P. 1
Disiplin Pns

Disiplin Pns

|Views: 629|Likes:
Published by arjuridhoni

More info:

Published by: arjuridhoni on Oct 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2015

pdf

text

original

PENDAHULUAN
1. Pegawai Negeri Sipil selaku aparatur negara merupakan tulang punggung dalam penyelenggaraan roda Pemerintahan dan pembangunan, sehingga harus dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya serta menjadi contoh dan teladan bagi warga masyarakat pada umumnya. Pegawai Negeri Sipil adalah pelaksana peraturan Perundang-undangan, sehingga PNS wajib untuk melaksanakan, mentaati dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut maka PNS selaku pelaksana peraturan, penyelenggara pemerintahan dan pembangunan serta pemberi pelayanan kepada masyarakat wajib memiliki disiplin yang tinggi. Dalam rangka pembinaan PNS menuju terwujudnya tata pemerintaha yang baik (Good Governance) berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja, maka reward and punishment ( pemberian penghargaan dan sanksi yang tegas) perlu ditegakkan. Pemberian sanksi (punishment) terhadap PNS diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian.

2.

3.

4.

5.

KEDUDUKAN PNS YANG MEMBEDAKAN DENGAN WARGANEGARA INDONESIA PADA UMUMNYA

PANCASILA

UUD ‘45 TAP MPR UNDANG-UNDANG PERAT. PEMERINT KEP. PRESIDEN INST. PRESIDEN
UU NO 8/1974 JO. UU NO 43/1999 PP PELAKSANAAN UU NO 8/1974 JO. UU NO 43/1999 KEPRES PELAKSANAAN UU DAN PP

INST. PRESIDEN

KEP. KEPALA BKN
WNI
-

PNS
SEORANG PNS BERDIRI PADA LANDASAN DIMANA MENGHARUSKAN DIRINYA UNTUK TUNDUK KEPADA PANCASILA, UUD ’45, TAP MPR, UU DAN PERATURAN PELAKSANAANNYA SERTA SECARA KHUSUS KEPADA UU NO 8/1974 JO. UU. NO 43/1999 DAN SEGALA PERATURAN PELAKSANAANNYA PNS MEMPUNYAI HAK-HAK TERTENTU DISAMPING KEWAJIBAN-KEWAJIBAN

-

Sumber: Soegeng Prijodarminto, SH, (1992)

serta sebaiknya disiplin berasal dari dalam diri PNS. maka terdapat empat faktor yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan disiplin dikalangan PNS yaitu : a. Faktor keteladanan Faktor Penegakan peraturan Faktor motivasi Sebagaimana tergambar dalam diagram berikut ini : . Disiplin sebaiknya dimulai dari atas yaitu dengan memberikan contoh dan tauladan dari atasannya. maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi dirasakan sebagai beban. kesetiaan. Berkaitan dengan hal tersebut. bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bila tidak berbuat seperti nilai-nilai yang telah lazim dilakukan. 3. kepatuhan.Pengertian Disiplin 1. Faktor kesadaran 2. bukan karena karena adanya faktor tekanan atau ancaman. tetapi lahir dari rasa sadar dan insyaf. d. c. Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan. b. Apabila nilai-nilai tersebut telah menyatu dalam dirinya. serta didukung motivasi yang tinggi dalam melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan. 4. keteraturan dan ketertiban.

KESADARAN DISIPLIN KETELADANAN PENEGAKAN ATURAN MOTIVASI Sumber: Soegeng Prijodarminto. (1992) . SH.

2. PP Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS c. PP Nomor 10 Tahun 1983 jo PP Nomor 45 tahun 1990 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian PNS e. Kep Menpan 8A/2005 PNS yang akan menjadi Cabup dan Wabup Buku Biru Berdasarkan SE Kepela BAKN Nomor 02/SE/80 tanggal 11 Pebruari 1980. PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS b. maka bagi setiap PNS menurut ketentuan disediakan buku catatan penilaian yang lazim disebut buku biru.INSTRUMEN KENDALI DISIPLIN PNS 1. dimana atasan langsung PNS yang bersangkutan wajib mengisi dan mencatat segala temuan dari bawahannya baik yang positif maupun yang negatif dan menyimpannya. PP Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/ Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri d. Buku Biru ini dijadikan dasar didalam mengisi DP-3 Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) Berdasarkan PP Nomor 10 tahun 1979 setiap atasan langsung PNS sebagai pejabat yang berwenang dan berkewajiban untuk melakukan penilaian terhadap pelaksanaan pekerjaan PNS dilingkungan yang dibawahinya. PP 37 Tahun 2004 PNS dilarang menjadi Parpol f. . 3. Peraturan Perundang-undangan : a.

maka kehadiran PNS dapat diketahui melalui daftar hadir yang harus diisi secara tertip. . minggu. terutama kamar mandi dan toilet. Sebagai konsekwensi ketentuan jam kantor.4. Ruang kerja. Laporan Kegiatan Untuk mengetahui produktivitas kerja suatu unit kerja setiap hari. jujur dan terawasi serta terkelola dengan baik 5. Suasana kerja kantor dan Kebersihan kantor. bulan dan setiap tahunnya akan sangat mudah diketahui apabila setiap atasan dapat menerima laporan kegiatan yang dilakukan oleh para pejabat unit kerja ditingkat bawahnya 6. Toilet dsb Indikator lain yang dapat menunjukkan bahwa instansi telah menerapkan disiplin dengan baik dapat dilihat dari suasana kerja kantor dan kebersihan kantornya. Daftar Hadir (Kep Pres 58/1964 dan Kep Pres 17/1984).

Pola-pola pembinaan disiplin Pengembangan Kepribadian Penghargaan atas usaha pegawai Saling percaya antar unit/ bagian Penghargaan atas harga diri tiap pegawai Mengurangi kecemasan dalam bekerja Peningkatan karier pegawai Menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan • Saling menghormati sesama pegawai • • • • • • • .

.

larangan. tingkah laku atau tindakan • Ucapan adalah setiap kata yg diucapkan dihadapan atau dpt didengar orang lain spt dlm rapat. rekaman atau alat komunikasi lainnya • Tulisan adalah pernyataan pikiran dan atau perasaan secara tertulis baik dalam bentuk tulisan. karikatur. radio. gambar. ceramah. televisi.1. • Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. diskusi melalui telepone. . coretan dll yg serupa. Materi : • Peraturan disipilin adl mengatur kewajiban. tulisan. dan sanksi / hukuman disiplin bagi yang melanggarnya. atau perbuatan PNS yang melanggar peraturan disiplin PNS baik di dlm maupun diluar jam kerja • Hukuman disiplin adalah hukuman yg dijatuhkan kpd PNS karena melanggar peraturan disiplin PNS • PYB menghukum adalah pejabat yan diberi wewenang menjatuhkan hudis PNS • Atasan PYB menghukum adalah atasan langsung dari PYB menghukum • Perintah kedinasan adalah perintah yg diberikan atasan yg berwenang atau yg ada hubungannya dengan kedinasan • Peraturan kedinasan adl peraturan yg ditetapkan PYB mengenai kedinasan atau yg ada hubungannya dg kedinasan • Perbuatan adl sikap.

Bekerja dengan jujur. e. serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan Negara oleh kepentingan golongan.2. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila. dan PNS. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. cermat. . Negara dan Pemerintah b. h. Kewajiban PNS Pegawai Negeri Sipil Wajib : a. g. f. Memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan Pemerintah baik yang langsung menyangkut tugas kedinasannya maupun yang berlaku secara umum. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya & penuh pengabdian. Mengutamakan kepentingan Negara diatas ke-pentingan golongan atau diri sendiri. i. dan bersemangat untuk kepentingan Negara. Menyimpan rahasia Negara dan atau rahasia jabatan sebaik-baiknya. Undang-Undang Dasar 1945. d. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji PNS dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah. tertib. persatuan dan kesatuan Korps Pegawai Negeri Sipil. diri sendiri. kekompakan. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. atau pihak pemerintah c.

apabila mengetahui ada hal yg dapat membahaya kan atau merugikan Negara/Pemerintah. Mentaati ketentuan peraturan perundang undangan tentang perpajakan. v. t. x. r. z. n. k. Memberikan kesempatan kepada bawahannya mengembangkan kariernya. q. w. Mentaati segala peraturan perundang–undangan & peraturan kedinasan yang berlaku. Memberikan pelayanan dengan sebaik baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing. p. y. o. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelanggaran disiplin . l. u. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. Menggunakan dan memelihara barang-barang milik Negara dengan sebaik baiknya. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. terutama dibidang keamanan. s. m. keuangan & materiil. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Hormat menghormati antara sesama warganegara yang memeluk Agama/Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berlainan. Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. Segera melaporkan kepada atasannya. Bertindak dan bersikap tegas tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. Membimbing bawahannya dalam melaksanakan tugasnya. Mentaati ketentuan jam kerja (Kep Pres 58/1964 dan Kep Pres 17/1984).j. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan satun terhadap masyarakat sesama Pegawai Negeri Sipil dan terhadap atasan.

d. menjual. Tanpa izin Pemerintah menjadi Pegawai atau bekerja untuk negara asing. Pemerintah atau Pegawai Negeri Sipil b. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. i. Memasuki tempat-tempat yang dapat mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil kecuali untuk kepentingan jabatan. bawahan atau orang lain didalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi. dokumen atau surat surat berharga milik Negara secara tidak sah. h. f. Menyalahgunakan barang barang uang atau surat surat berharga milik Negara. menggadaikan menyewakan atau meminjamkan barang barang. golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. e. teman sejawat.3. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan. Menyalahgunakan wewenangnya c. Memiliki. . Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain di dalam maupun diluar lingkungan kerjanya. Larangan a. g. membeli. Melakukan hal hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara.

j. q. l. p. t. s. m. r. kedua. Memiliki saham suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemilikan itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilik saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalannya perusahaan. golongan atau pihak lain. o. . Melakukan kegiatan usaha dagang baik secara resmi maupun sambilan menjadi direksi pimpinan atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina golongan ruang IV/a keatas atau yang memangku jabatan eselon I. k. ketiga dan seterusnya bagi PNS wanita. Bertindak selaku perantara bagi sesuatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi Pemerintah. Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi golongan atau pihak lain Menjadi Anggota Partai Politik Menjadi Istri pertama. n. Memiliki saham/modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaannya. Mengahalangi berjalannya tugas kedinasan. Melakukan sesuatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat mengahalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatan untuk kepentingan pribadi. Bertindak sewenang wenang terhadap bawahannya.

2. Hukuman disiplin ringan yang terdiri dari : a.4. b. TINGKATAN DAN JENIS HUKUMAN DISIPLIN Tingkatan jenis hukuman disiplin adalah sebagai berikut : 1. d. Tegoran lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas secara tertulis Hukuman disiplin sedang yang terdiri dari a. c. b. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun 3. c. Hukuman disiplin berat yang terdiri dari : a. b. Penurunan pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS Pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS . c.

Pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin N0 1 PE JABAT 2 JENIS HUKUMAN DISIPLIN 3 TERHADAP PNS 4 1 Presiden 1. kecuali struktural eselon Pemda Propinsi jabatan I dan jenjang jabatan I di 2 Pejabat Pem. waian Pusat 3. Yang berpangkat Pembina permintaan sendiri dan Pemberhen tian Utama Muda golongan tidak dengan hormat sebagai PNS ruang IV/c keatas. Penurunan pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (sa tu) tahun 4. Pembebasan dari jabatan 2.1. Yang memangku struktural eselon jabatan fungsional utama. Semua jenis hukuman disiplin ringan Semua PNS Pusat dalam bina Kepega.2. Pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural ese-lon II kebawah atau jabatan fungsional yang jenjang Madya ke bawah 5. Pemberhentian dengan hormat tidak atas 1. 2. Semua jenis hukuman disiplin sedang lingkungannya. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dan pemberhen tian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang berpangkat Pem-bina Tingkat I golongan ruang IV/b kebawah .

Penurunan pangkat yang setingkat le-bih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun 4. .1 2 3 4 3 Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi 1. Semua jenis hukuman disiplin sedang dalam lingkungannya 3. Pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural ese-lon II kebawah atau jabatan fung sional Jenjang Madya ke bawah 5. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dan pember-hentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang berpangkat Pem-bina Tingkat I golongan ruang IV/b kebawah 4 Gubernur se Pemberhentian dengan hormat tidak atas PNS Daerah Kabupalaku wakil permintaan sendiri dan pemberhen tian tidak ten/Kota dalam lingPemerintah dengan hormat sebagai PNS yang berpangkat kungannya Pembina golongan ruang IV/a dan Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. Semua jenis hukuman disiplin ringan PNS Daerah Propinsi 2.

1 5. Penurunan pangkat yang seting kat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun 4. 5. Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS bagi PNS yang berpangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d kebawah 4 PNS Daerah Kabupaten/ Kota dalam lingkungan-nya . Pembebasan dari jabatan bagi PNS yang menduduki jabatan struktural eselon II keba-wah atau jabatan fungsional yang Jenjang Madya. Semua jenis hukuman disiplin sedang 3. 2 Pejabat Pembina Kepegawaian Dae-rah Kabupaten/Kota 3 1 Semua jenis hukuman disiplin ringan 2.

Penurunan gaji sebasar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun 4. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) thn 1. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun 3. Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun 5. Pembebasan dari jabatan 2 3 4 Pejabat Struktural eselon I atau yang setingkat . Semua tingkat hukuman disiplin ringan 2. Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1(satu) tahun 4. Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun 1. Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) th 3. Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun 6.Pendelegasian penjatuhan hukuman disiplin NO PEJABAT YANG DIDELEGASIKAN JENIS HUKUMAN YANG DIDELEGASIKAN 1 Pejabat Struktural Semua tingkat hukuman disiplin ringan eselon IV atau yang setingkat Pejabat Struktural eselon III atau yang setingkat Pejabat Struktural eselon II atau yang setingkat 1. Semua tingkat hukuman disiplin ringan 2. Semua tingkat hukuman disiplin ringan 2.

maka pejabat yang berwenang dapat menjatuhkan hukuman disiplin berdasarkan bahan-bahan yang ada padanya. namun untuk memepercepat pemeriksaan dapat memerintahkan pejabat lain untuk memeriksa dengan ketentuan pejabat yang diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan tersebut tidak boleh berpangkat atau memengku jabatan yang lebih rendah dari PNS yang diperiksa Apabila PNS yang melakukan pelanggaran tidak memenuhi panggilan untuk diperiksa tanpa alasan yang syah. 4. 6. Pemeriksaan dilakukan secara lisan untuk jenis hukuman ringan dan pemeriksaan dilakukan secara tertulis untuk jenis hukuman disiplin sedang dan berat. 3. 5. Sebelum penjatuhan hukuman disiplin pejabat yang berwenang menghukum wajib memeriksa terlebih dahulu PNS yg disangka melakukan pelanggaran hukuman disiplin.Tata cara Pemeriksaan. Dalam melakukan pemeriksaan pejabat yang berwenang dapat meminta keterangan dari orang lain yang dipandang perlu 2. penjatuhan dan penyampaian hudis 1. maka dibuat panggilan kedua secara tertulis dan apabila PNS itu tidak juga memenuhi panggilan kedua. . Pemeriksaan dilakukan secara tertutup Pada dasarnya pemeriksaan harus dilakukan oleh pejabat yang berwenang menghukum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pejabat yang berwenang memutuskan jenis hukuman disiplin yang dijatuhkan dan harus disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan. Penyampaian hukuman disiplin dilakukan secara tertutup. . Kepada PNS yang melakukan beberapa pelanggaran displin terhadapnya hanya dapat dijatuhi satu jenis hukuman disiplin PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin dan kemudian melakukan pelanggaran disiplin yang sifatnya sama. terhadapnya dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat 8. 10. dan untuk jenis hukuman tegoran tertulis dan pernyataan tidak puas secara tertulis dinyatakan secara tertulis.7. Sedangkan untuk jenis hukuman sedang dan berat ditetapkan dengan surat keputusan. 11. 9. Untuk jenis hukuman disiplin berupa teguran lisan disampaikan secara lisan.

 Tujuan hukuman adalah untuk memperbaiki dan mendidik shg Pyb sebelum menghukum hrs meneliti :    Apa latar belakang pelanggaran. Apa faktor pendorong PNS yang melakukan beberapa pelanggaran disiplin dijatuhi satu jenis hudis Hudis harus setimpal dengan pelanggaran. dalam   . shg memenuhi asas keadilan Pernah tidaknya melakukan pelanggaran kasus yang sama.

Tegoran lisan Dinyatakan secara lisan dengan tegas sebagai hukuman disiplin dengan menyebutkan juga pelanggaran disiplin yang telah dilakukan 2. . Tegoran tertulis Ditetapkan dengan surat keputusan. disebutkan pula pelanggaran yang dilakukan.1.

3. Pernyataan tidak puas secara tertulis Ditetapkan dengan SK. dan disebutkan jenis pelanggaran 4. Penundaan KGB  Ditetapkan dengan SK  Ditetapkan untuk waktu 3 bl – 1 th  Masa penundaan KGB dihitung penuh u KGB berikutnya  Dlm SK disebutkan pelanggarannya .

Penurunan gaji sebesan satu kali KGB  Ditetapkan dengan SK  Ditetapkan untuk waktu 3 bl – 1 th  Masa penurunan Gaji dihitung penuh u KGB berikutnya  Setelah selesai menjalani.5. gaji pokok langsung kembali ke gaji semula  Bila dalam masa menjalani memenuhi syarat u diberikan KGB. baru bisa diberikan bulan beikutnya setelah berakhirnya menjalani hudis  Dlm SK disebutkan pelanggarannya 6. Penundaan KP   Ditetapkan untuk masa 6 bl – 1 th Disebutkan pelanggaran yang dilakukan .

7. Pembebasan dari jabatan  Ditetapkan dg SK  Disebut pelanggarannya  Baru bisa diangkat lagi setelah satu tahun menjalani hukuman . Penurunan pangkat       Satu tingkat legih rendah Ditetapkan untuk masa 6 bl – 1 th Setelah selesai kembali ke pangkat semula Masa kerja dlm pangkat terakhir sebelum dijatuhi hudis dihitung sebagai masa kerja KP berikutnya Baru dpt dipertimbangkan minimal 1 th setelah kembali ke pangkat semula Disebutkan pelanggaran yang dilakukan 8.

Pemberhentian dg hormat tdk atas permintaan sendiri – Ditetapkan dg SK – Disebut pelanggarannya – Diberikan hak-hak kepewaian sesuai peraturan yg berlaku 10. Pemberhentian tidak dengan hormat sbg PNS – Ditetapkan dg SK – Disebut pelanggarannya – Tidak diberikan hak-hak kepewaian kecuali ditetapkan lain dlm peraturan perundang-undangan .9.

Atas pejabat yang berwenang menghukum wajib mengambil keputusan atas keberatan yang diajukan oleh PNS yang bersangkutan dalam jangka 1 bulan terhitung mulai tanggal. Terhadap keputusan atasan pejabat yang berwenang menghukum. PNS yang dijatuhi salah satu jenis hukuman ringan tidak dapat mengajukan keberatan. 7. Keberatan tersebut diajukan secara tertulis melalui saluran hirarkhi dan memuat alasan keberatan itu. Terhadap hukuman disiplin yang dijatuhkan Presiden tidak dapat dilakukan keberatan 5. tidak dapat diajukan keberatan. 3. 8. 6. ia menerima surat keberatan. Atasan pejabat berwenang dapat memperkuat atau mengubah hukuman disiplin yang dijatuhkan. Setiap pejabat yang menerima surat keberatan wajib menyampaikan kepada atas pejabat yang berwenang dalan jangka waktu 3 hari kerja terhitung mulai tanggal ia menerima surat keberatan tersebut. 2. 4. 9. PNS yang dijatuhi salah satu jenis hukuman disiplin sedang atau berat dapat mengajukan keberatan kepada atas pejabat yang berwenang menghukum dalam jangka waktu 14 hari terhitung ia menerima keputusan hukuman disiplin tersebut. . Pejabat yang berwenang menghukum wajib memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh PNS yang bersangkutan dalam waktu 3 hari kerja terhitung mulai tanggal ia menerima surat keberatan tersebut.1.

Pimp. Jaksa Agung. Bupati/ Walikota. LPND. Sedang dan tk berat berupa penurunan pangkat yg dijatuhkan oleh Menteri.• Hudis yg dijatuhkan Presiden • Hudis tk. Kepala Perwakilan RI di LN • Hudis pembebasan dari jabatan . Pimpinan kesekretariatan LTN/LTTN. Gubernur. ringan menghukum yang dijatuhkan pyb • Seluruh hudis tk.

2. kecuali hukuman disiplin pembebasan dari jabatan. Apabila ada keberatan mulai berlaku sejak tanggal keputusan atas keberatan tersebut. Hukuman disiplin bagi jenis hukuman disiplin ringan berklaku sejak tanggal disampaikan oleh pejabat yang berwenang kepada PNS yang bersangkutan. Jenis hukuman disiplin pembebasan dari jabatan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menghukum. maka hukuman disiplin itu berlaku pada hari ke 30 terhitung mulai tanggal yang ditentukan untuk penyampaian keputusan hukuman disiplin tersebut. kecuali jenis hukuman disiplin pembebasan dari jabatan c. Hukuman disiplin bagi jenis hukuman sedang dan berat diatur sebagai berikut : a. b.Berlakunya hukuman disiplin 1. terhitung mulai tanggal PNS yang bersangkutan menerima hukuman disiplin. 3. . Apabia tidak ada keberatan mulai berlaku pada hari ke 15. Apabila PNS yang dijatuhi hukuman disiplin tidak hadir pada waktu penyampaian hukuman disiplin.

b. 2 Hudis Sedang Penundaan KGB Penurunan Gaji sebesar satu kali KGB Penundaan KP 3 Hudis Berat Penurunan Pangkat setingkat lebih rendah Pembebasan dari jabatan Pemberhentian dg hormat sbg P N S tidak atas permintaan sendiri Pemberhentian tdk dgn hormat sbg P N S 3 bln – 1 thn 6 bln – 1 thn 6 bln – 1 thn - Sda Sda Tdk bisa diajukan keberatan Selambatnya 14 hr dari tgl hudis diterima Sda - Hari ke 15 sejak keputusan diterima. jika tidak ada keberatan Pada tanggal berikut dari tanggal keberatan dikabulkan/ ditolak Hari ke 30 dari saat hudis disampaikan pada P N S. a. BERLAKUNYA HUDIS Saat disampaikan kepada ybs Sda Sda Hari ke 15 sejak keputusan diterima. jika ybs tdk datang pada waktu yg ditentukan untuk menerima hudis Sda Sejak hudis ditandatangani a. jika tidak ada keberatan Pada tanggal berikut dari tanggal keberatan dikabulkan/ ditolak Hari ke 30 dari saat hudis disampaikan pada P N S. c.NO 1 TINGKAT HUDIS Hudis Ringan JENIS HUDIS Tegoran Lisan Tegoran tertulis Pernyataan tidak puas scr tertulis LAMA HUDIS 3 bln – 1 thn KEBERATAN Tidak dpt diajukan keberatan Sda sda Selambatnya 14 hr dari tgl hudis diterima Sda c. jika ybs tdk datang pada waktu yg ditentukan untuk menerima hudis . b.

Keputusan yang diambil oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian wajib dilaksanakan oleh semua pihak yang bersangkutan. PNS yang berpangkat Pembina Golru IV/c kebawah yang dijatuhi salah satu jenis hukuman disiplin pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS dapat mengajukan keberatan kepada Badan Pertimbangan Kepegawaian 2.1. .

Bupati/ Walikota. Kepala Perwakilan RI di LN.• Menteri. bila menemukan bukti atau alasan yg cukup ttg adanya hal yg tdk wajar dlm penjatuhan hudis. LPND. pengajuannya oleh Pimpinan instansi induk • BAP dan berkas kelengkapan lain disampaikan kpd Presiden dg tembusan ke BAPEK • Bapek wajib memberi pertimbangan kpd Presiden untk mengambil putusan . Gubernur. Jaksa Agung. Pimp. pjbt tsb dpt meninjau kembali hudis yg dijatuhkan pjb bawahannya • Bila pyb menghukum tdk ada. Pimpinan kesekretariatan LTN/LTTN. maka yg mengambil pitusan adalah atasan dari pyb menghukum • Hudis yg dijatuhkan pd PNS tidak mengurangi kemungkinan tuntutan pidana • PNS yg sedang menjalani hudis tdk dpt diberikan KGB dan KP • Hudis yg penjatuhannya mjd wewenang Presiden.

penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 tahun dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 tahun. dianggap telah selesai menjalankan hukuman disipliln. Calon PNS yang dijatuhi hukuman sedang atau berat dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi PNS. . • Pegawai bulanan di samping pensiun dpt dijatuhi hudis semua jenis hudis ringan dan pembebasan dari jabatan. PNS yang meninggal dunia atau mencapai BUP pada waktu menjalani hukuman disiplin jenis hukuman disiplin penundaan kenaikan gaji berkala paling lama 1 tahun.1. 2.

wajib melaporkan secara tertulis pada pimpinan instansi induk dengan melampirkan SK hudis tsb . dicatat dlm kartu hudis • Kartu hudis disimpan pjbt. • Bila PYB menghukum pada waktu memeriksa menemukan bahwa hudis yg akan dijatuhkan diluar wewenangnya. bila menjatuhkan hudis pada PNS Pusat Dpb/ Dpk pada DO. kartu hudis dikirimkan pimp instansi lama ke pimp.• Setiap jenis hudis yg dijatuhkan. Organisasi baru. PYB menghukum lebih tinggi wajib memperhatikan dan mengambil keputusan atas laporan tersebut • Gubrenur atau pjbt lain yg diberikan delegasi wewenang untuk menjatuhkan hukuman disiplin. disertai hasil pemeriksaan. pengelola kepegawaian • Bila PNS pindah instansi. maka pjb tsb melaporkan kpd pyb menghukum yang lebih tinggi melalui saluran hierarki.

.

tidak menghalangi pejabat yg berwenang menjatuhkan hukuman disiplin • Pemanggilan dilakukan secara patut. PNS ybs harus mengetahui peanggilan tersebut.• Dipanggil oleh pejabat yg berwenang atau pejabat yg ditunjuk secara lisan atau tertulis • Apabila tidak memenuhi panggilan pertama. dibuat panggilan kedua secara tertulis • PNS yg telah beberapa kali dipanggil tdk datang. .

. Pemeriksaan harus dilakukan oleh pejabat yg berwenang menghukum. Pejabat yg memeriksa tidak boleh mempunyai pangkat dan jabatan lebih rendah dg PNS yang diperiksa 3. dan IV atau pejabat fungsional seperti APFP. Pejabat yang memeriksa adalah pejabat structural eselon I. II. untuk mempercepat pemeriksaan dapat memerintahkan pjbt bawahannya. 2.1. III.

– Surat MENPAN Nomer B-1192/MENPAN/11/1989 tanggal 23 September 1989. menegaskan bahwa hasil pemeriksaan APFP yang secara nyata menunjukkan adanya pnyalahgunaan wewenang/korupsi sambil menunggu dan tanpa mengurangi proses justicial.4. termasuk medelegsasikan kepada APFP melakukan pemeriksaan. Instansi. dpt dijadikan dasar sesuai dg kewenangannya menjatuhkan hukuman pembebasan jabatan – Surat Menpan Nomer B-290/I/1992 tanggal 21 Maret 1992 tentang perintah melakukan pemeriksaan yg dapat didelegasikan kepada pejabat lain yang kewenangan menjatuhkan huk. . Dasar Hukum pemeriksaan untuk menjamin kepastihan hukum dan mengantisipasi gugatan PTUN : – Keppres No 44 Tahun 1974 dan Keppres No 14 Tahun 1974. sebagai dasar kewenangan bagi Irjen dan jajarannya termasuk Bawasda Pro/Kab/Kota – Surat MENPAN Nomer B 824/I/MENPAN/1982 tgl 20 September 1982. menegaskan agar hasil pemeriksaan Irjen dan seluruh jajarannya dpt dijadikan dasar dalam penindakan menurut PP 30 tahun 1980. Disiplin oleh Menteri/Pimp.

1. pjbt pemeriksa mempelajari dan mengumpulkan bahan-bahan atau alat bukti dalam pemeriksaan dan penyusunan BAP – Alat bukti yg dapat dijadikan dasar adalah : • • • • • • Surat merupakan alat bukti tertulis Laporan (tertulis/tidak tertulis) Pengakuan tersangka Keterangan saksi Keterangan pejabat Keterangan ahli – Pejabat pemeriksa menyusun pertanyaan yg mengarah pada perbuatan pelanggaran disiplin . Persiapan Penyusunan BAP – BAP adalah tata cara pemeriksaan secara tertulis yg memuat hasil Tanya jawab antara pemeriksa dg PNS yang diperiksa – Sebelum menyusun BAP.

2. Syarat-syarat melakukan pemeriksaan
a. Pejabat pemeriksa tdk mempunyai hub. Keluarga dgn PNS yg di periksa dan kaitan langsung atau tdk langsung dg pelanggaran yg diproses.

b.
c. d. e.

Pemeriksaan dilakukan dlm ruangan tertutup yg hanya diketahui oleh pejabat yg berkepentingan
PNS yg diperiksa wajib menjawab semua pertanyaan yg diajukan Kedudukan antara Pejabat pemeriksa dg PNS yg diperiksa sederajat, PNS yang diperiksa bukan sebagai obyek. Pemeriksa tidak boleh
• Melakukan pemaksaan kepada PNS yg diperiksa untuk mengakui perbuatannya

Merendahkan martabat/harga diri PNS dg cara mengancam, membentak atau cara lain kepada PNS yg diperiksa

f. Pjbt pemeriksa memberikan kebebasan pada PNS yg diperiksa dlm
g. h.

i. j.

k. l. m.

mengemukakan pendapat Pjbt pemeriksa tdk boleh memberikan nasihat atau saran-saran yg memberatkan PNS yg diperiksa Pemeriksa dpt mendengarkan atau meminta keterangan dari kepastian hukum ttg orang yg melakukan pelanggaran, bentuk pelanggaran, waktu dan tempat serta bgmn pelanggaran itu terjadi, akibat maupun latar belakangnya Pjbt pemeriksa dapt meminta keterangan dari orang/pihak lain yg mnegetahui terjadinya pelanggaran guna menjamin obyektifitas pemeriksaan Hsl pemeriksaan harus dpt menjamin kepastian hukum ttg orang yg melakukan pelanggaran, wkt dan tempat serta bgmn pelanggaran itu terjadi, akibat ataupun latar belakangnya PNS yg mempersulit pemeriksaan, pemeriksa wajib melaporkan kpd pejabat yg berwenang menghukum berikut BAP yg telah disusun Tiap-tiap halaman BAP diparaf PNS ybs BAP ditandatangani pemeriksa dan PNS ybs, apabila PNS menolak, BAP cukup ditandatangani pemeriksa dan pada halaman terakhir disebutkan bhw PNS menolak tandatangan BAP.

3.

Tekhnis Penyusunan BAP
a. BAP disusun berdasarkan situasi dan kondisi pada saat pemeriksaan b. Pokok-pokok yg harus ada dlm BAP Hari, tgl. Bulan, dan tahun pemeriksaan Nama, NIP, Pangkat dan Jabatan pemeriksa Kewenangan/Surat Perintah melakukan pemeriksaan Nama dan identitas PNS yg diperiksa Pasal/Ketentuan pasal yg dilanggar Keadaan kesehatan jasmani dan rohani PNS yg diperiksa 7) Kesediaan PNS diperiksa dan menjawab pertanyaan yg diajukan
1) 2) 3) 4) 5) 6)

8) Muatan BAP yg mencerminkan kepastian hukum melui pertanyaan : – – – – – – Siapa PNS yg disangka melakukan pelanggaran disiplin. siapa yang dirugikan Apa bentuk perbuatan atau jenis pelanggaran yg telah dilakukan PNS Bilamana pelanggaran dilakukan Dimana tempat pelanggaran terjadi Bagaimana cara melakukan pelanggaran Latar belakang pelanggaran .

9) 10) Keterangan bahwa selama pemeriksaan tidak ada tekanan/paksaan Kesediaan PNS untuk diperiksa ulang 11) 12) Pernyataan bahwa BAP dibuat dg sesungguhnya oleh pjbt yg berwenang menjatuhkan hukuman Pemeriksa dan PNS ybs menandatangani lembar terakhir BAP .

4. KESIMPULAN DAN SARAN – Data PNS yang diperiksa – Hal-hal yang memberatkan dan meringankan – Uraian kesimpulan hasil pemeriksaan dan saran jenis hukuman disiplin yang akan dijatuhkan V. PENUTUP – Berisi pertanggung jawaban pemeriksa yang telah melakukan pemeriksaan dengan sebenar-benarnya . PENDAHULUAN – – – Dasar Hukum Tujuan Susunan Tim Pemeriksa II. ANALISA – – – Uraian Tentang Bentuk Perbuatan Ketentuan Peraturan yang dilanggar Membandingkan antara keadaan yang sebenarnya dengan yang seharusnya IV. Resume hasil pemeriksaan – Resume adalah ringkasan proses yg merupakan satu kesatuan dg BAP yg disusun pemeriksa – Resume memuat sebagai berikut : I. HASIL PEMERIKSAAN – Uraian Khusus – Uraian Tentang Hasil Pemeriksaan – Fakta dan Data III.

Usulan Pejabat Pemeriksa – Pejabat pemeriksa menyampaikan berkas laporan hsl pemeriksaan kpd pejabat yg memerintah dan berwenang menghukum – Laporan hasil pemeriksaan tsb adalah : • • • • Surat Pengantar Laporan Hasil Pemeriksaan Resume BAP Berita Acara Pemeriksaan Data Pendukung Lainnya – Laporan hasil pemeriksaan bersifat rahasia .5.

Nama : ………………. Unit Organisasi : ………………. e. Jabatan : ………………. b. d.. 1. Pangkat : ………………. Pangkat : ……………….. Untuk menghadap kepada : a... Nama : ………………...RAHASIA SURAT PANGGILAN Nomer :……………. b. NIP Tembusan …………… …………… . Hari : ………………. N I P : ………………. c. N I P : ………………. c. Demikian untuk dimaklumi …………………20… Pejabat yang memanggil Nama ………………. b. d. Bersama ini diminta dengan hormat kehadiran saudara : a. Jabatan : ………………... Jam : ………………. d. c. Tanggal : ………………. Pada a. guna didengar keterangannya/kesaksiannya sehubungan dengan sangkaan pelanggaran disiplin ………… 2.Tempat : ……………….

: ………………………. c. Diperintahkan kepada a. Tempat : ………………………. N I P ………………. Nama b. Agar surat perintah ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya ………………………. Tanggal : ………………………. b. d. Karena yang bersangkutan disangka melanggar Pasal … ayat … huruf … Peraturan Pemerintah Nomer 30 Tahun 1980 2. Nama : ………………………. b. c. Pangkat d. Jabatan e. Pangkat : ………………………. Tembusan : : ………………………. Unit Organisasi : ………………………. : ………………………. : ………………………. H a r i : ………………………. : ………………………. J a m : ………………………. : ……………………….RAHASIA SURAT PERINTAH MELAKUKAN PEMERIKSAAN NOMOR : …………… 1. d. 20… Pejabat yang memerintahkan Nama ……………………. e. N I P : ………………………. Pada : a. Jabatan : ……………………….. N I P c. Unit Organisasi Untuk melakukan pemeriksaan terhadap : a. .

Nama : ……………….Jabatan : ……………….N I P : ………………. …………………………………….. Tanda tangan : ………… Tanda tangan : ……….. …. NIP……. -------------. ……………………………………. Nama : …………. Jawaban : ……………………………………. … .. ----------------------------------.RAHASIA BERITA ACARA PEMERIKSAAN Pada hari ini ……tanggal …… bulan……tahun……saya ……. ……………………………………………………. Jawaban : ……………………………………. 2.berdasarkan wewenang yang ada pada saya/Surat Perintah ……… telah mengadakan pemeriksaan terhadap . 3..….Pangkat : ………………. NIP : ………. ----------------------------------. NIP : ………….Pertanyaan : ……………………………………. ----------------------------------. ----------------------------------.ayat…. pangkat …… jabatan ………. Pertanyaan : ……………………………………………………....Unit Organisasi ……………… ---------------------karena ia disangka melakukan pelanggaran terhadap pasal …….Dan seterusnya -----Demikian Berita Acara Pemeriksaan ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat digunakan sebagaiaman mestinya---…………………… Yang diperiksa Pejabat Pemeriksa Nama : . huruf …… Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 1980-----------------------------------1. ……………………………………..

. Saya telah melakukan pemeriksaan terhadap : Nama : ………… NIP : ………… Pangkat : ………… Jabatan : ………… Unit Organisasi : ………… Sewaktu saya melakukan pemeriksaan terhadap Pegawai Negeri Sipil tersebut ia mempersulit pemeriksaan dengan cara : …………………………………………… …………………………………………… Demikian laporan ini diperbuat dengan sesungguhnya sebagai bahan dalam mengambil keputusan Yang melaporkan Nama : ……………. LAPORAN Dengan ini dilaporkan dengan hormat. Nomor ………… tanggal………. NIP : ……………. bulan………tahun …….RAHASIA …………… Tanggal ………. tanggal ……. Kepada Yth : ……………………. bahwa berdasarkan Surat Perintah dari ………. Di …………. pada hari …….

benar dan bertanggung jawab? • Apakah saudara pernah dijatuhi hukuman disiplin? • Jenis hukuman apa yang pernah dijatuhkan? • Bagaimana tanggapan saudara jika dijatuhi hukuman disiplin akibat pelanggaran yang saudara lakukan? • Apakah saudara perlu menambahkan keterangan selain yang telah kami tanyakan? • Apakah selama kami periksa. saudara merasa ditekan atau dipaksa sehingga jawaban saudara karena paksaan atau tekanan dari kami? .PERTANYAAN YANG HARUS DITANYAKAN • Siapa nama saudara dan berapa NIP saudara? • Apakah pada saat ini saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani? • Agama apa yang saudara anut? • Apakah saudara tahu maksud dipanggil dalam ruangan ini? • Apakah saudara bersedia menjawab semua pertanyaan kami dengan jujur.

IJIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL .

Perkawinan sah ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga/ rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya/ kepercayaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku .

a. b. selambat-lambatnya 1 tahun sejak tanggal perkawinan. . untuk tata naskah masing-masing instansi. 2 lembar dikirim ke BKN untuk Karin. Salinan sah Surat Nikah /Akte perkawinan. • Laporan perkawinan tersebut dibuat dalam rangkap tiga dan dilampiri . Karis/Karsu.• PNS yang melangsungkan perkawinan pertama wajib melaporkan kepada pejabat secara hirarkhis. Ketentuan ini juga berlaku bagi PNS yang berstatus janda atau duda yang melangsungkan perkawinannya kembali. Pas foto isteri/suami ukuran 3x4 cm sebanyak 3 lembar 1 lembar tata naskah kepegawaian.

sedangkan bagi PNS yang berkedudukan sebagai tergugat cukup mendapat surat keterangan pejabat.• PNS yang melakukan perceraian wajib memperoleh ijin secara tertulis atau surat keterangan terlebih dahulu dari pejabat. bagi PNS yang berkedudukan sebagai penggugat. . harus memperoleh ijin dari pejabat.

• Salah satu pihak menjadi pemabok.PNS DAPAT MELAKUKAN PERCERAIAN BILA ADA SALAH SATU/LEBIH ALASAN SBB • Salah satu pihak berbuat zinah . • Antara suami/isteri terjadi perselisihan terus menerus dan tidak ada harapan untuk rukun kembali. pemadat atau penjudi • Salah satu pihak meninggalkan selama 2 tahun berturut-turut tanpa ijin • Salah satu pihak mendapatkan hukuman penjara 5 (lima) tahun/hukuman yang lebih berat • Salah satu pihak melakukan kekejaman/ penganiayaan. .

apabila: • • • • Tidak bertentangan dengan ajaran/pert. Ada alasan sebagai mana tercantum dalam angka 2 diatas. Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Permintaan ijin untuk bercerai diberikan. Tidak ada alasan sebagai tercantum dalam angka 2 diatas. Agama yang dianutnya. Alasan perceraian yang dikemukakan bertentangan dengan akal sehat. apabila : • • • • Bertentangan dengan ajaran Agama/peraturan Agama yang dianut. .Permintaan ijin untuk bercerai ditolak. Tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku Alasan perceraian yang dikemukakan tidak bertentangan dengan akal sehat.

– 1/3 gaji untuk anak yang diterimakan kepada bekas isterinya. – 1/3 gaji untuk bekas isteri. c.Apabila perceraian terjadi atas kehendak PNS Pria. d. Apabila anak mengikuti PNS pria. yaitu – ½ untuk PNS . maka pembagian gaji ditetapkan sbb – 1/3 gaji untuk PNS. . – ½ untuk bekas isterinya. Apabila sebagian anak mengikuti PNS yang bersangkutan dan sebagian mengikuti bekas isteri. – 1/3 gaji untuk bekas isterinya. b. maka 1/3 gaji yang menjadi hak anak dibagi jumlah anak. – 1/3 gaji untuk anaknya yang diterima PNS pria. maka pembagian gaji ditetapkan sbb : – 1/3 gaji untuk PNS pria. Apabila anak mengikuti bekas isteri. maka ia wajib a. Apabila perkawinan tidak menghasilkan anak maka gajinya dibagi dua.

dan atau suami terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap isteri. dan atau karena suami terbukti telah berzinah. hak atas bagian gaji untuk bekas bagian isteri tetap diberikan apabila ternyata alasan isteri mengajukan gugatan cerai karena dimadu. pemadat. dan atau suami telah meninggalkan isteri selama dua tahun berturut-turut tanpa izin isteri dan tanpa alasan yang sah. . pemadat dan penjudi yang sukar disembuhkan. dan atau isteri terbukti menjadi pemabuk. • Meskipun perceraian terjadi atas kehendak isteri yang bersangkutan. dan penjudi yang sukar disembuhkan dan atau isteri terbukti telah meninggalkan suami selama dua tahun berturutturut tanpa izin suami dan tanpa alasan yang sah.• Hak atas bagian gaji untuk bekas isteri sebagaimana dimaksud di atas tidak diberikan apabila perceraian terjadi karena isteri terbukti telah berzinah atau isteri terbukti telah melakukan kekejaman atau penganiayaan berat baik lahir maupun batin terhadap suami. dan atau suami telah terbukti menjadi pemabuk.

maka pembagian gaji diatur sbb • Apabila perkawinan tidak menghasilkan anak. maka pembagian gaji berdasarkan kesepakatan bersama Dengan tidak mengurangi ketentuan di atas. apabila semua anak mengikuti bekas isteri.Apabila perceraian terjadi atas kehendak bersama suami isteri. maka 1/3 gaji untuk anak dan diterimakan pada isteri. Apabila sebagian anak mengikuti PNS ybs dan sebagian mengikuti bekas isteri maka 1/3 gaji dibagi jumlah anak (sebagian ikut isteri/suami) • • .

PNS PRIA YANG AKAN BERISTERI LEBIH DARI SEORANG Syarat alternatif. Syarat komulatif. • • • Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya. • • • Ada persetujuan tertulis secara iklas dari isteri dan disahkan atasannya. Isteri mendapat cacat badan/penyakit lain yang tidak dapat disembuhkan. karena menderita sakit jasmani/rokhani. PNS pria mempunyai penghasilan yang cukup. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan setelah menikah sekurang-kurangnya 10 tahun. PNS pria berlaku adil terhadap isteri-isterinya dan anaknya. .

• Seorang wanita yang berkedudukan sebagai isteri kedua/ketiga/keempat dilarang menjadi PNS. KETIGA.PNS WANITA TIDAK DIIJINKAN MENJADI ISTERI KEDUA. KEEMPAT • PNS wanita tidak diizinkan menjadi isteri kedua/ketiga/keempat. .

• Yang dimaksud hidup bersama diluar perkawinan yang sah adalah melakukan hubungan sebagai suami isteri dengan wanita yang bukan isterinya atau dengan pria yang bukan suaminya yang seolaholah merupakan suatu rumah tangga. .HIDUP BERSAMA DILUAR IKATAN PERKAWINAN YANG SAH • PNS dilarang hidup bersama diluar ikatan perkawinan yang sah.

kecuali Pegawai Bulanan di samping pensiun. terlebih dahulu dari Pejabat. melakukan hidup bersama diluar ikatan perkawinan yang sah dengan wanita yang bukan isterinya atau dengan pria yang bukan suaminya. melakukan perceraian tanpa memperoleh izin bagi yang berkedudukan sebagai penggugat atau tanpa surat keterangan bagi yang berkedudukan sebagai tergugat.    . apabila melakukan perbuatan sbb:  tidak memberitahukan perkawinan pertamanya secara tertulis kepada Pejabat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan dilangsungkan. beristeri lebih dari seorang tanpa memperoleh izin terlebih dahulu dari Pejabat.SANKSI Pegawai Negeri Sipil dan atau atasan/Pejabat. dijatuhi salah satu hukumuman disiplin berat berdasarkan PP 30/l980.

dan atau tidak memberikan keputusan terhadap permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga bulan setelah ia menerima permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian. tidak melaporkan perkawinannya yang kedua/ketiga/keempat kepada Pejabat selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan dilangsungkan. setiap atasan yang tidak memberikan pertimbangan dan tidak meneruskan permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian untuk melakukan perceraian. Pejabat yang tidak memberikan keputusan terhadap permintaan izin perceraian atau tidak memberikan surat keterangan atas pemberitahuan adanya gugatan perceraian. • • .• • • tidak melaporkan perceraiannya kepada Pejabat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu bulan setelah terjadinya perceraian. dan atau untuk beristri lebih dari seorang dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga bulan setelah ia menerima permintaan izin atau pemberitahuan adanya gugatan perceraian. Pejabat yang tidak melakukan pemeriksaan dalam hal mengetahui adanya PNS dalam lingkungannya yang melakukan hidup bersama diluar ikatan perwinan yang sah.

30 Th.• PNS wanita yang menjadi isteri kedua/ketiga/ keempat dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS berdasarkan PP N0. • PNS dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasar PP No. 30 Tahun 1980. apabila menolak melaksanakan pembagian gaji dan atau tidak mau menandatangani daftar gajinya sebagai akibat perceraian . 1980.

.

b. ayat 3) c. PNS dapat diberhentikan tidak dengan hormat dikarenakan : a. d.mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindakan pidana jabatan atau tindak pidana yang ada hubungannya dengan jabatan sebagaimana diatur dalam pasal-pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana (pasal9). . Melakukan usaha atau kegiatan yang bertujuan mengubah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 atau terlibat dalam gerakan atau kegiatan yang menetang Negara dan atau Pemerintah. atau diancam dengan pidana yang lebih berat (pasal 8). PNS yang meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu 2 bulan terus menerus. karena dengan sengaja melakukan tindakan pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara setinggi-tingginya 4 tahun. PNS yang dalam waktu 6 bulan terus menerus meninggalkan tugasnya secara tidak sah (pasal 12. dihentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga. e. sumpah/Janji jabatan atau peraturan disiplin (pasal 8) Dihukum penjara berdasar keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 2.Hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan disiplin PNS : 1. Melanggar sumpah/janji PNS. PNS yang dipidana penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang .

PNS dapat diberhentikan diberhentikan karena : dengan hormat atau tidak melanggar sumpah / janji PNS dan sumpah / janji jabatan selain pelanggaran sumpah / janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila – UUD 45 – Negara – dan pemerintah atau dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melaku kan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 tahun .

karena : dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 tahun atau lebih atau melakukan pelanggaran disiplin PNS tingkat berat .PNS dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat.

PNS diberhentikan tidak dengan hormat. karena : ~ melanggar sumpah/janji PNS dan Sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila – UUD 45 – Pem ~ melakukan penyelewengan terhadap idiologi negara – Pancasila – UUD 45 – atau terlibat dalam kegiatan yang menentang Negara dan Pemerintah atau ~ dihukum penjara atau kurungan berdasrkan putusan pe ngadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabtan PNS yang dikenakan penahanan yang berwajib karena di sangka telah melakukan tindak pidana kejahatan sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai keku atan hukum tetap dikenakan pemberhentian sementara .

.

2. Untuk kepentingan peradilan PNS yang didakwa telah melakukan kejahatan/ pelanggaran jabatan oleh pihak berwajib dikenakan tahanan sementara. PNS harus diberhentikan jika terbutkti melakukan penyelewengan terhadap idiologi dan haluan negara serta merugikan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara (pasal 3) . martabat dan wibawa pegawai tersebut (pasal 2 ayat 2) 3. namun berakibat hilangnya penghargaan. Ketentuan tersebut juga diberlakukan bagi PNS yang dikenakan tahanan sementara karena didakwa telah melakukan suatu pelanggaran hukum pidana yang tidak menyangkut jabatannya.Hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan disiplin PNS adalah : 1. maka mulai saat penahanannya harus dikenakan pemberhentian sementara (pasal 2 ayat 1).

. tujangan kemahalan umum dan lain-lain kecuali tunjangan jabatan dan fasilitas yang ada hubungannya dengan jabatannya (pasal 5)- 2. maka mulai bulan berikutnya ia diberhentikan dan diberikan bagian gaji sebesar 75% dari gaji yang diterimanya terakhir (pasal 4 ayat 1 huruf b). maka mulai bulan berikutnya ia diberhentikan dan diberikan bagian gaji sebesar 75% dari gaji yang diterimanya terakhir (pasal 4 ayat 2) PNS yang menerima bagian gaji diatas. PNS yang dikenakan pemberhentian sementara karena didakwa telah melakukan suatu hukum pidana yang tidak menyangkut pada jabatannya. maka mulai bulan berikutnya ia diberhentikan dan diberikan bagian gaji sebesar 50% dari gaji yang diterimanya terakhir (pasal 4 ayat 1 huruf a).Sanksi terhadap pelanggaran : 1. mendapat tunjangan keluarga. namun berakibat hilangnya penghargaan. 3. PNS yang diberhentikan sementara dan terdapat petujuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya. 4. PNS yang diberhentikan sementara dan belum terdapat petujuk yang cukup meyakinkan bahwa ia telah melakukan pelanggaran yang didakwakan atas dirinya. martabat dan wibawa pegawai tersebut.

Lain-lain 1. Pemberhentian seorang PNS ditetapkan mulai akhir bulan keputusan pengadilan atas perkaranya mendapat kekuatan hukum yang pasti. 3. . maka pegawai tersebut harus segera diangkat dan dipekerjakan kembali dan PNS tersebut berhak mendapat gaji penuh serta penghasilan yang lainnya. maka perkara yang menyebabkan PNS dikenakan pemberhentian sementara harus diperiksa dalam waktu yang secepatnya dan segera diambil keputusan yang tepat terhadap diri pegawai tersebut 2. Untuk menghindarkan kerugian keuangan negara. Jika menurut pemeriksaan pihak yang berwajib ternyata PNS tersebut tidak bersalah. Jika PNS tersebut bersalah maka harus diambil tindakan pemberhentian sedangkan bagian gaji berikut tunjangan yang telah dibayarkan tidak dipungut kembali. 4.

. motivasi yang ada pada diri PNS itu sendiri. 5. Contoh dan keteladanan dari pimpinan merupakan faktor utama yang sangat menentukan bagi keberhasilan dan tercapainya upaya penegakan disiplin PNS dilingkungan unit kerja masing-masing. Kesejahteraan PNS merupakan motivasi pendorong yang sangat signifikan dalam upaya penegakan dan pelaksanaan dispiln PNS. serta keberanian pejabat atasan untuk menegakkan aturan yang ada tersebut. Dalam upaya penegakan disiplin pada dasarnya telah diatur dalam berbagai peraturan perundangan. Disiplin yang tumbuh dari kesadaran hati masing-masing diri PNS jauh lebih baik dari pada disiplin yang dipaksakan atau karena terpaksa. 2.PENUTUP 1. Keseimbangan pemberian reward bagi pegawai yang berprestasi dan punishment atau sanksi yang tegas bagi pegawai yang melanggar peraturan adalah syarat mutlak yang sangat dibutuhkan bagi upaya penegakan disiplin PNS. 3. 4. namun dalam implementasinya sangatlah tergantung pada kesadaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->