Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta

mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya. 1. Strengh (Kekuatan) a. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional. b .Kekhasan budaya Indonesia Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. . Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya warga asing yang mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik. c. Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh. 2. Weakness (Kelemahan) a. Kurangnya kesadaran masyarakat Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut. b .Kurangnya pembelajaran budaya Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman. c.Minimnya komunikasi budaya Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman

pola piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami atas nama panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu serta hadirin sekalian yang telah berkenan hadir pada acara ini. peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman. d. Dalam hal ini. Masuknya Budaya Asing Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Riau. c. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan iakn di wilayah adatnya. b. Misalnya. mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia.tentang budaya yang dianut. namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya c. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. 4. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh. kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Kami sangat bangga atas antusias para hadirin semuanya dalam usahausaha pelestarian seni dan budayanya sendiri. Sementara itu pelestarian budaya bukan suatu usaha bersifat elastis untuk membangkitkan feodalisme. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan budaya yang mungkin terjadi. Opportunity (Peluang) a. Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal. Kuatnya budaya bangsa. tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi asset bangsa agar seluruh pelapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa yang lebih berbudaya. Perubahan lingkungan alam dan fisik Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara untuk mempertahankan budaya lokalnya.Kemajuan pariwisata Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. b. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. Threatment (Tantangan) a. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik.Multikuturalisme Dalam artikelnya. Dr Junaidi SS MHum. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik. juga dapat memperkokoh persatuan. sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya dikawasan Maluku dan Irian Jaya. memperkokoh rasa persatuan Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa. Kemajuan Teknologi Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat. . 3.

Tentunya tidak. ditelan waktu. tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi asset bangsa agar seluruh pelapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa yang lebih berbudaya. memang belum built-in menyatu dalam strategi politik kebangsaan. kami mohon maaf . seni maupun kesusastraan yang memberikan pencerahan Eropa dari kegelapan intelektual. budaya Yunani dan Romawi kuna. filsafat. Menurut adat Jawa. Kami sangat bangga atas antusias para hadirin semuanya dalam usaha-usaha pelestarian seni dan budayanya sendiri. banyak kendala yang dihadapi. yakni kebutuhan setelah faktor primer dan sekunder terpenuhi. sekaligus dapat jadi bekal dalam mengembangkan penciptaan kreasi dan karsa di masa-masa mendatang. Inspirasinya justru datang dari kalangan seniman. yang melandasi seluruh strategi politik-kebudayaannya. jika ada kata-kata yang salah dalam penyampainya tadi . kesenian bahkan sering disebut klangenan. Berbagai usaha pelestarian budaya memang tidak berjalan mulus. Kegiatan seperti ini bermaksud sebagai motivasi dan mendorong masyarakat agar dengan kesadaranya mau merawat dan melestarikan nenek moyang kita.Bapak. Kalau kita petik pelajaran dari Renaissance Eropa. Kesenian. Semoga kita semua menjadi paham dan mengerti. tentu kita tidak berpangku tangan saja. membiarkan seni dan budaya kita sendiri hilang. dapat disimpulkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diletakkan sebagai bagian dari kemajuan kebudayaan. ibu serta hadirin yang saya hormati Izinkan kami atas nama panitia mengucapkan puji syukur kepada tuhan yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam acara gelar seni dan budaya pada hari ini. pertumbuhan berbangsa masyarakat Eropa-Amerika sesungguhnya berbasis pada kemampuan mengembangkan aspek kesenian dalam arti luas. Akhirnya terima kasih atas kehadiran dan perhatianya . Dalam situasi zaman sekarang. Kiranya demikian yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Masa itu ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang sains. Padahal sejarah menunjukkan.Akhirnya selamat mengikuti acara ini. Para hadirin sekalian yang saya hormati. Sementara itu pelestarian budaya bukan suatu usaha bersifat elastis untuk membangkitkan feodalisme. Misalnya oleh Leonardo . Pelestarian budaya dan seni kali ini diharapkan mampu merangsang animo kita semua untuk selalu melihat seni dan budaya kita sendiri. sehingga giliranya nanti mampu menambah kazanah dan daya kreasi terhadap seni dan budaya kita sendiri. Renaissance adalah kelahiran kembali masa keemasan budaya klasik. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami atas nama panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dan ibu serta hadirin sekalian yang telah berkenan hadir pada acara ini.

Hal yang berbeda. Yang dikhawatirkan lahir dari situasi semacam ini adalah elite politik yang bermain politik tanpa memahami kemanusiaan. mereka bertumbuh dalam dunia tonil dan bacaan kebudayaan yang pluralis. Demikian juga pendidikan seni pertunjukan tidaklah semata untuk menjadi penari. jika seorang individu mengalami pendidikan kesenirupaan. Pendidikan sastra. Padahal. berbagai tontonan yang populer tanpa menumbuhkan peradaban. bekerja. klasik. Apalagi Soekarno. seperti yang seringkali terjadi sekarang ini. maka proses berbangsa akan kehilangan humanismenya. mencipta seni tari dengan mengambil ragam seni etnik yang lain. kesenian yang penuh kekerasan dan vulgar. Sejarah berbangsa mencatat. fisik atau pun simbolik. tumbuh dalam disiplin arsitektur dan mencintai berbagai bentuk kesenian. pemain teater atau film. kekerasan dan kekerdilan tanpa disertai sense of urgency dari para elite kita. Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang tumbuh di lingkungan sarat budaya tradisional. inilah pekerjaan rumah kita yang tidak ringan! Termasuk bagi kalangan seniman.da Vinci dengan lukisannya “Monalisa“. baik populer. kebudayaan yang merupakan keutamaan bangsa sebagai cara berpikir. penekanan pada aspek ekonomi dan politik semata telah membuktikan hanya menghasilkan kelimpahruahan sementara yang penuh gejolak. yang dikenal mencintai demokrasi. dan pertumbuhan berbangsa yang meningkatkan konsumerisme tanpa produktivitas dan daya saing. baik seniman-intelektual yang tumbuh di kampus-kampus. maupun kontemporer. namun memiliki sifat inklusif. tumbuh pada sosok para negarawan kita masa silam. kehilangan ruang publik dan pelayanan publik serta produk-produk publik yang menumbuhkan kebangsaan. Pada akhirnya. selama kesenian belum menjadi bagian dari proses bertumbuh individu kaum elite dan kebijakan politik. tidaklah semata untuk menjadi sastrawan. tidak selalu untuk menjadi perupa. tetapi agar setiap individu menyadari berbagai aspek dalam ruang kehidupan. dalam proses perkawinannya memberikan sebuah buku yang ditulisnya sendiri sebagai hadiah pernikahan. dan Michel Angelo dengan karya patungnya “Pieta“. Sementara Hatta. maupun seniman-praktisi yang berkarya di tengah-tengah masyarakat. yang dikenal mencintai rakyatnya. Agaknya. tetapi mengajak individu bangsa mengalami dunia sensitivitas terhadap kemanusiaan. Kemerosotan berbangsa boleh jadi oleh sebab elite politik kita tidak tumbuh dalam tradisi berkesenian. Dengan kata lain. tetapi melatih daya kritis mata terhadap dunia visualnya. Misalnya Syahrir dan Tan Malaka. serta ruang publik yang sarat premanisme. perdagangan yang monopolistik. dan bereaksi hanyalah dipenuhi kekerasan dan amuk. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. Yang tersisa tinggal kaum elite yang mencari jabatan. .

Manusia tidak pernah mengenal dunia secara langsung. Dengan kehidupan estetis manusia mampu menangkap dunia dan sekitarnya. seorang penghayat sebenarnya sedang mencari pengalaman estetis. Kemudian dia menuangkan kembali rasa kekagumannya ke dalam karya seni. karya-karya seni dihidupkan kembali dengan karya-karya alusi. seberapa besar apresiasi bangsa ini terhadap keseniannya sendiri? Apresiasi berarti kegiatan mengartikan dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk karya seni. sekaligus pertemuan antargenerasi. etis dan religius. di manakah letak koordinat kesenian kita? Artinya. Dalam proses itu unsur perasaan dan intuisi lebih menonjol dibandingkan nalar. bahwa pengelolaan kebudayaan populer tidak bisa dilepaskan dari aspek kebudayaan klasik. Lalu. dan simbol ini bermakna pembebasan dan perluasan pandangan. seorang filsuf eksistensialis. manusia juga homo creator. berperasaan dan bersikap dengan ungkapan simbolis. manusia adalah mahluk berkreasi. Dalam apresiasi. pengalaman seni adalah keterlibatan aktif dengan kesadaran yang melibatkan kecendekiaan. hidup manusia mengalami tiga tingkatan. estetis. manusia mencoba meningkatkan kehidupan estetisnya dalam bentuk tindakan manusiawi. sehingga mampu menikmati dan menilai karya seni dengan semestinya.SEJARAH dunia juga mengajarkan. Selain animal symbolicus. sehingga tetap bisa melacak dan merekam jejak sejarah kebudayaan bangsanya dengan memberi makna dan ruh baru. sebuah ide jika dinyatakan dengan simbol. Jalur benang merah itu tampak terentang. Pengalaman estetis. Atau “Sêrat Niti sastrâ” oleh Sultan Agung. kecuali melalui simbol. Candler. seperti yang tertera dalam buku. Artinya. indera dan intuisi manusia dengan lingkungan. . Misalnya film Pearl Harbour hingga Titanic atau rekaman ulang lagu-lagu lama Koes Plus. “dicetak ulang” dengan beberapa sisipan oleh Ranggawarsita. Susastrâ Jawa juga memiliki pertalian antarzaman. Terbukti. Yakob Sumardjo (2000) menjelaskan. baik dari aspek teknologi hingga estetik serta peran barunya. maka unsur-unsur karya-karya lama dihidupkan kembali dengan berbagai nilai tambah. Dalam tingkatan etis. Menurut Soren Kierkegaard. serta sensitif terhadap gejala estetis dan artistik. ide itu menjadi multi interpretable. analisis ruang budaya dulu dan kini. Ketika industri budaya populer menjadi jenuh. emosi. agar terbaca oleh generasi yang kemudian. Dalam proses ini terdapat pembelajaran kembali proses kreatif. menurut Albert R. seperti “Bharâtâyudhâ” karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh di Abad ke 12 dengan karya Yasadipura I di Abad ke-18. media ruang memori kolektif yang penting dalam proses membangsa. adalah kepuasan kontemplatif atau kepuasan intuitif. dengan bertindak bebas dan mengambil keputusan yang dapat dipertanggung-jawabkan bagi sesama. Manusia berpikir.

metafora dan lain sebagainya. Segala tindakan kemudian dipertanggung-jawabkan kepada yang Maha Tinggi. tetapi juga mencari makna dirinya sendiri. imajinasi. struktur. ketika dia mencoba mencari jawaban atas apa yang ada di balik gejala yang ditangkap oleh inderanya. manusia semakin sadar bahwa hidup mesti memiliki tujuan. nilai emosi-intuitif. mulai unsur. barulah proses awal “menjadinya” “Sang Amurwâbumi” yang sesungguhnya. Bentuk adalah segala hal yang membicarakan faktor intrinsik karya. Oleh sebab itu. telah terbukti bahwa seni sebagai kreasi manusia tidaklah berdiri sendiri. saya lebih mementingkan “the song. Dalam perjalanan sejarah umat manusia. tercipta atas dasar “isyarat” yang saya terima secara religius dalam suatu proses kontemplatif yang sangat pribadi (personalized). sebab tatkala manusia melahirkan kreasi pada benda-benda alamiah itu. tokoh kontroversial Ken Arok yang sifat-sifatnya penuh premanisme. not the singer”. dalam konsep filosofis disebutkan. simbol. Wujud sebuah karya seni adalah representasi pengalaman-pengalaman estetis seseorang. Dengan menyandang gelar Sri Rajasa Bhatara Sang Amurwabumi. setelah menyerap ajaran “Delapan Ajaran Kebenaran” dan “Sepuluh Kesempurnaan Laku”. Tetapi sebelum paripurna. dalam melihat sebuah karya seni masalah bentuk dan isi karya adalah masalah yang saling berkait. batinnya pun semakin terbuka. bahwa kedua ajaran itu melekat pada sosok yang “dipersonifikasikan” oleh “Sang Amurwâbumi”. Demikian juga Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi” ini. nilai gagasan. dan nilai-nilai hidup manusia. berikut ini: Badan njâbâ wujud kitâ iki Badan njêro munggwing jroning kâcâ Ananging dudu pangilon Pangilon jroning kalbu Yèku wujud kitâ pribadi Tinitah jro panyiptâ Ngêrêmkên pandulu Luwih gêdé bêrkahirâ Lamun janmâ wus gambuh ing badan batin Sasat Srirâ Bathârâ . tingkatan ketiga dari hipotesa Kierkegaard. keburu terbunuh oleh anak tirinya. Tuhan Yang Maha Esa.Akhirnya. atas responnya terhadap alam sekitar yang diolah dari getar perasaannya. Karena itu. Artinya. Dia adalah simbol dari sejumlah gagasan. Anusapati. Untuk lebih memahami pengalaman religius itu. Sedangkan persoalan isi mempertanyakan nilai kognitif-informatif. Sebetulnya dalam berkarya seorang seniman tidak saja bekerja sebagai abdi alam. ide. ada baiknya dibaca melalui satu penggal bait yang dicuplik dari Sêrat Déwâ-Ruci. agar apa dilakukan memiliki arti yang dapat dipertanggung-jawabkan. Yang saya tangkap bukan sosok “Sang Amurwâbumi”-nya.

Dalam komunikasi seni ada tiga unsur utama yang terkait. Ajaran itu termuat dalam teks Sêrat Râmâ Jarwâ Mâcâpat. Namun dapat pula pencarian hakekat seni dilakukan dari aspek penerima seni. setiap karya cipta seni itu punya konteks dengan waktu. yang mencerminkan watak patriotisme “Sang Amurwâbumi”: “setia pada janji. ada dua pendapat tentang keberadan nilai dalam sebuah karya seni. lembut di dalam). Sedangkan kalau yang dominan karsâ-nya. seharusnya mengikuti delapan laku utama yang melekat pada sifat-sifat delapan dewa. mengapa tidak menggunakan saja ajaran “Asthâ Brâtâ” yang sudah mapan dan diterima khalayak Jawa? Ajaran “Asthâ Brâtâ” terkandung dalam pesan Rama kepada Wibisama. bahwa untuk menjadi raja bijaksana. Ritualnya dengan melakukan “ma-lima” secara total dengan maksimalisasi kepuasan nafsu duniawi sebagai media-antara agar sampai ke haribaan Tuhannya. Artinya. akan mengambil lakon “Arjunâ-Wiwâhâ” sebagai acuan hidup. saya mencoba membandingkan sosok “Sang Amurwâbumi” dengan “Sri Kêrtanêgârâ” yang secara badan wadhag ada kemiripannya. Untuk menjawab pertanyaan introspektif tadi. nilai seni sebuah karya terletak pada benda dan senimannya. yang berarti pribadi jantan yang bertekad kokoh. selalu berbuat baik. Jika kembali pada ajaran yang diekspresikan dalam konsep filosofis Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi”. Sedangkan monumen simboliknya berupa patung Jâkâ-Dholog. Tetapi. kokoh. yang akrab dengan persoalanpersoalan filsafat. Kertanegara adalah penganut agama Siwa-Buddha sekte Tantrayana yang taat. toleran. tertulis di buku 8 April 1998). tak tergoyahkan (maliging râsâ). akan mendalami serat Sêrat Déwâ-Ruci dengan Bima sebagai tokohnya. Orang Jawa yang lebih mementingkan ciptâ-râsâ.Dalam psikologi Jawa ciptâ dan râsâ itu menyatu. Ada yang bependapat. Untuk pemahaman lebih lanjut. Bêdhâyâ “Hèrjunâ-Wiwâhâ”. Sikap duduk atau silanya (mudrâ) menunduk ke bumi (bhumi sparsâ mudrâ). Patung itu mensintesekan sikap bhairâwâ-anorâgâ (perkasa di luar. Sedangkan Bêdhâyâ “HarjunâWijâyâ” dipergelarkan saat pahargyan Tumbuk Agêng 7 April 2007 pada masa ketidakpastian akan nasib KeIstimewaan DIY. Nitisruti dan Râmâyânâ Kakawin Jâwâ Kunâ. yaitu . karena berkaitan dengan pawiwahan Jumênêngan pada 7 Maret 1989 (koreksi tanggal. tidak lepas dari situasi kegamangan akan kevakuman kepemimpinan saat bêdhâyâ ini tercipta di tahun 1990-an itu. yaitu perlunya kita menggali dan mengkaji konsep kepemimpinan Jawa dari piwulang lama. dengan sosok gambar-wayangnya adalah Arjuna. setting temporalnya memang berbeda dengan Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi”. ora katut pangrâsâ (pangingrâsâ/kêdhêr). sedangkan karsâ-nya dilambangkan Bima. berwatak tabah. dan sosial”.

JIKALAU demikian. Namun dalam masyarakat yang terbuka terhadap informasi nilai. Telah diterbitkan berbagai karya sastra yang mengajarkan etika. Ibaratnya sebuah eksperimentasi ramuan obat. komunikasi seni akan berjalan sehat. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. Tetapi. Sejak dulu para pujangga sudah berusaha menggali naskah-naskah lama yang berisi ajaran etika. persoalan komunikasi seni ini tidak lagi mudah terjalin. Demikian juga. yang belum tentu bisa menjawab secara tuntas. dengan menegakkannya. jika konstruksinya goyah. dengan merapatkannya. atau jika miring. Dan saya. Jika yang ideal ini terjadi. Sêrat Wêdhâtâmâ karya Sri Mangkunegara IV (1853-1881) dan Sêrat Wulang Putrâ karya Nyi Adisara. Layaknya mengumpulkan batu yang terserak untuk merekonstruksi bangunan candi. Panembahan Senapati dan Sultan Agung. menerima keduanya dengan lapang dada. Jika terdapat lubang. seperti: Sêrat Wulang Rèh. Sêrat Wulang Sunu dan Sêrat Wulang Putri karya Sri Paku Buwono IV (1768-1820). sebab adakalanya nilai seni yang diterima dan dipahami senimannya tidaklah selalu sama. jika dihidupi oleh dua hal. dengan menguatkannya. perlu penataan oleh para ahli dengan menumpuk dan merekatkannya. bahkan jika perlu. benda seni dan publik seni. Produk-produk seni akan selalu hidup. dengan menggubah dan merevitalisasi isi dan bahasanya disesuaikan dengan zamannya. agar berada dalam kesamaan platform dan persepsi dengan ”publik seni”. dengan premis dasar: dunia ideal adalah dunia harmoni lahir dan batin. pujangga wanita masa Sri Paku Buwono IX (1861-1893). ijinkanlah saya mengutarakan terlebih dulu sebagian sêrat-sêrat piwulang dan pitutur luhur yang kita miliki. . apresiasi maupun kritik. Seni tanpa kritik dikhawatirkan akan mandeg dan tumpul kreativitas. Pada umumnya isi ajarannya bersumber pada etika dan filsafat Jawa beserta laranganlarangannya dengan mengacu pada ajaran leluhur dinasti Mataram. bahkan berbeda jauh dengan nilai seni yang diterima dan dipahami masyarakat atau publik seni. saya mencoba mendekatkan karya cipta bêdháyá sebagai “benda seni” yang sarat simbol-simbol yang multi interpretasi. Dengan pemahaman seperti itu. Bersatunya unsur-unsur komunikasi seni ini dalam satu peristiwa seni akan melahirkan apa yang dinamakan pengalaman seni.seniman. bagaimana kita menangkap ajaran “Sang Amurwâbumi” sebagai salah satu sumber acuan nilai-nilai pendidikan karakter bangsa? Untuk menjawab pertanyaan itu. catatan ini harap dianggap bahan dasar yang perlu dikaji dan diuji secara cermat oleh mereka yang peduli. mengganti batu-batu rapuh dengan batu yang lebih kompak.

berhati-hati. bukan semata soal bibit yang baik (prestise). meski dengan berdalih di balik bukti hukum. Ajaran “Hastâ Karmâ Pratâmâ“ atau “Delapan Ajaran Kebenaran”. berkeyakinan benar akan keputusan itu. garis kepemimpinan tidak cukup hanya oleh kelangsungan “darah” saja. Secara lebih konkrit. Bahwa faktor keturunan bukan hanya dipahami secara biologis atas dasar pewarisan. melainkan harus diikuti dengan prestasi. Sesungguhnya. intinya adalah tékad-nyawiji. yang akhirnya harus dibaktikan bagi kesejahteraan Rakyat. keutamaan laku ditambahkan agar “satiti“. dan sewenang-wenang haruslah dijauhi. “prayogâ”. Dalam Sêrat Wulang Putrâ. dilihat baik-buruknya. Hal ini menegaskan bahwa setiap tindakan orang Jawa memiliki konsekuensi agamis sebagai agêming aji. Dan bisa dianggap melengkapi ajaran kepemimpinan “Asthâ Brâtâ” tadi. Dalam hal menyembah kepada Allah juga sangat ditekankan untuk dijalankan. dan “têpâ sarirâ”. yang sangat kasatmâtâ. dipertimbangkan masak-masak sebelum melangkah. melainkan diperlukan syarat rumasuk-nya wahyu sebagai bukti lulusnya laku. orâ-mingkuh“. Mengurangi makan-tidur adalah latihan utama untuk memperoleh kewaspadaan batin. Bêdhâyâ “Sang Amurwâbumi” sebagai wujud Jogèd Mataram berakar pada konsep dasar. Berbohong. pada intinya adalah adanya satunya kata dengan tindakan. tetapi lebih secara kultural-spiritual. Padahal sekarang ini kebohongan publik sudah jamak tanpa pelakunya merasa malu. seperti Wulang Rèh mengajarkan. atau satyâ-wacânâ. dikaji secara teliti. sebagai sasaran antara menuju pendidikan mengasah pikiran. regenerasi) yang bisa menjaga nama baik leluhur. “watârâ“. tetap harus dikaitkan dengan ajaran-ajaran lama tersebut. karena saat ini sering terjadinya ketidakjujuran. “rêringâ”. dan “ririh“. kikir. misalnya. “Sawiji“ adalah konsentrasi atau penjiwaan total tanpa menjadi tak sadarkan diri atau in-trance. grêgêt. Dalam Sêrat Wulang Putri. untuk saling melengkapinya. teratur dan berhemat. Ini sejalan dengan prasâpâ Sultan Agung Hanyakrakusuma dalam Sastrâ Gendhing. bahkan kebohongan publik. atau setidaknya bisa kita rasakan aromanya. Selain itu. agar tingkah-lakunya menjadi “dêdugâ”. yaitu “Hastâ Karmâ Pratâmâ“ dan “Dâsâ Paramitâ“ akan diterapkan sebagai acuan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan ajaran “Dâsâ Paramitâ“. dan bersosialisasi. Hal ini dianggap penting.Seseorang harus memelihara watak “rèh“. “sawiji. pendidikan etika seorang putri diajarkan dengan cara nêmbang. “anut ombaking jaladri“ mengikuti tata-cara yang umum. adalah karakter yang harus melekat pada diri seorang pemimpin. dipikir mendalam sebelum mengambil keputusan. bersabar. Sehingga jika ajaran “Sang Amurwâbumi”. Artinya. mengolah rasa dalam bertatakrama. tenggang rasa. serta Sang Maha Pencipta. kesemuanya itu harus didudukkan pada kebenaran yang sejati. kelestarian turun (suksesi. “grêgêt“ –semangat atau . sêngguh. atau “Sepuluh Kesempurnaan Laku”. Nusa-Bangsa dan Dunia. agar meresap ke dalam batin.

The Nightmare of Losing. karena jika salah dalam mengekspresikan “sêngguh“. pranatan. bukan netral. wêdharan. ramah. sehingga layak dijadikan referensi bagi para ilmuwan. pujangga Kraton diberi tugas khusus untuk menyusun tatatertib sosial yang mengikat semua warga. DIPERLUKANNYA pendidikan karakter. Oleh karena itu. dengan sisipan sesanti: “You lose wealth. tâtâ-krâmâ. wêjangan. Bagi masyarakat Jawa. Kecemasan itu dengan sangat tepatnya digambarkan oleh A. karena adanya kecemasan akan hilangnya karakter bangsa yang adiluhung. Karakter berkaitan dengan kekuatan moral. tidak mencirikan karakter khas Jogèd Mataram. tanpa menjadi sombong. wulang-wuruk. jugar-gênturing tâpâ. budi-pêkêrti. seniman terkemuka dan Guru Besar Emeritus ITB. ‘orang berkarakter’ adalah orang punya kualitas moral tertentu yang positif. subâ-sitâ. mahasiswa serta khalayak luas. dugâ-prayogâ. Butir-butir pendidikan karakter yang merupakan kearifan lokal itu hendaknya dikaji dan digali dengan pendekatan ilmiah. jujur dan nilai-nilai keutamaan lainnya. Tinggi-rendahnya peradaban dapat dilihat dari etika yang dijalankan oleh masyarakatbangsa. kekuatan karakter . konsep baku Jogèd Mataram itu ada koherensinya dengan inner realism-nya Konstantin Stanilavsky yang mendasari penghayatan total seni peran. budayawan. Para pemimpin Jawa sejak dulu memahami benar tentang arti penting pendidikan karakter ini. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. berkonotasi positif. Ternyata. Tampaknya ini ada kesesuaiannya dengan pepatah Jawa: “Kélangan sakèhé rájá-bráná atêgês orá kélangan ápá-ápá. Kélangan nyáwá iku têgêsé mung kélangan sêparo. you lose everything”. You lose health. dapat dikatakan secara kultural-spiritual telah mencapai tingkatan “manunggaling kawulâ-Gusti“ oleh menyatunya penguasaan lahir-batin. Pirous. wêwalêr. etika kerap disebut pêpali. wursitâ. wêwarah. tâtâ-susilâ. Seorang penari yang mampu menguasai empat baku senitari itu dengan sempurna. “orâ-mingkuh“ –pantang mundur dengan tetap menjaga disiplin diri. Kélangan kapêrcayan iku têgêsê kélangan sakabèhê . you lose nothing. Peterson dan Seligman. dosen. pituduh.dinamika batin tanpa menjadi kasar. Orang Jawa dinilai berhasil hidupnya kalau dapat betindak êmpan-papan. seorang penari bisa terkesan tinggi hati. wulangan. agal-alusing râsâ. Keempat unsur itu bersifat paradoksal. you lose something. dengan menempatkan diri dalam unggah-ungguhing bâsâ. misalnya. unggah-ungguh. pitutur. Dari keempat konsep baku Jogèd Mataram ini pun dapat kita serap ajaran-ajaran yang bisa diterapkan dalam pendidikan karakter bangsa.D. cendekiawan. dalam lukisan karyanya. suka menolong. You lose character. dalam Character Strength and Virtue menyatakan. “sêngguh“ –penuh percaya diri namun low profile. Jadi. pitungkas.

di mana peran pendidikan sangat sentral. dan faktor lingkungan (nurture). Jadi. Kebiasaan ini tumbuh dan berkembang dengan didasari oleh kesadaran. sehingga bangsa itu berada posisi yang relatif kuat dan mampu berkontribusi dalam membangun masa depan untuk kesejahteraan. bukan karena paksaan dari luar. yaitu masyarakat yang cerdas. Proses pembangunan karakter dipengaruhi oleh faktor khas. Kemampuan . disebut faktor bawaan (nature). kepekaan dan sikap orang yang bersangkutan. Salah satu kriteria utama dari ‘character strength’ adalah karakter tersebut berkontribusi besar dalam mewujudkan sepenuhnya potensi dan cita-cita seseorang dalam membangun kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. rasa saling menghormati di antara kelompok berbeda. Selain itu. seperti kuatnya rasa persatuan. dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang bersih serta efisien. Kohesivitas ini dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah. perguruan tinggi punya posisi strategik. dalam arti. suatu bangsa menjadikan kebhinnekaan sebagai sumber kekuatan dan kreativitas. kemampuan menemukan platform bersama di tengah perbedaan. mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan kelompok. bekerjasama secara kreatif. karena karakter adalah kualitas pribadi seseorang yang terbentuk melalui proses belajar. bahwa perilaku yang berkembang menjadi kebiasaan baik ini terjadi karena adanya dorongan dari dalam. bukan sumber masalah. rasa saling percaya antarkelompok. Sebuah bangsa bisa bertahan hidup dan berkembang jika bangsa tersebut memiliki kemampuan integrasi internal dan adaptasi eksternal yang diperbarui terus-menerus. berkarakter kuat. Pendidikan untuk pembangunan karakter pada dasarnya mencakup pengembangan substansi. mengatasi perselisihan secara damai. Dengan adanya kohesivitas.dipandang sebagai unsur psikologis yang membangun kebajikan (virtues). pembangunan karakter bangsa adalah usaha sistematik untuk mengembangkan potensi kebajikan yang membuat kohesivitas bangsa terbangun dan terjaga. Untuk membangun karakter bangsa kita harus bergegas membangun basis kesejahteraan yang kuat. dapat melipatgandakan kekuatan karena terbentuknya sinergi di antara kekuatan-kekuatan yang berbeda. Kemampuan integrasi internal mencakup kemampuan membangun dan menjaga kohesivitas. fokus perhatian kita pada pembentukan lingkungan. yang terbentuk dan terakumulasi melalui pendidikan. Dalam perspektif integrasi internal ini. keyakinan. Faktor bawaan berada di luar jangkauan masyarakat untuk mempengaruhinya. karakter bersifat inside-out. Kemampuan adaptasi eksternal mencakup kemampaun mengantisipasi secara cerdas perubahan lingkungan. dalam pembangunan karakter. Sebaliknya. yang kohesif dalam kebhinnekaan. mendorong dan memudahkan seseorang mengembangkan kebiasaan baik. Dalam hal ini. hilangnya kohesivitas menyebabkan kehancuran. Dengan demikian.

musik. untuk kemudian. Indonesia sekarang menjurus ke keadaan seperti itu. . sistematis. dan sebagainya. Diharapkan juga. ”digerakkan” menjadi acuan pendidikan karakter bangsa. mimpi. pembangunan karakter bangsa adalah usaha sistematik untuk mengembangkan potensi kebajikan untuk menjadikan Indonesia negara yang berdaya saing dan mampu berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan dunia. ”Apakah para êmpu. analitis. Sementara teknologi memiliki karakteristik logis. Yang perlu dipikirkan adalah. Dilihat dari perspektif adaptasi eksternal. Dunia seni lebih cenderung pada kreativitas. seperti: kemampuan untuk maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. mencoba mengubah karya sastra menjadi koreografi seni pertunjukan yang eksploratif sebagai bentuk counter culture?”. untuk kemudian. maupun yang modern-kontemporer dari karya tulis sastra modern yang bersumber dari cerita wayang. meningkatkan daya saing ekonomi. kecuali jika kita tidak hanya berhenti dalam merekam jejak para leluhur. gambar. untuk kemudian dikembangkan dalam koregrafi seni pertunjukan seperti diteladankan oleh para pengembang seni pendahulu kita. Momentum hari ini tidak akan bermakna bagi pengembangan seni pertunjukan. tetapi lebih dari itu. Rapat Senat Terbuka ISI Yogyakarta Yang Terhormat. bagaimana kita dapat menerjemahkan tradisi bersastra itu ke dalam karya seni pertunjukan. tetapi menjadi berbagai ekspresi seni pertunjukan. saya yakin dan percaya. bahwa ISI Yogyakarta mampu menerjemahkannya ke dalam program akademik maupun tindakan nyata di tengah masyarakat dalam rangka sumbangsihnya bagi pendidikan karakter bangsa. dengan memberi “ruh” dan tafsir baru atas naskah-naskah lama. ijinkanlah saya mengajukan sekadar pesan dan harapan dalam bentuk nanting sarirâ. Konsekuensi lanjutannya menjadi sangat indah.adaptasi ekstenal muncul. warna. jika bisa berlangsung kolaborasi para êmpu dan cantrik-nya bersama para alumni ISI untuk menggarap kandungan isi sêratsêrat piwulang itu tidak terbatas hanya sebagai têmbang mâcâpat yang audience-nya terbatas. SEBELUM memasuki bagian akhir dari pidato ini. menegakkan standar etika yang bersifat universal. Kemampuan adaptasi eksternal yang rendah akan menyebabkan suatu bangsa makin lama makin tertinggal dari bangsa lain. juga untuk “diinternalisasikan” dan “diaktualisasikan”. cantrik dan alumni ISI Yogyakarta yang menekuni disiplin ilmu seni pertunjukan ada yang berminat melestarikan tradisi susastrâ Jâwâ. apa yang saya sampaikan ini tidak sekadar “menginspirasi” saja. Dengan peran strategiknya itu. ISI Yogyakarta sebagai Institut yang memiliki ‘penjaga budaya’ Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan dan seni. tetapi juga menata tindak. baik yang klasik dari sêrat atau babad. runtut. Sehingga ada pertautan tradisi bersastra dengan seni pertunjukan. dengan dikemas melalui multi media mutakhir.

Lalu. kebudayaan harus tetap kita jaga dan lestarikan. sehingga gelar yang tersandang ini mampu saya gunakan bagi sebesarbesar kesejahteraan rakyat. contohnya dengan tetap menggunakan bahasa daerah kepada teman-teman. kita pun tak dapat berbuat banyak. yang telah memberikan persetujuan Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa Bidang Seni Pertunjukan kepada saya. Bahkan ketika pulau akan direbut ke negara tetangga. Dan karena itulah.M. Terlebih oleh generasi muda seperti kita ini. semoga Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan melimpahkan berkah serta rahmat-Nya. Mengakhiri pidato ini. ternyata hanya bisa mengelus dada. Bukan hal baru lagi bahwa telah sangat banyak budaya-budaya yang kita miliki perlahan-lahan diakui secara sepihak oleh negara tetangga. Kebudayaan adalah simbol dari suatu daerah. Sumandiyo Hadi. cara lainnya adalah dengan mengetahui seluk beluk tentang kebudayaan daerah yang kita miliki. Bagaimana cara melestarikan budaya daerah kita? Banyak hal yang dapat kita lakukan.Meskipun begitu. sehingga memungkinkan saya berdiri di depan Rapat Senat Terbuka Yang Terhormat ini. Hermien Kusmayati. diantaranya: . saya mohon doa restu. Untuk itu. moralitas dan kearifan dalam mengamalkan ilmu di tengahtengah masyarakat-bangsa dan masyarakat antarbangsa. Dan kita sebagai masyarakat melayu yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun. Ungkapan yang sama juga saya sampaikan kepada Promotor. Lagi-lagi kita tak dapat berkutik. dan Co-Promotor. Saya juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesaksian dan kesabaran Bapak/Ibu Tamu Undangan yang terhormat dalam mengikuti pidato ini. khususnya di bidang Seni Pertunjukan. Y. A. Ibu Prof. masing-masing Kepada Yang Terhormat Rektor serta Ketua. Ada beberapa hal konkrit yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi pencurian kebudayaan daerah Indonesia umumnya oleh negara tetangga. Wasana kata. ijinkanlah saya mengungkapkan rasa terima kasih yang dalam dan penghargaan yang tinggi. Dengan budaya kita bisa memberikan sebuah identitas tentang daerah kita. Sekretaris dan Anggota Senat Institut Seni Indonesia Yogyakarta. agar selalu diberi keteguhan sikap batin. Dr. serta unsurunsur Institut lainnya. Keduanya bahkan bisa saling melengkapi dan membentuk sebuah harmoni yang indah. Bapak Prof Dr. Kehadiran Bapak/Ibu itu juga berarti doa yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sekeluarga. sebuah karya seni tidak melulu harus terpisah dari teknologi.

Melestarikan suatu kebudayaan pun dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui tentang budaya itu sendiri. kita semua saling berpegangan tangan untuk tetap menjaga budaya daerah yang kita miliki.1. Pelestarian adalah suatu proses atau tehnik yang didasarkan pada kebutuhan individu itu sendiri. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan daerah yang kita miliki. Anak-anak kecil zaman sekarang saat ditanya soal mainan. Mengenali dan bangga akan budaya daerah Penyakit masyarakat kita terkadang tidak bangga dengan produk dan budaya sendiri. 2. Sebagai contoh. Mempertahankan nilai budaya. Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan.baju daerah. Misalnya taritarian. Karena budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu Indonesia. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam dari kita. Sebagai warga negara Indonesia. Dengan beberapa tips yang saya berikan tersebut di atas. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda.kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah di setiap even-even akbar nasional. Oleh karena itu harus dikembangkan pula. Walaupun Indonesia memiliki berbagai macam . bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. dan sebagainya. lagu daerah. tentu mereka lebih memilih dunia playstation ketimbang mainan tradisional. saya berharap. Anak-anak kita bahkan terkadang tidak lagi mengenal aneka ragam budayanya.makanan khas. Contohnya seperti tarian. Kebijakan pemerintah Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah di tanah air. Budaya daerah banyak yang hilang dikikis zaman oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.dan sebagainya. Bukan berasal dari negara tetangga. Kita lebih bangga dengan budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur. Yang bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai budayanya.salah satunya dengan mengembangkan seni budaya tersebut disertai dengan keadaaan yang kita alami sekarang ini.

memelihara asset budaya agar tidak punah dan rusak disebabkan oleh manusia dan alam. Kemudian mendalami kebudayaan itu.Setelah itu kita wajib memperkenalkan kepada orang lain atau yang belum tahu tentang kebudayaan tersebut syukur-syukur sampai ke negara lain. Faktor Eksternal yang mempengaruhi lunturnya kebudayaan indonesia adalah generasi muda lebih bangga terhadap budaya asing yang lebih mengarah pada kebebasan. maka akan muncul suatu keterjaminan. pendokumentasian. melaksanakan kegiatan pengemasan produk. Lembaga Swadaya Masyarakat. pengembangan. kelestarian dan Kekokohan akan budaya bangsa kita. 2. Paling tidak kita mengetahui tentang budaya jaman dahulu didaerah kita sendiri. Membiasakan hal-hal atau kegiatan yang dapat melestarikan budaya seperti memakai batik atau bahkan belajar membuat batik. Peranan budaya lokal ini mempunyai peranan yang penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa. melaksanakan penelitian. pendalaman teori kebudayaan dan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung dalam penelitian. Kebudayaan Lokal Indonesia adalah semua budaya yang terdapat di Indonesia yaitu segala puncak-puncak dan sari-sari kebudayaan yang bernilai di seluruh kepulauan indonesia. (2). (3). sebagai contoh Generasi muda mungkin tidak mengetahui lagu-lagu dan tarian . perlindungan.suku dan adat tetapi tetap saja itu semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Disamping itu. kajian laporan.karena pelestarian bisa terjadi karena kita telah terbiasa dengan kebudayaan tersebut. karena budaya tumbuh dan kembang pada ranah masyarakat pendukungnya. baik yang ada sejak lama maupun ciptaan baru yang berjiwa nasional. Hal ini terkait dengan citra. melaksanakan kegiatan pembuatan laporan berupa narasi yang dilengkapi dengan foto dan audio visual. dan elemen lainnya haruslah menyokong atas keberlangsungan dalam pengelolaan kekayaan budaya kedepan. dan martabat bangsa. kegiatan festival dan penyebaran informasi. oleh karena itu Pemerintah Daerah dituntut untuk bergerak lebih aktif melakukan pengelolaan kekayaan budaya. Ketika pengelolaan kekayaan budaya dikelola dengan baik. Upaya melestarikan budaya antara lain : 1. bagi pemerintah pusat. Pengelolaan kekayaan budaya sebetulnya merupakan cara kita bagaimana budaya itu bisa kita pahami. Pelestarian adalah Upaya untuk menjaga keaslian budaya agar tidak terkikis oleh budaya asing. sehingga generasi muda tidak peduli dengan eksistensi budayanya sendiri. pemanfaatan. merawat. Kegiatan melaksanakan pengelolaan kebudayaan meliputi : (1). kita lindungi dan lestarikan agar dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa. masyarakat sendiri. harkat. bimbingan dan penyuluhan. Sedangkan Faktor Internal adalah Masyarakat tidak mengajarkan pada generasi mereka. 3. (4).

Menanamkan rasa bangga terhadap budaya kita sendiri.Belajar mendalami budaya kita dan memperkenalkanya pada saat hari-hari penting atau upacara kedaerahan.banyak sekali pengaruh budaya barat yang masuk di negara kita Indonesia. Upaya untuk melestarikan dan mengeksistensikan budaya antara lain: 1.chanel.Membuat suatu wadah atau lembaga untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas generasi muda dalam hal kebudayaan.hal itu sangat membuat kebudayaan asli indonesia perlahan akan hilang karena semua orang lebih senang menggunakan prodik-produk impor daripada produkproduk buatan dalam negeri.aksesoris dan alat-alat elektronik. 3. Upaya melestarikan budaya antara lain : 1. pada saat ini.converse dll itu adalah sebagisn kecil produk impor yang bebas keluar masuk di indonesia.adidas.Memupuk semangat generasi muda agar bangga dengan adat budaya nusantara. Mengenalkan dan mempelajari budaya dari kecil atau dini. Menerapkan dalam kehidupan nyata. jika suatu bangsa kehilangan budayanya maka sama saja kehilangan identitas. Hubungan eksistansi budaya dengan eksistansi lokal adalah berbanding lurus. Ada pepatah yang mengatakan. 2.Selalu mengasah ketrampilan agar nantinya bisa dipentaskan dalam acara kenegaraan sehingga budaya kita dikenal dimata Nasional dan Internasional.contoh nya adalah produk-produk baju.karena produk dalam negeri selain lebih murah juga tidak kalah kualitasnya dengan produkproduk luar negeri. 2. 4. 6.contoh : memakai batik.Selain belajar budaya daerah sendiri kita juga bisa mempelajari budaya dari daerah lain. Oleh karena itu. UPAYA PELESTARIAN DAN MENJAGA KEBUDAYAAN ASLI INDONESIA harusnya masyarakat semua sadar akan produk-produk buatan dalam negeri. dan sebagian barang tersebut telah di gunakan oleh sebagian besar masyarakat di indonesia. 5.dengan harga yang lebih murah juga contoh nya sepatu dan tas bisa di beli di tajur (bogor) walaupun tidak sama tp barang-barang nya juga tidak kalah dengan produk-produk buatan luar negeri.marc jacob dll sepatu=nike. kepribadian dan kehormatannya. 3.itu sangat membantu upaya pelestarian hasil-hasil kebudayaan asli indonesia selain itu juga bisa membantu kestabilan ekonomi di indonesia. Artinya jika budaya-budaya lokal di suatu negara memiliki kekuatan dan . Mencintai keudayaan 4.contoh nya seperti merk-merk asli tas= luis vilton.rock). Untuk itu diperlukan upaya yang konkrit untuk mengurangi dampak dari globalisasi terhadap nilai-nilai budaya nasional yang kita miliki dan melestarikan budaya Indonesia. eksistensi suatu budaya nasional sangatlah dipengaruhi oleh eksistensi budaya lokal.dari daerah mereka sendiri tetapi mereka bisa dengan mudahnya menarikan dance modern atau balet dan menyanyikan lagu-lagu anak sekarang (pop.Dengan kita mempelajari kebudayaan dari daerah kita sendiri.

Musik daerah yang indah. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan. budaya dan pariwisata lokal. Kemudian ditinjau dari sisi pagan. Indonesia adalah Negara dengan banyak pulau dan budaya. Dan masih banyak lagi . Contohnya lagu "Rasa Sayange" yang telah direbut oleh Malaysia. Mematenkan hak cipta budaya Indonesia. begitu pula sebaliknya. Langkah paling mudah adalah mengenakannya dan kalau bisa terus memperkenalkannya kepada dunia. Ibu pertiwi yang mampu menelurkan berbagai jenis bahan makanan yang tidak dimiliki Negara Lain juga merupakan asset yang tak ternilai harganya. Kita harus bangga terhadap produk dalam negeri. Karya seni yang begitu berlimpah. Jangan sampai kita terus terjajah dengan makanan luar negeri yang sebenarnya tidak cocok untuk perut orang Indonesia yang mempunyai iklim tropis ini. bahasa yang beraneka ragam tanpa mengurangi rasa persatuan karena adanya bahasa Indonesia. Pelestarian budaya itu sebenarnya bukanlah hal yang sulit jika di dalam jiwa tiap individunya tersemat semangat untuk menjaga apa yang sudah kita punya. 4. Kita harus mengenal budaya-budaya yang ada di Indonesia mulai dari kecil atau bangku sekolah seperti menari. Budaya daerah banyak yang hilang karena kita tidak mau melestarikan budaya kita. Langkah pertama untuk menyelamatkan budaya bangsa Indonesia yang diakui atau tidak telah terwesternisasi dapat dimulai dari hal-hal kecil yang apabila dikaji dan dijalankan terusmenerus dan konstan akan berdampak besar. Upaya melestarikan budaya Indonesia dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Kemudian papan. Indonesia adalah Negara Agraris dan beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati yang berlimpah. yaitu sandang.sendiri. Berbagai jenis makanan dari sabang sampai merauke yang rasanyapun tidak bisa diragukan lagi sudah seharusnya mulai kita perkenalkan pada dunia. Kita sering kali merasa menghargai suatu budaya setelah kita kehilangan. Tempat tinggal yang unik dari berbagai pulau sudah barang seharusnya dikenalkan pada dunia juga. dan papan. Mulai dari kebutuhan primer. ada baiknya kita sebagai generasi muda harus kreatif dalam mempertahankannya. Indonesia sebagai Negara yang berbudaya dengan kreatifitas seni yang tinggi telah mampu meninggalkan warisan seni dalam bentuk sandang dengan motif dan corak yang beraneka ragam. 2. Menyisipkan nilai-nilai budaya dalam kurikulum pendidikan. Untuk melestarikan budaya ini. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih duta wisata masing-masing daerah yang bertujuan untuk penciptaan generasi muda yang berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan seni. pangan.eksistensi yang tinggi maka kekuatan budaya nasional di negara tersebut juga akan tinggi. alat music dengan kekhasan di tiap daerah masing – masing. Mengenali dan bangga akan budaya Indonesia. salah satunya adalah batik yang setiap daerahnya mempunyai motif sendiri. menyanyi dan lain-lain. Menurut opini saya Kebudayaan itu adalah sebuah warisan yang harus dilestarikan keberadaannya karena budaya merupaka IDENTITAS suatu bangsa dimana bangsa tersebut bisa dikenali oleh bangsa lain. 3.

Peletarian Budaya dapat dilakukan dengan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Pertanyaannya adakah bangsa yg tak punya jati diri? Bagaimana ciri-cirinya suatu bangsa tg tak punya jati diri? Bangsa yg tak punya jati diri atau identitas ciri-cirinya adalah: 1. kita sebagai Generasi Muda Indonesia wajib untuk menjaga dan melestraikan kebudayaan kita ini. Selain dilestarikan dalam dua bentuk diatas. Misalnya : Tari-tarian. Bangsa yg tak punya identitas adalah bangsa yg tak punya jati diri. Oleh sebab itu. 3. Dan begitu pula dengan Budayabudaya kita yang lainnya. . Sungguh sebenarnya Indonesia adalah Negara unik yang mempunyai nilai budaya yang sangat tinggi dan beraneka ragam. maka Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.budaya yang lain adalah asset warisan leluhur yang harus dilestarikan dan dikembangkan oleh kita GENERASI MUDA. Budaya yg berkembang juga tdk budaya setempat. 2. 2. lagu daerah. Kebiasaan setempat ditinggalkan. Tunjukanlah bahwa kita ini merupakan Generasi Muda yang peduli dan cinta akan kebudayaan sendiri. Bukan berasal dari negara tetangga. Peran Pemerintah juga cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan dalam suatu daerah. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah. maka seharusnya kita bisa belajar dan berlatih dalam menguasai Tarian tersebut. bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Dengan begitu Budaya kita akan tetap terjaga kelestariannya. dan sebagainya. kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara mengenal budaya itu sendiri. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada Generasi Muda. Bahasa yg dipakai tidak bahasa ibu yg pernah berkembang di sana. Contohnya : Jika kebudayaan tersebut berbentuk Tarian. Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. 1. Pelestarian Budaya dapat dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah disetiap event-event akbar nasional. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang dilakukan oleh negara-negara lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful