BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN II.

1 DEFINISI Spondilosis servikalis merupakan suatu penyakit yang menyerang usia pertengahan dan usia lanjut, dimana diskus dan tulang belakang di leher mengalami kemunduran (degenerasi). II.2 EPIDEMIOLOGI Spondylosis cervicalis kebanyakan menyerang pada usia di atas 40 tahun (Appley, 1995). Penderita spondylosis cervicalis sering ditemukan pada usia 49 tahun yaitu 60% pada wanita dan 80% pada lakilaki. Sedangkan usia 70 tahun kejadian terjadi sampai 95% ( Cailliet,1991). Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUP Sanglah Denpasar menunjukkan jumlah kunjungan pasien spondylosis cervicalis tahun 2009 sebanyak 149 pasien, tahun 2010 sebanyak 215 pasien. II.3 ANATOMI

SPONDILOSIS SERVIKALIS

a. Kolumna Vertebralis Columna Vertebralis terdiri atas 33 vertebra, antara lain sebagai berikut : 1. 7 vertebra cervikalis 2. 12 vertebra thorakalis 3. 5 vertebra lumbalis 4. 5 vertebra sacralis 5. 4 vertebra coccygis

b. c. Cervikal I Vertebrae cervikal I dikenal dengan istilah tulang atlas. khususnya cervikal I. II. Cervikal III-VII Vertebrae cervicalis III-VII memiliki corpus dan kesemuanya memiliki 1 buah processus spinosus . a. Masing-masing tulang cervikal memiliki ciri khas. dan III. Pada masingmasing arcus anterior terdapat fovea articular superior yang berhubungan dengan condilus occipitalis. dan yang menghubungkan cervikal 1 dengan cervikal II adalah facies artikuaris posterior dengan artikularis superior cervical II. Ciri khas yang membedakan cervikal I adalah tulang ini tidak ada corpus. Cervikal II Vertebrae cervical sering disebut dengan sebutan axis yang ditandai oleh adanya epistropheus.Daerah lebar tersusun tujuh ruas tulang yang saling berhubungan dan membentuk satu-kesatuan. Ciri lain yang terdapat pada cervical II ini adalah adanya dens atau pocessus odontoid. sehingga digambarkan adanya arcus anterior dan arcus posterior.

M. Scalenus Anterior Origo : Processus Transversus vertebrae Cervicalis 3-6 Insertion : Tuberkulum costa pertama Inervasi : Cervikalis ke 2 sampai ke 7 . Sternocleidomastoid Origo : Manubrium sterni dari sepertiga tengah klavikula Insertion : Prosessus mastoideus dan seperdua lateral linea superior Inervasi : Aksesorius. Gerakan fleksi leher Gerakan fleksi pada upper trapezius berupa pada bidang gerak sagital axis horizontal. Sedangkan pada anterior pada processusnya mengecil foramen transversusnya sangat kecil sehingga tidak dilalui oleh pembuluh darah Jaringan otot-otot leher a. vertebrae cervical VII memiliki ciri khas yang membedakan yaitu memiliki processus spinosus yang panjang dan dikenal dengan prominens. Otot penggerak fleksi uppertrapezius : 1. plexus servicalis 2.1 buah foramen vertebrae Dari semua cervical tersebut. lingkup gerak sendi normal 50’. M. Longus Capitis Origo : Processus Transversus Supinosus Cervical 3-4 Insertion : Bagian basilaris os oksipitalis Inervasi : Servikalis 3. M.- 2 buah foramen transverses .

M. Rectus Capitis Minor Origo : Tuberculum posterior atlas Insertion : Os occipitalis di bawah linea nuchae inferior Inervasi : cervikalis 4. Rectus Capitis Mayor Origo : Spina epis trofei Insertion : Pars lateral linea nuchae inferior Inervasi : cervikalis 3. Oblique Capitis Inferior . Scalenius Medius Origo : Processus transversus vertebrae cervikalis 1-7 Insertion : Permukaan atas iga pertama Inervasi : Servikalis ke 2 sampai k3 7 b. M. Oblique Capitis Suporior Origo : Processus Transversus Atlas Insertion : Os occipitalis di bawah linea nuchae inferior Inervasi : Spinalis 5. Gerakan ekstensi leher Berada pada bidang gerak sagital axis horizontal.4. M. lingkup gerak sendi normal 60’ dan otot penggerak leher : 1. M. M. M. Splenius Cervikis Origo : Processus Spinosus Insertion : Prosessus mastoideus dan linea nuchae inferior Inervasi : cervikalis 2.

Upper Trapezius Origo : Squama ossia occipital diantara linea suprema dan linea nuchalis superior Insertion : Sepertiga acromeon clavikula Fungsinya : Menahan gelang bahu dan lengan agar tidak jatuh. Rectus Capitis Anterior Origo : Massa Lateral Atlas Insertion : Pars basilaris os oksipitale Inervasi : Cervikal 1 dan 2 Otot Trapezius Otot trapezius di bagi menjadi beberapa bagian : a. Gerakan lateral fleksi leher Berada pada bidang gerak frontal dengan axis sagital. Longisimus Capitis Origo : Processus Transversus dari empat atau lima vertebrae thorakis bagian atas. processus artikularis dari tiga atau empat vertebrae cervikalis bagian bawah Insertion : Processus mastoideus os temporal Inervasi : Servikalis c. Rectus Capitis Lateralis Origo : Processus Transversus Atlas Insertion : Processus jugularis os oksipitale Inervasi : Cervikal 1 dan 2 2) M.Origo : Spina epistrofei Insertion : Processus transversus dan processus mastoideus Inervasi : Spinalis 6. Rotasi kepala ke arah kontra lateral . Lingkup Gerak Sendi normal 45’ dan otot penggerak lateral fleksi leher : 1) M. M.

Fungsi utama leher adalah menghubungkan kepala dengan tubuh. Middle Trapezius Origo : Processus spinatus pada vertebrae dan cervical bawah dan thorakal atas Insertion : Pada acromeon Fungsinya : Menarik scapula dan rotasi scapula ke arah medial c. Sistem Vaskularisasi Sistem sirkulasi pada leher dan kepala di suplai melalui arteri karotis komunis dan vertebrae arteri kiri dan kanan yang kemudian bersatu membentuk arteri besilaris. Cervical spine terdiri atas 7 vertebra dan 8 saraf servikal. Lower Trapezius Origo : Processus spinosus vertebrae thorakal tengah sampai bawah Insertion : Pada spina scapula Fungsinya : Menarik scapula dan rotasi scapula ke arah kaudal Sistem Persarafan Pada daerah punggung bagian atas dipersarafi oleh plexus cervikalis dan plexus brachialis. Arteri karotis komunis diatas cartilage terbagi menjadi dua yaitu karotis interna dan karotis eksterna. Arteri karotis internal ke arah tenggorokan bagian dalam kemudian bersama arteri basilaris disebut sirkulasi willisi. arteri karotis eksterna memberi darah pada daerah leher dan kepala bagian depan dan belakang. sebab adanya anastomosis yang erat kedua arteri karotis kiri dan kanan. Plexus brachialis dibentuk bagian primer antara nervi spinalis C5-Th1. Plexus cervikalis dibentuk primaries anterior nervi spinalis C1C4. pada plexus cervikalis bercabang membentuk nervus semispinalis capiris yang merangsang otot trapezius. Apabila arteri karotis terpotong maka akan terjadi perdarahan yang hebat dari kedua ujung tersebut.b. Leher merupakan bagian .

Sendi atlantoaxialis (VC1-VC2) memegang peranan pada 50% gerakan rotational. terutama medula spinalis. Stabilitas kepala tergantung pada 7 buah vertebra servikal. Delapan saraf servikal berasal dari medulla spinalis segmen servikal. abduktor ekstensor thumb biceps. Saraf-saraf ini memberikan layanan saraf sensorik pada tubuh bagian atas dan ekstremitas superior berdasarkan pola dermatom. namun saraf servikal ke 8 keluar dari medulla spinalis di bawah VC7 dan di atas VTh1 serta costa pertama. mempunyai tiga fungsi utama. VC2 hingga VC7 memegang peranan pada dua per tiga gerakan fleksi dan ekstensi. 3. 50% gerakan rotasi dan 50% gerakan laterofleksi. 7 saraf servikal keluar dari medula spinalis di atas vertebra yang bersangkutan. 2. memungkinkan kepala bergerak di semua bidang gerak. Gerakan leher dimungkinkan karena adanya berbagai pensendian. yaitu: 1. ekstensor jari Tricpes fleksor jari otot-otot intrinsik tangan Refleks dan . biceps ekstensor wrist. Layanan innervasi motorik dan refleks dari akar saraf servikal Saraf VC 3-5 VC5 VC6 VC 5-6 VC7 VC 6-7 VC8 VTh1 Innervasi motorik Diafragma otot deltoid.spina/tulang belakang yang paling bergerak (mobile). Sepertiga gerakan fleksi dan ekstensi dan setengah dari gerakan laterofleksi terjadi pada sendi atlantooccipitalis (dasar tengkorak dengan VC1). menopang dan memberi stabilitas pada kepala. Hubungan antara vertebra servikal melalui suatu susunan persendian yang cukup rumit. facet joint yang ada di posterior memegang peranan penting. melindungi struktur yang melewati spina. Sedangkan layanan motoris dan refleks dapat dilihat pada table di bawah ini Tabel 1. akar saraf. fleksor wrist. dan arteri vertebra. brachioradialis triceps.

diabetes mellitus. Beberapa kondisi yang berhubungan dengan nyeri servikal : 1. yang timbul akibat kapsul sendi yang mengandung serabut saraf sangat sensitif terhadap peregangan atau distorsi. ligamentum. osteofit. maka tidak mengherankan nyeri servikal sering timbul. Termasuk di antaranya adalah OA pada facet joint. ankylosing spondylitis. metastasis tumor ke tulang. Setiap gerakan dari bagian tubuh tertentu harus diimbangi gerakan servikal. trauma menahun : tukang cat plafon. membau. kebiasaan tidur yang jelek. periosteum. polymyalgia rheumatica. trauma akut : whiplash injury akibat tabrakan mobil. dikenal juga sebagai CERVICAL SPONDYLOSIS. overuse / penyalahgunaan : menoleh terlalu lama saat memundurkan mobil. alergi. Selain itu dapat pula berhubungan dengan salah sikap : hiperekstensi pada usia lanjut. olahraga kontak badan. makan / minum dan menahan keseimbangan sewaktu tubuh bergerak. osteoporosis. discus intervertebralis. stress psikologis. jaringan fibrous. spondyloarthritis. Degeneratif arthritis Merupakan salah satu kondisi yang sangat sering mengenai leher pada orang setelah umur pertengahan dan menimbulkan rasa nyeri.3 PENYEBAB NYERI SERVIKAL Struktur ini bila terkena proses penyakit dapat menimbulkan rasa nyeri termasuk di antaranya adalah otot. facet joint. reactive cervical strain. tidak terhitung jumlah gerakan yang harus dilakukan dalam proses menunjang fungsi kepala. Keluhan yang sangat sering diungkapkan pada kondisi ini adalah kaku kuduk (neck stiffness) atau rasa nyeri. melihat. mendengar. infeksi oleh virus atau bakteri. selain itu ligamentum dan tendon di leher sensitif juga terhadap . Fungsi kepala antara lain berbicara.Cervical spine dalam kehidupan sehari-hari bekerja sangat berat. diffuse idiopahtic skeletal hyperostosis. Penyakit yang mendasarinya (underlying disease) antara lain : rheumatoid arthritis. II. degenerasi discus intervertebralis.

0. Nyeri terasa tumpul dan difus. Gejala yang timbul akibat iritasi atau kompresi pada akar saraf akan berbeda-beda sesuai dengan akar saraf mana yang terkena. Radiologis tampak perubahan discus intervertebralis. Foramen intervertebrale menyempit akibat membesarnya osteofit paravetebral dan facet joint. 2. Perubahan-perubahan ini sering tampak di antrara VC5 dan VTh1. Bila ukuran lubang foramen perlahan-lahan mengecil. pembentukan osteofitparavertebral dan facet joint serta perubahan arcus laminalis posterior. yang menjalar dari lateral leher. juga osteofit dapat menekan akar saraf atau medulla spinalis. yang menyebabkan timbulnya gejala kaku (stiffness) pada cervical spine bawah dan tidak jarang menimbulkan hipermobilitas kompensatorik cervical spine atas. Biasanya gejala berlangsung singkat dan dapat muncul pada posisi tertentu. lengan dan pergelangan tangan. Nyeri dapat sangat hebat sampai kepala dipegang dengan dua . hanya butuh strain cervical yang ringan saja sudah dapat membangkitkan gejala radikuler berapa nyeri atau rasa kebas. Ekstensi servikal dapat meningkatkan intensitas rasa nyeri. 70 – 90% akibat penyempitan foramen intervertebralis. Nyeri terasa tajam dengan intensitas tinggi atau terasa panas seperti terbakar. turun menuju bahu. seperti : a. Cervical radiculopathy Merupakan nyeri neurogenik. VC1 & VC2 : menimbulkan nyeri kepala oksipital. Tergantung akar saraf mana yang mengalami kompresi. Disebabkan oleh adanya kompresi satu atau lebih akar saraf.1% radiculopathy akibat spinal stenosis kongenital. sisanya akibat kompresi oleh HNP.regangan dan torsi oleh gerakan yang keras atau overuse leher atau bagian atas punggung. Pasien mengatakan seperti terkena setrom listrik yang menjalar ke lengan sesuai dengan dermatom akar saraf.. tangan sisi radial atau ulnar juga dapat merasakan. Banyak pasien merasakan peredaan keluhan bila tangan yang terkena diletakkan di belakang kepala (the arm abduction sign). Osteofit yang terbentuk seringkali menonjol ke dalam foramen intervertebrale dan mengadakan iritasi atau menekan akar saraf.

tangan. Rasa nyeri bertambah karena gerakan spinal atau perubahan cairan serebrospinal sewaktu batuk atau bersin. Rasa nyeri dapat merujuk ks dada depan dan disangka nyeri akibat adanya iskemia miokard. d. tengah deltoid dan clavicula. Herniasi terjadi melalui lesi yang timbul pada annulus posterior di samping kanan dan kiri ligamentum longitudinale posterior. Cervical disk herniation (HNP cervical) Biasanya ditemukan pada usia muda.VC8 : paling sering terjadi dan umumnya dicetuskan oleh keadaan tertentu berdasarkan adanya spondilosis. VC3 : terasa tebal / kesemutan di pipi posterior dan daerah temporal.VTh1 : dapat melibatkan traktus piramidal. hal ini disebabkan goyangan kepala sedikit saja akan menambah rasa nyeri. spina scapula. akar saraf VC7 yang paling sering terkena. Sebagian besar HNP cervical timbul di antara VC5 dan VTh1. Herniasi terjadi akibat adanya kelainan diskus intervertebralis. Herniasi ke anterior dan lateral jarang terjadi. merujuk ke bahu.dirujuk ke scapula medial. VC3 & VC4 : nyeri terasa tumpul dan dalam. Protrusi ini dapat menekan akar saraf dan menimbulkan inflamasi (melibatkan interleukin dan substance P) yang mendasari terjadinya radiculopathy. bahu atas / belakang. Rasa nyeri terasa tumpul dan dalam atau ngilu. Khas ditemukan kelemahan otot triceps dan penurunan atau hilangnya . b. c. VC4 : nyeri meliputi tengah sevikal ke bahu. VC5: nyeri servikal yang berasal dari iritasi akar saraf VC5 hanya 5% VC5 . Fleksi servikal ke depan menambah rasa nyeri. Penyebab HNP umumnya karena trauma. siku. VC6 . Rasa nyeri dapat unilateral atau bilateral tergantung lokasi dan luasanya protrusi. 3. Kelainan bawaan annulus jarang ditemukan. bagian posterior lengan bawah. nucleus pulposus yang berupa material gelatinous yang ada di bagian dalam mengalami prolaps melalui lapisan annulus fibrosus yang serupa ligamentum yang ada di luarnya. hingga pergelangan tangan.

serta rasa kebas pada dua jari sisi ulnar. Temuan klinik pada HNP sesuai dengan letaknya Level HNP VC 5 – 6 Temuan klinik Nyeri : puncak bahu. clonus pergelangan kaki dan refleks patologis (Hoffmann sign dan Babinsky sign). gejala radikuler dapat disertai rasa berat pada kedua tungkai. gangguan fine motor skills (memasang kancing baju. sisi radial lengan bawah. Gangguan sensorik : area yang sama di atas. Tabel 2. Kelemahan : ekstensi lengan bawah. Lhermitte phenomenon (fleksi – ekstensi leher diikuti timbulnya rasa nyeri tajam seperti tersengat listrik turun melalui spinal menuju ke lengan dan tungkai). memanipulasi benda-benda kecil). Kelemahan : fleksi lengan bawah Refleks : menurun atau hilangnya VC 6 – 7 refleks biceps dan supinator Nyeri : scapula. ibu jari tangan. kesulitan berjalan melalui garis lurus (barefoot heel-to-toe walking). Pada beberapa kasus. area pectoral. dorsal siku dan lengan bawah. medial axilla. Dapat pula ditemukan penurunan tonus otot-otot tungkai. kadang-kadang pergelangan tangan. Gangguan sensorik : area sama di atas. otot trapezius. gejala-gejala ini mirip dengan gejala-gejala akibat adanya spinal stenosis yang disertai myelopathy. Refleks : menurun atau hilangnya refleks triceps. jari telunjuk dan jari tengah (atau seluruh jari-jari). hiperrefleksi. . dengan radiasi ke posterolateral lengan atas.refleks disertai nyeri pada sisi medial lengan bawah. dengan radiasi ke bagian anterior lengan atas.

4. jaringan lunak dan ligamentum flavum dapat menyempitkan kanalis servikalis. kelemahan dan sering jatuh. Myelopathy timbul akibat adanya HNP dan servikal spondylosis yang menekan medulla spinalis. Gangguan sensorik : medial lengan bawah dan sisi ulnar tangan.VC7 – VTh1 (saraf ke 8) Nyeri : sisi medial lengan bawah. Namun pada beberapa kasus dapat berkembang progresif cepat. osteofit. Kelemahan : otot-otot intrinsic tangan. Myelopathy Menimbulkan nyeri mielogenik. Rasa nyeri terasa seperti gelombang shock merujuk ke bagian bawah spinal. . Tanpa pembedahan. sklerosis dan hipertrofi kapsul. pasien akan hidup di atas kursi roda akibat gangguan koordinasi. Myelopathy pada umumnya berkembang lambat dan gejala memburuk secara perlahan-lahan. hal ini dapat menekan medulla spinalis secara langsung atau menekan arteri spinalis anterior dan posterior dengan akibat timbul mielopati. dua per tiga akan memburuk. secara bertahap akan terjadi gangguan BAB dan BAK. Adanya HNP. adakalanya merujuk ke keempat ekstremitas.

II. Selain itu hipertropi dari proses uncinate terjadi. Hal ini menyebabkan peningkatan stress mekanik pada kartilago vertebral. Umur diskus. Pembentukan tulang subperiosteal terjadi berikutnya. sering melewati dibagian ventrolateral dari foramina intervertebralis. Iritasi saraf dapat juga terjadi sebagai proteoglikan diskus intervertebralis yang terdegradasi. fragmen dan fraktur. .4 PATOFISIOLOGI Spondilosis servikal merupakan hasil dari degenerasi diskus intervertebralis. Ini kemungkinan besar untuk menstabilkan vertebra yang berdekatan. Awalnya terjadi dalam nucleus pulposus yang menyebabkan lamella annular pusat tekuk kedalam sedangkan band luar konsentris tonjolan luar annulus fibrosis. yang pergerakkannya berlebihan sebagai hasil dari hilangnya material diskus. membentuk bar osteofit yang memperpanjang aspek ventral dari kanal tulang belakang kadang dapat juga melewati batas jaringan saraf.

terbentuk diameter anteroposterior osteofit reaktif. b) Gerakan kaki menjadi kaku dan penderita berjalan dengan goyah. teutama jika akar sarafnya terkena.5 GEJALA Spondilosis servikalis menyebabkan menyempitnya kanal spinalis (tempat lewatnya medula spinalis) di leher dan menekan medula spinalis atau akar saraf spinalis. dinamis-mekanis. osteofit dan kanal osteoartritik pada sendi neuro-sentral. yang berdekatan dengan foramina C3 hingga C7. maka pertanda awalnya biasanya adalah a) perubahan pada cara berjalan. ligamen flava melipat dan dapat menjadi penyebab kompresi posterior. yang mempersempit foramina intervertebral yang sudah sempit oleh protrusi diskus dan osteofit. Karena gerakan ekstrem yang mencapai kord merupakan bahaya yang besar. dan spinal. II. Beberapa faktor berperan pada terbentuknya tanda dan gejala. Ini merupakan statis-mekanis.Patologi yang mengenai Lesi primer mungkin kolapsnya diskus dengan protrusi anuler sekitar kelilingnya. iskemia saraf tulang belakang. gejala mendadak bisa terjadi setelah fleksi atau ekstensi berlebihan akibat kecelakaan atau endoskopi dengan anesthesia Myelopathy spondylotik servikal terjadi akibat dari beberapa faktor patofisiologi penting. Pada osteofit. sehingga menyebabkan kelainan fungsi. terletak terikat pada kanal spinal yang menyempit. Perubahan ligamennya sendiri menebal. Ligamen terdorong dari perlekatannya pada tepi badan ruas ligament megurangi tulang belakang. terbatas karena perubahan diskus memberat dan meluas pada tingkat yang tidak terkena diatas dan dibawahnya. saraf servikal menjadi menyempit yang cenderung untuk mengembangkan terjadinya myelopathy spondylotic servikal. Jika terjadi penekanan medula spinalis. Gejalanya bisa menggambarkan suatu penekanan medula spinalis maupun kerusakan akar sarafnya. . c) Leher terasa nyeri. Kord spinal. terancam akan tambahan kompresi bahkan saat gerak leher normal. Misalnya pada ekstensi. Mobilitas tulang belakang sendiri juga terganggu. menyebabkan proliferasi tulang selanjutnya. Bersamaan dengan protrusi anuler.

Indentasi posterior akibat ligament flava tampak bila film diiambil saat ekstensi. dan lebih dari pada sisanya. Pasien biasanya berumur 40 tahun. jarang pada C3/C4 terkena dan C7/T1 jarang terjadi. Tanda-Tanda Radiologis 1) Penyempitan ruang diskus. Parestesia. otot scapula dan turun kesalah satu atau kedua lengan. Pada salah satu atau kedua lengan kadang-kadang dapat ditemukan baal atau kelemahan dan salah satu refleknya dapat tertekan. Lebih sediikit dari sepertiga mengenai C5/C6 dan sedikit kurang dari sepertiganya mengenai C6/C7 atau C4/C5. 4) Indentasi mielografik dura anterior tidak selalu mendukung tingkat maksimal kolaps diskus dan osteofit. dan terdapat periode reda yang relatif lama. tangan. hanya mengenai satu ruang pada 40%. mungkin terbatas hingga dua tulang belekang berdekatan.d) Abnormalitas reflex e) Mati rasa dan kelemahan pada lengan. 3) Osteofit lebih nyata dianterior. Blok total jarang. penyempitan foraminal tampak hanya pada tampilan oblik. Nyeri dapat menjalar luas kebelakang kepala. semua gerakan terbatas dan nyeri. dan kaki f) Kehilangan kontrol kandung kemih atau usus atau retensi urin Kelemahan dan penciutan otot pada salah satu atau kedua lengan bisa terjadi sebelum maupun sesudah timbulnya gejala penekanan medula spinalis. Nyeri tekan terasa pada otot leher posterior dan daerah scapula. namun pertumbuhan berlebihan diposterior lebih penting. naamun bila terjadi bisa berarti proolaps diskus akut. umumnya hilangnya lordosis normal.kadang timbul. 2) Perubahan kurva normal. Penampilan pasien adalah normal. dan mobilitas yang terbatas harus dibandingkan saat pengambilan posisi fleksi dan ekstensi. mengeluh nyeri leher dan kekakuan. . Gejala timbul perlahan – lahan dan sering semakin buruk pada saat bangun tidur. dua ruang pada 40 %. Secara khas terjadi eksaserbasi gangguan yang semakin berat. kelemahan dan kekakuan kadang.

Perubahan serupa dapat tampak pada MRI scan sagital. tanda babizki.5) CT scan yang dilakukan dalam beberapa jam setelah mielogram bisa lebih tepat menentukan tempat dan perluasan kompresi. Sebuah tes lain kadang – kadang berguna seperti tes otot pectoralis reflexs. Dalam myelopathy spondilosis servikal. termasuk hiperaktif reflex tendon dalam. beberapa faktor risiko . kelenturan ( terutama bagiab bawah kaki).selanjutnya pada kompresi perlu kehati-hatian dalam memberikan beban aksial. tanda tanda Hoffman c. Selain usia dan jenis kelamin. Pasien dengan nyeri leher dari spondilosis sering hadir dengan leher kaku. Uji kompresi leher. Ini merupakan tanda spesifik dan penyebab lain dari nyeri leher dan kekakuan (misalnya nyeri miopasial. Maneuver ini bekerja dengan mempersempit foramina syaraf ipsilateral selama fleksi dan rotasi sedangkan ekstensi menyebabkan awal diskus posterior menonjol. temuan pemeriksaan yang paling khas adalah disfungsi motorik atas. lateral fleksi. pergelangan kaki dan atau klonus patella. Hasil yang positif menunjukkan kompresi ditulang belakang leher bagian atas (C2-C4).6 FAKTOR RISIKO Penuaan dan keausan pada tulang belakang adalah faktor risiko utama untuk spondylosis servikal. jika positif sangat berguna untuk menilai pasien dengan radikulopati servikal Tes ini sebaiknya dilakukan dengan memiliki pasien aktif. a. mengikuti intruksi untuk menegakkan leher. Hal ini dilakukan dengan menekan tendon pectoralis dialur deltopektoralis. dan tanda-tanda myelopathi. yang menyebabkan adduksi dan internal rotasi bahu jika hiperaktif. tanda-tanda radicular. b. dan memutar ke sisi yang sakit. II. patologi bahu intrinsik) harus dipertimbangkan. Pada pemeriksaan fisik Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri leher.

MRI adalah prosedur non – invasive dan bebas radiasi yang menyediakan pencitraan yang sangat baik dari sumsum tulang belakang dan ruang subarachnoid dan merupakan metode yang sangat sensitive untuk menentukan keterlibatan patologi extradural. menari professional. A.7 PEMERIKSAAN PENCITRAAN Poto polos tulang belakang leher yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosa adanya spondilosis servikal namun pencitraan pilihan tetap MRI karena MRI membantu menunjukkan lokasi penyempitan kanalis spinalis.tumpul dan sakit pada leher dan bahu dengan nyeri menjalar dari lengan kesiku atau pergelangan. II.8 KOMPLIKASI Spondilosis servikal merupakan penyebab paling umum dari disfungsi saraf tulang belakang pada orang dewasa yang lebih tua.sebuah kondisi yang disebut radikulopati servikal. Walau hanya satu akar terkena. Taji tulang dan penyimpangan lain yang disebabkan oleh spondilosis servikal juga dapat mengurangi diameter kanal yang saraf tulang belakang. spondilosis servikal dapat memampatkan satu atau lebih saraf tulang belakang .untuk spondilosis servikalis adalah Trauma yang berulang – ulang ( membawa beban aksial. Ketika saluran spinalis menyempit ke titik yang menyebabkan cedera tulang belakang. Radikulopati Spondilotik Servikal Nyeri merupakan keluhan utama. kondisi yang dihasilkan disebut sebagai myelopathy serviks. mungkin karena nyeri juga terjadi didalam otot yang dicatu akar bersangkutan.senam dll) II. Nyeri mungkin . • • Foto polos dapat membantu menilai kontribusi aligment tulang belakang dan spondylolisthesis degeneratif stenosis kanal. beratnya penekanan dan penyebaran akar saraf yang terlibat. nyeri menyebar kesekitar distribusi dermatom. Pada sejumlah kecil kasus. Kedua radikulopati servikalis dan myelopathy serviks dapat mengakibatkan cacat permanen.

kelemahan. Agar efektif.Keluhan mungkin tampil relatif mendadak. selain latihan penguatan gelang bahu. Kolar cincin sederhana dapat dipakai. Spasme dan nyeri otot menambah penyebaran nyeri sekunder. pemanasan lokal dan diatermi gelombang pendek mungkin cukup memberikan perbaikan.merupakan kasus yang individual. Fisioterapi aktif dikontra-indikasikan. sindroma 'double crush'. Pasien bisa dianjurkan kembali bekerja dengan kolar terpasang. Gerakan yang memperparah harus dicegah.steroidal mungkin bermanfaat. dan ini akan bermanfaat karena immobilisasi harus diteruskan hingga 3 atau 4 minggu setelah nyeri berkurang. .lahan. Yang terakhir ini terkadang tampak bersamaan dengan spondilosis. Lengan harus disangga dari bahu yang sehat dengan saling disertai dengan analgesik. namun kolar lembut hanya membuang waktu.juga timbul dari diskus sendiri. Terkadang nyeri berhubungan dengan pergerakan dan posisi. pergerakaan normal yang dilakukan secara prematur sering berakibat kambuhnya penyakit. Keadaan ini harus dibedakan dari neuritis brakhial postviral. pengecilan otot dan perubahan refleks biasanya ringan. menyebabkan nyeri pada leher. terbaik menggunakan kolar jenis Philadelphia dengan penyangga oksipital dan mental. Tindakan Mengistirahatkan bagian yang terkena merupakan dasar dari semua metoda. walaupun ini. kolar harus dipakai dengan benar dan konsisten. daerah trapezius dan skapuler. pemakaian kolar bisa dihentikan secara bertahap. Bila terjadi perbaikan. serangan berulang nyeri akut terjadi pada beberapa pasien. atau dapat terjadi perlahan. yang dikeluhkan sebagai nyeri kepal. terutama kedaerah oksipital. Anti-inflamatori non. Gangguan sensori. Kolar memberikan immobilisasi yang lebih efektif. Parestesia sering dialami pada lengan dan ujung jempol (akar C6 akibat lesi C5/6) atau pada jari tengah(C7 akibat lesi C6/7). terkadang dipresipitasi oleh trauma. kompresi pintu torasik terhadap pleksus brakhial. dan jeratan perifer saraf median atau ulnar.

atau bahkan tampilnya sindroma kord spinal mendadak untuk pertama kalinya. defisit lain adalah jenis radikuler. dan terkadang dijumpai kelainan yang menyerupai siringomielia. mungkin timbul setelah trauma. Pasak tulang allograf atau tulang yang disterilkan dengan cara radiasi serta diliofilisasi dipakai menggantikan lubang jaringan dengan ukuran yang sama. Mielopati Spondilotik Servikal Timbulnya spastisitas tungkai secara perlahan adalah bentuk onset yang paling sering. Cedera hiperekstensi yang tidak cukup untuk menyebabkan fraktura atau dislokasi adalah yang paling bertanggung jawab untuk mempresipitasi lesi spinal transversa pada pasien dengan spondilosis servikal. Kelemahan kurang parah bila dibanding peninggian tonus dan peninggian refleks dalam. bronkhoskopi dan esofagoskopi. terutama ketika semua spasme otot protektif dihilangkan oleh obat relaksan.B. Tergelincir atau jatuh pada kepala (dengan akibat abrasi frontal) adalah mekanisme yang umum. jarang mencapai tingkat yang jelas. bahkan walau tetap asimtomatis. Lebih dari duapertiga mengalami gangguan sensori. Dekompresi harus diperluas ke lateral yaitu keproksimal kanal akar. Perburukan mendadak mielopati servikal. Banyak yang mengeluh nyeri dan kaku leher. Sindroma kord sentral yang terjadi menimbulkan lesi neuron motor bawah pada tangan serta spastisitas tungkai. dan sering terjadi pada torasik sebelah atas dari pada servikal. tidak akan mengarahkan perjalanan biasanya lambat. dengan kekakuan tangan serta parestesia pada osteofit C3/4. Pada pendekatan anterior dilakukan pengangkatan disk bersangkutan bersama dengan batang osteofit. sekitar 50 % membaik. Setelah berjalan 18 bulan. bahkan manipulasi untuk memasang pipa endotrakheal oleh ahli anestesi dapat membahayakan kord. baik mewlalui jalur anterior maupun posterior. namun kecuali mielopati memburuk. mengisi badan ruas . Tindakan Riwayat sebenarnya. Sekali gejala tampil. diketahui pertama-tama bisa berupa kelambatan atau kekakuan dalam berjalan. dekompresi beda harus dipertimbangkan. tapi juga hiperekstensi pada saat tindakan bedah seperti tonsilektomi.

Dengan seleksi yang teliti. tanda-tanda dan gejala spondilosis servikalis biasanya menurun atau stabil. dan pemberian massage. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi nyeri. Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). II. 70-80 % pas membaik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa intervensi MWD. selanjutnya pada lipatan ini terjadi pengapuran dan terbentuk osteofit (Garrison. Massage dan stretching exercise dapat memberikan penurunan nyeri yang bermakna pada kondisi spondylosis cervicalis MWD Pemberian intervensi MWD pada kondisi spondylosis cervicalis diarahkan pada penurunan nyeri dan ketegangan otot. kemudian panas yang sedang dengan peningkatan temperatur 2o – 3o C dapat menurunkan nyeri dan spasme otot (Prentice. Ini bisa dilakukan pada dua atau tiga tingkat bila diperlukan. membantu untuk mempertahankan kegiatan yang biasa dilakukan dan mencegah ke sumsum tulang belakang dan saraf.tulang belakang berseberangan dan disk yang berdegenerasi diantaranya (operasi Cloward). 2002). Hal ini sejalan dengan . Kadang–kadang ada yang memburuk. Efek thermal dengan dosis submitis – mitis (sensasi panas yang sedang) dapat menghasilkan efek penurunan nyeri dan ketegangan otot. 2003). Seperti yang dikemukakan oleh Lehmann bahwa peningkatan temperatur 1o C dapat menurunkan inflamasi ringan dan peningkatan metabolik. TENS.9 PENATALAKSANAAN Tanpa pengobatan. Penambahan stretching exercise dapat lebih menurunkan nyeri penderita spondylosis cervicalis dimana pada kondisi ini terjadi akibat berkurangnya kekenyalan diskus yang kemudian menipis dan diikuti dengan lipatan ligamen di sekeliling korpus vertebra. Terkadang fiksasi anterior tambahan dengan memakai pelat metal diperlukan. Terapi standar pada pasien dengan spondylosis cervicalis di Rumah Sakit selain pemberian analgesic dan muscle relaxant biasanya diberikan modalitas Micro Wave Diathermi (MWD.

Massage menghasilkan kompresi mekanikal pada jaringan berupa gerakan sliding di atas permukaan kulit sampai pada otot.pendapat Hassan Ahmad (2011) yang mengemukakan bahwa MWD dan SWD yang menghasilkan efek thermal dapat merelaksasikan otot dan menurunkan nyeri. TENS frekuensi rendah meningkatkan pelepasan metencephalin dan betaendorphin. TENS frekuensi-tinggi menyebabkan peningkatan dynorphin A. Pemberian TENS setelah intervensi MWD dapat menghasilkan efek penurunan nyeri yang besar. TENS TENS atau Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation. Massage dan manipulasi Kemudian pemberian Massage setelah intervensi MWD dan TENS dapat menghasilkan efek penurunan nyeri dan ketegangan otot yang besar. Bahwa kondisi nyeri tengkuk kronik seperti spondylosis cervicalis dapat diobati dengan berhasil melalui intervensi TENS dan Interferential Current. Menurut teori kendali gerbang Melzack dan Wall. Di samping itu TENS diperkirakan melepas opioid endogen di situs susunan saraf pusat (CNS). Jika tekanan tersebut dipertahankan dalam beberapa detik maka muscle spindle sebagai proprioceptor akan mengalami penataan ulang terhadap level tension. Perubahan pada muscle spindle tersebut akan menghasilkan perubahan level . Tekanan tersebut menghasilkan stretching mekanikal pada sarkomer dan serabut otot yang di bawah tekanan tersebut. TENS atau Interferential Current dapat menghentikan transmisi impuls nyeri sehingga nyeri akan berkurang dan pada akhirnya terjadi peningkatan lingkup gerak sendi cervical. TENS secara khusus di tingkat tanduk dorsal mengaktifkan serabut A-beta perifer sehingga memodulasi serabut A-delta dan C yang mengangkut nyeri. adalah bentuk elektroanalgesia menggunakan stimulasi listrik frekuensi-tinggi intensitas-rendah dengan rentang 50-100 Hz. TENS menghasilkan arus listrik frekuensi rendah yang digunakan untuk menghasilkan kontraksi otot atau modifikasi impuls nyeri melalui efekefek pada saraf motorik dan sensorik.

Modifikasi fisiologis tersebut memperbaiki ROM dan mengurangi nyeri. Pemanjangan tersebut secara langsung akan menghasilkan peningkatan lingkup gerak sendi (LGS) cervical. mengurangi muscle guarding. Efek stretching dapat menghasilkan pemanjangan pada jaringan kontraktil dan jaringan non kontraktil. Manipulasi dan mobilisasi spinal digunakan untuk mengembalikan ROM normal dan mengurangi nyeri. 2009). Dalam mekanisme inverse stretch refleks atau autogenic inhibisi dijelaskan bahwa proses kontraksi maksimal akan diikuti dengan relaksasi (Kisner.tension berupa penurunan ketegangan otot yang kemudian akan diikuti dengan penurunan nyeri (Lowe. atau kombinasi modalitas tersebut harus diberikan sebelum traksi untuk membantu mengurangi nyeri dan memberi relaksasi otot. Teori ini didukung oleh penelitian Rahman (2008) Traksi servikal dapat membantu mengurangi gejala yang berkaitan dengan penekanan akar saraf. Hot packs. 1997). dan metabolisme jaringan lokal lebih efektif. Pemanjangan terjadi pada sarkomer otot (jaringan kontraktil) serta jaringan fibrous pembungkus otot (perimyesium. Tujuan terapi adalah memberi sedasi dan relaksasi otot. Teknik ini melibatkan proses autogenic inhibisi atau inverse stretch refleks dimana adanya kontraksi isometrik yang maksimal akan diikuti oleh relaksasi yang optimal.Normalisasi impuls aferen memperbaiki tonus otot. neurologik dan psikologik. Massage mempunyai efek mekanik. massage.16 Traksi servikal dapat dilakukan dengan menggunakan beban berat secara intermiten atau beban ringan secara kontinu. Murtagh. beberapa percaya bahwa penyesuaian sendi zygapophyseal memperbaiki signal aferen dari mekanoreseptor ke sistem saraf perifer dan sentral. Walaupun belum ada penjelasan yang tepat tentang kerja manipulasi. epimyesium. Jika terjadi relaksasi pada serabut otot maka otot akan lebih mudah di stretching. . dan endomyesium) dan tendon (nonkontraktil). atau stimulasi listrik. 2007. Stetching Exercise Penerapan Stretching exercise dengan teknik kontraksi isometrik – relaks – stretching dapat menghasilkan efek penurunan ketegangan otot yang besar. refleks.

. (advil. Latihan oerobik juga dapat dilakukan seperti berjalan dll. Pemisahan vertebra posterior dimungkinkan berkaitan dengan sudut tarikan dan pemisahan maksimum terjadi pada fleksi 24º.Posisi leher dalam fleksi. osteoporosis. eksaserbasi disfungsi sendi temporomandibuler. Herniasi diskus tengah (midline) daerah servikal juga merupakan kontraindikasi karena traksi dapat menarik medulla sampai kontak dengan diskus. b. Minum obat penghilang rasa sakit seperti aspirin. ibuprofen. Ada 3 jenis penanganan : Ringan Serius Operasi 1) Penanganan kasus – kasus ringan a. Traksi harus dihentikan apabila terjadi mual. penekanan medulla spinalis. Traksi servikal juga dapat diberikan melalui tarikan manual. c. Memakai penjepit leher ( collar neck) untuk membantu membatasi gerakan leher dan mengurangi iritasi saraf. dan hipertensi atau penyakit kardiovaskuler. penyakit infeksi seperti TBC.16 Beban sekurangnya 10 lb (4 kg) diperlukan untuk melawan efek gravitasi pada kepala. Motrin) atau asetaminofen. atau peningkatan nyeri di jaringan lunak leher. pusing.2 Kontraindikasi absolut untuk traksi adalah keganasan. rheumatoid arthritis. osteomielitis atau discitis. Setelah dipastikan bahwa pasien mendapat manfaat traksi maka penggunaan traksi rumah dengan beban ringan secara kontinu dapat disarankan. Melakukan latihan yang diintruksi oleh ahli terapi fisik untuk merengangkan leher dan bahu. hamil. dan tarikan sebesar 25 lb (10 kg) diperlukan untuk meluruskan kurva lordotik servikal serta pemisahan awal segmen vertebra posterior.

Obat. saraf atau pil penghilang rasa sakit (methocarbaamol/ robaxin kekejangan otot leher. Modifikasi latihan dengan istirahat berselang.2) Pengobatan kasus yang lebih serius Untuk kasus yang lebih berat. Pendekatan frontal (anterior). Rawat inap untuk mengontrol rasa nyeri intravena mungkin diperlukan dalam kasus-kasus yang jarang terjadi ketika perawatan nonsurgigal lain gagal. perawatan nonsurgical mungkin termasuk: a. Ini dilakukan agar dapat mencabut diskus hernia atau tonjolan tulang. perlu pembedahan. Traksi pada leher untuk satu atauu dua minggu untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang. Dokter bedah akan membuat sebuah irisan di bagian depan leher dan bergerak kesamping tenggorokan (trakea) dan kerongkongan untuk mengekpos tulang belakang leher. c. Mengambil relaksan otot. b. Injeksi kortikosteroid mengkombinasikan obat dengan obat bius local untuk mengurangi rasa sakit dan perandangan. atau cyslobenzaprine terutama jika terjadi . Pilihan bedah yang paling umum mencakup : i.orang yang tetap aktif dianjurkan tetap istirahat dalam posisi yang nyaman agar tidak memperburuk rasa sakit dan pulih lebih cepat. Prosedur bedah akan tergantung pada kondisi yang mendasari seperti tulang menonjol atau stenosis tulang belakang. Orang. Penyuntikan obat kortikosteroid di sekitar diskus dan saraf antara tulang belakang. tergantung masalah yang mendasarinya. 3) Operasi Jika pengobatan konservatif gagal atau jika tanda-tanda dan gejala neurologis ada seperti kelemahan di lengan atau kaki yang semakin memburuk.obat ini dapat membantu mencegah kebutuhan operasi.

gumpalan darah di vena kaki dan kerusakan saraf. Risiko operasi Resiko dari prosedur ini termasuk infeksi. Selain itu. operasi tidak mungkin menghilangkan semua masalah yang terkait dengan kondisi. . Operasi ini disebut laminectomy. pendarahan. karena beberapa saraf pada medulla spinalis mengalami kerusakan yang menetap. terutama jika beberapa bagian sarat telah menyepit. Pendekatan posterior Dokter bedah dapat melakukan pembedahan dari belakang. untuk mrnghilangkan bagian tulang belakang diatas kanal tulang belakang melalui insisi belakang leher.ii.

www.google. Diakses 11 Maret 2013 pukul 16.00 WIB.L. 2007. et al.cervical radiculopathy. Peran Latihan Fisik dalam Manajemen Terpadu Osteoartritis. BMJ.. 2008. Cervical spondylosis and neck pain. Cervical Osteoarthritis (Cervical Spondylosis).com. R. .30 WIB. Beelen A. Staf Instalasi Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar Penambahan Stretching Exercise Pada Intervensi Micro Wave Diathermi.b3883. Nyeri Leher dan Punggung.Cleland. Cervical collar or physiotherapy versus wait and see policy for recent onset BMJ. Diakses 11 Maret 2013 pukul 15. 2008. Anonim. Clinical Knowledge Summaries (January 2009) Binder AI. Neck pain . Tulaar. Osteoarthritis Health Center.google.1136/bmj. doi: 10. www. Tans JT.webMD. Angela. 2008.334(7592):527-31. Spondilosis Servikalis. www.339:b3883.com. Joshua.com. Kuijper B. [abstract] RINI UTAMI. Majalah Kedokteran Indonesia Volume 58 Nomor 5. Development of a clinical prediction rule for guiding treatment of a subgroup of patients with neck pain: use of thoracic spine manipulation. 2007 Mar 10. 2009 Oct 7. Diakses 11 Maret 2013 pukul 15. Jakarta: FK UI.DAFTAR PUSTAKA Ambardini.45 WIB. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation Dan Massage Dapat Lebih Mengurangi Nyeri Penderita Spondylosis Cervicalis A.

175-239. 2007. Retrieved Januari. Calabrit. Retrieved October. from http://www/.comlissues/2003/daniels. Cyrisc.. 2007 from http:www. Muscle Alive. and patients educaton. Some observations on whiplash injuries.physsportsmed.from http : / / www . American Physical Therapy Association. 12. Baltimore: the Wililliam and Wilkins Co. 1978.ptjournal. Soft Tissue Pain and Dissability. from Australian journal of physiotherapy.2007. Retrieved October.journal-news/focusarticle. Neurol Clin 1992.comlfocus_article. Indentifiers Suggestive of Clinical Cervical Spine Instability . from http:www. 2003 . F..(free full text).Renne. from Australian journal of physiotherapy. Cassel and Company Ltd. Calliet. London Daniels...2. 2005. 1979 . 12.journalnews.. org. 2. Piladelphia. Clare et al . Lord SM. Retrieved desember. Retrieved Desember.htm Evans RW. http ://www. 2007. Treatment by Manipulation and Deep Massage. Retrieved October. org. Managing Miofacial Pain Syndrome . A Systemic review of efficacy of Mc Kenzie Therapy for Spinal Pain. 5. Bob. 1950 . 2007. Retrieved desember. Cook et al . 2. A Delphi Study of physical Therapists.. Lack of effect of intraarticular corticosteroids for cronic pain in the cervical zygapophyseal joints. James. 1999.A Davis Company.exercise. Stretching and Flexibility . 2007.ptjournal. 2008 from http:www. Wallis BJ.. N Engl J Med 1994.. Barnsley L. healthtology. 2007.com / science/science4. . http ://www. Wesley. (Medline). healthology.journal-news/focusarticle. JV. 2. pp.htm Basmajian. Bogduk N.

Mei 2008 . from http://www..htm Guyton. Retrieved October. 12. Jakarta. The Physiology of The Joint. Freburger. Autostretching The Complete Manual of Specific Stretching: New Interlitho Spa. 2.Tulaar.Grimmer . and Rheumatoid Arthritis Matthew McDonnell. 2007. Management of Back and Neck Pain. Effect of neck exercise on sitting Posture in patients with cronic neck pain .journal-news/focusarticle. Gwendolen. Janet. A. Cervical Spondylosis. Jule. 1974 .M. K.Retrieved desember. Kapandji.. 2007. Hanberg. Volum: 58. MD Volume 95 No. journalnews. Posture and pain New York : RE Kneiger Poh Co.comlissuesl.Jern. . EGC.1997 . 2007.. from Australian journal of physiotherapy. 1996 .. MD. Retrieved Desember 2. London. 1997. Kendall Ho. who seeks care from physical therapist?. Churchill Livingstone. http ://www. 4 April 2012 Angela B. Karen. 2005.. 1952. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran . Nyei Leher dan Punggung Departemen Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. from http:www. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Maj Kedokt Indon. An Investigation of poor cervical resting posture. healthology.pp 1-11. Stenosis.physportsmed.Deborah . and Phillip Lucas. J. Arthur C. 2005. Volume 3 The Trunk and Vertebra Column Second Edition. Kendall Fp and Boyton DA. Nomor: 5.Falla.. 2005. Milan.com/focus_article.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful