PENDIDIKAN PANCASILA

(Implementasi Nilai-Nilai Karakter Bangsa) DI PERGURUAN TINGGI

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Umum D. Pancasila sebagai Dasar dan Etika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 1. Pengertian Etika 2. Pancasila sebagai sumber etika 3. Pemberdayaan etika Pancasila dalam konteks kehidupan akademik

C. Tujuan Pendidikan Pancasila 1. Tujuan nasional 2. Tujuan Pendidikan Nasional 3. Misi dan visi pendidikan pengembangan kepribadian 4. Kompetensi pendidikan Pancasila 5. Dasar substansi kajian pendidikan Pancasila 6. Metodologi pembelajaran pendidikan Pancasila

E. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Umum : Sebagai Dasar Nilai dan Pedoman Berkarya bagi Lulusan B. Landasan Pendidikan Pancasila 1. Landasan Yuridis pendidikan Pancasila 2. Landasan Pendidikan Pancasila a. Landasan historis b. Landasan Kultural c. Landasan yuridis d. Landasan Filosofis

Nilai-nilai Pancasila berwujud dan bersifat filsafat 1. Aspek Aksiologi 1. Pengertian Pancasila secara Filsafat C. Aspek ontologi 2. Hubungan vertikal 2. Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar dan Arah Keseimbangan antara Hak dan Kewajiban Asasi Manusia 1. Aliran-aliran Filsafat 4. Cara Berpikir Filsafat B. Hubungan horizontal 3.BAB II PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT A. Aspek Epistemologi 3. Hubungan alamiah . Pengertian Filsafat 2. Sistem Filsafat 3.

A. Etika Politik dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara 1. Nilai instrumental 3. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia . Bidang Etika Politik 1. Nilai Instrumental. Moral dan Norma BAB III PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK C. Norma 1. Nilai praksis B. Pengertian etika politik 2. Moral 3. Pancasila sebagai Nilai Dasar Fundamental Bagi Bangsa dan Negara RI E. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Makna Nilai-Nilai Setiap Sila Pancasila F. Persatuan Indonesia 4. Legitimasi moral dalam kekuasaan 1. Nilai 2. Nilai Dasar. Pengertian Nilai. dan Nilai Praksis D. Legitimasi kekuasaan 3. Nilai dasar 2. Ketuhanan yang maha esa 2. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan 5.

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka 1. Teori perseorangan (individualistik) 2. Teori golongan (class theory) 3. Arti ideologi terbuka 2. Pengertian Ideologi 1. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain 1. Pancasila sebagai ideologi nasional B. Ideologi liberalisme 2. Makna Ideologi bagi negara 1. Sifat ideologi 4. Teori kebersamaan (integralistik) C. Faktor pendorong keterbukaan ideologi Pancasila 3. Ideologi sosialisme D. Batas-batas keterbukaan ideologi Pancasila . Arti ideologi 2.BAB IV PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL A.

BAB V PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA  Nilai-nilai Pancasila Pada masa Kejayaan Nasional  Masa kerajaan Sriwijaya  Masa kerajaan Majapahit  Perjuangan Bangsa Indonesia melawan Sistem Penjajahan  Perjuangan sebelum abad ke-XX  Kebangkitan Nasional 1908  Sumpah Pemuda 1928  Perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Jepang  Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945  Proses perumusan Pancasila dan UUD 1945  Proklamasi Kemerdekaan dan maknanya  Proses pengesahan UUD 1945  Perjuangan Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan Indonesia  Masa revolusi fisik  Masa demokrasi liberal  Masa orde lama  Masa orde baru  Masa era global .

BAB VI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN RI A. Makna alinea-alinea dalam Pembukaan UUD 1945 c. Sifat UUD 1945 e. Hubungan pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 dengan pasal-pasal UUD 1945 . SISTEM KETATANEGARAAN RI BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945 1. sifat dan fungsi UUD 1945 a. Pembukaan UUD 1945 a. Makna Pembukaan UUD 1945 b. Pengertian. Pengertian hukum dasar b. Kedudukan UUD 1945 d. Pengertian UUD 1945 c. kedudukan. Fungsi UUD 1945 2. Pokok-pokok pikiran Pembukaan UUD 1945 d.

utusan daerah dan golongan DPR (lewat Pemilu dan diangkat).3. Pasal-pasal UUD 1945 a. utusan daerah dan golongan yang diangkat Oleh DPR Sesudah Perubahaan UUD 1945 Anggota DPR dan DPD Seluruh anggota DPR dan DPD dipilih lewat Pemilu Kekuasaan legislasi ada di DPR. dan impeachment Legislasi Kewenangan Tak terbatas . Kelembagaan negara 1) Majelis Permusyawaratan Rakyat Perbedaan MPR sebelum dan sesudah Perubahaan UUD 1945 dapat dilihat dari bagan berikut ini : Perbedaan Komposisi Rekrutmen Sebelum Perubahaan UUD 1945 DPR. melantik Presiden/ Wakil Presiden. Tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara RI b. DPD juga dapat mengajukan dan membahas RUU berkaitan dengan otonomi daerah Terbatas tiga. yaitu mengubah UUD.

f. Pertambangan Umum dan Perikanan) Minyak Bumi (Setelah dikurangi pajak) Gas Alam (setelah dikurangi pajak) 6) 7) 8) 9) c. d. e.2) 3) 4) 5) No Presiden Dewan Pertimbangan Agung Kementrian Negara Pemerintah daerah Dana Perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah: Sumber Penerimaan Dana Perimbangan Keuangan Pusat Daerah 90% 80% 1 2 Pajak Bumi dan Bangunan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 10% 20% 3 4 5 Sumber Daya Alam (Kehutanan. Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan Daerah Badan Pemeriksa Keuangan Mahkamah Agung 20% 85% 75% 80% 15% 25% Hubungan negara dan warga negara dan HAM Lambang-lambang persatuan Indonesia Perubahan UUD 1945 Kedudukan aturan peralihan dan aturan tambahan .

Struktur Ketatanegaraan Sebelum Perubahan UUD 1945 UUD 1945 MPR BPK DPR Presiden DPA MA .

Struktur Ketatanegaraan Sesudah Perubahan UUD 1945 UUD 1945 BPK DPR DPR | DPD Presiden Wapres Kekuasaan Kehakiman MK | MA | KY LEGISLATIF EKSEKUTIF YUDIKATIF Keterangan : MK = MAHKAMAH KONSTITUSI MA = MAHKAMAH AGUNG KY = KOMISI YUDISIAL .

Sistem presidensial 1) UUD 1945 sebagai UUD negara bagian 2) UUD 1945 tidak berlaku lagi a. Masa awal kemerdekaan a. DINAMIKA PELAKSANAAN UUD 1945 1. Masa Orde Baru 4. Masa Globalisasi . Penyimpangan UUD 1945 2.B. Masa Orde Lama 3.

amnesti.Tuntutan Perubahan UUD 1945 yang dituntaskan dalam Sidang Tahunan Agustus 2002. abolisi dan rehabilitasi tanpa pertimbangan Mahkamah Agung dan DPR Pemerintah bersifat sentralistik Hak asasi manusia tidak diatur secara lengkap MPR memegang kedaulatan rakyat Presiden/ Wakil presiden dipilih MPR Tidak diatur apakah Presiden dapat membekukan / membubarkan DPR Tidak ada Dewan Perwakilan Daerah Tidak ada Komisi Yudisial Tidak ada Mahkamah Konstitusi Komposisi MPR adalah DPR. utusan daerah dan utusan golongan Hasil Perubahan UUD 1945 Dibatasi hanya dua kali masa jabatan ata 10 tahun DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang Presiden mengangkat/ menerima duta dengan pertimbangan DPR Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan pertimbangan Mahkamah Agung. seperti berikut ini : Materi Asli UUD 1945 Kekuasaan presiden seolah-olah tidak terbatas Tidak tegas peran DPR dalam membentuk undangundang Presiden mengangkat/ menerima duta tanpa pertimbangan DPR Presiden memberi grasi. amnesti dan abolisi dengan pertimbangan DPR Desentralisasi pemerintahan dengan dilaksanakannya otonomi daerah Hak asasi manusia diatur secara lengkap MPR tidak lagi memegang kedaulatan rakyat Presiden dan Wapres dipilih langsung oleh rakyat Presiden tidak dapat membekukan dan atau membubarkan DPR Terbentuknya Dewan Perwakilan Daerah Terbentuknya Komisi Yudisial yang mengusulkan pengangkatan hakim Mahkamah Agung Terbentuknya Mahkamah Konstitusi yang menguji undang-undang Dasar Komposisi MPR adalah DPR dan DPD yang semuanya dipilih melalui Pemilu .

XIII/MPR/1998 Tap.Beberapa ketetapan MPR atau MPRS yang tidak sesuai dengan semangat perubahan UUD. yang akan seera dicabut. XXV/MPRS/1966 Tentang Manifesto Politik RI sebagai GBHN Pembubaran PKI. XVI/MPR/1978 Tap. MPR Tap. III/MPR/1998 Tap. VII/MPR/2000 Peran TNI dan Polri . No. III/MPR/1978 Presiden bukan mandataris MPR Impechment melalui Mahkamah Konstitusi (MK) Sudah diatur oleh UUD Sudah diatur oleh UUD Sudah dicabut ST MPR 2002 Yang berwenang menguji UU terhadap UUD adalah MK Tni/Polri tidak lagi punya wakil di MPR Tap. lennisme Pengertian mandataris MPR Keduduan dan hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi Negara dengan/atau Antar Lembaga-Lembaga Tinggi Negara Pemilihan Umum Pembatasan masa Jabatan Presiden dan Wapres Tata Cara Pencalonan dan Pemilihan Presiden Tata Urutan Perundang-undangan Masalah MPR tidak lagi membuat GBHN Tidak sesuai dengan HAM Tap. seperti dalam tabel berikut ini : Tap . III/MPR/2000 Tap. pernyataan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah RI bagi PKI dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunis/ marxisme. VI/MPR/1999 Tap. I/MPRS/1960 Tap.

pertahanan dan keamanan 1. Pemahaman aktualisasi Tridarma perguruan tinggi Budaya akademik Kampus sebagai moral force pengembanga n hukum dan HAM 1.BAB VII PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT. 2. 3. Pengertian paradigma 2. Globalisasi 1. 3. sosialbudaya. 2. ekonomi. Pengertian globalisasi Proses globalisasi Peranan negara dalam globalisasi . 4. 3. Pengertian masyarakat madani Masyarakat madani dan demokratis asi Good governance 1. 2. politik. BERBANGSA DAN BERNEGARA A. Pancasila sebagai paradigma pengembangan ideologi. Pancasila sebagai paradigma pembangunan iptek 3. Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan C. Pancasila Paradigma Pembangunan B. Masyarakat Madani D.

Karakteristik identitas nasional 2. Integrasi nasional Indonesia dan identitas nasional 3. PANCASILA IDENTITAS NASIONAL 1. Pengaruh globalisasi 2. Pemberdayaan Identitas nasional . Identitas nasional 3. Pengertian karakter bangsa 2. Paham nasionalisme / kebangsaan 4. REVITALISASI PANCASILA SEBAGAI PEMBERDAYAA N IDENTITAS NASIONAL 1. Revitalisasi Pancasila 2. Pembangunan karakter bangsa A. PANCASILA SEBAGAI KARAKTER BANGSA 1. Paham nasionalisme kebangsaan sebagai konsep identitas nasional C. Identitas nasional sebagai karakter bangsa 3. KETERKAITAN GLOBALISASI DENGAN IDENTITAS NASIONAL 1. Nilai-nilai pembentukan karakter bangsa 5.BAB VIII PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS DAN KARAKTER BANGSA D. Unsur-unsur idenitas nasional B. Nasionalisme sebagai karakter bangsa 4.

Sistem amandemen konstitusi (UUD) 3. Kenapa UUD 1945 diamandemen? 4. SISTEM KONSTITUSI 1. Nilai konstitusi dalam negara . Substansi konstitusi 2. Tahap-tahap perubahan UUD 1945 5. Perilaku konstitusional pelaksanaan UUD 1945 6.BAB IX PANCASILA DALAM SISTEM POLITIK INDONESIA A.

anggota ditentukan BPMPR • Keinginan Presiden Corazon Aquino hasil people power • Membentuk konstitusi baru yang menjadi hukum tertinggi • Berwenang penuh menghimpun pendapat dan menyusun draf • Rekomendasi dari komisi pengembangan demokratisasi • Mempercepat proses reformasi politik • Berwenang penuh menghimpun pendapat dan menyusun draf • Kebijakan pemerintah baru.Kedudukan dan Fungsi dari Komisi Konstitusi : Negara Indonesia Perbandingan Pembentukan Komisi Konstitusi • Hasil sidang tahunan MPR 2002 (lima tahun setelah gerakan reformasi) • Tugas : mengkaji perubahan UUD 1945 • Susunan. Filipina Thailand Afrika Selatan . kewenangan. Nelson Mandela • Reformasi secara keseluruhan dengan konstitusi baru • Berwenang penuh menghimpun pendapat dan menyusun draf. kedudukan. non rasis.

Nilai-nilai demokrasi 4. Jenis-jenis demokrasi 3. Pengertian strategi 3. Demokrasi dan pendidikan demokrasi di Indonesia . Arti dan makna demokrasi 2. Pengertian politik 2.B. DEMOKRASI INDONESIA 1. Stratifikasi politik nasional C. PENGETAHUAN POLITIK DAN SISTEM POLITIK 1. Keunggulan demokrasi 5.

Distrik Murni Basis penduduk Ukuran kecil Jumlah daerah pemilihan banyak Hanya satu daerah pemilih Ada ketentuan domisili Hubungan dengan pemilih langsung atau melalui partai Diawasi oleh pemilih Dicalonkan oleh pemilih atau partai Pengawasan pemilih kuat Bertanggung jawab kepada pemilih Ada yang hilang Mayoritas sederhana Merugikan partai kecil Cenderung bipartai Kekuasaan kecil terhadap wakil Organisasi partai setingkat desa Daerah Pemilihan Wakil Suara Partai 1. 2. 2. 2. 6. Mengarah kepada pemerintahan koalisi Sentralisasi Bersifat otonom 1. 2. 5. 3. 1. 3. 4. 4. 1. Basis wilayah Ukuran besar Jumlah daerah pemilihan sedikit Lebih dari satu daerah pemilihan Asal wakil bebas Hubungan dengan pemilih melalui partai Kurang/tidak dikenal Dicalonkan oleh partai Pengawasan pemilih kurang Bertanggung jawab kepada partai Tidak ada yang hilang Mayoritas mutlak Menguntungkan partai kecil Cenderung multi partai Kekuasaan besar terhadap wakil Organisasi partai sampai setingkat desa 1. 3. 7. 2. Pemilihan Umum di Indonesia Sistem pemilihan umum ada 2 yaitu : Sistem distrik murni dan sistem proporsional Perbandingan Sistem Proporsional dan Sistem Distrik Murni Sistem Unsur Proporsional Murni 1. 1. 1. 2. 5. Tidak mengarah kepada pemerintahan koalisi Desentralisasi . 3. Organisasi pelaksana Sistem pemerintahan Bersifat otonom 1. 2. 2. 4. 6. 4. 1. 2. 2. 3. 3.D. 7.

Nahdatul Ulama (NU) 4.1. Garindra 24. Partai Islam Perti 13. Partai Nasional Indonesia (PNI) 2. AKUI 9. Acoma 27. Partai Hazairin 26. Soedjono Prawiro Soedarmo 28. Partai Komunis Indonesia (PKI) 5. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 12. Partai R. Partai Murba 20. Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) 6. Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyum) 3. Partai Buruh 15. PIR Wongsonegoro 22. PRN 14. Persatuan Daya 25. Partai Khatolik 8. Pemilihan umum pertama (1955) Peserta Pemilu 1955 (28 Partai) 1. GPPS . Permai 23. Baperki 21. PRI 16. PPTI 10. PRD 18. PPPRI 17. Partai Sosialis Indonesia (PSI) 11. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 7. PRIM 19.

Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) 10. 6. Pemilihan Orde Baru (1971.2. 4. 7. Partai Islam Perti Peserta Pemilu 1977-1997 1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bercirikan Islam 2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 9. 3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) bercirikan kebangsaan 3. Golongan karya (Golkar) bercirikan kekaryaan . 1982. 1997 Peserta pemilu 1971 1. 1987. Golongan Karya (Golkar) Partai Nasional Indonesia (PNI) Nahdatul Ulama (NU) Partai Katolik Partai Murba Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) 8. 1992. 1977. 5. 2.

Partai Bintang Reformasi (PBR) 9. namun yang terbanyak sebagai berikut : 1. Partai Demokrat (PD) 6. Partai Amanat Nasional (PAN) 7. Peserta Pemilu 1999 (48 partai) Peserta Pemilu 1999 ada 48 partai. Partai Amanat Nasional (PAN) 6. namun yang terbanyak sebagai berikut : 1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 8. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5. Partai Golkar 3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 2. Partai Bulan Bintang (PBB) . Partai Damai Sejahtera (PDS) 10.3. Partai Golkar 2. Partai Bulan Bintang (PBB) Peserta Pemilu 2004 (28 partai).

Partai Barisan Nasional (Barnas) 7. Partai Republika Nusantara 22. Partai Pelopor 23. Partai Persatuan Daerah (PPD) 13. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9. Partai Pemuda Indonesia (PPI) 15. Partai Damai Sejahtera 26. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) 5. Partai demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P) 29. Partai Bintang Reformasi (PBR) 30. Partai Demokrat 32. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) 21. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 14. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 2. Partai Casi Demokrasi Indonesia (PKDI) 33. Partai Persatuan Pembangunan 25. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) 17. Partai Matahari Bangsa (PMB) 19. Partai Nasional Indonesia (PNI) 16. Partai kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) . Partai Indonesia Sejahtera (PIS) 34. Partai Kedaulatan 12. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 6. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 8.Peserta Pemilu 2009 ada 34 partai : 1. Partai Nasional Benteng Kekaryaan (PNBK) Indonesia 27. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) 20. Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) 18. Partai Patriot 31. Partai Golkar 24. Partai Bulan Bintang (PBB) 28. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia 4. Partai Amanat Nasional (PAN) 10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) 11.

2. DAN HAK KEWAJIBAN WARGA NEGARA A. 2. 3. Hak Asasi Manusia B. Pengertian dan ruang lingkup HAM Perkembangan HAM HAM pada tataran global 1. Rule of law D. 3. HAM di Indonesia. 2. Warga Negara Indonesia E. Permasalahan & Penegakannya C. 3. 3.BAB X PANCASILA DALAM KONTEKS HAK ASASI MANUSIA. 2. Konsepsi rule of law Prinsip-prinsip rule o flaw secara formal di Indonesia Strategi pelaksanaan 1. Pengertian korupsi Pemberantasan korupsi Partisipasi dalam pemberantasan korupsi Instrumen kelembagaan anti korupsi di Indonesia . Asas kewarganegaraan Problem status Kewarganegaraan Hak dan kewajiban warga negara 1. RULE OF LAW. Pemberanta san Korupsi 1. 4.

44/2000 5 6 7 8 Komisi Rekonsiliasi untuk kebenaran dan keadilan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Komisi Penyiaran Indonesia Komisi Perlindungan Anak Indonesia UU disetujui DPR 7 Desember 2004 UU No. 32/2002 UU No. meneliti. 127/1999 Keppres No. 181/1998 Keppres No. 75/1999 Tugas / Wewenang Memantau.Usaha yang dilakukan untuk memberantas korupsi dengan membentuk komisi negara antara lain : No 1 Komisi Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggaraan Negara Komisi Pengawas Persaingan Usaha Komisi Ombudsman Dasar Hukum Keppres No. dan mendokumentasikan fakta tindak kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. 2 3 4 Keppres No. 77/2003 . Melaksanakan pemeriksaan terhadap kekayaan penyelenggaraan negara dan berfungsi mencegah praktik KKN dalam penyelenggara negara Dapat menolak izin penggabungan. 32/ 2002 Keppres No. peleburan dan pengambilalihan oleh pelaku usaha yang dapat menganggu iklim persaingan usaha yang sehat Melakukan langkah untuk menindaklanjuti laporan atau informasi mengenai terjadinya penyimpangan oleh penyelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya maupun dalam pemberian pelayanan umum Menegakkan kebenaran dan mengungkapkan penyalahgunaan kekuasan dan pelanggaran hukum di masa lampau Meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi Menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia Melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan perlindungan anak.

BAB XI PANCASILA DALAM KONTEKS NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. Tingkat desentralisasi 3. Geo-politik Indoneisa Kedudukan. Otonomi Daerah 1. 2. Landasan pemerintah daerah No 1 2 3 4 5 Dana Perimbangan Keuangan Pajak Bumi dan Bangunan Bea Perolehan hak atas Tanah dan Bangunan Sumber Daya Alam Minyak Bumi Gas Alam Pusat 10% 20% 20% 8% 75% Daerah 90% 80% 80% 15% 25% . Arti dan makna otonomi daerah 2. 1. fungsi dan tujuan Asas wawasan nusantara Prospek geo-politik Indonesia B. Manfaat desentralisasi 4. 3.

Hakikat ketahanan nasional 2. Sifat-sifat ketahanan nasional 3. Bidang politik b. Prinsip hidup damai berdampingan berdasarkan persamaan derajat 5. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia 1. Bidang ekonomi c. Model astra gatra b. Masalah internasional a. Indonesia dan perdamaian dunia 4. Pengertian geostrategi 2. Pengertian geostrategi Indonesia 1. Bidang sosial budaya . Konsep Astra Gatra D.C. Konsepsi dasar ketahanan nasional a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful