P. 1
MANAJEMENRISIKOPADACITIBANK.doc.docx

MANAJEMENRISIKOPADACITIBANK.doc.docx

|Views: 21|Likes:
Published by igakantus

More info:

Published by: igakantus on Oct 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

MANAJEMEN RISIKO PADA CITIBANK

DISUSUN OLEH :

KHAIRUNNAS 0801120144

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NIAGA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI FAKULTAS ILMU SOSIL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU 2011

PENDAHULUAN

Sistem . Kelemahan dari penerapan manajemen risiko tersebut menyebabkan perlu diperbaiki dan semakin ditingkatkannya kualitas penerapan manajemen risiko oleh setiap institusi keuangan termasuk perbankan sehingga dapat mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi sejak dini. Sektor industri keuangan di Indonesia pada saat ini masih didominasi oleh industri perbankan yang menguasai 80% pangsa pasar.Berbagai krisis ekonomi yang terjadi sejak krisis moneter di asia tahun 1997 hingga krisis keuangan global tahun 2008 menjadi suatu pelajaran penting bagi industri keuangan untuk meningkatkan kualitas manajemennya dalam menghadapi berbagai risiko yang ada. Sistem keuangan yang stabil mampu mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan. Berdasarkan study Senior Supervisory Group dari Financial Stability Board dinyatakan bahwa salah satu pelajaran dari krisis global adalah terjadinya kegagalan Pengurus (directors and senior management) dari beberapa institusi keuangan dalam mengidentifikasi. mengukur. dan mematuhi level risiko yang memadai terhadap institusinya. Penerapan manajemen risiko akan memberikan manfaat tidak saja kepada suatu bank secara individual tetapi kepada seluruh stakeholders-nya sehingga secara agregat memberikan dukungan dalam mencapai stabilitas sistem keuangan nasional. namun dari beberapa definisi yang ada pada intinya mengatakan bahwa suatu sistem keuangan memasuki tahap tidak stabil pada saat sistem tersebut telah membahayakan dan menghambat kegiatan ekonomi. Situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan yang diikuti dengan semakin kompleksnya risiko kegiatan usaha menyebabkan industri perbankan membutuhkan manajemen risiko yang baik untuk memitigasi timbulnya risiko. Stabilitas Sistem Keuangan belum memiliki definisi baku yang diterima secara umum.

risiko likuiditas. baik karena faktor struktural maupun perilaku. Langkah untuk menuju visi jangka panjang sebuah Bank diperlukan kemajuan dalam kualitas manajemen risiko pada aktivitas Bank sehari-hari.keuangan yang stabil adalah sistem keuangan yang kuat dan tahan terhadap berbagai gangguan ekonomi sehingga tetap mampu melakukan fungsi intermediasi. khususnya proses dan kualitas pengukuran risiko. Bank merupakan suatu entitas yang spesial dalam sistem pembayaran dan menjalankan fungsi intermediasi dalam mengalokasikan modal/pendanaan. Hal ini umumnya merupakan kombinasi antara kegagalan pasar. risiko pasar dan risiko operasional. melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. Kegagalan pasar itu sendiri dapat bersumber dari eksternal (internasional) dan internal (domestik). Arti stabilitas sistem keuangan dapat dipahami dengan melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan instabilitas di sektor keuangan. Dengan memburuknya kondisi perbankan nasional maka hal itu akan mengakibatkan semakin memburuknya kondisi perekonomian nasional dan pada gilirannya menyebabkan ketidakstabilan dalam ekonomi makro yang memerlukan biaya tinggi untuk perbaikannya. Risiko yang sering menyertai kegiatan dalam sistem keuangan antara lain risiko kredit. Bank memperoleh pendapatannya dari menerima dan mengelola risiko nasabah untuk memperoleh laba. Ketidakstabilan sistem keuangan dapat dipicu oleh berbagai macam penyebab dan gejolak. Risiko adalah alasan mengapa Bank melakukan usaha. Struktur tata kelola manajemen risiko Bank yang kuat menjadi dasar evaluasi keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian untuk menghasilkan pendapatan yang . sehingga kegagalan suatu bank terutama bank yang memiliki keterkaitan dengan sistem keuangan lainnya dapat menyebabkan terganggunya stabilitas sistem keuangan nasional – Contagion Effect and Systemic Risk.

Robby . risiko operasional. risiko pasar. Citibank adalah bank global papan atas yang selama ini terkenal ketat dan telah banyak melahirkan bankir-bankir ternama di tanah air. Tentu saja ini dapat dipahami bahwa bank adalah lembaga kepercayaan. Kerangka Manajemen Risiko Bank meliputi identifikasi yang mendalam terhadap Risk Management Objective dan Risk Appetite. risiko solvabilitas. mengurangi fluktuasi pendapatan serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Kerugian dapat menimbulkan dampak material maupun inmaterial bagi bank. Berbagai jenis risiko yang sering dihadapi oleh bank yaitu risiko likuiditas. Dampak risiko bagi sangat tinggi apabila tidak dilakukan pengelolaan dengan baik. Hal ini disebabkan kompleksitas bisnis yang dijalani oleh industri perbankan. Risiko adalah potensi kerugian yang dihadapi dimasa datang yang timbul dari peristiwa atau kejadian yang menimbulkan kerugian. Bank adalah Industri yang paling banyak menghadapi risiko. namun bank tetap dapat menjalani bisnis. Mendapatkan dana dan menyalurkan kembali dananya. berlangsungnya Risk Management Process yang berkesinambungan dan tersedianya Risk Infrastructure yang memadai serta terciptanya Risk Environment yang mendukung. Terkuaknya kasus pembobolan Citibank NA Indonesia laksana petir di siang bolong. Penerapan risk managemen dapat mengurangi risiko yang akan terjadi. Kebutuhan untuk mendalami risiko ini sangat penting bagi karyawan bank.berkesinambungan. risiko suku bunga. Bank berfungsi sebagai agen keuangan. Untuk itu diperlukan penguasaan ilmu menagemen risiko bagi bank. Meskipun bank banyak dihadapi oleh jenis risiko. dan risiko lainnya. Sebut saja beberapa di antaranya. risiko valas. risiko kredit.

Jerry Ng (dirut BTPN). ‗sukses‘ membobol banknya sendiri selama bertahun-tahun. Tetapi. PEMBAHASAN Dampak terbongkarnya kejahatan MD. Alhasil kredibilitas perbankan Tanah Air pun kembali goyah. kasus MD dan Citibank seperti meruntuhkan seluruh kerja keras tersebut. Reputasi cemerlang Citibank yang telah hadir di Indonesia sejak 1968 ini tengah diujung tanduk.DJohan (mantan dirut Bank Niaga). Senior Relationship Manager Private Banking Citibank. menyusul kegagalan mengantisipasi resiko operasionalnya. selain menggoyahkan reputasi Citibank. juga membawa efek berantai pada industri perbankan nasional yang tengah berupaya ekstra memulihkan kredibilitasnya akibat skandal Bank Century. Alhasil Malinda Dee Melinda alias Inong alias MD. . dan Emirsyah Satar (dirut Garuda dan mantan wadirut Bank Danamon).

Jadi pihak Citibank telah lama mengetahui praktik Malinda yang kini telah merugikan nasabah sebesar Rp16. Betapapun kecilnya kerugian yang diderita.6 miliar. dalam tiga tahun terakhir. Dengan gampang kita pasti akan menyebutkan bahwa kasus-kasus pembobolan terjadi karena perbankan tidak lagi memperhatikan prosedur standar dalam pengelolaan risiko.03 miliar. ada sederetan kasus yang menjadi perhatian publik dalam setahun terakhir. Sungguh ironis. mengganggu reputasi perbankan sebagai institusi bisnis yang aman bagi masyarakat dalam menyimpan dananya. reputasinya justru dirusak oleh orang dalamnya. Para pelaku pembobolan pun bukanlah siapa-siapa tapi. antara lain pembobolan kantor kas BRI Tamini Square sebesar Rp 29 miliar. sebagai sebuah institusi bisnis yang sangat bertumpu pada kepercayaan. setidaknya. pemberian kredit dengan dokumen dan jaminan fiktif pada Bank BII dengan total kerugian Rp 3. Malinda Dee lewat pengacaranya mengaku bahwa Citibank telah menampung dana pencucian uang nasabahnya selama 10 tahun. jika terjadi masalah pada Citibank maka akan mempengaruhi reputasi bank lain dalam pasar tersebut. Sebuah data menyebutkan. dari kalangan karyawan bank sendiri. kejahatan yang menimpa dunia perbankan ini tidak hanya dialami bank-bank kecil tapi juga perbankan besar dengan reputasinya yang sudah teruji. Selain Citibank dan Bank Mega. Padahal. setiap bank pasti memiliki Satuan Kerja Manajemen Risiko yang berfungsi memantau dan . kasus pembobolan dana nasabah jelas merusak. Dampaknya.Bahkan kasus yang bagai air kini mengalir deras hingga menyentuh persoalan pencucian uang. Kasus-kasus tersebut. Jadi. dan pencairan deposito dan nasabah tanpa sepengetahuan pemiliknya di Bank Mandiri dengan nilai kerugian Rp 18 miliar.097 kasus pembobolan perbankan. terjadi sekitar 15. yaitu periode 2007-2010.

risiko strategik. Bank Mega. Tim pengelola risiko inilah yang bertugas mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan. seperti pembentukan Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. Sejak 2004. serta pengawasan internal perbankan. Kasus Citibank. sehingga segala macam risiko yang berpotensi untuk muncul dapat diantisipasi dari sejak awal dan dicarikan cara penanggulangannya. risiko likuiditas. risiko hukum. Bank Indonesia telah mengeluarkan sejumlah ketentuan dalam mengelola risiko perbankan. Fungsi pengendalian atau pengawasan internal berperan penting dalam mengelola risiko operasional perbankan.menilai secara sistematik profil risiko bank. prosedur. Adalah tugas bidang pengendalian internal inilah yang tetap harus membelalakkan mata untuk meneropong dan mengidentifikasi setiap risiko yang berpotensi menimbulkan kegagalan atau kerugian dalam sistem perbankan. risiko operasional. Satuan Kerja Manajemen Risiko berfungsi untuk memastikan pelaksanaan proses berjalan lancar dan memberikan gambaran profil risiko kepada manajemen. Krisis perbankan yang telah menimpa perekonomian dalam satu decade terakhir ini menjadi pelajaran berharga bagi otoritas moneter untuk semakin memperkuat regulasi dan kelembagaan perbankan dalam mengelola risiko. bank – dengan jumlah asset besar — diwajibkan untuk mengidentifikasi dan membuat profil risiko terhadap delapan (8 ) risiko utama. dan risiko kepatuhan. Bank gagal . risiko reputasi. yaitu risiko kredit. manajemen bank tersebut harus memiliki keahlian dan kompetensi yang memadai. Selain itu. Untuk meminimalisasi risiko-risiko yang dihadapi oleh suatu bank. risiko pasar. dan kasus-kasus pembobolan serupa lainnya menunjukkan kepada kita bahwa pengelolaan risiko perbankan belum dilakukan dengan baik.

Dalam mengelola risiko operasional. modus pembobolan bank. . seperti dalam kasus Citibank. termasuk terjadi pada aktivitas-aktivitas sebelum. sesuatu yang seharusnya bisa diantisipasi nasabah dan bank sejak awal. Kegagalan dalam mengelola risiko operasional bisa membawa dampak yang sangat luas. Risiko ini dapat terjadi di seluruh organisasi. selama. Namun akibat kurang responsifnya langkah preventif itu. dan setelah transaksi bisnis. kerugian derivative yang besar. Artinya.dalam mengelola risiko operasional yang di dalamnya meliputi risiko reputasi dan risiko kepatuhan. bank sekaliber Citibank pun akhirnya kebobolan. risiko ini timbul dari berbagai jenis kesalahan manusia dan kesalahan teknis. Sekecil apapun kesalahan tidak bisa ditoleransi. orang. Kejadian pembobolan dana nasabah akhir-akhir ini tentu saja menampar wajah perbankan kita. manajemen wajib memastikan setiap unit kerja menjalani fungsi dan tugasnya sesuai prosedur. Hal ini diterapkan mulai level direktur hingga staf. bahkan berpotensi sebagai penyebab utama kebangkrutan dalam industri perbankan. dan sistem atau dari peristiwa eksternal. Risiko operasional memang merupakan ancaman terbesar dari sejumlah risiko yang dihadapi bank. Sejatinya. Risiko operasional didefinisikan sebagai risiko kerugian yang diakibatkan kegagalan proses internal. pada front office dan back office. Sudah cukup terbukti bahwa bank-bank yang dikenal memiliki citra dan reputasi yang baik pun ternyata masih gagal dalam mengelola risiko. yakni manipulasi dokumen. mulai dari tergerusnya modal bank. relatif menggunakan pola lama.

Orang yang biasa dipanggil Nick Leeson ini telah dianggap sebagai trader brilian karena dalam setiap transaksi trading-nya menghasilkan untung besar. Citibank AS tidak menanyakan identitas lengkap nasabah karena sang presiden mengatasnamakan perusahaan. mantan Presiden Meksiko Carlos Santina juga pernah melakukan kejahatan pencucian uang yang melibatkan Citibank. Namun untuk transkasi tersebut. Citibank AS. ‖Jangankan alamat perusahaan. bukan pencucian uang. Saat itu. Carlos meminta Menteri Keuangannya memanggil petinggi Citibank AS datang ke Meksiko. akta jual belinya dimana. Barings merupakan bank tua di Inggris (berdiri sejak 1762). kasus kejahatan bank yang menimpa Citibank ternyata bukan yang pertama bagi bank papan atas tersebut. Ironisnya. dan dilarikan ke Citibank Swiss. Kisah kejahatan perbankan lain yang tak kalah spektakuler adalah skandal Baring Bank (Barings) pada 1995. Carlos Santina meminta adiknya mentransfer uang 1 juta dollar AS kepada Citibank cabang AS. peran . Dari sini sudah jelas terlihat prinsip KYC tidak diterapkan sesuai prosedur. Penyebab kerugiannya pun sangat konyol akibat Barings terlalu percaya pada trader mudanya. setelah rezim Presiden Carlos Santana tumbang. Barings akhirnya memberi Nick Leeson peran ganda. Nicholas Leeson. Pada 1995. nama perusahaanpun tidak ditanya. 28 tahun. mereka dihukum atas tuduhan kejahatan narkoba. yang bekerja di Singapore Futures Exchange. akhirnya harus bangkrut setelah merugi 827 juta poundsterling dalam transaksi trading di pasar uang. uang ditransfer ke Citibank Cayman Islan.‖ kisah Sundari. Sementara petinggi Citibank AS yang menangani kasus tersebut dihukum 10 tahun dengan tuduhan terlibat pencucian uang. sebagai trader sekaligus manajer pelaksana dan pencatat settlement.Jika menilik sejarah. Belum lagi.

berikut direksi bank yang melaksanakan mandat tersebut. jika merugikan. Peluang ini rupanya dimanfaatkan Nick Leeson melakukan sejumlah manipulasi data dan informasi. Sebaliknya. Apabila transaksi menguntungkan. memantau. Bank harus tetap menjalankan fungsinya dengan berpegang teguh pada prinsip kehatihatian dalam mengelola dana masyarakat. kasus kejahatan perbankan yang tingkatnya relatif setara dengan kasus Nick Leeson adalah skandal Bank Duta (1990) yang mengakibatkan kerugian 420 juta dollar. Sebagai institusi kepercayaan. para kepala Divisi Pengelolaan Risiko serta pejabat terkait bidang pengelolaan risiko lainnya. Sayangnya. bank memiliki organisasi pengelola risiko paling lengkap. perlakuan (treatment) atas konsekuensi yang timbul dari transaksi yang dilakukannya berbeda. Makanya setiap bank wajib memiliki manajemen risiko yang mampu mengidentifikasi. untuk tidak dikatakan paling sempurna. direksi dibantu oleh Komite Manajemen Risiko yang beranggotakan beberapa direktur. Modusnya. dan mengendalikan risiko. Leeson berhasil menyembunyikan kerugian yang berasal dari posisi trading-nya yang terus meningkat hingga dua tahun sampai akhirnya muncul ke permukaan. mengukur. akan dicatat sebagai transaksi yang dilakukan bank. . dilakukan pencatatan terhadap rekening pribadi. Ada Dewan Komisaris yang terlibat dalam penetapan kerangka kerja pengelolaan risiko.yang seharusnya dipegang oleh orang yang berbeda dalam rangka penegakan pengawasan internal (internal control enforcement). Dalam melaksanakan tanggung jawabnya.transaksi valas yang dilakukan salah satu direkturnya tidak melalui proses otorisasi semestinya. Di Indonesia sendiri. Yang bersangkutan melaksanakan transaksi untuk kepentingan bank sejalan dengan transaksi untuk kepentingan sendiri secara bersamaan.

Sanksi tahap pertama dan sangat berpengaruh terhadap reputasi Citibank. tapi pada perilaku manusiamanusianya. Dalam kasus pembobolan dana nasabah yang kian marak akhir-akhir ini. sehingga mereka diharapkan lebih patuh lagi menjalankan aturan dan kebijakan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat secara keseluruhan. Sanksi tegas BI terhadap Citibank akan memberikan efek jera dan peringatkan bagi bankbank lain. . akhirnya memang bukan hanya terletak pada ketersediaan mekanisme pengawasan yang apik. sanksi yang diberikan adalah larangan menerima atau akuisisi nasabah baru layanan prioritas Citigold selama satu tahun.Persoalan kunci. kita pun semakin diyakini bahwa kejahatan tidak hanya karena ada niat atau hanya karena ada peluang. Sanksi lain adalah larangan penerbitan kartu kredit kepada nasabah baru selama dua tahun dan larangan penggunaan jasa penagih kartu kredit oleh pihak ketiga selama dua tahun. yang diberikan oleh BI tentu saja adalah sanksi sementara dan BI dalam hal ini cukup tegas walaupun mungkin sanksi ini masih bisa diperdebatkan. Sanksi dan langkahlangkah yang ditempuh merupakan bagian dari upaya melindungi kepentingan nasabah dan menjaga kredibilitas industri perbankan secara keseluruhan. BI memutuskan sanksi kepada Citibank .

jika fungsi pokok internal audit benar maka akan mencegah terjadinya kesalahan di seluruh unit kerja. cash flow. Poin berikutnya adalah kurang optimalnya tindak lanjut hasil audit eksternal.PENUTUP Aspek yang penting dalam pengelolaan risiko operasional adalah cara pengenalan identitas nasabah atau lebih dikenal Know Your Customer (KYC). Komponen dalam KYC perlu ditanyakan secara jelas seperti identitas perusahaan atau perorangan. Jika nasabah tidak mau klarifikasi. Poin kedua yang memunculkan kejahatan perbankan. Secara teoritis. BI. apakah di BI. internal operasional bank. Jika ketiga poin itu dijalankan optimal tentu akan terlihat di titik mana kesalahan itu terjadi. Mereka yang bertanggung jawab terkait hal ini bisa Kantor Akuntan Publik (KAP). hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memerikas bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). . Apakah prinsip KYC-nya sudah benar-benar sesuai prosedur atau tidak. kata Siti Sundari. tentunya semua langkah tadi akan meminimalisir terjadinya pratik ilegal seperti yang dilakukan MD pada banknya. ―Di samping itu. dan asal sumber dana. Mereka bisa melakukan cek silang (cross check) setiap transaksi yang terjadi antara staf di front office dengan data yang ada di komputer. Kalau ada yang janggal bank bisa mengklarifikasi. baru bank melapor ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi dan Keuangan (PPATK). adalah kurang optimal internal audit dari bank yang bersangkutan. atau divisi kepatuhan.

Sanksi serupa bahkan lebih berat akan dikenakan ketika ada bank yang melanggar SOP seperti ini. termasuk aturan layanan jasa prioritas yang sifat premium. BI akan melihat kembali aturan-aturan yang ada dan dilakukan perbaikan antara lain aturan mengenai kartu kredit dan perlindungan nasabah yang lebih kuat. risiko strategis. risiko operasional. risiko reputasi.Kesalahan Citibank Jangan Terulang Untuk Bank Lain. risiko likuiditas. risiko hukum. Dalam PBI soal manajemen risiko dijelaskan bank wajib menerapkan manajemen risiko secara efektif. Seluruh prosedur bank. risiko pasar. dan risiko kepatuhan . yaitu risiko kredit. Bank Umum Konvensional wajib menerapkan Manajemen Risiko yang mencakup 8 risiko. baik untuk Bank secara individual maupun untuk Bank secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. Sebaiknya semua bank segera mungkin melakukan perbaikan sebelum pihak BI menemukan temuan-temuan seperti ada yang di Citibank ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->