dasar kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang diperbarui terus menerus Indikator lainnya .. instruktur. kelompok belajar usaha yang dapat memasuki dunia kerja f) Pemenuhan jumlah tenaga pendidik. pelatihan.. l) m) Indikator lainnya ..... 6. Pendidikan Taman Kanak-kanak a) Jumlah anak usia 4-6 tahun yang mengikuti program TK/RA b) Guru yang layak mendidik T/RA dengan kualifikasi sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional c) TK/RA yang memiliki sarana dan prasarana belajar/bermain d) TK/RA yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh Menteri 20 % 90 % 90 % 60 % .. Target SPM Target IKK (3) 100 % 25 % 100 % 90 % 100 % (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) 90 % 75 % 90 % j) k) Indikator lainnya .....

Pendidikan di Taman Penitipan Anak. Indikator Kinerja Kunci (Permendagri No 73 Tahun 2009) Target SPM Target IKK (3) (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) 7. e) Indikator lainnya . f) Indikator lainnya ............. 65 % 50 % 50 % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Angka Rata-rata Lama Bersekolah Angka Melek Huruf Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SD/MI Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SMP/MTS Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SMA/SMK/MA Pembinaan Guru jenjang SD/MI Pembinaan Guru jenjang SMP/MTS Pembinaan Guru jenjang SMA/SMK/MA Fasilitasi dan Asistensi Pengelolaan Penjaminan Mutu Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Penduduk yang berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA/Paket C Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI ........ c) Guru PAUD jalur non formal yang telah mengikuti pelatihan di bidang PAUD d) Indikator lainnya ... Kelompok Bermain atau sederajat b) Jumlah Anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pada program PAUD jalur formal mengikutii program PAUD jalur non formal.18 - NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) e) Indikator lainnya . Kelompok Bermain atau yang sederajat a) Jumlah anak 0 – 4 tahun yang mengikuti kegiatan Tempat Penitipan Anak.

.19 - NO (1) 16 17 18 19 20 21 22 23 Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) (2) Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA Angka Kelulusan (AL) SD/MI Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV Target SPM Target IKK (3) (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 1 Realisasi Capaian Tahun ke2 (12) 3 (13) 4 (14) 5 (15) Rasio Capaian pada Tahun ke1 (16) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (11) Catatan: *) Contoh untuk SKPD Pendidikan **) Diisi nama provinsi/ kabupaten/kota ***) Sesuaikan dengan tugas dan fungsi SKPD provinsi/ kabupaten/kota .

C. diisi dengan target nasional menurut SPM pada indikator kinerja yang berkenaan.T-IV. misalnya target MDGs untuk indikator yang terkait MDGs.Hasil retribusi daerah . diisi dengan target yang telah ditentukan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah untuk setiap IKK berkenaan..20 Petunjuk cara pengisian Tabel. Indikator kinerja SPM. diisi dengan target yang ditentukan pada indikator yang berkenaan.: Tabel.C..Dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya . sampai dengan Kolom (15) diisi dengan realisasi capaian kinerja sebagaimana hasil evaluasi tahun ke-1 sampai dengan tahun ke-5 pelaksanaan Renstra SKPD. sampai dengan Kolom (10) diisi dengan target yang tercantum dalam Renstra SKPD untuk masing-masing tahun pelaksanaan Renstra SKPD. *) Provinsi/ Kabupaten/Kota……………… **) Anggaran pada Tahun keUraian ***) 1 (1) (2) Realisasi Anggaran pada Tahun ke1 (7) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke1 (12) 2 (3) 3 (4) 4 (5) 5 (6) 2 (8) 3 (9) 4 (10) 5 (11) 2 (13) 3 (14) 4 (15) 5 (16) Rata-rata Pertumbuhan Anggar Realis an asi (17) (18) PENDAPATAN DAERAH Pendapatan Asli Daerah .T-IV. Indikator yang telah dikembangkan SKPD secara mandiri berdasarkan hasil analisis standar kebutuhan pelayanan sesuai tugas dan fungsi SKPD tersebut.. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD sekurang-kurangnya mencakup salah satu dari kelompok indikator berikut ini: a. dan d. c.Bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya . Indikator Millennium Development Goals (MDGs) ataupun indikator lain yang telah diratifikasi oleh pemerintah yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berkenaan. sampai dengan Kolom (20) diisi dengan rasio antara realisasi capaian dengan target dalam Renstra SKPD. diisi dengan indikator kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD.3 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD .Lain-lain PAD yang Sah Dana Perimbangan .Pendapatan hibah . b.Dana darurat .Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan .Dana alokasi umum .Bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak . SKPD menggunakan Lampiran I peraturan menteri ini sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berkenaan.Dana penyesuaian dan otonomi khusus .Hasil pajak daerah . Rasio ini dinyatakan dalam persentase. Indikator kinerja yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan suatu urusan pemerintahan. Data realisasi capaian kinerja ini berdasarkan laporan evaluasi hasil pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya.2: Kolom (1) Kolom (2) diisi dengan nomor urut sesuai dengan kebutuhan.T-IV.C.Dana alokasi khusus Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah . Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (11) Kolom (16) Lakukan analisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode perencanaan sebelumnya untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan SKPD dengan cara mengisi Tabel. jika SKPD telah memiliki SPM.3 berikut ini.

Sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya . Dari tabel diatas. yaitu: (jumlah realisasi pada tahun ke-5 – jumlah realisasi pada tahun ke-1)/5. selanjutnya dapat dirumuskan permasalahan pendanaan pelayanan SKPD untuk diatasi melalui strategi/kebijakan dalam Renstra SKPD periode berikutnya.Pemberian pinjaman daerah Total *) **) ***) diisikan dengan nama SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota diisikan dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kewenangan SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota Petunjuk cara pengisian Tabel. dan sebagainya.3 merupakan salah satu tabel yang dimuat dalam dokumen Renstra SKPD.Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah . jumlah dan kualitas personil (sumber daya manusia). .Belanja tidak terduga Belanja langsung .Pembentukan dana cadangan . sampai dengan Kolom (16) diisi dengan rasio antara realisasi penyerapan anggaran dengan anggaran yang telah dialokasikan dalam APBD. diisikan dengan angka rata-rata pertumbuhan realisasi.Belanja barang dan jasa .Penerimaan piutang daerah Pengeluaran pembiayaan .T-IV.Penerimaan pinjaman daerah .Pembayaran pokok utang .21 Realisasi Anggaran pada Tahun ke1 (7) Anggaran pada Tahun keUraian ***) 1 (1) (2) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke1 (12) 2 (3) 3 (4) 4 (5) 5 (6) 2 (8) 3 (9) 4 (10) 5 (11) 2 (13) 3 (14) 4 (15) 5 (16) Rata-rata Pertumbuhan Anggar Realis an asi (17) (18) BELANJA DAERAH Belanja tidak langsung Belanja pegawai Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan sosial Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa . Tabel. sampai dengan Kolom (11) diisi dengan data realisasi penyerapan anggaran SKPD sesuai laporan pelaksanaan APBD/Renja SKPD pada tahun berkenaan. misalnya prosedur/mekanisme. pada perihal mana yang baik atau kurang baik.. Dengan demikian.Belanja modal PEMBIAYAAN Penerimaan pembiayaan .Belanja pegawai . dan diisi dengan angka rata-rata pertumbuhan anggaran.Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan . Tabel diatas juga menunjukkan kapasitas pendanaan pelayanan SKPD dalam 5 (lima) tahun terakhir.C. sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan isu strategis dan program strategis SKPD pada Renstra SKPD yang akan disusun. sampai dengan Kolom (6) diisi dengan data anggaran SKPD sesuai yang tercantum pada APBD dalam 5 (lima) tahun pelaksanaan Renstra SKPD.3: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (7) Kolom (12) Kolom (17) Kolom (18) diisi dengan uraian jenis pendapatan/belanja/pembiayaan sesuai dengan kebutuhan.T-IV.Pencairan dana cadangan . progres pelaksanaan program. dan selanjutnya perlu diidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD.Penerimaan kembali pemberian pinjaman .C. yaitu: (jumlah anggaran pada tahun ke-5 – jumlah anggaran pada tahun ke-1)/5. dapat dilihat pada tahun mana saja rasio antara realisasi penyerapan anggaran dan anggaran dapat dikatakan baik atau kurang baik.

strategi dan kebijakan. 1. indikasi besaran pendanaan program strategi. dan tantangan pelayanan sebagai masukan penting dalam perumusan isu-isu strategis dan pilihan/kebijakan strategis dalam Renstra SKPD provinsi. Tabel..C.22 - C. Review merupakan proses penting untuk harmonisasi dan sinergi antara Renstra SKPD provinsi dengan Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota serta mencegah tumpang tindih antara program dan kegiatan pemerintah atau K/L dengan provinsi/kabupaten/kota. sinkronisasi. Hasil review terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota yang masih berlaku ini menjadi masukan dalam perumusan isu-isu strategis pelayanan SKPD yang akan ditangani pada Renstra SKPD provinsi periode berikutnya.4: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan. maka hal ini mengindikasikan bahwa SKPD tersebut memiliki permasalahan dalam penyelenggaraan pelayanannya. maka hal ini menunjukkan bahwa kinerja SKPD sudah baik secara nasional dan regional. program prioritas beserta target kinerjanya. f. keterpaduan. dan pendanaan. indikasi lokasi program prioritas. diisi dengan data sasaran jangka menengah Renstra SKPD kabupaten/kota untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2). Jika tingkat capaian kinerja Renstra SKPD provinsi melebihi sasaran Renstra K/L atau ratarata kabupaten/kota. apakah capaian sasaran pelaksanaan Renstra SKPD provinsi telah berkontribusi terhadap pencapaian sasaran Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota. g.C. kegiatan. proses/prosedur/mekanisme pelayanan. Jika suatu indikator kinerja tidak termasuk . dan tahapan pelaksanaan program dan kegiatan. isu-isu strategis pelayanan K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota. b. diisi dengan indikator kinerja sasaran yang terdapat pada Renstra SKPD provinsi. c.3. b. peluang. Analisis Renstra Kementerian/Lembaga (K/L) dan Renstra SKPD Untuk Provinsi Analisis Renstra K/L dan SKPD kabupaten/kota (yang masih berlaku) ditujukan untuk menilai keserasian. dan strategi/kebijakan pelayanan yang ditempuh. ditujukan untuk mengidentifikasi potensi. Sedangkan jika lebih rendah. tujuan dan sasaran. dan apakah tingkat capaian kinerja Renstra SKPD provinsi melebihi/sama/kurang dari sasaran Renstra K/L atau rata-rata Kabupaten/kota. Hasil review terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota tahun rencana.1. d. Jika Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota tahun rencana telah tersedia. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi: a. e.4 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi terhadap Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) dan Renstra K/L No (1) Indikator Kinerja (2) Capaian Sasaran Renstra SKPD Provinsi (3) Sasaran pada Renstra SKPD Kabupaten/Kota*) (4) Sasaran pada Renstra K/L (5) 1 2 3 dst *) Rata-rata Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Cara pengisian Tabel.T-IV. seperti dalam perencanaan program. maka review dilakukan pada: a. diisi dengan data capaian sasaran jangka menengah Renstra SKPD provinsi untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2). dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra SKPD provinsi terhadap sasaran Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan masing-masing SKPD.T-IV. sumber daya penyelenggaraan pelayanan.

maka hal ini menunjukkan bahwa kinerja SKPD sudah baik secara nasional/provinsi. Sedangkan jika lebih rendah. maka pada data sasaran untuk indikator kinerja yang tidak termasuk tersebut cukup ditulis dengan (-). g. dan tahapan pelaksanaan program dan kegiatan. menjadi masukan dalam perumusan isu-isu strategis pelayanan SKPD yang akan ditangani pada Renstra SKPD kabupaten/kota periode berikutnya. sinkronisasi. d. proses/prosedur/mekanisme pelayanan. indikasi besaran pendanaan program strategis. Tabel. e. dan pendanaan.T-IV. apakah capaian sasaran pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota telah berkontribusi terhadap pencapaian sasaran Renstra SKPD provinsi dan Renstra K/L. isu-isu strategis pelayanan K/L dan Renstra SKPD provinsi. dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra SKPD kabupaten/kota terhadap sasaran Renstra K/L dan Renstra SKPD Provinsi sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan sesuai dengan tugas dan fungsi masingmasing SKPD. Hasil review terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi tahun rencana bertujuan untuk mengidentifikasi potensi. dan tantangan pelayanan sebagai masukan penting dalam perumusan isu-isu strategis dan pilihan/kebijakan strategis dalam Renstra SKPD kabupaten/kota. Jika Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi tahun rencana telah tersedia. kegiatan. Jika suatu indikator kinerja tidak termasuk dalam indikator kinerja sasaran Renstra K/L. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi: a.C.5 Komparasi Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/kota terhadap Sasaran Renstra SKPD Provinsi dan Renstra K/L No (1) 1 2 3 dst Indikator Kinerja (2) Capaian Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota (3) Sasaran pada Renstra SKPD Provinsi (4) Sasaran pada Renstra K/L (5) . c. peluang. dan diisi dengan data sasaran jangka menengah Renstra K/L untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2). strategi dan kebijakan. program prioritas beserta target kinerjanya. indikasi lokasi program prioritas. b. Hasil review terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi yang masih berlaku. maka pada data sasaran untuk indikator kinerja yang tidak termasuk tersebut cukup ditulis dengan (-). Review ini merupakan proses penting untuk harmonisasi dan sinergi antara Renstra SKPD kabupaten/kota dengan Renstra K/L dan Renstra provinsi serta mencegah tumpang tindih program dan kegiatan antara pemerintah atau K/L dengan provinsi/kabupaten/kota. keterpaduan. yang berarti Renstra K/L tidak mencakup indikator kinerja tersebut beserta data sasaran kinerjanya. Jika tingkat capaian kinerja Renstra SKPD kabupaten/kota melebihi sasaran Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi. maka hal ini mengindikasikan bahwa SKPD tersebut memiliki permasalahan dalam penyelenggaraan pelayanannya. f. seperti dalam perencanaan program. dan apakah tingkat capaian kinerja Renstra SKPD kabupaten/kota melebihi/sama/kurang dari sasaran Renstra SKPD provinsi atau Renstra K/L.23 dalam indikator kinerja sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota. Kolom (5) 2. tujuan dan sasaran. maka review dilakukan pada: a. sumber daya penyelenggaraan pelayanan. b.. dan strategi/ kebijakan pelayanan yang ditempuh. yang berarti Renstra SKPD kabupaten/kota tidak mencakup indikator kinerja tersebut beserta data sasaran kinerjanya. Untuk Kabupaten/Kota Analisis Renstra K/L dan SKPD Provinsi (yang masih berlaku) ditujukan untuk menilai keserasian.

. dalam penelaahan RTRW.T-IV. yang berarti Renstra K/L tidak mencakup indikator kinerja tersebut beserta data sasaran kinerjanya.*) No (1) 1 2 3 dst Rencana Struktur Ruang (2) Struktur Ruang Saat Ini (3) Indikasi Program Pemanfaatan Ruang pada Periode Perencanaan Berkenaan (4) Pengaruh Rencana Struktur Ruang terhadap Kebutuhan Pelayanan SKPD (5) Arahan Lokasi Pengembangan Pelayanan SKPD (6) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. dan jaringan prasarana telekomunikasi. Rencana struktur tata ruang. diisi dengan daftar Pusat Kegiatan Nasional (PKN). 4. Struktur tata ruang saat ini. dan jaringan prasarana telekomunikasi. Indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah Tabel. terminal..C..6: Kolom (1) Kolom (2) diisi dengan nomor urut sesuai dengan kebutuhan. 2. 3. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).T-IV. perkiraan kebutuhan pelayanan. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang direncanakan di wilayah provinsi/kabupaten/kota.6 Hasil Telaahan Struktur Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota. pelabuhan penyeberangan. SKPD dapat menyusun rancangan program beserta targetnya yang sesuai dengan RTRW tersebut. yang berarti Renstra SKPD provinsi tidak mencakup indikator kinerja tersebut beserta data sasaran kinerjanya. pelabuhan penyeberangan.5: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan. dan diisi dengan data sasaran jangka menengah Renstra K/L untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2). Sedangkan kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya. dan prioritas wilayah pelayanan SKPD dalam lima tahun mendatang. Pola ruang saat ini. pelabuhan laut.T-IV. Rencana pola ruang. Untuk itu. diisi dengan data sasaran jangka menengah Renstra SKPD provinsi untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2). pelabuhan laut.1.. aspek yang perlu ditelaah adalah: 1. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang telah ada di wilayah provinsi/ kabupaten/kota. Dibandingkan dengan struktur dan pola ruang eksisting maka SKPD dapat mengidentifikasi arah (geografis) pengembangan pelayanan. jaringan jalan primer/sekunder. jaringan prasarana sumber daya air. Cara pengisian Tabel.C.C. stasiun kereta. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. Jika suatu indikator kinerja tidak termasuk dalam indikator kinerja sasaran Renstra SKPD provinsi. Jika suatu indikator kinerja tidak termasuk dalam indikator kinerja sasaran Renstra K/L. maka pada data sasaran untuk indikator kinerja yang tidak termasuk tersebut cukup ditulis dengan (-). jaringan prasarana energi/listrik.4. terminal. Kolom (3) . rencana bandara. maka pada data sasaran untuk indikator kinerja yang tidak termasuk tersebut cukup ditulis dengan (-). jaringan prasarana sumber daya air. stasiun kereta. diisi dengan indikator kinerja sasaran yang terdapat pada Renstra SKPD kabupaten/kota. dan 5.24 Cara pengisian Tabel. jaringan jalan primer/sekunder. Dikaitkan dengan indikasi program pemanfaatan ruang jangka menengah dalam RTRW. diisi dengan daftar Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). jaringan prasarana energi/listrik. Kolom (5) C. ketersediaan bandara. Telaahan rencana tata ruang wilayah ditujukan untuk mengidentifikasi implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan SKPD. diisi dengan data capaian sasaran jangka menengah Renstra SKPD kabupaten/kota untuk setiap indikator kinerja pada kolom (2).

C. Hasil KLHS menjadi dasar bagi kebijakan. 3. Jika ada.T-IV. rencana. dan indikasi program pemanfaatan ruang pada periode berkenaan dengan tahun perencanaan Renstra SKPD. kawasan budidaya. 2. Apabila hasil KLHS menyatakan bahwa daya dukung dan daya tampung sudah terlampaui. dan lokasinya. dan tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati. dan lokasinya. dan diisi dengan perbandingan antara kondisi rencana dan kondisi saat ini. dan diisi dengan daftar lokasi berdasarkan hasil pada kolom (5). Daftar lokasi ini menjadi arahan lokasi pengembangan pelayanan SKPD untuk mendukung perwujudan struktur ruang wilayah. dan/atau program. efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.. Jika ada.1. maka: 1. Daftar lokasi ini menjadi arahan lokasi pengembangan pelayanan SKPD untuk mendukung perwujudan pola ruang wilayah. perkiraan besaran kebutuhan. 4.5. identifikasilah bentuk kebutuhan tersebut. dan/atau program pembangunan dalam suatu wilayah. menyeluruh.7: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan.T-IV. diisi dengan perbandingan antara kondisi rencana dan kondisi saat ini. 5. rencana. dan . 1. Tabel. yang selanjutnya disingkat KLHS adalah rangkaian analisis yang sistematis. tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. kawasan strategis yang direncanakan di wilayah provinsi/kabupaten/kota. kebijakan. rencana. dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan.25 Kolom (4) Kolom (5) diisi dengan indikasi program pemanfaatan ruang untuk setiap rencana struktur ruang. dan/atau program pembangunan tersebut wajib diperbaiki sesuai dengan rekomendasi KLHS. Kajian Lingkungan Hidup Strategis.7 Kolom (6) Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota No (1) 1 2 3 4 dst Rencana Pola Ruang (2) Pola Ruang Saat Ini (3) Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pada Periode Perencanaan Berkenaan (4) Pengaruh Rencana Pola Ruang terhadap Kebutuhan Pelayanan SKPD (5) Arahan Lokasi Pengembangan Pelayanan SKPD (6) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. dan diisi dengan daftar lokasi berdasarkan hasil pada kolom (5). Analisis terhadap Dokumen Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan pelayanan SKPD Kolom (6) C. perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup. kinerja layanan/jasa ekosistem. identifikasilah bentuk kebutuhan tersebut. dan indikasi program pemanfaatan ruang pada periode berkenaan dengan tahun perencanaan Renstra SKPD. lakukan identifikasi apakah ada pengaruhnya kepada kebutuhan pelayanan SKPD. kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan. KLHS memuat kajian antara lain. lakukan identifikasi apakah ada pengaruhnya kepada kebutuhan pelayanan SKPD. 6. diisi dengan daftar kawasan lindung. Cara pengisian Tabel. kawasan budidaya. diisi dengan daftar kawasan lindung. perkiraan besaran kebutuhan. diisi dengan indikasi program pemanfaatan ruang untuk setiap rencana pola ruang.C. kawasan strategis yang telah ada (eksisting) di wilayah provinsi/kabupaten/kota.

..1... 6. diisi dengan pengaruh yang mungkin/dapat terjadi terhadap kebijakan pelayanan SKPD..8 Hasil Analisis terhadap Dokumen KLHS Provinsi/Kabupaten/Kota. dan diisi dengan catatan yang harus diperhatikan dalam perumusan program dan kegiatan agar tidak bertentangan dengan KLHS. Cara pengisian Tabel. Tabel. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu trategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi.6. maka program dan kegiatan tersebut perlu direvisi agar sesuai dengan rekomendasi KLHS...... Analis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya. Jika ada program dan kegiatan pelayanan SKPD provinsi dan kabupaten/kota yang berimplikasi negatif terhadap lingkungan hidup.8: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan....C.C..*) SKPD... akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang. Perumusan Isu-isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi C. ..T-IV.. diisi dengan ringkasan KLHS untuk setiap aspek kajian berkenaan. 5.T-IV. dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu. Aspek Kajian (2) Kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan Perkiraan mengenai dampak dan risiko lingkungan hidup Kinerja layanan/jasa ekosistem Efisiensi pemanfaatan sumber daya alam Tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim Tingkat ketahanan dan keanekaragaman hayati potensi Ringkasan KLHS (3) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi SKPD dimasa datang.. segala usaha dan/atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tidak diperbolehkan lagi Dengan mempertimbangkan fungsi KLHS tersebut maka analisis terhadap dokumen hasil KLHS ditujukan untuk mengidentifikasi apakah ada program dan kegiatan pelayanan SKPD provinsi dan kabupaten/kota yang berimplikasi negatif terhadap lingkungan hidup. Perencanaan pembangunan antara lain dimaksudkan agar layanan SKPD senantiasa mampu menyelaraskan diri dengan lingkungan dan aspirasi pengguna layanan. 3... diisi dengan aspek kajian KLHS..26 2... 2. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan.. Implikasi terhadap Pelayanan SKPD (4) Catatan bagi Perumusan Program dan Kegiatan SKPD (5) No (1) 1.. perhatian kepada mandat dari masyarakat dan lingkungan eksternalnya merupakan perencanaan dari luar ke dalam yang tidak boleh diabaikan. dalam hal tidak dimanfaatkan.... 4.

Kajian terhadap Renstra K/L... Informasi yang diperlukan dalam perumusan isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi ini adalah: 1.T-IV.C.C.7).C. Hasil analisis Renstra K/L dan Renstra-SKPD provinsi/kabupaten/kota (Tabel. diisi dengan faktor-faktor yang dapat dikendalikan melalui kewenangan SKPD.10 Identifikasi Isu-Isu Strategis (Lingkungan Eksternal) No (1) 1 2 3 4 *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Isu Strategis Dinamika Internasional (2) Dinamika Nasional (3) Dinamika Regional/Lokal (4) Lain-lain (5) .T-IV.T-IV.C. diisi dengan faktor-faktor yang berada diluar kewenangan SKPD. Kajian terhadap RTRW.9 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Pendidikan*) Provinsi..4 untuk provinsi) atau (Tabel. 2.8) Informasi tersebut dapat disusun kedalam contoh tabel matriks sebagai berikut: Tabel.C.C. Kajian terhadap Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota.T-IV. dianalisis isu-isu strategis yang berhubungan atau mempengaruhi SKPD dari faktor-faktor eksternal lainnya dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. dan kolom (5). dan 4..5 untuk kabupaten/kota).6 dan Tabel.T-IV.T-IV. Selanjutnya. Kajian KLHS.T-IV. Cara pengisian Tabel..C. Hasil telaahan RTRW (Tabel... kolom (4).T-IV.C..C.. diisi dengan kesimpulan setiap aspek kajian tentang capaian/kondisi saat ini diisi dengan standar yang digunakan pada setiap aspek kajian untuk menilai kualitas capaian/kondisi saat ini.27 Suatu isu strategis bagi SKPD diperoleh baik berasal dari analisis internal berupa identifikasi permasalahan pembangunan maupun analisis eksternal berupa kondisi yang menciptakan peluang dan ancaman bagi SKPD di masa lima tahun mendatang.3).T-IV. yaitu: Gambaran pelayanan SKPD.2 dan Tabel.T-IV.. dan diisi dengan rumusan permasalahan pelayanan SKPD berdasarkan informasi pada kolom (2).. 3.**) Faktor yang Mempengaruhi INTERNAL (KEWENANGAN SKPD) EKSTERNAL (DILUAR KEWENANGAN SKPD) Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan Permasalahan Pelayanan SKPD (1) (2) (3) (4) (5) (6) *) Sebagai contoh adalah SKPD pendidikan provinsi **) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi.. kolom (3). Hasil analisis KLHS (Tabel. Hasil analisis gambaran pelayanan SKPD (Tabel.C..9: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) diisi dengan judul aspek-aspek kajian yang telah dilakukan.

Tabel... diisi dengan uraian misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.. penemuan-penemuan teknologi. Menelaah Visi..C.. tetapi juga berdasarkan kebutuhan pengelolaan faktor-faktor agar dapat berkontribusi dalam pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.C..... dan lain-lain yang dapat dipertanggungjawabkan......T-IV. isu-isu yang dirumuskan tidak saja berdasarkan tinjauan terhadap kesenjangan pelayanan. misi..11: Kolom kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan. Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Menelaah visi... Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Visi: ...C.. diisi dengan isu strategis yang diidentifikasi dari dunia Internasional. usaha/ bisnis. diisi dengan isu-isu strategis lain yang berasal dari dunia akademik. diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel...T-IV..4). 1.9 yang dapat mempengaruhi pencapaian misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.. Setiap uraian misi disertai dengan uraian program..10: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) diisi dengan nomor urut sesuai dengan nomor urutan..C... No (1) 1 Misi dan Program KDH dan Wakil KDH terpilih (2) Misi 1……………… Program………… 2 Misi 1……………… Program………… Permasalahan Pelayanan SKPD (3) Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) Cara pengisian Tabel.T-IV.. dan diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan dan dapat mendorong pencapaian misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih..... diisi dengan isu strategis yang diidentifikasi se-wilayah provinsi/kab/kota.T-IV.C.. Untuk provinsi: Selanjutnya berdasarkan hasil analisis terhadap Renstra K/Ldan Renstra SKPD kabupaten/kota (lihat kembali Tabel.. sosial budaya....11 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD Terhadap Pencapaian Visi.28 Cara Pengisian Tabel...... Dengan demikian.. diisi dengan isu strategis yang diidentifikasi di tingkat nasional.. Hasil identifikasi SKPD tentang faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ini juga akan menjadi input bagi perumusan isu-isu strategis pelayanan SKPD. SKPD provinsi juga perlu menyusun faktor-faktor ..T-IV...... dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilaksanakan selama kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut. diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD yang menyebabkan permasalahan pelayanan dan dapat menghambat pencapaian misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah.

5). SKPD kabupaten/kota menyusun faktor-faktor baik yang bersifat menghambat maupun yang bersifat mendorong. Identifikasi faktor tersebut dapat disusun pada tabel berikut: Tabel. untuk setiap indikator kinerja pelayanan SKPD.T-IV.T-IV.12 Permasalahan Pelayanan SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota berdasarkan Sasaran Renstra K/L beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No (1) Sasaran Jangka Menengah Renstra K/L (2) Permasalahan Pelayanan SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota (3) Sebagai Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) Cara pengisian Tabel.C.9.T-IV.9 berdasarkan kesenjangan antara capaian Renstra SKPD dengan sasaran Renstra K/L. 1.C. Untuk kabupaten/kota: Selanjutnya berdasarkan hasil analisis terhadap Renstra K/Ldan Renstra SKPD provinsi (lihat kembali Tabel. Kolom (2) diisi dengan sasaran jangka menengah Renstra K/L sebagaimana tercantum dalam Renstra K/L.. SKPD provinsi perlu menyusun daftar faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang akan mempengaruhi penanganan permasalahan yang telah diidentifikasi pada Tabel.C.C.29 baik yang bersifat menghambat maupun yang bersifat mendorong. yang akan mempengaruhi penanganan permasalahan yang telah diidentifikasi.C. Untuk provinsi: Demikian pula hal-nya dengan hasil analisis terhadap Renstra SKPD kabupaten/kota.12: Kolom (1) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan.T-IV. Kolom (3) diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel. dan Kolom (5) diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan dan dapat mendorong pencapaian sasaran Renstra K/L. Indikator kinerja pelayanan SKPD yang dimaksud adalah sebagaimana yang tercantum dalam Renstra SKPD.T-IV. yang akan mempengaruhi penanganan permasalahan yang telah diidentifikasi.C. 2.T-IV. Tabel. Kolom (4) diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD yang menyebabkan permasalahan pelayanan SKPD dan menghambat pencapaian sasaran Renstra K/L.13 Permasalahan Pelayanan SKPD Provinsi berdasarkan Sasaran Renstra SKPD Kabupaten/Kota beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No (1) Sasaran Jangka Menengah Renstra SKPD Kabupaten/kota (2) Permasalahan Pelayanan SKPD (3) Sebagai Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) .

(3) diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel.C.14 Permasalahan Pelayanan SKPD Kabupaten/Kota Berdasarkan Sasaran Renstra SKPD Provinsi beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No (1) Sasaran Jangka Menengah Renstra SKPD Provinsi (2) Permasalahan Pelayanan SKPD (3) Sebagai Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) Cara pengisian Tabel..T-IV.C.T-IV.T-IV.C. Untuk kabupaten/kota: Demikian pula hal-nya dengan hasil analisis terhadap Renstra SKPD provinsi.9. (4) diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD provinsi yang menyebabkan permasalahan pelayanan SKPD dan menghambat pencapaian sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota.30 Cara pengisian Tabel. untuk setiap indikator kinerja pelayanan SKPD provinsi.C. .9 berdasarkan kesenjangan antara capaian Renstra SKPD provinsi dengan rata-rata sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota.13: Kolom Kolom (1) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan. (2) diisi dengan sasaran jangka menengah Renstra SKPD provinsi sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD provinsi untuk setiap indikator kinerja pelayanan SKPD kabupaten/kota. Kolom Kolom Kolom Demikian pula selanjutnya dilakukan hal yang sama pada hasil telaahan RTRW.14: Kolom Kolom (1) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan.T-IV. dan (5) diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan dan dapat mendorong pencapaian sasaran Renstra SKPD provinsi. Kolom Kolom Kolom 2.9 berdasarkan kesenjangan antara capaian Renstra SKPD kabupaten/kota dengan sasaran Renstra SKPD provinsi.TIV.C. Indikator kinerja pelayanan SKPD kabupaten/kota yang dimaksud adalah sebagaimana yang tercantum dalam Renstra SKPD kabupaten/kota. (2) diisi dengan rata-rata sasaran jangka menengah Renstra SKPD kabupaten/kota sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD masing-masing kabupaten/kota di wilayah provinsi tersebut. Indikator kinerja pelayanan SKPD provinsi yang dimaksud adalah sebagaimana yang tercantum dalam Renstra SKPD provinsi. (4) diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD yang menyebabkan permasalahan pelayanan SKPD dan menghambat pencapaian sasaran Renstra SKPD provinsi.C.T-IV. Tabel. dan (5) diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan dan dapat mendorong pencapaian sasaran Renstra SKPD kabupaten/kota. SKPD kabupaten/kota perlu menyusun daftar faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang akan mempengaruhi penanganan permasalahan yang telah diidentifikasi pada Tabel. (3) diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel.

2.C. (3) diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel. (2) diisi dengan hasil telaahan RTRW terkait tugas dan fungsi SKPD.9 berdasarkan implikasi KLHS terhadap pelayanan SKPD. Penentuan Isu-Isu Strategis Metode penentuan isu-isu strategis pelayanan SKPD antara lain dapat dilakukan dengan cara: 1.C. Menggunakan metode pembobotan dengan cara sebagai berikut: a.15: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan..T-IV.T-IV. (4) diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD dan menghambat terwujudnya RTRW.T-IV.C.T-IV.16: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) diisi dengan nomor sesuai kebutuhan. Menentukan skor terhadap masing-masing kriteria yang telah ditetapkan.T-IV.C.16 Permasalahan Pelayanan SKPD berdasarkan Analisis KLHS beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No (1) Hasil KLHS terkait Tugas dan Fungsi SKPD (2) Permasalahan Pelayanan SKPD (3) Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) Cara pengisianTabel.9 berdasarkan implikasi RTRW terhadap macam dan tingkat pelayanan SKPD yang dibutuhkan. dengan mengisi tabel dengan contoh sebagai berikut: . (2) diisi dengan hasil analisis terhadap KLHS terkait tugas dan fungsi SKPD.C. dan (5) diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan dan dapat mendorong terwujudnya RTRW.T-IV. dan (5) diisi dengan faktor pendorong pelayanan SKPD yang dapat mengatasi permasalahan pelayanan sehingga sesuai dengan hasil KLHS.C. (4) diisi dengan faktor penghambat pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD sebagai implikasi dari hasil KLHS. Dibahas melalui forum Focussed Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pakar yang memiliki pengalaman merumuskan isu-isu strategis.15 Permasalahan Pelayanan SKPD berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No (1) Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan Fungsi SKPD (2) Permasalahan Pelayanan SKPD (3) Faktor Penghambat (4) Pendorong (5) Cara pengisian Tabel. (3) diisi dengan permasalahan pelayanan SKPD hasil Tabel. Demikian pula selanjutnya dilakukan hal yang sama pada hasil telaahan terhadap KLHS.31 Tabel. Tabel.

18: Kolom Kolom Kolom Kolom c.C.32 Tabel.. Bobot**) 20 10 20 10 15 25 *) b.T-IV.IV.19: Kolom (1) diisi dengan nomor urut. .T-IV..T.IV. (1) (2) (3) diisi dengan nomor urut diisi sesuai isu strategis yang teridentifikasi s.17 Contoh Skor Kriteria Penentuan Isu-isu Strategis No 1 2 3 4 5 6 Dst… Kriteria*) Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran Renstra K/L atau Renstra provinsi/kabupaten/kota Merupakan tugas dan tanggung jawab SKPD Dampak yang ditimbulkannya terhadap publik Memiliki daya ungkit untuk pembangunan daerah Kemungkinan atau kemudahannya untuk ditangani Prioritas janji politik yang perlu diwujudkan Dst… Total 100 urutan dan jumlah kriteria dapat disesuaikan dengan kebutuhan. dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. Cara Pengisian Tabel.d Kolom (9) diisi dengan total skor per kriteria (10) diisi dengan total skor isu strategis dari seluruh kriteria. Kolom (3) diisi dengan total akumulasi nilai skor dari isu-isu strategis.. Kolom (2) diisi sesuai dengan isu strategis yang teridentifikasi baik isu dari dunia internasional. nasional dan regional. Kolom (4) diisi dengan nilai rata-rata dari total skor tiap-tiap isu strategis. (1) Isu-Isu Strategis (2) Total Skor (3) Rata-Rata skor (4) 1 2 3 4 Dst. yang dituangkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel.C.T-IV.C. Melakukan penilaian isu strategis terhadap kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan skala tersebut pada angka b). Cara Pengisian Tabel.T. Menghitung rata-rata skor/bobot setiap isu strategis dengan mengakumulasikan nilai tiap-tiap isu strategis dibagi jumlah peserta.19 Rata-Rata Skor Isu-Isu Strategis No.18 Nilai Skala Kriteria No (1) Isu Strategis (2) 1 (3) 2 (4) Nilai Skala Kriteria ke3 4 5 (5) (6) (7) 6 (8) Dst… (9) Total Skor (10) 1 2 3 4 5 6 7 Dst.C.C.

Visi menjelaskan arah atau suatu kondisi ideal dimasa depan yang ingin dicapai ( clarity of direction) berdasarkan kondisi dan situasi yang terjadi saat ini yang menciptakan kesenjangan ( gap) antara kondisi saat ini dan masa depan yang ingin dicapai. dan Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang singkat. Pernyataan visi yang artikulatif akan memberikan arah yang jelas bagaimana mencapai masa depan yang diharapkan dan mengatasi kesenjangan yang terjadi. 4. Menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi pembangunan masa depan yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD dalam 5 (lima) tahun mendatang. Oleh karena itu. wajar. Di sini. dan kapasitas yang ada (feasible). Dapat dibayangkan oleh semua pelaku/pemangku kepentingan pelayanan SKPD (imaginable). Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti oleh semua pelaku (communicable). 3. layanan. Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama daerah. dan berkelanjutan serta dapat terjamin eksistensi daerah dimasa depan (focused). kondisi. jelas. visi diciptakan melampaui realitas sekarang. . bukan pikiran berandai-andai (wishfull thinking). kegiatan prioritas. tetapi suatu komitmen dan upaya merancang dan mengelola perubahan untuk mencapai tujuan. 2. usulan permasalahan pembangunan. Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan zaman (flexible). Disertai dengan penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan SKPD.33 Teknik atau metode di atas dapat digunakan untuk melakukan pemeringkatan sejenis bidang lainnya. Perumusan Visi SKPD Visi SKPD adalah gambaran arah pembangunan atau kondisi masa depan yang ingin dicapai SKPD melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun yang akan datang. seperti pemrioritaskan program prioritas. tetapi dengan fokus pada masa depan. 5. dan lain-lain. relevansi visi dengan permasalahan dan potensi pembangunan di daerah yang terkait dengan tugas dan fungsi SKPD.1. 3. 4. sasaran. Perumusan Visi dan Misi SKPD Perumusan visi dan misi jangka menengah SKPD merupakan salah satu tahap penting penyusunan dokumen Renstra SKPD sebagai hasil dari analisis sebelumnya. 2. Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicita-citakan (desirable). visi didasarkan pada realita. Visi SKPD yang baik harus dapat memenuhi syarat sebagai berikut: 1. 7. Visi bukan hanya mimpi atau serangkaian harapan. sehingga pemerintahan dan pembangunan daerah dapat beroperasi dan terselenggara secara efektif. dan peningkatan daya saing daerah dengan mempertimbangkan permasalahan dan isu strategis yang relevan.7. Visi dan misi SKPD harus jelas menunjukkan apa yang menjadi cita-cita layanan terbaik SKPD baik dalam upaya mewujudkan visi dan misi kepala daerah maupun dalam upaya mencapai kinerja pembangunan daerah pada aspek kesejahteraan. dan layak untuk dicapai dengan situasi. Memungkinkan. strategi dan kebijakan. 6. dan Sejalan dengan visi dan misi kepala daerah dan arah pembangunan daerah jangka menengah.. dan padat. C. Disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah dijadikan acuan bagi perumusan tujuan. Kriteria suatu rumusan visi SKPD antara lain: 1. efisien.

Misi kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam rancangan awal RPJMD adalah untuk memperjelas jalan atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi. Perwujudan visi merupakan gambaran paling sederhana dan dengan bahasa yang mudah dikomunikasikan tentang wujud nyata kondisi.20 Perumusan Perwujudan Visi Isu Strategis Permasalahan Pembangunan Daerah Isu Strategis 1 Isu Strategis 2 Isu Strategis 3 Dst PPD 1 PPD 2 PPD 3 Dst     Perwujudan Visi 1     Perwujudan Visi 2     Perwujudan Visi 3     Dst Perwujudan visi diidentifikasi melalui proses FGD atau teknik lain yang secara efektif dapat menghasilkan rumusan tentang bagaimana wujud nyata kondisi. terlebih dahulu dibuat analisis keterhubungan antara permasalahan pembangunan dengan isu strategis (misal. sebelum merumuskan visi SKPD. keadaan dan impian SKPD dalam 5 (lima) tahun yang akan dicapai dimasa mendatang. rumusan tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah yang dimuat dalam rancangan awal RPJMD. Bagi sel (kotak) yang bertanda () itulah dibuatkan perwujudan dimaksud pada tabel diatas. Hasil perumusan isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD propinsi Pernyataan visi dalam Renstra SKPD propinsi harus dapat merespon (merupakan jawaban) atas isu-isu strategis SKPD tersebut. keadaan dan impian SKPD dalam 5 (lima) tahun ke depan yang dapat menjawab permasalahan pembangunan daerah dan isu-isu strategisnya. Namun. Suatu permasalahan pembangunan di tingkat SKPD adalah berbagai permasalahan pembangunan yang berhubungan layanan atau peningkatan kinerja penyelenggaraan urusan terkait. 2.34 Informasi yang diperlukan dalam perumusan visi SKPD adalah: 1. Proses Perumusan Visi Perumusan visi dilakukan untuk menindaklanjuti hasil analisis isu-isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah (PPD) untuk menemukan perwujudan visi. Visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah dan arah pembangunan daerah jangka menengah. Di sini masing-masing anggota tim perumus perlu diberi waktu yang cukup untuk memaparkan gambaran masing-masing tentang wujud dari visi yang diinginkan pada akhir tahun ke-5 (lima). Untuk memperjelas gambaran suatu perwujudan visi dapat ditambahkan dengan atribut atau ciri-ciri lain tentang suatu wujud visi. Visi SKPD yang akan dirumuskan dalam Renstra SKPD harus memiliki keterkaitan dengan visi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terdapat dalam rancangan awal RPJMD.. Tabel.T-IV. sebelum menentukan identifikasi perwujudan visi. Hal ini menjadikan tim penyusun Renstra SKPD perlu selalu berkoordinasi dengan tim penyusun RPJMD guna memahami penjelasan visi. uraian misi kepala daerah dan wakil kepala daerah.C. dengan memberi tanda (x) untuk yang tidak berkesesuaian dan tanda () untuk yang berkesesuaian. . Dengan demikian. berikut pemikiran atau hasil analisis yang mendasarinya. dengan mengisi tabel dibawah ini. perlu dilakukan kajian terhadap visi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi pembangunan yang ingin dicapai daerah dalam 5 (lima) tahun ke depan. serta bagaimana target indikator kinerja yang dibutuhkan dari SKPD dalam .

22 Penyusunan Penjelasan Visi Visi Pokok-pokok Visi Penjelasan Visi Dengan demikian. dari keseluruhan pokok-pokok visi dibuatlah pernyataan visi. suatu penjelasan visi pada dasarnya menguraikan kembali pokok-pokok visi yang telah disepakati ke dalam perwujudan visi dengan merinci lebih baik berbagai atribut atau penjelasan masing-masing pokok visi. perwujudan visi dapat disebutkan target waktu pencapaiannya. Perwujudan Visi Pokok-pokok Visi Pernyataan Visi Suatu pernyataan visi dibuat dengan menggunakan bahasa yang singkat. Permasalahan SKPD harus dapat pula mengungkapkan kantong-kantong kekuatan layanan yang selama ini terabaikan untuk dijadikan salah satu faktor keberhasilan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD dimasa 5 (lima) tahun mendatang.35 Perlu diingat bahwa untuk menghasilkan perwujudan visi yang salah satunya berlandaskan pada kekuatan terbaik SKPD.T-IV.21 Perumusan Visi No. lugas. Setelah berbagai identifikasi perwujudan visi dibuat.C.. termasuk atribut-atribut yang menjelaskannya. memahami. diupayakan visi adalah satu kalimat dengan pokok-pokok visi dapat lebih dari satu. dan jelas serta memenuhi kriteria atau karakteristik visi sebagaimana telah dijelaskan di awal. Namun. lakukan pembahasan masing-masing perwujudan visi menjadi pokok-pokok visi. Untuk membantu identifikasi dan mengukur capaian kinerja. identifikasi permasalahan SKPD harus mampu mengungkapkan peta kekuatan yang paling dominan dalam realisasi pembangunan daerah dimasa-masa lalu. Penjelasan visi dibuat untuk menjelaskan masing-masing pokok visi. dengan kesederhanaan kalimat.T-IV. Selanjutnya. dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. Berbagai atribut sangat penting dalam memberi bobot dan kejelasan bahwa perwujudan visi dimaksud penting bagi SKPD dalam menentukan kondisi dalam 5 (lima) tahun mendatang. . dan membandingkan atribut-atribut dari berbagai perwujudan visi yang berbeda-beda. Untuk memberi penekanan atas keyakinan bahwa target dapat dicapai pada akhir periode perencanaan maka pernyataan visi dapat secara spesifik menyebutkan waktu capaian. Suatu perwujudan visi merupakan kalimat yang relatif masih lengkap dalam menggambarkan wujud visi masa datang. sehingga keseluruhan langkah diatas dituangkan dalam tabel sebagai berikut: Tabel. Perumusan pokok-pokok visi dilakukan dengan mencari inti (kalimat) perwujudan visi ke dalam satu-dua kata dengan menghilangkan berbagai kata dan atribut yang bukan inti dari perwujudan visi dimaksud. Suatu pernyataan visi dapat berupa satu atau lebih pernyataan atau kalimat yang merangkum atau menggabungkan berbagai pokok visi terpilih. Pembahasan tentang wujud apa yang paling baik atau sesuai bagi suatu SKPD dimasa datang sangat ditentukan bagaimana anggota tim mengenali.C.

atau langkah yang akan dilakukan dalam rangka mencapai perwujudan visi SKPD. singkat dan lugas dalam menjelaskan bagaimana visi akan dicapai. Mengingat bahwa misi harus dibuat penjelasannya. sederhana dan mudah dipahami. rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Alasan utama pengembangan visi adalah pada pokok-pokok visi karena pada pokok-pokok visi tersebut terkandung ulasan-ulasan apa yang akan dijadikan untuk dicapai dalam 5 (lima) tahun ke depan oleh SKPD. Teknisnya. termasuk penjelasan misi didalamnya. Upaya-upaya yang akan dikembangkan. peluang. 3. dalam hal ini masyarakat daerah (secara keseluruhan). Dalam suatu dokumen perencanaan. pernyataan misi sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana. pelaku ekonomi di daerah.36 - Perumusan Misi SKPD Misi SKPD adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi SKPD. kemudian dibuatlah rincian misi. Jika pernyataan visi menunjukkan keadaan/kondisi yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. kelemahan. Informasi yang diperlukan dalam perumusan misi SKPD adalah: Berdasarkan kedua informasi tersebut. maka pengertian misi harus sederhana. Menunjukkan dengan jelas upaya-upaya yang akan dilakukan oleh SKPD dalam rangka mewujudkan visi SKPD. dan mudah dipahami tanpa mengurangi maksud yang ingin dijelaskan. Memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis eksternal dan internal daerah. Proses Perumusan Misi Setelah dibuat visi. selanjutnya dibuat misi. Proses perumusan misi dicontohkan pada tabel berikut ini: . Oleh karena itu. Menggunakan bahasa yang ringkas. Rumusan misi SKPD yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi SKPD yang ingin dicapai. pokok visi harus diidentifikasi terlebih dahulu stakeholder mana yang menjadi pelaku atau terkena dampak atas pokok visi dimaksud.. Rumusan misi merupakan upaya untuk mewujudkan keadaan atau kondisi yang diinginkan. Rumusan misi dalam dokumen Renstra SKPD dikembangkan dengan memperhatikan faktorfaktor lingkungan strategis. 2. 1. dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi SKPD. Misi disusun untuk memperjelas jalan. serta menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan oleh SKPD bersangkutan. maka pengembangan misi harus dijabarkan terlebih dahulu kepada stakeholder utama pembangunan. baik eksternal dan internal yang mempengaruhi (kekuatan. 2. SKPD (pelaku organisasi). Kriteria suatu rumusan misi: 1. Atau stakeholder yang berhubungan atau terkait dengan pokok visi tersebut. termasuk pokok-pokok visi dan penjelasan visi. ringkas. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa misi juga menyangkut komitmen pada stakeholder utama atau apa yang ingin diwujudkan oleh visi. SKPD mengidentifikasi keadaan dan/atau kondisi yang harus ada atau dicapai supaya visi SKPD benar-benar terwujud di akhir periode perencanaan. harus memanfaatkan faktor-faktor pendorong dan mengantisipasi faktor-faktor penghambat yang telah diidentifikasi pada perumusan isu strategis. Hasil perumusan isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD. dan tantangan) pembangunan daerah. dan stakeholder pembangunan daerah lainnya. Pernyataan visi SKPD. maka pernyataan misi menunjukkan kerja-kerja/upaya untuk mewujudkan visi tersebut.

misi dapat dibuat spesifik setiap pokok visi dengan merangkum masing-masing rincian misinya. Dalam menentukan tujuan tidaklah mutlak harus terukur. dibuat penjelasan misi dengan menggunakan dasar rincian atau sub-misi yang telah dibuat untuk menjelaskan berbagai hal sehingga misi menjadi mudah dipahami. ataupun tangible. Menurunkan angka pengangguran.C. dapat dicapai melalui beberapa tujuan. tiap-tiap misi dibuat sub-misi berdasarkan rincian misi. namun harus tetap mempertahankan substansi. kuantitatif. Perumusan Tujuan Pelayanan Jangka Menengah SKPD Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan arsitektur kinerja SKPD selama lima tahun. C. Rumusan pernyataan tujuan biasanya disusun dengan membalikkan pernyataan isu. Rumusan tujuan harus realistis dan dapat dicapai. dan Meningkatkan pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan Rumusan tujuan merefleksikan konteks pembangunan yang dihadapi SKPD dan memiliki keterkaitan dengan visi SKPD yang ingin dicapai. Pengemasan menjadi kalimat misi dapat dilakukan dengan bermacam cara. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam perumusan tujuan pembangunan: 1. 2.8. permasalahan. dan peluang menjadi suatu kalimat positif yang ringkas. 3.23 Perumusan Misi No.37 Tabel. namun setidaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang akan dicapai dimasa mendatang. Lalu. Pernyataan tujuan tersebut akan diterjemahkan kedalam sasaran-sasaran yang ingin dicapai. dan Disusun dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. misalnya: 1. Setelah diketahui stakeholder yang terpengaruh atau berhubungan dengan pokok-pokok visi dan dijelaskan dalam ―rincian misi‖. Selanjutnya.T-IV. Pernyataan tujuan biasanya dimulai dengan menggunakan suatu kata kerja (verb) yang menjelaskan arah keinginan/preferensi (lebih/kurang) dan suatu kata benda (noun) yang menjelaskan obyek yang menjadi perhatian. . yang mana. masing-masing submisi tersebut pada dasarnya adalah misi. Diturunkan secara lebih operasional dari masing-masing misi SKPD yang telah ditetapkan. Disusun dengan memperhatikan isu-isu strategis daerah.. memecahkan permasalahan. Visi Pokokpokok visi (√) Stakeholder layanan SKPD lain Rincian misi Pengguna layanan (x) Pelaku Ekonomi (√) Rincian misi (√) Lainnya Rincian misi Misi Visi dan pokok-pokok visi yang telah diperoleh dalam proses penyusunan visi. melaksanakan misi. selanjutnya pokok-pokok visinya disandingkan dengan stakeholder pembangunan/layanan yang terpengaruh atau terkait visi tersebut dengan (√) dan dijelaskan sebagai rincian misi kenapa stakeholder tersebut mempengaruhi pokok-pokok misi. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi. Untuk mewujudkan suatu misi. dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. selanjutnya dibuat pernyataan misinya. Sebagai contoh.1. 2.

yakni target sasaran dinyatakan dengan jelas dan terukur. dan 5.24 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD NO. Sasaran harus dapat menyatakan sebuah target yang terukur atas sebuah kondisi atau pencapaian tujuan. Memeriksa kembali konsistensi pernyataan sasaran terhadap tujuan dan misi serta melakukan penyempurnaan bila diperlukan. Dalam merumuskan sasaran yang perlu diperhatikan adalah: 1. Kelompok sasaran yang dilayani. b) Measurable (dapat diukur). Perumusan sasaran perlu memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi SKPD atau kelompok sasaran yang dilayani. spesifik.1.C.. 6. 3. spesifik. dan sesuai dengan bidang layanan SKPD. Mereview pernyataan tujuan pembangunan jangka menengah dalam rancangan awal RPJMD untuk dikaitkan dengan tugas dan fungsi SKPD. Mereview hasil perumusan isu-isu strategis SKPD. yakni sifat dan tingkat sasaran dapat diidentifikasi dengan jelas.T-IV.T-IV. mudah dicapai. Pernyataan tujuan yang telah dirumuskan. serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. 2. dan 8. yakni sasaran dapat dicapai secara bertahap Pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan SKPD selanjutnya disusun dalam Tabel. 2. yakni periode pencapaian sasaran ditetapkan. (1) TUJUAN (2) SASARAN (3) INDIKATOR KINERJA (4) 1 (5) TARGET KINERJA PADA TAHUN KE2 3 4 (6) (7) (8) 5 (9) . Langkah yang diperlukan dalam perumusan sasaran sebagai berikut: 1.24 ini selanjutnya ditampilkan dalam dokumen Renstra SKPD. Tabel.T-IV. Mereview pernyataan visi dan misi SKPD. Tabel. 3. c) Achievable (dapat dicapai). yakni target sasaran dapat dicapai terkait dengan kapasitas dan sumber daya yang ada. fokus. 4. Mereview program prioritas beserta target indikator kinerja dari Rancangan Awal RPJMD yang menjadi tanggung jawab SKPD. Indikator kinerja urusan yang menjadi tugas dan fungsi SKPD.C. 2. dan f) Continously improve (perbaikan berkelanjutan). Kriteria SMART-C yaitu: a) Specific (spesifik). d) Relevant (relevan).24 berikut. Merumuskan pernyataan tujuan dengan cara: mendeskripsikan setiap pernyataan misi dalam satu atau beberapa tujuan yang menggambarkan kondisi atau keadaan yang harus ada supaya pernyataan misi dapat tercapai. Merumuskan rancangan capaian indikator yang terukur dari setiap sasaran. 7. sekurangkurangnya memenuhi indikator kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi tugas dan fungsi SKPD. 4. Pencapaian satu tujuan dapat saja melalui beberapa sasaran. untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan Sasaran Pelayanan Jangka Menengah SKPD Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur. yakni mencerminkan keterkaitan antara target sasaran dengan tujuan. Profil pelayanan terkait indikator kinerja. Isu-isu strategis SKPD yang sesuai dengan bidang layanan SKPD. e) Time Bound (batas waktu).9. 3. Merumuskan pernyataan sasaran untuk masing-masing tujuan. rasional.C.38 Adapun langkah-langkah perumusan tujuan berdasarkan penjabaran visi dan misi SKPD dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. dan 4. Mereview pernyataan tujuan pelayanan jangka menengah yang telah dirumuskan. C. 5.

- 39 -

Cara pengisian Tabel.T-IV.C.24: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan (2) diisi dengan uraian tujuan (3) diisi dengan uraian sasaran untuk setiap tujuan.Tujuan dapat dijabarkan dalam satu sasaran atau lebih (4) diisi dengan indikator kinerja setiap sasaran (5) sampai dengan (9) diisik dengan target kinerja sasaran yang harus dicapai pada tahun ke-1 sampai dengan tahun ke-5 pelaksanaan Renstra SKPD.

Secara skematik keterkaitan antara visi, misi dengan perumusan tujuan dan sasaran, program dan kegaiatan yang secara totalitas menjadi arsitektur kinerja pembangunan daerah, dapat digambarkan sebagai berikut:
GAMBAR. G-IV.C.3

Arsitektur Kinerja Pembangunan Daerah

Visi/Misi Dampak (Impact) Tujuan/ Sasaran
Hasil pembangunan daerah yang diperoleh dari pencapaian outcome “ Apa yang ingin diubah “

Program

Hasil (Outcome)

Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficiaries tertentu sebagai hasil dari output

“ Apa yang ingin dicapai “

Kegiatan

Keluaran (Output)

Produk/barang/jasa adalah yang dihasilkan dari proses/kegiatan yang menggunakan input.

“ Apa yang dikerjakan dan dihasilkan (barang) atau dilayani (proses)“

Input

Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output

“ Apa yang digunakan dalam bekerja“

Dari gambar di atas, jelas bahwa tujuan dan sasaran mempunyai peran penting sebagai rujukan utama dalam perencanaan SKPD secara keseluruhan. Selaras dengan penggunaan paradigma penganggaran berbasis kinerja maka perencanaan SKPD pun menggunakan prinsip yang sama. Pengembangan rencana pembangunan SKPD lebih ditekankan pada target kinerja, baik pada dampak, hasil, maupun keluaran dari suatu kegiatan, program, dan sasaran. Perumusan tujuan dan sasaran dari visi dan misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah menjadi landasan perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran Renstra SKPD untuk periode 5 (lima) tahun. Kuatnya hubungan kedua lembaga antara Kepala Daerah dan SKPD dalam perumusan tujuan dan sasaran untuk mewujudkan visi dan misi, dapat di jelaskan dalam bagan berikut ini:

- 40 GAMBAR. G-IV.C.4

Hubungan Kinerja Pembangunan Daerah
Kepala Daerah Kepala SKPD Visi/misi SKPD dibuat untuk secara langsung maupun tidak langsung untuk mendukung atau mewujudkan visi misi Kepala Daerah

Visi/Misi Tujuan/ Sasaran

Visi/Misi Tujuan/ Sasaran

Program Pembangunan Daerah Program Prioritas Program Penyelengaraan Urusan Pem.Daerah Program Prioritas

Program/Kegiatan Prioritas

Program Pembangunan Daerah berisi program-program prioritas terpilih yang menjadi “top priority” untuk mewujudkan visi/misi Kepala Daerah (RPJMD)

RPJMD

RENSTRA SKPD

Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu-isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah yang berhubungan dengan layanan dan tugas serta fungsi SKPD. Rumusan tujuan dan sasaran merupakan dasar dalam menyusun pilihan-pilihan strategi pembangunan dan sarana untuk mengevaluasi pilihan tersebut. Hasil analisis dan kajian sampai dengan perumusan tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan SKPD ini disampaikan kepada Bappeda sebagai bahan/masukan bagi penajaman substansi yang dihasilkan dalam penyusunan rancangan awal RPJMD. Tim penyusun RPJMD selanjutnya menggunakan hasil analisis/kajian dan rumusan dari tim penyusun Renstra SKPD ini dalam: 1. 2. 3. 4. 5. Perumusan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah; Perumusan kebijakan umum dan program pembangunan daerah; Perumusan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan Penentuan indikator keluaran program; Penentuan pagu per SKPD. Mempelajari Surat Edaran Kepala Daerah perihal Penyusunan Rancangan Renstra SKPD (dilampiri rancangan awal RPJMD dengan indikator keluaran program dan pagu per SKPD)

C.1.10.

Setelah surat edaran kepala daerah perihal penyusunan rancangan Renstra SKPD diterima, maka SKPD perlu mencermati: 1. 2. Jadwal penyampaian rancangan Renstra SKPD; Muatan rancangan awal RPJMD (analisis isu-isu strategis, visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan 5 (lima) tahun tahun mendatang, strategi dan arah kebijakan, kebijakan umum dan program pembangunan daerah, indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan); dan Indikator keluaran program dan pagu indikatif per SKPD; Perumusan Strategi dan Kebijakan Jangka Menengah SKPD

3.

C.1.11.

Strategi dan kebijakan dalam Renstra SKPD adalah strategi dan kebijakan SKPD untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah serta rencana program prioritas dalam rancangan awal RPJMD. Strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD menunjukkan bagaimana cara SKPD mencapai tujuan, sasaran jangka menengah SKPD, dan target kinerja hasil (outcome) program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi SKPD. Strategi dan kebijakan dalam Renstra SKPD selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan SKPD bagi setiap program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi SKPD. Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana SKPD mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk

- 41 melakukan tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya upaya memberbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi. Perumusan Strategi Rumusan strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam serangkaian kebijakan. Rumusan strategi juga harus menunjukkan keinginan yang kuat bagaimana SKPD menciptakan nilai tambah (value added) bagi stakeholder layanan. Di sini penting untuk mendapatkan parameter utama yang menunjukkan bagaimana strategi tersebut menciptakan nilai (strategic objective). Melalui parameter tersebut, dapat dikenali indikasi keberhasilan atau kegagalan suatu strategi sekaligus untuk menciptakan budaya ―berpikir strategik‖ dalam menjamin bahwa transformasi menuju pengelolaan pemerintah daerah yang lebih baik, transparan, akuntabel dan berkomitmen terhadap kinerja, strategi harus dikendalikan dan dievaluasi (learning process). Perencanaan sekaligus dimaksudkan untuk menerjemahkan visi dan misi Kepala Daerah ke dalam rencana kerja yang actionable. Segala sesuatu yang secara langsung dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan dan sasaran RPJMD maka dianggap strategis. Keterhubungan Renstra Strategis Perencanaan strategik didukung oleh keberhasilan kinerja dari implementasi perencanaan operasional dengan kerangka sebagaimana dijelaskan dalam bagan berikut ini:
Gambar.G-III.C.1 Keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD
RPJMD Renstra SKPD

- Visi dan Misi - Tujuan dan Sasaran - Strategi dan Arah kebijakan Perencanaan Strategik - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas

- Visi dan Misi - Tujuan dan Sasaran - Strategi dan Arah kebijakan - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas - Kegiatan Prioritas

Perencanaan Operasional

Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan

Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan - Program Prioritas - Kegiatan Prioritas

- Program Prioritas

Berdasarkan dari arsitektur perencanaan pembangunan daerah yang dibagi menjadi 2 (dua) perencanaan strategis dan opersional, maka SKPD diharapkan dalam merencanakan program dan kegiatannya dapat memecahkan permasalahan pembangunan daerah (visi, misi tujuan dan sasaran SKPD) dan permasalahan urusan pemerintahan daerah (indikator kinerja Daerah), seperti dijelaskan pada kerangka fikir pada gambar dibawah ini:

- 42 Gambar.G-III.C.2

Kerangka Fikir Keterhubungan Antarkinerja
Visi/Misi SKPD Tujuan dan Sasaran Indikator Kinerja Daerah (terkait)

Keterhub. dg Penyelenggaraan Program Pemb.Daerah

Penyelenggaraan Tugas & Fungsi SKPD

Program/Kegiatan Prioritas

Program/Kegiatan Prioritas

Lima prinsip manajemen untuk menciptakan komitmen dalam menjadikan strategi sebagai basis perencanaan pembangunan adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. Menerjemahkan strategi kedalam bentuk yang operasional; Menyelaraskan organisasi sesuai pilihan strategi jangka menengah; Menjadikan strategi sebagai komitmen dan rutinitas birokrasi; Menjadikan strategi sebagai proses yang berkelanjutan; dan Memobilisasi perubahan melalui kepemimpinan yang baik. Strategi dapat menyeimbangkan berbagai kepentingan yang saling bertolak-belakang; Strategi didasarkan pada tujuan dan sasaran SKPD dan pemenuhan kebutuhan layanan yang berbeda tiap segment masyarakat pengguna layanan, dan pemangku kepentingan; Layanan yang bernilai tambah diciptakan secara berkelanjutan dalam proses internal SKPD; dan Strategi terdiri dari tema-tema yang secara simultan saling melengkapi membentuk cerita atau skenario strategi.

Suatu strategi yang baik harus dikembangkan dengan prinsip-prinsip:

Suatu strategi, dapat secara spesifik dikaitkan dengan satu sasaran atau sekelompok sasaran dengan kerangka logis sebagaimana bagan berikut:
Gambar.G-III.C.3

Keterkaitan Sasaran Dengan Strategi

Sasaran 1

Strategi 1 atau

Sasaran 1

Sasaran 2

Strategi 1

Sasaran 2

Strategi 2

Sasaran 3

- 43 Dari gambar di atas, jelas bahwa perumusan strategi membutuhkan kesatuan tujuan untuk mendapatkan kesatuan tindak. Satu strategi dapat terhubung dengan pencapaian satu sasaran. Dalam hal, beberapa sasaran bersifat inherent dengan satu tema, satu strategi dapat dirumuskan untuk mencapai gabungan beberapa sasaran tersebut. Strategi dirumuskan berdasarkan hasil analisis gambaran pelayanan SKPD, hasil perumusan isu-isu strategis, tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. Perumusan strategi pada Renstra SKPD dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menyusun alternatif pilihan langkah yang dinilai realistis dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. 2. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk setiap langkah yang akan dipilih. 3. Melakukan evaluasi untuk menentukan pilihan langkah yang paling tepat antara lain dengan menggunakan metode SWOT (kekuatan/strengths, kelemahan/weaknesses, peluang/opportunities, dan tantangan/threats), dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Menentukan alternatif strategi pencapaian dari setiap indikator sasaran kedalam berbagai tabel, dengan salah satu contoh sebagai berikut:
Tabel.T-IV.C.25 Penentuan Alternatif Strategi Pencapaian Indikator Sasaran:.................................................... Peluang : 1. …………… 2. ……………… 3. dst … Tantangan: 1. ……………… 2. ……………… 3. dst …

Faktor Eksternal Faktor Internal Kekuatan : 1. ……………… 2. ……………… 3. dst …… Kelemahan: 1. ……………… 2. ……………… 3. dst ……

Alternatif Strategi : 1. ……………… 2. ……………… 3. dst …… Alternatif Strategi : 1. ……………… 2. ……………… 3. dst ……

Alternatif Strategi : 1. ……………… 2. ……………… 3. dst …… Alternatif Strategi : 1. ……………… 2. ……………… 3. dst ……

b)

Pemilihan strategi yang paling tepat (efektif dan efisien) diantara berbagai alternatif strategi yang dihasilkan melalui metode SWOT, dapat dilakukan melalui: 1) 2) 3) 4) Dibahas kembali melalui Focussed Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pakar yang memiliki pengalaman di bidang manajemen strategik; Menggunakan metode pembobotan dengan cara seperti yang dilakukan terhadap penentuan isu-isu strategis; Menggunakan metode Balanced Score Card; dan Menggunakan kombinasi antara FGD dengan metode lainnya untuk obyektivitas pemilihan strategi.

- 44 c) Alternatif strategi yang dipilih selanjutnya diuraikan kedalam tabel berikut:
Tabel.T-IV.C.26 Penentuan Strategi (Contoh Pencapaian Indikator Sasaran: Meningkatnya Angka Partisipasi Murni SLTP) No. (1) 1. 2. Sasaran (2) Meningkatnya APM SD Merata dan meningkatnya akses pendidikan dasar dan menengah - APM SD - Rasio guru terhadap murid di kota dan desa - Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis di kota dan desa Indikator Kinerja Sasaran (3) Strategi (4)

3.

Dst ...............

Cara PengisianTabel.T-IV.C.26: Kolom Kolom Kolom Kolom d) (1) diisi dengan nomor urut sesuai kebutuhan (2) diisi dengan uraian sasaran jangka menengah pelayanan SKPD sebagaimana hasil perumusan sasaran jangka menengah pelayanan SKPD (3) diisi dengan indikator kinerja setiap uraian sasaran (4) diisi dengan hasil pemilihan alternatif strategi yang dirumuskan pada Tabel.TIV.C.25 Keempat, untuk menghasilkan perumusan strategi yang pada akhirnya dapat selaras dengan pilihan kegiatan yang tepat maka rumusan strategi harus dipetakan (strategy mapping), agar secara seimbang melintasi lebih kurang empat perspektif: 1. Perspektif masyarakat/layanan: bagaimana strategi dapat menjadikan pengaruh langsung terhadap pengguna layanan atau segmen masyarakat, pemangku kepentingan lainnya. 2. Perspektif proses internal: strategi harus mampu menjadikan perbaikan proses dan pemberian nilai tambah pada proses birokrasi (internal business process). 3. Perspektif kelembagaan: strategi harus mampu menjelaskan dengan investasi apa pada sistem, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) untuk menjamin terselenggaranya layanan pemerintahan daerah yang baik (good governance) dalam jangka panjang. 4. Perspektif keuangan: strategi harus dapat menempatkan aspek pendanaan sebagai tujuan sekaligus sebagai konstrain (cost-effectiveness) serta untuk mencapai manfaat yang terbesar dari dana yang terbatas (allocative efficiency). Perumusan Kebijakan Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan yang dirumuskan harus dapat: 1. Membantu menghubungkan strategi kepada sasaran secara lebih rasional. 2. Memperjelas strategi sehingga lebih spesifik/fokus, konkrit, dan operasional; 3. Mengarahkan pemilihan kegiatan bagi program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi SKPD yang lebih tepat dan rasional berdasarkan strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor penentu keberhasilan untuk mencapai sasaran; dan 4. Mengarahkan pemilihan kegiatan bagi program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi SKPD agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan melanggar kepentingan umum. Langkah-langkah perumusan kebijakan adalah: 1. Merumuskan rancangan kebijakan dari setiap strategi dengan mempertimbangkan:

- 45 a) Besarnya pengaruh kebijakan terhadap keberhasilan implementasi strategi; dan b) Keterkaitan langsung dengan pencapaian tujuan dan sasaran yang ditetapkan 2. Menguji rumusan rancangan kebijakan apakah dapat menghasilkan pemilihan kegiatan bagi program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi SKPD yang lebih tepat dan rasional berdasarkan strategi yang dipilih dan telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu keberhasilan untuk mencapai sasaran; 3. Menguji apakah rancangan kebijakan tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan.
Tabel.T-IV.C.27 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan
VISI MISI I Tujuan 1 : Terwujudnya sumber daya manusia Provinsi/Kabupaten/Kota ......yang cerdas dan handal : ............................................ Tujuan Sasaran 1. Sasaran 1.1 2. Sasaran 1.2 3. Dst… 1. Sasaran 2.1 2. Sasaran 2.2 3. Dst… Dst…… : ............................................ Tujuan Tujuan 1 Sasaran 1. Sasaran 1.1 2. Sasaran 1.2 3. Dst… 1. Sasaran 2.1 2. Sasaran 2.2 3. Dst… Dst…… Strategi 1. Strategi 1.1 2. Strategi 1.2 3. Dst…….. 1. Strategi 2.1 2. Strategi 2.2 3. Dst…….. Dst…… Kebijakan 1. Kebijakan 1.1 2. Kebijakan 1.2 3. Dst… 1. Kebijakan 2.1 2. Kebijakan 2.2 3. Dst… Dst…… Strategi 1. Strategi 1.1 2. Strategi 1.2 3. Dst…….. 1. Strategi 2.1 2. Strategi 2.2 3. Dst…… Dst…… Kebijakan 1. Kebijakan 1.1 2. Kebijakan 1.2 3. Dst… 1. Kebijakan 2.1 2. Kebijakan 2.2 3. Dst… Dst……

Tujuan 2

Dst…… MISI II

Tujuan 2

Dst…… Dst ....

Tabel.T-IV.C.27 dapat menunjukkan relevansi dan konsistensi antar pernyataan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan. Jika terdapat pernyataan strategi atau kebijakan yang tidak relevan dan tidak konsisten dengan pernyataan lainnya, maka diperlukan perbaikan dalam proses perumusan strategi dan kebijakan tersebut. C.1.12. Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif

Program SKPD merupakan program prioritas RPJMD yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. Rencana program prioritas beserta indikator keluaran program dan pagu per SKPD sebagaimana tercantum dalam rancangan awal RPJMD, selanjutnya dijabarkan SKPD kedalam rencana kegiatan untuk setiap program prioritas tersebut. Pemilihan kegiatan untuk masingmasing program prioritas ini didasarkan atas strategi dan kebijakan jangka menengah SKPD. Indikator keluaran program prioritas yang telah ditetapkan tersebut, merupakan indikator kinerja program yang berisi outcome program. Outcome merupakan manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficiaries tertentu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program. Kelompok sasaran adalah pihak yang menerima manfaat langsung dari jenis layanan SKPD. Kegiatan yang dipilih untuk setiap program prioritas, harus dapat menunjukkan akuntabilitas kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. Perumusan rencana kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Review kembali rancangan awal RPJMD, yaitu pada: a. b. isu-isu strategis; visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan 5 (lima) tahun mendatang,

- 46 c. d. e. 2. strategi dan arah kebijakan; kebijakan umum dan program pembangunan daerah; dan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan.

Periksalah apakah visi, misi, tujuan, dan sasaran SKPD pada 5 (lima) tahun mendatang, strategi, dan kebijakan dalam rancangan Renstra SKPD telah relevan dan sinergis dengan rancangan awal RPJMD. Lakukan penyesuaian jika diperlukan; Perhatikan indikator program dan pagu per SKPD; Berdasarkan (2) dan (3), rumuskan target outcome program SKPD untuk mencapai sasaran pembangunan; Lakukan perumusan target output/keluaran yang akan dihasilkan melalui kegiatankegiatan dalam rangka mencapai target outcome program SKPD; Lakukan perumusan kegiatan; Hitunglah biaya kegiatan untuk mencapai target output kegiatan; Hitunglah biaya program untuk mencapai target outcome; Periksalah apakah total biaya program sesuai dengan pagu SKPD. Jika melebihi pagu SKPD, lakukan pemeringkatan prioritas program dan kegiatan sehingga sesuai dengan pagu SKPD. Daftar urutan prioritas program dan kegiatan ini menjadi salah satu bahan yang akan dibahas dalam forum SKPD penyusunan Renstra SKPD;

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

10. Susunlah rincian target outcome program kedalam target tahunan; dan 11. Berdasarkan target outcome tahunan pada langkah (10), susunlah perkiraan kebutuhan anggaran pembiayaan program pertahun Rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif dapat ditampilkan pada Tabel.T-IV.C.28 berikut ini. Tabel.T-IV.C.28 merupakan tabel yang harus ditampilkan dalam dokumen Renstra SKPD.

- 47 Tabel.T-IV.C.28

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif SKPD...........................*) Provinsi/ Kabupaten/Kota.......................**)
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 Kondisi Kinerja pada Unit Kerja SKPD akhir periode Penanggungjawab Renstra SKPD
target Rp

Lokasi

target

Rp

target

Rp

target

Rp

target

Rp

target

Rp

(1)

(2)

(3)

(4)

(5) Program ................ Kegiatan................

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

Tujuan Sasaran 1 1

Tujuan Sasaran 1 2

Program ................ Kegiatan................ Dst .......................

Tujuan Sasaran 2 1

Program ................ Kegiatan................ Program ................

*) diisikan dengan nama SKPD **) diisikan dengan nama provinsi/kabupaten/kota

- 48 Cara pengisiannya Tabel.T-IV.C.28: Kolom Kolom Kolom Kolom (1) diisi dengan pernyataan tujuan jangka menengah sebagaimana tercantum dalam Tabel.T-IV.C.24. (2) diisi dengan pernyataan sasaran dari setiap pernyataan tujuan. Pernyataan sasaran dari setiap tujuan sebagaimana tercantum dalam Tabel.T-IV.C.24 (3) diisi dengan indikator sasaran dari setiap pernyataan sasaran. Pernyataan indikator sasaran dari setiap sasaran sebagaimana tercantum dalam Tabel.TIV.C.24. (4) diisi dengan kode urusan/bidang urusan Pemerintahan Daerah/ Program.
x xx xx Kode Urusan Pemerintahan Daerah Kode Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Kode Program

Kolom

(5) Uraian nama program dan uraian nama kegiatan yang dirancang untuk setiap sasaran jangka menengah Kolom (6) Indikator kinerja program (outcome) dan kegiatan (output) diisi dengan uraian indikator kinerja program (outcome) dan kegiatan (output). Untuk urusan wajib yang berbasis pada pelayanan dasar diwajibkan menggunakan indikator SPM. Kolom (7) Data capaian pada tahun awal perencanaan diisi dengan data capaian pada awal tahun perencanaan untuk setiap indikator kinerja yang akan dijadikan titik tolak periode perencanaan jangka menengah SKPD Kolom Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan untuk setiap baris program, diisi sebagai berikut: Kolom Tahun-1 adalah tahun pertama periode Renstra SKPD, demikian seterusnya sampai dengan Kolom Tahun-5 adalah tahun kelima periode Renstra SKPD Kolom target diisi dengan jumlah/besaran target kinerja program (outcome) dan kinerja kegiatan (output) yang akan dicapai pada tahun berkenaan untuk masing-masing program dan kegiatan Kolom Rp diisi dengan jumlah pendanaan yang dibutuhkan pada tahun berkenaan guna mencapai target kinerja program (outcome) dan target kinerja kegiatan (output) pada tahun tersebut. Kolom Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD: Kolom (18) Kolom (19) Kolom (20) Kolom (21) C.1.13. diisi dengan jumlah/besaran target kinerja program (outcome) yang akan dicapai pada akhir periode Renstra SKPD untuk setiap program berkenaan. diisi dengan total jumlah pendanaan yang dibutuhkan untuk mendanai program, mulai dari tahun-1 sampai dengan tahun-5, guna mencapai target akhir kinerja program (outcome) yang ditetapkan pada akhir periode Renstra SKPD. diisi dengan nama unit kerja SKPD yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program dan kegiatan berkenaan. diisi dengan indikasi lokasi pelaksanaan program dan kegiatan berkenaan. Perumusan Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD adalah indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Perumusan indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) 2) 3) Review terhadap tujuan dan sasaran dalam rancangan awal RPJMD; Identifikasi bidang pelayanan dalam tugas dan fungsi SKPD yang berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan dan sasaran dalam rancangan awal RPJMD; dan Identifikasi indikator dan target kinerja SKPD yang berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan dan sasaran dalam rancangan awal RPJMD.

- 49 Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD disusun dalam Tabel.TIV.C.29 berikut. Tabel.T-IV.C.29 adalah tabel yang harus dimuat dalam dokumen Renstra SKPD.
Tabel.T-IV.C.29 Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Contoh: SKPD Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota
Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD Tahun 0 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Angka Melek Huruf Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SD/MI Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SMP/MTS Pendidikan Luar Biasa (PLB) jenjang SMA/SMK/MA Pembinaan Guru jenjang SD/MI Pembinaan Guru jenjang SMP/MTS Pembinaan Guru jenjang SMA/SMK/MA Fasilitasi dan Asistensi Pengelolaan Penjaminan Mutu Pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Penduduk yang berusia >15 Tahun melek huruf (tidak buta aksara) Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B Angka Partisipasi Murni (APM)) SMA/SMK/MA/Paket C Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA Angka Kelulusan (AL) SD/MI Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs Angka Kelulusan (AL) SMA/SMK/MA Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV (2) Angka Rata-rata Lama Bersekolah (3) Tahun 1 (4) Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD (9)

Target Capaian Setiap Tahun

NO

Indikator

Tahun 2 (5)

Tahun 3 (6)

Tahun 4 (7)

Tahun 5 (8)

Cara pengisian Tabel.T-IV.C.29: Kolom (1) diisi dengan nomor urutan pengisian indikator. Kolom (2) diisi dengan uraian indikator kinerja SKPD yang berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan dan sasaran dalam RPJMD Kolom (3) diisi dengan data capaian pada awal tahun periode RPJMD untuk setiap indikator kinerja Kolom (4) sampai dengan kolom (8) diisikan dengan besaran yang ditargetkan untuk setiap indikator kinerja pada masing-masing tahun berkenaan Kolom (9) diisi dengan besaran yang ditargetkan tercapai pada akhir tahun periode RPJMD untuk setiap indikator kinerja SKPD C.1.14. Pelaksanaan Forum SKPD

Forum SKPD dalam rangka penyusunan Renstra SKPD adalah forum para pemangku kepentingan pelayanan SKPD untuk membahas rancangan Renstra SKPD dibawah koordinasi kepala SKPD untuk mendapatkan masukan bagi penajaman dan penyempurnaan substansi rancangan Renstra SKPD.

1.2. forum SKPD penyusunan Renstra SKPD dilaksanakan untuk mempertajam dan menyempurnakan muatan rancangan Renstra SKPD sebelum disampaikan kepada Bappeda untuk diverifikasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. dan Rancangan Awal RPJMD. 3. e. Peserta forum SKPD adalah pihak-pihak yang memiliki hak pengambilan keputusan dalam forum SKPD melalui pembahasan yang disepakati bersama. program dan kegiatan yang akan dimuat dalam dokumen Renstra SKPD mampu merespon kebutuhan dan aspirasi para pemangku kepentingan pelayanan SKPD tersebut.. Tujuan dan sasaran pelayanan SKPD jangka menengah. Tujuan penyelenggaraan forum SKPD adalah untuk: 1. Rancangan Renstra SKPD yang telah disempurnakan ini kemudian disampaikan kepada Bappeda sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam Surat Edaran Kepala Daerah perihal Penyusunan Rancangan Renstra SKPD. c. Peserta forum SKPD berfungsi sebagai pengambil keputusan melalui pembahasan yang disepakati bersama.1. Forum ini menjadi semacam uji publik atas rancangan kebijakan pelayanan SKPD dalam menangani dinamika kebutuhan dan aspirasi pelayanan para pemangku kepentingan SKPD tersebut untuk 5 (lima) tahun mendatang.14. d. Forum ini juga menjadi media komunikasi antara SKPD dengan para pemangku kepentingannya untuk menyepakati apa yang dapat dilakukan dan apa yang belum dapat dilakukan SKPD melalui Renstra SKPD tahun rencana. dan Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kesepakatan yang dihasilkan oleh forum SKPD ini menjadi acuan bagi tim penyusun Renstra SKPD dalam penyempurnaan materi rancangan Renstra SKPD. penyelarasan. Penyelenggaraan forum SKPD dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi. Ringkasan Renstra K/L dan Renstra SKPD provinsi. dan 4. Dengan demikian. dan penyepakatan tentang: a.14. Program dan kegiatan prioritas SKPD dalam 5 (lima) tahun mendatang.1. . Materi yang Perlu Disiapkan Materi yang perlu disiapkan bagi pembahasan forum SKPD ini sekurang-kurangnya adalah: Ringkasan hasil kajian/analisis dan hasil perumusan substansi Rancangan Renstra SKPD yang dihasilkan oleh Tim Penyusun Renstra SKPD. 2. Peserta forum SKPD terdiri dari: 1. C. 2.1. Isu strategis (pelayanan) SKPD untuk ditangani dalam 5 (lima) tahun mendatang. 4. SKPD yang bersangkutan. Ringkasan Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota. kebijakan. Kelompok sasaran pelayanan SKPD. digunakan untuk pembahasan forum SKPD kabupaten/kota. Strategi dan kebijakan pelayanan. 1. klarifikasi. tujuan dan sasaran.1.2. b. C. 2. efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan.14. SKPD yang memperoleh manfaat/dampak langsung/tidak langsung dari pelayanan SKPD. 3.50 Forum SKPD penyusunan Renstra SKPD merupakan forum penting guna membantu memastikan bahwa isu strategis pelayanan. Kelompok yang memperoleh manfaat/dampak tidak langsung dari pelayanan SKPD. digunakan untuk pembahasan forum SKPD provinsi. Mengkomunikasikan hasil analisis/kajian oleh SKPD atas kebutuhan pelayanan SKPD untuk lima tahun mendatang Memperoleh penajaman. Keluaran yang harus dihasilkan oleh forum SKPD penyusunan Renstra SKPD adalah materi kesepakatan dengan para pemangku kepentingan pelayanan SKPD tentang masukanmasukan bagi penyempurnaan substansi rancangan Renstra SKPD. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam Forum SKPD Penyusunan Renstra SKPD Peserta C.

Mengumumkan secara terbuka minimal 3 (tiga) hari sebelum penyelenggaraan forum SKPD tentang jadwal. agenda. Tugas Tim Penyelenggara forum SKPD adalah: 1.51 C. Menyiapkan materi yang diperlukan bagi pembahasan forum SKPD. agenda acara. agenda dan daftar kebutuhan logistik/kelengkapan Forum SKPD. Merangkum berita acara kesepakatan hasil penyelenggaraan forum SKPD. Mempublikasikan pokok-pokok substansi rancangan Renstra SKPD melalui media masa. Tahap perumusan kesepakatan. dan tempat pelaksanaan forum SKPD. 6.1.14.1. Tim Penyelenggara Forum Tim penyelenggara forum SKPD adalah tim penyusun Renstra SKPD. Isu-isu strategis pelayanan SKPD untuk ditangani pada 5 tahun mendatang .3. Mengumumkan secara terbuka jadwal. Rencana program dan kegiatan. kelompok sasaran.. dan Menyampaikan kepada Bappeda dan DPRD rancangan Renstra SKPD yang telah disempurnakan berdasarkan hasil forum SKPD Pelaksanaan Forum SKPD C. Tahap persiapan. kriteria prioritisasi program SKPD jangka menengah. 2. pembagian diskusi kelompok. 4) 5) Mengundang fasilitator yang dinilai memenuhi kualifikasi berikut: memiliki pemahaman yang memadai atas substansi yang akan dibahas dalam forum SKPD. Menyiapkan jadwal. Menyusun hasil penyempurnaan substansi rancangan Renstra SKPD berdasarkan hasil forum SKPD. dan tempat penyelenggaraan Forum SKPD Menerima pendaftaran peserta forum SKPD.2. Tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. minimal 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan forum SKPD. Menyiapkan tata cara pelaksanaan forum SKPD meliputi peserta. narasumber. agenda. . Menyusun jadwal.4. Mengidentifikasi fasilitator yang akan memandu pembahasan. C. C. agenda.2.3. Fasilitator bertanggungjawab terhadap kelancaran proses pembahasan dan pengambilan keputusan untuk menyepakati setiap materi yang dibahas dalam setiap kelompok diskusi. dan Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Tahapan pelaksanaan forum SKPD terdiri dari: 1. dan perumusan kesepakatan dan berita acara. 2.14. dan memiliki pengalaman yang memadai dalam memfasilitasi diskusi dan penyepakatan hasil. 3. tempat dan logistik pelaksanaan forum SKPD. Strategi dan kebijakan pelayanan jangka menengah SKPD. indikator kinerja. Tahap Persiapan Forum SKPD Pada tahap ini. kegiatan yang dilakukan adalah: 1) 2) 3) Menyiapkan materi yang akan digunakan sebagai bahan pembahasan dalam forum SKPD. fasilitator yang akan terlibat. 8.1. C. 4. dan pendanaan indikatif.3.1.1.1. 7.14. dan 3. Narasumber Narasumber forum SKPD berfungsi memberikan informasi yang perlu diketahui peserta untuk proses pengambilan keputusan hasil forum SKPD. Informasi yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan.14.2. Pokok-pokok substansi rancangan Renstra SKPD sedikitnya memuat: a) b) c) d) e) f) g) 6) Gambaran kinerja pelayanan SKPD pada periode sebelumnya. 5. Fasilitator Fasilitator yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan dan proses pengambilan keputusan dalam kelompok diskusi. Visi dan misi pelayanan SKPD. Tahap diskusi dan pembahasan.2.14.

Sidang Pleno II berisikan pemaparan rancangan hasil sidang kelompok antara lain: a) b) 5. program prioritas. Dalam kaitan ini dapat dibentuk tim perumus yang berunsurkan fasilitator.T-IV. pengambilan keputusan ditetapkan dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah kelompok diskusi. Menerima pendaftaran peserta forum SKPD sampai dengan 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan forum SKPD.3. indikator keluaran program. dan Tabel. diambil keputusan untuk disepakati menjadi keputusan sidang pleno II atas setiap materi kelompok diskusi pada Forum SKPD. indikasi rencana program prioritas daerah. tujuan dan sasaran pembangunan daerah jangka menengah. kelompok sasaran. kelompok sasaran. dan klarifikasi dari seluruh peserta forum SKPD terhadap materi hasil diskusi kelompok.C. serta indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. strategi dan kebijakan. Pengambilan keputusan ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Pembukaan oleh Kepala SKPD. dan Tanggapan umum peserta atas materi yang dipaparkan kriteria prioritisasi program SKPD jangka menengah.C. Perumusan rancangan kesepakatan hasil forum SKPD yaitu: a) b) 6. Penutupan mencakup: a) . narasumber. dan klarifikasi dari peserta kelompok diskusi. C.24. Rangkuman hasil keputusan sidang pleno II dirumuskan kedalam rancangan berita acara hasil kesepakatan forum SKPD Pembacaan rumusan rancangan berita acara hasil forum SKPD b) c) d) 3. Pemaparan pokok-pokok materi rancangan Renstra SKPD Pemaparan materi lainnya sesuai kebutuhan. Dalam hal pengambilan keputusan tidak dapat ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. dan keterkaitan antar program dalam sidang pleno II. dan pagu indikatif SKPD yang bersangkutan.14. peserta menginformasikan pada kelompok diskusi yang mana dia akan bergabung. dan pendanaan indikatif SKPD.. isu-isu strategis. indikator kinerja.28. strategi dan kebijakan. indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD dalam upaya mewujudkan visi dan misi SKPD dan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan daerah jangka menengah.T-IV. Tahap Diskusi dan Pembahasan Forum SKPD Tahap diskusi dan pembahasan forum SKPD terdiri dari: 1. a) Sidang kelompok diskusi membahas: b) c) d) 4. Merangkum seluruh tanggapan dan saran serta keputusan atas penajaman. Tabel. tujuan dan sasaran. Saat mendaftar. dan klarifikasi terkait dengan aspek keterpaduan. wakil-wakil kelompok. program prioritas. Sidang Pleno I meliputi: a) Pemaparan tentang pokok-pokok materi rancangan awal RPJMD yang sekurangkurangnya meliputi isu strategis pembangunan daerah. Pembahasan untuk memperoleh saran. indikator kinerja. Berdasarkan tanggapan.27.C. Materi yang disepakati kelompok diskusi diformulasikan kedalam rancangan rumusan hasil keputusan/kesepakatan kelompok diskusi. penajaman.29.T-IV.C. Tabel.52 7) 8) 9) Mengundang narasumber yang telah dipilih berdasarkan kompetensi atas bidang pelayanan SKPD. Tabel. penajaman. dan pagu indikatif SKPD.1. 2. tujuan dan sasaran.T-IV. tanggapan.2. keselarasan. sesuai dengan kebutuhan. Hasil penajaman isu-isu strategis. Menyusun tata tertib pembahasan forum SKPD. dan 10) Menyusun daftar pembagian peserta berdasarkan butir (9).

......1....... PENYUSUNAN RENSTRA SKPD...... Berita acara hasil kesepakatan forum SKPD yang telah disetujui ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur yang menghadiri forum SKPD........................... ....... PROVINSI/KABUPATEN/KOTA *).. Daftar hadir peserta forum SKPD.....tanggal.. strategi. Pengambilan keputusan ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.. sidang pleno II........ mendengar.......3..... (disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan) Tanggapan dan saran dari seluruh peserta forum SKPD terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi............ yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan sebagaimana daftar hadir peserta yang tercantum dalam LAMPIRAN I berita acara ini.................... dan mempertimbangkan: a....53 b) c) Meminta tanggapan akhir dari peserta terhadap rumusan rancangan berita acara kesepakatan hasil forum SKPD yang dibacakan untuk pengambilan keputusan kesepakatan........ dengan contoh format sebagai berikut: 2...... Pemaparan materi............ : .............. Format Rancangan Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD...... Berita acara hasil kesepakatan forum SKPD yang telah ditandatangani beserta lampirannya dijadikan sebagai bahan penyempurnaan Rancangan Renstra SKPD yang akan disampaikan kepada Bappeda untuk diverifikasi.. f... a.. c........... Rekapitulasi hasil pembahasan kelompok forum SKPD terhadap isu strategis.. maka pada: Hari dan Tanggal Jam Tempat : : : .. Tahap Perumusan Hasil Perumusan hasil dilakukan dengan sebagai berikut: 1................. sampai dengan hari …………………….... kelompok diskusi..... dan sidang pleno III sebagai lampiran dari berita acara hasil kesepakatan forum SKPD........... b.... Dalam hal pengambilan keputusan tidak dapat ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat............... d.. C........... Rancangan berita acara hasil kesepakatan forum SKPD.. tanggal bulan .... Setelah memperhatikan............. Hasil kesepakatan sidang kelompok forum SKPD... Rekapitulasi hasil pembahasan sidang-sidang kelompok forum SKPD terhadap program dan kegiatan prioritas Renstra SKPD. pengambilan keputusan ditetapkan dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta... e...... 4... .................. sasaran... forum SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota*) …....... Rekapitulasi hasil pembahasan sidang-sidang kelompok forum SKPD terhadap indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD..3......... dan kebijakan Renstra SKPD................... Tim perumus merangkum seluruh hasil pembahasan materi pada sidang pleno I.. 3..... Pada hari .14................ b. Format berita acara hasil kesepakatan forum SKPD beserta lampirannya terdiri dari: a..... tujuan...tahun …………telah diselenggarakan forum SKPD Penyusunan Renstra SKPD .............................

Format Daftar Hadir Peserta Forum SKPD LAMPIRAN I : BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Tabel..... Tahun .... strategi dan kebijakan pelayanan rancangan Renstra SKPD...-... tujuan dan sasaran.... Kepala SKPD selaku pimpinan sidang Forum SKPD....... Provinsi/Kabupaten/Kota*) . Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN IV berita acara ini....... Catatan: *) coret yang tidak perlu KEDUA : KETIGA KEEMPAT : : KELIMA : Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya...... …. tanggal …. Dst.... Nama Lembaga/instansi Jabatan/Alamat Tanda Tangan b...... NO 1....C.........Tahun . Tahun .-....30 Daftar Hadir Peserta Forum SKPD.... Provinsi/Kabupaten/Kota*) ....... ......... yang disertai dengan target dan kebutuhan pendanaan sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN III berita acara ini.T-IV..... Provinsi/Kabupaten/Kota*) .. .... sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN V yang merupakan satu kesatuan dan tidak terpisahkan dari berita acara ini......... sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini... provinsi/kabupaten/kota*)............. Berita acara ini beserta lampiran sebagaimana dimaksud pada diktum KEEMPAT dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan Renstra SKPD................. provinsi/kabupaten/kota*) ... 2........ 4............. 3..54 MENYEPAKATI KESATU : Isu strategis (pelayanan) SKPD..... provinsi/kabupaten/kota*) .... Dst.. Nama Lembaga/Instansi Alamat & no Telp.. ...... Tanda tangan ( Nama) Mewakili Peserta Forum SKPD Penyusunan Renstra SKPD…………….. Tahun.... Rencana program dan kegiatan prioritas SKPD...... 4................. Hasil kesepakatan sidang-sidang kelompok forum SKPD.. 6.......... 2... 5......……………… Tanggal : .......... . Tempat : ... No 1....... 3....... Tanda tangan ..

...........1 2.C.2 3...1 2...55 - c....31 Rekapitulasi Hasil Pembahasan Kelompok Forum SKPD...1 2... Dst……. Strategi.. dst VISI MISI I : : . Strategi 2....... Strategi Strategi 1... Tujuan 1 Sasaran 1....... Sasaran 2........ 2.. Sasaran 1. Kebijakan 1... Strategi 2.. Provinsi/Kabupaten/Kota*) ....2 Dst……...... Strategi 1... Sasaran 1......1 2. ISU STRATEGIS: 1..2 3. 2...2 3.... Tujuan. Dst… Dst…… Tujuan 1 2. Tempat : .. 3. Dst…… 1.........……………… Tanggal : ....... dan Kebijakan Renstra SKPD LAMPIRAN II : BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Tabel. Dst…… . Strategi. Sasaran 2. Dst… Dst…… Tujuan 2 2. Dst… Dst…… MISI II Dst…… : . terhadap Isu Strategis..... Sasaran.1 Kebijakan 1.2 3... Sasaran... Strategi 1.1 Strategi 1....1 1..... 3.1 Tujuan Strategi 1. 2. Sasaran 1...... Dst……. Kebijakan Kebijakan 1..2 3.. Kebijakan 2.... Kebijakan 2.2 3...2 3...... Tahun ....... Dst… 1...... Sasaran 1...-...T-IV......2 Dst… Tujuan 2.. Tujuan.. Format Rekapitulasi Hasil Pembahasan Kelompok Forum SKPD terhadap Isu Strategis.. 1.. Dst…… Kebijakan 1.. dan Kebijakan Renstra SKPD.. Kebijakan 1....1 1... Dst… Dst…… Dst .. Sasaran 1...

. Kegiatan....32 Rekapitulasi Hasil Pembahasan Sidang-sidang Kelompok Forum SKPD terhadap Program dan Kegiatan Prioritas Renstra SKPD....... Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) (6) Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (7) Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD target (18) Rp (19) (20) (21) Unit Kerja SKPD Penanggungjawab Lokasi Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (1) (2) (3) (4) (5) Program ....... Tujuan 1 Sasaran 1 Tujuan 1 Sasaran 2 Program ......56 d.. Kegiatan.....……………… Tanggal : .. Dst ............ Tahun..................C..................... Tujuan 2 Sasaran 1 Program ....... Format Rekapitulasi Hasil Pembahasan Sidang-Sidang Kelompok Forum SKPD terhadap Program dan Kegiatan Prioritas Renstra SKPD LAMPIRAN III : BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Tabel. Program .... Tempat : ..... Provinsi/Kabupaten/Kota*) ..T-IV........ Kegiatan..— . .........

Dst… Dst…… Strategi 1. Dst……. Strategi 2. Sasaran 2.. Sasaran 1.... 3. 3. Tempat: ......C.2 3.2 3..57 e. HASIL KESEPAKATAN SIDANG KELOMPOK FORUM SKPD LAMPIRAN V : BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : HASIL KESEPAKATAN SIDANG KELOMPOK ...C...... Tujuan Tujuan 1 Tujuan 2 Dst…… Sasaran 1.. 1.........T-IV.......2 3...1 2..... Strategi 1.. Strategi 2.33 Rekapitulasi Hasil Pembahasan Sidang-sidang Kelompok Forum SKPD terhadap Indikator kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Provinsi/Kabupaten/Kota*) . NO Indikator Sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD Tahun 0 Tahun 1 Target Capaian Setiap Tahun Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD f...... Tempat: ............2 3.....1 Kebijakan 2..... Dst……....... Kebijakan Kebijakan 1.2 Dst… Kebijakan 2.2 Dst… Dst…… ...... Strategi 1. Sasaran 2...34 ISU STRATEGIS: VISI MISI : ............................ Dst…… 1..... Format Rekapitulasi Hasil Pembahasan Sidang-sidang Kelompok Forum SKPD terhadap Program dan Kegiatan Prioritas Renstra SKPD LAMPIRAN IV : BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Tabel... Provinsi/Kabupaten/Kota*) ....... Sasaran 1....... 1..1 Kebijakan 1.......... : ......T-IV. Dst… 1.……………… Tanggal: .......... Tabel...1 2. 2...... Pokok Bahasan: Misi ... 2.....1 2...1 2..... FORUM SKPD.. Tanggal: ....

. Tabel.... Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) (6) Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (7) Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Kode Program dan Kegiatan Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra SKPD target (18) Unit Kerja SKPD Penanggungjawab Lokasi target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) Rp (19) (20) (21) (1) (2) (3) (4) (5) Tujuan 1 Sasaran 1 Program ....... Tahun... Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Target Capaian Setiap Tahun Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 NO Indikator Sesuai Tugas dan Fungsi SKPD Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD ........……………… terkait dengan Pokok Bahasan Misi .....C..... — . Provinsi/Kabupaten/Kota*) .... Kegiatan....C............58 Tabel......36 Indikator kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Provinsi/Kabupaten/Kota*) . Kegiatan.. Dst ....35 Program dan Kegiatan Prioritas Renstra SKPD. Kegiatan........... Program ... Tujuan 2 Sasaran 1 Program ..……………… terkait dengan pokok bahasan Misi .T-IV.. Tujuan 1 Sasaran 2 Program ..T-IV......

. 4...C. 5. mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD.C. mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya. dengan sistematika penulisan sekurang-kurangnya sebagai berikut: BAB I 1.T-IV. Forum SKPD Provinsi……………… Tahun . 1. serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD.. BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) SKPD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Peraturan Daerah. mengemukakan capaian program prioritas SKPD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya....... peraturan pemerintah.2 Tahap Penyajian Rancangan Renstra SKPD Hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan perumusan rancangan Renstra SKPD yang telah diuraikan sebelumnya. Dst.. fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.. disusun secara sistematis kedalam naskah rancangan Renstra SKPD. serta susunan garis besar isi dokumen... dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi. proses penyusunan Renstra SKPD..38 Daftar Anggota Sidang Kelompok. (nama daerah) (Tanggal/Bulan/Tahun) NO 1.. keterkaitan Renstra SKPD dengan RPJMD... ..-. 2.. 3.... tugas dan fungsi. 2..T-IV.. 3.. Jabatan Dalam Sidang Lembaga/instansi Kelompok Tanda Tangan C. dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra SKPD ini. 4. dst Nama Tabel.59 Tabel... 1. kewenangan SKPD.. Saran/Rekomendasi Sidang Kelompok Saran/Rekomendasi Sidang Kelompok . dan dengan Renja SKPD.37 No 1.4 Sistematika Penulisan Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra SKPD. Renstra K/L dan Renstra provinsi/kabupaten/kota.2 Landasan Hukum Memuat penjelasan tentang undang-undang....3 Maksud dan Tujuan Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra SKPD 1..

asset/modal.1 Tugas.C.1.2 dan Tabel. 2. dan/atau indikator kinerja pelayanan SKPD dan/atau indikator lainnya seperti MDGs atau indikator yang telah diratifikasi oleh pemerintah.2 Sumber Daya SKPD Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Adapun tabel yang perlu disajikan adalah hasil pengisian Tabel.3 Kinerja Pelayanan SKPD Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerja SKPD berdasarkan sasaran/target Renstra SKPD periode sebelumnya. dan unit usaha yang masih operasional.. Uraian tentang struktur organisasi SKPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi. dan Struktur Organisasi SKPD Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan SKPD. Fungsi.T-IV.2. prosedur. mencakup sumber daya manusia. mekanisme). Bahan penulisan tentang kinerja pelayanan SKPD ini mengacu pada hasil kerja bagian B. struktur organisasi SKPD. jumlah personil.3 dengan format sebagai berikut: . serta uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah kepala SKPD.60 2. menurut SPM untuk urusan wajib.T-IV.C. dan tata laksana SKPD (proses. 2.2.

...... . ... Kepala SKPD ... 20.... ……………… Uraian ***) (1) 1 (2) Anggaran pada Tahun ke2 3 4 (3) (4) (5) 5 (6) 1 (7) Realisasi Anggaran pada Tahun ke2 3 4 (8) (9) (10) 5 (11) Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun ke1 2 3 4 5 (12) (13) (14) (15) (16) Rata-rata Pertumbuhan Anggaran Realisasi (17) (18) *) **) ***) diisikan dengan nama SKPD diisikan dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kewenangan SKPD ... 20.........1 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD *)...... Provinsi/Kabupaten/Kota**)....... Tabel 2...... ...61 Tabel 2.... Kepala SKPD ...... .... Provinsi/Kabupaten/Kota ……………… NO (1) Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD (2) Target SPM Target IKK (3) (4) Target Indikator Lainnya (5) Target Renstra SKPD Tahun ke1 (6) Realisasi Capaian Tahun ke1 (11) Rasio Capaian pada Tahun ke5 1 (16) 2 (7) 3 (8) 4 (9) 5 (10) 2 (12) 3 (13) 4 (14) 2 (17) 3 (18) 4 (19) 5 (20) (15) .....2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD* ...................................

perkiraan besaran kebutuhan pelayanan. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan SKPD. 2. .9). dan sebagainya.C. interpretasi sekurang-kurangnya mengemukakan ada/tidaknya kesenjangan/gap pelayanan. Bagian ini mengemukakan macam pelayanan. misalnya prosedur/mekanisme. Hasil interpretasi ini ditujukan untuk menggambarkan potensi dan permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari kinerja pelayanan periode sebelumnya.1.2 Telaahan Visi. Misi.1 ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktorfaktor yang mempengaruhinya.1.2. dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan. 3. hasil telaahan terhadap RTRW. progres pelaksanaan program.C. dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi.2 (Analisis Gambaran Pelayanan SKPD) 3. Selanjutnya berdasarkan identifikasi permasalahan pelayanan SKPD (Tabel.2. dikemukakan apa saja interpretasi atas hasil pengisian tiap tabel tersebut.. dipaparkan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan SKPD yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah tersebut (hasil pengisian Tabel.T-IV. faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan pelayanan ini.T-IV. Setelah penyajian Tabel.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS. pada pelayanan mana saja target telah tercapai. 3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L ataupun Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota. misi.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Bagian ini mengemukakan hasil analisis terhadap Renstra K/L dan Renstra SKPD kabupaten/kota (untuk provinsi) dan Renstra SKPD provinsi (untuk kabupaten/kota). Setelah penyajian Tabel 2.T-IV. Identifikasi permasalahan didasarkan pada hasil pengisian Tabel. Hasil interpretasi ini ditujukan untuk menggambarkan potensi dan permasalahan pendanaan pelayanan SKPD.62 Setelah penyajian setiap tabel diatas.C. lalu pada pelayanan mana saja target belum tercapai serta faktor yang mempengaruhi belum berhasilnya pelayanan tersebut. pada perihal mana yang baik atau kurang baik.9 yang telah dilakukan pada C. jumlah dan kualitas personil (sumber daya manusia). dan hasil analisis terhadap KLHS yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayanan SKPD pada lima tahun mendatang. dan selanjutnya mengemukakan apa saja faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD. BAB III 3. serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. interpretasi sekurang-kurangnya mengemukakan pada tahun mana saja rasio antara realisasi dan anggaran dapat dikatakan baik atau kurang baik.11).

sasaran jangka menengah pada Renstra K/L. kelompok sasaran. Dengan demikian.T-IV. dan pendanaan indikatif). DAN SASARAN.3 Strategi dan Kebijakan SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang. kegiatan.1.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD NO. dan implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD Selanjutnya dikemukakan metoda penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut.T-IV. sebagaimana dihasilkan pada C1.12. INDIKATOR KINERJA..7 4. (Perumusan rencana program. pada bagian ini diperoleh informasi tentang apa saja isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra SKPD tahun rencana. KELOMPOK SASARAN.1 sebagaimana berikut ini. . Pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD beserta indikator kinerjanya disajikan dalam Tabel 4.11. gambaran pelayanan SKPD.27.1.24.1 yang bersumber dari Tabel.C. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN. implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD.5 Penentuan Isu-isu Strategis Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari: 1. Adapun penyajiannya menggunakan Tabel 5.8 (Perumusan Tujuan Pelayanan Jangka Menengah SKPD) dan C. sasaran jangka menengah dari Renstra SKPD provinsi/kabupaten/kota. TUJUAN. BAB IV 4. Tabel 4. 2.C.9 (Perumusan Sasaran Pelayanan Jangka Menengah SKPD) dan dikemukakan dalam Tabel.1.28.63 3. MISI. STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD sebagaimana dihasilkan pada B. 3.2. 5.1. DAN PENDANAAN INDIKATIF Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan. 4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD sebagaimana dihasilkan pada C.1 VISI. yaitu dari Tabel. kelompok sasaran. indikator kinerja.T-IV. (1) TUJUAN (2) SASARAN (3) INDIKATOR SASARAN (4) TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE1 (5) 2 (6) 3 (7) 4 (8) 5 (9) 4.C. indikator kinerja. dan pendanaan indikatif sebagaimana dihasilkan dari C.

.. Tujuan Sasaran 2 1 Program .64 Tabel 5......1 Rencana Program. Dst ......... Kegiatan. (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) Tujuan Sasaran 1 1 *) diisikan dengan nama SKPD **) diisikan dengan nama Provinsi/Kabupaten/Kota BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD..1 yang bersumber dari Tabel......*) Provinsi/Kabupaten/Kota.. Indikator Kinerja..**) Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan Indikator Kondisi Unit Kinerja Data Kinerja Kerja Program Capaian Indikator Program dan pada akhir SKPD Tujuan Sasaran Kode (outcome) pada Tahun Tahun-1 Tahun-2 Tahun-3 Tahun-4 Tahun-5 Lokasi Sasaran Kegiatan periode Penangdan Awal Renstra gungKegiatan Perencanaan SKPD jawab (output) target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp target Rp (1) (2) (3) (4) (5) Program ...... .T-IV.. Kegiatan.. Tujuan Sasaran 1 2 Program .............................1 Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD Tahun 0 Tahun 1 NO Indikator Target Capaian Setiap Tahun Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD (8) (9) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Naskah rancangan Renstra SKPD ini selanjutnya disampaikan kepala SKPD kepada Bappeda untuk di verifikasi.. dan Pendanaan Indikatif SKPD..... Kegiatan. Kelompok Sasaran....... Tabel 6..... Kegiatan...C.....29.. Indikator kinerja SKPD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD ini ditampilkan dalam Tabel 6......

Penyusunan rancangan akhir ini dilakukan melalui dua tahap yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan. 2. Setelah perumusan rancangan akhir Renstra SKPD diselesaikan.1. maka tim penyusun Renstra SKPD membahas rancangan akhir Renstra SKPD dengan seluruh unit kerja SKPD.1. kebijakan. Tahap Perumusan Rancangan Akhir Renstra SKPD Setelah RPJMD disahkan dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.1. strategi. program. 6. sasaran. sasaran.2. PENYUSUNAN RANCANGAN AKHIR RENSTRA SKPD. Tahap perumusan rancangan akhir Renstra SKPD. Ini merupakan bagian penting. Penajaman kembali rumusan tujuan SKPD berdasarkan rumusan tujuan. Penajaman visi dan misi. tim menyempurnakan rancangan akhir Renstra SKPD . sasaran. dan Penyusunan rancangan Keputusan Gubernur/Keputusan Bupati/Walikota tentang Renstra SKPD. Hal pertama yang dilakukan dalam penyempurnaan ini adalah penajaman visi dan misi. Penyusunan Rancangan Akhir Renstra SKPD merupakan penyempurnaan atas Rancangan Renstra SKPD yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. 2. Visi dan misi SKPD yang telah dirumuskan semula pada rancangan Renstra SKPD dipertajam dan disesuaikan dengan visi dan misi sebagaimana dalam RPJMD. D. kebijakan. Penajaman indikator kinerja urusan (sesuai tugas dan fungsi). Penyesuaian program prioritas SKPD yang disertai dengan indikasi kebutuhan pendanaan.1. maka sebagai konsekuensinya rancangan Renstra SKPD harus disesuaikan dengan RPJMD tersebut. strategi dan arah kebijakan dalam RPJMD. program dan kegiatan SKPD.65 D. dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD dengan yang telah ditetapkan dalam RPJMD. program. yaitu: 1. dan kegiatan. strategi. Berdasarkan hasil pembahasan tersebut. Penyelarasan tujuan. Penyempurnaan Rancangan Renstra SKPD bertujuan untuk mempertajam visi dan misi serta menyelaraskan tujuan. dan 2. strategi. sasaran. D. Tahap penyajian rancangan akhir Renstra SKPD. strategi.. 5. Perumusan isi dan substansi rancangan akhir Renstra SKPD ini dilakukan melalui rangkaian kegiatan sebagai berikut: 1. Penyelarasan ini mencakup: 1. Perumusan kaidah transisi dan kaidah pelaksanaan. Penajaman visi dan misi Penyempurnaan rancangan Renstra SKPD menjadi rancangan akhir Renstra SKPD dilakukan oleh tim penyusun Renstra SKPD berdasarkan hasil kajian terhadap RPJMD provinsi yang telah disahkan dengan Peraturan Daerah. kebijakan. karena visi dan misi ini akan menjadi arahan bagi tujuan. 4. Penyelarasan tujuan. program. sasaran. dan kegiatan Tahap ini bertujuan untuk menyelaraskan rancangan Renstra SKPD dengan isi RPJMD. D. Penyesuaian rumusan sasaran dan strategi serta kebijakan berdasarkan RPJMD. kebijakan. 3.

4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi SKPD Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD Strategi dan Kebijakan RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN.1 3. Misi. BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi.3 BAB V ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Telaahan Visi.4 Sistematika Penulisan Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. 2. DAN SASARAN.3 Kinerja Pelayanan SKPD Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. MISI. Fungsi.66 D. Penyajian Rancangan Akhir Renstra SKPD. 2. Penyajian rancangan akhir Renstra SKPD disusun menurut sistematika sekurang-kurangnya sebagai berikut: BAB I 1.1 Tugas..1 4.2 Sumber Daya SKPD Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. 1. BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD .5 BAB IV 4. INDIKATOR KINERJA.2 3.3 Maksud dan Tujuan Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi.3 3. KELOMPOK SASARAN. 2. dan Struktur Organisasi SKPD Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. 1.2.4 3. dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Penentuan Isu-isu Strategis VISI. TUJUAN. 2.2 4. 1.2 Landasan Hukum Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Sama dengan isi rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. DAN PENDANAAN INDIKATIF Sama dengan isi Rancangan Renstra SKPD dengan koreksi seperlunya atau tambahan informasi. BAB III 3.

strategi. paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan. 7. ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina (IV/a) NIP 19690824 199903 1 001 . 6. Rancangan akhir Renstra SKPD disampaikan kepala SKPD kepada Kepala Bappeda untuk memperoleh pengesahan kepala daerah. dan kegiatan SKPD dengan RPJMD. 2. PENETAPAN RENSTRA SKPD 1. MENTERI DALAM NEGERI..67 E. Sebelum Bappeda mengajukan kepada kepala daerah untuk disahkan. 5. misi. kepala SKPD menetapkan Renstra SKPD menjadi pedoman unit kerja di lingkungan SKPD dalam menyusun rancangan Renja SKPD. Pengesahan rancangan akhir Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah. tujuan.KEPALA BIRO HUKUM 4. dan keterpaduan dengan rancangan akhir Renstra SKPD lainnya. Pengesahan Renstra SKPD dengan keputusan kepala daerah Berdasarkan keputusan kepala daerah tentang pengesahan Renstra SKPD. Penetapan Renstra SKPD oleh kepala SKPD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra SKPD disahkan oleh kepala daerah. kebijakan. terlebih dahulu melakukan verifikasi akhir terhadap rancangan akhir Renstra SKPD Verifikasi akhir antara lain bertujuan untuk menjamin kesesuaian visi. program. 3. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya Plt.

PENGENDALIAN. TATA CARA PENYUSUNAN. DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BUKU V) TAHAPAN TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2010 .KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN.

PENETAPAN RKPD . PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD D. PELAKSANAAN MUSRENBANG F.LAMPIRAN V : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 54 Tahun 2010 TANGGAL : 21 Oktober 2010 TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) A. PENYUSUNAN RANCANGAN RKPD E. PERUMUSAN RANCANGAN AKHIR G. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RKPD B. PERSIAPAN PENYUSUNAN RKPD C.

· prioritas dan sasaran pembangunan daerah. · evaluasi hasil Pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan. rencana program dan kegiatan prioritas · · · · · tidak Rancangan Akhir RKPD Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang RKPD Provinsi Rancangan Renja-SKPD provinsi RPJMD provinsi Evaluasi dokumen RKPD provinsi tahun lalu dokumen RKPD provinsi tahun berjalan Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyelarasan Rencana program dan prioritas daerah beserta Pagu Indikatif Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD. Persiapan Musrenbang RKPD Penyelarasan Penyajian Ranc RKPD Evaluasi Musrenbang Nas. · agenda forum SKPD. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RKPD Gambar. · agenda musrenbang RKPD.1 Bagan Alir Tahapan Penyusunan RKPD Provinsi PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI PENYUSUNAN RANCANGAN RKPD PROVINSI MUSRENBANG RKPD PROVINSI PERUMUSAN RANCANGAN AKHIR RKPD PROVINSI PENETAPAN RKPD PROVINSI Hasil Musrenbangnas RKP/RKP Penelaahan Pokok-pokok pikiran DPRD provinsi Evaluasi Rancangan Awal RKP Nasional. · Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja RPJMD. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capain kinerja RPJMD. rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. · analisis dan evaluasi. · Analisis dan evaluasi .-2A. prioritas dan sasaran pembangunan daerah. evaluasi Hasil pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan.A. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. · pendahuluan. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah. RKP Persetujuan rancangan akhir RKPD Provinsi oleh Gubernur Penelaahan Terhadap RPJMN Pengolahan data dan informasi Analisis Gambaran Umum Kondisi daerah provinsi Analisis Ekonomi dan Keuangan Daerah provinsi Evaluasi kinerja tahun lalu Perumusan permasalahan Pembangunan Daerah provinsi Integrasi Renja SKPD Pelaksanaan Musrenbang RKPD Provinsi Penyelarasan Penyajian Ranc Akhir RKPD Konsultasi Konsultasirancangan rancangan akhir akhirRKPD RKPDProvinsi Provinsi ke keMendagri Mendagri Perumusan hasil Musrenbang RKPD Provinsi Sinkronisasi hasIl Musrenbang RKPD Provinsi Penetapan PerKDH ttg RKPD Provinsi Persiapan Penyusunan RKPD Provinsi Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah beserta pagu indikatif Perumusan Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Keuangan Daerah provinsi Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif sesuai Verifikasi RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI pendahuluan. · prioritas dan sasaran pembangunan Daerah · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Penyusunan KUA dan PPAS Kesepakatan KesepakatanKUA KUAdan dan PPAS PPASantara antaraKDH KDHdan dan DPRD DPRD Penyusunan Penyusunan RAPBD RAPBD . G-V. · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda Penyusunan Rancangan Renja SKPD Provinsi Rancangan RKPD Provinsi · pendahuluan. · Prioritas dan sasaran pembangunan daerah PerKDH ttg RKPD Provinsi Rancangan Akhir RKPD · pendahuluan. · Rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah. · rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah.

· Prioritas dan sasaran pembangunan daerah PerKDH tentang RKPD Kabupaten/ Kota Rancangan Akhir RKPD · · · · pendahuluan. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capain kinerja RPJMD. · agenda musrenbang RKPD. · · Penyusunan KUA dan PPAS Kesepakatan KesepakatanKUA KUAdan dan PPAS PPASantara antaraKDH KDHdan dan DPRD DPRD Penyusunan Penyusunan RAPBD RAPBD . rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. prioritas dan sasaran pembangunan daerah. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan. rencana program dan kegiatan prioritas · · · · · tidak Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota Rancangan Renja-SKPD Kab/Kota Rancangan Akhir RKPD RPJMD Kab/ Kota Evaluasi dokumen RKPD kab/ kota tahun lalu dokumen RKPD Kab/ Kota tahun berjalan Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta Pagu Indikatif Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. Sinkronisasi hasil Musrenbang RKPD Kecamatan Penetapan PerKDH ttg RKPD Kabupaten/Kota Perumusan Rancangan Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Keuangan Daerah Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif sesuai Perumusan hasil Musrenbang RKPD Kabupaten/ Kota Verifikasi RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN/KOTA pendahuluan. G-V. analisis dan evaluasi.A. PemProv. · Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja RPJMD. rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah.2 Bagan Alir Tahapan Penyusunan RKPD Kabupaten/kota PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN/KOTA PENYUSUNAN RANCANGAN RKPD KABUPATEN/KOTA MUSRENBANG RKPD KABUPATEN/KOTA PERUMUSAN RANCANGAN AKHIR RKPD KABUPATEN/ KOTA PENETAPAN RKPD PROVINSI Pengolahan data dan informasi Penelaahan terhadap RPJMN dan RPJMD provinsi Hasil Musrenbangnas RKP/RKP Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD Kab/Kota Evaluasi Rancangan Awal RKP & RKPD Provinsi Hasil Musrenbang RKPD Provinsi Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah Persiapan Penyusunan RKPD Kab/ Kota Persiapan Musrenbang RKPD Penyelarasan Penyajian Ranc RKPD Evaluasi Musrenbangnas RKP & RKPD Kab/ Kota Persetujuan rancangan akhir RKPD Kab/Kota oleh Bupati/ Walikota Analisis Ekonomi dan Keuangan Daerah Evaluasi kinerja RKPD Tahun lalu Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah beserta pagu indikatif Perumusan permasalahan Pembangunan Daerah kab/ kota Integrasi Renja SKPD Pelaksanaan Musrenbang Kabupaten/Kota Penyelarasan Penyajian Ranc Akhir RKPD Konsultasi KonsultasiRancangan Rancangan akhir akhirRKPD RKPDKab/Kota Kab/Kotake ke PemProv. evaluasi Hasil pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan. · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda · pendahuluan. prioritas dan sasaran pembangunan Daerah rencana program dan kegiatan prioritas daerah Penyusunan Rancangan Renja SKPD Kab/Kota Rancangan RKPD Kabupaten/Kota · pendahuluan. · agenda forum SKPD. · rencana program dan kegiatan prioritas.-3- Gambar. · Rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah. · Analisis dan evaluasi . · prioritas dan sasaran pembangunan daerah.

antara lain: · Peraturan perundang-undangan tentang keuangan negara. Rancangan awal RKPD merupakan dokumen yang menjadi acuan bagi setiap SKPD provinsi dan kabupaten/kota dalam penyusunan rancangan Renja SKPD. orientasi mengenai RKPD. PERSIAPAN PENYUSUNAN RKPD Tahapan persiapan penyusunan RKPD meliputi: pembentukan Tim Penyusun RKPD. Tim penyusun RKPD provinsi dan kabupaten/kota ditetapkan dengan keputusan Kepala Daerah. Panduan atau pedoman teknis terkait penyusunan RKPD dan penyusunan anggaran. B. keterkaitannya dengan dokumen perencanaan lainnya utamanya RPJMD. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Orientasi mengenai RKPD Orientasi mengenai RKPD kepada seluruh anggota tim dilakukan untuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagai peraturan perundang-undangan kebijakan pemerintah berkaitan dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah. dan menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang diperlukan dalam menyusun RKPD. teknis penyusunan dokumen RKPD. dan tata cara pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. Guna efektivitas proses penyusunan dan kedalaman kajian maupun rumusan dokumen. . B. pengelolaan keuangan daerah. Anggota tim berasal dari pejabat dan staf SKPD yang memiliki kemampuan dan kompetensi dibidang perencanaan dan penganggaran. Pembentukan Tim Penyusun RKPD Bappeda menyiapkan rancangan surat keputusan Kepala Daerah tentang pembentukan tim penyusun RKPD provinsi dan kabupaten/kota. B. pemerintahan daerah. atau menurut klasifikasi lainnya yang dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan pelaksanaan tugas dan fungsi tim.3. pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah.2. sistem perencanaan pembangunan nasional. serta penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. untuk itu perlu disusun agenda kerja tim yang merinci setiap tahapan kegiatan penyusunan dokumen RKPD dengan satuan waktu sejak persiapan sampai dengan penetapan Peraturan Kepala Daerah tentang RKPD. · · Buku-buku literatur tentang perencanaan dan penganggaran. tim penyusun dapat dibagi kedalam beberapa kelompok kerja (pokja) berdasarkan urusan atau gabungan beberapa urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten/kota. Agenda kerja tersebut dapat dituangkan dalam sebuah matrik kalender kegiatan. pedoman evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD).-4B. tahapan tata cara penyusunan. penyusunan agenda kerja. Penyusunan Agenda Kerja Jangka waktu dan kegiatan penyusunan dokumen RKPD sangat ketat dan padat. Bahan orientasi mengenai RKPD. pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota.1. serta dapat mencurahkan waktu dan konsentrasinya untuk menyusun RKPD. Tugas tim penyusun RKPD selanjutnya dijabarkan kedalam agenda kerja yang dijadikan sebagai panduan kerja mulai dari tahap persiapan sampai dengan ditetapkannya rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang RKPD tahun berkenaan Struktur tim penyusun RKPD sekurang-kurangnya sebagai berikut: Penanggungjawab Ketua Tim Wakil Ketua Sekretaris Anggota : : : : : Sekretaris Daerah Kepala Bappeda Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Sekretaris Bappeda Kepala SKPD sesuai dengan kebutuhan.

rancangan awal RKPD provinsi dibahas bersama pemangku kepentingan dalam forum musrenbang RKPD provinsi dan menjadi acuan dalam membahas Renja SKPD dalam forum SKPD provinsi.-5Dalam rangka menerapkan perencanaan partisipatif. Demikian halnya rancangan awal RKPD kabupaten/kota selain dibahas bersama dengan pemangku kepentingan dalam forum musrenbang RKPD kabupaten/kota juga dibahas dalam forum musrenbang di kecamatan dan menjadi acuan dalam membahas Renja SKPD dalam forum SKPD kabupaten/kota. Mempertimbangkan terbatasnya waktu dan adanya keterkaitan hubungan antar satu kegiatan dengan kegiatan lainnya dalam proses penyusunan RKPD dan Renja SKPD diharapkan penyusunan rancangan awal RKPD provinsi dan kabupaten/kota sudah harus dimulai dari bulan Desember tahun sebelumnya Contoh agenda kerja penyusunan dokumen RKPD provinsi dan kabupaten/kota sebagai berikut: .

25. 18. 20.B. 19. 27. 23. 21. B. 1. 5. T-V.-6Tabel. 17. C 12. 7. 15. 4. 13. 22. 26. D.1 Contoh Agenda Kerja Penyusunan RKPD. 28. PenyusunanRKPD dan Renja-SKPD (s/d Rancangan Akhir) Pembentukan tim penyusun RKPD/Renja-SKPD Kab/Kota Penyusunan rancangan awal RKPD dan rancangan Renja-SKPD Kab/Kota Musrenbang desa/kelurahan Lanjutan penyusunan rancangan Renja-SKPD Musrenbang Kecamatan Pembahasan rancangan Renja SKPD pada Forum SKPD kabupaten/kota Penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota Pelaksanaan Musrenbang RKPD kabupaten/kota Perumusan Rancangan Akhir RKPD kab/kota Penetapan perkada RKPD dan Renja SKPD Penetapan perkada RKPD kabupaten/kota Penetapan Renja SKPD kabupaten/kota Penyusunan KUA dan PPAS Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada KDH Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD Pembahasan KUA dan PPAS Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Penyusunan RAPBD Penyiapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD Penetapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD Penyusunan RKA-SKPD Pembahasan RKA-SKPD oleh TAPD Penyempurnaan RKA-SKPD Penyiapan Raperda APBD Pembahasan dan Penetapan APBD Penyampaian Raperda APBD beserta kampirannya oleh Kepala Daerah kepada DPRD Pembahasan Raperda APBD Persetujuan Bersama antara DPRD dan KDH Evaluasi oleh Mendagri bagi APBD provinsi dan oleh Gubernur bagi APBD kabupaten/kota Penyempurnaan Raperda APBD berdasarkan hasil evaluasi Penetapan Perda tentang APBD Desember I II III IV I Januari II III IV I Februari II III IV I Maret II III IV I April II III IV I Mei II III IV I Juni II III IV I Juli II III IV I Agustus II III IV September I II III IV I Oktober II III IV November I II III IV Desember I II III IV . E. 14. Renja SKPD dan APBD Kabupaten/Kota NO Tahapan Perencanaan dan penganggaran Tahunan Daerah A. 8. 24. 10. 3. 2. 11. 16. 6. 9.

18. 2. C. 16.-7- Tabel. B. 4. 28. 9. 7. 1. 6. 24. 20. 10. 17. 12. 3. 21. 27. 11. Renja SKPD dan APBD Provinsi NO Tahapan Perencanaan dan penganggaran Tahunan Daerah A.2 Contoh Agenda Kerja Penyusunan RKPD. F. 14. 25.B. 5. 15. T-V. 13. Penyusunan RKPD dan Renja-SKPD (s/d Rancangan Akhir) Pembentukan tim penyusun RKPD/Renja-SKPD Prov Penyusunan rancangan awal RKPD dan rancangan Renja-SKPD Provinsi Musrenbang desa/kelurahan Musrenbang Kecamatan Forum SKPD kabupaten/kota Musrenbang RKPD kabupaten/kota Pelaksanaan Forum SKPD provinsi Penyusunan rancangan RKPD provinsi Pelaksanaan Musrenbang RKPD provinsi Perumusan Rancangan Akhir RKPD provinsi Penetapan RKPD dan Renja SKPD Penetapan perkada RKPD provinsi Penetapan Renja-SKPD provinsi Penyusunan KUA dan PPAS Penyusunan Rancangan KUA dan PPAS Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada KDH Penyampaian Rancangan KUA dan PPAS kepada DPRD Pembahasan KUA dan PPAS Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Penyusunan RAPBD Penyiapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD Penetapan SE tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD Penyusunan RKA-SKPD Pembahasan RKA-SKPD oleh TAPD Penyempurnaan RKA-SKPD Penyiapan Raperda APBD Pembahasan dan Penetapan APBD Penyampaian Raperda APBD beserta lampirannya oleh Kepala Daerah kepada DPRD Pembahasan Raperda APBD Persetujuan Bersama antara DPRD dan KDH Evaluasi oleh Mendagri bagi APBD provinsi dan oleh Gubernur bagi APBD kabupaten/kota Penyempurnaan Raperda APBD berdasarkan hasil evaluasi Penetapan Perda tentang APBD Desember I II III IV I Januari II III IV I Februari II III IV I Maret II III IV I April II III IV I Mei II III IV I Juni II III IV I Juli II III IV I Agustus II III IV September I II III IV I Oktober II III IV November I II III IV Desember I II III IV . 23. 8. 26. 19. 29. E. 22.

8. Bagan alir tahapan penyusunan rancangan awal RPJPD provinsi dan kabupaten/kota. dan 2. 5.Tahap penyajian rancangan awal RKPD. b. G-V. Pengumpulan data dan informasi dapat dilakukan denganlangkah-langkah antara lain sebagai berikut: 1. 2. Dokumen hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun-tahun sebelumnya. Data dan informasi yang perlu dikumpulkan antara lain bersumber dari: 4. Mengumpulkan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebijakan-kebijakan nasional yang terkait. 1.-8B. 3. G-V.2 untuk kabupaten/kota sebagai berikut: . PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RKPD Penyusunan rancangan awal RKPD provinsi dan kabupaten/kota dilakukan melalui 2 (dua) tahapan kegiatan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan.4. Hasil evaluasi RKPD periode lalu.C. dan c. Menyusun daftar data dan informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan RKPD dan disajikan dalam bentuk matrik (check list) untuk memudahkan dalam analisis. C. Dokumen APBD tahun berjalan dan realisasi APBD tahun-tahun sebelumnya. Peraturan perundangan terkait. RPJMD dan RKPD Provinsi untuk penyusunan RKPD kabupaten/kota.Tahap perumusan rancangan awal RKPD. karena selain akan mendukung kelancaran penyusunan juga akan menentukan kualitas dokumen RKPD yang akan disusun. Pengumpulan Data dan Informasi Data dan informasi merupakan unsur penting yang harus tersedia dalam penyusunan RKPD. Dokumen RPJMD dan hasil evaluasi pelaksanaannya. 9.1 untuk provinsi dan Gambar. Dokumen-dokumen RPJMD. dan RKP untuk penyusunan RKPD provinsi. 6. Dokumen-dokumen: a. dan Data pokok statistik daerah sampai dengan versi terakhir. RTRW kabupaten/kota yang bersangkutan. masingmasing dapat dilihat pada Gambar. RTRWN. 3. Untuk itu. RPJMN. 7.A. Menyiapkan tabel-tabel/matrik kompilasi data yang sesuai dengan kebutuhan analisis. 2. Data lainnya dari laporan kinerja SKPD. perlu dikumpulkan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. yaitu: 1.

rencana program prioritas daerah RPJMD Kab/ Kota Evaluasi dokumen RKPD Kab/ Kota tahun lalu Dokumen RKPD Kab/ Kota tahun berjalan Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyelarasan program prioritas daerah beserta Pagu Indikatif Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD. prioritas dan sasaran pembangunan. · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda Penyusunan Rancangan Renja SKPD Kabupaten/ Kota .C.1 Penyusunan Rancangan Awal RKPD Provinsi Penelahaan pokok-pokok pikiran DPRD provinsi Pengolahan data dan informasi Penelaahan Terhadap RPJMN Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah Perumusan permasalahan Pembangunan Daerah provinsi Analisis Ekonomi dan Keuangan Daerah Evaluasi kinerja tahun lalu Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah beserta pagu indikatif Perumusan rancangan Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Keuangan Daerah Perumusan program prioritas beserta pagu indikati · · · · · RANCANGAN AWAL RKPD PROVINSI pendahuluan.-9Gambar. · agenda forum SKPD. · agenda musrenbang RKPD. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu.2 Penyusunan Rancangan Awal RKPD Kabupaten/kota Pengolahan data dan informasi Penelaahan Terhadap RPJMN dan RPJMD provinsi Penelahaan pokok-pokok pikiran DPRD Kab/Kota Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah Perumusan Permasalahan Pembangunan Daerah Kab/ Kota Analisis Ekonomi dan Keuangan Daerah Evaluasi kinerja tahun lalu Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah beserta pagu indikatif Perumusan Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Keuangan Daerah Perumusan program prioritas beserta pagu indikati · · · · · RANCANGAN AWAL RKPD KABUPATEN/KOTA pendahuluan. · agenda forum SKPD. prioritas dan sasaran pembangunan. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan.C. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda Penyusunan Rancangan Renja SKPD Provinsi Gambar. G-V. G-V. rencana program prioritas daerah RPJMD provinsi Evaluasi dokumen RKPD provinsi tahun lalu Dokumen RKPD Provinsi tahun berjalan Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyelarasan program prioritas daerah beserta Pagu Indikatif Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD. · agenda musrenbang RKPD.

Perumusan permasalahan pembangunan daerah provinsi. a. Analisis ekonomi dan keuangan daerah. Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif. Dokumentasi perumusan dan keseluruhan tahap perencanaan pembangunan daerah daerah dijadikan sebagai kertas kerja (working paper). sehingga secara akurat dapat memberikan gambaran perkembangan pembangunan daerah. seiring dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. C. Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif. 10. Penelaahan terhadap kebijakan pemerintah nasional dan provinsi. 7. Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif. Perumusan rancangan awal RKPD kabupaten/kota dilakukan melalui serangkaian kegiatan berikut: 1. hasil riset dan lain-lain. informasi. Perumusan permasalahan pembangunan daerah kabupaten/kota. Analisis ekonomi dan keuangan daerah. Evaluasi kinerja tahun lalu. perlu ditunjuk anggota tim yang secara khusus ditugaskan bertanggungjawab terhadap pengolahan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah. 2. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan yaitu bahwa pengolahan data dan informasi hendaknya tidak dilakukan hanya disaat dimulainya perencanaan. Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD provinsi. 6. 3. Penelaahan terhadap kabijakan pemerintah nasional. 8. 5. 3.. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif. Analisis gambaran umum kondisi daerah. 4. dan Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif. 11. Tahap Perumusan Rancangan Awal RKPD Perumusan rancangan awal RKPD merupakan awal dari seluruh proses penyusunan rancangan RKPD untuk memberikan panduan kepada seluruh SKPD provinsi dan kabupaten/kota menyusun rancangan Renja SKPD dan berfungsi sebagai koridor perencanaan pembangunan daerah dalam kurun waktu 1 (satu) tahun yang disusun menggunakan pendekatan teknokratis dan partisipatif. b. . Suatu kertas kerja perumusan dan keseluruhan tahap penyusunan RKPD merupakan dokumen yang tak terpisah dan dijadikan sebagai dasar penyajian (dokumen). 12.1. hasil analisis. 9. 2. resume/notulen-notulen pertemuan. Evaluasi kinerja tahun lalu. Pelaksanaan forum konsultasi publik. 6. 4. 10. 11. Analisis gambaran umum kondisi daerah. Perumusan rancangan kerangka ekonomi dan Kebijakan Keuangan daerah. Perumusan rancangan awal RKPD Provinsi dilakukan melalui serangkaian kegiatan berikut: 1. 5. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengolahan serta analisis secara sistematis. Mengingat pentingnya kesiapan data dan informasi dalam proses perumusan RKPD dan bagaimana data itu harus diperoleh.10 C. bahan paparan (slide atau white paper). menjadi informasi yang lebih terstruktur. Pengolahan data dan informasi. Pengolahan data dan informasi. Berhubung pengolahan/tersedianya data dan informasi yang akurat merupakan salah satu kelemahan atau kurang mendapat perhatian hampir diseluruh lingkungan kehidupan kita.1. sistematis. 8. 7. dan relevan bagi pembahasan tim dan pihak-pihak terkait ditiap tahap perumusan penyusunan rancangan awal RKPD.1. Data dan informasi perencanaan pembangunan daerah harus dikompilasi secara terstruktur. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif. 9. Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD kabupaten/kota. Pelaksanaan forum konsultasi publik. dan 12. tetapi kegiatan ini harus berlangsung terus menerus setiap hari. Pengolahan Data dan Informasi Pengolahan data dan informasi bertujuan untuk menyajikan seluruh kebutuhan data dari laporan. Perumusan rancangan kerangka ekonomi dan kebijakan keuangan daerah.

Adapun indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang penting dianalisis meliputi 3 (tiga) aspek utama yaitu aspek kesejahteraan masyarakat. tim penyusun harus menyusun terlebih dahulu hasil pengolahan data dan informasi yang diperlukan kedalam kertas kerja (worksheet). dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau instansi pemerintah pusat yang membina keuangan daerah.1. aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah.1. berikut ini akan diberikan beberapa contoh pengolahan data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun RKPD provinsi dan kabupaten/kota yang selanjutnya dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan daerah. Data sekunder: diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).1. belanja daerah. 2. dan sejauh mana keberhasilan pembangunan daerah yang dilakukan selama ini dan/atau mengidentifikasi faktor-faktor atau berbagai aspek yang nantinya perlu ditingkatkan untuk optimalisasi pencapaian keberhasilan pembangunan daerah provinsi dan kabupaten/kota. bagaimana. Dalam rangka penyusunan RKPD diperlukan data dan informasi tentang gambaran umum kondisi daerah dan pengelolaan keuangan daerah C. C. Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah Gambaran umum kondisi daerah akan menjelaskan tentang kondisi geografi dan demografi serta indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota. karena tergantung pada urgensi data dan informasi apa saja yang paling signifikan untuk disajikan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan sistematika penulisan RKPD yang dtetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Sumber data dan informasi gambaran pengelolaan keuangan daerah diperoleh dari: 1. permasalahan yang harus diatasi dan isu-isu penting untuk segera ditangani dalam rancangan awal RKPD yang akan disusun. bisa dalam bentuk grafis maupun dalam bentuk tabel. Sumber data dan informasi gambaran umum kondisi daerah dapat diperoleh dari: 1. monitoring dan evaluasi serta kegiatan sejenis lainnya yang dilaksanakan secara periodik oleh SKPD. aspek pelayanan umum.2. dari instansi pemerintah pusat atau pemerintah vertikal. Data dan Informasi Gambaran Umum Kondisi Daerah Data dan informasi gambaran umum kondisi daerah mencakup aspek geografi dan demografi. sekurang-kurangnya mencakup data setahun terakhir sebelum masa RKPD/Renja SKPD yang direncanakan. Tidak semua data dan informasi dapat disajikan dalam dokumen RKPD. maupun data lainnya dari berbagai sumber lainnya.1. 2. Data primer. Pengolahan data dan informasi pembangunan daerah yang dibutuhkan. dari anggota tim penyusun RPJMD yang berasal dari Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).11 maka dilingkungan SKPD perlu ditingkatkan/ditumbuhkembangkan kesadaran betapa pentingnya data dan informasi utamanya untuk penyusunan rencana pembangunan daerah. baik ditingkat pusat maupun daerah. aspek kesejahteraan.2. Untuk efektifitas dan efisiensi pengolahan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah yang disiapkan. Data primer: diperoleh dari kegiatan penelitian. grafik. Data sekunder. peta dan sebagainya.1. . Data dan Informasi Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Data dan informasi gambaran pengelolaan keuangan daerah mencakup data pendapatan daerah. Analisis data dan informasi pada beberapa aspek tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh dari kebijakan pembangunan daerah yang dilaksanakan pada tahuntahun sebelumnya sekurang-kurangnya selama setahun terakhir dalam rangka mengidentifikasi sasaran prioritas yang belum tercapai. dan aspek daya saing daerah. pembiayaan daerah dan neraca daerah.1. Analisis gambaran umum kondisi daerah memberikan pemahaman awal bagi tim tentang apa.. Data dan informasi sebagaimana dikemukakan tadi dapat disajikan secara deskriptif atau dalam bentuk tabel. Sehubungan dengan hal tersebut. C.

3. antara lain terdiri dari: a) Struktur dan karakteristik. Hidrologi. 2. antara lain terdiri dari: a) Kemiringan lahan. komposisi dan populasi masyarakat secara keseluruhan atau kelompok dalam waktu tertentu pada provinsi dan kabupaten/kota. Letak dan kondisi geografis antara lain terdiri dari: o Posisi astronomis. baik dari aspek geografi dan demografi serta capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah beserta interpretasinya. b) Kawasan lindung. antara lain terdiri dari: a) Tipe. Aspek Geografi dan Demografi Analisis pada aspek geografi provinsi dan kabupaten/kota perlu dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik lokasi dan wilayah. abrasi.  Terpencil. tsunami. pertanian. Hal yang perlu diperhatikan bahwa sumber data dan informasi yang akan diolah untuk mengevaluasi capaian indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah provinsi.. gempa tektonik dan vulkanik dan lain-lain. b) Curah hujan. Sedangkan gambaran kondisi demografi. c) Wilayah rawan bencana Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah. 1. danau dan rawa. dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya seperti perikanan. Topografi. antara lain meliputi:  Pedalaman. . Sedangkan. 5. b) Potensi. data dan informasi yang diolah untuk kabupaten/kota. c) Debit. 6. antara lain mencakup perubahan penduduk. c) Suhu. o Posisi geostrategis. 4. dapat diidentifikasi wilayah yang berpotensi rawan bencana alam. potensi pengembangan wilayah. kebakaran hutan. menggambarkan keadaan setiap kecamatan di wilayah masing-masing. dan b) Potensi pengembangan wilayah Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah. Mengingat perbedaan dari karakteristiknya maka dalam analisis gambaran umum kondisi daerah harus disesuaikan dengan struktur kewenangan dan tingkatan pemerintahan antara provinsi dan kabupaten/kota. pertambangan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah. Secara rinci analisis geografi daerah untuk provinsi dan kabupaten/kota dapat dilakukan antara lain terhadap: a) Karakteristik lokasi dan wilayah. mencakup: 1. antara lain terdiri dari: a) Daerah aliran sungai.  Kepulauan. Penggunaan lahan. longsor. antara lain terdiri dari: a) Kawasan budidaya. industri. Klimatologi. seperti banjir. Luas dan batas wilayah administrasi. o Kondisi/kawasan.  Pesisir.  Pegunungan. kerentanan wilayah terhadap bencana. b) Sungai. pariwasata. d) Kelembaban 7. merupakan data dan informasi yang menggambarkan keadaan senyatanya pada setiap kabupaten/kota. b) Ketinggian lahan. Geologi.12 Gambaran umum kondisi daerah memberikan basis atau pijakan dalam proses perumusan perencanaan pembangunan daerah.

kewarganegaraan.. pemerataan pendapatan versi Bank Dunia.Gas.. & Js. kesejahteraan sosial.. laju inflasi provinsi. struktur. 2... Analisis kependudukan dapat merujuk pada komposisi dan populasi masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. s.. Sedangkan untuk penyusunan RPJPD kabupaten/kota.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Hotel.C.*) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik... dan distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah dari waktu ke waktu akibat kelahiran.. indeks gini. serta seni budaya dan olahraga.13 d) Demografi Memberikan deskripsi ukuran. terlebih dahulu disusun tabel capaian indikator setiap variabel yang akan dianalisis menurut kecamatan di wilayah kabupaten/kota. angka kriminalitas yang tertangani. sebagai berikut: a.. migrasi. Provinsi/Kabupaten/Kota. agama..2 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun .T-V. Atas Dasar Harga Berlaku Provinsi/Kabupaten/Kota.T-V.d . sebagai berikut: Tabel.. sewa. Tabel.*) (n-5) (Rp) 1 2 3 4 5 6 7 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik. Indikator variabel aspek kesejahteraan masyarakat dimaksud terdiri dari: 2. dapat disajikan dalam contoh tabel..1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi dilakukan terhadap indikatorindikator: pertumbuhan PDRB. serta penuaan.. Aspek Kesejahteraan Masyarakat Aspek kesejahteraan masyarakat terdiri dari kesejahteraan dan pemerataan ekonomi...d . kematian. persentase penduduk diatas garis kemiskinan. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan..C. Pertumbuhan PDRB Hasil analisis pertumbuhan PDRB.. & Restoran Pengangkutan & Komunikasi angangkutan & Komunikasi % (n-4) (Rp) % (n-3) (Rp) % (n-2) (Rp) % (n-1)**) (Rp) % NO Sektor . PDRB per kapita. & Air bersih Konstruksi Perdagangan. s. Untuk menganalisis gambaran umum kondisi daerah pada aspek kesejahteraan masyarakat dalam menyusun rancangan awal RPJPD provinsi terlebih dahulu disusun tabel capaian indikator setiap variabel yang akan dianalisis menurut kabupaten/kota di wilayah provinsi. Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi...Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan..1 Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun . Perusahaan Jasa-jasa PDRB (n-5) (Rp) % (n-4) (Rp) % (n-3) (Rp) % (n-2) (Rp) % (n-1)**) (Rp) % *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. atau entitas tertentu.. Atas Dasar Harga Konstan Tahun . indeks ketimpangan Williamson (indeks ketimpangan regional)..

s.C.T-V.4 Pertumbuhan Kontribusi Sektor dan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan Harga Konstan (Hk) Tahun . sewa.C..T-V...*) (n-5) NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan& Penggalian Industri Pengolahan Listrik.d ... Hotel. Provinsi/Kabupaten/Kota.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. sampai dengan Tahun.Gas & Air bersih Konstruksi Perdagangan.. Tabel.C..5 Perkembangan PDRB provinsi/kabupaten/kota Tahun ....d . & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan... Atas Dasar Harga Konstan dan Harga Berlaku Provinsi/Kabupaten/Kota. & Js.. Perusahaan Jasa-jasa PDRB Hb % Hk % Hb % (n-4) Hk % Hb % (n-3) Hk % Hb % (n-2) Hk % (n-1)**) Hb % Hk % *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. s. & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Sektor Hb % Hk % *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Tabel... Tabel.. Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Keuangan. sewa.. sewa. & Js..14 - NO 8 9 Sektor Keuangan. Atas Dasar Harga Berlaku (Hb) dan Harga Konstan (Hk) Provinsi/Kabupaten/Kota....Gas&Air bersih Konstruksi Perdagangan..*) Pertumbuhan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data...T-V..3 Perkembangan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun ....*) (dalam jutaan rupiah) PDRB NO Kabupaten/Kota/Kecamatan*) HB (n-5) HK HB (n-4) HK HB (n-3) HK HB (n-2) HK (n-1)**) HB HK 1 2 3 4 Kabupaten/Kecamatan***)… Kabupaten/Kecamatan***)… Kabupaten/Kecamatan***)… Kota/Kecamatan**)… .. Perusahaan Jasa-jasa PDRB (n-5) (Rp) % (n-4) (Rp) % (n-3) (Rp) % (n-2) (Rp) % (n-1)**) (Rp) % *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.

angka rata-rata lama sekolah.. rasio penduduk yang bekerja. angka partisipasi murni..C.) b. Jika tabel provinsi.d . sebagai berikut: *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini. Laju Inflasi Hasil analisis nilai inflasi rata-rata. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. angka usia harapan hidup. isi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..... dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas.d .*) Uraian Inflasi (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Rata-rata pertumbuhan *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. sebagai berikut: Tabel. angka pendidikan yang ditamatkan.C. angka kelangsungan hidup bayi. Provinsi/Kabupaten/Kota. Coret sesuai dengan kebutuhan (untuk kabupaten dapat dibandingkan dengan standar provinsi. 2.... Angka melek huruf Tabel..... dapat disajikan dalam contoh tabel.*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Angka melek huruf (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Hasil analisis angka melek huruf. jika kecamatan dapat dibandingkan dengan standar kabupaten/kota dst..2 Fokus Kesejahteraan Sosial Analisis kinerja atas fokus kesejahteraan sosial dilakukan terhadap indikator-indikator: angka melek huruf. s. Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kesejahteraan sosial sebagai berikut: a. Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi provinsi dan kabupaten/kota. dapat disajikan dalam contoh tabel.. s.. persentase penduduk yang memiliki lahan.6 Nilai inflasi rata-rata Tahun. ..15 - PDRB NO Kabupaten/Kota/Kecamatan*) HB (n-5) HK HB (n-4) HK HB (n-3) HK HB (n-2) HK (n-1)**) HB HK 5 Dst … Standar provinsi/kabupaten/kota****) Standar Nasional/Provinsi****) Standar Internasional/Nasional****) *) **) ***) ****) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.7 Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun ...T-V. angka partisipasi kasar. dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan. Provinsi/Kabupaten/Kota...T-V.

...**) Kabupaten/Kota/Kecamatan..*) NO 1 2 3 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) Kabupaten/Kota/Kecamatan. dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan.. Jumlah gedung olahraga per 10. dan jumlah gedung olahraga.....C...**) Dst ..T-V...*) NO 1 2 3 4 Capaian Pembangunan Jumlah grup kesenian per 10.. **) Jika tabel provinsi... dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini. s.d ...9 Rata-Rata Lama Sekolah Tahun .***) Dst . diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan.3 Fokus Seni Budaya dan Olahraga Analisis kinerja atas seni budaya dan olahraga dilakukan terhadap indikator-indikator: jumlah grup kesenian. jumlah klub olahraga.. dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau Tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas... kemudian dibuatkan tabel antara lain sebagaimana contoh berikut: Tabel..... Jumlah (n-5) L P L (n-4) P L (n-3) P L (n-2) P (n-1)**) L P *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. Jumlah klub olahraga per 10.T-V.. Penyusunan tabel hasil analisis capaian indikator seni budaya dan olahraga dengan merujuk tata cara pengolahan sumber data dan informasi kondisi umum daerah pada Lampiran I Peraturan Menteri ini. Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Angka rata-rata lama sekolah Hasil analisis angka rata-rata lama sekolah.000 penduduk.. ...16 Tabel. dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan..*) NO 1 2 3 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) Kabupaten/Kota/Kecamatan.. s. Provinsi/Kabupaten/Kota. Jumlah gedung kesenian per 10.000 penduduk......8 Angka Melek Huruf Tahun ... sebagai berikut: Tabel... 2...***) Kabupaten/Kota/Kecamatan.. (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) **) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. Budaya dan Olahraga Tahun ..000 penduduk. isi sesuai dengan nama kabupaten/kota berkenaan..000 penduduk..d . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.. b. ***) Jika tabel provinsi. dapat disajikan dalam contoh tabel.. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus kesejahteraan sosial sesuai dengan kewenangan provinsi dan kabupaten/kota.T-V.10 Perkembangan Seni. Jumlah Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas Angka melek huruf *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota....C...C. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota. Provinsi/Kabupaten/Kota.

2. Aspek Pelayanan Umum Pelayanan publik atau pelayanan umum merupakan segala bentuk jasa pelayanan.. penataan ruang..1.. pekerjaan umum..1 Fokus Layanan Urusan Wajib Analisis kinerja atas layanan urusan wajib dilakukan terhadap indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan wajib pemerintahan daerah. sebagai berikut: Tabel.. perangkat daerah. pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. administrasi keuangan daerah..*) NO 1 1. 2 2. ketahanan pangan. koperasi dan usaha kecil menengah. kepegawaian.T-V. Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan wajib pemerintahan daerah sebagai berikut: a. Sedangkan untuk penyusunan rancangan awal RKPD kabupaten/kota disusun kedalam tabel capaian indikator setiap variabel yang dianalisis menurut kecamatan di wilayah kabupaten/kota. statistik. otonomi daerah.1. sosial. dan persandian.. ketenagakerjaan. keluarga berencana dan keluarga sejahtera. perumahan. kesehatan.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan. perhubungan.. komunikasi dan informatika dan perpustakaan....000 penduduk Jumlah klub olahraga per 10.000 penduduk *) **) Jumlah Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. kependudukan dan catatan sipil.C.T-V. perencanaan pembangunan...12 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun . diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan... baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan perundan-undangan.d . Untuk menganalisis gambaran umum kondisi daerah pada aspek pelayanan umum dalam menyusun rancangan awal RKPD provinsi terlebih dahulu disusun tabel capaian indikator setiap variabel yang dianalisis menurut kabupaten/kota di wilayah provinsi. pemerintahan umum... 2.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.C.. Provinsi/Kabupaten/Kota.3.. yaitu bidang urusan pendidikan. pertanahan.*) No 1 2 3 4 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) Kabupaten/Kota/Kecamatan... 3.... .000 penduduk Jumlah gedung kesenian per 10. kesatuan bangsa dan politik dalam negeri. Jika tabel provinsi.2. Budaya dan Olahraga Tahun . penanaman modal. Indikator variabel aspek pelayanan umum terdiri dari: 3.3.000 penduduk Jumlah gedung olahraga per 10.11 Perkembangan Seni.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan. pemberdayaan masyarakat dan desa.....**) Dst . Jenjang Pendidikan SD/MI jumlah murid usia 7-12 thn jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun APS SD/MI SMP/MTs jumlah murid usia 13-15 thn jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun APS SMP/MTs (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.17 Tabel. lingkungan hidup. kearsipan. 1. Jumlah grup kesenian per 10. kebudayaan.2.. 1.. kepemudaan dan olah raga.. s.. dapat disajikan dalam contoh tabel. Angka partisipasi sekolah Hasil analisis perkembanganAngka Partisipasi Sekolah (APS) lingkup provinsi dan kabupaten/ kota. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/kota ...

.... Jumlah *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..*) NO 1 1..*) NO (1) 1 2 3 4 5 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan..13 Angka Partisipasi Sekolah (APS)Tahun . Jenjang Pendidikan SD/MI Jumlah gedung sekolah jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun Rasio SMP/MTs Jumlah gedung sekolah jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun Rasio (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota. **) Jika tabel provinsi diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan....**) Dst ...1. Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah Hasil analisis rasio ketersediaan sekolah/penduduk usai sekolah se-provinsi/kabupaten/kota.. b. s..3. sebagai berikut: Tabel.... 2 2.....2...**) Kabupaten/Kota/Kecamatan....... 2.C.3. dapat disajikan dalam contoh tabel......... ......**) Kabupaten/Kota/Kecamatan..18 Tabel...14 Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun .1....T-V.d ....... Tabel.. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota.2. Provinsi/Kabupaten/Kota. **) Jika tabel provinsi..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan..15 Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun ..C.......T-V..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.**) Dst . 2.C.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan...*) SD/MI NO Kabupaten/Kota/Kecamatan*) jumlah murid usia 7-12 thn jumlah penduduk usia 7-12 th APS jumlah murid usia 13-15 thn SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th APS 1 2 3 4 Kabupaten/Kota/Kecamatan.. 1. 1. diisi sesuai nama kabupaten/kota dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan....T-V.. Jumlah SD/MI jumlah Jumlah gedung penduduk usia sekolah 7-12 th (3) (4) Jumlah gedung sekolah (6) SMP/MTs jumlah penduduk usia 13-15 th (7) Rasio (5=3/4) Rasio (8=6/7) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..

dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas.T-V. 3. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus layanan urusan wajib sesuai dengan kewenangan provinsi dan kabupaten/kota..T-V.........19 c.17 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.**) Dst . Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus layanan urusan pilihan pemerintahan daerah sebagai berikut: a. s... Tabel. yaitu bidang urusanpertanian..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.. sebagai berikut: Tabel.d .C. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. kehutanan... 2..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.... 1.*) NO 1 1.16 Jumlah Guru dan Murid Jenjang Pendidikan Dasar Tahun .2. kelautan dan perikanan... 2. perdagangan... 2 2.. **) Jika tabel provinsi diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan.3.. industri dan ketransmigrasian..2...2 Fokus Layanan Urusan Pilihan Analisis kinerja atas layanan urusan pilihan dilakukan terhadap indikator-indikator kinerja penyelenggaraan urusan pilihan pemerintahan daerah...*) SD/MI NO (1) 1 2 3 4 5 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan.. dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini.. Jumlah Jumlah Guru (3) Jumlah Murid (4) Rasio (5=3/4) Jumlah Guru (6) SMP/MTs Jumlah Murid (7) Rasio (8=6/7) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 1. Rasio guru/murid Hasil analisis rasio jumlah guru/murid se-provinsi/kabupaten/kota dapat disajikan dalam contoh tabel. pariwisata..C.1.3. energi dan sumberdaya mineral. Provinsi/Kabupaten/Kota.. Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) Hasil analisis jumlah investor PMDN/PMA di provinsi dan kabupaten/kota dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut: ..1..... SD/MI Jumlah Guru Jumlah Murid Rasio SMP/MTs Jumlah Guru Jumlah Murid Rasio Jenjang Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.

Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) Hasil analisis nilai PMDN/PMA di provinsi dan kabupaten/kota dapat disajikan dalam tabel.d . s..T-V..20 Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun .*) Tahun n-5 n-4 n-3 n-2 n-1 *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.T-V. iklim berinvestasi dan sumber daya manusia. dapat disajikan dalam contoh tabel. 4..C.C.18 Jumlah Investor PMDN/PMA Tahun .. s...20 Tabel. Persetujuan Jumlah Proyek Nilai Investasi Realisasi JumlahProyek Nilai Investasi c.....T-V. domestik atau internasional. Untuk menganalisis gambaran umum kondisi daerah pada aspek daya saing daerah dalam menyusun rancangan awal RPJPD provinsi......*) Tahun (1) n-5 n-4 n-3 n-2 Jumlah Investor Jumlah Investor Jumlah Investor Jumlah Investor Uraian (2) PMDN (3) PMA (4) Total (5=3+4) n-1 Jumlah Investor *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Provinsi/Kabupaten/Kota. dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini.... b.. Aspek daya saing daerahterdiri dari kemampuan ekonomi daerah.19 Jumlah Investasi PMDN/PMA Tahun .. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus layanan urusan pilihan sesuai dengan kewenangan provinsi dan kabupaten/kota.... Provinsi/Kabupaten/Kota. Aspek Daya Saing Daerah Daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan dengan provinsi lainnya yang berdekatan. Rasio daya serap tenaga kerja Hasil analisis rasio daya serap tenaga kerjadi provinsi dan kabupaten/kota. sebagai berikut: Tabel..C.*) NO 1 2 3 Uraian Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan PMA/PMDN Jumlah seluruh PMA/PMDN Rasio daya serap tenaga kerja (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. Provinsi/Kabupaten/Kota. terlebih dahulu disusun tabel capaian indikator setiap .d . sebagai berikut: Tabel...... fasilitas wilayah atau infrastruktur. s. dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas.d ..

21 variabel yang akan dianalisis menurut kabupaten/kota di wilayah provinsi.T-V.. 3. Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus kemampuan ekonomi daerah sebagai berikut: a... Nilai Tukar Petani Untuk hasil penghitungan terhadap Nilai Tukar Petani (NTP). Uraian Total Pengeluaran RT Jumlah RT Rasio (1... 2. sebagai berikut: Tabel. **) Jika tabel provinsi diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah Analisis kinerja atas aspek kemampuan ekonomi daerah dilakukan terhadap indikator pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan. 3. Sedangkan untuk kabupaten/kota disusun menurut kecamatan diwilayah kabupaten/kota masing-masing......... . Jumlah Total Pengeluaran RT (3) Jumlah RT (4) RASIO (5=3/4) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.*) NO 1... Indikator variabel aspek daya saing daerah terdiri dari: 4.. 2..T-V./2. sebagai berikut: Tabel...22 Angka Konsumsi RT perkapita Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Tahun .. Provinsi/Kabupaten/Kota. b.. Tabel... Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan. s...) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..C..C.21 Angka Konsumsi RT perkapita Tahun .23 Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun . dapat disajikan kedalam contoh tabel. 2... Provinsi/Kabupaten/Kota... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..T-V. 3.*) NO (1) 1.. pengeluaran konsumsi non pangan per kapita..d .d . Provinsi/Kabupaten/Kota....*) NO 1.. dan nilai tukar petani. Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita (Angka konsumsi RT perkapita) Hasil analisis konsumsi RT perkapita dapat disajikan dalam tabel. s...C. Uraian Indeks Yang Diterima Petani (lt) Indeks Yang Dibayar Petani (lb) Rasio (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..**) Dst ... produktivitas total daerah.

.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.... luas wilayah kebanjiran..T-V. dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini.. persentase rumah tangga (RT) yang menggunakan air bersih. 4....26 Persentase Konsumsi RT non-Pangan Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Tahun .. 3......**) Dst . kelas.25 Persentase Konsumsi RT non-Pangan Tahun . 2. jenis dan jumlah perusahaan asuransi dan cabang. c.. rasio ketersediaan daya listrik.. Provinsi/Kabupaten/Kota.... dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas.. jenis....T-V. luas wilayah produktif. 5. Jumlah Total Pengeluaran RT Non Pangan (3) Total Pengeluaran (4) Rasio (5=3/4) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..*) NO (1) 1. 3. luas wilayah industri.. dan jumlah restoran. **) Jika tabel provinsiisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan. 1.C. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota.... ketaatan terhadap RTRW.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus kemampuan ekonomi daerah sesuai dengan kewenangan provinsi dan kabupaten/kota. . jenis...**) Kabupaten/Kota/Kecamatan. dan jumlah penginapan/hotel...**) Indeks Yang Diterima Petani (lt) (3) Indeks Yang Dibayar Petani (lb) (4) Rasio (5=3/4) Dst . Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan. 2. Provinsi/Kabupaten/Kota.C... jumlah orang/barang melalui dermaga/bandara/terminal pertahun.. Total Pengeluaran RT non Pangan Total Pengeluaran Rasio *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota... Jumlah *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.... kelas.... Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita (persentase konsumsi RT untuk non pangan) Untuk menghitung jumlah konsumsi non pangan perkapita.. 2.... luas wilayah perkotaan...*) NO Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) 1.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan. s.C.T-V. Tabel. **) Jika tabel provinsi diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan.... 3. luas wilayah kekeringan..2 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur Analisis kinerja atas fasilitas wilayah/infrastruktur dilakukan terhadap indikator-indikator:rasio panjang jalan per jumlah kendaraan.....d .... sebagai berikut: Tabel... jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum.*) No (1) Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan.24 Nilai Tukar Petani (NTP)Tahun . dapat disajikan kedalam contoh tabel. jenis dan jumlah bank dan cabang.22 Tabel.. 4.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.

... dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini. s....) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..*) NO 1... 2.28 Persentase luas Wilayah Produktif Tahun . Tabel. sebagai berikut: Tabel.27 Rasio Ketaatan terhadap RTRW Tahun . **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. Uraian Luas Wilayah produktif Luas Seluruh Wil. . dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel sesuai dengan kebutuhan daerah seperti contoh diatas. 3..... Ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Untuk menghitung ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dapat disajikan dalam contoh tabel... **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.....23 persentase rumah tangga yang menggunakan listrik.C..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan. Jumlah Luas Wilayah Produktif (3) Luas Seluruh Wil.*) NO 1.......... dan persentase penduduk yang menggunakan HP/telepon.d .C.. 3.. Budidaya Rasio (1. **) Jika tabel provinsidiisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan. sebagai berikut: Tabel. Provinsi/Kabupaten/Kota. Uraian Realisasi RTRW Rencana Peruntukan RTRW Rasio (1..T-V... s..T-V....C.29 Persentase luas Wilayah ProduktifTahun . Luas wilayah produktif Untuk menghitung luas wilayah produktif dapat disusun tabel...**) Dst . 2./2.. Analisis terhadap indikator kinerja lainnya pada fokus fasilitas/infrastruktur sesuai dengan kewenangan provinsi dan kabupaten/kota.T-V. b. Berikut ini disajikan beberapa contoh hasil analisis dari beberapa indikator kinerja pada fokus fasilitas wilayah/infrastruktur sebagai berikut: a.*) NO (1) 1 2 3 4 Kabupaten/Kota/Kecamatan*) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan..d ..**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.../2. Provinsi/Kabupaten/Kota. Budidaya (4) Rasio (5=3/4) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Menurut Kabupaten/Kota/Kecamatan Provinsi/Kabupaten/Kota..

2.*) No 1.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 4. Jenis Kriminal Jumlah kasus Narkoba Jumlah kasus Pembunuhan Jumlah Kejahatan Seksual Jumlah kasus Penganiayaan Jumlah kasus Pencurian Jumlah kasus Penipuan Jumlah kasus Pemalsuan uang Jumlah Tindak Kriminal Selama 1 Tahun Jumlah Penduduk Angka Kriminalitas (8)/(9) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 3. Jumlah Demonstrasi Untuk menghitung jumlah demontrasi. b.. 4. 5. sebagai berikut: . jumlah perda yang mendukung iklim usaha. sebagai berikut: Tabel.24 4. jumlah perda yang mendukung iklim usaha... 9.. Angka kriminalitas Untuk menghitung angka kriminalitas dapat disajikan dalam contoh tabel. sebagai berikut: Tabel.3 Fokus Iklim Berinvestasi Analisis kinerja atas iklim berinvestasi dilakukan terhadap indikator-indikator: angka kriminalitas.C.. persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa.*) No 1 2 3 4 Uraian Bidang Politik Ekonomi Kasus pemogokan kerja Jumlah Unjuk Rasa (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. dapat disajikan kedalam bentuk grafis atau tabel seperti contoh diatas dengan merujuk pada Lampiran I Peraturan Menteri ini.C. persentase desa berstatus swasembada terhadap total desa.dapat disajikan dalam contoh tabel. a. 7.T-V.T-V. Kualitas tenaga kerja (rasio lulusan S1/S2/S3) Hasil analisis rasio lulusan S1/S2/S3 dapat disajikan dalam contoh tabel. lama proses perijinan.30 Angka Kriminalitas Provinsi/Kabupaten/Kota.. Analisis terhadap indikator kinerja pada fokus iklim berinvestasi lainnya sesuai dengan kebutuhan untuk provinsi dan kabupaten/kota lama proses perijinan. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data..4 Fokus Sumber Daya Manusia Analisis kinerja atas sumber daya manusia dilakukan terhadap indikator rasio ketergantungandan rasio lulusan S1/S2/S3. a. 10. jumlah demo. jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah.31 Jumlah Demo Provinsi/Kabupaten/Kota. 8.. jumlah dan macam pajak dan retribusi daerah. 6.

.1 .1.. sebagai berikut: Tabel. b.1.1. 3. sebagai berikut: Tabel. 2.1.32 Rasio lulusan S1/S2/S3 Provinsi/Kabupaten/Kota.. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. Administrasi keuangan daerah. 1.3.1.. Uraian Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun Jumlah Penduduk usia > 64 tahun Jumlah Penduduk Usia Tidak Produktif (1) &(2) Jumlah Penduduk Usia 15-64 tahun Rasio ketergantungan (3) / (4) (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota... 3. 1.2.4 1..1. 4.1. PELAYANAN UMUM Pelayanan Urusan Wajib Pendidikan (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Standar Interpretasi belum tercapai (<) sesuai (=) melampaui (>) 1. 1. Provinsi/Kabupaten/Kota.C.*) Capaian kinerja No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/ Indikator Kinerja Pembangunan Daerah KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Otonomi Daerah. 2. 1.1. Hasil analisis gambaran umum kondisi daerah terkait dengan capaian kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota dapat dirangkum dalam bentuk tabel. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.1 2. Jumlah lulusan S1 Jumlah lulusan S2 Jumlah lulusan S3 Julah lulusan S1/S2/S3 Jumlah penduduk Rasio lulusan S1/S2/S3 (4/5) Uraian (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota..T-V.1 2. Tingkat ketergantungan (rasio ketergantungan) Hasil analisis rasio ketergantungan dapat disajikan dalam contoh tabel..2. Pemerintahan Umum.. 6..3 1.1.*) No 1.C.1. 5. s.2. 4.34 Hasil Analisis Gambaran Umum Kondisi Daerah terhadap Capaian Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Provinsi/Kabupaten/Kota.1 1.25 Tabel.3.*) NO 1.d .1.1.T-V.33 Rasio Ketergantungan Tahun .1 1. Perangkat Daerah. 2..2 1..1.C. 5. Kesejahteraan Sosial Pendidikan Angka melek huruf Angka rata-rata lama sekolah Dst …… Dst …… Dst….1.1 1...2. Kepegawaian dan Persandian Pertumbuhan PDRB Laju inflasi PDRB per kapita Dst….. 1.3 1.1.T-V..2 1..2..

2 3.2.1.2. Dst… (n-5) (n-4) (n-3) (n-2) (n-1)**) Standar Interpretasi belum tercapai (<) sesuai (=) melampaui (>) 2.2.1 2.1.1.1 3.3.3 2.2 3.2.2. Administrasi keuangan daerah.3 3.1.2.1 3.3. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data.1.1.4 3. Kepegawaian dan Persandian Pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita Pengeluaran konsumsi non pangan perkapita Produktivitas total daerah Dst …… Pertanian Nilai tukar petani Fasilitas Wilayah/Infrastuktur Perhubungan Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan Jumlah orang/ barang yang terangkut angkutan umum Dst… Penataan Ruang Ketaatan terhadap RTRW Luas wilayah produktif Dst….1.1.2 2.4 2.2.1 2.1.1.2 2.1.1 3.2 3.3 2.1 3.1 2.1. 3.2 2.2.2.1.1 *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. pustu per satuan penduduk Dst….2.1.1 3.2.2.1 2.1 2.1. poliklinik.1 2.1.1 2.3 3.1.1.2.2.1.2 2.2. Dst ….2.1 2.1.2. Dst… Dst….2 2.2.2 3.2.1.3 3.1.1.2 2.1.3.2.2 2.3 2.2.1.1. Kesehatan Rasio posyandu per satuan balita Rasio puskesmas.2 2.3 2.2.1 3..2.2.1. Dst….3 2.2.1.1 3.1.1 3.1.2. .2 3.1.1..1.1.3 3.1.2 2.1.2. Perangkat Daerah.2.26 Capaian kinerja No Aspek/Fokus/Bidang Urusan/ Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Pendidikan dasar Angka partisipasi sekolah Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah Rasio terhadap murid Dst …… Pendidikan menengah Angka partisipasi sekolah Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah Dst…. Dst…… DAYA SAING DAERAH Kemampuan Ekonomi Otonomi Daerah.1. Pemerintahan Umum.1.1.2 3.1.1. Pelayanan Urusan Pilihan Pertanian Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per hektar Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kehutanan Rehabilitasi hutan dan lahan kritis Kerusakan Kawasan Hutan Dst….3 2.1.2.1.1.

Sektor pertanian. Sektor industri pengolahan.1. 7. Analisis Ekonomi dan Keuangan Daerah Analisis ekonomi daerah dimaksudkanuntuk menilai sejauh mana realisasi pembangunan daerah dapat mempengaruhi kinerja ekonomi daerah dan sejauh mana indikator makro ekonomi daerah sesuai dengan yang diasumsikan dalam perencanaan pembangunan jangka menengah.. Investasi. kemudian dirangkum dalam tabel berikut: Tabel. persewaan dan jasa perusahaan. Konsumsi Pemerintah. 5. Sektor perdagangan.Mengingat komponen-komponen indikator tersebut sudah dihitung pada analisis capaian pembangunan daerah maka pada tahap ini penekanan utamanya adalah pada analisis untuk menjawab “mengapa” dan “bagaimana” kinerja ekonomi daerah dicapai. Indikator-indikator lain yang tak kalah penting antara lain tingkat pengangguran. dan Kegiatan Perdagangan Luar Negeri) Besaran ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Jumlah Penduduk Miskin Tingkat Pengangguran Disparitas Pendapatan Regional yang dilihat dari perbedaan: Pendapatan Perkapita Kemampuan Investasi Besaran Indeks Gini (Gini Ratio Index) Besaran IPM (Indeks Pembangunan Manusia) 8. investasi. hotel dan restoran. 5. 2. Tujuan pembangunan daerah harus mampu memicu peningkatan PDRB dari tahun ke tahun agar bisa membuka lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.. Sektor keuangan. inflasi dan lain-lain. 10. kemiskinan. 6.. PDRB (Harga Berlaku) PDRB (Harga Konstan) 2 3 Tingkat Pertumbuhan Ekonomi/ PDRB Harga Berlaku tahun tertentu Tingkat Pertumbuhan Ekonomi/ PDRB Harga Konstan tahun tertentu Tingkat Inflasi Struktur PDRB Pendekatan Produksi atau Sektoral Produktivitas Sektoral. gas dan air bersih. tahun berjalan dan tahun rencana memuat kondisi ekonomi riil suatu daerah pada tahun lalu.35 Perkembangan Indikator Makro Ekonomi Provinsi/Kabupaten/kota . dan Sektor jasa-jasa.C.*) Realisasi No Indikator Makro Satuan Tahun (n-3) 4 Tahun (n-2) 5 Bertambah/B erkurang 6 Proyeksi Tahun (n-1) 7 Tahun n 8 1 1. terutama dalam hubungannya dengan tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Sektor angkutan dan komunikasi. 4.3. 11. 7. 8. 9. setelah dijelaskan kinerja dan permasalahannya. Analisis ini dilakukan untuk mengumpulkan fakta dan permasalahan yang dihadapi daerah saat ini untuk digunakan sebagai data dalam analisis keuangan daerah dan perumusan kerangka ekonomi daerah. 12. 9. . tahun berjalan dan tahun rencana. termasuk perhitungannya ke-sektor-sektor: 1. Sektor listrik.T-V. Analisis asumsi umum/makro ekonomi daerah tahun lalu. Salah satu indikator utama ekonomi daerah adalah penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Analisis harus mampu menggambarkan dengan jelas kinerja PDRB tersebut dari berbagai aspek. 2.27 C. 6. 3. yang merupakan rasio antara Nilai Tambah Bruto (NTB) setiap sektor terhadap jumlah tenaga kerja di sektor yang bersangkutan Struktur PDRB Pendekatan Pengeluaran (Konsumsi Rumah Tangga. Indikator ekonomi daerah secara kesuluruhan.. Sektor bangunan. 4. 3.. Sektor pertambangan dan penggalian..

ditulis tahun 2011 tahun berjalan. ditulis tahun 2010 tahun lalu. diisi dengan hasil perbandingan kolom (3) dan kolom (4) berupa angka-angka kenaikan (+) atau penurunan (-). diisi satuan/ unit dari setiap indikator makro yang diukur. Kalau data definitif belum tersedia. diisi dengan perkiraan kondisi pada tahun rencana. misalnya untuk penyusunan RKPD 2011 maka: tahun n tahun n-1 tahun n-2 tahun n-3 = = = = tahun yang direncanakan. diisi dengan proyeksi/perkiraan tahun berjalan (tahun n-1). Selain itu juga untuk mengetahui . penelitian dan sebagainya terhadap PDRB Perbandingan Penerimaan Pemerintah Daerah (PAD dan Dana Perimbagan terhadap PDRB) Struktur Pembiayaan Pembangunan Daerah dan sebagainya.2. Analisis Keuangan Daerah C. dapat diambil dari proyeksi tahun n dari RKPD tahun sebelumnya.C. Kolom Kolom Catatan: 1. selanjutnya digunakan sebagai salah satu input utama untuk membuat analisis keuangan daerah. diisi dengan nama indikator makro ekonomi daerah.35: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) diisi sesuai dengan nomor urut indikator makro ekonomi yang tersedia. dengan satuan sesuai dengan satuan pada indikator makro ekonomi yang tersedia (apakah dalam % atau dalam Rp) dan sebagainya.1 Pemahaman yang baik terhadap hasil analisis kondisi ekonomi daerah. diisi dengan data dua tahun sebelum tahun rencana (n-2). Penentuan kemampuan keuangan daerah sangat terkait dengan kemampuan daerah untuk memperkirakan jumlah penerimaan yang akan diterima sehingga kemampuan pendanaan pembangunan daerah pada tahun rencana dapat diketahui.. Evaluasi atas Hasil Perhitungan Kapasitas Keuangan Daerah RKPD tahun rencana Evaluasi atas hasil perhitungan ini dimaksudkan untuk mengetahui amanat dari RPJMD dalam menentukan kapasitas keuangan daerah serta hasilnya. Penghitungan kapasitas keuangan daerah dan kerangka pendanaan pada dasarnya dilakukan dengan menganalisis sejauh mana kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan analisis kerangka pendanaan yang telah dibuat dalam RPJMD masih relevan atau dapat dipakai pada tahun rencana. diisi dengan data tiga tahun sebelum tahun rencana (n-3). dan sebagainya 2 Berbagai macam besaran rasio dan perbandinganperbandingan Pajak Daerah terhadap PDRB Biaya pendidikan. dapat digunakan angka sementara dan diberi catatan. (7) (8) Untuk indikator yang sama dan tahun yang sama. Perhitungan kapasitas keuangan daerah beserta kerangka pendanaan dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1.1. pada RKPD yang akan disusun perlu dilengkapi dengan tabel tersebut.T-V. yaitu ditulis tahun 2008 Cara pengisian Tabel. 3 Cara Pengisian Tabel Perkembangan Indikator Makro Ekonomi Angka tahun n ditulis dengan angka yang sesuai dengan tahun perencanaan. 2. kesehatan. isinya harus sama dengan tabel pada subbab 2. Bila dalam RKPD tahun sebelumnya ternyata tidak memuat informasi dimaksud.28 Realisasi No Indikator Makro Satuan Tahun (n-3) 4 Tahun (n-2) 5 Bertambah/B erkurang 6 Proyeksi Tahun (n-1) 7 Tahun n 8 1 13.3. ditulis tahun 2009 tiga tahun sebelum tahun rencana.

..T-V.. Tabel... Provinsi/Kabupaten/Kota. ..3. dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Total Pendapatan (a) 2 Pencairan Dana Cadangan (b) 3 Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran Saldo kas neraca daerah Dikurangi: Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun yang belum terselesaikan Kegiatan lanjutan Jumlah (c) Jumlah proyeksi penerimaan riil (a+b+c) 2. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan….3 Penghitungan Kapasitas Keuangan Daerah Hasil Telaahan & Evaluasi Kapasitas Keuangan Daerah – RPJMD th… (n) Penghitungan Kapasitas KeuDa Kapasitas Keuangan Daerah RKPD Untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang berbagai komponen pembentuk kapasitaskeuangan daerah dan bagaimana komponen-komponen tersebut saling mempengaruhi maka beberapa langkah perhitungan berikut perlu dilakukan.1. Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus 1.. Evaluasi dilakukan dengan mempelajari dokumen RPJMD pada bagian kerangka pendanaan/penghitungan kapasitas keuangan daerah.36 Evaluasi/Catatan Atas Perhitungan Kapasitas Keuda RKPDTahun. Penghitungan Kapasitas Keuangan Daerah Penghitungan dilakukan dengan menggunakan data dan informasi yang dapat digambarkan secara ringkas sebagai berikut: Gambar.. G-V.2.*) No (1) 1 1.29 bagaimana dasar-dasar perhitungan dilakukan untuk tahun rencana. Pemahaman atas perhitungan kapasitas keuangan daerah ini menjadi dasar penentuan dan perhitungan kapasitas keuangan daerah tahun rencana. Uraian Proyeksi RPJMD tahun rencana (Rp) (3) Catatan (5) (2) PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah 1.C.C..

Keterangan: tahun n-1 = tahun n-2 = tahun n-3 = satu tahun sebelum tahun ke-1 RKPD dua tahun lalu sebelum tahun ke-1 RKPD tiga tahun sebelum sebelum tahun ke-1 RKPD misalnya tahun ke-1 RKPD = tahun 2011. 1.3. Menghitung rata-rata pertumbuhan pendapatan. 5. belanja tidak langsung.1. 1. Diisi sesuai dengan ketersediaan data..1. 6. 1.3.1..2.1.*) No. 1.2.1 1.1.T-V.3. 1.T-V..38 Rata-rata Pertumbuhan Realisasi Belanja Tidak Langsung Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.1.2..3.1. 1.C.3..4 1.2 1. 4.3. 7. pembiayaan.37 Rata-Rata Pertumbuhan Realisasi Pendapatan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.. maka n-1 = tahun 2010 n-2 = tahun 2009 n-3 = tahun 2008 b) Menghitung rata-rata pertumbuhan realisasi belanja tidak langsung daerah. dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. 1. 1.5 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan…..2. 1. (n-3) (%) (n-2) (%) (n-1)**) (%) Rata-rata Pertumb (%) . dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel.C.30 Tahap I: Analisis dan perhitungan penerimaan daerah 1.2. 3.3. 1... dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya (n-3) (Rp) (n-2) (Rp) (n-1)**) (Rp) Rata-rata Pertumb (%) *) **) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.4. 1.3. 1 1. 2.*) No. 8.. Diisi sesuai dengan ketersediaan data. dan neraca daerah: a) Menghitung rata-rata pertumbuhan realisasi pendapatan daerah.3 1. *) **) Uraian Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintah Desa Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Jumlah Belanja Tidak Langsung Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.2..

1.2. JUMLAH ASET DAERAH 2. 1.C.6.3.3.2.4. 1.4.3..3.3. 3.1.1.3.1. KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Utang Perhitungan Pihak Ketiga Uang Muka Dari Kas Daerah Pendapatan Diterima Dimuka dst…………….1.T-V.1.1.2. 1.C.3.1.2.1.3.5. serta neraca daerah sebagaimana dalam Tabel T-V. 1..C.2.3.3. T-V.2. 1.2. 3.2.1. TV. 1. 1.2. 3.37. ASET ASET LANCAR Kas Piutang Persediaan ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan.31 c) Menghitung rata-rata pertumbuhan harta dan kewajiban daerah.3.1.2. 1.5.1. 1. 2.1.4. 1.39dapat dihitung dengan menggunakan rumus rata-rata geometrik berikut: Rata-rata pertumbuhan = . dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan dst……………….4.2. 3. Uraian (n-3) (Rp) (n-2) (Rp) (n-1)**) (Rp) Rata-rata Pertumb (%) *) **) Contoh menghitung rata-rata pertumbuhan: Rata-rata pertumbuhan realisasi dari setiap pos pendapatan daerah. 3. 1. 3. 1.36. 1.1. 1.2. JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 2.1.2.1. 3. 2.7. 2.C.2. ASET LAINNYA Tagihan Penjualan Angsuran Tagihan tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kemitraan Dengan Pihak Kedua Aset Tak Berwujud dst………….1. 3.1. belanja daerah dan pembiayaan daerah.dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR SILPA Cadangan Piutang Cadangan Persediaan dst……………… EKUITAS DANA INVESTASI Diinvestasikan Dalam Aset tetap Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya dst…………. 1. 1.2. 1. 2.1.C.2.38dan Tabel T-V. 3.1. Diisi sesuai dengan ketersediaan data.3.2. irigasi.2.1. 1. 3.39 Rata-rata Pertumbuhan Neraca Daerah No.

namun disesuaikan dengan kondisi riil daerah dengan mempertimbangkan indikator makro ekonomi daerah tahun rencana sebagaimana yang telah dianalisis sebelumnya.3 Lainnya 1. Analisis pendapatan daerah dilakukan melalui tahapan: a.4.3. 1.5 Lainnya JUMLAH PENDAPATAN DAERAH *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.C. dibandingkan dengan total realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran berkenaan.3. 1.2.3.1. dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah..1.1..3. 1. .2. 1.1.1.2.2.3..*) Tahun No 1 1. Analisis Kinerja Realisasi Pendapatan Daerah Analisis ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan realisasi setiap objek pendapatan daerah yaitu dengan membandingkan antara yang dianggarkan dalam perubahan APBD dengan realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran berkenaan. 1. 1.T-V.3. Metode perhitungan pendapatan (PAD) dalam RKPD pada prinsipnya sama dengan perhitungan yang ada di RPJMD. **) Diisi sesuai dengan ketersediaan data. nilai pada suatu periode nilai pada periode 1 tahun sebelumnya Analisis SumberPendapatan Daerah Tahun Rencana Sumber pendapatan daerah mencakup: pendapatan asli daerah.32 Dimana: = = perubahan nilai dari nilai tahun sebelumnya adalah periode pengamatan perubahan nilai. dari Provinsi atau Pemerintah Daerah 1.2.1.3.1 1. Analisis dilakukan dengan mengisi tabel kinerja realisasi pendapatan dibawah ini.2. b. Analisis Sumber Pendapatan Daerah Analisis ini dilakukan untuk memperoleh gambaran proporsi dari setiap sumber pendapatan daerah yang paling dominan kontribusinya yang dilakukan dengan cara menghitung persentase dari setiap objek pendapatan daerah dalam satu tahun anggaran. 1.1.3. 1. Sedangkan Pdihitung dengan rumus sebagai berikut: Dimana: = = 2.. 1...40 Prosentase Sumber Pendapatan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota. 1.4 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan….. dengan cara mengisi tabel dibawah ini: Tabel.2 Uraian (n-3) (%) (n-2) (%) (n-1)**) (%) PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah 1.

33 Tabel.. 1. 1. 1. 1.C. 3.2..2.2 1.1.1. antara lain: 1. Kebijakan dibidang keuangan negara.1. 1.1.2.*) No 1 1. Analisis proyeksi pendapatan daerah Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan perhitungan kapasitas pendapatan daerah tahun rencana.1 1.. 1. c.2.5 *) **) ***) Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah 20% OT 10%UT 100% E Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan…. Asumsi indikator makro ekonomi (PDRB/laju pertumbuhan ekonomi.1. · Dalam hal mencapai target yang ditetapkan atau equal diisi dengan (E).4 1. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Uraian Proyeksi Tahun n (Rp) .3.T-V. 1.2.1. 1. 2.3. inflasi dan lain-lain) Kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.1.1.3. 1.1. 1.1.. · Dalam hal tidak mencapai target yang ditetapkan atau under target diisi dengan (UT).2.4.1.3 1. khususnya untuk masingmasing komponen PAD.41 Kinerja Realisasi Pendapatan Daerah Kinerja ***) (%) (n-3) (%) (n-2) (%) (n-1)**) (%) No 1 1. dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.4.1. Angka rata-rata pertumbuhan pendapatan daerah masa lalu. 1. Tabel.T-V. sebagai berikut: · Dalam hal pelampauan target pendapatan atau over target diisi dengan (OT). Proyeksi pendapatan dilakukan dengan mengisi tabel sebagai berikut. 1...3.2.3. 1.1. 1. Diisi sesuai dengan ketersediaan data. 1. Setelah mencantumkan persentase diikuti dengan keterangan kinerja realisasi pendapatan.3. 1. Pada baris setiap kolom objek pendapatan daerah dalam tahun anggaran berkenaan diisi dengan besarnya prosentase selisih antara realisasi dengan anggaran.3.3.C.42 Proyeksi Pendapatan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota..3. 4.2.2.1. Analisis dilakukan berdasarkan pada data dan informasi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pendapatan daerah.

2.3.3.4 6. dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Analisis penerimaan pembiayaan daerah Analisis ini dilakukan untuk mengetahui jumlah penerimaan pembiayaan daerah tahun rencana. Metode perhitungan yang digunakan pada dasanya sama dengan yang di RPJMD.5 Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Uraian Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan…. 3.2 4 4.3. 1.34 Proyeksi Tahun n (Rp) No 1.1 3.5 5 5.3 1. 1. objek pendapatan.43 Proyeksi Penerimaan Pembiayaan Daerah No 1 1. .3 6.4 1.2 4.3.2 1.3. Yang perlu dilakukan adalah menghitung kembali dan melakukan penyesuaian dengan kondisi tahun rencana.3.3..1 1.1 6.1 3 3.4 4.1 4.1 1.1 6 6.2 1.2. Rumus yang digunakan dalam menghitung proyeksi pendapatan daerah memperhatikan datadata wajib pajak daerah. Komponen penerimaan pembiayaan daerah mencakup: Tabel.2.3 1.T-V.2 6.4 1. 1. upaya-upaya dalam intensifikasi dan ekstensifikasi serta aturan/pedoman terkait lainnya.6 2 2.3 4.5 Uraian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pelampauan penerimaan PAD Pelampauan penerimaan Dana Perimbangan Pelampauan penerimaan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Sisa Penghematan Belanja atau akibat lainnya Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan Kegiatan lanjutan Pencairan Dana Cadangan Pencairan Dana Cadangan Hasil PenjualanKekayaan Daerah yang Dipisahkan Hasil penjualan perusahaan milik daerah/BUMD Hasil penjualan aset milik pemerintah daerah yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Pinjaman Daerah dari Pemerintah Penerimaan Pinjaman Daerah dari pemerintah daerah lain Penerimaan Pinjaman Daerah dari lembaga keuangan bank Penerimaan Pinjaman Daerah dari lembaga keuangan bukan bank Penerimaan hasil penerbitan Obligasi daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Penerimaan Kembali Penerimaan Pinjaman Penerimaan Piutang Daerah Penerimaan piutang daerah dari pendapatan daerah Penerimaan piutang daerah dari pemerintah Penerimaan piutang daerah dari pemerintah daerah lain Penerimaan piutang daerah dari lembaga keuangan bank Penerimaan piutang daerah dari lembaga keuangan bukan bank Proyeksi Tahun n (Rp) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.5 1.C..

1. Penambahan/pengurangan tersebut dilakukan berdasarkan analisis proyeksi belanja dan pengeluaran RKPD tahun rencana yang telah dilakukan.. Dari perbandingan tersebut akan diketahui selisihnya.2. Dana Perimbangan Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus 1.T-V...C.. Hasilnya dituangkan dalam tabel berikut. Tahap II: Penghitungan Pengeluaran Daerah Penghitungan dilakukan dengan mengambil data dan informasi proyeksi belanja dan pengeluaran pembiayaan tahun rencana dari RPJMD. mencakup: . Pada komponen yang berkesesuaian lalu ditambah/dikurangi untuk mengasilkan proyeksi belanja dan pengeluaran daerah RKPD tahun rencana. Tabel.*) Proyeksi RPJMD tahun rencana (Rp) (3) Proyeksi RKPD tahun rencana (Rp) (4) Selisih (Rp) (6) No (1) 1 1. apakah terjadi penambahan/pengurangan. kemudiaan ditelaah dan disinkronkan dengan hasil evaluasi pada langkah (a). Daerah yang dipisahkan Penerimaan Pinjaman Daerah Pengembalian Utang Penerimaan Piutang Jumlah (b) Proyeksi Silpa Riil 3 Saldo kas neraca daerah Dikurangi: Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun yang belum terselesaikan Kegiatan lanjutan Jumlah (c) Jumlah Kapasitas Keuangan Daerah (a) + (b) + (c) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Total Pendapatan (a) Penerimaan Pembiayaan 2 Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Kek.44 Proyeksi/Target Penerimaan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.35 Hasil analisis proyeksi pendapatan RKPD tahun rencana secara keseluruhan kemudian dibandingkan dengan proyeksi pendapatan tahun rencana di RPJMD... Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan…. Uraian (2) Ket (7) PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil pengelolaan keuangan Daerah Yang Dipisahkan Lain-Lain PAD yang sah 1.3.

Pembayaran pokok utang sebelum jatuh tempo kepada lembaga keuangan bank. Belanja sewa perlengkapan dan peralatan kantor (yang telah ada kontrak jangka panjangnya).. Analisis belanja daerah tahun rencana mencakup analisis terhadap: 2) 3) 4) 5) b. Pembayaran pokok utang yang jatuh tempo kepada pemerintah daerah lain. Pembayaran pokok utang yang jatuh tempo kepada lembaga keuangan bukan bank. Belanja jasa kantor (khusus tagihan bulanan kantor seperti listrik. Pembayaran pokok utang sebelum jatuh tempo kepada pemerintah daerah lain. Belanja penerimaan anggota dan pimpinan DPRD serta operasional KDH/WKDH dihitung sesuai dengan ketentuan mengenai besarnya penghasilan dan penerimaan pimpinan/anggota DPRD yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. 1) 2) Badan usaha milik pemerintah (BUMN). Belanja beasiswa pendidikan PNS. Pembayaran pokok utang sebelum jatuh tempo kepada lembaga keuangan bukan bank. Belanja bantuan partai politik ditentukan sesuai dengan peraturan perundangundangan. khusus untuk guru dan tenaga medis dihitung dengan berdasarkan kelangkaan profesi. . 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) d. gaji berkala. tunjangan keluarga. b. telepon dan sejenisnya). meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 2. Belanja bunga dihitung berdasarkan besarnya jumlah pinjaman daerah sesuai tingkat bunga dalam perjanjian. a. Belanja honorarium PNS. dan sejumlah accressyang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundangundangan. meliputi: 1) Gaji dan tunjangan PNS dihitung dengan mempertimbangkan adanya kenaikan gaji dan tunjangan. antara lain akibat kenaikan pangkat dan jabatan. Penyertaanmodal (investasi) pemerintah daerah: 1) 2) 3) c. Pelunasan obligasi daerah pada saat jatuh tempo. Pembayaran pokok utang yang jatuh tempo kepada pemerintah. Analisis pengeluaran pembiayaan tahun rencana Analisis ini dilakukan untuk mengetahui jumlah pengeluaran pembiayaan daerah tahun rencana. Pembayaran pokok utang: Pemberian pinjaman daerah: Hasil analisis terhadap belanja dan pengeluaran pembiayaan daerah tahun rencana kemudian dituangkan dalam tabel berikut. Pemberianpinjaman daerah kepada pemerintah. Badan usaha milik daerah (BUMD). Pemberianpinjaman daerah kepada pemerintah daerah lain. Belanja langsung. Pada prinsipnya metode perhitungan yang digunakan sama dengan yang di RPJMD. Analisis belanja daerah tahun rencana Belanja tidak langsung. Komponen pengeluaran pembiayaan daerah mencakup: a. Pembelian kembali obligasi daerah sebelum jatuh tempo.36 1. Badan usaha milik swasta. Pembayaran pokok utang sebelum jatuh tempo kepada pemerintah. Pembayaran pokok utang yang jatuh tempo kepada lembaga keuangan bank. Pembentukan dana cadangan. Yang perlu dilakukan adalah menghitung kembali dan melakukan penyesuaian dengan kondisi tahun rencana. air. Belanja sewa gedung kantor. Belanja bagi hasil dihitung berdasarkan besarnya perjanjian bagi hasil dengan pihak III.

3. **) bagi pemerintah kabupaten/kota Untuk mendapatkan nilai dana yang akan digunakan dalam penghitungan pagu indikatif.T-V.. Uraian Belanja TidakLangsung Belanja Gaji dan Tunjangan Belanja Penerimaan Anggota dan Pimpinan DPRD serta Operasional KDH/WKDH Belanja Bunga Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan kepada Desa *) Belanja Bantuan Partai Politik Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Pembayaran Pokok Utang TOTAL PENGELUARAN WAJIB DAN MENGIKAT Keterangan *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 2. 5.C. Total pengeluaran wajib dan mengikat diatas menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan anggaran belanja yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat ditunda dalam rangka penghitungan kapasitas riil keuangan daerah untuk analisis kerangka pendanaan. dikurangkan terlebih dahulu dengan kebutuhan dana bagi program/kegiatan wajib/mengikat yang harus diselenggarakan karena beberapa alasan: a. telepon dan sejenisnya ) Program/kegiatan yang menampung Belanja sewa gedung kantor (yang telah ada kontrak jangka panjangnya) Program/kegiatan yang menampung Belanja sewa perlengkapan dan peralatan kantor (yang telah ada kontrak jangka panjangnya) TOTAL BELANJA LANGSUNG WAJIB DAN MENGIKAT Proyeksi RPJMD tahun rencana (Rp) Proyeksi tahun rencana (Rp) Selisih (Rp) Keterangan 1.. 4... 2. B 1.45 PenghitunganKebutuhan Belanja & Pengeluaran Pembiayaan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.. 3.T-V.37 Tabel. Tabel. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. b.46 PenghitunganKebutuhan Belanja Langsung: Wajib/Mengikat dan Prioritas Provinsi/Kabupaten/kota …… No Uraian Program/kegiatan yang menampung belanja honorarium PNS khusus untuk guru dan tenaga medis. 6. Program/kegiatan yang menampung Belanja Beasiswa Pendidikan PNS Program/kegiatan yang menampung Belanja Jasa Kantor (khusus tagihan bulanan kantor seperti listrik. 4. atas kapasitas keuangan riil yang telah dihitung diatas. Menyangkut kebutuhan operasional rutin perkantoran yang harus diselenggarakan..C. . 2. Menyangkut pelayanan dasar wajib yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.*) Proyeksi RPJMD tahun rencana (Rp) Proyeksi RKPD tahun rencana (Rp) Selisih (Rp) No A 1. 5. air.

.. Total Dana Program/kegiatan wajib(IV) Total dana pagu indikatif :... Di samping itu..... Kapasitas keuangan daerahriil (III) b. Tahap penentuan pagu indikatif melalui tahap-tahap sebagaimana dijelaskan dalam gambar sebagai berikut...... Dari total dana pagu indikatif yang ada dialokasikan keberbagai program/kegiatan sesuai urutan prioritas.. belanja bantuan keuangan kepada provinsi dan kabupaten/kota dan pemerintahan desa....Prioritas program/kegiatan dipisahkan menjadi prioritas I dan prioritas II dimana prioritas I mendapatkan prioritas pertama sebelum prioritas II............. seperti: tambahan penghasilan PNS......... dan memiliki kepentingan yang tinggi... memberikan dampak luas pada masyarakat dengan daya ungkit yang tinggi pada capaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah...... Prioritas I: Prioritas I merupakan prioritas pembangunan daerah tahun rencana dengan tema atau program unggulan (dedicated) Kepala Daerah sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD (program pembangunan daerah) dan amanat/kebijakan nasional yang definitif harus dilaksanakan oleh daerah pada tahun rencana. Total penerimaan daerah (I) b. Suatu prioritas II berhubungan dengan tema/program/kegiatan unggulan SKPD yang paling berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani. belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan. bersifat monumental. .. termasuk untuk prioritas pendidikan 20% (duapuluh persen) yang terangkum dalam prioritas dan sasaran pembangunan tahunan. ketersediaan dana untuk mendanai program dan kegiatan tahun rencana. Prioritas II: Prioritas II merupakan prioritas program ditingkat SKPD yang berhubungan dengan pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang didalamnya telah mengandung penghitungan alokasi pagu kewilayahandan dengan memperhatikan prioritas I yang berhubungan dengan SKPD terkait..... Suatu prioritas I harus berhubungan langsung dengan kepentingan publik.. berskala besar. :..38 Dengan demikian...... :.. (-) :.. (-) :......... prioritas I juga diperuntukkan bagi prioritas belanja yang wajib oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. yaitu: a................... Dengan demikian...... ketersediaan dana untuk/sebagai pagu indikatif tahun rencana adalah: a........... serta belanja tidak terduga.. Total Pengeluaran belanja wajib/mengikat (II) Kapasitas keuangan daerah riil(III) :... belanja hibah. Prioritas III: Prioritas III merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja tidak langsung..

Ditambah dengan analisis kondisi riil tahun rencana. Hasil evaluasi kinerja tahun lalu selain mereview RPJMD dan RKPD. Tujuan evaluasi kinerja RKPD tahun lalu antara lain untuk menilai/mengidentifikasi program dan kegiatan yang belum terealisasikan atau belum terlaksana 100% (seratus persen).C. asumsi-asumsi yang mendasarinya. C.T-V. untuk diusulkan lagi pada penyusunan RKPD tahun berikutnya. juga memperhatikan dokumen RKPD tahun berjalan. Evaluasi Kinerja Tahun Lalu Evaluasi kinerja tahun lalu merupakan tahapan dalam penyusunan rancangan awal dengan memperhatikan capaian kinerja RPJMD dan hasil evaluasi kinerja RKPD tahun lalu. dan bagaimana pagu indikatif tersebut dihitung.47 berikut ini: .4 Penghitungan Pagu Indikatif Hasil Telaahan & Evaluasi Alokasi Pagu Indikatif RPJMD Penghitungan Pagu Indikatif Pagu IndikatifRKPD Suatu telaahan dan evaluasi dalam menentukan pagu indikatif dapat dilakukan dengan mempelajari dokumen RPJMD dan working paper penyusunan pagu indikatif-nya untuk mengetahui berbagai data dan informasi yang diolah. G-V.4.39 Gambar.1. maka hasil telaahan dan evaluasi dimaksud dapat menguji apakah pagu indikatif yang telah ditetapkan dalam RPJMD masih bisa digunakan..C. seperti disajikan dalamTabel.

.. 1 1 03 03 01 Dst ........ (tahun berjalan/n-1) (%) 10=(5+7+9)* 11* SKPD PENANGGUNG JAWAB Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan 1 1 1 1 1 01 01 01 WAJIB Pendidikan 2 3 4 12 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Angka Partisipasi Murni (APM) Jumlah sekolah yang terbangun Jumlah rumah dinas kepala sekolah yang terbangun Jumlah ruang kelas terbangun 100% 250 250 45 % 120 100 65 % 50 50 60 % 40 50 92....31% 80% 100% 80% 40 50 75% 200 180 75% 80% 72% Diknas Diknas Diknas 01 01 01 Kegiatan Pembangunan gedung sekolah.... Program.................... Kegiatan pembangunan rumah dinas 01 01 02 kepala sekolah......... 01 01 01 Kegiatan …………….... (tahun n-2) 6 Realisasi RKPD tahun ..........C.. (tahun n-2) 7 Tingkat Realisasi (%) 8=(7/6) Target program / kegiatan RKPD tahun berjalan (tahun n-1) 9 Perkiraan realisasi capaian target RPJMD sampai dengan tahun berjalan Realisasi capaian Tingkat capaian program dan kegiatan realisasi target s/d s/d tahun .. . tahun . guru...................47 Evaluasi kinerja Pelaksanaan Perencanaan Daerah sampai dengan Tahun Berjalan Provinsi/Kabupaten/Kota …………*) Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Target capaian kinerja RPJMD Tahun . (tahun n-3) 5 Target dan realisasi kinerja program dan keluaran kegiatan tahun lalu (n-2) Target RKPD tahun .....T-V................ (akhir periode RPJMD) Realisasi target kinerja hasil program dan keluaran kegiatan s/d dengan tahun ..40 Tabel..... penjaga sekolah 01 01 03 Penambahan ruang kelas sekolah 01 01 04 Dst...... 1 1 1 400 180 60 48 80% 60 288 72% 1 1 1 02 02 01 Kesehatan Program .

Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan DaerahKabupaten/kota. Indikator Kinerja Program (outcome) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung).41 Cara Pengisian Tabel. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. Kolom (1) diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/Program/Kegiatan. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik. Contoh indikator kinerja program (outcomes) dan indikator kinerja kegiatan (output/keluaran) sebagai berikut: Program: “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun” Indikator Kinerja Program: ”Angka Partisipasi Murni (APM)” · · .T-V. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah. instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Provinsi/kabupaten/kota diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. uraian judul kegiatan yang direncanakan. uraian judul program yang direncanakan. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. dan/atau dari laporan pertanggung jawaban APBD menurut tahun-tahun yang berkenaan. Dengan membandingkan keluaran..47: Tabel ini diisi oleh Tim penyusun berdasarkan HasilEvaluasi Pelaksanaan RKPD dan/atau Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD dan Realisasi Renstra SKPD. Indiktor keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Dengan indikator outcome. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Indikator Kinerja Kegiatan (output/keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. pemerintah daerah akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan atau manfaat yang besar kepada masyarakat banyak.C. Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. x xx xx xx Kode Urusan Pemerintahan Daerah Kode Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Kode Program Kode Kegiatan Kolom (2) diisi dengan: · · uraian nama urusan pemerintahan daerah. belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai. · · Kolom (3) Kolom 3 Indikator Kinerja Program (outcome)/Kegiatan (output) diisi sebagai berikut: · · Jenis indikator kinerja program (outcome)/kegiatan (output) sesuai dengan yang tercantum didalam RPJMD. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode RPJMD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam RPJMD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.

· · · Kolom (5) (Realisasi target kinerja hasil program dan keluaran kegiatan sampai dengan tahun n-3): · · · · angka tahun ditulis sesuai dengan angka pada tahun n-3. untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran realisasi target kinerja untuk setiap program yang telah dilaksanakan dalam APBD sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2. untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2. untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2. guru. untukbaris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran kinerja untuk setiap kegiatan yang telah dicapai dari tahun pertama RPJMD sampai dengan tahun n-3. untuk baris kegiatan diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2 dalam bentuk prosentase. untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran realisasi target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2. Kolom (6) (Target kinerja hasil program dan keluaran kegiatanRKPD n-2): · · Kolom (7) (Realisasi target kinerja program dan kegiatan): · · · Kolom (8) (Tingkat realisasi terhadap target program dan kegiatan dalam %): · · . contoh: RPJMD 2007-2012. untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam Renstra SKPD pada akhir tahun Renstra SKPD. penjaga sekolah” Indikator Kinerja Kegiatan: “Jumlah rumah dinas kepala sekolah yang terbangun” Kegiatan 3: “Penambahan ruang kelas sekolah” Indikator Kinerja Kegiatan: “Jumlah ruang kelas terbangun” Kolom (4) (target kinerja capaian program/kegiatan pada akhir tahun RPJMD): · untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RPJMD pada akhir tahun RPJMD.42 Kegiatan 1: “Pembangunan gedung sekolah”. jumlah/besaran keluaran yang ditargetkan dari seluruh kegiatan pada program yang direncanakan harus berkaitan. Indikator Kinerja Kegiatan: ” Jumlah sekolah yang terbangun“ Kegiatan 2: “Pembangunan rumah dinas kepala sekolah.. pengisian kolom ini bersumber dari realisasi program dan kegiatan RKPD tahun n-2 yang telah dilaksanakan melalui APBD tahun n-2. maka ketika menyusun RKPD tahun 2011. angka tahun diisi dengan tahun terakhir periode RPJMD. kolom 5 diisi dengan realisasi mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 (realisasi APBD 2007 dan APBD 2008). untuk baris program diisi dengan realisasi jumlah kinerja program yang telah dicapai mulai dari tahun pertama RPJMD sampai dengan tahun n-3. untuk baris program diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n2 dalam bentuk prosentase. berkorelasi dan/atau berkontribusi terhadap pencapaian hasil program yang direncanakan dalam RPJMD.

. Review Capaian Kinerja RPJMD Mengingat RKPD adalah operasionalisasi dari RPJMD maka perencanaan tahunan tidak dapat lepas dari perencanaan lima tahunan. Kegiatan review capaian prioritas dan target program RPJMD . untuk baris kegiatan diisi dengan perbandingan antara capaian realisasi target sampai dengan tahun n-1 dengan target akhir RPJMD dalam bentuk prosentase. kolom 11 = (kolom 10/kolom 4) x 100% · · Kolom (11) (Tingkat capaian realisasi target sampai dengan tahun . maka diisi dengan kondisi capaian kinerja pada tahun berjalan. Angka tahun n ditulis dengan angka yang sesuai dengan tahun perencanaan. ditulis tahun 2009 tiga tahun sebelum tahun rencana..): · · · · Kolom (12) diisi dengan nama satuan kerja perangkat daerah yang akan bertanggungjawab dan melaksanakan program dan/atau kegiatan yang direncanakan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah j. sehingga menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan atau mengurangi target kinerja capaian untuk RKPD tahun berikutnya. untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD tahun n-1. untuk ukuran kinerja yang bersifat kumulatif. Kolom (9) (Target kinerja hasil program dan keluaran kegiatanRKPD tahun n-1): · · · Kolom (10) (Realisasi capaian target program dan kegiatan RPJMD sampai dengan tahun berjalan): · untuk baris program diisi dengan perkiraan jumlah/besaran realisasi target kinerja untuk setiap program dan kegiatan dalam RPJMD yang sudah dilaksanakan sampai dengan tahun n-2 dan akan dilaksanakan sampai dengan tahun n-1 (realisasi APBD sampai dengan tahun n-2 dan rencana dalam APBD tahun n-1)... maka: · · · · tahun n = tahun yang direncanakan. misalnya untuk penyusunan RKPD 2011....1.4. Capaian kinerja selalu dikaitkan dan diakumulasikan dengan capaian lima tahunan. ditulis tahun 2010 tahun lalu. untuk baris program diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RPJMD sampai dengan tahun berjalan (tahun n-1) dalam bentuk prosentase. ditulis tahun 2011 tahun berjalan. C.o Peraturan Daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah. pengisian kolom ini bersumber dari dokumen RKPDtahun berjalan yang sudah disepakati dalam APBD tahun berjalan (tahun n-1). kolom 10 = kolom 5 + kolom 7 + kolom 9. yaitu ditulis tahun 2008 tahun n-1 = tahun n-2 = tahun n-3 = Tabel ini ditandatangani oleh Kepala Daerah yang merupakan lampiran dari dokumen RKPD. untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD tahun n-1.43 · · kolom 8 = (kolom 7/kolom 6) x 100% kolom ini dapat digunakan untuk menganalisis kemampuan pengelolaan program dan kegiatan dari setiap SKPD. untuk ukuran kinerja yang bersifat kumulatif... maka diisi dengan kondisi capaian kinerja pada tahun berjalan.1.

C. untuk melihat sejauh mana pencapaian kinerja sampai dengan tahun berjalan terhadap target kinerja RPJMD. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya.5. Kebijakanatau tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut. 5. prioritas program prioritas dan target kinerja program.2. Hasil Evaluasi Pelaksanaan RKPD sampai Tahun Berjalan 3.4. Kegiatan review ini menggunakan dokumen hasil evaluasi pelaksanaan RKPD yang bersumber dari Laporan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah (LPPD). terpenuhinya atau melebihi target kinerja program atau kegiatan. Identifikasikan kebijakan yang diperlukan untuk tahun rencana berdasarkan capaian kinerja RPJMD sampai dengan tahun berjalan. 4. Realisasi program atau kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan. Tahap ini menguraikan kebijakan provinsi berupa arah kebijakan dan fokus pembangunan di wilayah provinsi. dan yang dapat ditunda/dikurangi target kinerjanya. Evaluasi meliputi seluruh program dan kegiatan yang dikelompokkan menurut kategori urusan wajib/urusan pilihan pemerintahan daerah.1. Ini menyangkut realisasi capaian target kinerja keluaran kegiatan dan realisasi target capaian kinerja program tahun lalu terhadap RPJMD. Identifikasi sasaran pembangunan. Rumuskan kemungkinan permasalahan pembangunan daerah dilkaitkan dengan capaian kinerja program RPJMD. dengan mempertimbangkan pencapaian target kinerja sampai dengan tahun berjalan. Untuk penyusunan RKPD kabupaten/kota perlu melakukan penelaahan atas kebijakan provinsi. 5. 3. 2. Sajikan dalam bentuk matrik analisis.. Review capaian prioritas dan target program RPJMD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Di samping itu juga penelaahan pengaruhnya terhadap penyusunan RKPD yang direncanakan.44 dimaksudkan untuk mengkaji arah kebijakansertaprioritas dan target kinerja program di tahun rencana. Penelaahan terhadap RPJMN dan RKPD Provinsi untuk Kabupaten/Kota C. Evaluasi pencapaian prioritas program dan target kinerja program berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun-tahun sebelumnya. misalnya bidang-bidang urusan pemerintahan apa saja yang perlu dipacu perkembangannya dan yang perlu dipertahankan kinerjanya. Hasil evaluasi pelaksanaan tahun lalu digunakan untuk melihat sejauh mana pencapaian program dan kegiatan serta faktor-faktor apa saja yang menghambat atau mendorong capaian program/kegiatan. Yang perlu dicermati adalah prioritas dan sasaran serta fokus pembangunan untuk tahun rencana yang terkait dengan daerah yang direncanakan. 2. Realisasi program atau kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan.1. yang perlu dipertahankan kinerjanya. dengan tujuan agar target kinerja RPJMD di akhir tahun periode RPJMD dapat tercapai. 6. atau dokumen khusus hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Hasil kajian tersebut digunakan sebagai masukan dalam merumuskan permasalahan pembangunan dan perumusan prioritas dan sasaran pembangunan RKPD tahun rencana. Realisasi program atau kegiatan yang melebihi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan. 4. Kesemuanya itu tertuang dalam RPJMD provinsi maupun yang dirumuskan . Implikasi yang timbul terhadap target capaian program RPJMD dan kinerja pembangunan daerah. Menguraikan kebijakan nasional berupa arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJM Nasional maupun yang dirumuskan dalam RKP (rancangan awal). misalnya sektor atau program apa yang perlu dipacu pembangunannya. Hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu serta tahun-tahun sebelumnya pada periode RPJMD dikompilasikan sehingga dapat diperoleh gambaran kinerja pencapaian terhadap target RPJMD. sebagai bahan pertimbangan arah kebijakan.Telaahan hasil evaluasi mencakup: 1.

4.T-V. Penelaahan Pokok-pokok Pikiran DPRD Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD yaitu penelaahan kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh dari DPRD berdasarkan hasil rapat dengan DPRD. Penelaahan kebijakan nasional untuk tingkat provinsi dilakukan terhadap dokumen RKP dan sumber-sumber informasi terkait lainnya.45 dalam RKPD provinsi (rancangan awal) dan penelaahan pengaruhnya terhadap penyusunan RKPD kabupaten/kota yang direncanakan...6. 6. C. yang dapat dimintakan dari sekretariat DPRD.. penelaahan kebijakan nasional untuk tingkat kabupaten/kota dilakukan terhadap dokumen RKP dan RKPD provinsi dan sumber-sumber informasi terkait lainnya. 2. 5.T-V.. Penelaahan dimaksudkan untuk mengkaji kemungkinan dijadikan sebagai masukan dalam perumusan kebutuhan program dan kegiatan pada tahun rencana berdasarkan prioritas pembangunan daerah. Keterangan: Untuk pengisian tabel tingkat provinsi. tidak termasuk kolom 3 Cara Pengisian Tabel.48 Identifikasi Kebijakan Nasional Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota. Kebijakan Nasional RPJMN RKPD Provinsi Lain-lain (1) (2) (3) 1. Tabel.. .48: Kolom Kolom Kolom Kolom (4) (1) diisi dengan nomor urut sesuai dengan urutan isu ditingkat nasional.1. Inventarisasi jenis program/kegiatan yang diusulkan DPRD dalam dokumen rumusan hasil penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD tahun lalu dan dikelompokkan kedalam urusan SKPD. 3. Dst *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. seperti rapat dengar pendapat dan/atau rapat hasil penyerapan aspirasi melalui reses. Pokok-pokok pikiran DPRD memuat pandangan dan pertimbangan DPRD mengenai arah prioritas pembangunan serta rumusan usulan kebutuhan program/kegiatan yang bersumber dari hasil penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD tahun sebelumnya yang belum terbahas dalam musrenbangdan agenda kerja DPRD untuk tahun rencana. Dokumen penelaahan pokok-pokok pikiranDPRD diperoleh dari hasil sidang paripurna DPRD. (3) diisi dengan kebijakan provinsi yang mengacu pada rancangan awal rencana RKPD provinsi atau dari sumber informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. antara lain sebagai berikut: 1. Selain itu juga dilakukan telaahan terhadap pokok-pokok pikiran DPRD yang terkait dengan arahan prioritas program/kegiatan untuk tahun yang direncanakan. (2) diisi dengan kebijakan nasional yang mengacu pada RPJMNatau dari sumber informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. provinsi maupun kabupaten/ kota. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam rangka penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD.*) No. (4) diisi dengan identifikasi kebijakan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.. Adapun.C.C.

Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan yang belum didayagunakan secara optimal dan kelemahan yang tidak diatasi.C.T-V. 3. Program/Kegiatan (2) Indikator kinerja (3) Volume (4) Lokasi (5) SKPD terkait (6) Validasi/ Keterangan (7) Cara pengisian Tabel. Jika lokasinya tersebar. dirinci menurut lokasi yang sebenarnya.49: Kolom Kolom (1) (2) diisi dengan nomor urut.49 Rumusan Usulan Program/Kegiatan Hasil Penelaahan Pokok-pokok PikiranDPRD dan Validasi Provinsi/Kabupaten/kota .46 2. berkaitan dengan usulan 5. contoh lihat di tabel. Untuk mengefektifkan sistem perencanaan pembangunan daerah dan bagaimana visi/misi daerah dibuat dengan sebaik-baiknya. khususnya yang berhubungan dengan kemampuan manajemen pemerintahan dalam memberdayakan kewenangan yang dimilikinya.. Kaji pandangan dan pertimbangan yang disampaikan program/kegiatan hasil penelaahan tersebut. memuat lokasi kegiatan yang diusulkan (nama desa lengkap dengan kecamatan dan kabupaten/kota). 2. Perumusan Permasalahan Pembangunan Daerah Permasalahan pembangunan daerah merupakan “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat inidengan yang direncanakan serta antara apa yang ingin dicapai dimasa datang dengan kondisi riil saat perencanaan sedang dibuat.. dst *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. diisi SKPD yang berwenang menangani program/kegiatan yang diusulkan. 4.. dibutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan sehubungan dengan peluang dan tantangan yang dihadapi. Tujuan dari perumusan permasalahan pembangunan daerah adalah untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan kinerja pembangunan daerah dimasa lalu.*) 1 (1) 1.T-V. Rumuskan usulan program dan kegiatan yang dapat diakomodasikan dalam rancangan awal RKPD Sajikan dalam tabel. kemendesakan..C.. 3. seperti berikut: Tabel. Lakukan pengecekan dan validasi oleh tim penyusun RKPD yang berasal dari SKPD terkait terhadap kebutuhan riil di lapangan dengan mempertimbangkan asas manfaat. diisi dengan indikator kinerja dari program/kegiatan yang diusulkan. 6. diisi jenis program/kegiatan yang diusulkan dalam dokumen rumusan hasil reses DPRD tahun n-2 (tahun lalu atau dua tahun sebelum tahun RKPD yang akan disusun).7. efisiensi dan efektivitas. memuat validasi hasil pengecekan oleh SKPD bersangkutan (dalam tim atau konfirmasi kepada SKPD). Indikator kinerja yang diusulkan serta lokasi yang diusulkan. . Kolom Kolom Kolom (3) (4) (5) Kolom Kolom (6) (7) C. 6. 4. 5. diisi besaran volume dari program/kegiatan yang diusulkan.1.

2.T-V.7. capaian berbagai program dan kebijakan diperiode lalu yang diperoleh dari laporan realisasi (dokumen) perencanaan pembangunan daerah. tiap-tiap permasalahan juga diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilannya dimasa datang. diisi tujuan dan sasaran dari dokumen RPJMD tahun berkenaan. langkah yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi isu-isu penting dan masalah mendesak dari berbagai langkah awal pada analisis daerah dan analisis kebijakan nasional/provinsi. Input utama dari perumusan permasalahan tiap urusan ini adalah hasil analisis daerah. Faktorfaktor penentu keberhasilan adalah faktor kritis. Untuk mendapatkan gambaran awal bagaimana permasalahan daerah dipecahkan. termasuk didalamnya prioritas lain dari kebijakan nasional/provinsi yang bersifat mandatori. (1) Program Pembangunan Daerah RPJMD Tahun Berkenaan (2) Permasalahan (3) Faktor-faktor Penentu Keberhasilan (4) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Oleh setiap SKPD.C. Pada tingkat nasional mengidentifikasi isu-isu penting yang terjadi pada tingkat nasional yang ada keterkaitannya dengan daerah. khususnya ekonomi kinerja pembangunan daerah. identifikasi permasalahan pembangunan dilakukan terhadap seluruh bidang urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah secara terpisah atau sekaligus terhadap beberapa urusan. dan faktor-faktor lainnya yang memiliki daya ungkit yang tinggi dalam memecahkan permasalahan pembangunan atau dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan.. Perumusannya dilakukan dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. Berbekal materi. 1. Identifikasi Permasalahan PenyelenggaraanUrusan Pemerintahan Daerah Permasalahan pada bagian ini merupakan permasalahan pembangunan yang dibuat tiap urusan pemerintah untuk bekerjanya fungsi-fungsi yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintah untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi yang menjadi kewenangannya dalam melindungi. 1. Perumusan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Suatu permasalahan daerah dianggap memiliki nilai prioritas jika berhubungan dengan tujuan dan sasaran pembangunan. diisi dengan faktor-faktor penentu keberhasilan.50: Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) berisi no urutan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. hasil kinerja.7. diisi permasalahan daerah tersebut. sedangkan pada tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota) dilakukan analisis daerah dan analisis kebijakan nasional/provinsi untuk mengidentifikasi isu-isu penting dan masalah mendesak yang terjadi pada daerah.1. harus diuraikan permasalahan yang paling krusial tentang layanan dasar dan tugas/fungsi SKPD dengan menilik capaian kinerja yang masih jauh dari harapan dan target yang . khususnya bagi program pembangunan daerah (RPJMD) dengan prioritas pembangunan daerah (RKPD) pada tahun rencana. melayani.47 Selanjutnya.50 Identifikasi Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota……*) No. tiap-tiap urusan diuraikan berdasarkan permasalahan dan keterkaitannya dengan SKPD yang ada didalamnya. Hal ini bertujuan agar dapat dipetakan berbagai permasalahan yang terkait dengan urusan yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab penyelenggaraan pemerintahan daerah. untuk mendapatkan rumusan masalah tahun rencana. Lebih teknis. Cara Pengisian Tabel.C.T-V. pemahaman dan hasil analisis tersebut.

6.6. Penataan Ruang Permasalahan Faktor –Faktor Penentu Keberhasilan (5) (1) 1. 1. 3. 3.. 3. Kesehatan Angka kelangsungan hidup bayi Angka usia harapan hidup Persentase balita gizi buruk Rasio posyandu per satuan balita Rasio puskesmas. 2. 5.3.3.2. baik secara internal maupun eksternal.4. 1.5. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. 2.C. Identifikasi permasalahan dilakukan pada bidang urusan penyelenggaraan pemerintahan yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dilakukan dengan memperhatikan capaian indikator kinerja pembangunan tiap urusan untuk mendapatkan rumusan permasalahan. 2. 3. 4.1.3. 4. Pekerjaan Umum Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik Rasio jaringan irigasi Rasio tempat ibadah per satuan penduduk Persentase rumah tinggal bersanitasi Rasio tempat pemakaman umum per satuan penduduk Dst….3.1.6. 3. 4. 5. Perumahan Rumah tangga pengguna air bersih Rumah layak huni Dst…. Dst… 5.2. 5. pustu per satuan penduduk Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk Dst…. 5.4. 2. (4) Rasio ruang terbuka hijau per satuan luas wilayah ber HPL/HGB Rasio bangunan ber.3. poliklinik.1.2. 5.3.1. Masing-masing permasalahan yang ada kemudian diuraikan lagi untuk mengetahui faktor-faktor.*) Interpretasi Belum tercapai (<) Sesuai (=) Melampaui (>) (3) No Bidang Urusan Dan Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (2) Pendidikan Angka melek huruf Angka rata-rata lama sekolah Pendidikan dasar: Angka partisipasi sekolah Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah Rasio guru/murid Dst…..5..1. 1.2.51 Identifikasi Permasalahan Pembangunan untuk Penentuan Program Prioritas Provinsi/Kabupaten/Kota ….2. 4. 2.3.48 ditetapkan dalam RPJMD.7. 6.T-V.5. 5. 1. 3.4.IMB per satuan bangunan Ruang publik yang berubah peruntukannya Ketaatan terhadap RTRW Luas wilayah produktif Dst…. dilakukan dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. 1.3.3.4. 2. 1. 3. 2. 2. .1. yang menjadi pendorong munculnya permasalahan tersebut.2. 1.

maupun internasional yang secara langsung.. Perumusan Arah Kebijakan Ekonomi Daerah (1) (2) Kebijakan ekonomi daerah dirumuskan untuk menggambarkan hubungan yang jelas antara tujuan utama pembangunan daerah dengan capaian indikator makro ekonomi daerah dan bagaimana antarkomponen itu saling mempengaruhi. Berbagai faktor penghambat dan penunjang permasalahan pembangunan daerah dievaluasi serta dilihat hubungannya dengan capaian kinerja ekonomi daerah. nasional. kemiskinan.1. Suatu arah kebijakan harus menggambarkan: 1.49 Tata cara pengisian Tabel. dan lain-lain.8. diisi dengan bidang urusan/indikator. Perlu diperhatikan bahwa pengisian tabel diatas difokuskan pada identifikasi permasalahan pembangunan pada tiap-tiap urusan. 4.T-V. Antisipasi atas berbagai tantangan dan prospek ekonomi tahun rencana adalah poin utama berikutnya pada bagian ini.C. Dengan penggambaran dalam suatu deskripsi yang baik maka dapat dilihat benang merah antara permalasahan yang melingkupi pencapaian tujuan pembangunan daerah dengan indikator makro ekonomi daerah yang diharapkan. investasi. 2. .1. Hasil perumusan masalah dievaluasi untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang kaitan indikator ekonomi makro dimasa lalu dengan tujuan pembangunan dan hubungannya dengan kerangka ekonomi makro dimasa datang. Kolom (3) diisi dengan interpretasi hanya pada kolom urusan berdasarkan pada analisis indikator-indikator sesuai pada LAMPIRAN I. Perumusan Kerangka Ekonomi dan Kebijakan Keuangan Daerah Pada tahap ini.1. melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. inflasi. Evaluasi Hasil Perumusan Masalah Pembangunan Daerah Evaluasi hasil perumusan masalah pembangunan daerah merupakan input utama dalam membuat kerangka ekonomi daerah disamping data lain seperti hasil analisis ekonomi dan kerangka keuangan daerah serta evaluasi capaian prioritas kinerja RPJM. Kebijakan ekonomi daerah disatu sisi harus mampu menempatkan indikator makro ekonomi daerah sebagai tujuan yang harus dijaga asumsiasumsinya dan di sisi lain memberikan panduan umum bagaimana tujuan ekonomi daerah harus dicapai sebagai salah satu capaian utama pembangunan daerah. dengan langkah-langkah: C. bidang urusan urutannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 dan pada indikator sesuai pada LAMPIRAN I. perumusan dilakukan dengan mendasarkan pada hasil analisis terhadap kerangka ekonomi daerah dan pendanaan tahun rencana. C. Kolom (4) diisi dengan permasalahan pembangunan daerah. Menggambarkan Tantangan dan Prospek Ekonomi Tahun Rencana Data dan informasi yang diolah pada tahap sebelumnya digunakan sebagai input utama untuk menghasilkan gambaran tentang tantangan dan prospek ekonomi tahun rencana. Menggambarkan Kondisi Ekonomi Daerah Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Dengan gambaran permasalahan pembangunan daerah dan informasi kinerja pembangunan tahun lalu maka dapat dibuat gambaran kondisi ekonomi tahun lalu dan tahun berjalan. 3. Asumsi indikator makro ekonomi daerah. pengangguran. Arah kebijakan Ekonomi Daerah Dengan berbagai langkah antisipasi dan informasi penting dari beberapa tahap sebelumnya arah kebijakan ekonomi daerah tahun rencana dapat dibuat. Kolom (5) diisi dengan faktor-faktor penentu keberhasilan. Indikator pada tiap-tiap urusan dijadikan input utama bahan analisis.51: Kolom Kolom diisi dengan nomor urut. Suatu tantangan dan prospek ekonomi berisi isu atau peluang/tantangan dari lingkungan eksternal baik dari daerah lain.8. selanjutnya dituangkan dan dirumuskan menjadi sebuah rancangan kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan. Suatu gambaran kondisi ekonomi harus dapat menunjukkan kaitan yang rasional antar-indikator kinerja makro ekonomi seperti tingkat PDRB.

50 2.2. 2.dan pembiayaan daerah. Arah kebijakan berisi uraian tentang kebijakan yang akan dipedomani oleh Pemerintah Daerah dalam mengelola pendapatan daerah. penerimaan pinjaman daerah. penyertaan modal (investasi) daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. kebijakan perencanaan pendapatan daerah yang akan dilakukan pada tahun anggaran berkenaan. selanjutnya dirumuskan kebijakan yang terkait langsung dengan pos-pos pendapatan daerah dalam APBD. belanja daerah. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Salah satu sumber utama penerimaan kas daerah adalah pendapatan daerah. menjelaskan rangkaian asumsi indikator makro ekonomi daerah dan kesesuaiannya dengan berbagai isu lingkungan eksternal serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah tahun rencana. Hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber penerimaan pembiayaan daerah dan realisasi serta proyeksi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah dalam 3 (tiga) tahun terakhir. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah b. dengan meningkatkan optimalisasi sumber-sumber pendapatan. Deskripsi yang rasional. c. sehingga perkiraan besaran pendapatan dapat terealisasikan dan sedapat mungkin mencapai lebih dari yang ditargetkan. harus diantisipasi kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada pos Pengeluaran Pembiayaan Daerah. arah kebijakan ekonomi daerah ditujukan untuk memberikan penajaman penentuan program prioritas dalam mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun rencana.8. proyeksi/target tahun rencana serta 1 (satu) tahun setelah tahun rencana dalam rangka perumusan arah kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah disajikan dalam bentuk tabel dengan format sebagai berikut: . pencairan dana cadangan. Pendapatan daerah harus dioptimalkan untuk menghasilkan kapasitas keuangan daerah yang makin tinggi guna mendukung pendanaan pembangunan daerah. Sebaliknya jika ada kecenderungan akan terjadinya surplus anggaran. penerimaan kembali pemberian pinjaman. 1. upaya-upaya pemerintahdaerah dalam mencapai target. Berisikan uraian mengenai kebijakan penerimaan pembiayaan dan kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah. pemberian pinjaman daerah kepada pemerintah daerah lain sesuai dengan akad pinjaman.. harus diantisipasi kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada peningkatan penerimaan pembiayaan daerah. Pada akhirnya.1. Dalam hal ada kecenderungan terjadinya defisit anggaran. penerimaan piutang daerah sesuai dengan kondisi keuangan daerah. seperti Penyelesaian Pembayaran Pokok Utang dan Penyertaan Modal. Berdasarkan realisasi dan proyeksi pendapatan daerah serta pertimbangan kemungkinan kebutuhan pendanaan dimasa mendatang. Kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah mencakup pembentukan dana cadangan. Tujuan utama kebijakan keuangan daerah adalah bagaimana meningkatkan kapasitas (riil) keuangan daerah dan mengefisiensikan penggunaannya. pembayaran pokok utang yang jatuh tempo. Kebijakan penerimaan pembiayaan yang akan dilakukan terkait dengan kebijakan pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA). Arah Kebijakan Keuangan Daerah Agar dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat digunakan efektif dan efisien maka diperlukan kebijakan dalam pengelolaan keuangan daerah. uraian arah kebijakan berkaitan dengan target pendapatan daerah. Arah kebijakan pendapatan daerah meliputi: a. C.

1. serta belanja tidak terduga disesuaikan dan diperhitungkan berdasarkan ketersediaan dana dan kebutuhan belanja langsung.2. Selisih antara perkiraan dana yang tersedia dengan jumlah belanja yang wajib dikeluarkan merupakan potensi dana yang dapat dialokasikan untuk pagu indikatif bagi belanja langsung setiap SKPD.1..1..6 Penerimaan pembiayaan Sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 3.2 3. 3. Arah Kebijakan Belanja Daerah Berisikan uraian mengenai kebijakan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah..4 3. dan belanja bantuan kepada provinsi dan kabupaten/kota/pemerintah desa. s..*) Jumlah NO Jenis Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi /Target pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi /Target pada Tahun (n+1) (7) (1) (2) 3.52 Realisasi dan Proyeksi/Target Pendapatan.1 3.1 3.1...2. belanja subsidi.3 3. belanja sosial.3 3. belanja bunga dan pembayaran pokok pinjaman. Pembiayaan Daerah Tahun .4 Pengeluaran pembiayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi) daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN JUMLAH PEMBIAYAAN NETTO *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.. serta belanja barang dan jasa yang wajib dikeluarkan pada tahun yang bersangkutan.C.. Berdasarkan hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah dan realisasi serta proyeksi pendapatan daerah dalam 3 (tiga) tahun terakhir..1..5 3.d Tahun .. belanja bagi hasil.2.. arah kebijakan yang terkait dengan . Provinsi/Kabupaten/Kota …. minimal yang terkait langsung dengan pengelolaan Belanja (Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung) dalam APBD..1 3.2 3.2..1. Belanja tidak langsung untuk belanja hibah.2 3.T-V. antara lain belanja pegawai.. Kebijakan belanja daerah memprioritaskan terlebih dahulu pos belanja yang wajib dikeluarkan.51 Tabel.

.53 Realisasi dan Proyeksi/Target Pendapatan.4 1.1 Penerimaan pembiayaan Sisa lebih perhitungan anggaran tahun .3.1.2.3..4 1.2.1...3 1..1.1 2.3.1 1.1 1..2 1.3 1.52 belanja daerah..1 3.6 2.T-V.4 2..1 1.2 2.2 1.7 2.5 2.2..1.1.3 1.. S.C.2 2.3 1.2.5 (2) Pendapatan asli daerah Pajak daerah Retribusi daerah Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Dana perimbangan Dana bagi hasil pajak/Bagi hasil bukan pajak Dana alokasi umum Dana alokasi khusus Lain-lain pendapatan daerah yang sah Hibah Dana darurat Bagi hasil pajak dari provinsi dan dari pemerintah daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari provinsi pemerintah daerah lainnya JUMLAH PENDAPATAN Belanja Tidak Langsung Belanja pegawai Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan sosial Belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintah Desa* Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintahan Desa* Belanja tidak terduga JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Langsung Belanja pegawai Belanja barang dan jasa Belanja modal JUMLAH BELANJA LANGSUNG TOTAL JUMLAH BELANJA Surplus/(Defisit) A 2.2 1.2 2.1 2.1 2.1. Provinsi/Kabupaten/Kota .1..2 1.8 B 2.2.1.D Tahun ..1.1 1..2.1.3 C D 3...1. Belanja dan Pembiayaan Daerah Tahun .*) Jumlah NO Uraian Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi /Target pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi /Target pada Tahun (n+1) (7) (1) 1.3..3 2. serta target penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.1. selanjutnya dituangkan dalam format tabel sebagai berikut: Tabel.3.1.

1.1. Baris komponen biaya langsung untuk proyeksi. Ketersediaan dana yang dapat digunakan untuk alokasi pagu indikatif belanja langsung setiap SKPD dan biaya tidak langsung belanja hibah.1.53 - Jumlah NO Uraian Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi /Target pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi /Target pada Tahun (n+1) (7) (1) sebelumnya (SILPA) 3. belanja sosial. Baris komponen Biaya Tidak Langsung untuk belanja hibah.3 3. serta pengeluaran biaya langsung.6 E 3. Baris komponen Belanja Tidak Langsung untuk kolom proyeksi/target yang wajib dibayarkan diformulasikan dulu sesuai jumlah kewajiban yang harus dipenuhi. Kolom (6) dan kolom (7) diperhitungkan berdasarkan hasil analisis proyeksi/target berdasarkan data kolom (3).. Keterangan: n +1 = 1 n = n-1 = 1 n-2 = 2 n-3 = 3 tahun setelah tahun rencana tahun rencana tahun sebelum tahun rencana tahun sebelum tahun rencana tahun sebelum rencana Cara Pengisian Tabel Realisasi dan Proyeksi Pendapatan. belanja sosial.1. kolom (4) dan kolom (5).2. setelah memperhitungkan dahulu pengeluaran belanja tidak langsung yang wajib dikeluarkan dan jumlah pengeluaran pembiayaan.2.3 3.2 3.2 3.4 3.2.4 F (2) Pencairan Dana Cadangan Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN Pengeluaran pembiayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi) daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN Pembiayaan neto Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun rencana (SILPA) PAGU ANGGARAN Belanja Langsung SKPD = (G tahun lalu + A + E) – (B+F) G H *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. (5) diambil dari data APBD tahun berjalan yang baru disahkan. belanja bantuan kepada provinsi/kabupaten/kota/pemerintah desa dan dana tak terduga berasal dari jumlah pendapatan ditambah jumlah penerimaan pembiayaan dan SILPA tahun sebelumnya dikurangi jumlah belanja . Belanja dan Pembiayaan Daerah: Kolom Kolom (3) dan kolom (4) diambil dari data Laporan Pertanggungjawaban APBD.2.2 3. belanja bantuan kepada provinsi dan kabupaten/kota/pemerintah desa dan dana tak terduga pada kolom proyeksi/target ditentukan berdasarkan kemungkinan ketersediaan dana yang ada.5 3.1 3.1. mengacu pada prakiraan maju dokumen RKPD tahun sebelumnya dan kecenderungannya. analisis pencapaian kinerja target RPJMD dan evaluasi pelaksanaan RKPD tahun sebelumnya.

1. Korelasinya terhadap pengembangan sektor/bidang yang terkait keunggulan kompetitif daerah. Korelasinya terhadap isu strategis daerah. Standar Pelayanan Minimal. Metodologi penyusunan prioritas. Prioritas II: Prioritas II merupakan prioritas program ditingkat SKPD yang berhubungan dengan pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang didalamnya terkandung penghitungan alokasi pagu kewilayahan. Prioritas III: Prioritas III merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja tidak langsung seperti: tambahan penghasilan PNS. Korelasinya terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD.Selengkapnya. penciptaan lapangan kerja. antara lain: 1. berhubungan langsung dengan kinerja Kepala Daerah pada aspek kebijakan. Prioritas I dituangkan dalam suatu program pembangunan daerah yang bersifat jangka menengah. Prioritas II. Untuk kepentingan pendanaan pembangunan daerah. Korelasinya terhadap pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan nasional. serta belanja tidak terduga. dengan memperhatikan Prioritas I yang berhubungan dengan SKPD terkait. bagan alir penyusunan prioritas pembangunan dan keterhubungannya dengan proses penyusunan prioritas program dan kegiatan adalah sebagaimana dijelaskan dalam gambar berikut ini: . rencana pembangunan daerah menggunakan jenjang atau tingkat prioritas menjadi tiga yaitu Prioritas I. belanja hibah. Prioritas sasaran pembangunan daerah menempati prioritas dan perhatian manajemen pemerintahan paling utama yang dikategorikan pada prioritas I. sedangkan prioritas dan sasaran pembangunan secara tahunan.54 tidak langsung yang wajib dikeluarkan dan jumlah pengeluaran pembiayaan. dan Prioritas III. 2. Perumusan prioritas pembangunan dilakukan dengan mengevaluasi lebih lanjut permasalahan pembangunan daerah terkait.. 3. belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan. seperti terhadap MDGs.9.pengentasan kemiskinan. dengan memperhatikan beberapa kriteria. Secara umum. Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerahbeserta Pagu Indikatifnya Suatu prioritas pembangunan daerah merupakan sekumpulan program prioritas yang secara khusus berhubungan dengan capaian sasaran pembangunan daerah. kriteria tiga prioritas tersebut adalah sebagai berikut: Prioritas I: Prioritas I merupakan prioritas paling utama yang dikelola ditingkat pemerintah daerah. atau dapat dirumuskan = ((A+E+Gtahun lalu) – ( F + Byang wajib dikeluarkan)) C. dihubungkan dengan program pembangunan daerah (RPJMD) pada tahun rencana dan kemungkinan perubahannya. 4. Suatu Prioritas II berhubungan dengan tema/program/kegiatan unggulan SKPD yang paling berdampak luas pada masing-masing segmentasi masyarakat yang dilayani. belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa. mengingat keterdesakan dan daya ungkit bagi kinerja pembangunan daerah.

(n) RPJMD Penyusunan RKPD Prioritas Pemb. Sebagai suatu strategic. tidak lagi diprioritaskan dimasa berikutnya. Suatu prioritas pembangunan daerah juga dapat dikategorikan sebagai operasionalisasi dari tujuan strategik daerah mengingat urgensi daya ungkit pada kesejahteraan dan cakupan pembangunannya.(n) RKP Prioritas (Program) Pembangunan Nasional th. Suatu prioritas pembangunan daerah pada dasarnya (berisi) program-program unggulan SKPD (terpilih) yang paling tinggi relasinya (leading indicators) bagi tercapainya target sasaran pembangunan daerah tahun rencana. pengelolaan kinerja menjadi faktor utama bagi kepemimpinan daerah. walau tetap harus dijaga kesinambungannya (performance maintenance).C. Suatu prioritas pembangunan dimasa lalu yang telah berhasil dicapai. & Kegiatan prioritas th …(n) Rancangan Prioritas Program & Kegiatan PENYELENGGARAAN MUSRENBANG RKPD Rancangan Prioritas Program & Kegiatan Renstra SKPD Program & Kegiatan th. Suatu prioritas pembangunan merupakan jawaban atas sasaran pembangunan daerah dalam suatu pernyataan yang mengandung komponen program prioritas atau gabungan program prioritas. Program prioritas... Tidak semua program prioritas dapat menjadi prioritas pembangunan daerah..55 Gambar. terlebih dahulu dilakukan identifikasi permasalahan pembangunan daerah yang bersifat internal maupun eksternal.(n) Penyusunan Renja-SKPD Prioritas Program & Kegiatan th …(n) Prioritas Pembangunan Daerah yaitu tema atau agenda pembangunan pemerintah daerah tahunan yang menjadi benang merah/tonggak capaian antara (milestones) menuju sasaran 5 (lima) tahunan dalam RPJMD melaluirencana program pembangunan daerah tahunan.5 Bagan Alir Hubungan antara Penyusunan Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah RPJPD Arah Kebijakan Pembangunan Lima Tahunan Periode .. Dengan demikian. Dalam menentukan prioritas pembangunan..(N) Program pembangunan daerah th. suatu program pembangunan daerah merupakan program atau sekumpulan program unggulan kepala daerah (tingkat pemda) yang berhubungan dengan janji politik kepala daerah pada saat pilkada dan hasil perumusan teknokratis terkait. Bagan alir perumusan awal prioritas pembangunan daerah dan program pada tahap penyusunan rancangan awal RKPD digambarkan pada gambar berikut: . menyangkut keterbatasan anggaran dan identifikasi masalah. Setelah diketahui faktor penyebab atau pemicu secara internal maupun eksternal kemudian dapat disusun prioritas dan sasaran pembangunan beserta program prioritas. G-V..

Dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang serangkaian prioritas atau faktor-faktor penting yang menjadi isu strategik tahun perencanaan dan proyeksi prioritas kedepan. G-V.7 Bagan Alir Proses Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Tahunan Perumusan Prioritas & Sasaran Pembangunan Menentukan rancangan prioritas & sasaran pembangunan daerah RKPD RPJMD Mengidentifikasi usulan prioritas dari berbagai sumber/telaahan RKPD (Ranc. proses perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan dilakukan dengan tahapan sebagaimana bagan alir dalam gambar berikut: Gambar.(N) Penyusunan Ranc. 1.C. Awal RKPD RKP Prioritas (Program) Pembangunan Nasional th. identifikasi juga dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja pemerintahan daerah. Adapun sumber (usulan) prioritas. Selain itu.C. Program.56 Gambar.(n) Penyusunan Renja-SKPD Prioritas Program & Kegiatan th …(n) Dalam penyusunan rancangan awal RKPD. antara lain berasal dari: .6 Bagan Alir Perumusan Awalprioritas dan Program Pembangunan Daerah pada Tahap Penyusunan Rancangan Awal RKPD RPJPD Arah Kebijakan Pembangunan Lima Tahunan Periode ... identifikasi terhadap usulan prioritas dari berbagai sumber.. Mengidentifikasi Usulan Prioritas dari Berbagai Sumber/Telaahan Pada tahap ini.. & Kegiatan th …(n) Review hasil evaluasi RKPD tahun lalu Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Rancangan Prioritas Program & Kegiatan PENYELENGGARAAN MUSRENBANG RKPD Rancangan Prioritas Program & Kegiatan Renstra SKPD Program & Kegiatan th.. G-V.(n) Telaahan kebijakan nasional RPJMD Indikasi Program Prioritas th.. Awal) Mengevaluasi hasil review atas prioritas & sasaran pembangunan RPJMD Membuat urutan prioritas & sasaran pembangunan daerah Pada bagan diatas terlihat proses perumusan prioritas dan sasaran pembangunan melalui beberapa tahapan.(n) Review prioritas dan target program RPJMD Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan Prioritas Pemb.

6. Mengevaluasi Hasil Review atas Prioritas dan Sasaran Pembangunan RPJMD Evaluasi dilakukan untuk mengetahui prioritas dan sasaran pembangunan tahun rencana dari RPJMD.*) No (1) 1. 3.T-V. Dari pengidentifikasian ini diketahui sejauh mana usulan prioritas dari berbagai sumber/telaahan (diluar RPJMD) akan menyesuaikan program prioritas yang telah dibuat dalam RPJMD (setelah dievaluasi).C. efesiensi. pelayanan umum. Telaahan hasil perumusan permasalahan pembangunan daerah. Kebijakan provinsi untuk tahun rencana. Suatu proses penentuan/pembahasan prioritas pembangunan harus mempertimbangkan pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan yaitu aspek kesejahteraan masyarakat. d. 5. Pada tahap ini. . kemudian ditentukan rancangan serangkaian prioritas dan sasaran pembangunan daerah. Pada tahap ini terlihat seberapa besar tingkat capaian target pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya... Telaahan hasil review evaluasi RKPD tahun lalu. Daftar prioritas yang telah disusun kemudian dikaji ulang untuk selanjutnya dibuat urutan prioritas dan sasaran pembangunan melalui proses perangkingan (rating).C..54 berikut: Tabel. Dst. FGD dilakukan untuk merasionalkan usulan prioritas sehingga diharapkan memiliki objektivitas yang tinggi.. Di samping itu. c. serta prioritas dan sasaran pembangunan yang masih membutuhkan tindakan lebih lanjut. dan efektivitas.57 a. Usulan Prioritas Pembangunan (2) Indikator (3) Target (4) Cara Pengisian Tabel.T-V.. 4. selanjutnya ditentukan sejauh mana prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun rencana masih relevan dengan asumsi-asumsi yang mendasar.. Usulan prioritas pembangunan Tim perumus mengumpulkan semua usulan pembangunan prioritas. 2.C. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota. Dengan kata lain. Proses perumusan dan pembahasan prioritas pembangunan dilakukan dengan beberapa tahap. b. sebagai berikut: 1. 7. Kebijakan nasional untuk tahun rencana. Dari hasil evaluasi. kendala-kendala yang dihadapi. dan daya saing daerah. dilakukan pembahasan melalui FGD untuk mendapatkan daftar prioritas yang ideal dengan kondisi tahun rencana.54 Daftar Usulan Prioritas Pembangunan Provinsi/Kabupaten/Kota .54: Kolom (1) diisi dengan nomor urut sesuai dengan prioritas perencanaan/usulan prioritas pembangunan tahun rencana. dari semua usulan prioritas pembangunan tersebut dilakukan listing yang paling prioritas. Ini didasarkan pada tingkat kepentingan masing-masing daerah dan tingkat pendanaan yang ada.T-V. Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi diatas. Penentuan prioritas pembangunan dapat dilakukan dengan mengisi Tabel. 2. juga harus dipertimbangkan faktor kemendesakan.

55 Skor Kriteria Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Provinsi/Kabupaten/kota ..T-V.C. dilakukan pemrosesan melalui FGD.56 Nilai Skala Kriteria Nama Anggota Tim: ... Prioritas pembangunan yang mendapatkan nilai tertinggi menjadi prioritas dan sasaran pembangunan disusul dengan program prioritas bernilai lebih rendah dan seterusnya. dengan mengisi Tabel..55 sebagai berikut: Tabel. Melakukan penilaian prioritas dan sasaran pembangunan terhadap kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan skor tersebut diatas dengan mengisi Tabel..*) No 1 2 3 4 5 6 Dst… Kriteria*) Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah Dampak yang ditimbulkannya terhadap publik Memiliki daya ungkit untuk pembangunan daerah Kemungkinan atau kemudahannya untuk ditangani Prioritas janji politik yang perlu diwujudkan Dst… total 100 Bobot 20 10 20 10 15 25 *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota... outcome.. Pembobotan Setelah prioritas dan sasaran pembangunan diketahui. No (1) 1 2 3 4 5 Dst.58 Kolom Kolom Kolom (2) (3) (4) diisi dengan berbagai usulan.. diisi target yang akan dicapai sesuai dengan indikator dari prioritas yang diusulkan... *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Prioritas dan sasaran Pembangunan (2) Nilai Skala Kriteria 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) Dst… (9) Jumlah skor (10) . ataupun output).C..C. 2..T-V.. diisi dengan indikator-indikator yang sesuai dengan prioritas yang diusulkan (impact. Setelah listing usulan prioritas pembangunandibuat. Dalam hal ini listing prioritas pembangunan yang sudah ada disederhanakan (dengan diberi nilai/skor)..56 sebagai berikut: Tabel. maka langkah selanjutnya adalah menentukan top priority pembangunandengan cara pembobotan untuk menentukan skor terhadap masing-masing kriteria yang telah ditetapkan. **) urutan dan jumlah kriteria dapat disesuaikan dengan kebutuhan.T-V.T-V..C..

. 2. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Usulan Program/Kegiatan Prioritas (2) SKPD/Urusan (3) Indikator (4) Target (5) Dengan demikian. sebagai berikut: Tabel. 5. Setelah dilakukan pembobotan skor. 6.C. 3.55 dapat dilihat prioritas dan sasaran pembangunan mana yang mendapatkan nilai tertinggi. disajikan dalamTabel. Kolom (7) berisi keterangan. suatu prioritas dan sasaran pembangunan tahun rencana dibuat dengan mengidentifikasi prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Pengurutan prioritas dan sasaran pembangunan dari nilai/skor tertinggi menuju nilai/skor terendah. Kolom (6) berisi prioritas dan sasaran pembangunan. Dst..55 (3) (9) diisi dengan total skor per kriteria (10) diisi dengan total skor isu strategis dari seluruh kriteria..C.58 Perumusan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Provinsi/Kabupaten/kota. melalui Tabel.. Kolom (4) berisi permasalahan pembangunan daerah yang berasal dari faktor internal..T-V.T-V. melalui tabel berikut: Tabel.57..C.T-V. .T-V.59 Cara pengisian tabel Nilai Skala Kriteria: Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) diisi dengan nomor urut diisi sesuai prioritas dan sasaran pembangunan yang teridentifikasi pada Tabel.TV.*) Permasalahan Pembangunan daerah (2) Proses pembangunan Daerah (RPJMD) (3) Faktor (pendorong/penghambat) Internal (4) Eksternal (5) Prioritas dan Sasaran pembangunan (6) No (1) Keterangan (7) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Tata cara pengisian tabel prioritas dan sasaran pembangunan daerah: Kolom (1) berisi dengan nomor urut Kolom (2) berisi permasalahan pembangunan daerah Kolom (3) berisi proses pembangunan daerah yang diambilkan dari dokumen RPJMD tahun berkenaan.57 Skoring Usulan Program/Kegiatan Prioritas Provinsi/Kabupaten/Kota.C.C. Kolom (5) berisi permasalahan pembangunan daerah yang berasal dari faktor eksternal.... 4.*) No (1) 1.

60 Selanjutnya.C.. Menghitung alokasi SKPD berdasarkan program yang menjadi tanggung jawab SKPD. Menentukan keluaran/output setiap kegiatan. Proses penentuan tersebut dilakukan melalui FGD untuk mengkaji ulang apakah program prioritas berkenaan masih relevan untuk prioritas pembangunan terkait. dari masing-masing program dan sasaran pembangunan ditentukan program prioritas yang selaras diambil dari RPJMD tahun rencana. Menghitung alokasi pagu setiap program setelah output kegiatan pada setiap program diverifikasi kebenarannya. b.*) No (1) Prioritas dan Sasaran Pembangunan (2) Indikator dan Target (3) Program Prioritas (4) Program Prioritas Keterangan RPJMD (5) Usulan Baru (6) Indikator (7) Kinerja Target (8) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Cara Pengisian Tabel.59 Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan dan Program Prioritas Provinsi/Kabupaten/Kota . maka program prioritas tersebut “didrop”.. c. bilamana prioritas pembangunan daerah belum memiliki program prioritas.dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. diisi dengan prioritas dan sasaran pembangunan. diisi dengan nama program prioritas yang diusulkan dalam RPJMD. diisi dengan target permasalahan yang akan dicapai. Menghitung alokasi pagu dari setiap output kegiatan untuk setiap program. . diisi dengan indikator dan target prioritas dan sasaran pembangunan daerah. diisi bila permasalahan pada kolom (2) yang ada tidak ada dalam program usulan RPJMD.T-V. dengan mengisi tabel sebagai berikut: Tabel. diisi dengan urusan wajib atau urusan pilihan penyelenggaraan pemerintahan daerah.. d. e.T-V.59: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) diisi dengan nomor urut. diisi dengan total program yang ada di RPJMD dan tambahan program yang belum tertampung pada RPJMD. diisi dengan indikator-indikator yang ada pada permasalahan-permasalahan yang ada. Menentukan rencana penggunaan kapasitas riil anggaran berupa alokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung sebagaimana telah dihitung dalam perumusan kerangka pendanaan.C. Adapun. Dalam hal suatu program dinyatakan tidak relevan lagi dengan target prioritas pembangunan. maka pada tahun rencana dapat dimunculkan program baru. Pada saat bersamaan. pagu indikatif setiap program pembangunan dihitung berdasarkan capaian indikator program pembangunan yang dilakukan oleh tim penyusun RKPD.

...... Suatu program kegiatan baru yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada renstra SKPD dengan kriteria sebagai berikut: 1... Rp. Program 1 ..... Standar Belanja Rp... Program prioritas yang berhubungan dengan permasalahan layanan dasar dan tugas/fungsi tiap SKPD sebagaimana dijelaskan pada bagan ini.. Keluaran 3 .. .C. Kemudian oleh SKPD (Renstra SKPD) masing-masing program dijabarkan kedalam kegiatan disertai pagunya... Program dst ... Adanya kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas nasional yang mendukung percepatan pembangunan daerah 4. Dst ..... suatu SKPD dapat memilih 2 (dua) jenis program prioritas atau minimal suatu program prioritas.... dalam hal terjadi perhitungan kapasitas keuangan daerah tahun rencana yang berbeda dengan perhitungan RPJMD maka atas kelebihan/kekurangan dana pagu tersebut dialokasikan untuk program/kegiatan alternatif dan program kegiatan baru.. Selanjutnya. penentuan pagu indikatif ditingkat tim Bappeda menghasilkan program dan pagu indikatifnya.. . Suatu program prioritas pada prinsipnya dibagi menjadi: 1.. program prioritas dan pagu indikatif yang telah ditetapkan untuk rancangan awal RKPD.. .... .61 Perhitungan pagu program dapat dilakukan dengan mengisi tabel berikut: Tabel..... Program prioritas yang berhubungan dengan prioritas pembangunan daerah... Rp.. ...... C............ Dst ... anggaran. SKPD 2 Rp...10.. Rp...... kerangka waktu pelaksanaan dan SKPD yang bertanggungjawab... Keluaran 2 .. ... ...... Rp.. Pencapaian kinerja program merupakan akumulasi dari pencapaian kinerja keluaran masing-masing kegiatan.*) Program Prioritas Outcome Keluaran 1 . Rp... ..... Dengan demikian......... Program yang disusun harus dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu. Dst .....1. Dst ... Selanjutnya di RKPD. 2.... Tidak bisa ditunda karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat 2.. disampaikan ke SKPD sesuai program terkait beserta pagu indikatif untuk diproses lebih lanjut untuk mendapatkan kegiatan prioritas masing-masing program dimaksud. kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki daerah. Program 2 .... Perumusan Program Prioritas beserta Pagu Indikatifnya Program Prioritas yaitu program yang diselenggarakan oleh SKPD yang merupakan program prioritas baik secara langsung maupun tidak langsung mendukung capaian program pembangunan daerah atau prioritas pembangunan daerah dan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan syarat layanan minimal... Keluaran 2 ...... Setiap program prioritas harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat diukur tingkat capaiannya.. SKPD 1 Pagu Program SKPD *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Elemen-elemen utama program prioritas memuat kegiatan yang akan dilaksanakan....... Program dst ....... Rp... Dalam rangka mempercepat capaian sasaran SKPD 3........60 Perhitungan Pagu Program Prioritas Provinsi/Kabupaten/Kota .. .. Rp..T-V.. Keluaran 1 .. Dilakukan jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya belum memberikan keluaran dan hasil yang sesuai dengan sasaran Renstra SKPD. Ditingkat RPJMD... ....

Urutan prioritas urusan wajib/pilihan pemerintahan daerah. diisi bila permasalahan pada kolom (2) yang ada tidak ada dalam program usulan RPJMD. pagu indikatif setiap program pembangunan dihitung berdasarkan capaian indikator program pembangunan yang dilakukan oleh tim penyusun RKPD.. serta tema. b. pencapaian kinerja. 4. Menentukan rencana penggunaan kapasitas riil anggaran berupa alokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung sebagaimana telah dihitung dalam perumusan kerangka pendanaan. Selanjutnya. dari masing-masing permasalahan pembangunan per urusan ditentukan program prioritas. dan arah kebijakan pembangunan daerah.dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Prioritas pembangunan daerah. c. tujuan. diisi dengan urusan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kriteria Penyusunan Prioritas. diisi dengan indikator-indikator yang ada pada permasalahan-permasalahan yang ada. Sasaran pembangunan daerah.T-V. diisi dengan target permasalahan yang akan dicapai.62 C.C. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan Daerah Mengemukakan program-program yang memerlukan prioritas.61 sebagai berikut: Tabel. Proses penentuan tersebut dilakukan melalui FGD untuk mengkaji ulang apakah program prioritas berkenaan dapat mengatasi permasalahan pembangunandengan mengisi Tabel. diisi dengan nama program prioritas yang diusulkan dalam RPJMD. Prioritas isu-isu pembangunan daerah untuk tahun rencana.. 3. SKPD yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan program.C. pada masing-masing prioritas urusan wajib/pilihan 7.. berdasarkan pada sasaran yang harus dicapai dalam dokumen RPJMD. Urutan prioritas program pemerintahandaerah. Pada bagian ini dirumuskan: 1. Menentukan keluaran/output setiap kegiatan.C. diisi dengan program prioritas pembangunan.1. 2. diisi dengan total program yang ada di RPJMD dan tambahan program yang belum tertampung pada RPJMD. diisi dengan permasalahan pembangunan. . Menghitung alokasi pagu dari setiap output kegiatan untuk setiap program.61: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) diisi dengan nomor urut. 6. 5.T-V.*) No (1) Urusan (2) Permasalahan Pembangunan (3) Program Prioritas (4) Program Prioritas Keterangan RPJMD (5) Usulan Baru (6) Indikator (7) Kinerja Target (8) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Cara Pengisian Tabel. Adapun. masalah dan tantangan pokok pembangunan.T-V.11.61 Penentuan Program Prioritas Pembangunan Provinsi/Kabupaten/Kota .

... .. Keluaran 1 ...... . Bahan yang dikonsultasikan adalah rumusan sementara prioritas dan sasaran pembangunan untuk tahun rencana serta dasar analisis yang mendukung rumusan tersebut........ disampaikan ke SKPD sesuai program terkait beserta pagu indikatif untuk diproses lebih lanjut untuk mendapatkan kegiatan prioritas masing-masing program dimaksud...... Menghitung alokasi pagu setiap program setelah output kegiatan pada setiap program diverifikasi kebenarannya....... .. Rancangan awal RKPD kabupaten/kota juga merupakan bahan acuan musrenbang desa/kelurahan dan bahasan dalam musrenbang kecamatan.. Bappeda mengirimkan rancangan awal RKPD yang disertai dengan jadwal kalender perencanaan daerah untuk tahun yang direncanakan kepada seluruh SKPD sebagai bahan untuk menyusun rancangan Renja SKPD. Rp. Perhitungan pagu program dapat dilakukan dengan mengisi tabel berikut: Tabel..13. Bappeda mengundang seluruh Kepala SKPD untuk pembahasan rancangan awal RKPD. Pencapaian kinerja program merupakan akumulasi dari pencapaian kinerja keluaran masing-masing kegiatan.. Rp. Keluaran 3 ......... asosiasi-asosiasi profesi.. Menghitung alokasi SKPD berdasarkan program yang menjadi tanggung jawab SKPD.. guna disepakati sebagai pedoman penyusunan rancangan Renja SKPD........ SKPD 2 Rp.... Pengiriman rancangan awal RKPD tersebut disertai dengan catatan agar setiap SKPD menyerahkan rancangan Renja SKPD kepada Kepala Bappeda sesuai dengan kalender perencanaan yang disampaikan.. kapasitas dan sumberdaya yang dimiliki daerah. .... C..... Penyelarasan Rencana Program Prioritas beserta Pagu Indikatif Mengemukaan antara program yang telah disusun dalam rancangan awal RKPD kemudian program tersebut diserahkan pada SKPD untuk disusun prioritas kegiatan...... Setiap program prioritas harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat diukur tingkat capaiannya. ..... . e. Selanjutnya. Dari forum konsultasi tersebut diharapkan mendapatkan masukan penting yang lebih menitikberatkan pada aspek teknokratis. . para pengusaha dan tokoh masyarakat. .... Rp...... Rp.. Program dst .. dalam penyusunan prioritas kegiatan SKPD juga memperhatikan kegiatan yang telah disusun dalam dokumen ........ C.. Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Pelaksanaan forum konsultasi publik dimaksudkan untuk menjaring aspirasi pemangku kepentingan pada tahap awal dengan tujuan untuk menghimpun aspirasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap prioritas dan sasaran pembangunan pada tahun yang direncanakan......62 Perhitungan Pagu Program Prioritas Provinsi/Kabupaten/Kota . Program 1 ..12......T-V... Keluaran 2 . oleh karena itu forum konsultasi dilaksanakan secara terbatas dengan mengundang para pemangku kepentingan utama yang terdiri dari unsur akademisi/perguruan tinggi.*) Program Prioritas Outcome Keluaran 1 ...63 d..... .. anggaran..... Rp.C..... Dst ... Program 2 .... SKPD 1 Pagu Program SKPD *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Elemen-elemen utama program prioritas memuat kegiatan yang akan dilaksanakan..1.. Dst ... Standar Belanja Rp.. Rp.. Program yang disusun harus dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu... kerangka waktu pelaksanaan dan SKPD yang bertanggungjawab... Rp...1......... Keluaran 2 .. Program dst . Dst . program prioritas dan pagu indikatif yang telah ditetapkan untuk rancangan awal RKPD.... Dst ..

Provinsi/Kabupaten/kota*) ……………… Nomor Prioritas Pembangunan Daerah (2) Sasaran Pembangunan Daerah (3) Nama Program SKPD Penanggung Jawab (5) (1) (4) 1. Dst ..C...T-V.T-V...64 Renstra SKPD sehingga terjadi keselarasan dalam penyusunan program dan kegiatan yang telah disusun oleh pemda dan SKPD................ diisi dengan uraian nama program dari masing-masing prioritas...... 5. Prioritas 4 . Program 1 . Untuk itu dibutuhkan analisis sejauh mana asumsi yang mendasari perhitungan pagu indikatif masih relevan dengan kondisi riil dan permasalahan/isu pembangunan tahun rencana..C. .63 Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Tahun .. Tabel. 4..63: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) diisi dengan nomor urut prioritas pembangunan daerah untuk tahun rencana diisi dengan uraian nama/rumusan prioritas pembangunan...... Program1 .. sebagai berikut: Tabel. diisi dengan nama SKPD yang akan bertanggungjawab dan melaksanakan program dan/atau kegiatan yang direncanakan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah jo Peraturan Daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah. digunakan perhitungan pagu indikatif yang telah dibuat dalam dokumen RPJMD tahun rencana..... lalu disalin dan diproses sebagaimana dijelaskan diatas melalui tabel berikut...C.... diisi dengan uraian judul/rumusan sasaran pembangunan daerah.64 Penetapan Proporsi Alokasi Dana Pagu Indikatif Provinsi/Kabupaten/Kota. Prioritas 3 ....T-V....... Program 2 ... Analisis penetapan proporsi alokasi total dana pagu indikatif Untuk menetapkan pagu indikatif... selanjutnya hasil analisis tersebut digunakan untuk mengevaluasi besaran/proporsi alokasi total dana pagu indikatif pada masing-masing prioritas. Prioritas 2 ......... Prioritas 1.... *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Cara Pengisian Tabel.....*)*) Proporsi alokasi dana pagu indikatif RPJMD tahun rencana Proporsi & alokasi dana pagu indikatifRKPD tahun rencana Selisih No Uraian Keterangan Rp 1 2 3 Prioritas I Prioritas II Prioritas III % Rp % Rp % *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Dengan menggunakan dokumen RPJMD pada bagian penentuan/penghitungan pagu indikatif.. 2... 3..

.C.T-V. Program dst.. c.66 Kompilasi Program Dan Pagu Indikatif Tiap SKPD Provinsi/Kabupaten/Kota. Prioritas II · Program 1. · Program 2.. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Setelah diketahui program dan pagu indikatifnya.65 Tabel....C. b. · Belanja 2.. Uraian Prioritas I a. seperti tabel di bawah ini: Tabel.T-V. Program kesehatan · Belanja 1..... Prioritas/Program-program pembangunan daerah · Program 1.. 3.. Program (3) Kinerja Indikator (4) Target (5) Pagu Indikatif (6) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota . maka dibuatlah tabel kompilasi program dan pagu indikatif tiap SKPDyangmemberikan informasi program beserta pagu indikatif per SKPD........ 2 SKPD B Program 1..*)*) No (1) 1 SKPD A SKPD (2) Program 1. 3 Dst....*)*) No 1. Prioritas III · tambahan penghasilan PNS · belanja hibah · belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan · belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota/desa · alokasi dana desa · belanja tidak terduga Proyeksi RPJMD tahun rencana (Rp) Proyeksi RKPD tahun rencana (Rp) Selisih (Rp) SKPD Penangung Jawab 2.. · Program 2. · Program 2.65 Alokasi Pagu Indikatif Provinsi/Kabupaten/Kota... Program 2.. Program dst. · Program 3.... Program 1... · Program dst . Program pendidikan · Program 1.

.66. diisi dengan nama-nama SKPD diisi dengan Nama Program per-SKPD diisi dengan Indikator program kegiatan diisi dengan target yang akan dicapai diisi dengan jumlah pagu yang tersedia Berdasarkan tabel kompilasi program dan pagu indikatif tiap SKPD yaitu Tabel.C.66 Cara Pengisian Tabel.T-V. selanjutnya dibuat tabel yang memberikan informasi program dan kegiatan setiap SKPD beserta pagu indikatifnya. seperti pada tabel dibawah ini: .C.66: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) diisi dengan nomor urut.T-V.

.......T-V.....*) Tahun ..67 Program dan Kegiatan SKPD Provinsi/Kabupaten/kota ....... Nama SKPD: …………… Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan lembar ……dari … Indikator Kinerja Program /Kegiatan (3) Rencana Tahun ..C.......67 Tabel..... (tahun rencana) Lokasi (4) Prakiraan Maju Rencana Tahun . Catatan Penting Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/ pagu indikatif (9) Kode target capaian kinerja (5) Kebutuhan Dana/ pagu indikatif (6) (1) (2) (7) (8) ....

Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Diisi target kinerja capaian program/kegiatan pada tahun rencana. belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra-SKPD berkenaan. · indikator kinerja program (outcome/hasil) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. Diisi besaran dana yang dibutuhkan untuk program/kegiatan pada tahun rencana. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik. Dengan indikator outcome. x xx xx xx Kode Urusan Pemerintahan Daerah Kode Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Kode Program Kode Kegiatan Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Kolom (2) Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/Program/Kegiatandiisi dengan: · uraian nama urusan pemerintahan daerah.68 Tata Cara Pengisian Tabel. · indikator kinerja kegiatan (output/keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana.C.T-V. organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. · uraian judul program yang direncanakan. Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.67 Kolom (1) Diisi dengan kode Daerah/Program/Kegiatan. Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) Kolom (9) Diisi lokasi dari kegiatan untuk tahun rencana. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota. Indikator Kinerja Program/Kegiatan diisi sebagai berikut: · jenis indikator kinerja program/kegiatan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi. · uraian judul kegiatan yang direncanakan. maupun kegiatan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan terkini. · uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah. Diisi target kinerja capaian program/kegiatan pada prakiraan maju tahun rencana Diisi besaran dana yang dibutuhkan untuk program/kegiatan prakiraan maju . Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Dengan membandingkan keluaran. Berisi catatan penting yang dirasa perlu untuk menambah penjelasan tentang penentuan pagu.. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak.

seperti: RPJPN. Penyajian agar diperkaya dengan teknis presentasi yang baik. Pada subbab ini tidak perlu semua peraturanperundang-undangan dicantumkan. Sistematika Dokumen RKPD Mengemukakan organisasi penyusunan dokumen RKPD terkait dengan pengaturan bab serta garis besar isi setiap bab didalamnya. Keterhubungan dengan dokumen lain.69 - C. Hubungan antar Dokumen Bagian inimenjelaskan hubungan RKPD dengan dokumen lain yang relevan beserta penjelasannya. Dalam hal ini kalau di daerah telah diterbitkan Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah yang mengatur tentang perencanaan dan penganggaran ataupun tentang tata cara penyusunan dokumen perencanaan dan pelaksanaan musrenbang. c. pilihan yang kata yang sederhana dan mudah dipahami. 1. keterkaitan antara dokumen RKPD dengan dokumen RPJMD. maupun lokal. baik yang berskala nasional.3. RTRW provinsi.4. Prinsip yang harus dijaga dalam penyajian adalah: a.1. dan RTRW kab/kota. Maksud dan Tujuan Memberikan uraian ringkas tentang tujuan penyusunan dokumen RKPD bagi daerah yang bersangkutan dan sasaran penyusunan dokumen RKPD bagi daerah yang bersangkutan. 1. RPJPD Provinsi. b. perlu dicantumkan. kedudukan RKPD tahun rencana dalam periode dokumen RPJMD.2. RTRW nasional. Penyajian rancangan awal RKPD disusun menurut sistematika yang ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang mengacu pada hasil (kertas kerja) pasca tahapperumusan rancangan awal RKPD. proses penyusunan RKPD. Dasar Hukum Penyusunan Memberikan uraian ringkas tentang dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan RKPD. Informasi yang disajikan dapat merupakan keseluruhan bentuk pada tahap perumusan (kertas kerja perumusan) atau sebagian menjadi yang dianggap relevan disajikan.2. Renstra SKPD. melainkan cukup pada peraturanperundang-undangan yang memuat ketentuan secara langsung terkait dengan penyusunan RKPD. PENDAHULUAN Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan awal RKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik. . 1. Tahap Penyajian Rancangan Awal RKPD Penyajian rancangan awal RKPD pada dasarnya merupakan penyajian dari hasil analisis data/informasi dari tahap perumusan kedalam dokumen RKPD. 1. Semua informasi yang disajikan harus berkorelasi dan didukung dengan data yang valid dari kertas kerja perumusan. Latar Belakang Mengemukakan pengertian ringkas tentang RKPD. 1. Penyajian rancangan awal RKPD tersebut disusun menurut sistematika sekurang-kurangnya sebagai berikut: BAB I.5. Renja SKPD serta tindaklanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD..

Suatu informasi dianggap relevan dan penting jika menjelaskan gambaran umum kondisi daerah yang selaras dan mendukung isu strategis. Tidak seluruh informasi dalam perumusan tentang gambaran umum kondisi daerah ditampilkan dalam penyajian. pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan. . visi/misi kepala daerah. gambaran umum kondisi daerah yang meliputi aspek geografi dan demografi serta indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. 2.. agama. potensi pengembangan wilayah.1. Ketersediaan data gambaran umum kondisi daerah selengkapnya dapat dilihat di Lampiran I Peraturan Menteri ini. Luas dan Batas Wilayah Potensi Pengembangan Wilayah Kondisi Geografi Lainnya Selanjutnya. serta penuaan. Aspek Geografi dan Demografi Pada bagian ini diawali dengan pengantar analisis. dan permasalahan pembangunan. 2. selain itu juga memperhatikan dokumen RPJMD dan dokumen RKPD tahun berjalan sebagai bahan acuan.1. Analisis kependudukan dapat merujuk pada populasi masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. dan wilayah rawan bencana. permasalahan pembangunan daerah. Hanya informasi yang relavan dan penting saja yang perlu dicantumkan untuk mendapatkan fokus yang baik dalam dokumen. struktur. dengan mengisi dan menyajikan diagram sebagai berikut: Gambar. Tabel-tabel atau grafik tertentu yang dianggap relevan. G-V. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Evaluasipelaksanaan RKPD tahun lalu menguraikan tentang hasil evaluasi RKPD tahun lalu. Gambaran Umum Kondisi Daerah Bagian ini sangat penting untuk menjelaskan dan menyajikan secara logis dasar-dasar analisis. Penjelasan perlu dilengkapi dengan kerangka pemikiran hubungan antara kondisi geografi daerah dengan potensi pengembangan kawasan budidaya. Bagian ini dijabarkan berdasarkan hasil analisis dan kajian gambaran umum kondisi daerah pada tahap perumusan. kematian. dijelaskan tentang kondisi demografi seperti ukuran.C. dan gambar yang mendukung setiap potensi kawasan budaya yang dimiliki daerah. dapat dipaparkan pada bab ini. Penjelasan dapat dilengkapi dengan tabel. dan kebutuhan perumusan strategi. Selanjutnya. pada bagian ini dijelaskan kondisi umum geografis mengenai kondisi geografi daerah.70 BAB II. Capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan menguraikan tentang kondisi geografi demografi. kewarganegaraan. atau etnis tertentu. dan distribusi penduduk serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran.1.8 Kerangka Pemikiran Potensi Pengembangan Kawasan Budidaya Kondisi Klimatologi Kondisi Geologi Kondisi Hidrologi Kondisi Topografi Penggunaan Lahan Letak. migrasi. grafik.

fokus kesejahteraan sosial. berdasarkan rekapitulasi hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD tahun lalu dan realisasi RPJMD yang bersumber dari telaahan hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan realisasi Renstra SKPD oleh masing-masing SKPDdan/atau dari laporan pertanggung jawaban APBD menurut tahun-tahun yang berkenaan. Aspek Daya Saing Daerah Bagian ini diawali dengan pengantar analisis. Berbagai indikator yang telah diolah pada tahap perumusan. Berbagai indikator yang telah diolah pada tahap perumusan. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya. dapat ditampilkan. sesuai lampiran I peraturan ini. khususnya indikator yang paling dapat menjelaskan kondisi dan perkembangan aspek pelayanan umum daerah bersangkutan.1. Lebih lanjut dipaparkan tentang fokus urusan layanan wajib dan fokus urusan layanan pilihan. pada bagian ini dijelaskan kondisi umum kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari indikator kinerja pembangunan secara keseluruhan.4. pada bagian ini dijelaskan kondisi umum aspek pelayanan umum sebagai bagian dari indikator kinerja pembangunan secara keseluruhan. pada bagian ini dijelaskan kondisi umum aspek daya saing daerah sebagai bagian dari indikator kinerja pembangunan secara keseluruhan. Realisasi program atau kegiatan yang melebihi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan 4. fokus iklim berinvestasi.71 2. fokus seni budaya dan olah raga. dan fokus sumber daya manusia. Lebih lanjut dipaparkan tentang fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. menyangkut realisasi capaian target kinerja keluaran kegiatan dan realisasi target capaian kinerja program tahun lalu terhadap RPJMD. fokus fasilitas wilayah/infrastuktur. Mengemukakan hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah tahun lalu. Evaluasi meliputi seluruh program dan kegiatan yang dikelompokkan menurut kategori urusan wajib/pilihan pemerintahan daerah. Realisasi program atau kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan. Selanjutnya. Realisasi program atau kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan n.2. Berbagai indikator yang telah diolah pada tahap perumusan. Aspek Kesejahteraan Masyarakat Bagian ini diawali dengan pengantar analisis. Selanjutnya. Lebih lanjut dipaparkan tentang fokus kemampuan ekonomi daerah. Aspek Pelayanan Umum Bagian ini diawali dengan pengantar analisis. dapat ditampilkan. terpenuhinya atau melebihi target kinerja program atau kegiatan 5. Telaahan hasil evaluasi mencakup: 1. sesuai lampiran I peraturan ini.1. dapat ditampilkan.2. 2. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program RPJMD dan kinerja pembangunan daerah 6. khususnya indikator yang paling dapat menjelaskan kondisi dan perkembangan kesejahteraan masyarakat daerah bersangkutan. Setelah menguraikan deskripsi sub-bab ini dicantumkan tabel evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan RKPD tahun lalu. Kebijakan atau tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut. khususnya indikator yang paling dapat menjelaskan kondisi dan perkembangan aspek daya saing daerah bersangkutan. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD Mencakup telaahan terhadap hasil evaluasi status dan kedudukan pencapaian kinerja pembangunan daerah.1.3. 2. 2. 2. Selanjutnya. 3. sesuai lampiran I peraturan ini.. tahun berjalan dan realisasi RPJMD dengan format sebagai berikut: .

..68 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah sampai dengan Tahun Berjalan Provinsi/Kabupaten/Kota …………*) Realisasi Target Kinerja Hasil Target Capaian Indikator Program Dan KinerjaRPJMD Kinerja Program Keluaran Tahun .. (Tahun Berjalan/n-1) 10=(5+7+9)* Tingkat Capaian Realisasi Target s/d Tahun . penjaga sekolah 1 01 01 02 1 1 01 01 03 Penambahan ruang kelas sekolah 01 01 04 Dst.... (outcome)/ Kegiatan s/d (Akhir Periode Kegiatan (output) Dengan Tahun RPJMD) ....T-V... Program........................31% 80% 100% 80% 40 50 75% 200 180 75% 80% 72% Diknas Diknas Diknas 01 01 01 Kegiatan Pembangunan gedung sekolah.. (Tahun n-2) 6 Realisasi RKPD Tahun ... (Tahun n-3) 3 4 5 Target dan Realisasi Kinerja Program dan Keluaran Kegiatan Tahun Lalu (n-2) Target RKPD Tahun .......C........ 1 1 03 03 01 Dst ......... guru......... 400 180 60 48 80% 60 288 72% 1 1 1 02 02 01 Kesehatan Program ...72 Tabel.................. (Tahun n-2) 7 Tingkat Realisasi (%) 8=(7/6) Target Program / Kegiatan RKPD Tahun Berjalan (Tahun n-1) 9 Perkiraan Realisasi Capaian Target RPJMD Sampai Dengan Tahun Berjalan Realisasi Capaian Program Dan Kegiatan s/d Tahun ...... (%) 11* SKPD Penanggung Jawab Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan 1 1 1 1 1 01 01 01 WAJIB Pendidikan 2 12 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Angka Partisipasi Murni (APM) Jumlah sekolah yang terbangun Jumlah rumah dinas kepala sekolah yang terbangun Jumlah ruang kelas terbangun 100% 250 250 45 % 120 100 65 % 50 50 60 % 40 50 92. Kegiatan pembangunan rumah dinas kepala sekolah.......... 01 01 01 Kegiatan …………….. *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota ....

3. Suatu permasalahan daerah dianggap memiliki nilai prioritas jika berhubungan dengan tujuan dan sasaran pembangunan khususnya program pembangunan daerah (RPJMD) dengan prioritas pembangunan daerah (RKPD) pada tahun rencana serta prioritas lain dari kebijakan nasional/provinsi yang bersifat mandatory. Permasalahan pada bagian ini merupakan permasalahan pembangunan yang dibuat tiap urusan yang menyangkut layanan dasar dan tugas/fungsi tiap SKPD. Tabel. dan pengawasan APBD Pengelolaan potensi daerah Terobosan/inovasi baru dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah b. dan permasalahan lainnya yang berhubungan dengan layanan dasar dan tugas fungsi SKPD. efektivitas.2 s/d 2. pertanggung jawaban.1. Identifikasi permasalahan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.3. 2. dan transparansi pemungutan sumber-sumber pendapatan asli daerah dan pinjaman/obligasi daerah Efektivitas perencanaan. Permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah. dan Bagi Hasil Intensitas. pelaksanaan tata usaha.C.3.. penyusunan.3.3.3 yaitu isu permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas pembangunan daerah. Permasalahan pembangunan daerah berisi uraian rumusan umum permasalahan pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis subbab 2.T-V.69 Identifikasi Permasalahan Pembangunan Daerah No. (1) I a.732.2. Suatu identifikasi permasalahan menjelaskan apa yang menjadi masalah dimasa lalu dan masa mendatang serta gambaran solusi yang ditawarkan. Kriteria / Aspek (2) Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tataran Pengambil Kebijakan Ketentraman dan ketertiban umum daerah Keselarasan dan efektivitas hubungan antara pemerintahan daerah dan Pemerintah serta antarpemerintahan daerah dalam rangka pengembangan otonomi daerah Keselarasan antara kebijakan pemerintahan daerah dengan kebijakan Pemerintah Efektivitas hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh DPRD beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan Efektivitas proses pengambilan keputusan oleh Kepala Daerah beserta tindak lanjut pelaksanaan keputusan Ketaatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada peraturan perundangundangan Intensitas dan efektivitas proses konsultasi publik antara pemerintah daerah dengan masyarakat atas penetapan kebijakan publik yang strategis dan relevan untuk Daerah Transparansi dalam pemanfaatan alokasi. pencairan dan penyerapan DAU. Tataran Pelaksana Kebijakan Kebijakan teknis penyelenggaraan urusan Urusan (3) Faktor-faktor penentu keberhasilan Permasalahan (4) (5) . Permasalahan Pembangunan Daerah. 2. DAK.

70 Identifikasi Permasalahan Pembangunan dari Kebijakan Nasional/Provinsi dan Lingkungan Eksternal Lainnya Isu Penting dan Masalah Mendesak No. (1) 1. diisi langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan daerah tersebut. dan dinamika lingkungan eksternal lainnya sesuai dengan tabel berikut: Tabel..C. diisi dengan urusan pemerintahan daerah (wajib/pilihan). Setelah berbagai permasalahan pembangunan diidentifikasi hasilnya di FGD-kan dalam forum tim untuk mendapatkan permasalahan paling prioritas dengan terlebih dahulu menambahkan informasi dari permasalahan yang (mungkin) muncul dari hasil identifikasi kebijakan nasional/provinsi. dst *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Tingkat Nasional (2) Tingkat Provinsi (3) Lingkungan Eksternal Lainnya (4) . (1) pemerintahan Kriteria / Aspek (2) Ketaatan terhadap peraturan perundangundangan Tingkat capaian SPM Penataan kelembagaan daerah Pengelolaan kepegawaian daerah Perencanaan pembangunan daerah Pengelolaan keuangan daerah Pengelolaan barang milik daerah Pemberian fasilitasi terhadap partisipasi masyarakat Urusan (3) Permasalahan (4) (5) II Kemampuan Penyelenggaraan Otonomi Daerah Kesejahteraan masyarakat Pelayanan umum Daya saing daerah III Daerah Otonomi Baru Perkembangan penyusunan perangkat daerah Pengisian personil Pengisian keanggotaan DPRD Penyelenggaraan urusan wajib dan pilihan Pembiayaan Pengalihan aset dan dokumen Pelaksanaan penetapan batas wilayah Penyediaan sarana dan prasana pemerintahan Pemindahan ibukota bagi daerah yang ibukotanya dipindahkan *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Cara Pengisian Tabel Identifikasi Permasalahan Pembangunan Daerah: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) diisi nomor urutan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.T-V. diisi dengan faktor-faktor penentu keberhasilan.74Faktor-faktor penentu keberhasilan No. diisi indikator dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3. 2.

. (Tahun Berjalan/n-1).. RKPD provinsi dan juga kebijakan dibidang ekonomi dalam dokumen RPJMD kabupaten/kota Arah kebijakan ekonomi daerah ditujukan untuk mengimplementasikan program dan mewujudkan visi dan misi Kepala Daerah. Kondisi Ekonomi Daerah Tahun . yang antara lain mencakup: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah Tahun .2.. khususnya pada tahun rencana (tahun n) dan 1 (satu) tahun setelah tahun rencana (tahun n+1)..(Tahun Lalu/n-2) dan Perkiraan Tahun . diisi dengan uraian isu dan masalah mendesak ditingkat nasional yang mengacu pada rancangan awal rencana RKPatau dari sumber informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Di samping itu karena adanya isu baru yang timbul pada waktu proses penyusunan rancangan awal RKPD.... Ekspor. (Satu Tahun setelah Tahun Rencana/n+1). 3.75- Cara Pengisian Tabel. antara lain dengan terlebih dahulu mengadakan analisis atas kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) dan juga kondisi eksternal (peluang dan ancaman) terhadap pencapaian tujuan-tujuan pembangunan daerah.. yang antara lain mencakup indikator pertumbuhan ekonomi daerah. Arah Kebijakan Keuangan Daerah Berisikan uraian mengenai kebijakan yang akan ditempuh oleh Pemerintah Daerah berkaitan dengan pendapatan daerah.1. dan Indikator Pembangunan Daerah Bidang Ekonomi yang tersedia di Daerah. sebagai berikut: ... serta isu strategis daerah. berdasarkan hasil analisis pada bab III. Tingkat Inflasi.. (Tahun Rencana/n)dan Tahun . yang dikaitkan dengan hasil analisis subbab 2.1.1..2 dan subbab 3.2.. 3. 3. Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan Hasil analisis kondisi ekonomi daerah dan kajian terhadap tantangan dan prospek perekonomian daerah...1. 3. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Mengemukakan tentang arahan nasional dibidang ekonomi yang bersumber dari dokumen RKP (Nasional).T-V. provinsi maupun kabupaten/kota. Mengidentifikasi tantangan dan prospek perekonomian daerah.2. sebagai payung untuk perumusan prioritas program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun rencana. diisi dengan uraian isu dan masalah mendesak ditingkat regional/provinsi yang mengacu pada hasil evaluasi kinerja pembangunan daerah dan pencapaian kinerja RPJMD Provinsi. diisi dengan uraian isu strategis dan masalah mendesak yang secara umum terjadi di lingkungan eksternal baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang berpengaruh bagi pemerintah daerah...1. belanja daerah dan pembiayaan daerah.70: Kolom Kolom (1) (2) diisi dengan nomor urut sesuai dengan urutan isu dan masalah mendesak ditingkat nasional.1. pembiayaan daerah dan belanja daerah. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH Memuat penjelasan tentang kondisi ekonomi tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan.. Tingkat Investasi (termasuk PMA dan PMDN). selanjutnya dilakukan analisis dan proyeksi sumber-sumber pendapatan daerah dituangkan kedalam tabel Realisasi dan Proyeksi/Target Pendapatan Daerah. Kolom (3) Kolom (4) BAB III...C. sumber-sumber pendapatan dan kebijakan pemerintah daerah yang diperlukan dalam pembangunan perekonomian daerah meliputi pendapatan daerah..1. 3..1.. Memuat penjelasan tentang kondisi dan analisis data statistik perekonomian daerah. Sumbangan Sektoral. Hasil analisis digunakan sebagai pertimbangan dalam memperkirakan proyeksi keuangan daerah serta perkiraan kerangka pendanaan untuk tahun mendatang. subbab 2.

T-V.2.1.2..3 Dana perimbangan Dana bagi hasil pajak/Bagi hasil bukan pajak Dana alokasi umum Dana alokasi khusus 1.3.2+1.1 dan subbab 4.1 1..5 Lain-lain pendapatan daerah yang sah Hibah Dana darurat Bagi hasil pajak dari provinsi dan dari pemerintah daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari provinsi pemerintah daerah lainnya**) JUMLAH PENDAPATAN DAERAH (1. kolom (4) dan kolom (5).d tahun ..2.3 1.1.T-V.. Pengisian kolom (5) diambil dari data APBD tahun berjalan yang baru disahkan.2 1. dengan mempertimbangkan hasil analisis subbab 2.3 1...3..1.3) *) **) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota Sesuaikan dengan asal sumber bantuan keuangan..1 1.C.4 1.2.3..1 1.2 1. Kolom (6) dan kolom (7) diperhitungkan berdasarkan hasil ananisis proyeksi/target berdasarkan data kolom (3).71 Realisasi dan Proyeksi/Target Pendapatan Provinsi/Kabupaten/Kota *) ……. subbab 4.1. Jumlah NO Uraian Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi /Target pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi /Target pada Tahun (n+1) (7) (1) (2) 1...3..2 1.71: Pengisian kolom (3) dan kolom (4) diambil dari data Laporan Pertanggungjawaban APBD.1 +1. s.3 1.1..C. .76Tabel.3.4 Pendapatan asli daerah Pajak daerah Retribusi daerah Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah 1.1.2. subbab 2.1 1..2 1..1. Tahun . Keterangan: n +1 n n-1 n-2 n-3 = = = = = 1 tahun setelah tahun rencana tahun rencana 1 tahun sebelum tahun rencana 2 tahun sebelum tahun rencana 3 tahun sebelum tahun rencana Cara Pengisian Tabel.

meliputi: Pendapatan pajak daerah. 3. Upaya-upaya pemerintah daerah dalam mencapai target. c. belanja sosial. Kebijakan belanja daerah memprioritaskan terlebih dahulu pos belanja yang wajib dikeluarkan. sedangkan Dana perimbangan. minimal yang terkait langsung dengan pengelolaan Belanja (Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung) dalam APBD. berdasarkan hasil analisis pada Bab III.2. Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. dan belanja bantuan kepada provinsi dan kabupaten/kota/pemerintah desa. Uraian arah kebijakan berkaitan dengan target pendapatan daerah. Dana Bagi Hasil Buka Pajak (Sumber daya Alam). dengan meningkatkan optimalisasi sumber-sumber pendapatan. Kebijakan perencanaan pendapatan daerah yang akan dilakukan pada tahun anggaran berkenaan. dan lain-lain pendapatan yang sah. sehingga perkiraan besaran pendapatan dapat terealisasikan dan sedapat mungkin mencapai lebih dari yang ditargetkan. yang mencakup Pendapatan Asli Daerah (PAD). serta belanja barang dan jasa yang wajib dikeluarkan pada tahun yang bersangkutan. arah kebijakan yang terkait dengan belanja daerah. belanja bunga dan pembayaran pokok pinjaman. dana darurat. b. 3. Dana Penyesuaian. selanjutnya dituangkan dalam format tabel sebagai berikut: . bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya. meliputi: dana hibah. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Memuat penjelasan tentang analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah berdasarkan realisasi tahun-tahun sebelumnya. antara lain belanja pegawai. Dana Perimbangan. serta belanja tidak terduga disesuaikan dan diperhitungkan berdasarkan ketersediaan dana dan kebutuhan belanja langsung.2. Dana Otonomi Khusus (hanya untuk Provinsi Aceh dan Provinsi Papua). Berdasarkan hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah dan realisasi serta proyeksi pendapatan daerah dalam 3 (tiga) tahun terakhir. serta target penerimaan dan pengeluaran pembiayaan.2.2. Selisih antara perkiraan dana yang tersedia dengan jumlah belanja yang wajib dikeluarkan merupakan potensi dana yang dapat dialokasikan untuk pagu indikatif bagi belanja langsung setiap SKPD. Berdasarkan realisasi dan proyeksi pendapatan daerah serta pertimbangan kemungkinan kebutuhan pendanaan dimasa mendatang. Belanja tidak langsung untuk belanja hibah. Arah kebijakan pendapatan daerah meliputi: a.773. Lain-lain PAD yang sah.. Arah Kebijakan Keuangan Daerah Berisikan uraian mengenai kebijakan yang akan ditempuh oleh pemerintah daerah berkaitan dengan pendapatan daerah. Lain-lain Pendapatan yang sah.2. belanja bagi hasil. pembiayaan daerah. Pendapatan retribusi daerah.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah Berisikan uraian mengenai kebijakan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah. dan Dana Alokasi Khusus. selanjutnya dirumuskan kebijakan yang terkait langsung dengan pos-pos Pendapatan Daerah dalam APBD. belanja subsidi. Dana Alokasi Umum. Sumber pendapatan daerah yang berasal dari PAD.1. terdiri dari: Dana Bagi Hasil Pajak. dan belanja daerah.2.

pembayaran pokok utang yang jatuh tempo.2.. Jumlah NO Uraian Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi /Target pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi pada Tahun (n+1) (7) (1) 2. Hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber penerimaan pembiayaan daerah dan realisasi serta proyeksi penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah dalam 3 (tiga) tahun terakhir. seperti penyelesaian pembayaran pokok utang dan penyertaan modal.7 2...2 2. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Berisikan uraian mengenai kebijakan penerimaan pembiayaan dan kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah.5 2.T-V. s.72 Realisasi dan Proyeksi Belanja Daerah Tahun . penyertaan modal (investasi) daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah.1 2.1. Kebijakan penerimaan pembiayaan yang akan dilakukan terkait dengan kebijakan pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA).78Tabel. penerimaan pinjaman daerah. penerimaan piutang daerah sesuai dengan kondisi keuangan daerah.. penerimaan kembali pemberian pinjaman.1. proyeksi/target tahun rencana serta 1 (satu) tahun setelah tahun rencana dalam rangka . sebaliknya jika ada kecenderungan akan terjadinya surplus anggaran.6 (2) Belanja Tidak Langsung Belanja pegawai Belanja bunga Belanja subsidi Belanja hibah Belanja bantuan sosial Belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintah Desa* Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/kota dan Pemerintahan Desa* Belanja tidak terduga JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Langsung Belanja pegawai Belanja barang dan jasa Belanja modal JUMLAH BELANJA LANGSUNG TOTAL JUMLAH BELANJA 2.2.d Tahun .8 B 2.2...2 2. pencairan dana cadangan.3 2. Kebijakan pengeluaran pembiayaan daerah mencakup pembentukan dana cadangan.2.. pemberian pinjaman daerah kepada pemerintah daerah lain sesuai dengan akad pinjaman..1.3.1 2.. Dalam hal ada kecenderungan terjadinya defisit anggaran. harus diantisipasi kebijakan-kebijakan yang akan berdampak pada pos pengeluaran pembiayaan daerah.1 2.C.1...2.4 2.3 C D *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota n +1 n n-1 n-2 n-3 = = = = = 1 tahun setelah tahun rencana tahun rencana 1 tahun sebelum tahun rencana 2 tahun sebelum tahun rencana 3 tahun sebelum rencana 3...1.1.. harus diantisipasi kebijakankebijakan yang akan berdampak pada pos penerimaan pembiayaan daerah. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan.1.1.2 2.

1.6 Penerimaan pembiayaan Sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA) Pencairan Dana Cadangan Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan Penerimaan pinjaman daerah Penerimaan kembali pemberian pinjaman Penerimaan piutang daerah JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 3. Metodologi penyusunan prioritas.4 3. rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan.2 3.2.2 3.1..1..1 3. pengentasan kemiskinan. PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH Mengemukakan secara eksplisit perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah berdasarkan hasil analisis terhadap hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.1. identifikasi isu strategis dan masalah mendesak ditingkat daerah dan nasional.1.. s. seperti terhadap MDGs...1.3 3. Jumlah NO Jenis Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah Realisasi Tahun (n-3) (3) Realisasi Tahun (n-2) (4) Tahun Berjalan (n-1) (5) Proyeksi/Targ et pada Tahun Rencana (n) (6) Proyeksi/Targ et pada Tahun (n+1) (7) (1) (2) 3.1 3.2.. dengan memperhatikan beberapa kriteria..1 3. juga memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya.2. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah serta indikasi prioitas kegiatannya..2.3 3. .. penciptaan lapangan kerja. Korelasinya terhadap pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan nasional.d Tahun . Pada bagian ini dirumuskan: 1.C. antara lain: a...79perumusan arah kebijakan pengelolaan pembiayaan daerah disajikan dalam bentuk tabel dengan format sebagai berikut: Tabel..5 3.73 Realisasi dan Proyeksi/Target Pembiayaan Daerah Tahun .4 Pengeluaran pembiayaan Pembentukan dana cadangan Penyertaan modal (Investasi) daerah Pembayaran pokok utang Pemberian pinjaman daerah JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN JUMLAH PEMBIAYAAN NETTO *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota BAB IV. Standar Pelayanan Minimal..2 3..T-V.

74 Hubungan Visi/Misi dan Tujuan/Sasaran Pembangunan No Visi/Misi Tujuan Sasaran Tabel diatas kemudian dideskripsikan dengan jelas tentang maksud dan kriteria masingmasing kolom dan keterhubungannya. 3. selanjutnya dirumuskan sasaran yang hendak dicapai dan fokus/agenda pokok. c. Prioritas pembangunan daerah untuk tahun rencana sebagai arahan bagi SKPD dalam menjabarkan program dan kegiatan yang dibutuhkan pada tahun rencana. d. Korelasinya terhadap pengembangan sektor/bidang yang terkait keunggulan kompetitif daerah. 4. Untuk masing-masing prioritas pembangunan. 4. 6.. Korelasinya terhadap isu strategis daerah. nama program. Untuk dasar perhitungan pagu indikatif setiap program prioritas. baik urusan wajib maupun urusan pilihan yang dipilih oleh daerah tersebut. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Menjelaskan tentang hubungan visi/misi dan tujuan/sasaran pembangunan 5 (lima) tahunan yang diambil dari dokumen RPJMD dengan mengisi tabel berikut ini: Tabel. Keterhubungannya dijelaskan dalam tabel berikut: Tabel.T-V. 4. SKPD pelaksana serta rincian indikasi kegiatan prioritas. maka masing-masing kegiatan prioritas dilengkapi dengan tolok ukur kinerja keluaran setiap kelompok program. Kerangka pendanaan disusun bersifat indikatif dan disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah.C. Korelasinya terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah yang dituangkan dalam RPJMD. 5. 2.C. serta kebutuhan pembiayaannya.1.T-V.2.80b. Prioritas disusun berdasarkan urusan pemerintahan yang menjadi kewajiban daerah. Prioritas dan Pembangunan Suatu prioritas pembangunan daerah tahun (n) pada dasarnya adalah gambaran prioritas pembangunan tahun rencana yang diambil dan dikaitkan dengan program pembangunan daerah (RPJMD) tahun rencana.75 Prioritas Pembangunan Daerah No P1 P2 Program Prioritas Tahun Rencana (RPJMD) Prioritas Pembanguan daerah (RKPD) .

PENYUSUNAN RANCANGAN RKPD Penyusunan rancangan RKPD yang dijelaskan dalam bagian ini digunakan untuk menyusun RKPD provinsi dan kabupaten/kota yang merupakan rangkaian mulai dari penyusunan rancangan awal RKPD dan berakhir pada penetapan RKPD. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Mengemukakan secara eksplisit rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah sesuai Verifikasi tidak Rancangan Renja-SKPD Provinsi . sehingga memberikan gambaran pemerintah daerah provinsi. Diuraikan dari program dan kegiatan yang paling bermanfaat atau memiliki nilai kegunaan tinggi bagi masyarakat.C..C.T-V. dan penyelarasan penyajian rancangan RKPD. kabupaten/kota dalam penyusunan RKPD beserta lampiran hasil (kertas kerja). Sajikan dalam bentuk tabel seperti contoh Tabel. Tahapan penyusunan rancangan RKPD provinsi dan kabupaten/kota mencakup kegiatankegiatan:evaluasi rancangan awal RKP dan rancangan awal RKP tahun rencana. D.1 Penyusunan Rancangan RKPD Provinsi Rancangan Awal RKPD · pendahuluan.81Selanjutnya masing-masing prioritas pembangunan daerah dijelaskan dalam program dan kegiatan prioritas terkait. sebagaimana tabel berikut ini: Tabel. Rencana program dan kegiatan prioritas harus mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat.67 BAB VI.D. melalui proses sebagai berikut: Gambar. verifikasi dan integrasi rancangan Renja SKPD. · evaluasi hasil pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capain kinerja penyelengaraan pemerintahan.T-V. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelengaraan pemerintahan. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Evaluasi Rancangan Awal RKP Penyelarasan Penyajian Ranc RKPD Integrasi Renja SKPD Rancangan RKPD · pendahuluan. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. G-V. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. PENUTUP Telah dijelaskan tahapan-tahapan sistematika penyajian rancangan awal pada bab-bab diatas. kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.76 Penjelasan Program Pembangunan Daerah No Prioritas pembangunan Program/Pembangunan Kinerja Indikator Target SKPD BAB V.

Tahap perumusan rancangan RKPD 2.1. Penyusunan rancangan RKPD ini dilakukan oleh Kepala Bappeda beserta tim. mencakup: 1. sistematika materi antara rancangan awal dan Rancangan RKPDsama.. Penyelarasan Penyajian Ranc RKPD Integrasi Renja SKPD Rancangan RKPD · pendahuluan. sesuai Verifikasi tidak Rancangan Renja-SKPD Kabupaten/Kota Penyusunan rancangan RKPD merupakan kelanjutan dari tahap penyusunan rancangan awal RKPD yang dilakukan melalui dua tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan.2 Penyusunan Rancangan RKPD Kabupaten/kota Rancangan Awal RKPD · pendahuluan. Pada dasarnya. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. Perumusan Rancangan RKPD pada dasarnya adalah memadukan materi pokok yang telah disusun dalam rancangan awal RKPD provinsidengan rancangan Renja SKPD dan mensinkronkannya dengan kebijakan nasional/provinsi tahun rencana. Dengan demikian. dan program dan kegiatan prioritas serta pagu indikatif. berkoordinasi dengan Kepala SKPD. Perumusan Isi dan Substansi Rancangan RKPD Provinsi Dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: 1. Evaluasi rancangan awal RKP Verifikasi dan integrasi rancangan RenjaSKPD Penyelarasan penyajian . Tahap penyajian rancangan RKPD D.82- Gambar. Tahap perumusan dalam rancangan RKPD lebih bersifat penajaman dan penyempurnaan materi yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu.D. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah. Oleh karena itu. penyusunan rancangan RKPD bertujuan untuk menyempurnakan rancangan awal melalui proses pengintegrasian dan harmonisasi program dan kegiatan prioritas yang tercantum dalam rancangan Renja SKPD serta untuk mengharmoniskan dan menyinergikannya terhadap prioritas dan sasaran pembangunan nasional dan provinsi. Masing-masing terdiri dari: pendahuluan. Tahap Perumusan Rancangan RKPD Setelah rancangan awal RKPD dibuat. 3. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelengaraan pemerintahan. D. Keseluruhan materi tersebut telah dianalisis dan dirumuskan dalam tahap penyusunan rancangan awal RKPD. prioritas & sasaran pembangunan. G-V. kegiatan atau langkah-langkah dalam perumusan tahap ini relatif lebih singkat. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan.1. 2. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah.1. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Evaluasi Rancangan Awal RKP & RKPD Prov. tahap selanjutnya adalah merumuskan dokumen tersebut menjadi rancangan RKPD. rancangan kerangka ekonomi daerah dan kerangka pagu indikatif.

2. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah memastikan agar program dan kegiatan prioritas yang terkait atau merupakan penjabaran dari prioritas pembangunan daerah telah sepenuhnya tercantum dalam rancangan Renja SKPD pada SKPD terkait. Kebijakan nasional lainnya memiliki dampak strategik bagi daerah tahun rencana karena beberapa karakteristik: a. Dari Pemerintah: Rancangan awal RKP. suatu daerah dipengaruhi secara tidak langsung oleh kebijakan dimaksud. dan outcome) masing-masing program/kegiatan prioritas. Dalam hal suatu rancangan belum sesuai sebagaimana di maksud pada paragraf diatas maka Bappeda akan . indikator pencapaian dan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah dan pagu indikatif berdasarkan sumber pendanaan. b. Kebijakan pemerintah pusat yang karena karakteristiknya. Kebijakan pemerintah pusat yang karena karakteristiknya. baik yang secara implisit disebutkan dalam pernyataan tentang kebijakan dan prioritas pembangunan nasional tahun rencana maupun jabaran program dan kegiatan prioritas yang mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung rencana pembangunan suatu daerah. Suatu kebijakan menjadi relevan bagi suatu daerah (yang dengan demikian harus dipedomani) karena beberapa karakteristik: 1. sebagai bahan verifikasi dan sinkronisasi untuk rancangan RKPD pada musrenbang provinsi. b) Rancangan RKPD: menginformasikan isu-isu strategis. khususnya identifikasi kebijakan nasional untuk tahun rencana. Dari Provinsi: a) RPJMD Provinsi: untuk mengidentifikasi program dan kegiatan yang harus dicapai targetnya pada tahun rencana. Pada tataran praktis. Kebijakan pemerintah pusat yang mengandung peluang bagi pengembangan daerah.1. serta penyempurnaan rancangan awal RKPD dengan masukan dari hasil musrenbang kecamatan dan Forum SKPD. Evaluasi ini dimaksudkan untuk melengkapi analisis dan evaluasi yang telah dilakukan pada tahap penyusunan rancangan awal.1. output. Tujuan pokok penyelarasan adalah menyangkut kesamaan materi antara program dan kegiatan prioritas tiap-tiap SKPD pada rancangan SKPD telah sama dengan muatan nama program dan kegiatan prioritas tiap-tiap SKPD. Evaluasi Rancangan Awal RKP Evaluasi ini merupakan bagian dari proses identifikasi kebijakan nasional dimana pemerintah provinsi melakukan evaluasi terhadap rancangan awal RKP (pusat). termasuk informasi tentang indikator kinerja (input. D. untuk mengidentifikasi informasi terkait dengan kebijakan atau prioritas nasional yang berdampak langsung/tidak langsung bagi suatu daerah serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di provinsi berkenaan. seluruh SKPD wajib menyampaikan rancangan Renja SKPD hasil penyempurnaan forum SKPD provinsi dan kabupaten/kota kepada Bappeda paling lambat pada minggu pertama bulan April dengan menggunakan nota dinas pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian rancangan Renja SKPD kepada Kepala Bappeda. Amanat perundang-undangan yang bersifat mengikat secara umum (seluruh daerah) atau khusus pada daerah tertentu. penelusuran muatan kebijakan ditingkat pusat oleh pemerintah provinsi sekurang-kurangnya dilakukan pada rancangan awal RKP. Verifikasi dan Integrasi Program & Kegiatan Prioritas Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi atau muatan rancangan RKPD sama dan telah melalui proses sinkronisasi dari Renja SKPD dari seluruh SKPD. Pada tahap verifikasi.1. sebagian kebijakan diwujudkan atau nyata terlihat dari program dan kegiatan yang diagendakan pada tahun rencana.2. Dengan demikian. suatu daerah merupakan tujuan dari kebijakan tersebut. 2.1. tujuan. 3.1. Langkah persiapan ini dilakukan dengan menghimpun informasi berdasar sumbernya sebagai berikut: 1.. Kebijakan pemerintah pusat yang berdampak negatif bagi suatu daerah jika tidak diantisipasi dengan program tertentu.83D. c) Rancangan RenjaSKPD provinsi Forum SKPD provinsi.

3. Kebijakan nasional/provinsi lainnya memiliki dampak strategik bagi daerah tahun rencana karena beberapa karakteristik: 1. suatu daerah merupakan tujuan dari kebijakan tersebut. tujuan akhir integrasi program dan kegiatan prioritas adalah untuk memastikan bahwa pagu indikatif program telah selaras dengan pagu indikatif kegiatan.2. baik yang secara implisit disebutkan dalam pernyataan tentang kebijakan dan prioritas pembangunan nasional/provinsi tahun rencana maupun jabaran program dan kegiatan prioritas yang mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung rencana pembangunan suatu daerah. rancangan awal RKPD dan RKPD provinsi untuk kabupaten/kota akan data dan informasi pada tahap evaluasi kebijakan nasional dan provinsi yang dengan demikian akan mempengaruhi materi penyajian dirancangan RKPD Bab Telaahan Kebijakan Nasional dan Provinsi.2. Kebijakan pemerintah pusat/provinsi yang karena karakteristiknya.3. penelusuran (dengan suatu analisis terhadap) muatan kebijakan ditingkat pusat dan provinsi oleh pemerintah kabupaten/kota sekurang-kurangnya dilakukan pada rancangan awal RKP dan RKPD provinsi.1. 2. Pada tataran praktis. Dengan demikian. sebagian kebijakan diwujudkan atau nyata terlihat dari program dan kegiatan yang diagendakan pada tahun rencana. . Pada akhirnya. ditambahkan informasi yang relevan pada bab analisis dan evaluasi disubbab terkait. Perumusan isi dan substansi rancangan RKPD kabupaten/kota Dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: Evaluasi rancangan awal RKP dan RKPD Provinsi Verifikasi dan integrasi rancangan Renja SKPD Penyelarasan penyajian Evaluasi Rancangan Awal RKP dan RKPD Provinsi untuk Kabupaten/kota D. Suatu kebijakan menjadi relevan bagi daerah berkenaan (yang dengan demikian harus dipedomani) karena beberapa karakteristik: 1. hal-hal terkait dengan perubahan tersebut. Hasil dari evaluasi tersebut (jika ada perubahan prioritas dan sasaran pembangunan dan program serta kegiatan prioritas) akan merubah/menambah materi terkait pada bab telaahan kebijakan nasional dan provinsi. Dengan kata lain. suatu daerah dipengaruhi secara tidak langsung oleh kebijakan dimaksud. 2. hingga tercapai keselarasan atau kesesuaian sebagaimana dimaksud. 3..1. D. 1. Evaluasi dimaksudkan untuk melengkapi analisis dan evaluasi yang telah dilakukan pada tahap penyusunan rancangan awal. untuk memenuhi aspek kecukupan informasi.1. Jika dirasa perlu. Kebijakan pemerintah pusat/provinsi yang berdampak negatif bagi suatu daerah jika tidak diantisipasi dengan program tertentu. Untuk evaluasi rancangan awal RKP untuk provinsi. pagu indikatif kegiatan yang tercantum dalam rancangan Renja SKPD telah tidak melebihi batas pagu program atau total pagu indikatif kegiatan telah sesuai dengan perhitungan kapasitas keuangan daerah yang dialokasikan bagi belanja langsung SKPD. 2. Penyelarasan Materi Penyajian Tahap ini merupakan sinkronisasi terhadap penyajian rancangan awal RKPDdi keseluruhan bab sehubungan dengan adanya perubahan dibab-bab tertentu oleh proses yang spesifik pada tahap perumusan rancangan RKPD.84mengembalikan rancangan Renja SKPD kepada SKPD terkait. Kebijakan pemerintah pusat/provinsi yang mengandung peluang bagi pengembangan daerah. Kebijakan pemerintah pusat/provinsi yang karena karakteristiknya. Amanat perundang-undangan yang bersifat mengikat secara umum (seluruh daerah) atau khusus pada daerah tertentu. D. Evaluasi ini merupakan bagian dari proses identifikasi kebijakan nasional dimana pemerintah kabupaten/kota mengevaluasi rancangan awal RKP dan RKPD Provinsi. khususnya identifikasi kebijakan nasional/provinsi untuk tahun rencana.1.1.

Jika dirasa perlu. d. Tujuan pokok penyelarasan adalah menyangkut kesamaan materi antara program dan kegiatan prioritas tiap-tiap SKPD pada rancangan SKPD telah sama dengan muatan nama program dan kegiatan prioritas tiap-tiap SKPD. Kriteria usulan kegiatan prioritas yang dapat diusulkan sebagai prioritas kabupaten/kota. pagu indikatif kegiatan yang tercantum dalam rancangan Renja SKPD tidak melebihi batas pagu program atau total pagu indikatif kegiatan telah sesuai dengan perhitungan kapasitas keuangan daerah yang dialokasikan bagi belanja langsung SKPD.2. dan outcome) masing-masing program/kegiatan prioritas. untuk mengidentifikasi informasi terkait dengan kebijakan atau prioritas provinsi yang berdampak langsung/tidak langsung bagi suatu daerah serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di kabupaten/kota berkenaan 3. indikator pencapaian dan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah dan pagu indikatif berdasarkan sumber pendanaan. b. D. D. seluruh SKPD wajib menyampaikan rancangan RenjaSKPD hasil penyempurnaan forum SKPD kabupaten/kota kepada Bappeda paling lambat pada akhir bulan Februari dengan menggunakan nota dinas pengantar kepala SKPD perihal penyampaian rancangan Renja SKPD kepada Kepala Bappeda. Pada akhirnya. tujuan.. 2. untuk mengidentifikasi informasi terkait dengan kebijakan atau prioritas nasional yang berdampak langsung/tidak langsung bagi suatu daerah serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan di kabupaten/kota berkenaan. Rancangan Renja SKPD hasil Forum SKPD: sebagai bahan verifikasi dan sinkronisasi untuk rancangan RKPD pada musrenbang kabupaten/kota. Hasil dari evaluasi tersebut (jika ada perubahan prioritas dan sasaran pembangunan dan program serta kegiatan prioritas) akan merubah/menambah materi terkait pada bab telaahan kebijakan nasional dan provinsi. Dalam hal suatu rancangan belum sesuai sebagaimana di maksud pada paragraf diatas maka Bappeda akan mengembalikan rancangan Renja SKPD kepada SKPD terkait. Dari Pemerintah Pusat: Rancangan awal RKP. Tujuan lain yang tidak kalah penting adalah memastikan agar program dan kegiatan prioritas yang terkait atau merupakan penjabaran dari prioritas pembangunan daerah telah sepenuhnya tercantum dalam rancangan Renja SKPD pada SKPD terkait. Dari Kabupaten/kota: a. Untuk evaluasi rancangan awal RKP dan RKPD provinsi data dan informasi pada tahap evaluasi kebijakan nasional dan provinsi yang dengan demikian akan mempengaruhi materi penyajian dirancangan RKPD padabab telaahan kebijakan nasional dan provinsi. hingga tercapai keselarasan atau kesesuaian sebagaimana dimaksud. serta penyempurnaan rancangan awal RKPD dengan masukan dari hasil musrenbang kecamatan dan Forum SKPD. Penyelarasan Materi Penyajian Tahap ini merupakan sinkronisasi terhadap penyajian rancangan awal RKPD kabupaten/kota di keseluruhan bab sehubungan dengan adanya perubahan dibab-bab tertentu oleh proses yang spesifik pada tahap perumusan rancangan RKPD.85Langkah persiapan ini dilakukandengan menghimpun informasi berdasar sumbernya sebagai berikut: 1. termasuk informasi tentang indikator kinerja (input. Rancangan RKPD: menginformasikan isu-isu strategis. output. Kriteria ini ditetapkan oleh Kepala Bappeda kabupaten/kota.2. Verifikasi dan Integrasi Program & Kegiatan Prioritas c. Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi atau muatan rancangan RKPD kabupaten/kota sama dan telah melalui proses sinkronisasi dari Renja SKPD dari seluruh SKPD. untuk memenuhi aspek kecukupan informasi. tujuan akhir integrasi program dan kegiatan prioritas adalah untuk memastikan bahwa pagu indikatif program telah selaras dengan pagu indikatif kegiatan. RPJMD kabupaten/kota: untuk mengidentifikasi program dan kegiatan yang harus dicapai targetnya pada tahun rencana.2.3. hal-hal . Dengan kata lain. Dari Provinsi: Rancangan awal RKPD provinsi.1. Pada tahap verifikasi.1.

3. Sistematika Dokumen RKPD Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. sistematika penyajian rancangan RKPD (adalah sama dengan rancangan awal RKPD). Latar Belakang Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.1. Dasar Hukum Penyusunan Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Permasalahan Pembangunan Daerah Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.2. . Hubungan Antar Dokumen Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. 1. D. 1.1. Kondisi Umum Kondisi Daerah Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Maksud dan Tujuan Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Kertas kerja yang muncul pada tahap penyusunan rancangan RKPDsebagaimana dijelaskan pada subbab diatas menjadi dasar perubahan materi terkait dari isi rancangan awal RKPD. ditambahkan informasi yang relevan pada bab analisis dan evaluasi disubbab terkait. 3.2. sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1. Arah Kebijakan Keuangan Daerah Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Tahap Penyajian Rancangan RKPD Penyajian rancangan RKPD disusun menurut sistematika yang telah disusun sebagaimana disajikan pada rancangan awal RKPD provinsi. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.2.4. 1.5.2. Dengan demikian.1.. BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN 2. BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.3.86terkait dengan perubahan tersebut. 2. 2. 1.

87BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4. Musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota merupakan wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan daerah Provinsi/kabupaten/kota sebagai perwujudan dari pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah. 4. 4. PELAKSANAAN MUSRENBANG RKPD Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD merupakan forum antarpemangku kepentingan dalam rangka membahas rancangan RKPD yang dalam penjelasan ini akan terbagi menjadi musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota dan musrenbang RKPD kabupaten/kota dikecamatan sesuai dengan pentahapannya E. E. d. mempertajam indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan provinsi. prioritas dan sasaran pembangunan daerah provinsi. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.1.2. Musrenbang RKPD Kabupaten/kota bertujuan untuk: a. dan menyepakati prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan. mempertajam indikator kabupaten/kota.. Menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah kabupaten/kota dengan arah kebijakan. menyelaraskan program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah provinsi dengan arah kebijakan. 3. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Pelaksanaan Musrenbang RKPD Provinsi/Kabupaten/Kota 1. Prioritas dan Sasaran Pembangunan Tahun (n) Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. BAB VI PENUTUP Sama dengan isi rancangan awal RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota. mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah kabupaten/kota pada musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dan/atau sebelum musrenbang RKPD kabupaten/kota dilaksanakan. c. dan kinerja program dan kegiatan prioritas daerah c.1. mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah provinsi pada musrenbang RKPD kabupaten/kota dan/atau sebelum musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan. Secara ringkas pelaksanaan musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota dapat dilihat dalam gambar bagan alir sebagai berikut: . b. Musrenbang RKPD Provinsi bertujuan untuk: a. b. menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program dan kegiatan prioritas daerah. d. 2.

Hasil Musrenbang RKPD kabupaten/kota dijadikan bahan penyusunan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota dan sebagai bahan masukan untuk membahas rancangan RKPD provinsi dalam musrenbang RKPD Provinsi. pejabat SKPD kabupaten/kota. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. 7. pejabat Bappeda dan SKPD provinsi. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Pesiapan musrenbag RKPD Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Provinsi/ kabupaten/kota Rancangan Renja SKPD Provinsi/kabupaten/kota · Pendahuluan. musrenbang RKPD provinsi diselenggarakan paling lama pada minggu ketiga bulan April. unsur pengusaha/investor. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah. Tata tertib penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota ditetapkan dengan peraturan Kepala Daerah. pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota. tokoh . unsur pemerintah pusat. akademisi. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untukmenjalankan program dan kegiatan · penutup Pelaksanaan Musrenbang RKPD Perumusan hasil Musrenbang RKPD 5. para Kepala Bappeda kabupaten/kota. Dengan mempertimbangkan tingkat urgensi. 9. LSM/Ormas. pejabat instansi vertikal di provinsi. para camat. pimpinan dan anggota DPRD.1 Bagan Alir Musrenbang Provinsi/Kabupaten/Kota Rancangan RKPD Provinsi/ kabupaten/kota · pendahuluan.88Gambar. G-V. akademisi. 6. para bupati/walikota. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota sebagai berkut: a. Peserta musrenbang kabupaten/kota terdiri dari bupati dan wakil bupati/walikota dan wakil walikota.1. para delegasi mewakili peserta musrenbang kecamatan. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan.. Kepala Bappeda dan SKPD provinsi. Sedangkan penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota diselenggaran paling lamapada minggu terakhir bulan Maret. Peserta Peserta musrenbang provinsi terdiri dari Gubernur dan Wakil Gubernur. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capain kinerja penyelengaraan pemerintahan. sasaran dan program kegiatan. keterwakilan perempuan dan kelompok masyarakat rentan termajinalkan serta unsur lain yang dipandang perlu. 8. tokoh masyarakat.E. para delegasi mewakili peserta musrenbang kabupaten/kota. unsur pemerintah pusat. Hasil Musrenbang RKPD provinsi dijadikan bahan penyusunan rancangan akhir RKPD provinsi. efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan. LSM/Ormas.

b. 6. keterwakilan perempuan dan kelompok masyarakat rentan termajinalkan serta unsur lain yang dipandang perlu. 10. 3. Fasilitator Tenaga terlatih atau berpengalaman yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan dan proses pengambilan keputusan dalam kelompok diskusi musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota.1. pejabat darikementerian/lembaga ditingkat pusat. dapat diundang menjadi narasumber musrenbang RKPD kabupaten/kota.Apabila pengambilan keputusan tidak dapat ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. dan tanggapan. .1. 4. Persiapan musrenbang RKPD b. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini antara lain: Acara pembukaan musrenbang RapatPleno I. Menyiapkan bahan/materi bahasan musrenbang RKPD Mempublikasikan seluas-luasnya kepada masyarakat pokok-pokok materi RKPD yang akan dibahas dalam musrenbang RKPD melalui media massa.2. pemaparan materi dari para nara sumber dan rancangan RKPD. unsur pengusaha/investor. Mengumumkan secara luas jadwal. Persiapan Musrenbang RKPD Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini antara lain: Menyusun jadwal dan agenda musrenbang RKPD. tempat dan agenda musrenbang paling lama 7 (tujuh) hari sebelum musrenbang diselenggarakan. 2. Mengundang narasumber dan fasilitator sesuai dengan kebutuhan Penyelenggaraan Musrenbang RKPD 5. Pokok-pokok materi yang akan dipublikasikan sekurang-kurangnya mencakup program pembangunan daerah daerah provinsi yang mempunyai nilai manfaat langsung kepada masyarakat. dan klarifikasi dari seluruh peserta musrenbang RKPD untuk disepakati menjadi keputusan musrenbang RKPD.89masyarakat. pemaparan hasil pembahasan materi rancangan RKPD oleh setiap pimpinan kelompok diskusi. Pembahasan materi dalam kelompok diskusi musrenbang RKPD: Rapat Pleno II. 1. 1. pengambilan keputusan ditetapkan dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta yang hadir. Narasumber Pimpinan atau anggota DPRD provinsi. 2. Pimpinan atau anggota DPRD kabupaten/kota. pejabat SKPD provinsi dan pejabat SKPD kabupaten/kota atau dari unsur lain yang dipandang perlu. pejabat SKPD provinsi atau dari unsur lain yang dipandang perlu.. Musrenbang RKPD provinsi dan kabupaten/kota diselenggarakan dalam 3 (tiga) tahapan terdiri dari: a. 4. Merancang pembagian kelompok diskusi dan menyiapkan panduan penyelenggaran tata tertib sidang/diskusi kelompok musrenbang RKPD termasuk dalam panduan dirumuskan teknis pengambilan keputusan dalam rapat/persidangan mengutamakan keputusan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. c. E. 7.1. Penyelenggaraan musrenbang RKPD E. dapat diundangmenjadi narasumber musrenbang RKPD provinsi. penajaman. 3. pejabat darikementerian/lembaga ditingkat pusat.

............ tanggal …. Daftar usulan yang belum disetujui musrenbang RKPD.............................. beserta alasannya sebagaimana tercantum dalam Lampiran III berita acara ini.. Daftar hadir peserta musrenbang RKPD..untuk dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan akhir RKPD provinsi/kabupaten/kota.. Rancangan berita acara kesepakan hasil musrenbang RKPD yang memuat rumusan kesepakatan hasil musrenbang RKPD.... KEDUA KETIGA Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya.... : Menyepakati program dan kegiatan yang belum dapat diakomodir dalam rancangan RKPD provinsi/kabupaten/kota.............905.. Rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD......... maka pada: Hari dan Tanggal : Jam : Tempat : .... c...... 6..... Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah..... dengan contoh format sebagai berikut: a. Sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ......... Gubernur/bupati/walikota…......... : Menyepakati rumusan yang tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hasil kesepakatan Musrenbang RKPD provinsi/kabupaten/kota................... seluruh peserta musrenbang RKPD provinsi/kabupaten/kota............ yang dihadiri olehpemangku kepentingan sebagaimana tercantum dalam daftar hadir peserta dalam Lampiran I berita acara ini................ telah diselenggarakan musrenbang RKPD Provinsi ...*) Tahun ........................ 2.*) Tahun ..... d.............*) Tahun ... (dijelaskan secara berurutan pejabat yang menyampaikan) pada acara pembukaan musrenbang RKPD.. Rangkuman hasil rapat pleno II musrenbang RKPD selanjutnya di rumuskan kedalam rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD oleh tim perumus yang dipimpin oleh Kepala Bappeda......... Tanggapan dan saran dari seluruh peserta musrenbang RKPD terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi musrenbangRKPD. b...*) selaku pimpinan sidang musrenbang RKPD . antara lain teridiri dari lampiran-lampiran sebagai berikut: a...... Pemaparan materi(disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan). ....................... 3. Pada hari……………Tanggal........ sebagaimana tercantum dalam Lampiran II berita acara ini.... sampai dengan tanggal ………… bulan ………… tahun …………bertempat di ..................... Format Rancangan Berita Acara Kesepakatan Hasil Musrenbang RKPD RANCANGAN BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANG RKPD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA........*) Tahun ...........*) MENYEPAKATI KESATU : Menyepakati sasaran dan prioritas daerah............ rencana program dan kegiatan prioritas yang disertai indikator dan target kinerjadan kebutuhan pendanan dalam rancangan RKPD provinsi/kabupaten/kota..... mendengar dan mempertimbangkan: 1...................……. ...*) Tahun .... .................... Setelah memperhatikan..................

*) Tanda tangan ( Nama) Mewakili peserta musrenbang Provinsi .. Dst. Tanda tangan . 5. 2..*) Provinsi : ……………………… Tanggal :……………………… Tempat :……………………… No 1. Format Daftar Hadir Peserta Musrenbang RKPD Provinsi/Kabupaten/kota….*) LAMPIRAN I : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…. 2...*) NOMOR : TANGGAL : Nama Lembaga/instansi Jabatan/Alamat Tanda Tangan DAFTAR HADIR PESERTA MUSRENBANG RKPD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA….. b. 3. NO 1. dst Nama Lembaga/Instansi Alamat & no telp......91Provinsi/kabupaten/kota…. 4. 3. 6.

.. Program ..... dst ....... Program Kegiatan Kegiatan dst .92c. Kegiatan.... Bidang Urusan . Kegiatan.. Provinsi/Kabupaten/Kota …………*) Indikator kinerja Prioritas Daerah Sasaran Daerah Lokasi Hasil Program Tolok Ukur (3) (4) (5) (6) Target (7) Keluaran Kegiatan Tolok Ukur (8) Target (9) Hasil Kegiatan Tolok Ukur (10) Target (11) (12) (13) Pagu Indikatif Prakiraan Maju Keterangan SKPD 1/2/3 (14) Jenis Keg 1/2/3 (15) Nomor Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan (2) Urusan ............ Format Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah LAMPIRAN II : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…. Program ............ Bidang Urusan ..... (1) *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota ...........*) NOMOR : TANGGAL : Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah Tahun ....

Jumlah/besaran keluaran yang ditargetkan dari seluruh kegiatan pada program yang direncanakan harus berkaitan. eksemplar). satuan wilayah (desa. Kolom (9) diisi dengan jumlah/besaran dalam bentuk angka dan nama satuan dari keluaran yang ditargetkan untuk setiap kegiatan yang direncanakan. kecamatan. km). tuliskan SKPDnya. buah. eksemplar). (2) lintas SKPD. kecamatan. yang diusulkan ke musrenbang provinsi/kabupaten/kota. ton). Contoh satuan: jiwa/orang. yaitu program dan kegiatan SKPD. Contoh: tersedianya ruang belajar bagi peserta didik SMP.. kabupaten/kota) prosentase (%) dan lainnya Contoh: 4 ruang belajar untuk 160 peserta didik atau 80% dari target hasil/capaian program. satuan wilayah (desa. km). diisi dengan uraian nama/rumusan prioritas pembangunan. diisi dengan uraian tolok ukur hasil dari setiap kegiatan. diisi dengan uraian nama program dan kegiatan prioritas rincian indikatif kegiatan prioritas yang menunjang prioritas program dengan memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya. Contoh satuan: jiwa/orang.93 Cara Pengisian Form sebagai berikut. ton). Kolom ini cukup diisi untuk pagu indikatif program saja. buah. eksemplar). (3) lintas wilayah. satuan jumlah (unit.*) diisi dengan apa sifat jenis kegiatan tersebut: a. kecamatan.. satuan wilayah (desa. satuan berat (kg. satuan panjang (meter. diisi dengan uraian tolok ukur keluaran dari setiap kegiatan. satuan panjang (meter. Contoh: kualitas pendidikan bagi seluruh anak usia pendidikan SMP. diisi dengan jumlah/besaran dalam bentuk angka dan nama satuan dari hasil yang ditargetkan untuk setiap kegiatan yang direncanakan. diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolom (1) Kolom (2) diisi dengan nomor urut prioritas pembangunan daerah untuk Tahun Rencana. untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran dalam bentuk angka dan nama satuan dari hasil atau capaian yang ditargetkan untuk setiap program yang direncanakan sebagaimana tercantum dan/atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD dua tahun sebelum tahun rencana. buah.. satuan berat (kg. satuan panjang (meter. berkorelasi dan/atau berkontribusi terhadap pencapaian hasil program yang direncanakan. km). diisi dengan prakiraan kebutuhan dana tahun berikutnya (n+1) dari tahun anggaran yang direncanakan guna memastikan kesinambungan untuk setiap program dan kegiatan diisi dengan siapa yang bertanggungjawab kegiatan tersebut apakah: (1) dapat dilakukan oleh satu SKPD. satuan jumlah (unit. berkorelasi dan/atau berkontribusi terhadap pencapaian hasil program yang direncanakan. alternatif. satuan jumlah (unit. satuan berat (kg. kabupaten/kota) prosentase (%) dan lainnya. diisi dengan jumlah pagu indikatif untuk setiap program prioritas. lintas SKPD dan kewilayahan yang berdasarkan analisis perlu dilakukan pergeseran pelaksanaannya Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) Kolom (10) Kolom (11) Kolom (12) Kolom (13) Kolom (14) Kolom (15) . Contoh: tersedianya ruang belajar yang dapat menampung peserta didik SMP. yaitu program dan kegiatan satu tahun sebelum tahun yang direncanakan yang tercantum dalam renstra-SKPD. diisi dengan uraian tolok ukur hasil program dalam tahun rencana. diisi dengan uraian judul/rumusan sasaran pembangunan daerah. b. sedang berjalan. Contoh satuan: jiwa/orang. ton). Jumlah/besaran hasil yang ditargetkan dari seluruh kegiatan pada program yang direncanakan harus berkaitan. Contoh: 4 ruang belajar SMP. yang dihitung berdasarkan indikasi jenis dan besaran kegiatan yang dibutuhkan sesuai program prioritas dan kemampuan fiskal daerah. kabupaten/kota) prosentase (%) dan lainnya.

Kolom (3) diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tsb..... 9. selanjutnya dibacakan dalam Rapat Pleno III untuk mendapat tanggapan dan persetujuan ditetapkan menjadi kesepakan hasil musrenbang RKPD. c.94 atas pertimbangan yang mempunyai dampak guna mempercepat pencapaian sasaran pembangunan daerah. dan/atau 4) dilakukan jika kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya belum memberikan keluaran dan hasil yang sesuai dengan sasaran RenstraSKPD d.. Musrenbang Kecamatan merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa/Kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten/kota di wilayah kecamatan Musrenbang RKPD kabupaten/kota dikecamatan kabupaten/kota dan dilaksanakan oleh Camat. 3) adanya kebijakan pemerintah yang menjadi prioritas nasional yang mendukung percepatan pembangunan daerah.*) NOMOR : TANGGAL : Daftar Usulan yang Belum Disetujui Musrenbang RKPD Provinsi/Kabupaten/Kota …………*)Tahun .... Kolom (4) diisi dengan alasan yang menjadi pertimbangan keputusan forum sehingga kegiatan tersebut belum dapat diakomodir pada tahun rencana... No (1) Jenis program/kegiatan (2) Lokasi (3) Alasan (4) Program .. Pelaksanaan Musrenbang RKPD Kabupaten/kota di Kecamatan 8. Rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD.. baru. Kolom (2) diisi dengan uraian nama/rumusan kegiatan prioritas dari kecamatan atau SKPD. selanjutnya ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri musrenbang RKPD... kepada bupati/walikota untuk kesepakatan hasil musrenbang RKPD provinsi dan kepada camat dan kepala desa atas kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota atau kepada pihak lain yang dianggap perlu untuk mengetahuinya dan mempublikasikannya secara luas kepada masyarakat melalui media masa.. Kegiatan.......*) yang Belum disetujui Musrenbang RKPD LAMPIRAN III : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG PROVINSI/KABUPATEN/KOTA…... dst . yaitu program dan kegiatan yang tidak tercantum pada renstra-SKPD dengan kriteria: 1) tidak bisa ditunda karena dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat... Cara Pengisian Form sebagai berikut: Kolom (1) Kolom 1diisi dengan nomor urut Kegiatan Prioritas pada Tahun Rencana...2. 2) dalam rangka mempercepat capaian target sasaran renstra-SKPD. dikoordinasikan oleh Bappeda Tujuan penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota dikecamatan antara lain: .... E. Rancanganberita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD yang telah disetujui. Format Daftar Usulan Provinsi/Kabupaten/kota…... SKPD. 7.. Kegiatan. Bappeda menyampaikan salinan berita acara kesepakan hasil musrenbang RKPD antara lain kepada DPRD.

dan perwakilan SKPD kabupaten/kota dan unsur lain yang diperlukan. Peserta Peserta musrenbang kecamatan terdiri atas para kepala desa dan lurah.E. 3.1. delegasi kelurahan. Pembentukan Tim . Membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa. Secara ringkas bagan alir kegiatan musrenbang RKPD kabupaten/kota dikecamatan dapat dilihat dalam gambar sebagai berikut: Gambar. pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota asal daerah pemilihan kecamatan bersangkutan. delegasi musrenbang desa. perwakilan DPRD. keterwakilan perempuan dan kelompokmasyarakat rentan termarginalkan dan pemangku kepentingan lainnya skala kecamatan. Penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. Membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan. Penyelenggaraan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan selambat-lambatnya minggu kedua bulan Pebruari. Menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota.95 1. Persiapan Musrenbang RKPD Kabupaten/kota Di Kecamatan Dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. camat. 2. Hasilmusrenbang kecamatan dijadikan sebagai bahan masukan dalam penyusunan rancangan Renja SKPD. 3. E.3. Narasumber Narasumber musrenbang kecamatan dapat terdiri dari pejabat Bappeda. sebagai berikut: 1. Fasilitator Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan dan proses pengambilan keputusan dalam kelompok diskusi Musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan dilakukan dengan tahapan.. perwakilan SKPD. 2. G-V. tokoh masyarakat.1 Alur Proses Musrenbang Kecamatan Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Kabupaten/Kota Musrenbang kecamatan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kecamatan Musrenbang Desa Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Desa Unsur-unsur yang dilibatkan dalam musrenbang kecamatan sekurang-kurangnya terdiri dari: 1. Persiapan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan 2.3.

sebagai berikut.96 Camat menetapkan Tim Penyelenggara Musrenbang Kecamatan dengan anggota terdiri dari: unsur kecamatan dan unsur masyarakat (akademisi. dan keterwakilan perempuan) dengan mempertimbangkan kemampuan dan komitmen untuk aktif terlibat dalam seluruh tahap penyelenggaraan musrenbang kecamatan. diisi dengan uraian nama/rumusan prioritas pembangunan. Kolom (7) b) Kompilasi Hasil Musrenbang Desa Kompilasi hasil musrenbang desamenurut urutan prioritas yang disepakati di musrenbang desa/kelurahan.....3. yang disajikan seperti dalam format tabel sebagai berikut: . diisi dengan uraian nama program dari masing-masing prioritas. yang dihitung berdasarkan indikasi jenis dan besaran kegiatan yang dibutuhkan sesuai program prioritas dan kemampuan fiskal daerah.*) Tahun.. tokoh masyarakat.. yang dapat disusun dan disajikan kedalam format tabel sebagai berikut: Tabel... diisi dengan uraian judul/rumusan sasaran pembangunan daerah.... diisi dengan jumlah pagu indikatif untuk setiap program prioritas. diisi dengan nama satuan kerja perangkat daerah yang akan bertanggungjawab dan melaksanakan program dan/atau kegiatan yang direncanakan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah jo Peraturan Daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah. dan dikelompokkan menurut SKPD. diisi dengan rincian indikatif kegiatan prioritas yang menunjang prioritas program dengan memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya. 2. Cara Pengisian Tabel Daftar Rencana Kegiatan Prioritas Kecamatan...E. No. Penyusunan jadwal dan agenda musrenbang kecamatan 3. Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) (6) diisi dengan nomor urut prioritas pembangunan daerah untuk tahun rencana. Kolom ini cukup diisi untuk pagu indikatif program saja..Data dan informasi yang disiapkan oleh Tim Penyelenggara dan bahan pembahasan musrenbang RKPD kabpaten/kota di kecamatan antara lain: a) Daftar Kegiatan Prioritas Kecamatan Daftar kegiatan prioritas pembangunan daerah kabupaten/kota di kecamatan disesuaikan dengan prioritas dan sasaran pembangunan daerah yang telah dirumuskan dalam rancangan awal RKPD yang dikelompokkan menurut SKPD sesuai dengan tugas dan fungsi masingmasing. Bahan diperoleh dari Bappeda kabupaten/kota. T-V.1... LSM.. Penyiapan data dan informasi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk dibahas dalam musrenbang kecamatan. (1) Prioritas Daerah (2) Sasaran Daerah (3) Program (4) Kegiatan Indikatif (5) Pagu Indikatif (6) SKPD Penanggungja wab (7) *) Isi sesuai dengan nama kecamatan.1 Daftar Rencana Kegiatan Prioritas Kecamatan Kecamatan ..

Penyelenggaraan Musrenbang RKPD kabupaten/kota di Kecamatan Dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1.... Penyampaian undangan kepada peserta musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan...2 (jadwal dan agenda musrenbang kecamatan) diatas.. diisi dengan jumlah dan satuan target sasaran kegiatan beserta satuannya. dan seterusnya.. Penyiapan daftar berbagai unsur yang akan dilibatkan dalam musrenbang kecamatanyaitu narasumber. E... Mengumumkan secara terbuka jadual....E.*) Keterangan Volume Kesesuaian Dengan Prioritas Daerah Ke...... dan agenda kecamatanminimal 7 (tujuh) hari sebelum acara musrenbang dilakukan. status 1 adalah usulan tahun n-1 yang perlu percepatan... misalnya 2010). diisi dengan uraian nama/rumusan kegiatan prioritas dari desa/kelurahan....97 Tabel...3. Pemberitahuan jadwal dan tempat pelaksanaan musrenbang kepada Bappeda kabupaten/kota. Acara pembukaan musrenbang 3.*) ... 6.. Sidang Pleno I Pemaparan materi dari narasumber dan materi musrenbang: 4........ Pemilihan unsur pimpinan kelompok diskusi terdiri dari ketua..... fasilitator..3... 100 orang... Kriteria kegiatan prioritas yang diusulkan menjadi prioritas kecamatan.... dan peserta..... sekretaris dan notulen yang dipilih dari dan oleh anggota kelompok diskusi yang difasilitasi oleh fasilitator. Dalam hal ini camat menyampaikan surat pemberitahuan kepada Bappeda dengan dilampiri bahan pembahasan musrenbang sebagaimana dimaksud pada nomor D.contoh:10 km2.. tempat.. Pendaftaran peserta 2....... misalnya: prioritas ke 1.*) . Sidang Kelompok a.... dan sebagainya. yang dilampiri dengan bahan musrenbang.. Cara Pengisian Form sebagai berikut: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Catatan: (1) (2) (3) (4) (5) (6) diisi dengan nomor urut kegiatan prioritas usulan desa/kelurahan di kecamatan tersebut pada tahun rencana....2.. diisi status usulan kegiatan prioritas. 5. T-V.1... status 0 adalah usulan tahun n (tahun rencana..... 2... ditetapkan oleh camat setelah disetujui Bappeda kabupaten/kota... ..2 Daftar Prioritas Desa menurut SKPD Kecamatan Kabupaten/Kota Tahun : : : .. diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut............1...... 4. musrenbang 7..... diisi dukungan langsung kegiatan tersebut pada urutan prioritas daerah ... (5) No Kegiatan Lokasi Desa Status Usulan (6) (1) (2) (3) (4) *)Isi disesuaikan dengan nama kecamatan/kabupaten/kota dan tahun rencana...

forum diskusi menyepakati kegiatan yang akan dijadikan kegiatan prioritas kecamatan. disajikan dalam format tabel sebagai berikut: Tabel. diisi dengan angka 3 jika sangat sesuai. Penyerahan kelompok diskusi dari fasilitator kepada Ketua kelompok diskusi yang terpilih untuk memimpin jalannya pemaparan dan pembahasan materi dalam kelompok diskusi. diisi dengan kriteria lain yang disepakati forum. angka 1 jika kurang mendukung peningkatan nilai tambah.98 b.3. skoring dan rating dilakukan untuk tiap kelompok kegiatan dari masing-masing prioritas pembangunan daerah. diisi dengan angka 1 jika kurang sesuai dengan rancangan awal RKPD. angka 1 jika sama sekali tidak sesuai. Peningkatan nilai tambah dinilai dari penerima sasaran dan outcomeyang direncanakan apakah meningkatkan kemampuan memperoleh pendapatan masyarakat. (3) Dukungan pada pencapaian target prioritas pembangunan kabupaten/kota. diisi dengan nomor urut prioritas kegiatan tersebut..1. Semakin tinggi skor yang diperoleh suatu kegiatan pelayanan. d. Setelah dilakukan penyepakatan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan prioritas. diisi dengan angka 3 jika sangat mendukung peningkatan nilai tambah. dan angka 3 jika sangat sesuai dengan rancangan awal RKPD. diisi dengan kegiatan prioritas desa/kelurahan yang diusulkan. Sebagai contoh kriteria: (1) Kesesuaian dengan rancangan awal RKPD. angka 2 jika cukup berkontribusi. Kriteria penilaian dapat dikembangkan sesuai kondisi setempat. Kesesuaian dengan rancangan awal RKPD dinilai dari kesesuaian dengan rancangan kegiatan SKPD. Hasil prioritisasi kegiatan berdasar kriteria. (4) dukungan pada nilai tambah pendapatan lintas desa/kelurahan. dan angka 3 jika sangat berkontribusi. (7) (8) (9) Setelah diperoleh urutan prioritas usulan kegiatan dari desa/kelurahan. (2) kepentingan lintas desa/kelurahan. Verifikasi usulan kegiatan prioritas desa/kelurahan oleh peserta musrenbang kecamatan dan dinilai kesesuaiannya dengan prioritas dan sasaran daerah sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan oleh peserta kelompok. selanjutnya dilakukan skoring dan rating untuk menentukan urutan prioritas. angka 2 jika cukup sesuai.3 Prioritisasi Kegiatan Berdasar Kriteria Kriteria Kegiatan Kesesuaian dengan Ranwal RKPD (3) Kontribusi pada Pencapaian Target Prioritas pembangunan kabupaten (4) Dukungan pada pemenuhan hak dasar rakyat (5) Dukungan nilai tambah (6) Total Skor Urutan Prioritas No Lain-lain (1) (2) (7) (8) (9) Cara Pengisian Tabel Prioritisasi Kegiatan Berdasar Kriteria: Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) diisi dengan nomor urut program dan kegiatan. . (3) Dukungan pada pemenuhan hak dasar rakyat lintas desa/kelurahan. meningkatkan kualitas hidup masyarakat. diisi dengan angka 1 jika kurang berkontribusi. diisi dengan dengan total skor. T-V. dan sejenisnya. Kolom Kolom Kolom (4) (5) (6) Kolom Kolom Kolom e.E. angka 2 jika cukup mendukung peningkatan nilai tambah. untuk selanjutnya diselaraskan dengan rancangan rencana program dan kegiatan SKPD yang tercantum dalam rancangan awal RKPD. Kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian prioritas ditetapkan oleh camat. semakin tinggi prioritas kegiatan tersebut untuk ditangani di tahun rencana. c. angka 2 jika cukup sesuai dengan rancangan awal RKPD.

(6) diisi dengan uraian judul/rumusan sasaran kegiatan. dan satuan target sasaran kegiatan beserta satuannya. maka diserasikan lokasi dan target volume kegiatan. 100 orang. maka ditambahkan pada daftar rencana kegiatan SKPD yang ada dirancangan awal RKPD.99 f. Selanjutnya dilakukan langkah penyelarasan rancangan kegiatan pada rancangan awal RKPD dengan Daftar Kegiatan Prioritas Kecamatan yang dihasilkan dari langkah pada huruf d diatas. No (1) prioritas Daerah (2) Sasaran Daerah (3) Program Kegiatan Prioritas (5) Sasaran Kegiatan (6) Lokasi (desa/ kel) (7) Volume (8) Pagu (9) SKPD Penanggungjawab (10) (4) Cara Pengisian Tabel Daftar Urutan Kegiatan Prioritas Kecamatan Berdasar SKPD Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom (1) (2) (3) (4) (5) diisi dengan nomor urut prioritas pembangunan daerah untuk tahun rencana.E.4 Daftar Urutan Kegiatan Prioritas Kecamatan berdasar SKPD Kecamatan ……… Tahun……… h. (7) diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tsb. Hasil kesepakatan kegiatan prioritas kecamatan menurut SKPD selanjutnya dapat dituangkan dalam contoh tabel sebagai berikut: Tabel. 3) 4) g. Apabila kegiatan prioritas tersebut belum tercakup. dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif. Langkah penyelarasan dapat dilakukan antara lain dengan cara sebagai berikut: 1) 2) Memeriksa apakah semua kegiatan prioritas kecamatan tersebut sudah tercantum pada rancangan kegiatan prioritas SKPD yang ada dirancangan awal RKPD. Kegiatan prioritas kecamatan yang tidak dapat dilakukan hanya oleh satu SKPD. diisi dengan uraian nama program dari masing-masing prioritas.yang disesuaikan dengan ketersediaan pagu indikatif yang dialokasikan untuk kecamatan tersebut. (8) diisi dengan jumlah. diisi dengan uraian nama/rumusan prioritas pembangunan.3. diisi dengan uraian judul/rumusan sasaran pembangunan daerah. (10) diisi dengan nama SKPD yang bertanggungjawab melaksanakan program dan/atau kegiatan yang direncanakan sesuai dengan tugas dan fungsi. Langkah selanjutnya dilakukan penyepakatan usulan pagu indikatif masing-masing kegiatan dalam wilayah kecamatan. berdasarkan prioritas kecamatan yang telah disepakati dalam diskusikelompok musrenbang kecamatan.. Kolom . diisi dengan rincian indikatif kegiatan prioritas yang menunjang prioritas program dengan memperhatikan apa yang diusulkan oleh SKPD berdasarkan prakiraan maju pada RKPD tahun sebelumnya. dan sebagainya (9) diisi dengan jumlah pagu indikatif untuk setiap program prioritas. i. Kolom ini cukup diisi untuk pagu indikatif program saja. T-V.contoh:10 km2. dikelompokkan sebagai kegiatan lintas SKPD. Apabila kegiatan prioritas kecamatan sudah tercakup dalam rancangan kegiatan SKPD dirancangan awal RKPD. yang dihitung berdasarkan indikasi jenis dan besaran kegiatan yang dibutuhkan sesuai program prioritas dan kemampuan fiskal daerah. Langkah selanjutnya dilakukan penajaman rumusan sasaran dari kegiatan SKPD.1.

. 5. sehingga kemungkinan ditunda untuk diusulkan tahun berikutnya. Pendokumentasian kegiatan yang belum diakomodir disusun dengan cara disajikan dalam contoh tabel sebagai berikut: Tabel.. termasuk kewenangan lintas kabupaten/kota sehingga diusulkan ke provinsi. yang merupakan hasil kesepakatan dari masing-masing kelompok dihadapan seluruh peserta musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. Memperolehtanggapan. 100 orang. Sidang Pleno II Sidang Pleno II dipimpin oleh Camat.. dan klarifikasi dari seluruh peserta musrenbang kecamatan terhadap materi yang dipaparkan oleh ketua kelompok diskusi.5 Daftar Kegiatan yang Belum Disepakati Tahun……*) Kecamatan SKPD No (1) : …………. pengambilan keputusan ditetapkan dengan persetujuan sekurangkurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah kelompok diskusi.*) Kegiatan (2) Lokasi (Desa/Kelurahan) (3) Volume (4) Alasan (5) *) isi sesuai dengan tahun/nama kecamatan dan nama SKPD Cara Pengisian Tabel Daftar Kegiatan yang Belum Disepakati sebagai berikut: Kolom Kolom Kolom Kolom Kolom l. diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tsb. Kegiatan yang belum dapat disepakati sebagai kegiatan prioritas kecamatan untuk dilakukan dalam tahun rencana berdasar alasannya. keterbatasan anggaran tahun rencana. Rangkuman hasil kesepakatandalam sidang pleno II. n.dan pengambilan keputusan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan daerah kabupaten/kota dikecamatan.*) :…………. m. diisi dengan alasan yang menjadi pertimbangan keputusan forum sehingga kegiatan tersebut belum dapat diakomodir pada tahun rencana... sekretaris dan notulis dibantu fasilitator dan narasumber. dan satuan target sasaran kegiatan beserta satuannya.1. daya ungkit terhadap capaian prioritas daerah kurang tinggi... Apabila pengambilan keputusan tidak dapat ditetapkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. dan alasan lainnya. diisi dengan uraian nama/rumusan kegiatan prioritas dari desa/kelurahan.E. contoh:10 km2. dsb. (1) (2) (3) (4) (5) diisi dengan nomor urut kegiatan prioritas usulan desa/kelurahan di kecamatan tersebut pada tahun rencana. T-V. diisi dengan jumlah. . Beberapa kemungkinan alasan pertimbangan antara lain: 1) 2) 3) 4) k.3.. Dalam sidang Pleno II bertujuan untuk: 1) Pemaparan kegiatan prioritas kecamatan beserta sasarannya. Pengambilan keputusan kesepakatan terhadap kegiatan yang diusulkan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat. Perumusan hasil kelompok diskusi dipimpin oleh ketua. penajaman.100 j. dirumuskan kedalam rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan oleh tim perumus yang dipimpin oleh Camat. 2) 6. perlu didokumentasikan sebagai bahan pertimbangan untuk diusulkan dalam perencanaan tahun berikutnya.

....... c........... Kegiatan PrioritasKecamatan menurut SKPD.. .... d..... musrenbang kecamatan .. Pemaparan materi lainnya (disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan)...... : MENYEPAKATI KESATU : Kegiatan Prioritas.. KEDUA : KETIGA : KEEMPAT : ... Format berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan beserta lampiran terdiri dari: a......... Setelah memperhatikan........ tanggal....... Camat menyampaikan salinan berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan kepada bupati/walikota sebagai bahan penyusunan RKPD kabupaten/kota.................*) Tahun ... 9.............. Sasaran. .......... Tahun …....... maka pada: Hari dan Tanggal : Jam Tempat : : ..101 7........ mendengar dan mempertimbangkan: 1. 8..... Rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD di kecamatan....dibacakan kembali dalam sidang pleno II untuk disepakati dan ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri musrenbangRKPD kabupaten/kota di kecamatan........ sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini.................. b..telah diselenggaran musrenbang RKPD kabupaten/kota yang dihadiri pemangu kepentingan sesuai dengan daftar hadir peserta yang tercantum dalam LAMPIRAN I berita acara ini.. Rancangan berita acara kesepakatan hasil musrenbang kecamatan............. Daftar usulan yang belum disetujui Musrenbang RKPD di kecamatan.Kabupaten/kota ................. (dijelaskan secara berurutan pejabat yang menyampaikan) pada acara pembukaan musrenbang kecamatan.*) Tahun ....... Daftar hadir peserta musrenbang RKPD di kecamatan...... 3......*) Tahun.. Sambutan-sambutan yang disampaikan oleh ........ Pada hari. Hasil kesepakatan sidang-sidang kelompok Musrenbang Kecamatan …......... Usulan program dan kegiatan yang belum dapat diakomodir dalam rancangan RKPD Kabupaten/kota ..... yang disertai targetdan kebutuhan pendanan dalam Daftar Prioritas Kecamatan …… Kabupaten/kota ........ dengan contoh format sebagai berikut: a. sampai dengan tanggal ………bulan ………… tahun …………bertempat di .. Format RancanganBerita Acara Kesepakatan Hasil Musrenbang RKPD Di Kecamatan RANCANGAN BERITA ACARA HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANG RKPD KABUPATEN/KOTA.... TAHUN ........*) DI KECAMATAN . Berita acara ini dijadikan sebagai bahan penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota *) .......................... ..... dan Daftar hadir Peserta Musrenbang sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV merupakan satu kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berita ini...........dan kepada Kepala SKPD kabupaten/kota sebagai bahan penyusunan rancangan Renja SKPD yang akan dibahas di forum SKPD......... beserta alasan penolakannya sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN III berita acara ini..... Tanggapan dan saran dari seluruh peserta musrenbang kecamatan terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi musrenbang kecamatan..... 2............

.... 3... :………... Tanda tangan c. Nama Lembaga/instansi Alamat Tanda Tangan b................................................ .. Pimpinan Sidang Tanda tangan ( Nama) Mewakili peserta musrenbang Kabupaten/Kota*) ...... :………... 4. NO 1...... SKPD Penanggungjaw ab (10) No (1) Prioritas Daerah (2) Sasaran Daerah (3) Program Kegiatan Prioritas (5) Sasaran Kegiatan (6) Lokasi (desa/ kel) (7) Volume (8) Pagu (9) (4) .. Dst.......102 Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya..... Format Daftar Urutan Kegiatan Prioritas Kecamatan Menurut SKPD LAMPIRAN II : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG KECAMATAN NOMOR : TANGGAL : Daftar Urutan Kegiatan Prioritas Kecamatan Menurut SKPD Kecamatan : ……….......... Format Daftar Hadir Peserta Musrenbang Kecamatan LAMPIRAN I : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG KECAMATAN NOMOR : TANGGAL : Daftar Hadir Peserta Musrenbang Kecamatan Kecamatan Tanggal Tempat No : ………..... Tahun :………..... tanggal …............... 2.. Nama Lembaga/Instansi Alamat & no telp...

sinkronisasi musrenbang RKPD. Format Daftar Kegiatan yang belum disepakati LAMPIRAN III : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL MUSRENBANG KECAMATAN NOMOR : TANGGAL : Daftar Kegiatan yang Belum Disepakati Tahun…… No (1) Kegiatan (2) Lokasi (Desa/Kelurahan) (3) Volume (4) Alasan (5) F. melalui proses sebagai berikut: Gambar.1 Penyusunan Rancangan Akhir RKPD Provinsi Hasil Musrenbang Nas. · Prioritas dan sasaran pembangunan daerah · Rencana program dan kegiatan prioritas daerah Berita Acara Kesepakatan Musrenbang RKPD provinsi . PERUMUSAN RANCANGAN AKHIR Penyusunan Rancangan Akhir RKPD ini digunakanuntuk RKPD provinsi dan kabupaten/kota yang merupakan rangkaian penyusunan RKPD yang berawal dari penyusunan rancangan awal RKPD dan berakhir pada penetapan RKPD. · Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja RPJMD. Tahapan penyusunan rancangan akhir RKPD mencakup kegiatan-kegiatan:evaluasi hasil musrenbang Nasional RKP. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Evaluasi Musrenbang Nas.. G-V. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah.F. dan penyelarasan penyajian rancangan akhir RKPD.103 d. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. RKP/RKP Rancangan RKPD · pendahuluan. RKP Penyelarasan Penyajian Ranc Akhir RKPD Rancangan Akhir RKPD Sinkronisasi hasil Musrenbang RKPD provinsi · Pendahuluan. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capain kinerja penyelengaraan pemerintahan. · Analisis dan evaluasi . · Rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah.

prioritas & sasaran pembangunan. G-V. · rancangan kerangka ekonomi daerah Dan kebijakan keuangan daerah.2 Penyusunan RancanganAkhir RKPD Kabupaten/kota Hasil Musrenbang Nas. Oleh karena itu. · rencana program dan kegiatan prioritas daerah Evaluasi Musrenbang Nas. kegiatan atau langkah-langkah dalam perumusan tahap ini relatif lebih singkat. 3. tahap selanjutnya adalah mensinkronkan hasil kesepakatan musrenbang tersebut kedalam Rancangan RKPD menjadi Rancangan Akhir RKPD.F. sistematika materi antara Rancangan RKPD dan Rancangan akhir RKPD sama. Tahap Perumusan Rancangan Akhir RKPD Setelah musrenbang RKPD provinsi dan musrenbang RKPD kabupaten/kota diselenggarakan. · Analisis dan evaluasi . · Evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja RPJMD. rancangan kerangka ekonomi daerah dan kerangka pagu indikatif.1.1. Masing-masing terdiri dari: pendahuluan. · Prioritas dan sasaran pembangunan daerah · Rencana program dan kegiatan prioritas daerah Berita Acara Kesepakatan Musrenbang RKPD kabupaten/kota Perumusan rancangan akhir RKPDdilakukan melalui tahapan dan tatacara sebagai berikut: 1. RKP & RKPD Prov Penyelarasan Penyajian Ranc Akhir RKPD Rancangan Akhir RKPD Sinkronisasi hasil Musrenbang RKPD kab/ kota · Pendahuluan. 1. F. · evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu capaian kinerja penyelengaraan pemerintahan. Perumusan Rancangan Akhir RKPD Provinsi Dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: Evaluasi Musrenbangnas RKP Sinkronisasi hasil Musrenbang RKPD Provinsi Penyelarasan Penyajian . · Rencana kerangka ekonomi daerah dan arah kebijakan keuangan daerah. Pada dasarnya. Penyajian rancangan akhir RKPD F. rancangan akhir RKPD provinsi dirumuskan berdasarkan masukan hasil musrenbang provinsi dan RKPD kabupaten/kota berdasarkan hasil musrenbang kabupaten/kota dengan memperhatikan hasil musrenbang nasional RKP untuk mencapai sinergitas. 2. Dengan demikian. harmonisasi. Pada saat bersamaan. · prioritas dan sasaran pembangunan daerah. evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu.1. dilakukan evaluasi terhadap hasil musrenbang nasional RKP dan musrenbang RKPD provinsi untuk kabupaten/kota guna memperoleh tambahan informasi atau kebijakan yang harus diacu atau diselaraskan dalam rancangan akhir RKPD. RKP/RKP Hasil Musrenbang RKPD Provinsi Rancangan RKPD · pendahuluan. Perumusan dalam rancangan akhir RKPD lebih bersifat penajaman dan penyempurnaan materi yang telah dihasilkan pada tahap sebelumnya. Perumusan rancangan akhir RKPD 2. Keseluruhan materi tersebut telah dianalisis dan dirumuskan dalam tahap penyusunan rancangan awal RKPD. dan sinkronisasi pembangunan. dan program & kegiatan prioritas serta pagu indikatif..104 - Gambar.

2. F. termasuk didalamnya adalah pagu indikatif program/kegiatan kementerian/lembaga yang perlu diintegrasikan dengan program pembangunan daerah provinsi. Hasil dari evaluasi tersebut (jika ada perubahan prioritas dan sasaran pembangunan dan program serta kegiatan prioritas) akan merubah/menambah materi terkait pada bab telaahan kebijakan nasional dan provinsi dan bab prioritas dan sasaran pembangunan serta bab program dan kegiatan prioritas dan pagu indikatif.1. Evaluasi ini merupakan bagian dari proses identifikasi kebijakan nasional dimana pemerintah kabupaten/kota mengevaluasi.1. pagu indikatif. termasuk didalamnya adalah pagu indikatif program/kegiatan. 1.1. dan sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. diharapkan apa yang telah dirumuskan dalam rancangan akhir RKPD kabupaten/kota memenuhi tujuan sinergitas.baik terhadap hasil musrenbangnas RKP maupun musrenbang RKPD provinsi. Perumusan Rancangan Akhir RKPD kabupaten/kota Dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: Evaluasi Musrenbangnas RKP dan Musrenbang RKPD Provinsi Sinkronisasi hasil Musrenbang RKPD Kabupaten/kota Penyelarasan Penyajian Evaluasi Musrenbangnas RKP dan Musrenbang RKPD Provinsi F.1.2. Dengan demikian. Dengan demikian.1. diharapkan apa yang telah dirumuskan dalam rancangan akhir RKPD provinsi selaras dengan kebijakan pemerintah.1.105 F. Untuk evaluasi musrenbangnas RKP akan memengaruhi materi penyajianpada rancangan RKPD khususnya dalam Bab Telaahan kebijakan nasional. khususnya identifikasi kebijakan nasional yang disampaikan dalam musrenbang nasional RKP tahun rencana.1. 2.2. Output final dari tahap ini adalah berupa muncultidaknya suatu program dan/atau kegiatan prioritas baru untuk merespon hasil musrenbang RKP dan RPKD provinsi.3. harmonisasi.. Materi yang disinkronkan adalah perubahan substansi dari rancangan RKPD selama proses musrenbang RKPD dilakukan. untuk memenuhi aspek kecukupan informasi. F. khususnya identifikasi kebijakan nasional untuk tahun rencana. Integrasi dilakukan dengan mengevaluasi berita acara pelaksanaan musrenbang RKPD Provinisi beserta lampiran pendukung yang otentik. ditambahkan informasi yang relevan pada bab analisis dan evaluasi di sub-bab terkait.1. dan lokasi kegiatan. meliputi: penyepakatan program dan kegiatan.1. Evaluasi Musrenbangnas RKP Evaluasi dimaksud merupakan bagian dari proses identifikasi kebijakan nasional untuk melengkapi analisis dan evaluasi yang telah dilakukan pada tahap penyusunan rancangan RKPD provinsi. hal-hal terkait dengan perubahan tersebut. rumusan indikator kinerja.1. kesepakatan akhir musrenbang bersifat mengikat dan harus diadopsi dalam rancangan akhir RKPD kecuali dinyatakan lain dalam berita acara musrenbang RKPD. 3. F. Jika dirasa perlu. Secara prinsip. Penyelarasan materi penyajian Tahap ini merupakan sinkronisasi terhadap penyajian rancangan awal RKPD di keseluruhan bab sehubungan dengan adanya perubahan dibab-bab tertentu oleh proses yang spesifik pada tahap perumusan Rancangan akhir RKPD. Evaluasi ini dimaksudkan untuk melengkapi analisis dan evaluasi yang telah dilakukan pada tahap penyusunan rancangan RKPD. rumusan sasaran. . Suatu pernyataan lain dimaksud antara lain jika disebutkan bahwa suatu kesepakatan musrenbang disebutkan akan dibicarakan atau diusulkan dalam tahap penyusunan rancangan akhir RKPD atau akan diusulkan pada forum musrenbang yang lebih tinggi (musrenbang nasional) karena alasan batas kewenangan atau alasan lain yang disepakati dalam musrenbang. Output yang dihasilkan dalam tahap ini adalah adanya program dan/atau kegiatan prioritas baru untuk merespon hasil musrenbang RPKD provinsi. Sinkronisasi terhadap hasil Kesepakatan Musrenbang RKPD Provinsi Tahap ini bertujuan untuk menyelaraskan dan mengintegrasikan kesepakatan musrenbang RKPD provinsi kedalam rancangan akhir RKPD kabupaten/kota.

3. rumusan sasaran. Dasar Hukum Penyusunan Sama dengan isi rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.1.2.. 1. dan lokasi kegiatan.2. F. 1. pagu indikatif. sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN 1.1.1. Integrasi dilakukan dengan mengevaluasi berita acara pelaksanaan musrenbang beserta lampiran pendukung yang otentik. Sinkronisasi Terhadap Hasil Kesepakatan Musrenbang RKPD Kabupaten/kota Tahap ini bertujuan untuk menyelaraskan dan mengintegrasikan kesepakatan musrenbang RKPD kabupaten kedalam rancangan akhir RKPD kabupaten/kota. Materi yang disinkronkan adalah perubahan substansi dari rancangan RKPD selama proses musrenbang RKPD dilakukan. BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGARAAN PEMERINTAHAN 2.2. 1. Penyelarasan Materi Penyajian Tahap ini merupakan sinkronisasi terhadap penyajian rancangan awal RKPD di keseluruhan bab sehubungan dengan adanya perubahan dibab-bab tertentu oleh proses yang spesifik pada tahap perumusan Rancangan akhir RKPD. Gambaran Umum Kondisi Daerah .4. ditambahkan informasi yang relevan pada bab analisis dan evaluasi pada sub-bab terkait. rumusan indikator kinerja. sistematik penyajian Rancangan akhir RKPD (adalah sama dengan rancangan RKPD). Maksud dan Tujuan Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. F. Tahap Penyajian Rancangan akhir RKPD Penyajian rancangan akhir RKPD disusun menurut sistematika yang telah disusun sebagaimana disajikan pada rancangan RKPD. Suatu pernyataan lain dimaksud antara lain jika disebutkan bahwa suatu kesepakatan musrenbang disebutkan akan dibicarakan atau diusulkan dalam tahap penyusunan rancangan akhir RKPD atau akan diusulkan pada forum musrenbang yang lebih tinggi (musrenbang provinsi atau musrenbang nasional) karena alasan batas kewenangan atau alasan lain yang disepakati dalam musrenbang. Jika dirasa perlu. Kertas kerja yang muncul pada tahap penyusunan rancangan awal dan rancangan RKPD sebagaimana dijelaskan pada sub-bab diatas menjadi dasar perubahan materi terkait dari isi rancangan akhir RKPD.2. Untuk evaluasi musrenbangnas RKP dan Musrenbang RKPD Provinsi akan mempengaruhi materi penyajian di Rancangan RKPD Bab Telaahan kebijakan nasional dan provinsi. Hubungan Antar Dokumen Sama dengan isi rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.106 F. 1.1. kesepakatan akhir musrenbang bersifat mengikat dan harus diadopsi dalam rancangan akhir RKPD kecuali dinyatakan lain dalam berita acara musrenbang RKPD.3. untuk memenuhi aspek kecukupan informasi. Hasil dari evaluasi tersebut (jika ada perubahan prioritas dan sasaran pembangunan dan program serta kegiatan prioritas) akan merubah/menambah materi terkait pada bab telaahan kebijakan nasional dan provinsi dan bab prioritas dan sasaran pembangunan serta bab program dan kegiatan prioritas dan pagu indikatif. Sistematika Dokumen RKPD Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. meliputi: penyepakatan program dan kegiatan. Secara prinsip.2.5. hal-hal terkait dengan perubahan tersebut. Dengan demikian. Latar Belakang Sama dengan isi rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.

3. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya Plt. RKPD provinsi yang telah ditetapkan dijadikan pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi dan rancangan akhir RKPD kabupaten/kota. 2. 4. BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4. BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3. RKPD kabupaten/kota yang telah ditetapkan dijadikan pedoman penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. 4.KEPALA BIRO HUKUM ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina (IV/a) NIP 19690824 199903 1 001 . BAB VI PENUTUP Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. RKPD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur setelah RKP ditetapkan dengan peraturan presiden. 3. Permasalahan Pembangunan Sama dengan isi rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. MENTERI DALAM NEGERI. G.107 Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Arah Kebijakan Keuangan Daerah Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. RKPD kabupaten/kota ditetapkan dengan peraturan bupati/walikota setelah RKPD provinsi ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.1. 2. 2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD Sampai Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD Sama dengan isi rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. PENETAPAN RKPD 1..2 Prioritas Pembangunan Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.3.2.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Sama dengan isi rancangan rancangan RKPD dengan koreksi seperlunya sesuai kebutuhan atau tambahan informasi pada tahap ini.2.

KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN. DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BUKU VI) TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2010 . TATACARA PENYUSUNAN PENGENDALIAN.

C. E. D.LAMPIRAN VI : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 54 Tahun 2010 TANGGAL : 21 Oktober 2010 TAHAPAN DAN TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (Renja SKPD ) A. B. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA SATUAN PERANGKAT DAERAH PERSIAPAN PENYUSUNAN RENJA SKPD PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD PELAKSANAAN FORUM SKPD PENETAPAN RENJA SKPD .

· Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup Penyusunan Rancangan RKPD Perumusan Rancangan Akhir RKPD Pelaksanaan Musrenbang RKPD PerKDH ttg RKPD Provinsi Pengesahan Renja-SKPD Provinsi oleh Gubernur Perumusan kegiatan prioritas Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Provinsi Rancangan Renja-SKPD Provinsi Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD Provinsi kepada Bappeda Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Provinsi Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Provinsi Penetapan Renja SKPD Provinsi oleh Kepala SKPD Renja SKPD Provinsi Penelaahan usulan kegiatan masyarakat Penyempurnaan Rancangan Renja-SKPD Provinsi Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Kabupaten/ Kota · Pendahuluan.A. · pelaksanaan forum SKPD. · musrenbang RKPD. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup . · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD PENETAPAN RENJA SKPD PENYUSUNAN RKPD sesuai Sinkronisasi Kebijakan Nasional KUA & PPAS YANG DISEPAKATI KDH DAN DPRD Verifikasi Rancangan Renja SKPD Tidak sesuai Penyusunan KUA & PPAS Persiapan penyusunan Renja-SKPD Pengolahan data dan informasi Mereview hasil evaluasi Renja-SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra-SKPD Rancangan Renja SKPD Provinsi Rancangan Renja SKPD Provinsi · Pendahuluan. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi · Tujuan.-2A. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi Telaahan Rancangan Awal RKPD Penyempurnaan Rancangan RenjaSKPD Provinsi Analisis Gambaran pelayanan SKPD Isu-isu penting penyelennggaraan tugas dan fungsi SKPD Perumusan Tujuan dan sasaran · Pendahuluan.1 Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja SKPD Provinsi Rancangan Awal RKPD Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD.G-VI. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi · Tujuan. BAGAN ALIR TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Gambar. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi · Tujuan. sasaran dan program kegiatan. sasaran dan program kegiatan. sasaran dan program kegiatan.

· musrenbang RKPD.G-VI. sasaran dan program kegiatan. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan.-3Gambar. sasaran dan program kegiatan. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup .A. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan. · pelaksanaan forum SKPD. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup Penyusunan Rancangan RKPD Perumusan Rancangan Akhir RKPD Pelaksanaan Musrenbang RKPD PerKDH RKPD Kab. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Pengolahan data dan informasi Penelaahan Rancangan Awal RKPD Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Analisis Gambaran pelayanan SKPD penentuan isu-Isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD Perumusan Tujuan dan sasaran Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi · Pendahuluan.2 Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja SKPD Kabupaten/Kota Rancangan Awal RKPD Surat Edaran KDH (perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) · agenda penyusunan RKPD./Kota Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Kabupaten/Kota Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Rancangan Renja-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD kepada Bappeda Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kabupaten/Kota Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Pengesahan Renja-SKPD oleh KDH Penetapan RenjSKPD oleh Kepala SKPD Perumusan kegiatan prioritas Penyempurnaan Rancangan Renja Renja SKPD Penelaahan usulan kegiatan masyarakat Musrenbang kecamatan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kecamatan Musrenbang Desa Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Desa · Pendahuluan. sasaran dan program kegiatan. · batas waktu penyampaian rancangan renja-SKPD kepada Bappeda PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD PENETAPAN RENJA SKPD PENYUSUNAN RKPD sesuai Sinkronisasi Kebijakan Nasional dan Provinsi Verifikasi Rancangan Renja SKPD KUA & PPAS YANG DISEPAKATI KDH DAN DPRD Penyusunan KUA dan PPAS Tidak sesuai Persiapan Penyusunan Renja-SKPD Rancangan Renja SKPD Mereview hasil evaluasi renja SKPD tahun lalu berdasarlan Renstra-SKPD Rancangan Renja SKPD · Pendahuluan.

Menyiapkan tabel-tabel/matrik kompilasi data yang sesuai dengan kebutuhan analisis.T-V. Pembentukan Tim Penyusun Renja SKPD Anggota tim penyusun Renja SKPD adalah pejabat dan staf SKPD yang benar-benar siap untuk bertugas secara penuh dalam menyiapkan dokumen Renja SKPD. 3.4. Dokumen-dokumen: a. mengetahui aspek-aspek regulasi yang terkait dengan perencanaan dan penganggaran daerah. Orientasi mengenai Renja SKPD Orientasi mengenai Renja SKPD perlu diberikan kepada tim untuk penyamaan persepsi terkait teknis penyusunan Renja SKPD. 4. 2. antara lain: 1. Anggota tim yang dipilih diprioritaskan yang memiliki kompetensi. sampai dengan penetapan Renja SKPD. 3.1. Dokumen APBD tahun berjalan dan realisasi APBD tahun-tahun sebelumnya. B. B. Contoh agenda kerja penyusunan dokumen Renja SKPD dapat dilihat pada Tabel. 6. yang tercantum dalam LAMPIRAN V peraturan menteri ini. Agenda kerja tersebut dapat dituangkan dalam sebuah matrik kalender kegiatan. penyusunan agenda kerja. Menyusun daftar data/informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan Renja SKPD dan disajikan dalam bentuk matrik (check list) untuk memudahkan dalam analisis. Dokumen-dokumen RKPD. Peraturan perundang-undangan terkait. serta penyiapan data dan informasi. Tim penyusun terdiri atas perwakilan dari setiap bidang yang ada di masingmasing SKPD. hubungan Renja SKPD dengan dokumen perencanaan lainnya. mempunyai latar belakang pendidikan atau pengalaman di bidang perencanaan daerah dan paham akan substansi tugas dan fungsi SKPD. RKPD provinsi dan Renstra SKPD provinsi untuk penyusunan Renja SKPD provinsi. B. . Data dan informasi yang perlu dikumpulkan dalam proses penyusunan Renja SKPD. PERSIAPAN PENYUSUNAN RENJA SKPD Tahapan persiapan meliputi pembentukan tim penyusun RKPD dan Renja SKPD. Pengumpulan Data dan Informasi Setiap usulan program dan kegiatan perlu didukung data atau informasi yang memadai dan akurat dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Penyusunan Agenda Kerja Jangka waktu penyelesaian dokumen Renja SKPD sangat ketat dan padat. Mengumpulkan data/informasi dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. dan diketuai oleh orang yang bertanggungjawab atas perencanaan di SKPD. 5. Dengan demikian yang dipilih adalah yang punya kesiapan waktu dan kemampuan teknis yang cukup. Untuk itu perlu disusun agenda kerja yang memerinci setiap tahapan kegiatan penyusunan dokumen Renja SKPD dengan satuan waktu sejak persiapan. 2.3. Data atau informasi dikumpulkan sedemikian rupa hingga memperlihatkan secara jelas capaian kinerja penyelenggaraan urusan wajib/pilihan pemerintahan daerah yang menjadi tanggungjawab sesuai dengan tugas fungsi SKPD . Hasil evaluasi Renja SKPD periode lalu. c. Tim penyusun dibuat sesederhana mungkin dan bila dipandang perlu dapat dibantu tenaga ahli advisor. b. B. Pengumpulan data dapat dilakukan berdasarkan langkah-langkah berikut: 1. orientasi mengenai RKPD dan Renja SKPD. Dokumen RKPD dan hasil evaluasi pelaksanaannya.-4B. 4. RKPD kabupaten/kota dan Renstra SKPD kabupaten/kota untuk penyusunan Renja kabupaten/kota. Dokumen hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun-tahun sebelumnya.B.2.1. Kebijakan-kebijakan nasional yang terkait.

Mereview hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra SKPD. 7. Oleh karena itu penyusunan rancangan Renja SKPD dapat dikerjakan secara simultan/paralel dengan penyusunan rancangan awal RKPD.-57. 5. PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun. Tahap perumusan rancangan Renja SKPD. dengan fokus melakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi eksisting SKPD. Analisis gambaran pelayanan SKPD. Penelaahan usulan program dan kegiatan dari masyarakat. yang memuat kebijakan. Penyusunan Renja SKPD yang dilakukan melalui dua tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan. Tahap Perumusan Rancangan Renja SKPD Perumusan rancangan Renja SKPD dilakukan melalui serangkaian kegiatan sebagai berikut: 1. Perumusan tujuan dan sasaran. program. dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. 2. Telaahan terhadap rancangan awal RKPD. 8. 4. Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. . evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap pencapaian Renstra SKPD. Data pokok statistik daerah sampai dengan versi terakhir. dan Data khusus lainnya dari setiap SKPD yang dibutuhkan. Tahap penyajian rancangan Renja SKPD. dan 12. Pengolahan data dan informasi. 9. Perumusan kegiatan prioritas. penyusunan rancangan Renja SKPD mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD. 10. mencakup: 1. 3. Dalam prosesnya. arahan menteri terkait dan SPM. dapat dibuat inventarisasi kebutuhan data. 11. Pembahasan forum SKPD. C. dan 2. 8. Untuk mempermudah pengecekan kelengkapan data/informasi yang dibutuhkan. Penyempurnaan rancangan Renja SKPD. C. Penyesuaian dokumen rancangan Renja SKPD sesuai dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun rencana dengan mempertimbangkan arah dan kebijakan umum pembangunan daerah. Penyusunan rancangan Renja SKPD merupakan tahapan awal yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi dokumen Renja SKPD yang definitif. 6.1. Penyajian awal dokumen rancangan Renja SKPD.

7. tugas dan fungsi masing-masing. Hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. 11. dan prakiraan maju tahun berikutnya. 6. dari kabupaten/kota untuk penyusunan Renja SKPD provinsi. Pedoman dan standar-standar teknis dan perencanaan SKPD. serta IKK berdasarkan PP Nomor 6 Tahun 2008. pencapaian target SPM dan target capaian IKK dari SKPD provinsi juga dipengaruhi kinerja pelayanan SKPD kabupaten/kota. dan perkiraan realisasi tahun berjalan berdasarkan APBD yang telah disahkan untuk pelaksanaan tahun berjalan. Analisis gambaran pelayanan SKPD Analisis kinerja pelayanan SKPD berupa pengkajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD dengan kinerja yang dibutuhkan sesuai dan dampak yang ditimbulkan atas kinerja pelayanan tersebut serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi untuk penyusunan program dan kegiatan dalam rangka peningkatan pelayanan SKPD sesuai dengan tugas dan fungsi. Hasil evaluasi pencapaian target program dan kegiatan Renstra SKPD. Kondisi pelayanan SKPD. 12. Peraturan perundangan yang terkait dengan tugas dan fungsi pelayanan SKPD. Berdasarkan kondisi target menurut Renstra SKPD dan capaian kinerja tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan. Oleh karena itu dalam menyusun target kinerja pelayanan SKPD provinsi harus terintegrasi dan bersinergi dengan target kinerja SKPD kabupaten/kota. Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pusat. Hitung realisasi capaian target kinerja untuk kondisi tahun lalu. 4. Bedanya. Data kependudukan dan informasi dasar kewilayahan. Informasi program dan kegiatan yang diusulkan: a. 10. 8. Tentukan indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD sesuai dengan kewenangan tugas dan fungsi. Identifikasi besaran target untuk setiap jenis indikator dalam Renstra SKPD untuk kondisi tahun lalu. yang menyangkut aspek: 1. hitung proyeksi kebutuhan besaran target yang layak untuk tahun rencana dan prakiraan maju tahun berikutnya. yang nantinya akan dijabarkan menjadi kebutuhan program dan kegiatan untuk tahun rencana. Pengolahan Data dan Informasi Pengolahan data dan informasi dalam menyusun Renja SKPD. selain menggunakan IKK. Organisasi dan tatalaksana SKPD. 6. dengan sasaran target sesuai dengan Renstra SKPD dan/atau berdasarkan atas hasil analisis standar kebutuhan pelayanan. 5. . 2.1.1. 9. 4. Kondisi dan rencana tata ruang wilayah. Rancangan awal RKPD tahun rencana. 3. 5. Khusus untuk provinsi. Untuk menganalisis kinerja pelayanan SKPD digunakan beberapa indikator. pada setiap jenis indicator. C. sesuai dengan tugas dan fungsi. data dan informasi yang diolah mencakup bahan yang diperlukan dalam rangka analisis kondisi kinerja dan permasalahan pelayanan SKPD.1. serta kewenangan SKPD. dari kecamatan untuk penyusunan Renja SKPD kabupaten/kota. pada dasarnya sama dengan pengolahan data dan informasi penyusunan RKPD. tahun rencana. tahun berjalan.-6C. antara lain mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008. Untuk SKPD yang belum memiliki SPM.2. b. Identifikasi tolok ukur/besaran indikator kinerja menurut SPM dan IKK atau hasil analisis kebutuhan. Informasi lain terkait pelayanan SKPD. 3. yang disesuaikan dengan kewenangan. 2. perlu juga dirumuskan indikator lain yang sesuai untuk mengukur kinerja pelayanan SKPD berdasarkan hasil analisis standar kebutuhan pelayanan tersendiri. Langkah-langkah analisis kinerja pelayanan SKPD adalah: 1. Untuk SKPD yang telah memiliki SPM dapat menggunakan indikator kinerja SPM.

C. selanjutnya dikoordinasikan dengan SKPD kabupaten/kota untuk memperoleh kesepakatan terhadap target proyeksi di tahun rencana dan prakiraan maju tahun berikutnya pada masing-masing kabupaten/kota. juga dihubungkan dengan indikator yang terkait dengan SPM. . maka pemetaan kinerja pelayanan mengacu pada indikator IKK serta analisis kebutuhan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD serta kewenangannya berdasarkan PP Nomor 38 Tahun 2007. 10. maka kondisi pelayanan tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan perlu dipetakan (dihitung) mengacu pada indikator SPM dan IKK. Bila besaran tolok ukurnya dalam IKK belum tercantum.1 di bawah. maka perlu dilakukan analisis standar kebutuhan pelayanan sesuai dengan norma dan standar pelayanan masingmasing SKPD. 11. 9. Dalam hal untuk pencapaian target kinerja pelayanan SKPD merupakan kewenangan kabupaten/kota yang mengalami kesulitan untuk dipenuhi. serta rumusan proyeksi untuk tahun rencana. maka SKPD Provinsi dapat memberikan bantuan kepada kabupaten/kota dalam bentuk tugas pembantuan dan/atau bantuankeuangan kepada kabupaten/kota. Bila dalam IKK angka standar atau target besarannya tidak tercantum. Bila dalam Renstra SKPD tidak tercantum indikator yang sesuai dengan SPM maupun IKK. 8.T-VI. Sedangkan analisis dan proyeksinya untuk tahun rencana mengacu pada ketentuan SPM. Jika SKPD yang belum mempunyai SPM dan dokumen Renstra SKPD tidak tercantum indikator maupun target kinerjanya. Khusus bagi SKPD provinsi: Hasil proyeksi berdasarkan Tabel. dan 12. maka analisis capaian kinerja selain dibandingkan terhadap target besaran Renstra SKPD.C.T-VI. Berikan catatan penting hasil kajian antara target dan realisasi yang dicapai. Sajikan dalam bentuk tabel (dalam contoh disajikan untuk SKPD Pendidikan) seperti pada Tabel.1. serta pembagian peran masing-masing dalam program dan kegiatan sesuai dengan kewenangan masingmasing.-77.

. (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) .. (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun ... (tahun n-1) Tahun ......... (tahun n-2) Tahun ......T-VI... (tahun n-1) Proyeksi Tahun .. Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMP/MTs SMP/Mts a) Partisipasi anak bersekolah b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis d) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru e) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan f) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional g) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa h) Jumlah siswa per kelas 90 % <1% 90 % 80 % 90 % 90 % 100 % 30-40 95 % <1% 90 % 90 % 90 % 95 % 30-40 90 % 95 % Indikator *) (2) SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) Target Renstra SKPD Tahun .. (tahun n) Tahun ......1 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Pendidikan *) Provinsi/Kabupaten/Kota **) ……………… NO (1) I A.C... 1.... (tahun n) Tahun ............... (tahun n-2) Tahun ..... SPM PENDIDIKAN Pendidikan Formal SD/MI (Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah) a) Partisipasi anak bersekolah (PAB) b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis d) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan e) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional f) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa g) Jumlah siswa per kelas h) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional i) 2..-8Tabel....

.. (tahun n-2) Tahun ..... (tahun n) Tahun .-9SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) i) j) 3... SMK a) Angka putus sekolah (APS) b) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan c) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru d) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan e) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional f) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa g) Jumlah siswa per kelas h) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional <1% 90 % 80 % 90 % 90 % 100 % 30-40 90 % ............ (tahun n) Tahun ... (tahun n-1) Proyeksi Tahun ............ (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 90 % 70 % SMA/MA a) Partisipasi anak bersekolah b) Angka putus sekolah (APS) c) Jumlah sekolah yang memiliki sarana prasarana sesuai standar teknis yang ditetapkan d) Kepemilikan sekolah terhadap tenaga kependidikan non guru e) Pemenuhan jumlah guru yang diperlukan f) Kualifikasi guru yang sesuai kompetensi yang ditetapkan secara nasional g) Kelengkapan pemilikan buku pelajaran oleh siswa h) Jumlah siswa per kelas i) j) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional Jumlah lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang terakreditasi 60 % <1% 90 % 80 % 90 % 90 % 100 % 30-40 90 % 25 % 4... (tahun n-1) Tahun .......... (tahun n-2) Tahun ....... (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun ... Indikator *) (2) Jumlah siswa dengan nilai memuaskan terhadap uji sampel mutu pendidikan standar nasional Jumlah lulusan yang melanjutkan ke SMA/MA/ SMK Target Renstra SKPD Tahun ...

... (tahun n-2) Tahun .. B. (tahun n) Tahun .10 SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) i) j) Indikator *) (2) Jumlah lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang terakreditasi Jumlah lulusan yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang terakreditasi Target Renstra SKPD Tahun ... (tahun n) Tahun . Kesetaraan SD (program Paket-A) a) Peserta paket A bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SD/MI b) Peserta didik Paket A yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket A oleh peserta didik.. 1........ d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket A dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (SMP/MTs atau Program Paket B f) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan g) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket A yang diperlukan h) Kualifikasi tutor Program Paket A yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional i) Jumlah pusat kegiatan belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran Jumlah peserta yang memiliki sarana belajar 100 % <7% < 30% 85 % < 10% 100 % 95 % 95 % 90 % 100 % 90 % 90 % 100 % j) ... (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 25 % 20 % 20 % k) Jumlah lulusan yang diterima di dunia kerja sesuai dengan keahliannya. (tahun n-1) Proyeksi Tahun ............. (tahun n-1) Tahun .. (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun .. (tahun n-2) Tahun ..... Pendidikan Non Formal Pendidikan Keaksaraan a) Bisa membaca dan menulis b) Orang buta aksara dalam kelompok usia 15-44 tahun c) Orang buta aksara dalam kelompok usia diatas 44 tahun d) Ketersediaan data dasar keaksaraan yang diperbarui terus menerus 2.....................

..... d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket C dapat memasuki dunia kerja f) Jumlah lulusan Program Paket C dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi..... (tahun n) Tahun . Target Renstra SKPD Tahun ........ (tahun n) Tahun ....... Kasetaraan SMA (Program Paket C) a) Peserta didik Program Paket C bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SMA/MA/SMK b) Peserta didik Program Paket C yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket C oleh peserta didik. g) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan h) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket C yang diperlukan i) j) Kualifikasi tutor yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional Jumlah pusat belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran 90 % < 10% 100 % 80 % 50 % 50 % 90 % 100 % 90 % 90 % k) Tersedianya data dasar kesetaraan SMA yang diperbarui terus menerus.... (tahun n-1) Proyeksi Tahun .. (tahun n-2) Tahun ..... d) Jumlah kelulusan peserta didik yang mengikuti ujian kesetaraan e) Jumlah lulusan Program Paket C dapat memasuki dunia kerja f) Jumlah lulusan Program Paket C dapat melanjutkan ke 70 % <5% 60 % 80 % 60 % 10 % ..... (tahun n-2) Tahun ..... 4... (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 3.........11 SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) Indikator *) (2) k) Tersedianya data dasar kesetaraan SD yang diperbarui terus menerus.. Kasetaraan SMP (Program Pakat B) a) Peserta didik Program Paket C bagi penduduk usia sekolah yang belum bersekolah SMA/MA/SMK b) Peserta didik Program Paket C yang tidak aktif c) Kepemilikan modul program paket C oleh peserta didik... (tahun n-1) Tahun ... (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun ..

(tahun n-2) Tahun ......... instruktur..12 SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) Indikator *) (2) jenjang pendidikan lebih tinggi. (tahun n-1) Proyeksi Tahun . kelompok belajar usaha yang dapat memasuki dunia kerja f) Pemenuhan jumlah tenaga pendidik....... (tahun n-2) Tahun .... atau penguji praktek kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan h) Jumlah peserta ujian kursus-kursus yang memperoleh ijazah atau sertifikat i) Jumlah kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang memeiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan 25 % 100 % 25 % 100 % 90 % 100 % 90 % 75 % 90 % .... dan dari keluarga pra sejahtera yang menjadi peserta didik dalam kursuskursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang b) Kepemilikan ijin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah c) Jumlah lembaga kursus dan lembaga pelatihan yang terakreditasi d) Kursus-kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang dibina secara terus menerus e) Lulusan kursus.... atau penguji praktek dari kursus-kursus/pelatihan/ kelompok belajar usaha/magang yang diperlukan g) Kualifikasi tenaga pendidik. g) Jumlah peserta didik yang mengikuti uji sampel mutu pendidikan yang mendapatkan nilai memuaskan h) Pemenuhan jumlah tutor Program Paket C yang diperlukan i) j) Kualifikasi tutor yang sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional Jumlah pusat belajar masyarakat yang memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai standar teknis pembelajaran Target Renstra SKPD Tahun . (tahun n-1) Tahun ....... magang........ Pendidikan Keterampilan dan Bermata-pencaharian a) Prosentase jumlah anggota masyarakat putus sekolah... (tahun n) Tahun . (tahun n) Tahun .. pelatihan.. (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun ....... pengangguran.... (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 90 % 100 % 90 % 90 % k) Tersedianya data dasar kesetaraan SMA yang diperbarui terus menerus. instruktur. 5.....

.. (tahun n-1) Tahun .. (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun . Kelompok Bermain atau yang sederajat a) Jumlah anak 0 – 4 tahun yang mengikuti kegiatan Tempat Penitipan Anak.......... (tahun n) Tahun ....... Pendidikan Taman Kanak-kanak a) Jumlah anak usia 4-6 ahun yang mengikuti program TK/RA b) Guru yang layak mendidik T/RA dengan kualifikasi sesuai standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional c) TK/RA yang memiliki sarana dan prasarana belajar/bermain d) TK/RA yang telah menerapkan manajemen berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh Menteri 20 % 90 % 90 % 60 % 7. 1......13 SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) j) Indikator *) (2) Tersedianya data dasar kursuskursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang diperbarui terus menerus Target Renstra SKPD Tahun .. (tahun n-2) Tahun ........ c) Guru PAUD jalur non formal yang telah mengikuti pelatihan di bidang PAUD 65 % 50 % 50 % ? II A...... (tahun n-1) Proyeksi Tahun ... Indikator Kinerja Kunci (PP-6/2008) Aspek Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan Sosial : Pendidikan a) Angka melek huruf b) Angka rata-rata lama sekolah c) Angka partisipasi murni d) Angka partisipasi kasar e) Angka pendidikan yang ditamatkan 100% ? ? ? ? .... Pendidikan di Taman Penitipan Anak. Kelompok Bermain atau sederajat b) Jumlah Anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pada program PAUD jalur formal mengikutii program PAUD jalur non formal...... (tahun n-2) Tahun . (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 6.... (tahun n) Tahun ......

... (tahun n+1) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) B........ (tahun n-1) Tahun ..... Aspek Pelayanan Umum Pendidikan Dasar a) Angka partisipasi sekolah b) Rasio ketersediaan sekolah/ penduduk usia sekolah c) Rasio guru/murid d) Rasio guru/murid per kelas rata-rata 2...14 SPM/ standar nasional (3) IKK (PP-6/’08) (4) NO (1) Indikator *) (2) Target Renstra SKPD Tahun .......... (tahun n-1) Proyeksi Tahun .... (tahun n) Tahun ........ (tahun n-2) Tahun ... (tahun n) Tahun ... Pendidikan menengah: a) Angka partisipasi sekolah b) Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah c) Rasio guru terhadap murid d) Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata Catatan : *) Contoh untuk SKPD pendidikan dan sesuaikan dengan tugas.. fungsi dan kewenangan SKPD provinsi/kabupaten/kota **) Diisi nama provinsi/kabupaten/kota ... 1... (tahun n+1) Realisasi Capaian Tahun .......... (tahun n-2) Tahun ..

diisi dengan angka target yang tercantum dalam Renstra SKPD untuk kondisi tahun berjalan. Teliti perkiraan realisasi capaian kinerja untuk setiap jenis indikator sampai dengan kondisi tahun berjalan. diisi dengan besaran standar nasional menurut SPM pendidikan. diisi dengan realisasi capaian kinerja pelayanan untuk tahun lalu yang dihitung berdasarkan data yang ada menggunakan formula dan tabel tertentu sesuai jenis indikator yang dianalisis. sebagai bahan prakiraan maju. Kolom (12) diisi dengan angka proyeksi tahun selanjutnya sesudah tahun rencana. diisi sesuai dengan jenis indikator yang tercantum di dalam SPM.15 Petunjuk Pengisian Tabel.C. Contoh langkah-langkah menghitung proyeksi kinerja: Langkah-langkah untuk merumuskan proyeksi kinerja pelayanan yang akan dicapai. lihat ilustrasi berikut: . diperhitungkan berdasarkan angka-angka yang tercantum dalam target Renstra SKPD untuk masing-masing kondisi. misalnya kajian terhadap besarnya kesenjangan antara target dengan realisasi dan dampaknya terhadap kebutuhan program di tahun rencana. tahun yang direncanakan. seberapa besar kesenjangan yang terjadi. tahun berjalan (tahun dilakukannya penyusunan Renja SKPD). maupun IKK berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 atau indikator lainnya sesuai jenis urusan pemerintah daerah yang dianalisis.. diisi dengan nomor urut sesuai dengan kebutuhan. diisi dengan besaran standar yang ditentukan mengacu penjabaran Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008.1: Tahun n n-1 Kolom (1) Kolom (2) = = = diisi tahun yang sesuai. diisi dengan angka target yang tercantum dalam Renstra SKPD untuk kondisi tahun rencana. antara lain sebagai berikut: 1. diisi dengan angka target yang tercantum dalam Renstra SKPD untuk kondisi tahun lalu. 2.T-VI. Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) Kolom (8) Kolom (9) Kolom (10) diisi dengan perkiraan realisasi untuk tahun berjalan berdasarkan dokumen APBD dan Lampiran APBD tahun berjalan yang baru disahkan. Bandingkan terhadap target capaian SPM dan target capaian Renstra SKPD sampai dengan tahun berjalan. dan Kolom (13) diisi dengan catatan-catatan analisis atas angka-angka yang dihasilkan dalam tabel. diisi dengan angka target yang tercantum dalam Renstra SKPD untuk kondisi tahun selanjutnya sesudah tahun rencana. Kolom (11) diisi dengan angka proyeksi tahun rencana berdasarkan pertimbangan antara target menurut Renstra SKPD dengan realisasi capaian.

Proyeksikan target kinerja pelayanan SKPD untuk setiap jenis indikator pada tahun rencana dan tahun sesudahnya. 9. 10. Perhitungan APM menggunakan rumus: dimana: h = a = t = jenjang pendidikan kelompok usia tahun . cukup baik. hasil evaluasi kinerja pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. lakukan pengkajian capaian kinerja pelayanan menurut tingkat kabupaten/kota.. Rumuskan kebutuhan jenis program dan kegiatan yang dibutuhkan sesuai kewenangan untuk mencapai target kinerja pelayanan SKPD yang diproyeksikan.1 Proyeksi Kinerja Target kinerja Target Renstra Realisasi Proyeksi mengikuti trend Proyeksi Renstra sesuai arah Proyeksi alternatif n-3 3. Kaji permasalahan pencapaian kinerja pelayanan tersebut dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan antara SKPD provinsi dan SKPD kabupaten/kota. Khusus SKPD provinsi. maupun yang masih kurang baik sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan pelayanan SKPD provinsi. serta kapasitas SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan. 6. Angka Partisipasi Murni Angka Partisipasi Murni (APM) adalah perbandingan antara jumlah siswa pada jenjang sekolah tertentu dengan jumlah penduduk yang sesuai dengan kelompok usia yang seharusnya tertampung menurut jenjang sekolah tersebut. Lakukan analisis kapasitas/kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan kewenangannya.G-VI. 8. Contoh menghitung proyeksi kinerja: 1. n-2 n-1 n n+1 tahun Teliti target capaian kinerja pelayanan untuk tahun rencana dan tahun sesudahnya menurut Renstra SKPD dan target SPM.C. maka berpeluang untuk menetapkan target kinerja yang sebanding dengan tahun sebelumnya atau ditingkatkan lebih tinggi. untuk melihat kabupaten/kota mana saja yang kinerjanya sangat baik. Kaji kemungkinan tingkat pencapaian target Renstra SKPD dan SPM untuk tahun rencana dan tahun sesudahnya. dengan mempertimbangkan besar kesenjangan yang telah dicapai sampai dengan tahun berjalan. 7. serta catatan penting yang perlu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di tahun rencana dan sesudahnya. 5. dan 4. kemudian bandingkan dengan perkiraan realisasi capaian kinerja sampai dengan tahun berjalan. Bila pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun lalu mempunyai kinerja baik.16 - Gambar.

17 = = jumlah siswa/penduduk kelompok usia a yang bersekolah di tingkat pendidikan h pada tahun t jumlah penduduk kelompok usia Angka yang dianalisis adalah untuk kondisi tahun lalu dan perkiraan capaian tahun berjalan.2 tersebut dipindahkan kedalam Tabel. dan apabila tabel kabupaten/kota diisi dengan nama kecamatan berkenaan.. Jika tabel provinsi..2 Angka Partisipasi Murni (APM) Provinsi/Kabupaten/Kota.....C..T-VI. (hitung untuk jenis-jenis indikator lainnya di bidang pendidikan sesuai dengan indikator menurut SPM dan/atau Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan merujuk pada LAMPIRAN I peraturan menteri ini) Contoh lainnya adalah tabel analisis untuk SKPD Dinas Kesehatan dan SKPD Dinas Tenagakerja.1 Pencapaian kinerja pelayanan SKPD Pendidikan pada indikator berkenaan.**) Kabupaten/Kota/Kecamatan.. ***) diisi sesuai angka tahun yang dianalisis (tahun lalu..*) Tahun . Se-Provinsi (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11 ) 1 2 3 ..... Keterangan: *) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota...T-VI... Untuk memudahkan perhitungan dan berguna sebagai bahan perumusan program/ kegiatan...**) Kabupaten/Kota/Kecamatan..T-VI..C. diisi sesuai nama kabupaten/kota berkenaan... tahun berjalan. dan proyeksi untuk tahun rencana) **) Nilai APM yang tercantum pada kolom (5).... 2. serta proyeksi untuk tahun rencana dan prakiraan maju tahun berikutnya.. sedangkan bagi kabupaten/kota perlu dideskripsikan menurut kecamatan seperti pada tabel berikut: Tabel.C.***) SD/MI NO Kabupaten/Kota/Kecamatan*) Jumlah siswa usia 7-12 th bersekolah di SD/MI Jumlah pendudu k usia 712 th Jumlah siswa usia 1315 th bersekol ah di SMP/MT s SMP/MTs Jumlah pendudu k usia 13-15 th SMA/MA/SMK Jumlah siswa usia 16-18 th bersekola h di SMA/MA/ SMK Jumlah penduduk usia 1618th APM APM APM (1) (2) Kabupaten/Kota/Kecamatan.... kolom (8) dan kolom (11) dari Tabel.. adalah sebagai berikut: ... maka untuk provinsi perlu dideskripsikan menurut kabupaten/kota. Dst ……….**) dst .

. b. Aspek Pelayanan Umum Pelayanan Dasar a... 1... ...... (tahun n-2) Tahun .. 1.........T-VI... Penyelidikan Epidemiologi …dst Dst…......C...741/MENKES/PER/VII/2008 Pelayanan Kesehatan Dasar a) Cakupan kunjungan ibu hamil K4 b) Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani c) Dst……....... II A 1.. (tahun n-1) Proyeksi Tahun .18 Tabel.. (tahun n-2) Tahun .3 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota …………**) Target Renstra SKPD NO (1) Realisasi Capaian Tahun .... Tahun 20102015 95% 80% B Pelayanan Kesehatan Rujukan a) Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin b) Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Provinsi 100% 100% C... (tahun n+1) Indikator *) (2) SPM/standar nasional (3) IKK (PP-6/2008) (4) Tahun ... Standar IKK (PP-6/2008) Aspek Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan Sosial a) Angka kelangsungan hidup bayi b) Dst ....... (tahun n-1) Tahun ... B. Rasio posyandu per satuan balita Dst ............. (tahun n) Tahun .... (tahun n+1) Tahun ... (tahun n) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) I A SPM Kesehatan (Permenkes: No.

.. Hasil Analisis Standar Kebutuhan*** Kualitas Tenaga Kerja Pendidikan Pekerja a) Rasio tenaga ahli b) Rasio pekerja terdidik c) Rasio pekerja trampil/terlatih 2...C... Sarana Pelatihan .. (tahun n-1) Proyeksi Tahun . Standar IKK (PP-6/2008) Aspek Kesejahteraan Masyarakat Kesejahtaraan Sosial a) Kesempatan Kerja · Rasio penduduk yang bekerja B 1 Aspek Pelayanan Umum Pelayanan Penunjang a) Penanaman Modal · Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA) · Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) · Rasio daya serap tenaga kerja b) Ketenagakerjaan a..... (tahun n-1) Tahun . (tahun n) Tahun ...... (tahun n-2) Tahun ..... Gender pekerja a) Rasio pekerja wanita b) Rasio pekerja di bawah umur 3.4 Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Tenagakerja Provinsi/Kabupaten/Kota …………**) Target Renstra SKPD NO (1) Realisasi Capaian Tahun .............19 - Tabel... (tahun n+1) Indikator*) (2) SPM/standar nasional (3) IKK (PP-6/2008) (4) Tahun ........ (tahun n) Catatan Analisis (13) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) I A 1.. (tahun n+1) Tahun . Angka partisipasi angkatan kerja b... Angka sengketa per tahun pengusaha-pekerja II A 1... (tahun n-2) Tahun ............T-VI..

. (tahun n+1) Tahun .dst perusahaan balai latihan SPM/standar nasional Realisasi Capaian Tahun ...dst 2. Kesejahteraan Pekerja Penghasilan pekerja a) Angka pekerja dengan upah sesuai UMR b) Rasio rata-rata penghasilan pekerja terhadap UMR c) Angka rata-rata jam kerja d) ……. (tahun n-2) Tahun . dst 3...... (tahun n) Tahun . (tahun n-1) Proyeksi Tahun ..20 - Target Renstra SKPD NO Indikator*) a) Rasio balai latihan terhadap jumlah angkatan kerja b) Rasio daya serap terhadap kebutuhan B.. (tahun n-1) Tahun .... (tahun n+1) IKK (PP-6/2008) Tahun ................ (tahun n-2) Tahun ..... Jaminan Masa Tua Pekerja a) Angka partisipasi Jamsostek b) Angka partisipasi peserta Jamsostek c) ……dst C .... fungsi dan kewenangan SKPD **) isi dengan nama provinsi/kabupaten/kota ........ Jaminan Kesehatan Pekerja a) Angka partisipasi pekerja peserta ASTEK dan sejenisnya b) Angka partisipasi perusahaan peserta ASTEK dan sejenisnya c) ………............ (tahun n) Catatan Analisis c) Kelengkapan alat dan sarana latih Catatan : *) contoh indikator sesuaikan dengan tugas.. 1......

Review didasarkan atas laporan hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya. gempa bumi dsb). yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang 4.. 3. sebagaimana tabel berikut: . Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra SKPD dan kinerja pelayanan SKPD Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut. dan perkiraan pelaksanaan DPA-SKPD (dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah) tahun berjalan yang baru disahkan. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. Faktor-faktor tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebutuhan program dan kegiatan pada rencana kerja untuk tahun yang direncanakan. Tidak tersedianya rekanan yang sesuai dengan kebutuhan. dan d atau faktor lainnya. Realisasi alokasi anggaran lebih kecil dari APBD yang ditetapkan. Evaluasi pencapaian prioritas program dan target kinerja program berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD tahun-tahun sebelumnya. Misal : penyebab tidak terpenuhinya pencapaian target SKPD. Sajikan dalam bentuk matrik analisis. f. Terlambatnya pengesahan anggaran. misalnya program apa yang perlu dipacu pembangunannya dan bagaimana strategi untuk mencapai keberhasilan dari pelaksanaannya. untuk melihat sejauhmana pencapaian kinerja terhadap target kinerja Renstra SKPD. b. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. yang terdiri atas 26 (dua puluh enam) urusan wajib dan 8 (delapan) urusan pilihan. c. Kenaikan indek harga satuan barang. 2. maka dapat dibuat rekapitulasi berdasarkan laporan evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya sejak tahun pertama periode Renstra SKPD. laporan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD (kalau sudah tersedia). Jenis program dan kegiatan yang direncanakan di dalam Renja SKPD terkait dengan kewenangan sebagaimana diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah.21 C. Review capaian prioritas dan target program Renstra SKPD dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Adanya kejadian luar biaya (misal. Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/kota. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya. Kombinasi diantara a. mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra SKPD. serta hambatan dan permasalahan yang dihadapi. c.3. Realisasi program/kegiatan direncanakan. d. bencana banjir. Bila laporan evaluasi pelaksanaan Renstra SKPD belum disusun. e. 4. Rumuskan kemungkinan permasalahan pembangunan daerah dikaitkan dengan capaian kinerja program Renstra SKPD dan pencapaian visi dan misi kepala daerah. dibandingkan dengan rencana program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Renstra SKPD. Telaahan hasil evaluasi mencakup: 1. Identifikasi sasaran pembangunan.1. prioritas program dan target kinerja program. 3. 2. antara lain karena: a. 5. Mereview Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu Berdasarkan Renstra SKPD Kegiatan Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra SKPD ditujukan untuk mengidentifikasi sejauhmana kemampuan SKPD dalam melaksanakan program dan kegiatannya. terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan. b. yang meliputi 34 urusan pemerintahan. Identifikasikan kebijakan yang diperlukan untuk tahun rencana berdasarkan capaian kinerja Renstra SKPD sampai dengan tahun berjalan. 5.

.. 60% 25 50 44% 5 8 48 % 5 12 47....22 Tabel......6% 4 10 99% 80% 83% 52% 6 10 52% 15 28 52% 60% 56% 1 01 225 200 205 205 100% 210 209 99% 1 01 . PROGRAM PENDIDIKAN LUAR BIASA Pembangunan Gedung sekolah Dst..C...dari ...... Pembangunan laboratorium dan ruang praktikum sekolah Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah Dst..... Perkiraan realisasi capaian target program/kegiatan Renstra SKPD s/d dengan tahun ... (tahun berjalan/n-1) realisasi capaian 10=(5+7+9)* Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) target capaian kinerja Renstra SKPD Tahun . ... Partisipasi Anak Bersekolah (PAB) Jumlah sekolah yang terbangun Jumlah laboratorium dan ruang praktikum terbangun Jumlah bangunan sekolah dirawat tiap tahun. (tahun berjalan) Provinsi *) ……………… Nama SKPD : ……………………………… Lembar. (akhir periode Renstra SKPD) Realisasi target kinerja hasil program dan keluaran kegiatan s/d tahun .......... (tahun lalu /n-2) Tingkat Realisasi (%) 8=(7/6) Target 6 Realisasi 7 Target program / kegiatan Renja SKPD tahun berjalan (tahun n-1) 9 Catatan Tingkat capaian (%) 11=(10/4)* 12 1 2 3 4 1 1 01 1 01 1 01 1 01 WAJIB Pendidikan PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH Kegiatan Pembangunan gedung sekolah SMA/MA....... (tahun n-3) 5 Target dan realisasi kinerja program dan keluaran kegiatan SKPD tahun ....5 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD s/d Tahun ……. ........T-VI..

. ..T-VI............... Dst.... Jumlah sekolah yang terbangun Jumlah rumah dinas kepala sekolah yang terbangun Jumlah ruang kelas terbangun 95% 250 45 % 120 65 % 50 60 % 40 92..C... (tahun lalu /n-2) Target 6 Realisasi 7 Tingkat Realisasi (%) 8=(7/6) Perkiraan realisasi capaian Target target program/kegiatan program / Renstra SKPD s/d dengan kegiatan tahun .. (tahun n-3) 5 Kode Urusan/bidang urusan pemerintahan daerah dan program/kegiatan Indikator Kinerja Program (outcome)/ Kegiatan (output) Target dan realisasi kinerja program dan keluaran kegiatan SKPD tahun ... 250 100 50 50 100% 50 180 72% 400 180 60 48 80% 60 288 72% 1 01 PROGRAM ....dari . (akhir periode Renstra SKPD) 4 Lembar..........31% 80% 80% 40 75% 200 75% 80% Kegiatan pembangunan rumah 1 01 01 02 dinas kepala sekolah...23 Tabel... Dst ............................ ...6 Rekapitulasi Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD sampai dengan Tahun Berjalan Kabupaten/Kota *) ……………… Nama SKPD : …………………………… target capaian kinerja Renstra SKPD Tahun ................. Renja SKPD (tahun berjalan/n-1) tahun berjalan Tingkat capaian (tahun n-1) realisasi capaian (%) 9 10=(5+7+9)* 11* Catatan 1 2 3 12 1 1 01 1 01 01 1 01 01 01 WAJIB Pendidikan Program Wajib Belajar Pendidikan Angka Partisipasi Dasar Sembilan Tahun Murni (APM) Kegiatan Pembangunan gedung sekolah........ guru............. penjaga sekolah 1 01 01 03 Penambahan ruang kelas sekolah 1 01 01 04 Dst... Realisasi target kinerja hasil program dan keluaran kegiatan s/d tahun .....

Contoh indikator kinerja program (outcomes) dan indikator kinerja kegiatan (output/keluaran) sebagai berikut : Program : “Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun” Indikator Kinerja Program: ”Angka Partisipasi Murni (APM)” Kegiatan 1: “Pembangunan gedung sekolah”. Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam Renstra SKPD pada akhir tahun Renstra SKPD.5 dan Tabel.C.T-VI.T-VI. Kolom (1) diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/Program/ Kegiatan. instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. guru.24 Cara Pengisian Tabel. berkorelasi dan/atau berkontribusi terhadap pencapaian hasil program yang direncanakan dalam Renstra SKPD. penjaga sekolah” Indikator Kinerja Kegiatan: “Jumlah rumah dinas kepala sekolah yang terbangun” Kegiatan 3: “Penambahan ruang kelas sekolah” Indikator Kinerja Kegiatan: “Jumlah ruang kelas terbangun” Kolom (4) diisi sebagai berikut: a. b. c. Dengan indikator outcome. x xx xx xx Kode Urusan Pemerintahan Daerah Kode Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Kode Program Kode Kegiatan Kolom (2) diisi sebagai berikut: uraian nama urusan pemerintahan daerah. Untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam Renstra SKPD pada akhir tahun Renstra SKPD. Indikator Kinerja Kegiatan (output/keluaran) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai.C. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungin mencakup kepentingan banyak pihak.6: Tabel ini diisi oleh tim penyusun berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan RKPD dan/atau hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD dan realisasi Renstra SKPD. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi.. Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. Indikator Kinerja Program (outcome) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan. Indikator Kinerja Kegiatan: ”Jumlah sekolah yang terbangun“ Kegiatan 2: “pembangunan rumah dinas kepala sekolah. Kolom (3) diisi sebagai berikut: a. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Jenis indikator kinerja program (outcome)/kegiatan (output) sesuai dengan yang tercantum di dalam Renstra SKPD. d. b. uraian judul program yang direncanakan dan uraian judul kegiatan yang direncanakan. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008. dan/atau dari laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD menurut tahun-tahun yang berkenaan. organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik. Dengan membandingkan keluaran. Jumlah/besaran keluaran yang ditargetkan dari seluruh kegiatan pada program yang direncanakan harus berkaitan. c. .

d. c. b. Kolom (8) diisi sebagai berikut: a. Kolom (7) diisi sebagai berikut: a. Kolom ini berlaku untuk penyusunan Renja SKPD tahun ke-3 dan sesudahnya dari periode Renstra SKPD. c. d. e. maka ketika menyusun RKPD tahun 2011. Kolom (9) diisi sebagai berikut : a. e. untuk penyusunan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya tidak diperlukan atau diisi angka nol (0). b. d. c. a. Untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD tahun n-2. . Kolom ini berlaku untuk penyusunan Renja tahun ke-3 dan sesudahnya dari periode Renstra SKPD. Untuk baris program diisi dengan realisasi jumlah kinerja program yang telah dicapai mulai dari tahun pertama Renstra SKPD sampai dengan tahun n-3. Kolom ini berlaku untuk penyusunan Renja SKPD tahun ke-3 dan sesudahnya dari periode Renstra SKPD. Pengisian kolom ini bersumber dari dokumen Renja SKPD tahun berjalan yang sudah disepakati dalam APBD tahun berjalan (tahun n-1). Untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD tahun n-1. Angka tahun ditulis sesuai dengan angka pada tahun n-3 Kolom ini dapat diisi pada penyusunan Renja SKPD tahun ke-4 atau tahun ke-5 dari periode Renstra SKPD. Untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD tahun n-2. Untuk baris program diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2 dalam bentuk prosentase. kolom (5) diisi dengan realisasi mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2008 (realisasi APBD 2007 dan APBD 2008). Angka tahun diisi dengan tahun terakhir periode Renstra SKPD. Untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran realiasi target kinerja untuk setiap program yang telah dilaksanakan dalam APBD sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD n-2. Kolom (5) diisi sebagai berikut: Kolom (6) diisi sebagai berikut : a. Kolom (8) = (kolom 7/kolom 6) x 100% Kolom ini dapat digunakan untuk menganalisis kemampuan pengelolaan program dan kegiatan dari setiap SKPD. Untuk baris program diisi dengan jumlah/besaran target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD tahun n-1. Untuk baris program diisi dengan perkiraan jumlah/besaran realiasi target kinerja untuk setiap program dan kegiatan dalam Renstra SKPD yang sudah dailaksanakan sampai dengan tahun n-2 dan akan dilaksanakan sampai dengan tahun n-1 (realisasi APBD sampai dengan tahun n-2 dan rencana APBD tahun n-1). sehingga menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan untuk meningkatkan atau mengurangi target kinerja capaian untuk RKPD tahun berikutnya.. Kolom (10) = kolom 5 + kolom 7 + kolom 9. Contoh : Renstra SKPD tahun 2007-2011. Untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran kinerja untuk setiap kegiatan yang telah dicapai dari tahun pertama Renstra SKPD sampai dengan tahun n-3. b. Kolom (10) diisi sebagai berikut: a. Untuk baris kegiatan diisi dengan jumlah/besaran realiasi target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam Renja SKPD n-2. b.25 d. b. Pengisian kolom ini bersumber dari realisasi program dan kegiatan Renja SKPD tahun n-2 yang telah dilaksanakan melalui APBD tahun n-2. c. b. c. Untuk baris kegiatan diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap kegiatan sesuai dengan yang direncanakan dalam RKPD n-2 dalam bentuk prosentase.

Review terhadap rancangan awal RKPD. misalnya untuk penyusunan Renja SKPD 2011. serta capaian kinerja Renstra SKPD. Telaahan Terhadap Rancangan Awal RKPD 2. Untuk baris kegiatan diisi dengan perbandingan antara capaian realisasi target sampai dengan tahun n-1 dengan target akhir Renstra SKPD dalam bentuk prosentase.1. Untuk ukuran kinerja yang bersifat kumulatif. yaitu ditulis tahun 2008 C. tolok ukur atau target sasaran program/kegiatan. 3.26 c. Untuk baris program diisi dengan perbandingan antara realisasi dengan target kinerja untuk setiap program sesuai dengan yang direncanakan dalam Renstra SKPD sampai dengan tahun berjalan (tahun n-1) dalam bentuk prosentase. Telaahan teradap rancangan awal RKPD dimaksudkan untuk membandingkan antara rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah mempertimbangkan kinerja pencapaian target Renstra SKPD dan tingkat kinerja yang dicapai oleh SKPD. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD. serta kajian terhadap pencapaian kinerja Renstra SKPD. tahun n tahun n-1 tahun n-2 tahun n-3 = = = = tahun yang direncanakan. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah. Berdasarkan analisis gambaran pelayanan SKPD. maka diisi dengan kondisi capaian kinerja pada tahun berjalan. maka : a. indikator kinerja program/kegiatan. meliputi kegiatan identifikasi prioritas program dan kegiatan. 4. c.o Peraturan Daerah tentang Organisasi Perangkat Daerah. Khusus untuk SKPD provinsi.1. C. b. maka diisi dengan kondisi capaian kinerja pada tahun berjalan. Kolom (11) = (kolom 10/kolom 4) x 100% Kolom (11) diisi sebagai berikut: a. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk di tindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang di rencanakan. ditulis tahun 2010 tahun lalu. maka dapat dirumuskan isu-isu penting yang terkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. ditulis tahun 2011 tahun berjalan. hambatan atas pelaksanaan program dan kegiatan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun sebelumnya. kajian hasil evaluasi pelaksanaan SKPD.5. seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals). Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD. Angka tahun n ditulis dengan angka yang sesuai dengan tahun perencanaan. Perumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD. dimaksudkan untuk menentukan permasalahan. d. Untuk ukuran kinerja yang bersifat kumulatif. terhadap capaian program nasional dan internasional. ditulis tahun 2009 tiga tahun sebelum tahun rencana. dengan arahan kepala daerah terkait prioritas program/kegiatan dan pagu indikatif yang disediakan untuk setiap SKPD berdasarkan rancangan awal RKPD.4. juga harus melihat sejauhmana sinergitas dan koordinasi perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan antara SKPD provinsi dengan SKPD kabupaten/kota serta dengan Kementerian dan Lembaga di tingkat pusat dalam mencapai tujuan pembangunan. c. Kolom (12) diisi sebagai berikut : Cantumkan nama satuan kerja perangkat daerah yang akan bertanggungjawab dan melaksanakan program dan/atau kegiatan yang direncanakan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah j. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD. b.. 5. d. serta pagu indikatif yang dialokasikan untuk setiap program/kegiatan . Isu-isu penting yang dimaksud mencakup : 1.

. pencapaian visimisi kepala daerah. Rumuskan kebutuhan program dan kegiatan hasil review terhadap rancangan awal RKPD yang lengkap dengan lokasi. dan ketersediaan pendanaan. kebijakan nasional. dan Identifikasi program dan kegiatan yang akan didanai dengan APBD menurut objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah. 2. indikator kinerja. Teliti kembali kemudian tentukan besaran tolok ukur atau target capaian program dan kegiatan.000) (6) Program/ Kegiatan (7) Lembar……. Tahapan kegiatan telahaan yang dilakukan. c. maka perlu dibuatkan catatan penting. 3. c. dan besaran dana yang dibutuhkan untuk setiap program/kegiatan. jika tidak sesuai.7 Review terhadap Rancangan Awal RKPD tahun ……… Provinsi/Kabupaten/Kota *) ………… 9. besaran target/tolok ukur. target capaian renstra skpd. tentukan indikator yang akan dipilih. bila terdapat perbedaan. Teliti kembali kemudian tentukan indikator yang akan dipilih. dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif berdasarkan arahan rancangan awal RKPD. b. Identifikasi jenis program dan kegiatan apa saja yang sesuai dan yang tidak sesuai antara arahan rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan. Teliti besaran tolok ukur atau target capaian program/kegiatan. Bandingkan dengan rumusan hasil identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan analisis tahap-tahap sebelumnya. Untuk program dan kegiatan yang hanya terdapat di dalam rancangan awal RKPD. serta ketersediaan sumber dana lainnya. lakukan langkah berikut: a. 6. target capaian Renstra SKPD. dengan menempatkan program/kegiatan yang sama pada garis yang sama untuk memudahkan análisis. sasaran target Renstra SKPD. maka kaji kembali besaran tersebut dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif.27 untuk SKPD yang bersangkutan. 7. d. Tabel. serta ketersediaan sumber dana lainnya.dari……… Hasil Analisis Kebutuhan lokasi (8) Indikator kinerja (9) Target capaian (10) Kebutuhan Dana (Rp. dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata. lakukan pengecekan apakah masih layak untuk direncanakan. Pengecekan apakah indikator kinerjanya sesuai. Berikan catatan penting sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan program dan kegiatan yang akan direncanakan dalam Renja SKPD. lakukan langkah berikut: a. Lakukan pengecekan apakah program/kegiatan yang merupakan kegiatan lanjutan dan/atau prioritas SKPD sudah termuat dalam rancangan awal RKPD. 4. dan Berikan catatan penting sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan program dan kegiatan yang akan direncanakan dalam Renja SKPD. adalah: 1.000) (11) Catatan Penting (12) Catatan: . 8. Sajikan dalam bentuk matrik tabel. Identifikasi program dan kegiatan prioritas yang tercantum di dalam rancangan awal RKPD.C. b. Untuk jenis program dan kegiatan yang tidak sesuai (berbeda). Jika belum termuat. 5. Nama SKPD : …………….T-VI. Rancangan Awal RKPD No (1) Program/ Kegiatan (2) lokasi (3) Indikator kinerja (4) Target capaian (5) Pagu indikatif (Rp. maupun yang hanya terdapat dalam identifikasi kebutuhan hasil analisis. Untuk jenis program dan kegiatan yang sesuai.

sesuai arahan rancangan awal RKPD. nama provinsi/kabupaten/kota.T-VI. Nama SKPD : ……………. diisi dengan lokasi kegiatan berdasarkan hasir review/telaahan rancangan awal RKPD.T-VI. nomor lembar dan jumlah lembar. nama SKPD. Tabel. dan Kolom (12) diisi dengan catatan penting yang hasil kajian antara arahan Rancangan Awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan. Kolom (5) diisi dengan target volume program/kegiatan yang direncanakan untuk tahun rencana menurut rancangan awal RKPD. diisi dengan target volume program/kegiatan yang direncanakan untuk tahun rencana hasil review rancangan awal RKPD. nama SKPD. diisi dengan indikator kinerja program/kegiatan yang direncanakan hasil review/telaahan rancangan awal RKPD. diisi dengan nama program dan kegiatan yang direncanakan hasil review/telaahan rancangan awal RKPD.8 Rumusan kebutuhan program dan kegiatan tahun ……….. Kolom (11) diisi dengan besaran dana yang dibutuhkan untuk program/kegiatan menurut hasil analisis kebutuhan. diisi dengan besaran dana yang dibutuhkan untuk program/kegiatan menurut hasil review/telaahan rancangan awal RKPD. hasil review terhadap Rancangan Awal RKPD Provinsi/Kabupaten/Kota *) …………. Kolom (7) diisi dengan nama program dan kegiatan untuk SKPD terkait yang dibutuhkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan.7 Provinsi/Kabupaten/Kota: Kolom (1) Kolom (2) diisi dengan nomor urut sesuai urutan program dan kegiatan.C.T-VI. pada tabel diatas Tempatkan jenis program/kegiatan yang sama antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan pada baris yang sama. Kolom (3) diisi dengan lokasi kegiatan yang direncanakan dalam rancangan awal RKPD. nama provinsi/kabupaten/kota.C. pada tabel diatas.C. Cara Pengisian Tabel. Kolom (6) diisi dengan pagu indikatif yang direncanakan menurut program/kegiatan menurut rancangan awal RKPD. Kolom (8) diisi dengan lokasi kegiatan yang direncanakan berdasarkan hasil analisis kebutuhan.28 Isikan angka tahun rencana. Kolom (10) diisi dengan target volume program/kegiatan yang direncanakan menurut analisis kebutuhan. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Cara Pengisian Tabel. No (1) lembar ……dari … Lokasi (3) Program/Kegiatan (2) Indikator kinerja (4) Target capaian (5) Kebutuhan Dana (Rp. Kolom (9) diisi dengan indikator kinerja program/kegiatan yang direncanakan menurut hasil analisis kebutuhan. Kolom (4) diisi dengan indikator kinerja program/kegiatan yang direncanakan menurut rancangan awal RKPD. nomor lembar dan jumlah lembar.8: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) diisi dengan nomor urut sesuai urutan program dan kegiatan.000) (6) Sumber Dana (7) Catatan (8) Catatan: Isikan angka tahun rencana. diisi dengan nama program dan kegiatan untuk SKPD terkait yang direncanakan untuk tahun rencana. diisi dengan identifikasi sumber dana yang diusulkan untuk program dan .

e. Untuk SKPD kabupaten/kota perlu mengidentifikasi kebijakan provinsi. Rumusan sasaran tersebut. Untuk rumusan tujuan yang baru (tidak sama dengan Renstra SKPD). c. penanggulangan bencana. jabarkan secara tersendiri apa yang menjadi sasaran dari rumusan tujuan tersebut.G-VI. melalui langkah-langkah sebagai berikut: a. Untuk pernyataan tujuan yang masih sesuai dengan tujuan di dalam Renstra SKPD.1. Langkah perumusan tujuan dapat digambarkan sebagai berikut: Untuk SKPD provinsi: Gambar.29 kegiatan yang bersumber dari APBD menurut objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah. d. cuplik rumusan sasaran di dalam Renstra SKPD tersebut dan/atau sasaran target pelayanan kinerja menurut hasil perumusan kebutuhan program dan kegiatan. b. sajikan dalam bentuk pernyataan. d. Perumusan Tujuan dan Sasaran Renja SKPD Kolom (8) C. misalnya dalam rangka pencapaian SPM dan MDGs (Millenium Development Goals). Langkah-langkah perumusan tujuan adalah sebagai berikut: a. Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD. 2. Identifikasi kebijakan nasional dan terkait tugas dan pokok SKPD. b. apakah masih sesuai dengan kondisi nyata dan realita kebutuhan. Bandingkan rumusan tujuan tersebut dengan hasil evaluasi kinerja pelayanan SKPD. dan diisi dengan catatan penting atas program/kegiatan yang diusulkan (lanjutan. penanggulangan kemiskinan. dsb). 1.6.2 PERUMUSAN TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD PROVINSI Kebijakan Nasional Rumusan Tujuan dalam Renstra SKPD Rumusan Tujuan Renja SKPD Rumusan Sasaran Renja SKPD Hasil Evaluasi Kinerja Pelayanan SKPD Rumusan Sasaran Renstra SKPD . dan Rumuskan pernyataan sebelumnya. prioritas hasil analis kebutuhan..C. Identifikasi pernyataan tujuan dalam Renstra SKPD. c. Rumuskan sasaran-sasaran yang hendak dicapai berdasarkan rumusan tujuan sebelumnya. tujuan dengan mempertimbangkan langkah-langkah Perumusan Sasaran. rancangan awal RKPD.

3 PERUMUSAN TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD KABUPATEN/KOTA Kebijakan Nasional dan Provinsi Rumusan Tujuan dalam Renstra SKPD Hasil Evaluasi Kinerja Pelayanan SKPD Rumusan Sasaran Renstra SKPD Rumusan Tujuan Renja SKPD Rumusan Sasaran Renja SKPD C. Sesuaikan dengan nomenklatur program/kegiatan yang berlaku. indikator kinerja. atau beri catatan untuk dikonfirmasikan dengan hasil analisis kebutuhan oleh SKPD. lokasi. Khusus untuk provinsi. asosiasi-asosiasi. Teliti kelengkapan informasi dari usulan. serta tugas dan fungsi SKPD provinsi yang bersangkutan. atau beri catatan untuk dikonfirmasikan dengan hasil analisis kebutuhan oleh SKPD kabupaten/kota. Periksa apakah usulan program/kegiatan tersebut sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD provinsi. termasuk pemerintahan kabupaten/kota merupakan pemangku kepentingan yang sangat strategis. dan Buat rekapitulasi usulan program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD provinsi. Inventarisasi usulan-usulan program/kegiatan dari masyarakat. besaran volume kegiatan dan skala pelayanan.G-VI. baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi. 4.7. terhadap prioritas dan sasaran pelayanan serta kebutuhan pembangunan tahun yang direncanakan. 2. lokasi. Bila belum lengkap lakukan konfirmasi (kalau memungkinkan). Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat Kajian usulan program dan kegiatan dari masyarakat merupakan bagian dari kegiatan jaring aspirasi terkait kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan. 3. mengingat pemangku kepentingan provinsi mencakup skala yang lebih besar dan ruang yang lebih luas. 3. Teliti kelengkapan informasi dari usulan. indikator kinerja. kajian usulan program dan kegiatan untuk SKPD provinsi berbeda dengan tingkat kabupaten/kota. 4. Sesuaikan dengan nomenklatur program/kegiatan yang berlaku. dan besaran volume kegiatan. bila belum lengkap terutama mengenai jenis kegiatan. bila belum lengkap terutama mengenai jenis kegiatan. . Bila belum lengkap lakukan konfirmasi (kalau memungkinkan). perguruan tinggi maupun dari SKPD kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada SKPD provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota (bila sudah dilakukan). LSM. 7. 2. 5.. Seleksi apakah usulan-usulan tersebut sesuai dengan kewenangan provinsi. 6.C. sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. Kajian usulan program dan kegiatan pada tahap ini adalah berasal dari usulan para pemangku kepentingan. Inventarisasi usulan-usulan program/kegiatan dari para pemangku kepentingan.30 Untuk SKPD kabupaten/kota: Gambar. Untuk kabupaten/kota: 1. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: Untuk provinsi: 1.1.

. untuk prakiraan maju dengan 3.**) Nama SKPD : ……. Identifikasi kebutuhan program dan kegiatan untuk prakiraan maju pada tahun sesudah tahun rencana. maka perlu disesuaikan kembali.T-VI. .9 Kajian Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat Provinsi/Kabupaten/Kota ……… *) Tahun ……. Langkah-langkah perumusan program dan kegiatan adalah sebagai berikut: 1. program/kegiatan lanjutan. Berikan catatan penting untuk jenis program/kegiatan yang direncanakan untuk kelengkapan informasi bagi penentu kebijakan anggaran. Misal: a. dan kebijakan provinsi bagi kabupaten/kota. yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan untuk memecahkan isu-isu penting terkait penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD dalam pembangunan daerah. bila masih ada kebutuhan program dan kegiatan yang tidak sesuai dengan kewenangan masing-masing. b. disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel. **) tahun diisi dengan tahun rencana.31 5. 4.1.. 5. Perumusan Kegiatan Prioritas Perumusan program dan kegiatan sesuai dengan prioritas dan sasaran pembangunan tahun yang direncanakan berdasarkan tingkat urgensi dan relevansinya. program penanggulangan kemiskinan. 6. No (1) Program/kegiatan (2) Lokasi (3) Indikator kinerja (4) Besaran/ volume (5) Catatan ***) (6) Sumber : Hasil jaring aspirasi/usulan masyarakat. Periksa apakah usulan program/kegiatan tersebut sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. merupakan penyesuaian antara identifikasi kebutuhan program dan kegiatan berdasarkan hasil analisis dengan arahan prioritas program dan kegiatan SKPD menurut rancangan awal RKPD. baik pada tahun rencana maupun untuk prakiraan maju.8.. Perumusan program dan kegiatan pada tahap ini. program/kegiatan penanggulangan bencana. Hitung kebutuhan dana atau pagu indikatif mempertimbangkan kemungkinan angka inflasi. Rekapitulasi usulan program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD.. 2. Lihat rumusan kebutuhan program dan kegiatan hasil review terhadap rancangan awal RKPD.. Teliti kembali kecocokan sumber pendanaan dari rumusan program dan kegiatan yang direncanakan sesuai dengan telaahan arah kebijakan nasional dan kebijakan provinsi bagi kabupaten/kota. dan 6.. Identifikasi sumber-sumber dana untuk melaksanakan program/kegiatan. serta mempertimbangkan hasil telaahan kebijakan nasional. Buat rekapitulasi usulan program/kegiatan yang sesuai dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD kabupaten/kota. c.. ***) dalam catatan disebutkan sumber pengusul atas program/kegiatan tersebut dan catatan penting lainnya C. Keterangan: *) diisi dengan nama provinsi/kabupaten/kota.C.

Sesuaikan rumusan program dan kegiatan dalam format seperti pada Tabel. . Lengkapi dengan peta lokasi program/kegiatan.32 d. program/kegiatan sesuai arahan rancangan awal RKPD.C..10. 7. dan program/kegiatan prioritas hasil analis kebutuhan. dan 8. e.T-VI.

.... nomor lembar dan jumlah lembar... Kode target capaian kinerja (5) Kebutuhan Dana/ pagu indikatif (6) Catatan Penting Sumber Dana (7) (8) target capaian kinerja (9) Kebutuhan Dana/ pagu indikatif (10) (1) (2) (3) Catatan: Isikan angka tahun rencana. Rencana Tahun ...C. Nama SKPD : ……………. Provinsi/Kabupaten/Kota ………….. nama provinsi/kabupaten/kota. . pada tabel diatas.10 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun ……….. nama SKPD..... dan Prakiraan Maju Tahun ………. (tahun rencana) Lokasi (4) Prakiraan Maju Rencana Tahun ...33 Tabel. Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan lembar ……dari ….....T-VI...

Penerimaan pembiayaan. b. Indikator keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran yang terdefinisi dengan baik dan terukur. diisi dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendanai program/kegiatan pada tahun rencana. .10: Kolom (1) x xx xx xx Kode Urusan Pemerintahan Daerah Kode Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Kode Program Kode Kegiatan diisi dengan kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah/ Program/ Kegiatan. adalah sesuatu yang diharapkan langsung dapat dicapai suatu kegiatan yang dapat berupa fisik atau non fisik. dana penyesuaian dan otonomi khusus. Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin mencakup kepentingan banyak pihak. terdiri dari: pendapatan hibah. terdiri dari: dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak. instansi dapat menganalisis apakah kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. penerimaan kembali pemberian pinjaman. Indikator atau tolok ukur keluaran digunakan untuk mengukur keluaran yang dihasilkan dari suatu kegiatan. Dana Perimbangan. dana darurat. pencairan dana cadangan. retribusi daerah. Dengan indikator outcome. Isi indikator kinerja kegiatan (output/keluaran). lain-lain pendapatan asli daerah yang sah. terdiri dari: pajak daerah. penerimaan pinjaman daerah.T-VI. Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator keluaran dari setiap kegiatan yang bersumber dari Renstra SKPD berkenaan. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007.C. Indikator Kinerja Program (outcome/hasil). PAD. dana alokasi khusus. uraian judul program yang direncanakan dan uraian judul kegiatan yang direncanakan. d. adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah (efek langsung). Oleh karena itu kolom ini digunakan untuk mengisi uraian indikator hasil program yang akan dicapai selama periode Renstra SKPD yang direncanakan sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD. dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lainnya. Kolom (2) diisi dengan uraian nama urusan pemerintahan daerah. penerimaan piutang daerah. diisi dengan target kinerja capaian program/kegiatan pada tahun rencana. Indikator keluaran harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. sebagaimana tercantum dalam Renstra SKPD atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi. uraian nama bidang urusan pemerintahan daerah. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan. organisasi akan mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat banyak. Pengukuran indikator hasil seringkali rancu dengan indikator keluaran. c. antara lain: a. belum tentu outcome kegiatan tersebut telah tercapai.. Lain-lain pendapatan daerah yang sah. Walaupun output telah berhasil dicapai dengan baik. Dengan membandingkan keluaran. bantuan keuangan dari provinsi atau pemerintah daerah lainnya. atau yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi. Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7) diisi dengan lokasi dari kegiatan untuk tahun rencana.34 Cara pengisian Tabel. diisi dengan objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah yang dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan program dan kegiatan. dana alokasi umum. terdiri dari: sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya. Indikator hasil lebih utama daripada sekedar keluaran. maupun kegiatan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan terkini. diisi dengan jenis indikator kinerja program/kegiatan.

. b. terluar dan pasca konflik....... untuk dibahas dalam forum SKPD provinsi... infrastruktur. Yang perlu dicermati adalah prioritas dan sasaran pembangunan nasional untuk tahun rencana yang terkait dengan pembangunan daerah provinsi....C.... terdepan. sumber dana 5.. dokumen rancangan Renja SKPD kabupaten/kota tersebut. kreatifitas........ 4. kelompok sasaran............1..... program/kegiatan mendesak.. analisis dan perumusan program/kegiatan dalam bentuk dokumen. dokumen rancangan Renja SKPD provinsi tersebut merupakan bahan pembahasan untuk disinergikan dengan hasil musrenbang RKPD kabupaten yang terkait dengan tugas dan fungsi SKPD... penanggulangan kemiskinan. Tabel. sampai dengan C.. lokasi kegiatan... Dst .1. Kolom (9) Kolom (10) C... No......1.. prioritas hasil analis kebutuhan.......8). 2....11 Identifikasi Kebijakan Nasional Provinsi .1....... maupun yang dirumuskan dalam RKP (rancangan awal)...... sekurangkurangnya: 1. Program dan kegiatan memuat: a.T-VI.... iklim investasi dan iklim usaha. ketahanan pangan..... indikator kinerja. Sedangkan untuk kabupaten/kota... rancangan awal RKPD....35 Catatan : objek pendapatan daerah dan penerimaan pembiayaan daerah sesuai dengan kewenangan provinsi/kabupaten/kota..... kebudayaan... Pendahuluan.... sasaran.... Penyajian awal dokumen rancangan Renja SKPD Penyusunan dokumen rancangan Renja SKPD merupakan kegiatan penulisan dan penyajian dari seluruh proses yang dilakukan mulai dari pengolahan data/informasi. 3. lingkungan hidup dan pengelolaan bencana..... Kolom (8) diisi dengan catatan atas program/kegiatan yang diusulkan (program/ kegiatan lanjutan. dan e. Di samping itu juga penelaahan mengenai pengaruhnya terhadap penyusunan RKPD yang direncanakan..... Tujuan. Penutup Untuk provinsi....10. energi... Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Menguraikan kebijakan nasional berupa arah kebijakan pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN.. . Sumber (3) Keterangan (4) ..... diisi dengan target kinerja terukur dari capaian program/kegiatan untuk prakiraan maju pada tahun berikutnya sesudah tahun rencana diisi dengan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mendanai program/kegiatan prakiraan maju. politik. Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu.... hukum dan keamanan.. kebutuhan dana indikatif... (1) 1 2 3 Kebijakan Nasional (2) .....1...... d...... bidang pendidikan.. dsb)..... untuk dibahas dalam forum SKPD kabupaten/kota... (yaitu langkah C. kesehatan..... seperti reformasi birokrasi dan tata kelola. Adapun sistematika/susunan penyajian awal dokumen rancangan Renja SKPD. merupakan bahan pembahasan untuk disinergikan dengan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan yang terkait dengan tugas dan fungsi SKPD.. daerah tertinggal...9....... dan inovasi teknologi. C.... c.

- 36 Sedangkan untuk kabupaten/kota, yang perlu dicermati adalah prioritas dan sasaran pembangunan nasional (seperti tersebut diatas) dan provinsi untuk tahun rencana, yang terkait dengan pembangunan daerah kabupaten/kota. Untuk penyusunan RKPD kabupaten/kota perlu melakukan telaahan atas kebijakan provinsi. Tahap ini menguraikan kebijakan provinsi berupa arah kebijakan dan fokus pembangunan di wilayah provinsi. Kesemuanya itu tertuang dalam RPJMD provinsi maupun yang dirumuskan dalam RKPD provinsi (rancangan awal) dan penelaahan pengaruhnya terhadap penyusunan RKPD kabupaten/ kota yang direncanakan.
Tabel.T-VI.C.12 Identifikasi Kebijakan Nasional dan Provinsi Kabupaten/kota ..........
No. (1) A 1 2 B 1 2 Nasional ................................................. ................................................. Provinsi ................................................. ................................................. Kebijakan Nasional / Provinsi (2) Sumber (3) Keterangan (4)

C.1.11. C.1.11.1.

Penyempurnaan Rancangan Renja SKPD Penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi

Penyempurnaan rancangan ranja SKPD provinsi perlu dilakukan setelah mendapatkan masukan dari usulan masyarakat melalui forum SKPD kabupaten/kota, atau musrenbang RKPD kabupaten/kota. Langkah yang dilakukan dalam penyempurnaan rancangan Renja SKPD adalah menyajikan hasil penggabungan Daftar Kegiatan Prioritas dari SKPD kabupaten/kota, dan kegiatan yang berada di bawah tanggungjawab SKPD terkait berdasarkan masukan yang diperoleh dari: 1. Kabupaten/kota, berupa berita acara hasil forum SKPD kabupaten/kota atau hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota yang memuat daftar prioritas program/kegiatan pembangunan di wilayah kabupaten/kota terkait dengan tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan. 2. DPRD provinsi, berupa hasil kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh dari DPRD provinsi (sesuai Komisi sebagai mitra masing-masing SKPD) berdasarkan hasil rapat-rapat dengan DPRD seperti rapat dengar pendapat dan/atau hasil penyerapan aspirasi melalui reses sebagai bahan masukan. Hal ini dilakukan sebelum musrenbang RKPD provinsi diselenggarakan. Bentuk usulan masyarakat dari semua kabupaten/kota sesuai urusan SKPD provinsi yang bersangkutan disajikan dalam tabel berikut:
Tabel.T-VI.C.13 Kajian Usulan Program dan Kegiatan dari Kabupaten/Kota Tahun ……. Provinsi ……… Besaran/ volume
(5)

Nama SKPD : …….
No
(1)

Program/kegiatan
(2)

Lokasi
(3)

Indikator kinerja
(4)

Pagu
(6)

- 37 -

Hasil masukan dari masyarakat melalui musrenbang RKPD kabupaten/kota atau forum SKPD kabupaten/kota tersebut diurutkan berdasarkan kriteria prioritas yang telah ditetapkan oleh kepala SKPD provinsi, dengan menggunakan tabel kerja berikut.
Tabel.T-VI.C.14 Pemeringkatan Prioritas Program dan Kegiatan Usulan Masyarakat dari Hasil Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota dan/atau Forum SKPD Kabupaten/Kota
Kriteria No Kegiatan
Kesesuaian dengan Rancangan awal RKPD Provinsi Mempercepat pencapaian SPM Dukungan pada Dukungan nilai pemenuhan hak tambah lintas Lain-lain dasar rakyat lintas kabupaten/ kabupaten/kota kota

Total Skor

Urutan Prioritas

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

Cara Pengisian Tabel.T-VI.C.14 Pemeringkatan Prioritas Program dan Kegiatan Usulan Masyarakat dari Hasil Musrenbang RKPD Kabupaten/Kota dan/atau Forum SKPD Kabupaten/Kota: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan nomor urut program dan kegiatan. diisi dengan kegiatan prioritas yang diusulkan. diisi dengan skor 1 jika kurang kurang sesuai dengan rancangan awal RKPD, skor 2 jika cukup sesuai dengan rancangan awal RKPD, skor 3 jika sangat sesuai dengan rancangan awal RKPD. Kesesuaian dengan rancangan awal RKPD dinilai dari kesesuaian dengan rancangan kegiatan SKPD. diisi dengan skor angka 1 jika kurang berkontribusi, skor angka 2 jika cukup berkontribusi, skor angka 3 jika sangat berkontribusi. diisi dengan skor angka 3 jika sangat sesuai, skor angka 2 jika cukup sesuai, skor angka 1 jika sama sekali tidak sesuai. diisi dengan skor angka 3 jika sangat mendukung peningkatan nilai tambah, skor angka 2 jika cukup mendukung peningkatan nilai tambah, angka 1 jika kurang mendukung peningkatan nilai tambah. Peningkatan nilai tambah dinilai dari penerima sasaran dan outcome yang direncanakan apakah meningkatkan kemampuan memperoleh pendapatan, meningkatkan kualitas hidup, dan sejenisnya. diisi dengan kriteria lain yang disepakati forum. diisi dengan dengan total skor. Semakin tinggi skor yang diperoleh suatu kegiatan pelayanan, semakin tinggi prioritas kegiatan tersebut untuk ditangani di tahun rencana. diisi dengan nomor urut prioritas kegiatan tersebut.

Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6)

Kolom (7) Kolom (8) Kolom (9)

Catatan: Kriteria dapat disusun sesuai dengan kondisi daerah. Setelah diperoleh urutan prioritas hasil prioritas masukan masyarakat, dilakukan verifikasi keselarasan dengan rancangan Renja SKPD provinsi berdasarkan rancangan awal RKPD provinsi, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Memeriksa apakah semua usulan program dan kegiatan masyarakat dari hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota sudah tercantum pada rancangan kegiatan prioritas SKPD provinsi yang ada di rancangan awal RKPD provinsi;

2. Apabila kegiatan prioritas SKPD usulan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota sudah tercakup dalam rancangan kegiatan SKPD provinsi di rancangan awal RKPD provinsi, maka diserasikan lokasi dan target volume kegiatan, dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif; 3. Apabila kegiatan prioritas SKPD provinsi usulan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota belum tercakup, maka ditambahkan pada daftar rencana kegiatan SKPD provinsi yang ada di rancangan awal RKPD provinsi;

- 38 4. Dalam hal terdapat kegiatan prioritas SKPD provinsi yang diusulkan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu SKPD provinsi, maka kegiatan tersebut dikelompokkan sebagai kegiatan lintas SKPD provinsi; 5. Apabila usulan kegiatan prioritas tersebut merupakan permasalahan yang bukan kewenangan kabupaten/kota, atau lintas wilayah kabupaten/kota, dikelompokkan sebagai usulan kegiatan yang akan dibawa ke forum SKPD provinsi; dan 6. Hasil dari langkah nomor 1 sampai dengan nomor 4 merupakan program dan kegiatan prioritas SKPD provinsi yang akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. Setelah diperoleh kesepakatan, dilakukan penggabungan dengan rancangan Renja SKPD provinsi yang telah disusun oleh tim penyusun Renja SKPD provinsi, yang selanjutnya disajikan dalam tabel berikut:
Tabel.T-VI.C.15 Penggabungan Prioritas Kabupaten/kota dengan Rancangan Renja SKPD ……. Provinsi ………….
Nama SKPD : ……………
Rancangan Renja No (1) Program/ Kegiatan (2) lokasi (3) Indikator kinerja (4) Target capaian (5) Pagu indikatif (Rp.000) (6) Program/ Kegiatan (7) Hasil Prioritas Kabupaten/kota lokasi (8) Indikator kinerja (9) Target capaian (10) Kebutuhan Dana (Rp.000) (11) Catatan Penting (12)

Lembar…….dari………

Catatan:  Isikan angka tahun rencana, nama provinsi, nama SKPD, nomor lembar dan jumlah lembar, pada tabel diatas.  Tempatkan jenis program/kegiatan yang sama antara rancangan Renja SKPD provinsi dengan hasil prioritas masukan kabupaten/kota pada baris yang sama.  Beri penjelasan untuk rumusan program dan kegiatan masukan masyarakat yang tidak sesuai dengan rancangan Renja SKPD provinsi, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya. C.1.11.2. Penyempurnaan rancangan ranja SKPD Kabupaten/kota

Penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota perlu dilakukan setelah mendapatkan masukan dari usulan masyarakat melalui musrenbang desa/kelurahan dan musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. Langkah yang dilakukan dalam penyempurnaan rancangan Renja SKPD adalah menyajikan hasil penggabungan daftar kegiatan prioritas dari semua kecamatan, berdasar program dan kegiatan yang berada di bawah tanggungjawab SKPD yang bersangkutan, berdasarkan bahan masukan yang diperoleh dari: 1. Kecamatan, berupa berita acara kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan yang memuat daftar prioritas program/kegiatan pembangunan di wilayah kecamatan terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan. 2. DPRD kabupaten/kota, berupa hasil kajian permasalahan pembangunan daerah yang diperoleh dari DPRD kabupaten/kota (sesuai komisi DPRD sebagai mitra masing-masing SKPD) berdasarkan hasil rapat-rapat dengan DPRD, seperti rapat dengar pendapat dan/atau hasil penyerapan aspirasi melalui reses sebagai bahan masukan. Hal ini dilakukan sebelum musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan diselenggarakan. Bentuk usulan masyarakat dari semua kecamatan di kabupaten/kota sesuai urusan SKPD yang bersangkutan disajikan dalam tabel berikut:

- 39 Tabel.T-VI.C.16 Kajian Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat Tahun ……. Kabupaten/Kota ……… Lokasi
(3)

Nama SKPD : …….
No
(1) (2)

Program/kegiatan

Indikator kinerja
(4)

Besaran/ volume
(5)

Pagu
(6)

Hasil masukan dari masyarakat melalui musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan diurutkan berdasar kriteria prioritas yang telah ditetapkan oleh kepala SKPD kabupaten/kota, dengan menggunakan tabel kerja berikut.
Tabel.T-VI.C.17 Pemeringkatan Prioritas Program dan Kegiatan Usulam Masyarakat dari Hasil Musrenbang Kecamatan Kabupaten/Kota ......*)
Kriteria No Kegiatan
Kesesuaian dengan Rancangan awal RKPD kabupaten/ kota Mempercepat pencapaian SPM Dukungan pada Dukungan nilai pemenuhan hak tambah lintas Lain-lain dasar rakyat lintas Kecamatan Kecamatan

Total Skor

Urutan Prioritas

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

*) Isi dengan nama kabupaten/kota.

Cara Pengisian Tabel.T-VI.C.17: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan nomor urut program dan kegiatan. diisi dengan kegiatan prioritas yang diusulkan. diisi dengan skor angka 1 jika kurang kurang sesuai dengan rancangan awal RKPD, skor angka 2 jika cukup sesuai dengan rancangan awal RKPD, skor angka 3 jika sangat sesuai dengan rancangan awal RKPD. Kesesuaian dengan rancangan awal RKPD dinilai dari kesesuaian dengan rancangan kegiatan SKPD. diisi dengan skor angka 1 jika kurang berkontribusi, skor angka 2 jika cukup berkontribusi, skor angka 3 jika sangat berkontribusi. diisi dengan skor angka 3 jika sangat sesuai, skor angka 2 jika cukup sesuai, skor angka 1 jika sama sekali tidak sesuai. diisi dengan skor angka 3 jika sangat mendukung peningkatan nilai tambah, skor angka 2 jika cukup mendukung peningkatan nilai tambah, angka 1 jika kurang mendukung peningkatan nilai tambah. Peningkatan nilai tambah dinilai dari penerima sasaran dan outcome yang direncanakan apakah meningkatkan kemampuan memperoleh pendapatan, meningkatkan kualitas hidup, dan sejenisnya. Kolom (7) Kolom (8) diisi dengan kriteria lain yang disepakati forum. diisi dengan dengan total skor. Semakin tinggi skor yang diperoleh suatu kegiatan pelayanan, semakin tinggi prioritas kegiatan tersebut untuk ditangani di tahun rencana. Kolom (9) diisi dengan nomor urut prioritas kegiatan tersebut.

Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6)

- 40 Catatan: Kriteria dapat disusun sesuai dengan kondisi daerah. Setelah diperoleh urutan prioritas hasil prioritas masukan masyarakat, dilakukan verifikasi keselarasan dengan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota berdasarkan rancangan awal RKPD kabupaten/kota, dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Memeriksa apakah semua usulan program dan kegiatan masyarakat dari hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan terkait sudah tercantum pada rancangan kegiatan prioritas SKPD kabupaten/kota yang ada di rancangan awal RKPD kabupaten/kota; 2. Apabila kegiatan prioritas sudah tercakup dalam rancangan kegiatan SKPD kabupaten/kota di rancangan awal RKPD kabupaten/kota, maka diserasikan lokasi dan target volume kegiatan, dengan mempertimbangkan ketersediaan pagu indikatif; 3. Apabila kegiatan prioritas belum tercakup, maka ditambahkan pada daftar rencana kegiatan SKPD kabupaten/kota yang ada di rancangan awal RKPD kabupaten/kota; 4. Dalam hal terdapat kegiatan prioritas SKPD kabupaten/kota yang diusulkan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu SKPD kabupaten/kota, maka kegiatan tersebut dikelompokkan sebagai kegiatan lintas SKPD kabupaten/kota; 5. Apabila usulan kecamatan itu pada huruf d) merupakan permasalahan yang bukan kewenangan kabupaten/kota, atau lintas wilayah kabupaten/kota, dikelompokkan sebagai usulan kegiatan yang akan dibawa ke Forum SKPD Provinsi; dan 6. Hasil dari langkah huruf a) sampai dengan huruf d) merupakan program dan kegiatan prioritas SKPD kabupaten/kota yang akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. Setelah diperoleh kesepakatan, dilakukan penggabungan dengan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota yang telah disusun oleh tim penyusun Renja SKPD yang selanjutnya disajikan dalam tabel berikut:

TABEL. T-VI.C.1
Penggabungan Prioritas Masukan Masyarakat dengan Rancangan Renja SKPD Kabupaten/kota ………….* Nama SKPD : …………….
Rancangan Renja
No (1) Program/ Kegiatan (2) lokasi (3) Indikator kinerja (4) Target capaian (5) Pagu indikatif (Rp.000) (6) Program/ Kegiatan (7)

Lembar…….dari………
Hasil Prioritas Masukan Masyarakat
lokasi (8) Indikator kinerja (9) Target capaian (10) Kebutuhan Dana (Rp.000) (11)

Catatan Penting
(12)

Catatan:  Isikan angka tahun rencana, nama kabupaten/kota, nama SKPD, nomor lembar dan jumlah lembar, pada tabel diatas.  Tempatkan jenis program/kegiatan yang sama antara rancangan Renja SKPD kabupaten/kota dengan hasil prioritas masukan masyarakat pada baris yang sama.  Beri penjelasan untuk rumusan program dan kegiatan masukan masyarakat yang tidak sesuai dengan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya. C.1.12. Pembahasan Forum SKPD

Kegiatan pembahasan forum SKPD provinsi bertujuan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja SKPD Provinsi, berdasarkan hasil kerja tim penyusun dengan kesepakatan hasil musrenbang RKPD Kabupaten/kota.

- 41 Sedangkan pembahasan forum SKPD kabupaten/kota bertujuan untuk menyelaraskan rumusan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota berdasarkan hasil kerja tim penyusun dengan kesepakatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. Penjelasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembahasan forum SKPD diuraikan pada bagian D. Pelaksanaan Forum SKPD. C.1.13. Penyesuaian Dokumen Rancangan Renja SKPD Berdasarkan Hasil Forum SKPD

Dokumen rancangan Renja SKPD yang telah didiskusikan, perlu dilakukan penyesuaian kembali berdasarkan masukan dari hasil kesepakatan yang diperoleh dari pembahasan forum SKPD. Dokumen rancangan Renja SKPD yang telah disesuaikan, selanjutnya dikirimkan oleh kepala SKPD kepada kepala Bappeda. Tembusan rancangan Renja SKPD provinsi disampaikan kepada kementerian/lembaga terkait, khususnya daftar program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk ditangani dan/atau didanai APBN. Sedangkan tembusan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota, disampaikan kepada SKPD provinsi dan kementerian/lembaga terkait, khususnya daftar program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk ditangani dan/atau dibiayai provinsi dan/atau pemerintah pusat melalui dana APBN dan/atau APBD provinsi.

C.2. Tahap Penyajian Rancangan Renja SKPD Penyajian rancangan Renja SKPD sekurang-kurangnya dapat disusun menurut sistimatika sebagai berikut: BAB I. PENDAHULUAN Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan rancangan Renja SKPD agar substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik. 1.1. Latar Belakang Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja SKPD, proses penyusunan Renja SKPD, keterkaitan antara Renja SKPD dengan dokumen RKPD, Renstra SKPD, dengan Renja K/L dan Renja provinsi/Kabupaten/kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD. 1.2. Landasan Hukum Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK, kewenangan SKPD, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran SKPD. 1.3. Maksud dan Tujuan Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renja SKPD. 1.4. Sistematika Penulisan Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja SKPD, serta susunan garis besar isi dokumen. BAB II. 2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja SKPD sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.

- 42 Review hasil evaluasi evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu, dan realisasi Renstra SKPD mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan SKPD dan/atau realisasi APBD untuk SKPD yang bersangkutan. Pokok-pokok materi yang disajikan dalam bab ini, antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan; Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan; Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan; Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan; Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra SKPD; dan Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.

Bahan penulisan yang perlu disajikan dalam BAB II ini, mengacu hasil kerja di bagian C.1.3. (review hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian kinerja Renstra SKPD). Tabel yang perlu disajikan adalah Tabel.T-VI.C.5 yang disesuaikan dengan SKPD masingmasing, dengan format tabel sebagai berikut:

- 43 Tabel ....... (nomor tabel sesuai dengan kebutuhan)
Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s/d Tahun …. (tahun berjalan)* Provinsi/Kabupaten/Kota ………………

Nama SKPD : ..........................
Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d dengan tahun (n-3) Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun Lalu (n-2) Target program dan kegiatan (Renja SKPD Realisasi Renja Tingkat Realisasi tahun n-1) SKPD (%) tahun (n-2)

Lembar : ........
Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s/d tahun berjalan Realisasi Capaian Program dan Kegiatan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Realisasi Target Renstra (%)

Kode

Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output)

Target Kinerja Capaian Program (Renstra SKPD) Tahun .........

Target Renja SKPD tahun (n-2)

1
1 1 1 1 1 1 01 01 01 01 01 01 01 01 01 01 02 03 Urusan .......

2
Bidang Urusan ...... Program ........ Kegiatan........ Kegiatan........ Dst….

3

4

5

6

7

8=(7/6)

9

10=(5+7+9)

11=(10/4)

1 1 1 1 1 1 1 1

01 01 01 01 01 01 01 01

02 02 02 02 01 02 03

Program ........ Kegiatan........ Kegiatan........ Dst .......... Program ........ 01 02 03 Kegiatan........ Kegiatan........ Dst ..........

03 03 03 03

............, 20.... Kepala SKPD *) ....................

- 44 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan SKPD berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007. Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan. Jika SKPD yang bersangkutan belum mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang akan diuji, maka setiap SKPD perlu terlebih dahulu menjelaskan apa dan bagaimana cara menentukan tolok ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan SKPD yang bersangkutan. Selanjutnya hasil analisisnya disajikan pada bagian ini (lihat kertas kerja di bagian C.1.2. Tabel.T-VI.C.1). Pada pembahasan sub bab ini perlu disajikan tabel analisis pencapaian kinerja pelayanan SKPD hasil kertas kerja di bagian C.1.2. (Analisis kinerja pelayanan SKPD), yang disesuaikan menurut SKPD masing-masing, dengan format sebagai berikut: Tabel ....... (nomor tabel sesuai dengan kebutuhan) Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD ………… Provinsi/Kabupaten/Kota ………………
NO (1) Indikator (2) SPM/standar nasional (3) IKK (4) Target Renstra SKPD
Tahun .... (thn n-2) Tahun .... (thn n-1) Tahun .... (tnn n) Tahun .... (thn n+1)

Realisasi Capaian
Tahun .... (thn n-2) Tahun .... (thn n-1)

Proyeksi
Tahun .... (tnn n) Tahun .... (thn n+1)

Catatan Analisis (13)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

2.3 1.

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD Sejauhmana tingkat kinerja pelayanan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD; Khusus provinsi, uraikan mengenai koordinasi dan sinergi program antara SKPD provinsi dengan SKPD kabupaten/kota serta dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat dalam rangka pencapaian kinerja pembangunan;

Berisikan uraian mengenai:

2. 3. 4. 5.

Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD; Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/internasional, seperti SPM dan MDGs (Millenium Developmnet Goals); Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD dan Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

Penjelasan lebih lanjut lihat pada bagian C.1.4 (isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD). 2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Berisikan uraian mengenai: 1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;

- 45 2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan; 3. Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda; dan 4. Lampirkan tabel berikut, yaitu dari hasil pengerjaan di bagian C.1.5 (telaahan terhadap rancangan awal RKPD) Tabel.T-VI.C.7. Tabel ...... (nomor sesuaikan kebutuhan) Review terhadap Rancangan Awal RKPD tahun ……… Provinsi/Kabupaten/kota ………….*
Nama SKPD : ……………. Rancangan Awal RKPD No
(1) Program/ Kegiatan (2) Lokasi (3) Indikator kinerja (4) Target capaian (5) Pagu indikatif (Rp.000) (6) Program/ Kegiatan (7)

Lembar…….dari……… Hasil Analisis Kebutuhan
Lokasi (8) Indikator kinerja (9) Target capaian (10) Kebutuhan Dana (Rp.000) (11)

Catatan Penting
(12)

2.5

Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari SKPD kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada SKPD Provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi SKPD provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota (bila sudah dilakukan). Deskripsi yang perlu disajikan dalam subbab ini, antara lain: 1. 2. 3. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh; Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD; Sajikan tabel berikut yang diperoleh dari hasil pengerjaan pada bagian C.1.7 (penelahaah usulan program dan kegiatan dari masyarakat), yaitu Tabel.T-VI.C.9 sebagai berikut:
Tabel .......... (nomor sesuaikan kebutuhan) Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Tahun ……. Provinsi/Kabupaten/Kota ………

Nama SKPD : …….
No (1) Program/Kegiatan (2) Lokasi (3) Indikator Kinerja (4) Besaran/ Volume (5) Catatan (6)

BAB III. 3.1

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Telaahan terhadap Kebijakan Nasional dan

Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi SKPD.

- 46 Deskripsi untuk mengisi sub-bab ini mengacu pada kertas kerja bagian C.1.10 (telaahan terhadap kebijakan nasional). 3.2 Tujuan dan sasaran Renja SKPD Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD. Deskripsi untuk mengisi sub-bab ini, mengacu pada kertas kerja bagian C.1.6 (perumusan tujuan dan sasaran Renja SKPD). 3.3 a. Program dan Kegiatan Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan. Misal: a. Pencapaian visi dan misi kepala daerah, b. Pencapaian MDGs, c. Pengentasan kemiskinan, d. Pencapaian SPM, e. Pendayagunaan potensi ekonomi daerah, f. Pengembangan daerah terisolir, g. Dsb. b. Uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan, antara lain meliputi:  Jumlah program dan jumlah kegiatan.  Sifat penyebaran lokasi program dan kegiatan (apa saja yang tersebar ke berbagai kawasan dan apa saja yang terfokus pada kawasan atau kelompok masyarakat tertentu).  Total kebutuhan dana/pagu indikatif yang dirinci menurut sumber pendanaannya. c. d. Penjelasan jika rumusan program dan kegiatan tidak sesuai dengan rancangan awal RKPD, baik jenis program/kegiatan, pagu indikatif, maupun kombinasi keduanya. Tabel rencana program dan kegiatan berdasarkan hasil pengerjaan pada bagian C.1.8 (perumusan program dan kegiatan) Tabel.T-VI.C.10, yaitu sebagai berikut: Berisikan penjelasan mengenai:

.47 Tabel .T-VI. (Tahun Rencana) Lokasi (4) Prakiraan Maju Rencana Tahun ...... dan Prakiraan Maju Tahun………...... Catatan Penting Target Capaian Kinerja (9) Kode Target Capaian Kinerja (5) Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (6) Sumber Dana (7) (8) Kebutuhan Dana/ Pagu Indikatif (10) (1) (2) (3) Catatan:   Isikan angka tahun rencana.C.. Rencana Tahun . Provinsi/Kabupaten/Kota …………..1...8 (Tabel. (nomor sesuaikan kebutuhan) Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun ……….) . Nama SKPD : ……………...... nama provinsi... nama SKPD..10... pada tabel diatas Pengisian tabel berdasarkan hasil hitungan pada kertas kerja di bagian C.. Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan lembar …… dari …. nomor lembar dan jumlah lembar....

Mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan SKPD provinsi sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. 3. dengan masukan dari musrenbang kabupaten/kota atau forum SKPD kabupaten/kota. c. Menyelaraskan program dan kegiatan SKPD provinsi dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota. b. PENUTUP Berisikan uraian penutup. untuk penyempurnaan rancangan kebijakan penyusunan Renja SKPD. D. dan dunia usaha (pemangku kepentingan). Rencana tindak lanjut. menjadi bahan pemutakhiran rancangan RKPD provinsi untuk selanjutnya dibahas di dalam musrenbang RKPD provinsi. Rancangan Renja SKPD provinsi hasil forum SKPD provinsi. sebagai bahan untuk menyempurnakan rancangan Renja SKPD provinsi. baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan. . Kaidah-kaidah pelaksanaan. dan 4. Hal ini menunjukan dalam pendekatan perencanaan menggunakan sistem perencanaan bawah atas (bottom-up planning) berdasarkan asas demokratisasi dan desentralisasi. 2. Menyelaraskan program dan kegiatan antar SKPD provinsi dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan dan sinergitas pelaksanaan prioritas pembangunan daerah. D. Forum SKPD provinsi membahas rancangan Renja SKPD provinsi. Dalam proses penyusunan Renja SKPD pelaksanaan forum konsultasi publik dipisahkan antara kabupaten/kota dengan provinsi. Pada bagian lembar terakhir dicantumkan tempat dan tanggal dokumen.. Menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD provinsi. nama SKPD dan nama dan tanda tangan kepala SKPD. Forum SKPD provinsi membahas rancangan Renja SKPD provinsi dengan menggunakan prioritas program dan kegiatan yang dihasilkan dari musrenbang RKPD kabupaten/kota. PELAKSANAAN FORUM SKPD Forum SKPD merupakan wadah penampungan dan penjaringan aspirasi masyarakat. Tujuan Forum SKPD provinsi adalah: 1. Pelaksanaan Forum SKPD Provinsi Forum SKPD provinsi merupakan wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan SKPD sebagai perwujudan dari pendekatan partisipastif perencanaan pembangunan daerah. serta cap pemerintah daerah yang bersangkutan. berupa: Catatan penting yang perlu mendapat perhatian. yang difasilitasi oleh SKPD provinsi terkait.48 BAB IV. a.1. sebagai upaya menyempurnakan rancangan Renja SKPD provinsi.

Fasilitator membantu kelancaran proses pembahasan dan pengambilan keputusan untuk menyepakati setiap materi yang dibahas dalam setiap sidang kelompok forum SKPD provinsi. sasaran dan program kegiatan. Fasilitator Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan/diskusi dan proses pengambilan keputusan dalam sidang kelompok. Narasumber berfungsi menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan perlu diketahui peserta forum SKPD provinsi. dan unsur lain yang dianggap perlu sesuai dengan kebutuhan. DPRD provinsi dan/atau unsur lain sesuai dengan kebutuhan. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam Forum SKPD a. dan Penyelenggaraan forum SKPD Provinsi dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi. efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan. seperti kebijakan dan/atau peraturan perundang-undangan serta penjelasan lainnya yang diperlukan terkait dengan materi yang dibahas didalam kelompok diskusi untuk proses pengambilan keputusan hasil forum SKPD. Peserta Peserta forum SKPD provinsi antara lain terdiri dari unsur bappeda provinsi. bappeda dan SKPD kabupaten/kota. G-VI. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi · Tujuan. c. b.. SKPD provinsi.D. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi · Tujuan. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi Penyempurnaan Rancangan RenjaSKPD Provinsi · Pendahuluan.49 - GAMBAR. . Narasumber Narasumber forum SKPD provinsi dapat berasal dari bappeda provinsi.1 ALUR PROSES FORUM SKPD PROVINSI Sinkronisasi Kebijakan Nasional Rancangan Renja SKPD Provinsi Rancangan Renja SKPD Provinsi · Pendahuluan. sasaran dan program kegiatan. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi Penyempurnaan Rancangan Renja Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Provinsi Rancangan Renja-SKPD Provinsi Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD Provinsi kepada Bappeda Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Kabupaten/ Kota Pelaksanaan forum SKPD provinsi paling lama pada minggu terakhir bulan Maret petunjuk teknis pelaksanaannya diatur dengan oleh gubernur. SKPD provinsi. Dengan demikan dapat diselenggarakan oleh masing-masing SKPD atau dilaksanakan secara gabungan beberapa SKPD dibawah koordinasi bappeda provinsi.provinsi.

2. fasilitator. Penyelenggaraan Forum SKPD. Daftar kegiatan lintas SKPD provinsi dan lintas wilayah dengan contoh format sebagai berikut: . 2. Melaporkan rencana pelaksanaan forum SKPD provinsi. c. Rangkuman keputusan hasil sidang kelompok dirumuskan ke dalam rancangan berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi oleh tim perumus yang dipimpin oleh kepala SKPD. peserta. Tanggapan dan masukan peserta forum SKPD provinsi. Pemaparan hasil-hasil sidang kelompok dihadapan seluruh peserta forum SKPD provinsi. b. b. Pleno I pemaparan materi antara lain : a.1. 3. Sidang Pleno II antara lain: a.. Persiapan Forum SKPD D. tempat. 5. Penyelenggaraan Forum SKPD 4. Rumusan kesepakatan hasil forum SKPD provinsi. Daftar hadir peserta forum SKPD provinsi. 2. paling lama 7 (tujuh) hari sebelum acara diselenggarakan. inventarisasi kertas kerja proses penyusunan rancangan Renja SKPD sebagai sumber data dan informasi bagi peserta forum apabila memerlukan klarifikasi atas rancangan Renja SKPD provinsi yang akan dibahas. 3. kepala bappeda provinsi. b. Meyiapkan bahan untuk pembahasan antara lain rancangan Renja SKPD provinsi. disusun kedalam berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi yang terdiri dari lampiran-lampiran sebagai berikut: a. dan Mengundang narasumber. Persiapan Forum SKPD. agenda pembahasan forum SKPD dan pembagian kelompok dan tata tertib acara. 6. dan peserta forum SKPD provinsi. dan Tanggapan dan masukan dari peserta. Kebijakan pemerintah/provinsi terkait pembangunan daerah yang perlu dipedomani dan diperhatikan dalam menyusun Renja SKPD provinsi dan materi lain yang dianggap perlu. D.50 Forum SKPD Provinsi dilaksanakan dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. b. Pemaparan rancangan Renja SKPD provinsi. 5.1. Rumusan rencana program dan kegiatan SKPD provinsi. kepada gubernur cq. Penutupan Forum SKPD antara lain : a. 2. dan Pengambilan keputusan kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota. Sidang kelompok antara lain: Membahas program dan kegiatan SKPD Provinsi dalam rangka penajaman indikator.1. Pembacaan rancangan berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi. Penyiapan tim penyelenggara forum SKPD provinsi. 1. Tahap penyelenggaraan antara lain dilakukan dengan agenda sebagai berikut: Acara pembukaan secara resmi forum SKPD. sinkronisasi program dan kegiatan lintas SKPD provinsi yang ditugaskan kepada setiap kelompok. c. 1. untuk memperoleh tanggapan dan diputuskan menjadi satu kesatuan rangkuman hasil sidang kelompok forum SKPD provinsi. 4. Penyiapan tata cara penyelenggaraan yang memuat antara lain jadwal. c.

.. Tahun ..... Menyepakati daftar usulan program dan kegiatan lintas SKPD dan lintas wilayah sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN III berita acara ini...... 3.........................................II............................ Menyepakati rancangan Renja SKPD ......... ........ Forum SKPD ... yang telah diselaraskan dengan usulan kegiatan prioritas dari forum SKPD Kabupaten/kota.......... Pemaparan materi (disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan) Tanggapan dan saran dari seluruh peserta forum SKPD provinsi terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi.provinsi .........Tahun . 2.. . merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari berita acara hasil kesepakatan forum SKPD …....... sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini..... ... Provinsi .................. Wakil Peserta Forum SKPD provinsi NO 1.... dan indikator kinerja yang disertai target dan kebutuhan pendanaan.... Pada hari......... .tanggal ……sampai dengan hari……tanggal…….................. 5........provinsi ...... 4................ yang dihadiri pemangku kepentingan sesuai dengan daftar hadir sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN I berita acara ini.....51 a...................... Nama Unsur Perwakilan DPRD Unsur Bappeda Unsur SKPD Unsur Masyarakat Dst .................................. mendengar dan mempertimbangkan : 1. Alamat Tanda Tangan KEDUA KETIGA KEEMPAT : : : KELIMA : Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya............. Menyepakati berita acara ini beserta lampirannya (LAMPIRAN I.. 2. ini.. Setelah memperhatikan..... dan Berita acara ini beserta lampirannya dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan RKPD provinsi Tahun ….... bulan …… tahun ………… telah diselenggarakan forum SKPD .......... maka pada: Hari dan Tanggal Jam Tempat : : : ...III)...........Provinsi............ Pimpinan Sidang (Nama Jabatan) Tanda tangan ( Nama) Menyetujui............... PROVINSI .. MENYEPAKATI KESATU : Menyepakati program dan kegiatan prioritas........................... Format Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum SKPD Provinsi BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD... tanggal …...

...10 diatas.. Berita acara kesepakatan hasil forum SKPD provinsi............. Kolom (1) diisi dengan nomor urut Kegiatan Prioritas pada Tahun Rencana.... Format Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD LAMPIRAN II : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD PROVINSI NOMOR : TANGGAL : Tabel …(nomor sesuaikan kebutuhan) Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun ………....Tahun…… No (1) Kegiatan (2) Lokasi (3) Volume (4) Alasan (5) Cara Pengisian Form sebagai berikut. 7... Provinsi…………. Dan Prakiraan Maju Tahun……….. menjadi bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD provinsi dan selanjutnya diserahkan ke Bappeda provinsi untuk menjadi bahan penyusunan rancangan RKPD Provinsi. d.............* Cantumkan tabel dengan format sebagaimana Tabel.. Berita acara kesepakan hasil forum SKPD provinsi...... :.. :. LAMPIRAN III : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD PROVINSI NOMOR : TANGGAL : Daftar Kegiatan Lintas SKPD dan Lintas Wilayah SKPD………….... Nama Lembaga/Instansi Alamat & no telp.. : ........... 8. dan Kolom (5) diisi dengan alasan yang menjadi pertimbangan keputusan forum sehingga kegiatan tersebut belum dapat diakomodir pada tahun rencana.............52 b....... Kolom (2) diisi dengan uraian nama/rumusan kegiatan prioritas dari provinsi......... ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri forum SKPD provinsi.. dsb... Tanda tangan c..C........ dan satuan target sasaran kegiatan beserta satuannya contoh:10 km2.. Format Daftar Kegiatan Lintas SKPD dan Lintas Wilayah. Kolom (4) diisi dengan jumlah. Kolom (3) diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tsb... 100 orang........... Format Daftar Hadir Peserta Forum SKPD Provinsi LAMPIRAN I : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD PROVINSI NOMOR : TANGGAL : Provinsi Tanggal Tempat No DAFTAR HADIR PESERTA FORUM SKPD .T-VI..

· Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD · dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif · sumber dana yang dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan · penutup Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Kabupaten/Kota Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Rancangan Renja-SKPD Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD kepada Bappeda Penyempurnaan Rancangan Renja Musrenbang kecamatan Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Kecamatan Musrenbang Desa Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Desa Pelaksanaan forum SKPD kabupaten/kota paling lama pada minggu terakhir bulan Februari dan petunjuk teknis pelaksanaannya diatur oleh bupati/walikota.2. 3. sasaran dan program kegiatan. G-VI. GAMBAR. Menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD kabupaten/kota. Rancangan Renja SKPD kabupaten/kota hasil Forum SKPD kabupaten/kota menjadi bahan pemutakhiran rancangan RKPD kabupaten/kota untuk selanjutnya dibahas di dalam musrenbang RKPD kabupaten/kota. Tujuan Forum SKPD kabupaten/kota adalah: 1. sasaran dan program kegiatan. dan 4. Pelaksanaan Forum SKPD Kabupaten/kota Forum SKPD kabupaten/kota merupakan wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan SKPD sebagai perwujudan dari pendekatan partisipastif perencanaan pembangunan daerah.. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan. Mempertajam indikator serta target program dan kegiatan SKPD kabupaten/kota sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD. 2. yang difasilitasi oleh SKPD kabupaten/kota terkait. · Indikator Kinerja dan kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi · Pendahuluan. Menyelaraskan program dan kegiatan SKPD kabupaten/kota dengan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan.53 D. · evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD · Tujuan.D. . Menyelaraskan program dan kegiatan antar SKPD kabupaten/kota dengan SKPD lainnya dalam rangka optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan kewenangan untuk sinergi pelaksanaan prioritas pembangunan daerah.2 ALUR PROSES FORUM SKPD KABUPATEN/KOTA Sinkronisasi Kebijakan Nasional dan Provinsi Rancangan Renja SKPD Rancangan Renja SKPD · Pendahuluan. dengan menggunakan prioritas program dan kegiatan yang dihasilkan dari musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan. Forum SKPD kabupaten/kota membahas rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. sebagai bahan untuk menyempurnakan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota.

tempat. efisiensi dan efektifitas sesuai dengan kebutuhan. Penyelenggaraan Forum SKPD Tahap penyelenggaraan antara lain dilakukan dengan agenda sebagai berikut: 1. Meyiapkan bahan untuk pembahasan antara lain rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. dan peserta forum SKPD kabupaten/kota. Peserta Peserta forum SKPD kabupaten/kota antara lain terdiri dari delegasi mewakili peserta musrenbang kecamatan. 3. SKPD. Unsur-unsur yang dilibatkan dalam Forum SKPD a. Narasumber berfungsi menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan perlu diketahui peserta forum SKPD kabupaten/kota. Sidang kelompok antara lain: . agenda pembahasan forum SKPD dan pembagian kelompok dan tata tertib acara. 3. Pemaparan rancangan Renja SKPD kabupaten/kota. b.1. paling lama 7 (tujuh) hari sebelum acara diselenggarakan. 2. fasilitator..2. Melaporkan rencana pelaksanaan forum SKPD provinsi. Penyelenggaraan Forum SKPD. 4. seperti kebijakan dan/atau peraturan perundang-undangan serta penjelasan lainnya yang diperlukan terkait dengan materi yang dibahas didalam kelompok diskusiuntuk proses pengambilan keputusan hasil forum SKPD kabupaten/kota. Narasumber Narasumber forum SKPD kabupaten/kota dapat berasal dari bappeda. Fasilitator membantu kelancaran proses pembahasan dan pengambilan keputusan untuk menyepakati setiap materi yang dibahas dalam setiap sidang kelompok forum SKPD kabupaten/kota. Dengan demikian dapat diselenggarakan oleh masing-masing SKPD atau dilaksanakan secara gabungan beberapa SKPD dibawah koordinasi bappeda kabupaten/kota. bappeda dan SKPD lain yang terkait di wilayah kabupaten/kota tersebut yang dianggap perlu sesuai dengan kebutuhan.2.2. c. c. D. Penyiapan tata cara penyelenggaraan yang memuat antara lain jadwal. 2. Penyiapan tim penyelengara forum SKPD provinsi. 2. Acara pembukaan secara resmi forum SKPD. Tahap Persiapan 1. dan Mengundang narasumber. Kepala bappeda kabupaten/kota.54 Penyelenggaraan forum SKPD kabupaten/kota dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi. unsur teknis SKPD terkait. Forum SKPD kabupaten/kota dilaksanakan dengan tahapan kegiatan sebagai berikut: 1. inventarisasi kertas kerja proses penyusunan rancangan Renja SKPD sebagai sumber data dan informasi bagi peserta forum apabila memerlukan klarifikasi atas rancangan Renja SKPD kabupaten/kota yang akan dibahas. b. peserta. dan Tanggapan dan masukan dari peserta. Kebijakan pemerintah/provinsi/kabupaten/kota terkait pembangunan daerah yang perlu dipedomani dan diperhatikan dalam menyusun Renja SKPD kabupaten/kota dan materi lain yang dianggap perlu. Fasilitator Fasilitator adalah tenaga terlatih atau berpengalaman yang memiliki persyaratan kompetensi dan kemampuan memandu pembahasan/diskusi dan proses pengambilan keputusan dalam sidang kelompok. 5. Pleno I pemaparan materi antara lain : a. kepada bupati/walikota cq. D. DPRD kabupaten/kota dan/atau unsur lain sesuai dengan kebutuhan. Persiapan Forum SKPD.

Penutupan Forum SKPD antara lain : a. Rumusan kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota. selanjutnya dirumuskan ke dalam rancangan berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota oleh tim perumus yang dipimpin oleh kepala SKPD. b. dengan contoh format sebagai berikut: . b. Daftar hadir peserta forum SKPD kabupaten/kota. Pengambilan keputusan kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota. 5. dan.. 4. c. Pemaparan hasil-hasil sidang kelompok dihadapan seluruh peserta forum SKPD kabupaten/kota. Rangkuman keputusan hasil sidang kelompok.55 Membahas program dan kegiatan SKPD kabupaten/kota dalam rangka penajaman indikator. Sidang Pleno II antara lain: a. Daftar kegiatan lintas SKPD kabupaten/kota dan lintas wilayah. Pembacaan rancangan berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/ kota. sinkronisasi program dan kegiatan lintas SKPD kabupaten/kota yang ditugaskan kepada setiap kelompok. Rumusan rencana program dan kegiatan SKPD kabupaten/kota. 6. b. untuk memperoleh tanggapan dan diputuskan menjadi satu kesatuan rangkuman hasil sidang kelompokforum SKPD kabupaten/kta. Tanggapan dan masukan peserta forum SKPD/kabupaten/kota. c. disusun kedalam berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota yang terdiri dari lampiran-lampiran sebagai berikut: a.

................. KEDUA KETIGA KEEMPAT : : : KELIMA : Demikian berita acara ini dibuat dan disahkan untuk digunakan sebagaimana mestinya................. Format Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum SKPD Kabupaten/Kota BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD. maka pada: Hari dan Tanggal Jam Tempat : : : .................. 4 5.......tanggal ……sampai dengan hari……tanggal……................................. Menyepakati berita acara ini beserta lampirannya (LAMPIRAN I... Menyepakati daftar usulan program dan kegiatan lintas SKPD dan lintas wilayah sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini..kabupaten/kota .................. dan indikator kinerja yang disertai target dan kebutuhan pendanaan... 2....... Wakil Peserta Forum SKPD Kabupaten/Kota NO 1............. Nama Unsur Perwakilan DPRD Unsur Bappeda Unsur SKPD Unsur Masyarakat Dst ........... kabupaten/kota *)....................... ini Berita acara ini beserta lampirannya dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan RKPD kabupaten/kota *) Tahun …....*) Tahun ...... Forum SKPD .. Pada hari... bulan …… tahun ………… telah diselenggarakan forum SKPD ....... Setelah memperhatikan... tanggal …... yang telah diselaraskan dengan usulan kegiatan prioritas dari musrenbang RKPD kabupaten/kota di kecamatan.. : MENYEPAKATI KESATU : Menyepakati program dan kegiatan prioritas.......... 3... ............... Pimpinan Sidang (Nama Jabatan) Tanda tangan ( Nama) Menyetujui. KABUPATEN/KOTA ......III)..... Alamat Tanda Tangan ......................... Menyepakati rancangan Renja SKPD …… kabupaten/kota ...... merupakan satu kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berita acara hasil kesepakatan forum SKPD …. 2........II... Pemaparan materi (disesuaikan dengan materi dan nama pejabat yang menyampaikan) Tanggapan dan saran dari seluruh peserta forum SKPD kabupaten/kota terhadap materi yang dipaparkan oleh masing-masing ketua kelompok diskusi sebagaimana telah dirangkum menjadi hasil keputusan kelompok diskusi................................56 a........ yang dihadiri pemangku kepentingan sesuai dengan daftar hadir sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN I berita acara ini... . sebagaimana tercantum dalam LAMPIRAN II berita acara ini......Tahun. mendengar dan mempertimbangkan : 1.....Kabupaten/kota*) …......

.. dan satuan target sasaran kegiatan beserta satuannya contoh:10 km2.... 1... 100 orang... :... Berita acara kesepakatan hasil forum SKPD kabupaten/kota...... Tahun…… No (1) Kegiatan (2) Lokasi (3) Volume (4) Alasan (5) Cara Pengisian Form sebagai berikut.... Berita acara kesepakan hasil forum SKPD kabupaten/kota...... Kolom (4) diisi dengan jumlah......... Nama Lembaga/Instansi Alamat & no telp.. d.. Kolom (1) diisi dengan nomor urut kegiatan prioritas pada tahun Rencana. LAMPIRAN III : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Daftar Kegiatan Lintas SKPD dan Lintas Wilayah SKPD………….. Format Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD LAMPIRAN II : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Tabel …(nomor sesuaikan kebutuhan) Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun ………. Dan Prakiraan Maju Tahun………...T-VI. Format Daftar Hadir Peserta Forum SKPD Kabupaten/Kota LAMPIRAN I : BERITA ACARA KESEPAKATAN HASIL FORUM SKPD NOMOR : TANGGAL : Kabupaten/kota Tanggal Tempat No DAFTAR HADIR PESERTA FORUM SKPD : ......C.. dsb Kolom (5) diisi dengan alasan yang menjadi pertimbangan keputusan forum sehingga kegiatan tersebut belum dapat diakomodir pada tahun rencana.10 diatas... :.. menjadi bahan penyempurnaan rancangan Renja SKPD dan selanjutnya diserahkan ke Bappeda kabupaten/kota untuk menjadi bahan penyusunan rancangan RKPD kabupaten/kota....57 b..... Kolom (2) diisi dengan uraian nama/rumusan kegiatan prioritas dari kabupaten/kota.. Kabupaten/kota …………............. Tanda tangan c... 2.* Cantumkan tabel dengan format sebagaimana Tabel........ ditandatangani oleh yang mewakili setiap unsur pemangku kepentingan yang menghadiri forum SKPD kabupaten/kota....... Kolom (3) diisi dengan uraian lokasi pelaksanaan kegiatan tsb.. Format Daftar Kegiatan Lintas SKPD dan Lintas Wilayah.

Pengesahan rancangan akhir Renja SKPD dengan peraturan kepala daerah paling lama 1 (satu) bulan. Bappeda menghimpun seluruh rancangan akhir Renja SKPD yang telah verifikasi. Kepala SKPD menyampaikan rancangan akhir Renja SKPD kepada kepala bappeda. ttd GAMAWAN FAUZI Salinan sesuai dengan aslinya Plt. Verifikasi Rancangan Renja SKPD dengan RKPD Verifikasi terhadap rancangan Renja SKPD bertujuan untuk menilai apakah rancangan akhir Renja SKPD sudah sesuai dengan RKPD yang sudah disahkan dengan peraturan kepala daerah. MENTERI DALAM NEGERI. Bappeda melakukan verifikasi akhir terhadap rancangan akhir Renja SKPD. selanjutnya Kepala SKPD menetapkan Renja SKPD untuk menjadi pedoman di lingkungan SKPD dalam menyusun program dan kegiatan prioritas SKPD pada tahun anggaran berkenaan. 3. Pengesahan Renja SKPD oleh Kepala Daerah a.KEPALA BIRO HUKUM ZUDAN ARIF FAKRULLOH Pembina (IV/a) NIP 19690824 199903 1 001 . memperoleh pengesahan. setelah peraturan kepala daerah tentang RKPD tahun berkenaan ditetapkan. untuk menjamin kesesuaian antara program dan kegiatan SKPD dengan program dan kegiatan pembangunan daerah yang ditetapkan dalam RKPD. E. dilakukan sebagai berikut: 1.1. setelah Renja SKPD disahkan oleh kepala daerah. 2.. b.58 E. untuk diajukan kepada kepala daerah dalam rangka. E.2. PENETAPAN RENJA SKPD Penetapan rancangan akhir Rencana Kerja SKPD dilakukan dengan pengesahan oleh Kepala Daerah. Penetapan Renja SKPD oleh kepala SKPD paling lama 14 (empat belas) hari.

DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH (BUKU VII) TAHAPAN DAN TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DIREKTORAT JENDERAL BINA PEMBANGUNAN DAERAH 2110 . PENGENDALIAN.KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG TAHAPAN. TATA CARA PENYUSUNAN.

B. C. . C. D. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan Renja SKPD lingkup provinsi.3. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN DAERAH ANTARPROVINSI.3. B. D. E. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD lingkup provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarkabupaten/kota dalam wilayah provinsi.2.1.2. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup provinsi. PEMBANGUNAN Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarprovinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarprovinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup provinsi. PEMBANGUNAN B. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD lingkup provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD antarprovinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD antarprovinsi.5.7. D. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN RENCANA DAERAH ANTARPROVINSI.2. A. C. A.3.1.1.LAMPIRAN VII : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 54 Tahun 2010 TANGGAL : 21 Oktober 2010 TAHAPAN DAN TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH A. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH LINGKUP PROVINSI. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD lingkup provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup provinsi. D. ANTARKABUPATEN/KOTA DALAM WILAYAH PROVINSI. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH LINGKUP PROVINSI.2. ANTARKABUPATEN/KOTA DALAM WILAYAH PROVINSI. D. Evaluasi terhadap hasil RKPD antarprovinsi. B. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah antarkabupaten/kota dalam wilayah provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD antarprovinsi. E.4. D. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarprovinsi.1. D. EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH ANTARPROVINSI. D.3. C.3. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan Renstra SKPD lingkup provinsi.6. A. Evaluasi terhadap hasil RPJPD antarprovinsi.1.2.8. E. E. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah antarkabupaten/kota dalam wilayah provinsi. D. Evaluasi terhadap hasil RPJMD antarprovinsi.

Evaluasi terhadap hasil Renja SKPD lingkup kabupaten/kota. F. Evaluasi terhadap hasil RPJMD lingkup kabupaten/kota.5. E. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN RENCANA DAERAH LINGKUP KABUPATEN/KOTA. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD antarkabupaten/kota.2. F. F.4. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD antarkabupaten/kota. H. PEMBANGUNAN G.4.5. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD lingkup kabupaten/kota.5. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah lingkup kabupaten/kota. EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH LINGKUP KABUPATEN/KOTA. H. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD antarkabupaten/kota. I. Evaluasi terhadap hasil RKPD lingkup provinsi. I. F. F.6.2. Evaluasi terhadap hasil RPJMD antarkabupaten/kota. I. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN DAERAH LINGKUP KABUPATEN/KOTA. G.1.3. H. F.8. G. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD lingkup kabupaten/kota. Evaluasi terhadap hasil RPJMD lingkup provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD lingkup kabupaten/kota.7.1. EVALUASI TERHADAP HASIL RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH LINGKUP PROVINSI. F. Evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup kabupaten/kota.6.1. G. ANTARKABUPATEN/KOTA DALAM WILAYAH PROVINSI. Evaluasi terhadap hasil RKPD antarkabupaten/kota. I. Evaluasi terhadap hasil RKPD lingkup kabupaten/kota.2.3. F. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan Renja SKPD lingkup kabupaten/kota. .3.4. Evaluasi terhadap hasil Renstra SKPD lingkup kabupaten/kota. G.4.2. PEMBANGUNAN H. I. Evaluasi terhadap hasil RPJPD antarkabupaten/kota. F.5.3. E. I. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah lingkup kabupaten/kota. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan Renstra SKPD lingkup kabupaten/kota. Evaluasi terhadap hasil Renstra SKPD lingkup provinsi. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah lingkup kabupaten/kota. G. Evaluasi terhadap hasil RPJPD lingkup provinsi.-2- E.1. Evaluasi terhadap hasil Renja SKPD lingkup provinsi.

2. 8. sebagai berikut: Formulir VII. b. sistem jaringan sumber daya air. 7. kawasan pertanian 3.-3- A. kawasan lindung lainnya b. 9.1. sistem perkotaan provinsi. 11. Kawasan Lindung: 1. kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya 2. Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi menggunakan Formulir VII. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan visi. arah. 12.A. 4. Pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan panjang daerah antarprovinsi. misi. sistem jaringan energi provinsi.1. kawasan konservasi budaya & sejarah Indikasi program pemanfaatan struktur ruang. pada: a. e. c. kawasan pariwisata 6. 5. 13. kawasan rawan bencana alam 6. d. Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi. A. Dalam menyusun RPJPD provinsi. kawasan permukiman 7. 12. 3. tahapan dan prioritas pembangunan jangka panjang nasional Perumusan arah kebijakan Rumusan sasaran pokok dan arah Kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi sesuai dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang nasional Arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan arah dan kebijakan RTRW provinsi meliputi: Indikasi program pemanfaatan Pola Ruang. (2) Pembentukan tim penyusun RPJPD provinsi dan penyusunan rencana kerja Penyiapan data dan informasi Penelaahan RTRW provinsi Analisis gambaran umum kondisi daerah provinsi Perumusan permasalahan pembangunan daerah provinsi Penelaahan RPJPN Analisis isu-isu strategis provinsi Perumusan visi dan misi daerah provinsi Visi. kawasan suaka alam 4. 6.a. kawasan pertambangan 4.1 Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan terhadap Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi :…………………… Hasil Pengendalian dan Evaluasi Faktor Kesesuaian Tindak Lanjut Penyebab Penyempurnaan Tidak Ketidak Ada Apabila Tidak Ada Sesuaian (3) (4) (5) (6) No Jenis Kegiatan (1) 1. pembangunan jangka 1. yaitu mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan rancangan akhir.b. kawasan hutan produksi 2. Kawasan Budi Daya: 1. sistem jaringan telekomunikasi provinsi. pada: a. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP KEBIJAKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ANTARPROVINSI. kawasan perlindungan setempat 3. 10. kawasan pelestarian alam 5. misi. kawasan industri 5. Rumusan sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi memperhatikan RPJPD daerah lainnya . sistem jaringan transportasi provinsi.A. 12.

.A. 19..b...... 19. Musrenbang RPJPD provinsi menyepakati: Penajaman visi dan misi daerah.. 28... 20. Dokumen RPJPD provinsi yang telah disyahkan Hasil Pengendalian dan Evaluasi Faktor Kesesuaian Tindak Lanjut Penyebab Penyempurnaan Tidak Ketidak Ada Apabila Tidak Ada Sesuaian 14... Penajaman sasaran pokok pembangunan jangka panjang daerah Klarifikasi dan penajaman tahapan dan prioritas pembangunan jangka panjang daerah.. 22... Penyelarasan sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah untuk mencapai visi dan misi daerah......1: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) diisi dengan uraian nomor urut kegiatan yang akan dievaluasi. diisi dengan keterangan dan penjelasan faktor penyebab ketidaksesuaian berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi. 19.....c. Naskah kesepakatan hasil musrenbang RPJPD Penyusunan rancangan akhir Arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi lainnya Rencana pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan RTRW provinsi lainnya Prioritas pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang nasional Pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah provinsi sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional Penyusunan RPJPD provinsi dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Penyusunan naskah akademis rancangan Perda RPJPD provinsi. . diisi dengan tanda cek (√) ya jika hasil pengendalian dan evaluasi ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut. diisi dengan tanda cek (√) jika hasil pengendalian dan evaluasi tidak ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut... diisi dengan jenis kegiatan yang akan dievaluasi. 25.e. 24... 19.d. dan diisi dengan keterangan dan penjelasan tindak lanjut penyempurnaan apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan pelaksanaan kegiatan.. KEPALA BAPPEDA PROVINSI : ……………… ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII.... 27.... tanggal . 17.. 15. Komitmen bersama antara pemangku kepentingan untuk mempedomani RPJPD provinsi dalam melaksanakan pembangunan daerah. 21.-4- No Jenis Kegiatan Rumusan sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi sesuai dengan arah kebijakan RTRW Nasional Rumusan sasaran pokok dan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsitelah memperhatikan RTRW daerah lainnya Pelaksanaan forum konsultasi publik Penyelarasan visi dan misi dan arah kebijakan RPJPD provinsi Prioritas pembangunan jangka panjang daerah provinsi sesuai dengan prioritas pembangunan jangka panjang nasional. 23. 19. 18.a. 26. . 16. 19.

bersamaan dengan penyampaian rancangan akhir RPJPD provinsi untuk dikonsultasikan kepada Menteri Dalam Negeri.. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan visi. Arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan arah dan kebijakan RTRW provinsi.2 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi. MENTERI DALAM NEGERI Penjelasan Hasil Pengendalian dan Evaluasi (3) 2. Penyusunan RPJPD provinsi dilakukan sesuai dengan tahapan dan tata cara yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri. Hasil telaahan terhadap pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi disusun kedalam Formulir VII.. dan diisi dengan uraian penjelasan hasil pada setiap aspek pengendalian dan dievaluasi. Aspek (2) Visi.. sebagai berikut: Formulir VII.A.. arah. antara lain mencakup pertimbangan dari landasan hukum penyusunan. sinkronisasi dan sinergi dengan RPJPN...-5- 2.. ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII. RTRW provinsi dan RPJPD dan RTRW provinsi lainnya.A. 4.. Rencana pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan RTRW provinsi lainnya. Berdasarkan hasil telaahan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang provinsi yang dilakukan pada konsultasi rancangan akhir RPJPD provinsi.. . Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi. sistematika dan teknis penyusunan...... Menteri Dalam Negeri menelaah hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah Provinsi. Prioritas pembangunan jangka panjang daerah provinsi selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang nasional. konsistensi menindaklanjuti hasil musrenbang RPJPD provinsi. 7..2 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan terhadap Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Lingkup Provinsi No (1) 1... misi. 5. Pentahapan dan jangka waktu pembangunan jangka panjang daerah provinsi sesuai dengan pembangunan jangka panjang nasional. 3.. Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka panjang daerah provinsi kepada gubernur. tanggal . diisi dengan uraian aspek pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah..... Menteri Dalam Negeri melakukan penilaian keselarasan antara provinsi satu dengan provinsi lainnya. Arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah selaras dengan arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah provinsi lainnya. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing Gubernur..2: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan uraian nomor urut. 6. tahapan dan prioritas pembangunan jangka panjang nasional..A. misi... 6... .. 4....... Dalam hal ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan. 7. 5.. 3.

15. 3. yaitu mulai dari tahap penyusunan rancangan awal RPJMD provinsi sampai dengan rancangan akhir RPJMD provinsi. 4. 5. misi. dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. Rumusan visi.2. kebijakan. 1. 2. sasaran. serta prioritas pembangunan nasional. kondisi. Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi menggunakan Formulir VII. .3 Pengendalian dan Evaluasi Kebijakan terhadap Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi :……………………. Penyampaian rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri kepada gubernur untuk ditindaklanjuti.. Rumusan tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah mengacu pada tujuan dan sasaranpembangunan jangka menengah nasional Perumusan strategi dan arah kebijakan (3) Tidak Ada (4) Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) 12. dan karakteristik daerah.-6- 8. 6. Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada (1) 1.A. (2) Pembentukan tim penyusun RPJMD provinsi dan penyusunan rencana kerja Penyiapan data dan informasi Penelaahan RTRW provinsi Analisis gambaran umum kondisi daerah provinsi Analisis pengelolaan keuangan daerah serta kerangka pendanaan Perumusan permasalahan pembangunan daerah provinsi Penelaahan RPJMN Analisis isu-isu strategis pembangunan jangka menengah provinsi Penelaahan RPJPD provinsi Perumusan penjelasan visi dan misi Rumusan visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan visi dan misi pembangunan jangka panjang daerah provinsi. 14. 10. tujuan. paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah konsultasi dilakukan. 9. 8. Dalam menyusun RPJMD provinsi. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi selaras dengan arah. 11. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN sesuai dengan kewenangan. 13. A. 16. 7. kebijakan umum. kebijakan.A. Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Antarprovinsi. sebagai berikut: Formulir VII. Perumusan tujuan dan sasaran Rumusan tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah berpedoman pada tujuan dan sasaranpembangunan jangka panjang daerah provinsi. arah.3 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Provinsi.

serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.i.n. Kawasan perlindungan setempat 19.e.a. 19. terdepan.l. Copenhagen Green Climate Fund Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan Penurunan tingkat pengangguran Penurunan tingkat kemiskinan absolut dan perbaikan distribusi pendapatan dengan pelindungan sosial yang berbasis keluarga. dan pascakonflik. 19. pada: a. Pencapaian target indikator rata-rata lama sekolah. 19. karya seni. terjangkau.h. 19.a.k. terluar. Kawasan Lindung: 1.j. dan karakter bangsa yang kuat. dan efisien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat. Perumusan kebijakan umum dan program pembangunan daerah. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya 2.g.c. APM dan APK. kemandirian. 19. 19. (3) Tidak Ada (4) Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) 18.m. 20. (2) Rumusan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah provinsi mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah provinsi. Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. relevan. disertai pengembangan inovasi. . Program aksi daerah tertinggal.b. 19. peningkatan pendapatan petani. dan teknologi Rumusan kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi berpedoman pada RTRW provinsi yang meliputi: Indikasi program pemanfaatan Pola Ruang. pemberdayaan masyarakat dan perluasan kesempatan ekonomi masyarakat yang berpendapatan rendah Peningkatan umur harapan hidup Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam.-7- Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada (1) 17. disertai penguasaan dan pengelolaan risiko bencana Peningkatan kesehatan masyarakat penurunan angka kematian Ibu dan Bayi dan lingkungan. Pengembangan dan perlindungan kebhinekaan budaya. ilmu pengetahuan. peningkatan daya saing produk pertanian. 19. 19. Peningkatan iklim investasi dan iklim usaha Peningkatan ketahanan pangan dan lanjutan revitalisasi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Clean Development Mechanism (CDM). konservasi dan pemanfaatan lingkungan hidup. 19.d. 19.f. keluhuran budi pekerti. 19. 19. Rumusan kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi mengacu pada agenda pembangunan jangka menengah nasional meliputi : Pencapaian indikator IPM Pencapaian target pelayanan publik dasar sesuai SPM Pencapaian target MDG’s dan perjanjian internasional lainnya yang telah diratifikasi seperti: Carbon Trade. dan ilmu serta apresiasinya. 19. 20.

7. 26.-8- Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada (1) (2) 3. Komitmen bersama antara pemangku kepentingan untuk mempedomani RPJMD provinsi dalam melaksanakan pembangunan daerah.c. 5.f. e. Pembahasan dengan DPRD untuk memperoleh masukan dan saran Perumusan indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan Pembahasan dengan SKPD provinsi Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Penyelarasan indikasi rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan Musrenbang RPJMD provinsi menyapakati: Sasaran pembangunan jangka menengah daerah.a. 24. 26. Kawasan pelestarian alam 5. Indikasi rencana program prioritas pembangunan jangka menengah daerah yang disesuaikan dengan kemampuan pendanaan. Kawasan hutan produksi Kawasan pertanian Kawasan pertambangan Kawasan industri Kawasan pariwisata Kawasan permukiman Kawasan konservasi budaya & sejarah (3) Tidak Ada (4) Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) Indikasi program pemanfaatan Struktur Ruang. 2. pada : a. Capaian indikator kinerja daerah pada kondisi saat ini dan pada akhir periode RPJMD provinsi.b. Kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah dengan visi. Kawasan lindung lainnya b. Kawasan rawan bencana alam 6. c. sistem jaringan sumber daya air. 26. 26. 26. d. 25. sistem perkotaan provinsi.d. sistem jaringan telekomunikasi provinsi. 23. 26. 20. Kawasan Budi Daya: 1. 4. . 3. 21.e. Kawasan suaka alam 4. 22. b. sistem jaringan energi provinsi. 6. 26.b. sistem jaringan transportasi provinsi. Strategi dan sinkronisasi arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah dengan pendekatan atas-bawah dan bawah-atas sesuai dengan kewenangan penyelenggaraan pemerintahan daerah. misi dan program Gubernur dan Wakil Gubernur.

bersamaan dengan penyampaian rancangan akhir RPJMD provinsi untuk dikonsultasikan kepada Menteri Dalam Negeri. 5. konsistensi menindaklanjuti hasil musrenbang RPJMD provinsi. 29. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah provinsi lainnya. Menteri Dalam Negeri menelaah hasil evaluasi pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi antara lain mencakup pertimbangan berdasarkan landasan hukum penyusunan. 4.A. 31.A.4 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi. Program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi lainnya. diisi dengan jenis kegiatan yang akan dievaluasi.3: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) diisi dengan uraian nomor urut kegiatan yang akan dievaluasi. 34. RPJMN dan RPJMD dan RTRW provinsi lainnya. diisi dengan tanda cek (√) jika hasil pengendalian dan evaluasi tidak ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut. 3. Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi kepada gubernur. diisi dengan keterangan dan penjelasan faktor penyebab ketidaksesuaian berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi. Penyusunan naskah akademis rancangan Perda RPJMD provinsi Dokumen RPJMDprovinsi yang telah disyahkan (3) Tidak Ada (4) Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) 30. RTRW provinsi. Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi. Rumusan strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah provinsi mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah provinsi. 32. 2. sebagai berikut: . Penyusunan RPJMD provinsi sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD provinsi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri ini. Hasil telaahan terhadap pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah provinsi disusun kedalam Formulir VII. dan diisi dengan keterangan dan penjelasan tindak lanjut penyempurnaan apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan pelaksanaan kegiatan. 28. Petunjuk Pengisian Formulir VII.-9- Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada (1) 27. serta sinkronisasi dan sinergi dengan RPJPD provinsi. sistematika dan teknis penyusunan. 33. (2) Naskah Kesepakatan hasil musrenbang RPJMD provinsi Penyusunan rancangan akhir Rumusan kebijakan. diisi dengan tanda cek (√) ya jika hasil pengendalian dan evaluasi ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut.

sasaran. Program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi lainnya. misi. dan pembangunan kewilayahan dalam RPJMN sesuai dengan kewenangan. kondisi. misi. diisi dengan uraian aspek pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah. kebijakan.... paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah konsultasi dilakukan..... 3.. Penyampaian rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri kepada gubernur untuk ditindaklanjuti. Kebijakan. 8.A.. arah dan kebijakan pembangunan jangka panjang daerah serta pemanfaatan struktur dan pola ruang provinsi. ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII.. kebijakan umum. 5..... strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan visi. Visi.... strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah selaras dengan pembangunan jangka menengah daerah provinsi lainnya. Sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RPJMD provinsi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri ini. dan diisi dengan uraian penjelasan hasil pada setiap aspek pengendalian yang dievaluasi. 4.... dan prioritas untuk bidang-bidang pembangunan. Berdasarkan hasil telaahan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan jangka menengah provinsi yang dilakukan pada konsultasi rancangan akhir RPJMD provinsi. . . misi. Menteri Dalam Negeri melakukan penilaian keselarasan antara provinsi satu dengan provinsi lainnya.A. sasaran. Dalam hal ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan..... tujuan. strategi dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi selaras dengan arah. dan karakteristik daerah....4 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Lingkup Provinsi No (1) 1. Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing Gubernur.. 6... Aspek (2) Visi. MENTERI DALAM NEGERI Penjelasan Hasil Pengendalian dan Evaluasi (3) 2. Strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah provinsi mengarah pada pencapaian visi dan misi pembangunan jangka menengah daerah provinsi.. tanggal . 6. 7... arah. kebijakan. serta prioritas pembangunan nasional. kebijakan....10 - Formulir VII..4: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan uraian nomor urut. tujuan.

.A. 13. 4. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan provinsi telah berpedoman pada program pembangunan jangka menengah daerah provinsi. Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada Tidak Ada Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) (1) 1. 5.5 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahunan Provinsi. . Pelaksanaan forum konsultasi publik. Analisis gambaran umum kondisi daerah Analisis ekonomi dan keuangan daerah.3. 8. Penelaahan terhadap kebijakan pemerintah. Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif. 19. arah kebijakan dan program Gubernur yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi. 18. 11.11 - A. Evaluasi kinerja tahun lalu. Pengolahan data dan informasi. 14. Perumusan rancangan kerangka ekonomi daerah dan kebijakan keuangan daerah. sebagai berikut: Formulir VII. 9. yaitu mulai dari tahap penyusunan rancangan awal sampai dengan rancangan akhir. Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD provinsi. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan provinsi telah mengacu pada RKP. 20. Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah provinsi menggunakan Formulir VII.5 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah Provinsi :……………………. 7. Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah Antarprovinsi. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan provinsi telah mengacu pada RKP Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif. 17. 16. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan provinsi telah berpedoman pada kebijakan umum. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan provinsi telah berpedoman pada kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi. Dalam menyusun RKPD provinsi. 3. (3) (4) 10.A. Perumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah provinsi dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi. 6. 1.. Perumusan RKPD provinsi sesuai dengan visi. misi. 2. (2) Pembentukan tim penyusun RKPD provinsi dan penyusunan rencana kerja. 15. 12. Perumusan permasalahan pembangunan daerah provinsi.

2. 4. Pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD provinsi telah memperhitungkan prakiraan maju Musrenbang RKPD yang bertujuan : (3) (4) 22. pada musrenbang RKPD kabupaten/kota dan/atau sebelum musrenbang RKPD provinsi dilaksanakan. 24. 26.a. Menteri Dalam Negeri menelaah hasil pengendalian terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah untuk memastikan bahwa perumusan kebijakan RKPD provinsi telah berpedoman pada RPJMD provinsi masing-masing dan mengacu pada RKP. 23. diisi dengan keterangan dan penjelasan faktor penyebab ketidaksesuaian berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi. 25. Mempertajam indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan provinsi. Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah provinsi kepada gubernur. Petunjuk Pengisian Formulir VII. dan diisi dengan keterangan dan penjelasan tindak lanjut penyempurnaan apabila berdasarkan hasil pengendalian dan evaluasi tidak sesuai dengan pelaksanaan kegiatan. Menyelaraskan program dan kegiatan prioritas pembangunan 24. 27. Dokumen RKPD yang telah disyahkan. diisi dengan tanda cek (√) ya jika hasil pengendalian dan evaluasi ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut. prioritas dan sasaran pembangunan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota. 24..5: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) diisi dengan uraian nomor urut kegiatan yang akan dievaluasi. Sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD provinsi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri ini.c. diisi dengan jenis kegiatan yang akan dievaluasi. Mengklarifikasi usulan program dan kegiatan yang telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah provinsi 24. diisi dengan tanda cek (√) jika hasil pengendalian dan evaluasi tidak ada kesesuaian pada pelaksanaan jenis kegiatan tersebut. (2) Perumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah provinsi dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi.b. 24. 3. . Berita Acara Hasil Musrenbang RKPD provinsi. Perumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah provinsi dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan tahunan nasional. Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah provinsi kepada Menteri Dalam Negeri. bersamaan pada saat penyampaian rancangan Peraturan Daerah tentang APBD provinsi untuk dievaluasi.d.12 - Hasil Pengendalian dan Evaluasi No Jenis Kegiatan Kesesuaian Ada Tidak Ada Faktor Penyebab Ketidak Sesuaian (5) Tindak Lanjut Penyempurnaan Apabila Tidak (6) (1) 21. Menyepakati prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan. daerah provinsidengan arah kebijakan.A.

Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahunan Antarprovinsi telah berpedoman pada kebijakan umum dan program pembangunan jangka menengah daerah provinsi masing-masing serta mengacu pada RKP.. Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD provinsi menggunakan Formulir VII....6 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah Provinsi :…………………….. MENTERI DALAM NEGERI ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII... No (1) 1... arah kebijakan dan program Gubernur yang ditetapkan dalam RPJMD provinsi.... Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJPD Antarprovinsi 1. 3.. B...... 7.. sebagai berikut: Formulir VII. Penyampaian rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan tersebut. Perumusan program dan kegiatan pembangunan daerah provinsi selaras dengan prioritas pembangunan nasional terutama program/kegiatan yang mencakup atau terkait dengan dua wilayah provinsi atau lebih.. dan diisi dengan uraian penjelasan hasil pada setiap aspek yang dievaluasi. Apabila berdasarkan hasil telaahan pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah antarprovinsi ditemukan adanya ketidaksesuaian/ penyimpangan.. Hasil telaahan terhadap pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan tahunan daerah provinsi disusun kedalam Formulir VII. .B.A.. B.. misi. disampaikan Menteri Dalam Negeri kepada gubernur untuk ditindaklanjuti..13 - 5. tanggal ... Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur... diisi dengan uraian aspek pengendalian dan evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah. 4..1..A.. maupun pada wilayah perbatasan antar provinsi/negara. Perumusan rencana program dan kegiatan prioritas daerah provinsi dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi serta pencapaian sasaran pembangunan tahunan nasional.6 Kesimpulan Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Tahunan Provinsi...... Sesuai dengan tahapan dan tata cara penyusunan RKPD provinsi yang diatur dalam peraturan Menteri Dalam Negeri ini.. RPJMD provinsi dan RKPD provinsi. sebagai berikut: .6: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan uraian nomor urut. 5. 6..A. PENGENDALIAN DAN EVALUASI TERHADAP PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH ANTARPROVINSI Pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan daerah antar provinsi meliputi pelaksanaan RPJPD provinsi. Aspek (2) Perumusan RKPD provinsi sesuai dengan visi.1 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Kebijakan Perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Daerah Antarprovinsi. paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah peraturan Kepala Daerah tentang RKPD provinsi diterima. Penjelasan Hasil Pengendalian dan Evaluasi (3) 2.

.2 Rekapitulasi Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJPD Antarprovinsi Tahun ………per tanggal ………… Kesesuaian Visi dan Misi RPJMD Provinsi dengan Arah Kebijakan RPJPD Provinsi Periode Terkait Ya Tidak (3a) (3b) No.. Kolom (4) Kolom (5) Kolom (6) 2....... ... diisi tindak lanjut atas hasil hasil evaluasi.. Provinsi …………………………… Periode RPJMD: .1 Check list Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJPD ............ 4.... Gubernur menyampaikan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD provinsi kepada Menteri Dalam Negeri.. tanggal ........... arah kebijakan RPJPD provinsi... sebagai berikut: Formulir VII...B.....B....... Misi: ......... Misi: .. Arah Kebijakan: .B...... diisi dengan tanda cek (√) jika ya di Kolom (3a)..14 - Formulir VII....1: Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) diisi dengan uraian visi. Pertanyaan kunci:  Apakah visi dan misi RPJMD provinsi yang juga merupakan visi Gubernur mempunyai kesesuaian atau mengacu pada arah kebijakan sesuai tahapan RPJPD provinsi? diisi dengan keterangan dan penjelasan atas checklist yang diberikan..... Kesesuaian/Relevansi RPJPD Provinsi (1) RPJMD Provinsi (2) Ya (3a) Tidak (3b) Evaluasi (4) Tindak Lanjut (5) Hasil Tindak lanjut (6) Visi. Kepala Bappeda provinsi melaporkan hasil pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD provinsi kepada gubernur..... Menteri Dalam Negeri menelaah hasil pengendalian dan evaluasi terhadap pelaksanaan RPJPD provinsi menggunakan Formulir VII......... – .... dan Arah Kebijakan: Visi: ..B.... ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII. diisi dengan uraian visi dan misi RPJMD provinsi periode pengendalian dan evaluasi. Visi dan Misi: Visi: .. Misi.2 Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJPD Provinsi yang disampaikan seluruh Gubernur........ misi... 3.... 3. (1) 1... dan di Kolom (3b) jika tidak ada relevansi atau ketidaksesuaian antara uraian RPJMD provinsi dengan RPJPD provinsi.. dan diisi hasil dari evaluasi yang ditindaklanjuti..... Provinsi (2) .......... 2.............. KEPALA BAPPEDA PROVINSI………....

.. Dst .... MENTERI DALAM NEGERI ( ) Petunjuk Pengisian Formulir VII...... ( ) ..1 untuk semua provinsi.. (1) 4..... 5..15 - No. Periode RKPD: . Menteri Dalam Negeri menyampaikan rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan RPJMD provinsi untuk ditindaklanjuti oleh Gubernur.. B... paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah konsultasi dilakukan.... Dalam hal evaluasi dari hasil pemantauan dan supervisi ditemukan adanya ketidaksesuaian/penyimpangan..3 Checklist Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJMD Provinsi: …………………………… Periode RPJMD: ... RPJMD Provinsi RKPD Provinsi Kesesuaian/ Relevansi Ya Tidak (3b) Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Tindak Lanjut (1) Kebijakan umum dan Program pembangunan tahun RKPD terkait Indikasi rencana program prioritas yang disertai kerangka pendanaan tahun RKPD terkait (2) Prioritas dan sasaran pembangunan tahunan Rencana program prioritas... kegiatan prioritas................ Provinsi (2) Kesesuaian Visi dan Misi RPJMD Provinsi dengan Arah Kebijakan RPJPD Provinsi Periode Terkait Ya Tidak (3a) (3b) Jakarta...B.2: Kolom (1) diisi dengan nomor urut. tanggal ...... Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJMD Antarprovinsi 1..... Kepala Bappeda provinsi melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan RPJMD provinsi menggunakan Formulir VII.. tanggal ..2. Penyampaian rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri kepada gubernur untuk ditindaklanjuti.B.......... Kolom (2) diisi dengan nama provinsi..– . Pengendalian dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan RPJMD Provinsi.B. 6.........B......... dan Kolom (3a) dan Kolom (3b) diisi hasil dari Formulir VII... 5...3......... KEPALA BAPPEDA PROVINSI . sebagai berikut: Formulir VII. indikator kinerja dan pagu indikatif (3a) (4) (5) (6) ....

indikator kinerja dan pagu indikatif Lihat Tabel T. Lihat LAMPIRAN III Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RPJMD peraturan Menteri Dalam Negeri ini.92 dalam LAMPIRAN V Tahapan dan Tata Cara Penyusunan RKPD dalam peraturan Menteri Dalam Negeri ini. dan di Kolom (3b) jika tidak ada relevansi atau ketidaksesuaian antara uraian RKPD provinsi dengan RPJMD provinsi.  Apakah rencana program dan kegiatan RKPD provinsi mengacu dan merupakan penjabaran dari program pembangunan dan indikasi rencana program prioritas RPJMD provinsi sesuai dengan periode tahun bersangkutan? Apakah indikator kinerja program dan kegiatan RKPD provinsi sesuai dan menunjang pencapaian target kinerja program prioritas RPJMD provinsi sesuai dengan tahun bersangkutan? Apakah pagu indikatif dalam RKPD provinsi mengacu dan merupakan penjabaran dari kerangka pendanaan pada tahun bersangkutan? Ya = apabila seluruh indikasi rencana program prioritas yang disertai kerangka pendanaan tahun evaluasi dalam RPJMD provinsi ada di RKPD provinsi.16 - Petunjuk Pengisian Formulir VII.V. indikator kinerja dan pagu indikatif RKPD provinsi.88 dan Tabel T. indikator kinerja dan pagu indikatif RKPD provinsi sesuai dan mengacu serta menunjang indikasi rencana program prioritas tahun RKPD provinsi terkait yang disertai kerangka pendanaan RPJMD provinsi? Lakukan perbandingan antara tabel indikasi rencana program prioritas yang disertai kerangka pendanaan RPJMD provinsi tahun evaluasi dengan tabel indikasi rencana program prioritas. kegiatan prioritas. Pertanyaan kunci:  Apakah prioritas dan sasaran pembangunan tahunan dalam RKPD provinsi sudah sesuai dan merupakan penjabaran kebijakan umum dan program pemban