KOMUNIKASI DALAM HUBUNGAN MASYARAKAT

Proses komunikasi pada prinsipnya meliputi pengiriman danpenerimaan pesanpesan di antara dua orang, kelompok kecil masyarakat, atau dalam satu lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku dalam suatu masyarakat. Dengan bahasa yang lebih sederhana, proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan-pesan (messages) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan, dalam proses komunikasi tersebut bertujuan (feedback) untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak. Komunikasi ditinjau pada lima unsur utama (bauran komunikasi) yang disampaikan pada teori komunikasi Lasswell yaitu; who says what in which channel to whom and with what effect. Teori tersebut sebetulnya terkandung formulasi yang sama seperti yang dinyatakan oleh Everett M. Roger dan W. FloydShoemaker, dalam bukunya berjudul Communication of Innovation. New York: Free Press (1971), yaitu: “A common model of communication is that source, message, channel, receiver, and effect” yang dikenal dengan model proseskomunikasi dengan formula S-M-C-R-E, (Ruslan, 2006:101) yaitu: Model Proses Komunikasi S-M-C-R-E

Model komunikasi S-M-C-R-E di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Source, yaitu individu atau pejabat humas yang berinisiatif sebagai sumber atau untuk menyampaikan pesan-pesannya. (Ruslan, 2006:71) b. Message, adalah suatu gagasan, ide berupa pesan, informasi, pengetahuan, ajakan, bujukan atau ungkapan yang akan disampaikan komunikator kepada komunikan (Ruslan, 2006:71).Onong Uchjana Effendi (1993) menuliskan bahwa pesan adalahlambang bermakna (meaningful symbols) yakni lambang yang membawakan pikiran atau perasaan komunikator. c. Receiver, merupakan pihak yang menerima pesan dari komunikator. Receiver seringkali disebut sebagai komunikan. d. Channel, berupa media, sarana, atau saluran yang dipergunakan oleh komunikator alam mekanisme penyampaian pesan-pesan kepada khalayaknya (Ruslan, 2006:71). Definisi lain menuliskan bahwa channel adalah sarana untuk menyalurkan pesanpesan yang disampaikan oleh komunikator kepadakomunikan. Media digunakan dalam komunikasi apabila komunikan berada di tempat yang jauh dari komunikator atau jika jumlah komunikan banyak (Effendy, 1993:14). e. Effect, suatu dampak yang terjadi dalam proses penyampaian pesanpesan tersebut, yang dapat berakibat positif maupun negatif menyangkut tanggapan, persepsi, dan opini dari hasil komunikasi tersebut (Ruslan, 2006:71). Melengkapi pengertianefek, Onong juga menjelaskan bahwa efek adalah tanggapan,

respon atau reaksi dari komunikan ketika menerima pesan dari komunikator. Jadi, efek adalah akibat dari proses komunikasi. Efek diklasifikasikan menjadi efek kognitif, efek afektif, dan efek konasi (behaviour). (Effendy, 1993:14) Dalam kaitannya kegiatan komunikasi, public relations menjalankan komunikasi dengan tujuan untuk menciptakan sebuah efek, yaitu berupa citra perusahaan (corporate image). Menyelenggarakan komunikasi untuk membentuk citra korporasi atau organisasi di mata pihak luar dimaksudkan untukmenumbuhkan saling pengertian di antara korporasi atau organisasi dan pihak luar itu. Bagi korporasi, pihak luar yang dimaksudkan adalah masyarakat, baik sebagai konsumen, pemasok, agen, atau rekanan korporasi. Saling pengertian antara korporasi atau organisasi dan masyarakat, berkembang melalui hubungan baik antara keduanya. Adapun hubungan baik ini terjadi apabila terselenggara komunikasi yang baik pula (public relationship). Dari situlah terbentuk citra korporasi atau organisasi (corporate image) di mata pihak luar. (Siregar, 2000:42) Hal ini tentunya sesuai dengan definisi PR berdasarkan tujuan kegiatannya, yang dirumuskan oleh seorang praktisi Public Relations, Dr. Carter McNamara (Iriantara, 2005:9) yaitu humas sebagai aktivitas berkelanjutan untuk menjamin perusahaanmemiliki citra yang kuat di mata publik. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pada dasarnya PR merupakan proses komunikasi kepada publik untuk menjalin relasi yang baik sehingga tercapai tujuan untuk membangun, membina, danmenjaga citra yang positif atau reputasi baik. Definisi yang serupa juga dituliskan pada kamus IPR terbitan bulan November 1987 yang mendefinisikan praktek humas atau PR adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. (Jefkins, 1998:17) Pengertian lain tentang public relations menyatakan bahwa PR adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasikan sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya itu berlangsung secara berkesinambungan dan teratur, jadi PR sama sekali bukanlah kegiatan yang sifatnya sembarangan atau dadakan. PR juga memiliki tujuan utama untuk memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut berkepentingan atau publiknya (Jefkins, 1998:17). Publik pada pengertian ini yaitu sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal. (Yulianita, 2005:17) Public relations senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif. Dengan demikian, humas adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku terhadapsemua jenis organisasi, pemerintah, maupun swasta. (Anggoro, 2005:27) Dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, kegiatan public relations merupakan kebutuhan. Public relations akan terus berkembang sesuai dan sejalan dengan perkembangan masyarakat. Perkembangan public relations itu berlangsung bersama dengan adanya hubungan-hubungan dalam masyarakat yang lebih pada namun bersifat impersonal dan lebih banyak pembagian dan terkotak-kotaknya karena macam-macam kepentingan. (Setyodarmodjo, 2003:13)

Dengan perbedaan kepentingan tersebut, Rosady Ruslan membagi peran PR bersifat dua arah, yaitu membina hubungan ke dalam (publik internal) dan membina hubungan ke luar (publik eksternal). Beberapa kegiatan dan sasaran PR sebagai pendukung fungsi manajemen perusahaan, yaitu: (Ruslan, 2006:21) a. Building corporate identity dan image (membangun identitas dan citra perusahaan) sebagai pendukung manajemen perusahaan, PR memiliki sasaran yaitu dengan menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif serta mendukung kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak. b. Facing crisis (menghadapi krisis). Menghadapi krisis merupakan bagian dari kehidupan PR yaitu dengan menangani komplain, membentuk manajemen krisis dan PR recovery image, serta memperbaiki image. Mengutip definisi PR dari Scott Cutlip dan Allan Center, definisi PR adalah upaya terencana guna memengaruhi opini publik melalui karakter yang baik dan kinerja yang bertanggung jawab, yang didasarkan pada komunikasi dua arah yang memuaskan kedua belah pihak (Iriantara, 2005:9). Komunikasi yang dijalankan oleh public relations merupakan komunikasi yang bersifat timbal balik (two way communications) sebab tujuan daripublic relations adalah menciptakan dan meningkatkan citra yang baik dari organisasi kepada publik-publik yangberkepentingan. (Yulianita, 2005:41) Dalam keterkaitannya dengan pembangun citra, Public Relations merupakan salah satu fungsi manajemen modern yang mempunyai fungsi melekat pada manajemen perusahaan (corporate management function), yakni bagaimana berperan dalam melakukan komunikasi timbal balik (two ways communications) untuk tujuan menciptakan saling pengertian (mutual understanding), saling menghargai (mutual appreciation), saling mempercayai (mutual confidence),menciptakan goodwill, memperoleh dukungan publik (public support) dan sebagainya demi tercapainya citra yang positif bagi suatu lembaga/perusahaan (corporate image). Jadi, komunikasi dua arah yang dilakukan oleh perusahaan terhadap publiknya guna menciptakan citra yang positif bagi perusahaan itu sendiri. (Ruslan, 2006:21) Dalam melakukan komunikasi dua arah dengan publik, terutama publik eksternal, public relations membutuhkan kualitas komunikasi. Kualitas public relations dengan pihak luar ditentukan kualitas komunikasi eksternal. Komunikasi ekternal yang baik akan membentuk public relationship yang baik terhadap pihak di luar korporasi atau organisasi, yang selanjutnya akan membentuk citra positif atas korporasi atau organisasi (corporate image, organizational image). Berhubungan dengan komunikasi public relations tersebut, menurut Cultip, Center dan Broom, dalam komunikasi public relations itu ada 7 faktor penting yang disebut sebagai “the seven C’s of communication” (Ruslan, 2007:122), yaitu: a. Kredibilitas. Komunikasi itu dimulai dari suasana saling percaya yag diciptakan oleh pihak komunikator secara sungguh-sunghuh untuk melayani publiknya yang memiliki keyakinan dan respek. b. Konteks. Menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan kehidupan sosial, pesan yang haruus disampaikan dengan jelas serta sikap

c.

d.

e.

f.

g.

partisipatif. Komunikasi efektif diperlukan untuk mendukung lingkungan sosial melaluipemberitaan di berbagai media Massa. Content (isi). Pesannya menyangkut kepentingan orang banyak/publik sehingga i nformasi dapat diterima sebagai sesuatu yang bermanfaat secara umum bagi masyarakat Clarity. Pesan harus disusun dengan kata-kata yang jelas, mudah dimengerti serta memiliki pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan dalam hal maksud, teman dan tujuan semua pihak, Continuity dan consistency (kontinuitas dan konsistensi) . Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu dilakukan secara berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan. Dengan cara demikian untuk mempermudah proses belajar, membujuk dan tema dari pesan-psan tersebut harus konsisten. Channels (saluran). Mempergunakan saluran media informasi yang tepat dan terpercaya serta dipilih oleh khalayak sebagai target sasaran. Pemakaian saluran media yang berbeda akan berbeda pula efeknya. Dengan demikian seorang PR harus dapat memahami perbedaan dan proses penyebaran informasi secara efektif. Capability of the Audiens (kapabilitas khalayak).Memperhitungkan kemampuan yang dimiliki oleh khalayak. Komunikasi dapat menjadi bagi masyarakat bila berkaitan dengan berkaitan faktor-faktor yang bermanfaat seperti kebiasaan dan peningkatan kemampuan membaca dan pengembangan pengetahuan.

Peran Penting Public Relation Dalam Sebuah Perusahaan
Istilah public relations (PR) dewasa ini kerap kali digunakan oleh banyak perusahaan. Menurut Yulianita (2007:21) mengutip definisi public relations dari Public Relations News sebagai berikut : Public relations is the management function which evaluates public attitudes identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest and executes a program of action to earn public understanding and acceptance. Definisi public relations di atas menyoroti hakikatnya sebagai fungsi manajemen yang terdapat dalam sistem organisasi dalam upayanya menumbuhkan good will (itikad baik) dari publik terhadap organisasi tersebut. Lembaga Public Relations di Amerika Serikat mendefinisikan Public Relations sebagai “usaha yang direncanakan secara terus menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dengan masyarakatnya.” Di dalam beberapa bentuk perusahaan, public relations dipandang sebagai daya pendorong yang dapat membantu berbagai bidang yang ada dalam perusahaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari uraian tugas-tugas pokok dari public relations diantaranya : 1. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan serta tantangan dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan yang menaunginya. Banyak hal yang harus diidentifikasi oleh seorang public relations officer mengenai kondisi lingkungan perusahaan termasuk bagaimana mendiagnosis pemikiran masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

menulis dan menerbitkannya. Memberikan masukan kepada elemen perusahaan mengenai perkembangnan lingkungan intern dan eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi citra perusahaan dimata masyarakat. memberikan keterangan baik secara audio visual maupun melalui bentuk media lainnya. Tantangan yang dihadapi public relations tersebut tentu tidak mudah bahkan membutuhkan kerja keras dan kegigihan yang dapat diandalkan. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa public relations memangku peran yang penting dalam suatu perusahaan dimana posisi yang diperankan olehnya berada pada posisi sentral untuk menciptakan suasana kondusif pada suatu perusahaan. 1999:5). Konsep tersebut punya konsekuensi penting. Peran dan Fungsi Public Relations Dalam Organisasi PR sebagai alat manajemen modern. Memastikan seluruh personil perusahaan untuk tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mencemarkan nama baik perusahaan. artinya PR bukanlah merupakan fungsi terpisah dari fungsi kelembagaan atau organisasi tersebut. Hal ini berarti. tetapi untuk melakukan rekonsiliasi atau penyesuaian terhadap kepentingan publik setiap aspek pribadi organisasi maupun perilaku perusahaan yang punya signifikan sosial. Agar efektif seorang spesialis harus memberikan informasi kepada manajer-manajer lain mengenai kegiatannya. 6. maka secara struktural merupakan bagian integral dari suatu kelembagaan atau organisasi. PR sebuah organisasi tidak semata-mata menjadi tanggungjawab praktisi PR tetapi harus menjadi tanggungjawab para pengelola organisasi tersebut. Praktisi PR dalam konteks . Sejalan dengan konsep PR yang berkembang kini adalah konsep yang menekankan pentingnya komunikasi dua arah. 7. Jadi di sini PR berfungsi membantu organisasi melakukan penyesuaian terhadap lingkungan tempat organisasi tersebut beroperasi. menurut Howard Childs (Ngurah. Membantu bagian-bagian lain dengan menganalisis masalah-masalah komunikasi. 5. melaksanakan serta mengevaluasi berbagai kegiatan perusahaan terutama yang melibatkan pihak luar perusahaan. 4. Coulson dan Thomas (1996:20) menyatakan bahwa : Seorang specialis public relations. Mengoptimalkan arus informasi yang baik dan berjalan dua arah melalui berbagai media komunikasi yang tersedia. PR sebagai fungsi manajemen berkaitan dengan bagaimana sebuah organisasi menyusun kebijakan sehingga memperlihatkan sebuah kinerja yang bertanggungjawab. yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab mereka. fungsi dasar PR bukan untuk menampilkan pandangan organisasi atau seni sikap publik.2. Menjadi komunikator yang baik dalam hal memediasi segala sesuatu ketika perusahaan sedang mengalami permasalahan baik internal maupun eksternal. karena penyesuaian organisasi mengisyaratkan sebuah fungsi yang berada pada level manajemen organisasi. 3. tentu saja diharapkan mengetahui sedikit banyak tentang pekerjaan semua orang yang berada dalam organisasi yang akan ia hubungi. Merencanakan. Konsep ini menekankan pentingnya tindakan-tindakan perbaikan yang harus dilakukan organisasi di samping usaha-usaha untuk berkomunikasi. Ini berkaitan dengan kenyataan bahwa penampilan yang bertanggungjawab merupakan dasar penerimaan publik terhadap sebuah organisasi.

baik internal maupun eksternal. 4. virtually all employees. pendapat dan perilaku masyarakat terhadap organisasi. PR sebagai fungsi komunikasi. 2. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. indeed. sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. komunikasi yang baik sangat penting dilakukan untuk berinteraksi antar personal maupun antar organisasi. Pada umumnya komunikasi dilakukan dengan menggunakan simbol verbal ataupun nonverbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. sesuai dengan Theoritical Perspectives for Organizational Communication dengan Functional Approachyaitu adanya Communication Input. gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling pengertian diantara keduanya. 4. PR sebagai fungsi staff khusus yang melayanani para pemimpin organisasi. beradaptasi dengan lingkungannya dan bisa sukses dalam berkompetisi merebut sumber-sumber bagi kelangsungan hidup organisasi. khususnya dalam membantu organisasi berkomunikasi dengan publik-publiknya. Seperti yang dikatakan Baskin dan Aronoff (Ngurah. represent their organization to some public”. Communication Input yaitu informasi atau pesan yang didapatkan dari luar organisasi yang masuk kedalam organisasi yang kemudian mempengaruhi keputusan yang akan dibuat oleh organisasi itu. Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan umum. 3. Fungsi PR menyelenggarakan komunikasi dua arah secara lebih terinci dijelaskan oleh Bachtiar Aly (1999) sebagai berikut: 1.1999:9). Melalui komunikasi. 5. Begitu juga halnya dengan suatu organisasi diperlukan adanya suatu komunikasi yang baik antar anggota organisasi maupun dengan lingkungan luar organisasi dalam mewujudkan visi dan misi organisasi tersebut. Melaksanakan dan mengembangkan setiap program yang berhubungan dengan usaha untuk menciptakan saling pengertian antara organisasi dan masyarakat. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik pada perusahaan. Onong (1998:36) mengemukakan bahwa fungsi PR meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Communication Throughput danCommunication Output. perlu dipahami bahwa kegiatan utama PR adalah melakukan komunikasi. Contohnya yaitu ketika sebuah organisasi hendak melakukan kegiatan sosial . sehingga terjalin kerjasama yang diharapkan. Merumuskan kegiatan-kegiatan yang bertujuan meningkatkan pengertian masyarakat terhadap aktivitas lembaga/perusahaan guna memperoleh dukungan publik. Membina hubungan secara harmonis antara organisasi dengan publik. 2. agar terjadi kesepahaman dan mencegah konflik karena adanya Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan yang hendak dicapai. Mengukur dan menafsirkan sikap. Dalam kehidupan sehari-hari.PR sebagai fungsi manajemen harus membantu organisasi dalam membangun filosofifilosofinya. sehingga tercapainya misi pesan yang dikehendaki 3. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide. ”All managers. Melakukan evaluasi internal sejauhmana terjalinnya kerjasama harmonis dan sampai dimana telah terciptanya persepsi positif masyarakat dan citra organisasi yang didambakan. Memberikan penerangan yang berkaitan dengan kepentingan organisasi dan kepentingan khalayak dengan cara-cara yang sesuai dengan jamannya. mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan .

Contohnya yaitu ketika sebuah Organisasi hendak melakukan pemilihan Ketua organisasi. Dengan adanya media virtual tersebut juga dapat menekan biaya operasional perusahaan. Contohnya yaitu ketika sebuah organisasi dalam hal ini perusahaan hendak mempromosikan produk terbarunya. karena proses yang terjadi biasanya informal dan terbawa suasana. Kasus tersebut terbukti bahwa komunikasi yang terjadi sangat bermanfaat bagi seorang Public Relations Organisasi agar visi dan misi serta tujuan untuk kegiatan sosial tidak sia-sia dilakukan dan memang bermanfaat bagi masyarakat karena sebelumnya mendapatkan pesan dari masyarakat tersebut. yaitu dengan menggunakan inbitt messengger. karena tugas seorang Public Relations bukan hanya memberikan pengertian dan pendekatan terhadap lingkungan luar organisasi namun juga internal organisasi agar selalu berjalan secara harmonis dalam mewujudkan tujuan organisasi secara bersama. yang harus dilakukan adalah bagaimana seorang Public Relations dalam oraganisasi itu dapat memberikan informasi dan memberikan pesan yang jelas tentang produk itu pada lingkungan luar dalam hal ini masyarakat agar dapat memakai produk perusahaan tersebut. ketika anggota organisasi melakukan proses komunikasi dengan menggunakan media elektronik seperti E-mail untuk mengirimkan surat secara elektronik. Yang menjadi kelemahan dari virtual komunikasi yaitu mengenyampingkan aspek etika. entah itu secara sesama staff atau pun komunikasi dengan atasan (Boss). maka yang harus dilakukan adalah menyebarkan informasi tersebut kesemua anggota agar semua anggota dapat memilih ketua yang memang pantas dan mereka inginkan dalam memimpin oganisasi itu. karena hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dapat langsung dikomunikasi kan melalui media tersebut. Ketiga yaitu Communication Output adalah informasi atau pesan yang dihasilkan dari dalam organisasi kemudian pesan tersebut dibagikan ke lingkungan luar organisasi. Berkaitan dengan komunikasi organisasi yang kian hari kian berkembang dan seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. . kemudian informasi tersebut diterima oleh internal organisasi dan selanjutnya internal organisasi melakukan aksi kegiatan sosial dengan memberikan hal-hal yang memang diperlukan oleh masyarakat itu dari informasi sebelumnya yang didapat. Point kedua yaitu Communication Throughput adalah informasi atau pesan yang berkembang dalam internal organisasi yang disebarkan ke semua aggota organisasi dalam mewujudkan tujuan organisasi. maka terjadi juga perubahan alamiah didalam komunikasi organisasi dan cara kerja organisasi itu. Selain itu penggunaan fasilitas internet seperti chatting juga dapat mempermudah kegiatan komunikasi secara efisien dengan cepat. berupa tulisan ataupun berupa data. Selain beberapa pendekatan fungsional yang dilakukan Public Relations dalam mewujudkan pesan yang ingin disampaikan. diantaranya yaitu virtual komunikasi. penggunaan inbit messenger saya anggap merupakan salahsatu penggunaan virtual komunikasi yang sangat efisien. sebelumnya mendapatkan informasi dari luar mengenai hal-hal yang memang diperlukan oleh masyarakat. Bentuk pendekatan Communication Throughput ini dilakukan oleh seorang Public Relations agar tidak terjadinya kesalahpahaman dari anggota organisasi.berupa CSR. contoh yang saya alami sendiri ketika bekerja disalahsatu perusahaan travel di Indonesia yaitu setiap staff mempunyai akses chatiing dengan siapapun dari staff biasa hingga CEO dan saling terhubung langsung. karena hal-hal yang tidak terlalu rumit dapat dibicarakan dengan saling chatt.

dan hanya mengedepankan produk. Status effect Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya. citra perusahaan/organisasi kepada public/khalayak dan dapat dilakukan secara one to one communication bersifat interaktif.p. Semantic Problems Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. agar tercapainya visi misi serta tujuan organisasi. Seorang Public Relations dalam mengelola dan memelihara reputasi melalui pendekatan yang dinamakan sebagai cyber-PR dengan adanya teknologi internet. ada hambatan-hambatan yang menyebabkankomunikasi tidak efektif yaitu adalah (1992. terlebih apabila perusahaan tersebut telah memiliki situs online sendiri.10-11) : 1. Seorang Public Relations harus mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan teknologi dalam menyampaikan pesan secara efisien dan up to date. membantu dalam membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan (trust). identitas perusahaan dapat saja disembunyikan.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat . 2. Seluruh kegiatan PR yang ada dapat dilakukan di dalam internet dari mulai melakukan kegiatan publikasi. Hambatan komunikasi Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. dalam mewujudkan tujuan organisasi. melakukan hubungan dengan pengguna informasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver. mengatur kegiatan. dan dengan perubahan secara alamiah sebuah organisasi dalam hal era komunikasi. menjalin hubungan dengan orang lain atau relasi lainnya. di mana program PR konvensional mengeluarkan budget hampir ratusan juta. Berbeda jika secara konvensional yang hanya dapat dilakukan terbatas pada event yang digelar ataupun berinteraksi dahulu dengan customer service. Dengan demikian seorang Public Relations harus menyadari bahwa pentingnya Komunikasi Organisasi yang terjadi antar anggota organisasi maupun dengan lingkungan organisasi. Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton. di Internet hal tersebut tidak akan terjadi. kegiatan PR dapat lebih fleksibel dari yang dilakukan di dunia nyata. jika program tersebut dilakukan di dunia internet akan jauh lebih murah. Jika dalam dunia nyata. mempromosikan atau mengumumkan sebuah berita.Perubahan alamiah dari sebuah organisasi dengan berkembangnya sistem informasi dan teknologi juga memberikan dampak yang positif bagi seorang Public Relations dalam membentuk citra. Dengan demikian. pemahaman. menyelesaikan masalah. Audiens akan dapat secara aktif dan leluasa dalam memahami company profile maupun product dari perusahaan dan seorang Public Relations dapat dengan mudah menyampaikan pesan perusahaan yang akan disampaikan. Setiap sisi perusahaan dapat diketahui publik dengan mudahnya. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini. dan lain sebagainya menggunakan internet sebagai medianya.

dan cahaya yang kurang jelas. 5. dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer. tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia a rtinya tidak boleh. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. gambar yang kabur pada pesawat televisi. 3. Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku. 6. Poor choice of communication channels Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya. ras. suara radio yang hilang dan muncul. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan. No Feed back Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. dan bahasa yang berbeda. 4. Perceptual distorsion Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. . Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan. 7. agama dan lingkungan sosial. Cultural Differences Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan. yaitu sebagai berikut .menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus. menurut . suara hujan atau petir. METODE KOMUNIKASI DAN KELEMBAGAAN PUBLIC RELATION Secara umum fungsi public relations. kedelai menjadi keledai dan lain-lain. huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas. Dr Rex F harlow dalam bukunya building a public relation (1988) didefinisinya dapat dibagi dua . Physical Distractions Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi.

Produksi (production ) . b. c. Public relation berfungsi melaksanakan : a. pelaksanaan . dukomentasi sistem pengarsipan dan pencatatan keluar atau yang masuknya uang dan sekaligus merupakan suatu bukti tertulis/tercatat dalam sistem administrasi yang baik . 1. Perencanaan (planning) Penyusunan suatu program acara (event) atau agenda setting dan program kerja humas.2000:5) . Penelitian (research) Adalah tahapan penelitian dalam PR baik memperoleh data dalambentuk primer maupun penelitian bersifat oponium research .al. atau seksi artinya terdapat orang yang memimpin atau pejabat publik suatau kelembagaan tertentu. Public relation sebagai perwujudan (state of being) adalah perwujudan suatu kegiatan komunikasi yang dilembagakan kedalam bentuk biro . Publik relation sebagai metode komunikasi ( methode of communication ) yaitu mengefektifkan dan mengefisienkan upaya-upaya pencapaian tujuan organisasi . e. evaluasi . Administrasi ( administration ) Menyangkut masalah administrasi perencanaan. bagian . Secara operasional teknisnya fungsi public relation dalam manajemen Humas (Cutlipet.devisi. 2. Pengoordinasian ( coordinating) Maksudnya adalah mengordinir suatu tim kerja dengan menentukan kerja sama dan keterlibatan dalam instansi atau personil lainnya kedalam suatu koordinasi tim yang solid sebagai upaya encapaian tujuan lembaga organisasi d. secara kualitatif dan kuantitatif .1.

f. seraya untuk memuaskan semua pihak yang terkait b. . g. Efisien Ketpetan mengelola keuangan /dana secara tepat. Aktivitas Humas (PR Activities) a. Efektivitas Berhasil untuk mencapai tujuan .yaitu antara lain upaya antara PR untuk mencapai : a. 2. “ the right man and the right place of the right man behind the gun “.Merupakan bentuk produk publikasi dan promosi yang dikelola oleh humas/ public relation dalam upaya mendukung perluasan /pemasaran produk atau nama dan pengaSruh pada sebuah organisasi dan lain sebagainya. Fungsi dan tanggung jawab manajemen PR . Partisipas komunitas (community participation) Adalah partisipasi humas/PR dalam melakukan komunikasi timbal balek dengan komunitas masyarakat atau publik lingkungan tertentu untukk mencapai saling pengertian dan citra positif terhadap lembaga yang diwakilinya . Evaluasi(evaluating) 3. Nasihat (advisory) Memberikan sumbangan saran kepada manajemen dan pimpinan berkenaan dengan kebijakan organisasi tentang penyesuaian berdasarkan kepentingan publik eksternal/internal . Komunikasi(communication) d. Perencanaan (planning) c. Pencarian fakta / permasalahan (fact finding) b. maupun berdasarkan hasil peindefikasian keinginan dan reaksi opini pubilk terhadap tujuan perusahaan. 4.

dan melalui tanggung jawab tersebut merupakan akuntabilitas bagi fungsi public relation terhadap organisasinya.yang mungkin dapat membawak kereugian. Penting sekali dalam kegiatan PR menjalin hubungan pers atau media relations yang baik dengan para pemimpin dan reporter/wartawan.dalam pengertian pres dalm menyiarkan berita untuk kepentingan sebagian besar pembacanya.maalah radio.bukan malah menjadi buruh bicara atau kepanjangan tangan PRO. PUBLIC RELATIONS DAN MEDIA MASSA 1.Yaitu untuk membangun suatu yang menguntungkan bagi terciptanya hubungan yang baik antara organisasi/perusahaan dengan publik sasarannya . Hubungan pribadi antara PRO dan pres tidak bearti harus”melacurkan”profesi masin g-masing daloam menyampaikan informasi kepada masyarakat.perilakuan yang berdasrkan like dan deslike dalam memberikan keterangan dapat menimbulkan adanya berita-berita /tulisan-tulisan yang tidak akurat. Misalnya berita berita yang tidak layak di muat atau terjadi ditori dalam pembuatannya akan membohongi pembaca.dan televisi.Pentingnya publik relations membinah hubungan pers Salah satu kegiatan PR dalam memberikan informasi kepada masyarakat untuk memperoleh dukungan dan kepercayaan publik adalah kegiatan hubungan pres yakini membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelolah media cetak (surat kabar/majalah) dan media elekteronik (tv/radio) Batasan jefkins mengenai peranan hubungan pers adalah untuk memperoleh pemuatan atau penyiaran secara maksimal tentang informasi PR yang di sampaikan untuk memberi pengetahuan dan menciptakan pengertian publiknya.baik pers ataupun PRO harus tetap profesional dalm memuatannya dan penyiaran berita.surat kabar.bahkan berita yang tidak benar tentang organisasi/perusahaan itu. Begitu juga PRO tidak .

biasanya di dapat dari PR. Kaitan PR dengan pers/media massa harus tetap erat.maupun di mata pres.melaikan saling memanfaatkan.memaksakan kehendak atau mendapat perlakuan istimewa agar setiap informasi PR harus selalu di muat atau disiarkan. fungsi serta pran masingmasing dalam penyaluran informasi.baik PR maupun pres menyadarkan persamaan tersebut dalam posisi . Hakikat pekerjaan PR dan pres.sehinga timbul pesan bahwa pres di anggap sebagai mitra kerja. Kecenderungan PR mendekati pres hanya ada biala masalah. Apresiasi terhadap minimal tanggung jawab kerja masing-masing yang salingh menimbulkan salah pengertian mengenai arus informasi yang mungkin tertahan.Cuma sebagai trouble shooter.PR penting membina hubungan baik dengan pres.masing diolah menurut prinsip-perinsip jurnalistik tentang perinsip-perinsip berita sehingah menarik untuk di sajikan sebagai berita.sehinga hubungan kemitraan antara keduannya akan fungsional. D.akurat dan lengkap. .ungkap deprari.kedualembaga harus mengusahakan agar informasi yang di bersumber pada kegiatan masing.depari mengatakan dalam kerjasama PR dan pres adalah: A.top manajemen. Jadi ada semacam pertalian yang bersifat simbiosis. C. Persepsi tentang PR yang belum seragam baik di kalangan PR. B.di sebarluaskan ataupun di manipulasi. Profesionalisme PR maupun pres infelikasinya akan tanfak pada hubungan yang tidak lagi bersifat bussiness like.kendati sebenarnya tidak layak berita.karena PR tidak dapat meningalkan pres sebagai sarana informasi publikasi PR.sebaliknya pres harus membutuhkan informasi resmi. Agar PR sebagai sumber dapat dengan mudah di hubungi sebaliknya dengan PR tidak menemui kesulitan untuk penyampaian informasi atau membantah/meneteralisasi berita yang di muat media massa.dalam kaitanya dengan pengelolaan informasi sebenarnya tidak jauh berbedah.

Pres Relations atau siaran pres sebagai publisitas yaitu media yang banyak di gunakan dalam kegiatan kehumasan karena dapat menyebarkan berita. tanpa melupakan integritass propesi masing-masing yang bila melangar kode etika PR dan kode pres tersebut itu sendiri. tetapi sebagi mitra yang sama menghormati profesi dan profesionalisme masing-masing tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan.E. .apalagi sering kali siaran pres yang di keluarkan PR praktis tidak punya nilai berita dan kaitan kepentingan umum. Kecenderungan Prmemanfaatkan pres sebagai lembaga penyebar siaran pres. terjadi distoris antar mereka. bahkan bisa ratusan wartawan sekaligus.Bentuk-bentuk kegiatan hubungan pres Dalam upaya membinah hubungan pres. maka penting sekali bagi PR melakukan hubungan pres/media massa agar kem itraan antara PR dan pres tetap menjalin dengan hubungan yang salingh membutuhkan satu sama lain.memang dalam menjalin hubungan pres ini antara PR dan pres itu sendiri tidak akan lepas timbulnya konflik antar keduanya juga. 2. B. Press Brefing yaitu di selengarakan secara reguler oleh seorang pejabat PR dalam kegiatan ini di sampaikan informasi-informasi tentang kegiatan yang baru terjadi kepada pres. 1. Berdasarkan uraian di atas. Temu pres atau jumpa pres yaitu memberikan secar simultan/berbarangan oleh seorang pejabat pemerinta atau swasta kepada sekelompok wartawan. maka PR akan melakukan berbagai kegiatan yang bersentuhan dengan pres antar lain : A. PR dan pres sebagi mediator dalam penyampaian informasi dari lembaga/perusahaan tetapi lebiah bisa mengedepankan kepentingan publik. dan juga di adakan ajuan atau pertanyaan bila wartawan belum puas dan menginginkan keterangan yang lebiah rinci.

2. opini public adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan didalam masyarakat demokratis. tertulis. sehingga mayoritas opini dapat disebut sebagai opini publik. pengukuran intensitas. Opini Publik Opini Publik adalah sekumpulan pandangan individu terhadap isu yang sama yang berhubungan dengan arah opini. dukungan informasional dan dukungan sosial Menurut Emory Bogardus. berapa jumlah orang terdapat dimasing-masing pihak. Special Event yaitu peristiwa khusus sebagai suatu kegiatan PR yang penting dan memuaskan banyak orang untuk ikut serta dalam suatu kesempatan. Press Luncheon yaitu pejabat PR mengadakan jamuan makan siang bagi apra wakil medi massa. Dengan demikian berarti : a) Opini publik itu bukan merupakan kata sepakat. maupun meningkatkan pengetahuan dan memenuhi selsra publik. Opini publik bukan merupakan seluruh jumlah pendapat individu-individu yang dikumpulkan. 3. lebiah individual. sehinga pada kesempatan ini pihak pres bisa bertemu dengan top manejer perusaan/lembaga guna mendengarkan perkembangan perusahaan /lembaga. b) Tidak merupakan jumlah pendapat yang dihitung secara numerical. 4. Wawancar press yaitu sifatnya lebih pribadi. gambargambar. isyarat dan lambang-lambang lainnya yang dapat dimengerti diperlukan dalam rapat pemegang saham di perusahaan. termasuk pihak pejabat humas (PRO) dalam berupaya menjaga publisitas di media pers atau citra lembaga/institusi di mata . stabilitas. c) Opini publik hanya dapat berkembang dinegara-negara demokratis dimana terdapat kebebasan bagi tiap individu untuk menyatakan pendapatnya dengan lisan.

cara ini sering dipergunakan dalam kehidupan masyarakat dalam pemilihan kepala desa dan sebagainya. yaitu sebagai berikut : a . Kegiatan membeli suara opini publik ini juga yang menurut Cutlip dan Center ada empat tahap. Membeli (buying) Sama dengan “membeli suara” alias menyogok dengan sejumlah uang (money politic) agar bisa memperoleh dukungan. . Proses Pembentukan Opini Publik Proses terbentuknya opini publik melalui beberapa tahapan Dalam praktik kehumasan dalam menciptakan opini publik ada 3 cara. Tekanan (pressure) Lebih banyak menggunakan pengaruh. b. termasuk kegiatan orsospol dalam pemilu untuk mencari dukungan suara lebih banyak. yaitu : 1. Ada masalah yang perlu dipecahkan sehingga orang mencari alternatif pemecahan. baik secara individu yang mempunyai kewibawaan/karisma pribadi maupun berdasarkan kekuasaan jabatan atau kekuasaan tertentu. Bujukan/ persuasi (persuasive) Yang paling tepat atau wajar dalam aktivitas peranan PR dalam membentuk atau merekayasa opini publik. c . yaitu dengan cara membujuk.masyarakat dan pers dengan cara membelikan “amplop” kepada oknum wartawan yang selama ini telah dibina dalam aktivitas di lingkungan instansinya masing-masing.

2. Sedangkan opini publik yang tidak murni dapat berupa : 1. yaitu opini yang diprogramkan. Desired Public Opinion. Opini publik murni adalah opini publik yang lahir dari reaksi masyarakat atas suatu masalah (isu). 5. yaitu opini yang direncanakan. 2. Opini publik terbentuk jika dalam diskusi tidak ada lagi yang menentang pendapat akhir karena sudah berhasil diyakinkan atau mungkin karena argumentasi untuk menolak sudah habis. yaitu opini yang diinginkan. kita mengenal opini publik yang murni. Untuk melaksanakan keputusan. Munculnya beberapa alternatif memungkinkan terjadinya diskusi untuk memilih alternatif 3. Planned Public Opinion. 1. Manipulated Public Opinion. diantaranya : . karena kepada para anggota diskusi memang sama sekali tidak dimintakan pernyataan setuju. Dalam diskusi diambil keputusan yang melahirkan kesadaran kelompok. disusunlah program yang memerlukan dukungan yang lebih luas. Berdasarkan terbentuknya opini publik. yaitu opini yang dikehendaki. 4. 4. Opini publik sudah terbentuk jika pendapat yang semula dipertentangkan sudah tidak lagi dipersoalkan. Intended Public Opinion. 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Publik Opini publik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu opini publik yang dimanipulasikan atau dipermainkan dengan cerdik. Dalam hal ini tidak berarti bahwa opini publik merupakan hasil kesepakatan mutlak atau suara mayoritas setuju. Programmed Public Opinion.

maka pendapat umum mudah terbentuk. banyak mempengaruhi dan membentuk persepsi seseorang. 5. . Karena dalam kelompok ini orang cenderung bersedia menyamakan pendapatnya. maka ideologi cenderung mengarah pada egoisme atau kelompokisme.1. komunikasi dengan luar sulit dilakukan. Dalam masyarakat tertutup. Karena titik tolaknya adalah kepentingan ego. adalah masyarakat yang tenang dan demokratis. 3. Ia juga merupakan pemikiran khas suatu kelompok. Kondisi Sosial Masyarakat yang terdiri dari kelompok tertutup akan memiliki pendapat yang lebih sempit daripada kelompok masyarakat terbuka. Orang berpendidikan cukup. memiliki sikap yang lebih mandiri ketimbang kelompok yang kurang berpendidikan. baik formal maupun non formal. 4. Kondisi Ekonomi Masyarakat yang kebutuhan minimumnya terpenuhi dan masalah survive bukan lagi merupakan bahaya yang mengancam. Ideologi Ideologi adalah hasil kristalisasi nilai yang ada dalam masyarakat. Yang terakhir cenderung mengikut. Dalam organisasi orang dapat menyalurkan pendapat dan keinginannya. Pendidikan Pendidikan. Organisasi Dalam organisasi orang berinteraksi dengan orang lain dengan berbagai ragam kepentingan. 2.

Hubungan dengan public intern a. Media massa dapat membentuk pendapat umum dengan cara pemberitaan yang sensasional dan berkesinambungan.6.b Konseptualisasi Humas 1. Dengan keterampilan berkomunikasi. Komunikasi dapat dilakukan oleh kahumas secara lisan maupun media yang berlangsung secara timbal balik. b. Ini dilakukan dengan membina hubungan yang sudah baik dan upaya mencegah terjadinya hubungan yang retak dan ini dilaksanakan dengan komunikasi.kahumas dapat menjadi mediator untuk menyalurkan perasaan para karyawan kepada pimpinan. Hubungan dengan pemegang saham Pembinaan merupakan kegitan komunikasi yang menjadi tugas kahumas (Stockholder relation) antara lain sbb : · Menyatakan selamat pada pemegang saham baru · Mengirimkan berkala organisasi .  2. Media Massa Persepsi masyarakat dapat dibentuk oleh media massa. di lain pihak sebagai motivator untuk membangkitkan daya juang untuk berpartisipasi. Hubungan dengan karyawan Fungsi humas berkisar pada kegiatan menciptakan dan mewujudkan hubungan yang harmonis antara pimpinan organisasi dengan karyawan.

tetapi juga kegiatan penyelidikan yang tidak jauh berbeda dengan spionase. Hubungan dengan pelanggan Pekerjaaan humas tidak hanya berkisar pada kegiaaaatan publikasi.(Bill) Peak : Merupakan fungsi hubungan masyarakat yang merupakan partisipasi suatu lembaga yang berencana. aktif dan sinambung dengan dan di dalm suatu komunitas untuk memelihara dan membina lingkugannya demi keuntungan dua pihak.· Menyampaikan laporan tahunan 2. Ia bersama staff harus membiasakan diri setiap hari membaca surat kabar dan penerbitan lain. mendengarkan radio terutama radio swasta niaga yang biasa menyiarkan iklan dan menonton televisi untuk mengetahui kalau ada propaganda dari perusahaan lawan yang cenderung merebut public yang telah dibinanya. Hubungan dengan publik ekstern Publik ekstern sebagai sasaran humas terdiri atas orang-orang/masyarakat di luar organisasi. b. Dalam hal ini kahumas sebagai pelaksanaanya yang bersifat partisipatif. lembaga dan komunitas. ia harus cekatan dan terampil dalam berkomunikasi dan dalam memantau kegiatan lawan. Pentingnya kegiatan berkomunikasi dalam pembinaan hubungan dengan komunitas bagi seorang humas tidak . Dengan terlibatnya kahumas dalam perang propaganda antara perusahaan-perusahaan saingannya. a. baik yang ada kaitannya dengan organisasi maupun yang diharapkan/diduga ada kaitannya dengan organisasi. Hubungan dengan Komunitas Definisinya menurut Wilbur J.

catatan dan lain-lain yang bersangkutan dengan peraturan pemerintah. . Hubungan dengan pemerintah 1. c. Menguasai peraturan-peraturan pemerintah Perpustakaan bagian humas suatu organisasi harus dilengkapi dengan buku. Kahumas harus menguasai peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya kegiatan organisasi yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. dapat dilayani secara cepat dan tepat. Membina hubungan dengan instansi pemerintah Maksudnya adalah mengakrabkan diri dengan pimpinan instansi pemerintah setempat. Oleh karena itu pula kahumas perlu menetapkan seorang petugas untuk menangani hal tersebut secara khusus karena data seperti itu harus disusun sedemikian rupa sehingga apabila pimpinan organisasi membutuhkannya. Ia juga harus banyak memberi masukan kepada pimpinan untuk bahan pembuatan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan tanpa diminta.hanya dengan penduduk sekitar. setidak-tidaknya dengan humas instansi yang bersangkutan. tetapi juga dengan pimpinan organisasi antara lain untuk meyakinkan pentingnya partisipasi benda atau dana dari organisasi untuk melakukan kegiatan Cutlip dan Center dalam bukunya Effective Public Relations mengatakan bahwa dalm rangka pelaksanaan hubungan dengan komunitas. penting diketahui apa yang didambakan komunitas bagi kesejahteraan. apa yang diharapkan dari organisasi sebagai urutan untuk kesejahteraannya itu dan bagaimana cara menilai kontribusi tersebut. 2. risalah.

d. Mengabdi kepada kepentingan umum .  Periklanan (Advertising) : Kehumas perlu membayar jika memasang iklan. khususnya pembinaan hubungan dengan pers perlu mendapat perhatian istimewa karena pers terutama menyiarkan berita sedangkan media elektronik biasanya menyiarkan hiburan. Pers khususnya dan media massa umumnya dapat dimanfaatkan oleh kahumas dengan berbagai cara antara lain dengan :    Jumpa pers (Press Conference) Wisata pers (Press Tour) Siaran pers (Press Release) : Siaran pers mencakup publistas amat penting dalam kehumasan karena informasi diseberluaskan oleh media massa tanpa membayar sama sekali. Hubungan dengan media massa Maknanya adalah terbinanya hubungan kahumas dengan orang-orang media massa. wartawan televisi dan radio atau reporter televisi. di satu pihak untuk melancarkan hubungan kerja bilamana suatu ketika diperlukan. Kahumas perlu membina hubungan yang akrab dengan media massa agar segala sesuatu yang menyangkut penyebaran informasi kepada public ekstern berjalan lancar. Dalam rangka pembinaan hubungan dengan media massa itu. memperlicin permohonan kalau suatu waktu diajukan. Canfield (1964 : 6 ) adalah sebagai berikut : 1. Tujuan dan Fungsi Public Relations Tujuan dari public relations adalah mewujudkan hubungan yang harmonis atau menciptakan opini public yang favorable baik internal maupun eksternal. seperti redaktur surat kabar dan majalah. mempermudah pemecahan masalah jika suatu asat terjadi salah pengertian. Adapun fungsi dari Public Relations menurut Bettrand R. PEMBAHASAN A.Tujuan Pembinaan itu adalah.

2. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah ( Problem Solving Process Fasilitator) Peranan praktisi Public Relations dalam pemecahan masalah persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Sebaliknya suatu badan / perusahaan akan dapat sukses apabila segala tindakannya adalah sebagai pengabdian kepada kepentingan umum. Public Relations bertindak sebagai komunikator ketika manajemen berhubungan dengan para karyawan. 4. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat ( adviser ) hingga mengambil rindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional. Dalam kegiatan komunikasi tersebut terdapat beberapa tahapan. 3. Cultip dan Center membagi tahapan komunikasi ini menjadi empat. apabila ia ikut bergaul dengan para karyawannya. Tahapan Komunikasi dalam Public Relations Dalam Public relations terdapat hubungan komunikasi dengan pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan. adapun tahapan – tahapan tersebut adalah : 1. Fact – Finding Tahapan ini merupakan tahapan dalam pencarian fakta mengenai situasi dan pendapat public terhadap kegiatan suatu perusahaan / lembaga.Jika tidak untuk kepentingan publik baik itu internal maupun eksternal. 2. ia juga akan mempunyai wibawa apabila tidak cacat moral dan tingkah lakunya. Misalnya dengan mengadakan pertandingan olahraga. Peran dan Tahapan Komunikasi dalam Public Relations Peran seorang Public Relations sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi / perusahaan. B. Dalam hal ini apakah terjadi hal – hal yang menghambat atau . Adapun peran Public Relations menurut Dozier & Broom (20 : 2000) antara lain 1. maka tidak mungkin akan tercipta suatu hubungan yang menyenangkan. C. Fasilitator Komunikasi ( Communication Fasilitator ) Dalam hal ini. Memelihara komunikasi yang baik Seorang pimpinan yang melakukan kegiatan Public Relations akan berhasil di dalam kepemimpinannya. Menitik beratkan kepada moral dan tingkah laku yang baik Seorang pemimpin yang baik dalam tingkah lakunya akan menitik beratkan kepada moralitas. Ia harus menjadi teladan bagi bawahannya. Ia harud melakukan kegiatan komunikasi bukan saja dalam hubungan dinas tetapi juga diluar dinasnya. Public Relations adalah sebagai Jembatan antara perusahaan dengan publik atau antara manajemen dengan karyawannya agar tercapai Mutual Understanding (saling pengertian) antara kedua belah pihak. praktisi Public Relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang diinginnkan dan diharapkan oleh publiknya 3. Penasehat Ahli ( Expert Prescriber ) Seorang praktisi Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Communicator Fasilitator ). Teknisi Komunikasi ( Communication Technician ) Peranan communications technician ini menjadikan praktisi Public Relations sebagai journalist in recident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan of communication in organization. kegiatan anjangsana dan lain – lain.

Menurut Cutlip & . A long. Selective processes. Public Relations Internal Pengertian Public Internal adalah Publik yang berada didalam perusahaan seperti karyawan. Predispotion. Faktor apa saja yang disenangi ataupun tidak disenangi oleh para karyawannya. Group membership. yaitu factor kesedrhanaan dan kejelasan tidaknya suatu perumusan di dalam pesan yang disampaikan. Capability. Pada perencanaan ini dikenal pula istilah perumusan 7 C. yaitu makna dan arti yang terdapat dalam pesan yang dapat dipahami oleh komunikan. maka pada tahapan selanjutnya dibuat perencanaan mengenai langkah–langkah. b. 2.menunjang kegiatan perusahaan / lembaga tersebut.c D. Sebab jika penyampaiannya dilakukan secara berlainan. yaitu factor ada tidaknya pertentangan atau perbedaan dalam pesan. f. b.  3. long look a head. Karyawan tersebut bisa terdiri dari manager. yaitu : a. c. Context. Content. Mengadakan perbaikan – perbaikan sesuai dengan keinginan para karyawannya. d. yaitu suatu penilaian terhadap hubungan komunikator dengan komunikan. yaitu nilai kepercayaan public terhadap pihak komunikator. Pada tahapan ini menurut Joseph Klepper perlu diperhatikan tiga factor yang perlu mendapat perhatian. Dalam tahapan ini menurut Cultip & Center membutuhkan a. b. Clarity. Continuity dan Consistency. Bagaimana sikap kerja para karyawannya. Damana pada tahapan ini sangat menentukan satu planning dan programming. b. c. f. Communication Tahapan ini adalah tahapan penyampaian. maka dapat menimbulkan efek yang berlainan. c. c. perumusan itu adalah : a. Evaluation Pada tahapan yang terakhir ini dilakukan perbaikan – perbaikan untuk menciptakan hubungan yang harmonis diantara public suatu badan / lembaga / perusahaan. yaitu factor kemampuan untuk memberikan penjelasan. supervisor. yaitu factor yang menghubungkan isi dari pesan dengan kenyataan pada lingkungannya. e. perumusan tujuan dan perincian waktu secara teratur. d. tetapi tidak merugikan perusahaan / lembaga yang bersangkutan. Credibility. A searching look backward. Menantikan saat untuk mengadakan perbaikan – perbaikan itu agar supaya kedua belah pihak mendapat keuntungan atau menikmati suasana kerja yang baik. secretary. c. Planning and Programing Apabila telah diperoleh fakta pada tahapan fact – finding. A wide look around. e. A deep look inside. Disini dilakukan analisa – analisa yang mengarah kepada : a. d. d. 3. receptionist dan lain sebagainya. 4.

1982. Sistem manajemen yang sifatnya terbuka ( open management ). Efektifitas hubungan publik internal memerlukan suatu kombinasi antara : 1. akan menghasilkan kualitas teknis produk barang yang lebih baik dan dapat memberikan kepuasan terhadap pemakai barang atau pelanggan serta peningkatan citra. mampu bertindak sebagai mediator dari perusahaan ( pimpinan ) terhadap para karyawan. 3. Selain itu Public Relations internal juga menjadi corong informasi dari para karyawan kepada pihak perusahaan atau sebaliknya. Hubungan dengan pihak jajaran pimpinan dalam manajemen perusahaan (management relations ). 14). Dengan demikian Public Relations Internal berupaya melakukan hubungan komunikasi yang efektif melalui suri tauladan yang dimulai dari pihak atasan ( pimpinan ). Hubungan Public Internal ( internal Public Relations ) dalam suatu perusahaan. Kesadaran pihak manajemen terhadap nilai dan pentingnya memelihara komunikasi timbal balik dengan para karyawan. Karyawan sebuah perusahaan merupakan aset yang cukup penting. Hubungan dengan pemilik perusahaan atau pemegang saham (stockholders relations ). Bentuk produk. Keberhasilan pelaksanaan program kerja Public Relations Internal dalam membina bagian employee relations tersebut. yaitu sama dengan hubungan industrial yang hanya menekankan pada unsur dua proses “produksi & upah“ yang terkait dengan “lingkungan kerja“ pengertiannya lebih dari itu. 292). hal. 2. 3. mampu mempertemukan atau menyampaikan tujuan – tujuan dan keinginan – keinginan dari pihak karyawan kepada perusahaan atau sebaliknya (Colin Coulson – Thomas. baik secara kualitas maupun kuantitas. karena kedua bentuk hubungan publik tersebut diumpamakan sebagai dua sisi mata uang yang mempunyai arti sama dan saling terkait satu sama lain“. terdiri dari : 1. hubungan tersebut dipengaruhi oleh hubungan komunikasi internal antar karyawan dengan karyawan lainnya atau hubungan karyawan dengan manajemen perusahaan yang efektif (Cutlip & Center. “Hubungan publik internal sama pentingnya dengan hubungan publik eksternal. Kemudian pada akhirnya hal tersebut bermuara pada peningkatan produktivitas perusahaan. Dengan demikian dapat juga diartikan bahwa hubungan kepegawaian ( Employee Relations ) tersebut tidak dilihat dalam pengertian yang sempit. Kemampuan Public Relations yang memiliki keterampilan manajerial (manager skill ) serta berpengalaman. Hubungan dengan pekerja atau karyawan ( employee relations ) pada umumnya beserta keluarga karyawan pada khususnya. 2005.Center ( 1982 : 290 ). hal. 2. pengertian publik internal atau lebih dikenal dengan sebutan Employee relations yaitu sekelompok orang bekerja ( karyawan / pegawai ) didalam suatu perusahaan. Pelaksanaan program Employee Relations ( hubungan publik internal ) yang tepat bagi suatu perusahaan merupakan sarana teknis atau suatu kegiatan metode komunikasi yang memiliki kekuatan mengelola sumber daya manusia demi pencapaian tujuan perusahaan. karena karyawan itu sendiri terkait dengan status atau kedudukan yang saling berbeda antara satu dengan yang lainnya tapi pada prinsipnya memiliki keinginan yang sama terhadap pimpinan atau perusahaan. barang atau pemberian jasa yang ditawarkan kepada publik sasarannya. KESIMPULAN . Menurut Frank Jefkins dalam bukunya Public Relations (1995).

karena salah satu penunjang baik dalam segi ekomoni. model informasi publik. Praktisi public relations dengan model ini menggunakan survei. Grunig dan Todd Hunt mengajukan empat model public relations yang didasarkan kepada komunikasi. bahwa public relation juga dapat berperan sebagai jembatan atara instansi baik instansi pemerintah atau swasta dengan public. Para praktisi public relations yang bekerja dengan model seperti ini sedikit sekali melakukan riset terhadap audiensi mereka dalam rangka menguji kejelasan pesan yang mereka sampaikan. Semenjak saat itu. sehingga hubungan komunikasi dapat berlangsung secara lebih cepat. Agen pemberitaan [press agentry] adalah sebuah model di mana informasi bergerak satu arah— dari organisasi menuju publik. Dalam rangka mengatasi kesenjangan hubungan manajemen dan karyawan. tepat dan efektif. Jalur informal dapat dilakukan melalui pertemuan informal antara manajemen dan karyawan. dan grand opening. model asimetris dua arah. dan etika. politik dan budaya adalah komunikasi. Salah satu cara paling bermanfaat dalam membicarakan public relations adalah melalui penjelasan model public relations yang dengan ini kita mengidentifikasi ide sentral dari public relations dan bagaimana mereka saling terkait satu sama lain. Model keempat berfokus pada usaha menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan kepentingan publik atau kelompok lainnya. Walaupun agen pemberitaan ini bukan tidak etis. dan bahkan di beberapa korporasi. Untuk mencapai sebuah tujuan yang kita inginkan sangat diperulukan peran public relation. social. Tiga model pertama mereflesikan sebuah praktik public relations yang berusaha mencapai tujuan organisasi melalui persusasi. Hubungan informal dapat mereduksi jenjang birokrasi dan jalur komunikasi. semakin banyak perhatian yang akan mereka peroleh. namun alur komunikasinya masih tetap satu arah. Semakin keras mereka bersuara. Informasi publik berbeda dengan agen pemberitaan karena tujuan utamanya adalah untuk memberi tahu publik dan bukan untuk promosi dan publisitas. tetapi memutuskan sendiri [tanpa riset] tentang informasi apa yang paling baik dikomunikasikan kepada publik mereka. Tahun 1984. mereka juga tidak dianggap sebagai sesuatu yang etis. Didorong oleh adanya kepentingan yang sama antara manajemen dan karyawan dalam memajukan perusahaan dimungkinkan akan muncul hubungan kerja yang baik antara kedua belah pihak. riset. Model ini menerapkan metode riset ilmu sosial untuk meningkatkan efektivitas persuasi dari pesan yang disampaikan. namun organisasi dengan model . Termasuk dalam praktik model ini adalah taktik propaganda seperti penggunaan nama selebriti dan perangkat yang bisa memancing perhatian orang. Sekarang model ini mewakili praktik public relations di pemerintahan. mereka tidak banyak melakukan riset tentang publik mereka. serta terciptanya suasana kerja yang nyaman. Grunig dan tim ilmuwan mengajukan model baru yang memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana public relations dipraktikkan. parade. wawancara. terlepas mereka salah atau benar sehingga akan semakin baik mereka melakukan pekerjaan mereka. James E. organisasi nirlaba. Mereka adalah “jurnalis -di-rumah” yang menghargai akurasi.Public relation merupakan metode komunikasi dalam yang meliputi berbagai teknik komunikasi. Model asimetris dua arah memandang public relations sebagai kerja persuasi ilmiah. Praktisi public relations yang mempraktikkan model ini selalu mencari kesempatan agar nama baik organisasi mereka muncul di media. dapat dilakukan hubungan secara informal. Barangkali model ini adalah bentuk paling tua dari publik relations dan model ini bermakna sama dengan promosi dan publisitas. Tanpa adanya komunikasi yang baik dan dan sistematis mustahil kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Empat model yang asli adalah model agen pemberitaan. Walaupun timbal balik [feedback] dari semua itu dipertimbangkan ke dalam proses pembuatan program. dan fokus group untuk mengukur serta menilai publik sehingga mereka bisa merancang program public relations yang bisa memperoleh dukungan dari publik kunci. Di atas telah dijelaskan. pemberian hadiah gratis. dan model simetris dua arah. lembaga pendidikan. Artinya peran public relation dalam mempublikasikan suatu perodak baik itu berupa kebijakan mapun prodak material sangant penting.

Walaupun kedua model ini dapat dimasukkan ke dalam kategori asimetris. Mereka digambarkan berada pada ujung berlawanan dari kontinum. Ikhtisar singkat dari kedua model itu adalah sebagai berikut. Model prediktor kultural menggambarkan praktik public relations dalam organisasi yang melakukan bisnis di negara lain. praktisi public relations dan supervisor mereka melaporkan bahwa mereka menggunakan kedua model ini. organisasi dan publik mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk saling memengaruhi satu sama lain. Ada beberapa fungsi dominan yang harus dilaksanakan seorang PR sejati antara lain berperan sebagai : • Technician communication Kebanyakan praktisi masuk ke bidang ini sebagai teknisi komunikasi. mixed motives. sehingga Dozier. Gambaran public relations seperti ini menempatkan publik pada sebuah kontinum [lihat gambar 3. model simetris dua arah dan model asimetris dua arah. Bagian tengah dari kontinum ini adalah zona “menang-menang” di mana organisasi dan publik menggunakan komunikasi untuk meraih keputusan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. India.3]. Tahun 2001. organisasi yang menyesuaikan dengan kepentingan publik. di mana praktisinya berusaha membangun hubungan personal dengan tokoh-tokoh kunci “sebagai orang yang dapat dimintai bantuannya”. Kedua model ini ditemukan dari riset yang dilakukan oleh mahasiswa lulusan University of Maryland yang kembali ke negara asalnya.” Model pengaruh personal menggambarkan praktik public relations.ini masih lebih tertarik mengenai bagaimana publik menyesuaikan diri dengan mereka ketimbang sebaliknya. dan cooperative antagonism. Walaupun kedua model ini bisa saja merepresentasikan praktik public relations di budaya lain. Model ini berfokus pada penggunaan metode riset ilmu sosial untuk memperoleh rasa saling pengertian serta komunikasi dua arah antara publik dan organisasi ketimbang persuasi satu arah. berlanjut pada tahun 1996 dengan adanya laporan tentang dua model berbeda: model prediktor kultural (the cultural interpreter model) dan model pengaruh personal (personal influence model). Oleh karena organisasi dan publiknya juga akan menerapkan strategi komunikasi. Grunig menciptakan nama lain dari model ini. collaborative advocacy. dan sistem politik dari negara bersangkutan. mereka memberi kita lebih banyak hal untuk dipikirkan dalam pemahaman kita tentang public relations. dan Grunig berpikir bahwa dengan memberikan situasi public relations yang spesifik. adat-istiadat. baik sebagai model asimetris murni di mana koalisi dominan berusaha menekan publik untuk menerima posisi organisasi. Tujuannya adalah untuk mempresentasikan sebuah model yang “menyeimbangkan kepentingan pribadi dengan kepentingan publik dalam proses memberi serta menerima yang bisa berfluktuasi antara advokasi dan kolaborasi”. Larissa A. Model baru ini menambah pemahaman kita tentang praktik public relations karena model ini mempertimbangkan kedua belah pihak dalam situasi public relations. Grunig menyampaikan sebuah model baru public relations yang diperoleh dari riset mereka tentang keutamaan public relations dan manajemen komunikasi. “di mana mereka membutuhkan seseorang yang memahami bahasa. Model simetris dua arah menggambarkan sebuah orientasi public relations di mana organisasi dan publik saling menyesuaikan diri. James E. maupun sebagai model kerja sama murni di mana publik menggunakan komunikasi untuk meyakinkan koalisi dominan untuk menerima posisi publik. Grunig berpendapat bahwa model ini merupakan model yang paling etis karena semua kelompok merupakan bagian dari resolusi masalah. Usaha pengembangan public relations yang menjelaskan bagaimana public relations dilakukan secara lebih efektif. Yunani. Grunig. kami melihat aplikasi kedua model itu dalam praktik public relations di Amerika. Deskripsi kerja dalam lowongan pekerjaan biasanya menyebutkan keahlian komunikasi dan jurnalistik. Teknisi komunikasi disewa untuk . Grunig. dan Taiwan untuk menguji apakah praktisi public relations di negara mereka menggunakan empat model asli public relations atau tidak. kita harus pandai-pandai dengan strategi komunikasi kita. sebagai syarat. David M. Riset mereka tentang 321 organisasi di tiga negara mengungkapkan bahwa praktisi public relations yang paling efektif menggunakan “model simetris baru dengan praktik dua arah”. budaya. Dozier. dan James E. Tahun 1995. Oleh karena dalam praktik terbaik public relations.

cerita feature. dan bertanggung jawab penuh atas implemetasinya • Communication facilitator Peran fasilitator komunikasi bagi seorang praktisi adalah sebagai pendengar yang peka dan broker (perantara) komunikasi. majalah. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. dan jadwal program • Konseling: memberi saran kepada manajemen dalam masalah sosial. opini kelompok kepentingan dan pandangaan-pandangan lain berkenaan dengan stakeholder organisasi. Praktisi pemecah masalah membantu manajer lain untuk dan organisasi untuk mengaplikasikan PR dalam proses manajemen bertahap yang juga dipakai untuk memecahkan problem organisasional lainnya. dan data pemerintah elektronik. Praktisi yang beroperasi sebagai praktisi pakar bertugas mendefinisikan probelm. menentukan prioritas. dan mengangani kontak media. dan membuka akses ke sumber otoritatif • Riset: mengumpulkan infromasi tentang opini publik. artikel publikasi perdagangan. mendefinisikan publik. anggaran. Kolaborasi dan musyawarah dimulai dengan persoalan pertama dan kemudian sampai ke evaluasi program final. dan mediator antara organisasi dan publiknya. berkonsultasi . Manajemen puncak menyerahkan PR di tangan para ahli dan manajemen biasanya mengambil peran pasif saja. Mendesain riset program. orang lain akan menganggap mereka sebagai otoritas dalam persoalan PR dan solusinya. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara (liason). dan publikasi perdagangan agar mereka memublikasikan atau menyiarkan berita dan feature tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri atau oleh orang lain. penulis freelance. interpreter. Spesialisasi dunia kerja Sedangkan peran dalam pekerjaan itu sendiri tidak bisa dianggap mudah membuthkan adanya ketelitian dan keuletan sehingga menghasilkan pencapaian yang maksimal yang antara lain : • Menulis dan Mengedit: Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran. memverifikasi berita. Praktisi yang melakukanm peran ini biasanya tidak hadir disaat manajemen mendefinisikan problem dan memilih solusi. dan mengembangkan strategi dan taktik. • Expert Prescriber communication Ketika para praktisi mengambil peran sebagai pakar/ahli. Praktisi yang berperan sebagai fasilitator komunikasi ini bertindak sebagai sumber informasi dan agen kontak resmi antara organisasi dan publik. setting dan tujuan. dan menyewa perusahaan riset • Manajemen dan Administrasi: Pemrograman dab perencanaan dengan bekerja sama manager lain. tren. Tujuannya adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat keputuasan demi kepentingan bersama. newsletter untuk karyawan dan stakeholder ekternal. iklan institusional. Fasilitator komunikasi menempati peran di tengah-tengah dna berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dan publik. Menata personel. Meskipun mereka tidak hadir saat diskusi tentang kebijakan baru atau keputusan manajemen baru. terkadang tanpa mengetahui secara menyeluruh motivasi atau tujuan yang diharapkan. mengembangkan isi web. melakukan survei. jasa online. brosur. Mencari database di internet. Mereka menengahi interaksi. mengembangkan program. isu yang sedang muncul. dan materi-materi pendukung teknis lainnya • Hubungan Media dan Penempatan Media: mengkontak media koran. korespondesi. menyusun agenda mendiagnosis dan memperbaiki kondisi-kondisi yang menganggu hubungan komunikasi di antara kedua belah pihak. iklim politik dna peraturan-peraturan perundangan. suplemen mingguan. • Fasilitator Pemecah Masalah Ketika praktisi melakukan peran ini. dan peraturan. Merespons permintaan infromasi oleh media. Mereka baru bergabung untuk melakukan komunikasi dan mengimplementasikan program. pidato. pesan website dan pesan media online lainnya. liputan media. mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. merekalah yang diberi tugas untuk menjelaskannya kepada karyawan dan pers. film dan scipts slide-slow. menulis news release dan feature. laporan tahunan shareholder. Mereka menjadi bagian dari tim perencanaan strategies.menulis dan mengedit newsletter karyawan. politik. menentukan kebutuhan.

menjaga dan membentuk saling percaya (aspek afeksi) dan memellihara serta menciptakan kerjasama (aspek psiomotoris) Bagian-Bagian dari Fungsi PR: • Hubungan Internal. 4. namun kata "relations" menunjukan kata kerja aktif maka harus dilihat dari dua kepentingan yaitu organisasi dan publik sehingga tujuan PR adalah terpeliharanya dan terbentuknya saling penegrtian (aspek kognisi). dan proses organisasional • Kontak: sebagai penghubungan(liason) dengan media.dengan tim manajemen mengenai cara menghindari atau merespons krisis. Memfasilitasi atau membantu penyesuaian dan pemiliharaan dalam sistem sosial yang memberi kita kebutuhan sosial dan fisik Fungsi PR Pada hakikatnya PR adalah aktiftas. tata letak. dan menyiapkan presentasi audiovisual • Training: mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk menghadapi meda dan tampil di hadapan publik. open house. perayaan ulang tahun. 2. maka sebenarnya tujuan PR dapat dianalogikan dengan tujuan komunikasi yakni adanya penguatan dan perubahan kognisi. pemotongan pita dan grand opening. Membuat informasi menjadi tersedia melalui sistem informasi publik. Membantu memperkenalkan perubahan kultur. 5. apeksi dan prilaku komunikasintya. 6. tipografi. program penghargaan. Melayani kepentingan publik dengan sudut pandang alternatif dalan forum publik. • Produksi: membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan multimedia. Membantu organisasi untuk mengantisipasi dan merespons persepsi dan opini publik. dan merespos perubahan-perubahan lain di lingkungan. mengadakan kontes. mengelola konflik. Sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder penting dengan bertugas untuk mendengarkan. kebijakan. perekaman audio dan video dan editing. menegosiasikan. komunitas. dan kegiatan khusus lainnya. dan bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun strategi untuk mengelola atau merespons isu-isu yang sensitif dan kritis • Acara Spesial: mengatur dan mengelola konferensi pers. Dan juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ke publik dengan mendukung pernyataan pendapat dan debat pasar ide yang kompetitif. Membantu masyarakat dengan menjadi perantara konflik dan membangun konsensus yang dibutuhkan untuk ketertiban sosial. acara pengumpulan dana. dan kelompok internal dan ekternal lainnya. lomba lari 10K. konvensi. Memberi petunjuk kepada ornag lain dalam organisasi untuk meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi. adalah bagian khusus PR yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan . mengunjungi tokoh terkemuka. Manfaat dan peran PR Selain peran dominan dan peran profesional bisa dilaksnakan dengan komitmen sehingga bisa tercapai tujuan manajerial dan operasional organisasi : 1. Membuat organisasi bersikap responsif terhadap kepentingan publik dan kontribusinya kepada sistem informasi publik yang amat penting bagi masyarakat demokratis dan kelangsungan hidup organisasi. Sebagai tuan rumah dengan melakukan pertemuan dan jamuan untuk tamu dan pengunjung. struktur. dan computer desktop publishing. merespons pergeseran di antara elektorat dan di dalam lembaga legislatif. termasuk suara dari orang-orang yang diabaikan oleh media massa. termasuk seni. • Pidato: tampil di depan kelompok. Membantu dan mempertahankan hubungan antara publik dengan manajemen oraganisasional yang memerhatikan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan yang bermoral 3. dan menjalin kesepakatan. 7. Merespon nilai dan gaya hidup yang baru. melatih orang untuk memberikan kata sambutan dan mengelola biro juru bicara untuk menjelaskan platfom organisasi di depan audien penting. fotografi.

pemasar menyerahkan produk dan jasa kepada konsumen untuk ditukar dengan s esuatu yang bernilai Menurut ahli pemasaran Philip Kotler:”Pertukaran. nilai. • Advertising. • Terakhir. organisasinya. dan kepuasan paling besar.NJ:Prentice Hall. serta tahu merancang dan . bukan untuk konsumen yang menjadi sasaran marketing. Ringkasnya marketing menciptakan hubungan di mana pertukaran terjadi-kepemilikan berpindah tangan. dan merespon isu-isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan organisasi dengan publik mereka.11. Transaksi inilah yang membedakan fungsi marketing-dua pihak saling menukar sesuatu yang bernilai bagi kedua belah pihak. dimana informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang jelas identitasnya yang membayar ruang dan waktu penempatan informasi tersebut. Meski tidak selalu didefiniskan secara jelas dalam praktiknya."(Philp Kotler. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan di media. akan tetapi. jika dilihat sebagai komunikasi persuasif. Tujuan marketing adalah menarik dan memuaskan konsumen secara terus menerus dalam rangka mengamankan “pangsa pasar”dan mencapai tujuan ekonomi perusahaan. Metode penempatan pesan di media ini adalah pesan di media ini adalah metode yang tak bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut. Marketing Management. yang merupakan inti dari konsep marketing.(Upper Saddle River. adalah proses mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu yang sebagai imbalannya. manajemen isu adalah bagian fungsi PR.saling bermanfaat antara manajer dan karyawan tempat organisasi mengantungkan kesuksesannya. • Manajemen Isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi. • Apa yang orang orang inginkan atau butuhkan akan diterjemahkan sebagai permintaan konsume n. informasi yang digunakan oleh PR untuk menjangkau audien yang lebih luas. Karena spesialis PR biasanya tahu cara menulis untuk media itu. • Press Agentry. • Lobbying adalah bagian khusus dari PR yang berfungsi untuk menjalin dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan memengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi. • Pemasar menawarkan produk dan jasa untuk memuaskan permintaan tersebut. marketing dan PR dapat dibedakan secara konseptual dan hubungannya dijelaskan. publisitas produk dan hubungan media digunakan untuk mendukung marketing. bukan sebagai bagian dari perencanaan strategi organisasi. • Hubungan Investor adalah bagian dari PR dalam perusahaan korporat yang membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan dengan shareholder dan pihak lain di dalam komunikasi keuangan dalam rangka memaksimalkan nilai pasar • Pengembangan adalah bagian khusus dari PR dalam organisasi nirlaba yang bertugas membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela Perbedaan PR dan Pemasaran.2003). mengevaluasi. dan tahu cara bekerja menghadapi wartawan. Tetapi PR lebih dari sekedar press agentry. • Publisitas. mengindentifikasi. Konsumen memilih produk dan jasa yang memberikan kegunaan.12. atau tujuannya. Untuk tujuan itu. Banyak praktisi PR kadang-kadang menggunakan taktik press agentry untuk menarik perhatian media kepada kliennya. ia menjadi taktik untuk memengaruhi kebijakan publik. adalah sumber-sumber informasi yang disediakan oleh PR dan digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. • Public Affairs adalah bagaian khusus dari PR yang membangun dan mempertahankan hubungan pemerintah dan komunitas lokal dalam rangka memengaruhi kebijakan publik. • Keinginan dan kebutuhan orang adalah aspek fundamental bagi konsep marketing. th ed. Secara administratif atau secara konseptual.adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk menarik media massa dan mendapatkan perhatian publik.

Ini mungkin mencakup program marketing. Perencanaan ini memuat keputusan terkait dengan tujuan utama organisasi dan kebijakan dalam mengimplementasikannya. psikologi. perguruan tinggi. finansial. Perencanaan umumnya dikelompokkan ke dalam dua kategori besar. Ringkasnya PR yang efektif memberikan kontribusi kepada upaya marketing dengan menjada lingkungan politik dan sosial agar tetap ramah kepada perusahaan/organisasi. rumah sakit. rencana strategis dan rencana taktis. pengumpulan dana. shareholder. melaksanakan. dan program-program lain • Merencanakan dan mengimplementasikan usaha organsasi untuk memengaruhi atau mengubah kebijakan publik • Menentukan tujuan. mengembangkan fasilitasnya -ringkasnya. seperti institusi bisnis. direct mail. Fungsi manajemen PR • Memperkirakan. rekrutmen dan training staf. mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan semua hal tersebut di atas • Contoh-contoh ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam praktik PR profesional adalah seni komunikasi. Public Relation (PR) membantu masyarakat kita yang kompleks dan pluralistik untuk menentukan keputusan dan menjalankan fungsi secara lebih efektif dengan memberikan kontribusi pemahaman bersama di antara kelompok dan institusi. menganalisis. sekolah. Tujuan itu sendiri dibentuk oleh lingkungan eksternal. anggota suatu kelompok. acara spesial. Rencana strategis adalah rencana jangka panjang. konsumen. Dalam membantu mendefinisikan dan mengimplementasikan kebijakan. dan mengevaluasi secara rutin program-program aksi dan komunikasi untuk mendapatkan pemahaman publik yang dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman publik yang dibutuhkan untuk kesuksesan tujuan organisasi. dan presentasi. asosiasi sukarela. psikologi sosial. biasanya dibuat oleh manajemen level atas. Manajemen institusi harus memahami sikap dan nilai yang dianut publik mereka dalam rangka meraih tujuan institusionalnya. publikasi advertising institusional. ekonomi. rencana anggaran. PR. dan menginterpretasikan opini dan sikap publik. jalannya tindakan. karyawan. seperti karyawan. agen pemerintahan. dan mempertimbangkan ramifikasi publik dan tanggung jawab sosial atau kewarganegaraan organisasi • Meriset. baik itu pengaruh buruk maupun baik • Memberi saran kepada manajemen di semua level di dalam organisasi sehubungan dengan pembuatan keputusan. melayani berbagai macam institusi di dalam masyarakat. praktisi PR menggunakan beragam keahlian komunikasi profesional dan memainkan peran intergratif baik itu di dalam organisasi maupun antara organisasi dan lingkungan eksternal. komunikasi atau hubungan pemerintah. relasi media. PR berfungsi untuk menyelaraskan kebijakan publik dan privat. pidato. Praktisi PR bertindak sebagai konselor bagi manajemen dan sebagai mediator. sosiologi. dan institusi-institusi tersebut harus mengembangkan hubungan yang efektif dengan banyak audien atau publik yang berbeda-beda. komunitas lokal. Pengamatan lingkungan ( Bab 5 ) telah menjadi alat primer untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu strategis yang dijadikan rujukan dalam membuat perencanaan sebuah organisasi. dan prinsip manajemen dan etika. dan komunikasi. Pengetahuan teknis dan keahlian teknik dibutuhkan untuk meriset opini. serikat perdagangan. analisis isu publik. PR dalam dunia praktik Terakhir berperan dalam komunikasi dengan masyarakat secara universal berperan dalam berbagai bidang profesionalisme organinsasi. ilmu politik.mengimplementasikan program komunikasi internal. . dan isu-isu yang mungkin mempengaruhi operasi dan rencana organisasi. maka pemasar meminta bantuan PR dalam menjalankan program marketingnya. yayasan. dan institusi lain dengan masyarakat yang lebih luas. membantu menerjemahkan tujuan privat ke dalam kebijakan dan tindakan yang masuk akal dan bisa diterima oleh publik. produksi film/video.

Dalam penilaian ini. pejabat pemerintah. ekonomi masa depan komunitas. Sebagai contoh. dalam membuat peramalan jangka panjang. dan manajer. Presiden George W. taktis dan strategis. opini. sebuah skenario dapat dikontruksi untuk setiap kasus dalam rangka melihat kemungkinan dampak penutupan pada lingkungan. Perencanaan selalu terkait dengan masa depan. sering dilibatkan para juri opini eksekutif.Btrainstorming dapat menjadi efektif dengan kelompok yang berfungsi dengan baik dalam suasana bebas. menominasikan sebuah posisi dalam kabinet. usaha ini dapat membantu mengidentifikasi audiensi target. Penggunaan teknik peramalan dalam memprediksi apa pengaruh perubahan ekonomi dan teknis pada organisasi dalam lima tahun mendatang adalah satu contoh dari rencana strategis. dan ekspektasi konsumen. Tujuan dari melihat masa depan ini adalah untuk lebih memahami lingkungan tempat publik Anda akan membentuk opini mereka. namun prediksi tersebut diperlukan untuk menentukan dampak dari keadaan masa depan terhadap program yang direncanakan. Penilaian ini sering dibuat dengan alat kualitatif daripada kuantitatif. presiden sering menggunakan survei opini publik dalam menentukan apakah akan mendukung usulan legislatif. Dengan pendekatan ini atau cara yang lain dalam menguji sebuah masalah dalam kaitannya dengan masa depan organisasi Anda. perencana taktis lebih perhatian dengan kejadian pada operasi harian sebuah organisasi. Ketika kelompok ini menghasilkan ide. atau mengambil tindakan militer. semuanya dicatat terlebih dahulu untuk kemudian dikritik. sebuah deskripsi peristiwa masa depan yang logis dan hipotetis (skenario) dikontruksi untuk mengeksplorasi dinamika dari berbagai alternatif. ketersediaan pekerjaan pengganti. Kombinasi rencana strategis dan rencana taktis menghasilkan rencana berkelanjutan (standing plans) maupun rencana sekali pakai (single use-plans). Tak satupun pernyataan atau pendapat yang dianggap terlalu absurd atau terlalu sederhana karena semua pendapat dapat berkontribusi dalam memperoleh ide kreatif. dan yang lainnya untuk mengembangkan tema yang sesuai bagi kampanye public relations. Aturan dasar dari brainstorming adalah bahwa tak seorang pun yang diperbolehkan untuk menyelipkan timbal-balik negatif atau kritik ke dalam suasana diskusi. Namun.Rencana taktis mengembangkan keputusan spesifik tentang apa yang akan dilakukan pada setiap level organisasi dalam rangka melaksanakan rencana strategis. jika sebuah perusahaan motor besar ingin memilih salah satu dari beberapa pabriknya. Memprediksi halangan yang mungkin akan terjadi pada masa datang adalah pekerjaan yang jauh lebih sulit dari sekedar mengevaluasi situasi yang ada. Selain itu. perilaku mereka dapat dinilai dan diprediksikan secara akurat. Konstruksi skenario telah digunakan oleh para think tank.Bush sangat memperhatikan survei opini publik dalam mengambil kebijakan War on Terorism. Dalam memulai proses rencana strategis. Teknik ini kadang digunakan oleh agensi periklanan. proses perencanaan dengan berbagai elemennya dapat dimulai. gabungan penjual. Usaha seperti itu dirancang untuk membantu mengidentifikasi dan mengategorikan kelompok stakeholder sehingga sikap. perusahaan public relations. Anda perlu melihat pada masa depan atau memprediksi masa depan. Sebaliknya. namun masing-masing memiliki potensi untuk berkontribusi pada perkembangan rencana yang berhasil. Survei opini publik meramal reaksi publik terhadap inisiatif atau tindakan yang dilakukan oleh para politisi. serta dampak positif dan negatif lainnya. Perencanaan public relations mencakup kedua jenis perencanaan ini. Keputusan terkait masa depan organisasi sering menjadi pertimbangan public relations. Brainstorming adalah teknik diskusi kelompok yang digunakan untuk memperoleh sejumlah alternatif ide kreatif atau ide baru. memahami gaya hidup mereka. seperti Rand Corporation. Sebagai contoh. Teknik tersebut berkisar dari yang kompleks dan kuantitatif sampai yang bersifat intuitif. dan mengidentifikasi daya tarik yang mungkin berhasil diterapkan. Prediksi juga perlu dibuat terkait pengaruh dari aktivitas public relations yang direncanakan terhadap berbagai publik dan program yang direncanakan. Sumber buku : . Sebagian teknik yang biasa digunakan untuk analisis seperti itu dibahas pada bab berikutnya. staf public relations harus bekerja mengembangkan rencana taktis dalam rangka melaksanakan dan mendukung rencana strategis. Para perencana strategis biasanya berurusan dengan peristiwa pada masa datang sehingga harus bergantung pada data yang tidak pasti.

(b) Penetapan tujuan. prioritas. yakni kita harus senantiasa memperhatikan kelangkaan dari hal-hal tersebut dan nilainya yang tinggi dalam rangka mencapai tujuan. Untuk itu perlu diadakan suatu studi mengenai situasi-situasi internal maupun eksternal yang dihadapi organisasi. Misalnya. 2. (ii) daya dukung dari berbagai peralatan fisik. Ada pun kegiatan-kegiatan humas yang sebenarnya snantiasa menjungjung tinggi kebenaran dan kejujuran. serta (iii) anggaran dana yang tersedia. Perencanaan Logis Tentu saja keberhasilan akhir tidaklah di tentukan semata-mata oleh baik tidaknya perencanaan. kita perlu mengetahui titik awalnya. (e) Perencanaan anggaran. peralatan. penentuan waktu. PENGENALAN SITUASI 3. Definisi khalayak. (b) Untuk memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan. . Kegiatan-kegiatan humas yang sebenarnya tidaklah terwujud berupa perekayasaan atau pemolesan publisitas guna memunculkan suatu citra yang lebih indah dari aslinya atau pengumpulan kliping koran yang semata-mata memuat pujian atas organisasi kita. Kata-kata yang paling penting untuk diingat antara lain adalah: jam kerja. dan anggaran. kita harus mengetahui secara pasti seperti apa citra organisasi di mata khalayak. Kebiasaan seperti ini hanya merupakan tindakan menipu diri sendiri. kita selalu saja menghadapi hambatan abadi yang berupa keterbatasan sumber daya. Model Perencanaan Humas Enam Langkah Model perencanaan humas enam langkah yang sudah diterima secara luas oleh para praktisi humas profesional itu adalah sebagai berikut: (a) (c) Pengenalan situasi. Keempat alasan tersebut adalah sebagai berikut: (a) Untuk menetapkan target-target operasi humas yang nantinya akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil yang diperoleh. (c) Untuk menyusun skala prioritas guna menentukan (i) jumlah program dan (ii) waktu yang diperlukan. Kunci pertama dalam menyusun suatu rencana secara logis adalah pemahaman terhadap situasi yang ada. sumber daya. (d) Untuk menentukan kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas (i) personil yang ada. Dalam mengejar suatu tujuan. (d) Pemilihan media dan teknik-teknik humas. Di sini prinsip-prinsip dasar ekonomi berlaku. serta (f) Pengukuran hasil. melainkan juga pada keahlian dan efisiensi proses pelaksanaannya. Selanjutnya kita akan mempelajari sebuah model perencanaan yang terdiri dari enam langkah untuk memperlihatkan bagaimana kita harus mengerahkan usaha-usaha secara maksimum untuk mengerjakan proyek dalam jumlah minimum. Sebelum kita merumuskan suatu program humas. ada empat yang paling menonjol bagi dilakukannya perencanaan humas.Empat Alasan Perencanaan Program Public Relations Dengan sekian banyak. Kegiatan humas yang sesungguhnya juga menuntut keterbukaan sedangkan keterbukaan membutuhkan komunikasi yang baik.

Khalayak bisa memahami kondisi organisasi. Empat sikap unsur sikap secara lebih mendalam: 1. Permusuhan (hostility) Di sini kita perlu mengetahui ada tidaknya sikap permusuhan yang tertuju kepada organisasi atau perusahaan kita. pengaruh lingkungan atau semata-mata hanya karena salah paham. Orang selalu memiliki sikap yang konservatif terhadap berbagai ide atau hal-hal yang baru dan cenderung menolak adanya perubahaa. Jadi Teori Disonansi Kognitif yang dirumuskan oleh Leon Festinger agaknya bisa diterapkan disini. pada situasi tersebut tujuan yang hendak dicapai adalah mengubah 4 sikap negatif menjadi 4 sikap positif. sejauh mana kadarnyaM seperti apa bentuknya. serta dapatkan dan bagaimana caranya meredakan sikap permusuhan tersebut. Proses Tranfer Humas Situasi yang klasik diilustrasikan pada gambar 5. sekaligus menolak gagasan-gagasan lama yang semula mereka pertahankan dengan gigih. 1. Jadi di sini yang ditekankan adalah pengertian atau pemahaman. Prasangka ( Prejudice) Prasangka itu bisa muncul dari sebab-sebab yang bersifat pribadi. maka mereka akan segera menerima atau mendukungnya. 1. Setiap pratiksi humas berkewajiban menjadikan khalayak organisasinya memahami produk atau kehadiran organisasi secara keseluruhan. Mereka sama sekali tidak dibebani tugas untuk membuat khalayak tadi menyukai atau mencintai organisasinya. Tapi.1. Apati (Apathy) . Seperti kita ketahui tujuan paling mendasar dari kegiatan humas adalah penciptaan pemahaman.4. edukasional. tujuan humas tercapai. faktor keagamaan. Melalui perubahan tersebut diharapkan pada akhirnya akan dicapai suatu pengetahuan yangakan menumbuhkan pemahaman timbal balik antara organisasi yang bersangkutan dengan segenap khalayaknya. komflik sosial atau benturan kelas. begitu mereka mulai terbiasa atau begitu mereka meligat adanya segi-segi yang positif atau menarik dari gagasan atau hal baru tersebut. apa sajakah faktor penyebabnya. Jadi prasangka itu beralih dari gagasan atau hal yang baru ke gagasan atau hal yang lama. meskipun mereka tidak menyukai.

Baiknya kita menetapkan target yang wajar.Sikap apatis ini merupakan musuh utama humas karena merupakan ganjalan pokok bagi terciptanya pemahaman. Namun. seseorang tidak mungkin mengetahui dan memahami segala sesuatu dengan baik. 5. masa bodoh dan tidak mau tahu ini pada dasarnya adalah produk dari suatu ego yang berlebihan. dan jangan sampai terjebak dalam sikap optimisme yang berlebihan. maka kita mau tidak mau harus mengadakan penelitian secara khusus dan mendalam. Penyelidikan Situasi Guna menyelami situasi yang ada. kita perlu mengadakan suatu investigasi atau penyelidikan. Kompromi yang Diperlukan Dengan menyadari berbagai kesulitan dalam melaksanakan proses tranfer humas dari sikap negatif menjadi positif. Hasil-hasil yang kecil dapat dibina lebih lanjut sehingga menjadi hasilhasil yang lebih memuaskan pada masa-masa mendatang. Di era serba sibuk seperti sekarang ini. pada proses pelaksanaan program humas yang selanjutnya. Kegiatan humas itu bersifat bertahap karna prosesnya selalu berkesinambungan. Penelitian seperti ini biasanyaa sudah dapat memberikan gambaran umum mengenai situasi yang ada. Kita sering kali terjebak dalam asumsi yang salah dan berbahaya. Tetapi kalau dari kegiatan-kegiatan tersebut belum juga memunculkan hasil yang memuaskan. pasti tidak akan antusian mendengarkan uraian pembicara. jika topiknya tidak benar-benar baru atau spektakuler. 6. perlu dilakukan beberapa penelitian atau survey lanjutan dengan selang waktu sekitar enam bulan untuk mencatat perubahan yang terjadi atas pendapat. Kita hanya terpaku pada kepentingan kita sendiri dan cenderung merasa enggan untuk memperhatikan hal-hal lain. maka setiap praktisihumas harus selalu realistis. Contohnya ditemukan pada suatu resepsi pers dimana para jurnalis yang sehari-harinya dihadapkan pada 1001 masalah. Jangan lupa. Sikap acuh tak acuh (Igonorance) Sikap ini merupakan penyakit umum yang sampai batas tertentu masih wajar. yakni bawasanya orang lain mengenal suatu subjek sama baiknya dengan diri kita sendiri. Tidak ada jaminan itu akan berhasil sepenuhnya. kemalasan keterbatasan imajinasi atau semata-mata diakibatkan oleh tidak memadai atau tidak menariknya cara penyajian atau sesuatu subjek baru sehingga tidak mampu memancing minat dan kepercayaan khalayak yang dituju. sikap atau tingkat pemahaman . 7. Pengumpulan Pendapat Salah satu metode yang paling sering digunakan oleh para praktisi humas adalah pengumpulan pendapat atau studi sikap (attitude study) di mana seorang pewawancara akan mengajukan serangkaian pertanyaan kepada sejumlah responden sampel yang dianggap cukup mewakili khalayak yang hendak dituju. Sikap enggan. Mungkin target ini lebih baik daripada target yang berlebihan seperti menginginkan seluruh khalayak menerima seluruh gagasan yang dilemparkan. 1. sikao acuh tak acuh itu ada dimana-mana dan ada pada setiap orang. Investigasi itu sendiri bisa dilakukan melalui observasi atau memalui suatu studi informasi dan statistik (studi kepustakaan).

baik media cetak maupun elektronik. 9. yaitu :      Survey – survey yang khusus diadakan untuk mengungkapkan pendapat. tanpa bermaksud memutarbalikan atau memanipulasi kenyataan. humas yang buruk adalah humas yangmencoba member gambaran yang tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya pada khalayak. Mengetahui humas kita dapat mengetahui mengapa suatu perusahan begitu sulit memperoleh staf yang dibutuhkannya. serta penelaahan data neraca keuangan.orang-orang yang menjadi khalayak. penafsiran angka deviden.sikap masyarakat.social. Defenisi Tujuan Tujuan kegiatan humas sebuah perusahaan di antaranya: . survey terhadap pendapat umum di kalangan para pelaku pasar bursa. penerimaan produk.  Situasi hubungan industry pada umumnya ( anatara lain terwujud berupa frekuensi pemogokan dan protes terhadap suatu kebijakan dari pihak manajemen yang mencakup berbagai hal seperti angka gaji. Pemantauan berita – berita di media massa.hingga yang berdimensi politis. Tinjauan terhadap fruktuasi harga – harga saham ( jika organisasi anda adalah sebuah perusahaan yang go public) . Pemecahan Masalah Kegiatan humas seringkali berkaitan dengan pemecahan suatu masalah. Di lain pihak. serta laporan atas hasil uji coba produk di pasar. 8 . fasilitas kerja dan sebagainya )       Kondisi dan pengaruh cuaca(jika hal itu memang relevan bagi organisasi anda) Frekuensi keluhan konsumen. Orang-orang yang kita pilih sebagai responden harus relevan. Tinjauan secara seksama terhadap harga – harga produk dan fluktuasinya. Diskusi mendalam dengan para petugas penjualan serta para distributor. Ada cara lainnya . Sikap – sikap tokoh masyarakat yang merupakan para pencipta atau pemimpin pendapat umum DEFENISI TUJUAN 10. Humas yang baik adalah humas yang mampu mengubah sikap – sikap negative ke positif dengan cara menguraikan apa yang menjadi kenyataan sebenarnya. Itu mungkin saja terjadi karena adanya sikap negative di kalangan masyarakat terhadap perusahaan tersebut atau sector bisnis yang digelutinya. Metode-metode Pengenalan Situasi Salah satu cara untuk mengenali sesuatu adalah dengan mengumpulkan suatu pendapat. Tinjauan terhadap kondisi – klondisi persaingan pada umumnya di pasar. Tinjauan terhadap angka dan grafik penjualan serta menelaah berbagai indikasi yang terkandung dalam laporan – laporan tahunan. sikap. Kajian secara mendalam terhadap berbagai kekuatan pasar mulai dari yang bersifat ekonomis. atau citra organisasi di mata khalayak.

(f) Untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan itu dengan khalayaknya. (b) Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai. Sebagai contoh. (h) Untuk meyakinkan khalayak bahwasanya perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadi suatu krisis. (m) Untuk memastiakan bahwasanya para politisi benar-benar memahami kegiatankegiatan atau produk perusahaan yang positif. agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualiatas dalam berbagai hal 11. dan kebijakan pemerintah yang merugikan. Satuhal yang harus disadari. resiko pengambilalihan (take-over) oleh pihak-pihak lain. (i) (j) (k) (l) Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru. maka tentu saja tujuannya pun sangat bervariasi dan tidak terbatas pada daftar itu saja. akan jauh lebih mudah di jangkau apabila usaha pencapaiannya juga disertai dengan kegiatan-kegiatan humas. (d) Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas.sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman. baik yang komersial maupun non komersial sama-sama memerlukan suatu program tindakan yang terencana. tetapi juga oleh sejauh mana pimpinan perusahaan atau organisasi yang bersangkutan menyadati arti penting humas dan seberapa baik ia menjalin . setiap tujuan dari berbagai macam organisasi. (g) Untuk mendidik para pengguna atau konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan. Sebagai contoh. atau salah paham di kalangan khalayak terhadap niat baik perusahaan. maka perusahaan hrus berusaha mengubah citranya supaya kegiatan danroduk barunya itu mendapatkan sambutan positif dari khalayaknya. serta membuka pasarpasar baru. baik itu yang dilakukan oleh unit departemen humas internal maupun oleh lembaga konsultasi humas eksternal. (c) Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan. agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktifitas dan partisipasi para pimpina Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara. kesangsian. Terpilihnya suatu tujuan tidak hanya ditentukan oleh keterbatasan sumber daya tapi juga hal-hal lain. Setiap tujuan organisasi dalm pengertian yang luas. (n) Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan. suatu perusahaan yang semula hanya menangani transportasi truk tapi kemudian mulai menjual mesin pemanas ruangan. Guna menyesuaikan diri atas adanya kegiatan yang baru tersebut. Faktor-Faktor yang Harus Diperhitungkan dalam Penetapan Skala Prioritas Mengingat jenis dan karakter organisasi itu bermacam-macam. perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari. undang-undang. (e) Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.(a) Untuk mengubah citra umum di mata khalayak sehubungan dengan adanya kegiatan- kegiatan baruyang dilakukan oleh perusahaan. tujuan (k) dari keempat belas tujuan diatas tidak semata-mata ditentukan oleh dana yang tersedia.

Oleh karenaitu. d) Kampanye periklanan biasanya dilakukan terbatas pada media-media yang bisa diharapkan akan membuahkan hasil maksimal (missal lonjakan penjualan) dengan biaya serendah-rendahnya. Pada umumnya. Sedangkan untuk beberapa jenis khalayak dapat dijangkau sekaligus melalui media-media tertentu seperti surat kabar dan televisi. Artikel humas lebih sering dijumpai pada Koran-koran yang beroplah tinggi demi menjangkau sebanyak mungkin khalayak. Perbedaan penting khalayak dunia humas dengan periklanan. JICNARS (Joint Industry Committee National for Readership Surveys ) memberikan data-data jumlah dan jenia orang yang membaca setiap surat kabar dan majalah yang terbit. 13. mendorong serta mengintegrasikan sumber-sumber daya komunikasi yang ada dalam suatu perusahaan. televise. majalah. jurnalis. sedangkan dunia periklanan condong pada media-media yang punya cirri khas. khalayak iklan lebih terbatas dibandingkan khalayak humas. setiap kolom surat kabar atau waktu siaran radio bagi iklan harus dibayar. akan muncul lima hal menarik sebagai berikut: a) Kampanye periklanan dan kampanye humas sama-sama bisa menggunakan berbagai macam media. Koran. KHALAYAK 12 Penetapan khalayak Sebesar apapun suatu organisasi tidak mungkin menjangkau semua orang. tujuan (f) juga amat ditentukan oleh kesediaan para manager ditingkat operasional untuk bekerjasama. suatu organisasi akan lebih efisien dalam menggarapnya apalagi jika dikaitkan dengan kelangkaan sumber daya. termasuk berbagai hal yang harus diperhatikan dalam penetapan skala prioritas. dan sebagainya). asalkan bisa menjangkau sebanyak mungkin khalayak. maneger atu konsultan humas selalu dituntut untuk bekerja keras dalam mengeksploitasi. Informasi . Dunia periklanan relatif lebih kreatif dibandingkan dunia humas dalam hal penggunaan media ini. Apabila khalayak yang potensial terlalu luas maka harus mengorbankan sebagian khalayak. petugas iklan di media massa (radio. b) Aktifis humas berhubungan dengan para editor. sedangkan para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan para manajer iklan dari berbagai perusahaan. Dunia periklanan benar-benar serius dalam menghitusngefektivitas dan efesiensi penyampaian pesan kepada khalayak. Humas cenderung pada media-media yang bercakupan lebih luas. misalnya masyarakat tertentu yang berpotensi membeli produk. Kampanye humas bersedia menggunakan media apa saja. Sedangkan khalayak humas relative lebih luas dan bervariasi yakni anak-anak sekolah hingga para pejabat tinggi dan anggota parlemen. serta para produser TV dan radio. Contoh lain.hubungan dengan kalangan media masa. Dengan jumlah khalayak yang lebih terbatas. Pemilihan Media dan Teknik Humas Bila kita membandingkan media humas dan media iklan. Organisai tersebut harus menetapkan atau menentukan sebagian diantaranya yang paling sesuai atau yang paling dibutuhkannya. Sedangkan kolom dan waktu siar untuk artikel humas terkadang tidak harus dibayar. menarik atau glamor sesuai dengan karakteristik khayalayk (calon konsumen) yang hendak ditujunya. Khalayak periklanan relative terbatas. c) Iklan sifatnya jauh lebih komersial dibandingkan dengan humas.

petunjuk lengkap mengenai cara penggunaan produk-produknya atau bisa juga mengenai keterangan tentang berbagai aspek yang berkenaan dengan produk atau organisasi itu sendiri. dan sebagainya. . humas siaran luar negeri BBC. mulai dari yang berskala local. dan COI (Central Office of Informations). dunia kehumasan dapat menggunakan berbagai media khusus seperti jurnal-jurnal internal. bulletin atau sekedar majalah dinding. (e Tidak seperti dunia periklanan. (b) Audio-visual: media ini terdiri dari slide dan kaset video. 14. Oracle. Peranan media khusus menjadi sangat penting seandainya organisasi yang bersangkutan tidak menyediakan anggaran untuk biaya pemakaian media komersial seperti koran atau majalah. baik yang berskala regional maupun nasional atau bahkan internasional. terdiri dari berbagai macam koran yang beredar di masyarakat secara umum. dan sebagainya. (e) Pameran (exhibition): eksibisi yang khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan suatu produk baru. atau dalam suatu seminar. (g) Penerbitan buku khusus (sponsored books): seluk-beluk organisasi. nasional hingga internasional baik yang dipancarkan secara luas maupun yang dikemas secara khusus seperti yang dilakukan oleh radio EM Communication (dulu namnya UMS). buku-buku tahunan dan laporan-laporan tahunan dari berbagai lembaga yang sengaja dipublikasikan untuk umum. Penelitian-penelitian juga dilakukan terhadap stasiun-stasiun radio komersial dan khalayk pendengar. (f) Bahan-bahan cetakan (printed material): berbagai macam bahan cetakan yang bersifat mendidik. tapi juga kepada berbagai macam lembaga yang sekiranya relevan. (i) Pesan-pesan lisan (spoken word): bisa dilangsungkan dalam berbagai kesempatan seperti dalam acara sarapan pagi bersama. yang diterbitkan secara umum maupun hanya dalam jumlah terbatas untuk kalangan tertentu. (h) Surat langsung (direct mail): tidak hanya ditujukan kepada tokoh atau pribadi-pribadi tertentu saja. dan menghibur yang disebarkan dalam berbagai bentuk guna mencapai tujuan humas tertentu. atau bisa juga film-film documenter. Lembaga yang secara rutin mengadakannya adalah JICRAR (Joint Industry Committee for Radio Audience Research). majalah-majalah. dalam pembicaraan telepon. termasuk pula sistem-sistem seperti Prestel. atau untuk dipajang di tempat-tempat umum.dari lembaga-lembaga semacam itu jelas banyak membantu biro iklan dalam memilih media yang paling sesuai dengan khalayak yang hendak dibidiknya. (c) Radio : Kategori ini meliputi semua jenis radio. buku-buku penunjuk khusus. koran-koran gratis. Variasi Media Humas Kita dapat segera mempelajari daftar pilihan media humas beserta berbagai tujuandan jenis khalayak yang hendak dituju sebagai landasan pemilihan media. informative. yakni suatu perangkat yang memungkinkan pemakainya memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkannya melalui siaran televise terbatas. dan Ceefax. (d) Televisi : televise yang sering digolongkan sebagai media humas tidak hanya televisinasional atau regional tapi juga televise international (Via COI). media-media humas yang pokok: (a) Media pers (press). di sela-sela pertemuan dinas.

yakni (1) jurnal yang bersifat Ciri khas (house style) dan identitas perusahaan (corporate identity). hingga mesin cetak modern. teteapi juga tidak jarang hal itu dipisahkan dan ditentukan lebih dahulu sebelum keseluruhan proses perencanaan dimulai. PENGUKURAN HASIL 17. misalnya saja ke anggaran dokumentasi. tentunya sesuai dengan keterbatasaan anggaran yang ada. sehingga pos pengeluaran terbesar dihabiskan untuk membayar pemakaian jam kerja alias gaji personil. Contoh-contoh Lain Hasil Humas Setelah program humas dilaksanakan. Asalkan Anda jujur. Media dan Anggaran Para perencanaanmediahumasjuga harus memperhitungkan media mana yang harus digunakan untuk menjangkau khalayak yang telah dipilih. Adakalanya. Bila perlu. Sikap-sikap media massa yang lebih simpatik terhadap suatu organisasi bisa pula dipandang sebagai salah satu bukti keberhasilan atas segenap kegiatan humas yang telah dilaksanakan oleh organisasi itu. untuk mengukur hasilnya kita bisa memanfaatkan keempat belas tujuan (lihat Subbab 10) sebagai tolak ukur atau bahan perbandingan. Pengukuran Keberhasilan atau Kegagalan a) Teknik yang digunakan untuk mengenali situasi sering digunakan untuk mengevaluasi berbagai hasil yang telah dicapai dari seluruh kegiatan humas yang telah dilaksanakan. 15. apakah bobot para pegawai telah meningkat. Dari perbandingan itu kita bisa mengetahui apakah citra organisasi yang baru telah dipahami khalayak. evaluasi bisa dilakukan selama berlangusngnya proses pelaksanaan dari program humas yang bersangkutan c) Setiap program humas harus memiliki tujuan yang pasti. internal dan (2) jurnal eksternal. bisa dipastikan bahwa bentuk media tersebut akan semakin bervariasi di masamasa mendatang. Target-target ini akan digunakan sebagai perbandingan atau hasil riil yang telah dicapai. Metode pengumpulan pendapat atau uji sikap (attitude test) merupakan dua metode yang lazim digunakan b) Metode-metode hasil evaluasi biasanya diterapkan pada tahap perencanaan. Unsur lain yang bisa digunakan sebagai tolak ukur adalah liputan media massa. Biaya-biaya Perencanaan Kita cukup memahami bahwa humas merupakan kegiatan yang padat karya.komputer. apakah reputasi perusahaan di tingkat internasional sudah lebih baik. (m) Bentuk-bentuk mrdia humas lainnya: seiring dengan ebolusi waktu dan kemajuan teknologi. 18. ANGGARAN 16. Pos pengeluaran lain yang cukup besar akan tercipta bila pelaksanaan kegiatan humas itu juga melibatkan pemakaian alat-alat canggih seperti kamera video. pos-pos pengeluaran itu dialikan ke anggaran lainnya. Untuk itu. Anggaran tersebut terkadang dijadikan faktor kelima dalam model perencanaan humas. perlu ditetapkan target-target terlebih dahulu.(j) (k) (l) Pemberian sponsor (sponsorship) Jurnal Organisasi (house Journal): ada dua macam jurnal. maka hasil perbandingan itu . dll.

Sebelumnya. Ada pendapat mengatakan bahwa tercapainya sebagian atau seluruh tujuan tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh kegiatan humas. Hasil penting terakhir yang perlu ditegaskan adalah. Segala sesuatunya dibuat sepraktis mungking agar mudah dipahami dan diterima (disetujui) oleh pihak manajemen. Meskipun demikian. Namun dilain pihak. manfaat atau pengaruh kegiatan humas tidak bisa diabaikan begitu saja. peningkatan penjualan atau efektivitas iklan juga tidak seluruhnya bersumber pada kegiatan yang dilakukan secara sengaja. Pendapat ini memang ada benarnya. dengan mengacu pada tujuan-tujuan yang hendak dicapai. .sudah cukup guna mengukur kualitas atau sejauh mana hasil-hasil nyata yang telah dicapai sehingga kita tidak perlu riset khusus untuk itu. segala sesuatunya harus sudah direncanakan secara cermat. setiap kegiatan humas harus dilaksanakan secara sungguh-sunggu dan professional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful