“Rekonstruksi Kurikulum”

Negara mana pun dituntut mampu melakukan reformasi terhadap seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali pendidikan. Pada satu sisi, pendidikan berkedudukan sebagai faktor determinan kemajuan bangsa. Pendidikan bermutu mendasari perbaikan kualitas hidup bangsa. Tak mengherankan jika negara-negara maju di berbagai belahan bumi eksistensinya ditandai oleh terjadinya kemajuan secara monumental di bidang pendidikan. Itu pula yang dapat menjelaskan, mengapa institusi-institusi pendidikan di negara-negara maju menjadi tujuan belajar kalangan mahasiswa dari kawasan negara-negara berkembang. Pada lain sisi, pendidikan bergerak dinamis, sejalan dengan hadirnya tantangan dan realitas baru. Praksis pendidikan dalam suatu format tertentu, tak selalu relevan diimplementasikan secara lintas waktu pada berbagai keadaan. Maka, harus ditemukan suatu model dan pola baru praksis pendidikan. Pada titik inilah reformasi pendidikan mencuat sebagai sesuatu yang niscaya dilakukan. Reformasi pendidikan merupakan jawaban terhadap besarnya tuntutan agar pendidikan tak terbentur jalan buntu kemandegan. Perbaikan kurikulum menjadi hal penting untuk melakukan reformasi pendidikan nasional, sehingga pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merombak kurikulum pendidikan yang saat ini disebut KTSP berubah menjadi kurikulum 2013 sejak jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, pengembangan kurikulum 2013 ini sebagai jawaban untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia hadapi perubahan dunia. Saya sangat setuju terhadap pengembangan dan perubahan kurikulum, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan, perubahan tersebut menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan, karena dunia ilmu pngetahuan terus mengalami kemajuan, sehingga perlu ada perbaikan kurikulum bagi anak didik disisi lain kualitas SDM Indonesia juga akan meningkat. Pemerintah akan mengubah kurikulum Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis sains. orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap,

dan pengetahuan. apabila anak didik menerima kurikulum yang tidak sesuai lagi dengan dunia globalisasi. Artinya.keterampilan. Saya berpandangan bahwa. karena sudah tidak lagi sesuai dengan perubahan saat ini. atau akhlak sebagai landasan utama. tradisi pengajaran dan pembelajaran serta sistem pendidikan yang telah lama ada. pendidikan bangsa ini akan mengalami kemunduran. disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. maka yang terjadi mereka menjadi tidak kompeten. tata krama. Selain itu. Tanpa itu. harusnya Indonesia tetap menerapkan pendidikan semacam pendidikan budi pekerti. Titik tolak bagi pembangunan sebuah bangsa adalah dari sistem pendidikannya. . hanya saja harus disiapkan wadahnya yaitu orangorang yang siap menerima akan ilmu bukan dengan sistem doktrin yang memaksa. Bangsa ini mau maju atau hancur adalah dari faktor keberhasilan dalam pendidikan. Semua Ilmu itu bisa dipelajari. juga harus dirubah sesuai perkembangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful