Narada Muni bertanya kepada Tuhan Narayana, "Wahai Bhagavan Yang Mulia!

Bagaima na, Tulasi Devi menjadi istri Anda? Darimana dia lahir? Siapa dia dalam kelahira n sebelumnya? Dari keluarga mana asalnya, dan apa austerities dia melakukan ini untuk mendapatkan Anda sebagai suaminya? Anda, yang melampui alam material ini , sumber dari alam semesta itu sendiri, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang Mahatah u, penyebab dari segala sebab, pelindung dan pemelihara semuanya. Dan bagaimana bisa Tulasi Devi, menjadi pohon untuk Anda? O, Anda yang dapat menyelesaikan sem ua masalah, berbaik hatilah untuk menghilangkan keraguan dan pertanyaan2 dalam p ikiran hamba ini. Tuhan Narayana kemudian menjelaskanya kepada Rsi Narada Muni sebagai berikut: Manu Daksa Savarni adalah bagian dari perwujudan Dewa Wisnu. Beliau sangat baik, setia kepada Tuhan, dan sangat terkenal karena perbuatan baiknya. Putra Daksa S avarni, Dharma Savarni, juga sangat berbudi luhur. Putra dari Dharma Savarni yan g taat ini dipanggil Visnu Savarni, yang mana Beliau adalah seorang Vaisnava bes ar, yang disebut Raja Savarni. Namun, putra dari Raja Savarni, Vrisadhvaja, adal ah seorang pemuja Dewa Siwa yang sangat fanatik. Dewa Siwa tinggal di rumah Vris adhvaja selama tiga yuga surga (tiga jaman) dan mencintainya lebih dari anaknya sendiri. Vrisadhvaja tidak menghormati Tuhan Narayana, Dewi Laksmi dan semua par a Dewa. Dia menghapuskan pemujaan kepada Dewi Laksmi di bulan Bhadra (Agustus, S eptember) dan pemujaan Dewi Saraswati di bulan Magha (Januari, Februari). Ia tid ak ikut serta dalam kurban suci dan pemujaan yang dilakukan untuk menghormati Tu han Visnu (Narayana) dan mengkritik mereka dengan keras. Para Dewa tidak berani mengutuknya karena takut dengan Dewa Siwa. Namun, Surya, Dewa Matahari, tidak mampu lagi menahan murka-Nya, dan mengutuknya : "Hai Raja, hanya karena Anda benar-benar pemuja sepenuhnya untuk Dewa Siwa dan h anya kepada Dewa Siwa, dan juga Anda tidak mengakui semua para Dewa , saya nyata kan bahwa mulai sekarang Anda akan kehilangan kekayaan dan kemakmuran! Ketika Dewa Siwa mendengar kutukan tersebut, Beliau menjadi sangat marah. Secepa tnya mengambil trisulaNya, dan berlari mengejar Surya. Karena takut, dewa mataha ri pergi dengan ayahnya, Kasyapa Muni, menuju Brahmaloka, planet material tertin ggi, dan meminta perlindungan dari Dewa Brahma. Tapi Tuhan Siva mengejar dia di sana. Dewa Brahma, juga takut dengan Dewa Siwa, lalu Beliau mengajak Surya dan K asyapa Muni ke planet Vaikuntha, atau dunia spiritual yang kekal. Di sana, denga n tenggorokan kering karena kecemasan, mereka berlindung dari Dewa Narayana, Tuh an dari semuaNya. Mereka memberi hormat kepada-Nya dan memuji-Nya berulang-ulang dan akhirnya menjelaskan mengapa mereka begitu khawatir. Dewa Narayana memberikan rahmat-Nya dan memberikan mereka kekuatan untuk tidak t akut. Beliau berkata, "Hai orang-orang yang penakut", dengan menghibur. "Bagaimana kalian bisa ketakutan seperti itu, sementara Aku berada di sini?. Kal au ada yang mengingat-Ku ketika dia dalam keadaan bahaya, di mana pun itu, Aku a kan datang kepadanya dengan Cakra Sudarsan di tangan Ku dan melindunginya. Wahai para Dewa.! Aku adalah pencipta, pemelihara dan perusak alam semesta ini. Dalam bentuk Dewa Visnu, Aku sebagai pemelihara; dalam bentuk Dewa Brahma sebagai pen cipta, dan dalam bentuk Dewa Siva, sebagai pelebur. Aku adalah Siva, Aku adalah kamu, dan Aku adalah Surya. Aku yang menjalankan berbagai bentuk dan melestarika n semua alam semesta ini. Maka kembalilah ke tempat masing-masing kalian. Kalian tidak perlu takut. Semua akan baik-baik saja." "Mulai hari ini, kalian tidak perlu takut dari Dewa Siva, Ia adalah tempat berli ndung bagi orang yang bhakti, murah hati, dan selalu berpikir untuk melayani dan menyembahNya. Dewa Siva dan Sudarsana cakra Ku cintai lebih dari kehidupan Ku. Dalam keberanian, mereka unggul semuaNya. Dewa Siva sangat mudah untuk dapat men

telah mencari perlindungan kepada Anda. Kepribadian yang Agung dengan tenang. tidak boleh bertanya tentang austerities nya atau kemakmuran material. Dewi Laksmi. Matanya merah. yang menunjukkan kebaikan kepada hamba-Nya. Apa yang harus dikatakan te ntang orang yang datang secara pribadi untuk Anda dan berlindung. Ketika orang i ngat Anda. raja Vrisadhvaja. Kasih sayang Ku hanya untuk anak saya. Tuhan Visnu. Dia tidak menyadari akan dunia luar. Dan Dia selalu menyanyikan kemuliaan-Ku siang dan malam. dapat mengatasi kematian dan usia tua. Dan Dewa Surya telah mengutukny a dan karena itu telah membuat Ku marah. sedang mengunyah sirih yang telah d iberikankan oleh istri-Nya. D ia dihiasi dengan mahkota. sedang duduk di atas takhta-Nya bertatahkan permata. Semua kebaikan datang kepadanya. Lalu Dewa Siva m emberi pujian kepada Dewa Visnu. dan kulit-Nya seperti awan hujan segar biru. Dia membungkuk kepada Dewa Brahma. Aku ju ga selalu memikirkan kesejahteraanNya. Ini akan menjadi sama berguna untuk mengajukan penakluk kematian jika ia bebas dari semua bahaya. Dari lima wajahNya. dan memegang cakra -Nya. menjadi benar-benar aman dan bebas dari segala ba haya. dan mempersilahkan duduk d i singgasanaNya. dan kalungan bunga. Dia turun dengan cepat dan dengan rendah hati memberikan hormat dengan pengabdian rohani kepada Dewa d ari Dewi Laksmi. BagiNya. Dewa Siva. Apakah itu? Apakah Anda menjadi marah karena sesuatu hal? " "O Dewa Visnu. hatinya terpusat. dia telah kehilangan kekayaan dan kemakmurannya!? " Tuhan Visnu menjawab. Untuk me nanyakan kesejahteraan Anda akan sangat bodoh. pada tingkat itu Aku berkarunia. Sifat Dewa Siva adalah keberuntungan (auspiciou sness)" Sementara Dewa Narayana berbicara. Aku akan membunuh Surya tapi Surya mencari perlindungan kepada Dewa Brahma. Sambil tersenyum. Pada . Beliau sedang menonto n dan mendengarkankan tarian dan nyanyian dari para Vidyadharis (Widyadari). Apa yang akan terjadi dari penyembah Ku yang bodo h. hanya dengan berbicara tentang An da atau dengan mengingat Anda. anting-anting. Surya dan Kasyapa Muni memberi hormat kepada Dewa Siva. Bentuknya sangat indah.ciptakan sepuluh juta Surya dan sepuluh juta Brahma. tak ada gunanya untuk menanyakan apakah Anda meningkatkan pen getahuan. dan sekarang keduanya. tidak ada yang mus tahil. Tubu hnya diolesi dengan pasta candana dan Ia mengenakan pakaian kuning. Sri Visnu. Beliau berkata. "O Dewa Siva! Setengah jam telah berlalu di sini didalam Planet Vaikuntha. Karena Anda mem impin pengetahuan. dan ia duduk d i atas tunggangNya banteng sambil menggenggam trisulaNya. Tuhan dari semuanya. Tapi Anda datang ke tempat tinggal Ku karena suatu a lasan. Selalu bermeditasi kepadaKu siang d an malam. Mer eka yang menderita dan berlindung kepada Anda. Mereka. bahayanya menghilang. Dia mengulangi mantraKu dengan p enuh pengabdian. Anda adalah simbol dari semua kebaikan dan kesejahteraan. Para pelayan dari Dewa Narayana mulai mengipasi Dewa Siva denga n whisks putih untuk meringankan Dia dari kelelahan dalam perjalanan."! Dewa Siva berkata. Apapun tingkat keadaanya untuk memujaKu. kemudian berubah m enjadi ceria dan menyembah Kepribadian yang Abadi dengan lima mulutNya. Dewa Narayana. Aku akan meminta Anda hanya untuk menghormati aturan masyarakat dan metode yang telah ditentukan oleh satu Veda y ang menghasilkan buah dari pengabdian dan memberikan kesejahteraan semua. oleh kutukan Surya. karena ada hubungan bathin dengan kemuliaan dari Dewa Visnu. "Raja Vrisadhvaja adalah penyembahKu yang Agung." "O Dewa penguasa alam semesta. Setelah Dewa Siva sembah sujud kepada Dewa Narayana.. dan kata-kata yang nectarean. Dewa Siva tiba. "O Dewa Siva. Setia p pembantu-Nya memiliki empat lengan dan mengipasi Nya dengan empat tangan. Dengan manis. Dewa Narayana sangat senang..

diwujudkan melalui seorang bayi. Setelah itu. Dharmadhvaja dan Kusadhva ja akan menjadi makmur. sangat mengagumkan untuk disentuh. Hamsadhvaja. pada saat hari baik. Oleh karena itu. menikah. mereka kembali menjadi penguasa bumi. dan akan menjadi raja yang sangat berkuasa. Dewa Brahma. Karena kecant ikannya itu tak tertandingi. Telapak tangannya dan telapak kakinya kemerahan. Tapi mereka sekarang telah melakukan pemujaan kepada Dewi Laksmi. Dadanya tegas dan pinggangNya ti pis. Anaknya . ketika ada bulan purnama. termasuk semua kekayaan dan kemakmuran. dan Dewi Laksmi sendiri s enang dengan pengabdian mereka. Setelah beberapa waktu. dalam perjalanan waktu. bayi masih dalam rahim Madhavi selama seratus tahun surga. dan cahaya bersinar dari tubuhnya dikelilingi bagaikan sebuah lingkaran. dan rambutnya tampak cantik. ia melahirkan. Dharmadhvaja dan Kusadhvaja melakukan pertapaan yang keras dalam memuja Dewi Lak smi. Kemudian.waktu itu. seperti bunga Champaka. ma tanya mirip bunga padma yang mekar. jadi kembalilah ke tempat tinggal Anda. Hari demi hari cahaya dalam kandungan dewi Madhavi meningk at.. Ra ja Vrisadhvaja. Mereka mendap at keberuntungan yang besar. karena kutukan Surya. Maka. " Bhagavan Visnu kemudian pergi dengan istri-Nya ke dalam istanaNya. Namun. Dia telah setuju untuk turun ke bumi dan berekspansi Dirinya sendiri dengan mengambil kelahiran dari istri kedu a raja tersebut. Ada ta nda dari bunga padma di kakiNya. Mereka kehilangan kerajaan. Tubuhnya indah. dan d i atasnya ada tiga lipatan. juga meninggal. sudah ma ti. Ku litnya putih. atas kebaikan hati Dewi Laksmi. kerohanian. Raja Dhar madhvaja menikah dengan Madhavi. dua puluh satu yuga surga telah meninggal dunia. Para dewa yang bahagia kembali ke tempat tinggal mereka sendiri. pada hari Jumat. maka para bijak atau Rsi memanggilnya Dewi Tulasi. tetapi. pusar nya dalam. Dewa Siva melan jutkan praktek dari kesederhanaanNya. Mereka berdu a Vaisnava besar. mereka telah menjadi menderita. pada bulan Kartika. Kasih karunia keberuntungan Dewi Laksmi. melalui revolusi waktu tak terhindarkan dan mengerikan. . dan melahirkan anak. Vrisadhvaja telah mati. Surya dan Kasyapa Muni kalian juga harus kembali ke a lam Anda. mereka secara terpisah memperoleh berkat yang mereka inginkan. hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Wajahnya tampak seperti bulan dimusim gugur. ia menjadi hamil dengan bagian dari inkarnasi Dewi Laksmi." "O Dewa Siva! penyembah Anda. Oleh karena itu.. Hamsadhvaja m elahirkan dua putra yang mulia bernama Dharmadhvaja dan Kusadhvaja. Dengan bantuan Dewi Laksmi. dan bibirnya terlihat seperti buah bimba yan g masak.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.