P. 1
Program BK SMP Labscibubur 2013-2014 - 8Grade

Program BK SMP Labscibubur 2013-2014 - 8Grade

5.0

|Views: 5,364|Likes:
Published by Ria Wastiani

More info:

Published by: Ria Wastiani on Oct 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as XLSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2014

pdf

text

original

PROGRAM KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING SMP Labschool Cibubur No Jenis Kegiatan Bid Bimbingan Fungsi Layanan Tujuan Tahun

Pelajaran : 2013-2014 Sasaran

A PERSIAPAN 1. Pembagian tugas Guru BK / Konselor 2. Evaluasi Program BK tahun yl. 3. Menyusun program BK 4. Konsultasi program BK 5. Pengadaan Sarana / Prasarana BK B LAYANAN BK 1. Layanan Orientasi a. Pengenalan BK b. Pengenalan Fasilitas 2. Layanan Informasi a. Pengenalan Struktur Kurikulum dan kalender pendidikan b. Kriteria Ketuntasan Minimal, Kenaikan kelas, pilihan peminatan,kelulusan 3. Layanan Penempatan Penyaluran a. Penempatan di kelas baru 4. Layanan Penguasaan Konten a. Pembentukan Kelompok Belajar b. Mengembangkan kebiasaan belajar

Pembagian tugas sesuai dengan jumlah peserta didik asuh Memperbaiki program yang lalu Program BK. sejalan dengan program dan kondisi sekolah Program BK. selaras dengan program sekolah Sarana / Prasarana tersedia sesuai kebutuhan

Guru BK Guru BK Guru BK Guru BK Guru BK

Peserta didik B, K S, B Pemahaman Pemahaman Peserta didik dapat memahami fungsi pelayanan BK Peserta didik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas Peserta didik B, K B, K Pemahaman Pengembangan Peserta didik memahami struktur kurikulum yang hendak dijalaninya Peserta didik dapat mengantisipasi persiapan sesuai rencana masa depan Peserta didik P,S,B P,S,B B,K Pemahaman Pemahaman & Pencegahan Pengembangan Kelancaran Proses Pembelajaran Peserta didik Membiasakan tutor sebaya dan membangun kebersamaan Meningkatkan kebiasaan kedisiplinan belajar mandiri dan mencapai kompetensi dalam pembelajaran

Dst

No C Evaluasi

Jenis Kegiatan

Bid Bimbingan

Fungsi Layanan

Tujuan Hasil evalusi , untuk dianalisa

Sasaran Guru B K

D Analisa E Tindak lanjut

Analisis hasil evaluasi untuk perbaikan dan B K pengembangan program Memperbaiki pelaksanaan program BK

*) Bidang Bimbingan : kehidupan pribadi (P), kehidupan sosial (S) , kehidupan perkembangan belajar (B) , kehidupan merencanakan karir (K) Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Koordinator BK SMP Labschool Cibubur

Mengetahui Kepala SMP Labschool Cibubur

Drs. H Uswadin, M.Pd.

I Gusti Ayu Putu Kertiasih, S.Pd.

OGRAM KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING Tahun Pelajaran : 2013-2014 Waktu

Jul-13 Jul-13 Jul-13 Juli – Des 2013 Juli – Ags 2013

Jul-13 Jul-13

Jul-13 Juli – Des ‘10 Jan – Jun 2013 Jul-13 Sep-13 Insidental 2013 - 2014

Waktu Setiap bulan dan terutama di akhir TP. 2013-2014 sda sda

sial (S) , kehidupan perkembangan belajar (B) , kehidupan merencanakan karir (K) Kota Bekasi, 15 Juli 2013 SMP Labschool Cibubur

I Gusti Ayu Putu Kertiasih, S.Pd.

PROGRAM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING SMP Labschool Cibubur Guru BK / Konselor : Ria Wastiani, S.Pd. No Uraian Kegiatan Pelayanan Tujuan Kompetensi Sasaran Sumber Dana

1 Persiapan 1.1. Tindak lanjut hasil evaluasi program 1.1. Terlaksananya program kerja pelaksanaan yl. 1.2. Menyusun program dan jadwal 1.2. Kelancaran pelaksanaan pelaksanaan program 1.3. Melengkapi fasilitas ruangan dan 1.3. Penyimpanan format pelayanan ATK / Format Pelayanan BK dan data siswa 2 Pelayanan BK dengan kemasan POLA 17 PLUS 2.1. Bidang Kehidupan : 2.1. 2.1.1. Pribadi 2.1.2. Sosial 2.1.3. Belajar 2.1.4. Karier 2.2. Layanan 2.2. 2.2.1. Orientasi 2.2.2. Informasi 2.2.3. Penempatan Penyaluran 2.2.4. Penguasaan Konten 2.2.5. Konseling Individu 2.2.6. Konseling Kelompok 2.2.7. Bimbingan Kelompok 2.2.8. Konsultasi 2.2.9. Mediasi 2.3. Kegiatan Pendukung 2.3. 2.3.1. Aplikasi instrumen (tes dan non tes) 2.3.2. Himpunan Data 2.3.3. Kunjungan Rumah 2.3.4. Konferensi Kasus 2.3.5. Alih Tangan Kasus 2.3.6. Tampilan Kepustakaan

Menghargai dan berekspresi Peserta didik seni kelas : VIII Berpartisipasi dan berwawasan A,B,C,D,E,F kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa, dan bernegara secara demokratis

RAPBS / Komite Sekolah

Memberikan pelayanan BK sesuai karakter peserta didik

Mampu memenuhi dan / atau pencapaian tugas- tugas perkembangan secara optimal dan terhindar dari berbagai permasalahan Kegiatan melalui kontak Setiap layanan dan pendukung langsung peserta didik harus mengandung muatan mengemban pemenuhan fungsi fungsi- fungsi BK tertentu yang dapat dirasakan oleh siswa

Peserta didik kelas : VIII A,B,C,D,E,F

RAPBS / Komite Sekolah

Pada umumnya tidak kontak langsung, melainkan untuk memperoleh data melalui instrumen tes maupun non tes

Mampu memenuhi penguasaan pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos belajar untuk melanjutkan pendidikan dan/atau berkarya

3.

a.

Penelusuran Minat Sekolah Lanjutan a.

b.

Pertemuan Pendidikan/ undangan orangtua /wali peserta didik

a.

Mengetahui hasil angket minat Mampu mengembangkan siswa mengenai pilihan sekolah pemahaman dan wawasan yang lanjutan luas terhadap pilihan sekolah lanjutan khususnya sekolahsekolah favorit yang ingin dituju serta berbagai persyaratan yang Mengetahui informasi mengenai Memahami tahap perkembangan siswa, perkembangan anak khususnya pembentukan WOTK, informasi remaja, mendukung berbagai berbagai prestasi yang telah kegiatan positif yang dilakukan diraih dan kegiatan siswa selama siswa, serta berperan aktif di kelas VIII dalam setiap kegiatan tersebut Melatih kedisiplinan peserta didik dalam belajar dan antisipasi ketidak hadiran peserta didik Mempersiapkan peserta didik belajar dalam kelompok dan mengetahui interaksi sosial peserta didik terhadap teman sebaya Memiliki kedisiplinan dan kesadaran untuk memperoleh ilmu pengetahuan melalui kegiatan intra kurikuler * Memiliki nilai dasar humaniora untuk menerapkan kebersamaan dalam kehidupan

Peserta didik kelas : VIII A,B,C,D,E,F

RAPBS, Swadaya dan / subsidi silang

Orang tua / wali peserta didik

RAPBS, Swadaya dan / subsidi silang

5

Memonitor kehadiran peserta didik

Peserta didik kelas : VIII A,B,C,D,E,F Peserta didik kelas : VIII A,B,C,D,E,F

6

Kelompok belajar dan sosiogram

Rutin (buku jurnal kelas dan absensi peserta didik RAPBS

7

Pengembangan profesi

* Memiliki kemampuan berkomunikasi efektif dan efisien Memperoleh berbagai informasi * Mampu mengembangkan dan Guru BK / pengetahuan, wawasanm mengalihgunakan akademik / Konselor keilmuan dan meningkatkan ilmu pengetahuan BK serta prestasi / karier selaku Guru BK keterampilan konseling / Konselor * Memiliki potensi mengembangkan berbagai model bimbingan maupun strategi pelayanan BK

* RAPBS

7.1.

Lokakarya/ seminar/ workshop/ pelatihan dll

* Swadaya Guru BK/ Konselor

7.2. 7.3.

Kegiatan MGMP BK Sekolah Konvensi ABKIN (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia) Mengetahui, Kepala SMP Pembina

Koordinator BK

Drs. H Uswadin, M.Pd.

I Gusti Ayu Putu Kertiasih, S.Pd.

PROGRAM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING Tahun Pelajaran : 2013-2014 Kelas : VIII A,B,C,D,E,F Alokasi Waktu Keterangan

Juli - Agustus Pelaksana Guru BK kelas VIII 2013 A,B,C,D,E,F bekerja sama dengan Wakasek sarana prasarana, kurikulum dan kesiswaan dan TU

Setiap bulan dilaksanakan

Pelaksana Guru BK kelas VIII A,B,C,D,E,F Bekerja sama dengan: * Guru BK lainnya * Wakasek * Orangtua/ Wali peserta didik * Walikelas VIII A,B,C,D,E,F * Guru Mata Pelajaran

Pelaksana Guru BK kelas VIII A,B,C,D,E,F bekerja sama dengan: Guru BK lainnya, Wakasek, Orangtua/ Wali peserta didik, Orangtua/ Wali peserta didik, Guru Mata Pelajaran

a. Kelas

Kerjasama dengan Psikolog, Wakasek Kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, Wali kelas VIII A,B,C,D,E,F

Jul-13

Kepala Sekolah, Wakasek, POMG, WOTK, Orangtua/ wali siswa kelas VIII A, B, C, D, E, F

Setiap bulan

Kerjasama dengan wakasek kesiswaan,kurikulum; Walikelas, koordinator piket, dan Orangtua/wali peserta didik kelas Sep-13 Kerjasama dengan walikelas : VIII A,B,C,D,E,F

Insidental

Kerjasama dengan teman sejawat dan seprofesi disekolah maupun diluar sekolah

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru BK / Konselor

Ria Wastiani, S.Pd.

Sekolah : SMP LABSCHOOL CIBUBUR
Kelas
No 1 2

SEBARAN TEMA PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING Tahun Pelajaran

: VIII. A, B, C, D, E, F
Kegiatan Pribadi Layanan Orientasi Layanan Informasi

Guru Bimbingan Konseling
Materi Pengembangan Kehidupan *) Sosial Belajar (3) Obyek – obyek pemahaman kemampuan belajar (7) Informasi tentang pemahaman , potensi, kemampuan kegiatan dan hasil belajar (11) Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan hasil belajar (15) Pemahaman Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan serta penguasaan bahan belajar (19) Pemahaman masalah Pribadi ; dalam pengembangan kegiatan dan hasil belajar (23) Topik tentang kemampuan, kegiatan dan hasil belajar (1) Obyek – obyek pemahaman pribadi (2) Obyek – obyek pemahaman hubungan sosial (5) Informasi tentang pemahaman , potensi, kemampuan dan kondisi (6) Informasi tentang pemahaman , potensi, kemampuan dan kondisi hubungan sosial

3

Layanan Penempatan dan penyaluran

(9) Penempatan dan Penyaluran untuk (10) Penempatan dan Penyaluran pengembangan kemampuan pribadi untuk pengembangan kemampuan sosial (13) Pemahaman Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan pribadi (17) Pemahaman masalah Pribadi ; dalam kehidupan pribadi (21) Topik tentang kemampuan dan kondisi pribadi (14) Pemahaman Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial (18) Pemahaman masalah Pribadi ; dalam kehidupan sosial (22) Topik tentang kemampuan dan kondisi hubungan sosial

4

Layanan Penguasaan Konten

5

Layanan Konseling Individu

6 7 8

Layanan Bimbingan Kelompok Layanan Konseling Kelompok Layanan Konsultasi

(25) Masalah pribadi dalam kehidupan (26) Masalah pribadi dalam kehidupan (27) Masalah pribadi dalam pribadi sosial kemampuan kegiatan belajar (29) Pemberdayaan pihak tertentu (30) Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu peserta didik untuk dapat membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi dalam pengembangan kemampuan sosial (33) (34) Upaya mendamaikan pihak – pihak tertentu (peserta didik) yang berselisih (37) Instrumen tes dan non tes untuk (38 Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah mengungkapkan kondisi dan masalah pribadi peserta didik sosial peserta didik (31) Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu siswa dalam pengembangan kemampuan belajar (35) -

9

Layanan Mediasi

10

Aplikasi Instrumentasi

(39) Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah belajar peserta didik

11 12

Himpunan Data Konferensi Kasus

(41) Data perkembangan, kondisi dan (42) Data perkembangan, kondisi lingkungan diri pribadi hubungan dan lingkungan sosial

(43) Data kemampuan , kegiatan dan hasil belajar

(45) Pembahasan kasus- kasus (46) Pembahasan kasus-kasus masalah (47) Pembahasan kasus-kasus masalah masalah pribadi tertentu yang dialami sosial tertentu yang dialami peserta tertentu tertentu yang dialami peserta didik didik peserta didik (49) Pertemuan dengan orangtua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah pribadi (50) Pertemuan dengan orangtua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah sosial (51) Pertemuan dengan orangtua, keluarga, peserta didik yang mengalami masalah belajar (55) Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan kegiatan belajar (59) Pendalaman penanganan masalah belajar

13

Kunjungan Rumah

14

Tampilan Kepustakaan

(53) Bacaan dan rekaman tentang (54) Bacaan dan rekaman tentang perkembangan dan kehidupan pribadi perkembangan dan kehidupan sosial (57) Pendalaman penanganan masalah pribadi (58) Pendalaman penanganan masalah sosial

15

Alih Tangan Kasus

MA PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING

: 2013 - 2014 : Ria Wastiani, S.Pd.
Materi Pengembangan Kehidupan *) Karier 3) Obyek – obyek pemahaman kemampuan karir (8)Informasi tentang pemahaman , potensi, kemampuan kegiatan dan hasil karir (12) Penempatan dan Penyaluran untuk pengembangan kemampuan hasil karir (16) Pemahaman Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir (20 Pemahaman masalah Pribadi ; dalam pengembangan karir (24) Topik tentang kemampuan arah karir (28) Masalah pribadi dalam pengembangan karir (32) Pemberdayaan pihak tertentu untuk dapat membantu siswa dalam pengembangan karir (36) -

(40 Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah karir

(44) Data kemampuan , arah persiapan karir (48) Pembahasan kasus-kasus masalah karier tertentu yang dialami peserta didik (52) Pertemuan dengan orangtua, keluarga, siswa yang mengalami masalah karir (56) Bacaan dan rekaman tentang kemampuan dan arah karir (60) Pendalaman penanganan masalah karir

PERHITUNGAN MINGGU EFEKTIF SELAMA SATU TAHUN PELAJARAN

SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
KELAS : VIII JUMLAH MINGGU MINGGU EFEKTIF 5 5 5 5 5 5 30 5 4 5 5 5 5 5 TOTAL 3 2 5 4 4 1 19 4 4 4 5 5 1 23 Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling MINGGU JUMLAH TIDAK JAM EFEKTIF 2 3 0 1 1 4 11 1 0 1 0 0 4 6 3 2 5 4 4 1 19 4 4 4 5 5 1 23 42 Kota Bekasi, 15 Juli 2012 Guru Bimbingan Konseling, UKK, Labzest, Pembagian Rapor, Libur Kenaikan Kelas Penerimaan Siswa Baru UTS & Pembagian Rapor Semester 2

SEMESTER

BULAN

KETERANGAN

JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER I NOVEMBER DESEMBER JUMLAH JANUARI FEBRUARI MARET II APRIL MEI JUNI JUMLAH

Labs [SPIRIT], KAUTSAR Libur Idul Fitri UTS & Pembagian Rapor Semester 1 LASER UAS, Pembagian Rapor, Libur Semester 1

Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

PROGRAM TAHUNAN
SMP LABSCHOOL CIBUBUR
Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling Kelas : VIII

SEMESTER I NO 1 STANDAR KOMPETENSI Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat KOMPETENSI DASAR Memahami dan mengenal karakteristik teman di lingkungan belajar Memahami dan meyakini keberadaan Tuhan YME Memahami keberagaman beragama serta menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat Memahami dampak buruk dari rokok serta membentuk sikap positif mengindari rokok Memahami berbagai pola makan yang tidak sehat dan dampak buruknya MATERI POKOK Mengenal Karakteristik Teman Makna Tuhan Bagiku Toleransi Agama ALOKASI WAKTU 1 x 40 menit

2

1 x 40 menit

3

2 x 40 menit

4

Bahaya Rokok

3 x 40 menit

5

Gangguan Makan

2 x 40 menit

6

Memahami tumbuh kembang, kesehatan reproduksi, dan macam perilaku seksual

Pendidikan seks bagi remaja

3 x 40 menit

7

8

Mengenal kemampuan, bakat, minat serta Memahami dan membentuk arah kecenderungan karier dan apresiasi sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari Mengenal gambaran dan mengembangkan Memahami emosi dan bentuk sikap tentang kehidupan mandiri secara pengendalian emosi emosional, sosial, dan ekonomi Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat Memahami, menerima, dan membentuk citra diri secara positif melihat dari kelebihan dan kelemahan diri

Disiplin Diri

2 x 40 menit

Emosi dan pengendaliannya

2 x 40 menit

9

Integritas Diri

3 x 40 menit

PROGRAM TAHUNAN
SMP LABSCHOOL CIBUBUR
Mata Pelajaran Satuan Pendidikan : Bimbingan Konseling : SMP LABSCHOOL CIBUBUR Kelas Tahun Pelajaran : VIII : 2013/ 2014

SEMESTER II NO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK ALOKASI WAKTU 2 x 40 menit

10 Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku Memahami dampak buruk dari Bahaya Bullying yang dapat diterima dalam kehidupan bullying serta membentuk sikap yang lebih luas anti-bullying 11 Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat 12 Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas Memahami dan membuat strategi pencapaian prestasi belajar Prestasi Belajar

3 x 40 menit

Memahami dampak buruk serta No Sex Before resiko dari free-sex maupun Marriage hubungan seksual sebelum menikah 13 Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi Memahami berbagai perilaku Bahaya IMS pedoman hidup sebagai pribadi, anggota beresiko tertularnya IMS serta masyarakat dan warga negara macam-macam karakteristiknya 14 Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi Memahami bahaya HIV/ AIDS pedoman hidup sebagai pribadi, anggota serta membentuk sikap empati masyarakat dan warga negara kepada ODHA 15 Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi Memahami dampak buruk dari pedoman hidup sebagai pribadi, anggota penyalahgunaan narkoba serta masyarakat dan warga negara membentuk sikap anti narkoba 16 Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita 17 Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi 18 Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat 19 Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita 20 Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara Bahaya HIV/ AIDS

2 x 40 menit

3 x 40 menit

1 x 40 menit

Bahaya Narkoba

2 x 40 menit

Memahami pola hubungan antar Sosiometri teman sebaya Memahami berbagai macam permasalahan yang dihadapi remaja sesuai jamannya Memahami dan membentuk sikap percaya diri AUM

1 x 40 menit

1 x 40 menit

Percaya Diri

2 x 40 menit

Memahami dan membentuk budaya kerjasama dengan teman sebaya Memahami dampak yang ditimbulkan dari aborsi

Kerjasama

2 x 40 menit

Bahaya Aborsi

2 x 40 menit

21 Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 22 Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Memahami dan membentuk sikap jujur

Kejujuran

1 x 40 menit

Memahami dan membentuk Respect to Others sikap hormat kepada orang lain

1 x 40 menit

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

PROGRAM

SEMESTER

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
Mata Pelajaran Satuan Pendidikan : Bimbingan Konseling : SMP LABSCHOOL CIBUBUR Kelas Tahun Pelajaran : VIII : 2013/ 2014

Semester 1 ALOKASI WAKTU 1 x 40 menit 1 x 40 menit 2 x 40 menit 3 x 40 menit 2 x 40 menit 3 x 40 menit 2 x 40 menit 2 x 40 menit 3 x 40 menit Bulan Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2                    Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

No

KOMPETENSI DASAR

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Mengenal Karakteristik Teman Makna Tuhan Bagiku Toleransi Agama Bahaya Rokok Gangguan Makan Pendidikan seks bagi remaja Disiplin Diri Emosi dan pengendaliannya Integritas Diri Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

PROGRAM

SEMESTER

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
Mata Pelajaran Satuan Pendidikan : Bimbingan Konseling : SMP LABSCHOOL CIBUBUR Kelas Tahun Pelajaran : VIII : 2013/ 2014

Semester 2 ALOKASI WAKTU 2 x 40 menit 3 x 40 menit 2 x 40 menit 3 x 40 menit 1 x 40 menit 2 x 40 menit 1 x 40 menit 1 x 40 menit 2 x 40 menit 2 x 40 menit 2 x 40 menit 1 x 40 menit 1 x 40 menit Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2                        Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

No

KOMPETENSI DASAR

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Bahaya Bullying Prestasi Belajar No Sex Before Marriage Bahaya IMS Bahaya HIV/ AIDS Bahaya Narkoba Sosiometri AUM Percaya Diri Kerjasama Bahaya Aborsi Kejujuran Respect to Others Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

OGRAM

SEMESTER

URIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
: VIII : 2013/ 2014

Semester 1 Bulan Desember 3 4 5 Keterangan

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

OGRAM

SEMESTER

URIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
: VIII : 2013/ 2014

Semester 2 Bulan Juni 3 4 5 Keterangan

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

PROGRAM SEMESTER LAYANAN KONSELING Sekolah Kelas Bulan, Minggu Ke : SMP Labschool Cibubur : VIII A, B, C, D, E, F LAYANAN Orientasi Informasi Penempatan Penguasaan Konseling Penyaluran Konten Individu Jenis/ Jml ss Jenis/ Jml ss Jenis/ Jml ss Jenis/ Jml ss Jenis/ Jml ss kali kali kali kali kali 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 July 2013 6S 228 6 PSBK 228 4PSBK 6P 228 4PSBK 6P 228 4PSBK 5 6S 228 4PSBK 5 August 2013 6S 228 4PSBK 4 6PS 228 4PSBK 4 6PS 228 4PSBK 4 6PS 228 4PSBK 4 September 2013 6P 228 4PSBK 4 6P 228 4PSBK 4 6P 228 6P 228 4PSBK 4 6P 228 6P 228 4PSBK 4 October 2013 6P 228 6P 228 4PSBK 4 6P 228 6B 228 4PSBK 4 6P 228 4PSBK 4 6PS 228 4PSBK 4 Semester Tahun Pelajaran

1 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4

Konseling Bimbingan Konsultasi Kelompok Kelompok Jenis/ Jml ss Jenis/ Jml ss Jenis/ kali kali kali 12 13 14 15 16

1PSBK 1PSBK 10

10

IPSBK IPSBK

1PSBK 1PSBK 10

10

IPSBK IPSBK

IPSBK IPSBK 1PSBK 1PSBK 10 10

IPSBK IPSBK 1PSBK 10 1PSBK 10

Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4

6PS 6P 6P 6P 6P 6P 6S

228 228 228 228 228 228 228

6B

228

6S 6PS 6PS 6B 6B 6B 6P 6P 6P 6P 6P 6PS 6PS 228 228 228 228 228 228 228 228 228 228 228 228

228

6B 6B 228 6B 6P

228

228 228

6B 6B 228

228

November 2013 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 December 2013 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 January 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 February 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 March 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4

1PSBK 1PSBK 10

10

IPSBK IPSBK IPSBK IPSBK

1PSBK 1PSBK 10 1PSBK

10

10 IPSBK IPSBK

1PSBK

10

1PSBK 1PSBK 10

10 IPSBK IPSBK IPSBK IPSBK

1PSBK 1PSBK 10

10

Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4 Mg 1 Mg 2 Mg 3 Mg 4

6PS 6S 6PS 6P 6P 6PS 6PS 6P 6P 6P 6PS

228 228 228 228 228 228 228 228 228 228 228

6S 6PS

228 228

6K 6B 6S 228 6K

228 228

228

April 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 May 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 June 2014 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4 4PSBK 4

1PSBK 1PSBK 10

10

IPSBK IPSBK

1PSBK

10

1PSBK

10

IPSBK IPSBK IPSBK IPSBK

1PSBK 1PSBK 10

10

Keterangan : * SS : Satuan siswa * Bidang Pengembangan Kehidupan P= Pribadi S = Sosial B = Belajar K = Karier 30 % …..% …. % 20 % …..%.......% 25 % …..% …..% 25 % ......%.......% 100% 5 kali 4 kali 4 kali 5 kali I. Aplikasi Instrumentasi II. Himpunan Data III. Konferensi Kasus IV.Kunjungan Rumah V. Tampilan Kepustakaan Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Ria Wastiani, S.Pd.

AM SEMESTER LAYANAN KONSELING Semester Tahun Pelajaran LAYANAN Konsultasi Kegiatan Pendukung Jml ss Jenis/ Jml ss kali 17 18 19 I, II I, II I, II I,II II, III II, III III II II II II I 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 : Ganjil : 2013 - 2014 Jumlah siswa yang dilayani 20 458 245 235 250 234 239 248 243 238 238 471 471 460 465 237 252

July 2013 5 5 August 2013 5 5 September 2013 5 5

October 2013 5 5

November 2013 232 232 247 475 237 247 232 242 242 #REF! 237 470 460 242 465 247 465 465 242 242

5 5 December 2013 5 5

January 2014 5 5 February 2014

5 5 March 2014 5 5

April 2014 5 5 May 2014 232 232 237 485 465 475 232 242 232 465 475 242

5 5 June 2014 5 5

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Ria Wastiani, S.Pd.

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU : VIII/ 1 : 6 X 40 Menit

01

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

1

Memahami dan meyakini keberadaan Tuhan YME

Makna Tuhan Bagiku

a. Memahami konsep kepercayaan terhadap Tuhan YME b. Menjelaskan bentuk syukur terhadap Tuhan YME

a. Religius

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Sikap dan perilaku siswa c. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

1 x 40 menit

b. Tanya jawab c. Brainstorming

b. Toleransi

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop

2

Memahami keberagaman beragama serta menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat Memahami dampak buruk dari rokok serta membentuk sikap positif mengindari rokok

Toleransi

a. Menjelaskan apa yang dimaksud a. Tanya jawab dengan toleransi beragama b. Menjelaskan keberagaman agama b. Presentasi di Indonesia Kelompok

a. Religius b. Toleransi

2 x 40 menit

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop

3

Bahaya Rokok

a. Menjelaskan dampak positif dan negatif penggunaan rokok b. Menjelaskan propaganda rokok di Indonesia c. Menjelaskan bentuk hidup sehat tanpa rokok d. Membentuk sikap positif remaja anti rokok

a. Sharing & diskusi b. Tanya jawab c. Penugasan d. Debat

a. Religius b. Toleransi

3 x 40 menit

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling KELAS/ SEMESTER : 2. Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri ALOKASI WAKTU sendiri untuk kehidupan yang sehat MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing b. Tanya jawab c. Penugasan KARAKTER BENTUK PENILAIAN ALOKASI WAKTU : VIII/ 1 : 4 X 40 Menit

02

NO

KOMPETENSI DASAR

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

1

Memahami berbagai pola Gangguan Makan makan yang tidak sehat dan dampak buruknya

a. Menjelaskan macam-macam gangguan makan pada remaja b. Menyebutkan dampak dari gangguan makan pada remaja c. Menjelaskan penerapan perilaku hidup sehat

a. Religius b. Mandiri

2

Memahami pertumbuhan dan perkembangan fisik pada pria maupun wanita beserta katakteristiknya

Pendidikan seks bagi remaja

a. Menjelaskan pengertian dari a. Sharing tumbuh kembang, sistem reproduksi, dan perilaku seksual b. Menyebutkan karakteristik b. Tanya jawab tumbuh kembang pada remaja, dan alat-alat reproduksi c. Memahami proses tumbuh c. Penugasan kembang remaja, dan berbagai perilaku seks d. Menerima keadaan fisik dan psikis selama proses tumbuh kembang

a. Mandiri

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

3 x 40 menit

a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop

d. Modul BK

3

Memahami, menerima, dan Integritas Diri membentuk citra diri secara positif melihat dari kelebihan dan kelemahan diri

a. Menjelaskan pengertian dari integritas diri b. Menjelaskan macam-macam kebutuhan individu c. Memahami integritas diri pribadi

a. Sharing b. Tanya jawab

a. Mandiri

3 x 40 menit

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

c. Penugasan

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU : VIII/ 1 : 2 X 40 Menit

03

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

1

Memahami dan mengenal karakteristik teman di lingkungan belajar

Mengenal a. Mengemukakan kesan-kesan a. Sharing Karakteristik Teman berada di lingkungan belajar yang baru b. Menyebutkan nama teman-teman b. Ice Breaking sekelas dengan karakteristik tertentu c. Penugasan

a. Bersahabat

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

1 x 40 menit

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN NO KOMPETENSI DASAR : Bimbingan Konseling : 5. Mengenal kemampuan, bakat, minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing b. Tanya jawab KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU ALOKASI WAKTU : VIII/ 1 : 2 X 40 Menit

05

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop

1

Memahami dan membentuk sikap disiplin dalam kehidupan seharihari

Disiplin Diri

a. Menjelaskan pengertian disiplin diri b. Menyebutkan macam-macam perilaku disiplin diri

a. Disiplin

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Menghargai b. Ketepatan waktu prestasi menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

c. Membentuk perencanaan sikap c. Penugasan disiplin diri dengan timeline kegiatan sehari-hari

d. Modul BK

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 7. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi. MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU : VIII/ 1 : 1 X 40 Menit

06

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

1

Memahami emosi dan Emosi dan bentuk pengendalian emosi pengendaliannya

a. Menjelaskan bentuk pengendalian a. Sharing emosi b. Menjelaskan bentuk ekspresi emosi yang sehat c. Memahami macam-macam pengendalian emosi tiap individu b. Tanya jawab c. Penugasan

a. Toleransi

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

1

Memahami dan membentuk sikap jujur

Kejujuran

a. Menjelaskan pengertian kejujuran a. Sharing b. Menjelaskan bentuk-bentuk perilaku jujur
c. Menyebutkan dampak perilaku tidak jujur

a. Religius b. Toleransi

b. Tanya jawab c. Game

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

1 x 40 menit

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling KELAS/ SEMESTER : 2. Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri ALOKASI WAKTU sendiri untuk kehidupan yang sehat MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing KARAKTER BENTUK PENILAIAN ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

1

Memahami dan membentuk sikap percaya diri

Percaya Diri

a. Menjelaskan pengertian percaya diri b. Menyebutkan macam-macam perilaku yang menunjukkan sikap percaya diri c. Membentuk sikap percaya diri

a. Religius

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

b. Simulasi

b. Mandiri

c. Penugasan

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing b. Tanya jawab KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

1

Memahami pola hubungan Sosiometri antar teman sebaya

a. Memahami pola pertemanan di kelas b. Menentukan teman yang disenangi dan tidak disenangi di kelas

a. Bersahabat

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab

1 x 40 menit

c. Penugasan

2

Memahami dan membentuk budaya kerjasama dengan teman sebaya

Kerjasama

a. Menjelaskan pengertian kerjasama

a. Sharing

a. Toleransi

2 x 40 menit

b. Menyebutkan bentuk-bentuk b. Tanya jawab perilaku kerjasama c. Menjelaskan manfaat bekerjasama c. Penugasan d. Game

b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN NO KOMPETENSI DASAR : Bimbingan Konseling : 4. Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU ALOKASI WAKTU

1

Memahami dampak buruk dari bullying serta membentuk sikap antibullying

Bahaya Bullying

a. Menjelaskan pengertian bullying

a. Disiplin

b. Menjelaskan dampak negatif dari b. Tanya jawab bullying c. Menjelaskanbentuk-bentuk c. Penugasan perilaku bullying d. Membentuk sikap anti bullying

2

Memahami dampak buruk No Sex Before serta resiko dari free-sex Marriage maupun hubungan seksual sebelum menikah

a. Menjelaskan pentingnya free sex b. Menjelaskan dampak buruk dari free sex c. Membahas kasus dampak buruk free sex dan pernikahan usia dini d. Membentuk sikap 'no sex before marriage'

a. Sharing b. Tanya jawab c. Diskusi

a. Disiplin

3

Memahami dan membentuk sikap hormat kepada orang lain

Respect to Others

a. Menjelaskan pengertian menghormati b. Menyebutkan bentuk perilaku menghormati satu sama lain c. Menjelaskan akibat dari sikap tidak menghormati individu d. Membentuk sikap saling menghormati

a. Sharing

a. Disiplin

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

2 x 40 menit

1 x 40 menit

b. Tanya jawab c. Simulasi

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling KELAS/ SEMESTER : 6. Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan ALOKASI WAKTU pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat. MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing b. Tanya jawab KARAKTER BENTUK PENILAIAN ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

1

Memahami dan membuat Prestasi Belajar strategi pencapaian prestasi belajar

a. Menjelaskan pengertian prestasi belajar b. Menjelaskan macam-macam strategi untuk mencapai prestasi belajar c. Membuat target prestasi belajar per individu

a. Toleransi

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

3 x 40 menit

c. Penugasan

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 7. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi. MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

1

Memahami berbagai AUM macam permasalahan yang dihadapi remaja sesuai jamannya

a. Menjelaskan macam-macam masalah pada remaja

a. Toleransi

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab

1 x 40 menit

b. Melakukan asessmen pribadi mengenai masalah remaja yang terjadi pada diri siswa

b. Tanya jawab c. Penugasan

b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

SILABUS
KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR
MATA PELAJARAN TUGAS PERKEMBANGAN : Bimbingan Konseling : 8. Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara. MATERI POKOK INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Sharing KARAKTER BENTUK PENILAIAN KELAS/ SEMESTER ALOKASI WAKTU

NO

KOMPETENSI DASAR

ALOKASI WAKTU

1

Memahami berbagai perilaku beresiko tertularnya IMS serta macam-macam karakteristiknya

Bahaya IMS

a. Menjelaskan pengertian IMS

a. Toleransi

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab

3 x 40 menit

b. Menyebutkan macam-macam b. Tanya jawab penyakit IMS dan gejalanya (karaktertistiknya) c. Menjelaskan penyebab terjadinya c. Diskusi IMS d. Membentuk sikap untuk mencegah bahaya IMS

b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2

Memahami bahaya HIV/ Bahaya HIV/ AIDS AIDS serta membentuk sikap empati kepada ODHA

a. Menjelaskan pengertian HIV/ AIDS a. Sharing b. Menyebutkan macam-macam b. Tanya jawab gejalanya penderita HIV/ AIDS c. Menjelaskan penyebab c. Penugasan terjangkitnya HIV/ AIDS d. Membentuk sikap empati kepada ODHA

a. Toleransi

1 x 40 menit

3

Memahami dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba serta membentuk sikap anti narkoba

Bahaya Narkoba

a. Menjelaskan pengertian narkoba

a. Sharing

a. Toleransi

a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab

2 x 40 menit

b. Menjelaskan macam-macam narkoba dan karakteristiknya c. Menjelaskan dampak buruk penyalahgunaan narkoba d. Membentuk sikap anti narkoba

b. Tanya jawab c. Penugasan

4

Memahami dampak yang ditimbulkan dari aborsi

Bahaya Aborsi

a. Menjelaskan pengertian aborsi b. Menjelaskan dampak buruk dari aborsi c. Menjelaskan penyebab dilakukannya aborsi

a. Sharing b. Tanya jawab c. Diskusi d. Debat

a. Toleransi

b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas a. Keaktifan siswa dalam tanya-jawab b. Ketepatan waktu menyelesaikan tugas c. Sikap dan perilaku siswa d. Kreativitas siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengerjakan tugas

2 x 40 menit

Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

Drs. H. Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SILABUS
: VIII/ 1 : 5 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

01

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop

SILABUS
: VIII/ 1 : 4 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

02

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
: VIII/ 1 : 2 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

03

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
: VIII/ 1 : 2 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

04

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
: VIII/ 1 : 1 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

06

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
: VIII/ 1 : 1 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

06

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

SILABUS
: VIII/ 1 : 1 X 40 Menit

KURIKULUM SMP LABSCHOOL CIBUBUR

06

SARANA/ SUMBER BELAJAR a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis

b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

a. Buku & alat tulis b. White board & Spidol c. LCD & Laptop d. Modul BK

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling,

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

1

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Mengenal Karakteristik Teman : Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami dan mengenal karaktertistik teman di lingkungan belajar : Orientasi : Sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai karakteristik masing-masing teman satu kelas Menjelaskan tujuan permainan Menjelaskan aturan main permainan agen neptunus (game mengenal karakteristik teman) Menentukan karaktersitik teman yang harus ditemukan pada teman-teman satu kelas Meminta siswa mencari teman dengan karakteristik yang ditentukan dan saling bertukar tanda tangan Memberikan tanggapan kepada siswa dari hasil game mengenal karakteristik teman
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Mengenal macam-macam karakteristik teman : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, ice breaking, penugasan : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Bagaimana pendapat kalian mengenai karakteristik teman di kelas ini? : Sebutkan nama-nama teman dengan karakteristik yang teah ditentukan! : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

2

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Makna Tuhan : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa : Memahami dan meyakini keberadaan Tuhan YME : Informasi : Pribadi : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai makna Tuhan Membaca kisah mengenai orang atheis di modul BK Membahas kisah mengenai orang atheis dari hasil baca siswa Brainstorming mengenai makna Tuhan bersama siswa Menjelaskan mengenai makna Tuhan bagi individu serta cara mensyukuri nikmat Tuhan YME Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu Membentuk kelompok presentasi mengenai macam-macam agama di Indonesia serta penerapan toleransi menurut kelompok

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Makna Tuhan Bagiku : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, Brainstorming, Tanya jawab : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Bagaimanakah makna Tuhan bagimu? : Bagaimana bentuk rasa syukur umat manusia kepada Tuhan? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

3

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Toleransi : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa : Memahami keberagaman beragama serta menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat : Informasi : Sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian toleransi Memberikan tanggapan dari hasil apresepsi siswa Mengistruksikan siswa untuk presentasi kelompok membahas macam-macam agama di Indonesia, beserta cara beribadah, makna Tuhan bagi tiap agama, serta makna toleransi bagi anggota kelompok Memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya kepada kelompok presentasi Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Melakukan review pertemuan minggu lalu Mengistruksikan siswa untuk presentasi kelompok membahas macam-macam agama di Indonesia, beserta cara beribadah, makna Tuhan bagi tiap agama, serta makna toleransi bagi anggota kelompok Memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya kepada kelompok presentasi Menjelaskan makna toleransi beragama Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Toleransi Agama : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Tanya jawab, presentasi kelompok : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa makna toleransi agama menurutmu? : Bagaimana bentuk perilaku yang menunjukkan sikap toleransi beragama? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

4

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Rokok dan dampak penggunaannya : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa : Memahami dampak buruk dari rokok serta membentuk sikap positif mengindari rokok : Informasi : Sosial dan Pribadi : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai bahaya rokok Memberikan tanggapan kepada siswa mengenai bahaya rokok Membentuk kelompok pro dan kelompok kontra Membuka topik bahasan mengenai rokok Meminta masing-masing anggota kelompok mendiskusikan dan menuliskan argumennya Meminta masing-masing anggota kelompok untuk melaksanakaan debat aktif mengenai rokok Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Mereview bahasan minggu lalu Meminta siswa menanggapi mengenai bahasan minggu lalu Memberikan penjelasan mengenai rokok Menjelaskan dampak dari penggunaan rokok serta propaganda dari rokok Menanyangkan video mengenai rokok di Indonesia Meminta siswa memberikan tanggapan mengenai video tersebut Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 3 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Mereview bahasan minggu lalu Meminta siswa menanggapi mengenai bahasan minggu lalu Mengkoordinir siswa untuk membuat video campaign anti rokok Mengkoordinir pemimpin kelompok (ketua kelas) untuk menentukan tokoh, alur cerita, pesan yang ingin disampaikan, dan waktu pelaksanaan pembuatan video Meminta wakil pemimpin kelompok (sekretaris) mencatat peran anggota kelompok Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya rokok : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya jawab, penugasan, debat : Ruang kelas : 3 x 40 menit/ 3 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa saja dampak-dampak penggunaan rokok? : Bagaimana cara pencegahan penggunaan rokok? Bagaimana sebaiknya sikap remaja terhadap penggunaan rokok? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

5

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Gangguan makan : Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat : Memahami berbagai pola makan yang tidak sehat dan dampak buruknya : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai apa yang dimaksud dengan gangguan makan Memberikan tanggapan kepada siswa mengenai hasil apresepsi Menayangkan tayangan video mengenai gangguan makan Meminta siswa untuk memberikan tanggapan dari hasil tayangan video Menjelaskan apa yang dimaksud dengan gangguan makan Menjelaskan macam-macam gangguan makan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Menginstruksikan siswa untuk mencari artikel mengenai gangguan makan

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Mereview pembahasan minggu lalu mengenai gangguan makan Meminta siswa membacakan artikel mengenai gangguan makan Meminta siswa memberikan tanggapan dari hasil baca artikel Memberikan penjelasan penyebab dari gangguan makan Memberikan penjelasan dampak dari gangguan makan Menjelaskan mengenai gaya hidup sehat bagi remaja agar terhindar dari gangguan makan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut

: Gangguan makan : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan gangguan makan dan dampaknya? : Apa saja macam-macam dari gangguan makan? Bagaimana sikap remaja terhadap gangguan makan? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok

Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

6

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Pendidikan seks : Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat : Memahami tumbuh kembang, kesehatan reproduksi, dan macam perilaku seksual : Informasi : Pribadi : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai apa yang dimaksud dengan tumbuh kembang pada remaja Memberikan tanggapan mengenai hasil apersepsi Menayangkan video mengenai tumbuh kembang remaja Meminta siswa memberikan tanggapan dari hasil tayangan video Meminta siswa menuliskan macam-macam pertumbuhan fisik yang terjadi pada masing-masing jenis kelamin Meminta siswa menempelkannya pada papan tulis

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Mereview pertemuan minggu lalu mengenai tumbuh kembang remaja Menanyakan kepada siswa apa yang dimaksud dengan sistem reproduksi Memberikan tanggapan kepada siswa mengenai hasil apersepsi Menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem reproduksi pada pria dan wanita Menjelaskan mengenai kesehatan reproduksi Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 3 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Mereview pertemuan minggu lalu mengenai kesehatan reproduksi Memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai bagaimana sikap remaja terhadap seksualitas Memberikan tanggapan kepada siswa mengenai hasil apersepsi Menayangkan video mengenai kasus seksualitas di kalangan remaja Meminta siswa memberikan tanggapan mengenai tayangan video dalam bentuk tulisan Memberikan penjelasan sikap remaja terhadap seksualitas Memberikan penjelasan mengenai macam-macam perilaku seksual Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Pendidikan seks bagi remaja : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 3 x 40 menit/ 3 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan tumbuh kembang, sistem reproduksi, dan perilaku seks pada remaja? : Apa saja yang terjadi selama proses tumbuh kembang? Apa saja bagian-bagian alat reproduksi? Bagaimana macam-macam bentuk perilaku seks? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

7

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Disiplin diri : Mengenal kemampuan, bakat, minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi : Memahami dan membentuk sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian disiplin diri Memberikan tanggapan dari hasil apersepsi siswa Memberikan penjelasan mengenai disiplin diri dan bentuk perilaku yang menggambarkan sikap disiplin Menayangkan video mengenai disiplin diri Meminta siswa membentuk kelompok Menugaskan siswa membuat timeline kehidupan sehari-hari per kelompok

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Meminta siswa mempresentasikan per kelompok mengenai hasil timeline kehidupan sehari-hari Meminta anggota kelompok lain untuk memberikan tanggapannya Membahas hasil presentasi kelompok Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Disiplin diri : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya jawab, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan disiplin diri? : Bagaimana sikap siswa dalam menerapkan disiplin diri dalam kehidupan sehari-hari? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

8

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Emosi : Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi : Memahami emosi dan bentuk pengendalian emosi : Informasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai bentuk pengendalian emosi Memberikan tanggapan dari hasil apersepsi Menjelaskan mengenai ciri individu yang mampu mengendalikan emosi Menjelaskan cara-cara pengendalian emosi individu Melakukan asessmen diri mengenai gambaran emosi Meminta siswa memberikan tanggapan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Memberikan aturan relaksasi Melaksanakan relaksasi guna eksplorasi dan pengendalian emosi Meminta siswa memberikan tanggapan dari hasil relaksasi dalam bentuk tulisan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Emosi dan pengendaliannya : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan pengendalian emosi? : Bagaimana cara kamu mengendalikan emosi? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

9

: VIII/ Ganjil : 2013 - 2014 : Integritas : Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat : Memahami, menerima, dan membentuk citra diri secara positif melihat dari kelebihan dan kelemahan diri : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian integritas diri Memberikan tanggapan hasil apersepsi Menjelaskan pengertian integritas diri Menjelaskan macam-macam kebutuhan individu Menjelaskan ciri individu yang memiliki integritas diri Menayangkan contoh tayangan video mengenai integritas diri Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Meminta siswa mencari artikel mengenai tokoh yang memiliki integritas diri

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Meminta siswa membacakan artikel mengenai tokoh yang memiliki integritas diri Meminta siswa lain memberikan tanggapan mengenai artikel tersebut Menjelaskan mengenai bentuk sikap memiliki integritas diri dengan sikap anti korupsi Menjelaskan mengenai johari window Meminta siswa membuat johari window Meminta antar siswa mengisi kolom sesuai johari window yang ditentukan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 3 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menayangkan video mengenai korupsi di Indonesia Meminta siswa memberikan tanggapan dalam bentuk tulisan Meminta siswa membacakan hasil tanggapannya terhadap hasil tayangan video korupsi di Indonesia Meminta siswa lain menanggapi hasil tanggapan temannya Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Meminta siswa membuat twit campaign anti korupsi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Integritas diri : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 3 x 40 menit/ 3 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan integritas diri? : Bagaimana perilaku yang menunjukkan integritas diri? Bagaimana sikapmu mengenai korupsi di Indonesia? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

10

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Bullying dan bahayanya : Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas : Memahami dampak buruk dari bullying serta membentuk sikap anti-bullying : Informasi : Pribadi dan Sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian bullying Bertanya kepada siswa mengenai macam-macam perilaku bullying dan dampaknya Menjelaskan pengertian bullying Menjelaskan macam-macam bentuk perilaku bullying Menampilkan tayangan video mengenai dampak perilaku bullying Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Membentuk kelompok siswa untuk membuat poster dan video campaign anti bullying

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menjelaskan penyebab dan dampak perilaku bullying Meminta siswa untuk presentasi kelompok mengenai poster anti bullying Menjelaskan sikap yang perlu dilakukan remaja untuk mengindari bullying Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya bullying : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan bullying dan bentuk perilakunya? : Bagaimana sikap remaja terhadap tindakan bullying? Bagaimana cara mengatasinya? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

11

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Prestasi : Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat : Memahami dan membuat strategi pencapaian prestasi belajar : Informasi : Belajar : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai apa yang dimaksud dengan prestasi belajar? Bertanya kepada siswa bagaimana cara mereka mencapai prestasi belajar Menjelaskan pengertian prestasi belajar Menjelaskan macam-macam strategi untuk mencapai prestasi belajar Menayangkan video inspirasi tokoh dengan prestasi belajarnya Meminta siswa membuat perencanaan guna mencapai prestasi belajar Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Meminta siswa membuat perencanaan guna mencapai prestasi belajar Meminta siswa membacakan perencanaan prestasi belajarnya Meminta siswa lain memberikan tanggapan terhadap perencanaan prestasi belajar Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 3 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menjelaskan perencanaan prestasi belajar dilihat dengan analisis SWOT Meminta siswa membuat analisis SWOT guna mencapai prestasi belajar Meminta siswa membacakan analisis SWOT temannya Meminta siswa lain memberikan tanggapannya Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Prestasi belajar : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 3 x 40 menit/ 3 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan prestasi belajar? Apa saja prestasi belajar yang ingin kamu raih? : Bagaimana perencanaanmu untuk mencapai prestasi belajar yang diinginkan? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

12

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : No sex before marriage : Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas : Memahami dampak buruk serta resiko dari free-sex maupun hubungan seksual sebelum menikah : Informasi : Pribadi : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa apa yang dimaksud dengan free sex? Bertanya kepada siswa apa saja dampak dari free sex? Menjelaskan pengertian free sex Menjelaskan dampak dari free sex Menjelaskan contoh-contoh kasus free sex di Indonesia disertai tayangan video Meminta siswa memberikan tanggapan mengenai tayangan video Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Meminta siswa mencari artikel mengenai free sex

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menjelaskan berbagai faktor penyebab seseorang melakukan free sex Meminta siswa untuk membacakan artikel mengenai free sex dan faktor penyebabnya Meminta siswa berkelompok untuk mendiskusikan cara penyelesaian masalah dari perilaku free sex Meminta siswa membacakan hasil diskusi kelompoknya Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: No sex before marriage : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, diskusi : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang kamu ketahui mengenai free sex? : Apa saja dampak dari free sex yang kamu ketahui? Bagaimana cara mengatasi perilaku free sex? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

13

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : IMS dan bahayanya : Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami berbagai perilaku beresiko tertularnya IMS serta macam-macam karakteristiknya : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian IMS Memberikan tanggapan dari hasil apersepsi Menjelaskan pengertian IMS Menjelaskan macam-macam IMS Menjelaskan penyebab terjadinya IMS Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menjelaskan dampak dari IMS Sikap remaja terhadap IMS Meminta siswa berkelompok untuk berdiskusi mengenai kasus remaja yang terjangkit IMS untuk mencari penyebab, dampak, dan alternatif penyelesaian masalahnya Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 3 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Meminta siswa berkelompok membacakan hasil diskusi minggu lalu Menjelaskan penyebaran IMS Menayangkan video mengenai IMS Meminta siswa memberikan tanggapan mengenai video tersebut Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya IMS : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, diskusi : Ruang kelas : 3 x 40 menit/ 3 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang kamu ketahui mengenai IMS? : Bagaimana proses penularan IMS serta dampak yang ditimbulkannya? Bagaimana remaja menyikapi IMS? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

14

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Bahaya HIV/ AIDS : Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami bahaya HIV/ AIDS serta membentuk sikap empati kepada ODHA : Informasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian HIV/ AIDS Memberikan tanggapan dari hasil apersepsi Menjelaskan pengertian HIV/ AIDS Menjelaskan pola penyebaran HIV/ AIDS Menjelaskan penyebab dan dampak dari HIV/ AIDS Menjelaskan gejala-gejala terjangkitnya HIV/ AIDS Menayangkan video mengenai HIV/ AIDS Menjelaskan perlunya sikap empati remaja kepada ODHA
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

b. Elaborasi

c. Konfirmasi 3 Penutup

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya HIV/ AIDS : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan HIV/ AIDS? : Bagaimana proses penyebaran HIV/ AIDS? Apa saja penyebab dan dampak dari HIV/ AIDS? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

15

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Bahaya narkoba : Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami dampak buruk dari penyalahgunaan narkoba serta membentuk sikap anti narkoba : Informasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian narkoba Memberikan tanggapan mengenai hasil apersepsi Menjelaskan pengertian narkoba Menjelaskan macam-macam narkoba dan dampaknya Menjelaskan kasus remaja dan penyalahgunaan narkoba Meminta siswa memberikan tanggapan secara individu dalam bentuk tulisan Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Meminta siswa membacakan hasil tanggapannya mengenai kasus remaja dan penyalahgunaan narkoba Meminta siswa berkelompok membuat poster anti narkoba

c. Konfirmasi

Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya narkoba : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan narkoba? : Apa saja macam-macam narkoba dan dampaknya? Bagaimana seharusnya sikap remaja terhadap narkoba? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN PENDUKUNG BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

1

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Pola hubungan pertemanan : Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami pola hubungan antar teman sebaya : Aplikasi instrumentasi : Sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian pola hubungan pertemanan Menjelaskan pengertian pola hubungan pertemanan Menjelaskan macam-macam pola hubungan pertemanan Menjelaskan perilaku dalam hubungan pertemanan Memberikan verbal setting dalam pengerjaan sosiometri Meminta siswa mengisi sosiometri Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Sosiometri : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan pola hubungan pertemanan? : Apa saja macam-macam pola hubungan pertemanan? Bagaimana sikap remaja dalam hubungan pertemanan? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

17

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Gambaran masalah pada remaja : Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi : Memahami berbagai macam permasalahan yang dihadapi remaja sesuai jamannya : Aplikasi instrumentasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Bertanya kepada siswa mengenai contoh macam-macam masalah pada remaja Memberikan verbal setting dalam pengerjaan Alat Ungkap Masalah (AUM) Meminta siswa melakukan asessmen diri dengan menggunakan Alat Ungkap Masalah (AUM) Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Pengisian Alat Ungkap Masalah (AUM) : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa saja contoh masalah yang terjadi pada remaja : Bagaimana remaja mengatasi masalah yang dihadapinya? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

18

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Percaya diri : Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat : Memahami dan membentuk sikap percaya diri : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian percaya diri Memberikan tanggapan hasil apersepsi Menjelaskan pengertian percaya diri Menjelaskan mengapa perlu percaya diri Menjelaskan ciri-ciri pribadi yang percaya diri Meminta siswa membuat pidato mengenai hal yang akan aku lakukan untuk menjadi pribadi yang membanggakan Meminta siswa membacakan pidatonya Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Menjelaskan bagaimana cara meningkatkan percaya diri Meminta siswa membacakan pidatonya (sesi 2) Meminta siswa menuliskan bagaimana perasaannya saat berpidato Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Percaya diri : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, simulasi, penugasan : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan percaya diri? : Bagaimana cara untuk meningkatkan percaya diri? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

19

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Kerjasama : Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita : Memahami dan membentuk budaya kerjasama dengan teman sebaya : Informasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian kerjasama Menjelaskan mengenai pengertian kerjasama Menjelaskan bentuk-bentuk perilaku yang menunjukkan kerjasama Menjelaskan manfaat kerjasama Menayangkan video mengenai kerjasama Meminta siswa memberikan tanggapan mengenai kerjasama Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Memberikan verbal setting mengenai game kerjasama Melaksanakan game kerjasama Menanyakan kepada siswa makna yang dapat diambil dari game kerjasama Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Kerjasama : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan, game : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan kerjasama? : Bagaimana bentuk perilaku yang menunjukkan kerjasama? Apa saja manfaat bekerjasama? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

20

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Aborsi dan bahayanya : Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara : Memahami dampak yang ditimbulkan dari aborsi : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pencegahan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian aborsi Memberikan tanggapan hasil apersepsi Menjelaskan pengertian aborsi Menjelaskan proses aborsi Menjelaskan penyebab dan dampak dari aborsi Menayangkan video mengenai aborsi Meminta siswa memberikan tanggapan dari video tersebut Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Pertemuan 2 1 Pembukaan

Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi

Mereview pertemuan minggu lalu Membentuk kelompok pro dan kontra Meminta siswa berkelompok (pro-kontra) melakukan debat mengenai aborsi dan kasus aborsi di Indonesia Menjelaskan bagaimana sikap remaja terhadap aborsi

c. Konfirmasi

Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Bahaya aborsi : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, diskusi : Ruang kelas : 2 x 40 menit/ 2 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan aborsi? : Bagaimana proses aborsi? Bagaimana sikap remaja terhadap aborsi? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

21

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Kejujuran : Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa : Memahami dan membentuk sikap jujur : Informasi : Pribadi : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya mengenai pengertian kejujuran? Memberikan tanggapan hasil apersepsi Memberikan verbal setting game bola kejujuran Melaksanakan game bola kejujuran Meminta siswa memberikan tanggapan dari game tersebut Menjelaskan pengertian kejujuran Menjelaskan pentingnya kejujuran serta bentuk perilaku jujur Menayangkan video mengenai korupsi Meminta siswa memberikan tanggapan dari tayangan video Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Kejujuran : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, game : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang kamu ketahui mengenai kejujuran? : Bagaimana sikap remaja guna membentuk perilaku jujur? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Satuan Pendidikan Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Topik Permasalahan/ Bahasan Tugas Perkembangan Rumusan Tujuan/ Kompetensi Jenis Layanan Bidang Bimbingan Fungsi Layanan Sasaran Layanan Kegiatan Pertemuan 1 1 Pembukaan
: SMP Labschool Cibubur

22

1

: VIII/ Genap : 2013 - 2014 : Menghormati : Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas : Memahami dan membentuk sikap hormat kepada orang lain : Informasi : Pribadi dan sosial : Pemahaman dan pengembangan : Siswa SMP Labschool Cibubur Kelas VIII :
Mengucap salam dan mengecek kehadiran siswa Menjelaskan tujuan layanan

2

Kegiatan Inti a. Eksplorasi

Bertanya kepada siswa mengenai pengertian menghormati? Memberikan tanggapan dari hasil apersepsi Menjelaskan pengertian menghormati Menjelaskan pentingnya menghormati orang lain Menjelaskan bentuk perilaku mengormati orang lain Menayangkan video sikap menghormati dan tidak menghormati Melakukan simulasi sikap menghormati Meminta siswa menadatangani petisi "respect to others " Memberikan tanggapan kepada siswa
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami

b. Elaborasi

c. Konfirmasi

3

Penutup

Menyimpulkan materi layanan Memberikan kesempatan kepada siswa apabila ada yang ingin melakukan konseling kelompok atau konseling individu

Materi Kegiatan Instrumen dan Media Strategi Pelayanan Tempat Penyelenggaraan Waktu dan Jumlah Pertemuan Rencana Evaluasi & Tindak Lanjut a. Evaluasi Proses b. Evaluasi Hasil Laiseg, Laijapen, Laijapang c. Tindak Lanjut Mengetahui, Kepala SMP Labschool Cibubur

: Respect to others : White board, Spidol white board, LCD, Laptop, Speker, Alat tulis, Kertas HVS, Buku BK : Sharing, tanya-jawab, penugasan : Ruang kelas : 1 x 40 menit/ 1 x pertemuan : : Mengamati proses pelaksanaan kegiatan : Apa yang dimaksud dengan sikap menghormati? : Bagaimana bentuk perilaku mengormati orang lain? : Bimbingan Kelompok, Konseling Individu, Konseling Kelompok Kota Bekasi, 15 Juli 2013 Guru Bimbingan Konseling

Drs. H Uswadin, M.Pd.

Ria Wastiani, S.Pd.

TUGAS PERKEMBANGAN
No 1 2 3 4 5 Tugas Perkembangan Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Mempersiapkan diri, menerima, dan bersikap positif serta dinamis terhadap fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita Menerapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan yang lebih luas Mengenal kemampuan, bakat, minat serta arah kecenderungan karier dan apresiasi Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan/atau mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi

6

7

Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup 8 sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara 9 10

UGAS PERKEMBANGAN
Aspek Perkembangan Landasan hidup religius Pengembangan pribadi TP (Havigurst)
Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita. Menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi. Memilih dan mempersiapkan karier.

Kematangan hubungan dengan teman sebaya Kesadaran tanggung jawab sosial Wawasan dan kesiapan karier Kematangan intelektual

Peilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomi) Landasan perilaku etis

Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga negara. Mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. Memperoleh seperangkat nilai sistem etika sebagai petunjuk / pembimbing dalam berperilaku.

Kesadaran gender Kematangan emosi

Lampiran Game Tujuan Alat Peserta Prosedur

1

: Mengenal Karakteristik teman

: "Agen Neptunus" : Mengenal teman satu kelas lebih dekat sesuai karakteristiknya dan mengakrabkan satu sama lain : Kertas HVS, alat tulis : Seluruh siswa dalam kelas : Setiap siswa menuliskan nama dan kelas di kertas HVS bagian atas Setiap siswa membuat tabel berisi kolom no, karakteristik, nama, tanda tangan Siswa diminta mencari orang sesuai karakteristiknya, menuliskan nama dan meminta tanda tangan orang tersebut Siswa membacakan hasilnya Siswa menjelaskan makna dari game ini Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Walaupun sudah saling mengenal nama dan asal kelas masing-masing, namun perlu pengenalan lebih mendalam untuk mengetahui karakteristik individu.

Makna

:

Lampiran

2

: Makna Tuhan Setiap individu yang diciptakan Tuhan YME memiliki kekhasan tersendiri meskipun pada orang kembar. Tidak ada individu yang benar-benar sama di dunia ini. Hal ini dikarenakan Tuhan YME menciptakan makhlukNya di dunia ini dengan unik, berbeda satu sama lain. Makna Tuhan dalam hidup yakni bahwa setiap individu memerlukan Tuhan YME dalam hidupnya. Sekalipun itu terjadi pada orang atheis, mereka akan berpikir ulang bahwa yang mereka yakini (tidak percaya Tuhan) merupakan hal yang tidak tepat. Tuhan yang Maha Menciptakan dan mengabulkan doadoa hamba-hambaNya. Tuhan Maha Melihat dan hanya bisa diyakini dengan iman. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan YME segala yang tidak mungkin menjadi mungkin atas kuasaNya karena Tuhan Maha Berkehendak. Mendekatlah kepada Tuhan disaat senang dan sedih. Ketika kita mengingat Tuhan, maka Tuhan akan mengingat kita. Cara mendekatkan diri kepada Tuhan YME yakni dengan bersyukur, berdoa, beribadah, bersabar, dll.

Lampiran

3

: Toleransi Beragama Bagaimana perkembangan toleransi beragama di Indonesia saat ini? Berbagai isu mengenai konflik agama bisa disebabkan karena kurangnya rasa toleransi beragama. Hal-hal positif dari toleransi beragama: 1. Dapat hidup berdampingan dengan agama lain 2. Pengakuan atas keberagaman agama di Indonesia. 3. Adanya kebebasan untuk menganut agama. Hal-hal positif dari kurangnya toleransi beragama: 1. Terjadi perselisihan atau bentrokan antar umat beragama. 2. Sering terjadi tindak kriminal / kekerasan yang mengatasnamakan agama. 3. Diskriminasi terhadap orang yang berbeda agama. 4. Pelarangan pembangunan sarana ibadah Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena merasa agamanya yang paling benar Meremehkan atau menganggap rendah agama lain Tidak mampu untuk menerima perbedaan Sikap-sikap apa yang sebaiknya dikembangkan dalam kehidupan beragama dalam kehidupan seharihari? 1. Membangun rasa solider 2. Membangun komunikasi antar umar beragama 3. Membangun rasa saling menghargai dan menghormati 4. Toleransi Setiap agama mengajarkan kebaikan. Kebaikan akan berbalas kebaikan

Lampiran

4

: Bahaya Rokok Zat Berbahaya dalam Rokok 1. Nikotin Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok

Pengaruh bagi tubuh manusia : menyebabkan kecanduan / ketergantungan merusak jaringan otak menyebabkan darah cepat membeku mengeraskan dinding arteri 2. Tar Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker Pengaruh bagi tubuh manusia : membunuh sel dalam saluran darah Meningkatkan produksi lendir diparu-paru Menyebabkan kanker paru-paru 3. Karbon Monoksida Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh.

Pengaruh bagi tubuh manusia : mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen menghalangi transportasi dalam darah 4. Zat Karsinogen Pengaruh bagi tubuh manusia : Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh 5. Zat Iritan Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru Menyebabkan batuk Zat-zat asing berbahaya tersebut adalah zat yang terkandung dalam dalam ASAP ROKOK, dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang ROKOK, 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya : hidrogen sianida (HCN) , arsen, amonia, polonium, dan karbon monoksida (CO).

Bahaya Rokok 1. Penyakit jantung Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung. Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi. Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.

2. Penyakit paru Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan*jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer Society. 3. Kanker paru dan kanker lainnya Kanker paru2 sudah lama dikaitkan dg bahaya rokok, yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).

4. Diabetes Merokok meningkatkan resiko terjadinya diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki. 5. Impotensi Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke p3nis kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil & dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten. 6. Menimbulkan Kebutaan Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua. Dalam setudi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam. 7. Penyakit mulut Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker mulut, kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas. 8. Gangguan Janin Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalm kandungan, dan kehamilan, termasuk kemandulan, keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, sindrom kematian bayi mendadak 9. Gangguan Pernafasan Merokok meningkatkan risiko kematian karena penyakit paru kronis hingga sepuluh kali lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru kronis disebabkan oleh merokok.

Lampiran

5

: Gangguan Makan Gangguan makan mengacu pada sekelompok kondisi yang ditentukan oleh kebiasaan makan abnormal yang mungkin melibatkan baik asupan makanan tidak mencukupi atau berlebihan yang merugikan kesehatan individu fisik dan mental. (wikipedia.com) Tipe Gangguan Makan Terdapat dua tipe utama bagi gangguan makan, yaitu: anoreksia nervosa, dan bulimia nervosa. Anorexia Menurut DSM-IV, anoreksia nervosa (AN) dimaksudkan dengan “keengganan untuk menetapkan berat badan kira-kira 85% dari yang diprediksi, ketakutan yang berlebihan untuk menaikkan berat badan, dan tidak mengalami menstruasi selama 3 siklus berturutturut.” Bulimia Bulimia nervosa (BN) digambarkan dengan episode berulang makan berlebihan (binge eating) dan kemudian dengan perlakuan kompensatori (muntah, berpuasa, beriadah, atau kombinasinya). Makan berlebihan disertai dengan perasaan subjektif kehilangan kawalan ketika makan. Muntah yang dilakukan secara sengaja atau beriadah secara berlebihan, serta penyalahgunaan pencahar, diuretik, amfetamin dan tiroksin juga boleh terjadi (Chavez dan Insel, 2007).

Tidak Bisa Berhenti Makan (Gangguan makan kompulsif) Gangguan makan berupa tidak bisa berhenti makan tentu juga tidak baik untuk kesehatan. Penderita gangguan makan yang satu ini memiliki kecenderungan untuk terus makan dan tidak bisa berhenti mengunyah makanan. Dalam beberapa kasus, penderita gangguan makan semacam ini bisa mencapai tahap kecanduan makan atau bahkan terobsesi dengan makanan. Penderita gangguan makan ini bisa juga menderita obesitas dan meningkatkan resiko terkena penyakit lain yang berbahaya.

Pica Orang dengan gangguan ini memiliki keinginan kompulsif untuk makan, menjilat, atau mengunyah hal yang tidak benar-benar tidak layak disebut makanan. Anda mungkin sering mendengar ada orang yang suka mengonsumsi kapur tulis di sekolah atau juga ada suka sekali memakan tisu atau kertas. Bisa juga hal-hal seperti lem, cat, lilin, sabun, dan lain-lain.

Lampiran

6

: Pendidikan seks bagi remaja Pengertian seksualitas adalah sebuah bentuk perilaku yang didasari oleh faktor fisiologis tubuh. Istilah seks dan seksualitas adalah suatu hal yang berbeda. Kata seks sering digunakan dalam dua cara. Paling umum seks digunakan untuk mengacu pada bagian fisik dari berhubungan, yaitu aktivitas seksual genital. Seks juga digunakan untuk memberi label jender, baik seseorang itu pria atau wanita (Zawid, 1994; Perry & Potter 2005). Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium. (wikipedia.com)

Alat reproduksi a. Pada pria, sepasang testis, yang terbungkus dalam kantong skrotum, testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron b. Sepasang epididimis, saluran panjang berkelok-kelok terdapat di dalam skrotum b. Pada wanita ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen dan progestron) jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium, pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi TUMBUH KEMBANG REMAJA Masa remaja dibedakan dalam : 1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun. 2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun. 3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun. Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan : 1. Mulai menstruasi. 2. Payudara dan pantat membesar. 3. Indung telur membesar. 4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat. 5. Vagina mengeluarkan cairan. 6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina. 7. Tubuh bertambah tinggi. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki : 1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap. 2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin. 3. Tumbuh kumis. 4. Mengalami mimpi basah. 5. Tumbuh jakun. 6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang. 7. Penis dan buah zakar membesar. Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :

* Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya. * Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua. * Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri. * Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya. Hal tersebut di atas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

Lampiran

7

: Disiplin Diri Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Robert E. Quin dkk dalam Prawirosentono (1999 : 32) mengatakan : “Discipline implies obedience and respect for the agreement between the firm and its employee. Discipline also involves sanction judiciously applied”. Uraian ini dapat dijelaskan bahwa disiplin meliputi ketaatan dan hormat terhadap perjanjian yang dibuat antara perusahaan dan karyawan. Disiplin juga berkaitan erat dengan sanksi yang perlu dijatuhkan kepada pihak yang melanggar. Punya komitmen Dalam hal apapun komitmen diperlukan, karena komitmen adalah wujud konsistensi seseorang dalam menjalankan suatu kegiatan. Komitmen adalah panggilan jiwa di mana Sahabat sudah siap dan bersedia atas apa yang telah Sahabat pilih. Jujur dengan diri sendiri Berusahalah jujur dengan diri Sahabat. Disiplin diri ini adalah kejujuran dimana diri Sahabatlah yang mengevaluasi sampai dimana disiplin diri ini sudah kita jalankan. Kalau memang belum melakukannya secara maksimal maka jujur saja bahwa Sahabat belum maksimal dan harus terus meningkatkan disiplin diri tersebut setiap saat. Menetapkan target Seseorang harus punya target sebagai tolak ukur keberhasilan. Tanpa target maka sulit bagi Sahabat untuk mengukur sudah sampai di mana disiplin diri yang dibina. Usahakan buat target secara jelas, supaya Sahabat bisa mengupayakan sesuatu secara maksimal, guna memenuhi target yang diinginkan.

Punya skala prioritas Setiap kegitan pasti ada yang harus didahulukan, tidak mungkin semua bisa berjalan secara bersamasama. Dari itu tentukanlah sebuah skala prioritas, kalau perlu catat hal ini dalam buku atau agenda harian, supaya Sahabat bisa lebih fokus untuk mengerjakan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Upaya menumbuhkan disiplin nasional 1) Keteladanan 2) Teguran 3) Sanksi yang tepat

Lampiran

8

: Emosi dan Pengendaliannya Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Kecerdasan emosional atau Emotional Qoutient (EQ), adalah salah satu kecerdasan manusia yang saat ini sangat diperlukan dalam upaya untuk pengendalian diri dengan cara pengendalian emosi. Menurut Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intellengence (hal. 411–412), emosi dikelompokkan dalam beberapa golongan yaitu: amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan juga malu. Secara umum Emosi bisa bersifat positif diantaranya yaitu rasa senang, cinta kasih, kehatihatian, bahagia, dan juga bisa bersifat negatif misalnya rasa iri, dengki, rasa marah, ketakutan, dan lain sebagainya. Menurut Goleman (2002:45) kecerdasan emosi merujuk pada kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, dan berempati. Aspek-Aspek Kecerdasan Emosional Berdasarkan pendapat Goleman (dalam Mutadin, 2002:1) membagi kecerdasan emosional dalam beberapa kemampuan atau aspek yaitu: 1)Mengenali Emosi Diri yakni kesadaran diri dalam mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi merupakan dasar kecerdasan emosional. Pada tahap ini diperlukan adanya pemantauan perasaan dari waktu ke waktu agar timbul wawasan psikologi dan pemahaman tentang diri.

2)Mengelola Emosi. Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan tepat, hal ini merupakan kecakapan yang sangat bergantung pada kesadaran diri.

3)Memotivasi Diri. Kemampuan seseorang memotivasi diri dapat ditelusuri melalui hal-hal sebagai berikut, cara mengendalikan dorongan hati, derajat kecemasan yang berpengaruh terhadap unjuk kerja seseorang, kekuatan berfikir positif, optimisme, dan keadaan flow (mengikuti aliran), yaitu keadaan ketika perhatian seseorang sepenuhnya tercurah ke dalam apa yang sedang terjadi, pekerjaannya hanya terfokus pada satu objek. 4)Mengenali Emosi Orang Lain. Empati atau mengenal emosi orang lain dibangun berdasarkan pada kesadaran diri. Jika seseorang terbuka pada emosi sendiri, maka dapat dipastikan bahwa ia akan terampil membaca perasaan orang lain. 5)Membina Hubungan Dengan Orang Lain. Membina hubungan dengan orang lain merupakan keterampilan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan dengan orang lain. Tanpa memiliki keterampilan seseorang akan mengalami kesulitan dalam pergaulan Ciri orang yang mempunyai kecerdasan emosional adalah mudah bergaul, tidak mudah takut, bersikap tegas, berkemampuan besar untuk melibatkan diri dengan orang lain, konsisten, tidak emosional, lebih mengutamakan rasio daripada emosi, dapat memotivasi dirinya sendiri dan lebih penting dapat memecahkan solusi dalam keadaan yang darurat.

Lampiran

9

: Integritas Diri Kata integritas berasal dari bahasa Inggris yakni integrity, yang berarti menyeluruh, lengkap atau segalanya. Kamus Oxford menghubungkan arti integritas dengan kepribadian seseorang yaitu jujur dan utuh. Ada juga yang mengartikan integritas sebagai keunggulan moral dan menyamakan integritas sebagai “jati diri”. Integritas juga diartikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik, Dengan kata lain integritas diartikan sebagai “satunya kata dengan perbuatan”. Paul J. Meyer menyatakan bahwa “integritas itu nyata dan terjangkau dan mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia. Jadi, saat berbicara tentang integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter seseorang, yaitu sifat-sifat seperti: dapat dipercaya, komitmen, tanggung jawab, kejujuran, kebenaran, dan kesetiaan. Ciri-ciri Orang dengan Integritas 1. Orang yang tidak memakai kedok 2. Orang yang bertindak sesuai dengan ucapan 3. Sama di depan dan dibelakang 4. Konsisten antara apa yang diimani dan kelakuannya 5. Konsisten antara nilai hidup yang dianut dan hidup yang dijalankan

Lampiran

10 : Bahaya Bullying Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005) mendefinisikan school bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Mereka kemudian mengelompokkan perilaku bullying ke dalam 5 kategori: Kontak fisik langsung (memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain) Kontak verbal langsung (mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip) Perilaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya diertai oleh bullying fisik atau verbal).

Perilaku non-verbal tidak langsung (mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng). Pelecehan seksual (kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal). Mengapa seorang korban bisa kemudian menerima, bahkan menyetujui perspektif pelaku yang pernah merugikannya? Salah satu alasannya dapat diurai dari hasil survei: sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak-pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berpikir mereka dan menghentikan siklus ini, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban biasanya merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullyingmereka. Akibatnya, korban bisa semakin menyerap ’falsafah’ bullying yang didapat dari seniornya. Dalam skema kognitif korban yang diteliti oleh Riauskina dkk., korban mempunyai persepsi bahwa pelaku melakukan bullying karena: 1. Tradisi 2. Balas dendam karena dia dulu diperlakukan sama (menurut korban laki-laki) 3. Ingin menunjukkan kekuasaan 4. Marah karena korban tidak berperilaku sesuai dengan yang diharapkan 5. Mendapatkan kepuasan (menurut korban perempuan) 6. Iri hati (menurut korban perempuan) Adapun korban juga mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena 1. Penampilan menyolok 2. Tidak berperilaku dengan sesuai 3. Perilaku dianggap tidak sopan 4. Tradisi Dampak dari bullying: 1. Dampak negatif dari bullying dalam jangka pendek maupun panjang, 2. korban akan merasa terganggu dalam beberapa minggu, 3. agak sulit tidur, 4. sulit berkonsentrasi pada pelajaran, tetapi cepat menyesuaikan diri. 5. Trauma berkepanjangan, 6. Korban juga bisa berbalik menjadi pelaku (Olweus, 1993; Rigby, 2008) 7. Dampak paling berbahaya adalah korban yang menjadi korban seumur hidup karena mereka tidak berani menceritakan penderitaannya. Hal tersebut karena mereka merasa malu dan mereka sendiri yang bersalah.

Lampiran

11 : Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam webster’s New Internasional Dictionary mengungkapkan tentang prestasi yaitu: “Achievement test a standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one more lines of work a study” (Webster’s New Internasional Dictionary, 1951 : 20) Mempunyai arti kurang lebih prestasi adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : 251)

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar Kenyataan menunjukkan bahwa prestasi belajar seseorang tidaklah sama, tetapi sangat pariatif/ berbeda. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua; (1) Faktor dari dalam diri seseoarang (intrinsic) dan (2) Faktor dari luar seseorang (Extrinsic). Beberapa Faktor dari dalam (Intrinsic) 1. Inteligensi Winkel (1986 : 153) memberi batasan tentang pengertian inteligensi dengan mengatakan, ineteligensi adalah kemampuan untuk bertindak dengan mendapatkan suatu tujuan untuk berfikir secara rasional, dan untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya secara memuaskan. Dari pengertian ini dapat dikatkan bahwa faktor inteligensi menjadi penting dalam proses belajar seseorang guna mencapai prestasi belajarnya. 2. Motivasi Winkel (1986) menyatakan motivasi adalah motor penggerak yang mengaktifkan siswa untuk melibatkan diri. Hal ini sejalan dengan Sardiman (2003) yeng menyatakan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Jadi jelaslah bahwa motivasi mempunyai peranan penting dalam mencapai prestasi belajar, sehingga perlu upaya untuk menghidupkan motivasi dari seseorang. 3. Sikap Sarwono (1988:20) mendefinisikan sikap adalah kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu kalau ia menghadapi suatu rangsangan tertentu. Seseorang memiliki sikap tertentu terhadap berbagai hal secara baik positif maupun negatif. Sikap positif menjadi pilihan untuk dikembangkan/ditanamkan kepada seseorang sehingga dapat bersikap positip terhadap rangsangan yang diterima yang pada gilirannya akan mengoptimalkan prestasi belajar yang optimal. 4. Minat Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar siswa. Pendapat ini didukung oleh pernyataan beberapa pakar yang mengatakan bahwa: ‘minat adalah kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan memegang beberapa kegiatan yang diamati siswa diperhatikan terus menerus disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan’ (Cony Semiawan, 1990:123). Juga menurut Winkel (1986:151) bahwa minat adalah kecenderungan yang menetapkan untuk rasa tertarik pada bidang-bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang-bidang itu. Seseorang yang didorong oleh minat dan merasa senang dalam belajar dapat memperoleh prestasi belajar yang optimal. Oleh karena itu yang dapat diupayakan agar siswa dapat berprestasi dengan baik perlu dibangkitkan minat belajarnya. 5. Bakat Bakat menurut Tabrina Rusyan (1989:42), adalah kapasitas seseorang atau potensi hipotesis untuk dapat melakukan suatu tugas dimana sebelumnya sedikit mengalami latihan atau sama sekali tidak memperoleh latihan lebih dahulu.

Jadi bakat merupakan potensi dan kecakapan pada suatu lapangan pekerjaan. Apabila kapasitas mendapat latihan yang memadai maka potensi akan berkembang menjadi kecakapan yang nyata.

6. Konsentrasi Konsentrasi adalah pemusatan pemikiran dengan segala kekuatan perhatian yang ada pada suatu situasi. Pemusatan pikiran ini dapat dikembangkan melalui latihan. Beberapa Faktor dari Luar (Extrinsic) 1. Faktor Keluarga Faktor keluarga turut mempengaruhi perkembangan prestasi belajar siswa. Pendidikan yang pertama dan utama yang diperoleh ada dalam keluarga. Jadi keluarga merupakan salah satu sumber bagi anak untuk belajar. Kalau pelajaran yang diperoleh anak dari rumah tidak baik, kemungkinan diluar lingkungan keluarga anak menjadi nakal dan begitu juga sebaliknya. Pendidikan informal dan formal memerlukan kerjasama antara orang tua dengan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai usaha-usahanya. Orang tua juga harus menunjukkan kerjasamanya dalam cara anak belajar di rumah. Pendidikan berlangsung seumur hidup berlangsung dan dilaksanakan dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.

2. Faktor Sekolah Faktor ini menyangkut proses pembelajaran yang diterima seseorang dengan bantuan guru. Metode pembelajaran yang diberikan sekolah sangat menentukan bagaimana anak dapat belajar mandiri dengan baik. Guru yang baik adalah guru yang menguasai kelas memiliki kemampuan dan menggunakan metode Pembelajaran yang tepat, yaitu kemampuan membelajarkan dan kemampuan memilih alat bantu pemelajaran yang sesuai serta kemampuan menciptakan situasi dan kondisi belajar. Dengan metode pembelajaran yang baik dan tepat akan dapat menarik minat siswa, perhatian siswa akan tertuju pada bahan pelajaran, sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai prestasi belajar.

3. Faktor Masyarakat Masyarakat merupakan lingkungan pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, yang mempengaruhi anak dalam mencapai prestasi belajar yang baik. Anak haruslah dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya, karena dari pengalaman yang dialami siswa dimasyarat banyak diperoleh ilmu yang berguna bagi anak didik. Hal ini didukung pendapat Glesser (1987 : 5 ) yang mengatakan, manusia normal adalah seorang manusia yang berfungsi secara efektif, yang sampai pada taraf tertentu merasa bahagia dan menunjukkan prestasi dibidang yang dianggapnya perlu, ia harus pula dapat bertingkah laku dengan mempertimbangkan norma dan batasan yang ada dilingkungan setempat ia tinggal dan hidup.

Lampiran

12 : No Sex Before Marriage Sex bebas adalah hubungan sexual yang di lakukan pra nikah (tanpa menikah) atau sebuah hubungan pergaulan yang sering berganti pasangan. Dampak dari sex bebas (free sex), khususnya pada remaja dapat dibagi menjadi : 1. Bahaya Fisik Bahaya fisik yang dapat terjadi adalah terkena penyakit kelamin (Penyakit Menular Sexual/ PMS) dan HIV/AIDS serta bahaya kehamilan dini yang tak dikehendaki. PMS adalah penyakit yang dapat ditularkan dari seseorang kepada orang lain melalui hubungan seksual. 2. Bahaya perilaku dan kejiwaan Sex bebas akan menyebabkan terjadinya penyakit kelainan seksual berupa keinginan untuk selalu melakukan hubungan sex. Sipenderita selalu menyibukkan waktunya dengan berbagai khayalankhayalan seksual, jima, ciuman, rangkulan, pelukan, dan bayangan-bayangan bentuk tubuh wanita luar dan dalam. Sipenderita menjadi pemalas, sulit berkonsentrasi, sering lupa, bengong, ngelamun, badan jadi kurus dan kejiwaan menjadi tidak stabil. Yang ada dipikirannya hanyalah sex dan sex serta keinginan untuk melampiaskan nafsu sexualnya. 3. Bahaya sosial Sex bebas juga akan menyebabkan seseorang tidak lagi berpikir untuk membentuk keluarga, mempunyai anak, apalagi memikul sebuah tanggung jawab. Mereka hanya menginginkan hidup di atas kebebasan semu. Lebih parah lagi seorang wanita yang melakukan sex bebas pada akhirnya akan terjerumus ke dalam lembah pelacuran dan prostitusi. 4. Bahaya perekonomian Sex bebas akan melemahkan perekonomian si pelaku karena menurunnya produktivitas si pelaku akibat kondisi fisik dan mental yang menurun, penghamburan harta untuk memenuhi keinginan sex bebasnya.

5. Bahaya keagamaan dan akhirat Para pemuda yang terperosok kedalam lumpur kehanyutan sex bebas akan terperosok ke lubang kehancuran dan lupa akan agamanya sendiri. 6. Terjadinya kehamilan dini Bahaya kehamilan di usia muda merupakan salah satu dampak dari free sex. Adapun lebih rincinya bahaya yang ditimbulkan jika terjadi kehamilan dini, yaitu: 1. Kurangnya Perawatan Selama Hamil dan Sebelum Melahirkan 2. Mengalami Pendarahan 3. Hipertensi 4. Kelahiran prematur 5. Resiko Tertular Penyakit Menular Seksual (PMS) 6. Depresi Pasca Melahirkan 7. Keguguran 8. Anemia Kehamilan 9. Keracunan Kehamilan (Gestosis)

Lampiran

13 : Bahaya IMS A. Pengertian IMS Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi Menular Seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan bergonta ganti pasangan, baik melalui vagina, oral maupun anal. B. Bahaya IMS IMS menyebabkan infeksi alat reproduksi yang dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan kematian. IMS itu sendiri lebih beresiko pada perempuan karena alat reproduksinya bersifat lebih rentan, dan sering kali berakibat lebih parah karena gejala awalnya tidak langsung dikenali, sedangkan infeksi berlanjut ketahap yang lebih parah. C. Gejala IMS Gejala IMS pada laki-laki lebih mudah dikenali sebab bentuk dan letak alat kelaminnya lebih menonjol, sedangkan pada sebagian besar perempuan gejala awalnya seringkali tidak disadari. Pada laki-laki gejala IMS antara lain : • Bintil-binti berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin • Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada alat kelamin • Adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam • Rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin • Rasa sakit yang hebat pada saat kencing • Kencing nanah atau darah yang berbau busuk • Bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok • Kehilangan berat badan yang drastic, disertai mencret terus menerus, dan sering demam serta berkeringat malam. Pada perempuan, gejala-gejalanya antara lain : • Rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual • Ranya nyeri pada perut bagian bawah • Pengeluaran lendir pada vagina • Keputihan berwarna putih susu, bergunpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya • Keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk dan gatal • Timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seks • Bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin. D. Jenis-Jenis IMS Ada beberapa macam infeksi yang bisa digolongkan sebagai IMS. Di Indonesia yang banyak ditemukan saat ini adalah : a. Gonore (GO) Gonore disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrheae. Ada masa tenggang selama 2-10 hari setelah kuman masuk kedalam tubuh melalui hubungan seks. b. Sifilis (Raja Singa) Kuman penyebabnya adalah Treponema Pallidum. Masa tenggangnya berlangsung 3-4 minggu, kadangkadang sampai 13 minggu c. Herpes Genitalis Infeksi ini disebabkan oleh virus Herpes Simplex. Masa tenggang ineksi ini yaitu 4-7 hari sesudah virus masuk kedalam tubuh d. Klamidia Infeksi ini disebabkan oleh chlamidia trachomabis dengan masa tanpa gejala berlangsung 7-21 hari e. Trikomoniasis Vaginalis Trikomoniasis adalah IMS yang disebabkan oleh jamur candida albicans. Pada keadaan normal, jamur ini terdapat dikulit maupun didalam liang kemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas sedemikian rupa sehingga menimbulkan keputihan. f. Kutil Kelamin Penyebabnya adalah human papiloma virus (HPV) dengan gejala yang khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil disekitar kemaluan. Pada perempuan, dapat mengenai kulit didaerah kelamin sampai dubur, selaput lender bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Sedangkan pada laki-laki dapat mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. E. Upaya pencegahan IMS IMS dapat dicegah dengan berbagai cara, antar lain :

• Tidak melakukan seks pranikah • Saling setia dengan pasangan • Menghindari hubungan seks yang tidak aman • Menggunakan kondom bila salah satu suami/istri terkena IMS • Selalu menjaga kebersihan alat kelamin dan periksa segera bila ada gejala F. Pengertian HIV/AIDS AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Infeksi ini adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immuno Virus. Orang yang terinfeksi oleh virus ini tidak dapat mengatasi serbuan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya menurun secara drastis. G. Cara Penularan HIV/AIDS HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada sperma, darah dan cairan vagina. Dengan demikian cara-cara penularannya adalah sebagai berikut : • Bergonta-ganti pasangan • Memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV • Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke bayi dalam kandungannya. H. Gejala HIV/AIDS Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa saat kemudian orang yang terinfeksi sering kali menderita infeksi ringan sehari-hari seperti flu dan diare. Penderita sering kali merasa sehat dan dari luar memang tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita tidak memperliharkan gejala yang khas. Sesudahnya tahun ke 5 atau ke 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan dimulut, dan terjadi pembengkakan didaerah kelenjar getah bening. I. Upaya Mencegah HIV/AIDS Caranya adalah sebagai berikut : • Menghindari hubungan seksual pranikah • Tidak bergonta ganti pasangan • Menggunakan kondom • Menghindari penggunaan narkoba dan miras • Menggunakan alat-alat medis dan non medis yang terjamin steril serta menghindari tranfusi darah yang tak jelas asalnya

Lampiran

14 : Bahaya HIV/ AIDS Pengertian HIV Pengertian HIV - AIDS, apa itu HIV-AIDS ?HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Pengertian AIDS AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Cara Kerja HIV dalam Tubuh Manusia Manusia dengan system kekebalan tubuh yang sehat mampu memerangi infeksi dan bakteri karena adanya sel darah putih (Limfosit) yang berperan sebagai “tentara” agar tubuh seseorang tetap sehat dan terbebas dari ancaman infeksi. Limfosit bekerja dengan memanggil bala bantuan limfosit lainnya atu dengan memproduksi antibodi untuk menetralisir benda asing tersebut. Bila seorang telah terinfeksi HIV maka virus menyerang sel darah putih, khususnya yang disebut CD4. Virus kemudian menyerang CD4 dan merusak system genetikanya sehingga tubuh tidak lagi memproduksi CD4, melainkan mereplikasi HIV, kemudian virus tersebut merusak CD4. Demikian terus menerus sehingga jumlah CD4 dalam tubuh berkurang, akibatnya system kekebalan tubuh menjadi turun dan tubuh mudah terserang infeksi lainnya.

Penularan HIV Penularan HIV akan terjadi bila terjadi kontak atau percampuran dengan cairan tubuh yang mengandung HIV antara lain melalui : 1. Berhubungan seksual dengan orang dengan HIV positif, baik secara heteroseksual (lain jenis) maupun homoseksual (sesama jenis) tanpa menggunakan kondom. 2. Melalui transfusi darah dan transplantasi organ yang tercemar HIV. 3. Melalui alat/jarum suntik atau alat tusuk lainnya yang tercemar HIV seperti alat tindik, tattoo, akupuntur dan lain-lain. 4. Pemindahan dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya saat persalinan atau penularan lewat air susu ibu ke bayinya Sedangkan hal-hal berikut ini tidak menularkan HIV 1.Bersenggolan dengan pengidap HIV 2. Berjabat tangan 3. Bersentuhan dengan pakaian atau barang-barang lainnyabekas penderita HIV 4. Penderita HIV yang bersin-bersin, batuk ataupun membuang ingus di depan kita 5. Bepelukan 6. Berciuman biasa, bukan deep kiss/ yang menyebabkan lecet 7. Melalui makanan dan minuman, atau makan bersama dengan pengidap HIV 8. Sama-sama berenang di kolam renang 9. Pemakaian WC, wastafel atau kamar mandi bersama-sama 10. Gigitan nyamuk atau serangga lainnya

Tahapan perkembangan HIV secara umum dibagi menjadi beberapa tingkat antara lain : 1. Tahapan Primer. Seseorang positif terkena HIV namun belum menunjukkan gejala, gejala hanya berupa gejala flu seperti pusing, agak demam, lemas dan lain-lain sehingga sering terabaikan. Biasanya terjadi setelah 2-4 minggu saat pertama kali virus masuk ke tubuh seseorang. 2. Tahapan Asimptomatik atau Tanpa Gejala. Seseorang sudah HIV positif akan tetapi belum menunjukkan gejala. Jumlah CD4 dalam darah terus berkurang. Kadang-kadang disertai keluhan pembengkakan kelenjar getah bening. 3. Tahapan Simptomatik atau bergejala. Seseorang yang sudah terkena HIV mengalami gejala ringan namun tidak mengancam seperti demam yang bertahan lebih dari 1 bulan, berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan, diare selama lebih dari 1 bulan, berkeringat di malam hari, batuk lebih dari 1 bulan, kelelahan berkepanjangan. Kadang-kadang gejala dermatitis pada kulit, infeksi pada mulut, lidah sering dilapisi lapisan putih, herpes dan lain-lain. Gejala akan semakin parah seiring penurunan jumlah CD4. 4. Tahapan Akhir atau AIDS. Seseorang sudah menunjukkan gejala AIDS penuh, yaitu adanya penyakit opotunistik, seperti infeksi paru (Pneumocystic jerovicii), kandidiasis, Sarkoma Kaposi, tuberculosis, berat badan menurun drastis, diare tanpa henti, toksoplasma pada otak, dan lain-lain. Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.

Lampiran

15 : Bahaya Narkoba A. Pengertian Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya). Terminologi narkoba familiar digunakan oleh aparat penegak hukum seperti polisi (termasuk didalamnya Badan Narkotika Nasional), jaksa, hakim dan petugas Pemasyarakatan. Selain narkoba, sebutan lain yang menunjuk pada ketiga zat tersebut adalah Napza yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Istilah napza biasanya lebih banyak dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi. Akan tetapi pada intinya pemaknaan dari kedua istilah tersebut tetap merujuk pada tiga jenis zat yang sama.

Menurut UU No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika disebutkan pengertian dari: Narkotika adalah “zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan”.

Psikotropika adalah “zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku”. Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan” Meskipun demikian, penting kiranya diketahui bahwa tidak semua jenis narkotika dan psikotropika dilarang penggunaannya. Karena cukup banyak pula narkotika dan psikotropika yang memiliki manfaat besar di bidang kedokteran dan untuk kepentingan pengembangan pengetahuan.

Menurut UU No.22 Tahun 1997 dan UU No.5 Tahun 1997, narkotika dan psikotropika yang termasuk dalam Golongan I merupakan jenis zat yang dikategorikan illegal. Akibat dari status illegalnya tersebut siapapun yang memiliki, memproduksi, menggunakan, mendistribusikan atau mengedarkan narkotika dan psikotropika Golongan I dapat dikenakan pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

B. Jenis-jenis Narkoba 1. Morfin Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium (C17H19NO3). Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan. 2. Codeina Codein termasuk garam turunan dari opium dan candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan. 3. Heroin (putaw) Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir – akhir ini. Heroin yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.

4. Methadon

Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid : putauw, etep, PT, putih. 5. Demerol Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.

6. Candu Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai “Lates”. Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak, burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

C. Faktor yang Mendorong a. Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal. b. Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja antara lain: 1. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya 2. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat. 3. Perubahan teknologi yang cepat. 4. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq) 5. Meningkatnya waktu menganggur. 6. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya. 7. Menjadi manusia untuk orang lain. D. Bahaya Narkoba a. Menurut Efeknya Halusinogen, efek dari narkoba ini bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD Stimulan, efek dari narkoba ini bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu

Depresan, efek dari narkoba ini bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw

"Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian"

Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu 1. Primer

Sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.

2. Sekunder Pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal (initialintake) antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap.

3. Tertier yaitu upaya untuk merehabilitasi mereka yang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3 - 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif, dll.

Lampiran

18 : Percaya Diri Pengertian Percaya Diri Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya. Menurut Thantaway dalam Kamus istilah Bimbingan dan Konseling (2005:87), percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.

Macam-Macam Percaya Diri Kalau melihat ke literatur lainnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede/percaya diri yaitu ada empat macam, yaitu : Self-concept : bagaiman Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan. Self-esteem : sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda. Self efficacy : sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy. Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)

Akibat Kurang Percaya Diri Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut : a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh. b. Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang) c. Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal) f. Canggung dalam menghadapi orang g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis i. Terlalu perfeksionis j. Terlalu sensitif (perasa) Manfaat Percaya Diri Sebaliknya, orang yang mempunyai kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya 10 Cara Mendapatkan Rasa Percaya Diri 1. Tersenyum 2. Tatap Mata Lawan Bicara Anda 3. Ubahlah Suara Dalam Diri Anda 4. Lupakan Standar Yang Ditetapkan Orang Lain 5. Tampillah Serapih Mungkin 6. Berdoalah Atau Bermeditasi Sejenak

7. Reka Ulang 8. Tentukan Langkah Anda Selanjutnya 9. Bicaralah Perlahan 10. Ikut Ambil Bagian

Lampiran

19 : Kerjasama Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat dipisahkan dari komunitasnya dan setiap orang di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri melakukan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa bantuan orang lain. Secara alamiah, manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup lainnya. Begitupun Anda, dalam aktivitas usahanya setiap orang selalu membutuhkan kehadiran dan peran orang lain. Tidak seorang pengusaha atau wirausaha yang sukses karena hasil kerja atau usahanya sendiri. Karena dalam kesuksesan usahanya, pasti ada peran orang atau pihak lain. Oleh karena itu, salah satu kunci sukses usaha adalah sukses dalam kerja sama usaha. Kerja sama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua orang atau lebih yang saling menguntungkan, sebagaimana dua pengertian kerja sama di bawah ini: 1. Moh. Jafar Hafsah menyebut kerja sama ini dengan istilah “kemitraan”, yang artinya adalah “suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prisip saling membutuhkan dan saling membesarkan.” 2. H. Kusnadi mengartikan kerja sama sebagai “dua orang atau lebih untuk melakukan aktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu yang diarahkan kepada suatu target atau tujuan tertentu.” Dari pengertian kerjasama di atas, maka ada beberapa aspek yang terkandung dalam kerja sama, yaitu: Dua orang atau lebih, artinya kerja sama akan ada kalau ada minimal dua orang/pihak yang melakukan kesepakatan. Oleh karena itu, sukses tidaknya kerjasama tersebut ditentukan oleh peran dari kedua orang atau kedua pihak yang bekerja sama tersebut. 2) Aktivitas, menunjukkan bahwa kerja sama tersebut terjadi karena adanya aktivitas yang dikehendaki bersama, sebagai alat untuk mencapai tujuan dan ini membutuhkan strategi (bisnis/usaha). 3) Tujuan/target, merupakan aspek yang menjadi sasaran dari kerjasama usaha tersebut, biasanya adalah keuntungan baik secara financial maupun nonfinansial yang dirasakan atau diterima oleh kedua pihak. 4) Jangka waktu tertentu, menunjukkan bahwa kerja sama tersebut dibatasi oleh waktu, artinya ada kesepakan kedua pihak kapan kerjasama itu berakhir. Dalam hal ini, tentu saja setelah tujuan atau target yang dikehendaki telah tercapai.

Lampiran

20 : Bahaya Aborsi Pengertian Aborsi Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh. Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu: 1. Aborsi Spontan / Alamiah 2. Aborsi Buatan / Sengaja 3. Aborsi Terapeutik / Medis Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak). Aborsi terapeutik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.

Alasan Aborsi Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil - baik yang telah menikah maupun yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling utama adalah alasan-alasan yang non-medis (termasuk jenis aborsi buatan / sengaja) Di Amerika, alasan-alasan dilakukannya aborsi adalah: 1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir mengganggu karir, sekolah atau tanggung jawab lain (75%) 2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66%) 3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%) Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama mereka yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya.

Resiko Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik 2. Resiko gangguan psikologis Resiko kesehatan dan keselamatan fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu: 1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat 2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal 3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan 4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation) 5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya 6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) 7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)

8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer) 9. Kanker hati (Liver Cancer) 10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya 11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) 12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease) 13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Resiko kesehatan mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: 1. Kehilangan harga diri (82%) 2. Berteriak-teriak histeris (51%) 3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%) 4. Ingin melakukan bunuh diri (28%) 5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%) Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Hukum dan Aborsi Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis” Yang menerima hukuman adalah: 1. Ibu yang melakukan aborsi 2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi 3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi Hindari remaja dari bahaya aborsi dengan pendidikan seks yang benar, memperkuat keimanan dan ketaqwaan, hindari pernikahan usia dini.

Lampiran

21 : Kejujuran Kejujuran sangat menentukan kesuksesan hidup seseorang. Pengertian kejujuran yang paling sederhana adalah tidak berbohong. Tapi tidak hanya itu saja, arti atau makna kejujuran adalah kata-kata yang mengandung tiga unsur berikut: KEBENARAN. Kejujuran adalah apa yang Anda akan katakan adalah benar. KEBAIKAN. Kejujuran alalah apa yang akan Anda katakan adalah sesuatu yang baik. KEGUNAAN. Kejujuran adalah apa yang Anda ingin beritahukan adalah berguna. Jadi pengertian atau makna kejujuran yang meyeluruh adalah jika apa yang anda beritahukan adalah hal yang benar, baik dan berguna. Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata, atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Manfaat sikap jujur: 1. Hidup tenang Jikalau kita sering jujur, maka tidak akan ada rasa khawatir / merasa bersalah atas sikap yang kita lakukan. Selain itu, kita juga bisa menabung untuk masuk surga. 2. Mendapat pekerjaan Jika kita menjadi orang yang jujur, maka kita dapat dipercaya orang lain dalam melakukan suatu hal. Selain itu, aura yang keluar juga akan terlihat positif. 3. Banyak teman Kejujuran membuat orang-orang disekitar kita akan senang dengan kita. Mereka menganggap kalau kita adalah orang yang dapat dipercaya. 4. Memperoleh kesuksesan Dengan memiliki sifat jujur orang akan memperoleh kesuksesan. Contoh : ada seorang pengusaha yang sukses. Ia bisa sukses karena Ia bisa dipercaya oleh banyak orang. Para klien pun akan berdatangan dan merasa senang karena proyeknya ditangani oleh orang yang jujur. 5. Memiliki nama baik Jikalau kita sering berbuat jujur, maka akan banyak orang yang mengetahui hal tersebut. Jika banyak orang yang mengetahui hal tersebut mungkin diluar-an mereka akan membicarakan tentang kejujuran mu. 6. Pedoman Jika kita sering jujur, maka kita akan menjadi pedoman bagi banyak orang.

Lampiran

22 : Respect to Others Rasa hormat adalah suatu sikap saling meghormati satu sama lain yang muda, hormat kepada yang tua yang tua, menyayangi yang muda. Rasa hormat tidak akan lepas dari rasa menyayangi satu sama lain karena tanpa adanya rasa hormat, takkan tumbuh rasa saling menyayangi yang ada hanyalah selalu menganggap kecil atau remeh orang lain. Menurut La Bruyere, seorang filsuf Perancis, “Politeness does not always produce kindness of heart, justice, complacency, or gratitude, but it gives to man at least the appearance of it, and makes him seem externally what he really should be” (Sopan-Santun tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur, tetapi ini dapat memberikan seseorang paling tidak terlihat sopan, dan membuatnya tampak dari luar apa yang seharusnya menjadi benar-benar terhormat)

Jika kita ingin dihormati orang lain, maka hendaknya kita yang terlebih dahulu menghormati orang lain. Perilaku kita menunjukkan sikap kita yang sesungguhnya kepada orang lain. Macam-macam sikap menghormati: 1. Menghormati diri sendiri 2. Menghormati orang lain Hal-hal yang menunjukkan rasa hormat: 1. Tutur kata, bagaimana orang itu berbicara, pemilihan kata yang digunakan 2. Gestur, sikap posisi tubuh orang tersebut saat berbicara maupun menghadapi orang lain 3. Tatapan mata, bagaimana cara individu melihat individu lain saat berbicara

PROGRAM KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING
SMP LABSCHOOL CIBUBUR TAHUN PELAJARAN 2012-2013
NO JENIS KEGIATAN Pri
I PERSIAPAN 1. Penyusunan Program 2. Pembagian Tugas 3. Konsultasi Program 4. Peyediaan sarana dan Prasarana II LAYANAN DASAR 1. Bimbingan klasikal 2. Layanan orientasi 3. Layanan Informasi 4. Bimbingan kelompok 5. Layanan pengumpulan data III LAYANAN RESPONSIF 1. Konseling Individual 2. Konseling Kelompok 3. Referal 4. Kolaborasi dengan guru Mata Pelajaran/ Wali kelas, dan orang tua siswa yang nilainya rendah atau di bawah KKM 7. Konsultasi 8. Bimbingan dengan teman sebaya 9. Konferensi Kasus 10. Kunjungan rumah / home visit LAYANAN PERENCANAAN IV INDIVIDUAL 1. Penempatan Dan Penyaluran 2. Seminar peningkatan mutu belajar dan pemilihan sekolah lanjutan 3. Kunjungan Karir V DUKUNGAN SISTEM 1. Sarana Dan Prasarana 2. Anggaran 3 Instrumen Administrasi BK 4. Analisis Dan Evaluasi 5.MGBK 6. Lokakarya / Seminar VI LAPORAN VII TINDAK LANJUT KETERANGAN
V: R: K: Z: S: I: sesuai kebutuhan siswa Rutin sepanjang semester Disampaikan di kelas sesuai kebutuhan Menyesuaikan dengan program Sekolah Dilaksanakan di luar kelas Insidentil LIBUR UTS / UAS JEDA UTS / UAS S S S S S S S S K I I I I I I S S K V I I I I I I I I I I I I I I I I I I I Z Z I I I I Z I I S S S S S S S S S S K K V I BK dan waka sarana Kepala Sekolah Guru pembimbing Guru pembimbing Guru pembimbing Kep Sek Guru Pembimbing Kep Sek Guru Pembimbing Kep Sek Guru Pembimbing Kepala Sekolah X X X X X X X X X X X X X X X X X X S S S S S S S S S S S S S S S Guru pembimbing, kurikulum dan wali kelas Kep Sek,Guru pembimbing, kurikulum , wali kelas,dan pihak terkait Guru pembimbing, siswa X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I X X X X X X X X X X I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I V I I I I I I I V I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I V I I I I I I I V I I I I I I I V I I I I I I I V I I I I I I I V I I I I I I I I I I I Guru pembimbing Guru pembimbing Kep Sek, Guru pembimbing, dan pihak terkait Guru pembimbing, guru mata pelajaran, wali kelas, orang tua siswa, dan pihak terkait X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Z R I S R K R I S R K R I S R I R I R I R I R I R I S R I R I R I R I R I R I R I R I S R I R I R I S R I R I R I R I R I R I S R I R I R I R I R I R I R I R I R I R I S R I R I R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R Wali kelas dan guru pembimbing Guru pembimbing, Kesiswaan Guru pembimbing Guru pembimbing Guru pembimbing dan pihak terkait X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X Z X X X S S S S S S S S S S S S S S S Kep Sek, Guru Pembimbing Kep Sek, Guru Pembimbing Kep Sek, Guru Pembimbing Kep Sek danWaka sarana

BID BIM Sos Jar

FUNGSI LAYANAN Kar Ham Ceg Tas

SASARAN IX 1 2

Har Bang VII VIII

JULI 3 4

5

1

AGUSTUS 2 3 4

5

1

SEPTEMBER 2 3 4

5

1

OKTOBER 2 3 4

5

1

NOVEMBER 2 3 4

PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING DESEMBER JANUARI FEBRUARI 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4

5

1

2

MARET 3 4

5

1

2

APRIL 3 4

5

1

2

MEI 3 4

5

1

2

JUNI 3 4

PELAKSANA 5

Guru pembimbing, siswa, dan pihak terkait Guru pembimbing,siswa Guru pembimbing dan pihak terkait Guru Pembimbing, wali kelas, siswa, dan orang tua/

x x

x x

x x

K

Bekasi, Juli
MENGETAHUI, KEPALA SMP LABSCHOOL CIBUBUR KOORDINATOR BIMBINGAN DAN KONSELING

Drs. H. USWADIN, M.Pd. NIP. 15.11.025

I GUSTI AYU PUTU KERTIASIH, S.Pd. NIP. 15.11.398

PELAKSANA

ng dan pihak terkait

embimbing, dan pihak terkait ng, guru mata pelajaran, wali kelas, dan pihak terkait

ng, siswa, dan pihak terkait

ng dan pihak terkait

ng, wali kelas, siswa, dan orang tua/

ng, kurikulum dan wali kelas mbimbing, kurikulum , wali erkait

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->