Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta

mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya. 1. Strengh (Kekuatan) a. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional. b .Kekhasan budaya Indonesia Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. . Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya warga asing yang mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik. c. Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh. 2. Weakness (Kelemahan) a. Kurangnya kesadaran masyarakat Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut. b .Kurangnya pembelajaran budaya Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman. c.Minimnya komunikasi budaya Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman

Pada kesempatan yang berbahagia ini kami atas nama panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu serta hadirin sekalian yang telah berkenan hadir pada acara ini. Dalam hal ini. tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi asset bangsa agar seluruh pelapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa yang lebih berbudaya. juga dapat memperkokoh persatuan. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya. b.tentang budaya yang dianut. Dr Junaidi SS MHum.Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik. sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Misalnya. 4. Opportunity (Peluang) a. mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa. c. kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. d. Kuatnya budaya bangsa. Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal. Perubahan lingkungan alam dan fisik Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh. Kami sangat bangga atas antusias para hadirin semuanya dalam usahausaha pelestarian seni dan budayanya sendiri. memperkokoh rasa persatuan Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa. peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman. b. Riau. Sementara itu pelestarian budaya bukan suatu usaha bersifat elastis untuk membangkitkan feodalisme. Threatment (Tantangan) a. namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya c. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik. Kemajuan Teknologi Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat.Kemajuan pariwisata Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. pola piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah. Masuknya Budaya Asing Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. 3. .Multikuturalisme Dalam artikelnya.

Berbagai usaha pelestarian budaya memang tidak berjalan mulus. Sementara itu pelestarian budaya bukan suatu usaha bersifat elastis untuk membangkitkan feodalisme. membiarkan seni dan budaya kita sendiri hilang. budaya Yunani dan Romawi kuna. Masa itu ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang sains. jika ada kata-kata yang salah dalam penyampainya tadi . ditelan waktu. Pelestarian budaya dan seni kali ini diharapkan mampu merangsang animo kita semua untuk selalu melihat seni dan budaya kita sendiri. Akhirnya terima kasih atas kehadiran dan perhatianya . Kegiatan seperti ini bermaksud sebagai motivasi dan mendorong masyarakat agar dengan kesadaranya mau merawat dan melestarikan nenek moyang kita. Padahal sejarah menunjukkan. Kesenian. kami mohon maaf .Akhirnya selamat mengikuti acara ini. Misalnya oleh Leonardo . memang belum built-in menyatu dalam strategi politik kebangsaan. filsafat. tentu kita tidak berpangku tangan saja. Semoga kita semua menjadi paham dan mengerti. Renaissance adalah kelahiran kembali masa keemasan budaya klasik. sehingga giliranya nanti mampu menambah kazanah dan daya kreasi terhadap seni dan budaya kita sendiri. yakni kebutuhan setelah faktor primer dan sekunder terpenuhi. Kiranya demikian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. dapat disimpulkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diletakkan sebagai bagian dari kemajuan kebudayaan. sekaligus dapat jadi bekal dalam mengembangkan penciptaan kreasi dan karsa di masa-masa mendatang. kesenian bahkan sering disebut klangenan. yang melandasi seluruh strategi politik-kebudayaannya. Kami sangat bangga atas antusias para hadirin semuanya dalam usaha-usaha pelestarian seni dan budayanya sendiri. Para hadirin sekalian yang saya hormati. seni maupun kesusastraan yang memberikan pencerahan Eropa dari kegelapan intelektual. Kalau kita petik pelajaran dari Renaissance Eropa. pertumbuhan berbangsa masyarakat Eropa-Amerika sesungguhnya berbasis pada kemampuan mengembangkan aspek kesenian dalam arti luas. tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi asset bangsa agar seluruh pelapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa yang lebih berbudaya. Menurut adat Jawa. Dalam situasi zaman sekarang. Tentunya tidak. banyak kendala yang dihadapi. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami atas nama panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu serta hadirin sekalian yang telah berkenan hadir pada acara ini. Inspirasinya justru datang dari kalangan seniman.Bapak. ibu serta hadirin yang saya hormati Izinkan kami atas nama panitia mengucapkan puji syukur kepada tuhan yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam acara gelar seni dan budaya pada hari ini.

tetapi agar setiap individu menyadari berbagai aspek dalam ruang kehidupan. Kemerosotan berbangsa boleh jadi oleh sebab elite politik kita tidak tumbuh dalam tradisi berkesenian. tumbuh pada sosok para negarawan kita masa silam. kebudayaan yang merupakan keutamaan bangsa sebagai cara berpikir. tidaklah semata untuk menjadi sastrawan. Demikian juga pendidikan seni pertunjukan tidaklah semata untuk menjadi penari. mereka bertumbuh dalam dunia tonil dan bacaan kebudayaan yang pluralis. bekerja. dalam proses perkawinannya memberikan sebuah buku yang ditulisnya sendiri sebagai hadiah pernikahan. . perdagangan yang monopolistik. seperti yang seringkali terjadi sekarang ini. kekerasan dan kekerdilan tanpa disertai sense of urgency dari para elite kita. Apalagi Soekarno. Dengan kata lain. mencipta seni tari dengan mengambil ragam seni etnik yang lain. yang dikenal mencintai demokrasi. baik populer. tidak selalu untuk menjadi perupa. Hal yang berbeda. jika seorang individu mengalami pendidikan kesenirupaan. Pendidikan sastra. maupun kontemporer. fisik atau pun simbolik. Sementara Hatta. Pada akhirnya. yang dikenal mencintai rakyatnya. tumbuh dalam disiplin arsitektur dan mencintai berbagai bentuk kesenian. klasik. Padahal. Yang dikhawatirkan lahir dari situasi semacam ini adalah elite politik yang bermain politik tanpa memahami kemanusiaan.da Vinci dengan lukisannya “Monalisa“. dan bereaksi hanyalah dipenuhi kekerasan dan amuk. selama kesenian belum menjadi bagian dari proses bertumbuh individu kaum elite dan kebijakan politik. maupun seniman-praktisi yang berkarya di tengah-tengah masyarakat. dan pertumbuhan berbangsa yang meningkatkan konsumerisme tanpa produktivitas dan daya saing. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. pemain teater atau film. Agaknya. namun memiliki sifat inklusif. tetapi melatih daya kritis mata terhadap dunia visualnya. Misalnya Syahrir dan Tan Malaka. tetapi mengajak individu bangsa mengalami dunia sensitivitas terhadap kemanusiaan. Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tumbuh di lingkungan sarat budaya tradisional. dan Michel Angelo dengan karya patungnya “Pieta“. inilah pekerjaan rumah kita yang tidak ringan! Termasuk bagi kalangan seniman. penekanan pada aspek ekonomi dan politik semata telah membuktikan hanya menghasilkan kelimpahruahan sementara yang penuh gejolak. baik seniman-intelektual yang tumbuh di kampus-kampus. Sejarah berbangsa mencatat. Yang tersisa tinggal kaum elite yang mencari jabatan. serta ruang publik yang sarat premanisme. maka proses berbangsa akan kehilangan humanismenya. kesenian yang penuh kekerasan dan vulgar. berbagai tontonan yang populer tanpa menumbuhkan peradaban. kehilangan ruang publik dan pelayanan publik serta produk-produk publik yang menumbuhkan kebangsaan.

media ruang memori kolektif yang penting dalam proses membangsa. bahwa pengelolaan kebudayaan populer tidak bisa dilepaskan dari aspek kebudayaan klasik. menurut Albert R. Kemudian dia menuangkan kembali rasa kekagumannya ke dalam karya seni. Pengalaman estetis. Dalam proses ini terdapat pembelajaran kembali proses kreatif. “dicetak ulang” dengan beberapa sisipan oleh Ranggawarsita. di manakah letak koordinat kesenian kita? Artinya. emosi. Artinya. . seorang filsuf eksistensialis. Manusia berpikir. Menurut Soren Kierkegaard. manusia juga homo creator. seberapa besar apresiasi bangsa ini terhadap keseniannya sendiri? Apresiasi berarti kegiatan mengartikan dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk karya seni. baik dari aspek teknologi hingga estetik serta peran barunya. dan simbol ini bermakna pembebasan dan perluasan pandangan. Manusia tidak pernah mengenal dunia secara langsung. berperasaan dan bersikap dengan ungkapan simbolis. seperti yang tertera dalam buku. etis dan religius. dengan bertindak bebas dan mengambil keputusan yang dapat dipertanggung-jawabkan bagi sesama. hidup manusia mengalami tiga tingkatan. agar terbaca oleh generasi yang kemudian. manusia mencoba meningkatkan kehidupan estetisnya dalam bentuk tindakan manusiawi. manusia adalah mahluk berkreasi. adalah kepuasan kontemplatif atau kepuasan intuitif. serta sensitif terhadap gejala estetis dan artistik. sebuah ide jika dinyatakan dengan simbol. Atau “Sêrat Niti sastrâ” oleh Sultan Agung. Ketika industri budaya populer menjadi jenuh. Dalam apresiasi. kecuali melalui simbol. Candler. pengalaman seni adalah keterlibatan aktif dengan kesadaran yang melibatkan kecendekiaan. seorang penghayat sebenarnya sedang mencari pengalaman estetis. Jalur benang merah itu tampak terentang. seperti “Bharâtâyudhâ” karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh di Abad ke 12 dengan karya Yasadipura I di Abad ke-18. Terbukti.SEJARAH dunia juga mengajarkan. Dalam tingkatan etis. sehingga tetap bisa melacak dan merekam jejak sejarah kebudayaan bangsanya dengan memberi makna dan ruh baru. Selain animal symbolicus. analisis ruang budaya dulu dan kini. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni dengan semestinya. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia dan sekitarnya. Susastrâ Jawa juga memiliki pertalian antarzaman. Dalam proses itu unsur perasaan dan intuisi lebih menonjol dibandingkan nalar. maka unsur-unsur karya-karya lama dihidupkan kembali dengan berbagai nilai tambah. Lalu. Misalnya film Pearl Harbour hingga Titanic atau rekaman ulang lagu-lagu lama Koes Plus. ide itu menjadi multi interpretable. indera dan intuisi manusia dengan lingkungan. estetis. karya-karya seni dihidupkan kembali dengan karya-karya alusi. sekaligus pertemuan antargenerasi. Yakob Sumardjo (2000) menjelaskan.

simbol. Dia adalah simbol dari sejumlah gagasan. Untuk lebih memahami pengalaman religius itu. berikut ini: Badan njâbâ wujud kitâ iki Badan njêro munggwing jroning kâcâ Ananging dudu pangilon Pangilon jroning kalbu Yèku wujud kitâ pribadi Tinitah jro panyiptâ Ngêrêmkên pandulu Luwih gêdé bêrkahirâ Lamun janmâ wus gambuh ing badan batin Sasat Srirâ Bathârâ .Akhirnya. Karena itu. Artinya. tercipta atas dasar “isyarat” yang saya terima secara religius dalam suatu proses kontemplatif yang sangat pribadi (personalized). batinnya pun semakin terbuka. dalam konsep filosofis disebutkan. struktur. atas responnya terhadap alam sekitar yang diolah dari getar perasaannya. Oleh sebab itu. Dalam perjalanan sejarah umat manusia. manusia semakin sadar bahwa hidup mesti memiliki tujuan. mulai unsur. Bentuk adalah segala hal yang membicarakan faktor intrinsik karya. Segala tindakan kemudian dipertanggung-jawabkan kepada yang Maha Tinggi. Sedangkan persoalan isi mempertanyakan nilai kognitif-informatif. Tetapi sebelum paripurna. Sebetulnya dalam berkarya seorang seniman tidak saja bekerja sebagai abdi alam. tingkatan ketiga dari hipotesa Kierkegaard. ketika dia mencoba mencari jawaban atas apa yang ada di balik gejala yang ditangkap oleh inderanya. saya lebih mementingkan “the song. not the singer”. Anusapati. Yang saya tangkap bukan sosok “Sang Amurwâbumi”-nya. imajinasi. tetapi juga mencari makna dirinya sendiri. barulah proses awal “menjadinya” “Sang Amurwâbumi” yang sesungguhnya. metafora dan lain sebagainya. Dengan menyandang gelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabumi. nilai gagasan. ada baiknya dibaca melalui satu penggal bait yang dicuplik dari Sêrat Déwâ-Ruci. keburu terbunuh oleh anak tirinya. Wujud sebuah karya seni adalah representasi pengalaman-pengalaman estetis seseorang. setelah menyerap ajaran “Delapan Ajaran Kebenaran” dan “Sepuluh Kesempurnaan Laku”. Demikian juga Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi” ini. dan nilai-nilai hidup manusia. dalam melihat sebuah karya seni masalah bentuk dan isi karya adalah masalah yang saling berkait. sebab tatkala manusia melahirkan kreasi pada benda-benda alamiah itu. nilai emosi-intuitif. ide. bahwa kedua ajaran itu melekat pada sosok yang “dipersonifikasikan” oleh “Sang Amurwâbumi”. agar apa dilakukan memiliki arti yang dapat dipertanggung-jawabkan. tokoh kontroversial Ken Arok yang sifat-sifatnya penuh premanisme. Tuhan Yang Maha Esa. telah terbukti bahwa seni sebagai kreasi manusia tidaklah berdiri sendiri.

Namun dapat pula pencarian hakekat seni dilakukan dari aspek penerima seni. sedangkan karsâ-nya dilambangkan Bima. yang berarti pribadi jantan yang bertekad kokoh. yaitu . Ajaran itu termuat dalam teks Sêrat Râmâ Jarwâ Mâcâpat. ora katut pangrâsâ (pangingrâsâ/kêdhêr). akan mendalami serat Sêrat Déwâ-Ruci dengan Bima sebagai tokohnya. dan sosial”. tak tergoyahkan (maliging râsâ). seharusnya mengikuti delapan laku utama yang melekat pada sifat-sifat delapan dewa. Sedangkan Bêdhâyâ “HarjunâWijâyâ” dipergelarkan saat pahargyan Tumbuk Agêng 7 April 2007 pada masa ketidakpastian akan nasib KeIstimewaan DIY. Nitisruti dan Râmâyânâ Kakawin Jâwâ Kunâ. yaitu perlunya kita menggali dan mengkaji konsep kepemimpinan Jawa dari piwulang lama. Untuk pemahaman lebih lanjut. lembut di dalam). dengan sosok gambar-wayangnya adalah Arjuna. toleran. akan mengambil lakon “Arjunâ-Wiwâhâ” sebagai acuan hidup. Ritualnya dengan melakukan “ma-lima” secara total dengan maksimalisasi kepuasan nafsu duniawi sebagai media-antara agar sampai ke haribaan Tuhannya. Kertanegara adalah penganut agama Siwa-Buddha sekte Tantrayana yang taat. saya mencoba membandingkan sosok “Sang Amurwâbumi” dengan “Sri Kêrtanêgârâ” yang secara badan wadhag ada kemiripannya.Dalam psikologi Jawa ciptâ dan râsâ itu menyatu. yang mencerminkan watak patriotisme “Sang Amurwâbumi”: “setia pada janji. selalu berbuat baik. ada dua pendapat tentang keberadan nilai dalam sebuah karya seni. Orang Jawa yang lebih mementingkan ciptâ-râsâ. yang akrab dengan persoalanpersoalan filsafat. tertulis di buku 8 April 1998). bahwa untuk menjadi raja bijaksana. Jika kembali pada ajaran yang diekspresikan dalam konsep filosofis Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi”. Sedangkan monumen simboliknya berupa patung Jâkâ-Dholog. karena berkaitan dengan pawiwahan Jumênêngan pada 7 Maret 1989 (koreksi tanggal. Sikap duduk atau silanya (mudrâ) menunduk ke bumi (bhumi sparsâ mudrâ). nilai seni sebuah karya terletak pada benda dan senimannya. tidak lepas dari situasi kegamangan akan kevakuman kepemimpinan saat bêdhâyâ ini tercipta di tahun 1990-an itu. Untuk menjawab pertanyaan introspektif tadi. mengapa tidak menggunakan saja ajaran “Asthâ Brâtâ” yang sudah mapan dan diterima khalayak Jawa? Ajaran “Asthâ Brâtâ” terkandung dalam pesan Rama kepada Wibisama. Sedangkan kalau yang dominan karsâ-nya. Artinya. Dalam komunikasi seni ada tiga unsur utama yang terkait. setting temporalnya memang berbeda dengan Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi”. kokoh. berwatak tabah. Bêdhâyâ “Hèrjunâ-Wiwâhâ”. Patung itu mensintesekan sikap bhairâwâ-anorâgâ (perkasa di luar. Tetapi. Ada yang bependapat. setiap karya cipta seni itu punya konteks dengan waktu.

Panembahan Senapati dan Sultan Agung. JIKALAU demikian. bahkan berbeda jauh dengan nilai seni yang diterima dan dipahami masyarakat atau publik seni. Pada umumnya isi ajarannya bersumber pada etika dan filsafat Jawa beserta laranganlarangannya dengan mengacu pada ajaran leluhur dinasti Mataram. Sejak dulu para pujangga sudah berusaha menggali naskah-naskah lama yang berisi ajaran etika. bahkan jika perlu. pujangga wanita masa Sri Paku Buwono IX (1861-1893). dengan menegakkannya. apresiasi maupun kritik. mengganti batu-batu rapuh dengan batu yang lebih kompak. atau jika miring. catatan ini harap dianggap bahan dasar yang perlu dikaji dan diuji secara cermat oleh mereka yang peduli. persoalan komunikasi seni ini tidak lagi mudah terjalin.seniman. sebab adakalanya nilai seni yang diterima dan dipahami senimannya tidaklah selalu sama. perlu penataan oleh para ahli dengan menumpuk dan merekatkannya. agar berada dalam kesamaan platform dan persepsi dengan ”publik seni”. Ibaratnya sebuah eksperimentasi ramuan obat. Bersatunya unsur-unsur komunikasi seni ini dalam satu peristiwa seni akan melahirkan apa yang dinamakan pengalaman seni. Seni tanpa kritik dikhawatirkan akan mandeg dan tumpul kreativitas. komunikasi seni akan berjalan sehat. Telah diterbitkan berbagai karya sastra yang mengajarkan etika. Jika terdapat lubang. dengan menguatkannya. seperti: Sêrat Wulang Rèh. saya mencoba mendekatkan karya cipta bêdháyá sebagai “benda seni” yang sarat simbol-simbol yang multi interpretasi. dengan menggubah dan merevitalisasi isi dan bahasanya disesuaikan dengan zamannya. menerima keduanya dengan lapang dada. Layaknya mengumpulkan batu yang terserak untuk merekonstruksi bangunan candi. Namun dalam masyarakat yang terbuka terhadap informasi nilai. Sêrat Wêdhâtâmâ karya Sri Mangkunegara IV (1853-1881) dan Sêrat Wulang Putrâ karya Nyi Adisara. jika dihidupi oleh dua hal. bagaimana kita menangkap ajaran “Sang Amurwâbumi” sebagai salah satu sumber acuan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa? Untuk menjawab pertanyaan itu. . Demikian juga. Dan saya. ijinkanlah saya mengutarakan terlebih dulu sebagian sêrat-sêrat piwulang dan pitutur luhur yang kita miliki. dengan premis dasar: dunia ideal adalah dunia harmoni lahir dan batin. Jika yang ideal ini terjadi. dengan merapatkannya. jika konstruksinya goyah. Tetapi. Dengan pemahaman seperti itu. benda seni dan publik seni. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. yang belum tentu bisa menjawab secara tuntas. Produk-produk seni akan selalu hidup. Sêrat Wulang Sunu dan Sêrat Wulang Putri karya Sri Paku Buwono IV (1768-1820).

Secara lebih konkrit. serta Sang Maha Pencipta. bahkan kebohongan publik. dipikir mendalam sebelum mengambil keputusan. atau satyâ-wacânâ. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan untuk dijalankan. Hal ini dianggap penting. bersabar. “Sawiji“ adalah konsentrasi atau penjiwaan total tanpa menjadi tak sadarkan diri atau in-trance. seperti Wulang Rèh mengajarkan. Dalam Sêrat Wulang Putri. “rêringâ”. pada intinya adalah adanya satunya kata dengan tindakan. dipertimbangkan masak-masak sebelum melangkah. tenggang rasa. kesemuanya itu harus didudukkan pada kebenaran yang sejati. kelestarian turun (suksesi. Sehingga jika ajaran “Sang Amurwâbumi”. Padahal sekarang ini kebohongan publik sudah jamak tanpa pelakunya merasa malu. karena saat ini sering terjadinya ketidakjujuran. Ini sejalan dengan prasâpâ Sultan Agung Hanyakrakusuma dalam Sastrâ Gendhing. grêgêt. “grêgêt“ –semangat atau . tetapi lebih secara kultural-spiritual. “prayogâ”. misalnya. Ajaran “Hastâ Karmâ Pratâmâ“ atau “Delapan Ajaran Kebenaran”. Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi” sebagai wujud Jogèd Mataram berakar pada konsep dasar. Sedangkan ajaran “Dâsâ Paramitâ“. “sawiji. agar meresap ke dalam batin. sebagai sasaran antara menuju pendidikan mengasah pikiran. intinya adalah tékad-nyawiji. sêngguh. teratur dan berhemat. Selain itu. “anut ombaking jaladri“ mengikuti tata-cara yang umum. meski dengan berdalih di balik bukti hukum. kikir. bukan semata soal bibit yang baik (prestise). Hal ini menegaskan bahwa setiap tindakan orang Jawa memiliki konsekuensi agamis sebagai agêming aji. Berbohong. agar tingkah-lakunya menjadi “dêdugâ”. orâ-mingkuh“. dilihat baik-buruknya. melainkan diperlukan syarat rumasuk-nya wahyu sebagai bukti lulusnya laku. atau setidaknya bisa kita rasakan aromanya. “watârâ“. tetap harus dikaitkan dengan ajaran-ajaran lama tersebut. dan sewenang-wenang haruslah dijauhi. keutamaan laku ditambahkan agar “satiti“. regenerasi) yang bisa menjaga nama baik leluhur. Dan bisa dianggap melengkapi ajaran kepemimpinan “Asthâ Brâtâ” tadi. dan bersosialisasi.Seseorang harus memelihara watak “rèh“. mengolah rasa dalam bertatakrama. yaitu “Hastâ Karmâ Pratâmâ“ dan “Dâsâ Paramitâ“ akan diterapkan sebagai acuan pendidikan karakter bangsa. pendidikan etika seorang putri diajarkan dengan cara nêmbang. Sesungguhnya. berkeyakinan benar akan keputusan itu. Artinya. adalah karakter yang harus melekat pada diri seorang pemimpin. Mengurangi makan-tidur adalah latihan utama untuk memperoleh kewaspadaan batin. yang sangat kasatmâtâ. atau “Sepuluh Kesempurnaan Laku”. garis kepemimpinan tidak cukup hanya oleh kelangsungan “darah” saja. melainkan harus diikuti dengan prestasi. yang akhirnya harus dibaktikan bagi kesejahteraan Rakyat. dan “têpâ sarirâ”. Dalam Sêrat Wulang Putrâ. untuk saling melengkapinya. Bahwa faktor keturunan bukan hanya dipahami secara biologis atas dasar pewarisan. Nusa-Bangsa dan Dunia. berhati-hati. dikaji secara teliti. dan “ririh“.

bukan netral. Peterson dan Seligman. wêwalêr. Keempat unsur itu bersifat paradoksal. Seorang penari yang mampu menguasai empat baku senitari itu dengan sempurna. jugar-gênturing tâpâ. wulang-wuruk. DIPERLUKANNYA pendidikan karakter. agal-alusing râsâ. budi-pêkêrti. dapat dikatakan secara kultural-spiritual telah mencapai tingkatan “manunggaling kawulâ-Gusti“ oleh menyatunya penguasaan lahir-batin. Kecemasan itu dengan sangat tepatnya digambarkan oleh A. Jadi. misalnya. suka menolong. budayawan. pujangga Kraton diberi tugas khusus untuk menyusun tatatertib sosial yang mengikat semua warga. Karakter berkaitan dengan kekuatan moral. karena adanya kecemasan akan hilangnya karakter bangsa yang adiluhung. Bagi masyarakat Jawa. etika kerap disebut pêpali. Kélangan nyáwá iku têgêsé mung kélangan sêparo. Para pemimpin Jawa sejak dulu memahami benar tentang arti penting pendidikan karakter ini. dalam Character Strength and Virtue menyatakan. ramah. Butir-butir pendidikan karakter yang merupakan kearifan lokal itu hendaknya dikaji dan digali dengan pendekatan ilmiah. dalam lukisan karyanya. Oleh karena itu. wursitâ. mahasiswa serta khalayak luas. Kélangan kapêrcayan iku têgêsê kélangan sakabèhê . sehingga layak dijadikan referensi bagi para ilmuwan. dengan sisipan sesanti: “You lose wealth. unggah-ungguh. ‘orang berkarakter’ adalah orang punya kualitas moral tertentu yang positif. The Nightmare of Losing. tidak mencirikan karakter khas Jogèd Mataram. wêjangan. wêwarah. tâtâ-susilâ. Dari keempat konsep baku Jogèd Mataram ini pun dapat kita serap ajaran-ajaran yang bisa diterapkan dalam pendidikan karakter bangsa. pitungkas. wêdharan. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. subâ-sitâ. Pirous. Orang Jawa dinilai berhasil hidupnya kalau dapat betindak êmpan-papan. You lose character. dugâ-prayogâ. pranatan. seorang penari bisa terkesan tinggi hati. you lose nothing. Tinggi-rendahnya peradaban dapat dilihat dari etika yang dijalankan oleh masyarakatbangsa. you lose something. berkonotasi positif.D. you lose everything”. cendekiawan. You lose health. karena jika salah dalam mengekspresikan “sêngguh“. tâtâ-krâmâ. kekuatan karakter . dengan menempatkan diri dalam unggah-ungguhing bâsâ. jujur dan nilai-nilai keutamaan lainnya. “orâ-mingkuh“ –pantang mundur dengan tetap menjaga disiplin diri. pitutur. tanpa menjadi sombong. “sêngguh“ –penuh percaya diri namun low profile. seniman terkemuka dan Guru Besar Emeritus ITB. Tampaknya ini ada kesesuaiannya dengan pepatah Jawa: “Kélangan sakèhé rájá-bráná atêgês orá kélangan ápá-ápá. wulangan. pituduh.dinamika batin tanpa menjadi kasar. konsep baku Jogèd Mataram itu ada koherensinya dengan inner realism-nya Konstantin Stanilavsky yang mendasari penghayatan total seni peran. Ternyata. dosen.

Dengan demikian. dalam arti. Kemampuan adaptasi eksternal mencakup kemampaun mengantisipasi secara cerdas perubahan lingkungan. mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan kelompok. kemampuan menemukan platform bersama di tengah perbedaan. Dalam perspektif integrasi internal ini. Dengan adanya kohesivitas. bukan karena paksaan dari luar. dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang bersih serta efisien. Kemampuan integrasi internal mencakup kemampuan membangun dan menjaga kohesivitas. bahwa perilaku yang berkembang menjadi kebiasaan baik ini terjadi karena adanya dorongan dari dalam. disebut faktor bawaan (nature). Selain itu. pembangunan karakter bangsa adalah usaha sistematik untuk mengembangkan potensi kebajikan yang membuat kohesivitas bangsa terbangun dan terjaga. mengatasi perselisihan secara damai. Sebuah bangsa bisa bertahan hidup dan berkembang jika bangsa tersebut memiliki kemampuan integrasi internal dan adaptasi eksternal yang diperbarui terus-menerus. bukan sumber masalah. rasa saling menghormati di antara kelompok berbeda. Kebiasaan ini tumbuh dan berkembang dengan didasari oleh kesadaran. seperti kuatnya rasa persatuan. Proses pembangunan karakter dipengaruhi oleh faktor khas. yang kohesif dalam kebhinnekaan. yang terbentuk dan terakumulasi melalui pendidikan. rasa saling percaya antarkelompok. dan faktor lingkungan (nurture). Kohesivitas ini dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini. Sebaliknya. Untuk membangun karakter bangsa kita harus bergegas membangun basis kesejahteraan yang kuat. mendorong dan memudahkan seseorang mengembangkan kebiasaan baik.dipandang sebagai unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). kepekaan dan sikap orang yang bersangkutan. Pendidikan untuk pembangunan karakter pada dasarnya mencakup pengembangan substansi. berkarakter kuat. bekerjasama secara kreatif. Salah satu kriteria utama dari ‘character strength’ adalah karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. perguruan tinggi punya posisi strategik. dalam pembangunan karakter. Jadi. suatu bangsa menjadikan kebhinnekaan sebagai sumber kekuatan dan kreativitas. di mana peran pendidikan sangat sentral. karakter bersifat inside-out. karena karakter adalah kualitas pribadi seseorang yang terbentuk melalui proses belajar. keyakinan. fokus perhatian kita pada pembentukan lingkungan. hilangnya kohesivitas menyebabkan kehancuran. proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah. yaitu masyarakat yang cerdas. Faktor bawaan berada di luar jangkauan masyarakat untuk mempengaruhinya. Kemampuan . dapat melipatgandakan kekuatan karena terbentuknya sinergi di antara kekuatan-kekuatan yang berbeda. sehingga bangsa itu berada posisi yang relatif kuat dan mampu berkontribusi dalam membangun masa depan untuk kesejahteraan.

baik yang klasik dari sêrat atau babad. analitis. Sehingga ada pertautan tradisi bersastra dengan seni pertunjukan. Sementara teknologi memiliki karakteristik logis. bahwa ISI Yogyakarta mampu menerjemahkannya ke dalam program akademik maupun tindakan nyata di tengah masyarakat dalam rangka sumbangsihnya bagi pendidikan karakter bangsa. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. Indonesia sekarang menjurus ke keadaan seperti itu. warna. cantrik dan alumni ISI Yogyakarta yang menekuni disiplin ilmu seni pertunjukan ada yang berminat melestarikan tradisi susastrâ Jâwâ. pembangunan karakter bangsa adalah usaha sistematik untuk mengembangkan potensi kebajikan untuk menjadikan Indonesia negara yang berdaya saing dan mampu berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan dunia. gambar. Diharapkan juga. meningkatkan daya saing ekonomi. tetapi lebih dari itu. ”digerakkan” menjadi acuan pendidikan karakter bangsa. tetapi juga menata tindak. SEBELUM memasuki bagian akhir dari pidato ini. kecuali jika kita tidak hanya berhenti dalam merekam jejak para leluhur. mencoba mengubah karya sastra menjadi koreografi seni pertunjukan yang eksploratif sebagai bentuk counter culture?”. ISI Yogyakarta sebagai Institut yang memiliki ‘penjaga budaya’ Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan dan seni. runtut. juga untuk “diinternalisasikan” dan “diaktualisasikan”. apa yang saya sampaikan ini tidak sekadar “menginspirasi” saja. dengan dikemas melalui multi media mutakhir. jika bisa berlangsung kolaborasi para êmpu dan cantrik-nya bersama para alumni ISI untuk menggarap kandungan isi sêratsêrat piwulang itu tidak terbatas hanya sebagai têmbang mâcâpat yang audience-nya terbatas. Dunia seni lebih cenderung pada kreativitas. seperti: kemampuan untuk maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. sistematis. menegakkan standar etika yang bersifat universal. Momentum hari ini tidak akan bermakna bagi pengembangan seni pertunjukan. untuk kemudian. bagaimana kita dapat menerjemahkan tradisi bersastra itu ke dalam karya seni pertunjukan.adaptasi ekstenal muncul. untuk kemudian dikembangkan dalam koregrafi seni pertunjukan seperti diteladankan oleh para pengembang seni pendahulu kita. Dilihat dari perspektif adaptasi eksternal. mimpi. untuk kemudian. Kemampuan adaptasi eksternal yang rendah akan menyebabkan suatu bangsa makin lama makin tertinggal dari bangsa lain. dan sebagainya. musik. dengan memberi “ruh” dan tafsir baru atas naskah-naskah lama. ijinkanlah saya mengajukan sekadar pesan dan harapan dalam bentuk nanting sarirâ. ”Apakah para êmpu. Yang perlu dipikirkan adalah. tetapi menjadi berbagai ekspresi seni pertunjukan. . maupun yang modern-kontemporer dari karya tulis sastra modern yang bersumber dari cerita wayang. Dengan peran strategiknya itu. Konsekuensi lanjutannya menjadi sangat indah. saya yakin dan percaya.

Ungkapan yang sama juga saya sampaikan kepada Promotor. yang telah memberikan persetujuan Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa Bidang Seni Pertunjukan kepada saya. masing-masing Kepada Yang Terhormat Rektor serta Ketua. dan Co-Promotor. Ada beberapa hal konkrit yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi pencurian kebudayaan daerah Indonesia umumnya oleh negara tetangga. sebuah karya seni tidak melulu harus terpisah dari teknologi. Hermien Kusmayati. saya mohon doa restu. khususnya di bidang Seni Pertunjukan. Untuk itu.M. Y. A. Kebudayaan adalah simbol dari suatu daerah. kita pun tak dapat berbuat banyak. Dr. ijinkanlah saya mengungkapkan rasa terima kasih yang dalam dan penghargaan yang tinggi. Bukan hal baru lagi bahwa telah sangat banyak budaya-budaya yang kita miliki perlahan-lahan diakui secara sepihak oleh negara tetangga. serta unsurunsur Institut lainnya. Dan karena itulah. sehingga gelar yang tersandang ini mampu saya gunakan bagi sebesarbesar kesejahteraan rakyat. Dan kita sebagai masyarakat melayu yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun. Bagaimana cara melestarikan budaya daerah kita? Banyak hal yang dapat kita lakukan. Keduanya bahkan bisa saling melengkapi dan membentuk sebuah harmoni yang indah. Lagi-lagi kita tak dapat berkutik.Meskipun begitu. Lalu. Dengan budaya kita bisa memberikan sebuah identitas tentang daerah kita. contohnya dengan tetap menggunakan bahasa daerah kepada teman-teman. cara lainnya adalah dengan mengetahui seluk beluk tentang kebudayaan daerah yang kita miliki. Saya juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesaksian dan kesabaran Bapak/Ibu Tamu Undangan yang terhormat dalam mengikuti pidato ini. ternyata hanya bisa mengelus dada. semoga Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan melimpahkan berkah serta rahmat-Nya. Ibu Prof. diantaranya: . Bahkan ketika pulau akan direbut ke negara tetangga. Mengakhiri pidato ini. agar selalu diberi keteguhan sikap batin. Terlebih oleh generasi muda seperti kita ini. Kehadiran Bapak/Ibu itu juga berarti doa yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sekeluarga. moralitas dan kearifan dalam mengamalkan ilmu di tengahtengah masyarakat-bangsa dan masyarakat antarbangsa. Bapak Prof Dr. Sekretaris dan Anggota Senat Institut Seni Indonesia Yogyakarta. kebudayaan harus tetap kita jaga dan lestarikan. Sumandiyo Hadi. sehingga memungkinkan saya berdiri di depan Rapat Senat Terbuka Yang Terhormat ini. Wasana kata.

Kebijakan pemerintah Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah di tanah air. Walaupun Indonesia memiliki berbagai macam . Oleh karena itu harus dikembangkan pula.salah satunya dengan mengembangkan seni budaya tersebut disertai dengan keadaaan yang kita alami sekarang ini. Bukan berasal dari negara tetangga. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan daerah yang kita miliki. Yang bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai budayanya. Misalnya taritarian. lagu daerah. Mengenali dan bangga akan budaya daerah Penyakit masyarakat kita terkadang tidak bangga dengan produk dan budaya sendiri. saya berharap.dan sebagainya. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah. Mempertahankan nilai budaya. Anak-anak kita bahkan terkadang tidak lagi mengenal aneka ragam budayanya. Karena budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu Indonesia.baju daerah.1. bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. dan sebagainya. Sebagai warga negara Indonesia. Melestarikan suatu kebudayaan pun dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui tentang budaya itu sendiri. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. Contohnya seperti tarian. Pelestarian adalah suatu proses atau tehnik yang didasarkan pada kebutuhan individu itu sendiri. Budaya daerah banyak yang hilang dikikis zaman oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Anak-anak kecil zaman sekarang saat ditanya soal mainan. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda. Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan.makanan khas. Sebagai contoh. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Kita lebih bangga dengan budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam dari kita. 2. Dengan beberapa tips yang saya berikan tersebut di atas. tentu mereka lebih memilih dunia playstation ketimbang mainan tradisional.kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah di setiap even-even akbar nasional. kita semua saling berpegangan tangan untuk tetap menjaga budaya daerah yang kita miliki.

(2). Kemudian mendalami kebudayaan itu. masyarakat sendiri. Sedangkan Faktor Internal adalah Masyarakat tidak mengajarkan pada generasi mereka. sebagai contoh Generasi muda mungkin tidak mengetahui lagu-lagu dan tarian . Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi : (1). pemanfaatan. baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. Membiasakan hal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya seperti memakai batik atau bahkan belajar membuat batik. dan martabat bangsa. sehingga generasi muda tidak peduli dengan eksistensi budayanya sendiri. 2. (3). Faktor Eksternal yang mempengaruhi lunturnya kebudayaan indonesia adalah generasi muda lebih bangga terhadap budaya asing yang lebih mengarah pada kebebasan. bimbingan dan penyuluhan. pengembangan. karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. merawat.Setelah itu kita wajib memperkenalkan kepada orang lain atau yang belum tahu tentang kebudayaan tersebut syukur-syukur sampai ke negara lain. maka akan muncul suatu keterjaminan. bagi pemerintah pusat. melaksanakan kegiatan pengemasan produk. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik. oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya. melaksanakan penelitian. Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Upaya melestarikan budaya antara lain : 1. Lembaga Swadaya Masyarakat. Hal ini terkait dengan citra. Disamping itu. Pelestarian adalah Upaya untuk menjaga keaslian budaya agar tidak terkikis oleh budaya asing. harkat. kelestarian dan Kekokohan akan budaya bangsa kita.karena pelestarian bisa terjadi karena kita telah terbiasa dengan kebudayaan tersebut. kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. pendokumentasian. pendalaman teori kebudayaan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian. (4). kajian laporan. Kebudayaan Lokal Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan indonesia. 3. perlindungan. dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan. kegiatan festival dan penyebaran informasi.suku dan adat tetapi tetap saja itu semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa kita pahami. memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam. melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan foto dan audio visual. Paling tidak kita mengetahui tentang budaya jaman dahulu didaerah kita sendiri.

adidas. 2. Mencintai keudayaan 4.dari daerah mereka sendiri tetapi mereka bisa dengan mudahnya menarikan dance modern atau balet dan menyanyikan lagu-lagu anak sekarang (pop.contoh : memakai batik.karena produk dalam negeri selain lebih murah juga tidak kalah kualitasnya dengan produkproduk luar negeri. Ada pepatah yang mengatakan. eksistensi suatu budaya nasional sangatlah dipengaruhi oleh eksistensi budaya lokal.itu sangat membantu upaya pelestarian hasil-hasil kebudayaan asli indonesia selain itu juga bisa membantu kestabilan ekonomi di indonesia.rock). dan sebagian barang tersebut telah di gunakan oleh sebagian besar masyarakat di indonesia. Mengenalkan dan mempelajari budaya dari kecil atau dini. Artinya jika budaya-budaya lokal di suatu negara memiliki kekuatan dan .Memupuk semangat generasi muda agar bangga dengan adat budaya nusantara.contoh nya adalah produk-produk baju. Oleh karena itu. Menanamkan rasa bangga terhadap budaya kita sendiri. Hubungan eksistansi budaya dengan eksistansi lokal adalah berbanding lurus.chanel. 4. UPAYA PELESTARIAN DAN MENJAGA KEBUDAYAAN ASLI INDONESIA harusnya masyarakat semua sadar akan produk-produk buatan dalam negeri. pada saat ini.dengan harga yang lebih murah juga contoh nya sepatu dan tas bisa di beli di tajur (bogor) walaupun tidak sama tp barang-barang nya juga tidak kalah dengan produk-produk buatan luar negeri.banyak sekali pengaruh budaya barat yang masuk di negara kita Indonesia.hal itu sangat membuat kebudayaan asli indonesia perlahan akan hilang karena semua orang lebih senang menggunakan prodik-produk impor daripada produkproduk buatan dalam negeri. 3.Belajar mendalami budaya kita dan memperkenalkanya pada saat hari-hari penting atau upacara kedaerahan.Selalu mengasah ketrampilan agar nantinya bisa dipentaskan dalam acara kenegaraan sehingga budaya kita dikenal dimata Nasional dan Internasional. 3. Upaya untuk melestarikan dan mengeksistensikan budaya antara lain: 1. kepribadian dan kehormatannya.Membuat suatu wadah atau lembaga untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas generasi muda dalam hal kebudayaan. 5. Upaya melestarikan budaya antara lain : 1.Dengan kita mempelajari kebudayaan dari daerah kita sendiri. Untuk itu diperlukan upaya yang konkrit untuk mengurangi dampak dari globalisasi terhadap nilai-nilai budaya nasional yang kita miliki dan melestarikan budaya Indonesia.converse dll itu adalah sebagisn kecil produk impor yang bebas keluar masuk di indonesia.marc jacob dll sepatu=nike. 2.aksesoris dan alat-alat elektronik.contoh nya seperti merk-merk asli tas= luis vilton.Selain belajar budaya daerah sendiri kita juga bisa mempelajari budaya dari daerah lain. Menerapkan dalam kehidupan nyata. 6. jika suatu bangsa kehilangan budayanya maka sama saja kehilangan identitas.

Budaya daerah banyak yang hilang karena kita tidak mau melestarikan budaya kita. Menurut opini saya Kebudayaan itu adalah sebuah warisan yang harus dilestarikan keberadaannya karena budaya merupaka IDENTITAS suatu bangsa dimana bangsa tersebut bisa dikenali oleh bangsa lain. Indonesia adalah Negara dengan banyak pulau dan budaya. Kita sering kali merasa menghargai suatu budaya setelah kita kehilangan. Tempat tinggal yang unik dari berbagai pulau sudah barang seharusnya dikenalkan pada dunia juga. Jangan sampai kita terus terjajah dengan makanan luar negeri yang sebenarnya tidak cocok untuk perut orang Indonesia yang mempunyai iklim tropis ini.eksistensi yang tinggi maka kekuatan budaya nasional di negara tersebut juga akan tinggi. ada baiknya kita sebagai generasi muda harus kreatif dalam mempertahankannya. salah satunya adalah batik yang setiap daerahnya mempunyai motif sendiri. 4. budaya dan pariwisata lokal. Kita harus mengenal budaya-budaya yang ada di Indonesia mulai dari kecil atau bangku sekolah seperti menari. pangan. Musik daerah yang indah. Untuk melestarikan budaya ini. dan papan. Langkah pertama untuk menyelamatkan budaya bangsa Indonesia yang diakui atau tidak telah terwesternisasi dapat dimulai dari hal-hal kecil yang apabila dikaji dan dijalankan terusmenerus dan konstan akan berdampak besar. Karya seni yang begitu berlimpah. Mulai dari kebutuhan primer. Upaya melestarikan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Langkah paling mudah adalah mengenakannya dan kalau bisa terus memperkenalkannya kepada dunia. Kita harus bangga terhadap produk dalam negeri. Indonesia adalah Negara Agraris dan beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati yang berlimpah. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan. menyanyi dan lain-lain. Kemudian ditinjau dari sisi pagan. Berbagai jenis makanan dari sabang sampai merauke yang rasanyapun tidak bisa diragukan lagi sudah seharusnya mulai kita perkenalkan pada dunia. 2. Mengenali dan bangga akan budaya Indonesia. Pelestarian budaya itu sebenarnya bukanlah hal yang sulit jika di dalam jiwa tiap individunya tersemat semangat untuk menjaga apa yang sudah kita punya. Menyisipkan nilai-nilai budaya dalam kurikulum pendidikan. Indonesia sebagai Negara yang berbudaya dengan kreatifitas seni yang tinggi telah mampu meninggalkan warisan seni dalam bentuk sandang dengan motif dan corak yang beraneka ragam. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih duta wisata masing-masing daerah yang bertujuan untuk penciptaan generasi muda yang berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan seni. Kemudian papan. Contohnya lagu "Rasa Sayange" yang telah direbut oleh Malaysia. begitu pula sebaliknya. bahasa yang beraneka ragam tanpa mengurangi rasa persatuan karena adanya bahasa Indonesia. Dan masih banyak lagi .sendiri. yaitu sandang. Ibu pertiwi yang mampu menelurkan berbagai jenis bahan makanan yang tidak dimiliki Negara Lain juga merupakan asset yang tak ternilai harganya. 3. Mematenkan hak cipta budaya Indonesia. alat music dengan kekhasan di tiap daerah masing – masing.

Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. Contohnya : Jika kebudayaan tersebut berbentuk Tarian. maka Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah disetiap event-event akbar nasional. Oleh sebab itu.budaya yang lain adalah asset warisan leluhur yang harus dilestarikan dan dikembangkan oleh kita GENERASI MUDA. Sungguh sebenarnya Indonesia adalah Negara unik yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi dan beraneka ragam. Peletarian Budaya dapat dilakukan dengan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara mengenal budaya itu sendiri. 2. maka seharusnya kita bisa belajar dan berlatih dalam menguasai Tarian tersebut. . Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada Generasi Muda. Dan begitu pula dengan Budayabudaya kita yang lainnya. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri. 2. Bangsa yg tak punya identitas adalah bangsa yg tak punya jati diri. Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. 1. Pertanyaannya adakah bangsa yg tak punya jati diri? Bagaimana ciri-cirinya suatu bangsa tg tak punya jati diri? Bangsa yg tak punya jati diri atau identitas ciri-cirinya adalah: 1. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan dalam suatu daerah. Selain dilestarikan dalam dua bentuk diatas. Bahasa yg dipakai tidak bahasa ibu yg pernah berkembang di sana. Kebiasaan setempat ditinggalkan. bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang dilakukan oleh negara-negara lain. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pelestarian Budaya dapat dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. kita sebagai Generasi Muda Indonesia wajib untuk menjaga dan melestraikan kebudayaan kita ini. Peran Pemerintah juga cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Bukan berasal dari negara tetangga. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Budaya yg berkembang juga tdk budaya setempat. 3. Tunjukanlah bahwa kita ini merupakan Generasi Muda yang peduli dan cinta akan kebudayaan sendiri. dan sebagainya. lagu daerah. Misalnya : Tari-tarian. Dengan begitu Budaya kita akan tetap terjaga kelestariannya. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful