Usaha Guru Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Pada Siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat”

BAB I

PENDAHULUAN

Untuk menjelaskan skripsi yang berjudul “Usaha Guru Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Pada Siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat”, maka perlu untuk merumuskan penegasan istilah secara operasional dari judul tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kesalahpahaman dalam penafsiran, maka penulis perlu untuk memberikan batasan-batasan sebagai berikut: Usaha Usaha adalah kegiatan untuk mengerahkan tenaga, pikiran, untuk mencapai suatu maksud.[1] Yang dimaksud usaha di sini adalah suatu upaya atau ikhtiar yang dilakukan oleh guru agama Islam untuk meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat.

Guru Agama Islam Guru agama Islam adalah pendidik yang mempunyai tanggung jawab sebagai guru agama dalam membentuk kepribadian anak didik, serta mampu beribadah kepada Allah.[2] Kaitannya dengan judul di atas adalah bahwa guru agama merupakan guru yang mengajar dan mendidik siswa di sekolah pada mata pelajaran PAI. Meningkatkan Meningkatkan berarti menaikkan (derajat, taraf), memperhebat (produksi), mempertinggi.[3] Konsep operasional dalam penelitian skripsi ini adalah meningkatkan yang berarti menumbuhkan dan mendorong minat siswa untuk belajar. Motivasi Motivasi berarti suatu tenaga (dorongan, kemauan) dari dalam yang menyebabkan seseorang berbuat atau bertindak yang mana tindakan itu diarahkan kepada tujuan tertentu yang hendak dicapai.[4] Motivasi disini maksudnya adalah suatu dorongan motif dalam diri seseorang yang mana dengan motivasi tersebut akan menyebabkan aktif dan merasakan ada kebutuhan dalam melakukan belajar, sehingga dengan demikian proses belajar mengajar akan berhasil secara optimal. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka siswa yang belajar akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Belajar Belajar adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan dari hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuan, pemahaman sikap dan tingkah laku, keterampilan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu belajar.[5]

Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik dengan tujuan agar dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai way of life (jalan kehidupan).[6] Adapun yang di maksud dengan Pendidikan agama Islam dalam penelitian ini adalah PAI yang dirumuskan pada kurikulum untuk tingkat SLTP. Siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat Siswa yang di maksud di sini adalah siswa atau peserta didik yang bersekolah di SLTPN 3 Kuningan yang mana sekolah ini adalah milik pemerintah di bawah instansi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang berlokasi di Jl. Pramuka No. 104 Kel. Purwawinangun Kec. Kuningan Jawa Barat. Berdasarkan definisi operasional di atas, maka maksud dari judul skripsi ini adalah sebagai suatu penelitian lapangan tentang usaha yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mempengaruhi minat dan kecenderungan belajar pandidikan agama Islam pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat, sehingga dengan adanya usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar belajar ini diharapkan prestasi siswa semakin meningkat. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses secara sadar dalam membentuk anak didik untuk mencapai perkembangannya menuju kedewasaan jasmani maupun rohani, dan proses ini merupakan usaha pendidik membimbing anak didik dalam arti khusus misalnya memberikan dorongan atau motivasi dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. Dalam pendidikan motivasi merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan intensitas usaha untuk belajar dan juga dapat dipandang sebagai suatu usaha yang membawa anak didik ke arah pengalaman belajar sehingga dapat menimbulkan tenaga dan aktivitas siswa serta memusatkan perhatian siswa pada suatu waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi bukan saja menggerakkan tingkah laku tetapi juga dapat mengarahkan dan memperkuat tingkah laku. Siswa yang mempunyai motivasi dalam pembelajarannya akan menunjukkan minat, semangat dan ketekunan yang tinggi dalam belajarnya, tanpa banyak bergantung kepada guru. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non intelektual. Peranannya yang khas yaitu dalam hal menumbuhkan gairah dalam belajar, merasa senang dan mempunyai semangat untuk belajar sehingga proses belajar mengajar dapat berhasil secara optimal.[7] Berdasarkan sumbernya, motivasi belajar dapat dibagi menjadi dua yaitu (1) motivasi intrinsik, yakni motivasi yang datang dari dalam peserta didik; dan (2) motivasi ekstrinsik, yakni motivasi yang datang dari lingkungan di luar diri peserta didik. Dalam pengembangan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah perlu diupayakan bagaimana agar dapat mempengaruhi dan menimbulkan motivasi intrinsik melalui penataan metode pembelajaran yang dapat mendorong tumbuhnya motivasi ekstrinsik dapat mendorong tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa. Sedangkan untuk menumbuhkan motivasi ekstrinsik dapat diciptakan suasana lingkungan yang religius sehingga tumbuh motivasi untuk mencapai tujuan PAI sebagaimana yang telah ditetapkan.[8] Berkaitan dengan fungsi motivasi, S. nasution menjelaskan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai:

1. Mendorong manusia untuk berbuat sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai

3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu, dengan mengesampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu.[9]

Memperhatikan fungsi motivasi yang sangat besar faedahnya bagi siswa dalam proses pembelajaran, maka jelas fungsi guru agama sebagai motivator sangat dibutuhkan, terlebih jika dikaitkan dengan proses pembelajaran yang terjadi di sekolah umum khususnya SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat, dimana waktu yang digunakan adalah sangat terbatas yaitu 2 X 45 menit dalam seminggu. Hal ini menjadi kendala dan problem dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama Islam. Problem lain yang terjadi bahwa siswa cenderung kurang berminat terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam, disamping proses pembelajaran yang kelihatan kurang maksimal diminati siswa, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan tujuan yang dirumuskan. Anak didik adalah makhluk yang memiliki kreatifitas dan serba aktif yang menuntut agar dalam pendidikan anak benar-benar dibimbing dan diarahkan agar ia dengan sendirinya juga menampakkan kreatifitasnya. Di dalam proses belajar mengajar anak harus diperhatikan dan diposisikan sesuai dengan kemampuannya, serta pendidikan hendaknya lebih bersifat menolong berkembangnya pikiran kritis, tidak hanya berupa pemberian materi pelajaran yang tidak memenuhi kepada apa yang dibutuhkan anak.[10] Berkaitan dengan masalah pendidikan ini peranan guru agama Islam SLTPN 3 Kuningan besar sekali pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan agama. Sebagai seorang guru agama Islam, hal tersebut merupakan tantangan pertama dalam menumbuhkan peningkatan minat dan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran agama serta membantu memecahkan kesulitan siswa terutama dalam kegiatan kurikuler.

Tugas guru agama sebagai seorang pendidik tidak hanya terbatas pada penyampaian materi/ pengetahuan agama kepada siswa, tetapi guru juga mempunyai tanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan siswanya serta mengetahui keadaan siswa dengan kepekaan untuk memperkirakan kebutuhan siswanya. Oleh karena itu, guru agama Islam dituntut tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan yang mempengaruhi jiwa, keyakinan, dan pola pikir siswa. Hal ini dapat diupayakan dengan disertai wawasan tertulis serta keterampilan bertindak, serta mengkaji berbagai informasi dan keluhan mereka yang mungkin menimbulkan keresahan.

Guru agama dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar juga di tuntut untuk menciptakan kondisi-kondisi kelas yang menyenangkan (kondusif) yang dapat mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh, baik itu di lingkungan yang bersifat formal maupun secara luas belajar agama di lingkungan non formal secara mandiri. Di samping itu, guru juga harus mempunyai keterampilan dalam memotivasi siswa, karena dengan adanya motivasi itu kosentrasi dan antusiasme siswa dalam belajar dapat meningkat.

Usaha-usaha yang telah ditempuh oleh guru agama Islam SLTPN 3 Kuningan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama Islam diantaranya: Mengadakan kegiatan intra kurikuler yaitu dengan cara: . BAB IV PENUTUP Kesimpulan Berdasar pada uraian di atas. maka kreatifitas dan profesionalitas guru-guru agama dan ketekunan serta keuletan dengan berbagai usaha yang dapat mengantarkan pada tumbuhnya motivasi belajar agama dengan baik. maka penelitian ini terfokus pada usaha-usaha yang telah ditempuh oleh guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan dalam meningkatkan motivasi belajar di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. karena meningkatkan motivasi belajar agama Islam bukanlah hal yang mudah. walaupun masih ada sebagian kecil siswa yang kurang memperhatikan guru ketika menyampaikan materi pelajaran tersebut. tadarusan al-Qur`an dan lain-lain. Dengan demikian.Sesungguhnya permasalahan di atas yang menjadi kendala dalam usaha guru agama Islam dalam melaksanakan proses belajar mengajar khususnya dalam bidang studi pendidikan agama Islam di SLTPN 3 Kuningan. Namun demikian. melainkan masih banyak problem-problem yang dihadapi guru agama Islam. maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Keadaan motivasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama Islam di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat cukup baik. walaupun sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti yang meliputi praktek shalat. hal ini terbukti bahwa siswa memiliki motifasi kuat mengikuti mata pelajaran agama Islam. usaha guru agama untuk menumbuhkan motivasi yang besar untuk belajar agama Islam masih perlu untuk disempurnakan lagi. Berdasarkan studi pendahuluan di atas.

Ada peningkatan motivasi belajar agama pada siswa .Dengan menumbuhkan dan meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar agama Islam. b. Menumbuhkan kesadaran diri siswa akan penting dan manfaatnya pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat. c. Shalat berjama`ah yang dilaksanakan setiap hari terutama shalat dzuhur serta shalat jum`at di sekolah. yang dilaksanakan setiap hari Jum`at sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hasil dari usaha guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa baik. Dengan mendorong siswa dan memberi kesempatan untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar agama Islam. Dengan menggunakan metode yang variatif yang dapat menciptakan kondisi kelas yang aktif sehingga tercapainya tujuan proses belajar mengajar. Yasinan. 3. Peringatan hari-hari besar Islam seperti peringatan maulid Nabi SAW atau isra` mi`raj dengan mendatangkan penceramah dari luar. Mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan di luar jam pelajaran sekolah/ kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa seperti: a. meliputi: a. Dengan menumbuhkan semangat belajar agama Islam sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dalam diri siswa baik di kelas maupun di luar kelas. d. Studi Islam Intensif. kegiatan keagamaan kerjasama antara sekolah dan remaja mesjid Syiarul Islam Kuningan ini dilaksanakan pada tiap hari Minggu.

Bagi guru agama Islam Guru hendaknya memperlakukan siswa sesuai dengan perkembangan psikologis siswa terutama dengan tingkat perkembangan jiwa dan agama siswa. hendaknya lebih meningkatkan kerjasama terutama dengan guru. hendaknya ada sistem integrasi pembelajaran agama dalam semua mata pelajaran. selalu maju dalam prestasi dan terampil sesuai dengan visi SLTPN 3 Kuningan. Antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan diluar jam mata pelajaran sekolah.saran Bagi kepala sekolah Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. orang tua wali dan masyarakat serta semua komponen yang ada di sekolah sehingga kegiatan. Saran. Bagi Siswa . Guru hendaknya selalu membuat persiapan pengajaran. c. Guru dalam membina kepribadian siswa hendaknya diikuti dengan contoh atau teladan yang nyata dari guru (suri tauladan yang baik). Banyaknya sisi yang memakai jilbab di sekolah. 3.b. Guru hendaknya meningkatkan kompetensi profesional sebagai seorang pengajar.kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta memudahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan yang maksimal. Dalam upaya membentuk siswa yang berakhlak mulia. Dengan demikian semua guru akan lebih memiliki rasa tanggung jawab dalam menanamkan nilai agama Islam. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terarah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. sehingga akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan dan siswa akan lebih termotivasi untuk lebih giat belajar agama.

Hendaknya siswa lebih tekun lagi belajar. khususnya belajar agama Islam. . Karena agama adalah merupakan bagian yang paling mendasar bagi manusia sebagai pegangan hidup baik di dunia maupun di akhirat. 4. Bagi sekolah Sekolah hendaknya melengkapi sarana prasarana pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam. karena dengan kelengkapan sarana prasarana yang ada di sekolah akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya. baik itu di sekolah maupun di luar sekolah.

Belajar Belajar adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Motivasi Motivasi berarti suatu tenaga (dorongan. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. kemauan) dari dalam yang menyebabkan seseorang berbuat atau bertindak yang mana tindakan itu diarahkan kepada tujuan tertentu yang hendak dicapai. untuk mencapai suatu maksud.2 Kaitannya dengan judul di atas adalah bahwa guru agama merupakan guru yang mengajar dan mendidik siswa di sekolah pada mata pelajaran PAI.1 Yang dimaksud usaha di sini adalah suatu upaya atau ikhtiar yang dilakukan oleh guru agama Islam untuk meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat.3 Konsep operasional dalam penelitian skripsi ini adalah meningkatkan yang berarti menumbuhkan dan mendorong minat siswa untuk belajar. mempertinggi. Perubahan dari hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah . Meningkatkan Meningkatkan berarti menaikkan (derajat. Guru Agama Islam Guru agama Islam adalah pendidik yang mempunyai tanggung jawab sebagai guru agama dalam membentuk kepribadian anak didik.Usaha Guru Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Pada Siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat BAB I PENDAHULUAN Penegasan Istilah Untuk menjelaskan skripsi yang berjudul “Usaha Guru Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Pada Siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat”. pikiran. taraf). sehingga dengan demikian proses belajar mengajar akan berhasil secara optimal. maka penulis perlu untuk memberikan batasan-batasan sebagai berikut: Usaha Usaha adalah kegiatan untuk mengerahkan tenaga.4 Motivasi disini maksudnya adalah suatu dorongan motif dalam diri seseorang yang mana dengan motivasi tersebut akan menyebabkan aktif dan merasakan ada kebutuhan dalam melakukan belajar. maka siswa yang belajar akan dapat melahirkan prestasi yang baik. maka perlu untuk merumuskan penegasan istilah secara operasional dari judul tersebut. memperhebat (produksi). Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kesalahpahaman dalam penafsiran. serta mampu beribadah kepada Allah.

Motivasi bukan saja menggerakkan tingkah laku tetapi juga dapat mengarahkan dan memperkuat tingkah laku. merasa senang dan mempunyai semangat untuk belajar sehingga proses belajar mengajar dapat berhasil secara optimal. Dalam pengembangan pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah perlu diupayakan bagaimana agar dapat mempengaruhi dan menimbulkan motivasi intrinsik melalui penataan metode pembelajaran yang dapat mendorong tumbuhnya motivasi ekstrinsik dapat mendorong tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa. motivasi belajar dapat dibagi menjadi dua yaitu (1) motivasi intrinsik. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non intelektual. yakni motivasi yang datang dari lingkungan di luar diri peserta didik. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses secara sadar dalam membentuk anak didik untuk mencapai perkembangannya menuju kedewasaan jasmani maupun rohani. sehingga dengan adanya usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar belajar ini diharapkan prestasi siswa semakin meningkat. maka maksud dari judul skripsi ini adalah sebagai suatu penelitian lapangan tentang usaha yang dilakukan oleh guru agama Islam dalam mempengaruhi minat dan kecenderungan belajar pandidikan agama Islam pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. Kuningan Jawa Barat. kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu belajar. yakni motivasi yang datang dari dalam peserta didik. Pramuka No. pemahaman sikap dan tingkah laku. Siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat Siswa yang di maksud di sini adalah siswa atau peserta didik yang bersekolah di SLTPN 3 Kuningan yang mana sekolah ini adalah milik pemerintah di bawah instansi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang berlokasi di Jl. semangat dan ketekunan yang tinggi dalam belajarnya. 104 Kel.8 .7 Berdasarkan sumbernya.6 Adapun yang di maksud dengan Pendidikan agama Islam dalam penelitian ini adalah PAI yang dirumuskan pada kurikulum untuk tingkat SLTP. Purwawinangun Kec. Dalam pendidikan motivasi merupakan salah satu faktor penunjang dalam menentukan intensitas usaha untuk belajar dan juga dapat dipandang sebagai suatu usaha yang membawa anak didik ke arah pengalaman belajar sehingga dapat menimbulkan tenaga dan aktivitas siswa serta memusatkan perhatian siswa pada suatu waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan untuk menumbuhkan motivasi ekstrinsik dapat diciptakan suasana lingkungan yang religius sehingga tumbuh motivasi untuk mencapai tujuan PAI sebagaimana yang telah ditetapkan. dan (2) motivasi ekstrinsik. tanpa banyak bergantung kepada guru.pengetahuan. Berdasarkan definisi operasional di atas. Siswa yang mempunyai motivasi dalam pembelajarannya akan menunjukkan minat. keterampilan. Peranannya yang khas yaitu dalam hal menumbuhkan gairah dalam belajar.5 Pendidikan Agama Islam Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik dengan tujuan agar dapat memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai way of life (jalan kehidupan). dan proses ini merupakan usaha pendidik membimbing anak didik dalam arti khusus misalnya memberikan dorongan atau motivasi dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa.

10 Berkaitan dengan masalah pendidikan ini peranan guru agama Islam SLTPN 3 Kuningan besar sekali pengaruhnya terhadap keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan agama. Hal ini dapat diupayakan dengan disertai wawasan tertulis serta keterampilan bertindak. Menentukan arah perbuatan. Guru agama dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar juga di tuntut untuk menciptakan kondisi-kondisi kelas yang menyenangkan (kondusif) yang dapat mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh. S. maka jelas fungsi guru agama sebagai motivator sangat dibutuhkan. baik itu di lingkungan yang bersifat formal maupun secara luas belajar agama di lingkungan non formal secara mandiri. hal tersebut merupakan tantangan pertama dalam menumbuhkan peningkatan minat dan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran agama serta membantu memecahkan kesulitan siswa terutama dalam kegiatan kurikuler. Hal ini menjadi kendala dan problem dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pendidikan agama Islam. nasution menjelaskan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai: Mendorong manusia untuk berbuat sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Sesungguhnya permasalahan di atas yang menjadi kendala dalam usaha guru agama Islam dalam melaksanakan proses belajar mengajar khususnya dalam bidang studi pendidikan agama . yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu. Anak didik adalah makhluk yang memiliki kreatifitas dan serba aktif yang menuntut agar dalam pendidikan anak benar-benar dibimbing dan diarahkan agar ia dengan sendirinya juga menampakkan kreatifitasnya. Di samping itu. guru juga harus mempunyai keterampilan dalam memotivasi siswa. dimana waktu yang digunakan adalah sangat terbatas yaitu 2 X 45 menit dalam seminggu. Sebagai seorang guru agama Islam. dengan mengesampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu. dan pola pikir siswa. guru agama Islam dituntut tanggap terhadap berbagai kondisi dan perkembangan yang mempengaruhi jiwa. keyakinan. Di dalam proses belajar mengajar anak harus diperhatikan dan diposisikan sesuai dengan kemampuannya. disamping proses pembelajaran yang kelihatan kurang maksimal diminati siswa. serta pendidikan hendaknya lebih bersifat menolong berkembangnya pikiran kritis. terlebih jika dikaitkan dengan proses pembelajaran yang terjadi di sekolah umum khususnya SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat.Berkaitan dengan fungsi motivasi. serta mengkaji berbagai informasi dan keluhan mereka yang mungkin menimbulkan keresahan. Problem lain yang terjadi bahwa siswa cenderung kurang berminat terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam. yakni kearah tujuan yang hendak dicapai Menyeleksi perbuatan. tetapi guru juga mempunyai tanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan siswanya serta mengetahui keadaan siswa dengan kepekaan untuk memperkirakan kebutuhan siswanya. karena dengan adanya motivasi itu kosentrasi dan antusiasme siswa dalam belajar dapat meningkat. tidak hanya berupa pemberian materi pelajaran yang tidak memenuhi kepada apa yang dibutuhkan anak. sehingga hasilnya tidak sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.9 Memperhatikan fungsi motivasi yang sangat besar faedahnya bagi siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu. Tugas guru agama sebagai seorang pendidik tidak hanya terbatas pada penyampaian materi/ pengetahuan agama kepada siswa.

melainkan masih banyak problem-problem yang dihadapi guru agama Islam. yang ini akan bermanfaat bagi perkembangan siswa di SLTPN 3 Kuningan. Rumusan Masalah Berdasar latar belakang masalah yang telah dikemukakan. . maka dapat dikemukakan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana motivasi belajar PAI pada siswa di SLTPN 3 Kuningan? Bagaimana usaha yang ditempuh guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar PAI di SLTPN 3 Kuningan? Bagaimana hasil yang dicapai oleh guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar PAI di SLTPN 3 Kuningan? Alasan Pemilihan Judul Memperhatikan bahwa motivasi merupakan daya yang sangat besar dalam menggerakkan siswa untuk memahami. karena meningkatkan motivasi belajar agama Islam bukanlah hal yang mudah. Berguna bagi guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan sebagai acuan pertimbangan dalam usahanya untuk meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa. usaha guru agama untuk menumbuhkan motivasi yang besar untuk belajar agama Islam masih perlu untuk disempurnakan lagi. Namun demikian. Guru agama Islam mempunyai peranan yang sangat penting dalam usaha. Dengan demikian. walaupun sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti yang meliputi praktek shalat. tadarusan al-Qur`an dan lain-lain. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian Mendeskripsikan motivasi belajar siswa pada bidang studi PAI di SLTPN 3 Kuningan. menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Berdasarkan studi pendahuluan di atas. Kegunaan Penelitian Sebagai bahan masukan dan sumbangan pemikiran untuk mengelola PAI khususnya yang berkenaan dengan pelaksanaan PAI di SLTPN 3 Kuningan. maka kreatifitas dan profesionalitas guru-guru agama dan ketekunan serta keuletan dengan berbagai usaha yang dapat mengantarkan pada tumbuhnya motivasi belajar agama dengan baik.Islam di SLTPN 3 Kuningan. maka penelitian ini terfokus pada usaha-usaha yang telah ditempuh oleh guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan dalam meningkatkan motivasi belajar di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat.usaha peningkatan motivasi belajar PAI pada siswa di SLTPN 3 Kuningan. Mendeskripsikan usaha yang telah dilakukan guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa di SLTPN 3 Kuningan Mengungkapkan keberhasilan yang dicapai oleh guru agama Islam dalam upayanya meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa di SLTPN 3 Kuningan.

”13 .Metode Penelitian Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. maka cara pengambilan penelitian ini menggunakan teknik stratified random sampling. Metode Penentuan Subyek Metode penentuan subyek sering disebut sebagai metode penentuan sumber data. yang menjadi sumber data adalah: Kepala sekolah SLTPN 3 Kuningan Guru agama Islam SLTPN 3 Kuningan Siswa SLTPN 3 Kuningan Teknik Sampling Berdasar jumlah populasi siswa yang besar dan berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu melihat bagaimana guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa di sekolah. Maksud dari sumber data penelitian adalah subyek dari mana data itu diperoleh.12 Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. Sedangkan untuk penerapan teknik sampling dilakukan pada sebagian siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. Untuk mengambil sampel ini Suharsimi berpendapat : “Untuk sekedar ancar-ancar maka apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga peneliti merupakan penelitian populasi. Populasi Penerapan populasi dilakukan pada kepala sekolah dan guru agama Islam. artinya pengambilan sampelnya adalah dari populasi yang populasinya terdiri dari kelompokkelompok yang mempunyai susunan bertingkat. penelitian ini membutuhkan metode penentuan subyek yaitu teknik populasi dan teknik sampling. Penentuan subyek dalam penelitian ini yang berubungan dengan masalah motivasi belajar agama Islam pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat yaitu: a. oleh karena itu penelitian ini digolongkan dalam penelitian lapangan di mana yang menjadi obyeknya adalah tentang motivasi siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat terhadap mata pelajaran agama Islam.11 Subyek penelitian ini adalah guru agama Islam dan siswa SLTPN 3 Kuningan. Jenis Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. 2. Secara operasional. Selanjutnya jika subjeknya lebih besar dapat diambil 10-15% atau 15-20% atau lebih. Karena sesungguhnya mereka mempunyai kepentingan untuk meningkatkan dan mengembangkan motivasi belajar pada siswa di sekolah. Dalam penelitian ini. yang menekankan obyek penelitian tentang motivasi belajar siswa.

kepala TU dan guru agama SLTPN 3 Kuningan.16 .Berdasarkan pendapat Suharsimi di atas. Peneliti akan membahas tentang motivasi belajar agama pada siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. Metode Dokumentasi Metode ini merupakan pengambilan data berdasarkan dokumentasi yang dalam arti sempit berarti kumpulan data verbal dalam bentuk tulisan. penulis akan mengambil sampel siswa kelas II dan kelas III yaitu 10 % dari 638 siswa yaitu 64 siswa. Mengamati lokasi penelitian dan lingkungan yang sekitar SLTPN 3 Kuningan untuk mendapat data tentang gambaran umum lokasi penelitian. Pendekatan Penelitian Adapun pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan psikologi pendidikan karena motivasi merupakan salah satu dari faktor psikologis yang dapat memberi landasan dan kemudahan dalam upaya mencapai tujuan belajar. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang cukup dan jelas sesuai dengan permasalahan penelitian.14 Penulis melakukan pengamatan secara langsung untuk mendapatkan data yang diperlukan. Motivasi juga sangat erat kaitannya dengan minat yang ada dalam keadaan psikis anak didik. baik di dalam proses belajar mengajar maupun di luar kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data antara lain: Mengamati kegiatan guru dan siswa. Dalam hal ini yang menjadi responden adalah kepala sekolah.15 Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang latar belakang sejarah berdirinya dan perkembangan sekolah serta untuk mendapatkan informasi tentang usaha-usaha guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode Interview/ Wawancara Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data dan informasi yang dilakukan dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan dibandingkan dengan tujuan penelitian. peneliti menggunakan metode pengumpulan data yaitu meliputi: Metode Observasi Metode observasi dalam pengumpulan dat dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang ada dalam objek yang akan diteliti (diselidiki). Mengamati sarana prasarana yang menunjang pada proses pembelajaran PAI serta hal-hal lain yang relevan dengan penelitian ini.

keadaan siswa dan keadaan sarana prasarana. maka yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan kuatitatif. Metode Analisa Data Setelah data terkumpul. yaitu metode yang digunakan untuk suatu data yang terkumpul. dengan demikian maka kuesioner yang dimaksudkan sebagai suatu daftar pertanyaan untuk memperoleh jawaban dari responden (orang. Metode ini dipakai untuk menganalisa data khusus yang mempunyai persamaan sehingga menjadi suatu kesimpulan. jumlah guru dan karyawan. dijelaskan dan dianalisa. peneliti menggunakan bentuk angka statistik dengan presentase melalui rumus sebagai berikut: P= % Keterangan: P = Angka prosentase yang dicari F = Frekuensi yang sedang dicari prosentasenya N = Number of Cases (jumlah frekuensi/ banyaknya individu)20 . menyusun (mengatur). Metode Angket Metode angket yang dimaksud disini adalah berupa daftar pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.19 b.18 Tujuan dari metode ini adalah untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan persoalan tentang motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran agama Islam dan mengetahui respon siswa terhadap upaya guru agama dalam meningkatkan motivasi belajar di sekolah. Deskriptif analitik non statistik. menganalisis dan memberikan penafsiran terhadap sekumpulan bahan yang berupa angka. Deduktif: yaitu cara-cara berpikir untuk mengambil kesimpulan dengan berangkat dari hal atau peristiwa yang umum menuju pada hal yang khusus. kemudian disusun. karena data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif.orang yang menjawab). Metode Analisis kuantitatif. metode kuesioner merupakan suatu daftar yang tertulis yang berisikan suatu rangkaian pertanyaan mengenai suatu hal atau dalam suatu bidang. yaitu metode atau cara yang ditempuh dalam rangka mengumpulkan. analisis ini menggunakan data yang bersifat kualitatif yaitu data dianalisis dengan menggunakan metode pembahasan: Induktif: yaitu cara berpikir dari fakta-fakta yang khusus.Penulis mengunakan metode dokumentasi untuk mendapatkan data tentang letak geografis.17 Menurut Kuntjaraningrat. Berdasarkan data yang terkumpul baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif akan dianalisis dengan menggunakan dua cara pendekatan yaitu: a. untuk selanjutnya data tersebut diklasifikasikan dan dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitik. Dalam penelitian ini. peristiwa yang konkrit. kemudian ditarik generalisasi yang mempunyai sifat umum.

menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai satu tujuan. Dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutrama didasari adanya motivasi. Winkel motivasi belajar dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. maka seorang yang belajar itu akan mendapat prestasi yang baik.22 Motivasi juga dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Hasil prosentase dari jawaban angket tersebut akhirnya dapat memberikan jawaban permasalahan dan deskripsi hasil usaha yang di capai yaitu usaha guru agama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi PAI. yaitu dengan cara memberikan penilaian pengukuran pada tiap soal atau jawaban angket. Berhasil atau tidaknya dalam menumbuhkan dan menggunakan motivasi dalam pengajaran erat kaitannya dengan pengaturan dalam kelas. Pengajaran yang demikian sesuai dengan tuntutan demokrasi dalam pendidikan. motif dan minat yang ada pada siswa. Tabrani. dalam arti jika niat baik maka imbasnya juga baik dan sebaliknya. . Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Menurut W. pada garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut: Motivasi menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan perbuatan belajar siswa. Keberhasilan suatu proses kegiatan belajar mengajar bukan hanya ditentukan oleh faktor intelektual. dorongan. S. tetapi juga faktor-faktor yang non-intelektual. Landasan Teori Tinjauan tentang Motivasi Belajar Pengertian Motivasi Belajar.Metode ini digunakan setelah peneliti memperoleh data dari hasil angket siswa. Guru senantiasa berusaha agar siswa pada akhirnya mempunyai motivasi yang baik. Crow dan Crow memperjelas pentingnya motivasi dalam belajar sebagai berikut: “Belajar harus diberi motivasi dengan berbagai cara sehingga minat yang dipentingkan dalam belajar itu di bangun dari minat yang telah ada pada diri anak. termasuk salah satunya ialah motivasi.”23 Menurut A. Pengajaran yang bermotivasi menurut kreatifitas dan imajinitas pada guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang relevan dan serasi guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar pada siswa. Adanya motivasi yang baik akan menunjukkkan hasil yang baik.21 Dalam Islam kata motivasi lebih dikenal dengan istilah niat yaitu dorongan yang tumbuh dalam hati manusia yang menggerakkan untuk melakukan suatu aktivitas tertentu dalam niat ada ketergantungan antara niat dengan perbuatan. Data dalam angket tersebut akan diolah menjadi tabel frekuensi dan angka-angka prosentase. Belajar tanpa adanya motivasi sulit untuk berhasil. Pengajaran yang bermotivasi pada hakekatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan.

penggunaan asas motivasi sangat esensial dalam proses belajar mengajar. yaitu kegiatan belajar dimulai dan diteruskan. .27 Terlebih dalam kaitannya motivasi beragama sebab kenyataan orang yang bertingkah laku agama banyak juga didasari oleh unsur hidayah sehingga analisis psikologi dan sosiologi hanya sampai pada analisis tingkah laku fungsional.Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari asas. Misal: siswa yang tekun belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan. terlebih dahulu penulis sampaikan beberapa hal yang mendorong anak beragama. Motivasi Intrinsik. tetapi guru tetap harus berusaha menjaga kondisi ini.26 Namun demikian dalam buku tersebut ditegaskan bahwa teori tingkah laku yang seperti diatas sepertinya sangat umum. yaitu aktifitas belajar dan diteruskan berdasarkan kebutuhan dan dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar sendiri. Fandsen menyebutkan bahwa yang mendorong belajar itu ialah : Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang luas Adanya sifat yang kreatif pada manusia yang selalu maju dan berkembang. Faktor situasi manusia atau lingkungan hidup. Dalam buku Pengalaman Motivasi Beragama dikutipkan bahwa setiap tingkah laku. Hal ini untuk memberi dalam menjelaskan motivasi belajar agama.24 Motivasi belajar di sekolah dibedakan menjadi 2 bentuk yaitu : 1. 25 Namun demikan. Misal: siswa rajin belajar untuk memperoleh hadiah yang telah dijanjikan kalau berhasil baik. Keinginan untuk mendapat simpati orang tua. Selanjutnya untuk mengetahui beberapa motif yang mendasari kegiatan belajar agama. tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pengajaran yang efektif. Di sini peranan guru sangat menentukan untuk memberi motivasi sehingga timbul dorongan belajarnya atau bahkan meningkat dengan adanya usaha guru tersebut. termasuk tingkah laku beragama dipengaruhi 3 faktor : Faktor gerak atau dorongan secara spontan dan alamiah terjadi pada diri manusia. Dengan demikian. penulis kitipkan beberapa pendapat ahli psikologi dan pendidikan dibawah ini : Menurut Arden N. Motivasi ini tumbuh dari dalam diri anak sendiri oleh karena itu motivasi ini sering di sebut motivasi murni atau motivasi yang sebenarnya. Faktor kekuatan manusia sebagai inti pusat kepribadian. tetapi tetap penting dan dibutuhkan oleh siswa karena keadaan siswa yang dinamis dan tidak selalu stabil. dan monistis sebab tidak ada tempat untuk konfrontasi dengan dunia luar. motivasi belajar yang bersifat eksternal ini tidak selamanya tidak baik bagi siswa. Penggunaan motivasi dalam mengajar tidak saja melengkapi prosedur mengajar. Motivasi belajar Agama Islam Untuk mengetahui motivasi belajar PAI. Meskipun dalm motivasi instrinsik ini siswa mempunyai kemandirian dalam belajar.asas mengajar. guru dan teman-temannya. Motivasi Ekstrinsik. berdasarkan penghayatan suatu kebutuhan dan dorongan yang secara mutlak berkaitan dengan aktifitas belajar siswa. terutama untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

29 Peranan Guru Agama Islam sebagai Motivator Peranan guru sebagai motivator ini sangat penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Attentiveness. Belajar agama untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dasar. 30 Berkaitan dengan pentingnya guru sebagai motivator Drs.Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru. baik dengan koperasi maupun dengan kompetisi. maka dapat di tarik kesimpulan bahwa di antara yang dapat sebagai motivasi belajar agama Islam : Belajar agama untuk memenuhi keinginan mendapat simpati orang tua. dalam hukum belajar tersebut pembuatan belajar diulangi karena : Interest. guru diharapkan mampu mendorong anak untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan melalui berbagai sumber dan media”. Belajar agama untuk memenuhi keinginan masyarakat dan kreatifitas yang ada pada diri. tertarik pada usaha memperbaiki diri Problem attitude. Improvement. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. Belajar agama untuk mendapat ganjaran dan penghormatan. karena mengalami problem dalam diri lalu ingin memperbaiki dengan jalan belajar. motivasi belajar karena tertarik akan pelajaran bagi diri.28 Kalau pendapat para ahli di atas dikaitkan dengan motivasi belajar agama. sehingga akan terjadinya dinamika dalam proses belajar mengajar. Slameto Menjelaskan: “Guru hanya merupakan salah satu diantara berbagai sumber dan media belajar.31 . ingin ikut serta dalam hal yang dipelajari. pelajaran itu berguna bagi diri. Maka dengan demikian peranan guru dalam belajar ini menjadi lebih luas dan lebih mengarah kepada peningkatan motivasi belajar anak. Thorndike melihat hubungan motivasi dan law of effect. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreatifitas). Significance. Belajar agama untuk memenuhi tuntutan jiwa mendapat rasa aman dan tentram. Melalui perannya sebagai pengajar. Belajar agama karena ingin kepribadian bertingkah laku secara agama. Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman jika menguasai pelajaran Adanya ganjaran dan hukuman sebagai akhir dari belajar. Belajar agama karena agam itu berguna.

Kompetensi atas penguasaan bahan pengajaran. Berinisiatif dan kreatif. memiliki sikap demokratis. khususnya dalam merencanakan dan menyusun satuan pelajaran. murid dan dalam membina perasaan saling hormat menghormati dan bertanggung jawab. guru hendaknya mempunyai kepribadian keguruan dan mengembangkan terus sehingga dapat terampil dalam mengenal dan memahami potensi dan harkat tiap individu dalam membina situasi interaksi sosial guru. bersikap positif terhadap ilmu. Syarat materiil : memiliki pengetahuan agama Islam secara luas.32 Selain itu guru juga harus mempunyai kompetensi sebagai berikut: Kompetensi dalam kepribadian. bertaqwa dan berakhlak mulia. Kaya akan berbagai bentuk dan jenis upaya untuk melakukan motivasi pada siswa baik yang bersifat intrinsik maupun yang bersifat ekstrinsik. menguasai didaktik dan metodik. guru agama harus memiliki kemampuan tertentu. baik secara individual maupun secara kelompok. memiliki pengetahuan pelengkap terutama yang ada hubungannya dengan profesinya. Syarat non formil : mengamalkan ajaran agama. memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Untuk dapat berperan sebagai motivator. disiplin. memiliki ilmu methodologi pengajaran.34 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa . syarat yang harus dimiliki oleh guru agama di antaranya adalah: Syarat formil : mempunyai ijazah PGA. Menampilkan sosok kepribadian guru yang menjadi panutan siswa. tenggang rasa. yakni sebagai pendorong agar siswa melakukan kegiatan belajar agama Islam.Dengan demikian. yaitu penguasaan yang mengarah kepada spesialisasi atas ilmu/ kecakapan yang akan diajarkan serta penguasaan atas bahan pendalaman aplikasi bidang studi. maka jelaslah bahwa guru agama perlu meningkatkan perannya sebagai motivator. baik sebagai guru maupun sebagai motivator. dengan menciptakan kondisi kelas yang dapat merangsang siswa untuk melakukan kegiatan belajar agama. Kompetensi dalam cara mengajar. warga negara yang baik dan di angkat oleh pejabat yang berwenang. menghargai dan waktu serta produktif. tidak memiliki cacat yang menyolok. objektif. baik dalam prilaku di kelas maupun di luar kelas.33 Nana Sudjana menegaskan beberapa syarat yang harus dimiliki guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang motivator belajar yaitu: Menjalin hubungan baik dan harmonis dengan siswa agar kepatuhan dan kepercayaan pada guru tertanam pada siswa. kritis. menggunakan dan mengembangkan media pendidikan dan kemampuan dalam menggunakan metode sehingga menjadi efektif. berkepribadian yang muslim. sehat jasmani dan rohani. Mempunyai perasaan humor yang positif dan normatif sehingga tetap disegani dan disenangi siswa.

Tugas guru adalah memotivasi siswa untuk belajar.oleh karena itu memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. siswa akan bersemangat untuk belajar dengan harapan hasil dari belajarnya akan terus meningkat dan berhasil dengan baik. perlu di beri pujian. Menunjukkan pentingnya tugas Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi belajar yang cukup penting. Adapun motivasi dapat ditumbuhkan dengan cara: Membangkitkan suatu kebutuhan. yaitu kebutuhan untuk menghargai suatu keindahan. knowing success like success atau mengetahui sukses yang diperoleh individu itu. Angka yang baik itu bagi mereka merupakan motivasi yang kuat. Memberi hadiah/ reward Hadiah memang dapat membangkitkan motivasi bila setiap orang mempunyai harapan untuk memperolehnya. Memberi pujian dan hukuman Siswa yang sukses dan berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. untuk mendapat penghargaan dan sebagainya.Dengan adanya pujian yang diberikan secara tepat akan memupuk suasana belajar yang menyenangkan dan menumbuhkan gairah belajar pada siswa. Memberitahukan hasil yang telah dicapai Pekerjaan yang segera diketahui hasilnya akan membawa pengaruh yang besar bagi siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar. Adapun cara yang digunakan guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa antara lain: Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya.35 Guru juga dapat menggunakan bermacam-macam motivasi agar siswa dapat belajar dengan baik. Memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik. Memberikan ulangan Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Menghubungkannya dengan pengalaman-pengalaman yang lampau. demi tercapainya tujuan yang diharapkan. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus motivasi yang baik.Mengupayakan agar motivasi belajar siswa lebih meningkat sangat penting artinya karena akan mempengaruhi kelangsungan kegiatan belajar mengajar. . Menciptakan kompetisi Kompetisi atau saingan baik kompetensi yang bersifat individual maupun kelompok dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong belajar siswa. apalagi kalau terjadi kemajuan. Kegiatan belajar akan tercipta apabila motivasi belajar yang ada di dalam diri siswa itu akan memperkuat ke arah tingkah laku tertentu (belajar). Banyak siswa yang belajar untuk mencapai angka/ nilai baik dan untuk itu berusaha segenap tenaga. sebab sukses akan menimbulkan rasa puas.

Dengan demikian. karena menitikberatkan pada pemberian angka dalam memotivasi belajar siswa akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat di dalam kelas. konsep yang harus ditanam oleh guru kepada siswa adalah bahwa kesuksesan atau kegagalan itu ditentukan oleh sebuah usaha bukan oleh kemampuan atau kecerdasan. sehingga akan menjadikan hasil yang lebih baik.36 Guru juga dapat mengembangkan motivasi belajar pada siswa di dalam kelas yaitu dengan cara: a. karena ingin diterima dan diakui oleh orang lain.37 Dengan demikian. Dalam hal ini. Proses belajar akan berjalan lancar kalau disertai minat. Motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri Motivasi yang diarahkan oleh diri sendiri sangat berkesan dalam meningkatkan belajar siswa. . Guru hendaknya menjauhi pemahaman bahwa pemberian angka/ nilai sebagai sumber utama dalam meningkatkan motivasi penguatan. guru hanya perlu memberikan pelayanan yang sesuai dengan tuntutan aktifitas belajar siswa. Minat Motivasi sangat erat kaitannya dengan unsur minat. jelaslah bahwa banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. b. c. Motivasi afiliasi Motivasi afiliasi adalah dorongan untuk melaksanakan kegiatan belajar dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu.Hukuman Hukuman sebagai reinforcement yang negatif kalau diberikan secara tepat dan bijak dapat menjadi alat motivasi. Motivasi tugas Motivasi tugas adalah motivasi yang ditimbulkan oleh tugas-tugas yang ditetapkan baik oleh guru maupun oleh siswa. memberikan komentar setiap kertas ulangan dan pemberian penghargaan. Motivasi aspirasi Motivasi aspirasi yang tinggi tumbuh dengan subur kalau siswa memiliki perasaan sukses. Hanya yang penting bagi guru adanya bermacam-macam motivasi itu dapat dikembangkan dan diarahkan untuk dapat melahirkan hasil belajar yang bermakna. e. d. karena siswa akan menunjukkan tingkah laku yang mandiri dalam belajar. Perasaan gagal dapat meghancurkan aspirasi siswa dalam belajar.tugas belajarnya. Oleh karena itu. Motivasi muncul karena ada kebutuhan dan minat adalah merupakan alat motivasi yang pokok. Motivasi penguatan Motivasi ini dapat ditimbulkan melalui diagram kemajuan belajar siswa. Siswa yang memiliki motivasi tugas menunjukkan keterlibatan dan ketekunan yang tinggi dalam menyelesaikan tugas. guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman. guru di tuntut untuk memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan usaha dan hasil belajar yang ditampilkan oleh siswa. Menumbuhkan hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar.

teknis mengajar.39 Dengan mengambil pengertian diatas maka yang dimaksud guru agama Islam adalah seorang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pendidikan agama Islam dan pembentukan pribadi anak yang sesuai dengan ajaran Islam dan juga bertanggung jawab terhadap Allah Swt. Guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada tugas. Dalam buku CBSA. Tahapan afeksi ini erat kaitannya dengan kognisi. yakni terjadinya proses internalisasi ajaran dan nilai agama ke dalam diri siswa. sebab tidak hanya berkenaan dengan penyampaian ilmu pengetahuan tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa. tetapi juga melatih ketrampilan (ranah karsa) dan menanamkan sikap serta nilai (ranah rasa) pada siswa. sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. serta bertanggung jawab terhadap Allah Swt.42 . Pekerjaan jabatan seorang guru agama Islam adalah luas yaitu untuk membina seluruh kemampuan-kemampuan dan sikap-sikap yang baik dari siswa sesuai ajaran Islam. Walaupun begitu guru tidak hanya memuaskan ilmu pengetahuan pada siswa. Hal ini sesuai dengan rumusan tujuan PAI yang mengandung pengertian bahwa proses PAI yang dilalui dan di alami oleh siswa di sekolah di mulai dari tahapan kognisi. Nana Sudjana menyebutkan bahwa tugas guru itu meliputi: Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan pengajaran.Tinjauan tentang Posisi Guru Agama Islam Guru adalah merupakan salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. dalam arti penghayatan dan keyakinan siswa menjadi kokoh jika dilandasi oleh pengetahuan dan pemahamannya terhadap nilai-nilai agama Islam. guru harus berperan aktif dalam menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional.40 Menurut Claife. Guru sebagai administrator kelas pada hakekatnya merupakan jalinan antara pelaksanaan bidang pengajaran dan pelaksanaan pengajaran pada umumnya. Mendidik anak agar berbudi pekerti yang mulia. menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan. 41 Sehubungan dengan hal itu rangkaian tujuan dan hasil yang harus dicapai guru adalah membangkitkan gairah belajar siswa. Dalam tugas itu guru dituntut untuk memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan. Dia juga membagi tugas guru agama Islam sebagai berikut: Mengajarkan ilmu pengetahuan Islam Menanamkan keimanan dalam jiwa anak. Oleh karena itu. melalui tahapan afeksi tersebut diharapkan dapat tumbuh motivasi dalam diri siswa. Dengan demikian siswa diharapkan berhasil mengubah tingkah lakunya ke arah yang lebih maju dan positif. guru adalah pemegang hak otoritas atas cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendidikan.38 Menurut Zuhairini dkk guru agama Islam merupakan pendidik yang mempunyai tanggung jawab dalam membentuk kepribadian Islam anak didik. untuk selanjutnya menuju ke tahapan afeksi. yakni pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Mendidik anak agar taat menjalankan agama. Tugas ini merupakan aspek mendidik. dalam arti menghayati dan meyakininya.

Dengan demikian, jelas bahwa posisi guru agama dalam proses pembelajaran PAI, sangat berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi siswa sehingga proses belajar mengajar akan berhasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tinjauan tentang Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar PAI adalah merupakan penilaian terhadap tingkat keberhasilan belajar siswa dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan agama Islam sebagaimana telah ditetapkan GBPP pendidikan agama Islam. Dengan demikian, baik siswa maupun guru agama Islam senantiasa meningkatkan usaha-usaha untuk mencapai tujuan yang dimaksud. 43 Adapun fungsi dari evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut: Memberikan umpan balik(feed back) Dalam upaya peningkatan hasil belajar siswa dan dengan adanya penilaian terhadap guru PAI, maka penilaian terhadap hasil belajar siswa merupakan umpan balik yang sangat berharga. Dengan hasil evaluasi yang diperoleh itu siswa mengoreksi dirinya, baik dalam hal cara dan kesungguhan belajar maupun dalam hal waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan hasil yang dicapai. Menentukan hasil kemajuan belajar siswa Evaluasi hasil belajar juga dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan siswa dalam semua aspek. Mengenal latar belakang psikologis, fisik dan lingkungan siswa, terutama yang mengalami kesulitan belajar (diagnostik).44 Berdasarkan fungsi-fungsi evaluasi belajar diatas, maka jelas bahwa salah tugas pokok seorang guru selain sebagai motivator dan pembimbing, ia juga mempunyai tugas untuk mengevaluasi taraf keberhasilan rencana dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Tujuan diadakannya evaluasi ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, dan untuk mengukur sampai di mana efektifitas pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan belajar mengajar serta metode mengajar PAI yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 45 Menurut Muhaimin, kualitas proses belajar mengajar pendidikan agama dapat di ukur dari hasil belajar yang di capai. Adapun hasil belajar itu dapat diklasifikasikan menjadi keefektifan, efisiensi, dan dan daya tarik. Keefektifan belajar dapat di ukur dengan kriteria kecermatan penguasaan kemampuan, kecepatan kerja sebagai bentuk hasil belajar dan kualitas hasil belajar. Sedang efisiensi belajar dapat di ukur dengan rasio antara keefektifan dengan jumlah waktu yang digunakan. Selanjutnya daya tarik dalam belajar biasanya di ukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk berkeinginan terus belajar. Namun demikian, hasil suatu proses belajar mengajar PAI , tidak semua berupa hasil nyata yang dapat di ukur langsung setelah kegiatan belajar mengajar berakhir, terutam hasil belajar pada ranah afektif (sikap), seperti tumbuhnya kesadaran beragama yang mendalam sehingga beragama menjadi kebutuhan hidupnya. Ranah afektif merupakan hasil proses belajar mengajar pendidikan agama yang terbentuk secara kumulatif dalam waktu yang relatif lam dan merupakan integrasi dari hasil sejumlah perlakuan pembelajaran pendidikan agama.46 Tinjauan Pustaka

Sehubungan dengan penelitian ini, ada beberapa skripsi yang membahas tentang motivasi, diantaranya adalah: Skripsi Hariza Adnani dengan judul Upaya Guru Agama Islam dalam Meningkatkan motif Belajar Pada Peserta Didik di SMAN 3 Ungaran Semarang. Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1995. Penelitian ini menekankan pada peningkatan motif belajar yang diupayakan oleh guru agama, di mana minat dari siswa SMAN 3 Ungaran ini sangat rendah dalam belajar PAI, karena mereka seakan-akan dituntut untuk menyelasaikan materi-materi eksak dan pelajaran umum, sehingga belajar PAI di sekolah hanya menjadi sebuah formalitas saja. Di samping itu, skripsi Zulaikhah dengan judul Upaya Guru Dalam Memotivasi Belajar Bahasa Arab pada Siswa MTs Mujahidin Ngadiluwuh Kediri. Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1994.

Penelitian ini menekankan pada bagaimana usaha yang dilakukan oleh guru bahasa Arab untuk menumbuhkan minat belajar dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Selanjutnya Skripsi Nur`aini dengan judul Motivasi Siswa dalam Belajar di Ponpes Bahrul Ulum Krakasan Probolinggo. Yogyakarta, Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,1999. Penelitian ini menekankan pada motivasi siswa belajar di Ponpes Bahrul Ulum Probolinggo, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, serta usaha-usaha guru dalam menumbuhkan motivasi belajar pada siswa. Sedangkan judul penelitian Usaha Guru Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI Pada Siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat peneliti menekankan pada usaha yang dilakukan oleh guru agama dalam meningkatkan dan mengembangkan minat belajar PAI pada siswa SLTPN 3 Kuningan, sehingga diharapkan dengan adanya peningkatan motivasi belajar terhadap mata pelajaran agama Islam, siswa akan terdorong untuk lebih bergairah dalam mengikuti mata pelajaran agama dan siswa juga akan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-harinya. Sistematika Pembahasan Untuk meudahkan dalam mengkaji dan mengkaji dan memahami secara keseluruhan skripsi ini peneliti akan menguraikan tentang sistematika pembahasan sebagai berikut: Bagian Pendahuluan Bagian ini meliputi: halaman judul, halaman motto, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel. Bab I: Pendahuluan yang meliputi: penegasan judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, alasan pemilihan judul, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka metode penelitian, landasan teori serta sistematika pembahasan skripsi. Bagian Isi Bagian isi meliputi: Bab II yang berisi gambaran umum tentang SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat yang terdiri atas letak geografis, sejarah singkat berdirinya, struktur organisasi, keadaan guru, karyawan dan siswa serta keadaan sarana prasarana. Bab III yang meliputi kegiatan guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar PAI pada siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat yang terdiri atas: pembahasan tentang pelaksanaan

kegiatan belajar mengajar pada bidang studi PAI, motivasi belajar siswa pada bidang studi PAI, peningkatan motivasi belajar siswa pada pada bidang studi PAI oleh guru agama Islam, serta hasil upaya guru Agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. 3. Bagian penutup Bab ini adalah merupakan bab IV atau penutup yang terdiri dari: kesimpulan, saran- saran, dan kata penutup. Pada bagian akhir juga dicantumkan daftar pustaka dan lampiran-lampiran. ======================================================================== BAB III KEGIATAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PAI PADA SISWA SLTPN 3 KUNINGAN JAWA BARAT

Motivasi adalah dorongan yang timbul dari dalam jiwa seseorang untuk melakukan tindakan dengan sadar guna memenuhi satu kebutuhan atau mencapai suatu tujuan sehingga besar sekali peranan motivasi dalam upaya peningkatan pengembangan kegiatan belajar mengajar khususnya bidang studi PAI bagi siswa SLTPN 3 Kuningan jawa Barat. Mengingat bahwa peranan motivasi berlangsung terus-menerus (continue), maka untuk mencapai tujuan dalam PAI, seorang guru agama Islam dituntut untuk mampu mengarahkan dan membimbing para siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya. Artinya siswa belajar PAI tidak hanya untuk meraih prestasi atau nilai saja, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rohani. Selanjutnya pada bab ini penulis akan membahas tentang: Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar PAI Siswa SLTPN 3 Kuningan Motivasi Belajar PAI pada Siswa SLTPN 3 Kuningan Peningkatan Motivasi Belajar Siswa pada Bidang Studi PAI oleh Guru Agama Islam Hasil Usaha Guru Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Bidang Studi PAI Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tentu harus di dukung oleh beberapa hal seperti guru, materi, murid, sarana dan prasarana serta lingkungan. Sehingga tanpa ada salah satu unsur pendukung tersebut maka kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak akan terselenggara secara optimal. Kegiatan belajar mengajar pada dasarnya adalah merupakan interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan siswa dalam situasi pendidikan, yaitu ada unsur take and give (memberi dan menerima), baik bagi guru maupun bagi siswa itu sendiri. Proses interaksi belajar mengajar pada prinsipnya sangat bergantung pada guru dan siswa. Oleh karena itu, guru dalam mengajar dituntut kesabaran, keuletan dan sikap terbuka di samping kemampuan dalam situasi belajar mengajar yang lebih aktif. Demikian juga dari siswa dituntut adanya semangat dan dorongan untuk belajar.

Udin Syamsudin. Jumlah guru PAI Guru agama yang mengajar di SLTPN 3 Kuningan ada 2 orang yaitu: Arifuddin. peneliti juga mendasarkan pada syarat-syarat yang di tentukan bagi seorang guru yang secara khusus harus memiliki syarat formal dari pendidikan guru bidang studi yang bersangkutan.Untuk itu dalam sub bab ini akan dibahas sebagai berikut: Keadaan guru agama Islam Dalam proses kegiatan belajar mengajar. membina untuk mencapai tujuan pendidikan. kemampuan dalam memotivasi. Ag.gurunya tidak akan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan pendidikan.48 Kepribadian dan Pengetahuan . keterampilan menjadi perhatian yang serius. penulis bahas sebagai salah satu aspek untuk melihat kompetensi guru agama Islam dalam memotivasi belajar agama Islam karena penulis menganggap bahwa kemampuan akademis yang dimiliki guru secara teoritis akan mewarnai corak dan keberhasilan guru dalam menerapkan berbagai upaya dalam meningkatkan motivasi belajar agama Islam pada siswa. Untuk pembagian tugasnya yaitu bapak Arifuddin mengajar kelas I dan kelas II sedangkan bapak Udin Syamsudin mengajar di kelas I dan kelas III. Dengan demikian. S.47 Dalam dunia pendidikan. tanpa diimbangi dengan peningkatan kualitas guru. Adapun dalam pembahasan mengenai guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat akan disampaikan tentang jumlah guru agama Islam. keduanya telah memiliki cukup pengalaman mengajar. karena bagaimanapun baiknya kurikulum. di tangan para gurulah letak keberhasilan pencapaian tujuan belajar mengajar. S. peningkatan kualitas guru menjadi seorang tenaga pengajar yang professional adalah unsur yang sangat penting untuk pembaruan dalm dunia pendidikan. baik bapak Arifudin maupun bapak Syamsudin. kecakapan. kedua guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat ini adalah lulusan dari STAI Cigugur Kuningan Jawa Barat. Guru dewasa ini berkembang sesuai dengan fungsinya. Demikian halnya. latar belakang pendidikan. Lebih. administrasi dan kelengkapan fasilitas. Mengenai latar belakang pendidikan. metode yang digunakan guru agama dalam mengajar serta materi yang disampaikan. Anggapan ini berangkat dari keyakinan bahwa suatu pekerjaan itu akan berhasil dan semakin efektif jika dikerjakan oleh orang yang memiliki keahlian dalam pekerjaan tersebut. Ag. Latar Belakang Pendidikan Latar belakang pendidikan guru agama Islam. profesionalisme guru seperti pengetahuan.lebih dalam sistem sekolah yang terus berkembang. Oleh karena itu. guru mempunyai kedudukan sebagai figur sentral. keduanya telah memenuhi salah satu syarat akademis sebagai seorang guru agama Islam khususnya.

Berdasarkan data yang penulis peroleh dari hasil observasi. Dengan adanya kepribadian yang abik dan pengetahuan yang luas yang dimiliki oleh guru agama. guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan ini selalu menunjukkan kepribadian dan pengalaman yang cukup baik terutama di sekolah yang dapat dijadikan contoh (suri tauladan). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang beragama Islam mencapai 98 % dan siswa yang beragama non Islam hanya 2 %. Untuk mengetahui kemampuan guru agama di SLTPN 3 Kuningan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dilihat dari berbagai data berikut hasil wawancara dengan guru agama yang bersangkutan menunjukkan bahwa dalam upaya peningkatan motivasi belajar agama. lll. menciptakan kondisi persaingan. ll. terutama kepribadian yang baik. Dari jumlah 931 siswa yang beragama Islam tersebut terbagi jumlah 21 kelas. akan lebih memungkinkan untuk mengupayakan peningkatan motivasi belajar pada siswa. Siswa Siswa di SLTPN 3 Kuningan seluruhnya berjumlah 950 siswa. siswa yang beragama Islam seluruhnya 931 siswa. dari hasil wawancara. yang akan sangat berpengaruh dan dapat menjadi suatu motivasi dalam proses belajar mengajar.49 Adapun dalam kegiatan belajar mengajar PAI. Kemampuan dalam memotivasi Guru agama Islam sebagai seorang motivator hendaknya juga mengetahui dan dapat memilih cara yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa. Materi yang disampaikan Mengenai materi PAI. tanya jawab dan praktek ibadah). dan non Islam 19 orang. Dengan demikian guru akan mampu menerapkan dan menentukan cara yang sesuai dengan perbedaan individual maupun kejiwaan serta kebutuhan siswa. materi yang disampaikan adalah sesuai dengan kurikulum dan buku yang dijadikan sebagai pegangan mengajar PAI untuk SLTP.Kepribadian adalah merupakan salah satu yang harus di miliki guru. siswa yang non muslim dipersilahkan memilih untuk mengikuti proses pembelajaran atau belajar sendiri diperpustakaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru agama Islam telah memiliki kemampuan dalam memotivasi siswa untuk giat belajar agama. Metode . guru dalam memotivasi belajar agama di tuntut agar memiliki pengetahuan yang luas terhadap pemahaman agama Islam. Hal ini karena dengan kepribadian yang baik berarti guru lebih memungkinkan untuk mengupayakan motivasi belajar agama pada siswa. Demikian pula. guru agama mengupayakan berbagai cara yaitu dengan memberi tugas hafalan. Dengan demikian guru dapat memberikan materi pelajaran agama Islam mendasar yang dapat dijadikan sebagai kunci utama yang digunakan oleh siswa dalam mempelajari ilmu agama secara luas. baik kelas l. diterbitkan oleh Depag RI dan buku penunjang yaitu LKS yang berfungsi sebagai latihan bagi siswa. dengan menumbuhkan minat belajar melalui proses belajar siswa aktif (diskusi.

Berdasar hasil wawancara dengan guru agama motivasi belajar siswa di SLTPN 3 Kuningan ini cukup baik. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan telah direncanakan dan diaplikasikan secara maksimal dalam proses belajar mengajar di kelas. Begitu juga dalam belajar. terbukti bahwa sebagian besar siswa cukup antusias dalam mengikuti mata pelajaran agama Islam walaupun masih ada siswa yang kurang memperhatikan guru ketika mengajar.buku walaupun belum lengkap yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam yang berguna sebagai penunjang bagi siswa dalam menambah ilmu pengetahuan tentang agama Islam. tanya jawab.Metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah tergantung pada materi yang disampaikan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi dalam setiap pokok ajaran yang disampaikan. Di samping itu sekolah juga menyediakan prasarana yang lain berupa buku. motivasi sangat mendukung keberhasilan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain itu guru agama Islam juga menggunakan metode yang sesuai dalam upaya peningkatan motivasi belajar siswa yaitu dengan diadakannya kegiatan. Namun demikian metode yang sering digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah adalah ceramah.50 Sarana prasarana Sarana yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama Islam diantaranya adalah mushalla yang berada di lingkungan sekolah yang berguna bagi siswa untuk mengenal lebih jauh tentang fungsi mushalla sebagai sarana tempat beribadah. Hal ini sangat berpengaruh karena daerah tersebut aman dan nyaman sehingga mendukung proses belajar mengajar di sekolah.kegiatan Islami.51 Lingkungan Lokasi SLTPN 3 Kuningan yang berdiri di jalan Pramuka Purwawinangun Kuningan ini berada di lingkungan akademis dan dekat perumahan penduduk serta dekat dengan pondok pesantren. hal ini tampak pada pernyataan dalam table di bawah ini: TABEL V Motivasi Belajar Agama Islam Siswa Item Alternatif Jawaban F % 8 . diskusi dalam kelompok kecil dan penugasan.52 Motivasi dasar siswa belajar agama banyak dilatarbelakangi untuk menambah pengetahuan tentang ajaran Islam. Motivasi Siswa dalam Belajar Agama Islam di SLTPN 3 Kuningan Motivasi adalah merupakan salah satu faktor penentu suatu keberhasilan dalam mencapai suatu prestasi.

23% bertujuan untuk meningkatkan pengalaman dan memperbaiki diri dan 6. TABEL VI Motivasi siswa mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah Item Alternatif jawaban F % 7 a.3% siswa dalam belajar agama Islam bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang ajaran Islam.3 Jumlah 64 100 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa motivasi belajar agama Islam di SLTPN 3 Kuningan cukup bagus. Perintah guru .4 6.Meningkatkan pengalaman dan memperbaiki diri Mendapat nilai bagus Mendapat pujian dan simpati guru Menambah pengetahuan tentang ajaran agama Islam 15 4 0 45 23.2 0 70.2% siswa yang belajar PAI bertujuan untuk mendapat nilai bagus. 70.

7.7%) dalam motivasi untuk mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah adalah untuk menambah pemahaman ajaran Islam. sebanyak 50% siswa sudah memiliki buku sendiri. 35. Menambah pemahaman ajaran Islam c.9 0 Jumlah 64 100 Hasil angket diatas menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (79.9% memiliki tapi meminjam kakak kelas. Ikut. Adapun dalam belajar PAI.7 10. Selain itu sebagian besar siswa memiliki buku pegangan masing-masing dalam proses belajar mengajar PAI. walaupun tidak memiliki sendiri.ikutan saja 6 51 7 0 9.4 79.b. berdasar pengamatan dan angket siswa. Perintah orang tua d.8% memiliki tapi meminjam dari perpustakaan dan 6. kebanyakan siswa merasa malas belajar untuk belajar agama Islam kalau tidak ada ulangan. seperti data melalui angket pada jawaban item 10.3% tidak memiliki. sebagaimana tabel berikut ini: TABEL VII Perasaan Malas Belajar PAI Item Alternatif Jawaban F % 6 .

4 0 Jumlah 64 100 Dari table di atas dapat di ketahui bahwa siswa yang tidak pernah merasa malas belajar agama Islam ada 18% dan yang menjawab kadang. jujur dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. cukup sering d. sering 12 46 6 0 18. kadang-kadang c. Tidak pernah b. 4 % dan untuk yang menjawab sering 0%. tujuan dari peningkatan motivasi belajar agama pada siswa ini di antaranya adalah: Memberikan dorongan pada siswa untuk selalu menekuni pelajaran agama Islam baik di kelas maupun di luar sekolah Menciptakan manusia yang berakhlak mulia.a. Peningkatan Motivasi belajar Agama pada Siswa Tujuan Peningkatan Motivasi Belajar Agama pada Siswa Maksud tujuan dalam usaha meningkatkan motivasi belajar agama adalah rumusan yang telah ditetapkan sebagai gambaran yang jelas yang harus di capai melalui usaha peningkatan motivasi belajar agama pada siswa SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. Berdasarkan wawancara dengan guru agama.53 Peranan Guru Agama dalam Peningkatan Motivasi Belajar agama Islam .kadang hampir 71% sedangkan yang menjawab cukup sering ada 9.8 71 9. Rumusan ini merupakan garis ketentuan maksimal yang seharusnya di capai oleh guru agama Islam dalam aktifitasnya untuk memotivasi siswa agar lebih giat untuk belajar.

54 Ada beberapa cara yang dilakukan guru agama Islam di SLTPN 3 Kuningan untuk menumbuhkan minat belajar agama yaitu: Dengan membangkitkan kebutuhan akan belajar agama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang ingin di harapkan dalam tiap-tiap mata pelajaran. dengan demikian siswa akan lebih aktif untuk belajar agama. sehingga dengan adanya penjelasan mengenai tujuan belajar agama ini. Dalam peningkatan motivasi belajar. guru mengadakan apersepsi dengan memberikan pertanyaanpertanyaan tentang pelajaran yang telah lalu dan selanjutnya guru menjelaskan bagaimana kaitannya dengan pelajaran yang akan diajarkan cara ini sangat baik dilakukan dalam upaya menumbuhkan minat belajar. maksudnya adalah bahwa dalam setiap mengajar seorang guru agama hendaknya tidak hanya menggunakan salah satu metode.Peranan guru agama dalam usaha memotivasi belajar siswa di SLTPN 3 Kuningan maksudnya adalah sejauh mana hak dan kewajiban serta tugas apa yang harus dilaksanakan oleh guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa. peran yang dilakukan oleh guru agama dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa dapat memberi kesempatan pada guru untuk memilih. Menumbuhkan Semangat Belajar Agama Islam Adapun maksud dari menumbuhkan semangat belajar agama Islam di sini adalah bagaimana siswa agar selalu mempunyai keinginan untuk belajar agama.hari baik di kelas maupun di luar kelas. Dengan demikian. khususnya bidang studi PAI.cara yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar pada siswa. Dengan menggunakan metode mengajar yang variatif. inovatif dan dapat mengikutsertakan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar. menerapkan dan merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan guru dan kondisi psikologis siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru agama. Guru harus menggunakan metode . cara-cara yang dilakukan oleh guru agama dalam rangka meningkatkan motivasi belajar pada siswa diantaranya adalah: Menjelaskan tujuan yang hendak di capai dalam belajar agama Islam Usaha ini dilakukan dengan cara guru senantiasa menjelaskan bagaimana tujuan sesungguhnya belajar agama pada setiap mengajarkan agama. yang biasanya dengan menjelaskan tujuan dalam setiap mengajar dengan meyakinkan pada siswa akan pentingnya belajar agama bagi kehidupan. Guru sebagai seorang motivator di tuntut untuk kreatif. Dalam kegiatan belajar mengajar. diharapkan siswa akan mampu merealisasikannya dalam kehidupan sehari. karena hal ini akan membuat siswa merasa jenuh dan malas belajar. Upaya Guru dalam Peningkatan Motivasi Belajar Agama Islam pada Siswa Upaya Peningkatan Motivasi Belajar siswa di dalam Kelas (Kegiatan yang bersifat intrakurikuler) Kegiatan intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah yang mana waktu pelajarannya sudah ditentukan dalam struktur program. guru sebagai motivator mempunyai cara. Kebijaksanaan untuk memotivasi belajar adalah sepenuhnya diserahkan kepada guru agama jadi semua hal yang berkaitan dengan usaha guru dalam meningkatkan motivasi belajar agama baik perencanaan. pelaksanaan maupun penilaiannya menjadi tanggung jawab penuh guru agama Islam.

upaya yang dilakukan oleh guru agama di SLTPN 3 Kuningan yaitu: Mengadakan praktek keagamaan. Cara ini dilakukan dengan cara memberi nilai raport pada siswa maupun memberi nilai prestasi dari hasil ulangan. Guru menjelaskan hikmah dari ajaran Islam pada setiap pelajaran dengan menghubungkan secara langsung dengan kebutuhan hidup di dunia dan pahalanya di akhirat. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana siswa mampu memahami dan menguasai mata pelajaran agama yang telah disampaikan oleh guru. baik itu berupa tugas maupun ulangan. Upaya peningkatan motivasi belajar agama melalui kegiatan ekstra kurikuler . diharapkan siswa akan lebih menyadari peranan penting belajar agama untuk kehidupan dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup. upaya. Dengan demikian tes ini dilakukan secara resmi sebagaimana evaluasi semester.cara sebagai berikut: Mengadakan evaluasi harian. seperti ceramah kemudian diselingi tanya jawab untuk menegaskan apakah ada siswa yang kurang mengerti serta dapat di tambah dengan diskusi baik dengan kelompok kecil maupun besar. dan dalam pelaksanaannya di bantu oleh guru lain yang bertugas sebagai pengawas. seperti. Dengan demikian. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya belajar Agama Hal ini dilakukan dalam mengupayakan penanaman kesadaran pada siswa SLTPN 3 Kuningan tentang pentingnya belajar ilmu agama.variatif. Guru agama Islam dalam menerapkan metode ini adalah dengan menggunakan cara. Mengadakan evaluasi tengah semester. Evaluasi ini adalah merupakan evaluasi yang telah di rencanakan pihak sekolah dan bersifat serempak dilakukan oleh semua guru. Menunjukkan prestasi hasil belajar siswa Dalam meningkatkan motivasi belajar pada siswa cara ini sangat efektif dilakukan agar siswa dapat bersaing dalam melaksanakan kegiatan belajar. Dalam menumbuhkan motivasi belajar agama dengan cara-cara di atas akan banyak membantu dalam mengarahkan kecenderungan siswa untuk belajar agama. Pelaksanaan dari evaluasi akhir tahun ini sama dengan pelaksanaan tes pertengahan semester. Memberi banyak ulangan dan tugas Dalam pemberian motivasi belajar dengan cara pengadaan ulang dan tugas ini adalah dimaksudkan agar siswa lebih giat lagi untuk belajar. Dalam peningkatan kesadaran dalam belajar agama pada siswa. siswa secara langsung wudhu. guru dituntut membuat rencana materi yang akan dievaluasikan. Mengadakan evaluasi semesteran atau akhir tahun. sebab siswa di tuntut untuk belajar dalam mempersiapkan ulangan yang akan dihadapinya. meskipun masih ada kesulitan yang dialami oleh guru dalam menghadapi siswa yang kurang memperhatikan dalam pelajaran. yasinan dan tahlilan.

kegiatan shalat berjama`ah ini selain shalat jum`at juga setiap hari terutama shalat dzuhur yang dilaksanakan secara bergiliran setiap kelasnya. Pengajian dalam rangka memperingati hari besar Islam Menurut wakil kepala sekolah dan guru agama di SLTPN 3 Kuningan setiap hari besar Islam selalu diadakan pengajian terutama pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ataupun Isro Mi’raj. Dalam hal ini menyangkut hubungan antar berbagai mata pelajaran juga minat dan semangat siswa untuk mengikutinya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi bekal hidup bermasyarakat. cara. Berdasar hasil wawancara. lomba pidato dan sebagainya. Menurut guru agama. untuk menambah wawasan keagamaan serta memberi kesegaran belajar agama Islam pada siswa. Dengan diadakannya kegiatan keagamaan ini.Qur`an dan penyelenggaraan lomba. Hal pertama yang dilakukan oleh guru agama dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa dengan mengadakan shalat berjama`ah karena shalat merupakan ibadah yang terpenting dalam ajaran Islam. diharapkan siswa akan terdorong untuk lebih giat belajar dan mengamalkan ajaran Islam. Pengajian ini biasanya berisi yasinan. cerdas cermat. . dengan tujuan untuk memperluas pengertian siswa dalam masalah keagamaan dan juga masalah lainnya.lomba. kegiatan ini juga bertujuan agar siswa mampu menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. kegiatan ini juga berisi pengajian di mana setiap siswa diwajibkan merangkum ceramah. serta adanya bimbingan baca tulis al. Pesantren kilat pada bulan Ramadhan Kegiatan ini rutin dilakukan setiap setahun sekali pada bulan ramadhan.cara yang dilakukan dalam peningkatan motivasi belajar melalui kegiatan ekstra kurikuler adalah: Shalat berjama`ah Kegiatan ini diadakan untuk mengembangkan salah satu materi PAI yaitu materi tentang ibadah shalat. Shalat dzuhur berjamaah ini di pimpin oleh salah seorang guru sebagai imam sekaligus penceramah (kultum). Di mana selain ada pengajian juga diadakan kegiatan bermacam-macam lomba seperti Qiro`ah. Pengajian rutin hari Jum`at Kegiatan ini dilaksanakan pada setiap hari Jum`at pagi sebelum di mulainya kegiatan belajar mengajar yaitu jam 06. tahlilan dan kajian-kajian Islami yang bertujuan untuk pendalaman dalam pemahaman ajaran agama Islam pada siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih dan membina siswa yang kurang mampu mengerjakan shalat dengan baik dan benar. Selain mata pelajaran agama Islam.Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam kegiatan belajar mengajar yang mana kegiatan tersebut dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah.30-07. selain untuk meningkatkan motivasi belajar juga untuk menambah pengetahuan dan kesadaran pengalaman agama Islam. terutama untuk membangun manusia seutuhnya Dalam meningkatkan motivasi belajar agama Islam pada siswa guru agama di SLTPN 3 Kuningan juga menempuh cara dengan mengadakan kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini.15 dan wajib diikuti oleh seluruh siswa dan guru SLTPN 3 Kuningan.kegiatan keagamaan di luar jam sekolah. lomba azan.

Adapun tujuan dari pengumpulan zakat fitrah yang dilakukan di sekolah ini adalah untuk memupuk kesadaran siswa agar selalu memperhatikan kaum lemah.55 6) Studi Islam Intensif (SII) Studi Islam Intensif (SII) adalah suatu kegiatan keagamaan yang diadakan oleh remaja masjid Syiarul Islam Kuningan dimana yang menjadi sasarannya adalah para pelajar yang mana kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dalam memahami ajaran Islam. Cukup baik c. Tanggapan Siswa Terhadap Upaya peningkatan Motivasi Belajar oleh Guru Agama Tanggapan siswa terhadap kondisi guru agama Islam Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sikap dan tanggapan siswa terhadap guru agama yang mengajar di sekolah tersebut yaitu dengan di lihat dari table di bawah ini: TABEL VIII Tanggapan siswa terhadap sikap Guru dalam mengajar Item Alat jawaban F % 1 a.Pengumpulan zakat Fitrah Zakat fitrah ini pengumpulannya di ambil dari siswa dan sebagai pelaksananya adalah siswa itu sendiri dengan bimbingan dan pengawasan guru agama. Tidak baik 11 42 5 0 17. Guru agama Islam di SLTPN 3 kuningan pun melibatkan para siswanya khususnya kelas 3 dianjurkan untuk mengikuti kegiatan ini. Kurang baik d. Sangat baik b.2 .

hampir 75% siswa menjawab guru dalam mengajar bersikap cukup baik.8 0 Jumlah 64 100 Dari tabel diatas dapat di ketahui bahwa tanggapan siswa terhadap sikap guru dalam mengajar. selebihnya 17.75 7.8% menjawab kurang baik. TABEL IX Tanggapan Siswa Terhadap Faktor Motivasi dari Guru Item Alternatif Jawaban F % 15 Keteladanan dan Kewibawaan Kemurahan dalam nilai Ancaman dan hukuman Tidak ada 29 0 8 .2% menjawab sangat baik dan 7.

Dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SLTPN 3 Kuningan. Tanggapan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana siswa menanggapi dan menilai upaya yang di lakukan guru agama.5 39 Jumlah 64 100 Dari tabel di atas nampak bahwa alternative jawaban yang di pilih kebanyakan siswa mengatakan bahwa guru agama. untuk mengetahui tanggapan tersebut dapat dilihat dari table sebagai berikut: TABEL X Tanggapan Siswa pada upaya guru dalam peningkatan motivasi belajar Item Alternatif jawaban F % 2 a. Pernyataan ini menggambarkan bahwa siswa mempunyai penilaian yang baik terhadap guru. Tanggapan siswa terhadap cara meningkatkan motivasi belajar yang diterapkan guru agama Islam . Tidak pernah . Selalu b. karena keteladanan dan kewibawaan. Cukup sering c.27 50 0 12. Kadang-kadang d.

9% menjawab cukup sering sedang yang menjawab tidak pernah ada 3.1%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa guru dalam menjelaskan tujuan belajar agama untuk setiap berganti pelajaran sebagai salah satu usaha guru dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa masih belum optimal karena hal tersebut sangat penting agar siswa memahami manfaat dari belajar agama sehingga siswa dengan sendirinya akan memotivasi untuk belajar agama Islam.3 3.15 14 29 2 29.7% menjawab selalu menjelaskan dan 21.1 Jumlah 64 100 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dalam upaya meningkatkan motivasi belajar agama. pada setiap berganti materi pelajaran siswa menjawab 45.7 21. pada 29.3% guru kadang-kadang menjelaskan tujuan belajar agama. TABEL XI Tanggapan siswa terhadap cara peningkatan kegiatan belajar mengajar PAI Item Alternatif jawaban F % 2 a.9 45. Menciptakan situasi persaingan di kelas b. Menunjukkan prestasi siswa c. Memberi banyak ulangan .

d. sedang 12.2% siswa menjawab dengan menciptakan situasi persaingan di kelas.3% siswa menjawab dengan menunjukkan prestasi siswa.5% menjawab dengan banyak memberi ulangan. Memberi hadiah 27 29 8 0 42.5 0 Jumlah 64 100 Dari tabel diatas dapat di simpulkan bahwa cara yang di lakukan guru dalam meningkatkan motivasi belajar PAI sebanyak 45.2 45. TABEL XII Tanggapan Siswa terhadap upaya motivasi guru di sekolah Item Alternatif jawaban F % 5 Pengajian Tahlil Diskusi keagamaan . dan 42. dan yang menjawab dengan memberi hadiah 0%.3 12.

Al Qur’an .4 26.6 39.4%.Qiroah 22 17 25 0 34. Tanggapan Siswa terhadap fasilitas di Sekolah Ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap fasilitas yang ada di sekolah yang di gunakan untuk memotivasi belajar siswa. TABEL XIII Tanggapan Siswa terhadap alat pengajaran Item Alternatif Jawaban F % 4 a.1 0 Jumlah 64 100 Dari tabel di atas nampak bahwa kegiatan keagamaan di sekolah yang menurut siswa dapat membantu memotivasi belajar agama pada siswa adalah kegiatan diskusi keagamaan dan pengajian yang banyak mendorong yakni 39. Berikut tabel tentang fasilitas mendorong pengajaran di sekolah.1% dan 34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh guru agama Islam pada siswa baik kegiatan kurikuler maupun ekstra kurikuler telah banyak membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajar agama Islam.

5 0 0 87. sebab hanya buku pegangan dan 12.5% siswa mempunyai. Peta c. 5% al-Qur`an yang dijadikan sebagai media pembelajaran PAI. Rukuh d.b. apakah telah mendorong dalam belajar atau tidak di lihat dari tabel sebagai berikut: TABEL XIV Tanggapan siswa terhadap kultur keagamaan di SLTP 3 Kuningan Item Alternatif jawaban F % 16 Situasi dan kondisi keagamaan Kelengkapan sarana prasarana Kegiatan keagamaan . hampir 87.5 Jumlah 100 100 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa alat yang tersedia di SLTPN 3 Kuningan masih terbatas. Buku pegangan 8 0 0 56 12. Tanggapan siswa terhadap Sosio kultural kelas Tanggapan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penilaian siswa terhadap sosio kultural keagamaan di sekolah.

lingkungan Sekolah 15.Lingkungan Sekolah 14 0 40 10 21. karena sebagian besar siswa cukup antusias dalam mengikuti mata pelajaran agama Islam walaupun masih ada sebagian siswa yang tidak memperhatikan dan kurang meresapi materi pelajaran yang disampaikan oleh guru agama.9% Hasil Usaha Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Bidang Studi PAI . yakni dengan adanya kegiatan keagamaan 62. Oleh karena itu. hal ini bertujuan untuk mencapai .6% dan Situasi dan kondisi keagamaan 21. karena itu harus di dukung oleh motivasi belajar dalam diri siswa itu sendiri (motivasi intrinsik) yang kuat. Dengan mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap usaha guru agama yang telah ditempuh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam. Hal ini terbukti dengan banyaknya para siswi yang mengenakan jilbab di sekolah dan cukup antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatankegiatan keagamaan yang diadakan di luar jam mata pelajaran sekolah.9s 0 62.5%. hal ini mungkin terjadi karena sarana dan penyediaan media pembelajaran khususnya pelajaran agama yang belum maksimal sehingga siswa kurang termotivasi dan merasa jenuh terhadap mata pelajaran agama Islam.5 15. Dari hasil Observasi maupun wawancara dapat disimpulkan bahwa usaha guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya pada bidang studi PAI cukup baik karena dipengaruhi dengan adanya lingkungan yang baik.6 Jumlah 64 100 Dari tabel diatas dapat di simpulkan bahwa kultur kegiatan keagamaan di SLTPN 3 Kuningan telah cukup mendorong motivasi belajar siswa. Namun upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa tidaklah cukup untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar yang maksimal. Kondisi motivasi belajar agama siswa di SLTPN 3 kuningan juga cukup baik. motivasi belajar siswa terutama pada bidang studi pendidikan agama Islam khususnya oleh guru agama Islam perlu ditingkatkan lagi.

walaupun masih ada sebagian kecil siswa yang kurang memperhatikan guru ketika menyampaikan materi pelajaran tersebut. yang dilaksanakan setiap hari Jum`at sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. ======================================================================== BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Berdasar pada uraian di atas. Dengan menggunakan metode yang variatif yang dapat menciptakan kondisi kelas yang aktif sehingga tercapainya tujuan proses belajar mengajar. Shalat berjama`ah yang dilaksanakan setiap hari terutama shalat dzuhur serta shalat jum`at di sekolah. Menumbuhkan kesadaran diri siswa akan penting dan manfaatnya pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari di dunia maupun kehidupan kelak di akhirat.keberhasilan proses belajar mengajar secara optimal dalam mewujudkan pembentukan manusia muslim yang mampu mengamalkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari. maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Keadaan motivasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama Islam di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat cukup baik.hari dan dapat dijadikan sebagai pedoman hidup (Way of Life) sesuai dengan visi dan misi dari SLTPN 3 Kuningan itu sendiri. d. Usaha-usaha yang telah ditempuh oleh guru agama Islam SLTPN 3 Kuningan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada bidang studi pendidikan agama Islam diantaranya: Mengadakan kegiatan intra kurikuler yaitu dengan cara: Dengan menumbuhkan dan meningkatkan perhatian dan konsentrasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar agama Islam. Studi Islam Intensif. c. kegiatan keagamaan kerjasama antara sekolah dan remaja mesjid Syiarul Islam Kuningan ini dilaksanakan pada tiap hari Minggu. Peringatan hari-hari besar Islam seperti peringatan maulid Nabi SAW atau isra` mi`raj dengan mendatangkan penceramah dari luar. . Mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan di luar jam pelajaran sekolah/ kegiatan ekstra kurikuler yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa seperti: a. Yasinan. hal ini terbukti bahwa siswa memiliki motifasi kuat mengikuti mata pelajaran agama Islam. Dengan menumbuhkan semangat belajar agama Islam sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dalam diri siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Dengan mendorong siswa dan memberi kesempatan untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar agama Islam.

Guru hendaknya selalu membuat persiapan pengajaran. selalu maju dalam prestasi dan terampil sesuai dengan visi SLTPN 3 Kuningan. Guru dalam membina kepribadian siswa hendaknya diikuti dengan contoh atau teladan yang nyata dari guru (suri tauladan yang baik). Banyaknya sisi yang memakai jilbab di sekolah. hendaknya ada sistem integrasi pembelajaran agama dalam semua mata pelajaran. Ada peningkatan motivasi belajar agama pada siswa b. baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Hasil dari usaha guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi belajar agama pada siswa baik. sehingga akan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan dan siswa akan lebih termotivasi untuk lebih giat belajar agama. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terarah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dengan demikian semua guru akan lebih memiliki rasa tanggung jawab dalam menanamkan nilai agama Islam. karena dengan kelengkapan sarana prasarana yang ada di sekolah akan sangat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi belajarnya. Bagi guru agama Islam Guru hendaknya memperlakukan siswa sesuai dengan perkembangan psikologis siswa terutama dengan tingkat perkembangan jiwa dan agama siswa. Guru hendaknya meningkatkan kompetensi profesional sebagai seorang pengajar. hendaknya lebih meningkatkan kerjasama terutama dengan guru. Antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diadakan diluar jam mata pelajaran sekolah. 4. Bagi Siswa Hendaknya siswa lebih tekun lagi belajar. 3.3. Karena agama adalah merupakan bagian yang paling mendasar bagi manusia sebagai pegangan hidup baik di dunia maupun di akhirat. meliputi: a. khususnya belajar agama Islam. Dalam upaya membentuk siswa yang berakhlak mulia. . orang tua wali dan masyarakat serta semua komponen yang ada di sekolah sehingga kegiatan. Bagi sekolah Sekolah hendaknya melengkapi sarana prasarana pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam.SARAN Bagi kepala sekolah Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. c. SARAN.kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta memudahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan yang maksimal.

Bandung. Proses Belajar Mengajar.Nasution. Amin. 1996 Slameto. Jakarta. secara langsung maupun tidak langsung membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini. Tarsito. dan SLTA. Balai Pustaka. 19 Sardiman AM. Jakarta. 1988 Kuntcaraningrat. Institut Press. Rajawali. Bandung. Bina Aksara. Bimbaga Islam I. Rienika Cipta. Perencanaan Pengajaran. 1997 Moh. Pengantar Statistik Pendidikan. 1989 R. Bulan bintang. 1986 . Tiara Wacana. Pedoman Evaluasi PAI pada Sekolah Umum di SD. Raja Graffindo Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Rahman Saleh. Jemmars. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. AK. Metodologi Pengajaran Agama. SLTP. 1988 Tim penyusun Pusat dan Pengembangan Bahasa. Penulis ucapkan terima kasih dan semoga mendapat ridha dan balasan dari Allah SWT. Pasaribu. Jakarta. Fuad selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.. oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak sehingga penulis dapat memperbaiki kekurangan skripsi ini. Yogyakarta.Yogyakarta. Psikologi Pendidikan. Gramedia. 13 Juni 2004 Penulis (Lia Nur Fajar) ======================================================================== DAFTAR PUSTAKA Abd. Kanisius. 1973 Anas Sudjiono. Penulis menyadari bahwa skripsi ini mempunyai banyak kekurangan. Semoga Allah SWT meridhai dan menerima amal perbuatan kita. 1983 Imam Barnadib. Jakarta. IKIP Yogyakarta. Rahman Abror.L. 1988 S. Group. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. 1993 Abd. Pengalaman dan Motivasi Beragama . Dasar-Dasar Pendidikan Perbandingan. Didaktik Pendidikan Agama Islam. Jakarta. Zein. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. terutama Drs. Kepada semua pihak yang terlibat.PENUTUP Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada sang Khalik yang telah memberikan petunjuk. 1995 Nico Syukur. Pustaka Utama. Yogyakarta. Jakarta. Yogyakarata.. 1996 Depag RI. bimbingan dan pertolongan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ibrahim dan Nana S. Didaktik Asas-asas Mengajar. Yogyakarta. Moch. Jakarta.

Surabaya. Metodologi Research. 1983 BAB II GAMBARAN UMUM SLTPN 3 KUNINGAN JAWA BARAT Letak Geografis . S. Gramedia.1989 W. 1975 Zuhairini dkk. Psikologi Pendidikan. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Rajawali. 1996 Zakiah Darazat. 1990 Suharsimi Arikunto. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta.Sumardi Suryabrata. Usaha Nasional. Winkel. Pembinaan Remaja. Jakarta.. Jakarta. 1991 Sutrisno Hadi. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktis. Rineka Cipta. Jakarta. Bulan Bintang. Yayasan Penerbitan UGM. Jakarta.

Jadi sekolah ini adalah merupakan integrasi dari SMEP.57 A 31 dapun kepala-kepala sekolah yang pernah menjabat di SLTPN 3 Kuningan adalah: Didi S. serta kepala sekolah pertama SLTPN 3 Kuningan ini adalah mantan kepala sekolah ekonomi pertama yang bernama Didi S. BA : tahun 1967. Pramuka no.1997 . 030/ 4/979 berubah menjadi SLTPN 3 kuningan.56 Sejarah Singkat Berdirinya Pada awalnya SLTPN 3 Kuningan adalah merupakan sekolah menengah ekonomi pertama (SMEP) Kuningan dengan jumlah ruanagn ada 9 ruang dimana masing. Iwas Sumantri : tahun 1986-1988 Abbas. sehingga untuk lokasi bangunan pun memakai gedung bekas SMEP. karena hal ini dapat menciptakn suatu situasi dan kondisi edukatif yang nyaman.Letak sebuah sekolah sangat berpengaruh terhadap proses kegiatan belajar mengajar. aman dan tentram dengan prinsip efisiensi dan efektifitas yang dapat menumbuhkan dan mengembangkan motivasi belajar pada siswa. Adapun SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat ini secara geografis cukup strategis karena selain lingkungan sekitarnya berdekatan dengan lembaga pendidikan dan pesantren yang sangat kondusif untuk proses kegiatan belajar mengajar juga mudah di jangkau oleh alat transportasi sehingga memudahkan siswa untuk bersekolah di SLTPN 3 Kuningan. Sekolah ini terletak di Jl.masing kelas I sampai kelas III hanya ada 3 kelas. Kemudian pada tanggal 1 april 1979 dengan SK menteri no. hingga tahun 1986.104 Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan Jawa Barat yang di bangun di atas tanah seluas 5450 m dengan kondisi gedung yang sudah permanen sehingga sangat nyaman untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. BA. Sumantri. SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat adalah merupakan salah satu sekolah lanjutan pertama yang di kelola oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. BA : tahun 1988. Adapun batasan-batasan geografis SLTPN 3 Kuningan adalah sebagai berikut: Sebelah barat berbatasan dengan SMU Bina Utama Kuningan Sebelah timur berbatasan dengan STKIP/ STIE Kuningan Sebelah selatan berbatasan dengan perumahan penduduk Sebelah utara berbatasan dengan SD Purwawinangun IV dan Ponpes Miftahul Falah. Sumantri.1986 Drs.

: tahun 2003-sekarang58 Dari tahun ke tahun SLTPN 3 Kuningan mengalami perkembangan yang pesat. Tujuan Berdiri Tujuan umum didirikannya SLTPN 3 Kuningan adalah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang taqwa.M. Adapun struktur organisasi SLTPN 3 Kuningan adalah sebagai berikut: . SLTPN 3 Kuningan juga mempunyai visi dan misi yang di kembangkan yaitu: Visi Membentuk insan yang berakhlak mulia.Pd. S. siswa dan karyawan yang perlu mengembangkan diri untuk berprestasi. Misi Meningkatkan wawasan keagamaan melalui kegiatan keislaman dan ketaqwaan Meningkatkan prestasi melalui kegiatan belajar mengajar dan latihan secara intensif. Selain tujuan. diperlukan struktur organisasi yang tepat.Ak. hal ini terbukti dengan minat siswa untuk menuntut ilmu di sekolah ini semakin meningkat. terampil dan bertanggung jawab. S. Oleh karena itu untuk memperlancar pelaksanaan dan menangani kegiatan yang berlangsung dalam proses pengajaran. Meningkatkan profesionalisme kerja guru melalui kegiatan formal dan non formal. Bc.1999 Drs. E. S.59 Struktur Organisasi Sekolah Sekolah merupakan wadah kegiatan masyarakat yang terdiri dari guru. Hingga saat ini jumlah siswa di SLTPN 3 Kuningan mencapai 950 orang dengan jumlah guru 46 orang ditambah staff TU 12 orang.2001 Gari Mardiono. Sudarso : tahun 1999. maju dalam prestasi.Cibu. BA : tahun 1997..Pd. : tahun 2001-2003 Drs. trampil dalam berkarya. Setiawan. Meningkatkan kelengkapan sarana prasarana yang menunjang terhadap kemajuan sekolah. Meningkatkan koordinasi / hubungan dengan masyarakat dan instansi yang terkait.

Guru Bid.Struktur Organisasi SLTPN 3 Kuningan Kepala Sekolah Sekolah Sekolah Kepala TU BP 3 WAKASEK Kesiswaan WAKASEK Kurikulum Dewan Guru Wali Kelas ----. Studi Siswa .

Wakasek bidang kesiswaan Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini mempunyai tugas untuk menyusun program pembinaan kesiswaan. Karyawan dan Siswa Keadaan guru dan karyawan Salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan proses pembelajaran dalam sebuah lembaga adalah keberadaan guru. Di antara 46 orang yang bertugas di SLTPN 3 Kuningan. SLTPN 3 Kuningan mempunyai guru sebanyak 46 orang. pembagian tugas guru dan mengarahkan serta mengkoordinasi program pengajaran. mengorganisasikan. pembimbing dan penanggung jawab utama terhadap seluruh pelaksanaan proses pendidikan di sekolah dan pengajaran berdasar pada peraturan yang berlaku. karena tanpa adanya guru kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak akan mencapai tujuannya. Guru mempunyai tugas yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Setiawan. Keadaan Guru. mendorong kreatifitas.Kepala Sekolah : Drs. pengawas. Idih Supriadi Urusan Kurikulum: Rukmana M. melaksanakan bimbingan pengarahan dan pengendalian setiap kegiatan siswa serta menyusun laporan kegiatan siswa secara rutin. Wakil kepala Sekolah : Urusan Kesiswaan: R. bc. instruktur. Kepala TU : Ibu Tuti Tugas masing-masing komponen struktur organisasi SLTPN 3 Kuningan adalah: Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas sebagai pengelola. Pd. monitoring dan menyeleksi semua kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat. pemimpin. karena di tangan guru sebagian besar tujuan dan harapan kemajuan siswa. Kepala TU Kepala TU bertugas merapikan administrasi kepegawaian dan kesiswaan serta bertanggung jawab terhadap ketertiban administrasi sekolah dengan di bantu staf TU lainnya. M. Ak. Jumlah personal yang bertugas di TU ada 12 orang. Wakasek bidang kurikulum Wakil kepala sekolah bidang kurikulum mempunyai tugas untuk menyusun program pengajaran. Pd. terdapat dua orang guru agama Islam yaitu: . S.

Oleh karena itu keberadaannya perlu mendapat perhatian besar.Ag. gaji dan golongan diperoleh dari sekolah yang bersangkutan. mempunyai NIP dari departemen pendidikan dan kebudayaan atau dari Depag serta ditugaskan mengajar di SLTPN 3 Kuningan Jawa barat. Kedua guru agama tersebut adalah alumni-alumni Fakultas Tarbiyah STAI Cigugur Kuningan Jawa Barat. Guru Bantu Sekolah Guru bantu sekolah adalah guru yang di angkat oleh yang kepala sekolah bersangkutan atas persetujuan departemen pendidikan dan kebudayaan atau tingkat kabupaten sebagai tenaga honorer sehingga tidak ber-NIP. berikut penulis sajikan tabel mengenai daftar nama mengenai guru dan keadaan karyawan: TABEL I Daftar Nama Guru dan Mata Pelajaran di SLTPN 3 Kuningan NO NAMA GURU MATA PELAJARAN 01 . salah satu kompetensi (kompetensi professional) yang disyaratkan untuk menjadi seorang guru telah terpenuhi dengan latar belakang akademik kedua orang guru agama Islam tersebut. S.60 Dari data di atas maka dapat disimpulkan bahwa guru-guru yang ada di SLTPN 3 Kuningan antara professional dan akademis dengan tugas mengajar sudah cukup sesuai.. Untuk lebih jelasnya. Ag. Sedangkan yang di maksud karyawan di sini adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam rangka ikut mensukseskan tercapainya kegiatan pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. dan Arifudin. Adapun pembagian status sebagai guru ada dua yaitu: Guru Tetap Guru tetap adalah guru yang di angkat secara resmi dan mendapat SK dari pemerintah.Udin Syamsudin. S.

Spd Biologi 06 Udin Syamsudi. S.Sek/B. S. S. Amp. M.Pd Waka.K 09 Martutiningsih Bahasa Inggris 10 Rohanah Matematika 11 Tati R.K 03 M.Pd .Pd Kepala Sekolah 02 R.Drs. Bc. Iwan Setiawan. Abbas Karawitan 04 Suwarno Geografi 05 Sutarma. Idih Supriadi Wakil Kepala Sekolah/B.Ag Agama 07 Eed Junaidi Matematika 08 Rukama.Ak.

A Bahasa Inggris 13 Manan R Fisika 14 Eli Ukaliyah Bahasa Indonesia 15 Yati Rohyati. S.Pd Bahasa Inggris 19 Tuti S. Amp. S.Ag Agama 18 Lili H.Pd Bahasa Indonesia 20 Susilowati. S.Pd Sejarah 16 Bambang.Pd B. Atin T.K 17 Arifuddin. S. S.Spd Biologi 21 Abdul Hais. S.Bahasa Indonesia 12 Hj.Pd Pen Jas Kes . B.

S.Pd Pen Jas Kes 29 N Maemunah. Amp. Amp. S. S.Pd Fisika 26 Saehonah.Pd Bahasa Indonesia 32 .Pd Ekonomi 24 Tuti Suparti.Pd KTK 23 Asep S.22 Dian R.Pd Bahasa Inggris 31 Aan Suhanah.Pd Bahasa Indonesia 27 Yayan R Pembukuan 28 Rahayu. Amp. S. Amp. S.Pd Fisika 25 Yayah S.Pd Geografi 30 Aah A.

Amp. S.A . S. S.Pd KTK 42 Warno. Amp.Pd Matematika 38 Bartolomeus.Pd Karawawitan 41 Nur Siti Dian.Pd Matematika 36 Yayat M. B.Pd Bahasa Indonesia 34 Nurhasanah. Amp.Pd Sejarah/ Bahasa Inggris 40 Ratna Ningrum.Uum Purwaningsih PPKN 33 Yoyoh K.Pd Matematika 35 Lina S.Pd PPKN 37 Nina K.Pd Biologi 39 Haeruddin. Amp. Amp. S.

S. S.K 46 Imas P.Bahasa Indonesia 43 Yiyi Khoiriyah Pembukuan 44 Iin Herlina Ekonomi 45 Suryatiningsih.Pd Bahasa Indonesia TABEL II Keadaan Guru dan Karyawan SLTPN 3 Kuningan Ijazah Jumlah Pegawai Jumlah Sarjana 23 Guru tetap 43 Sarjana Muda 12 GBS 3 D2 3 .Pd B.

Potensi dan tingkat motivasi dalam belajar akan sangat menentukan .TU tetap 5 D1 8 TU tidak Tetap 5 SLTA 6 TU Kontrak 5 SLTP 1 Lain-lain SMK 4 SD 1 Keadaan Siswa SLTPN 3 Kuningan Siswa merupakan subyek didik yang perlu dipahami dan dipertimbangkan dalam kebijaksanaan proses belajar mengajar.

61 Untuk lebih jelasnya. Secara keseluruhan siswa SLTPN 3 Kuningan berjumlah 950 siswa.proses pelaksanaan dan keberhasilan pendidikan. Pada umumnya siswa SLTPN 3 Kuningan berasal dari sekolah dasar. Kelas II 327 3. Ajaran 2003/ 2004 Menurut Agama No Kelas Agama Jumlah Islam . secara rinci dapat di lihat pada tabel di bawah ini: TABEL III Jumlah Siswa Menurut Tingkatan Kelas No Tingkat Jumlah 1. Kelas I 312 2. yang terdiri dari 477 putra dan 473 putri. Kelas III 311 Jumlah 950 TABEL IV Keadaan Siswa SLTPN 3 Kuningan Th.

III 308 2 1 311 Jumlah 931 12 .Kristen Katolik Hindu Buddha 1. II 314 8 5 327 3. I 309 2 1 312 2.

Keadaan sarana dan prasarana Dalam kegiatan belajar mengajar. . peringatan hari besar Islam di sertai lomba. shalat berjama`ah.Hal ini di dukung dengan adanya mushala yang selain dapat dijadikan sebagai sarana ibadah juga berfungsi sebagai sarana ukhuwah Islamiah antara sesama siswa dan guru serta karyawan lainnya dengan diadakannya kegiatan.kegiatan keagamaan. hal ini berguna untuk mempermudah usaha atau memperlancar terlaksananya proses pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar yang lebih baik sehingga tercapai tujuan yang telah ditetapkan. sangatlah diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai.lomba dan lain.lain.6 1 950 Adapun aktifitas atau kegiatan siswa selain kegiatan yang bersifat kurikuler juga ada kegiatan yang bersifat ekstra kurikuler baik yang umum maupun kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin seminggu sekali. Keadaan Sosial keagamaan di sekolah Pelaksanaan PAI dan suasana kehidupan keberagamaan siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat berjalan baik. Adapun sarana dan prasarana yang ada di SLTPN 3 Kuningan adalah sebagai berikut: 1 Ruang kepala sekolah 16 Ruang kelas 2 Ruang guru 1 Ruang UKS 1 Ruang Laboratorium 1 Ruang BP/BK 1 Ruang OSIS 1 Perpustakaan 1 Musholla 1 Ruang ketrampilan 1 Ruang Koperasi 3 ruang kamar mandi/ WC62 4.

136 13 Suharsimi.5 6 Abd..J.. 1989) hal. 1991) hal. 79-80. Purwodarminto. dkk. Proses Belajar Mengajar ( Bandung: Tarsito. hal 127 . (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan UGM. hal. 29-30 11 Suharsimi Arikunto. cit.1989) hal. Dasar-Dasar Pendidikan Perbandingan (Yogyakarta: Institut Press.S. Metode Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia.138 9 S.121 24 Ibid. Rahman Abror. Metode-metode Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia.173 19 Sutrisna Hadi. hal.950 4 I. 50 5 Nana Sudjana. 1996) hal.1994) hal. S. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. Nasution. Rineka Cipta. 34 3 Tim Penyusun Pusat dan Pengembangan Bahasa. Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Rajawali. 1989) hal. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Surabaya: Usaha Nasional. 1988) hal.L. 14 Sutrisno Hadi.1983) hal. Paradigma Pendidikan Islam (Bandung: Rosda Karya. Rahman Saleh. 1996) hal. 129 17 Suharsimi. 193 16 Kuntjaraningrat. Psikologi Pengajaran (Jakarta: Gramedia.cit. Tabrani R. Raja Grafindo. 1997) hal. dkk. op. Didaktik Asas-Asas Mengajar (Bandung: Jemmars. IKIP Yogyakarta. hal. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Rosdakarya. Didaktik PAI (Jakarta: Bulan Bintang. 2001) hal.1975) hal. Metodologi Research. op. 1993) hal. op. 40 21 Abd..1990) hal. hal. Simanjuntak. 136 15 Ibid. 10 Imam Barnadib. Pustaka Utama. Persada. op. 114 22 W.cit. Prosedur Penelitian Menurut Pendekatan Praktis (Jakarta. mereka saling menghormati dan toleransi satu sama lain serta tidak membedabedakan dalam bergaul.. Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: Tiara Wacana. 92 23 A.CBSA dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru. hal. 42 20 Anas Sudjiono. cit. Pasaribu dan B. 1136 2 Zuhairini..1992) hal. 1996) hal.. 124 18 Kunctaraningrat. 90 12 Sutrisno Hadi. AM. 1986) hal.19 7Sardiman.Pergaulan antara siswa yang beragama Islam dengan siswa yang beragama non muslim pun cukup baik. Winkel.123 8 Muhaimin. 1 W. 1989) hal.

Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Graffindo Persada.. dkk. 1995) hal. 76 30 Sardiman. op. Group. 9-12 45 Ibid. SLTP.. 92-94 37 Internet. hal. 150 26 Nico Syakur. hal 121 36 Sardiman. 1990) hal. op. Metode Khusus PAI .. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta.. 34-35 35 A.S.op. 1996) hal. Metodik Khusus Pendidikan Agama (Surabaya: Usaha Nasional. hal. Pedoman Evaluasi PAI pada Sekolah Umum di SD. cit.hal.. hal.. hal. Pengalaman dan Motivasi Beragama ( Yogyakarta. L. 38 Sardiman AM. Psikologi Pengajaran (Jakarta: Gramedia. 142 31 Slameto. 123 39 Zuhairini dkk. hal. 57 33PT IAIN. Rajawali.net..25 W. 1983) hal. 1989) hal. Tabrani.cit. CBSA (Bandung: Sinar Baru.geogle. 15 41 Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan (Bandung: Rosda Karya. dkk. op..252 42 Muhaimin. 1988) hal. Psikologi Pendidikan (Jakarta. Pasaribu.cit. Com.. 253 29 I. 34 40 Nana Sudjana. cit. hal. 156 47 Dokumen dan wawancara dengan guru agama Islam pada tanggal 15 Maret 2004 48 Wawancara dengan guru agama Islam pada tanggal 5 Maret 2004 49 Di ambil dari data siswa SLTPN 3 Kuningan tahun ajaran 2002/ 2003 50 Ibid . Winkel. Metodologi Pengajaran Agama ( Yogyakarta: AK. op. 72 27 Ibid. 1996) hal. cit.. situs www. 7 44 Ibid. Bina Aksara. dan SLTA (Jakarta. op... 1995) hal. 206-207 34 Nana Sudjana. op. hal. hal. 1988) hal. cit. 8 46 Muhaimin. AM. 73 28 Sumardi Suryabrata. . Bimbaga Islam) hal.. Kanisius. 79 43 Depag RI. AM. Zein. cit. 100 32 Moh.

51 Observasi pada tanggal 18 desember 2003 52 Wawancara dengan guru agama pada tanggal 15 Maret 2004 53 Wawancara dengan guru agama pada tanggal 12 Maret 2004 54 Ibid 55 Wawancara dengan guru agama Islam pada tanggal 15 Maret 2004 56 Hasil Observasi pada tanggal 04 Desember 2003 57 Wawancara dengan wakil Kepala sekolah pada tanggal 17 desember 2003 58 Ibid 59 Dokumentasi pengembangan SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat 60 Dokumentasi dan wawancara dengan kepala TU tanggal 19 Desember 2003 61 Ibid 62 Dokumentasi dan wawancara dengan Kepala TU pada tanggal 20 Desember 2003 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful