P. 1
BAB I - VII FINAL

BAB I - VII FINAL

|Views: 20,330|Likes:
Published by M.Kes

More info:

Published by: M.Kes on Jul 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

Menurut Swanburg (1987) dalam Nursalam (2007), penilaian kinerja

adalah alat yang paling dapat dipercaya oleh manajer perawat dalam

mengontrol sumber daya manusia dan produktivitas. Proses penilaian kinerja

dapat digunakan secara efektif dalam mengarahkan perilaku pegawai dalam

rangka menghasilkan jasa keperawatan dalam kualitas dan volume yang

tinggi. Perawat manajer dapat menggunakan proses apraisal kinerja untuk

mengatur arah kerja dalam memilih, bimbingan perencanaan karir, serta

pemberian penghargaan kepada personal perawat yang kompeten.

Satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer perawat guna

mencapai hasil organisasi adalah sistem penilaian pelaksanaan kerja

perawat. Melalui evaluasi reguler dari setiap pelaksanaan kerja pegawai,

manajer dapat mencapai beberapa tujuan. Hal ini berguna untuk membantu

kepuasan perawat dan untuk memperbaiki pelaksanaan kerja mereka,

memberitahukan perawat yang bekerja tidak memuaskan bahwa pelaksanaan

kerja mereka kurang serta menganjurkan perbaikannya, mengidentifikasi

pegawai yang layak menerima promosi atau kenaikan gaji, mengenal pegawai

yang memenuhi syarat penugasan khusus, memperbaiki komunikasi antara

51

atasan dan bawahannya serta menentukan pelatihan dasar untuk pelatihan

karyawan yang memerlukan bimbingan khusus.

Dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan kepada pasien,

digunakan standar praktek keperawatan yang merupakan pedoman bagi

perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Standar praktik

keperawatan adalah norma atau penegasan tentang mutu pekaryaan seorang

perawat yang dianggap baik, tepat, dan benar yang dirumuskan sebagai

pedoman pemberian asuhan keperawatan serta merupakan tolak ukur dalam

penilaian penampilan kerja seorang perawat. Standar penilaian praktik

keperawatan merupakan standar penilaian kinerja perawat dalam

memberikan asuhan keperawatan. Menurut Nursalam (2007), penilaian

kinerja perawat baik apabila memenuhi ≥ 75% standar praktik keperawatan.

Standar praktik keperawatan telah disahkan oleh Menkes. RI dalam SK

No. 660/Menkes/SK/IX/1987 yang kemudian diperbaharui dan disahkan

berdasarkan SK Dirjen. Yanmed. Depkes. RI No. YM.00.03.2.6.7637, tanggal

18 Agustus 1993. Kemudian pada tahun 1996, Dewan Pimpinan Pusat PPNI

menyusun standar praktek keperawatan yang mengacu dalam tahapan

proses keperawatan, yang meliputi: (1) Pengkajian, (2) Diagnosis

keperawatan, (3) Perencanaan, (4) Implementasi dan (5) Evaluasi.

1.

Standar I : Pengkajian Keperawatan

Perawat mengumpulkan data tentang status kesehatan pasien

secara sistematis, menyeluruh, akurat, singkat dan berkesinambungan.

Kriteria pengkajian keperawatan, meliputi :

52

(1)Pengumpulan data dilakukan dengan cara anamnesis, observasi,

pemeriksaan fisik, serta dari pemeriksaan penunjang.

(2)Sumber data adalah pasien, keluarga, atau orang yang terkait, tim

kesehatan, rekam medis dan catatan lain.

(3)Data yang dikumpulkan, difokuskan untuk mengidentifikasi :

a.

Status kesehatan pasien masa lalu

b.

Status kesehatan pasien saat ini

c.

Status biologis-psikologis-sosial-spritual

d.

Respons terhadap terapi

e.

Harapan terhadap tingkat kesehatan yang optimal

f.

Risiko-risiko tinggi masalah keperawatan

(4)Kelengkapan data dasar mengandung unsur LARB (lengkap,

akurat, relevan dan baru )

2.

Standar II : Diagnosis Keperawatan

Perawat menganalisis data pengkajian untuk merumuskan

diagnosis keperawatan. Kriteria proses diagnosis keperawatan

meliputi :

(1)

Proses diagnosis terdiri atas analisis,

interpretasi data, identifikasi masalah pasien, dan perumusan

diagnosis keperawatan.

(2)

Diagnosis keperawatan terdiri atas :

masalah, penyebab, dan tanda atau gejala, atau terdiri atas

masalah dan penyebab.

53

(3)

Bekerjasama dengan klien, dan petugas

kesehatan lain untuk memvalidasi diagnosis keperawatan

(4)

Melakukan pengkajian ulang, dan merevisi

diagnosis berdasarkan data terbaru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->