P. 1
Cerita rakyat 3

Cerita rakyat 3

|Views: 3|Likes:
Published by zuhirda
Narada Muni bertanya kepada Tuhan Narayana, "Wahai Bhagavan Yang Mulia! Bagaimana, Tulasi Devi menjadi istri Anda? Darimana dia lahir? Siapa dia dalam kelahiran sebelumnya? Dari keluarga mana asalnya, dan apa austerities dia melakukan ini untuk mendapatkan Anda sebagai suaminya? Anda, yang melampui alam material ini , sumber dari alam semesta itu sendiri, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang Mahatahu, penyebab dari segala sebab, pelindung dan pemelihara semuanya. Dan bagaimana bisa Tulasi Devi, menjadi pohon untuk Anda? O, Anda yang dapat menyelesaikan semua masalah, berbaik hatilah untuk menghilangkan keraguan dan pertanyaan2 dalam pikiran hamba ini.

Tuhan Narayana kemudian menjelaskanya kepada Rsi Narada Muni sebagai berikut:

Manu Daksa Savarni adalah bagian dari perwujudan Dewa Wisnu. Beliau sangat baik, setia kepada Tuhan, dan sangat terkenal karena perbuatan baiknya. Putra Daksa Savarni, Dharma Savarni, juga sangat berbudi luhur. Putra dari Dharma Savarni yang taat ini dipanggil Visnu Savarni, yang mana Beliau adalah seorang Vaisnava besar, yang disebut Raja Savarni. Namun, putra dari Raja Savarni, Vrisadhvaja, adalah seorang pemuja Dewa Siwa yang sangat fanatik. Dewa Siwa tinggal di rumah Vrisadhvaja selama tiga yuga surga (tiga jaman) dan mencintainya lebih dari anaknya sendiri. Vrisadhvaja tidak menghormati Tuhan Narayana, Dewi Laksmi dan semua para Dewa. Dia menghapuskan pemujaan kepada Dewi Laksmi di bulan Bhadra (Agustus, September) dan pemujaan Dewi Saraswati di bulan Magha (Januari, Februari). Ia tidak ikut serta dalam kurban suci dan pemujaan yang dilakukan untuk menghormati Tuhan Visnu (Narayana) dan mengkritik mereka dengan keras.

Para Dewa tidak berani mengutuknya karena takut dengan Dewa Siwa. Namun, Surya, Dewa Matahari, tidak mampu lagi menahan murka-Nya, dan mengutuknya :

"Hai Raja, hanya karena Anda benar-benar pemuja sepenuhnya untuk Dewa Siwa dan hanya kepada Dewa Siwa, dan juga Anda tidak mengakui semua para Dewa , saya nyatakan bahwa mulai sekarang Anda akan kehilangan kekayaan dan kemakmuran!”

Ketika Dewa Siwa mendengar kutukan tersebut, Beliau menjadi sangat marah. Secepatnya mengambil trisulaNya, dan berlari mengejar Surya. Karena takut, dewa matahari pergi dengan ayahnya, Kasyapa Muni, menuju Brahmaloka, planet material tertinggi, dan meminta perlindungan dari Dewa Brahma. Tapi Tuhan Siva mengejar dia di sana. Dewa Brahma, juga takut dengan Dewa Siwa, lalu Beliau mengajak Surya dan Kasyapa Muni ke planet Vaikuntha, atau dunia spiritual yang kekal. Di sana, dengan tenggorokan kering karena kecemasan, mereka berlindung dari Dewa Narayana, Tuhan dari semuaNya. Mereka memberi hormat kepada-Nya dan memuji-Nya berulang-ulang dan akhirnya menjelaskan mengapa mereka begitu khawatir.

Dewa Narayana memberikan rahmat-Nya dan memberikan mereka kekuatan untuk tidak takut. Beliau berkata,

"Hai orang-orang yang penakut", dengan menghibur.
"Bagaimana kalian bisa ketakutan seperti itu, sementara Aku berada di sini?. Kalau ada yang mengingat-Ku ketika dia dalam keadaan bahaya, di mana pun itu, Aku akan datang kepadanya dengan Cakra Sudarsan di tangan Ku dan melindunginya. Wahai para Dewa.! Aku adalah pencipta, pemelihara dan perusak alam semesta ini. Dalam bentuk Dewa Visnu, Aku sebagai pemelihara; dalam bentuk Dewa Brahma sebagai pencipta, dan dalam bentuk Dewa Siva, sebagai pelebur. Aku adalah Siva, Aku adalah kamu, dan Aku adalah Surya. Aku yang menjalankan berbagai bentuk dan melestarikan semua alam semesta ini. Maka kembalilah ke tempat masing-masing kalian. Kalian tidak perlu takut. Semua akan baik-baik saja."

"Mulai hari ini, kalian tidak perlu takut dari Dewa Siva, Ia adalah tempat berlindung bagi orang yang bhakti, murah hati, dan selalu berpikir untuk melayani dan menyembahNya. Dewa Siva dan Sudarsana cakra Ku cintai lebih dari kehidupan Ku. Dalam keberanian, mereka unggul semuaNya. Dewa Siva sangat mudah untuk dapat menciptakan sepuluh juta Surya dan sepuluh juta Brahma. Ba
Narada Muni bertanya kepada Tuhan Narayana, "Wahai Bhagavan Yang Mulia! Bagaimana, Tulasi Devi menjadi istri Anda? Darimana dia lahir? Siapa dia dalam kelahiran sebelumnya? Dari keluarga mana asalnya, dan apa austerities dia melakukan ini untuk mendapatkan Anda sebagai suaminya? Anda, yang melampui alam material ini , sumber dari alam semesta itu sendiri, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang Mahatahu, penyebab dari segala sebab, pelindung dan pemelihara semuanya. Dan bagaimana bisa Tulasi Devi, menjadi pohon untuk Anda? O, Anda yang dapat menyelesaikan semua masalah, berbaik hatilah untuk menghilangkan keraguan dan pertanyaan2 dalam pikiran hamba ini.

Tuhan Narayana kemudian menjelaskanya kepada Rsi Narada Muni sebagai berikut:

Manu Daksa Savarni adalah bagian dari perwujudan Dewa Wisnu. Beliau sangat baik, setia kepada Tuhan, dan sangat terkenal karena perbuatan baiknya. Putra Daksa Savarni, Dharma Savarni, juga sangat berbudi luhur. Putra dari Dharma Savarni yang taat ini dipanggil Visnu Savarni, yang mana Beliau adalah seorang Vaisnava besar, yang disebut Raja Savarni. Namun, putra dari Raja Savarni, Vrisadhvaja, adalah seorang pemuja Dewa Siwa yang sangat fanatik. Dewa Siwa tinggal di rumah Vrisadhvaja selama tiga yuga surga (tiga jaman) dan mencintainya lebih dari anaknya sendiri. Vrisadhvaja tidak menghormati Tuhan Narayana, Dewi Laksmi dan semua para Dewa. Dia menghapuskan pemujaan kepada Dewi Laksmi di bulan Bhadra (Agustus, September) dan pemujaan Dewi Saraswati di bulan Magha (Januari, Februari). Ia tidak ikut serta dalam kurban suci dan pemujaan yang dilakukan untuk menghormati Tuhan Visnu (Narayana) dan mengkritik mereka dengan keras.

Para Dewa tidak berani mengutuknya karena takut dengan Dewa Siwa. Namun, Surya, Dewa Matahari, tidak mampu lagi menahan murka-Nya, dan mengutuknya :

"Hai Raja, hanya karena Anda benar-benar pemuja sepenuhnya untuk Dewa Siwa dan hanya kepada Dewa Siwa, dan juga Anda tidak mengakui semua para Dewa , saya nyatakan bahwa mulai sekarang Anda akan kehilangan kekayaan dan kemakmuran!”

Ketika Dewa Siwa mendengar kutukan tersebut, Beliau menjadi sangat marah. Secepatnya mengambil trisulaNya, dan berlari mengejar Surya. Karena takut, dewa matahari pergi dengan ayahnya, Kasyapa Muni, menuju Brahmaloka, planet material tertinggi, dan meminta perlindungan dari Dewa Brahma. Tapi Tuhan Siva mengejar dia di sana. Dewa Brahma, juga takut dengan Dewa Siwa, lalu Beliau mengajak Surya dan Kasyapa Muni ke planet Vaikuntha, atau dunia spiritual yang kekal. Di sana, dengan tenggorokan kering karena kecemasan, mereka berlindung dari Dewa Narayana, Tuhan dari semuaNya. Mereka memberi hormat kepada-Nya dan memuji-Nya berulang-ulang dan akhirnya menjelaskan mengapa mereka begitu khawatir.

Dewa Narayana memberikan rahmat-Nya dan memberikan mereka kekuatan untuk tidak takut. Beliau berkata,

"Hai orang-orang yang penakut", dengan menghibur.
"Bagaimana kalian bisa ketakutan seperti itu, sementara Aku berada di sini?. Kalau ada yang mengingat-Ku ketika dia dalam keadaan bahaya, di mana pun itu, Aku akan datang kepadanya dengan Cakra Sudarsan di tangan Ku dan melindunginya. Wahai para Dewa.! Aku adalah pencipta, pemelihara dan perusak alam semesta ini. Dalam bentuk Dewa Visnu, Aku sebagai pemelihara; dalam bentuk Dewa Brahma sebagai pencipta, dan dalam bentuk Dewa Siva, sebagai pelebur. Aku adalah Siva, Aku adalah kamu, dan Aku adalah Surya. Aku yang menjalankan berbagai bentuk dan melestarikan semua alam semesta ini. Maka kembalilah ke tempat masing-masing kalian. Kalian tidak perlu takut. Semua akan baik-baik saja."

"Mulai hari ini, kalian tidak perlu takut dari Dewa Siva, Ia adalah tempat berlindung bagi orang yang bhakti, murah hati, dan selalu berpikir untuk melayani dan menyembahNya. Dewa Siva dan Sudarsana cakra Ku cintai lebih dari kehidupan Ku. Dalam keberanian, mereka unggul semuaNya. Dewa Siva sangat mudah untuk dapat menciptakan sepuluh juta Surya dan sepuluh juta Brahma. Ba

More info:

Published by: zuhirda on Oct 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2015

pdf

text

original

Narada Muni bertanya kepada Tuhan Narayana, "Wahai Bhagavan Yang Mulia!

Bagaima na, Tulasi Devi menjadi istri Anda? Darimana dia lahir? Siapa dia dalam kelahira n sebelumnya? Dari keluarga mana asalnya, dan apa austerities dia melakukan ini untuk mendapatkan Anda sebagai suaminya? Anda, yang melampui alam material ini , sumber dari alam semesta itu sendiri, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang Mahatah u, penyebab dari segala sebab, pelindung dan pemelihara semuanya. Dan bagaimana bisa Tulasi Devi, menjadi pohon untuk Anda? O, Anda yang dapat menyelesaikan sem ua masalah, berbaik hatilah untuk menghilangkan keraguan dan pertanyaan2 dalam p ikiran hamba ini. Tuhan Narayana kemudian menjelaskanya kepada Rsi Narada Muni sebagai berikut: Manu Daksa Savarni adalah bagian dari perwujudan Dewa Wisnu. Beliau sangat baik, setia kepada Tuhan, dan sangat terkenal karena perbuatan baiknya. Putra Daksa S avarni, Dharma Savarni, juga sangat berbudi luhur. Putra dari Dharma Savarni yan g taat ini dipanggil Visnu Savarni, yang mana Beliau adalah seorang Vaisnava bes ar, yang disebut Raja Savarni. Namun, putra dari Raja Savarni, Vrisadhvaja, adal ah seorang pemuja Dewa Siwa yang sangat fanatik. Dewa Siwa tinggal di rumah Vris adhvaja selama tiga yuga surga (tiga jaman) dan mencintainya lebih dari anaknya sendiri. Vrisadhvaja tidak menghormati Tuhan Narayana, Dewi Laksmi dan semua par a Dewa. Dia menghapuskan pemujaan kepada Dewi Laksmi di bulan Bhadra (Agustus, S eptember) dan pemujaan Dewi Saraswati di bulan Magha (Januari, Februari). Ia tid ak ikut serta dalam kurban suci dan pemujaan yang dilakukan untuk menghormati Tu han Visnu (Narayana) dan mengkritik mereka dengan keras. Para Dewa tidak berani mengutuknya karena takut dengan Dewa Siwa. Namun, Surya, Dewa Matahari, tidak mampu lagi menahan murka-Nya, dan mengutuknya : "Hai Raja, hanya karena Anda benar-benar pemuja sepenuhnya untuk Dewa Siwa dan h anya kepada Dewa Siwa, dan juga Anda tidak mengakui semua para Dewa , saya nyata kan bahwa mulai sekarang Anda akan kehilangan kekayaan dan kemakmuran! Ketika Dewa Siwa mendengar kutukan tersebut, Beliau menjadi sangat marah. Secepa tnya mengambil trisulaNya, dan berlari mengejar Surya. Karena takut, dewa mataha ri pergi dengan ayahnya, Kasyapa Muni, menuju Brahmaloka, planet material tertin ggi, dan meminta perlindungan dari Dewa Brahma. Tapi Tuhan Siva mengejar dia di sana. Dewa Brahma, juga takut dengan Dewa Siwa, lalu Beliau mengajak Surya dan K asyapa Muni ke planet Vaikuntha, atau dunia spiritual yang kekal. Di sana, denga n tenggorokan kering karena kecemasan, mereka berlindung dari Dewa Narayana, Tuh an dari semuaNya. Mereka memberi hormat kepada-Nya dan memuji-Nya berulang-ulang dan akhirnya menjelaskan mengapa mereka begitu khawatir. Dewa Narayana memberikan rahmat-Nya dan memberikan mereka kekuatan untuk tidak t akut. Beliau berkata, "Hai orang-orang yang penakut", dengan menghibur. "Bagaimana kalian bisa ketakutan seperti itu, sementara Aku berada di sini?. Kal au ada yang mengingat-Ku ketika dia dalam keadaan bahaya, di mana pun itu, Aku a kan datang kepadanya dengan Cakra Sudarsan di tangan Ku dan melindunginya. Wahai para Dewa.! Aku adalah pencipta, pemelihara dan perusak alam semesta ini. Dalam bentuk Dewa Visnu, Aku sebagai pemelihara; dalam bentuk Dewa Brahma sebagai pen cipta, dan dalam bentuk Dewa Siva, sebagai pelebur. Aku adalah Siva, Aku adalah kamu, dan Aku adalah Surya. Aku yang menjalankan berbagai bentuk dan melestarika n semua alam semesta ini. Maka kembalilah ke tempat masing-masing kalian. Kalian tidak perlu takut. Semua akan baik-baik saja." "Mulai hari ini, kalian tidak perlu takut dari Dewa Siva, Ia adalah tempat berli ndung bagi orang yang bhakti, murah hati, dan selalu berpikir untuk melayani dan menyembahNya. Dewa Siva dan Sudarsana cakra Ku cintai lebih dari kehidupan Ku. Dalam keberanian, mereka unggul semuaNya. Dewa Siva sangat mudah untuk dapat men

Aku akan meminta Anda hanya untuk menghormati aturan masyarakat dan metode yang telah ditentukan oleh satu Veda y ang menghasilkan buah dari pengabdian dan memberikan kesejahteraan semua. Apakah itu? Apakah Anda menjadi marah karena sesuatu hal? " "O Dewa Visnu. Semua kebaikan datang kepadanya. dia telah kehilangan kekayaan dan kemakmurannya!? " Tuhan Visnu menjawab. Setia p pembantu-Nya memiliki empat lengan dan mengipasi Nya dengan empat tangan. "O Dewa Siva.ciptakan sepuluh juta Surya dan sepuluh juta Brahma. Kasih sayang Ku hanya untuk anak saya. dan ia duduk d i atas tunggangNya banteng sambil menggenggam trisulaNya. dan sekarang keduanya. yang menunjukkan kebaikan kepada hamba-Nya. Dia membungkuk kepada Dewa Brahma. Dan Dia selalu menyanyikan kemuliaan-Ku siang dan malam. Aku akan membunuh Surya tapi Surya mencari perlindungan kepada Dewa Brahma. tak ada gunanya untuk menanyakan apakah Anda meningkatkan pen getahuan. sedang duduk di atas takhta-Nya bertatahkan permata. Para pelayan dari Dewa Narayana mulai mengipasi Dewa Siva denga n whisks putih untuk meringankan Dia dari kelelahan dalam perjalanan. Tuhan dari semuanya. Apa yang harus dikatakan te ntang orang yang datang secara pribadi untuk Anda dan berlindung. Apa yang akan terjadi dari penyembah Ku yang bodo h. Lalu Dewa Siva m emberi pujian kepada Dewa Visnu. Surya dan Kasyapa Muni memberi hormat kepada Dewa Siva. Dia mengulangi mantraKu dengan p enuh pengabdian. pada tingkat itu Aku berkarunia. bahayanya menghilang. hatinya terpusat. Dia turun dengan cepat dan dengan rendah hati memberikan hormat dengan pengabdian rohani kepada Dewa d ari Dewi Laksmi. Anda adalah simbol dari semua kebaikan dan kesejahteraan. BagiNya. Apapun tingkat keadaanya untuk memujaKu. Pada . Beliau berkata. Ketika orang i ngat Anda. dan kulit-Nya seperti awan hujan segar biru. Sri Visnu. dan kata-kata yang nectarean. Selalu bermeditasi kepadaKu siang d an malam. "Raja Vrisadhvaja adalah penyembahKu yang Agung."! Dewa Siva berkata. dapat mengatasi kematian dan usia tua. Sifat Dewa Siva adalah keberuntungan (auspiciou sness)" Sementara Dewa Narayana berbicara. Mer eka yang menderita dan berlindung kepada Anda. Beliau sedang menonto n dan mendengarkankan tarian dan nyanyian dari para Vidyadharis (Widyadari). anting-anting. Dewa Narayana. Sambil tersenyum. Tuhan Visnu. Mereka. dan mempersilahkan duduk d i singgasanaNya. Dengan manis. Aku ju ga selalu memikirkan kesejahteraanNya. kemudian berubah m enjadi ceria dan menyembah Kepribadian yang Abadi dengan lima mulutNya. hanya dengan berbicara tentang An da atau dengan mengingat Anda. telah mencari perlindungan kepada Anda. Dewa Siva. Dari lima wajahNya. dan memegang cakra -Nya. menjadi benar-benar aman dan bebas dari segala ba haya. oleh kutukan Surya. Setelah Dewa Siva sembah sujud kepada Dewa Narayana. Dewi Laksmi. Dewa Narayana sangat senang. karena ada hubungan bathin dengan kemuliaan dari Dewa Visnu. "O Dewa Siva! Setengah jam telah berlalu di sini didalam Planet Vaikuntha. Karena Anda mem impin pengetahuan." "O Dewa penguasa alam semesta. D ia dihiasi dengan mahkota. tidak ada yang mus tahil. Dia tidak menyadari akan dunia luar. Dan Dewa Surya telah mengutukny a dan karena itu telah membuat Ku marah. tidak boleh bertanya tentang austerities nya atau kemakmuran material. Ini akan menjadi sama berguna untuk mengajukan penakluk kematian jika ia bebas dari semua bahaya.. Tubu hnya diolesi dengan pasta candana dan Ia mengenakan pakaian kuning. Matanya merah.. Untuk me nanyakan kesejahteraan Anda akan sangat bodoh. Dewa Siva tiba. dan kalungan bunga. sedang mengunyah sirih yang telah d iberikankan oleh istri-Nya. Kepribadian yang Agung dengan tenang. Tapi Anda datang ke tempat tinggal Ku karena suatu a lasan. raja Vrisadhvaja. Bentuknya sangat indah.

dan bibirnya terlihat seperti buah bimba yan g masak. Ada ta nda dari bunga padma di kakiNya. dua puluh satu yuga surga telah meninggal dunia. Telapak tangannya dan telapak kakinya kemerahan. Hamsadhvaja. menikah. Mereka mendap at keberuntungan yang besar. dan cahaya bersinar dari tubuhnya dikelilingi bagaikan sebuah lingkaran. . Anaknya . ketika ada bulan purnama. maka para bijak atau Rsi memanggilnya Dewi Tulasi. Surya dan Kasyapa Muni kalian juga harus kembali ke a lam Anda. pada hari Jumat.. Dharmadhvaja dan Kusadhvaja melakukan pertapaan yang keras dalam memuja Dewi Lak smi. Maka. Wajahnya tampak seperti bulan dimusim gugur. sangat mengagumkan untuk disentuh. dan rambutnya tampak cantik. Oleh karena itu. Mereka berdu a Vaisnava besar. Setelah beberapa waktu. tetapi. pada saat hari baik. Hari demi hari cahaya dalam kandungan dewi Madhavi meningk at. Oleh karena itu. Para dewa yang bahagia kembali ke tempat tinggal mereka sendiri. dan akan menjadi raja yang sangat berkuasa. Dewa Brahma. mereka kembali menjadi penguasa bumi. seperti bunga Champaka. Ra ja Vrisadhvaja. Kasih karunia keberuntungan Dewi Laksmi. Dewa Siva melan jutkan praktek dari kesederhanaanNya. sudah ma ti.. hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas. Karena kecant ikannya itu tak tertandingi. pusar nya dalam. Dia telah setuju untuk turun ke bumi dan berekspansi Dirinya sendiri dengan mengambil kelahiran dari istri kedu a raja tersebut. mereka secara terpisah memperoleh berkat yang mereka inginkan. dan d i atasnya ada tiga lipatan. Vrisadhvaja telah mati. Ku litnya putih. Tubuhnya indah. ia menjadi hamil dengan bagian dari inkarnasi Dewi Laksmi. Mereka kehilangan kerajaan.waktu itu. mereka telah menjadi menderita. atas kebaikan hati Dewi Laksmi. jadi kembalilah ke tempat tinggal Anda." "O Dewa Siva! penyembah Anda. Tapi mereka sekarang telah melakukan pemujaan kepada Dewi Laksmi. Kemudian. pada bulan Kartika. " Bhagavan Visnu kemudian pergi dengan istri-Nya ke dalam istanaNya. juga meninggal. Dharmadhvaja dan Kusadhva ja akan menjadi makmur. ia melahirkan. bayi masih dalam rahim Madhavi selama seratus tahun surga. melalui revolusi waktu tak terhindarkan dan mengerikan. Setelah itu. dalam perjalanan waktu. diwujudkan melalui seorang bayi. kerohanian. Namun. termasuk semua kekayaan dan kemakmuran. Raja Dhar madhvaja menikah dengan Madhavi. Hamsadhvaja m elahirkan dua putra yang mulia bernama Dharmadhvaja dan Kusadhvaja. dan melahirkan anak. ma tanya mirip bunga padma yang mekar. Dengan bantuan Dewi Laksmi. dan Dewi Laksmi sendiri s enang dengan pengabdian mereka. karena kutukan Surya. Dadanya tegas dan pinggangNya ti pis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->