P. 1
Central Serous Retinopathy

Central Serous Retinopathy

|Views: 138|Likes:
Published by Nurul Fitri Rizkya
retinopathy mata
retinopathy mata

More info:

Published by: Nurul Fitri Rizkya on Oct 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2014

pdf

text

original

Central Serous Retinopathy ( CSR

)
Latar Belakang Central serous retinopathy ( CSR ) atau lebih dikenal dengan nama retinopati serosa sentral adalah suatu kelainan pada retina, tepatnya pada macula lutea, penyakit ini jarang ditemukan, bersifat unilateral, self limited desease dan ditandai oleh pelepasan serosa sensorik sebagai akibat dari kebocoran setempat cairan dari koriokapilaris melalui defek di epitel pigmen retina. Penyakit ini biasanya mengenai pria berusia muda sampai pertengahan dan mungkin berkaitan dengan kejadian-kejadian stress kehidupan ( Vaughan et all, 2000 ).

Penjelasan mengenai hal ini adalah karena pria cenderung mempunyai kehidupan yang lebih stress, paparan terhadap kejahatan lebih tinggi, jam kerja yang lebih panjang, tanggung jawab keuangan yang lebih besar dan pekerjaan yang lebih berbahaya ( Chandra Chauhari dr, 2005 ).

Melalui peneletian retrospektif, Haimovici mendapatkan bahwa steroid sistemik dan kehamilan merupakan faktor sistemik yang berhubungan dengan pembentukan CSR. Faktor resiko lainnya adalah pemakaian antibiotik, konsumsi

hipertensi yang tidak terkontrol. 2000 ). 9. Lapisan sel ganglion. Membrane limitans eksterna. Lapisan-lapisan retina mulai dari sisi dalamnya adalah : 1. dan multilapis yang melapisi bagian dalam dua per tiga posterior dinding bola mata ( Vaughan et all. 4. yang mengandung sambungan-sambungan sel ganglion dengan sel amakrin dan bipolar 5. Merupakan selembar tipis jaringan saraf yang semitransparan. yang terdiri dari lapisan-lapisan badan sel dan prosesus sinaptik. 2005 ). yang mengandung akson-akson sel ganglion yang berjalan menuju nervus opticus.alkohol. amakrin dan sel horizontal. Lapisan pleksiformis luar. Epitelium pigmen retina Gambar Lapisan Retina . Lapisan fotoreseptor segmen dalam dan luar batang dan kerucut 10. Lapisan inti luar sel fotoreseptor. yang mengandung sambungan-sambungan sel bipolar dan horizontal dengan fotoreseptor. 3. dan penyakit saluran nafas alergik ( Chandra Chauhari dr. Anatomi Retina Retina manusia merupakan suatu struktur yang sangat terorganisir. 6. 8. Lapisan serat saraf. 7. Lapisan pleksiformis dalam. Lapisan inti dalam badan sel bipolar. Membrane limitans interna 2.

Gambar Retina Normal .

digunakan terutama untuk penglihatan perifer dan malam ( skotopik ) ( Vaughan et all. Di fovea sentralis. 2000 ). Di retina perifer. dan diperlukan system pemancar yang lebih kompleks. Akibat dari susunan ini adalah bahwa macula terutama digunakan untuk penglihatan sentral dan warna ( penglihatan otopik ) sedangkan bagian retina yang lainnya. yang sebagian besar terdiri dari fotoreseptor batang. terdapat hubungan antara fotoreseptor kerucut. dan sebagian besar selnya adalah sel kerucut. sebagai suatu reseptor kompleks dan sebagai suatu transducer yang efektif. mata harus berfungsi sebagai suatu alat optis. . dan hal ini menjamin penglihatan yang tajam. banyak fotoreseptor dihubungkan ke sel ganglion yang sama. Macula bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan yang terbaik dan untuk penglihatan warna. sel gangglionnya dan serat saraf yang keluar.Untuk melihat. Sel-sel batang dan kerucut di lapisan fotoreseptor mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi suatu impuls saraf yang dihantarkan oleh lapisan serat saraf retina melalui saraf opticus dan akhirnya ke korteks penglihatan.

serta berperan dalam regenerasi rodopsin dan opsin sel kerucut. dimana tajam penglihatan akan turun secara mendadak dengan terdapatnya skotoma sentral dengan metamorfopsia ( Ilyas S. memfasilitasi pasase nutrient dan metabolit antara retina dan koroid. 2003 ). Bruce et all . Epitel pigmen retina ( RPE ) terbentuk dari satu lapis sel. Retinopati serosa sentral atau korioretinopati serosa sentral adalah sebuah penyakit dimana terdapat ablasio serosa retina neurosensorik sebagai akibat . senjakala oleh kombinasi sel kerucut dan batang. Definisi Retinopati serosa sentral ( CSR ) merupakan kelainan pada makula lutea berupa penimbunan cairan yang mengakibatkan edema makula. pigmen visual fotoreseptor yang mengolah kembali vitamin A. Retinopati serosa sentral terutama terdapat pada dewasa muda. dan penglihatan malam oleh fotoreseptor batang ( Vaughan et all. Lapisan ini berfungsi memfagosit sisa segmen eksternal sel batang dan kerucut. RPE juga mengandung granula melanin yang mengabsorpsi cahaya yang terpencar (James. melekat longgar pada retina kecuali diperifer ( ora serata ) dan disekitar lempeng optic. 2000 ). RPE ini membentuk mikrovili yang menonjol diantara lempeng segmen luar sel batang dan sel kerucut dan menyeimbanginya. Penglihatan siang hari terutama diperantarai oleh fotoreseptor kerucut. 2005 ). Laki-laki lebih banyak terkena dibanding wanita terutama yang sedang menderita stress berat.Fotoreseptor kerucut dan batang terletak dilapisan terluar yang avaskular pada retina sensorik dan merupakan tempat berlangsungnya reaksi kimia yang mencetuskan proses penglihatan.

Secara klasik. Bagaimanapun. MD. 2010 ). epitel pigmen retina terdekompensasi) yang ditandai dengan lepasnya retina neurosensorik melewati area atrofi epitel pigmen retina dan pigmen mottling. Retinopati serosa sentral juga dihubungkan dengan kortisol dan kortikosteroid. MD. Retinopati serosa sentral dapat dibagi menjadi dua gambaran klinis yang berbeda. Kemungkinan berkaitan dengan kejadian-kejadian stress (Theng Oh K. 2000 ) ( Theng Oh K. MD. retinopati serosa sentral disebabkan oleh satu atau lebih kebocoran terpisah yang berlainan pada tingkat epitel pigmen retina yang terlihat pada angiografi fluoresens. seperti neovaskularisasi koroid. kehidupan . 2010 ). 2010 ). MD. 2005 ). 2010 ). inflamasi atau tumor harus dipisahkan untuk membuat diagnosis ( Theng Oh K. retinopati serosa sentral kronik. MD. Selama angiografi fluoresens area hiperfluoresens granular yang luas berisi satu atau beberapa kebocoran halus yang terlihat ( Theng Oh K. dan orang dengan tingkat kortisol lebih tinggi daripada normal juga memiliki kecenderungan untuk menderita retinopati serosa sentral (Theng Oh K. Penyebab Retinopati serosa sentral sering disebut retinopati serosa sentral idiopatik yang artinya penyebabnya tidak diketahui ( Ilyas S.dari kebocoran cairan setempat dari koriokapilaris melalui suatu defek di epitel pigmen retina ( Vaughan et all. saat ini diketahui bahwa retinopati serosa sentral dapat muncul sebagai disfungsi epitel pigmen retina difus (misal epiteliopati pigmen retina difus. 2010 ). Penyebab-penyebab lain bocornya epitel pigmen retina.

2005 ). RPE ( retinal pigment epithelium ) detachment. Lubang kebocoran ini merupakan suatu pintu masuk untuk mengalirnya cairan dari bawah lapisan epitel pigmen ke ruangan dibawah retina sehingga terjadi pengumpulan cairan dibawah retina. . dan pemakaian glukokortikoid ( Chandra Chauhari dr. Patofisiologi Kebocoran ( leakage ) pada lapisan epitel pigmen diduga disebabkan oleh kelainan hormonal dan infeksi oleh virus. konsumsi alkohol. hipertensi yang tidak terkontrol.Kepribadian tipe A dan hipertensi sistemik dapat berhubungan dengan CSR. MD. dan penyakit saluran nafas alergik. 2005 ) ( Theng Oh K. stress dan kepribadian tipe-A. 2010 ). patogenesis CSR telah diketahui dengan pasti. Pengumpulan cairan dibawah retina didaerah macula retina ini menyebabkan penglihatan penderita sangat terganggu. Pada awalnya glukokortikoid merupakan obat pertama yang digunakan secara luas sebagai terapi CSR. Kelainan ini disebabkan oleh abnormalitas sirkulasi koroid yang selanjutnya menyebabkan iskemia koroid. diperkirakan karena peningkatan sirkulasi kortisol dan epinefrin. Faktor resiko lainnya adalah pemakaian antibiotik. MD. yang mempengaruhi autoregulasi dari choroidal sirkulasi (Theng Oh K. Namun dengan beberapa penelitian didapatkan fakta bahwa glukokortikoid merupakan suatu factor resiko yang bermakna dalam . hiperpermeabilitas vascular koroid. Kehamilan juga merupakan faktor sistemik yang berhubungan dengan pembentukan CSR ( Chandra Chauhari dr. dan ablasio retina sensorik. Baru sejak ditemukannya ICGA pada tahun 1993. Abnormalitas sirkulasi koroid ini dihubungkan dengan kondisi hiperkortisolisme seperti kehamilan. 2010 ). sindrom Cushing.

Penjelasan yang diterima saat ini adalah pengaruh glukokortikoid terhadap sirkulasi koroid. Mekanisme patofisiologinya belum diketahui. Aliran darah koroid diketahui diatur oleh system simpatis dan secara antagonis dengan system parasimpatik untuk menghambat produksi nitric oxide synthase. 2003 ). hilangnya sensitivitas terhadap kontras. 2010 ). suatu modulator vascular. Mortalitas dan Morbiditas Ablasio retina serosa secara khusus sembuh spontan pada kebanyakan pasien. banyak dari pasien-pasien ini masih terdapat diskromatopsia. Pasein dengan retinopati serosa sentral (yang ditandai dengan kebocoran setempat) memiliki resiko rekurensi 40-50℅ pada mata yang sama.timbulnya CSR. metamorfopsia atau yang paling jarang adalah niktalopia ( Theng Oh K. Resiko terjadinya neovaskularisasi koroid yang muncul dari retinopati serosa sentral sebelumnya siperkirakan kecil (< 5℅) namun memiliki frekuensi lebih tinggi pada . Bahkan dengan kembalinya ketajaman penglihatan sentral yang baik. Interaksi ini menyebabkan spasme pembuluh darah koroid dan iskemia koroid (James. MD. Bruce et all .

2003 ) ( Theng Oh K. MD. Epidemiologi CSR jarang muncul pada orang Afrika dan Amerika tetapi mungkin sangat parah pada orang Hispanik dan Asia. Kondisi ini mempengaruhi laki-laki 6-10 kali lebih banyak dibandingkan perempuan ( Theng Oh K. Secara klasik. retinopati serosa sentral lebih sering mengenai laki-laki pada usia 20-55 tahun dengan kepribadian tipe A. 2010 ). dengan koreksi lensa positif akan lebih terang atau mendekati normal ( hipermetrop ) · · Pemeriksaan eksterna: Konjungtiva. iris. MD. 2000 ) Diagnosa dan Pemeriksaan Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan : · Visus: Penglihatan kabur. turun menjadi 6/9 sampai 6/12. Bruce et all .pasien lebih tua dengan diagnosa retinopati serosa sentral ( Theng Oh K. kornea. 2010 ). Gejala Klinis · · · · · Pandangan kabur / visus menurun Skotoma sentral Mikropsia Metamorfopsia Penurunan kemampuan melihat warna dan kontras (James. MD. 2010 ) ( Vaughan et all. Tekanan bola mata: Normal . lensa tampak normal.

peninggian kubah jernih biasanya pada daerah perifovea.Pemeriksaan lainnya adalah : 1. penurunan yang dihubungkan pada ketajaman penglihatan tak terkoreksi dan mengubah refleks membran limitans interna ( Newman. presipitat-presipitat kecil dapat dilihat pada permukaan posterior retina sensoris yang terlepas. Oftalmoskopi indirek Tampak ada penonjolan retina didaerah macula retina yang berbentuk bulat lonjong dengan batas yang jelas. Lepasnya lapisan serosa retina neurosensoris. Pada kasus tipikal telah menunjukkan lingkaran dangkal atau peninggian oval pada retina sensoris pada kutub posterior ( Kanski. Pada kasus yang jarang terjadi dimana CSR dapat menyebabkan gumpalan yang memisahkan lapisan retina. NM. koloboma diskus optikus. Biomikroskopi slitlamp Perlu sekali dilakukan dalam menegakkan diagnosa dan menyingkirkan penyebab lain lepasnya retina sensoris (misal lubang diskus optikus. Lesi ini biasanya menghilang secara spontan dalam 3 – 4 bulan ( Spencer. 1994 ). Terpisahnya retina sensoris yang terlepas tersebut dari epitel pigmen retina yang mendasarinya dapat diketahui dengan menandai bayangan semu diatas epitel pigmen retina oleh pembuluh darah retina. menyebabkan peningkatan relatif dalam hiperopia. 1985 ). Kadang-kadang daerah abnormal pada epitel pigmen retina . tumor koroid dan membran neovaskuler subretina). Pada kasus tertentu. 2. 1992 ). mengakibatkan peningkatan cairan subretina. Biomikroskopi menunjukkan retina sensoris yang terlepas sebagai sesuatu yang transparan dengan ketebalan yang normal. Akan tampak cairan eksudat berwarna putih kekuninkuningan.

. cairan memasuki ruang subretina dan naik secara vertikal (seperti kumpulan asap) dari titik kebocoran sampai mencapai batas atas lepasannya. 1994 ). ( Khurana. Pada angiografi ada 2 pola yang terlihat : a. sampai keseluruhan area yang lepas terisi ( Kanski. Selama fase vena lambat. 1994 ). Angiografi fluorosens Walaupun dalam banyak kasus diagnosa dibuat secara klinis. Gambaran noda tinta (ink-blot) Kadang-kadang dapat terlihat pada bintik hiperfluoresens pertama yang berangsurangsur bertambah ukurannya sampai seluruh ruang subretina terisi. Cairan subretina dapat jernih maupun keruh ( Kanski. b. Gambaran kumpulan-asap (smoke-stack) Selama fase awal perpindahan zat kontras. Zat kontras kemudian menyebar ke lateral mengambil bentuk mushroom atau payung. 3. dan dalam menyingkirkan munculnya membran neovaskuler subretina dalam kasuskasus atipikal. angiografi fluoresens membantu dalam membuat diagnosa pasti retinopati serosa sentral. Pada retinopati serosa sentral terdapat kerusakan sawar retina-darah bagian luar yang memungkinkan lewatnya molekul fluoresens bebas ke dalam ruang subretina. bintik hiperfluoresens muncul yang kemudian membesar secara vertikal. 1994 ). AK.dapat juga dijumpai melalui cairan yang bocor dari koriokapiler ke dalam ruang subretina dan pada beberapa kasus terlepasnya epitel pigmen retina yang kecil dapat dijumpai dalam lapisan serosa yang lepas. 1998 ) ( Kanski.

Optical Coherence Tomography (OCT) OCT merupakan pemeriksan yang sangat akurat untuk mendiagnosa CSR. Catatan hyperfluorescence fokus. terutama bila pemisahan lapisan retina yang dangkal. Diagnosa Banding · Degenerasi makula terkait-usia · Edema makula Irvine-Gass . Perhatikan kebocoran distribusi fluorescein pewarna dalam neurosensory detasemen.Fluorescein angiography pada awal fase recirculation pasien dengan neurosensory terlokalisasi detasemen di makula dari pusat serosa chorioretinopathy. 4. Fluorescein angiography pada akhir fase recirculation pasien yang sama seperti pada gambar di atas. Bahkan pada beberapa kasus dapat memperlihatkan titik kebocoran.

2010 ). Asetazolamid sebagai terapi pertama kali dikemukakan oleh Pikkel pada tahun 2002. 2005 ). Obat yang diberikan pun hanya obat yang dapat mempercepat menutupnya lubang kebocoran dilapisan epitel pigmen. Penatalaksanaan CSR yang banyak dianut saat ini adalah observasi selama 3-4 bulan sambil menunggu resolusi spontan. Non Medikamentosa . MD. 2. tetapi tidak berdampak terhadap tajam penglihatan akhir dan rekurensi CSR ( Chandra Chauhari dr. Obat yang diberikan adalah vitamin dalam dosis yang cukup. maka tanpa pengobatan pun akan sembuh sendiri. percobaan ini didasarkan pada fakta bahwa asetazolamid terbukti efektif untuk mengurangi edema macula yang disebabkan oleh tindakan operasi dan berbagai kelainan intraocular lainnya. Karena CSR ini merupakan self limited desease. Biasanya penyakit ini akan sembuh dalam waktu 8-12 minggu ( Chandra Chauhari dr. Terapi Medikamentosa 1. 2005 ).· Lubang makula · Membran neovaskular subretina · Neovaskularisasi koroid · Ablasio retina eksudatif · Penyakit Vogt-Koyanagi-Harada ( Theng Oh K. Penelitian pikkel ini membuktikan asetazolamid dapat memperpendek waktu resolusi klinis.

Indikasi fotokoagulasi laser adalah : 1. tetapi tidak terdapat bukti bahwa fotokoagulasi yang segera dilakukan akan menurunkan kemungkinan gangguan penglihatn permanent. keadaan mata yang lain.2 detik dan dengan intensitas yang ringan untuk menghindari kerusakan RPE yang lebih lanjut. dan kebutuhan visual okupasional merupakan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan pengobatan ( Vaughan et all. Fotokoagulasi laser Argon yang diarahkan kebagian yang bocor akan secara bermakna mempersingkat durasi pelepasan retina sensorik dan mempercepat pemulihan penglihatan sentral. 1994 ). dengan ukuran titik sinarnya adalah 200µm. maka dilakukan pengobatan dengan koagulasi sinar laser yang bertujuan untuk menutup lobang kebocoran dilapisan epitel pigmen. Kontraindikasi pengobatan ini adalah apabila sisi kebocorannya dekat dengan FAZ atau tepat di bagian FAZ ( Kanski. dilakukan penyinaran selama 0. dilakukan dua sampai tiga kali penyinaran tepat di sisi yang bocor. 2000 ). Walaupun penyulit fotokoagulasi laser retina sedikit. terapi fotokoagulasi laser segera sebaiknya tidak dianjurkan untuk semua pasien CSR. Keuntungan melakukan koagulasi ini adalah memperpendek perjalanan penyakit dan mengurangi kemungkinan kekambuhan tetapi tidak berpengaruh terhadap tajam penglihatan akhir ( Ilyas S. Dalam menggunakan fotokagulasi laser. CSR sesudah 12 minggu belum membaik . CSR yang berulang 2. Lama dan letak penyakit. 2004 ).Jika penderita belum sembuh.

resiko neovaskularisasi koroid mungkin meningkat dengan pengobatan laser ( Theng Oh K. . Pengamatan retrospektif kasus ini menunjukkan bahwa setengah dari pasien-pasien tersebut mungkin memiliki tanda-tanda neovaskularisasi koroid semu pada saat pengobatan. ablasio retina regmatogenus.  Ablasio retina bulosa akut dapat muncul sebaliknya pada pasien sehat dengan retinopati serosa sentral. Pada pasien yang lain. 2010 ). Gambarannya dapat menyerupai penyakit Vogt-Koyanagi-Harada. Sebuah laporan kasus telah melibatkan penggunaan kortikosteroid pada retinopati serosa sentral sebagai faktor yang meningkatkan kemungkinan pembentukan fibrin subretina. Timbulnya deficit visual permanent pada mata disebelahnya 5. 4. MD. Munculnya tanda-tanda kronik seperti perubahan kistik pada retina sensorik atau abnormalitas RPE ( retina eigment epithelium ) yang luas. Mengurangi dosis kortikosteroid secara bertahap akan menghasilkan perbaikan pada ablasio retina serosa ( Theng Oh K. MD.3. Visus penderita semakin terganggu dan penderita tidak bisa bekerja untuk melakukan pekerjaan yang penting. Komplikasi  Sebagian kecil pasien mengalami neovaskularisasi koroid pada tempat kebocoran dan bekas laser. atau efusi uvea. 2010 ).

20% – 30 % akan mengalami sekali atau lebih kekambuhan penyakit. dan skotoma relative. Saran Untuk Pasien  Jika memungkinkan. dan pernah dilaporkan adanya penyulit termasuk neovaskularisasi subretina dan edema macula sistoid kronik pada pasien yang sering dan berkepanjangan mengalami pelepasan serosa ( Vaughan et all. Dekompensasi epitel pigmen retina adalah manifestasi retinopati serosa sentral namun dapat juga dianggap sebagai komplikasi jangka panjang ( Theng Oh K. MD. . 2000 ) ( Kanski. mikropsia. walaupun ketajaman penglihatan normal. meditasi. yoga) sangat dianjurkan. banyak pasien mengalami defek penglihatan permanent. Dekompensasi epitel pigmen retina akibat serangan berulang akan berakibat atrofi epitel pigmen retina dan berikutnya atrofi retina. olahraga. 2010 ). Jika gejala secara khusus mengganggu. Pasien partisipasi dalam kegiatan mengurangi stres (misalnya. Prognosis Sekitar 80 % mata dengan CSR mengalami resorpsi spontan cairan subretina dan pemulihan ketajaman penglihatan normal dalam waktu 6 bulan setelah awitan gejala . 1992 ). fotokoagulasi laser dapat menurunkan lamanya waktu untuk resolusi ( Newman. pasien harus menghindari situasi yang menekan. Namun. NM.misalnya penurunan ketajaman kepekaan terhadap warna. 1994 ). Ketajaman penglihatan cenderung kembali normal.

hipertensi sistemik. dimana tajam penglihatan akan turun secara mendadak dengan terdapatnya skotoma sentral dengan metamorfopsia. kehamilan. kepribadian tipe A. Bukti baru-baru ini seseorang dengan CSCR hipertensi sistemik. pemakaian antibiotik. konsumsi alkohol. dan diduga berhubungan dengan stress dalam kehidupan. Retinopati serosa sentral terutama terdapat pada dewasa muda. pasien harus menghindari situasi yang menekan. maka tanpa pengobatan pun akan sembuh sendiri. Pasien biasanya mengeluh adanya penurunan ketajaman penglihatan. hipertensi yang tidak terkontrol. yoga) sangat dianjurkan. olahraga. tapi tidak diketahui apakah berhati-hati mengendalikan hipertensi sistemik akan mengurangi insiden CSCR ( Theng Oh K. Karena penyebab pasti belum diketahui. Karena CSR ini merupakan self limited desease. MD. KESIMPULAN Retinopati serosa sentral ( CSR ) merupakan kelainan pada makula lutea berupa penimbunan cairan yang mengakibatkan edema makula. meditasi. maka edukasi pada pasien Central Serous Retinopathy adalah jika memungkinkan. Adapun penatalaksanaannya meliputi non medikamentosa dan medikamentosa. dan penyakit saluran nafas alergik. melihat benda serasa menjadi lebih kecil. Walaupun harus diwaspadai juga penyebab lainnya seperti penggunaan kortikosteroid dalam waktu lama. Obat yang diberikan pun hanya obat yang . penurunan penglihatan warna dan kontras dll. Laki-laki lebih banyak terkena dibanding wanita terutama yang sedang menderita stress berat. 2010 ). Pasien berpartisipasi dalam kegiatan mengurangi stres (misalnya.

com Ilyas.edu) Anonim. dan pernah dilaporkan adanya penyulit termasuk neovaskularisasi subretina dan edema macula sistoid kronik pada pasien yang sering dan berkepanjangan mengalami pelepasan serosa. hal 116 . 20% – 30 % akan mengalami sekali atau lebih kekambuhan penyakit. Prognosis dari Central Serous Retinopathy adalah sekitar 80 % mata dengan CSR mengalami resorpsi spontan cairan subretina dan pemulihan ketajaman penglihatan normal dalam waktu 6 bulan setelah awitan gejala . Jakarta.. Retinopati Serosa Sentral : Penuntun Ilmu Penyakit Mata edisi ketiga.mvretina.upenn. Obat yang diberikan adalah vitamin dalam dosis yang cukup. walaupun ketajaman penglihatan normal. Untuk terapi non medikamentosa adalah koagulasi sinar laser yang bertujuan untuk menutup lobang kebocoran dilapisan epitel pigmen. available at www. banyak pasien mengalami defek penglihatan permanent. Serta memanajemen stress serta faktor penyebab lain dari penyakit ini. Central Serous Chorioretinopathy. The Retina: gross anatomy. DAFTAR PUSTAKA Anonim.anatomy. available at www. mikropsia. Namun. Balai Penerbit FK-UI. dan skotoma relative.retina. 2005.dapat mempercepat menutupnya lubang kebocoran dilapisan epitel pigmen. Juga Asetazolamide efektif untuk mengurangi edema macula yang disebabkan oleh tindakan operasi dan berbagai kelainan intraocular lainnya. S.misalnya penurunan ketajaman kepekaan terhadap warna..

NM. S. India. The American Academy of Ophthalmology. Appleton & Lange. 1992. 2009. Central Serous Retinopathy : Clinical Ophthalmology 3rd edition. available at http://ningrumwahyuni. S. Retinopati Serosa Sentral : Sari Ilmu Penyakit Mata. hal 197-198 Ilyas. medscape. Central Serous. MD. Central Serous Chorioretinopathy (Central Serous Retinopathy) : Ophthalmic Pathology. Retina (Anatomi & Embriologi Mata) & Korioretinopati Serosa Sentralis (Retina & Tumor Intraokular) : Oftalmologi Umum edisi 14.com/2009/06/29/central-serous-chorioretinopathy/ . 197-200 Wahyuni. AK.wordpress.com. Balai Penerbit FK-UI. Chorioretinopathy. 2000.Ilyas. MD. Connecticut. 2004. 1985. Penerbit Widya Medika. Central Serous Chorioretinopathy. An Atlas and Textbook 3rd edition. 1994. 1998. hal 272 Kanski. WB Saunders Company. Folk J.emedicine. DG . ButterworthHeinemann. Jakarta. Jakarta. Feb 16 2010. Ningrum. hal 85-86 Spencer. hal 398-399 Newman. Macular Disorders : Neuro-Ophthalmology a practical text. 2000. article available at: www. hal 1017-1018 Theng Oh K. hal 126 Khurana. Jakarta. Retinopati Serosa Sentral : Ilmu Penyakit Mata edisi ketiga. New Age International (P) Limited. hal 13-14. 3rd reprint. Central Serous Retinopathy (CSR) : Ophthalmology. Vaughan. Balai Penerbit FK-UI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->