Perilaku dan partisipasi politik di Indonesia???

Perilaku politik Perilaku politik atau (Inggris:Politic Behaviour)adalah perilaku yang dilakukan oleh insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya sebagai insan politik.Seorang individu/kelompok diwajibkan oleh negara untuk melakukan hak dan kewajibannya guna melakukan perilaku politik adapun yang dimaksud dengan perilaku politik contohnya adalah: • Melakukan pemilihan untuk memilih wakil rakyat / pemimpin • Mengikuti dan berhak menjadi insan politik yang mengikuti suatu partai politik atau parpol , mengikuti ormas atau organisasi masyarakat atau lsm lembaga swadaya masyarakat • Ikut serta dalam pesta politik • Ikut mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang berotoritas • Berhak untuk menjadi pimpinan politik • Berkewajiban untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai insan politik guna melakukan perilaku politik yang telah disusun secara baik oleh undang-undang dasar dan perundangan hukum yang berlaku Sumber perilaku politik manusia Sumber perilaku politik Sumber perilaku politik pada dasarnya adalah budaya politik, yaitu kesepakatan antara pelaku politik tentang apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Kesepakatan ini tidak selalu bersifat terbuka, tetapi ada pula yang bersifat tertutup. Kesepakatan untuk menerima amplop setiap kali dilakukan pembahasan RUU merupakan kesepakatan gelap (illicit agreement). Membayar "uang pelicin" kepada para petinggi politik untuk mendapatkan dukungan partai dalam rebutan jabatan bupati, wali kota, dan gubernur merupakan tindakan yang dianggap sah dalam budaya politik kita kini. Suatu budaya politik biasanya berlaku selama periode tertentu. Ketika datang perubahan penting dalam konstelasi politik, datang pula para pelaku baru dalam gelanggang politik, terbukalah kesempatan untuk memperbarui budaya politik. Di negara kita budaya politik para perintis kemerdekaan berbeda dari budaya politik pada zaman demokrasi parlementer, dan ini berbeda dengan budaya politik yang tumbuh dalam zaman Orde Baru. Zaman reformasi ini juga melahirkan budaya politik baru, yang kemudian melahirkan perilaku politik yang menyusahkan banyak orang. Di sementara kalangan budaya politik kita disebut dengan "budaya politik aji mumpung". Politik dapat dimaknai sangat luas hampir tak terbatas. Dalam wacana politik versi Yunani, perhatian utama ilmu politik lebih pada pengetahuan politik, proses dan tindakan para aktor politik. Siapakah pelaku-pelaku politik tersebut? Pelaku politik bisa berupa lembaga, individu maupun kelompok yang memiliki kepentingan politik dan melakukan aktivitas-aktivitas politik, baik yang dilakukan secara formal maupun informal. Dalam memahami bentuk perilaku politik, dapat dipergunakan pendekatan respon politik (behavioralisme), yang mengetengahkan partisipasi politik, baik secara historis, sosiologis, tradisional dan lainnya. Partisipasi politik adalah perilaku luar individu warga negara yang bisa diamati dan bukan merupakan perilaku dalam yang berupa sikap atau orientasi. Bentuk partisipasi politik dibedakan menjadi kegiatan politik konvensional (normal dalam demokrasi

dalam proses pembentukan kebijakan umum. antara lain terdiri atas: ras. ( The term political participation will refer to those voluntary activities by which members of a society share in the selection of rulers and. penuh kekerasan dan revolusioner). dan secara langsung atau tidak langsung. budaya politik merupakan seperangkat nilai-nilai yang menjadi dasar para aktor untuk menjalankan tindakan-tindakan dalam ranah politik. ( Ramlan Surbakti ) • Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di . direcly or indirectly. in the formation of public policy ). secara langsung maupun tidak langsung. Menurut mereka Partisipasi Poilitik adalah kegiatan warga yang bertindak sebagai pribadi – pribadi. yang dimaksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. Atau. etnik. bahasa. mempengaruhi kebijakan pemerintah.modern) dan non-konvensional (legal maupun ilegal. kekuasaan. mantap atau sporadis. organized or spontaneous. Latar budaya politik beraneka ragam. Berikut beberapa definisi Partisipasi Politik : • Partisipasi politik adalah kegiatan – kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa. Dalam partisipasi politik. Partisipasi politik berarti keikutsertaan warga negara biasa (yang tidak mempunyai kewenangan) dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. berarti dimungkinkan terdapat hubungan antara pemerintah dan masyarakatnya. secara praktis. Dengan keragaman latar budaya politik tersebut dimungkinkan muncul sengketa politik. ( By political participation we mean activity by private citizens designed to influence government decision making. diperlukan kesadaran dan partisipasi politik yang bijak untuk mengatasinya. legal or illegal. Budaya politik merupakan orientasi psikologis terhadap obyek sosial yang meliputi aspek kognitif. peaceful or violent. adat. dan masalah-masalah khusus misalnya hak-hak warga negara. effective or ineffective ). Hardwick ) • Partisipasi politik ialah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif. partisipasi dan kontribusi (interaksi timbal balik). legal atau ilegal. agama dan lain sebagainya. antara lain dengan jalan memilih pimpinan Negara dan. Hunington dan Joan M. Maka. yang umumnya berkisar pada kepentingan ekonomi. Definisi Partisipasi Politik Secara umum definisi Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. Participation may be individual or collective. Partisipasi Politik 1. Dan peningkatan partisipasi politik. afektif dan evaluatif yang ditujukan kepada sistem politik secara umum. ( Kevin R. Nelson dalam No Easy Choice: Political Participation in develoving Countries member tafsiran yang lebih luas dengan memasukan secara eksplisit tindakan illegal dan kekerasan. warga negara berupaya menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka terhadap pejabat-pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingan-kepentingan tersebut. Untuk membangun interaksi antara pemerintah dan masyarakat diperlukan proses. ( Herbert Mc Closky ) • Dalam hubungan dengan Negara – Negara baru Samuel P. terorganisir atau spontan. baik secara kualitas maupun kuantitas merupakan kunci demokrasi. sustained or sporadic. secara damai atau dengan kekerasan. Penyelesaian persengketaan sulit dilakukan apabila hanya mengakomodasi kepentingan salah satu kepentingan. • Partisipasi politik memberi perhatian pada cara-cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah. efektif atau tidak efektif.

Kedua. bahkan sampai merusak fasilitas umum. dengan jenis dan bentuk partisipasi yang sangat banyak. Negara yang otoriter kerap memakai kekerasan untuk memberangus setiap prakarsa dan partisipasi warganya. Jenis Partisipasi Politik Partisipasi politik sangat terkait erat dengan seberapa jauh demokrasi diterapkan dalam pemerintahan. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial.( Michael Rush dan Philip Althoft ) 2. maka biasanya tingkat partisipasi politik warganya sangat stabil. Negara yang sedang meniti proses transisi dari otoritarianisme menuju demokrasi galib disibukkan dengan frekuensi partisipasi yang meningkat tajam. Secara sederhana. Masalah siapa yang berhak berpartisipasi dan pembuatan keputusan politik menjadi penting dan mengakibatkan perubahan dalam pola partisipasi politik. Bisa jadi ia ingin mengatakan penolakan atau ketidakpuasannya terhadap kinerja elite politik di pemerintahan maupun partai dengan cara golput. prosedur dan waktu partisipasi ditentukan sendiri oleh anggota masyarakat yang melakukan partisipasi itu sendiri (PPIM. dialog. c. Terjadi perjuangan kelas menentang melawan kaum aristokrat yang menarik kaum buruh dan membantu memperluas hak pilih rakyat. petisi. tidak fluktuatif. seperti memboikot. Penyebab Timbulnya Gerakan Partisipasi Politik Menurut Myron Weiner. Ide demokratisasi partisipasi telah menyebar ke bangsa-bangsa baru sebelum mereka mengembangkan modernisasi dan industrialisasi yang cukup matang. terdapat lima penyebab timbulnya gerakan ke arah partisipasi lebih luas dalam proses politik. jenis partisipasi politik terbagi menjadi dua: Pertama. terutama pemilu dan kampanye. menunjukkan komitmen partisipasi warga. Konflik antar kelompok pemimpin politik.dalam sistem politik. maka yang dicari adalah dukungan rakyat. Karenanya. Artinya. e. jika timbul konflik antar elite. partisipasi secara konvensional di mana prosedur dan waktu partisipasinya diketahui publik secara pasti oleh semua warga. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial. Modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang menyebabkan masyarakat makin banyak menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik. partisipasi secara non-konvensional. Wujud dari protes sosial ini juga beragam. . dan kebudayaan. Keikutsertaan dan ketidakikutsertaan dalam pemilu menunjukkan sejauhmana tingkat partisipasi konvensional warganegara. ekonomi. turun ke jalan. yaitu sebagai berikut : a. mogok. maka tak heran bila bentuk-bentuk partisipasi politik ini sangat beragam. alih-alih bentuk dan kuantitas partisipasi meningkat. dan karenanya. 2001). Jenis partisipasi yang pertama. menyalurkannya melalui protes sosial atau demonstrasi. Pengaruh kaum intelektual dan kemunikasi masa modern. Tapi orang yang tidak menggunakan hak memilihnya dalam pemilu bukan berarti ia tak punya kepedulian terhadap masalah-masalah publik. Seseorang yang ikut mencoblos dalam pemilu. yang terjadi warga tak punya keleluasaan untuk otonom dari jari-jemari kekuasaan dan tak ada partisipasi sama sekali dalam pemerintahan yang otoriter. Sementara jenis partisipasi politik yang kedua biasanya terkait dengan aspirasi politik seseorang yang merasa diabaikan oleh institusi demokrasi. Meluasnya ruang lingkup aktivitas pemerintah sering merangsang timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisasi akan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik. d. secara sederhana. b. mulai dari yang bersifat “konstitusional” hingga yang bersifat merusak sarana umum. Karena begitu luasnya cakupan tindakan warga negara biasa dalam menyuarakan aspirasinya. 3. Negara yang telah stabil demokrasinya.

Orang Amerika tidak terlalu bergairah untuk member suara dalam pemilihan umum. golongan buruh. Hal ini dilakukan karena menurut mereka . profesi dan sebagainya. 5. Di Amerika Serikat umumnya voter turnout lebih rendah dari Negara – Negara eropa barat. Di Negara – Negara otoriter yang sudah mapan seperti China menghadapi dilema bagaimana memperluas partisipasi tanpa kehilangan kontrol yang dianggap mutlak diperlukan untuk tercapainya masyarakat yang diharapkan. Melalui pembinaan yang ketat potensi masayarakat dapat dimanfaatkan secara terkontrol. Karena itu. Biasanya dibagi – bagi jenis kegiatan berdasarkan intensitas melakukan kegiatan tersebut. Prilaku warga Negara yang dapat dihitung itensitasnya adalah melalui perhitungan persentase orang yang menggunakan hak pilihnya ( voter turnout ) disbanding dengan warga Negara yang berhak memilih seluruhnya. dan menggabungkan diri dengan organisasi organisasi seperti organisasi politik.4. bentuk partisipasi politik masyarakat yang paling mudah diukur adalah ketika pemilihan umum berlangsung. Tetapi ada unsur mobilisasi partisipasi di dalamnya karena bentuk dan intensitas partisipasi ditentukan oleh partai. Kegiatan sebagai aktivis politik ini mencakup antara lain menjadi pimpinan partai atau kelompok kepentingan. ketika itu ratusan mahasiswa kehilangan nyawanya dalam bentrokan dengan aparat. karena secara formal kekuasaan ada di tangan rakyat. Partisipasi Politik di Negara Otoriter Di Negara otoriter seperti komunis. partisipasi politik juga dapat di bina melalui organisasi – organisasi yang mencakup golongan pemuda. Ada kegiatan yang yang tidak banyak menyita waktu dan yang biasanya tidak berdasarkan prakarsa sendiri besar sekali jumlahnya dibandingkan dengan jumlah orang yang secara aktif dan sepenuh waktu melibatkan diri dalam politik. partisipasi masa diakui kewajarannya. Akan tetapi mereka lebih aktif mencari pemecahan berbagai masalah masyarakat serta lingkungan melalui kegiatan lain. Partisipasi Politik di Negara Berkembang Negara berkembang adalah negara – Negara baru yang ingin cepat mengadakan pembangunan untuk mengejar ketertinggalannya dari Negara maju. rezim otoriter selalu mengusahakan agar persentase pemilih mencapai angka tinggi. Di Negara yang menganut paham demokrasi. Di luar pemilihan umum.Partisipasi Politik di Negara Demokrasi Di negara demokrasi. Hal ini memerlukan pengarahan yang ketat dari monopoli partai politik. Terutama. Akan tetapi perlu diingat bahwa umumnya system pemilihan di Negara otoriter berbeda dengan system pemilihan di Negara Demokrasi. bisnis. Tetapi tujuan yang utama dari partisipasi massa dalam masa pendek adalah untuk merombak masyarakat yang terbelakang menjadi masyarakat modern dan produktif. partisipasi dapat ditunjukan di pelbagai kegiatan. serta organisasi – organisasi kebudayaan. Melebihi kegiatan Negara demokrasi di Barat. Seperti yang dilakuakn oleh China di tahun 1956/1957. terutama karena hanya ada satu calon untuk setiap kursi yang diperebutkan. Partisipasi yang bersifat community action terutama di Uni soviet dan China sangat intensif dan luas. Jika kontrol ini dikendorkan untuk meningkatkan partisipasi. persentase yang tinggi dalam pemilihan umum dinilai dapat memperkuat keabsahan sebuah rezim di mata dunia. Namun pengendoran kontrol ini tidak berlangsung lama. Pada saat itu dicetuskannya gerakan “Kampanye Seratus Bunga” yaitu dimana masyarakat diperbolehkan untuk menyampaikan kritik. maka ada bahaya yang nantinya akan menimbulkan konflik yang akan mengganggu stabilitas. dan para calon tersebut harus melampaui suatu proses penyaringan yang ditentukan dan diselenggarakan oleh partai komunis. 6. Sesuda terjadi tragedy Tiananmen Square pada tahun 1989. karena ternyata tajamnya kritik yang disuarakan dianggap mengganggu stabilitas nasional. dan akhirnya pemerintah memperketat kontrol kembali.

R (1969) peran serta politik masyarakat didasarkan kepada politik untuk menentukan suatu produk akhir. Kesadaran Politik. Di beberapa Negara berkembang partisipasi bersifat otonom. 1985:22). Komunikasi politik adalah suatu komunikasi yang mempunyai konsekuensi politik baik secara aktual maupun potensial. untuk meningkatkan kesadaran kritis dan keterampilan masyarakat melakukan analisis dan pemetaan terhadap persoalan aktual dan merumuskan agenda tuntutan mengenai pembangunan (Cristina. memberikan aspirasi atau masukan (ide. Peran sertanya masyarakat dapat menolong penanganan masalah – masalah yang timbul dari perbedaan etnis. 1993:8). status sosial. 2. minat dan perhatian seseorang terhadap lingkungan masyarakat dan politik (Eko. tingkat pendidikan dan jumlah keluarga. Pengetahuan Masyarakat terhadap Proses Pengambilan Keputusan. ekonomi. 1969:215). Kesadaran politik menyangkut pengetahuan. b. 2000:192). Faktor Sosial Ekonomi Kondisi sosial ekonomi meliputi tingkat pendapatan. Faktor Politik Arnstein S. 3. Tingkat kesadaran politik diartikan sebagai tanda bahwa warga masyarakat menaruh perhatian terhadap masalah kenegaraan dan atau pembangunan (Budiarjo. Kontrol Masyarakat terhadap Kebijakan Publik. Juga mengemukakan ekspresi politik. Di beberapa Negara yang rakyatnya apatis.2002:65). c. dapat menyebabkan dua hal yaitu menimbulkan anomi atau justru menimbulkan revolusi. Komunikasi Politik. Pengetahuan masyarakat terhadap proses pengambilan keputusan akan menentukan corak dan arah suatu keputusan yang akan diambil (RamlanSurbakti 1992:196). Pembentukan identitas nasional dan loyalitas diharapkan dapat menunjang pertumbuhannya melalui partisipasi politik. sebab jika tidak partisipasi akan menghadapi jalan buntu. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Masyarakat 1. tidak selalu demikian halnya. Kontrol masyarakat terhadap kebijakan publik yakni masyarakat menguasai kebijakan publik dan memiliki kewenangan untuk mengelola suatu obyek kebijakan tertentu (Arnstein. Oleh karena itu jika hal ini terjadi di Negara. Komunikasi politik antara pemerintah dan rakyat sebagai interaksi antara dua pihak yang menerapkan etika (Surbakti. 1992:119). artinya lahir dari diri mereka sendiri. Faktor Fisik Individu dan Lingkungan Faktor fisik individu sebagai sumber kehidupan termasuk fasilitas serta ketersediaan pelayanan umum. pemerintah menghadapi menghadapi masalah bagaimana caranya meningkatkan partisipasi itu. Faktor politik meliputi : a. d. Kontrol untuk mencegah dan mengeliminir penyalahgunaan kewenangan dalam keputusan politik (Setiono. Tetapi jika hal itu terjadi di Negara berkembang. 2001:71). kontrol masyarakat dalam kebijakan publik adalah the power of directing. yang mengatur kelakuan manusia dalam keberadaan suatu konflik. Arnstein1969:215). masih terbatas. agama dan sebagainya. Faktor lingkungan adalah kesatuan ruang .Negara maju sering kali dianggap sebagai tanda adanya kepuasan terhadap pengelolaan kehidupan politik. 2000:14). budaya.berhasil atau tidaknya pembangunan itu tergantung dari partisipasi rakyat. gagasan) tanpa intimidasi yang merupakan problem dan harapan rakyat (Widodo. (Nimmo.

keadaan. yang berlangsungnya berbagai kegiatan interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta lembaga dan pranatanya (K.blogspot. Faktor nilai budaya menyangkut persepsi.dan semua benda. pengetahuan. Nilai budaya politik atau civic culture merupakan basis yang membentuk demokrasi.1993:13). Bradi. 1995). kondisi dan makhluk hidup. Sholozman. dan kepercayaan politik. Faktor Nilai Budaya Gabriel Almond dan Sidney Verba (1999:25). hakekatnya adalah politik baik etika politik maupun teknik (Soemitro 1999:27) atau peradapan masyarakat (Verba.com/2009/01/perilaku-dan-partisipasi-politik-di. Manullang dan Gitting.html . http://mediakita-kita. sikap. 4. daya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful