P. 1
Ceramah Tahun Baru Islam

Ceramah Tahun Baru Islam

|Views: 51|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Fajril Amini on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/14/2014

pdf

text

original

Muqaddimah…

Rasanya, ketika kita berbicara tentang hijrah, tentang Muharram, atau tentang tahun baru Islam, tidak ada sesuatu yang baru atau menarik bagi kita. Sekilas pandang, kita –seakan– merasa sudah terlalu pandai dalam mengenali bulan Islam yang satu ini. Benarkah demikian? Sudahkah khasanah keilmuan kita, sesuai dan memadai sebagai seorang muslim yang sejatinya mengenal dengan baik tentang bulan-bulan Islam. Bapak Ibu, Kaum muslimin dan Muslimat yang saya muliakan… Sejarah mencatat, manusia pertama yang berhasil mengkristalisir hijrah nabi sebagai event terpenting dalam penaggalan Islam adalah Sayidina Umar bin Al Khattab, ketika beliau menjabat sebagai Khalifah. Hal ini terjadi pada tahun ke-17 sejak Hijrahnya Rasulullah Saw dari Makkah ke Madinah. Namun demikian, Sayidina Umar sendiri tidak ingin memaksakan pendapatnya kepada para sahabat nabi. Sebagaimana biasanya, beliau selalu memusyawarahkan setiap problematika umat kepada para sahabatnya. Masalah yang satu ini pun tak pelak dari diktum diatas. Karenanya, beberapa opsi pun bermunculan. Ada yang menginginkan, tapak tilas sistem penanggalan Islam berpijak pada tahun kelahiran Rasulullah. Ada juga yang mengusulkan, awal diresmikannya (dibangkitkannya) Muhammad Saw sebagai utusannyalah yang merupakan timing waktu paling tepat dalam standar kalenderisasi. Bahkan, ada pula yang melontarkan ide akan tahun wafatnya Rasulullah Saw, sebagai batas awal perhitungan tarikh dalam Islam. Walaupun demikian, nampaknya Sayidina Umar r.a. lebih condong kepada pendapat –sayidina Ali Radhiallahu ‘anhu -- yang meng afdol kan peristiwa hijrah sebagai tonggak terpenting ketimbang event-event lainnya dalam sejarah Islam, pada masalah yang satu ini. Relevan dengan klaim beliau: “Kita membuat penanggalan berdasar pada Hijrah Rasulullah Saw, adalah lebih karena hijrah tersebut merupakan pembeda antara yang hak dengan yang batil. Muharram dalam perspektif Islam, merupakan salah satu dari empat bulan haram yang ada dalam Islam yaitu Rajab, Zulka’dah, Zulhijjah dan Muharram. Dalam empat bulan ini, kita dilarang melancarkan peperangan kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat kita elakan. Firman Allah Swt dalam surah At Taubah ayat 36: “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah ketika menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. Ketetapan yang demikian itu adalah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan-bulan yang dihormati itu (dengan melanggar larangan-Nya). Berdasarkan ayat ini, segala aktifitas kebaikan tidak ada larangannya untuk dilakukan di bulan Muharram. Demikian juga dengan bulan Rajab, Zulka’dah dan Zulhijjah. Hanya maksiat dan kezaliman saja yang dilarang lebih keras oleh Allah Swt pada bulan-bulan tersebut. Mengingat bahwa kalender hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan yang berlawanan dengan rotasi matahari, maka mengakibatkan semua hari-hari besar Islam dapat terjadi pada musim-musim yang berbeda. Sebagai contoh, musim haji dan bulan puasa, bisa terjadi pada musim dingin atau pada musim panas. Dan yang perlu diingat, hari-hari besar Islam tidak akan terjadi persis dengan musim kejadiannya, kecuali sekali dalam 33 tahun.

1

Pelanggaran terhadap syari'ah bagi seorang muslim. Hijrah dalam konteks ini telah mengentaskan masyarakat dari kebudayaan jahili menuju kebudayaan Islami. sebagai sunnatullah dan sunnatur-rasul. Rasulullah berhijrah setelah mempersiapkan kondisi psikologis dan sosiologis di kota Madinah dengan mengadakan perjanjian Aqabah I dan Aqabah II di musim haji. Pertama. agar manusia dapat mengenyam 'kebebasan'. apalagi hanya sekadar untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan politik belaka. Jadi tidak semata-mata perpindahan fisik dari satu daerah ke satu daerah lain. dan mentransformasikan nilai-nilai dan ajaran Rasulullah saw (sunnatur-rasul). sehingga mereka memperoleh 'kesadaran baru' bagi keutuhan martabatnya. dalam visi al-Qur'an itu. Karena itulah. pada dasarnya memang disediakan oleh Allah untuk keperluan manusia. telah terbukti mampu mewujudkan suatu kepemimpinan yang di dalamnya berlangsung tatanan masyarakat berdasarkan moral utama (makarimal akhlaq). Karena Rasulullah telah tiada. jika manusia atau masyarakat mengalami ketertindasan. jelas tidak harus menggunakan parameter sosiologis sejarah jaman Rasulullah. adalah transformasi kebudayaan. atau Madinatul Munawarah (kota yang bercahaya). Karena menarik sosiologi sejarah menjadi kemestian yang harus dilalui itu merupakan kemuskilan.Hijrah bukanlah pelarian akibat takut terhadap kematian. orientasi keummatan mengadakan suatu transformasi ekonomi dan politik. ini akan menyulitkan kaum muslimin itu sendiri. Jika sebelum hijrah. sebab luasnya bumi dan melimpahnya rezeki di atasnya. yang waktu itu baru berjumlah 100-an orang. yaitu kota par exellence. pada dasarnya tidak lain adalah penyangkalan terhadap keimanan atau keislamannya sendiri. Tujuan dari hijrah. melainkan lebih dari itu melibatkan hijrah mental-spiritual. suasana tentram penuh persaudaraan dalam pluralitas (ukhuwah) dan pengedepanan misi penyejahteraaan rakyat (almaslahatu al-ra'iyah). Kedua. yang agaknya amat penting untuk kita transformasikan bagi konteks kekinian. humanis. egaliter. Adapun dalam mengembangkan makna hijrah untuk menarik relevansi kekiniannya. Bahwa nilai penting atau missi utama hijrah Rasulullah beserta kaum muslimin adalah untuk penyelamatan nasib kemanusiaan. adalah transformasi keummatan. Setidaknya ada tiga hal utama dari serangkaian peristiwa hijrah Rasulullah. Cita-cita dari hijrah Nabi Saw adalah untuk mewujudkan peradaban Islam yang kosmopolit dalam wujud masyarakat yang adil. Hijrah Nabi ke Madinah. pelanggaran terhadap hak-hak aasasi yang telah 2 . berperadaban. kebebasan masyarakat dipasung oleh struktur budaya feodal. tempat madaniyah atau tamadun. Allah mewajibkan mereka untuk hijrah (QS 4: 97-100). adalah merupakan suatu kewajiban. selalu didahului oleh fenomena penindasan dan kekejaman oleh orang-orang kaya atau penguasa terhadap rakyat kecil. maka setelah hijrah hak-hak asasi mereka dijamin secara perundang-undangan (syari'ah). Sebab jika Rasulullah Saw mempertahankan eksistensi kaum muslimin di Makkah kala itu. di mana masyarakat mengalami ketertindasan. Betapa serangkaian peristiwa hijrah itu. Peristiwa hijrah ke Madinah atau yang saat ini kita peringati sebagai tahun baru Hijriyah. meneladani. Bahkan lebih dari itu. otoritarian dan destruktif-permissifistik. adalah peristiwa yang di dalamnya tersimpan suatu kebijaksanaan sejarah (sunnatullah) agar kita senantiasa mengambil hikmah. orang yang mampu hijrah tetapi tidak melaksanakannya disebut sebagai orang yang menganiaya dirinya sendiri (zhalim). Kebijaksanaan hijrah. Jadi memaknai makna hijrah saat ini adalah dengan menarik peristiwa itu sebagai ibrah (pelajaran). Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an. dan demokratis tercermin dalam keputusan Nabi mengganti nama Yastrib menjadi Madinah. karena tidak mung-kin Rasulullah takut terhadap kematian. Pada spektrum ini.

perlindungan keyakinan agama masing-masing tanpa ada paksaan untuk berpindah agama." Wallahu a'lam bishshowab. setiap hari berkurang. kaum muslimin ditolong oleh raja Najasy." Umar bin Khatab berkata. yang menunjukan nilai buruk tempatnya di neraka. sesungguhnya adalah basis utama dari misi (kerisalahan) yang diemban Rasulullah. kuburan. "Wahai manusia sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari.. adalah transformasi keagamaan. yaitu hari yang sedang kita alami sekarang ini. yaitu hari perhitungan yang tiada arti lagi nilai kerja atau amal. Dan pada saat membangun kepemimpinan Madinah. Hari keempat. "Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Hadanallahu wa'iyyakum ajma'in. Kita punya lima hari yang harus kita isi dengan amal baik.. Ketiga. Pelajaran yang terbaik dari perjalanan waktu ini adalah menyadari sekaligus mengintrospeksi sepak terjang kita selama ini. adalah seorang pendeta Nasrani yang bertemu tatkala Nabi dan pamannya Abu Thalib berdagang ke Syria. Benar sekali kata seorang ulama besar Tabi'in. aqulu lakum. perlindungan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata. harus kita gunakan untuk yang bermanfaat baik dunia maupun akhirat. atau mendapat rapor dengan tangan kiri kita. Hari pertama.yang dilindungi Islam. Wallahu ‘l hâdi ilâ sabîlirrasyâd! Para hadirin yang di rahmati Allah… Allah berfirman: "Dan katakanlah! Beramallah maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. kita tidak tahu apakah itu milik kita atau bukan. dengan demikian pada dasarnya ditujukan untuk mengembalikan keutuhan moral dan martabat kemanusiaan secara universal (rahmatan lil-'alamiin). Billahi taufik wal hidayah. akan dikenai hukum yang tujuannya untuk mengembalikan keutuhan moral mereka dan martabat manusia secara universal. bernama Hasan Al-Basri... Karena itulah.. apakah kita sudah siap dengan amal kita? Hari kelima. al-Qur'an telah menggariskan pokok-pokoknya seperti perlindungan fisik individu dan masyarakat dari tindakan badani di luar hukum.. Nilai transformatif kebudayaan berasal dari ajaran hijrah Rasulullah. Pada saat itu tidak ada lagi arti penyesalan. pada masa kepemimpinan Nabi dan sahabat.. Islam secara tertulis mengeluarkan undang-undang yang melindungi kaum Nasrani dan Yahudi. kaum muslimin bersama kaum Yahudi dan Nasrani. Persahabatan beliau dan persaudaraan kaum Muslimin dengan kaum Yahudi dan Nasrani.dilindungi dan diatur dalam Islam. dapat dikatakan sebagai pilar utama keberhasilan dakwah Rasulullah. bahwasanya yang pertama menunjukkan 'tanda-tanda kerasulan' pada diri Nabi. Kemudian pada hijrah pertama dan kedua (ke Abesinia).. 3 . yang dalam konteks hijrah... Mengenai apa saja martabat kemanusiaan atau hak-hak asasi -yang merupakan pundamen utama suatu kebudayaan-. yaitu masa lalu yang telah kita lewati apakah sudah kita isi dengan hal-hal yang dapat memperoleh ridho Allah? Hari kedua. yaitu hari kita ditarik oleh malaikat pencabut nyawa menyudahi kehidupan yang fana ini. hari yang akan datang. bahu-membahu dalam ikatan persaudaraan dan perjanjian. Hari ketiga." (QS: AtTaubah:105) Tidak terasa umur kita bertambah satu tahun lagi. perlindungan keluarga dan keturunan. apakah kita mendapatkan rapor yang baik... akhiran.. Transformasi inilah. berarti berkurang pula bagaianmu. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya akhiri. lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. dimana tempatnya adalah surga. perlindungan untuk menyatakan pendapat dan berserikat dan perlindungan untuk mendapatkan persamaan derajat dan kemerdekaan. Itu berarti jatah hidup kita berkurang dan semakin mendekatkan kita kepada rumah masa depan. Dari sejarah kita mengetahui.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->