P. 1
Kohesi pada Editorial

Kohesi pada Editorial

|Views: 6,518|Likes:
Published by qurix_2426
Thesis
Thesis

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: qurix_2426 on Jul 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2015

pdf

text

original

Repetisi atau pengulangan merupakan salah satu cara untuk

mempertahankan kohesi antar kalimat. Hubungan itu dibentuk dengan mengulang

sebagian unsur kalimat. Pengulangan yang berlebihan dapat membosankan.

Pengulangan itu berarti mempertahankan ide atau topik yang sedang dibicarakan.

59

Jadi, dengan mengulang, berarti terkait antara topik kalimat yang satu dengan

kalimat sebelumnya yang diulang.

Berikut contoh repetisi yang terdapat dalam wacana tajuk rencana majalah

DL.

(a) (30)

.

(b)

.

(DL/2008/I-1)

/(a) Grunberg, ibnu as\-sminati wa as-sittīna min markazi abḥās\i Yulich aala
‘al
ā al-jā`izati musyārakatan ma‘a al-faransī Albert Fert li-iktisyāfihimā al-
muq
āwamata al-magnatīsiyyata al-‘āliyyata. (b) Żālika al-iktisyāfu al-lażī fasaa
al-maj
āla ammā al-qara a-alba al-ḥāila bus‘atan Gigabyte, wa al-maujūdu al-
yauma f
ī kulli jihāzi komputer jadīdin taqrīban/

‘Grunberg, ilmuwan 68 tahun dari Pusat Riset Yulich menerima penghargaan
bersama-sama dengan ilmuwan Perancis, Albert Fert untuk penemuan efek GMR
(Giant Magneto Resistance) atau magnetoresistansi raksasa. Penemuan itulah
yang membawa terobosan dalam harddisk Gigabyte, dan yang sekarang ada
hampir di masing-masing komputer baru.’

(31)

.

.

.

(DL/2008/V-1)

/Uṣūlun ajnabiyyatun. Kalimatun tusru al-kasra min al-musyā‘iri wa al-
amāsati al-qaumiyyati. awālai 15,1 milyūna insānin fī Almāniyā ladaihim
h
āżihi al-`uṣūla al-`ajnabiyyata, wa hāżā ya‘nī annahum immā muhājirūna au
aul
ādun au afādu muhājirīna jā`ū ilā Almāniyā ba‘da al-‘āmi 1950/

60

‘Keturunan asing. Kata yang membangkitkan perasaan. Sekitar 15,1 juta
penduduk di Jerman berketurunan asing ini, ini berarti mereka baik imigran-
imigran, anak-anak, atau cucu-cucu imigran telah datang ke Jerman setelah tahun
1950.’

(32)

.

.

(DL/2008/III-3)

/Ar-riyād atu lahā wujūhun ‘adīdatun. Wa ar-riyād atu taktubu qiaan kasratan
mutanawwi‘atan
/

‘Olahraga mempunyai bentuk yang amat banyak. Olahraga tersebut mengukir
berbagai cerita.’

Pada wacana (30) di atas, telah terjadi repetisi salah satu unsur yang

terdapat pada kalimat (30a). Pada kalimat (30a) terdapat kata /al-iktisyāf/, kata

tersebut diulang pada kalimat (30b). Kata /al-iktisyāf/ diulang untuk menekankan

pentingnya kata tersebut dalam wacana (30). Di samping itu, kedua kata /al-

iktisyāf/ tersebut juga mempunyai arti yang sama, yaitu ‘penemuan’. Dengan

demikian, maka repetisi yang terdapat pada wacana (30) termasuk salah satu

penanda hubungan leksikal. Adapun dari data (31) dan (32), didapati kostituen

pada kalimat pertama yang diulang pada kalimat selanjutnya. Kedua konstituen

itu secara berurutan adalah frasa /uṣūlun ajnabiyyatun/ ‘keturunan asing’ dan kata

/ar-riyād atu/ ‘olahraga’. Unsur /hāżihi/ dan /al/ yang terletak sebelum kedua

konstituen tersebut merupakan penanda definit. Repetisi ini dilakukan karena

konstituen-konstituen tersebut lebih diutamakan dari konstituen yang lain. Pada

contoh (30), (31), dan (32) di atas, selain terjadi pengulangan bentuk juga terjadi

pengulangan makna.

61

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->